Unsur halogen

 Penemu unsur halogen
Halogen barada pada golongan 7(VII atau VIIA pada sistem lama). Halogen berasal dari kata halos=garam, genes=pembentuk maka dari itu halogen disebut pembentuk garam. Halogen memiliki 7e- valensi, sehingga sangat reaktif karena mudah menerima 1e. Mereka membutuhkan satu tambahan elektron untuk mengisi orbit elektron terluarnya, sehingga cenderung membentuk ion negatif bermuatan satu. Ion negatif ini disebut ion halida.Rumus kulit dari halogen ini adalah ns2 np5 dan pada suhu kamar, unsur-unsur halogen dapat membentuk molekul diatomik. F2 Cl2 (gas) Br2(cair) I2 (Padat) Adapun tokoh-tokoh yang mengemukakan tentang halgen yaitu, Jons Jacob Barzelius .Halogen merupakan golongan non-logam yang sangat reaktif, sehingga unsur-unsurnya tidak dijumpai pada keadaan bebas. Pada umumnya ditemukan dialam dalam bentuk senyawa garam-garamnya. Garam yang terbentuk disebut Halida. Sebenarnya dalam tubuh manusia pun terdapat senyawa-senyawa halogen. Misalnya Ion clorida (Cl) merupakan anion yang terkandung dalam plasma darah, cairan tubuh, air susu, air mata, air ludah, dan cairan eksresi. Ion Iodida (I) merupakan suatu komponen dalam pembentukan lapisan email gigi. Akan tetapi unsur-unsur ini tidak ditemukan di alam dalam keadaan bebas, melainkan dalam bentuk garamnya. Oleh karena itu unsur-unsur nonlogam ini dinamakan HALOGEN, yang berasal dari kata halos=garam genes=pembentuk jadi artinya pembentuk garam. Unsur nonlogam yang termasuk ke dalam golongan Halogen yaitu Fluor (F2), Klor (Cl2), Brom (Br2), Iodium (I2), dan Astatin (At2)

1

3. bersifat kurang aktif dibandingkan dengan klor tetapi lebih reaktif dari iodium.3 jam (terpanjang). berbau pedas. Fluor Ditemukan dalam fluorspar oleh Schwandhard pada tahun 1670 dan baru pada tahun 1886 Maisson berhasil mengisolasinya. Klor ditemukan di alam dalam keadaan kombinasi sebagai gas Cl2. dapat larut dalam air. merusak selaput lender dan dalam wujud cahaya dapat membakar kulit. berwarna kuning mudan dan bersifat sangat korosif. Serbuk logam. Brom Ditemukan oleh Balard pada tahun 1826. Adanya komponen fluorin dalam air minum melebihi 2 ppm dapat menimbulkan lapisan kehitaman pada gigi. Senyawa yang berhasil dideteksi adalah HAt dan CH3At. dan CS2 tetapi sedikit sekali larut dalam air. Mackenzie dan E. CCl4. agak mudah menguap pada temperatur kamar. Astatin Merupakan unsur radioaktif pertama yang dibuat sebagai hasil pemboman Bismuth dengan partikel-partikel alfa (hasil sintesa tahun 1940) oleh DR. Klor dapat mengganggu pernafasan. tetapi belum bisa diketahui apakah At dapat membentuk molekul diatom seperti unsur halogen lainnya. senyawa dan mineral seperti kamalit dan silvit. Gas klor berwarna kuning kehijauan. Kristal iodin dapat melukai kulit. AtCl). Astatin lebih logam disbanding iodium. dll. Klor Ditemukan oleh Scheele pada tahu 1774 dan dinamai oleh Davy pada tahun 1810. bahkan air terbakar dalam fluorin dengan nyala terang. 2 . Corson. 4. Merupakan unsur paling elektronegatif dan paling reaktif.R. Unsur-unsur dalam golongan halogen 1. Iodium Ditemukan oleh Courtois pada tahun 1811. merupakan zat cair berwarna coklat kemerahan. uapnya berwarna merah. Segre. mudah bereaksi dengan unsur lain. Unsur halogen ini larut baik dalam CHCl3. glass. sedangkan uapnya dapat melukai mata dan selaput lendir. dapat membentuk senyawa antar halogen (AtI. 5. Bromin mudah larut dalam air dan CS2 membentuk larutan berwarna merah. K. Dikenal ada 20 isotop dari astatin. Dalam bentuk gas merupakan molekul diatom (F2). Dikenal ada 23 isotop dan hanya satu yang stabil yaitu 127I yang ditemukan di alam. AtBr. 2. Sifat kimianya mirip iodium. dan isotop At(210) mempunyai waktu paruh 8. Di alam ditemukan dalam air laut (air asin) garam chili. Dapat menguap pada temperatur biasa membentuk gas berwarna ungubiru berbau tidak enak (perih). keramik. Padatan mengkilap berwarna hitam kebiruan. Merupakan unsur nonlogam. berbau tidak enak dan dapat menimbulkan efek iritasi pada mata dan kerongkongan.

