P. 1
Diksi Dalam Bahasa Indonesia

Diksi Dalam Bahasa Indonesia

|Views: 84|Likes:
Published by Reno Maulana
diksi
diksi

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Reno Maulana on Apr 28, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/22/2013

pdf

text

original

Diksi Dalam Bahasa Indonesia

Kelompok 2
Andri Ramadhan Aditya Fransisca Theresia Sembiring Reno Maulana Yusuf

Prodi 1 Konstruksi Gedung 2 Siang Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Jakarta Depok 16423 2011

Bapak A. Demikianlah karya tulis ini kami buat dengan semaksimal mungkin. September 2011 Tim Penulis . Kami berharap para pembaca dapat menikmati dan memahami isi dari karya tulis ini. Terima kasih juga tidak lupa kami sampaikan kepada orang tua tercinta serta teman-teman yang mendukung keberhasilan kami membuat makalah ini. Kami mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada dosen pembimbing.Kata Pengantar Segala puji bagi Tuhan YME yang telah memberikan kita anugrah kesehatan dan kemampuan sehingga kami dapat membuat karya tulis ini yang berjudul “Diksi Dalam Bahasa Indonesia”. Jakarta. Drs yang telah membimbing dan menuntun kami dalam pembuatan karya tulis ini. Aminudin. Di dalam karya tulis ini kami mencoba mengungkap tentang diksi dalam bahasa indonesia. namun apabila ada kesalahan mohon dimaklumi. Dengan adanya karya tulis ini kami mengharapkan adanya pengertian dan pemahaman dari setiap pembaca tentang pengertian dan penggunaan diksi dalam bahasa indonesia.

Daftar Isi .

Bab I. & kosa kata. Ketika Anda menulis. ketrampilan menulis / mengarang membutuhkan grafologi. perasaan (ekspresif). Akan tetapi. klausa. maksud. Kosa kata merupakan bagian dari diksi. kata merupakan kunci utama dalam upaya membentuk tulisan. Istilah ini bukan saja digunakan untuk menyatakan gagasan / menceritakan suatu peristiwa tetapi juga meliputi persoalan gaya bahasa. kata-kata tersebut harus digunakan dengan mengikuti kaidah-kaidah yang benar. Kata sebagai unsur bahasa. kata-kata yang digunakan untuk berkomunikasi harus dipahami dalam konteks alinea dan wacana. tim penulis membuat identifikasi masalah sebagai berikut: Apa pengertian dari diksi? . dan sebagainya. agar ide dan pesan seseorang dapat mudah dimengerti. ungkapan-ungkapan. tidak dapat dipergunakan dengan sewenang-wenang. Oleh karena itu. Diksi dapat diartikan sebagai pilihan kata pengarang untuk menggambarkan “cerita” mereka. Menulis merupakan kegiatan yang mampu menghasilkan ide-ide dalam bentuk tulisan secara terus-menerus & teratur (produktif) serta mampu mengungkapkan gambaran. Salah satu unsur penting dalam mengarang adalah penguasaan kosa kata. Diksi bukan hanya berarti pilih-memilih kata. sejumlah kata dalam Bahasa Indonesia harus dipahami dengan baik. Ketepatan diksi dalam suatu karangan merupakan hal yang tidak dapat diabaikan karen ketidaktepatan penggunaan diksi pasti akan menimbulkan ketidakjelasan makna. Kata merupakan tataran terendah & kalimat merupakan tataran tertinggi. dan kalimat. Oleh karena itu. Pendahuluan 1. 1.2 Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang diatas.1 Latar Belakang Bahasa terdiri atas beberapa tataran gramatikal antara lain kata. gagasan. frase. Dengan demikian. struktur bahasa.

- Apa saja syarat diksi yang baik? Apa yang harus diperhatikan sebelum menentukan untuk pilihan kata? Apa saja elemen yang terdapat dalam diksi? Apa saja contoh-contoh diksi? .

Diksi bukan hanya berarti pilih-memilih kata.Seorang pengarang harus mempunyai kemampuan untuk membedakan secara tepat nuansanuansa makna sesuai dengan gagasan yang ingin disampaikan dan kemampuan untuk menemukan bentuk yang sesuai dengan situasi dan nilai rasa bagi pembacanya. Agar dapat menghasilkan pengungkapan yang menarik melalui pilihan kata maka diksi yang baik harus memenuhi syarat-syarat. hubungan.Bab II. penulis harus memperhatikan dua hal pokok. kata benda.Makna Leksikal dan makna Gramatikal Makna Leksikal adalah makna yang sesuai dengan referennya. efektif dan mudah dimengerti. . Adapun makna menurut (Chaer. Diksi terdiri dari delapan elemen yaitu : fonem.Ketepatan dalam pemilihan kata dalam menyampaikan suatu gagasan. sesuai dengan hasil observasi alat indera / makna yang sungguh-sungguh nyata dlm kehidupan kita.Menguasai berbagai macam kosakata dan mampu memanfaatkan kata-kata tersebut menjadi sebuah kalimat yang jelas. dan uterans. Sebelum menentukan pilihan kata. Pembahasan Diksi dapat diartikan sebagai pilihan kata pengarang untuk menggambarkan cerita mereka. . Gaya bahasa sebagai bagian dari diksi yang bertalian dengan ungkapan-unkapan individu atau karakteristik. kata kerja. silabel. atau memiliki nilai artistik yang tinggi. konjungsi.Makna sebuah kata / sebuah kalimat mrpkan makna yang tidak selalu berdiri sendiri. Istilah ini bukan saja digunakan untuk menyatakan gagasan atau menceritakan peristiwa tetapi juga meliputi persoalan gaya bahasa. ungkapan-ungkapan dan sebagainya. yakni masalah makna dan relasi makna: 1. infleksi. . yaitu: . 1994: 60) terbagi atas beberapa kelompok yaitu : a.

Contoh: Kata tikus. untuk menyatakan makna jamak bahasa Indonesia. kalau mempunyai referen. Contoh: Kata meja dan kursi (bermakna referen). tetapi kata ramping bersinonim dengan kata kurus itu memiliki konotatif positif.Makna Konseptual dan Makna Asosiatif .Makna Referensial dan Nonreferensial Makna referensial & nonreferensial perbedaannya adalah berdasarkan ada tidaknya referen dari kata-kata itu. Maka kata-kata itu mempunyai referen. Makna Gramatikal adalah untuk menyatakan makna-makna atau nuansanuansa makna gramatikal. d. makna leksikalnya adalah binatang yang menyebabkan timbulnya penyakit (Tikus itu mati diterkam kucing). makna asal atau makna sebenarnya yang dimiliki sebuah leksem.” b. Contoh: Kata kurus pada contoh di atas bermakna konotatif netral.Makna Denotatif dan Konotatif Makna denotatif adalah makna asli.” menjadi buku-buku yang bermakna “„ banyak buku. Contoh: kata buku yang bermakna “sebuah buku. sedangkan kata bermakna nonreferensial kalau tidak memiliki referen. Kata karena dan tetapi (bermakna nonreferensial) c. artinya tidak memiliki nilai rasa yang mengenakkan. yaitu sesuatu di luar bahasa yang diacu oleh kata itu Kata bermakna referensial. Makna konotatif adalah: makna lain yang ditambahkan pada makna denotatif tadi yang berhubungan dengan nilai rasa orang / kelompok orang yang menggunakan kata tersebut. menggunakan proses reduplikasi. bermakna denotatif keadaan tubuhnya yang lebih kecil & ukuran badannya normal. nilai yang mengenakkan. Orang akan senang bila dikatakan ramping. Contoh: Kata kurus.

Contoh: Kata kuda memiliki makna konseptual “sejenis binatang berkaki empat yang bisa dikendarai”. bermakna orang yang ditahan.Makna Idiomatikal dan Peribahasa Yang dimaksud dengan idiom adalah satuan-satuan bahasa (ada berupa baik kata. tetapi karena berbagai faktor dalam kehidupan dapat menjadi bersifat umum. f. Kata rumah kayu bermakna. rumah yang terbuat dari kayu. Ketetapan dan kepastian makna istilah itu karena istilah itu hanya digunakan dalam bidang kegiatan atau keilmuan tertentu. dan kebimbangan memiliki makna hal yang disebut makna dasar. istilah di bidang hukum. bermakna air yang berada di sumur. baik unsur-unsurnya maupun makna gramatikal satuan-satuan tersebut. Kata merah berasosiasi berani / paham komunis. di bak mandi atau air hujan. Makna istilah memiliki makna yang tetap dan pasti. e. Contoh: Kata melati berasosiasi dengan suatu yang suci / kesucian. maupun kalimat) maknanya tidak dapat diramalkan dari makna leksikal. Contoh: Kata tahanan di atas masih bersifat umum. walaupun secara sinkronis tidak berubah. kata tahanan itu sudah pasti orang yang ditahan sehubungan suatu perkara. Makna kata itu baru menjadi jelas kalau sudah digunakan dalam suatu kalimat. Contoh: Kata ketakutan. Contoh: Kata tahanan. .Makna konseptual adalah makna yang dimiliki oleh sebuah leksem terlepas dari konteks atau asosiasi apapun.Makna Kata dan Makna Istilah Makna kata. di gelas.tapi bisa juga hasil perbuatan menahan. keberanian. Makna asosiatif adalah makna yang dimiliki sebuah leksem / kata berkenaan dengan adanya hubungan kata itu dengan suatu yang berada diluar bahasa . frase. kesedihan. Kata air.

Contoh: Putri malam. 2. frase. Antonim. Macam-macam relasi makna: 1. atau kalimat) yang maknanya kurang lebih sama dengan makna ungkapan lain. maka lazim juga disebut dengan nama perumpamaan. atau kalimat) yang maknanya dianggap kebalikan dari makna / ungkapan lain. Merupakan ungkapan (berupa kata. Sinonim sebagai ungkapan (bisa berupa kata. bermakna matahari. Merupakan kata-kata yang memiliki persamaan / kemiripan makna. g. ketercakupan makna (hiponimi).Makna Kias dan Lugas Makna kias adalah kata. Contoh: Bagai. 2. laksana dan umpama lazim digunakan dalam peribahasa. kelebihan makna (redundansi) dan sebagainya. bak. Sinonim. frase dan kalimat yang tidak merujuk pada arti sebenarnya. kebalikan makna (antonim). kegandaan makna (polisemi dan ambiguitas). Contoh: .Makna pribahasa bersifat memperbandingkan atau mengumpamakan. kelainan makna (homonimi). Contoh: Kata buruk dan jelek Kata mati dan wafat. bermakna bulan Raja siang.Relasi adalah hubungan makna yang menyangkut hal kesamaan makna (sinonim). frase.

Adalah suatu kata yang yang maknanya telah tercakup oleh kata yang lain. jambu. bagian dari suatu yang terletak di sebelah atas atau depan. Kangkung. Polisemi. Adalah sebagai satuan bahasa (terutama kata atau frase) yang memiliki makna lebih dari satu. Kata besar berantonim dengan kata kecil. dan sebagainya. Buah. kata hantu mencakup makna lain seperti kuntilanak. Merupakan suatu kata yang mencakup makna kata lain. 4. Homonim. sebab makna tongkol termasuk makna ikan. 3. kata tongkol adalah hiponim terhadap kata ikan. frase atau kalimat) yang maknanya dianggap merupakan bagian dari makna suatu ungkapan. 5. Contoh: Kata kepala bermakna bagian tubuh dari leher ke atas. Hiponim. Contoh : Tongkol.- Kata bagus berantonim dengan kata buruk. kata kangkung adalah hiponim terhadap kata sayuran. sebagai ungkapan (berupa kata. kepala paku dan kepala jarum dan lain-lain. 6. Merupakan kata-kata yang memiliki kesamaan ejaan dan bunyi namun berbeda arti. Hipernim. Contoh: Hantu. kepala meja. bagian dari suatu yang berbentuk bulat seperti kepala. kata buah mencakup makna lain seperti sirsak.dan kepala kereta api. seperti kepala susu. seperti terdapat pada manusia dan hewan. sebab makna kangkung termasuk makna sayuran. dan sebagainya. . pocong.

(amplop = uang sogokan atau pelicin) 7. atau malah hanya ketika seorang Adam “menembak jatuh” seorang Hawa. . (amplop = amplop surat biasa) Agar bisa diterima menjadi PNS ia harus member amplop kepada para pejabat. (apel = nama buah) Para siswa kelas XI melakukan apel pagi. Pak Djohar Arifin agak sangsi dalam pengambilan keputusan siding.Contoh: Amplop Untuk mengirim surat ke bapak presiden kita harus menggunakan amplop. Contoh: sangsi dan sanksi. Merupakan kata-kata yang memiliki bunyi sama tetapi ejaan dan artinya berbeda. (apel = upacara) Contoh pengunaan diksi dlm Fakta yang ada di sekitar lingkungan kita adalah : Aku suka kamu ! Aku Cinta banget sama kamu ! Mau nggak kamu jadi pacar aku ?! Aku jatuh hati banget sama kamu ! Kalimat diatas adalah kalimat yang sering dilontarkan oleh remaja-remaja yang sedang mabuk kepayang. Homograf. Homofon. Contoh: Apel Tukimin sedang memakan apel. Biasanya diucapkan di berbagai reality show sejenis. (sangsi = ragu-ragu) Budi mendapat sanksi karna telah memboloh sekolah. (sanksi = hukuman atau denda) 8. Merupakan kata-kata yang memiliki tulisan yang sama tetapi bunyi dan artinya berbeda.

atau hanya karena perlakuan orang lain tidak sesuai kepada dirinya. Alasannya mungkin karena dunia atau Tuhan yang dianggap tidak adil. Aku mau bunuh diri aja ! Aku mau kabur dari rumah saja ! Kalau kalimat model ini sering diucapkan di sinetron-sinetron tatkala seorang individu berusaha untuk memaksakan pendapatnya melalui cara yang tidak berperikemanusiaan.” Itulah sekilas makna dibalik sebuah pilihan kata .Ada kalanya juga kombinasi kalimat ini disertai dengan puisi atau 99 tangkai mawar. Tapi akhir . “Dia kan orang miskin? Ga pantes buat kamu” Berarti : Yang mengucapkan itu ”tidak suka orang kere ?!!!” Mitra bicara orang itu pun ”dipaksa” menerima asumsi pembicara bahwa ”tertuduh” adalah sosok ”begundal” atau ”gelandangan.” Yang mengucapkan juga tidak akan merestui kalau anak / saudaranya menikah dengan ”orang kere. atau karena memasang harga diri terlalu tinggi.akhir ini sering diterapkan oleh segelintir manusia di dunia nyata.

Homonim e. Makna kata dan makna istilah f.Bab III. Maksudnya. Antonim c. kita tidak dapat lari dari kamus. Penulis harus memperhatikan dua hal pokok. Dalam hal ini. kita memilih kata yang tepat untuk menyatakan sesuatu. Makna terbagi atas beberapa kelompok. Pilihan kata merupakan satu unsur yang sangat penting. Makna referensial dan makna non referensial c. Sinonim b. Makna denotatif dan makna konotatif d. Disamping itu pemilihan kata itu harus pula sesuai dengan situasi dan tempat penggunaan kata-kata itu. yaitu: a. Penutup 3. Kata yang tepat akan membantu seseorang mengungkapkan dengan tepat apa yang ingin disampaikannya. Hipernim . baik lisan maupun tulisan. Makna kias dan lugas Relasi adalah hubungan makna yang menyangkut hal: a. Makna ideomatikal dan peribahasa g. Homofon f. Homograf g. Makna leksikal dan makna gramatikal b.1 Kesimpulan Diksi ialah pilihan kata. baik dalam dunia karang mengarang maupun dalam dunia tutur setiap hari. Hiponim h. Polisemi d. makna kata yang tepatlah yang diperlukan. Makna konseptual dan makna asosiatif e. Dalam memilih kata yang setepat-tepatnya untuk menyatakan suatu maksud. yakni: masalah makna dan relasi makna. Kamus memberikan sesuatu ketepatan kepada kita tentang pemakaian kata-kata.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->