P. 1
Museum Braja Sandi Bali

Museum Braja Sandi Bali

|Views: 692|Likes:
Published by Henky Zepplyn

More info:

Published by: Henky Zepplyn on Apr 28, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/21/2014

pdf

text

original

MUSEUM BRAJA SANDI BALI

Karya Tulis Disusun dan di ajukan untuk memenuhi Tugas dan syarat dalam mengikuti Ujian Nasional Disusun oleh: Nama: Nofika Fitriyaningrum NIS: 117812 Kelas: XI Bahasa

SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 TAWANGSARI KABUPATEN SUKOHARJO 2013

HALAMAN PERSETUJUAN

Karya tulis ini telah di periksa dan di setujui oleh pembimbing sebagai salah satu syarat untuk mengikuti Ujian Nasional, pada:

Hari

: Jum’at

Tanggal: 26 April 2013

(Pembimbing 1)

(Pembimbing 2)

Suratno , S.Pd.,M.Pd. NIP: 196303091984051004

Rina Indri Astuti, S.Pd NIP: 197602132007012011

ii

HALAMAN PENGESAHAN Karya tulis ini telah di setujui dan di sahkan oleh kepala sekolah SMA N 1 TAWANGSARI untuk memenuhi tugas dan melengkapi syarat untuk memenuhi tugas dan melengkapi syarat untuk mengikuti Ujian Nasional, pada:

hari

: Jum’at

tanggal: 26 April 2013

Tawangsari, Jum’at 26 April 2013 Kepala Sekolah

Drs. Darno NIP: 196211091987031010

iii

MOTTO 1. Jadikanlah hari ini lebih baik dari hari kemarin, hari esok lebih baik dari hari ini, maka manfaatkan hari-harimu sebaik mungkin. 2. Jangan manunda-nunda sesuatu yang penting, karena nanti kita sendiri yang akan kesulitan di esok hari. 3. Bermalas-malasan merupakan sikap dari orang yang mengalami kemunduran. 4. Berjuang, semangat dan jangan menyerah bila ingin sukses di kelak hari. 5. Berperilaku baik dan berfikir positif akan membuat hidup kita baik. 6. Pengetahuan dan Ketekunan merupakan kunci kesuksesan. 7. Simpanlah apa yang telah kamu miliki. 8. Lebih baik hidup sederhana tetapi bahagia daripada hidup mewah dengan harta melimpah tetapi sengsara. 9. Jadikanlah diri pribadimu sebagai cermin bertingkah laku. 10. Satu senyuman lebih berharga daripada seribu tawa kegembiraan.

iv

PERSEMBAHAN Karya tulis ini dipersembahkan untuk: 1. Bp Drs.Darno, Kepala SMA N 1 TAWANGSARI. 2. Bp Suratno,S.Pd,M.Pd, wali kelas XI Bahasa SMA N 1 TAWANGSARI. 3. Ibu Rina Indri Astuti,S.Pd, pembimbing karya tulis SMA N 1 TAWANGSARI. 4. Kedua orang tua saya yang telah memberi izin untuk pergi ke Bali. 5. Teman-teman yang telah membantu saya, adik kelas serta kakak kelas. 6. Pembaca yang budiman

V

KATA PENGANTAR Puji syukur saya panjatkan Kehadirat Allah SWT, karena telah melimpahkan rahmat,taufiq,sertahidayahnya, sehingga dapat terselesaikannya krya tulis yang berisikan objek-objek wisatayang pernah di kunjungi penulis, yaitu di Jawa Timur dan Pulau Bali. Penulis sadar bahwa terselesaikannya karya tulis ini tak lepas dari pihak-pihak yang membantu dan memberikan dukungan kepada penulis. Untuk itu penulis ingin berterimakasih kepada: Ibu Rina Indri Astuti, selaku guru pembimbing yang telah membimbing dan mengarahkan penulis, sehingga karya tulis ini dapat terselesaikan. Dan, Bapak Suratno, selaku guru pembimbing dan wali kelas XI Bahasa, sehingga membantu dalam penyelesaian karya tulis ini serta,Teman-teman yang telah mendukung dan membantu penulis dalam penyelesaian karya tulis ini. Penulis menyadari bahwa karya tulis ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, penulis siap menerima kritik dan saran yang kiranya dapat membangun dari pembaca dalam hal yang berkaitan dengan karya tulis ini. Semoga karya tulis ini dapat bermanfaat bagi pembaca.

Tawngsari,

2013

Penulis

vi

DAFTAR ISI Halaman Judul…………………………………………………………………………i Halaman Persetujuan………………………………………………………………….ii Halaman Pengesahan…………………………………………………………………iii Motto…………………………………………………………………………………iv Persembahan…………………………………………………………………………..v Kata Pengantar……………………………………………………………………….vi Daftar Isi……………………………………………………………………………..vii BAB I PENDAHULUAN A. B. C. D. Latar Belakang…………………………………………………………………1 Tujuan dan Manfaat Karya Wisata…………………………………………….1 Obyek Wisata…………………………………………………………………..2 Waktu Pelaksanaan…………………………………………………………….4

BAB II ISI A. B. C. D. E. F. G. Sejarah berdirinya Museum Braja Sandi………………………………………6 Bagian yang penting dalam Museum Braja Sandi……………………………..7 Visi dan Misi Museum Braja Sandi……………………………………………7 Konsep Tri Mandala dan Tri Angga…………………………………………...7 Makna Dari Bangunan yang Tebagi 3 Pada Museum Braja Sandi……………8 Museum Perjuangan Rakyat Bali………………………………………………9 Lokasi Museum Braja Sandi………………………………………………….10

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan…………………………………………………………………...11 B. Saran………………………………………………………………………….11 vii

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam pembuatan karya tulis “MUSEUM BRAJA SANDI” yang melatarbelakanginya yakni sebagai syarat untuk kelulusan Ujian Nasional. Selain itu juga di maksudkan agar kita dapat menikmati keindahan karunia dari Tuhan Yang Maha Esa, serta dapat melestarikan apa yang telah diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Karya wisata ini selalu di laksanakan oleh hamper di setiap sekolah.Karya wisata sendiri di tujukan kepada siswa agar mengenal lebih jauh kekayaan alam serta budaya nusantara yang selama ini telah ada dan tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. B. Tujuan dan mannfaat Kegiatan Karya Wisata Dalam pembuatan karya tulis ini penulis bertujuan untuk menginformasikan kepada pembaca agar mengetahui seberapa besar potensi pariwisata yang di miliki Indonesia, Khususnya Pulau Bali, dan Jawa Timur. Setalah membaca karya tulis ini , pembaca di harapkan tergugah hati dan semangatnya untuk menjaga serta melestarikan alam Indonesia, dan mungkin mampu menggali potensi alam yang ada sebagai tujuan wisata, yang padaakhirnya dapat bermanfaat bagi Negara. Selain itu tujuan penyusunan karya tulis ini yaitu sebagai syarat untuk mengikuti Ujian Nasional serta untuk menginformasikan tentang Pulau Bali yang kaya akan keanekaragaman etnik budayanya, juga nilai mistik yang ada di Pulau Bali. Manfaat dari penulisan karya tulis ini adalah sebagai berikut: Kita dapat mengenal lebih jauh objek-objek wisata yang telah di kunjungi, adat-istiadat, kebudayaan serta cirri khas keistimewaan Pulau Bali. Dengan penyusunan karya tulis ini, kita juga dapat memperluas pangetahuan dalam bidang sejarah di Pulau Bali dan Jawa Timur. Menumbuhkan rasa peduli terhadap lingkungan agar lebih menjaga dan melestarikan tempat-tempat wisata di Indonesia.

1

2 C. Objek Wisata Dalam kegiatan ini ada beberapa objek wisata yang di kunjungi antara lain: 1. Museum Jalasveva Jayamahe Museum yang terletak di Surabaya, berisi sejarah dan kapal-kapal kuno maupun modern yang berasal dari berbagai daerah. Disana kita dapat melihat kapal-kapal yang telah di museumkan pada ruangan dalam, selain itu kita dapat menikmati isi dalam kapal yang di pandu oleh para TNI AL. 2. Lanudal Juanda Surabaya Lanudal Juanda Surabaya berisi pesawat-pesawat yang telah di museumkan, di belakang ruangan terdapat lapangan yang di gunakan untuk pendaratan pesawat. 3. Pantai Sanur Pantai Sanur terletak di Desa Sanur Kecamatan Denpasar. Objek wisata ini terdapat keindahan pada waktu matahari terbit(sun rise)yang begitu mempesona. Disekitar Pantai Sanur terdapat hotel sebagai tempat penginapan. 4. Pantai Kuta Pantai Kuta terletak di kota madya Denpasar. Pantai ini terkenal dengan matahari tenggelam(sun set)yang menabjukan. Di samping keindahan ombak dan pasir putihnya dan banyak pula wisatawan yang berenang dan berjemur disana. 5. Joger Joger adalah sebuah tempat perbelanjaan. Disini pengunjung dapat menemui barang-barang, separti kaos, tas, cindera mata lainya yang merupakan produk asli dari joger. 6. Kawasan Nusa Dua Salah satu tempat wisata elite di Bali adalah Nusa Dua. Lokasi Nusa Dua sendiri terletak di ujung selatan Pulau Bali. 7. Tanjung Benoa Terletak di sebelah utara Pantai Nusa Dua Kecamatan Kuta. Dan juga memiliki pasir putih serta banyak menawarkan pilihan wisata air seperti para seling, banana boats, perahu layar, sky dan yang paling murah adalah taman laut dan pulau penyu. 8. Garuda Wisnu Kencana(GWK)

3 GWK merupakan salah satu tempat yang wajib di kunjungi di Bali. Di kawasan ini terdapat patung Dewa Wisnu yang belum sempurna setinggi 22m yang melambangkan kekuatan utama pemeliharaan alam semesta sedangkan patung Garuda setinggi 18m, merupakan peerjuangan kesadaran Dewa Wisnu sebagai lambing kebesaran sekaligus pengabdian tanpa pamrih. 9. Tari Kecak Tari Kecak ini sangat terkenal di Pulau Bali. Karena tokoh-tokoh yang di mainkan mempunyai watak yang sesuai. 10. Karang Kurnia Karang Kurnia adalah pusat perbelanjaan yang terdiri berbagai makanan khas Bali dan berbagai souvenir unik. 11. Museum Braja Sandi Monumen ini terletak di areal lapangan Niti Nanalala Denpasar. Jl.Raya Puputan. Museum Braja Sandi memiliki ruangan di bagian atas dimana hanya terdapat akses tangga di tengah kolam. Desain yang unik dari Braja Sandi menarik banyak pengunjung. 12. Cahayu Merupakan pusat oleh-oleh khas bali. Makanan khasnya adalah kacang-kacangan. 13. Istana Tampaksiring Istana Tmapaksiring adalah istana Presiden yang berada di Bali dan merupakan tempat penginapan tamu-tamu Negara. Dibangun oleh Presiden Ir.Soekarno. 14. Cening Bagus Kawasan ini merupakan rumah makan sekaligus pusat oleh-oleh khas Bali. Seperti souvenir, kaos, dan berbagai makanan khas Bali. 15. Pasar Seni Sukowati Pasar ini terletak 10km dari Denpasar. Pasar ini akan terjadi penawaran antara penjual dan pembeli. 16. Danau Bedugul Bedugul terdapat di desa Bedugul. Kecamatan Bapupati. Kabupaten Tabanan Dati Bali. Disana pengunjung dapat menyewa perahu untuk bekeliling danau dan menikmati keindahan pemandangan sekitar.

4 D. Waktu Pelaksanaan 1. Hari Minggu, 31 Maret 2013 a. Pukul 21.00 WIB berangkat dari SMA N 1 TAWANGSARI. 2. Hari Senin, 1April 2013 a. Pukul 05.00-07.00 WIB, tiba di rumah makan di jawa timur b. Pukul 09.00-11.00 WIB, tiba di Museum Jalasveva Jayamahe. Surabaya. c. Pukul 12.00-14.00 WIB, tiba di Juanda Surabaya. d. Pukul 18.15-19.30 WIB, tiba di rumah makan. e. Pukul 23.00 WIB, tiba di pelabuhan Ketapang Jawa Timur. 3. Hari Selasa, 2April 2013 a. Pukul 00.30 WITA, tiba di pelabuhan Gilimanuk Bali. b. Pukul 05.30 WITA, tiba di pantai Sanur Bali. c. Pukul 07.00 WITA, menuju Hotel Darmadi Denpasar. d. Pukul 10.00-12.00 WITA, sampai di Pantai Kuta. e. Pukul 13.00-14.30 WITA, sampai di Joger. f. Pukul 16.00-19.00 WITA, sampai di GWK g. Pukul 20.00-21.45 WITA, sampai di Karang Kurnia. h. Pukul 22.30 WITA, sampai di Hotel Darmadi Denpasar. 4. Hari Rabu, 3 April 2013 a. Pukul 07.30 WITA, berangkat dari Hotel Darmadi Denpasar. b. Pukul 09.00-11.00 WITA, tiba di Museum Braja Sandi. c. Pukul 12.00-13.30 WITA, tiba di Istana Tampak Siring. d. Pukul 14.00-15.00 WITA, tiba di Cahayu. e. Pukul 15.30-16.30 WITA, tiba di rumah makan Cening Bagus. f. Pukul 16.45-17.45 WITA, tiba di pasar Sukowati. g. Pukul 19.00 WITA, tiba di Hotel Darmadi Denpasar. 5. Hari Kamis, 4 April 2013 a. Pukul 07.30 WITA, berangkat dari Hotel Darmadi Denpasar. b. Pukul 10.00-11.30 WITA, tiba di Danau Bedugul. c. Pukul 15.00 WITA, tiba di pelabuhan Gilimanuk Bali. 6. Hari Jum’at, 5 April 2013 a. Pukul 03.45 WIB, tiba di SMA N 1 TAWANGSARI.

BAB II ISI A. Sejarah Berdirinya Museum Braja Sandi Museum perjuangan rakyat Baliatau yang lebih di kenal dengan sebutan Museum Braja Sanditercetus pada tahun 1980. Berawal dari ide Dr. Ida Bagus Mantra yang saat itu adalah gubernur Bali. Ia mencetuskan ide awalnya tentang Museum dan Monumen untuk perjuangan Rakyat Bali. Lalu pada tahun 198, diadakan sayembara desain Monumen yang di menangkan oleh Ida Bagus Yadnya, yang merupakan seorang mahasiswa jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Udayana. Lalu pada tahun 1988 di lakukan peletakan batu pertama dan selama kurang lebih 13 tahun. Pembangunan Monumen selesai. Tahun 200, bangunan fisik Monumen selesai. Setaun kemudian pengisian Diorama dan penataan lingkungan Monumen dilakukan. Pada bulan September 2002 SK Hubernur di bali tentang penunjukan kepala UPTD Monumen dilaksanakan. Dan akhirnya pada tanggal 1 Agustus 2004, pelayanan kepada masyarakat di buka secara umum, setelah sebelumnya pada bulan juni 2003 peresmian monument dilakukan oleh Presiden RI pada saat itu Ibu Megawati Soekarno Putri. Monumen yang terletak di kawasan lapangan Renon ini memang sangat menarik perhatian bagi semua orang karena tempatnya yang terawatt dengan baik dan bersih serta lengkap dengan menara yang menjulang ke angkasa dengan arsitektur khas Baliyang indah. Lokasi monument ini juga sangat strategis di depan gedung DPRD Provinsi Bali tepatnya di lapangan Renon Nitimandala. Tempat ini merupakan tempat pertempuran jaman kemerdekaan antara rakyat Bali melawan penjajah. Perang ini terkenal dengan nama ”Perang Puputan” yang berarti perang habis-habisan hingga titik darah penghabisan. Monumen ini di dirikan untuk member penghomatan pada para pahlawan serta merupakan lambang penghormatan atas perjuangan rakyat Bali. Juga sebagi lambing semangat untuk mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Wujud fisik bangunan seluas 4900 meter persegi ini sangat sarat dengan filosofi Agama Hindu yang di simbolkan 5

6 dalam setiap pahatan yang ada. Bentuk Museum ini di ambil berdasarkan cerita Hindu pada saat pemutaran Gunung Giri Mandala oleh para Dewa dan Raksasa guna mendapatkan Tirta Amertha atau Air Suci kehidupan. Dinamakan Museum Braja Sandi karena bentuk Museum ini seperti Braja atau Genta yang dipakai oleh pemimpin Agama Hindu dalam mengiringi pengucapan japa mantra saat melakukan upacara Agama Hindu. B. Bagian Yang Penting Dalam Museum Braja Sandi Dinamakan Museum Braja Sandi karena bentuk Museum ini seperti Braja atau Genta yang di gunakan oleh para pemimpin Agama Hindu.mengiringi pengucapan japa mantra pada saat melakukan upacara Agama Hindu. Adapun bagian-bagian yang penting dalam Museum ini adalah sebagai berikut: 1. Bangunan Museum yang menjulang seperti Gunung Mandara. 2. Suci Amertha di lambangkan dalam bentuk kumba(Periuk) tepat pada bagian atas Museum. 3. Naga yang melilit Museum melambangkan Naga Basuki yang digunakan sebagai tali dalam pemutaran Giri Mandara. 4. Kura-kura yang terdapat di bagian bawah Museum merupakan symbol dari Bedawang Akupa yang digunakan sebagai alas pemutaran Giri Mandara. 5. Kolam yang terdapat di sekeliling Museum merupakan symbol dari lautan susu yang mengelilingi Giri Mandara tempat beradanya Air Suci kehidupan atau Tirta Amertha. C. Visi dan Misi Museum Braja Sandi Visi Terwujudnya kelstarian nilai-nilai kepahlawanan, keperintisan, dan kejuangan dalam mendukung pelestarian dan pengembangan budaya Misi Melstarikan dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap warisan budaya berupa nilai-nilai kepahlawanan, keperintisan, dan kejuangan khususnya di hati generasi muda penerus Bangsa. Melaksanakan kajiankajian ilmiah tonggak-tonggak sejarah perjuangan rakyat Bali. D. Konsep Tri Mandala dan Tri Angga

7 Secara horizontal, Museum Braja Sandi menggunakan konsep Tri Mandala , yaitu: 1. Utama Mandala, yaitu bagian gedung utama yang paling megah. 2. Madya Mandala, yaitu pelataran yang mengitari Utama Mandala. 3. Nista Mandala, yaitu pelataran paling luar yang mengitari Madya Mandala. Secara vertical, Museum Braja Sandi mengadopsi konsep Tri Angga, meliputi: 1. Utamaning Utama Mandala, yaitu lantai teratas gedung, dan digunakan sebagai ruang peninjauan. Dari sini kita dapat melihat suasana di sekitar gedung dengan jelas. Untuk mencapai tempat ini kita harus menaiki tangga melingkar yang cukup tinggi. 2. Madyaning Utama Mandala, yaitu lantai dua gedung, digunakan sebagai Ruang Stage Diorama. Diruang ini kita dapat melihat 33 Diorama yang menampilkan sejarah perkembangan dan pergerakan Rakyat Bali dari masa ke masa. Selain Diorama ada juga keris. 3. Nistaning Utama Mandala, Merupakan lantai dasar gedung ini. Disini ada berbagai ruangan, meliputi Ruang Informasi, Ruang Administrasi, Ruang Pameran yang menampilkan foto-foto Pahlawan dan peristiwa di Bali, Ruang Perpustakaan yang berisi buku-buku yang berkaitan dengan sejarah Bali, dan Ruang Rapat serta Toilet. Selain ruangan-ruangan tersebut, di lantai dasar dapat juga di jumpai telaga yang berada di dasar bagian tengah gedung, dinamakan ”Puser Tasik”. Di telaga ini terdapat delapan tiang agung. Di tengah kolam terdapat tangga yang menghubungkan lantai dasar sampai lantai teratas, dinamakan “Tangga Tapak Dara”. Dibagian luar gedung ini, kita dapat melihat Balai Bengong di keempat penjuru Museum untuk peristirahatan para wisatawan. Selain itu, di bawah tangga masuk juga terdapat kolam berisi ikan hias. Di bagian paling luar, terdapat lapangan yang bias di gunakan untuk lari pagi. E. Makna Dari Bangunan Yang Terbagi 3 Pada Museum Braja Sandi

8 Bangunan utama berbentuk Braja. Pada lantai paling atas merupakan tempat yang paling tenang. Pada bagian yang di kelilingi candela-jendela ini, kita bias melihat pemandangan kota Denpasar. Tempat ini juga di fungsikan untuk meditasi. Para pengunjung di giring untuk melepaskan kepenatan keseharianya dan kembali kepada ketenangan alam. Untuk mencapai lantai ini, pengunjung harus menaiki 69 anak tangga melingkar yang cukup mellelahkan. Dibawah tangga melingkar, gemercik air yang di penuhi ikan beraneka warna, membuat sejuk suasana. Pada bagian ini terdapat 33 Diorama menceritakan tentang peradaban masyarakat Bali mulai dari jaman pra sejarah, jaman perjuangan merebut kemerdekaan hingga masa mengisi kemerdekaan. Melalui Diorama ini, di harapkan para pengunjung tidak meninggalkan sejarah panjang dari para leluhur mereka. Dengan iringan music tradisional Bali, pengunjung di ajak kembali ke masa-masa peradaban masa lalu. Dalam keheningan tersebut, pengunjung dapat merasakan pengorbanan dari para leluhur yang mewariskan peradaban serta semangat juang yang tanpa pamrih. Fasilitas lain juga ikut melengkapi bangunan ini seperti ruang pertemuan, ruang pameran, ruang baca, kios kerajinan serta ruang administrasi pengelola Monumen. F. Museum Perjuangan Rakyat Bali Untuk memasuki monumen dengan luas 4900meter persegi dan luas tanah 138.830meter persegi ini, setiap pengunjung dewasa di pungut tiket seharga Rp2000 sedangkan Rp1000 untuk anak-anak. Sewaktu kita ke dalam museum yang berada di monument ini, kita akan melihat banyak hal yang menarik. Desain Monumen bagian dalam juga tidak kalah bagusnya dengan bagian luarnya. Tampak juga wisatan Asing dan Lokal yang sedang melihat-lihat koleksi tempat ini. Koleksi monument ini adalah berbagai diorama yang menampilkan pejuangan rakyat Bali. Terdapat 17 Diorama yang ada di Monumen yang terletak di Jalan Raya Puputan Niti Mandala ini. Beberapa di antaranya mengisahkan perjuangan di jaman kerajaan di Bali dalam menentang penjajahan. Misalnya Perang Jaga Raga di Buleleng, Perang Puputan Badung hingga Pertempuran Puputan Klungkung. Tak hanya itu, beberapa diorama juga menggambarkan “Sepak Terjang Rakyat Bali” dalam mempertahankan kemerdekaan setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Misalnya

9 Pertempuran di pelabuhan Buleleng, selat Bali hingga perang puputan Margarana di bawah pimpinan I Gusti Ngurah Rai. Selain diorama, tampak terlihat beberapa lukisan Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Rai dengan pasukannya. Di Monumen yang juga merupakan Museum yang di namakan Braja Sandi ini juga terdapat perpustakaan, tempat belanja makanan khas Bali dan kerajinan Bali yang saying sekali apabila anda tidak membawa oleh-oleh sebagai buah tangan untuk di bawa pulang. Setelah itu kita bias melihat pemandangan kota Denpasar dan aktifitas di lapangan Renon dan sekitarnya. Setelah anda puas menikmati semuanya dan anda ingin pulang, jangan lupa untuk mengambil foto arsitektur Bali yang sangat khas di Monumen Perjuangan Rakyat Bali. Museum ini di buka setiap hari pukul 08.30-17.00 WITA, terkecuali hari besar Agama di Bali. Braja Sandi, sebuah monumen yang berdiri megah di pusat pemerintahan Provinsi Bali menjadi bagian dari rangkaian “City Tour” yang sedang digalakan Pemkot Denpasar. G. Lokasi Museum Braja Sandi Museum Braja Sandi terletak di kawasan lapangan Renon, memang sangat menarik perhatian bagi semua orang karena tempatnya yang terawatt dengan baik dan bersih serta lengkap dengan menara yang menjulang ke angkasa yang mempunyai arsitektur khas Bali yang indah. Lokasi Monumen ini juga sangat strategis karena terletak di depan kantor Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Bali yang juga di depan gedung DPRD Provinsi Bali tepatnya di lapangan Renon Nitimandala. Tempat ini merupakan tempat pertempuran jaman kemerdekaan antara rakyat Bali melawan pasukan Penjajah. Perang ini tekenal dengan sebutan “Perang Puputan” yang berarti perang hingga titik darah penghabisan.

BAB III PENUTUP 1. KESIMPULAN Berdasarkan pada uraian sebelumnya, maka dapat di simpulkan bahwa: Pulau Bali adalah salah satu pulau yang memiliki beraneka ragam budaya dan panorama alam yang menarik bagi semua pengunjungnya. Pulau Bali merupakan Pulau pariwisata yang tidak pernah sepi wisatawan mancanegara, yang tentunya akan sangat berguna untuk devisa Negara Indonesia. Kebudayaan dan tempat Pariwisata di Pulau Bali dapat di jadikan cirri khas tersendiri bagi Negara Indonesia. 2. SARAN Demi perkembangan kepariwisataan di Pulau Bali, maka penulis mencoba memberikan saran, diantaranya sebagai berikut: Indonesia adalah Negara yang kaya raya dengan sumber daya alam dan sumber daya budaya yang melimpah. Bangsa kita merupakan bangsa yang serba multi, baik itu multiseluler, multibudaya, maupun multiagama. Kesemuanya itu bila di kelola dengan baik dapat di jadikan sebagai potensi untuk memakmurkan rakyat dan memajukan bangsa kita. Kita harus bias menjaga dan melestarikan kebudayaan di Negara kita, seperti kebudayaan di Pulau Bali cintohnya. Bila pembangunan pariwisata budaya ini dapat segera dilakukan dengan terarah dan berkesinambungan di seluruh daerah Indonesia, maka kelestarian budaya, inovasi dan kreativitas budaya, kerukunan antar budaya, lapangan pekerjaan, pemasukan terdadap pendapatan daerah dan devisa Negara adalah sumbangan penting yang dapat di berikan oleh bidang pariwisata budaya untuk peradaban di Indonesia seperti pada Museum Braja Sandi.

10

11 DAFTAR PUSTAKA Putu Wayan Hendrawan.2013.Pemandu Wisata.Bali

Sumber lain: Http//bali ww.com/484.htm.april 17 Pukul 15.00 WIB Http//balinews.co.id.april 17 Pukul 15.05

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->