P. 1
Khutbah Jumat - Berhasilkah Puasa Ramadhan Kita

Khutbah Jumat - Berhasilkah Puasa Ramadhan Kita

|Views: 161|Likes:
Published by Arif Afrianda

More info:

Published by: Arif Afrianda on Apr 28, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/06/2015

pdf

text

original

Khutbah Jum'at Sebelum Ramadhan Pergi

Bersama Dakwah
1


















































Khutbah Jum'at Sebelum Ramadhan Pergi

Bersama Dakwah
2

KHUTBAH PERTAMA


¸ - ¸ .· · . «·| _¸ ¸ = ¸ - -, .,-·¸ . · ¸«-·.·¸ .- ·,-·.·¸ .· = « ¬ · .= = « -· .,
- | ¸ .· · : · . ¸ · = , ¸-¸ . - | ¸ = - : · =· · = , , ¸ - .·· |· « -| =··,= .
, = | - |, = _¸ · = ,- · =« ¬ - .| =,=|¸ . - | c, ¸ = v · = - ¸ =· v, - |, v .| = .
; = · _ , · ¸ - ¸ - ,· ¬ = | ¸ - | · _ · - ¸ ¸=« ¬ - _ · - _· = , ,·| ·
¸ ·, « · v ¸ - ·· « · ¿ - -·|· ·, «·· ·, · -¹ ¸, =|· · ,, |· , ., « · . - , · · | ¸ v ,
· , - ¸ _ · , · - ¿ · - ¸ ¸ · = -· ¸ ¸ ¸ « · ¸ - , ´ « · - ¸ =|· , ´, _ ·, «·· ¸··|· · ,, |·,
-·|· . , ;· - _v· ¸ - , ., | ·· . · ¸ =|· -·|· ·, «·· ¸ ·· . · ¸ · _ · · v· - _ · « , · - . , ¸
· ,, | _ , ´ , · - .· ·
· =, = = v , | ·, |, | ¸ -·|· ·, «·· ·, · -¹ ¸, =|· · ,, |· , ' ¸ « - , ¸ , ´ |· « - | , ´ | _ · = ,
· «, = - · _ , · _· · = « · - |, = _ ¸ -·|· _ = , ¸ - ¸ , ´ ,, · . , ´ |

Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah,
Kini kita telah berada di hari yang ketiga belas dari bulan Syawal. Artinya, dua pekan
kita telah meninggalkan Ramadhan. Bulan yang penuh dengan keutamaan. Bulan
yang sangat istimewa. Bulan yang di dalamnya ada malam yang lebih baik dari seribu
bulan. Bulan dilipatgandakannya pahala. Bulan yang secara khusus diwajibkan puasa
di siang harinya.

Pertanyaannya, sudah berhasilkah puasa Ramadhan kita? Tidak ada jaminan bahwa
puasa kita berhasil dan diterima Allah. Karenanya para ulama salaf sangat sedih
ditinggal Ramadhan dan mereka dengan sungguh-sungguh berdoa, bahkan selama
enam bulan, agar amal Ramadhannya diterima.

·· - ¸, « · · ·, _ · · · ¸ · · · ¸ · · . , ¬ = ¸ · · - , · _ ¸ · · « , | ¸ · · -· , = _, «..|· . · | c· ,
,, · - |·

Wahai Rabb kami... terimalah puasa kami, shalat kami, ruku' kami, sujud kami dan
tilawah kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui

Tidak ada jaminan bahwa puasa kita berhasil. Tetapi kita bisa melihat bahwa suatu
pekerjaan dikatakan berhasil bila ia mampu mencapai tujuannya. Adapun tujuan
Khutbah Jum'at Sebelum Ramadhan Pergi

Bersama Dakwah
3
puasa, insya Allah kita semua hafal ayatnya. Ayat yang kita dengarkan hampir setiap
hari di bulan Ramadhan. Kita mendengarnya dari para khatib, dai, muballigh, baik
secara langsung atau melalui media.

., «· · , ´· - | , ´ · , | ¸ - ¸, =|· _ · - . · · · « · ;· ,`=|· , ´ , · - . · · ·, · - ¹ ¸, =|· · ,, | · ,

Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan kepada kalian untuk berpuasa
sebagaimana telah diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian, agar kalian
bertaqwa (QS. Al Baqarah : 183)

Itulah tujuan puasa. "La'alakum tattaquun." Agar kalian bertaqwa. Agar kita bertaqwa.
Maka, jika selepas Ramadhan kita menjadi bertaqwa atau lebih dekat dengan taqwa
dari bulan-bulan sebelumnya, dari tahun sebelumnya, insya Allah puasa kita berhasil.
Dan seharusnya itulah yang terjadi pada kita di bulan Syawal yang artinya tidak lain
adalah peningkatan. Namun jika kita semakin jauh dari taqwa, khawatirlah bahwa
puasa kita sia-sia, tidak berhasil, tidak membawa apa-apa kecuali lapar saja.

Rasulullah SAW bersabda :

g, ¬ |· v , - -· , = ¸ - - | ¸ , | ¸ , ·· = = _

Betapa banyak orang yang berpuasa tapi tidak mendapatkan apa-apa baginya
kecuali rasa lapar. (HR. An-Nasai dan Ibnu Majah)

Jama'ah Jum'at yang dirahmati Allah,
Bagaimana mengukur ketaqwaan kita yang merupakan buah dari puasa Ramadhan?
Taqwa secara umum berarti menjalankan semua perintah Allah dan menjauhi segala
larangan-Nya. Definisi itu sering diulang-ulang oleh khatib Jum'at sehingga kita hafal
di luar kepala. Sebuah pengertian yang mudah dihafal, tetapi amat luas dan berat
dikerjakan.

Allah Subhanahu wa Ta'ala menjelaskan karakter orang yang bertaqwa dalam banyak
ayatNya. Karakter-karakter itu memudahkan kita untuk mengevaluasi diri kita apakah
kita sudah bertaqwa, atau sudah lebih dekat dengan taqwa. Dengan demikian,
karakter-karakter itu juga memudahkan kita untuk mengevaluasi apakah Ramadhan
kita telah berhasil atau belum.

Diantara karakter orang yang bertaqwa itu, Allah memfirmankannya dalam QS. Ali
Imran ayat 133-135. Di situ Allah Azza wa Jalla menunjukkan empat karakter orang
yang bertaqwa.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :

_ «· « · | == - | ¸ _ | |· ¸ =· , «.|· · , = ¸ - ¸ -· - ¸ , ´`, _ ¸ - ¸ · ¸ « - - _ | , ·, - _· = ¸ ' ¸, =|·
.. ¬ , -.·|· ¸ ¸·.·|· ¸. - _·· - |· ¸ = , - |· _ « »· ´ |· ¸ ··¸=|· ¸ ··¸.|· _ · ., « « · ,
Khutbah Jum'at Sebelum Ramadhan Pergi

Bersama Dakwah
4
_ · . ¬ « |· ' , , ,, · = | ·¸ ¸ « - · =· · -·|· ·¸ ¸ · . , , . « · | ·, « · » ¸ | - = -· · ·, · - · · ., ¸, =|· ¸
., « · - , , · ¸ ·, · - · · - _ · - ·¸¸ = , , | ¸ -·|· ·| , =, · =|· ¸ « - , ¸ - ¸

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang
luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa,
(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun
sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema'afkan (kesalahan)
orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan, dan (juga) orang-orang
yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat
akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang
dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan
perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. (QS. Ali Imran : 133-135)

Jama'ah Jum'at yang dirahmati Allah,
Inilah empat karakter orang yang bertaqwa. Pertama, َ و ِ ءا´ ¸´-'ا ¸ِ· َ ن,ُ-ِ-ْ-ُ, ِ ءا´ ¸´-'ا "berinfaq
baik dalam kondisi lapang maupun sempit."

Orang yang bertaqwa itu suka berinfaq, suka bersedekah, baik dalam kondisi lapang
maupun sempit. Dalam kondisi kaya atau dalam kondisi belum kaya. Baik tanggal
muda maupun tangga tua. Karakter itulah yang dengan mudah kita dapatkan pada
generasi sahabat Nabi. Generasi yang paling bertaqwa dari umat ini.

Menjelang perang Tabuk, para sahabat berbondong-bondong untuk berinfak. Yang
kaya infak, banyak. Yang miskin juga berinfak, sesuai kemampuan mereka. Umar
datang kepada Nabi untuk menginfakkan separuh hartanya. Abu Bakar bahkan
menginfakkan seluruh hartanya. Melihat kedermawanan Abu Bakar, Umar
mengomentari, "Sungguh, aku tidak pernah bisa melebihi kebaikan Abu Bakar."

Begitu banyak kisah-kisah kedermawanan para sahabat dan kegemaran mereka dalam
berinfak. Baik mereka yang kaya atau yang miskin. Baik mereka yang sedang dalam
kondisi lapang atau sempit. Suatu malam, ada tamu Nabi yang singgah di rumah Abu
Thalhah. Saat itu sebenarnya Abu Thalhah dalam kondisi sempit, sangat sempit.
Bahkan ia tidak memiliki makanan di malam itu kecuali untuk anaknya. Namun
kegemarannya berinfak membuat ia dan istrinya Ummu Sulaim membujuk anak-
anaknya agar tidur tanpa makan malam. Sedangkan makanan itu disuguhkan kepada
sang tamu. Ketika makanan dihidangkan, lampu dimatikan dan Abu Thalhah pura-
pura makan padahal ia tak lagi memiliki makanan. Sang tamu makan hingga selesai,
sedangkan Abu Thalhah menemaninya tanpa diketahui tamunya bahwa ia tidak
makan apa-apa.

Maka para sahabat Nabi, sebagaimana juga orang-orang yang gemar berinfak,
hidupnya diberkahi Allah. Dimudahkan Allah. Tidak ada ceritanya orang yang miskin
gara-gara sedekah. Meskipun Umar bin Khatab menyedekahkan separuh hartanya dan
Abu Bakar menyedekahkan seluruh hartanya, tidak ada ceritanya kemudian Umar dan
Abu Bakar bangkrut gara-gara itu. Sedekah dibalas Allah 10 hingga 700 kali lipat, dan
sering kali itu juga dibalas di dunia ini. Maka sedekah membuat harta berlimpah dan
berkah, jiwa tenang, bahaya dan penyakit serta berbagai madharat terhindarkan.

Khutbah Jum'at Sebelum Ramadhan Pergi

Bersama Dakwah
5
Betapa banyaknya orang yang mengatakan, saya sedekah kalau nanti sudah kaya.
Saya berinfak nanti kalau sudah banyak harta. Orang yang bertaqwa tidak mengatakan
itu. Orang yang bertaqwa gemar bersedekah baik di waktu lapang maupun di waktu
sempit. Jangan menunggu kaya untuk bersedekah, tetapi bersedekahlah sekarang
maka kita akan kaya.

Jika selepas Ramadhan, kita menjadi gemar berinfak maka itu adalah tanda bahwa
puasa kita berhasil, insya Allah. Jika di bulan Syawal dan bulan-bulan berikutnya kita
menjadi suka bersedekah, insya Allah itu adalah tanda bahwa kita lebih dekat dengan
taqwa, tanda berhasilnya puasa kita.

Jama'ah Jum'at yang dirahmati Allah,
Karakter kedua orang yang bertaqwa adalah, َ=ْ,َ·ْ'ا َ ¸,ِ-ِ='َ´ْ'اَ و "menahan marah"
Dalam tafsir Fi Zhilalil Qur'an dijelaskan bahwa marah adalah perasaan manusiawi
yang diiringi dengan naiknya tekanan darah. Manusia tidak dapat menundukkan
kemarahan ini kecuali dengan perasaan halus dan lembut yang bersumber dari
pancaran taqwa, dan dengan kekuatan ruhiyah yang bersumber dari pandangannya
kepada ufuk lebih luas daripada ufuk dirinya dan cakrawala kebutuhannya.

Menahan marah artinya tidak menuruti kemarahan ketika emosi itu muncul atau
tersulut. Marah, apalagi tanpa alasan jelas, membuat pikiran tertutup kabut emosi,
kebijaksanaan hilang, terburu-buru dan minim kontrol. Karenanya betapa banyak
orang yang hancur gara-gara tidak mampu menahan marah. Suami yang menuruti
kemarahan kepada istri bahkan karena masalah sepele membuat rumah tangga
berantakan hingga timbul perceraian, karena ia marah lalu terucap talak tanpa pikir
panjang. Setelah berlalu masa iddah barulah ia menyesal telah menceraikan istrinya,
hidupnya kacau dan jadilah ia orang yang paling lemah.

Seorang atasan yang tak mampu menahan marah, ia suka tersulut emosi dan membuat
keputusan yang menzalimi anak buahnya. Seorang pemimpin yang suka marah, ia
juga bisa menzalimi orang yang dipimpinnya dan membawa kerugian dan kehancuran
bagi institusi, perusahaan, daerah atau bahkan negara yang dipimpinnya. Orang yang
tidak mampu menahan marah sesungguhnya adalah orang yang lemah. Dan
sebaliknya, orang yang mampu menahan marah sesungguhnya adalah orang yang
kuat, bahkan paling kuat.

Rasulullah SAW bersabda,

¸ , | =, ==|· - - ¸=|· , . · «· , =, ==|· ; =|· c · « , - . « · = · - . = - |·

Orang yang kuat itu bukanlah orang yang jago gulat, tetapi orang yang kuat adalah
orang yang dapat menahan dirinya ketika sedang marah (HR. Bukhari dan Muslim)

Puasa Ramadhan satu bulan lamanya mendidik kita untuk mengendalikan emosi.
Rasulullah memerintahkan jika ada orang yang menyulut emosi atau mengajak kita
berkelahi agar kita menjawabnya dengan tenang "inni shaaimun: sesungguhnya aku
sedang berpuasa."

Khutbah Jum'at Sebelum Ramadhan Pergi

Bersama Dakwah
6
Maka jika selepas Ramadhan kita kini lebih mudah menahan marah, lebih mudah
mengendalikan emosi, insya Allah itu adalah tanda keberhasilan puasa kita sekaligus
tanda dekatnya kita dengan predikat taqwa. Lihatlah Rasulullah yang tidak pernah
marah karena masalah pribadi. Diludahi orang sewaktu di Makkah, beliau tidak
marah. Dilempari batu ketika beliau berdakwah di Thaif, beliau tidak marah, malah
mendoakan mereka. Apalagi kehidupan beliau bersama istrinya, jauh dari marah.
Pernah suatu malam beliau pulang kemalaman karena dakwah, Aisyah sudah tertidur
dan pintu rumah sudah dikunci. Beliau salam tiga kali istrinya tidak dengar, maka
beliau pun tidur di luar. Beliau tidak marah, bahkan ketika Aisyah bangun dan
membukakan pintu di sepertiga malam terakhir, Rasulullah lebih dulu meminta maaf.

Jama'ah Jum'at yang dirahmati Allah,
Karakter ketiga orang yang bertaqwa adalah, ِ س'´-'ا ِ ¸َ= َ ¸,ِ·'َ·ْ'اَ و "memaafkan manusia"
Menurut Sayyid Quthb dalam tafsir Fi Zhilalil Qur'an, menahan marah adalah fase
pertama, dan itu tidak cukup. Ia harus diiringi dengan memberikan maaf. Karena ada
kalanya orang tidak menampakkan kemarahan tetapi ia memendam benci dan
dendam. Kemarahan yang disimpan itu menyakitkan hati dan menghanguskan jiwa,
tetapi dengan memaafkan maka lepaslah ia dari sakit hati dan seketika jiwanya
menjadi lapang dan damai, meninggi ke langit suci.

Menjadi momentum yang tepat bahwa selepas Ramadhan kita saling memaafkan.
Halal bi halal, meskipun istilahnya diambil dari bahasa Arab, tidak dikenal di dunia
Arab. Tetapi bukan berarti itu terlarang. Justru dengan budaya halal bi halal ada
sarana bagi kita untuk saling memaafkan. Meskipun demikian, memaafkan tidak
hanya di bulan Syawal saja.

Orang yang bertaqwa itu suka memaafkan orang lain. Maka untuk mengetahui apakah
puasa Ramadhan kita berhasil atau tidak salah satunya adalah melihat ini: apakah kita
sudah memaafkan orang lain? Apakah kita suka memaafkan orang lain? Apalagi jika
orang itu adalah istri kita, orang tua kita, anak-anak kita, keluaraga dan saudara kita,
atau teman-teman kita.

Jama'ah Jum'at yang dirahmati Allah,
Karakter ketiga orang yang bertaqwa disebutkan Allah di ayat 135.

¸. « - , ¸ - ¸ , , ,, · = | ·¸ ¸ «- · =· · -·|· ·¸ ¸ · . , , . « · | ·, « · » ¸ | - = -· · ·, · - · · . , ¸, =|· ¸
., « · - , , · ¸ ·, · - · · - _ · - ·¸¸ = , , | ¸ -·|· ·| , =, · =|·
dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya
diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa
mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan
mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. (QS. Ali
Imran : 133-135)

Orang yang bertaqwa itu segera bertaubat kepada Allah jika ia melakukan kesalahan
atau kemaksiatan. Ia segera menyadari kesalahannya, ingat Allah, memohon ampun
dan tidak meneruskan kesalahannya.

Khutbah Jum'at Sebelum Ramadhan Pergi

Bersama Dakwah
7
"Faahisyah" yang diterjemahkan dengan perbuatan keji dalam ayat tersebut adalah
perbuatan dosa yang besar dan sangat buruk. Namun begitu besarnya rahmat Allah,
sehingga meskipun hambaNya berbuat dosa besar dan sangat buruk, ia bisa menjadi
muttaqin asalkan bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Dan dosa besar itu
tidak menutupnya dari peluang taqwa asalkan ia bertaubat.

Maka mengukur ketaqwaan kita, mengukur keberhasilan puasa kita salah satu
indikatornya adalah apakah kita suka bertaubat atau tidak. Jika kita melakukan
kesalahan segera bertaubat dengan menyadari kesalahan itu, mengingat Allah dan
memohon ampunan-Nya serta tidak meneruskan kesalahan itu, insya Allah puasa kita
berhasil dan kita lebih dekat dengan taqwa. Tetapi jika kita sadar dengan dosa dan
kemaksiatan yang kita lakukan tetapi menunda-nunda taubat, meneruskan menikmati
maksiat, maka itu berarti kita jauh dari taqwa dan khawatirlah bahwa puasa
Ramadhan kita tidak mendapatkan hasil apa-apa kecuali lapar saja.

_ « -·¸|· ¸ , - . · | ¸ , - _· ¸ ¸ « -· `= _ ¸ | ¸

KHUTBAH KEDUA

, | ¸ -· · ¸,`=|· _ · - · ¸ , = , | `¿ ¬ |· ¸, . ¸ ; = , |· , - |, = _ ¸ = _ | ¸ =|· -· | = « ¬ |·
., · ¸ = « |· · ¸ ·
· = - ¸ =· v, - |, v .| = , = | - |, = _¸ · = ,- · =« ¬ - .| =,=|¸ . - | c, ¸ = v .
., « · . - , · · | ¸ v , ¸ ·, « · v ¸ - ·· « · ¿ - -·|· ·, «·· ·, · -¹ ¸, =|· · ,, |· ,
· =, = = v , | ·, |, | ¸ -·|· ·, «·· ·, · -¹ ¸, =|· · ,, |· , ' , ´ | _ · = , ¸ « - , ¸ , ´ |· « - |
· «, = - · _ , · _· · = « · - |, = _ ¸ -·|· _ = , ¸ - ¸ , ´ ,, · . , ´ |


,¹ _ · - ¸ ¸ =« ¬ - _ · - ,· =¸ ¸ = , ,·|· _. · - . «· =¸ . ,· = · « · .¸ =« ¬ -
_· , ¸ . , , ·· ¸ , , ,¹ _ · - ¸ , , ·· ¸ , , _ · - = . · _· , · « · .¸ =« ¬ - ,¹ _ · - ¸ ¸ =« ¬ -
_ · . , , ·· ¸ , , ,¹ _ · - ¸ , , ·· ¸ , , _ · - , ,·|· ¸ _· ¸ .` = , ¬ - ` = , « - c· , ¸ , «|· -|·
¸ - =· ,- | - -· ¸ _ | ¸ - ¸ . ¸ , = =·¸|· - ·· « · - ¸ - ¸ . ¸ , · - ¡ '· - ,· ¬=.|· ¸ ··. =
¸ - ¸ . ¸ , - « - | ·· - ¸ . ¸ ,`=|· ; , , _ | , =· · - ¡ '· ¸ ¸ ,· - ¡ '· ·. , c. · « - ¸ , , , - -
¸ , « -·¸|· , - _ | .
Khutbah Jum'at Sebelum Ramadhan Pergi

Bersama Dakwah
8

, ,·|· ·. · |¸ « · ¸ - -· ¸ .· - , - ¸ - · - « - · = · · · - « - ¸ - -· « · · =. - , ¸. - ·. |¸
· · - - v ¸ · · , · g = · v ¸ .· - , = - - · - ¸ ¸ ¬ - v ¸ ·, « = .
_ · -|· ¸ =· « -|· ¸ _ «·|· ¸ ; = , |· c | | . · ·· , , ,·|· .

· ·· . | ·· - : · 3 _ ¸ · . | c | | . · ·· , , ,·|· - =· - · , · | ¸ .· ¸ ·· . · | .· = .·. , , · - ·
· ¬ |· = : « - ¸ .· · ,· · · ¬ =· _ · ·· « , , ¸ .· - ·· _ · - ·· · · « · - ¸ .· , ·· _ · | .·. = · · , « , ¸
.· -.. =· ¸ ·.. ,`, | v :.. - ·.. | _ _ ¸ .· =..|· - ;· ¸.. · ,· ¸ , :.. ¬ |· · . ·.. , .
; : = ,· ¸ - | , ,·|· _ « - | ¸ . , , · , « = , ,·|· =`- ¸ ¸ . ¸ , «· . « |· ¸ _ · - , , · « · ·
. · ·· ¸ . _ « |·=|· - · , = ¸ . ·· ¸ .`¿ -· _ - « - | = .·, - | ¸ - v· ¸ ; :.|· .

·· - ¸, « · · ·, _ . , ¬ = ¸ · · - , · _ ¸ · · « , | ¸ · · -· , = · · · ¸ · · · ¸ · · _, «..|· . · | c· ,
,, · - |·
· ·, _ , ,·|· `¿ ¬ |· , · =`, | ¸ · · ·· = · = ¸ - | ¸ · · ·· |¸ | = « -· = _ ·. , ¿ ¬ |· - , =`, | ¸
¸ , « |· -|·
, ,·|· -· ¸ . _· _ = « |· c = , · ¸ - · · « =· · ·, _ ¸ - · · · - ¸. , ·|· ¸ c. | ¸ , ¸ ··=|·
c | ¸ , ¸ « - · . « |· . _· ,·|· ¸ _· ¬ = v· ¸ `_ = - |· ,
· · | _ ¸ - | ¸ ·· «.|· =· · ¸ , ¸ - · · , · - , ¸ · | , ,·|· = _· , ¸ . ¸ _ v· =· ¸ , - ¸ -
· · - ¸ _ _ ¸ · · _· « · ¸ · · | ·¸ ;· ¸ · ,· ¸ , : ¬ |· · . · , · · |· __ | ¸ .
_··|· =· = - · · | ¸ - · . - · ¸ -v· ¸ ¸ - ·. - · , ·=|· ¸ · · ·¹ · ·, _ .
.. · | c.· , . - « - _ c · = | ¸ - · · | . · ¸ .· · · , = · . , = - , · · , ,· | g ¸ · v · ·, _
· ,|· =· .
¸ , ¸ =· -· ¸ - ¸ · , ´ · | · · « - ¸ · ¸ · · | ¸ « - · , | . , ¸ · · . « · | · · « · » · ·, _ .
Khutbah Jum'at Sebelum Ramadhan Pergi

Bersama Dakwah
9
¸ , « · . « |· ¸ . =· · - ¡ « |· ¸ ¸ , · - ¡ « ·| ¸ « -· , ,·|· , , ·. - ·· , - v· . =· « · . « |· ¸
` _ , « = c· , . =· , - v· ¸ ·· -=|· . , ¬ - ` . , ¸ | .

=· .· , - : =· . , _. , · , ¸ _. , ¸ «|· ¸ . ·· · , , ¸ .· . - ,· ¸ , = - |· , ¸ - | , ¸. -
, ´· - | , ´ = - , _ - , |· ¸ ¸ ´ · « |· ¸ ··= ¬ « |· . ¸ ¸· = ·

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->