P. 1
GEOTEK Lehmann

GEOTEK Lehmann

|Views: 17|Likes:
Published by Lehmann Jack

More info:

Published by: Lehmann Jack on Apr 27, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/22/2014

pdf

text

original

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS HASANUDDIN FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK GEOLOGI PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN

TUGAS GEOTEKNIK TAMBANG

OLEH : Suleman Pali Padang D62108258

MAKASSAR 2011

serta letak rekahan 3) Untuk menentukan titik pusat busur lingkaran bidang luncur dan letak rekahan pada longsoran busur dipergunakan grafik Metode Bishop yang disederhanakan merupakan metode sangat populer dalam analisis kestabilan lereng dikarenakan perhitungannya yang sederhana. dimana ketinggian lapisan keras ini melebihi ketinggian kaki lerengnya. longsorang muka lereng (face failure). 2) Bidang longsor pada analisa metode janbu ditentukan berdasarkan zona lemah yang terdapat pada massa batuan atau tanah. Metode ini banyak digunakan untuk menganalisis kestabilan lereng yang tersusun oleh tanah. Metode Bishop mengasumsikan bidang longsor berbentuk busur lingkaran 2) Pertama yang harus diketahui adalah geometri dari lereng dan juga titik pusat busur lingkaran bidang luncur. Longsoran muka lereng biasa terjadi pada lereng yang mempunyai lapisan keras (hard layer). . jarang lebih besar dari 5%. Longsoran dasar lereng biasa terjadi pada lereng yang tersusun oleh tanah lempung. tipe longsorang terbagi kedalam 3 bagian berdasarkan kepada posisi bidang gelincirnya. sehingga lapisan lunak yang berada diatas lapisan keras berbahaya untuk longsor. yaitu longsorang kaki lereng (toe failure). Menurut Sowers (1975).  Metode Bishop 1) Metode ini pada dasarnya sama dengan metode swedia. Metode ini sangat cocok digunakan untuk pencarian secara otomatis bidang runtuh kritis yang berbentuk busur lingkaran untuk mencari faktor keamanan minimum. tetapi dengan memperhitungkan gaya-gaya antar irisan yang ada. dan longsoran dasar lereng (base failure). yang paling umum digunakan ialah metode irisan yang dicetuskan oleh Fellenius (1939). dan bidang gelincirnya berbentuk busur (arc-failure). Longsoran kaki lereng umumnya terjadi pada lereng yang relatif agak curam (>450) dan tanah penyusunnya relatif mempunyai nilai sudut geser dalam yang besar (>300).Faktor keamanan minimum menurut beberapa ahli  Metode Fellenius Ada beberapa metode untuk menganalisis kestabilan lereng. atau bisa juga terjadi pada lereng yang tersusun oleh beberapa lapisan lunak (soft seams).  Metode Janbu 1) Metode ini digunakan untuk menganalisis lereng yang bidang longsornya tidak berbentuk busur lingkaran. Kesalahan metode ini apabila dibandingkan dengan metode lainnya yang memenuhi semua kondisi kesetimbangan seperti Metode Spencer atau Metode Kesetimbangan Batas Umum. cepat dan memberikan hasil perhitungan faktor keamanan yang cukup teliti.

3) Cara lain yaitu dengan mengasumsikan suatu faktor keamanan tertentu yang tidak terlalu rendah. Perbandingan ini dapat berpengaruh terhadap nilai UCS yang dihasilkan. (c) meningkat sejalan peningkatan konsolidasi (sejalan dengan waktu) atau dengan kedalaman. Cara ini mirip dengan memetakan indikasi gerakan tanah dalam suatu peta lereng. tetapi secara garis besar dapat dibagi menjadi tiga kelompok yaitu: cara pengamatan visual. Janbu. UCS menggunakan mesin kuat tekan untuk menekan batuan dari satu arah (uniaksial). cara ini memperkirakan lereng labil maupun stabil dengan memanfaatkan pengalaman di lapangan (Pangular. Bishop modified dan lain-lain). 3) Cara grafik adalah dengan menggunakan grafik yang sudah standar (Taylor. 2) Cara komputasi adalah dengan melakukan hitungan berdasarkan rumus (Fellenius. Klasifikasi kuat tekan uniaxial— Kuat tekan batuan utuh dapat diperoleh dari uji kuat tekan uniaksial (uniaxial compressive strength. Bishop. (b) efektif untuk beberapa kasus pembebanan. Stereonet. Kemudian melakukan perhitungan beberapa kali untuk mendapatkan bidang longsor yang memiliki faktor keamanan terendah. Semakn besar perbandingan panjang terhadap diameter. kuat tekan akan semakin kecil. (d) berkurang dengan meningkatnya kejenuhan air (sejalan dengan waktu) atau terbentuknya tekanan pori yang berlebih atau terjadi peningkatan air tanah. Sarma. PLI). 1985) sebagai berikut : 1) Cara pengamatan visual adalah cara dengan mengamati langsung di lapangan dengan membandingkan kondisi lereng yang bergerak atau diperkirakan bergerak dan yang yang tidak. Menurut Bowles (1989). Hoek & Bray. — Metode analisis kestabilan lereng Cara analisis kestabilan lereng banyak dikenal. Material yang heterogen (terdiri atas berbagai lapisan) dapat didekati dengan penggunaan rumus (cara komputasi). Sampel batuan yang di uji dalam bentuk silinder (tabung) dengan perbandingan antara tinggi dan diameter tertentu. Cara ini kurang teliti. Janbu. Cara ini dipakai bila tidak ada resiko longsor terjadi saat pengamatan. hanya longsoran yang mempunyai bidang gelincir saya yang dapat dihitung. pada dasarnya kunci utama gerakan tanah adalah kuat geser tanah yang dapat terjadi : (a) tak terdrainase. Cousins dan Morganstren). . Cara Fellenius dan Bishop menghitung Faktor Keamanan lereng dan dianalisis kekuatannya. cara komputasi dan cara grafik (Pangular. 1985). tergantung dari pengalaman seseorang. misalnya diagram jaring Schmidt (Schmidt Net Diagram) dapat menjelaskan arah longsoran atau runtuhan batuan dengan cara mengukur strike/dip kekar-kekar (joints) dan strike/dip lapisan batuan. UCS) dan uji point load (point load test. Cara ini dilakukan untuk material homogen dengan struktur sederhana. Dalam menghitung besar faktor keamanan lereng dalam analisis lereng tanah melalui metoda sayatan.

peralatan atau kegiatan produksi) melalui sistem monitoring yang tepat. beban luar. akan tetapi geoteknik engineer juga diperlukan untuk mendesain stock pile. sehingga dapat mencegah terjadinya longsor akibat beban yang berlebihan yang ditanggung oleh tanah/batuan tersebut.kesalahan orang. Biaya yang dikeluarkan untuk penyelidikan geoteknik tidaklah semahal biaya yang akan terbuang bila terjadi longsor di tambang. Hopper terlepas dari pondasinya dan menggeser semua bangunan yang sudah terpasang disekitar BLC. memungkinkan dapat dilakukan suatu tindakan yang diperlukan sebelum longsoran terjadi. dalam pelaksanaannya. Berdasarkan hasil pemantauan aktual yang diperoleh. Program monitoring yang digunakan tergantung dari kondisi spesifik massa batuan lereng yang akan dipantau.Alat-alat monitoring kondisi lereng Dalam menetapkan kriteria desain Pit Slope. barge loading atau bahkan pelabuhan. dan variasi dalam operasi penambangan. Sebagai contoh. jika dipandang perlu. kondisi geoteknik massa batuan. Kemungkinan sumber-sumber ketidaksesuaian. perlu dan harus dilakukan pemantauan terhadap kinerja dinding lereng bukaan tambang. penyesuaian-penyesuaian terhadap desain dapat dilakukan. barge loading Conveyor/ Jety Manual maupun pelabuhan. Kaki conveyor terangkat. Di alam dunia pertambangan peran seorang geotek sangatlah penting. antara lain. Jika sistem monitoring yang diterapkan baik dan memberikan hasil interpretasi yang baik tentang kondisi massa batuan. Banyak perusahaan tambang kita yang masih mengabaikan peran geoteknik di dalam tambang. Oleh karena itu. getaran). perusahaan tambang yang baru sekitar satu minggu memasang hopper seberat 200 ton di lokasi barge loading conveyor. Tidak hanya untuk mendesain atau menganalisis lereng agar aman. tiba-tiba mengalami longsor. Deteksi dini terhadap suatu risiko longsoran yang tidak dapat diterima (yang dapat merugikan bagi keselamatan orang. struktur geologi. Seorang geotek akan melakukan perhitungan seberapa besar beban yang dapat diterima oleh suatu tanah/batuan. Pit Slope Monitoring adalah alat atau sarana yang sangat penting untuk memahami prilaku massa batuan (rockmass behaviour) dan mengidentifikasi area-area yang berpotensi untuk longsor. stock pile. interpretasi yang tidak benar (dalam asumsi level air tanah. Anggapan bahwa penyelidikan geoteknik itu mahal adalah salah. dolpin bergerak dan jatuh ke sungai akibat terjadinya pergerakan tanah . asumsi biasanya dibuat dengan cara menyederhanakan dalam menentukan karakteristik massa batuan. maka kemungkinan terjadinya kelongsoran yang tidak diharapkan secara signifikan akan berkurang. Pekerjaan geotek di tambang Geoteknik adalah ilmu yang mempelajari perilaku tanah maupun batuan. Program monitoring yang didesain dan diterapkan dengan baik dapat membantu untuk membedakan antara level risiko longsoran yang dapat diterima dengan yang tidak dapat diterima.

Disini. Akibat beban yang berlebihan dari penumpukan batubara. Eksplorasi dan Mine Development. Operasional Tambang Pada kondisi ini ahli geotek berperan dalam pengawasan kondisi pit dan infrastruktur yang ada. Geoteknik diperlukan untuk memandu kepada arah pembuatan desain pit yang optimal dan aman (single slope degree. Selain itu juga geoteknik diperlukan dalam pembangunan infrastruktur tambang seperti stockpile. hal ini juga berlaku pada infrastruktur. bagi perusahaan yang berstatus green company hal ini merupakan kewajiban yang harus dilakukan. baji. port. zona-zona potensi longsor di areal tambang (pit dan waste dump) akibat proses penambangan. jalan hauling di areal lemah.dll. dll). 3. langkah apa saja yang harus dilakukan untuk mengantisipasi longsor seperti mengevakuasi alat. potensi bahaya longsor yang ada contohnya: longsoran bidang. topling busur. sebagai contoh pengawasan pergerakan lereng tambang. peran ahli geotek adalah memberikan analisis mengenai daya dukung tanah yang aman. lebih besar maka sebagian dari batubara tersebut longsor ke sungai. dll) sesuai dengan kriteria faktor keamanannya. karena setelah tambang selesai lahan tersebut akan dikembalikan kepada pemerintah dan masyarakat dan menyangkut masalah citra perusahaan. melakukan push back untuk menurunkan derajat kemiringan lereng. tinggi bench. overall slope degree. apakah berbahaya untuk operasional di pit atau tidak. institusi. Banyak juga perusahaan tambang yang membuat lokasi stock pilenya dekat dengan sungai. cut fill volume. melakukan penguatan. belum lagi kerugian yang timbul akibat terhentinya aktifitas disekitar BLC. Disini peran ahli geotek memandu tim safety dalam pengawasan operasional tambang dan ahli geotek bisa melakukan penyetopan operasional pit jika membahayakan keselamatan manusia dan alat. Pekerjaan penting lain yang harus dilakukan seorang engineer geotek adalah memberikan panduan kepada pihak terkait mengenai potensi bahaya geoteknik yang akan terjadi kepada pihak terkait (manajemen perusahaan. . mineplanner. Disini ahli geotek tidak hanya melakukan analisis namun juga ikut turun memetakan kondisi geologi (patahan/lipatan/rekahan. prediksi kapan longsor akan terjadi. Peran seorang engineer geotek secara umum dalam pertambangan adalah : 1. Dapat dibayangkan berapa kerugian yang diderita oleh perusahaan akibat hilangnya batubara dan pencemaran yang ditimbulkan. geotek bekerja sama dengan safety juga berperan untuk memastikan bahwa kondisi waste dump dan pit dalam kondisi aman dan tidak terjadi longsor dalam jangka waktu lama. Kerugian struktur yang diderita mencapai lebih dari 1M. melakukan pengeboran horizontal untuk mengeluarkan air tanah.disekitarnya. Post Mining (Pasca Penambangan) Setelah kegiatan penambangan selesai. 2. Untuk itulah peran geotek cukup penting agar terhindar dari kerugian-kerugian tersebut. dll) dilokasi yang akan dibuka tambang. dll. serta langkah-langkah yang diperlukan untuk memenuhi faktor keamanan sehingga ketika dilakukan kontruksi dan digunakan tidak terjadi longsoran (failure).

sedangkan tahanan tanah atau kekuatannya yang ditinjau adalah kuat geser. Direct Shear.Cara pengujian laboratorium untuk sifat fisik kuat geser dan kuat tarik uniaxial Parameter kuat geser tanah diperlukan untuk analisis daya dukung tanah. Dengan membandingkan kedua hasil pengujian ini akan dibuat korelasi nilai parameter kuat geser tanah sehingga nantinya dengan melakukan pengujian UCS dapat diperoleh nilai kuat geser tanah yang setara dengan pengujian triaksial dengan waktu yang relatif singkat . Pengujian yang sering dilakukan yaitu pengujian triaksial karena dapat dimodelkan sesuai kondisi lapangan sehingga menghasilkan data yang lebih akurat. Pengujian Triaksial lebih rumit dan membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan pengujian geser lainnya. dengan setengah bagian bawah merupakan bagian yang tetap dan bagian atas bebas untuk bertranslasi. kondisi tegangan bisa diketahui pada semua tahapan pembebanan sepanjang uji triaksial dimana pada uji geser langsung hanya kondisi tegangan pada saat runtuh saja yang dapat kita ketahui. Tanah merupakan material berbutir. Uji triaksial lebih rumit dari pada uji geser langsung. kemudian suatu beban normal sebesar P dikerjakan (BSN. lebih cepat dan sample mudah dibuat. dan pengujian triaksial lebih bisa disesuaikan dengan kondisi lapangan. Hal ini terjadi karena prosedur pengujian dan cara kerja alat yang berbeda serta target hasil uji utama dari masing-masing peralatan dalam menentukan parameter tanah (Ardana. . Kita bisa mengontrol kondisi pengaliran air dengan baik.35 cm dengan tinggi 2 cm. dan nilai parameter ini diperoleh dengan melakukan pengujian di laboratorium. sebuah blok pembebanan. maka perlu ditemukan suatu formula yang bisa menghubungkan hasil uji geser langsung dengan Triaksial. 2008). termasuk batu pori untuk drainase yang cepat diletakkan di atas contoh. Keuntungan uji geser langsung adalah alat uji geser langsung lebih mudah dioperasikan. Pada penelitian ini akan membandingkan antara hasil pengujian Triaksial dan pengujian unconfined compression strength pada kondisi consolidated undrained. Pengujian kuat geser tanah di laboratorium dapat dilakukan dengan memakai berbagai peralatan. sehingga keruntuhan tanah terutama disebabkan oleh terguling atau tergelincirnya butiran-butiran dan bukan oleh tarikan atau tekanan yang sederhana saja. 1994). seperti Unconfined Compression Strength. dan Triaxial. Oleh karena sifat keruntuhan ini. setiap pengujian menghasilkan nilai parameter yang berbeda beda untuk sampel uji yang sama. tegangan yang ditinjau adalah tegangan geser. Uji Direct Shear (geser langsung) dilakukan dengan menempatkan contoh tanah ke dalam kotak geser yang terbelah. stabilitas lereng dan stabilitas dinding penahan tanah. namun uji triaksial juga lebih memuaskan. Sampel secara hati-hati diletakkan di dalam kotak. pengukuran perubahan volume lebih teliti. Sampel berbentuk silinder berdiameter 6. Sesuai dengan karakteristik peralatan tersebut.

Jadi getaran berperan dalam menambah gaya penggerak dan sekaligus mengurangi gaya penahan. Klasifikasi nilai getaran Getaran memicu longsoran dengan cara melemahkan atau memutuskan hubungan antar butir partikel-partikel penyusun tanah/ batuan pada lereng. dan dengan adanya getaran tersebut dapat mengakibatkan perpindahan massa di atasnya dengan cepat.8 cm dan tinggi 7. Uji geser triaksial adalah pengujian yang paling dapat diandalkan dalam menentukan parameter tegangan geser tetapi lebih mahal dan butuh waktu cukup lama.6 cm. Akibat peristiwa tersebut lapisan di atasnya akan seperti mengambang.Pengujian Triaxial benda uji berupa tanah (c dan φ) berbentuk silinder yang dibungkus membran karet kedap air yang diberi tekanan sel (s3) kesemua arah kemudian diberi tekanan aksial sampai terjadi keruntuhan (BSN. Liquefaction terjadi apabila pada lapisan pasir atau lempung jenuh air terjadi getaran yang periodik Pengaruh getaran tersebut akan menyebabkan butiran-butiran pada lapisan akan saling menekan dan kandungan airnya akan mempunyai tekanan yang besar terhadap lapisan di atasnya. Pada pengujian ini digunakan sampel tanah dengan diameter 3. Contoh getaran yang memicu longsoran adalah getaran gempabumi yang diikuti dengan peristiwa liquefaction. . 1992).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->