SISTEM BILANGAN DAN KODE Sistem Bilangan (numberic system) adalah sebuah simbol atau kumpulan dari simbol

yang mempresentasikan sebuah angka. Numerik berbeda dengan angka. Simbol “11” dan “XI” adalah numerik yang berbeda, tetapi mempresentasikan angka yang sama yaitu sebelas Sistem bilangan yang banyak dipergunakan manusia adalah sistem bilangan desimal, yaitu sistem bilangan yang menggunakan 10 macam simbol untuk mewakili suatu besaran.Sistem bilangan desimal banyak digunakan manusia karena manusia mempunyai 10 jari untuk dapat membantu perhitungan-perhitungan. Sistem bilangan yang digunakan dalam sistem komputer ada 4, yaitu : bilangan desimal, bilangan biner, bilangan oktal, dan bilangan heksadesimal. Sedangkan sistem kode yang digunakan ada 4 yaitu : kode BCD, kode EBC, kode EBCDIC, kode ASCII. Selanjutnya akan dijelaskan satu persatu. Komputer mengolah data yang ada adalah secara digital, melalui sinyal listrik yang diterimanya atau dikirimkannya. Pada prinsipnya, komputer hanya mengenal dua arus, yaitu on atau off, atau istilah dalam angkanya sering juga dikenal dengan 1 (satu) atau 0 (nol). Kombinasi dari arus on atau off inilah yang yang mampu membuat komputer melakukan banyak hal, baik dalam mengenalkan huruf, gambar, suara, bahkan film-film menarik yang anda tonton dalam format digital.

Daftar Istilah : CODE, simbol-simbol yang terdiri atas angka,huruf, tanda baca, karakter. CODED, sistem pengkodean untuk transmisi digital. CHARACTER, Karakter merupakan lambang-lambang yang terdiri dari huruf, angka, serta lambanglambang lainnya, dibentuk dari susunan bit. RADIKS,Jumlah simbol. Perbedaan sistem bilangan dan kode: Perbedaan sistem bilangan dan kode adalah Sistem kode mengkodekan semua karakter dalam alat-alat input atau keyboard pada proses di ADC (Analog to Digital Converter). Sedangkan sistem bilangan hanya mengkodekan bilangan atau angka.

Sistem Bilangan Puluhan atau Desimal Sistem bilangan puluhan atau desimal (decimal system) adalah sistem bilangan yang kita pergunakan sehari-hari. Sistem bilangan ini disusun oleh sepuluh simbol angka yang mempunyai nilai yang berbeda satu sama lain dan karena itu dikatakan bahwa dasar/basis atau akar (base, radix) dari pada sistem bilangan ini adalah sepuluh. Kesepuluh angka dasar tersebut, sebagaimana

a1 a0. nilai letak ke 2 adalah 102 = 100. 6.telah kita ketahui. a-m.. adalah terkecil. 9. Jelaslah bahwa harga maksimum yang dapat dinyatakan oleh hanya satu angka adalah 9. 8. . 10-2. 4. bagian bulat dan pecahannya dipisahkan oleh tanda koma (tanda titik di Inggris. Angka di kanan tanda koma puluhan (decimal point) disebut pada kedudukan negatif.. Nilai letak dari pada angka paling kanan.. ke 2 dan seterusnya sampai dengan ke (n-1) jika bilangan itu terdiri dari n angka.. Nilai yang terkandung dalam setiap simbol angka secara terpisah (berdiri sendiri) disebut nilai mutlak (absolute value). nilai yang diberikan oleh angka 5 pada bilangan 1253. 5.. dan seterusnya 10-m untuk kedudukan ke (-m) di kanan koma puluhan. ke -2 dan seterusnya dan nilai letaknya adalah 10-1. Amerika. Angka yang berada paling kanan dari suatu bilangan bulat tanpa bagian pecahan disebut berada pada letak ke 0 dan yang di kirinya adalah ke 1. Secara umum. Nilai yang diberikan oleh suatu angka pada suatu bilangan adalah hasil kali dari pada nilai mutlak dan nilai letaknya. 7. Misalkan pada angka 12310 =(1 X 102)+(2 X 101)+(3 X 100). 1. mempunyai harga yang dapat dinyatakan dalam bentuk: N = an-1 10n-1 + an-2 10n-2 +. dan seterusnya nilai letak ke n-1 adalah 10n-1. Jadi. Harga-harga yang lebih besar dapat dinyatakan hanya dengan memakai lebih dari satu angka secara bersama-sama. yaitu kedudukan ke 0.. 3. Untuk bilangan yang mengandung bagian pecahan. Nilai yang dikandung oleh setiap angka di dalam suatu bilangan demikian ditentukan oleh letak angka itu di dalam deretan di samping oleh nilai mutlaknya.. dan lainlain). Cara penulisan ini disebut sebagai sistem nilai (berdasarkan) letak/posisi (positional value system). yaitu 100 = 1. 2. adalah: 0. + a-m 10-m . Nilai letak ke 1 adalah 101. yang dapat dinyatakan dalam bentuk: N = an-1 an-2 .07.+ a1 101 + a0 100 + a-1 10-1 + a-2 10-2 + . suatu bilangan puluhan yang terdiri atas n angka di kiri tanda koma puluhan dan m angka di kanan tanda koma puluhan. a-1 a-2 . yaitu letak ke -1..476 adalah 5x101 = 50 dan yang diberikan oleh angka 7 adalah 7x10-2 = 0.

dan karena itu. 4. Sama halnya dengan jenis bilangan yang lain. dasar daripada bilangan ini adalah delapan. yaitu 0 dan 1. Harga desimal yang dinyatakan oleh suatu bilangan oktal diperoleh dengan memasukkan R= 8 kedalam persamaan tersebut. Sebagai contoh: harga bilangan biner 101. 1. Untuk mencegah hal ini. 6. (235. pada setiap bilangan dicantumkan dasar bilangannya.2) di atas dengan memasukkan R= 2 ke dalamnya. . seperti (101)2 atau 1012 untuk menyatakan bilangan 101 dalam biner.Bilangan Biner Sistem bilangan biner mempunyai hanya dua macam simbol angka. contoh diatas dapat dituliskan sebagai : (101.Contohnya bilangan 128 =(1 X 81)+(2 X 80)= 1010. 2.25 Dapat disadari bahwa bila kita bekerja dengan lebih dari satu bilangan.25)₁₀ Bilangan Oktal Bilangan Oktal mempunyai delapan macam simbol angka.1)₈ = 2 x 8< + 3 x 8. artinya angka yang dipakai hanyalah antara 0-7. + 5 x 8: + 1 x 8⁻. 5. Sebagai contoh. Harga yang ditunjukkan oleh bilangan biner dalam puluhan dapat dihitung dengan memakai persamaan (1. + 1 x 2⁻< = 5.01)₂ = (5. suatu bilangan oktal dapat dikonversikan dalam bentuk desimal dengan mengalikan suku ke-N dengan 8 N.125)₁₀ Bilangan oktal adalah bilangan dengan basis 8. dan karena itu dasar dari sistem bilangan ini adalah dua. 3. Jadi.01 adalah : 1 x 2< + 0 x 2. maka kita akan mengalami kebingungan bila kita tidak memakai suatu tanda yang menyatakan dasar setiap bilangan. 7. + 1 x 2: + 0 x 2⁻. yaitu: 0. = (157.

maka 1 angka pada hexadesimal akan menggunakan 4 bit. E. Sepuluh dari simbol tersebut diambil dari kesepuluh simbol angka pada sistem bilangan puluhan dan enam angka yang lain diambil dari huruf dalam abjad A . C. Hal ini dikarenakan mudahnya pengkonversian bilangan ini dengan bilangan yang lain. 1. A. D. Karena berbasis 16.A)₁₆ = 3 x 16< + 12 x 16. Kombinasi dari 4 bit akan didapatkan sebanyak 16 kemungkinan kombinasi yang dapat diwakili. + 5 x 16: + 10 x 16⁻. 7. yaitu sistem bilangna hexadesimal.F. Harga desimal yang dinyatakan oleh bilangan heksadesimal juga dapat dihitung dengan memasukkan harga R = 16 kedalam pers. D. Kasus seperti ini akan banyak . Digit 0 sampai dengan 9 tidak mencukupi. Sebagai contoh: (3C5. 12. B. maka nilai dalam sistem bilangan sebelumnya harus dikonversikan terlebih dahulu ke sistem bilangan yang diinginkan. C dan F secara berturut-turut bernilai 10. 2. 5. B. C.Bilangan Heksadesimal Sistem bilangan Heksadesimal terdiri atas 16 simbol angka sehingga bilangan dasarnya adalah 16. Misalnya bilangna binari 11000111 dapat diwakili dengan bilangan hexadecimal menjadi C7 Nilai bilangan hexadesimal C7 tersebut dalam sistem bilangan desimal bernilai : C716 = C X 161 + 7 X 160 = 12 X 16 + 7 X 1 = 192 + 7 = 19910 SISTEM KONVERSI BILANGAN Bila suatu nilai telah dinyatakan dalam suatu sistem bilangan yang tertent dan bila ingin mengetahui nilai tersebut dalam sistem bilangan yang lain. sehingga dibutuhkan suatu sistem bilangan yang terdiri dari 16 simbol atau yang berbasis 16. 3. 8. 6. E. = (965. (1. Jadi. Huruf-huruf A. B.2) di depan. F dipergunakan. maka huruf A. C. terutama dengan bilangan biner dan desimal.0625)₁₀ Dalam pemrograman assembler. 14. akan lebih memudahkan untuk menggunakan suatu simbol yang mewakili sekaligus 4 digit binari tersebut. 9. Bila komputer menangani bilangan dalam bentuk binari yang diorganisasikan dalam bentuk group 4 bit. F. ke-16 simbol heksadesimal adalah: 0. 15. jenis bilangan ini boleh dikatakan yang paling banyak digunakan. 11. 4. 13.

Konversi dari biner ke desimal diperlukan untuk menterjemahkan kode hasil pengolahan sistem digital ke informasi yang dikenal oleh manusia. . Konversi bilangan desimal ke sistem biner diperlukan dalam menerjemahkan keinginan manusia kedalam kode-kode yang dikenal oleh sistem digital. demikian juga bila berhubungan dengan bahasa Assambly. Konversi sebaliknya akan diterangkan dalam sub-sub bab berikut ini. dan sebaliknya. Konversi dari biner. Pengubahan (konversi) dari biner ke oktal dan heksadesimal dan sebaliknya merupakan pengantara konversi dari/ke biner ke/dari desimal. jauh lebih besar dibandingkan dengan angka-angka pada sistem oktal dan heksadesimal. terutama komputer digital.dijumpai bilamana berhubungan dengan bahasa mesin yang menggunakan sistem binari. seperti akan dibicarakan dalam sub-bab berikut ini. Metode ini disebut metode sisa (reminder methode). Metode pertama ini paling sering digunakan dalam konversi desimal ke binari yaitu membagi dengan nilai 2 dan sisa setiap pembagian merupakan digit binari dari bilangan binari hasil konversi. Konversi Desimal-Biner a. Konversi ini banyak dilakukan karena disamping cacah angka biner yang disebut juga "bit". juga karena konversi itu sangat mudah. Yang membuat sistem bilangan oktal dan heksadesimal banyak dipakai dalam sistem digital adalah mudahnya pengubahan dari biner ke oktal dan heksadesimal. oktal dan heksadesimal ke sistem bilangan desimal. singkatan dari "binary digit".

Cara lain untuk mengkonversi bilangan desimal ke bilangan binari adalah dengan menjumlahkan bilangan-bilangan pangkat dua yang jumlahnya sama dengan bilangan desimal yang akan dikonversikan. Ini benar karena penambahan angka 0 di kiri bilangan tidak mengubah harganya. (118)₁₀ = (01110110)₂ Perhatikan bahwa walaupun pembagian diteruskan.000 0.625 0. hasil berikutnya akan tetap 0 dan sisanya juga tetap 0.8125. (0. Misalnya bilangan desimal 45 akan dikonversikan kebilangan bilangan binari.500 x 2 = 1.000 0. Contoh 2.250 x 2 = 0.11010)₂ .8125 x 2 = 1. Pengalian secara berturut-turut akan menghasilkan : 0. Pembagian secara berturut-turut akan menghasilkan: 118 : 2 = 59 sisa 0 7 : 2 = 3 sisa 1 59 : 2 = 29 sisa 1 3 : 2 = 1 sisa 1 29 : 2 = 14 sisa 1 1 : 2 = 0 sisa 1 14 : 2 = 7 sisa 0 0 : 2 = 0 sisa 0 Jadi.000 x 2 = 0. dapat dilakukan dengan cara : Contoh 1. Tentukanlah bilangan biner yang berharga sama dengan bilangan desimal 118.250 0. Tentukanlah bilangan biner yang berharga sama dengan bilangan desimal 0.b.500 Jadi.8125)₁₀ = (0.625 x 2 = 1.

dalam bilangan oktal bernilai : KONVERSI DESIMAL .HEXADESIMAL Dengan menggunakan reaminder method dengan pembagiannya adalah basis dari bilangan hexadesimal. yaitu 16. . Misalnya bilangan desimal 385. maka bilangan desimal dapat dikonversikan ke bilangan hexadesimal.OKTAL Untuk mengkonversikan bilangan desimal ke bilangan oktal dapat di pergunakn remainder method dengan pemagiannya adalah basis dari bilangan oktal tersebut. dan yang paling kiri dalam bilangan biner adalah angka di kiri koma hasil perkalian pertama.Perhatikan bahwa angka-angka biner yang dicari adalah angka yang di kiri tanda koma. yaitu 8. Juga perhatikan bahwa walaupun pengalian diteruskan hasil perkalian akan tetap 0 dan ini benar karena penambahan angka 0 ke kanan tidak akan mengubah harganya. KONVERSI DESIMAL .

Konversi Binari-Desimal Dari bilangna binari dapat dikonversi ke bilangan desimal dengan cara mengalikan masingmasing bit dalam bilangan dengan position Value-nya.25 + 0. 1011012 = 1 x 2 5 + 0 x 2 4 + 1 x 23 + 1 x 22 + 0 x 2 1 + 1 x 20 = 1 x 32 + 0 x 16 + 1 x 8 + 1 x 4 + 0 x 2 + 1 x 1 = 32 + 0 + 8 + 4 + 0 + 1 = 4510 Berarti bilangan binari 101101 dapat dikonversikan ke bilangan desimal senilai: 12 = 1002 = 10002 = 1000002 = 110 410 810 3210 ----------------------------------.0111 = 1 x 26 + 1 x 25 + 1 x 24 + 1 x 23 + 1 x 22 + 0 x 21 + 1 x 20 + 0 x 2-1 + 1 x 2-2 + 1 x 2-3 + 1 x 2-4 = 64 + 32 + 16 + 8 + 2 + 0 + 1 + 0.0625 = 125. misalnya 1111101.125 + 0.437510 Konversi Biner-Oktal Konversi dari bilangan binari ke bilangan oktal dapat dilakukan dengan mengkonversikan tiaptiap tiga digit binari.+ 1011012 = 4510 Kalau bilangan binari yang akan dikonversikan dalam bentuk pecahan binari.0111 maka dapat dikonversikan dengan cara : 1111101. Misalnya bilangan binari 11010100 dapat dikonversi ke oktal dengan cara : .

dengan langkah-langkah sebagai berikut: Dikonversikan terlebih dahulu ke bilangan binari.HEKSADESIMAL Konversi dari bilangan oktal ke bilangan hexadesimal dapat dilakukan dengan cara merubah dari bilangan oktal menjadi bilanan binari terlebih dahulu.Hubungan ini dapat dilihat pada tabel berikut : Digit 0 1 2 3 4 5 6 7 3 bit 000 001 010 011 100 101 110 111 KONVERSI OKTAL . Misalnya bilangan oktal 2537. sebagai berikut : . akan dikonversikan ke hexadesimal. baru di konversikan ke bilanan headesimal.

00390625 + 10 x 0.00244140625 = 155. B6A16 = 11 x 162 + 6 x 161 + 10 x 160 = 11 x 256 + 6 x 16 + 10 x 1 = 2816 + 96 + 10 = 292210 Bila bilangan hexadesimal yang akan dikonversikan berupa bilangan yang mengandung nilai pecahan. misalnya bilangan hexadesimal 9B.625 + 5 x 0.0219726562510 KONVERSI HEKSADESIMAL – BINER Konversi dari bilangan hexadesimal ke bilangan binari dapat dilakukan dengan mengkonversikan masingmasing digit hexadesimal ke 4 digit binari sebagai berikut: Berarti bilangan hexadesimal D4 adalah 11010100 dalam bilangan binari.01953125 + 0.05A dalam bilangan desimal berikut. baru dikonversikan ke bilangan oktal Misalnya bilangan hexadesimal 55F. 9B.000244140625 = 144 + 11 + 0 + 0.DESIMAL Dari bilangan hexadesimal dapat dikonvrsikan ke bilangan desimal dengan cara mengalikan masingmasing digit bilangan dengan position value-nya.05A = 9 x 161 + 11 x 160 + 0 x 16-1 + 5 x 16-2 + 10 x 16-3 = 9 x 16 + 11 x 1 + 0 x 0. akan dikonversi ke oktal : . KONVERSI HEKSADESIMAL – OKTAL Konversi dari bilangan hexadesimal ke bilanagn oktal dapat dilakukan dengan cara merubah dari bilangan hexadesimal menjadi bilangan binari terlebih dahulu.KONVERSI HEKSADESIMAL .

.Hubungan antara heksadesimal. desimal. Sebuah karakter data di simpan dalam main memory menempati posisi 1 byte. dapat diperguakan suatu kode binari untuk mewakili suatu karakter. oktal dan biner: KODE YANG MEWAKILI DATA Data disimpan di komputer pada main memory untuk diproses. Dengan dasar sistem bilangan binari yang sudah dibahas.

setiap digit dapat diubah menjadi ekivalen binernya sebagai berikut : Sebagai contoh lain. dan grup simbol-simbol tersebut dinamakan kode. ini disebut pengkodean. kata-kata dinyatakan dalam suatu grup simbol-simbol tertentu. yang menggabungkan beberapa sifat dari sistem desimal dan sistem biner. dimana serangkaian titik dan garis menyatakan huruf-huruf alphabet. Oleh karena itu kadang-kadang digunakan cara-cara 25 pengkodean bilangan desimal lain. Semua sistem digital menggunakan beberapa bentuk bilangan biner untuk operasi internalnya.1. Untuk menunjukkan kode BCD. ubahlah 94. maka prosedur pengkodean ini disebut binary-coded-decimal (disngkat BCD). ambil bilangan desimal 874. Jelaslah bahwa hanya digunakan bilangan-bilangan biner 4 bit dari 0000 sampai 1001. Karena digit desimal besarnya dapat mencapai 9. tetapi untuk menyajikan hasilnya ke luar digunakan bilangan desimal. Ini berarti bahwa konversi-konversi antara sistem biner dan desimal sering dilakukan. maka diperlukan 4 bit untuk mengkode setiap digit (kode biner untuk 9 adalah 1001). huruf-huruf.3 menjadi representasi kode BCD-nya Dengan demikian. 1.1 Binary-Coded-Decimal Code Apabila setiap digit dari suatu bilangan desimal dinyatakan dalam ekivalen binernya. kode BCD menyatakan setiap digit bilangan desimal dengan bilangan biner 4 bit. Barangkali salah satu kode yang paling dikenal adalah kode Morse. Telah diketahui bahwa konversi antara desimal dan biner untuk bilangan-bilangan besar dapat panjang dan rumit. KODE BCD Apabila bilangan-bilangan. .

Kode ini banyak digunakan pada komputer generasi ketiga semisal IBM S/360 4. Pada kode ini highorder bits atau 4-bit pertama disebut dengan zona bits dan low-order bits atau 4 bit pertama disebut dengan zona bits dan low-order bits atau 4 bit kedua disebut dengan numeric bits. yaitu 10 kode untuk digit angka. 3. tetapi tidak dapat digunakan untuk mewakili karakter yang lainnya. sebanyak 64 (26 = 64) kombinasi kode. SBCDIC (Standard Binary Coded Decimal Interchange Code) merupakan kode binari perkembangan dari BCD. bit 4.. 26 kode huruf alphabeth dan sisanya karakter-karakter khusus yang dipilih..SBCDIC. Posisi bit di SBCDIC dibagi menjadi du zone yaitu 2 bit pertama (diberinama bit A dan bit B) disebut dengan alpha bit position dan 4 bit berikutnya (diberi nama bit 8.ASCII 7 – bit Singkatan dari Amerian Standard Code for Information Interchange atau ada yang menyebut dengan American Standard Comemitee on Information Interchange yang dikembangkan oleh ANSI (American National Standard Institute) untuk tujuan membuat kode binari yang standar. BCD dianggap tanggung. SBCDIC menggunakan kombinasi 6 bit sehingga lebih banyak kombinasi yang dihasilkan. yaitu : • • • • 26 buah huruf kapital (upper case) dari A s/d Z 26 buah kecil (lower case) dari a s/d z 10 digit desimal dari 0 s/d 9 34 karakter kontrol yang tidak dapat dicetak hanya digunakan untuk informasi status operasi komputer. karena masih ada 6 kombinasi yang dipergunakan. degan kombinasi kode sebanyak 127 dari 128 (27 =128) kemungkinan kombinasi. Karakter khusus (special charakter) • .2. Dan kode ini banyak digunakan pada komputer generasi kedua. bit 2 dan bit 1) disebut dengan numeric bit position. Kode ASCII yang standar menggunakan kombinasi 7-bit.EBCDIC Singkatan dari Extended Binary Coded Decimal Intrchange Code terdiri dari kombinasi 8 bit yang memungkinkan untuk mewakili karakter sebanyak 256 (28 = 256) kombinasi karakter.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful