P. 1
Soal Latihan Ujian Hukum 1

Soal Latihan Ujian Hukum 1

|Views: 125|Likes:
Published by Rino Belladon

More info:

Published by: Rino Belladon on Apr 28, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/20/2013

pdf

text

original

LATIHAN UJIAN HUKUM PERDATA BISNIS

1. Sebutkan ahli waris menurut Undang-Undang! a. Ahli waris berdasarkan hubungan darah b. Janda atau duda yang ditinggal mati saling mewaris c. Keluarga yang lebih dekat kepada pewaris yang berhak mewaris d. Negara sebagai penerima warisan 2. Sebutkan 3 asas yang berlaku dalam hukum waris! a. Yang dapat diwariskan adalah hanya hak-hak dan kewajiban-kewajiban di dalam lapangan hukum kekayaan b. Apabila seseorang meninggal dunia, maka seketika itu juga segala hak dan kewajibannya yang dapat dinilai dengan uang beralih ke ahli warisnya (Le Moit Saisit Le Vif c. Pasal 2 KUHP, “ seorang anak yang masih ada dalam kandungan ibunya, apabila kepentingan hukum memerlukannya maka dianggap sebagai subjek hukum 3. Siapa saja yang dianggap tidak patut untuk menerima waris, dan siapa saja yang tidak boleh menerima keuntungan dari suatu wasiat?  Yang dianggap tidak dapat untuk menerima waris: a. Seorang perempuan yang bersuami b. Seorang anak yang belum dewasa c. Seorang yang ditaruh di bawah pengampuan  Yang tidak patut menerima waris: a. Mereka yang telah dihukum karena dipersalahkan membunuh atau mencoba membunuh si pewaris b. Mereka yang dengan putusan hakim pernah dipersalahkan telah memfitnah si pewaris yang terancam dengan hukuman penjara 5 tahun atau hukuman yang lebih berat c. Mereka yang dengan kekerasan atau perbuatan telah mencegah pewaris untuk membuat atau mencabut surat wasiatnya d. Mereka yang telah menggelapkan, merusak, atau memalsukan surat wasiat pewaris  Yang tidak diperbolehkan memungut suatu keuntungan, yaitu: a. Mereka yang telah dihukum karena membunuh si pewaris b. Mereka yang telah menggelapkan, membinasakan, dan memalsu surat wasiat c. Mereka yang dengan paksaan atau kekerasan mencegah pewaris mencabut atau mengubah wasiatnya

4. Jelaskan tentang macam-macam dan sumber-sumber Perikatan dalam Buku III KUHPer yang mengatur mengenai perikatan! Macam-macam perikatan menurut UU/KUHPer: 1. Perikatan bersyarat (1253) Adalah suatu perikatan yang digantungkan pada suatu kejadian di kemudian hari yang belum tentu akan terjadi. Ada dua macam: a. Perikatan dengan syarat tangguh: bila perikatan lahir digantungkan pada suatu peristiwa yang akan datang b. Perikatan dengan syarat batal: bila suatu perikatan yang berakhirnya digantungkan pada suatu peristiwa/kejadian 2. Perikatan dengan ketetapan waktu (1268) Suatu perikatan yang pelaksanaannya ditangguhkan sampai pada suatu waktu yang ditentukan yang pasti akan tiba walaupun mungkin belum tentu waktunya 3. Perikatan alternatif/mana suka (1272) Perikatan dimana debitur dibebaskan utnuk memilih untuk memilih 1 dari 2 atau lebih prestasi yang disebutkan secara tegas dalam perikatan 4. Perikatan tanggung-menanggung/tanggung renteng (1280) Suatu perikatan dimana debitur maupun krediturnya terdiri dari beberapa orang 5. Perikatan yang dapat dibagi dan tidak dapat dibagi Dapat dibagi: -jika prestasi bisa dibagi dan tidak mengubah hakikat benda tersebut -titik berat pada objek perikatan Tidak dapat dibagi: contoh, benda bernyawa 6. Perikatan dengan ancaman Adalah ditentukan bahwa debitur akan dikenakan hukuman/sanksi apabila dia tidak melaksanakan kewajibannya pada perikatan untuk mendapatkan kepastian Sumber-sumber perikatan: a. Perikatan yang bersumber dari perjanjian (Ps. 1313)  Perjanjian bernama, contoh: jual beli  Perjanjian tidak bernama, contoh: leasing b. Perikatan yang bersumber dari UU (Ps. 1352)  UU saja, contoh: hak alimentasi  UU karena perbuatan orang, contoh: perbuatan melawan hukum 5. Menurut Saudara mengenai perbuatan malanggar hukum (onrectmatige daad) sebagaimana diatur dalam Pasal 1365 KUHPer berhubungan dengan perikatan.

Perbuatan melawan hukum dari pasal 1365 KUHPer menimbulkan kerugian. Kerugian tersebut mewajibkan si pelaku perbuatan melawan hukum untuk mengganti kerugian itu. Karena itu, salah satu pihak memiliki hak untuk menuntut penggantian kerugian sehingga timbullah perikatan antara orang yang dirugikan dan orang yang merugikan. 6. Jelaskan apa yang Saudara ketahui mengenai hapusnya Perikatan! Hapusnya suatu perikatan: a. Pembayaran Pemenuhan pelaksanaan suatu prestasi secara sukarela tanpa paksaan b. Penawaran pembayaran tunai diikuti dengan penyimpanan/penitipan (Ps. 1404) Debitur menitipkan uang pembayaran utang kepada pihak lain, nanti pihak tersebut akan memberitahukan kepada kreditur bahwa pembayaran utang dari debitur ada di situ c. Kompensasi/perhitungan utang timbal balik (Ps. 1425) Hapusnya suatu perikatan karena keadaan dimana 2 orang saling mempunyai utang satu dengan yang lain d. Percampuran utang (Ps.1496) Terjadi bila kedudukan kreditur dan debitur berada pada 1 orang e. Pembaharuan utang Perikatan/perjanjian menghapuskan perikatan /perjanjian lama, tetapi pada saat yang sama timbul perjanjian baru sebagai penggantinya f. Musnahnya barang yang terutang Bila barang yang menjadi objek musnah/tidak dapat lagi diperdagangkan maka perikatan hapus asal bukan karena kesalahan debitur g. Pembebasan utang Kreditur dengan sukarela membebaskan debitur dari segala kewajiban h. Pembatalan perikatan Perikatan tidak memenuhi syarat subjektif atau dibuat secara paksa/penipuan i. Berlaku syarat batal: dalam perikatan bersyarat j. Lewat waktu/kadaluarsa Jika tidak pernah ditagih maka UU mengatur jika sudah lampau:piutang dihapuskan

7. Jelaskan syarat sahnya suatu Perjanjian menurut pasal 1320 KUHPer dan apa akibat hukumnya bila syarat-syarat tersebut tidak terpenuhi! Syarat sahnya suatu perjanjian:

a. Mereka sepakat mengikatkan dirinya Yang hendak mengadakan suatu perjanjian, harus bersepakat atau setuju b. Kecakapan untuk membuat perjanjian Yang tidak cakap membuat suatu perjanjian adalah yang belum dewasa, ditaruh dibawah pengampuan c. Adanya suatu hal tertentu Suatu hal yang menyangkut objek perjanjian harus jelas dan dapat ditentukan d. Adanya suatu sebab yang halal Isi perjanjian harus tidak bertentangan dengan ketertiban umum, kesusilaan, dan UU Akibat hukum bila syarat tidak terpenuhi: a. Apabila syarat a dan b (syarat subjektif): perjanjian dibatalkan b. Apabila syarat c dan d (syarat objektif): perjanjian batal demi hukum 8. Jelaskan pengertian dan hubungan KUHD dengan KUHPerdata dan berikan penjelasan mengapa pentingnya suatu perusahaan memiliki pembukuan! Pengertian KUHD: Kitab yang berisikan UU/aturan yang mengatur perdagangan/usaha-usaha Pengertian KUHPer: Kitab yang berisikan UU/aturan secara tertulis yang mengatur mengenai hubungan hukum antara subjek hukum di dalam hidup masyarakat dengan menitikberatkan pada kepentingan individu Hubungan KUHD dan KUHPer: KUHD adalah lex specialis dan KUHPer adalah lex generalis. Ketika terjadi sesuatu maka asas yang berlaku adalah lex specialis derogate lex generalis, yaitu KUHD diperhatikan/diutamakan sebelum KUHPer. Pentingnya perusahaan memiliki pembukuan:  Untuk mencatat seluruh aktiva dan pasiva  Sebagai alat bukti (dilihat dari sudut pandang hukum), dll.

9. Jelaskan mengenai istilah-istilah penggabungan perusahaan (merger) dan peleburan perusahaan (konsolidasi) serta pengambilalihan perusahaan (akuisisi)! Merger:

Penggabungan antara dua perusahaan atau lebih ke dalam salah satu perusahaan yang melakukan penggabungan. Nama perusahaan yang baru diambil dari salah satu nama perusahaan yang ada Konsolidasi: Peleburan beberapa perusahaan menjadi satu perusahaan yang baru Akuisisi: Pembelian saham-saham perusahaan oleh perusahaan lain, tetapi perusahaan yang diambil alih sahamnya tetap aktif, tetapi kedudukannya di bawah kontrol perusahaan yang mengambil alih. 10. Sebutkan syarat dan prosedur pembentukan dan macam badan hukum! Syarat Badan Hukum: a. Adanya harta kekayaan yang terpisah dari kekayaan pribadi b. Adanya suatu tujuan tertentu c. Adanya suatu kepentingan sendiri dari sekelompok orang d. Adanya suatu organisasi yang teratur Prosedur Badan Hukum: a. Didirikan dengan akte notaris b. Didaftarkan di kantor panitera pengadilan negeri setempat c. Dimintakan pengesahan anggaran dasarnya kepada Menkumham d. Diumumkan dalam berita negara Macam-macam Badan Hukum: a. Badan Hukum Publik b. Badan Hukum Privat 11. Apa yang dimaksud dengan kepailitan menurut Pasal 1 UU No. 37 Tahun 2004 dan mengapa diperlakukan adanya suatu lembaga dan jelaskan pula mengenai proses untuk mendapatkan status pailit bagi suatu perusahaan? Kepailitan (UU Pasal 1 No. 37 Tahun 2004) Adalah sita umum atas semua harta kekayaan debitur yang pengurusan dan pemberesannya dilakukan oleh kurator dibawah pengawasan hakim pengawas sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku Suatu Lembaga Diperlukan karena:

    

Melindungi kreditur konkruen untuk memperoleh hak mereka sehubungan dengan asas jaminan Menjamin pembagian sesuai dengan asas paripasu Mencegah agar debitur tidak melakukan perbuatan yang merugikan Memberi perlindungan kepada debitur yang beritikad baik Menghukum pengurus karena kesalahan

Proses untuk mendapatkan suatu pailit bagi sebuah perusahaan: 1. Pemohonan tetap pailit: dengan syaratnya 2. Rapat verifikasi: rapat pendaftaran utang-piutang 3. Perdamaian: jika diterima..pailit berakhir, jika tidak..dilanjutkan ke proses selanjutnya 4. Homologasi akur: permintaan pengesahan oleh Pengadilan Niaga 5. Insolvensi: keadaan dimana debitur dinyatakan benar-benar tidak mampu membayar 6. Pemberesan/likuidasi: penjualan harta dan berakhir 7. Rehabilitasi: usaha pemulihan nama baik kreditur 8. Kepailitan berakhir 12. Jelaskan perbedaan antara Persekutuan Perdata (maatschap) dengan Firma dan apa pula yang dimaksud dengan Perseroan Terbatas? Persekutuan Perdata Firma  Perjanjian kerja sama antara 2  Persekutuan perdata yang orang/lebih yang saling didirikan untuk menjalankan mengikatkan diri untuk perusahaan dibawah satu nama memasukkan sesuatu ke dalam bersama dimana anggotapersekutuan dengan maksud anggota/sekutu-sekutunya untuk membagi keuntungan langsung dan sendiri-sendiri bersama bertanggung jawab sepenuhnya kepada pihak ketiga  Maatschaap tidak menjalankan perusahaan  Firma menjalankan perusahaan Perseroan Terbatas adalah badan hukum yang didirikan berdasarkan perjanjian melakukan kegiatan usaha dengan modal dasar yang seluruhnya terbagi dalam sahamsaham dan memenuhi persyaratan yang ditentukan di dalam UU yang berlaku.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->