1.

AQIDAH
1.1 Pengertian Aqidah
Pengertian Aqidah Secara Bahasa 'aqdu ( (bahasa Arab) aqidah berasal dari kata al) yang berarti kepercayaan atau ) yang berarti ikatan, at-tautsiiqu (

keyakinan yang kuat, al-ihkaamu ( dan ar-rabthu biquw-wah ( )

) yang artinya mengokohkan (menetapkan), yang berarti mengikat dengan kuat, at-

tamaasuk(pengokohan) dan al-itsbaatu(penetapan). Di antaranya juga mempunyai arti alyaqiin(keyakinan) dan al-jazmu(penetapan). "Al-„Aqdu" (ikatan) lawan kata dari alhallu(penguraian, pelepasan). Dan kata tersebut diambil dari kata kerja: " „Aqadahu" "Ya'qiduhu" (mengikatnya), " „Aqdan" (ikatan sumpah), dan " „Uqdatun Nikah.Allah ta‟ala berfirman :

Artinya : “ Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, maka kaffarat (melanggar) sumpah itu, ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. Barangsiapa tidak sanggup melakukan yang demikian, maka kaffaratnya puasa selama tiga hari. Yang demikian itu adalah kaffarat sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar). Dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan kepadamu hukum-hukum-Nya agar kamu bersyukur (kepada-Nya)” (Al-Maa-idah : 89) Sedang secara teknis aqidah berarti iman, kepercayaan dan keyakinan. Dan tumbuhnya kepercayaan tentunya di dalam hati, sehingga yang dimaksud aqidah adalah kepercayaan yang menghujam atau tersimpul di dalam hati.

Sedangkan menurut istilah aqidah adalah hal-hal yang wajib dibenarkan oleh hati dan

jiwa merasa tentram kepadanya, sehingga menjadi keyakinan kukuh yang tidak tercampur oleh Adapun aqidah menurut para ahli seperti berikut : M Hasbi Ash Shiddiqi mengatakan aqidah menurut ketentuan bahasa (bahasa arab) ialah sesuatu yang dipegang teguh dan terhunjam kuat di dalam lubuk jiwa dan tak dapat beralih dari padanya. keraguan.

Syaikh Mahmoud Syaltout adalah segi teoritis yang dituntut pertama-tama dan terdahulu dari segala sesuatu untuk dipercayai dengan suatu keimanan yang tidak boleh dicampuri oleh syakwasangka dan tidak dipengaruhi oleh keragu-raguan.

Aqidah atau keyakinan adalah suatu nilai yang paling asasi dan prinsipil bagi manusia, sama halnya dengan nilai dirinya sendiri, bahkan melebihinya.

Syekh Hasan Al-Bannah menyatakan aqidah sebagai sesuatu yang seharusnya hati membenarkannya sehingga menjadi ketenangan jiwa, yang menjadikan kepercayaan bersih dari kebimbangan dan keragu-raguan. Dari uraian di atas kita dapat menyimpulkan bahwa Aqidah dalam agama islam adalah keimanan yang teguh dan bersifat pasti kepada Allah dengan segala pelaksanaan kewajiban, bertauhid dan taat kepada-Nya, beriman kepada Malaikat-malaikat-Nya, Rasulrasul-Nya, Kitab-kitab-Nya, hari Akhir, takdir baik dan buruk dan mengimani seluruh apaapa yang telah shahih tentang prinsip-prinsip Agama (Ushuluddin), perkara-perkara yang ghaib, beriman kepada apa yang menjadi ijma'(konsensus) dari Salafush Shalih, serta seluruh berita-berita qath'i (pasti), baik secara ilmiah maupun secara amaliyah yang telah ditetapkan menurut Al-Qur'an dan As-Sunnah yang shahih serta ijma' Salaf as-Shalih..

1.2 Nama-nama Aqidah
1. Al – Iman 'Aqidah disebut juga dengan al Iman sebagaimana yang disebutkan dalam Al Qur'an dan hadits -hadits Nabi saw, karena 'aqidah membahas rukun iman yang enam dan hal hal yang berkaitandengannya. Sebagaimana penyebutan al?Iman dalam sebuah hadits yang masyhur disebutdengan hadits jibril as. Dan para ularna sering menyebut istilah 'Aqidah dengan al Iman dalarnkitab - kitab mereka. 2. 'Aqidah (Itiqaad dan 'Aqaa'id) Para ularna juga sering menyebut ilmu 'Aqaa'id dan al'I'tiqaad. 3. Tauhid

sebagaimana dalam firman-Nya : . Dalil asas dan inti yang mencakup Al Qur‟an. dan obat bagi jiwa-jiwa yang terluka. Dan istilah ini merupakan istilah masyhur (populer)pada tiga generasi pertama 5. maka akan didapati 2 sumber pengambilan dalil penting. Dalil penyempurnaan yang mencakup akal sehat manusia dan fitrah kehidupan yang telah diberikan oleh Alloh azza wa jalla Al-Quran Sebagai Sumber „Aqidah Al Qur‟an adalah firman Alloh yang diwahyukan kepada Rasululloh sholallahu „alaihi wassalam melalui perantara Jibril. yaltu kumpulan hukum -hukum ijtihadi. Keagungan lainnya adalah tidak akan pernah ditemui kekurangan dan celaan di dalam Al Qur‟an. di dalam masalah 'aqidah. 6.dasar agama) 1. rukun .rukun Iman. As Sunnah dan Ijma‟ para ulama 2.'Aqidah dinamakan dengan Tauhid karena pembahasannya berkisar seputar Tauhid ataupengesaan kepada Allah di dalam Rububiyyah. pedoman hidup bagi orang yang beriman.3 Sumber Aqidah Islam Jika kita menelaah tulisan para ulama dalam menjelaskan akidah. Ia merupakan petunjuk bagi orang-orang yang diberi petunjuk. Di dalamnya. Oleh karenaitulah ilmu ini disebut dengan ilmu Tauhid. Tauhidmerupakan kajian ilmu 'Aqidah yang paling mulia dan merupakan tujuan utamanya.rukun Islam dan masalah . Asy Syari'ah Maksudnya adalah segala sesuatu yang telah ditetapkan oleh Allah saw. Alloh telah menjelaskan segala sesuatu yang dibutuhkan oleh hamba-Nya sebagai bekal kehidupan di dunia maupun di akhirat. jadi.masalah yang qath'i sertahal .jalan petunjuk. dan RasulNya berupa jalan . Uluhiyyah dan Asma' wa Shifat. Al Fiqhul Akbar Ini adalah nama lain Ushuluddin dan kebalikan dari al Fiqhul Ashghar. Ushuluddin dan Ushuluddiyanah Ushul artinya rukun . 4. 7.hal yang telah menjadi kesepakatan para ulama. As Sunnah Disebut As Sunnah karena para penganutnya mengikuti jalan yang diternpuh oleh Rasulullah danpara Sahabat ra. Dua sumber tersebut meliputi : 1. terutama dan yang paling pokok adalah Ushuluddin (dasar .

Oleh karena itu. ta`atilah Allah dan ta`atilah Rasul (Nya). Hal ini dapat diketahui dari firman Allah : “Dan dia (Muhammad) tidak berkata berdasarkan hawa nafsu.S An Najm : 3-4) Rasululloh sholallahu „alaihi wassalam juga bersabda: “Tulislah. Tidak ada yang dapat merubah-rubah kalimat-Nya dan Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (Q. menjadi hal yang wajib jika kita mengetahui dan memahami akidah yang bersumber dari Al Qur‟an karena kitab mulia ini merupakan penjelasan langsung dari Rabb manusia. yang haq dan tidak pernah sirna ditelan masa. ia tidak lain kecuali wahyu yang diwahyukan” (Q. (Riwayat Abu Dawud) Dan firman-Nya : “Hai orang-orang yang beriman. baik secara tersurat maupun secara tersirat. tidak keluar darinya kecuali kebenaran sambil menunjuk ke lidahnya”. Al An’am:115) Al Imam Asy Syatibi mengatakan bahwa sesungguhnya Alloh telah menurunkan syariat ini kepada Rasul-Nya yang di dalamnya terdapat penjelasan atas segala sesuatu yang dibutuhkan manusia tentang kewajiban dan peribadatan yang dipikulkan di atas pundaknya. dan ulil amri di antara kamu. As Sunnah adalah satu jenis wahyu yang datang dari Alloh subhanahu wata‟ala walaupun lafadznya bukan dari Alloh tetapi maknanya datang dariNya. Alloh menurunkan Al Qur‟an sebagai sumber hukum akidah karena Dia tahu kebutuhan manusia sebagai seorang hamba yang diciptakan untuk beribadah kepada-Nya. As Sunnah: Sumber Kedua Seperti halnya Al Qur‟an. Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya.“Telah sempurnalah kalimat Rabbmu (Al Qur’an) sebagai kalimat yang benar dan adil. akan ditemui banyak ayat dalam Al Qur‟an yang menjelaskan tentang akidah.S. maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur'an) dan Rasul (sunnahnya). jika kamu benar- . Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu. termasuk di dalamnya perkara akidah. Bahkan jika dicermati.

Fitrah Kehidupan Dalam sebuah hadits Rasululloh sholallohu „alaihi wassalam bersabda “Setiap anak yang lahir dalam keadaan fitrah. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. Mereka bukanlah orang yang sekedar tahu tentang masalah ilmu tetapi juga memahami dan mengamalkan ilmu. jika beliau memerintahkan sesuatu. Hal ini merupakan bukti bahwa Islam sangat memuliakan akal serta memberikan haknya sesuai dengan kedudukannya.R Muslim) Dari hadits ini dapat diketahui bahwa sebenarnya manusia memiliki kecenderungan untuk menghamba kepada Alloh. Akal Sehat Manusia Selain ketiga sumber akidah di atas. akal juga menjadi sumber hukum akidah dalam Islam. Ijma‟ dalam masalah akidah harus bersandarkan kepada dalil dari Al Qur‟an dan Sunnah yang shahih karena perkara akidah adalah perkara tauqifiyah yang tidak diketahui kecuali dengan jalan wahyu. Di dalam pengambilan ijma‟ terdapat juga beberapa kaidah-kaidah penting yang tidak boleh ditinggalkan. bukan berarti bahwa setiap bayi yang . Termasuk pemuliaan terhadap akal juga bahwa Islam memberikan batasan dan petunjuk kepada akal agar tidak terjebak ke dalam pemahaman-pemahaman yang tidak benar.benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Hal ini dikarenakan tidak akan pernah ada pertentangan antara Qur‟an dan Sunnah. Akan tetapi. Sedangkan fungsi ijma‟ adalah menguatkan Al Quran dan Sunnah serta menolak kemungkinan terjadinya kesalahan dalam dalil yang dzoni sehingga menjadi qotha‟i. tentang urusan pada suatu masa. Ijma’ Para Ulama Ijma‟ adalah sumber akidah yang berasal dari kesepakatan para mujtahid umat Muhammad sholallohu „alaihi wassalam setelah beliau wafat.” (Q. maka kedua orang tuanyalah yang membuat ia menjadi Yahudi. Ibnul Qoyyim juga pernah berkata “Allah memerintahkan untuk mentaati-Nya dan mentaati Rasul-Nya sholallohu „alaihi wassalam dengan mengulangi kata kerja (taatilah) yang menandakan bahwa menaati Rasul wajib secara independent tanpa harus mencocokkan terlebih dahulu dengan Al Qur‟an.S An Nisaa:59) Firman Allah tersebut menunjukkan bahwa tidak ada pilihan lain bagi seorang muslim untuk juga mengambil sumber-sumber hukum akidah dari As Sunnah dengan pemahaman ulama. Hal ini sesuai dengan sifat akal yang memiliki keterbatasan dalam memahami suatu ilmu atau peristiwa. Nasrani atau Majusi” (H.

Akidah Dapat Menumbuhkan Kedisiplinan. seorang muslim yang berakidah menyadari bahwa ia harus bekerja. Disiplin adalah kata kunci untuk keberhasilan. Sebab penangan kerja dengan kedisplinan akan menghasilkan sesuatu secara maksimal dan membahagiakan. Keyakinan ini didorong oleh keyakinan yang lain bahwa allah sangat dekat padanya. Bukti mengenai hal ini adalah fitrah manusia untuk mengakui bahwa mustahil ada dua pencipta alam yang memiliki sifat dan kemampuan yang sama 1. aqidah oleh karenanya disebut sebagai titik tolak dan sekaligus merupakan tujuan hidup. tidak munngkin seseorang dapat meraih kesuksesanya. ia harus berdisplin. Fungsi tersebut antara lain: A. Dalam konteks peningkatan kualitas hidup displin sangat dituntut terutama: 1. Dan agar kerjanya berhasil baik. tetapi setiap manusia memiliki fitrah untuk sejalan dengan Islam sebelum dinodai oleh penyimpangan-penyimpangan. tertib dan teratur dalam memanfaatkannya dalam penanganan kerja maupun dalam melakukan ibadah mahdhah. Artinya. Tanpa dsiplin. Akidah Dapat Menimbulkan Optimisme Dalam Kehidupan. sebagai pelaksanaan tanggung jawabnya sebagai khalifah Allah. Artinya. Karena itu bila seseorang muslim ingin berhasil. . diperlukan sikap displin. Disiplin dalam bekerja. Disiplin dalam waktu. B.lahir telah mengetahui rincian agama Islam.Sebab manusia yang di dalam dirinya tertanam akidah atau keyakinan yang kuat. Akidah yang mantap akan mampu menempatkan diri seseorang sebagai makhluk berdisiplin tinggi dalam kehidupanya. Atas dasar itu maka aqidah memiliki peran yang sangat penting di dalam memunculkan semangat peningkatan kualitas hidup seseorang. C. 2. Disiplin dimaksud. akan selalu merasa optimis dan merasa akan berhasil dalam segala usahanya. termasuk hukum alam (sunnah allah) dengan kesadaran dan tanggung jawab.4 Fungsi Aqidah Sebagai hal yang sangat fundamental bagi seseorang. Aqidah Berpengaruh Dalam Peningkatan Etos Kerja. seperti disebut oleh beberapa Ulama. Setiap bayi yang lahir tidak mengetahui apa-apa. adalah kepatuhan dan ketaatan dalam mengikuti semua ketentuan dan tata tertib yang berlaku. bahkan selalu menyertainya dalam usaha dan aktivitas-aktivitasnya.

dan tentu saja sebuah perhitungan yang rasional. Sekali dia berniat. serta tidah mudah menyerah bila berhadapan dengan cobaan dan rintangan. 2. syariat Islam juga berisi penyelesaian masalah seluruh kehidupan ini. syariat Islam merupakan panduan menyeluruh dan sempurna seluruh permasalahan hidup manusia dan kehidupan dunia ini. 2) Memiliki perhitungan (kalkulatif) Setiap langkah dalam hidupnya selalu diperhitungkan dari segala aspek. 3) Memiliki rasa iri yang mendalam pada perbuatan tidak merasa puas dalam berbuat kebajikan. Maka oleh sebagian penganut Islam. ia akan menepati cita-citanya secara serius dan cermat. sebagai bagian dari pemenuhan kataatanya pada Allah. Terkait dengan susunan tertib syariat. Tipe muslim yang memilki aqidah yang kaut akan tampak dari semangatnya yang tak kenal lelah melakukan berbagai aktivitas untuk mencapai dan menegakan kebaikan. Dengan semangat semacam ini seorang muslim selalu berusaha mengambil posisi dan memainkan peranan positif. termasuk untung dan resikonya. Al Qur'an dalam surat Al Ahzab ayat 36 yang berbunyi : . Dengan demikian melalui aqidahnya akan tersembul etos kerja yang baik yang tercermin dari ciri-ciri berikut ini: 1) Memiliki jiwa kepeloporan dalam menegakan kebenaran Kepeloporan disini dimaksud sebagai mengambil peran secara aktif untuk mempengaruhi orang lain agar dapat meningkatkan kualitas hidupnya. Syariat 2. Jadi. ia memilki kemampuan untuk mengambil posisi dan sekaligus memainkan peran (role) sehingga kehadiranya selalu dirasakan memberikan spirit bagi munculnya semangat peningkatan kualitas hidup setiap oran di sekitarnya. dan keratif dalam penanganan kerjanya. dinamis.Sebab seseorang yang memilki keyakinan yang mantap akan selalu berupaya keras untuk keberhasilan kerjanya.1 Pengertian syariat Syariat Islam adalah hukum dan aturan Islam yang mengatur seluruh sendi kehidupan umat Muslim. dan memberi contoh kepada orang yang disekitarnya. Selain berisi hukum dan aturan.

Artinya : “Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu'min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu'min. niscaya menyusahkan kamu dan jika kamu menanyakan di waktu Al Qur'an itu sedang diturunkan. apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan. maka umat Islam dapat menentukan sendiri ketetapannya itu. akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. sesat yang nyata” (QS Al Azhab 73:33) mengajarkan bahwa sekiranya Allah dan Rasul-Nya sudah memutuskan suatu perkara.   Asas Syara' Yaitu perkara yang sudah ada dan jelas ketentuannya dalam Al Qur'an atau Al Hadits. Yang berbunyi : Artinya : “Hai orang-orang yang beriman. Pemahaman makna ini didukung oleh ayat Al Qur'an dalam Surat Al Maidah (QS 5:101) yang menyatakan bahwa hal-hal yang tidak dijelaskan ketentuannya sudah dimaafkan Allah. Kedudukannya sebagai Pokok Syari'at Islam dimana Al Qur'an itu asas . yaitu apa yang disebut sebagai perkara yang termasuk dalam kategori Asas Syara' dan perkara yang masuk dalam kategori Furu' Syara'. Oleh sebab itu. maka umat Islam tidak diperkenankan mengambil ketentuan lain. janganlah kamu menanyakan (kepada Nabimu) hal-hal yang jika diterangkan kepadamu. secara implisit dapat dipahami bahwa jika terdapat suatu perkara yang Allah dan Rasul-Nya belum menetapkan ketentuannya. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun” (QS 5:101) Dengan demikian. perkara yang dihadapi umat Islam dalam menjalani hidup beribadahnya kepada Allah SWT itu dapat disederhanakan dalam dua kategori. Allah mema`afkan (kamu) tentang hal-hal itu. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat. niscaya akan diterangkan kepadamu.

syariah bermakna agama secara keseluruhan yang mencakup dasar dan bagian-bagiannya. pertama makna umum dan kedua makna khusus. ialah keadaan yang terpaksa atau dalam keadaan yang membahayakan diri secara lahir dan batin.pertama Syara' dan Al Hadits itu asas kedua Syara'.  Furu' Syara' Yaitu perkara yang tidak ada atau tidak jelas ketentuannya dalam Al'quran dan Al Hadist. dan keadaan tersebut tidak diduga sebelumnya atau tidak diinginkan sebelumnya. Sifatnya. Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Jika keadaan darurat itu berakhir maka segera kembali kepada ketentuan syariat yang berlaku. muamalah dan dalam hubungan dengan Sang Pencipta. Perkara atau masalah yang masuk dalam furu' syara' ini juga disebut sebagai perkara ijtihadiyah. sejak kerasulan Nabi Muhammad SAW hingga akhir zaman. dengan makna ini. Keadaan darurat dalam istilah agama Islam diartikan sebagai suatu keadaan yang memungkinkan umat Islam tidak mentaati Syariat Islam. Sifatnya pada dasarnya tidak mengikat seluruh umat Islam di dunia kecuali diterima Ulil Amri setempat menerima sebagai peraturan / perundangan yang berlaku dalam wilayah kekuasaanya. Makna pertama adalah agama. demikian pula dalam memanfaatkan keadaan tersebut tidak berlebihan. kecuali dalam keadaan darurat. yaitu apa-apa yang Allah tetapkan untuk hambahamba-Nya dan mengutus utusan dengan kitab-kitab untuk menyampaikannya dan untuk menunjukkan manusia kepada kebaikan akhlak. Kedudukannya sebagai cabang Syariat Islam. sebagaimana firman Allah : Artinya : "Dia telah mensyari'atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim. syariah mempunyai dua makna. Pengertian Secara Istilah Secara istilah. pada dasarnya mengikat umat Islam seluruh dunia dimanapun berada. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama .

yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu. dan hukum syariah di bagi menjadi tiga: Hukum Syariah I'tiqadiyah (Tauhid). Hukum Syariah Akhlaqiah (Tahdzib). dan Hukum Syariah Amaliyah (Fiqih). (QS Saba 34:28) Berbunyi : . syariah di sebut untuk bagian-bagian agama yang termasuk di dalamnya masalah-masalah ibadah. 2. Al Qur'an Al-Qur'an sebagai kitab suci umat Islam adalah firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW untuk disampaikan kepada seluruh umat manusia hingga akhir zaman (QS Saba 34:28). Makna kedua adalah makna yang khusus. Allah berfirman : Artinya : "Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran. Untuk tiap-tiap umat diantara kamu. membenarkan apa yang sebelumnya. Selain sebagai sumber ajaran Islam. dan dengan ini. maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu." (QS Al-Maidah : 48) Dan agama berarti hukum-hukum dan aturan-aturan.2 Sumber hukum islam 1.yang kamu seru mereka kepadanya." (QS Asy-Syura : 13) Setiap nabi dan rosul di perintahkan untuk menegakkan agama Allah. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya). Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Al Qur'an disebut juga sebagai sumber pertama atau asas pertama Syara'. dengan makna ini. yaitu menegakkan tauhid dengan meng-esa-kan Allah. maka syariah berarti dasar agama. dengan makna ini juga berarti syariah tidak sama dengan syariah yang lainnya. yaitu hukum-hukum syariah amaliyah (fiqih).

Al Hadist 1. kitab-kitab-Nya. dan iman kepada hari akhir termasuk di dalamnya . Beberapa macam ijtihad. merupakan Kumpulan yang Khusus memuat 'Ucapan-ucapan nabi Muhammad' dan 'Cerita-cerita tentang Nabi Muhammad'. iman kepada rasul-rasul-Nya. kesepakatan para-para ulama B. Hadits Hasan 2.” (QS Saba 34:28) Al Qur'an merupakan kitab suci terakhir yang turun dari serangkaian kitab suci lainnya yang pernah diturunkan ke dunia. Ijma. yang tidak boleh diragukan dan harus benar-benar menjadi keimanan kita. kebiasaan Perbedaan Al Qur'an dan Al Hadist . Misalnya.Artinya : “Dan Kami tidak mengutus kamu. 'Urf. Qiyas.3 Pembagian Syariat Islam Hukum yang diturunkan melalui Nabi Muhammad saw. merupakan Kitab Suci yang Oleh Pemeluknya dianggap sebagai 'Suara Tuhan' yang dituliskan. 2. yang harus iman kepada-Nya. Ijtihad dilakukan setelah Nabi Muhammad SAW wafat sehingga tidak bisa langsung menanyakan pada beliau tentang sesuatu hukum. yaitu hukum atau peraturan-peraturan yang berhubungan dengan dasardasar keyakinan agama Islam. Ilmu Tauhid. untuk kemaslahatan umat D. malaikatmalaikat-Nya. maudu' 3. melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. Ijtihad Ijtihad adalah sebuah usaha untuk menetapkan hukum Islam berdasarkan Al Qur'an dan Al Hadist. peraturan yang berhubungan dengan Dzat dan Sifat Allah swt.AL QUR'AN. Maslahah Mursalah. . ada halhal ibadah tidak bisa di ijtihadkan. diumpamakan dengan suatu hal yang mirip dan sudah jelas hukumnya C. untuk segenap manusia dibagi menjadi tiga bagian. yaitu: 1. Hadits Shaheh 3. tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui. Dalam upaya memahami isi Al Qur'an dari waktu ke waktu telah berkembang tafsiran tentang isi-isi Al Qur'an namun tidak ada yang saling bertentangan. antara lain : A.Al HADIS. Namun. 2. Hadits Dhaif 4.

yaitu yang menjelaskan tentang hukum-hukum hubungan manusia dengan Tuhannya. dan dilarang berdusta dan berkhianat.4 Tujuan Syariat Islam Menurut buku “Syariah dan Ibadah” (Pamator 1999) yang disusun oleh Tim Dirasah Islamiyah dari Universitas Islam Jakarta. yaitu bagian yang menjelaskan tentang hukum-hukum hubungan antara manusia dengan sesamanya. Contoh ibadah misalnya shalat. zakat. segala peraturan yang mengarah pada perlindungan keutamaan dan mencegah kejelekan-kejelekan. ibadah. Akan tetapi. Dan ibadah tidak sah (tidak diterima) kecuali disertai dengan niat. 3. bagi siapa yang dikehendakiNya. harus memenuhi janji. Ilmu Fiqh dapat juga disebut Qanun (undang-undang) 2. Kedua. Ilmu Fiqh. Ajaran Islam memberikan kebebasan untuk memilih agama. Barangsiapa yang . seperti ayat Al-Quran: Artinya : “Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam). puasa. maka Allah SWT telah membuat peraturan-peraturan. Ilmu tauhid ini dinamakan juga Ilmi Aqidah atau Ilmu Kalam. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.kenikmatan dan siksa. yaitu: 1. harus amanah. seperti kita harus berbuat benar. sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. yaitu peraturan-peraturan yang berhubungan dengan pendidikan dan penyempurnaan jiwa.” (QS Al-Baqarah [2]: 256). Misalnya. untuk terpeliharanya ajaran Islam dan terciptanya rahmatan lil‟alamin. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah. ada 5 (lima) hal pokok yang merupakan tujuan utama dari Syariat Islam. Memelihara kemaslahatan agama (Hifzh al-din) Agama Islam harus dibela dari ancaman orang-orang yang tidak bertanggung-jawab yang hendak merusak aqidah. dan haji. Ilmu Fiqh mengandung dua bagian: pertama. muamalat. serta iman kepada qadar baik dan buruk. termasuk larangan berbuat musyrik dan murtad: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu. Ilmu Akhlak. maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. 2. yaitu peraturan-peraturan yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhannya dan hubungan manusia dengan sesamanya. ibadah dan akhlak umat.

2. maka dosa syirik maupun murtad akan ditumpas. Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan kamu dan suatu rahmat. dan mengharamkan zina.” (QS AnNisaa [4]: 48). Dengan adanya Syariat Islam. maka para pemilik harta benda akan merasa lebih aman. Dengan demikian seseorang akan takut melakukan kejahatan. akan disakiti secara setimpal. Maka barangsiapa yang mendapat suatu pema`afan dari saudaranya. seseorang yang telah mencederai orang lain. Memelihara harta benda (Hifzh al-mal) Dengan adanya Syariat Islam. Namun. hamba dengan hamba dan wanita dengan wanita. hendaklah (yang mema`afkan) mengikuti dengan cara yang baik. qishash tidak diberlakukan jika si pelaku dimaafkan oleh yang bersangkutan. Memelihara jiwa (Hifzh al-nafsi) Agama Islam sangat menghargai jiwa seseorang. Seseorang yang telah membunuh orang lain akan dibunuh. seseorang yang yang telah menyakiti orang lain. Seperti . akan dicederai. diwajibkan atas kamu qishaash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh. Didalam Syariat Islam telah jelas ditentukan siapa saja yang boleh dinikahi. Barangsiapa yang melampaui batas sesudah itu. Memelihara keturunan dan kehormatan (Hifzh al-nashli) Islam secara jelas mengatur pernikahan.mempesekutukan Allah. Akal manusia dibutuhkan untuk memikirkan ayat-ayat Qauliyah (Al-Quran) dan kauniah (sunnatullah) menuju manusia kamil. dan hendaklah (yang diberi ma`af) membayar (diat) kepada yang memberi ma`af dengan cara yang baik (pula). maka baginya siksa yang sangat pedih. 4. Ayat Al-Quran menerangkan hal ini. atau daiat (ganti rugi) telah dibayarkan secara wajar. 3. Oleh sebab itu. orang merdeka dengan orang merdeka. karena Islam mengenal hukuman Had. maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar. (QS Al-Baqarah [2]: 178). dan siapa saja yang tidak boleh dinikahi 5. Memelihara akal (Hifzh al-‟aqli) Kedudukan akal manusia dalam pandangan Islam amatlah penting. Ayat Al-Quran menegaskan: “ Hai orang-orang yang beriman. Salah satu cara yang paling utama dalam memelihara akan adalah dengan menghindari khamar (minuman keras) dan judi. diberlakukanlah hukum qishash yang merupakan suatu bentuk hukum pembalasan. yaitu potong tangan dan/atau kaki.

Berbeda dengan para koruptor yang sengaja memperkaya diri dengan menyalahgunakan jabatannya. potonglah tangan keduanya (sebagaimana) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. dapat dilihat dari berbagai sunnah qauliyah (sunnah dalam bentuk perkataan)Rasulullah. Hukuman ini bukan diberlakukan dengan semena-mena. bercabang dan berdaun syari'ah. atau tabiat. salah dan sebaginya tentang prinsip umum dan dapat diterapkan terhadap sesuatu. buruk. Akhlak 3. Jika ia mencuri karena lapar dan hanya mengambil beberapa butir buah untuk mengganjal laparnya. Akhlak merupakan bentuk jamak dari kata khuluk. selanjutnya dapat disebut juga sebagai filsafat moral. berasal dari bahasa Arab yang berarti perangai. Jadi bukan berarti orang mencuri dengan serta merta dihukum potong tangan. tentunya hukuman berat sudah pasti buatnya.1 Pengertian Ahlak Akhlak secara terminologi berarti tingkah laku seseorang yang didorong oleh suatu keinginan secara sadar untuk melakukan suatu perbuatan yang baik. Akhlak menempati posisi yang sangat penting dalam Islam. Ia dengan takwa merupakan'buah' pohon Islam yang berakarkan akidah. 3. Dengan demikian Syariat Islam akan menjadi andalan dalam menjaga suasana tertib masyarakat terhadap berbagai tindak pencurian. seharusnya benar.yang tertulis di dalam Al-Quran: “Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri. Dilihat dulu akar masalahnya dan apa yang dicurinya serta kadarnya. Diantaranya adalah: . Dalam Encyclopedia Brittanica. Pentingnyakedudukan akhlak. Ada batasan tertentu dan alasan yang sangat kuat sebelum diputuskan. tentunya tidak akan dipotong tangan. tingkah laku. akhlak disebut sebagai ilmu akhlak yang mempunyai arti sebagai studi yang sistematik tentang tabiat dari pengertian nilai baik. Dan Allah Maha perkasa lagi Maha Bijaksana” (QS Al-Maidah [5]: 38).

tak ada campuran. mengharap ridhonya dan pahalanya 3. Qona‟ah dalam pengertian yang luas sebenarnya mengandung lima perkara: a. Ketiga macam ini lebih-lebih malu kepada ) yaitu bohong atau dusta ). 3. Qona‟ah Qona‟ah ialah menerima dengan rela apa yang ada atau merasa cukup dengan apa yang dimiliki. lawan dari . Adakala ia malu kepada dirinya sendiri. yang diutus menyempurnakan akhlak manusia itu.Akhlak Nabi Muhammad. Malu Malu ialah perasaan undur seseorang sewaktu lahir atau tampak dari dirinya sesuatu yang membawa ia tercela. bersih dari segala macam campuran yang lain seperti: perak dan lain sebagainya. dan ini tidak saja berupa perkataan tetapi juga perbuatan. Memohon kepada tuhan tambahan yang pantas. atau adakala juga malu kepada Allah. atau kepada orang lain. Benar atau jujur Benar atau jujur termasuk golongan akhlak al-karimah. Menerima dengan sabar ketentuan tuhan d. ialah emas tulen. Jadi. Dal. sesuatu pekerjaan dapat di katakan ikhlas. disertai dengan usaha atau ikhtiar c. seperti ingin di puji orang. Ikhlas Ikhlas adalah murni atau bersih. kalau pekerjaan itu di lakukan semata-mata karena Allah saja. disebut akhlak Islami karena bersumber dari wahyu Allah yang kini terdapat dalam Al-Qur'an yang menjadisumber utama ajaran Islam. Benar artinya sesuainya sesuatu dengan kenyataan yang sesungguhnya. Menerima dengan rela apa yang ada b. Maksud bersih disini ialah bersihnya sesuatu pekerjaan dari campuran motif-motif yang selain Allah. yaitu sebagai berikut:  Akhlak Al-Karimah ( Mahmudah ) Akhlak Al-Karimah yaitu akhlak yang senantiasa berada dalam kontrol ilahiyah yang dapat membawa nilai-nilai positif dan kondusif bagi kemaslahatan ummat. Adapun yang tergolong kepada akhlak al-karimah atau akhlak yang mulia di antaranya : 1. ibarat emas. Tidak tertarik oleh tipu daya dunia 4. ingin mendapat nama dan lain sebagainya.2 Pembagian Akhlak Secara garis besar akhlak dapat dibagi menjadi dua.am bahasa arab benae atau jujur di sebut siddik ( kizbu ( 2.

tinggi atau mulia. atau berasal dari hawa nafsu yang berada dalam lingkaran syaithoniyah dan dapat membawa suasana negatif serta destruktif bagi kepentingan umat islam Macam-macam akhlak mazmumah  Bohong atau dusta Bohong atau dusta adalah pernyataan tentangn suatu hal yang tidak cocok dengan kenyataan yang sesungguhnya. sukar menyadari kelemahan atau kesalahan dirinya. Dengki itu ialah rasa atau sikap tidak senang atas kenikmatan yang di peroleh orang lain dan berusaha untuk menghilangkan kenikmatan itu dari orang lain tersebut. yang tidak saj amerugikan masyarakat pada umumnya tetapi juga merugikan orang itu sendiri. baik dengan maksud supaya kenikmataan itu berpindah ketangan sendiri atau tidak “Takabbur itu ialah menolak .  Takabbur Takabbur ialah salah satu diantara akhlak yang tercela pula. Dalam pandangan agama. Sikap yang demikian berakibat dia tidak tahu dirinya. pendek kata merasa dirinya serba hidup. dusta adalah suatu hal yang sangat terkutuk dan tercela. ia merupakan pokok dan induk dari bermacam-maacm akhlak yang buruk. Muslim )  Dengki Dengki atau kata arabnya “hasad” jelas termasuk akhlak mazmumah. dan kelebihan atau kebenaran orang lain.Allah merupakan sendi keutamaan dan pokok dasar budi pekerti yang mulia. Arti takabbur ialah merasa atau mengaku dirinya besar.  Akhlak Mazmumah Akhlak mazmumah yaitu akhlak yang tidak dalam kontrol ilahiyah. baik sewaktu dilihat orang maupun tidak. melebihi orang lain. karena itu Nabi SAW barkata: kebenaran dan menghinakan orang lain” ( HR. sebab dengan adanya malu kepada Allah orang tidak akan berani durhaka kepada Allah dengan melanggar segala larangannya serta mengabaikan perintah-perintahnya. dan ini tidak saja menyangkut perkataantetapi juga perbuatan.

 Berdo‟a kepada Allah. Bahkan. Berzikir kepada Allah melahirkan ketenangan dan ketentraman hati.t. Dalam Al-Qur‟an disebutkan: . suatu perilaku yang tidak disukai Allah. B.  Tawakal kepada Allah.w. Oleh karena itu berusaha dan berdo‟a merupakan dua sisi tugas hidup manusia yang bersatu secara utuh dalam aktifitas hidup setiap muslim. ajaran berbakti kepada kedua orang tua ini menempati urutan kedua setelah ajaran menyembah kepada Allah S. Kekuatan do‟a dalam ajaran Islam sangat luar biasa. karena ia merupakan pengakuan akan keterbatasan dan ketidakmampuan manusia. sekaligus pengakuan akan kemahakuasaan Allah terhadap segala sesuatu. Sesama manusia Dan Lingkungan A. yaitu memohon apa saja kepada Allah. yaitu berserah diri sepenuhnya kepada Allah dan menunggu hasil pekerjaan atau menanti akibat dari suatu keadaan.  Tawaduk kepada Allah.3. tidak mau memaafkan orang lain. oleh karena itu tidak layak kalau hidup dengan angkuh dan sombong. baik diucapkan dengan mulut maupun dalam hati. Seorang muslim beribadah membuktikan ketundukan terhadap perintah Allah. Do‟a merupakan inti ibadah. menurut pendapat banyak ulama. dan pamrih dalam melaksanakan ibadah kepada Allah. Mengakui bahwa dirinya rendah dan hina di hadapan Allah Yang Maha Kuasa. Akhlak Baik Terhadap Allah SWT  Beribadah kepada Allah. yaitu mengingat Allah dalam berbagai situasi dan kondisi.Orang yang tidak pernah berdo‟a adalah orang yang tidak menerima keterbatasan dirinya sebagai manusia karena itu dipandang sebagai orang yang sombong . Orang tua.  Berzikir kepada Allah. yaitu rendah hati di hadapan Allah. Ahlak baik terhadap orang tua Salah satu ajaran paling penting setelah ajaran Tauhid adalah berbakti kepada kedua orang tua. karena ia mampu menembus kekuatan akal manusia. yaitu melaksanakan perintah Aalh untuk menyembah-Nya sesuai dengan perintah-Nya.3 Ahlak baik terhadap Allah SWT.

Allah Maha Kaya Lagi Maha Penyantun” (al-Baqarah :263) Di sisi lain Al-Qur'an menekankan bahwa setiap orang hendaknya didudukan secara wajar. “‫ “األب الذي زوجك‬: bapak-ibu yang mengawinkan. Ahlak baik terhadap sesama manusia Banyak sekali rincian yang dikemukakan Al-Qur'an berkaitan dengan perlakuan sesama manusia. dan ucapan yang dikeluarkan adalah ucapan yang baik. “ ‫األب الذي‬ ‫ “ولدك‬: bapak-ibu yang melahirkan. tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjaka (An-Nur : 24). Pertama. s. yaitu bapak-ibu kandung. C. maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia” (Q.” . atau mengambil harta tanpa alasan yang benar. tetapi juga sampai kepada menyakiti hati dengan cara menceritakan aib sesorang dibelakangnya. hal ini dijelaskan dalam surat an-Nur ayat 24 yakni : Artinya: "Pada hari (ketika). lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan penerimanya). Kedua. Petunjuk dalam hal ini bukan hanya dalam bentuk larangan melakukan hal-hal negative seperti membunuh. “‫ “األب الذي علمك‬: bapakibu yang mengajarkan. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu. lidah. menyakiti badan. Ketiga kelompok inilah yang diwajibkan atas kita untuk menghormati dan berbuat baik kepadanya. jika bertemu saling mengucapkan salam. Tidak masuk kerumah orang lain tanpa izin. al-Isra’ / 17:23) Ada tiga kelompok yang disebut orang tua dalam ajaran Islam.ْ ‫ك‬ ْ ‫ب‬ ْ ‫دو‬ َ‫و‬ ُ‫ب‬ َ ُ‫َ إِماا َي ْبل‬ َ َ ‫ر‬ ََ ‫د‬ ‫سانا‬ َ َ ِ‫ا إ‬ َ ُ ْ‫لا َتع‬ َ َ‫ُّك أ‬ ََ ‫رب‬ َ ‫غناَ عِ ن‬ ِ ‫ال‬ َ ‫ك َب‬ َ ْ‫ْن إِح‬ َ ‫ال‬ َ ُ‫لا إِيااه‬ َ ‫ضى‬ َ ‫ق‬ َ ِ ‫والِدَ ي‬ ِ‫و‬ َ َ َ ‫ما‬ َ ‫ما‬ ُ‫ح‬ ‫ريما‬ َ ‫ق ْول‬ ُ ‫وقُل لا‬ ُ ْ‫هر‬ َ‫و‬ ‫مآ أُف‬ ُ ‫الَ َتقُل لا‬ َ‫ف‬ ُ َ‫كال‬ ‫ما أَو‬ ُ‫د‬ ِ َْ َ‫ه‬ َ ‫ما‬ َ‫ه‬ َ ‫لَ َت ْن‬ َ َ َ‫ه‬ َ‫ه‬ َ‫ه‬ َ َ‫أ‬ ِ‫ك‬ “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Ketiga. yaitu bapak-ibu guru. tidak perduli aib itu benar atau salah. yaitu bapak-ibu mertua. Dalam hal ini Allah berfiman dalam Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 263 yakni: Artinya: "Perkataan yang baik dan pemberian ma'af.

atau memetik bunga sebelum mekar. Antara lain firman Allah dalam (An-Nur. sehingga ia tidak melakukan perusakan terhadap lingkungan harus dinilai sebagai perusakan pada diri manusia itu sendiri. seseorang tidak dibenarkan mengambil buah sebelum matang. Kekhalifahan menuntut adanya interaksi antara manusia dengan sesamanya dan manusia terhadap alam. Dalam pandangan Islam. 24:55) : “Allah menjanjikan bagi orang-orang yg beriman diantara kamu dan mengerjakan amal saleh menjadi pemimpin di bumi sebagaimana Ia telah menjadikan orang-orang dari sebelum . Akhlak baik terhadap lingkungan Yang dimaksud dengan lingkungan adalah segala sesuatu yang disekitar manusia. sedangkan amal saleh menunjukkan pengertian syariah dan akhlak. Keyakinan ini mengantarkan seorang muslim untuk menyadari bahwa semunya adalah "umat" Tuhan yang harus diperlakukan secara wajar dan baik. Binatang. Seseorang yg melakukan perbuatan baik. agar setiap makhluk mencapai tujuan penciptaanya. PENUTUP Aqidah. Perbuatan baik adalah perbuatan yg sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan. maka perbuatannya hanya dikategorikan sebagai perbuatan baik. Kerena itu didalam Al-Qur’an kata amal saleh selalu diawali dengan kata iman. tetapi belum tentu dipandang benar menurut Allah. Sedangkan perbuatan baik yg didorong oleh keimanan terhadap Allah sebagai wujud pelaksanaan syariah disebut amal saleh. tumbuh-tumbuhan maupun benda-benda yang tidak bernyawa. Kekhalifahan mengandung arti pengayoman. pemeliharaan. serta bimbingan. baik binatang. dan menjadi milik-Nya. tumbuh-tumbuhan dan benda-benda tak bernyawa semuanya di ciptakan oleh Allah SWT. dan terhadap proses yang sedang terjadi. serta kesemuanya memiliki ketergantungan kepada-Nya. 3. Ini berarti manusia dituntut mampu menghormati proses yang sedang berjalan. Iman menunjukkan makna aqidah.D. syariah dan akhlak dalam Al-Qur’an disebut iman dan amal saleh. Yang demikian mengantarkan manusia bertangung jawab. tetapi tidak dilandasi aqidah. Pada dasarnya akhlak yang diajarkan al-Qur'an terhadap lingkungan bersumber dari fungsi manusia sebagai khalifah. karena hal ini berarti tidak memberi kesempatan kepada makhluk untuk mencapai tujuan penciptaannya.

syariat dan ahlak secara bersamaan agar dapat mendapat ridha Allah SWT. Dan barang siapa ingkar setelah itu.com/2012/12/makalah-tentang-aqidahshariat-dan ahlak_8376. Sumber : http://ilfen. Semoga kita semua termasuk golongan orang yang benar.html . Demikian makalah ini kami tulis. mereka tidak menserikatkan Aku dengan sesuatupun. Syariah dan Ahlak. 24:55) Terjemahan Oleh karena itu sebagai muslim dan muslimah yang taat kita harus menjalankan Aqidah .blogspot. agar dapat memahami lebih dalam apa itu Aqidah. dan menggantikan mereka dari rasa takut mereka (dengan rasa) tenang. Mereka menyembah (hanya) kepada-Ku.mereka (kaum muslimin dahulu) sebagai pemimpin. yang kami harap dapat berguna untuk kami khususnya dan untuk teman-teman . maka mereka itu adalah orang-orang yg fasik” (An-Nur. dan mengokohkan bagi mereka agama mereka yg Ia Ridhai bagi mereka.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful