P. 1
keramba-ikan-menjanjikan

keramba-ikan-menjanjikan

|Views: 14|Likes:
Published by Windi Hilman
zzz
zzz

More info:

Published by: Windi Hilman on Apr 28, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/08/2013

pdf

text

original

Keramba Ikan Menjanjikan

Ditulis oleh Rosalinda Rabu, 15 Juli 2009 09:43

Usaha keramba ikan memiliki prospek, karena keuntungan anggota bisa mencapai Rp 1,5 juta per panen ikan, apalagi dengan membuka usaha ini dengan dana sendiri (swadaya), tentu akan memberikan lapangan kerja baik untuk pribadi maupun kelompok.

Usaha keramba ikan memiliki prospek, karena keuntungan anggota bisa mencapai Rp 1,5 juta per panen ikan, apalagi dengan membuka usaha ini dengan dana sendiri (swadaya), tentu akan memberikan lapangan kerja baik untuk pribadi maupun kelompok. Ketua Keramba Ikan Kelompok Karya Bersama, Osnadi Hasan, di Dusun Parit Mayor, Desa Kapur RT 02/RW 02 Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya, mengatakan dalam satu unit keramba, bibit ikan yang bisa masuk sebanyak 700 ekor hingga 1.000 ekor. Bibit ikan didatangkan dari Jawa dan Anjungan. Harga jual secara eceran ikan mas menurut harga pasaran Rp 25 ribu per kilogram, dan ikan nila Rp 17 ribu per kilogram. “Kebanyakan yang membeli dari penampung yang langsung datang ketempat ini, karena harganya agak murah dan di jual ke Pasar,” katanya. Menurutnya, usaha ini merupakan usaha kelompok yang terdiri dari 8 orang dan masing-masing anggota mengeluarkan dana sendiri-sendiri sesuai dengan kemampuannya,” ujar Osnadi yang dijumpai di keramba ikannya. Usaha ini, dibangun sejak tahun 2007, sejak ia dan temannya di PHK pada perusahaan Plywood, karena perusahaan tersebut bangkrut dan mengadakan PHK secara massal. Dari pembayaran PHK inilah akhirnya digunakan olehnya untuk membuka keramba ikan dan biayanya dikeluarkan oleh masing-masing anggota. “Untuk membuka usaha mereka menggunakan Sungai Kapuas yang ada di dekat tempat mereka tinggal, sehingga mereka lebih mudah mengadakan pengawasan, pengawasan ini dilakukan secara bergilir antar anggota, jadi saya tidak menggunakan tenaga kerja lain karena kelompok saya tidak bisa membayar gaji tenaga kerja dan ini juga berdasrkan kesepakatan kelompok,” ungkap Osnadi. Tempat keramba ikan ini, terletak di bawah Jembatan Tol Sungai Raya, menurutnya, lokasinya strategis. Pembuatan keramba ikan ini membutuhkan dana sebesar Rp 1 juta hingga Rp2 juta per unit belum termasuk bibit ikan. Saat ini, terdapat 43 unit keramba yang dimiliki oleh 8 anggota. Bibit ikan yang ada disini hanya dua jenis ikan mas dan nila. Umur ikan mas 3 hingga 4 bulan sudah bisa dipanen sedangkan ikan nila 5 hingga 6 bulan bisa panen. “Untuk kedepannya kelompok saya mengharapkan perhatian pemerintah terutama dalam mengatasi masalah permodalan, karena sekarang banyak kermba ikan yang dilakukan oleh masyarakat membuat pemasaran menjadi terbatas hanya di Pontianak, kalau ada campur tangan pemerintah saya yakin usaha ikan-ikan bisa dijual di perbatasan,” ungkapnya lagi.

1/1

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->