BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS

2.1 2.1.1

Kajian Pustaka Profit Margin

2.1.1.1 Pengertian Profit Margin Pengertian Profit Margin Menurut Sutrisno (2008:222) adalah: “Kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan dibandingkan dengan penjualan”. Untuk perhitungannya Bambang Riyanto (2001:37) mengemukakan: Laba Usaha Margin Laba = Penjualan Neto Atau dengan kata lain: Net Operating Income Profit Margin = Net Sales Menurut Sofyan Syafri Harahap (2007:304) mengemukakan: “Angka ini menunjukkan berapa besar persentase pendapatan bersih yang diperoleh dari setiap penjualan. Semakin besar rasio ini semakin baik karena dianggap kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba cukup tinggi.” Rasio ini bisa diinterpretasikan juga sebagai kemampuan perusahaan menekan biaya-biaya diperusahaan pada periode tertentu. Profit Margin yang tinggi x 100% x 100%

10

Dengan kata lain dapatlah dikatakan bahwa “profit margin ialah perbandingan antara net sales dengan operating expenses” ( Harga pokok penjualan + biaya administrasi + biaya penjualan + biaya umum). 2. produksi. selisih mana dinyatakan dalam persentase dari net sales.2 Faktor-faktor Penentu Profit Margin Menurut Bambang Riyanto ( 2001:39) yaitu besar kecilnya profit margin pada setiap transaksi sales (penjualan) ditentukkan oleh 2 faktor. atau kombinasi dari kedua hal tersebut. dan perubahan biaya usaha. perubahan harga pokok penjualan. Faktor tersebut terutama berupa pengaruh perubahan tingkat penjualan. Dengan demikian dapatlah dikatakan bahwa profit margin dimaksudkan untuk mengetahui efisiensi perusahaan dengan melihat kepada besar kecilnya laba usaha dalam hubungannya dengan penjualan (sales). atau biaya yang terlalu tinggi untuk tingkat penjualan tertentu. Didalam laporan laba rugi jumlah laba usaha ini memberikan gambaran yang penting karena menunjukkan tingkat keberhasilan penjualan ( keberhasilan kegiatan pembelian.1. Banyak faktor yang mempengaruhi perubahan laba usaha perusahaan dari tahun ke tahun.1. yaitu net sales .11 menandakan kemampuan perusahaan menghasilkan laba yang tinggi pada tingkat penjualan tertentu. dan penjualan ). Profit Margin yang rendah menandakan penjualan yang terlalu rendah untuk tingkat biaya tertentu.

yaitu: 1) Dengan menambah biaya usaha ( operating expenses) sampai tingkat tertentu diusahakan tercapainya tambahan sales yang sebesar-besarnya. . Dengan jumlah operating expenses tertentu profit margin dapat diperbesar dengan memperbesar sales. Menaikkan harga penjualan per unit produk pada luas sales dalam unit tertentu. tambahan sales harus lebih besar daripada tambahan operating expenses. Dengan demikian maka ada 2 alternatif dalam usaha untuk memperbesar profit margin. atau dengan jumlah sales tertentu profit margin dapat diperbesar dengan menekan atau memperkecil operating expenses. Dengan demikian dapatlah dikatakan bahwa pengertian menaikkan tingkat sales di sini dapat berarti memperbesar pendapatan dari sales dengan jalan : a. Besar kecilnya laba usaha atau net operating income (pendapatan operasi bersih) tergantung kepada pendapatan dari penjualan (sales) dan besarnya biaya usaha (operating expenses). atau dengan kata lain.12 (penjualan bersih) dan laba usaha. Perubahan besarnya sales dapat dapat disebabkan karena perubahan harga per unit apabila volume sales dalam unit sudah tertentu (tetap). b. Memperbesar volume sales per unit pada tingkat harga penjualan tertentu atau. atau disebabkan karena bertambahnya luas penjualan dalam unit kalau tingkat harga penjualan per unit produk sudah tertentu.

atau dengan kata lain mengurangi biaya usaha relatif lebih besar daripada berkurangnya pendapatan dari sales.13 2) Dengan mengurangi pendapatan dari sales sampai tingkat tertentu diusahakan adanya pengurangan operating expenses yang sebesar-besarnya. Meskipun jumlah sales selama periode tertentu berkurang. Untuk mengetahui tingkat profitabilitas sebuah perusahaan dapat menggunakan rasio Return On Investment atau tingkat pengembalian investasi merupakan pengukuran kemampuan perusahaan secara keseluruhan di dalam menghasilkan keuntungan dengan jumlah keseluruhan aktiva.2 Return On Investment 2. 2.” Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa rasio profitabilitas dengan menggunakan pengukuran Return On Investment merupakan alat untuk mengetahui sejauh mana perusahaan dalam menghasilkan laba dengan menggunakan seluruh .2.1 Pengertian Return On Investment (ROI) Analisis terhadap laporan keuangan suatu perusahaan pada dasarnya karena ingin mengetahui tingkat profitabilitas dan tingkat resiko atau tingkat kesehatan suatu perusahaan. Menurut Suad Husnan dan Enny Pudjiastuti (2004:74) mengemukakan: “Return On Investment (ROI) adalah rasio yang mengukur seberapa banyak laba bersih yang bisa diperoleh dari seluruh kekayaan yang dimiliki perusahaan.1.1. tetapi oleh karena disertai dengan berkurangnya operating expenses yang lebih sebanding maka akibatnya ialah bahwa profit marginnya makin besar.

Dalam menghitung tingkat return on investment (ROI). Turnover dari operating assets (Tingkat perputaran aktiva yang digunakan untuk operasi. semakin baik keadaan suatu perusahaan. yaitu kecepatan berputarnya operating assets dalam suatu periode tertentu). profit margin ini mengukur tingkat keuntungan yang dapat dicapai oleh perusahaan dihubungkan dengan penjualan.2. 2. yaitu: 1. Dengan demikian maka pimpinan perusahaan dapat menggunakan salah satu atau kedua-duanya dalam rangka usaha untuk memperbesar ROI. maka perlu diperhatikan bahwa perhitungan tersebut didasarkan atas laba bersih sesudah pajak dibagi dengan total aktiva perusahaan .1. baik dengan diinvestasikan didalam maupun diluar perusahaan. baik masing-masing atau kedua-duanya. Usaha mempertinggi ROI dengan memperbesar profit .14 aktiva yang dimiliki oleh perusahaan. Hal tersebut disebabkan karena pengukuran ROI adalah untuk mengetahui tingkat keuntungan bersih yang diperoleh dari seluruh modal yang telah diinvestasikan.2 Faktor-faktor yang mempengaruhi Return On Investment (ROI) ROI juga dapat dilihat dengan mengkombinasikan dua faktor. Profit Margin. Semakin tinggi rasio ini. Besarnya ROI akan berubah kalau ada perubahan profit margin atau assets turnover. 2. yaitu keuntungan operasi yang dinyatakan dalam presentase dan jumlah penjualan bersih.

Return On Investment itu sendiri adalah salah satu bentuk dari rasio profitabilitas yang dimaksudkan untuk dapat mengukur kemampuan perusahaan dengan keseluruhan dana yang digunakan untuk operasinya. baik aktiva lancar maupun aktiva tetap.1. Untuk mengetahui tingkat profitabilitas (keuntungan) sebuah perusahaan dapat menggunakan rasio Return On Investment (ROI). 2. penjualan dan administrasi. Adapun rumus Return On Investment adalah sebagai berikut: Earning After Tax Return On Investment (ROI=ROA) = Total Assets x 100% Ada juga cara lain yang dapat digambarkan sebagai berikut: Net Income ROI = Net Sales x Net Operating Assets Net Sales .15 margin adalah bersangkutan dengan usaha untuk mempertinggi efisiensi disektor produksi.2. Usaha mempertinggi ROI dengan memperbesar assets turn over adalah kebijaksanaan investasi dana dalam berbagai aktiva.3 Analisis Return On Investment Analisis terhadap laporan keuangan suatu perusahaan pada dasarnya karena ingin mengetahui tingkat profitabilitas (keuntungan) dan tingkat resiko atau tingkat kesehatan suatu perusahaan.

atau diatas rata-ratanya. Arti pentingnya mengukur rate of return pada tingkat bagian adalah untuk dapat membandingkan efisiensi suatu bagian dengan bagian yang lain didalam perusahaan yang bersangkutan.2. Apabila perusahaan mempunyai data industri sehingga dapat diperoleh ratio industri. c. maka dengan analisa ROI dapat dibandingkan efisiensi penggunaan modal pada perusahaannya dengan perusahaan lain yang sejenis. sehingga dapat diketahui apakah perusahaannya berada dibawah. b.1 Kegunaan Analisis Return On Investment (ROI = ROA) a.4 Kegunaan dan Kelemahan Analisis Return On Investment (ROI) 2.2. Apabila perusahaan sudah menjalankan praktek akuntansi yang baik maka manajemen dengan menggunakan teknik analisa ROI dapat mengukur efisiensi penggunaan modal yang bekerja.4.1. Dengan demikian akan dapat diketahui dimana kelemahannya dan apa yang sudah kuat pada perusahaan tersebut dibandingkan dengan perusahaan lain yang sejenis. Sebagai salah satu kegunaan yang prinsipil ialah sifatnya yang menyeluruh. sama. Analisa ROI juga dapat digunakan untuk mengukur efisiensi tindakantindakan yang dilakukan oleh divisi atau bagian. . efisiensi produksi dan efisiensi bagian penjualan. yaitu dengan mengalokasikan semua biaya dan modal kedalam bagian yang bersangkutan.16 2.1.

ROI selain berguna untuk keperluan control. sehingga dengan demikian akan dapat dihitung profitabilitas dari masing-masing produk. 2. Suatu mesin atau perlengkapan .1. Analisa ROI juga dapat digunakan untuk mengukur profitabilitas dari masing-masing produk yang dihasilkan oleh perusahaan. e. b. Misalnya ROI dapat digunakan sebagai dasar untuk pengambilan keputusan kalau perusahaan akan mengadakan expansi. modal dan biaya dapat dialokasikan kepada berbagai-bagai produk yang dihasilkan oleh perusahaan yang bersangkutan.2 Kelemahan Analisis Return On Investment (ROI = ROA) a. juga berguna untuk keperluan perencanaan. Salah satu kelemahan yang prinsipil ialah kesukarannya dalam membandingkan rate of return suatu perusahaan dengan perusahaan lain yang sejenis. Dengan menggunakan “product cost system” yang baik. perbandingan tersebut akan dapat memberi gambaran yang salah. Kelemahan lain dari teknik analisa ini adalah terletak pada adanya fluktuasi nilai dari uang (daya belinya).4.17 d. Perbedaan metode dalam penilaian berbagai-bagai aktiva antara perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lain.2. mengingat bahwa kadang-kadang praktek akuntansi yang digunakan oleh masing-masing perusahaan tersebut adalah berbeda-beda.

3 Hubungan Profit Margin dengan Return On Investment (ROI) Rasio laba usaha dengan penjualan neto berkaitan dengan total aktiva yang digunakan untuk mencapai sales revenue. sedangkan “operating turnover” dimaksudkan untuk mengetahui efisiensi perusahaan dengan melihat kepada kecepatan perputaran operating assets dalam suatu periode tertentu. Berdasarkan teori-teori tersebut diatas dengan demikian dapatlah dikatakan bahwa profit margin dimaksudkan untuk mengetahui efisiensi perusahaan dengan melihat kepada besar kecilnya laba usaha dalam hubungannya dengan sales. dan hal ini akan berpengaruh dalam menghitung investment turnover dan profit margin.18 tertentu yang dibeli dalam keadaan inflasi nilainya berbeda dengan kalau dibeli pada waktu tidak ada inflasi. Dengan menggunakan analisa rate of return atau return on investment saja tidak akan dapat digunakan untuk mengadakan perbandingan antara dua perusahaan atau lebih dengan mendapatkan kesimpulan yang memuaskan.1. 2. Rasio laba usaha dengan penjualan bersifat komplementer (pelengkap) dengan rasio laba bersih dengan Return On Investment. . c. Hasil akhir dari pencampuran kedua efisiensi profit margin dan operating assets turnover menentukan tinggi rendahnya earning power. Oleh karena itu makin tingginya tingkat profit margin atau operating assets turnover masing-masing atau keduannya akan mengakibatkan naiknya earning power.

Kategori rasio aktivitas terdiri dari inventory turnover (ITO). equity to total liabilities (ETL). Unit penelitiannya adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta. Dalam penelitian Meythi menggunakan rasio keuangan yaitu: 1. fixed asset turnover (FAT). 4. . 2. average collection period (ACP). Kategori rasio pertumbuhan terdiri dari pertumbuhan laba (PL) Ditemukan bahwa dari semua rasio keuangan rasio profitabilitas yaitu Return On Asset (ROA) yang paling baik dalam memprediksi pertumbuhan laba.19 Seperti halnya yang telah dikemukakan S. Kategori rasio solvabilitas terdiri dari debt ratio (DR). 2. Kategori rasio profitabilitas terdiri dari profit margin (PM). return on equity (ROE). dan total asset turnover (TAT). Munawir (2007:89) bahwa: “ Besarnya Return On Investment akan berubah kalau ada perubahan Profit Margin atau Asset Turn Over. baik masing-masing atau keduanya. 5. Kategori rasio likuiditas terdiri dari current ratio (CR) dan quick ratio (QR).4 Penelitian Terdahulu (Studi Empiris) Meythi (2005) Penelitian Meythi (2005) menguji rasio keuangan yang paling baik untuk memprediksi pertumbuhan laba. 3. equity to total asset (ETA). return on asset (ROA).1. dan equity to fixed asset (EFA).

20 Berikut ini dijelaskan persamaan dan perbedaan penelitian dengan penelitian terdahulu yang dijelaskan dalam tabel 2.1 sebagai berikut: Tabel 2. Jika terjadi selisih lebih maka akan menghasilkan laba sebaliknya jika terjadi selisih kurang maka akan menghasilkan kerugian. biaya administrasi. maka perusahaan dapat terus tumbuh dengan laba yang mampu ditingkatkan. Subjek Penelitian Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta. 2. . rasio aktivitas. Kesimpulan return on asset (ROA) yang paling baik dalam memprediksi pertumbuhan laba perusahaan manufaktur sektor basic and chemical untuk periode 2000-2003. rasio profitabilitas. Persamaan Perbedaan Sama-sama  Penelitian Meythi meneliti rasio menggunakan semua keuangan rasio keuangan untuk memprediksi pertumbuhan laba sedangkan penelitian ini hanya menggunakan Profit Margin dan Return On Invesment  Unit penelitian Meythi dilakukan di perusahaan manufaktur sedangkan penelitian ini di PT. Dengan adanya kemampuan itu.1 Studi Empiris Dengan Penelitian Terdahulu Penelitian dan Judul Meythi (2005) “Rasio Keuangan yang Paling Baik untuk Memprediksi Pertumbuhan Laba” Variabel dan Alat Analisis Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah rasio keuangan yang terdiri dari: rasio likuiditas. Hal ini disebabkan oleh pendapatan yang stabil dan pengelolaan asset secara efektif dan efisien akan mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk tumbuh. Kalbe Farma. dan umum). rasio solvabilitas. Alat Analisis: uji Confirmatory Factor Analysis (CFA). Tbk. rasio pertumbuhan.2 Kerangka Pemikiran Melakukan aktivitas penjualan. biaya pemasaran. Selisih antara jumlah pendapatan yang diterima perusahaan dari penjualan dengan biaya-biaya operasional akan menimbulkan laba atau rugi. perusahaan tidak dapat terlepas dari penggunaan biaya-biaya operasional (harga pokok penjualan. Tinggi rendahnya penggunaan biaya operasional ini akan mempengaruhi tinggi rendahnya tingkat keuntungan atau laba yang akan diperoleh sebuah perusahaan.

Munawir (2007:89): . baik laba usaha maupun laba bersih. dan lain-lain. Menurut S. return on investment juga akan menurun. Laba bersih yang diukur dengan tingkat kekayaan perusahaan atau biasa disebut dengan Return On Investment (Tingkat Pengembalian Investasi). Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan S. Dari penjualan tersebut suatu perusahaan akan memperoleh dan memiliki laba. Dengan laba usaha tersebut maka perusahaan dapat mengukur tingkat keuntungan yang dicapai dihubungkan dengan penjualannya. return on investment juga akan meningkat. Semakin tinggi Return On Investment maka akan semakin baik perusahaan tersebut. jika profit margin menurun. Begitu juga sebaliknya. Profit margin dipakai untuk untuk mengontrol berbagai menilai kemampuan manajemen perusahaan yang langsung digunakan dalam pengeluaran menghasilkan penjualan yaitu pengeluaran untuk pembelian bahan baku. Profit margin ini mengukur tingkat keuntungan yang dapat dicapai oleh perusahaan dihubungkan dengan penjualannya”. tenaga kerja langsung. Jika marjin laba (profit margin) meningkat. Munawir (2007:89) mengemukakan profit margin adalah sebagai berikut: “Profit Margin yaitu besarnya keuntungan operasi yang dinyatakan dalam persentase dan jumlah penjualan bersih. perusahaan dapat memperoleh laba sesuai dengan tujuan utamanya yaitu untuk memperoleh laba.21 Kegiatan usaha. dan hal ini disebut profit margin (Marjin Laba).

return on asset (ROA). return on equity (ROE). Indikator profitabilitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah rasio tingkat pengembalian investasi (ROI) karena Return On Invesment dapat menggambarkan kinerja perusahaan dari penanaman dananya (investasi). total asset turnover (TAT). Teori tersebut didukung oleh penelitian terdahulu oleh Meythi (2005:269). Dengan adanya kemampuan itu. Berkaitan dengan hal itu maka perusahaan harus bisa menghasilkan marjin laba yang tinggi agar tingkat pengembalian investasi tinggi. inventory turnover (ITO). quick ratio (QR). maka perusahaan dapat terus tumbuh dengan laba yang mampu ditingkatkan. Menurut Lukman Syamsuddin (2007: 63) mengemukakan Return On Investment adalah sebagai berikut: “Return On Investment (ROI) merupakan pengukuran kemampuan perusahaan secara keseluruhan di dalam menghasilkan keuntungan dengan jumlah keseluruhan aktiva yang tersedia di dalam perusahaan”. . profit margin (PM). Hal ini disebabkan oleh pendapatan yang stabil dan pengelolaan asset secara efektif dan efisien akan mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk tumbuh. Berdasarkan teori dan penelitian terdahulu dapat disimpulkan bahwa profit margin akan mempengaruhi pertumbuhan laba sehingga profitabilitas perusahaan mengalami peningkatan. fixed assets turnover (FAT). debt ratio (DR).22 “Besarnya return on investment akan berubah jika ada perubahan profit margin”. equity to total asset (ETA). menunjukkan bahwa return on asset (ROA) yang paling baik dalam memprediksi pertumbuhan laba perusahaan manufaktur sektor basic and chemical untuk periode 2000-2003. profit growth (PG). yaitu: Dari hasil factor analysis didapatkan kesimpulan bahwa untuk semua rasio keuangan yaitu current ratio (CR). equity to fixed asset (EFA). equity to total liabilities (ETL). average collection period (ACP).

Penjualan (S.1 Paradigma Penelitian S. maka perusahaan harus mampu memperhatikan hal-hal berikut: 1. 2007:89) Tingkat Pengembalian Investasi (ROI) (Y) 1. Rasio laba usaha dengan penjualan bersifat saling melengkapi dengan rasio laba bersih dengan return on investment (tingkat pengembalian investasi). Perusahaan harus meningkatkan perputaran aktiva dan mempertahankan Profit Margin. 2. Berdasarkan uraian di atas. “Besarnya Return On Investment akan berubah oleh dua faktor yaitu ada perubahan Profit Margin atau Asset Turn Over”.1 sebagai skema atau kerangka pemikiran yang di sajikan sebagai berikut: Profit Margin (Marjin Laba) (X) 1. untuk lebih jelas maka dapat dilihat pada gambar 2.Munawir. Perusahaan harus meningkatkan Profit Margin dan perputaran aktiva secara bersamaan. Munawir (2007:89) . Perusahaan harus meningkatkan Profit Margin dan mempertahankan perputaran aktiva. Laba Bersih 2. Rasio laba usaha dengan penjualan berkaitan dengan total aktiva yang digunakan untuk mencapai penghasilan. Total Aktiva (Lukman Syamsuddin. Laba Usaha 2. 2007:63) G Gambar 2.23 Untuk menigkatkan Return On Investment sebuah perusahaan. 3.

Kalbe Farma.24 2. Agar penelitian ini mempunyai arah yang jelas. maka dirumuskan hipotesis penelitian awal yaitu “Marjin Laba memiliki pengaruh positif terhadap Tingkat Pengembalian Investasi pada PT.3 Hipotesis Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap masalah yang diteliti dan perlu dibuktikan kebenarannya. . Tbk.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful