P. 1
Kumpulan Abstrak

Kumpulan Abstrak

|Views: 43|Likes:
Published by Khoirul Hidayat

More info:

Published by: Khoirul Hidayat on Apr 27, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/25/2013

pdf

text

original

Steroid dari Akar Tumbuhan Asam Kandis (Garcinia cowa

)
Darwati*, Anni Anggraeni, Sri Adi Sumiwi
Jurusan Kimia, Fakultas MIPA, Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Sumedang *E-mail: darwatititi@yahoo.co.id

Abstrak Garcinia cowa termasuk famili Guttiferae dan di Indonesia dikenal dengan nama asam kandis. Secara tradisional kulit batang G. cowa telah digunakan sebagai antipiretik dan antimikroba, buah dan daun untuk memperlancar peredaran darah, ekspektoran, pencahar, serta akarnya untuk menurunkan demam. Keragaman manfaat tumbuhan Garcinia sebagai obat tradisional tersebut terkait dengan kandungan kimianya. Dalam rangka investigasi berkelanjutan dari tumbuhan genus Garcinia asal Indonesia suatu senyawa steroid, stigmasterol telah berhasil diisolasi dari bagian akar Garcinia cowa. Isolasi dilakukan dengan metode kromatografi dan penentuan struktur molekul berdasarkan data spektroskopi NMR 1D serta dengan membandingkan data yang diperoleh dengan data yang telah dilaporkan dalam literatur. Berdasarkan analisa spektroskopi disimpulkan senyawa hasil isolasi adalah stigmasterol. Senyawa ini telah pernah dilaporkan sebelumnya dari spesies lain. Keywords: Garcinia cowa, steroid, stigmasterol.

Senyawa Antioksidan Dari Jamur Endofitik Tumbuhan Kandis Gajah (Garcinia griffithii T. Anders)
Elfita1*, Muharni1, Munawar2
1 2

Kimia, FMIPA, Universitas Sriwijaya, Jl. Raya Palembang-Prabumulih Km. 32, Indralaya, 30662 Biologi, FMIPA, Universitas Sriwijaya, Jl. Raya Palembang-Prabumulih Km. 32, Indralaya, 30662 *E-mail: el_fi_ta@yahoo.com

Abstrak Tumbuhan kandis gajah (Garcinia griffithii) telah digunakan secara tradisional oleh masyarakat daerah Sarasah Bonta, Lembah Arau, Sumatra Barat untuk mengobati berbagai penyakit yang disebabkan oleh radikal bebas. Senyawa-senyawa antioksidan potensial yang dikandung oleh tumbuhan kandis gajah, juga dihasilkan oleh mikroba endofitiknya. Jamur endofitik Aspergillus niger telah diisolasi dari tumbuhan kandis gajah. Jamur tersebut dikultur dalam 3L media PDB selama empat minggu dan disaring. Kultur diekstrak dengan pelarut etil asetat masing-masing sebanyak 3L dengan dua kali ulangan, yang dilanjutkan dengan evaporasi. Uji aktifitas antioksidan dengan metode DPPH terhadap ekstrak Aspergillus niger menunjukkan nilai persen inhibisi pada konsentrasi 100 ppm adalah 95 %, yaitu setara dengan aktivitas asam askorbat dengan persen inhibisi 97 %. Selanjutnya ekstrak aktif tersebut dipisahkan dengan teknik kromatografi hingga didapatkan senyawa murni berupa kristal putih yang aktif antioksidan. Uji fitokimia menunjukkan senyawa tersebut golongan fenolat. Struktur molekul senyawa hasil isolasi ditentukan dengan metode spektroskopi meliputi IR, 1H-NMR, dan 13C-NMR. Senyawa hasil isolasi adalah heksahidroksibenzen. Kata Kunci: jamur heksahidroksibenzen endofitik, Garcinia griffithii, Aspergillus niger,

Analisis Kebutuhan Pengembangan Model Pembelajaran Kimia Direct Instruction berorientasi Thinking Inductively untuk menumbuhkan life skill
Asih Widi Wisudawati1), Uli Nur Mila2), Ahmad Subkan2)
1) Dosen Pendidikan Kimia UIN Sunan Kalijaga, Jl Marsda Adisucipto No.1 (email: asihwisudawati@yahoo.com) 2) Mahasiswa Pendidikan Kimia UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Abtrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan siswa dan guru dalam proses pembelajaran kimia yang akan digunakan untuk pengembangan model pembelajaran kimia Direct Instruction yang berorientasi Thingking inductively untuk menumbuhkan life skill siswa. Populasi penelitian ini adalah seluruh SMA/ MA di Yogyakarta. Sampel penelitian ditetapkan secara purposive sampling dengan memperhitungkan pencapaian hasil belajar. Sampel Penelitian terdiri atas 2 (dua)MA, 7 (tujuh) SMA Negeri, 2 (dua) SMA Swasta. Data penelitian dikumpulkan dari pedoman observasi, pedoman wawancara dan angket, serta dianalisis secara deskriptif interpretatif, dilengkapi crosscheck data dan sumber data. simpulan dari penelitian ini (1) telah diidentifikasi 3 (tiga) model pembelajaran yang biasa dilaksanakan oleh guru dalam proses pembelajaran kimia, (2) beberapa hambatan/ kendala dalam mengaplikasikan model pembelajaran yang berorientasi thinking inductively, (3) life skill peserta didik belum dikembang secara maksimal. Kata kunci: analisis kebutuhan, model pembelajaran kimia, life skill

Pemanfaatan Tio2 Yang Dilapiskan pada Karbon Aktif sebagai Agen Pendegradasi Zat Warna Remazol Black B dengan Metode Fotokatalisis
1Ferdinand

Hermadana, 2Agus Subagio, 1Pardoyo Kimia Anorganik, Kimia, FSM, UNDIP 2Laboratorium Kimia Zat Padat, Fisika, FSM, UNDIP
1Laboratorium

Abstrak Telah dilakukan penelitian pemanfaatan TiO2 yang dilapiskan pada karbon aktif untuk mendegradasi zat warna remazol black B dengan metode fotokatalisis. Karakterisasi material terlapisi dilakukan dengan difraksi sinarX, Scanning Electron Microscopy (SEM), dan Bruanuer Emmet Teller (BET). Penurunan konsentrasi zat warna remazol black B dianalisis dengan spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karbon aktif dapat dilapisi dengan TiO2. Pada proses fotokatalisis semakin lama waktu penyinaran sinar UV maka prosentase degradasi zat warna remazol black B semakin besar, pada waktu 7 jam prosentase degradasi dihasilkan mencapai 25,81%. Kata kunci: fotokatalisis, TiO2, karbon aktif, remazol black B

Pemanfaatan Tio2 yang Dilapiskan pada Karbon Aktif sebagai Agen Pendegradasi Zat Warna Remazol Black B dengan Metode Fotokatalisis
Ferdinand Hermadana1, Agus Subagio2, Pardoyo1
1Laboratorium 2Laboratorium

Kimia Anorganik, Kimia, FSM, UNDIP Fisika Zat Padat, Fisika, FSM, UNDIP

Abstrak Telah dilakukan penelitian pemanfaatan TiO2 yang dilapiskan pada karbon aktif untuk mendegradasi zat warna remazol black B dengan metode fotokatalisis. Karakterisasi material terlapisi dilakukan dengan difraksi sinarX, Scanning Electron Microscopy (SEM), dan Bruanuer Emmet Teller (BET). Penurunan konsentrasi zat warna remazol black B dianalisis dengan spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karbon aktif dapat dilapisi dengan TiO2. Pada proses fotokatalisis semakin lama waktu penyinaran sinar UV maka prosentase degradasi zat warna remazol black B semakin besar, pada waktu 7 jam prosentase degradasi dihasilkan mencapai 25,81%. Kata kunci: fotokatalisis, TiO2, karbon aktif, remazol black B

Formulasi Mikroenkapsul Oleoresin Kayumanis (Cinnamon burmanni) Dan Cengkeh (Caryophillus aromaticus Linn)
Deddy Kurniawan Wikanta, Margaretha Tuti Susanti, Fahmi Arifan
Jurusan Teknik Kimia PSD III Teknik, UNDIP Semarang Jl. Prof Sudarto SH, Pedalangan Tembalang, Semarang 50239 Email: dwikanta@gmail.com

Abstrak Pengembangan produk rempah-rempah seperti kayu manis dan cengkeh dalam bentuk mikrokapsul oleoresin kayu manis dan cengkeh yang dapat digunakan sebagai pengawet alami karena potensinya sebagai antioksidan dan antimikrobia serta sebagai flavoring agent (agensia citarasa) pada produk pangan. Pada penelitian ini dilakukan formulasi mikrokapsul untuk mendapatkan mikrokapsul pleoresin cengkeh dan kayumanis. Hasil ekstraksi optimal diperoleh pada suhu 50 o C, tekanan 350 bar, dengan efisiensi bunga cengkeh dan kulit kayu manis sebesar 17,24% dan 1,16 % Dari analisa khromatography Cinnamaldehye dari kayu manis sebesar 96.7%, sedang bunga cengkeh kadar eugenol 72,08%. Komposisi emulsi terstabil dengan perbandingan lesitin; gum arab; malto dekstrin dan CMC (10; 90;10;10), emulsi terstabil dibuat mikrokapsul dengan dua formula, formula A dengan komposisi oleoresin bunga cengkeh lebih dominan, dan komposisi formula mikrokapsul B dengan komposisi oleoresin kulit kayumanis lebih dominan, hasil mikroenkapsulasi untuk formula A 8(1:4) sebesar 85,98% dan formula B8(4:1) 89,13%. Kata kunci : oleoresin cengkeh, kayu manis- mikroenkapsulasi

Penerapan Pendekatan Klarifikasi Nilai untuk Meningkatkan Nilai Peduli Lingkungan Siswa Kelas X Ma Negeri Jatiwangi
Edy Chandra dan Neng Tuti Susanti
IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Abstrak
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilatarbelakangi kurangnya pemahaman siswa tentang masalah lingkungan yang menyebabkan rendahnya sikap kepedulian lingkungan siswa. Persoalan lingkungan yang utama dihadapi saat ini adalah bagaimana membentuk dan menginternalisasikan sikap peduli dan sadar lingkungan pada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan sikap kepedulian lingkungan siswa, mendeskripsikan sikap peduli lingkungan siswa, menerapkan pendekatan klarifikasi nilai dalam pembelajaran Biologi serta mengumpulkan persepsi dan kesan siswa terhadap pendekatan klarifikasi nilai,. Pendidikan lingkungan merupakan upaya untuk menggiring individu ke arah perubahan gaya hidup dan perilaku ramah lingkungan, disamping untuk mengembangkan pemahaman dan motivasi serta keterampilan yang diwarnai dengan kepedulian terhadap penggunaan dan konservasi sumber daya alam secara wajar. Pemahaman terhadap keeratan hubungan antara manusia dengan lingkungannya dan semua fenomena yang menyertainya adalah bagian yang harus diperkenalkan. Dengan demikian Pendidikan lingkungan bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang lingkungan, meningkatkan kesadaran terhadap lingkungan, serta kepeduliannya dengan kondisi lingkungan. Penelitian dilakukan di MA Negeri Jatiwangi Kabupaten Majalengka dengan subyek penelitian berjumlah 25 orang. Pengumpulan data untuk mengetahui pemahaman siswa tentang materi yang dipelajari menggunakan pre tes dan pos tes serta tes pada tiap siklus. Sedangkan untuk mengetahui sikap kepedulian lingkungan siswa

menggunakan angket dan observasi on task dan off task. Analisis data menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji Wilcoxon, dan uji Anova. Hasil penelitian menunjukkan penerapan pendekatan klarifikasi nilai cukup efektif meningkatkan sikap kepedulian lingkungan siswa. Terlihat tes yang mengalami peningkatan hasil. Hasil belajar siswa berdasar uji wilcoxon diperoleh sig. 0,000 < 0,05 pemberian perlakuan memberikan dampak terhadap hasil belajar siswa. Meningkatnya pemahaman tentang masalah lingkungan mempengaruhi afektif dan psikomotor siswa. Hasil observasi on task dan off task menunjukkan peningkatan porsi positif sikap siswa pada setiap pertemuan. Pada siklus I persentasi On task sebesar 92.75%, siklus II 96.25%, dan siklus III 98.00%. Kata kunci: pendidikan nilai, pendekatan klarifikasi nilai, strategi what we know and what we want to know, strategi speard of opinion, strategi self contract

Pengembangan Model Pembelajaran Konstruktivsime Berorientasi Green Chemistry Materi Larutan Penyangga untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains
Riyanti 1), Edy Cahyono2), Sri Haryani3)
Program Studi Pendidikan IPA Program Pascasarjana UNNES

Abstrak
Pembelajaran kimia di SMAN 1 Donorojo selama ini lebih mengedepankan proporsi pemberian materi daripada kerja laboratorium. Kepasifan dan ketakutan siswa dalam melakukan kerja laboratorium menyebabkan rendahnya hasil belajar dan keterampilan proses sains siswa SMA. Penelitian ini bertujuan mengatasi rendahnya hasil belajar siswa pada pembelajaran kimia dan menghilangkan ketakutan siswa saat praktikum. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian pengembangan menggunakan metode one group pre tes-post test. Produk yang dikembangkan terdiri silabus, RPP, LKS, bahan ajar, soal test, lembar angket respon siswa, lembar pengamatan afektif, dan psikomotorik. Data dianalisis menggunakan program Anates dan SPSS 16. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara pre test dan post test. Rerata post test untuk hasil belajar kognitif adalah 78,38, dengan N-gain 0,60 (sedang), sedangkan N-gain untuk ketrampilan proses sains mencapai 0,73 (tinggi). Rerata hasil belajar afektif 89,04, dan psikomotorik 87,67. Lebih 75% siswa memberikan respon positif terhadap pembelajaran dengan menggunakan model konstruktivisme berorientasi green chemistry. Kegiatan praktikum menggunakan bahan-bahan yang mudah diperbaharui sesuai dengan prinsip green chemistry mampu meningkatkan ketrampilan proses sains dan pemahaman konsep siswa SMA. Kata kunci: Konstruktivisme, Green Chemistry, Ketrampilan Proses Sains. Larutan Penyangga,

Pembelajaran Sainsbervisi Sets untuk Mendukung Pembentukan Karakter Siswa Sekolah Dasar
Fina Fakhriyah
PGSD FKIP Universitas Muria Kudus. Email: phienaim16@gmail.com

Abstrak Hakekat pembelajaran sains memiliki peran penting dalam memberikan pengalaman pada siswa. Pada pembelajaran sains terdapat proses dan produk yang memuat prinsip-prinsip ilmiah, yang seharusnya dapat dikaitkan dengan pengalaman keseharian dan pembentukan karakter siswa sehingga pembelajaran sains menjadi menarik, bermakna dan diminati oleh siswa untuk dipelajari.Pembelajaran sains bervisi SETS ( Science Environment Technology Society)merupakan salah satu upaya membelajarkan sains sebagaimana mestinya yaitu pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan sains yang terjadi di lingkungan, masyarakat yang terkait teknologi. Kata Kunci : Pembelajaran Sains, SETS, Pembentukan Karakter

Pembelajaran IPS Sejarah Berwawasan SETS
Imaniar Purbasari
PGSD FKIP Universitas Muria Kudus Abstrak IPS Sejarah merupakan pengetahuan masa lampau mencakup konteks fenomena di masyarakat, peristiwa aktual, permasalahan sosial, isu hangat yang tengah berkembang, jiwa zaman, dan perkembangan keilmuan mutakhir. Kebermaknaan pembelajaran dicapai melalui pengaitan materi dengan konteks kekinian dan konteks lokal yang terjadi di sekitar siswa, sehingga makna dari sebuah peristiwa sampai pada peserta didik. Pengaitan materi IPS Sejarah dengan konteks kekinian dan apa yang dialami di sekitar siswa dapat dihubungkan dengan wawasan SETS (Science, Environment, Tecnology, and Society). Sebagai contoh politik etis yang dijalankan kolonial sebagai bentuk balas budi terhadap daerah jajahan yang telah memberikan kontribusi terhadap Belanda, merupakan pembelajaran yang berwawasan SETS bila dikaitkan dengan perkembangan kehidupan kekinian. Sejarah politik etis sebagai bagian dari science. Pelaksanaan politik etis (edukasi, irigasi, emigrasi) menggunakan teknologi kolonial sebagai usaha perbaikan hidup dan perbaikan ekonomi masyarakat Indonesia. Pemanfaatan optimal lingkungan yang dibentuk kolonial dalam rangka pelaksanaan politik etis memanfaatkan lingkungan alam Indonesia sesuai dengan potensinya. Melalui wawasan SETS siswa diajak mengaitkan materi dengan manfaat kekinian yang bisa mereka lihat disekeliling mereka. Peran guru IPS Sejarah harus mampu membelajarkan siswa meski tidak secara pragmatis, namun mampu menarik konteks masa lalu dan menghubungkannya dengan masa kini bahwa pembelajaran sejarah tidak hanya masa lalu tapi merupakan sebuah science yang saling berinteraksi dengan teknologi, masyarakat dan lingkungan sejak jaman dahulu hingga sekarang. Sehubungan dengan hal tersebut maka pengembangan materi guru perlu berwawasan SETS untuk mencapai tujuan pembelajaran. Perlu usaha aktif dari guru untuk memberi makna pembelajaran IPS Sejarah, sehingga siswa memperoleh hasil optimal dari hasil pembelajaran sejarah. Makalah ini memberikan pengenalan dan penjelasan mengenai pembelajaran IPS Sejarah berwawasan SETS bukan secara pragmatis tapi belajar dari konsep yang sudah ada kemudian dikaitkan dengan wawasan SETS. Kata Kunci : Pembelajaran IPS Sejarah, Wawasan SETS

Pengembangan Model Pembelajaran Pendidikan Kebencanaan Bervisi Sets Berbantuan Modul “I Am A Survivor”
Andari Puji Astuti1), Achmad Binadja2), Sri Haryani3)
Program Studi Pendidikan IPA Program Pascasarjana UNNES

Abstrak Pendidikan kebencanaan di sekolah menjadi suatu wacana yang penting karena jumlah sekolah di Indonesia menempati posisi keempat terbanyak di dunia dan tersebar merata pada daerah rawan bencana. Pendidikan bencana yang diberikan di sekolah terutama di SMK tidak hanya diberikan dalam upaya mengurangi resiko bencana, namun juga diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar dan keterampilan berpikir kritis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa serta untuk menciptakan siswa yang mampu mengantisipasi dan menghadapi bencana. Penelitian pengembangan ini menggunakan metode one group pre tes-post test design. Produk yang dikembangkan meliputi silabus, RPP, modul “I am a Survivor”, multiple choice dan essay test, lembar angket respon siswa, lembar pengamatan afektif, dan lembar pengamatan keterampilan berpikir kritis. Data dianalisis menggunakan program Anates dan SPSS 16. Hasil penelitian menunjukkan N-gain rata-rata untuk hasil belajar kognitif mencapai 0,68 (sedang) dan keterampilan berpikir kritis mencapai 0,71 (tinggi). Lebih dari 75% siswa memberikan respon positif terhadap pembelajaran pendidikan kebencanaan bervisi SETS. Siswa menjadi aktif terlibat dalam upaya mitigasi bencana. Hasil penelitian berdasarkan hasil analisis statistik maupun karya siswa menunjukkan adanya peningkatan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa. Kata kunci: Pendidikan Kebencanaan, Visi SETS, Hasil Belajar, Keterampilan Berpikir Kritis.

Pembelajaran Model Problem Based Learning Bervisi SETS Untuk Meningkatkan Keterampilan Sosial Pada Mata Pelajaran IPA Siswa Kelas IV SD Nirmala Kasihan Bantul DIY
Setyo Eko Atmojo
FKIP Universitas PGRI Yogyakarta. Email: SetyoAtmojo@yahoo.co.id

Abstrak Penelitian ini bertujuan meningkatkan keterampilan sosial dengan menggunakan model Problem Based Learning Bervisi SETS pada mata pelajaran IPA siswa kelas IV SD Nirmala Kasihan Bantul. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek penelitian adalah siswa kelas IV berjumlah 20 siswa dengan menggunakan model Problem Based Learning Bervisi SETS. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah observasi, wawancara, tes, dan catatan lapangan. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi, pedoman wawancara, catatan lapangan, dan soal tes. Teknik analisis data dengan deskriptif kuantitatif dengan rata-rata dan persentase ketuntasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Problem Based Learning Bervisi SETS dapat meningkatkan (1) keterampilan sosial siswa dari rata-rata pra tindakan sebesar 32 dengan ketuntasan siswa 0%, rata-rata siklus I sebesar 38,3 dengan ketuntasan siswa mencapai 5% dan meningkat pada siklus II skor rata-rata menjadi 49 dengan ketuntasan siswa sebesar 20%, dan meningkat pada siklus III ini menjadi 65,7 dengan ketuntasan siswa mencapai 75%; (2) prestasi belajar siswa dari skor rata-rata pra tindakan sebesar 18 dengan ketuntasan siswa 0% kemudian siklus I yaitu menjadi 65 dengan ketuntasan siswa mencapai 30%,pada siklus II skor rataratannya yaitu 57 dengan ketuntasan siswa sebesar 55% kemudian pada siklus III mengalami peningkatan menjadi 82,5 dengan ketuntasan siswa mencapai 95%. Kata kunci : Problem Based Learning Bervisi SETS, keterampilan sosial, prestasi belajar

Pengembangan Perangkat Pembelajaran IPA Terpadu Bervisi SETS Berbasis Edutainment pada Tema “Pencernaan Sehat Awal Hidup Sehat
Minarti, Ipah Budi Sri Mulyani E. S. dan Dyah Rini Indriyanti.
Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam. Program Pascasarjana. Universitas Negeri Semarang. Abstrak Latar belakang yang mendasari penelitian adalah konsep IPA masih diajarkan terpisah. Pembelajaran IPA di SMP secara yuridis seharusnya diberikan terpadu. Perangkat pembelajaran IPA belum disesuaikan dengan kebutuhan, karena belum membiasakan pola pikir peserta didik untuk mengaitkan konsep dengan kehidupan sehari-hari. Media pembelajaran yang digunakan guru belum membantu peserta didik memahami materi. Tujuan penelitian adalah menganalisis kebutuhan perangkat pembelajaran, mengembangkan perangkat, mengetahui validitas, reliabilitas, dan efektivitas perangkat pembelajaran. Jenis penelitian adalah Research and Development, subjek penelitian ujicoba terbatas 10 anggota KIR SMP 1 Kudus dan ujicoba skala luas tiga kelas VIII SMP 1 Kudus. Prosedur pengembangan produk melalui tahap penelitian pendahuluan dan pengembangan. Tahap pendahuluan terdiri atas studi lapangan untuk memperoleh data kondisi pembelajaran IPA dan perangkat pembelajaran yang digunakan, serta studi literatur digunakan untuk mencari teori dan penelitian relevan yang menguatkan pengembangan. Tahap pengembangan dimulai menyusun perangkat pembelajaran, validasi pakar, ujicoba skala terbatas, ujicoba skala luas, revisi, dan publikasi perangkat pembelajaran. Hasil penelitian adalah perangkat yang dikembangkan meliputi silabus, RPP, buku ajar, slide presentasi, monopoli, petunjuk praktikum, puzzle, dan soal evaluasi. Silabus dan RPP yang dikembangkan merupakan perpaduan KD 2.2 dan KD 5.3. Buku ajar berisi contoh implikasi SETS dalam kehidupan sehari-hari, slide presentasi berisi tabel implikasi SETS, dan pertanyaan quiz. Monopoli berisi gambar terkait dengan kehidupan sehari-hari yang dianalisis dalam konteks SETS. Puzzle berisi skema keterkaitan SETS. Petunjuk praktikum berisi kegiatan uji kandungan bahan makanan dan pertanyaan terkait SETS. Soal evaluasi mengacu taksonomi Bloom dan berbentuk suatu permasalahan SETS. Perangkat pembelajaran dinyatakan valid dan reliabel dengan kategori cukup

sampai tinggi. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan efektif digunakan dalam pembelajaran, karena ≥80% peserta didik mencapai KKM, dan terdapat peningkatan yang signifikan nilai pretest-posttest. Aktivitas belajar peserta didik ≥75% mencapai kategori aktif dan sangat aktif. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan mendapatkan tanggapan positif dari ≥80% peserta didik. Kata kunci: edutainment, IPA Terpadu, SETS

Model Pembelajaran Bermakna Dengan Lembar Kerja Siswa Divergen Bervisi SETS untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ciri-Ciri Makhluk Hidup di SMP Triastuti Evawani SMA 1 Kudus. Email: honey.bella@ymail.com
Abstrak Penelitian Tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar CiriCiri Makhluk Hidup di SMP 2 Undaan Kudus, melalui model pembelajaran bermakna dengan LKS divergen bervisi SETS. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus dengan tahapan perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi pada bulan April-Juni 2011. Data yang diambil adalah tindakan guru, tindakan siswa dan hasil belajar. Teknik pengumpulan data melalui tes, observasi, wawancara dan angket. Indikator keberhasilan penelitian ini adalah meningkatnuya hasil belajar > 80% siswa mencapai KKM IPA sebesar 76. Hasil penelitian membuktikan bahwa model pembelajaran bermakna dengan LKS divergen bervisi SETS yang dilaksanakan sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran dan melalui pengamatan lingkungan serta pembimbingan guru secara maksimal, dapat meningkatkan hasil belajar. Peningkatan ini dapat dilihat dari nilai rata-rata sebelum tindakan sebesar 70, pada siklus I sebesar 75 dan siklus II sebesar 78. Ketuntasan sebelum tindakan sebesar 78%, siklus I sebesar 81% dan siklus II sebesar 82%.

Pembelajaran Model Problem Based Learning Bervisi SETS Untuk Meningkatkan Keterampilan Sosial Pada Mata Pelajaran IPA Siswa Kelas IV SD Sonosewu Kasihan Bantul DIY
Setyo Eko Atmojo
FKIP Universitas PGRI Yogyakarta. SetyoAtmojo@yahoo.co.id

Abstrak Penelitian ini bertujuan meningkatkan keterampilan sosial dengan menggunakan model Problem Based Learning Bervisi SETS pada mata pelajaran IPA siswa kelas IV SD Sonosewu Kasihan Bantul. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek penelitian adalah siswa kelas IV berjumlah 20 siswa dengan menggunakan model Problem Based Learning Bervisi SETS. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah observasi, wawancara, dan tes. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi, pedoman wawancara, dan soal tes. Teknik analisis data dengan deskriptif kuantitatif dengan rata-rata dan persentase ketuntasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Problem Based Learning Bervisi SETS dapat meningkatkan (1) keterampilan sosial siswa dari rata-rata pra tindakan sebesar 32 dengan ketuntasan siswa 0%, ratarata siklus I sebesar 38,3 dengan ketuntasan siswa mencapai 5% dan meningkat pada siklus II skor rata-rata menjadi 49 dengan ketuntasan siswa sebesar 20%, dan meningkat pada siklus III ini menjadi 65,7 dengan ketuntasan siswa mencapai 75%; (2) prestasi belajar siswa dari skor rata-rata pra tindakan sebesar 18 dengan ketuntasan siswa 0% kemudian siklus I yaitu menjadi 65 dengan ketuntasan siswa mencapai 30%,pada siklus II skor rata-ratannya yaitu 57 dengan ketuntasan siswa sebesar 55% kemudian pada siklus III mengalami peningkatan menjadi 82,5 dengan ketuntasan siswa mencapai 95%. Kata kunci: Problem Based Learning Bervisi SETS, keterampilan sosial, prestasi belajar

Implementasi Model Pembelajaran Kebencanaan Alam Bervisi Sets Terintegrasi dalam Mata Pelajaran IPA Di Sekolah Rawan Bencana Jalur Pantura
Ani Rusilowati, Achmad Binadja, Sunyoto Eko Nugroho, Arif Widyatmoko
Universitas Negeri Semarang rusilowati@yahoo.com Abstrak Beberapa daerah di Indonesia merupakan daerah rawan bencana banjir dan tanah longsor. Oleh karena itu, perlu adanya penanganan khusus, agar masyarakat paham terhadap bencana alam, tahu cara menyikapinya, dan dapat melakukan tindakan pencegahan dan penyelamatan. Pemberdayaan masyarakat terhadap bencana, salah satunya dapat dilakukan melalui pembelajaran di sekolah, yaitu dengan mengintegrasikannya ke dalam beberapa mata pelajaran, salah satunya mata pelajaran IPA. Penelitian ini bertujuan: (1) mengimplementasikan model pembelajaran kebencanaan alam bervisi SETS terintegrasi dalam mata pelajaran IPA di sekolah daerah rawan bencana sebagai upaya pengurangan risiko bencana melalui pendidikan. (2) Menentukan keefektifan model pembelajaran kebencanaan alam bervisi SETS terintegrasi dalam mata pelajaran IPA dalam memahamkan kebencanaan alam kepada siswa. (3) Menentukan kepraktisan dan keberterimaan model pembelajaran kebencanaan alam bervisi SETS terintegrasi dalam mata pelajaran IPA dalam membelajarkan materi kebencanaan alam kepada siswa. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (R&D) yang dilaksanakan berkolaborasi dengan guru di pendidikan dasar dan menengah. Produk yang dikembangkan adalah model pembelajaran kebencanaan alam bervisi SETS terintegrasi dalam mata pelajaran IPA. Instrumen penelitian berupa lembar pengamatan, kuesioner, dan tes tertulis. Teknik analisis data menggunakan uji t deskriptif satu sampel, uji gain ternormalisasi, dan deskriptif persentase.

Kata kunci : kebencanaan alam, SETS

Pembelajaran Fisika Kontekstual Ditinjau Dari Kemampuan Menggunakan Alat Ukur Dan Kemampuan Verbal
Aris Nurkholis1, Widha Sunarno2, Suparmi3
1

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sains, Program Pascasarjana, Universitas Sebelas Maret Surakarta, 57126, Indonesia - arisnurkholis@yahoo.com Program Studi Pendidikan Sains, Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret, Surakarta, 57126, Indonesia - widhasunarno@gmail.com Program Studi Pendidikan Sains, Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret, Surakarta, 57126, Indonesia - suparmiuns@gmail.com

2

3

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan pendekatan kontekstual dengan menggunakan metode pembelajaran poe dan eksperimen, kemampuan menggunakan alat ukur, kemampuan verbal dan interaksinya terhadap prestasi belajar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental ( experimental research) dengan desain faktorial 2x2x2. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik cluster random sampling sebanyak dua kelas. Teknik pengumpulan data menggunakan metode tes untuk mendapatkan data prestasi belajar kognitif dan kemampuan menggunakan alat ukur. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) terdapat pengaruh penggunaan metode pembelajaran eksperimen dan poe terhadap prestasi kognitif. (2) tidak ada pengaruh kemampuan menggunakan alat ukur terhadap prestasi kognitif. (3) terdapat pengaruh kemampuan verbal terhadap prestasi kognitif. (4) Tidak ada interaksi antara metode pembelajaran dengan kemampuan menggunakan alat ukur terhadap prestasi kognitif. (5) tidak ada interaksi antara metode pembelajaran dengan kemampuan verbal terhadap prestasi kognitif. (6) tidak ada interaksi antara kemampuan menggunakan alat ukur dengan kemampuan verbal terhadap prestasi kognitif. (7) tidak ada interaksi antara metode pembelajaran dengan kemampuan menggunakan alat ukur dan kemampuan verbal terhadap prestasi kognitif. Kata kunci: eksperimen, poe, verbal, alat ukur, prestasi kognitif, dan ranah afektif.

Karakterisasi Katalis Tio2 yang Dibuat Dengan Metode Sol Gel Dan Anodizing
Djarwanti, M. Nasir, Cholid Syahroni
Peneliti pada Balai Besar Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri (BBTPPI) Semarang Email : wanti235@yahoo.co.id Abstrak Telah dilakukan pengkajian karakter katalis TiO2 yang dibuat secara sol gel dan anodizing guna mendapatkan katalis TiO2 yang akan digunakan untuk mendegradasi air limbah secara fotokatalitik Karakterisasi tersebut dilakukan dengan cara uji menggunakan difraksi sinar-X (XRD), Scanning Electron Microscope (SEM) dan uji respon arus cahaya menggunakan Linier Sweep Voltammetry (LSV). Uji XRD menunjukkan katalis TiO2 yang dihasilkan dengan metode sol gel memiliki struktur kristal bentuk anatase berukuran 17 nm dan struktur rutile berukuran 23 nm. Sedangkan hasil uji XRD dari TiO2 yang dibuat dengan metode anodizing hanya memiliki struktur anatase dengan ukuran 3 nm. Hasil foto SEM memperlihatkan bahwa morfologi TiO2 dengan metode sol gel berbentuk keping kurang beraturan, sedangkan dengan metode anodizing memperlihatkan bentuk nanotube dengan diameter 15 – 20 nm. Percobaan degradasi air limbah tekstil pewarna indigo secara fotokatalitik menggunakan reaktor rotating drum. Hasil degradasi menggunakan katalis yang dibuat dengan metode sol gel mampu menurunkan COD 55,89 – 84,30%, sedangkan dengan katalis yang dibuat dengan cara anodizing mampu menurunkan COD 62,34%. Terjadi penurunan aktifitas katalis sol gel 66,20% setelah digunakan 9 kali percobaan. Kata kunci : TiO2 sol gel, anodizing, air limbah, indigo.

21

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->