bahwa afinitas electron unsur halogen berkurang dari atas ke bawah. akan tetapi H (energi) fluorin lebih rendah dibandingkan klorin. Sifat-sifat Halogen Sifat Fisis Sifat kimia  kereaktifan Halogen F(g) + e F-(g) -> H = -328 kJ Cl(g) + e Cl-(g) -> H = -349 kJ Pada reaksi diatas kita dapat melihat. Contoh : 2Na + Cl2 → NaCl 2Fe + 3Cl2 → 2FeCl3 Sn + 2Cl2 → SnCl4 Mg + Cl2 → MgCl2 3 . yaitu klorin ke iodine. Hal itu terjadi karena bertambahnya jari – jari atom. penyimpangan ini terjadi karena kecilnya atom fluorin . yang membuat gaya tolak menolak antar electron.  Reaksi – reaksi pada Halogen a) Reaksi dengan Logam Halogen bereaksi dengan sebagian besar logam akan menghasilkan senyawa garam/halida logam.

Potensial elektrodenya: Eo F2 = +2.36 v Eo Br2 = +1. dan beberapa unsur lain.+ I2 Br2 + Cl. Sedangkan yang bersifat semi ionok adalah AlCl3 b) Reaksi dengan Non Logam Halogen bereaksi dengan non-logam akan membentuk asam halida/senyawa halide. Hampir semua halida bersifat ionik. dan iodine dapat dihasilkan dari oksidasi terhadap senyawa halida dengan oksidator MnO2 atau 4 .fosfor. Mg2+.87 v Eo Cl2 = +1. Contoh: 2B +3Cl2 → 2BCl3 2Si + 2Cl2 → SiCl4  Daya Oksidasi Halogen Halogen adalah oksidaror kuat. Klorin. Daya oksidasi halogen akan menurun dari atas ke bawah yaitu dari florin ke iodin. reaksi pendesakkan ini terjadi jika halogen yang terletak lebih atas dalam golongan VII A dalam keadaan diatomik mampu mendesak ion halogen dari garamnya yang terletak dibawahnya.+ Cl2 → Br2 + ClBr2 + 2I. Contoh Na+.→ Br. Al3+.→ (tidak bereaksi)  Pembuatan HaLogen di Laboratorium Di laboratorium.54 v  Reaksi Pendesakan antar halogen Dalam halogen terdapat istilah reaksi pendesakan.2Al + 3Cl2 → 2AlCl3 Halida logam yang terbentuk bersifat ionik jika energi ionisasinya rendah dan logamnya memiliki biloks rendah. Sehingga iodin merupakan reduktor terkuat sedangkan florin merupakan reduktor terlemah. Contoh : Xe + F2 → XeF2 2Kr + 2F2 → KrF4 2P + 3Cl2 → 2PCl3 c) Reaksi dengan Metaloid Halogen bereakksi dengan metaloid. Dan berlangsung atau tidaknya suatu reaksi dapat dilihat dari reaksi pendesakkan halogen. Halogen dapat bereaksi dengan oksigen. Contoh: F2 + 2KCl → 2KF + Cl2 Br. zat-zat kimia dibuat dalam jumlah seperlunya untuk digunakan eksperimen/praktikum dengan cara yang cepat dan alat yang sederhana.06 v Eo I2 = +0. bromin. Sebaliknya daya reduksi ion halida bertambah daria atas ke bawah.→ (tidak bereaksi) I2 + Br.

2NaIO3 + 5N4H2SO3 → 3NaHSO4 + 2Na2SO4 + H2O + I2 o Dalam skala laboratorium pembuatan iodin analog dengan pembuatan bromin. CaOCl2 + H2SO4 → CaSO4 + H2O + Cl2 Cl2 + 2Br. hanya saja bromida diganti dengan iodida.+ 2MnO4.+ 16H+ → 5X2 + 2Mn2+ + 8H2O Senyawa klorin juga dapat dibuat dalam skala labooratorium dengan cara : o Proses Weldon Dengan memanaskan campuran MnO2. H2SO4.atau I. Reaksi : Cl2 + 2Br. Unsur iodine dapat dibuat dengan cara. H2SO4.akan dioksidasi oleh H2SO4. dengan bromida. Dalam proses industri. 2NaBr + H2SO4 → Na2SO3 + Br2 + H2O MgI2 + H2SO4 → MgSO3 + I2 + H2O HBr dan HI biasanya dibuat dengan pereaksi H3PO4. o Mencampurkan bromide. H2SO4. Reaksi yang berlangsung secara umum : 2X.→ Br2 + 2Clo Mencampurkan KMnO4 dan HBr pekat.KMnO2 dalam lingkungan asam. bromine dibuat dengan cara mengalirkan gas klorin ke dalam larutan bromide. kemudian dipanaskan.→ Br2 +2ClDalam skala laboratorium. Senyawa halide dicampurkan dengan MnO2 atau KMnO2 ditambahkan H2SO4 pekat. dan MnO2.+ MnO2 + 4H+ → X2 + Mn2+ + 2H2O 10X. bromin dibuat dengan cara : o Mencampurkan CaOCl2. dan NaCl Reaksi : MnO2 + 2H2SO4 + 2 NaCl → Na2SO4 + MnSO4 + H2O + Cl2 o Mereaksikan CaOCl2 dan H2SO4 CaOCl2 + H2SO4 → CaSO4 + H2O + Cl2 o Mereaksikan KMnO4 dan HCl KMnO4 + HCl → 2KCl + MnCl2 + 8H2O + 5Cl2 Sifat oksidator bromin yang tidak terlalu kuat. o Dengan mereaksikan NaIO3 dan natrium bisilfit. Senyawa HF dan HCl dapat dibuat juga di laboratorium dengan mereaksikan garam halide (NaF dan CaCl2) dengan asam sulfat pekat dan dipanaskan sesuai dengan persamaan reaksiberikut : 2NaF + H2SO4 → Na2SO4 + 2HF CaCl2 + H2SO4 → CaSO4 +2HCl Senyawa HI dan HBr tidak dapat dibuat seperti itu karena Br. 3NaBr +H3PO4 → Na3PO4 + 3HBr 3MgI2 + 2H3PO4 → Mg3(PO4)2 + 6HI 5 .

pembuatan UF6 agar dapat memisahkan 235U dan 238U dengan cara difusi atau sentrifuga. Teflon digunakan sebagai pada peralatan mesin. pembuatan sulfur heksafluorida 4.+ zat tak berwarna 13.Ca(OH)2.2 Cl. 2. Belerang hexafluorida ( SF6 ) sebagai insulator. Natrium heksafluoroksilikat ( Na2SiF6 ) digunakan untuk bahan campuran pasta gigi. Amoniumklorida ( NH4Cl ) sebagai bahan pengisi batu baterai. Kalsium hipoklorit ([Ca( OCl2 )2 ] sebagai zat disenfekton pada air ledeng. 8.2 Cl. Ti. klorinasi kaleng bekas untuk mendapatkan kembali (recovery) timah.H2O  NaOCl  Cl2 cair. Kriolit ( Na3AlF6 ) sebagai bahan pelarut dalam pengolahan bahan alumunium. Natrium klorida ( NaCl ) digunakan sebagai garam dapur. insektisida 5.) sebagai serbuk pengelontang atau kapur klor. 6 . 9. untuk membersihkan logan dari lemak. Natrium hipoklorit ( NaClO ) digunakan sebagai pengelontang ( breaching agent ) untuk kain dan kertas. Br2) 4.+ I2  Kegunaan Halogen Penggunaan fluor 1. dry cleaning. dan insektisida (CCl3F) 3. 10. 6. freon (CCl2F2). 10. ClO. Reaksi : CaSiO3 + 8HF → H2SiF6 + CaF2 + 3H2O 5. Asam flourida digunakan untuk mengukir (mengetsa) gelas. 7. pembuatan unsur (Mg.+ zat pewarna → Cl.CaCl2. Untuk mengekstrasi logam tersebut. 7. 11. Penggunaan klor 1. 8.Cl2.Mn2+ + 2 H2O + X2 Klor dapat di buat juga dengan reaksi 2 MnO-4 + 10 Cl. Freon-12 ( CF2Cl2 ) sebagai zat pendingin pada kulkas dan AC.+ Br2 Cl2 + 2 I. pembuatan senyawa organic. Asam klorida ( HCl ) digunakan pada industri logam. pembuatan pelarut untuk cat. klor dalam jumlah yang banyak digunakan dalam industri pengelantang  Ca(OCl2). pembuatan Teflon (-CF2-CF-)n . Kalium klorida ( KCl ) sebagai pupuk tanaman. 6. CaOCl2/( Ca2+ )( Cl. pembuatan klorat (V) dan klorat (VII) di pakai sebagai bahan peledak dan bahan bajar roket. MnO2 + 4 H+ + 2X.+ 16 H+ 2 Mn2+ + 8 H2O + Cl2 Brom dan yod dapat di buat dengan cara oksidasi bromide dan yodida dengan gas klor. 14. Natrium fluorida ( NaF ) untuk mengawetkan kayu. 9. Br2 dan I2 dapat di buat dengan mereaksikan suatu halide alkali dengan asam sulfat encer dan MnO2. 3.)( ClO. Cl2 + 2 Br. pembuatan plastic (PVC) 2. 12.

NH4I untuk lensa Polaroid.15. Perak Iodida(AgI)digunakan dalam film fotografi. Etilen dibromida(C2H4Br2)ditambahkan pada bensin untuk mengubah Pb menjadi PbBr2 Penggunaan Iodin 1. 7 . pembuatan zat warna 3. Metil bromide(CH3Br)zat pemadam kebakaran 7. 16. 4. pembuatan 1-2 dibromometna untuk ditambah kedalam bensin 2. Seng klorida (ZnCl2) sebagai bahan pematri (solder). odoform(CHI3)merupakan zat organic 7. Quartz-Yod untuk bola lampu. obat-obatan 4. obat-obatan 2. AgI intuk fotografi. Kalium Iodat(KIO3)ditambahkan pada garam dapur. 6. Natrium bromide (NaBr)sebagai obat penenang saraf 5. Perak bromide(AgBr)disuspensikan dalam gelatin untuk film fotografi 6. mengidentifikasi amilum 5. Penggunaan brom 1. pembuatab senyawa organik 3. Kalium klorat (KCl) bahan pembuat mercon dan korek api.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful