LAPORAN PRAKTIKUM MEKANIKA BATUAN

“UJI SIFAT FISIK BATUAN”
Dosen Pembimbing : Mulya Gusman, S.T, M.T Asisten Labor : Ardhymanto Am. Tanjung, A.Md

Oleh: Afdhal Husnuzan 1102364

LABORATORIUM TEKNIK PERTAMBANGAN FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS NEGERI PADANG 2013

UJI SIFAT FISIK BATUAN
A. Tujuan Percobaan Setelah melakukan uji sifat fisik batuan, praktikan diharapkan dapat: 1. Melakukan uji sifat fisik batuan dengan baik dan benar. 2. Memahami perhitungan sifat-sifat fisik batuan. 3. Mendapatkan sifat-sifat fisik batuan yang diuji.

B. Teori Singkat Batuan mempunyai sifat-sifat tertentu yang perlu diketahui dalam mekanika batuan dan dapat dikelompokkan menjadi dua bagian besar, yaitu sifat fisik dan sifat mekanik. Kedua sifat tersebut dapat ditentukan baik di laboratorium maupun di lapangan (in-situ). Satu contoh dapat digunakan untuk menentukan kedua sifat batuan. Uji pertama pada sampel batuan yang akan dilakukan adalah uji sifat fisik, karena pada pengujian ini tidak merusak (non-destructive test), kemudian dilanjutkan dengan penentuan sifat mekanik batuan yang merupakan pengujian merusak sampel (destructive test) sehingga batu contoh hancur. Persiapan pemercontoh batuan massa batuan harus dilakukan dengan hati-hati dan selalu memperhatikan prosedur penyimpanan agar sifat institunya tidak berubah. Sifat fisik batuan yang ditentukan adalah sebagai berikut. 1. Bobot isi asli (natural density) Merupakan perbandingan antara berat batuan asli dengan volume total batuan (termasuk rongga). 2. Bobot isi kering (dry density) Merupakan perbandingan antara berat batuan kering dengan volume total batuan.

Kadar air asli (natural water content) Merupakan perbandingan antara berat air dalam batuan asli dengan berat butiran batuan dan dinyatakan dalam % 7. 5.3. Alat: 1) Ayakan 2) Sekop semen 3) Pipa paralon besar 5 buah . Bobot isi jenuh (saturated density) Merupakan perbandingan antara berat batuan jenuh dengan volume total batuan. 8. Kadar air jenuh (saturated water content) Merupakan perbandingan dengan antara berat air dalam batuan jenuh dengan berat butiran batuan dan dinyatakan dalam %. Porositas Merupakan perbandingan antara volume rongga dalam batuan dalam volume total batuan dan di nyatakan dalam % 10. Alat dan Bahan 1. Angka pori (void ratio) Merupakan perbandingan antara volume rongga dalam batuan dengan volume butiran batuan. 4. Berat jenis asli (true specific grafit) Merupakan perbandingan antara bobot isi butiran batuan dengan bobot isi air 6. Berat jenis semu (apparent specific grafity) Merupakan perbandingan antara bobot isi kering batuan dengan bobot isi air. Derajat kejenuhan (degree of saturation) Merupakan perbandingan antara kadar air asli dengan kadar air jenuh dan dinyatakan dalam % 9. C. Pembuatan sampel a.

Alat: 1) Timbangan digital ketelitian 0.01 gram 2) Benang 3) Ember 4) Kompor listrik 5) Spatula b. Bahan: 1) Air 2) Sampel yang permukaannya sudah dihaluskan . Uji Sifat Fisik a. Persiapan Sampel a. Bahan 1) Semen 2) Pasir 3) Oli 4) Air 2.4) Pipa paralon kecil 5 buah 5) Ember 6) Kuas 7) Triplek 5mm 8) Kawat pengikat b. Bahan: 1) Air 2) Sampel coring 3. Alat: 1) Mesin pemotong 2) Ampelas 3) Pengukur siku 4) Alat ukur 5) Spidol b.

D. Siapkan satu ember semen dan satu ember air. e. Campurkan satu ember semen dengan satu ember pasir yang telah diayak hingga tercampur dengan merata. Ayaklah pasir yang telah disiapkan sehingga didapatkan satu ember pasir yang halus. Pembuatan sampel manual ini tidak berpengaruh terhadap prosedur uji sifat fisik batuan yang akan dilakukan karena sampel dibuat sedemikian rupa sehingga memenuhi persyaratan untuk pengujiannya. Langkah Kerja Uji sifat fisik batuan dilakukan dalam beberapa tahap yang dilaksanakan dalam beberapa kali praktikum. Tahap pertama adalah pembuatan sampel coring. Pembuatan Sampel Sampel coring dibuat secara manual dikarenakan faktor kesulitan dalam mendapatkan sampel coring asli. Campuran semen dan pasir dibuat membentuk kubah pada bagian tengahnya. d. b. Langkah-langkah percobaan uji sifat fisik batuan adalah sebagai berikut: 1. Langkah-langkah dalam pembuatan sampel adalah sebagai berikut: a. . kemudian persiapan sampel dan yang terakhir adalah penimbangan berat sampel dalam empat kondisi yang dibutuhkan dalam perhitungan untuk mengetahui sifat-sifat fisik batuan yang diuji. c. Campurkan air secara perlahan.

oleskan oli secara merata pada bagian dalam pipa paralon yang akan digunakan sebagai cetakan coring. g. i. kencangkan kawat pengikat pada pipa cetakan. Sementara mengaduk campuran semen. h. pasir dan air diaduk menggunakan sekop semen hingga merata. Setelah campuran semen terpadatkan.f. Campuran semen. Masukkan campuran semen kedalam cetakan coring dan kemudian padatkan dengan cara memukul pada sisi pipa cetakan. Kemudian longgarkan kawat pengikat pada pipa. .

Sampel kemudian beberapa hari sampai mengeras. Bukalah pipa cetakan pada sampel yang sudah mengeras dengan melonggarkan kawat pengikat terlebih dahulu. Persiapan Sampel Sampel yang telah keras akan dipotong untuk bahan uji sifat fisik dan uji sifat mekanik. Tandai ukuran sampel untuk uji sifat fisik dan uji sifat mekanik pada sampel dengan jarak batas antar ukuran 3mm.j. b. Langkah-langkah dalam persiapan sampel uji adalah sebagai berikut: a. 2. Posisikan sampel dengan benar. D = Diameter). Sambungkan aliran air ke mesin pemotong yang telah dinyalakan. kemudian potonglah sesuai dengan batas ukuran yang telah ditandai sebelumnya. d.5 (L = Panjang. c. Sampel untuk pengujian sifat fisik dipotong dengan panjang 2cm. . Penyambungan air bertujuan agar debu pemotongan tidak beterbangan. Sedangkan untuk uji sifat mekanik sampel dipotong dengan ketentuan 2 < L/D < 2. Pemotongan sampel harus sesuai dengan ketentuan agar didapatkan hasil uji yang lebih akurat.

Beri tanda pada masing-masing sampel. Sampel yang telah dipotong diukur dengan pengukur siku sehingga didapatkanlah permukaan yang rata dan menyiku dengan sisi tegaknya.e. . f. Permukaan atas dan bawah sampel yang telah siku dihaluskan dengan ampelas. g. Batas toleransi siku adalah ± 3mm.

Uji Sifat Fisik Untuk pengujian sifat fisik batuan diperlukan beberapa variabel. Sampel dijenuhkan dengan cara direndam selama 24 jam. b. d. Kemudian ditimbang berat batu jenuh (Ww).3. yaitu berat natural (Wn). Sampel ditimbang berat jenuh tergantung di dalam air (Ws). c. Penimbangan percontoh berat batu natural (Wn). berat batu jenuh (Ww). Langkah-langkah dalam pengujian ini adalah sebagai berikut: a. Sampel dikeringkan dengan kompor listrik ± 10 menit lalu ditimbang. berat batu jenuh melayang (Ws) dan berat kering oven (Wo). Setelah itu sampel dipanaskan kembali dengan waktu yang sama: .

03 78.6 101.39 35.04 105.72 110. G.41 28.74 118.6 109. B.a. maka batu dikeringkan kembali. D dan E) berukuran besar dan 5 sampel (F.38 101.3 89. Jika berat setelah dikeringkan ternyata sama dengan hasil penimbangan sebelumnya.14 95.44 95.78 84.72 119.65 32. Sampel tersebut dibagi dengan dimensi yang sama.83 30.54 . C.86 112. TABEL PENGAMATAN Percobaan uji sifat fisik dilakukan terhadap 20 sampel yang terdiri dari 5 sampel (A. maka berat batu kering oven (Wo) telah diketahui.24 89. Jika berat setelah dikeringkan masih berkurang dari hasil penimbangan sebelumnya.17 32.58 83. Sampel A1 A2 B1 B2 C1 C2 Wn Ww Ws Wo Deskripsi Batu beton Batu beton Batu beton Batu beton Batu beton Batu beton (gram) (gram) (gram) (gram) 117. E.87 114. H.5 89. b. Data yang diperoleh berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan adalah sebagai berikut: Sampel berukuran besar No.46 22. I dan J) berukuran kecil yang masing-masing dibagi menjadi dua.

52 18.86 66. parameter sifat fisik yang akan dihitung menggunakan rumus berikut .46 60.9 68.56 61.75 15.41 23.84 98.9 65.35 65.87 62.3 85.73 118.58 62.79 54.38 20.13 15.12 73.93 66.35 58. Sampel F1 F2 G1 G2 H1 H2 I1 I2 J1 J2 Wn (gram) 56.94 105.63 28.5 97.13 91.23 30. semua sampel kemudian dipotong dengan ukuran panjang 2cm.25 52.72 59.58 97.03 55.21 18.75 63. Dari data yang telah didapatkan.7 86.5 59.46 Deskripsi Batu beton Batu beton Batu beton Batu beton Batu beton Batu beton Batu beton Batu beton Batu beton Batu beton (gram) (gram) 59.28 58.D1 D2 E1 E2 Batu beton Batu beton Batu beton Batu beton Rata-rata 114.21 Sampel berukuran kecil No.74 63. Selain itu.67 61.64 59.35 100.35 30.65 15.38 Rata-rata F.93 Ww Ws Wo (gram) 51.57 57.96 17.67 60. ANALISA DATA Seluruh sampel yang digunakan dalam pengujian sifat fisik batuan terbuat dari bahan dan cetakan yang memiliki dimensi diameter yang sama.37 65.92 92.43 109.62 53.93 68.87 16.46 92.37 64.27 63.96 18.41 16.54 56.3 103.03 29.09 6.07 70.86 94.

Kadar air jenuh (saturated water content) ωsat = Ww − W0 x 100% W0 8. Derajat kejenuhan (degree of saturation) S = Wn − W0 x 100% Ww − W0 9. Porositas n= Ww − W0 x 100% Ww − Ws 10. Bobot isi asli (natural density) γn = Wn Ww − Ws 2. Berat jenis semu (Apparent specific gravity) SGapp W0 Ww − WS = bobot isi air 5. Bobot isi kering (dry density) γ0 = W0 Ww − Ws 3. Angka pori (void ratio) n e= 1−n . Berat jenis asli (True specific gravity) W0 W0 − WS SG = bobot isi air 6. Kadar air asli (natural water content) ωn = Wn − W0 x 100% W0 7. Bobot isi jenuh (saturated density) γsat = Ww Ww − Ws 4.1.

45 1.72 114.18 1.27 1.6 101.27 1.58 97.72 28.6 109.31 1.46 92.14 95.78 84.24 SG 1.21 1.86 112.3 103.18 1.40 1.55 1.03 78.32 1.35 30.51 1.42 1.28 1.31 1.23 1.No.39 1.33 1.74 118.35 1.94 Rata-rata Ws (gram) 35.41 1.39 SGapp 1.23 1.41 28.31 1.24 γsat (g/cm3) 1.18 1.35 1.23 1.35 1.65 32.39 1.55 1.17 32.45 Keterangan : γn = bobot air natural γ0 = bobot air kering γsat = bobot air jenuh SGapp = Berat jenis semu SG = Berat jenis asli .31 1.23 1.22 1.7 86.46 22.19 1.23 1.86 γn (g/cm3) 1.47 1.34 1.84 98.28 1.45 1.92 92.13 91.5 97.42 1.29 1.03 Wo (gram) 110.33 1.3 89.44 95.32 γ0 (g/cm3) 1.35 Ww (gram) 119.5 89.3 85.83 30.27 1.39 1. Sampel A1 A2 B1 B2 C1 C2 D1 D2 E1 E2 Wn (gram) 117.41 23.62 1.87 114.43 1.38 101.33 1.54 109.26 1.04 105.18 1.52 1.24 89.23 30.31 1.39 118.58 83.18 1.38 1.

38 101.93 6.63 13.20 0.74 118.30 85.60 101.08 64.03 Wo (gram) 110.60 13.50 97.41 23.14 8.04 105.09 61.72 28.32 0.18 0.44 95.54 20.24 89.03 78.55 70.46 5.23 8.13 S (%) 76.41 28.92 12.15 13.54 109.90 5.60 109.06 57.13 91.23 0.33 14.72 45.78 84.50 89.18 0.94 Rata-rata Ws (gram) 35.23 30.18 Keterangan : ω ωsat S n e = Kadar air asli = Kadar air jenuh = Derajat kejenuhan = Porositas = Angka pori .42 13.58 83.68 52.30 89.30 103.53 6.14 95.83 30.70 86.35 30.65 32.39 118.11 0.08 n (%) 11 15 16 18 16 17 10 17 24 8 15 e 0.66 8.15 61.86 112.08 13.18 0.46 92.13 0.09 0.No.35 Ww (gram) 119.26 6.99 6.86 ω (%) 6.62 12.72 114.21 0. Sampel A1 A2 B1 B2 C1 C2 D1 D2 E1 E2 Wn (gram) 117.56 49.17 32.46 22.87 114.58 97.92 92.31 0.74 53.84 98.92 ωsat (%) 8.78 6.54 8.

93 68.24 1.97 1.18 1.52 18.39 1.41 1.40 1.26 1.36 1.18 γsat (g/cm3) 1.58 62.47 1.33 1.13 1.26 1.17 1.62 53.03 55.28 1.96 17.27 63.25 1.35 58.07 70.67 60.37 65.33 1.33 1.23 1.72 59.25 52.38 20.33 1.97 1.25 1.79 54.56 61.57 γn (g/cm3) 1.87 16.74 63.27 γ0 (g/cm3) 0.28 58.13 1.35 65.25 1.17 1.06 1.46 60.14 1.13 15.33 1.41 Wo (gram) 51.No.24 1.33 1.96 18.34 SGapp 0.37 1.87 62.54 56.34 1.14 1.40 1.12 73.93 66.75 15.15 1.65 15.18 1.47 1.75 63.25 1.64 59.90 68.32 1.23 1.24 1. Sampel F1 F2 G1 G2 H1 H2 I1 I2 J1 J2 Wn (gram) 56.42 1.41 1.43 1.45 1.18 SG 1.40 Keterangan : γn = bobot air natural γ0 = bobot air kering γsat = bobot air jenuh SGapp = Berat jenis semu SG = Berat jenis asli .67 Ww (gram) 59.50 59.21 18.13 1.25 1.90 Rata-rata Ws (gram) 6.39 1.37 64.40 1.35 1.86 66.25 1.

75 63.06 8.66 65.87 16.90 Rata-rata Ws (gram) 6.51 65.No.58 17.19 Keterangan : ω ωsat S n e = Kadar air asli = Kadar air jenuh = Derajat kejenuhan = Porositas = Angka pori .79 6.28 58.42 10.29 58.99 7.12 73.67 Ww (gram) 59.07 70.87 62.37 64.75 15.90 7.03 55.19 0.27 63.96 18.15 0.94 56.20 0.68 9.79 54.65 15.14 42.81 6.90 68.57 ω (%) 9.93 66.58 12.99 13.35 65.58 n (%) 16 16 13 19 13 16 19 13 16 16 16 E 0.78 ωsat (%) 15.12 10.28 S (%) 56.62 53.21 18.53 6.75 73.96 17.35 58.93 64.56 61.24 0.93 68.46 55.71 7.94 13.24 0.72 59.16 0.04 10.86 66.11 56.41 Wo (gram) 51.54 56.14 17.39 52.18 0.14 0.49 5.46 60.10 9.37 65.58 62.94 12. Sampel F1 F2 G1 G2 H1 H2 I1 I2 J1 J2 Wn (gram) 56.45 13.64 59.67 60.18 0.52 18.50 59.25 52.74 63.18 0.13 15.38 20.

Bobot isi jenuh (saturated density) γsat = Ww Ww − Ws 105.38 γsat B = = 1.39 = 1.21 57.63 − 29.18 2.09 − 16. selain perhitungan satu persatu.09 − 16.43 𝛾0 𝐵 = γ0 K = 57.38 γn B = = 1. sifat fisik juga dapat dihitung dengan menggunakan nilai Wn. Bobot isi asli (natural density) γn = Wn Ww − Ws 100.43 γsat K = 65.09 Ws* (gram) 29.18 3.93 Ww* (gram) 105. Oleh karena itu.34 .09 65.24 = 1. Ww.46 65.93 65.38 = 1.21 105.63 65.38 Wo* (gram) 94.73 61.Keseluruhan sampel terbuat dari bahan dan dimensi cetakan yang sama.32 = 1.63 − 29.63 105. Wo dan Ws rata-rata sehingga didapatkan nilai sifat-sifat fisik yang mewakili dari semua sampel.73 105.09 − 16.43 16.63 − 29.46 1. Bobot isi kering (dry density) γ0 = W0 Ww − Ws 94. Sampel A–E F–J *Nilai W rata-rata Wn* (gram) 100.43 γn K = 61.

40 6.46 65.92% = 7.63 − 94.46 − 16.43 = 1.09 − 16.13% = 13.28% 8.46 ωn B = = 6.18 5.09 − 57.21 x100% 94.21 SG B = 94.63 − 94. Kadar air jenuh (saturated water content) ωsat = Ww − W0 x 100% W0 105. Berat jenis asli (True specific gravity) W0 W0 − WS SG = bobot isi air 94.21 − 29. Kadar air asli (natural water content) ωn = Wn − W0 x 100% W0 100.21 ωn K = 61.24 SGapp K = 57.21 ωsat K = 65.4. Derajat kejenuhan (degree of saturation) S = Wn − W0 x 100% Ww − W0 100.38 = 1.21 SGapp B = 105.08% SB= .46 𝑥100% 57.21 = 57.73 − 94.78% 7.46 𝑥100% 57.93 − 57.21 x100% 94.45 SG K = 57.46 ωsat B = = 12.43 = 1.38 = 1.63 − 29.21 x100% 105.73 − 94.46 57. Berat jenis semu (apparent specific gravity) W0 Ww − WS SGapp = bobot isi air 94.

Ww. Ws dan Wo masing-masing sampel dengan analisa data sifat fisik yang perhitungan menggunakan Wn. Angka pori (void ratio) n e= 1−n 0.16 1 − 0.46 x100% 65. maka dapat ditarik beberapa kesimpulan.63 − 29.18 *Keterangan : B = Sampel besar K = Sampel kecil eK= 0.43 nK= 65. KESIMPULAN Berdasarkan percobaan uji sifat fisik dan analisa data yang telah dilakukan.46 = 58. 1.19 G.46 x100% 65.15 = 0.21 x100% 105.09 − 57.93 − 57.58% 9. Ww.16 = 0. Terdapat nilai yang sama antara perhitungan analisa data sifat fisik yang menggunakan Wn. Ws dan Wo ratarata.09 − 16.38 nB= = 15% = 16% 10.SK= 61.15 eB= 1 − 0.63 − 94. Untuk hasil yang lebih akurat percobaan dilakukan dengan menguji sifat fisik suatu batuan dengan jumlah sampel uji yang cukup banyak (20 sampel). .09 − 57. 2. Porositas n= Ww − W0 x 100% Ww − Ws 105.

b. Akurasi alat pemotong sampel batuan yang menyebabkan sampel tidak terpotong dengan ukuran yang sama. 3) Penyebaran rongga (void) yang berbeda dalam batuan. porositas dan void ratio. . pasir dan air yang digunakan untuk membuat sampel coring tidak tercampur dengan sempurna. kadar air jenuh (saturated water content). 2) Ukuran dan bentuk partikel/butir yang tidak sama pada setiap titik. yaitu: 1) Jenis mineral pembentuk batuan yang tidak seragam pada setiap titik. Parameter yang diperoleh dari uji sifat fisik batuan adalah bobot isi asli (natural density). kadar air asli (natural water content). Uji sifat fisik merupakan pengujian yang tidak merusak sampel batuan (non-destructive test). Ws dan Wo pada sampel. Sifat heterogen batuan.3. 4. berat jenis asli (true specific grafity). derajat kejenuhan (degree of saturation). berat jenis semu (apparent specific grafity). bobot isi jenuh (saturated density). 5. Terdapat perbedaan nilai Wn. Hal ini disebabkan oleh faktor berikut: a. bobot isi kering (dry density). artinya semen. Ww.

Bandung: Penerbit ITB . Dasar Teori dan Petunjuk Uji. Wattimena. (1993). dkk. Bandung: Penerbit ITB Rai. Astawa Made dan Ridho K. Astawa Made.DAFTAR PUSTAKA Rai. (2010). Mekanika Batuan.