Pati merupakan biopolimer karbohidrat yang dapat terdegradasi secara mudah di alam dan bersifat dapat diperbarui.

Pati sendiri memiliki batasan bervariasi terkait dengan kelarutan dalam air. Lapisan tipis dari pati dapat dengan mudah rusak. Untuk meningkatkan karakteristik, biasanya pati dicampur biopolimer yang bersifat hidrofobik atau bahan tahan air. Salah satu biopolimer hidrofobik yang direkomendasikan adalah khitosan yang dapat disintesis dari limbah cangkang udang dan crustacea lainnya. Khitosan direkomendasikan sebagai biomaterial berpotensi tinggi untuk dikompositkan dengan pati atau amilum sebagai bahan utama pembuatan komposit pati-khitosan. Khitosan merupakan senyawa yang tidak larut dalam air, larutan basa kuat, sedikit larut dalam HCl dan HNO3, dan H3PO4, dan tidak larut dalam H2SO4. Selain itu, khitosan tidak beracun, mudah mengalami biodegradasi, dan bersifat polielektrolitik. Karakteristik lain khitosan adalah dapat dengan mudah berinteraksi dengan zat-zat organik lain, seperti protein dan lemak. Karena itu, khitosan relatif lebih banyak digunakan pada berbagai bidang industri terapan dan industri farmasi dan kesehatan. Gunakan Pati Singkong Penelitian ini bersifat eksperimental murni yang dilakukan di laboratorium yang sering disebut The True Experimental Research. Bahan yang digunakan adalah pati yang diekstrak dari singkong, khitosan yang disintesis dari limbah cangkang udang, asam asetat encer, HCl 1,25 N, NaOH 3,5 persen dan 60 persen, gliserol, aquades. Peralatan yang digunakan adalah grander, blender, seperangkat alat gelas, bejana, pemanas elektrik, termometer, cetakan PE, oven, tenso lab (mesdan), mikroskop elektrik (EM 30 µm/nikon HFX-DX). Mekanisme penelitiannya dimulai dengan ekstraksi pati singkong dengan aquades, disaring, diendapkan, dan dikeringkan. Lalu perlakuan terhadap pati menggunakan pentanol-1. Pati kering 50 gr dilarutkan dalam blender berisi pentanol-1 50 ml, proses isolasi berlangsung 5 menit. Proses polimerisasi campuran amilosa dan amilopektin tersebut dimulai dengan pemanasan suhu 80-90 0C dengan penambahan aquades 300 ml, sampai terbentuk biopolimer, lalu dicampur gliserol (plasticizer, Red), diaduk 3 menit, dicetak dalam cetakan PE, dioven dua hari (2 x 24 jam) pada suhu 45 0C, selanjutnya dilepaskan dari cetakan dan dikondisikan dalam suhu kamar atau ruangan selama 24 jam. Film plastik biodegradable siap dianalisis dan diuji. Analisis morfologi terhadap film plastik biodegradable yang dihasilkan dilakukan menggunakan mikroskop elektrik (EM 30 µm). Selanjutnya, dilakukan uji karakteristik mekanik (tensile strength, elongation at break, elastic modulus) terhadap film plastik biodegradable dengan ukuran sampel 3 x 25 cm menggunakan tenso la

http://biotek.lipi.go.id/index.php/en/news/8/338-Bahan%20Plastik%20Ramah%20Lingkungan Pati merupakan biopolimer karbohidrat yang dapat terdegradasi secara mudah di alam dan bersifat dapat diperbarui. Pati sendiri memiliki batasan bervariasi terkait dengan kelarutan dalam air. Lapisan tipis dari pati dapat dengan mudah rusak. Untuk meningkatkan karakteristik, biasanya pati dicampur biopolimer yang bersifat hidrofobik atau bahan tahan air. Salah satu biopolimer hidrofobik yang direkomendasikan adalah khitosan yang dapat disintesis dari limbah cangkang udang dan crustacea lainnya. Khitosan direkomendasikan sebagai biomaterial berpotensi tinggi untuk dikompositkan dengan pati atau amilum sebagai bahan utama pembuatan komposit pati-khitosan. Khitosan merupakan senyawa yang tidak larut dalam air, larutan basa kuat, sedikit larut dalam HCl dan HNO3, dan H3PO4, dan tidak larut dalam H2SO4. Selain itu, khitosan tidak beracun, mudah mengalami biodegradasi, dan bersifat polielektrolitik. Karakteristik lain khitosan adalah dapat dengan mudah berinteraksi dengan zat-zat organik lain, seperti protein dan lemak. Karena itu, khitosan relatif lebih banyak digunakan pada berbagai bidang industri

oven. atau minyak. dan dikeringkan. diaduk 3 menit. rantai akhir. dipisahkan endapan protein (Asterina et al. dan karboksil dapat berinteraksi dengan berbagai plasticizer. diatur pH optimum pada isolat protein yaitu pada pH 10. termometer. khitosan yang disintesis dari limbah cangkang udang. dilakukan uji karakteristik mekanik (tensile strength. atau rantai utamanya dapat menampung gugus fungsi. Plasticizer yang umum digunakan dalam pembuatan plastik protein kedelai yaitu gliserol karena berasal dari bahan alam yang ketersediaannya melimpah serta tidak merusak lingkungan. Filtrat diasamkan dengan HCl.com/2009/05/bahan-plastik-ramah-lingkungan. Red). sampai terbentuk biopolimer.blogspot. Mekanisme penelitiannya dimulai dengan ekstraksi pati singkong dengan aquades. Protein kedelai menjadi pilihan yang baik karena polimer asam amino ini berisi 20 asam amino yang pada rantai samping.5 persen dan 60 persen. gliserol. diaduk. Sedangkan plasticizer adalah material yang ditambahkan untuk meningkatkan beberapa sifat dari polimer. asam asetat encer. Sedangkan biodegradable polyester yang digunakan dalam proses ini yaitu poliester amida karena memiliki kompatibilitas yang baik antara gugus amida dengan plastik protein kedelai. Bahan yang digunakan adalah pati yang diekstrak dari singkong. cetakan PE.5 N (1 : 2) dimana NaOH sebagai pengekstrak protein. blender. (yandi bagus) http://bioteknologiindonesia.terapan dan industri farmasi dan kesehatan.html Proses Pembuatan Bioplastik dari Limbah Tahu Proses pembuatan tahu yang menghasilkan limbah tahu cair dilakukan isolasi protein terhadap limbah tahu tersebut. pemanas elektrik. Lalu perlakuan terhadap pati menggunakan pentanol-1. lalu dicampur gliserol (plasticizer. aquades. Pati kering 50 gr dilarutkan dalam blender berisi pentanol-1 50 ml. mikroskop elektrik (EM 30 µm/nikon HFX-DX). misalnya ketahanan terhadap panas. Protein kedelai dapat dikonversi ke plastik protein kedelai melalui proses ekstrusi dengan plasticizer. Selanjutnya. bejana. Gugus fungsi seperti amida. melalui proses pengendapan protein.25 N. dicetak dalam cetakan PE. diendapkan. . Pencampuran protein kedelai dengan biodegradable polyester bertujuan untuk meningkatkan kekuatan bioplastik dari kedelai. elongation at break. Ekstrusi adalah proses di mana bijih plastik (pelet) dilelehkan oleh sekrup di dalam tabung panas kemudian ditekan melalui sebuah orifice sehingga menghasilkan penampang yang kontinyu. Proses polimerisasi campuran amilosa dan amilopektin tersebut dimulai dengan pemanasan suhu 80-90 0C dengan penambahan aquades 300 ml. dipanaskan pada suhu 650 C. didinginkan kemudian disaring. Analisis morfologi terhadap film plastik biodegradable yang dihasilkan dilakukan menggunakan mikroskop elektrik (EM 30 µm). hidroksil. selanjutnya dilepaskan dari cetakan dan dikondisikan dalam suhu kamar atau ruangan selama 24 jam. dioven dua hari (2 x 24 jam) pada suhu 45 0C. HCl 1. tenso lab (mesdan). Peralatan yang digunakan adalah grander. Gunakan Pati Singkong Penelitian ini bersifat eksperimental murni yang dilakukan di laboratorium yang sering disebut The True Experimental Research. NaOH 3. Caranya dengan menambahkan larutan NaOH 0. proses isolasi berlangsung 5 menit. elastic modulus) terhadap film plastik biodegradable dengan ukuran sampel 3 x 25 cm menggunakan tenso lab. disaring. Film plastik biodegradable siap dianalisis dan diuji. Dipanaskan pada suhu 700 C selama 10 menit. seperangkat alat gelas. 1998). dibiarkan protein yang terlarut mengendap.

http://komunitasilmiah.wordpress.com/2010/10/03/potensi-limbah-tahu-dalam-upaya-pembuatanbioplastik-ramah-lingkungan/ .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful