PERKEMBANGAN SOSIOLOGI DI INDONESIA

Sejak jaman kerajaan di Indonesia sebenarnya para raja dan pemimpin di Indonesia sudah mempraktikkan unsur-unsur Sosiologi dalam kebijakannya begitu pula para pujangga Indonesia. Misalnya saja Ajaran Wulang Reh yang diciptakan oleh Sri PAduka Mangkunegoro dari Surakarta, mengajarkan tata hubungan antara para anggota masyarakat Jawa yang berasal dari golongangolongan yang berbeda, banyak mengandung aspek-aspek Sosiologi, terutama dalam bidang hubungan antar golongan (intergroup relations). Ki Hajar Dewantoro, pelopor utama pendidikan nasional di Indonesia, memberikan sumbangan di bidang sosiologi terutama mengenai konsep-konsep kepemimpinan dan kekeluargaan di Indonesia yang dengan nyata di praktikkan dalam organisasi pendidikan Taman Siswa. Pada masa penjajahan Belanda ada beberapa karya tulis orang berkebangsaan belanda yang mengambil masyarakat Indonesai sebagai perhatiannya seperti Snouck Hurgronje, C. Van Vollenhoven, Ter Haar, Duyvendak dll. Dalam karya mereka tampak unsur-unsur Sosiologi di dalamnya yang dikupas secara ilmiah tetapi kesemuanya hanya dikupas dalam kerangka non sosiologis dan tidak sebagai ilmu pengetahuan yang berdiri sendiri. Sosiologi pada waktu itu dianggap sebagai Ilmu pembantu bagi ilmu-ilmu pengetahuan lainnya. Dengan kata lain Sosiologi ketika itu belum dianggap cukup penting dan cukup dewasa untuk dipelajari dan dipergunakan sebagai ilmu pengetahuan, terlepas dari ilmu-ilmu pengetahuan lainnya. Kuliah-kuliah Sosiologi mulai diberikan sebelum Perang Dunia ke dua diselenggarakan oleh Sekolah Tinggi Hukum (Rechtshogeschool) di Jakarta. Inipun kuliah Sosiologi masih sebagai pelengkap bagi pelajaran Ilmu Hukum. Sosiologi yang dikuliahkan sebagin besar bersifat filsafat Sosial dan Teoritis, berdasarkan hasil karya Alfred Vierkandt, Leopold Von Wiese, Bierens de Haan, Steinmetz dan sebagainya. Pada tahun 1934/1935 kuliah-kuliah Sosiologi pada sekolah Tinggi Hukum tersebut malah ditiadakan. Para Guru Besar yang bertaggung jawab menyusun daftar kuliah berpendapat bahwa pengetahuan dan bentuk susunan masyarakat beserta proses-proses yang terjadi di dalamnya tidak diperlukan dalam pelajaran hukum. Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945, seorang sarjana Indonesia yaitu Soenario Kolopaking, untuk pertama kalinya member kuliah sosiologi (1948) pada Akademi Ilmu Politik di Yogyakarta (kemudia menjadi Fakultas Sosial dan Ilmu Politik UGM . Beliau memberika kuliah dalam bahasa Indonesai ini merupakan suatu yang baru, karena sebelum perang dunia ke dua semua perguruan tinggi diberikan da;am bahasa Belanda. Pada Akademi Ilmu Politik tersebut, sosiologi juga dikuliahkan sebagai ilmu pengetahuan dalam Jurusan Pemerintahan dalam Negeri, hubungan luar negeri dan publisistik. Kemudian pendidkikan mulai di buka dengan memberikan kesempatan kepara para mahasiswa dan sarjana untuk belajar di luar negeri sejak tahun 1950, mulailah ada beberapa orang Indonesia yang memperdalam pengetahuan tentang sosiologi.

Buku-buku Sosiologi lainnya adalah Sosiologi Suatu Pengantar Ringkas karya Mayor Polak. C. . Selo Soemardjan atau Bapak Sosiologi Indonesia Kanjeng Pangeran Haryo Prof. Selo Soemardjan bersama Soelaeman Soemardi.J. Apalagi masyarakat Indonesai merupakan masyarakat majemuk yang mencakup berates suku. Bouman. yaitu Algemene Maatschapppijleer dan Sociologie. Beliau juga menulis buku berjudul Pengantar Sosiologi Pengetahuan. Sampai saat ini belum ada Universitas yang mngkhususkan sosiologi dalam suatu fakultas sendiri. Selo Soemardjan. 23 Mei 1915 – meninggal di Jakarta. Dewasa ini telah ada sejumlah Universitas Negeri yang mempunyai Fakultas Sosial dan politik atau Fakultas Ilmu Sosial. Beliau juga disebut sebagai Bapak Sosiologi Indonesia. menghimpun bagian-bagian terpenting dari beberapa text book ilmu sosiologi dalam bahasa Inggris yang disertai dengan pengantar ringkas dalam bahasa Indonesia dirangkum dalam buku Setangkai Bunga Sosiologi terbit tahun 1964. Selo Soemardjan (lahir di Yogyakarta. UI dan UNPAD. Dr. Dr. Penelitian-penelitian sosiologi di Indonesai belum mendapat tempat yang sewajarnya. Prof Dr Paulus Wirutomo dan Arief Budiman. Kanjeng Pangeran Haryo Prof. Hukum dan politik terbit pada tahun 1967. Tokoh Sosiologi di Indonesia Banyak nama atau orang Indonesia yang menjadi ahli atau sosiolog besar dalam perkembangan sosiologi di Indonesi. Dr.Buku Sosiologi mulai diterbitkan sejak satu tahun pecahnya revolus fisik. Berikut biografi singkat dan peran – peran tokoh tersebut dalam perkembangan sosiologi di Indonesia : 1. Diantaranya adalah Prof. namun telah ada Jurusan Sosiologi pada beberapa fakultas Sosial dan Politik UGM. seorang warga Negara Indonesia bekas anggota Pangreh Praja Belanda. Buku tersebut berjudul Sosiologi Indonesai oleh Djody Gondokusumo. oleh karena masyarakat masih percaya pada angka-angka yang relative mutlak. yang telah mendapat pelajaran sosiologi sebelum perang dunia kedua pada universitas Leiden di Belanda. Para pengajar sosiologi teoritis filosofis lebih banyak mempergunakan terjemahan bukubukunya P. memuat tentang beberapa pengertian elementer dari Sosiologi yang teoritis dan bersifat sebagai Filsafat. bergrippen en problemen serta buku Lysen yang berjudul Individu en Maatschapppij. Penulis lainnya Selo Soemardjan menulis buku Social Changes in Yogyakarta pada tahun 1962. 11 Juni 2003 pada umur 88 tahun) adalah seorang tokoh pendidikan dan pemerintahan Indonesia. sementara sosiologi tidak akan mungkin melakukan hal-hal yang berlaku mutlak disebkan masing-masing manusia memiliki kekhususan. Selanjutnya buku karangan Hassan Shadily dengan judul Sosilogi Untuk Masyarakat Indonesia yang merupakan merupakan buku pelajaran pertama yang berbahasa Indonesia yang memuat bahan-bahan sosiologi yang modern.

Hidupnya lurus. Ia memang seorang sosok berintegritas. ia menerima Bintang Mahaputra Utama dari pemerintah dan pada tanggal 30 Agustus menerima gelar ilmuwan utama sosiologi. dan Kepala Sekretariat Staf Keamanan Kabinet Perdana Menteri. Kemudian tanggal 17 Agustus 1994.mengajar sosiologi di Universitas Indonesia (UI). Ia dikenal sangat disiplin dan selalu memberi teladan konkret. Menurut Soedarpo. Kepala Biro III Sekretariat Negara merangkap Sekretaris Umum Badan Pemeriksa Keuangan. Dialah pendiri sekaligus dekan pertama (10 tahun) Fakultas Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan (sekarang FISIP) UI. Ia orang yang tidak suka memerintah. memperoleh gelar profesor dari Fakultas Ekonomi UI dan sampai akhir hayatnya justeru mengajar di Fakultas Hukum UI. Sekretaris Wakil Presiden RI Sultan Hamengku Buwono IX (19731978). Sultan Hamengku Buwono X agar selalu mendengarkan dan meminta nasihat kepada Selo kalau menyangkut persoalan sosial kemasyarakatan.seusai meraih gelar doktornya di Cornell University. Ia orang orang bersih yang dengan perangkat ilmu dan keteladanannya bisa menunjukkan bahwa praktik KKN itu merusak tatanan sosial. "Saya adalah camat yang . Selama hidupnya. karena masih dibutuhkan. Ia orang yang tidak pernah berhenti berpikir dan bertindak. Asisten Wakil Presiden Urusan Kesejahteraan Rakyat (1978-1983) dan staf ahli Presiden HM Soeharto. adalah pejabat tinggi di kantor Kasultanan Yogyakarta.Penerima Bintang Mahaputra Utama dari pemerintah ini adalah pendiri sekaligus dekan pertama Fakultas Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan (kini FISIP-UI) dan sampai akhir hayatnya dengan setia menjadi dosen sosiologi di Fakultas HukumUniversitas Indonesia (UI). Pendiri FISIP UI ini. Nama Selo dia peroleh setelah menjadi camat di Kabupaten Kulonprogo. Kepala Staf Sipil Gubernur Militer Jakarta Raya. tetapi memberi teladan. punya komitmen sosial yang tinggi dan sulit untuk diam. Ia dibesarkan di lingkungan abdi dalem Kasultanan Yogyakarta Hadiningrat. integritas itu pula yang membuat mendiang Sultan Hamengku Buwono IX berpesan kepada putranya. Ia dikenal sebagai Bapak Sosiologi Indonesia setelah tahun 1959 -. Ia ilmuwan yang meninggalkan banyak bekal ilmu pengetahuan. Soemardjan. Tapi. ia tetap mengajar dengan semangat tinggi. Kanjeng Raden Tumenggung Padmonegoro. Ia pantas menjadi teladan kaum birokrat karena etos kerjanya yang tinggi dalam mengabdi kepada masyarakat. Saat menjabat camat inilah ia merasa mengawali kariernya sebagai sosiolog. Pantas karena ia bukan tipe maling teriak maling. sebagaimana diungkapkan pengusaha sukses Soedarpo Sastrosatomo. kolusi dan nepotisme (KKN). Selo pernah berkarier sebagai pegawai Kesultanan/Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta. dan sederhana. Ini memang cara khusus Sultan Yogyakarta membedakan nama pejabat sesuai daerahnya masing-masing. Kakeknya. bersih.begitu nama aslinyamendapat pendidikan Belanda. AS -. Sebetulnya ia sudah purnatugas di Universitas Indonesia (UI). Ia tokoh yang memerintah dengan teladan. Ia seorang dari sedikit orang yang sangat pantas menyerukan hentikan praktikkorupsi. Berkat jasa sang kakek.

Selo jauh dari kesan orang yang suka "mengerutkan kening"." tulis Lopa. Meski lebih dikenal sebagai guru besar. "Kalau menjelaskan ilmu ekonomi mudah dimengerti karena selalu disertai contoh-contoh yang diambil dari kehidupan nyata masyarakat. Di lingkungan keluarga dan kampus. Penelitian terakhir Selo berjudul Desentralisasi Pemerintahan. karena disertai humor. Karena terkesan lucu. Yogyakarta (1921-1928). Ithaca. kemudian dilanjutkan di Universitas Cornell." tambahnya. MULO. MOSVIA. tetapi mudah dimengerti karena memakai bahasa rakyat. terutama untuk mengantar mahasiswanya pada istilah-istilah ilmu yang diajarkannya.Sekretaris Badan Pengawas Kegiatan Aparatur Negara (1959." Lopa menilai Selo sebagai dosen yang mampu mendorong mahasiswanya berpikir realistis dan mengerti serta menghayati apa yang diajarkannya. "Setiap hari selalu memainkan tubuhnya berolahraga senam." kenang Baharuddin Lopa.Pegawai Kesultanan/Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (1935-1949) . "Pendekatan realistis dan turun ke bawah untuk mengetahui keadaan sosial yang sesungguhnya inilah yang dicontohkan juga oleh para nabi dan kalifah." tuturnya suatu ketika sebagaimana ditulis Kompas. lencana. dilanjutkan dengan zaman revolusi. New York. Selo juga digambarkan sebagai orang yang bicaranya kocak. dan sejumlah uang. Terakhir ia menerima Anugerah Hamengku Buwono (HB) IX dari Universitas Gadjah Mada (UGM) pada puncak peringatan Dies Natalis Ke-52 UGM tanggal 19 Januari 2002 diwujudkan dalam bentuk piagam. Masalahnya banyak sekali.Kepala Staf Sipil Gubernur Militer Jakarta Raya (1949-1950) . Hastjarjo. dia justru dikenal sebagai orang yang suka melucu dan kaya imajinasi. Yogyakarta (1928-1931).1961) . Ini pula yang membedakan Selo dengan peneliti lain. Dalam tulisan Lopa. 1959 Doktor. cucu-cucu menganggap bapak sedang bermain-main dengan tubuhnya.Kepala Sekretariat Staf Keamanan Kabinet Perdana Menteri (1950-1956) . Setelah diolah. Mendiang Baharuddin Lopa dalam salah satu tulisannya di Kompas (1993) menulis. masuknya Jepang. Sebagai ilmuwan. Menurut putra sulungnya. dia menyampaikan kembali kepada masyarakat untuk dimanfaatkan guna kesejahteraan bersama. Meski kata-katanya mengandung kritikan. Pendidikan yang ditempuh oleh Selo Soemardjan adalah HIS. orang menjadi tidak tegang mendengarnya. karya Selo yang sudah dipublikasikan adalah Social Changes in Yogyakarta (1962) dan Gerakan 10 Mei 1963 di Sukabumi (1963).mengalami penjajahan Belanda. Pengalamannya sebagai camat membuat Selo menjadi peneliti yang mampu menyodorkan alternatif pemecahan berbagai persoalan sosial secara jitu. Selo suka main. "Pak Selo menggali ilmu langsung dari kehidupan nyata. Magelang (1931-1934). AS (Sarjana. 1959) Perjalanan karirnya meningkat setahap demi setahap sebagai berikut .

. Dia menjabat Ketua Departemen Sosiologi FISIP UI. pembangunan sosial saat ini masih disalahpahami.Staf Ahli Presiden RI (1983-sekarang) .Gerakan 10 Mei 1963 di Sukabumi (1963) . Meraih S2 bidang Perencanaan Sosial dari University College of Swansea Wales. Prof Dr Paulus Wirutomo sang Sosiolog Pendidikan Prof Dr Paulus Wirutomo sosiolog dan guru besar FISIP Universitas Indonesia. Tanpa terjadi kualitas hubungan sosial dari langkah pembangunan sosial yang diambil. ini menamatkan sarjana sosiologi dari Universitas Indonesia.Kepala Biro III Sekretariat Negara merangkap Sekretaris Umum Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) .1983) . namun juga tidak bisa dibenarkan. 2005-2009 dan Ketua Program Magister Manajemen Pembangunan Sosial Pascasarjana UI.Anugerah Hamengku Buwono (HB) IX dari Universitas Gadjah Mada (UGM) pada puncak peringatan Dies Natalis Ke-52 UGM tanggal 19 Januari 2002 2. Pria kelahiran Solo. Menurutnya. 1978 dan S3 bidang Sosiologi Pendidikan dari State University of New York at Albany. pengertian pembangunan sosial yang benar itu lebih dari sekadar pembangunan sektor. Dalam wawancara dengan Kompas di ruang kerjanya di Kampus FISIP UI Depok.Desentralisasi Pemerintahan Penghargaan yang diterima antara lain . Dalam pembangunan sosial. USA. kata Paulus. Inggris. 1997-sekarang.Asisten Wakil Presiden Urusan Kesejahteraan Rakyat (1978. Bagi pemerintah. 29 Mei 1949. sulit mengatakan adanya pembangunan sosial.Sekretaris Wakil Presiden RI (1973-1978) .Bintang Mahaputra Utama dari pemerintah 17 Agustus 1994 . Keuangan.Social Changes in Yogyakarta (1962) . Prof Dr Paulus Wirutomo melihat sosial saat ini masih disalahpahami.Gelar ilmuwan utama sosiologi 30 Agustus 1994 .Sekretaris Menteri Negara Ekonomi. Pasalnya. Meskipun hal ini tidak sepenuhnya salah. beberapa hari menjelang Idul Fitri 1427 H. 1976. dan Industri (1966-1973) . 1986. harus termuat peningkatan interaksi dan hubungan sosial dalam masyarakat.Guru Besar Universitas Indonesia Karya yang dihasilkan semasa hidupnya antara lain : . pembangunan sosial hanya dianggap sebagai sektor pembangunan saja. .

inti dari adanya pembangunan sosial adalah kualitas interaksi sosial. pembangunan pendidikan itu akan menghasilkan peningkatan kualitas sumber daya manusia. SDM-nya seadanya. terutama pada pekerja sosial. melalui pembukaan program manajemen pembangunan sosial. pembangunan sosial. Yang menyangkut hubungan kekuasaan. Kami membuat program lanjutan S2. "Mengikuti logika pembangunan sosial sebagai sektor. Bahkan. Saya berpikir. Misalnya orang berkonflik dengan saling lempar batu. terkadang dianggap sebagai anggaran yang habis terpakai tanpa menghasilkan uang. kami melihat tenaga Bappeda yang ada. Dan mengikuti pemahaman pembangunan sosial sebagai charity. perlu pembiayaan. menurutnya. Sumber daya manusia yang meningkat inilah yang nantinya diharapkan akan menjadi pendorong terjadinya peningkatan kualitas hubungan sosial. Ketika itu." jels Paulus. Dengan membuka program manajemen pembangunan sosial ini diharapkan akan lahir kader manusia Indonesia yang memahami pembangunan sosial dan punya sumbangan besar bagi pembangunan bangsa. Ditanya tentang adakah usaha yang sudah dilakukan untuk memberikan pemahaman yang betul? Paulus mengatakan bahwa Departemen Sosiologi UI sudah lebih dari 10 tahun terakhir sebenarnya sudah memberikan pemahaman yang betul. bukan hanya pemerintah. ujarnya. ataupun pakar teknik. kok hasilnya masih kurang dirasakan. Atau paling tidak output-nya dinyatakan tidak menghasilkan uang. tetapi sebagian besar kita masih memahami pembangunan sosial itu sekadar charity yang tidak menghasilkan uang." jelasnya. Bahkan. sebenarnya Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Adyaksa Dault dan Menteri Negara Urusan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Suryadharma Ali merupakan sebagian kecil dari orang Indonesia yang pernah mendapatkan pendidikan manajemen pembangunan sosial di pascasarjana UI. tetapi ada yang lebih mendalam dari interaksi sosial. menurut ahli sosiologi pendidikan itu. persoalannya terletak pada inti pembangunan sosial yang ternyata memang belum bisa ditangkap secara baik oleh masyarakat dan terutama oleh pemerintah.Menurutnya. "Dulu kita membuka program manajemen pembangunan sosial ini karena kita di UI merasakan kok Sosiologi sebagai ilmu enggak punya sesuatu yang berguna bagi masyarakat. pertanian. guru dan murid. dan kualitas hubungan sosial di masyarakat. Paulus sangat risau dengan perjalanan bangsa yang kualitas hubungan sosialnya sepertinya hanya jalan di tempat. Menurut Paulus. Hasilnya? "Sesudah 10 tahun. dan Bappeda. rakyat dan pemerintah. Sekali lagi saya tegaskan. pendidikan. Ada yang diambil dengan latar belakang ekonomi. misalnya hubungan itu antara buruh dan majikan. maka pembangunan sosial ini membutuhkan masukan berupa penyediaan anggaran. Padahal. LSM. bagaimana kekuasaan yang Anda punya dan yang saya punya. banyak bibit kreatif sumber daya manusia yang telah . Ini yang disebut hubungan sosial. Interaksi sosial itu sifatnya lebih kasat mata. Mestinya orang sosial budaya yang punya ilmu untuk pembangunan sosial bisa menyumbangkan pengetahuannya. maka pembangunan sosial itu dianggap sebagai sebuah langkah yang tidak menghasilkan apa pun. sama halnya dengan kesehatan dan agama yang juga dianggap pembangunan sosial. bagaimana kekuasaan yang senjang bisa menghasilkan eksploitasi." jelasnya. hukum.

katakanlah pacul. dia tidak punya dana untuk memproduksi ciptaannya. dan Pitirim Sorokin (semuanya berasal dari Eropa). Tokoh-tokoh yang terkait pada perkembangan sosiologi di eropa abad ke 19 Pada tahun 1842 Istilah Sosiologi sebagai cabang Ilmu Sosial dicetuskan pertama kali oleh ilmuwan Perancis. lantas dia memulai produksi pacul ciptaannya. kalah bersaing. Ward pada tahun 1883 yang mempublikasikan Dynamic Sosiology. yang memahami masyarakat seperti tubuh manusia.dimatikan oleh kebijakan nasional yang tidak berpihak pada usaha kreatif.Para ilmuwan itu kemudian berupaya membangun suatu teori sosial berdasarkan ciri-ciri hakiki masyarakat pada tiap tahap peradaban manusia. Mereka antara lain Herbert Spencer. Lalu disusul oleh filosof Amerika Lester F. Pada tahun 1876 Di Inggris Herbert Spencer mempublikasikanSosiology dan memperkenalkan pendekatan Analogi Organik. Solusi yang mungkin si A lakukan jika tetap ingin memproduksi idenya adalah meminjam uang dari saudara. Dia berharap pemerintah sebagai pengambil kebijakan memberikan dukungan pada usahausaha anak bangsa yang kreatif untuk meningkatkan kualitas kehidupannya. Jelas produksi si A tidak laku. Dia memisalkan: Si A baru lulus kuliah dari teknik industri dan berhasil memproduksi ataupun menciptakan alat pertanian. dimana perhatian dipusatkan pada hukum-hukum statis yang menjadi dasar adanya masyarakat dan sosiologi dinamis dimana perhatian dipusatkan tentang perkembangan masyarakat dalam arti pembangunan. Persoalan pertama yang dihadapi si A. Masing-masing berjasa besar menyumbangkan beragam pendekatan mempelajari masyarakat yang amat berguna untuk perkembangan Sosiologi di eropa pada abad ke 19. Meskipun . Apa yang terjadi kemudian. hidupnya terbelit utang. si A meninggalkan utang. Tanpa ini. atau dari rentenir. Inilah yang harus dilakukan sekarang. George Simmel. Katakanlah dia berhasil mendapatkan pinjaman dana. Karl Marx (1818-1883) memperkenalkan pendekatan materialisme dialektis yang menganggap konflik antar-kelas sosial menjadi intisari perubahan dan perkembangan masyarakat. kualitas hubungan sosialnya tidak meningkat Pertumbuhan Sosiologi di Eropa Pada Abad ke-19 1. "Persoalan ini tidak sulit kalau memang pemerintah mau dan punya keberpihakan pada usaha kreatif. Karl Marx. bernama August Comte tahun 1842 dan kemudian dikenal sebagai Bapak Sosiologi. Ferdinand Tonnies. pemerintah mengimpor pacul dalam jumlah banyak dan dijual dengan harga lebih murah dari harga jual buatan si A. Padahal. usaha kreatif ini mampu memberikan sumbangan yang sangat besar bagi kemajuan bangsa. Cita-citanya pupus dan tidak banyak yang bisa dilakukannya. Max Weber. yaitu membuat kebijakan nasional yang berpihak pada usaha kreatif. dan akhirnya terpaksa menutup usaha produksinya yang menjadi produk kreatif anak bangsa. Sosiologi sebagai ilmu yang mempelajari tentang masyarakat lahir di Eropa karena ilmuwan Eropa pada abad ke-19 mulai menyadari perlunya secara khusus mempelajari kondisi dan perubahan sosial. Comte membedakan antara sosiologi statis. tampak dari tampilnya sejumlah ilmuwan besar di bidang sosiologi. Karena tutup usaha pada saat belum berkembang. Sistem perbankan yang ada tidak memungkinkannya meminjam dari bank karena tidak punya jaminan. kenalan. Rintisan Comte tersebut disambut hangat oleh masyarakat luas.Emile Durkheim. sebagai suatu organisasi yang terdiri atas bagian-bagian yang tergantung satu sama lain. bangsa ini akan tetap seperti sekarang. saya kira.

Ferdinand Tonnies pada tahun 1887 ia memiliki teori penting yang akhirnya berhasil membedakan konsep tradisional dan modern dalam suatu organisasi sosial. Sedangkan Pitirim Sorokin adalah tokoh sosiologi termuda yang membantu perkembangan sosiologi di Eropa. Max Weber memperkenalkan pendekatan verstehen (pemahaman) yang berupaya menelusuri nilai kepercayaan tujuan dan sikap yang menjadi penuntun perilaku manusia atau tindakan sosial. norma dan symbol sebagai kunci untuk memahami kenyataan sosial-budaya. ia memusatkan perhatiannya pada proses interaksi yang dianggapnya sebgai ruang lingkup primer sosiologi dan perkembangannya. 1. cara-cara. Nah dari sini dapat dilihat bahwa sumbangan Weber bagi sosiologi disamping sumbangan pemikirannya berupa usaha menjelaskan proses perubahan jangka panjang yang melanda eropa barat ialah. usahanya untuk mendefinisikan dan menjabarkan pokok bahasan sosiologi. dengan menekankan pada arti. sepanjang kejadian itu memberikan keterangan beserta uraian proses berlangsungnya hidup kelompok-kelompok. prinsip-prinsip suatu negara sampai perjalanan negara di masa yang akan datang. Selama kelompok itu ada. atau beberapa peristiwa dalam perjalanan sejarah dari kelompok manusia. George Simmel seorang filosof dari jeman pada tahun 1908. yaitu Gemeinschaft (yang diartikan sebagai kelompok atau asosiasi) dan Gesellschaft (yang diartikan sebagai masyarakat atau masyarakat modern-istilah Piotr Sztompka). Sorokin memusatkan perhatiannya pada tingkat budaya. riwayat suatu negara dapat dipelajari dengan mengungkapkan latar belakang terbentuknya suatu negara. Sorokin juga menekankan adanya saling ketergantungan antara pola-pola budaya. Sebagai contoh. faktorfaktor. . maka selama itu pula akan terlihat bentuk-bentuk. serta proses dalam kelompoknya. Substansi Teori (Pokok bahasan Sosiologi) Pada abad ke 19. Salah satu bukunya yang terkenal ialah The Protestant Ethic and the Spirit of Capitalism yang diterbitkan pada tahun 1904. Emile memperkenalkan pendekatan fungsionalisme yang berupaya menelusuri fungsi berbagai elemen sosial sebagai pengikat sekaligus memelihara keteraturan sosial. Sebagimana halnya dengan para tokoh sosiologi lainnya. Selanjutnya ia menyelidiki masalah solidaritas dan konflik yang dikaitkannya dengan besar kecilnya kelompok.ramalan Marx tidak pernah terwujud namun pemikiran Marx mengenai startifikasi sosial dan konflik tetap berpengaruh terhadap pemikiran sejumlah ahli besar sosiologi. Emile Durkheim (1858-1917) seorang ilmuwan perancis. nilai. pada tahun 1895 ia berhasil melembagakan sosiologi sebagai disiplin ilmu /akademis.pemikiran marx pun diarahkan pada perubahan sosial besar yang melanda Eropa Barat sebagai dampak perkembangan pembagian kerja. Dengan demikian sosiologi dapat dihubungkan dengan kejadian sejarah. Didalam bukunya itu ia mengemukakan tesisnya yang terkenal mengenai keterkaitan antara Etika protestan dengan munculnya Kapitalisme di Eropa Barat. Simmel berpandangan bahwa muncul dan berkembangnya kepribadian seseorang tergantung pada jaringan hubungan social yang dimilikinya yaitu pada keanggotaan kelompoknya. khususnya yang terkait dengan kapitalisme. Ia percaya bahwa masyarakat adalah suatu sistem interaksi dan kepribadian individual. Ia lebih menekankan penelitiannya mengenai teori siklus perubahan sosial. tokoh-tokoh yang terkait pada pertumbuhan sosiologi mengatakan bahwa Sosiologi adalah ilmu yang menggabungkan data dari berbagai ilmu pengetahuan sebagai dasar penelitiannya. sepanjang kenyataan yang ada dalam kehidupan manusia dan dapat memengaruhi pengalaman yang dirasakan manusia. Sosiologi mempertumbuhkan semua lingkungan dan kebiasaan manusia.

Komulatif. Sementara jika di kota tersebut ada 12 juta penduduk yang menganggur dari 18 juta jiwa yang ada. Fakta Sosial sebagai cara bertindak. Dari contoh tersebut bisa dilihat adanya cara bertindak. dan berperasaan yang ada di luar individu (sekolah). masalah. Teoritis. maka pengangguran tersebut merupakan isu. Sosiologi sebagai ilmu telah memenuhi semua unsur ilmu pengetahuan. . di sekolah seorang murid diwajidkan untuk datang tepat waktu. yaitu selalu berusaha menyusun abstraksi dari hasil observasi yang konkret di lapangan. yaitu pembahasan suatu masalah tidak mempersoalkan baik atau buruk masalah tersebut. merupakan tindakan sosial. yang pemecahannya menuntut kajian lebih luas lagi. Tindakan sosial sebagai tindakan yang dilakukan dengan mempertimbangkan perilaku orang lain. Khayalan sosiologis sebagai cara untuk memahami apa yang terjadi di masyarakat maupun yang ada dalam diri manusia. yaitu disusun atas dasar teori-teori yang sudah ada. Isu merupakan hal yang ada di luar jangkauan kehidupan pribadi individu.standar. menggunakan seragam. berpikir. Hal-hal pokok didalam sosiologi meliputi Fakta sosial. riwayat hidup pribadi. Kewajiban-kewajiban tersebut dituangkan ke dalam sebuah aturan dan memiliki sanksi tertentu jika dilanggar. dan abstraksi tersebut merupakan kerangka dari unsur-unsur yang tersusun secara logis dan bertujuan menjalankan hubungan sebab akibat sehingga menjadi teori. menanam bunga untuk kesenangan pribadi bukan merupakan tindakan sosial. dengan khayalan sosiologi. kita mampu memahami sejarah masyarakat. dan perkembangan sifat kelompok tersebut. Dua ahli yang sepaham dengan teori pertumbuhan sosiologi Eropa abad ke 19 ialah Harry M. Contoh. Semua faktor tersebut dapat memengaruhi hubungan antara manusia dan berpengaruh terhadap analisis sosiologi. 1. yang bersifat memaksa dan mengendalikan individu (murid). jika suatu daerah hanya memiliki satu orang yang menganggur. Masalah individual ini pemecahannya bisa lewat peningkatan keterampilan pribadi. tetapi lebih bertujuan untuk menjelaskan masalah tersebut secara mendalam. diperluas sehingga memperkuat teori-teori yang lama. Permasalahan pribadi individu merupakan ancaman terhadap nilai-nilai pribadi. Menurut Wright Mills. dan Realitas Sosial. dan hubungan antara keduanya. berpikir. dan pengamatan tabir secara jeli serta menghindari penilaian normatif. Alat untuk melakukan khayalan sosiologis adalah persmasalahan (troubles) dan isu (issues). Orang-orang yang sepaham dan mengimplementasikannya Sosiologi merupakan salah satu bidang ilmu sosial yang mempelajari masyarakat. Realitas sosial adalah pengungkapan tabir menjadi suatu realitas yang tidak terduga oleh sosiolog dengan mengikuti aturan-aturan ilmiah dan melakukan pembuktian secara ilmiah dan objektif dengan pengendalian prasangka pribadi. Contoh. maka pengangguran itu adalah masalah. mekanisme. kemudian diperbaiki. Bahkan mereka menyebutkan cirri-ciri sosiologi ialah sebagai berikut:     Empiris. tetapi menanam bunga untuk diikutsertakan dalam sebuah lomba sehingga mendapat perhatian orang lain. Contoh. Nonetis. dan bersikap hormat kepada guru. dan berperasaan yang berada di luar individu dan mempunyai kekuatan memaksa dan mengendalikan individu tersebut. yaitu didasarkan pada observasi dan akal sehat yang hasilnya tidak bersifat spekulasi (menduga-duga). Johnson dan Soerjono Soekanto. Khayalan Sosiologis. Tindakan Sosial.

yaitu:     Objek Material. Objek Formal. dan struktur masyarakat manusia. bentuk. Dengan demikian objek formal sosiologi adalah hubungan manusia antara manusia serta proses yang timbul dari hubungan manusia di dalam masyarakat. Artinya yang menjadi perhatian adalah bentuk dan pola peristiwa dalam masyarakat secara menyeluruh. ditekankan pada manusia sebagai makhluk sosial atau masyarakat. Sosiologi bertujuan menghasilkan pengertian dan pola-pola umum. serta mencari prinsipprinsip dan hukum-hukum umum dari interaksi manusia. Sosiologi termasuk ilmu pengetahuan murni (pure science) dan ilmu pengetahuan terapan.meliputi kehidupan sosial. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan umum. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan abstrak dan bukan ilmu pengetahuan konkret. . Objek budaya. gejala-gejala dan proses hubungan antara manusia yang memengaruhi kesatuan manusia itu sendiri. artinya sosiologi mempunyai gejala-gejala umum yang ada pada interaksi antara manusia. bukan merupakan disiplin ilmu kategori yang membatasi diri pada kejadian saat ini dan bukan apa yang terjadi atau seharusnya terjadi. isi. Objek Agama. bukan hanya peristiwa itu sendiri. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang empiris dan rasional. satu faktor yang dapat mempengaruhi hubungan satu dengan yang lain. Sosiologi termasuk disiplin ilmu normatif. sifat. hakikat.Lalu mereka mengimplementasikannya sehingga Hakikat sosiologi sebagai ilmu pengetahuan meliputi:        Sosiologi adalah ilmu sosial karena yang dipelajari adalah gejala-gejala kemasyarakatan. pengaruh dari objek dari agama ini dapat menjadi pemicu dalam hubungan sosail masyarakat. Hal ini menyangkut metode yang digunakan.dan banyak juga hal-hal ataupaun dampak yang mempengaruhi hubungan manusia. Selain itu mereka juga membedakan objek sosiologi menjadi 4 objek.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful