Nama NIM Prodi

: M. Shabur Rihardani : 1109035015 : Teknik Industri

Tugas Proses Produksi 1)Bagaimana pengaruh besarnya arus pada pengelasan dan tergantung apa arus tersebut di setting? 2)Sebutkan dan jelaskan jenis jenis elektroda untuk pengelasan! 3)Jelaskan proses pembuatan bangku dari raw material! Jawab 1) Analisa pengaruh besar arus pada pengelasan dengan metode striking dan weaving Gas tungsten arc welding atau tungsten inert gas welding adalah jenis las listrik yang menggunakan bahan tungsten sebagai elektroda tidak terkonsumsi.Bahan penambah berupa batang las (rod), yang dicairkan oleh busur nyala untuk mengisi kampuh bahan induk dan untuk mencegah oksidasi digunakan gas mulia Argon UHP Perubahan suhu pada daerah HAZ (Heat Affected Zone) secara drastis akibat masukan panas, geometri sambungan, posisi pengelasan, macam elektroda dan diameter inti elektroda, proses pembentukan spesimen juga berpengaruh terhadap perubahan nilai kekerasan logam, meskipun selama pembentukan dilakukan dengan cara pengerjaan dingin, dimana arus pengelasan menentukan penetrasi las dapat mempengaruhi nilai kekerasan, sehingga dengan variasi besar arus 80 Ampere, 120 Ampere, 160 Ampere dan metode pengelasan striking dan weaving di gunakan sebagai variabel untuk mengetahui perbedaan nilai kekerasan dan struktur mikronya.

Semakin besar arus yang digunakan semakin kecil butiran-butiran atom pada struktur mikronya semakin jauh jaraknya dan menyerupai bentuk ferit-perlit.138 mm. Nilai kekerasan metode striking dengan arus 160 Ampere pada jarak 2mm sebesar 23. Nilai kekerasan metode striking dengan arus 120 Ampere pada jarak 2mm sebesar29. 160A tetapi tidak ada perbedaan nilai kekerasan. sedangkan metode weaving 24.Dalam penelitian ini hasil yang diperoleh bahwa pengelasan metode striking dan metode weaving tidak mengalami perbedaan nilai kekerasan yang signifikan. Ini terbukti pada luas daerah HAZ metode weaving lebih luas dibanding metode striking. Pada dasarnya metode weaving mempengaruhi luas daerah HAZ dibanding metode striking dengan variasi arus 80A.67 HRC dan luas daerah HAZ 5.083 mm.92 HRC dan luas daerah HAZ 3.691 mm. 120A. .352 mm.50 HRC dan luas daerah HAZ 3.Dan didapat bahwa variasi besar arus 80 Ampere yang digunakan memberikan nilai kekerasan metode striking pada jarak 2mm sebesar35.25 HRC dan luas daerah HAZ 3. serta semakin besar arus mempengaruhi luas daerah HAZ juga.08 HRC dan luas daerah HAZ 3. sedangkan metode weaving 22.75 HRC dan luas daerah HAZ 5. Posisi Pengelasan yang dapat digunakan Posisi Di Bawah Tangan Kemiringan elektroda 10 derajat – 20 derajat terhadap garis vertical kearah jalan elektroda dan 70 derajat-80 derajat terhadap benda kerja. karena jarak 2mm tersebut bukan terletak pada daerah HAZ akan tetapi di daerah logam las.266 mm. sedangkan metode weaving 33. Sedangkan Pada proses pengelasan metode striking dan weaving pada jarak 2mm dari pusat pengelasan memiliki nilai kekerasan lebih kecil dibandingkan dengan jarak uji 10mm.485 mm.

Pengelasan arah naik kecepatannya lebih rendah dibandingkan pengelasan dengan arah turun.Dapat diapplikasikan pada material pipa dengan jalan pipa diputar. yaitu : -Pengelasan naik Biasanya dilakukan pada pipa yang mempunyai dinding teal karena membutuhkan panas yang tinggi.Posisi Tegak (vertical) Mengelas posisi tegak adalah apabila dilakukan arah pengelasannya keatas atau ke bawah. Posisi Di Atas Kepala (Overhead) Mengelas dengan posisi ini benda kerja terletak pada bagian atas juru las dan kedudukan elektroda sekitar 5 derajat – 20 derajat terhadap garis vertical dan 75 derajat-85 derajat terhadap benda kerja. sehingga panas masukan tiap satuan luas lebih tinggi dibanding dengan pengelasan .Dengan kemiringan elektroda sekitar 10 derajat15 derajat terhadapvertikal dan 70 derajat-85 derajat terhadap benda kerja. Sewaktu mengelas elektroda dibuat miring sekitar 5 derajat – 10 derajat terhadap garis vertical dan 70 derajat – 80 derajat kearah benda kerja. Posisi Datar (1G) Pada posisi ini sebaiknya menggunakan metode weaving yaitu zigzag dan setengah bulan Untuk jenis sambungan ini dapat dilakukan penetrasi pada kedua sisi.Type posisi datar (1G) didalam pelaksanaannya sangat mudah. tetapi dapat juga dilakukan penetrasi pada satu sisi saja. Posisi Horizontal Pipa (5G) Pada pengelasan posisi 5G dibagi menjadi 2. Posisi Datar (horizontal) Mengelas dengan horizontal biasa disebut juga mengelas merata dimana kedudukan benda kerja dibuat tegak dan arah elektroda mengikuti horizontal.

maka diperlukan las kancing (tack weld) pada posisi jam 5-8-11 dan 2. Sedangkan bahan yang digunakan untuk melindngi oksidasi berasal dari gas pembakaran busur itu sendiri atau . Tujuannya lapisan las dilindungi adalah untuk mencegah oksidasi.Alasan penggunaan las turun lebih menguntungkan dikarenakan lebih cepat dan lebih ekonomis. 2) JENIS ELEKTRODA A.00 melalui jam 6 dan kemudian dilanjutkan dengan posisi jam 5. Elektroda dibagi menjadi beberapa klasifikasi.Posisi pengelasan 5G pipa diletakkan pada posisi horizontal tetap dan pengelasan dilakukan mengelilingi pipa tersebut. Elektroda baja paduan c.00 melalui jam 3. Elektroda yang habis terpakai (Shielded Metal Arc Welding) Elektroda yang habis terpakai maksudnya adalah elektroda yang habis menutupi bahan atau kampuh las dalam proses las dan juga gas yang keluar akibat melelehnya elektroda dan lapisan pelindung digunakan sebagai pelindung saat pengelasan busur.30 ke jam 12. Elektroda bukan baja (non ferrous) Komposisi bahan elektroda dibedakan untuk dapat mempermudah memilih bahan tambah untuk mengelas benda kerja yang sesuai dengan bahan elektroda. Gerakan elektrode untuk posisi root pass (las akar) adalah berbentuk segitiga teratur dengan jarak busur ½ kali diameter elektrode. Elektroda baja karbon b.turun. Supaya hasil pengelasan baik. Mulai pengelasan pada jam 5. Lapisan pelindung ini jika sudah mengering akan membentuk terak yang mudah untuk dihilangkan dengan palu atau sikat terak.30 ke jam 12. Elektroda menurut bahannya a. antara lain : 1. -Pengelasan turun Biasanya dilakukan pada pipa yang tipis dan pipa saluran minyak serta gas bumi. Elektroda berdasarkan fungsinya dalam kaitan hubungan dengan bahan pengelasan yaitu: a. 2.

Elektroda menurut lapisan pelindungnya a. besi mangan.High iron oxide . Elektroda yang tidak langsung habis terpakai (tungsten electrode) Adalah jika elektroda yang dipakai berbahan tungsten. Elektroda ini digunakan pada pengelasan dengan metode GTAW (Gas Tungsten Arc Welding).High iron oxide. .Iron powder.High tittania sodium .dengan lapisan pelindung kimia dan butir – butir zat pelindung oksidasi pada las SAW (Submerged Arc Welding).Iron powder. iron powder b.High titania potassium .1mm dan berat lapisan sekitar 1% – 5% dari berat elektroda. low hydrogen . titan dioksida.Low hydrogen potassium.Elektroda berbalut tipis mempunyai tebal lapisan balutan 0.Low hydrogen sodium . Adapun lapisan – lapisan tersebut terdiri dari beberapa jenis yang disesuaikan dengan maksud dan cara perlindungan yang tepat untuk berbagai jenis pengelasan. Elektroda berbalut Elektroda las yang berbalut banyak dipergunakan pada proses mengelas dengan busur nyala. Pada umumnya elektroda berbalut dibedakan menjadi dua yaitu . . dimana balutan dari suatu kawat inti elektroda terbuat dari bahan – bahan seperti soda silikat. Jenis – jenis lapisan pelindung yang dimaksud antara lain . titania . yaitu elektroda yang memiliki ketahanan panas yang tinggi terhadap suhu las dan hanya digunakan sebagai busur tetap untuk jarak tertentu.High cellulose sodium .High cellulose potassium . iron powder .Low hydrogen potassium . 3. kalsium karbonat dan sebagainya. alumunium silikat.

Menyediakan suatu terak pelindung untuk menurunkan kerapuhan akibat pendinginan. posisi/cara pengelasan. terdapat kesamaan ataupun kemiripan . jeruji jendela. Memungkinkan dipergunakannya posisi-posisi yang berbeda. Pada umumnya elektroda ini digunakan dalam menggunakan las otomatis karena kampuh las mempunyai bahan pengisi tersendiri dan pemakainnya pada mesin las tangan hanya pada mesin las arus searah yang digunakan untuk mengelas benda kerja yang tidak terlalu penting (berkualitas rendah) seperti : mengela pagar. 6.Elektroda berbalut tebal mempunyai lapisan sekitar 1 – 3 mm dan berat lapisan sekitar 15% – 30% dari berat elektroda. dibuatlah system symbol atau kode yang akan mengidentifikasi jenis bahan dan lapisan pelindungnya. kekuatan mekanisnya. Membantu pengontrolan ukuran dan frekuensi tetesan logam cair. Membuat busur api stabil dan mudah dikontrol. dan jenis arus serta polaritas listrik yang dikehendaki. B. dan sebagainya. Masing-masing Negara maju menyusun symbol untuk negaranya sendiri sehingga sangat banyak jumlah symbol yang digunakan. Elektroda tidak berbungkus (elektroda polos) Elektroda ini sangat jarang digunakan karena sukar memelihara kestabilan busur nyala dibandingkan dengan elektroda berbalut. 3. Namun dengan persetujuan diantara mereka. Menyediakan Suatu perisai yang melindungi sekeliling busur api sehingga oksigen dan nitrogen tidak memasuki logam las. 4. maka untuk memudahkan pengidentifikasiannya agar sesuai dengan bahan yang akan dilas dan cara pengelasannya. 5. 2.. Mengisi setiap kekurangan yang disebabkan oleh oksidasi elemenelemen tertentu dari genangan las. fungsi lapisan elektroda adalah sebagai beikut: 1. Secara keseluruhan. Simbol Elektroda dan Maknanya Berhubung sangat banyaknya jenis elektroda yang dipergunakan untuk berbagai jenis pengelasan. b.

Pada bagian kaki– kaki material besi yang digunakan. Pemotongan pipa Pada proses ini. baik dari segi fungsional maupun dari segi ekonomi.diperlukan sebuah strategi untuk memilih material atau meminimalisir beberapa kandidat menjadi satumaterial unggulan tentunya melalui beberapa prosesscreening.tentunya kita harus memilih sebuah material yang baik juga. Pemilihan material untuk pembuatan kursi lipat harus sesuai dari segi kenyamanandan fungsi serta memenuhi persyaratan mekanis dan desain. pipa besi dipotong sesuai dengan ukuran yang diinginkan. Untuk pondasi ujung kaki dilapisi karet agar tidak selip. dan untuk alas buku menggunakan kayu.dalam sifat mekanis maupun susunan kimianya. Berikut akan dijelaskan uraian masing-masing proses pembuatan kursi lipat dari raw material: a. cara. Terlalu banyak pilihan materialyang ada sehingga membuat banyak orang bingung dalam menentukan material mana yang cocok. Untuk sandaran punggung dandudukan memakai plastik. Secara garis besar pemilihanmaterial didasarkan pada fungsi komponen. dan objectivesyang telah ditentukan untuk mengoptimalkan fungsi. Pemotongan dilakukan per komponen dimana komponen sandaran kursi dipotong terlebih dahulu hingga mencapai jumlah tertentu disusul komponen alas kaki. Oleh karena itu. constraint yang harus dipenuhi. dan metode pembacaan yang berorientasi pada AWS (American Welding Society). 3) Proses pembuatan kursi lipat Proses Manufaktur dan Pemilihan Material Kursi yang terdapat pada bangku kuliah umumnya bisa dilipat. Membuat suatu produk yang baik. . sehingga dapat disusun suatu daftar.

pipa akan memasuki stasiun pengeboran. Pembentukan dudukan plat kursi lipat Pada proses ini. Kemudian komponen kaki yang sudah dipon juga dibor di bagian ujung pipa sebanyak 2 lubang. e. komponen yang akan dilas cukup dimasukkan . Plat yang sudah dipotong diukur dengan jangka sorong dan meteran. Langkah selanjutnya adalah pemberian lubang pada plat yang sudah terbentuk. Untuk lekukan yang tidak terlalu lekuk digunakan mesin bengkok manual. Tujuan pengeponan adalah memberikan lubang pada dudukan kursi untuk proses perakitan. pipa besi yang sudah dipotong dibengkokkan dengan menggunakan mesin bengkok. sementara yang lainnya menggunakan mesin bengkok semi otomatis. Hasil keluaran berupa pipa berbentuk U yang kemudian diangkut ke stasiun pembengkokan untuk dibengkok lalu diangkut ke stasiun perakitan untuk dilas menjadi kerangka dudukan kursi. g. Pada stasiun ini. Pembengkokan Pada proses ini. Pengeponan plat Plat yang sudah dipotong dibuat polanya di stasiun ini. Pemeriksaan dilakukan dengan mencocokan bengkokan pipa dengan mal (cetakan) yang ada. Pengeboran pipa Pada proses ini. c. Pengelasan Penggabungan antar komponen dilakukan dengan proses pengelasan. f. Pada stasiun ini diperiksa apakah produk yang dibengkok sudah simetris atau tidak. Bila ukuran yang diinginkan sudah tepat maka proses pemotongan plat dilanjutkan. Pengeboran pipa pada komponen sandaran dilakukan pada pertengahan pipa sebanyak 2 lubang. Setelah bentuknya simetris. d. plat tipis yang sudah dipotong dimasukkan ke dalam mesin pembentukan dudukan plat.b. plat diukur di meja kerja kemudian dipotong sesuai dengan ukuran yang diinginkan. Pemotongan plat Pada proses ini. pipa besi yang sudah dibengkok akan dibuat lubang agar dapat dilakukan proses penggabungan antar komponen.

produk setengah jadi diangkut ke stasiun perakitan. produk akhir siap diangkut ke gudang produk jadi. Paku klem dimasukan ke lubang dan dirakit secara manual dengan palu. Kemudian produk digantung lagi untuk pengecatan. j. cat powder disemprotkan ke bahan secara merata. Setelah itu. bahan dibawa ke stasiun berikutnya. produk diangkut menuju stasiun pengecatan. k. Setelah proses pengeringan selesai. i. Pengecatan Setelah proses perendaman selesai. Penggabungan kerangka dan bantalan Pada proses ini.ke dalam mal (cetakan) dan dilas. kerangka dan bantalan kemudian diberikan baut pengikat. l. Pembentukan bantalan kursi Pada proses ini. dan dudukan kursi. Pada stasiun ini digunakan oven dimana bahan yang akan dikeringkan digantung pada mesin tersebut. . Setelah pengelasan dilakukan. Perendaman Bahan yang sudah dilas direndam dalam HCl selama 5 menit. Kemudian dilanjutkan dengan pemanasan kedua. h. Setelah proses penggabungan selesai. Kemudian busa dan kulit digabungkan dengan ram kayu dan diletakkan di alat press lalu digabung dengan menggunakan hekter tembak. Pada proses pengeringan kedua ini. Pengeringan pertama berfungsi untuk menguapkan air cucian. produk dipindahkan ke bak air untuk perendaman berikutnya selama 5 menit. produk dilap secara manual dengan busa. busa dan kulit dipotong sesuai dengan ukuran yang diinginkan. Setelah pengecatan selesai. Perakitan Pada proses ini terjadi proses perakitan dengan paku klem antara alas kaki. Fungsi perendaman adalah untuk melepaskan karatan yang ada pada bahan. sandaran.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful