Menurut Osman Raliby ajaran Islam tentang Kemaha Esaan Tuhan adalah sebagai berikut: 1.

Allah Maha Esa Dlam Zat-Nya. Kemaha Esaan Allah dalam Zat-Nya dapat dirumuskan dengan katakata bahwa Zat Allah tidak sama dan tidak dapat dibandingkan dengan apapun juga. Dia unique (unik: lain dari semuanya), berbeda dalam segala-galanya. Zat Tuhan yang inuk atau Yang Maha Esa itu bukanlah materi yang terdiri dari beberapa unsur bersusun. Ia tida dapat disamakan atau dibandingkan dengan benda apa pun yang kita kenal, yang menurut ilmu fisika terjadi dari susunan atom, molekul dan unsure-unsur berbentuk yang takluk kepada ruang dan waktu yang dapat ditangkap oleh pancaindera manusia, yang dapat hancur musnah dan lenyap pada suatu masa. Keyakinan kepada Allah Yang Maha Esa sepeprti itu mempunyai konsekuensi. Konsekuensinya adalah bagi ummat Islam yang mempunyai akidah demikian, setiap atau segala sesuatu yang dapat ditangkap oleh pancaindra mempunyai bentuk tertentu, tunduk pada ruang dan waktu, hidup memerlukan makanan dan minuman seperti manusia biasa, mengalami sakit dan mati, lenyap dan musnah, bagi seorang muslim bukan-lah Allah, Tuhan Yang Maha Esa. 2. Allah Maha Esa dalam sifat-sifat-Nya. Kemaha Esaan Allah dalam sifat-sifat-Nya ini mempunyai arti bahwa sifat Allah penuh kesempurnaan dan keutamaan, tidak ada yang menyamainya. Sifat-sifat Allah itu banyak dan tidak dapat diperkirakan. Namun demikian, dari al-Qur'an dapat diketahui Sembilan puluh Sembilan (99) nama sifat Tuhan yang biasanya disebut dengan al-Asma'ul Husna: Sembilan Puluh Sembilan Namanama Allah yang Indah. Di dalam Ilmu Tauhid, dijelaskan dua puluh sifat Tuhan, yang disebut dengan Sifat Dua Puluh, yaitu (1) Ada, (2) Azal, tidak ada permulaan-Nya, (3) Kekal, Abadi tidak berkesudahan, (4) Berbeda dengan segala ciptaan-Nya (yang baru), (5) Berdiri sendiri, (6) Maha Esa, (7) Berkuasa , Maha Kuasa, (8) Berkehendak, (9) Maha Mengetahui, (10) Hidup, (11) Maha Mendengar, (12) Maha Melihat, (13) Maha Berkata-kata, (14) Dalam Keadaan Berkuasa, (15) Dalam Keadaan Berkemauan, (16) Dalam Keadaan Berpengetahuan, (17) Dalam Keadaan Hidup, (18) Dalam Keadaan Mendengar, (19) Dalam Keadaan Melihat, dan (20) Dalam Keadaan Berkata-kata. Sebagai mahasiswa, yang perlu diketahui adalah bahwa Allah, Tuhan Yang Maha Esa itu bersifat:

tidak ada tolok bandingnya. bagaimana Ia menciptakan diri diri kita sendiri dalam bentuk tubuh yang sangat baik. kehendak Allah dapat pula dijumpai pada ayat-ayat kauniyah di alam semesta berupa sunnatullah yaitu hokum-hukum Allah yang oleh para sarjana disebut laws of nature (hukum-hukum alam). Bagi seorang muslim bulanlah Allah dan tidak boleh dipandang sebgai Allah. tidur dan sebagainya. isntirahat dan sebagainya. Ini berarti bahwa Allah. 2. tiada bertara. Ia adalah Maha Kausa dengan sendri-Nya. Pernyataan ini mengandung arti bahwa kita menyakini Tuhan yang Maha Esa tiada bebrtara dalam melakukan sesuatu. Perhatikan pula susunan kimiawi materimateri yang ada di alam ini. (beberapa cirinya telah disebut dalam uraian manusia dan alam pada butir 1 di atas). sehingga hanya Dialah yang dapat berbuat menciptakan alam semesta ini. Berkuasa. Berkehendak. KekuasaanNya Maha Esa.1. zat asam. Selain itu. baik kekuasaan itu berupa kekuatan-kekuatan alamiah maupun kekuasaan-kekuasaan insaniah. kemauan. Allah adalah Tuhan Yang Maha Esa Kuasa. Konsekuensi keyakinan bahwa Allah Maha Esa dalam berbuat (perbuatannya) adalah seorang muslim . NO2. Dan sebagai akibatnya. Kagumilah. perasaan. pengalaman dan sebagainya. Konsekuensi keyakinan yang demikian adalah. Pendek kata: Allah Maha Esa dalam Hiudp-Nya. akal. 3. Tuhan Yang Maha Esa adalah Tuhan Yang Hidup. misalnya. Kehendak Allah yang masih asli. 3. bahasa. Kehendak-Nya Maha Esa dan berlaku untuk seluruh alam semesta. termasuk (masyarakat) manusia di dalamnya. PerbuatanNya itu unik. Konsekuensi keyakinan yang demikian adalah.seorang muslim tidak boleh takut pada kekuasaan lain yang ada dalam ala mini. Konsekuensi keyakinan yang dalam keyakinannya pada kekuasaan Allah. Kehendak atau Iradah Allah Tuhan Yang Maha Esa wajib diikuti oleh setiap muslim. seperti telah disebut di muka. minuman. Allah Maha Esa dalam perbuatan-perbautan-Nya. Misalnya H2O. tiada taranya dan tidak sanggup pula manusia menirunya.setiap atau segala sesuatu yang bersifat hidupnya memerlukan makanan dan minuman. Ia Maha Kuasa tanpa memerlukan pihak lain manapun juga dalam kekuasaan-Nya. melampaui segala kekuasaan selain dari kekuasaan Allah. Tuhan Yang Maha Esa. dan sebagainya. yang dilengkapi-Nya dengan pancaindra. lain dari yang lain. termaktub kini dalam al-Qur'an yang menjadi kitab suci ummat Islam. Hidupnya itu Maha Esa atau unik (unique) tanpa memerlukan makanan. susunan kimiawi (materi) zat air. Allah mempunyai kehendak. Hidup.

5. Konsekuensi keyakinan yang demikian adalah setiap manusia muslim sebagai bagian alam. Allah Maha Esa dalam menerima ibadah. harus selalu sadar bahwa hidupnya hanyalah sementara di dunia ini. Oleh karena itu Anthromorfisme (paham pengenaan ciriciri manusia pada alam seperti binatang atau benda mati apalagi pada tuhan) tidak ada dalam ajaran Islam. yang kelihatan dan adalah . Manusia. Artinya boleh (mungkin) ada. tempat ia diuji mengenai kepatuhan dan ketidak patuhannya pada perintah dan larangan-larangan Allah yang antara lain tercantum dalam syari'at-Nya. 4. Hanya Dialah yang satu-satunya yang patut dan harus disembah dan hanya kepada-Nya pula kita meminta pertolongan. semuanya mumkinul wujud. Eksistensi-Nya wajib. tidak boleh dijadikan obyek pemujaan apalagi kalau disembah pula. Pada waktu itu nanti dihadapan Allah Tuhan Yang Maha Adil. Karena itu ia disebut wajibul wujud pernyataan ini mempunyai makna bahwa hanya Allahlah yang abadi dan wajib eksistensinya atau wujud-Nya selain dari Dia. masing-masing manusia harus mempertanggung jawabkan setiap perbuatannya selama hidup di bumi ini. Menurut keyakinan Islam Allah Maha Esa. baik dalam kata-kata terucapkan maupun dalam bentuk perbautan-perbautan lain. Celakalah manusia yang bergelimang dalam dosa dan berbahagialah manusia yang beriman.tidak boleh mengagumi perbuatan-perbuatan manusia lain dan karyanya sendiri secara berlebihan. Demikian Esa-Nya sehingga wujudnya tidak dapat disamakan dengan alam atau bagian-bagian alam yang merupakan ciptaan-Nya ini. boleh (mungkin) tiada seperti eksistensi manusia dan seluruh alam setiada seperti eksistensi manusia dan seluruh alam semestea ini yang pada waktunya pasti akan mati atau hancur binasa. Ini berarti bahwa hanya Allah sajalah yang berhak disembah dan menerima ibadah. yang yakin kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa. yang dimaksud dengan ibadah adalah segala perbautan manusia yang disukai Allah. betapapun genial (hebat atau luar biasa) nya. Ini berarti bahwa wujud Allah lain sama sekali dari wujud alam semesta. Pada suatu ketika kelak seluruh alam akan hancur binasa dan akan muncullah suatu Hidup sesudah Mati (Life after Death) yang sifatnya lain sama sekali dari apa yang kita lihat dan rasakan di dunia ini. baik sebagai perseorangan maupun sebagai kolektivitas. Allah Maha Esa dalam wujud-Nya. dan takwa: mematuhi perintah dan menjauhi larangan-Nya. Ia tidak dapat disamakan dan dirupakan dalam bentuk apapun juga.

yang semuanya itu adalah ciptaan Allah. 7. baik kehidupan individual maupun kehidupan social. adalah jalan hidup Islam. menurut akidah.hanya Dialah Allah yang wajib kita sembah. Konsekuensi keyakinan ini adalah setiap muslim tidak memerlukan orang lain di dunia ini dalam menyampaikan hajat dan hasratnya kepada Allah. kita niatkan dan kita persembahkan 6. thermodynamic dan sebagainya. Ia pula yang memberi hukum kepada umat manusia bagaimana mereka harus hidup di muka bumi-Nya ini sesuai dengan ajaran-ajaran dan kehendak-Nya yang dengan sendirinya sesuai pula dengan hukum-hukum (yang berlaku di) alam semesta dan watak manusia. tidaklah ada jalan lain yang lebih baik yang harus ditempuhnya selain berusaha sekuat tenaga mengikuti jalan hidup Islam itu sebaik-baiknya (Osman Raliby. Jalan hidup yang dikehendaki Allah. kecuali para Nabi dan rasul. Konsekuensi keyakinan seperti ini adalah seorang muslim wajib percaya pada adanya 'hukum-hukum alam ' (sunnatullah) baik alam fisik maupun alam psikis dan spiritual yang terdapat dalam kehidupan. . Tidak ada system rahbaniyah atau kependetaan dalam Islam. seperti hukum-hukum alam yang selama ini kita kenal dengan sebutan hukum-hukum Archimedes. Allah Maha Esa dalam memberi hukum. Allah Maha Esa dalam menerima hajat dan hasrat manusia Artinya. Ini berarti bahwa Allahlah satu-satunya pemberi Hukum yang tertinggi. Sebagai muslimah kita wajib taat dan patuh serta meyakini kebenaran hukum syari'at Allah yang disampaikan oleh Nabi Muhammad kepada manusia dan menjadikannya sebagai jalan hidup kita. Boyle. 20). hukum relativitas. permohonan atau keinginannya langsung sampaikan kepada-Nya. bila seorang manusia hendak menyampaikan maksud. Dan karena syari'at Islam pula Syari'at atau Hukum Allah. hanya kepada-Nya pula seluruh salat dan ibdah yang kita lakukan. Ia memberi hukum kepada alam. kosekuensinya adalah bagi ummat Islam yang secara teoritis dan praktis dengan bebas telah memilih Islam sebagai agamanya. 1980: 8-14. mempunyai kedudukan yang sama dalam berhubungan langsung dengan Tuhan Yang Maha Esa. Jalam hidup islam itu disebut juga dengan jalan syari'at Islam. Lavoisier. Semua manusia. kepada Allah sendiri tanpa perantara atau media apa pun namnya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful