KURANG BAB III

BAB 1 PENDAHULUAN Struktur organisasi dapat memberikan informasi yang akurat berkaitan dengan organisasi yang ada dalam perusahaan itu sendiri. Kebutuhan akan struktur organisasi dalam uraian kerja membentuk suatu panduan terhadap tugas, tanggung jawab dan wewenang yang akan diinformasi di dalam uraian kerja tersebut. Uraian kerja itu sendiri menjadi bagian penting yang akan digunakan dalam melakukan proses penyusunan SOP yang ada dalam perusahaan. Uraian kerja dapat secara tepat dan akurat membatasi ruang lingkup dari kegiatan yang termuat dalam job description yang dalam aktivitas proses kerja yang akan dijelaskan dalam SOP. Dengan menetapkan adanya struktur organisasi dalam perusahaan seperti yang dimaksud tersebut, terdapat suatu bentuk tahapan terhadap pengelompokan aktivitas pekerjaan yang nantinya akan dikembangkan ke dalam bagan SOP (Standard Operating Procedure) untuk dikelompokkan menjadi kelompok proses utama dan kelompok proses pembantu. Apabila struktur organisasi belum terbentuk maka pengelompokan kerja menjadi random/ scatter yang kemudian didapatkan status informasi bahwa aktivitas kerja tersebut tidak dapat secara tepat menggambarkan batasan pekerjaan yang ditetapkan dalam kegiatan yang dimaksud. Alangkah baiknya dalam suatu perusahaan, sebelum sistem dibuat, perusahaan menetapkan terlebih dahulu Standard Operating Procedure yang akan ditetapkannya dalam proses optimalisasi dan pengembangan internal yang dijalankan dalam perusahaan Perkebunan Apel tersebut.

STRUKTUR ORGANISASI PERKEBUNAN APEL

RUPS
DIREKT UR
DIREKT UR I

KEPALA AUDIT

DIREKT UR II

Div. Jasa Kustodia n sentr Bag. Hub. Pemakai Jasa

Div. TI

Div.Hot el Bag. Pelayana n
Bag. Komunikasi Perusahaan Bag. Hukum Bag. Pengemban gan SDM Bag. Dstribusi dan pemasara

Div. Administr asi Akunta n&Perp ajakan
Keuanga n

Div. Penelitian&Pen gembangan Bag. Penelitian Bag. Pengemba ngan

Div. Agroindus tri

Bag. Operasional Teknologi Informasi Bag. Dukungan Aplikasi Informasi & Security

Bag. Pengelola an

3. Berikut ini adalah uraian tugas direksi Perkebunan Apel yang dapat dilihat sebagai berikut . Dengan demikian struktur organisasi yang digunakan harus sesuai dengan kondisi dan kebutuhan perusahaan agar pendayagunaan sumber daya yang ada dapat dioptimalkan. sehinggah setiap jabatan mempunyai nomor kode klasifikasi menurut pentingnya kedudukan dalam organisasi. Direktur Pemasaran dan Direktur SDM. mengembangkan sistem organisasi. Oleh sebab itu. Lapisan Bawah. Lapisan Puncak. Penggambaran organisasi dalam suatu bagan merupakan suatu hasil keputusan yang telah tercapai struktur organisasi yang bersangkutan. ada beberapa keuntungan yang dapat diperoleh dari penggunaan badan organisasi yaitu : 1. lapisan initerdiri dari para pekerja pelaksana perintah yang diterapkan oleh atasannya. dengan tugas mengembangkan organisasi. Dapat memperlihatkan gambaran perkerjaan dan hubungan-hubungan yang ada didalam perusahaan. Didalam perusahaan pada umumnya mengadakan klasifikasi jabatan. antara lain : 1. Lapisan Menengah. TUGAS RUPS . Lapisan ini disediakan untuk semua pimpinan puncak.Struktur Organisasi merupakan susunan yang terdiri dari fungsi-fungsi dan hubungan-hubungan yang menyatakan seluruh kegiatan untuk mencapai suatu sasaran. Didalam Organisasi Perkebunan ini sumber wewenang berasal dari RUPS dan kemudian didelegasikan kepada Dewan Komisaris. dan mengembangkan sistem manajemen secara terbatas. Direktur Keuangan. lapisan ini disediakan untuk pemegang pimpinan tertinggi atau Presiden Direktur dengan tugas menghembangkan organisasi. mengembangkan system organisasi. Dapat memperlihatkan karakteristik utama dari perusahaan yang bersangkutan. Secara fisik struktur organisasi dapat dinyatakan dalam bentuk gambaran grafik (bagan) yang memperlihatkan hubungan antara unit-unit organisasi dan garis-garis wewenang yang ada. 2. dan mengembangkan system manajemen. 3. melalui struktur organisasi ini diharapkan dapat tercapai suatu koordinasi yang efektif diantaranya unit-unit maupun bagian didalam organisasi / perusahaan. 2. Dapat digunakan untuk merumuskan rencana kerja yang ideal sebagai pedoman untuk mengetahui siapa bawahan dan siapa atasan. dan Dewan Komisaris mendelegasikan kepada Direktur terkait yaitu : Direktur Produksi. Pada struktur organisasi ada tiga bagian kelompok.

117/M-MBU/2002 tanggal 31 Juli 2002. RUPS sebagai organ perusahaan merupakan wadah para pemegang saham untuk mengambil keputusan penting yang berkaitan dengan modal yang ditanam dalam perusahaan. Pihak kreditor sebagai pihak ketiga hanya berkepentingan dalam hal hutangnya lunas (dibayar). f. Bila dia diwajibkan untuk membayar. maka pemegang saham yang bersangkutan wajib membayar lunas seluruh dan setiap hutang yang harus dibayar oleh perusahaan. menyetujui perubahan Anggaran Dasar. Pembentukan Komite Audit. c. b. Keputusan yang diambil dalam RUPS didasari pada kepentingan usaha Perseroan dalam jangka panjang. RUPS adalah organ perusahaan yang memegang kekuasaan tertinggi dalam Perseroan dan memegang segala kewenangan yang tidak diserahkan kepada Direksi dan Dewan Komisaris. menyetujui laporan tahunan dan menetapkan bentuk dan jumlah remunerasi (imbalan kerja) anggota Dewan Komisaris dan Direksi e. serta UU no 19 Tahun 2003 tentang BUMN tanggal 19 . Kewenangan RUPS antara lain: a. Para pemegang saham adalah pemilik dari perusahaan tersebut. maka pelaksanaan kewajiban pembayaran tersebut dilakukan secara tanggung renteng di antara para pemegang saham tersebut. mengevaluasi kinerja Dewan Komisaris dan Direksi.Pemegang saham atau stockholder adalah seseorang atau badan hukum yang secara sah memiliki satu atau lebih saham pada perusahaan. Bila ada pemegang saham lain yang mempunyai kewajiban yang sama. dengan memperhatikan ketentuan Anggaran Dasar dan peraturan perundang-undangan. mengangkat dan memberhentikan anggota Dewan Komisaris dan Direksi. Sesuai dengan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara nomor Per-05/MBU/2006 tanggal 20 Desember 2006 tentang Komite Audit bagi BUMN dan nomor Kep. sedangkan urusan internal sehubungan dengan pertanggung jawaban secara tanggung renteng itu sewajarnya hanya menjadi urusan di antara para pemegang saham pada perusahaan yang bersangkutan. mengambil keputusan terkait tindakan korporasi atau keputusan strategis lainnya yang diajukan Direksi. tentang penerapan Good Corporate Governance pada BUMN. d.

baik atas laporan tahunan maupun laporan triwulanan/ bulanan. 2. Persyaratan Keanggotaan Agar dapat diperoleh hasil pengawasan yang objektif maka integritas dan independensi serta kompetensi yang tinggi merupakan prasyarat bagi pemilihan anggota Komite Audit.Juni 2003. Tugas komite audit Bidang Pelaporan Keuangan Tugas Komite Audit mencakup penilaian dan review mengenai kebijakan dan praktek pelaporan akuntansi dan keuangan termasuk adanya kemungkinan perubahanperubahan yang signifikan. kewajiban dan wewenang . dasar pertimbangan perlakuan akuntansi yang digunakan. kewajiban dan wewenang Komite Audit berkaitan bidang tersebut di atas adalah memberikan rekomendasi mengenai penyempurnaan sistem pengendalian manajemen perusahaan dan manajemen resiko serta pelaksanaannya. 1. Dalam melakukan penilaian dan review atas pelaporan keuangan tersebut Komite Audit mempunyai tugas. Bidang Pengendalian Intern dan Manajemen Resiko Tugas. Tugas Tugas Komite Audit juga mencakup reviu secara berkala kesesuaian antara kebijakan yang diterbitkan oleh perusahaan dengan peraturan perundangundangan . - Ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku dan Kebijakan Penerapan GCG. Organisasi Komite Audit Struktur Organisasi Komite Audit dibentuk dan diangkat oleh Komisaris sehingga secara sruktural pertanggungjawaban kepada Komisaris. Dengan ini diharapkan mampu memberikan kontribusi yang maksimal dalam penerapan Good Corporate Governance pada perusahaan. standar pelaporan dan akuntansi.

Komite Audit diberi wewenang mengakses data/informasi pada bagian yang terkait dengan petugas namun tetap menjaga kerahasiaan perusahaan. serta Auditor Ekstern maupun Satuan Pengawasan Intern (SPI). Hubungan Tugas Komite Audit dengan Komisaris Komite Audit dibentuk oleh Komisaris yang anggotanya diangkat oleh Komisaris sedangkan ketuanya berasal dari salah seorang Komisaris. karena Komite Audit adalah bentukan Komisaris. Komite Audit juga harus melakukan evaluasi atas Pengawasan manajemen terhadap penerapan Good Corporate Governance.yang berlaku. HUBUNGAN TUGAS KOMITE AUDIT DENGAN BERBAGAI PIHAK Dalam menjalankan tugasnya. Dalam hubungan kerja tersebut. Dengan demikian Komite Audit mempunyai hubungan langsung dengan Komisaris. 2. Komite Audit harus memelihara hubungan kerja yang efektif dengan Komisaris dan Direksi. baik dalam menjalankan fungsinya maupun mengenai hak/wewenang dan tanggungjawabnya. sehingga secara tidak langsung piagam tersebut dapat menjadi sarana komunikasi dengan pihak Direksi/Manajemen. Hubungan Tugas Komite Audit dengan Direksi Komite Audit dengan Direksi mempunyai hubungan tidak langsung. Kewajiban Membuat Laporan Hasil Reviu dan evaluasi secara berkala kepada komisaris. agar fungsi Komite Audit dapat berjalan lancar dan efektif diperlukan dukungan Direksi. 1. Komisaris mengharapkan dari Komite Audit hasil pekerjaannya yang berkualitas dan handal dalam rangka menunjang kelancaran tugas dan fungsi pengawasan. Bentuk dukungan yang diberikan melalui Piagam Komite Audit yang ditandatangani juga oleh Direktur Utama. Memastikan bahwa Laporan Keuangan dan Laporan Tahunan telah menyajikan tentang masalah ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku dan penerapan Good Corporate Governance. Namun demikian. Wewenang Dalam rangka kelancaran tugasnya. karena piagam tersebut telah mencerminkan tugas Komite .

Disamping itu Komite Audit dapat meminta bantuan tenaga SPI untuk melakukan audit bila dianggap perlu melalui Komisaris dengan persetujuan Kepala Bagian SPI dan Direksi. antara lain: . Komite Audit didukung oleh SPI melalui penyampaian Hasil Audit dan Laporan lainnya oleh SPI. sehingga laporan yang diterbitkan berkualitas. sebaliknya SPI mendapat dukungan Komite Audit untuk meningkatkan efektivitas. Komite Audit hanya meminta penjelasan atas data. Dokumen atau laporan yang diperoleh apabila kurang informatif dan tidak diperbolehkan berupa surat pernyataan. Dokumen atau Laporan yang diminta sesuai dengan bidang tugasnya Permintaan dilakukan secara tertulis oleh Komite Audit Permintaan Komite Audit tidak bersifat memeriksa/ mengaudit. Hubungan Tugas Komite Audit dengan SPI dan Auditor Ekstern Dalam menjalankan fugsinya. Rencana Audit Tahunan. Hubungan Tugas Komite Audit dengan Bagian/Manager Demi kelancaran tugas Komite Audit dapat meminta data. 3. Kinerja dan Mekanisme Kerja SPI Hubungan Komite Audit dengan Auditor Eksternal terwujud melalui rapat-rapat dan diskusi selama audit berlangsung. kualitas dan independensinya melalui reviu Komite Audit terhadap Charter SPI. Secara rinci yang dimuat dalam Rencana Kegiatan Tahunan. Standar SPI. Perencanaan dan Pelaksanaan Kegiatan Penyusunan Rencana Kegiatan Pada saat bersamaan dengan penyusunan Rencana Kerja Anggaran Perusahaan. 4. Komite Audit juga menyusun Program Kerja Tahunan yang memuat rencana kegiatan dan dana yang dibutuhkan. dokumen atau laporan secara langsung dari Kepala Bagian atau Manajer tanpa surat perintah Komisaris dan tanpa harus mendapat izin dari Direksi dengan syarat: Data.Audit sehingga Direksi/Manajemen dapat mempersiapkan berbagai informasi yang diperlukan. tepat waktu yang dapat mendorong terciptanya budaya pengawasan dalam perusahaan. MEKANISME KERJA KOMITE AUDIT 1.

triwulanan dan laporan keuangan tahunan perusahaan. (3) Reviu kebijakan standar dan prosedur audit SPI (4) Mengkaji hasil audit SPI (temuan audit. Efektivitas dan efisiensi suatu unit Usaha dalam perusahaan. (11) Kegiatan lain seperti pelaporan dan tugas-tugas yang ditugaskan oleh komisaris. - . (10) Rapat internal. rapat dengan SPI. Komite Audit meningkatkan efektivitas Satuan Pengawasan Intern dengan cara: • Memastikan bahwa Laporan Satuan Pengawasan Intern telah cukup memadai. rekomendasi.(1) Analisa dan pengkajian laporan bulanan. (5) Review Proses Manajemen Resiko dan Pengendalian Intern. Kegiatan insidentil ini dapat berupa antara lain : Audit Khusus atas adanya dugaan penyimpangan atau pemborosan sumber daya dan ekonomi yang dimiliki perusahaan. (8) Review pelaksanaan Audit dan Laporan Hasil Audit Kantor Akuntan Publik. tanggapan dan tindak lanjut Manajemen). (9) Mengkaji temuan KAP dan relevansinya serta tindak lanjutnya. rapat dengan KAP dan rapat dengan Komisaris. (2) Mereviu Rencana Program Kerja Tahunan (RPKT) Satuan Pengawasan Intern(SPI). (6) Review kepatuhan perusahaan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku dan penerapan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik (Good Corporate Governance) (7) Review kerangka Acuan (Term of Reference) persyaratan seleksi Kantor Akuntan Publik (KAP).

Sebaliknya. Komite Audit akan dapat melaksanakan peran dan tanggungjawabnya secara efektif jika memperoleh informasi dari Satuan Pengawasan Intern. Mekanisme Kerja dengan SPI Komite Audit dengan Satuan Pengawasan Intern (SPI) mempunyai hubungan Kemitraan yang berkesinambungan dan saling mendukung. Mereview standar audit yang dilaksanakan oleh SPI. Mekanisme Kerja dengan Auditor Ekstern Komite Audit mempunyai kewenangan yang luas berkaitan dengan Auditor Eksternal (KAP). independensi. Memberikan masukan atas pelaksanaan audit. Memberikan masukan atas Internal Audit Charter. • • • - Pelaksanaan Kegiatan Komite Audit • • • Pelaporan Keuangan Penerapan GCG dan Ketaatan terhadap Peraturan Perundang-Undangan. Pengendalian Internal dan Manajemen Resiko 2.• • Memastikan bahwa prosedur audit yang dilakukan sesuai dengan audit program. 3. Oleh karenanya sebelum rencana Kerja Tahunan tersebut disampaikan kepada Dewan Komisaris perlu dilaksanakan koordinasi terlebih dahulu dengan Rencana Kerja SPI sehingga tidak terjadi tumpang tindih atau duplikasi. Memastikan bahwa tidak terdapat pembatasan audit oleh Direksi. rekomendasi penunjukan. mereviu/mengawasi perencanaan dan pelaksanaan audit sampai mereviu . Rencana kerja tahunan Komite Audit harus mempertimbangkan dan tidak mengambil alih tugas audit reguler/operasional yang seharusnya menjadi proram kerja SPI. kualitas dan efektivitas fungsi Satuan Pengawasan Intern akan mendapat dukungan dari Komite Audit melalui fungsinya. mengevaluasi independensi. dimulai proses seleksi.

Komite Audit mereviu terlebih dahulu Terms of Reference (TOR) dan Request for Proposal (usulan penawaran) yang telah disiapkan oleh Panitia Pengadaan sebelum dikirim kepada calon peserta (KAP) yang dianggap mampu. jadwal waktu. • Keterlibatan Komite Audit dalam pelaksanaan Pekerjaan Auditor Eksternal. Mekanisme Kerja Komite Audit dengan Direksi . Tahap Pelaksanaan Audit Komite Audit harus memelihara hubungan baik dengan auditor eksternal (KAP) selama pelaksanaan audit berlangsung dan mengevaluasi secara terus menerus kualitas pelaksanaan tugas Auditor eksternal dengan cara memantau. - Keterlibatan Komite Audit dalam penunjukan • Auditor Ekstern: Dalam proses seleksi. memperoleh informasi. namun melibatkan Komite Audit.pelaporan serta memonitor tindak lanjut hasil Audit. sumberdaya yang dibutuhkan dan cakupan ruang lingkup audit yang akan dilaksanakan dengan mempertimbangkan berbagai faktor. Komisaris dan Rapat Umum Pemegang Saham sesuai fungsinya. Rencana Audit menjelaskan tentang sifat/jenis audit. Pemilihan dan penunjukan Auditor Ekstern (KAP) untuk mengaudit laporan keuangan. 4. melakukan diskusi atau rapat. seperti resiko pengendalian internal serta kompleksitas kegiatan yang akan diaudit. tetap mengacu kepada Pedoman Pengadaan Barang dan Jasa yang berlaku bagi perusahaan. Tahap Perencanaan Audit Komite Audit mereviu rencana audit dari auditor ekstern (KAP) untuk menentukan apakah sesuai dengan kebijakan audit yang telah disahkan agar pelaksanaanya berjalan seperti yang diharapkan.

Pemaparan materi pokok masalah yang akan dibahas . Rapat Komite Audit Sebaliknya. 5. Perumusan simpulan dan rekomendasi. - . kecuali rapat dengan Komisaris Utama dipimpin oleh Komisaris Utama atau yang telah ditunjuk. Pembahasan materi rapat/tanya jawab.Komite Audit merupakan alat Dewan Komisaris untuk melakukan fungsi Pengawasan terhadap pengelolaan perusahaan. Apabila Komite Audit bermaksud mengadakan rapat dengan Direksi maka panggilan atau undangan rapat dilakukan secara tertulis melalui Komisaris yang dilampiri dengan bahan rapat dan disampaikan dalam waktu sekurang-kurangnya tiga hari sebelum rapat. Pembukaan rapat dilakukan pemimpin rapat Penetapan notulis rapat. agar peserta rapat mempunyai waktu yang cukup mempelajarinya. Penyelenggaraan Rapat Rapat dilaksanakan minimal sekali dalam sebulan atau sekurangkurangnya sama dengan ketentuan rapat minimal Komisaris Rapat dipimpin oleh Ketua Komite Audit. Fungsi Komite Audit dapat berjalan efektif jika Direksi memahami arti penting dan manfaat Pengawasan yang dilakukan oleh Komite Audit. Pengisisan daftar hadir untuk seluruh peserta rapat. Penanda tanganan Risalah rapat. Komite Audit harus membangun hubungan yang positif. konstruktif dan produktif dengan Direksi. selalu mengkomunikasikan hasil reviu dan rekomendasinya. serta mengatur jadwal kegiatan/pertemuan agar tidak menimbulkan gangguan terhadap kegiatan Direksi. dalam rangka untuk efektivitas pelaksanaan tugastugasnya.

Laporan Kepada Dewan Komisaris Laporan Komite Audit kepada Dewan Komisaris merupakan sarana untuk mengkomunikasikan pertanggungjawaban atas pelaksanaan fungsi yang didelegasikan kepada Komite. Disamping itu. Komite Audit membuat laporan berkala tas pelaksanaan atau realisasi rencana kegiatan tahunan yang disampaikan kepada Komisaris. DIREKTUR UTAMA Direktur utama mempunyai tugas : Memimpin dan mengendalikan semua kegiatan dalam perusahaan Menyampaikan renca kerja lima tahunan dan rencana kerja anggaran tahunan kepada badan pengawas untuk mendapatkan pengesahan Dapat melakukan perubahan terhadap program kerja setelah mendapat persetujuan badan pengawas Membina pegawai Mengurus dan mengelola kekayaan perusahaan Menyelenggarakan administrasi umum dan keuangan - . disampaikan tembusannya kepada Komite Audit agar dapat dimonitor tindak lanjutnya . Setiap risalah rapat komisaris yang memuat rekomendasi untuk ditindaklanjuti Direksi. Laporan khusus yang berisi setiap temuan yang dapat diperkirakan mengganggu kegiatan perusahaan.6. • Bahan yang digunakan untuk penyusunan laporan adalah laporan yang diterima dari SPI. Laporan tersebut disampaikan paling tidak setiap 3 bulan kecuali ditentukan lain oleh Komisaris (pasal 7/Kep Menteri BUMN no Kep 103/MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002). Laporan disampaikan secara berkala maupun insidentil kepada Dewan Komisaris sebagai berikut • Laporan berkala yang berisi pokok-pokok hasil kerjanya sebagaimana tercantum dalam Rencana Kegiatan Tahunan. laporan dari auditor ekstern dan informasi yang dimiliki sendiri oleh Komite Audit Komisaris mengadakan rapat internal atas Laporan yang diterima dari Komite Audit dan dapat mengundang anggota Komite Audit dalam rapat tersebut. laporan dari manajemen.

kepegawaian dan kesekretariatan. mengarahkan diskusi ke arah konsensus. harus segera memenuhi setiap permintaan informasi yang diminta oleh Dewan Auditor Statuta. Merencanakan dan mengembangkan sumber-sumber pendapatan serta pembelanjaan dan kekayaan perusahaan. menjelaskan dan menyimpulkan tindakan dan kebijakan - - Penerima Kode Etik dan khususnya para Direktur: • saat menyiapkan laporan keuangan. harus menggambarkan situasi ekonomi dan keuangan Perusahaan secara jujur. badan korporat lainnya atau firma audit eksternal lainnya yang sah secara hukum. baik jangka panjang maupun jangka pendek Menetapkan kebijakan perusahaan (corporate strategy) dan mengkoordinasikan pelaksanaan secara konsisten Mengkoordinasikan pelaksanaan riset dan pengembangan Mengkoordinasikan dan mengendalikan kegiatan-kegiatan dibidang administrasi keuangan. menyediakan informasi yang benar dan lengkap bagi Dewan Pengawas mengenai situasi ekonomi dan keuangan Perusahaan • • . keadilan dan kesempatan bagi semua untuk berkontribusi secara tepat. dan lengkap. komunikasi apa pun ke pasar atau dokumen serupa. jelas. Mengkoordinasikan dan mengendalikan kegiatan pengadaan dan peralatan perlengkapan. menentukan urutan agenda. menyesuaikan alokasi waktu per item masalah. Menawarkan visi dan imajinasi di tingkat tertinggi (biasanya bekerjasama dengan MD atau CEO) Memimpin rapat umum. dan dengan segala cara memfasilitasi performa kontrol yang dimiliki oleh pemegang saham.- Mewakili perusahaan baik di dalam maupun di luar perusahaan Menyampaikan laporan berkala mengenai seluruh kegiatan. dalam hal: untuk memastikan pelaksanaan tata-tertib. termasuk neraca dan perhitungan laba dan rugikepada badan pengawas Memberikan arahan perencanaan perusahaan dan program kerja.

Dan wewenang secara instruktif pada kepala bagian anggaran. melakukan koordinasi aktifitas di Direktorat Keuangan. maka direktur tidak dapat dipersalahkan atas kerugian PT. 1. kepala bagian verifikasi. kebijakan yang tepat dalam menjalankan PT serta UU No. direktur pemasaran. Wewenang : - . penyimpanan pada portafolio terbaik. Atas kerugian PT. penempatan. direktur akan dimintakan pertanggungjawabannya baik secara perdata maupun pidana. pencairan sumber-sumbe penerimaan. perpajakan dan asuransi asset perusahaan Memberi pedoman penyusunan Rencana Verja dan Anggaran Preusan (RKAP) serta Rencana Kerja Operacional (RKO) dan mengupayakan kegiatan tersebut sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. mengkoordinasi aktifitas sinergi untuk mencapai hasil bisnis yang optimal dari pelaksanaan seluruh usaha perusahaan. Apabila kerugian PT disebabkan kerugian bisnis dan direktur telah menjalankan kepengurusan PT sesuai dengan maksud dan tujuan PT anggaran dasar. Melaksanakan kegiatan administrasi keuangan. 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas. pengalokasian penggunaan dan pengawasannya.Direktur bertanggung jawab atas kerugian PT yang disebabkan direktur tidak menjalankan kepengurusan PT sesuai dengan maksud dan tujuan PT anggaran dasar.  Kepala bagian keuangan Tugas : Melaksanakan pengelolaan keuangan meliputi seluruh fungsi-fungsi perencanaan. dan kepala bagian pembukuan. • Wewenang Mempunyai wewenang secara kordinatif dengan direktur produksi. kebijakan yang tepat dalam menjalankan PT serta UU No. Direktur Keuangan • Tugas pokok Bertanggung jawab untuk mengarahkan penanggulanan berbagai jenis risiko financial (financial risk management) yang dihadapi perusahaan. 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas. direktur perencanaan dan pengembangan dan direktur SDM.

semestre dan tahunan. Kepala urusan pajak dan asuransi asset preusan c. Mengkoordinir penyusunan rencana pembayaran hutang pokok dan bunga atas penarikan kredit investasi yang akan. arus kas dan bank bulanan. Kepala urusan kas dan bank. Mengkoordinir pelaksanaan pembayaran tunai maupun giral setiap harinya terhadap transaksi-transaksi yang timbal Tanggung Jawab : Kepala urusan kas dan bank dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada kepala bagian keuangan. Kepala urusan anggaran perusahaan Kepala urusan kas dan bank. b. Tanggung Jawab : Kepala bagian keuangan dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada Direktur Keuangan Personalia : Bagian keuangan dipimpin oleh seorang Kepala Bagian dan dibantu oleh : a. Mengkoordinir penyusunan rencana pembayaran kepada pihak ketiga secara mingguan. Berwenang menandatangani surat-surat/ memorando yang ditujukan lepada bagian yang sifatnya rutin dan tidak menyimpang dari kebijaksanaan Direksi/Direktur Keuangan. sedang dan telah diproses penarikannya. tripulan. Tugas :  Mengkoordinir penyusunan laboran keuangan harian posisi kas dan bank. Kepala Urusan Pajak dan Asuransi Asset Preusan -    . dua mingguan dan bulanan.- Berwenang mengambil keputusan-keputusan yang sifatnya tidak prinsipil dan tidak menyimpang dari kebijaksanaan Direksi/ Direktur Keuangan.

Tanggung Jawab : Kepala urusan pajak dan asuransi asset preusan dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada kepala bagian keuangan. Menkoordinir pembuatan dan meneliti kebenaran perhitungan Pajak Pertambahan Nilai yang tercantum pada faktur pajak keluaran atas penjualan lokal. mengkoordinasikan serta mengendalikan penyusunan dan pengawasan RKAP / RJP yang menyangkut : • • • • • • Areal tanaman dan areal lain-lain Produksi hasil lahan dan hasil jadi serta productivitas produksi Fasilitas pengolahan Biaya produksi kebun dan harga pokok Keuangan Kinerja perusahaan pelaksanaan . Memberikan penilaian dan pembinaan karyawan di lingkup urusan pajak dan asuransi asset preusan. Wewenang : • • Menjalankan program kerja dalam rangka kewenangan organisasi di lingkup urusan pajak dan asuransi asset perusahaan.Tugas :  Mengkoordini pembuatan dan meneliti perhitungan Pajak Pertambahan Nilai yang tercantum pada faktur pajak dan menandatangani Surat Setoran Pajak (SSP) pihak ketiga.   - Kepala Urusan Anggaran Perusahaan Tugas : Merencanakan.

pengolahan dan penyajian bahan/data untuk penyempurnaan dan penetapan kebijaksanaan. ketentuan dan standar penyusunan dan pengelolaan anggaran rutin maupun pembangunan. • Wewenang Mempunyai wewenang secara kordinatif dengan kepala bagian anggaran dan kepala bagian pembukuan.  Kepala bagian verifikasi • Tugas pokok Melaksanakan pengumpulan. serta melaksanakan tata pembukuan keuangan. Wewenang : • • • Menjalankan program kerja dalam rangka kewenangan organisasi di lingkup urusan anggaran perusahaan Memeberikan penilaian dan pembinaan karyawan di lingkup urusan anggaran perusahaan Menilai dan mengevaluasi pelaksanaan tugas-tugas bawahannya. pengolahan dan penyajian bahan/data untuk penyempurnaan dan penetapan kebijaksanaan.  Kepala bagian pembukuan • Tugas pokok Melaksanakan pengumpulan. pembayaran gaji. Kemudian melaksanakan penyelesaian administrasi keuangan.• Laboran realisasi anggaran kepala Direksi setiap triwulan / semestre / tahunan. dan tunjangan-tunjangan lainnya. . ketentuan dan standar tata usaha pembukuan dan penyusunan perhitungan anggaran. Tanggung Jawab : Kepala urusan anggaran perusahaan dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada kepala bagian keuangan.

.• Wewenang Mempunyai wewenang secara kordinatif dengan kepala bagian anggaran dan kepala bagian verifikasi.

karena biasanya suatu organisasi (perusahaan) akan menghadapi kondisi permintaan produk yang tingkatannya berbeda-beda. barang. Bertanggung jawab terhadap penyimpanan produk di gudang 2. promosi. dalam rangka menjamin kepuasan konsumen. Ruang lingkupnya mencakup pelaksanaan dan monitoring dalam rangka menjamin kepuasan konsumen. penetapan harga. Pada suatu saat mungkin tidak ada permintaan terhadap produknya. Pengambilan produk di pastikan secara FIFO ( First in First Out) 3. maupun persayratan lain yang di tetapkan konsumen. tipe. Tujuan dari adanya distribusi yaitu memastikan bahwa proses distribusi dan pengiriman produk kepada pelanggan dilaksanakan secara efektif baik jumlah. mengatur penyimpanan barang jadi dan menangani pendistribusian produk sampai ke pihak pemesan. tetapi juga mengelola permintaan pada saat tertentu. Distribusi memiliki tanggung jawab dan wewenang sebagai berikut : 1. dan pengendalian dari program-program yang dirancang. serta penyaluran gagasan. manajemen pemasaran tidak saja berkaitan dengan upaya mencari dan meningkatkan permintaan. untuk menciptakan. perencanaan implementasi. Tetapi pandangan ini terlalu sempit. mungkin permintaannya cukup. Umumnya orang beranggapan bahwa manajemen pemasaran berkaitan dengan upaya pencarian pelanggan dalam jumlah besar untuk menjual produk yang telah dihasilkan perusahaan. Jadi. dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan tujuan-tujuan individu dan organisasi. atau terlalu banyak permintaan. permintaannya tidak teratur. Manajemen pemasaran yang merupakan proses perencanaan dan pelaksanaan pemikiran. Menentukan pemakaian sarana kendaraan 4. membangun dan memelihara . Manajemen pemasaran sebagai analisis.Bagian Distribusi dan Pemasaran Distribusi ialah bagian dari perusahaan yang menangani dan bertanggung jawab atas penerimaan produk jadi dari produksi. sehingga manajemen pemasaran harus mencari jalan untuk mengatasi keadaan permintaan yang berubah-ubah ini. Menentukan dan mengusulkan perbaikan untuk menunjang kelancaran proses di bagiannya Pada intinya bagian distribusi dan pemasaran bertanggung jawab dalam manajemen pemasaran dalam suatu perusahaan.

Direktur Sumber Daya Manusia Berfungsi dalam mengelola bidang ketenaga kerjaandan umum serta pembinaan usaha kecil dan Koperasi. Untuk berhasil pemasaran harus memaksimalkan penjualan yang menghasilkan laba dalam jangka panjang. Seluruh sistem dari kegiatan bisnis harus berorientasi ke pasar atau konsumen. d) Melaksanakan pengendalian dan pengawasan terhadap bidang-bidang yang dikelolanya. sehingga tercapai kinerja sumber daya manusia dan umum yang optimal. o) Menetapkan kebijakan dan mengevaluasi pelaksanaan bina lingkungan. c) Mengelola sumber daya manusia yang ada secara umum. p) Mengendalikan biaya pembinaan sumber daya manusia dan umum secara efisien. l) Menetapkan program peningkatan kesejahteraan. mungkin beberapa waktu setelah penjualan dilakukan. f) Menetapkan sistem kerja bidang sumber daya umum untuk mewujudkan operational excellen. Pada umumnya tugasnya ialah mengelola dan memberdayakan sumber daya manusia dan sarana pendukung lain. k) Menetapkan sistem rekrutmen karyawan. Tugas – tugas direktur sumber daya manusia dan umum yaitu : a) Menyusun perencanaan dibidang ketenaga kerjaan dan masalah umum serta kesejahteraan karyawan. g) Melaksanakan mapping personil secara produksi h) Menetapkan dan melaksanakan sistem pendidikan dan pelatihan i) Menetapkan dan melaksanakan sistem penilaian karya. m) Menetapkan sistem survey kepuasan karyawan n) Menjalin hubungan yang harmonis dengan stake holders. Pemasaran adalah proses bisnis yang dinamis karena merupakan sebuah proses integral yang menyeluruh dan bukan gabungan aneka fungsi dan pranata yang terurai. j) Menetapkan sistem kompensasi dan remunerasi. 2. yang selanjutnya mencakup mengatur hubungan dengan pelanggan. Keinginan konsumen harus diketahui dan dipuaskan secara efektif. Manajemen pemasaran meliputi mengatur permintaan. 4. 5.pertukaran yang menguntungkan dengan pembeli sasaran untuk mencapai tujuan perusahaan. Definisi ini mempunyai beberapa pengertian penting mengingat : 1. Program pemasaran dimulai dengan sebutir gagasan produk dan tidak terhenti sampai keinginan konsumen benar-benar terpuaskan. . e) Menetapkan kebutuhan sumber daya manusia sesuai dengan kebutuhan perusahaan. b) Menetapkan ketentuan-ketentuan pelaksanaan dibidang yang dikelolanya. 3.

q) Mensukseskan pelaksanaan sistem manajemen ISO 9000. SMK3 Direktur SDM bertanggung jawab kepada Direktur Utama dan kepada Rapat Umum Pemegang Saham. ISO 14000. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful