1.

AQIDAH
1.1 Pengertian Aqidah
Pengertian Aqidah Secara Bahasa 'aqdu ( (bahasa Arab) aqidah berasal dari kata al) yang berarti kepercayaan atau ) yang berarti ikatan, at-tautsiiqu (

keyakinan yang kuat, al-ihkaamu ( dan ar-rabthu biquw-wah ( )

) yang artinya mengokohkan (menetapkan), yang berarti mengikat dengan kuat, at-

tamaasuk(pengokohan) dan al-itsbaatu(penetapan). Di antaranya juga mempunyai arti alyaqiin(keyakinan) dan al-jazmu(penetapan). "Al-„Aqdu" (ikatan) lawan kata dari alhallu(penguraian, pelepasan). Dan kata tersebut diambil dari kata kerja: " „Aqadahu" "Ya'qiduhu" (mengikatnya), " „Aqdan" (ikatan sumpah), dan " „Uqdatun Nikah.Allah ta‟ala berfirman :

Artinya : “ Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, maka kaffarat (melanggar) sumpah itu, ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. Barangsiapa tidak sanggup melakukan yang demikian, maka kaffaratnya puasa selama tiga hari. Yang demikian itu adalah kaffarat sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar). Dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan kepadamu hukum-hukum-Nya agar kamu bersyukur (kepada-Nya)” (Al-Maa-idah : 89) Sedang secara teknis aqidah berarti iman, kepercayaan dan keyakinan. Dan tumbuhnya kepercayaan tentunya di dalam hati, sehingga yang dimaksud aqidah adalah kepercayaan yang menghujam atau tersimpul di dalam hati.

Sedangkan menurut istilah aqidah adalah hal-hal yang wajib dibenarkan oleh hati dan

jiwa merasa tentram kepadanya, sehingga menjadi keyakinan kukuh yang tidak tercampur oleh Adapun aqidah menurut para ahli seperti berikut : M Hasbi Ash Shiddiqi mengatakan aqidah menurut ketentuan bahasa (bahasa arab) ialah sesuatu yang dipegang teguh dan terhunjam kuat di dalam lubuk jiwa dan tak dapat beralih dari padanya. keraguan.

Syaikh Mahmoud Syaltout adalah segi teoritis yang dituntut pertama-tama dan terdahulu dari segala sesuatu untuk dipercayai dengan suatu keimanan yang tidak boleh dicampuri oleh syakwasangka dan tidak dipengaruhi oleh keragu-raguan.

Aqidah atau keyakinan adalah suatu nilai yang paling asasi dan prinsipil bagi manusia, sama halnya dengan nilai dirinya sendiri, bahkan melebihinya.

Syekh Hasan Al-Bannah menyatakan aqidah sebagai sesuatu yang seharusnya hati membenarkannya sehingga menjadi ketenangan jiwa, yang menjadikan kepercayaan bersih dari kebimbangan dan keragu-raguan. Dari uraian di atas kita dapat menyimpulkan bahwa Aqidah dalam agama islam adalah keimanan yang teguh dan bersifat pasti kepada Allah dengan segala pelaksanaan kewajiban, bertauhid dan taat kepada-Nya, beriman kepada Malaikat-malaikat-Nya, Rasulrasul-Nya, Kitab-kitab-Nya, hari Akhir, takdir baik dan buruk dan mengimani seluruh apaapa yang telah shahih tentang prinsip-prinsip Agama (Ushuluddin), perkara-perkara yang ghaib, beriman kepada apa yang menjadi ijma'(konsensus) dari Salafush Shalih, serta seluruh berita-berita qath'i (pasti), baik secara ilmiah maupun secara amaliyah yang telah ditetapkan menurut Al-Qur'an dan As-Sunnah yang shahih serta ijma' Salaf as-Shalih..

1.2 Nama-nama Aqidah
1. Al – Iman 'Aqidah disebut juga dengan al Iman sebagaimana yang disebutkan dalam Al Qur'an dan hadits -hadits Nabi saw, karena 'aqidah membahas rukun iman yang enam dan hal hal yang berkaitandengannya. Sebagaimana penyebutan al?Iman dalam sebuah hadits yang masyhur disebutdengan hadits jibril as. Dan para ularna sering menyebut istilah 'Aqidah dengan al Iman dalarnkitab - kitab mereka. 2. 'Aqidah (Itiqaad dan 'Aqaa'id) Para ularna juga sering menyebut ilmu 'Aqaa'id dan al'I'tiqaad. 3. Tauhid

rukun . dan obat bagi jiwa-jiwa yang terluka. Dalil penyempurnaan yang mencakup akal sehat manusia dan fitrah kehidupan yang telah diberikan oleh Alloh azza wa jalla Al-Quran Sebagai Sumber „Aqidah Al Qur‟an adalah firman Alloh yang diwahyukan kepada Rasululloh sholallahu „alaihi wassalam melalui perantara Jibril.'Aqidah dinamakan dengan Tauhid karena pembahasannya berkisar seputar Tauhid ataupengesaan kepada Allah di dalam Rububiyyah.hal yang telah menjadi kesepakatan para ulama. Tauhidmerupakan kajian ilmu 'Aqidah yang paling mulia dan merupakan tujuan utamanya.jalan petunjuk. As Sunnah Disebut As Sunnah karena para penganutnya mengikuti jalan yang diternpuh oleh Rasulullah danpara Sahabat ra. Ia merupakan petunjuk bagi orang-orang yang diberi petunjuk. Al Fiqhul Akbar Ini adalah nama lain Ushuluddin dan kebalikan dari al Fiqhul Ashghar. terutama dan yang paling pokok adalah Ushuluddin (dasar . Dua sumber tersebut meliputi : 1. Di dalamnya. Ushuluddin dan Ushuluddiyanah Ushul artinya rukun . maka akan didapati 2 sumber pengambilan dalil penting. Dan istilah ini merupakan istilah masyhur (populer)pada tiga generasi pertama 5. pedoman hidup bagi orang yang beriman. As Sunnah dan Ijma‟ para ulama 2.rukun Islam dan masalah . Alloh telah menjelaskan segala sesuatu yang dibutuhkan oleh hamba-Nya sebagai bekal kehidupan di dunia maupun di akhirat. jadi.3 Sumber Aqidah Islam Jika kita menelaah tulisan para ulama dalam menjelaskan akidah. Uluhiyyah dan Asma' wa Shifat. 4. 7. Keagungan lainnya adalah tidak akan pernah ditemui kekurangan dan celaan di dalam Al Qur‟an.rukun Iman.masalah yang qath'i sertahal . Asy Syari'ah Maksudnya adalah segala sesuatu yang telah ditetapkan oleh Allah saw.dasar agama) 1. di dalam masalah 'aqidah. 6. sebagaimana dalam firman-Nya : . yaltu kumpulan hukum -hukum ijtihadi. Oleh karenaitulah ilmu ini disebut dengan ilmu Tauhid. Dalil asas dan inti yang mencakup Al Qur‟an. dan RasulNya berupa jalan .

Alloh menurunkan Al Qur‟an sebagai sumber hukum akidah karena Dia tahu kebutuhan manusia sebagai seorang hamba yang diciptakan untuk beribadah kepada-Nya. Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya. tidak keluar darinya kecuali kebenaran sambil menunjuk ke lidahnya”. akan ditemui banyak ayat dalam Al Qur‟an yang menjelaskan tentang akidah. menjadi hal yang wajib jika kita mengetahui dan memahami akidah yang bersumber dari Al Qur‟an karena kitab mulia ini merupakan penjelasan langsung dari Rabb manusia. Oleh karena itu. maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur'an) dan Rasul (sunnahnya). Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu. As Sunnah adalah satu jenis wahyu yang datang dari Alloh subhanahu wata‟ala walaupun lafadznya bukan dari Alloh tetapi maknanya datang dariNya. Hal ini dapat diketahui dari firman Allah : “Dan dia (Muhammad) tidak berkata berdasarkan hawa nafsu. termasuk di dalamnya perkara akidah. yang haq dan tidak pernah sirna ditelan masa. Al An’am:115) Al Imam Asy Syatibi mengatakan bahwa sesungguhnya Alloh telah menurunkan syariat ini kepada Rasul-Nya yang di dalamnya terdapat penjelasan atas segala sesuatu yang dibutuhkan manusia tentang kewajiban dan peribadatan yang dipikulkan di atas pundaknya. (Riwayat Abu Dawud) Dan firman-Nya : “Hai orang-orang yang beriman. Bahkan jika dicermati.“Telah sempurnalah kalimat Rabbmu (Al Qur’an) sebagai kalimat yang benar dan adil. jika kamu benar- . dan ulil amri di antara kamu. baik secara tersurat maupun secara tersirat.S An Najm : 3-4) Rasululloh sholallahu „alaihi wassalam juga bersabda: “Tulislah. ia tidak lain kecuali wahyu yang diwahyukan” (Q.S. ta`atilah Allah dan ta`atilah Rasul (Nya). Tidak ada yang dapat merubah-rubah kalimat-Nya dan Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (Q. As Sunnah: Sumber Kedua Seperti halnya Al Qur‟an.

jika beliau memerintahkan sesuatu. maka kedua orang tuanyalah yang membuat ia menjadi Yahudi. Ijma‟ dalam masalah akidah harus bersandarkan kepada dalil dari Al Qur‟an dan Sunnah yang shahih karena perkara akidah adalah perkara tauqifiyah yang tidak diketahui kecuali dengan jalan wahyu. Ibnul Qoyyim juga pernah berkata “Allah memerintahkan untuk mentaati-Nya dan mentaati Rasul-Nya sholallohu „alaihi wassalam dengan mengulangi kata kerja (taatilah) yang menandakan bahwa menaati Rasul wajib secara independent tanpa harus mencocokkan terlebih dahulu dengan Al Qur‟an. Akal Sehat Manusia Selain ketiga sumber akidah di atas. akal juga menjadi sumber hukum akidah dalam Islam. Termasuk pemuliaan terhadap akal juga bahwa Islam memberikan batasan dan petunjuk kepada akal agar tidak terjebak ke dalam pemahaman-pemahaman yang tidak benar. Di dalam pengambilan ijma‟ terdapat juga beberapa kaidah-kaidah penting yang tidak boleh ditinggalkan. Fitrah Kehidupan Dalam sebuah hadits Rasululloh sholallohu „alaihi wassalam bersabda “Setiap anak yang lahir dalam keadaan fitrah. bukan berarti bahwa setiap bayi yang . tentang urusan pada suatu masa.benar beriman kepada Allah dan hari kemudian.S An Nisaa:59) Firman Allah tersebut menunjukkan bahwa tidak ada pilihan lain bagi seorang muslim untuk juga mengambil sumber-sumber hukum akidah dari As Sunnah dengan pemahaman ulama.R Muslim) Dari hadits ini dapat diketahui bahwa sebenarnya manusia memiliki kecenderungan untuk menghamba kepada Alloh. Akan tetapi. Mereka bukanlah orang yang sekedar tahu tentang masalah ilmu tetapi juga memahami dan mengamalkan ilmu. Hal ini sesuai dengan sifat akal yang memiliki keterbatasan dalam memahami suatu ilmu atau peristiwa. Hal ini dikarenakan tidak akan pernah ada pertentangan antara Qur‟an dan Sunnah. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. Nasrani atau Majusi” (H. Hal ini merupakan bukti bahwa Islam sangat memuliakan akal serta memberikan haknya sesuai dengan kedudukannya. Ijma’ Para Ulama Ijma‟ adalah sumber akidah yang berasal dari kesepakatan para mujtahid umat Muhammad sholallohu „alaihi wassalam setelah beliau wafat. Sedangkan fungsi ijma‟ adalah menguatkan Al Quran dan Sunnah serta menolak kemungkinan terjadinya kesalahan dalam dalil yang dzoni sehingga menjadi qotha‟i.” (Q.

Disiplin adalah kata kunci untuk keberhasilan. Fungsi tersebut antara lain: A. tidak munngkin seseorang dapat meraih kesuksesanya. Disiplin dalam waktu. . Sebab penangan kerja dengan kedisplinan akan menghasilkan sesuatu secara maksimal dan membahagiakan. Aqidah Berpengaruh Dalam Peningkatan Etos Kerja. Akidah Dapat Menimbulkan Optimisme Dalam Kehidupan. bahkan selalu menyertainya dalam usaha dan aktivitas-aktivitasnya. Atas dasar itu maka aqidah memiliki peran yang sangat penting di dalam memunculkan semangat peningkatan kualitas hidup seseorang. termasuk hukum alam (sunnah allah) dengan kesadaran dan tanggung jawab. B. tetapi setiap manusia memiliki fitrah untuk sejalan dengan Islam sebelum dinodai oleh penyimpangan-penyimpangan. Disiplin dimaksud. Dan agar kerjanya berhasil baik.Sebab manusia yang di dalam dirinya tertanam akidah atau keyakinan yang kuat. adalah kepatuhan dan ketaatan dalam mengikuti semua ketentuan dan tata tertib yang berlaku.4 Fungsi Aqidah Sebagai hal yang sangat fundamental bagi seseorang. seorang muslim yang berakidah menyadari bahwa ia harus bekerja. Dalam konteks peningkatan kualitas hidup displin sangat dituntut terutama: 1. akan selalu merasa optimis dan merasa akan berhasil dalam segala usahanya. Akidah yang mantap akan mampu menempatkan diri seseorang sebagai makhluk berdisiplin tinggi dalam kehidupanya. Tanpa dsiplin. Keyakinan ini didorong oleh keyakinan yang lain bahwa allah sangat dekat padanya. C.lahir telah mengetahui rincian agama Islam. aqidah oleh karenanya disebut sebagai titik tolak dan sekaligus merupakan tujuan hidup. Setiap bayi yang lahir tidak mengetahui apa-apa. sebagai pelaksanaan tanggung jawabnya sebagai khalifah Allah. Disiplin dalam bekerja. tertib dan teratur dalam memanfaatkannya dalam penanganan kerja maupun dalam melakukan ibadah mahdhah. diperlukan sikap displin. Artinya. ia harus berdisplin. Artinya. Akidah Dapat Menumbuhkan Kedisiplinan. 2. seperti disebut oleh beberapa Ulama. Bukti mengenai hal ini adalah fitrah manusia untuk mengakui bahwa mustahil ada dua pencipta alam yang memiliki sifat dan kemampuan yang sama 1. Karena itu bila seseorang muslim ingin berhasil.

Selain berisi hukum dan aturan. 3) Memiliki rasa iri yang mendalam pada perbuatan tidak merasa puas dalam berbuat kebajikan. dan keratif dalam penanganan kerjanya. syariat Islam juga berisi penyelesaian masalah seluruh kehidupan ini. Al Qur'an dalam surat Al Ahzab ayat 36 yang berbunyi : . ia akan menepati cita-citanya secara serius dan cermat. dinamis. dan memberi contoh kepada orang yang disekitarnya. termasuk untung dan resikonya.1 Pengertian syariat Syariat Islam adalah hukum dan aturan Islam yang mengatur seluruh sendi kehidupan umat Muslim. 2. dan tentu saja sebuah perhitungan yang rasional. Jadi. Dengan demikian melalui aqidahnya akan tersembul etos kerja yang baik yang tercermin dari ciri-ciri berikut ini: 1) Memiliki jiwa kepeloporan dalam menegakan kebenaran Kepeloporan disini dimaksud sebagai mengambil peran secara aktif untuk mempengaruhi orang lain agar dapat meningkatkan kualitas hidupnya. sebagai bagian dari pemenuhan kataatanya pada Allah. Sekali dia berniat. ia memilki kemampuan untuk mengambil posisi dan sekaligus memainkan peran (role) sehingga kehadiranya selalu dirasakan memberikan spirit bagi munculnya semangat peningkatan kualitas hidup setiap oran di sekitarnya. syariat Islam merupakan panduan menyeluruh dan sempurna seluruh permasalahan hidup manusia dan kehidupan dunia ini.Sebab seseorang yang memilki keyakinan yang mantap akan selalu berupaya keras untuk keberhasilan kerjanya. Dengan semangat semacam ini seorang muslim selalu berusaha mengambil posisi dan memainkan peranan positif. Tipe muslim yang memilki aqidah yang kaut akan tampak dari semangatnya yang tak kenal lelah melakukan berbagai aktivitas untuk mencapai dan menegakan kebaikan. Maka oleh sebagian penganut Islam. Syariat 2. 2) Memiliki perhitungan (kalkulatif) Setiap langkah dalam hidupnya selalu diperhitungkan dari segala aspek. serta tidah mudah menyerah bila berhadapan dengan cobaan dan rintangan. Terkait dengan susunan tertib syariat.

Pemahaman makna ini didukung oleh ayat Al Qur'an dalam Surat Al Maidah (QS 5:101) yang menyatakan bahwa hal-hal yang tidak dijelaskan ketentuannya sudah dimaafkan Allah. Yang berbunyi : Artinya : “Hai orang-orang yang beriman. niscaya akan diterangkan kepadamu. akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Allah mema`afkan (kamu) tentang hal-hal itu. maka umat Islam tidak diperkenankan mengambil ketentuan lain. secara implisit dapat dipahami bahwa jika terdapat suatu perkara yang Allah dan Rasul-Nya belum menetapkan ketentuannya. apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan. niscaya menyusahkan kamu dan jika kamu menanyakan di waktu Al Qur'an itu sedang diturunkan.Artinya : “Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu'min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu'min. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat. yaitu apa yang disebut sebagai perkara yang termasuk dalam kategori Asas Syara' dan perkara yang masuk dalam kategori Furu' Syara'. Oleh sebab itu.   Asas Syara' Yaitu perkara yang sudah ada dan jelas ketentuannya dalam Al Qur'an atau Al Hadits. janganlah kamu menanyakan (kepada Nabimu) hal-hal yang jika diterangkan kepadamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun” (QS 5:101) Dengan demikian. perkara yang dihadapi umat Islam dalam menjalani hidup beribadahnya kepada Allah SWT itu dapat disederhanakan dalam dua kategori. sesat yang nyata” (QS Al Azhab 73:33) mengajarkan bahwa sekiranya Allah dan Rasul-Nya sudah memutuskan suatu perkara. maka umat Islam dapat menentukan sendiri ketetapannya itu. Kedudukannya sebagai Pokok Syari'at Islam dimana Al Qur'an itu asas .

pada dasarnya mengikat umat Islam seluruh dunia dimanapun berada. syariah mempunyai dua makna. syariah bermakna agama secara keseluruhan yang mencakup dasar dan bagian-bagiannya. sejak kerasulan Nabi Muhammad SAW hingga akhir zaman. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama . Sifatnya. Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Keadaan darurat dalam istilah agama Islam diartikan sebagai suatu keadaan yang memungkinkan umat Islam tidak mentaati Syariat Islam. sebagaimana firman Allah : Artinya : "Dia telah mensyari'atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim. Pengertian Secara Istilah Secara istilah. kecuali dalam keadaan darurat. Perkara atau masalah yang masuk dalam furu' syara' ini juga disebut sebagai perkara ijtihadiyah. demikian pula dalam memanfaatkan keadaan tersebut tidak berlebihan. Makna pertama adalah agama. Kedudukannya sebagai cabang Syariat Islam. dan keadaan tersebut tidak diduga sebelumnya atau tidak diinginkan sebelumnya. Sifatnya pada dasarnya tidak mengikat seluruh umat Islam di dunia kecuali diterima Ulil Amri setempat menerima sebagai peraturan / perundangan yang berlaku dalam wilayah kekuasaanya. Jika keadaan darurat itu berakhir maka segera kembali kepada ketentuan syariat yang berlaku. ialah keadaan yang terpaksa atau dalam keadaan yang membahayakan diri secara lahir dan batin.  Furu' Syara' Yaitu perkara yang tidak ada atau tidak jelas ketentuannya dalam Al'quran dan Al Hadist. dengan makna ini. yaitu apa-apa yang Allah tetapkan untuk hambahamba-Nya dan mengutus utusan dengan kitab-kitab untuk menyampaikannya dan untuk menunjukkan manusia kepada kebaikan akhlak. pertama makna umum dan kedua makna khusus. muamalah dan dalam hubungan dengan Sang Pencipta.pertama Syara' dan Al Hadits itu asas kedua Syara'.

Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya).yang kamu seru mereka kepadanya. dan hukum syariah di bagi menjadi tiga: Hukum Syariah I'tiqadiyah (Tauhid). Makna kedua adalah makna yang khusus. membenarkan apa yang sebelumnya. dengan makna ini. Al Qur'an disebut juga sebagai sumber pertama atau asas pertama Syara'. dan Hukum Syariah Amaliyah (Fiqih). yaitu hukum-hukum syariah amaliyah (fiqih). Al Qur'an Al-Qur'an sebagai kitab suci umat Islam adalah firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW untuk disampaikan kepada seluruh umat manusia hingga akhir zaman (QS Saba 34:28). syariah di sebut untuk bagian-bagian agama yang termasuk di dalamnya masalah-masalah ibadah. Kami berikan aturan dan jalan yang terang." (QS Al-Maidah : 48) Dan agama berarti hukum-hukum dan aturan-aturan. yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu. yaitu menegakkan tauhid dengan meng-esa-kan Allah. dengan makna ini juga berarti syariah tidak sama dengan syariah yang lainnya." (QS Asy-Syura : 13) Setiap nabi dan rosul di perintahkan untuk menegakkan agama Allah. Hukum Syariah Akhlaqiah (Tahdzib). 2. (QS Saba 34:28) Berbunyi : . Untuk tiap-tiap umat diantara kamu. dan dengan ini. Allah berfirman : Artinya : "Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran. maka syariah berarti dasar agama. maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu.2 Sumber hukum islam 1. Selain sebagai sumber ajaran Islam.

Ijtihad Ijtihad adalah sebuah usaha untuk menetapkan hukum Islam berdasarkan Al Qur'an dan Al Hadist. malaikatmalaikat-Nya. yang harus iman kepada-Nya. dan iman kepada hari akhir termasuk di dalamnya . iman kepada rasul-rasul-Nya. antara lain : A. ada halhal ibadah tidak bisa di ijtihadkan. Al Hadist 1. kebiasaan Perbedaan Al Qur'an dan Al Hadist . tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui. Namun. Ilmu Tauhid.AL QUR'AN. diumpamakan dengan suatu hal yang mirip dan sudah jelas hukumnya C. untuk segenap manusia dibagi menjadi tiga bagian. kitab-kitab-Nya. merupakan Kumpulan yang Khusus memuat 'Ucapan-ucapan nabi Muhammad' dan 'Cerita-cerita tentang Nabi Muhammad'. Dalam upaya memahami isi Al Qur'an dari waktu ke waktu telah berkembang tafsiran tentang isi-isi Al Qur'an namun tidak ada yang saling bertentangan. peraturan yang berhubungan dengan Dzat dan Sifat Allah swt. yaitu: 1. merupakan Kitab Suci yang Oleh Pemeluknya dianggap sebagai 'Suara Tuhan' yang dituliskan. Ijma. Hadits Shaheh 3. yaitu hukum atau peraturan-peraturan yang berhubungan dengan dasardasar keyakinan agama Islam. 2. Maslahah Mursalah. kesepakatan para-para ulama B.3 Pembagian Syariat Islam Hukum yang diturunkan melalui Nabi Muhammad saw. Hadits Hasan 2.” (QS Saba 34:28) Al Qur'an merupakan kitab suci terakhir yang turun dari serangkaian kitab suci lainnya yang pernah diturunkan ke dunia. Ijtihad dilakukan setelah Nabi Muhammad SAW wafat sehingga tidak bisa langsung menanyakan pada beliau tentang sesuatu hukum. Qiyas. Misalnya. melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. yang tidak boleh diragukan dan harus benar-benar menjadi keimanan kita.Artinya : “Dan Kami tidak mengutus kamu.Al HADIS. Beberapa macam ijtihad. maudu' 3. . Hadits Dhaif 4. 2. untuk kemaslahatan umat D. 'Urf.

muamalat. maka Allah SWT telah membuat peraturan-peraturan. yaitu yang menjelaskan tentang hukum-hukum hubungan manusia dengan Tuhannya. bagi siapa yang dikehendakiNya. Ilmu Fiqh. Ilmu tauhid ini dinamakan juga Ilmi Aqidah atau Ilmu Kalam. Kedua. yaitu peraturan-peraturan yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhannya dan hubungan manusia dengan sesamanya. ibadah dan akhlak umat. Dan ibadah tidak sah (tidak diterima) kecuali disertai dengan niat. termasuk larangan berbuat musyrik dan murtad: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu. Ajaran Islam memberikan kebebasan untuk memilih agama. Akan tetapi.” (QS Al-Baqarah [2]: 256). seperti ayat Al-Quran: Artinya : “Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam). harus amanah. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. yaitu: 1. yaitu bagian yang menjelaskan tentang hukum-hukum hubungan antara manusia dengan sesamanya. puasa. ibadah. sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. segala peraturan yang mengarah pada perlindungan keutamaan dan mencegah kejelekan-kejelekan. Ilmu Akhlak. untuk terpeliharanya ajaran Islam dan terciptanya rahmatan lil‟alamin. Misalnya. 3. Ilmu Fiqh dapat juga disebut Qanun (undang-undang) 2. Barangsiapa yang . yaitu peraturan-peraturan yang berhubungan dengan pendidikan dan penyempurnaan jiwa. dan haji. Ilmu Fiqh mengandung dua bagian: pertama. 2.kenikmatan dan siksa. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah. zakat. dan dilarang berdusta dan berkhianat. seperti kita harus berbuat benar. maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Contoh ibadah misalnya shalat. harus memenuhi janji. serta iman kepada qadar baik dan buruk. Memelihara kemaslahatan agama (Hifzh al-din) Agama Islam harus dibela dari ancaman orang-orang yang tidak bertanggung-jawab yang hendak merusak aqidah. ada 5 (lima) hal pokok yang merupakan tujuan utama dari Syariat Islam.4 Tujuan Syariat Islam Menurut buku “Syariah dan Ibadah” (Pamator 1999) yang disusun oleh Tim Dirasah Islamiyah dari Universitas Islam Jakarta.

Akal manusia dibutuhkan untuk memikirkan ayat-ayat Qauliyah (Al-Quran) dan kauniah (sunnatullah) menuju manusia kamil.” (QS AnNisaa [4]: 48). orang merdeka dengan orang merdeka. Didalam Syariat Islam telah jelas ditentukan siapa saja yang boleh dinikahi. Namun. dan hendaklah (yang diberi ma`af) membayar (diat) kepada yang memberi ma`af dengan cara yang baik (pula). maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar. Ayat Al-Quran menerangkan hal ini. Salah satu cara yang paling utama dalam memelihara akan adalah dengan menghindari khamar (minuman keras) dan judi. diwajibkan atas kamu qishaash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh. Memelihara keturunan dan kehormatan (Hifzh al-nashli) Islam secara jelas mengatur pernikahan. dan siapa saja yang tidak boleh dinikahi 5. akan dicederai. Oleh sebab itu. 2. 3. (QS Al-Baqarah [2]: 178). Memelihara jiwa (Hifzh al-nafsi) Agama Islam sangat menghargai jiwa seseorang. 4. seseorang yang yang telah menyakiti orang lain. Seseorang yang telah membunuh orang lain akan dibunuh. dan mengharamkan zina. seseorang yang telah mencederai orang lain. Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan kamu dan suatu rahmat. Maka barangsiapa yang mendapat suatu pema`afan dari saudaranya. atau daiat (ganti rugi) telah dibayarkan secara wajar. Ayat Al-Quran menegaskan: “ Hai orang-orang yang beriman. maka para pemilik harta benda akan merasa lebih aman. Seperti . Barangsiapa yang melampaui batas sesudah itu.mempesekutukan Allah. karena Islam mengenal hukuman Had. diberlakukanlah hukum qishash yang merupakan suatu bentuk hukum pembalasan. Dengan demikian seseorang akan takut melakukan kejahatan. Memelihara akal (Hifzh al-‟aqli) Kedudukan akal manusia dalam pandangan Islam amatlah penting. Memelihara harta benda (Hifzh al-mal) Dengan adanya Syariat Islam. akan disakiti secara setimpal. maka dosa syirik maupun murtad akan ditumpas. maka baginya siksa yang sangat pedih. qishash tidak diberlakukan jika si pelaku dimaafkan oleh yang bersangkutan. hendaklah (yang mema`afkan) mengikuti dengan cara yang baik. Dengan adanya Syariat Islam. hamba dengan hamba dan wanita dengan wanita. yaitu potong tangan dan/atau kaki.

Hukuman ini bukan diberlakukan dengan semena-mena. Ia dengan takwa merupakan'buah' pohon Islam yang berakarkan akidah. Dilihat dulu akar masalahnya dan apa yang dicurinya serta kadarnya. Akhlak menempati posisi yang sangat penting dalam Islam. Diantaranya adalah: . dapat dilihat dari berbagai sunnah qauliyah (sunnah dalam bentuk perkataan)Rasulullah.yang tertulis di dalam Al-Quran: “Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri. selanjutnya dapat disebut juga sebagai filsafat moral. Dengan demikian Syariat Islam akan menjadi andalan dalam menjaga suasana tertib masyarakat terhadap berbagai tindak pencurian. 3. Jadi bukan berarti orang mencuri dengan serta merta dihukum potong tangan. Ada batasan tertentu dan alasan yang sangat kuat sebelum diputuskan. berasal dari bahasa Arab yang berarti perangai. potonglah tangan keduanya (sebagaimana) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Pentingnyakedudukan akhlak. Dan Allah Maha perkasa lagi Maha Bijaksana” (QS Al-Maidah [5]: 38). Berbeda dengan para koruptor yang sengaja memperkaya diri dengan menyalahgunakan jabatannya. tingkah laku. Jika ia mencuri karena lapar dan hanya mengambil beberapa butir buah untuk mengganjal laparnya. Dalam Encyclopedia Brittanica. Akhlak 3. Akhlak merupakan bentuk jamak dari kata khuluk. seharusnya benar. atau tabiat. bercabang dan berdaun syari'ah. akhlak disebut sebagai ilmu akhlak yang mempunyai arti sebagai studi yang sistematik tentang tabiat dari pengertian nilai baik. buruk. salah dan sebaginya tentang prinsip umum dan dapat diterapkan terhadap sesuatu. tentunya hukuman berat sudah pasti buatnya.1 Pengertian Ahlak Akhlak secara terminologi berarti tingkah laku seseorang yang didorong oleh suatu keinginan secara sadar untuk melakukan suatu perbuatan yang baik. tentunya tidak akan dipotong tangan.

kalau pekerjaan itu di lakukan semata-mata karena Allah saja. disebut akhlak Islami karena bersumber dari wahyu Allah yang kini terdapat dalam Al-Qur'an yang menjadisumber utama ajaran Islam. Malu Malu ialah perasaan undur seseorang sewaktu lahir atau tampak dari dirinya sesuatu yang membawa ia tercela. Qona‟ah Qona‟ah ialah menerima dengan rela apa yang ada atau merasa cukup dengan apa yang dimiliki. Qona‟ah dalam pengertian yang luas sebenarnya mengandung lima perkara: a. Benar atau jujur Benar atau jujur termasuk golongan akhlak al-karimah. ingin mendapat nama dan lain sebagainya. Dal. Menerima dengan rela apa yang ada b.2 Pembagian Akhlak Secara garis besar akhlak dapat dibagi menjadi dua. ibarat emas. dan ini tidak saja berupa perkataan tetapi juga perbuatan. Ketiga macam ini lebih-lebih malu kepada ) yaitu bohong atau dusta ). Memohon kepada tuhan tambahan yang pantas.am bahasa arab benae atau jujur di sebut siddik ( kizbu ( 2. seperti ingin di puji orang.Akhlak Nabi Muhammad. Tidak tertarik oleh tipu daya dunia 4. yaitu sebagai berikut:  Akhlak Al-Karimah ( Mahmudah ) Akhlak Al-Karimah yaitu akhlak yang senantiasa berada dalam kontrol ilahiyah yang dapat membawa nilai-nilai positif dan kondusif bagi kemaslahatan ummat. 3. Jadi. Adakala ia malu kepada dirinya sendiri. ialah emas tulen. Menerima dengan sabar ketentuan tuhan d. sesuatu pekerjaan dapat di katakan ikhlas. disertai dengan usaha atau ikhtiar c. Maksud bersih disini ialah bersihnya sesuatu pekerjaan dari campuran motif-motif yang selain Allah. Benar artinya sesuainya sesuatu dengan kenyataan yang sesungguhnya. yang diutus menyempurnakan akhlak manusia itu. Ikhlas Ikhlas adalah murni atau bersih. atau kepada orang lain. atau adakala juga malu kepada Allah. tak ada campuran. lawan dari . mengharap ridhonya dan pahalanya 3. bersih dari segala macam campuran yang lain seperti: perak dan lain sebagainya. Adapun yang tergolong kepada akhlak al-karimah atau akhlak yang mulia di antaranya : 1.

baik sewaktu dilihat orang maupun tidak. Dengki itu ialah rasa atau sikap tidak senang atas kenikmatan yang di peroleh orang lain dan berusaha untuk menghilangkan kenikmatan itu dari orang lain tersebut. sebab dengan adanya malu kepada Allah orang tidak akan berani durhaka kepada Allah dengan melanggar segala larangannya serta mengabaikan perintah-perintahnya. sukar menyadari kelemahan atau kesalahan dirinya. dan kelebihan atau kebenaran orang lain. baik dengan maksud supaya kenikmataan itu berpindah ketangan sendiri atau tidak “Takabbur itu ialah menolak . Arti takabbur ialah merasa atau mengaku dirinya besar. karena itu Nabi SAW barkata: kebenaran dan menghinakan orang lain” ( HR. Dalam pandangan agama. Sikap yang demikian berakibat dia tidak tahu dirinya. dan ini tidak saja menyangkut perkataantetapi juga perbuatan.Allah merupakan sendi keutamaan dan pokok dasar budi pekerti yang mulia.  Akhlak Mazmumah Akhlak mazmumah yaitu akhlak yang tidak dalam kontrol ilahiyah. yang tidak saj amerugikan masyarakat pada umumnya tetapi juga merugikan orang itu sendiri. Muslim )  Dengki Dengki atau kata arabnya “hasad” jelas termasuk akhlak mazmumah. dusta adalah suatu hal yang sangat terkutuk dan tercela. melebihi orang lain. atau berasal dari hawa nafsu yang berada dalam lingkaran syaithoniyah dan dapat membawa suasana negatif serta destruktif bagi kepentingan umat islam Macam-macam akhlak mazmumah  Bohong atau dusta Bohong atau dusta adalah pernyataan tentangn suatu hal yang tidak cocok dengan kenyataan yang sesungguhnya. tinggi atau mulia. pendek kata merasa dirinya serba hidup.  Takabbur Takabbur ialah salah satu diantara akhlak yang tercela pula. ia merupakan pokok dan induk dari bermacam-maacm akhlak yang buruk.

Berzikir kepada Allah melahirkan ketenangan dan ketentraman hati. Bahkan. yaitu berserah diri sepenuhnya kepada Allah dan menunggu hasil pekerjaan atau menanti akibat dari suatu keadaan. Oleh karena itu berusaha dan berdo‟a merupakan dua sisi tugas hidup manusia yang bersatu secara utuh dalam aktifitas hidup setiap muslim.Orang yang tidak pernah berdo‟a adalah orang yang tidak menerima keterbatasan dirinya sebagai manusia karena itu dipandang sebagai orang yang sombong . Kekuatan do‟a dalam ajaran Islam sangat luar biasa. B. Sesama manusia Dan Lingkungan A.3 Ahlak baik terhadap Allah SWT. karena ia mampu menembus kekuatan akal manusia. Do‟a merupakan inti ibadah.  Berzikir kepada Allah. karena ia merupakan pengakuan akan keterbatasan dan ketidakmampuan manusia. sekaligus pengakuan akan kemahakuasaan Allah terhadap segala sesuatu. yaitu mengingat Allah dalam berbagai situasi dan kondisi. Akhlak Baik Terhadap Allah SWT  Beribadah kepada Allah.  Tawaduk kepada Allah. Dalam Al-Qur‟an disebutkan: . ajaran berbakti kepada kedua orang tua ini menempati urutan kedua setelah ajaran menyembah kepada Allah S.t. baik diucapkan dengan mulut maupun dalam hati. dan pamrih dalam melaksanakan ibadah kepada Allah.  Berdo‟a kepada Allah. Mengakui bahwa dirinya rendah dan hina di hadapan Allah Yang Maha Kuasa. yaitu melaksanakan perintah Aalh untuk menyembah-Nya sesuai dengan perintah-Nya.w. yaitu rendah hati di hadapan Allah. Orang tua.3. yaitu memohon apa saja kepada Allah. menurut pendapat banyak ulama. suatu perilaku yang tidak disukai Allah. Seorang muslim beribadah membuktikan ketundukan terhadap perintah Allah. oleh karena itu tidak layak kalau hidup dengan angkuh dan sombong.  Tawakal kepada Allah. tidak mau memaafkan orang lain. Ahlak baik terhadap orang tua Salah satu ajaran paling penting setelah ajaran Tauhid adalah berbakti kepada kedua orang tua.

“‫ “األب الذي زوجك‬: bapak-ibu yang mengawinkan. dan ucapan yang dikeluarkan adalah ucapan yang baik. atau mengambil harta tanpa alasan yang benar. Dalam hal ini Allah berfiman dalam Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 263 yakni: Artinya: "Perkataan yang baik dan pemberian ma'af. maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia” (Q. Ahlak baik terhadap sesama manusia Banyak sekali rincian yang dikemukakan Al-Qur'an berkaitan dengan perlakuan sesama manusia. Allah Maha Kaya Lagi Maha Penyantun” (al-Baqarah :263) Di sisi lain Al-Qur'an menekankan bahwa setiap orang hendaknya didudukan secara wajar. Tidak masuk kerumah orang lain tanpa izin. lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan penerimanya). hal ini dijelaskan dalam surat an-Nur ayat 24 yakni : Artinya: "Pada hari (ketika). Kedua. s. C. al-Isra’ / 17:23) Ada tiga kelompok yang disebut orang tua dalam ajaran Islam. menyakiti badan. yaitu bapak-ibu kandung. jika bertemu saling mengucapkan salam. tetapi juga sampai kepada menyakiti hati dengan cara menceritakan aib sesorang dibelakangnya. Petunjuk dalam hal ini bukan hanya dalam bentuk larangan melakukan hal-hal negative seperti membunuh. lidah.ْ ‫ك‬ ْ ‫ب‬ ْ ‫دو‬ َ‫و‬ ُ‫ب‬ َ ُ‫َ إِماا َي ْبل‬ َ َ ‫ر‬ ََ ‫د‬ ‫سانا‬ َ َ ِ‫ا إ‬ َ ُ ْ‫لا َتع‬ َ َ‫ُّك أ‬ ََ ‫رب‬ َ ‫غناَ عِ ن‬ ِ ‫ال‬ َ ‫ك َب‬ َ ْ‫ْن إِح‬ َ ‫ال‬ َ ُ‫لا إِيااه‬ َ ‫ضى‬ َ ‫ق‬ َ ِ ‫والِدَ ي‬ ِ‫و‬ َ َ َ ‫ما‬ َ ‫ما‬ ُ‫ح‬ ‫ريما‬ َ ‫ق ْول‬ ُ ‫وقُل لا‬ ُ ْ‫هر‬ َ‫و‬ ‫مآ أُف‬ ُ ‫الَ َتقُل لا‬ َ‫ف‬ ُ َ‫كال‬ ‫ما أَو‬ ُ‫د‬ ِ َْ َ‫ه‬ َ ‫ما‬ َ‫ه‬ َ ‫لَ َت ْن‬ َ َ َ‫ه‬ َ‫ه‬ َ‫ه‬ َ َ‫أ‬ ِ‫ك‬ “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. yaitu bapak-ibu mertua. Pertama. Ketiga. Ketiga kelompok inilah yang diwajibkan atas kita untuk menghormati dan berbuat baik kepadanya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu. tidak perduli aib itu benar atau salah. tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjaka (An-Nur : 24). yaitu bapak-ibu guru.” . “‫ “األب الذي علمك‬: bapakibu yang mengajarkan. “ ‫األب الذي‬ ‫ “ولدك‬: bapak-ibu yang melahirkan.

karena hal ini berarti tidak memberi kesempatan kepada makhluk untuk mencapai tujuan penciptaannya. Yang demikian mengantarkan manusia bertangung jawab. serta kesemuanya memiliki ketergantungan kepada-Nya. tetapi belum tentu dipandang benar menurut Allah. Pada dasarnya akhlak yang diajarkan al-Qur'an terhadap lingkungan bersumber dari fungsi manusia sebagai khalifah. pemeliharaan. maka perbuatannya hanya dikategorikan sebagai perbuatan baik. Seseorang yg melakukan perbuatan baik. Antara lain firman Allah dalam (An-Nur. atau memetik bunga sebelum mekar. Sedangkan perbuatan baik yg didorong oleh keimanan terhadap Allah sebagai wujud pelaksanaan syariah disebut amal saleh. serta bimbingan. Akhlak baik terhadap lingkungan Yang dimaksud dengan lingkungan adalah segala sesuatu yang disekitar manusia. Dalam pandangan Islam. seseorang tidak dibenarkan mengambil buah sebelum matang. 3. sedangkan amal saleh menunjukkan pengertian syariah dan akhlak. Binatang. tumbuh-tumbuhan dan benda-benda tak bernyawa semuanya di ciptakan oleh Allah SWT.D. baik binatang. tetapi tidak dilandasi aqidah. Kerena itu didalam Al-Qur’an kata amal saleh selalu diawali dengan kata iman. Kekhalifahan menuntut adanya interaksi antara manusia dengan sesamanya dan manusia terhadap alam. sehingga ia tidak melakukan perusakan terhadap lingkungan harus dinilai sebagai perusakan pada diri manusia itu sendiri. Keyakinan ini mengantarkan seorang muslim untuk menyadari bahwa semunya adalah "umat" Tuhan yang harus diperlakukan secara wajar dan baik. dan terhadap proses yang sedang terjadi. syariah dan akhlak dalam Al-Qur’an disebut iman dan amal saleh. agar setiap makhluk mencapai tujuan penciptaanya. Ini berarti manusia dituntut mampu menghormati proses yang sedang berjalan. PENUTUP Aqidah. Kekhalifahan mengandung arti pengayoman. 24:55) : “Allah menjanjikan bagi orang-orang yg beriman diantara kamu dan mengerjakan amal saleh menjadi pemimpin di bumi sebagaimana Ia telah menjadikan orang-orang dari sebelum . dan menjadi milik-Nya. Perbuatan baik adalah perbuatan yg sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan. Iman menunjukkan makna aqidah. tumbuh-tumbuhan maupun benda-benda yang tidak bernyawa.

com/2012/12/makalah-tentang-aqidahshariat-dan ahlak_8376.blogspot. mereka tidak menserikatkan Aku dengan sesuatupun. dan mengokohkan bagi mereka agama mereka yg Ia Ridhai bagi mereka. Syariah dan Ahlak. dan menggantikan mereka dari rasa takut mereka (dengan rasa) tenang.mereka (kaum muslimin dahulu) sebagai pemimpin. Semoga kita semua termasuk golongan orang yang benar. agar dapat memahami lebih dalam apa itu Aqidah. Mereka menyembah (hanya) kepada-Ku. Demikian makalah ini kami tulis. Dan barang siapa ingkar setelah itu. maka mereka itu adalah orang-orang yg fasik” (An-Nur.html . Sumber : http://ilfen. 24:55) Terjemahan Oleh karena itu sebagai muslim dan muslimah yang taat kita harus menjalankan Aqidah . syariat dan ahlak secara bersamaan agar dapat mendapat ridha Allah SWT. yang kami harap dapat berguna untuk kami khususnya dan untuk teman-teman .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful