Tugas

FARMAKOTERAPI TERAPAN

Disusun oleh :

Ahmad Alwy N21112672

PROGRAM STUDI PROFESI APOTEKER FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 2013

GANGGUAN KARDIOVASKULAR
Identifikasi Masalah 1.a. Apa masalah aktual dan potensial yang berkaitan dengan masalah penggunaan obat, apakah pasien ini hanya mengalami ventrikular fibrasi?

Dalam kasus ini, pasien tidak memiliki masalah aktual dan potensial yang berkaitan dengan penggunaan obat. Faktor resiko pengembangan fibrilasi ventrikular sebenarnya dapat disebabkan oleh penggunaan obat-obatan seperti Disopyramid,prokainamid,quinidin, domperidon, eritromisin, haloperidol, dll. Tetapi riwayat pengobatan pada pasien ini tidak menggunakan obat-obatan yang dapat memicu pengembangan fibrilasi ventrikular. Pasien ini mengalami kecelakaan, kehilangan kesadaran, kondisi klinis memburuk serta mengalami kegagalan pernafasan. Kemudian dilakukan operasi jantung, 36 jam setelah operasi , pasien mengalami PVC multifokal atau kelainan aritmia yang berbahaya yang cepat berubah menjadi venticular fibrilasi. Hal ini disebabkan karena kurangnya aliran darah ke otot jantung akibat shock yang terjadi. 1.b. Diskusikan kemungkinan yang dapat menyebabkan perkembangan ventrikular fibrillation.

Vibrilasi ventrikel dapat terjadi pada kondisi iskemia dan infark miokard, gangguan karena kontak dengan listrik, pemanjangan interval QT, atau sebagai irama akhir pada pasien dengan kegagalan sirkulasi, atau pada kejadian takikardi ventrikel yang memburuk. Penyebab yang paling umum dari fibrilasi ventrikel adalah heart attack, akan tetapi fibrilasi ventrikel dapat terjadi ketika jantung tidak memperoleh oksigen yang cukup, atau orang tersebut memiliki penyakit jantung yang lain

Hasil yang diinginkan 2. Apa pengobatan jangka pendek untuk pasien ini? Pengobatan jangka pendek untuk fibrilasi ventrikel adalah secepatnya ditangani dengan menggunakan implantable cardiac defibrilator (ICD) dan resusitasi kardiopulmoner (CPR). Kemudian diberikan antiaritmia untuk menormalkan irama jantung. Fibrilasi ventrikel (ventricular fibrillation) adalah kontraksi sangat cepat yang tidak beraturan pada ruang bawah jantung (ventrikel). Fibrilasi ventrikel adalah jenis terburuk dari gangguan irama jantung dan merupakan bentuk serangan jantung. Kekacauan denyut jantung yang parah ini biasanya berakhir dengan kematian dalam hitungan menit, kecuali segera dirawat, misalnya dengan implantable cardiac defibrilator (ICD) dan resusitasi kardiopulmoner (CPR). Implantable Cardiac Defibrilator (ICD) adalah sistem pengatur detak jantung yang terus memantau irama jantung. ICD mengobati takiaritmia (detak jantung cepat). Jika jantung berdetak terlalu cepat, ICD bekerja dengan memberikan sentakan listrik untuk mengembalikan irama normal jantung dan mencegah kematian jantung mendadak. Resusitasi Kardiopulmoner (CPR) adalah metode darurat untuk menyelamatkan jiwa. Respirasi buatan dan kompresi dada yang digunakan untuk me-restart jantung dan paru-paru.

Alternatif terapi 3.a. Apa terapi non farmakologi yang seharusnya diberikan segera bagi pasien dengan ventricular fibrasi? Terapi non farmakologi yang harus segera diberikan bagi pasen dengan vebtrikuler fibrilasi adalah terapi Listrik (Defibrilasi) . Defibrilasi adalah pengobatan yang menggunakan aliran listrik dalam waktu yang singkat secara asinkron. Indikasi : 1.VF 2. VT tanpa nadi 3. VT polymorphyc yang tidak stabil Defibrilasi harus dilakukan sedini mungkin dengan alasan : 1. 2. 3. 4. 5. Irama yang didapat pada permulaan henti jantung umumnya adalah ventrikel fibrilasi (VF). Pengobatan yang paling efektif untuk ventrikel fibrilasi adalah defibrilasi. Makin lambat defibrilasi dilakukan, makin kurang kemungkinan keberhasilannya. Ventrikel fibrilasi cenderung untuk berubah menjadi asistol dalam waktu beberapa menit. Alat yang dipergunakan : a. Defibrilator Defibrilator adalah alat yang dapat memberikan shock listrik dan dapat menyebabkan depolarisasi sementara dari jantung yang denyutnya tidak teratur, sehingga memungkinkan timbulnya kembali aktifitas listrik jantung yang terkoordinir. Enerji dialirkan melalui suatu elektrode yang disebut paddle. Defibrilator diklasifikasikan menurut 2 tipe bentuk gelombangnya yaitu monophasic dan biphasic. Defibrilator monophasic adalah tipe defibrilator yang pertama kali diperkenalkan, defibrilator biphasic adalah defibrilator yang digunakan pada defibrilator manual yang banyak dipasarkan saat ini.

b. Jeli Jeli digunakan untuk mengurangi tahanan dada dan membantu menghantarkan aliran listrik ke jantung, jeli dioleskan pada kedua paddle. Energi Untuk VF dan VT tanpa nadi, energi awal 360 joule dengan menggunakan monophasic deflbrilator, dapat diulang tiap 2 menit dengan energi yang sama, jika menggunakan biphasic deflbrilator energi yang diperlukan berkisar antara 120 - 200 joule. 3b. Apa agen farmakoterapeutik yang cocok untuk terapi akut pada kondisi pasien ini?

Pada umumnya terapi aritmaia adalah :    Mengembalikan irama jantung yang normal (rhytm control) Menurunkan frekuensi denyut jantung (rate contol) Mencegah terbentuknya bekuan darah.

kaedah kejutan elektrik untuk memulihkan rentak jantung yang abnormal bagi penderita yang mempunyai kadar denyutan jantung yang tunggi. g. dokter akan melakukan pembedahan jika keadaan pasien sudah sangat memburuk. maka defibrilasi harus segera dilakukan Bila defibrilasi tidak berhasil. maka tak ada yang lebih baik daripada menyembuhkan atau memperbaiki penyebabnya secara spesifik. Bagaimana seharusnya pasien di amati untuk menilai keberhasilan obat dan untuk mencegah atau mendeteksi efek merugikan? Beri gambaran bagaimana seharusnya terapi disesuaikan jika efek merugikan terjadi. b. Kemudian. Rencana optimal 4. dan menghindari alkohol. Jika kausa aritmia berhasil dideteksi. Jika FV terjadi.Terapi sangat tergantung pada jenis aritmia. Aritmia sendiri dapat diterapi dengan beberapa hal di bawah ini : a. f. . dan kurangi konsumsi obat yang memilik efek samping dengan risiko yang tinggi Evaluasi Hasil 5. Di dalam pembedahan. Obat-obatan yang dapat diberikan adalah epinefrin bila pola vibrilasi ventrikelnya halus. berhenti merokok. maka harus segera dilakukan resusitasi jantung paru dan obat-obatan. bagian yang rusak bisa dibuang atau diperbaiki. Epinefrin dapat membuat fibrilasi menjadi kasar. 4b. Pembedahan. d. apa rencana farmakoterapi untuk mempertahankan stabilitas pasien? Terapi-terapi non farmakologi untuk mempertahankan stabilitas pasien misalnya pola hidup yang diatur seperti mengkonsumsi makanan yang rendah kolesterol dan rendah lemak. c. sehingga memudahkan untuk mengkonversi defibrilasi. penatalaksanaan ini digunakan pada keadaan cemas. Farmasis tidak berwenang untuk berpartisipasi dalam upaya menyadarkan pasien. setelah irama jantung normal. Pengamatan pada pasien berupa detak jantung dan denyut nadi serta tekanan darah pasien juga harus diperhatikan.a. perentak ini digunakan untuk menghantarkan isyarat elektrik ke jantung. Natrium bikarbonat diberikan untuk mengatasi asidosis akibat berkurangnya perpindahan respirasi. Apabila sakitnya masih berlanjut maka perlu dilakukan pemantauan dosis serta golongan obat yang sesuai. Alat ini dipasang di bawah permukaan kulit melalui pembedahan kecil. Perentak yang permanen digunakan untuk merawat penderita yang mengalami nodus sinus yang tidak berfungsi. Kardioversi (pembilang-renjatan). Tekanan darah disokong dengan vasopresor. olahraga yang teratur. Penilaian kesesuaian pengobatan digunakan untuk memperoleh konversi jantung pada pasien ini. oleh sebab itu harus diberikan terpisah. e. Epinefrin dan Natrium bikarbonat saling berlawanan apabila dicampur. Perentak tiruan. Masase jantung eksternal dan ventilasi tidak boleh dihentikan selama resusitasi sebelum lima detik.

yaitu bekerja sebagai penghambat kompetitif reseptor kolinergik muskarinik (M 1 dan M3) sehingga menghambat bronkokonstriksi dan hipersekresi bronkus yang disebabkan oleh neurotransmitter parasimpatis asetilkolin. Masalah yang terkait obat dapat meliputi dosis yang terlalu rendah. Sistem saraf simpatis memegang peranan penting dalam menentukan ukuran diameter bronkus. dan/atau mengakibatkan risiko gagal ginjal akut. ARB. Pasien usia lanjut. Efek samping kardiovaskular dari Salmeterol tergantung dosis (dose-related) dan dosis yang lebih rendah mungkin dapat ditoleransi. Doksazosin merupakan penghambat reseptor adrenergik α1 (vasodilator) yang menyebabkan relaksasi otot prostat dan kandung kemih sehingga memudahkan urinasi. Salmeterol dengan Hidroklorotiazid Perlu diperhatikan risiko penurunan kadar kalium darah dan irama denyut jantung. tapi hampir dapat dipastikan. Salmeterol merupakan bronkodilator (β2 agonist. dan β blockers. termasuk diuretik. meningkatkan tekanan darah. Hidroklorotiazid dengan Asetaminofen Obat-obat AINS seperti asetaminofen kemungkinan memiliki efek yang paling berpengaruh terhadap memburuknya kontrol tekanan darah. Penggunaan diuretik dengan agonis β 2 dapat meningkatkan efek toksisitas kardiovaskular berupa hipokalemia. Salmeterol memiliki efek palpitasi dan vasodilatasi perifer yang mengakibatkan refleks takikardia. Adrenergic menstimulasi reseptor β2 (pada kelenjar dan otot halus . mineralkortikoid. obat penekan nafsu makan. antidepresi. Obat-obat AINS dihubungkan dengan peningkatan tekanan darah yang kecil. kombinasi obat antihipertensi yang tidak memadai. Beberapa penelitian menunjukkan obat-obat AINS dapat menurunkan efek beberapa antihipertensi. termasuk obat-obat apa saja yang dapat memberi kontribusi terhadap hipertensi pasien yang tidak terkontrol. steroid adrenal. Stimulasi asetilkolin pada reseptor muskarinik mengakibatkan relaksasi trigonum dan sfingter kandung kemih. maka penghambatannya mengakibatkan kesulitan urinasi. Jawaban: Drug-related Problems: a. c. ACE inhibitor. fenotiazin. Kelompok agonis adrenoseptor seperti Salmeterol relatif selektif terhadap jantung dibandingkan bronkodilator lainnya (misalnya efedrin) karena relatif selektif menstimulasi pada reseptor β2. Interaksi obat antihipertensi dapat terjadi dengan obat-obat berikut: glukokortikoid. dan nasal decongestants.a.HYPERTENSION PERTANYAAN Identifikasi Masalah 1. b. Buat daftar masalah-masalah terkait obat (drug-related problems) yang dialami pasien. simpatomimetika) yang mempunyai aksi pengobatan jangka lama ( long-acting). Tiotropium berperan sebagai antikolinergik untuk pengobatan PPOK. simpatomimetik. MAO inhibitor. AINS dapat meningkatkan retensi cairan. Tiotropium dengan Doksazosin Tiotropium meningkatkan risiko retensi urin sehingga mengurangi efek Doksazosin. ataupun interaksi obat. Kedua obat ini berakibat efek antagonis di mana Triotopium mengurangi efek terapi Doksazosin. Antihipertensi Beberapa faktor dapat menjadi penyebab kurangnya respon dari terapi obat antihipertensi. AINS (antiinflamasi nonsteroid). dengan komplikasi diabetes dan gagal ginjal kronik (GGK) memiliki risiko yang lebih besar untuk mengalami efek samping dari obat-obat AINS seperti yang telah dijabarkan sebelumnya. kontrasepsi oral. salah satu faktor adalah terkait obat (drug-related). Obat simpatomimetika merupakan obat yang memiliki aksi serupa dengan aktivitas saraf simpatis.

feokromositoma. Evaluation. 1. Selain itu terdapat pula jenis hipertensi lainnya yang disebut dengan hipertensi sekunder. dan rigiditas aorta juga dapat menyebabkan hipertensi. dan stres akut. estrogen. rekomendasi target tekanan darah yang harus dicapai adalah < 140/90 mmHg dan target tekanan darah untuk pasien penyakit ginjal kronik dan diabetes adalah ≤ 130/80 mmHg. vasodilatasi perifer dan refleks takikardia dengan peningkatan atau penurunan tekanan darah. akromegali. Enzim ini mengubah ATP (Adenosintrifosfat) menjadi cAMP (cyclicadenosine-monophosphat) dengan pembebasan energi yang digunakan untuk proses dalam sel. memudahkan pasien untuk bernafas. apnea tidur. yang memungkinkan umur panjang. hipertensi tingkat 1. penyakit ginjal kronis. Seperti halnya salmeterol. albuterol juga merupakan stimulan selektif reseptor adrenergik β2. Gangguan pada sistem endokrin juga dapat menyebabkan hipertensi. ingesti licorice). hiperplasia adrenal kongenital. dan akibat kehamilan. Albuterol bekerja dengan merelaksasi otot-otot di saluran pernafasan. glomerulonefritis akut. hipotiroidisme. Albuterol memiliki efek palpitasi.b. Bagaimana Anda mengklasifikasikan derajat hipertensi yang dialami pasien (mis: prehipertensi. penyakit polikistik. dan digunakan saat terjadi serangan asma. Albuterol dengan Hidroklorotiazid Perlu diperhatikan risiko penurunan kadar kalium darah dan irama denyut jantung. Gangguan ginjal yang dapat menimbulkan hipertensi yaitu. Mekanisme kerja obat simpatomimetika adalah melalui stimulus reseptor β2 pada bronkus menyebabkan aktivasi adenilsiklase. atau penyulit lainnya. Gangguan pada sistem kardiovaskular seperti koarktasio aorta. . and Treatment of High Blood Pressure (JNC-VII) 2003 Kategori Sistolik (mmHg) Diastolik (mmHg) Normal < 120 dan < 80 Prehipertensi 120-139 atau 80-89 Hipertensi Derajat 1 140-159 atau 90-99 Derajat 2 ≥ 160 atau ≥ 100 Sembilan puluh persen sampai 95% hipertensi bersifat idiopatik (hipertensi esensial). makanan yang mengandung tiramin dan simpatomimetik. d. vaskulitis ginjal.bronkus) sehingga terjadi bronkodilatasi. peningkatan curah jantung. kecelakaan serebrovaskular. atau tingkat 2) berdasarkan pedoman JNC 7? Jawaban: The seventh Report of the Joint National Commite on Detection. Penggunaan diuretik dengan Albuterol dapat meningkatkan efek toksisitas kardiovaskular berupa hipokalemia. Menurut Joint National Commission (JNC) 7. stenosis arteria renalis. Untuk serangan asma yang lebih berat. Albuterol merupakan obat yang digunakan untuk melancarkan jalan nafas (bronkodilator) dengan aksi kerja short-acting. hormon eksogen (glukokortikoid. peningkatan volume intravaskular. diperlukan bronkodilator inhalasi jangka pendek agar asmanya terkontrol. begitu pula dengan gangguan neurologik seperti psikogenik. dan tumor penghasil renin. yaitu hipertensi yang disebabkan oleh gangguan organ lainya. inhibitor monoamin oksidase). aldosteronisme primer. peningkatan intrakranium. kecuali apabila infark miokardium. Meningkatnya kadar cAMP dalam sel menghasilkan efek bronkodilatasi. memberikan kelegaan bernafas. poliarteritis nodosa. dintaranya seperti hiperfungsi adrenokorteks (sindrom Cushing.

Tekanan darah tinggi (hipertensi) dapat melukai dinding arteri dan memungkinkan kolesterol LDL memasuki saluran arteri dan meningkatkan penimbunan plak sehingga membuat jantung menebal dan kaku. . Rokok mengandung nikotin. Apa faktor risiko kardiovaskuler yang diketahui dari pasien. Street ini adalah perokok selama 28 tahun dan tiap harinya 1 bungkus rokok. risiko serangan jantung meningkat berkali-kali lipat dan hal tersebut yang sedang dialami oleh Mr. Jadi mr.  Penyakit hipertensi Tekanan darah tinggi meningkatkan beban jantung. Laki-laki lebih berisiko mengalami serangan jantung dibandingkan perempuan dan mengalaminya pada usia yang lebih muda. walaupun Mr. dan meningkatkan risiko stroke. Pada kasus ini telah dijelaskan bahwa ayah dari Mr. Pada kasus ini.  Penyakit Diabetes Para Penderita diabetes dapat mengalami penyakit jantung akibat komplikasi. Rokok Penyebab Penyakit Jantung sangat tinggi.street meniggal dunia karena myocardiac akut dan ibunya meniggal karena kanker paru-paru dan memiliki beberapa penyakit hipertensi dan diabetes. dimana menyebabkan kadar fibrinogen meningkat (hiperfibrinogen) agregasi trombosit meningkat (hiperagregasi) demikian pula F2-isoprotane meningkat. Melihat Trigliserida dan juga kolesterol totalnya.c. Penelitian menyebutkan bahwa orang-orang yang tidak merokok yang tinggal dengan para perokok memiliki tambahan resiko serangan jantung.street menderita Diabetes melitus tipe 1 jadi sangat mungkin terkena salah satu penyakit kardiovaskular. gagal ginjal. keturunan mereka lebih cenderung mengembangkan problem yang serupa. Merokok kira-kira 20 persen dari semua kematian karena penyakit jantung dan hampir 50 persen dari serangan jantung pada wanita berusia di bawah 55 tahun. tetapi tetap tidak setajam peningkatan pada laki-laki. dan gagal jantung. Para penderita diabetes harus memperhatikan kesehatan karena bisa berdampak Penyebab Penyakit Jantung. serangan jantung. kolesterol tinggi atau diabetes. Setelah menopause. Para perokok juga membuat mereka yang ikut menghirup asapnya beresiko mengalami masalah pada jantung. dan apa nilai risiko Framinghamnya? Jawaban: Faktor resiko kardiovaskuler pasien ini adalah  Umur dan jenis kelamin Lebih dari 83% orang yang meninggal karena penyakit jantung koroner berusia 60 tahun ke atas.street beresiko untuk terkena penyakit kardiovaskular ini. Street adalah seorang lelaki yang berusia 62 tahun. Pada kasus ini Mr.  Perokok Banyak perokok mengidap Penyakit jantung. merokok. Bila tekanan darah tinggi diiringi dengan obesitas.  Riwayat keluarga Beberapa Penelitian menunjukkan bahwa jika terdapat riwayat gangguan jantung dalam keluarga baik dari keluarga wanita atau keluarga pria.street.  Kadar Kolesterol Resiko penyakit kardiovaskular meningkat seiring peningkatan kadar kolesterol darah: memiliki LDL (“kolesterol jahat”) tinggi dan HDL (“kolesterol baik”) yang rendah. tar dan juga karbon monooksida.street adalah mantan perokok sejak 3 tahun yang lalu namun dulunya Mr. Pada kasus ini Mr.1. Merokok bersifat prooksigen. angka kematian wanita karena serangan jantung meningkat. dengan beberapa penyakit yang ia derita jadi tidak menutup kemungkinan resiko terjadinya penyakit kardiovaskular nntinya ia derita.

Jadi dari makanan ini dapat memberikan pengaruh bertambah buruknya hipertensi. Kegemukan atau Obesitas Orang yang kegemukan (lebih dari 20% berat badan ideal) cenderung berisiko penyakit jantung dan stroke. Gaya hidup kurang Olah Raga Orang-orang yang kurang olah raga memiliki resiko serangan jantung yang lebih tinggi. menyebabkan kanker dan detak jantung tidak beraturan. bahkan bila mereka tidak memiliki faktor risiko lainnya dan hal ini yang terjadi pada Mr. Perkiraan hasil nilai Framingham ini pun untuk prediksi selama 10 tahun ke depan. Makanan Mr. Street. Street Tujuan sebenarnya dari nilai Framingham adalah untuk mengetahui seberapa besar kemungkinan peluang seorang pasien dislipidemia mendapatkan komplikasi penyakit jantung koroner (Coronary Heart Disease). Jangan karena kita keasyikan malas olah raga menjadi Penyebab Sakit jantung.d. Pada kasus ini telah di jelaskan bahwa Mr.street kadar kolesterol totalnya tdk begitu tinggi namun kadar HDL yang merupakan kolesterol baik dgn nilai 40 mg/dL dapat dikatakan rendah jadi Mr.street.    Walaupun Mr. Nilai resiko Framingham Tn. 1. Dan resikonya menurun di antara mereka yang berolahraga dengan teratur. Mereka menghabiskan sebagian besar dari hari mereka tanpa aktif secara fisik dan tidak berolahraga dengan teratur.street meminum alkohol dalam jumlah sedang hal ini dapat memicu terjadinya penyakit kardiovaskular karena banyak meminum alkohol dapat meningkatkan tekanan darah.street tidak berolahraga secara teratus sehingga dapat dikatan Mr. Sebaliknya ia makan makanan yang ia mau. Apa bukti adanya kerusakan organ target atau penyakit kardiovaskuler yang dialami pasien? Jawaban: Hipertensi yang tidak terkendali merupakan faktor risiko bagi terjadinya kerusakan organ target. berpeluang untuk mengalami penyakit kardovaskular nantinya. Jalan-jalan santai selama 20 hingga 30 menit sebanyak tiga atau empat kali seminggu dapat menurunkan resiko serangan.street bukanlah peminum (alkohol) berat namun Mr. Olahraga dengan teratur dapat meningkatkan kemampuan jantung untuk memompa dan dapat menurunkan kadar kolesterol serta menurunkan tekanan darah. diabetes melitus dan kegemukannya yang mana penyakit tersebut memicu adanya penyakit kardiovaskular. Minuman beralkohol Walaupun Mr. Meminum alkohol juga dapat meningkatkan trigliserida.street memiliki resiko terkena penyakit kardiovaskular. menyebabkan gagal jantung dan stroke. Kerusakan organ target dan penyakit kardiovaskuler yang dapat dipacu oleh hipertensi meliputi: Kerusakan jantung . Ada pun prediktor yang digunakan antara lain:  Usia  Diabetes  Smoking  JNC-V blood pressure categories  NCEP total cholesterol categories  LDL cholesterol categories Nilai resiko 18% artinya 18 orang dari 100 orang dengan level ini beresiko akan terkena penyakit serangan jantung dalam 10 tahun kedepan.street tidak suka makanan yang rendah natrium.

dapat mengakibatkan kebutaan  Retinopati (Retinophaty) Untuk menilai tingkat/adanya kerusakan organ target ataupun penyakit kardiovaskuler yang dialami pasien. dan tidak ada pengeluaran eksudat. didapatkan data sebagai berikut: Fungsi sistem tubuh: 1. tidak lunak dan tidak buncit (NTND.96 cm) Pemeriksaan Fisik 1. Sistem Hasil Pemeriksaan Leher Lentur/fleksibel. Denyut dan irama teratur (RRR. kram. terdapat AV (Arteriovenous nicking. konstipasi. tidak terdapat pembengkakan saraf optik. Tidak ada perubahan berat badan berarti selama beberapa tahun terakhir 2. tidak ada pembesaran tiroid dan tidak ada pembesaran kelenjar getah bening. desahan napas ringan. penekanan arteriovenus) 4. Beberapa bunyi tajam basilar. diare. Halus. Sesekali sakit kepala dan pusing di pagi hari (setelah mengkomsumsi obat antihipertensi) 3. muntah. Denyut jantung 76 bpm (76 denyut/menit)  normal (60-100 bpm) 3. Tidak mengalami hidung berdarah maupun batuk berdarah 7. Tidak ada nyeri jantung 5. Paru-paru Terdengar jelas pada auskultasi bilateral. Tekanan darah 168/92 mmHg (saat duduk 170/90) 2. sakit perut. NonPerut distended) Genital/Rektum Pembesaran prostat jinak . S1 dan S2 Jantung normal. Sinus sedikit kering 3. S3 dan S4 tidak ada. atau tinja mengandung darah Tanda-Tanda Vital: 1. Regular Rate and Rhythm). gendang telinga) jelas 2. Tidak mengalami mual. Fungsi mata baik (penglihatan tidak kabur) 4. tinggi badan 6’2” (187. TMs (Tympanic Membranes. Berdasarkan pemeriksaan pasien. Penyakit jantung koroner (Coronary Heart Disease)  Serangan jantung (Myocardial Infarction)  Hipertofi ventrikular kiri (Left Ventricular Hipertrofi)  Gagal jantung (Heart Failure) Kerusakan pembuluh darah:  Aortic Aneurism  Hipertensi ensefalopati (Hypertensive encephalopathy)  Penyakit vaskular perifer (Peripheral Vascular Disease) Kerusakan otak:  Stroke  Dimensia  Perdarahan otak (Cerebral Hemorrhage) Kerusakan ginjal  Gagal ginjal kronis (Chronic Kidney Failure) Kerusakan pembuluh darah retina mata. Frekuensi pernapasan 16 per menit  normal (12-18/menit) 4. Nafas sesak yang diatasi dengan albuterol 6. maka perlu dilakukan interpretasi dari pemeriksaan kesehatan yang telah dilakukan pasien. tidak terdapat perdarahan. Non-tender. Berat badan 95 kg.

(-) nitrit. Fraksi volumetrik darah 45%  normal (<50%) Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa pasien mengalami gagal ginjal kronis. tetapi kontrol tekanan darah masih buruk. pH 5. mengakibatkan penekanan vena dengan penonjolan pada salah satu sisi persilangan. termasuk tekanan darah yang tinggi. Dari hasil pemeriksaan mata. (-) darah. Clubbing.9% mempunyai tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan tekanan darah diastolic ≤90 mmHg. Memar. maka tekanan darah sistolik harus digunakan sebagai petanda klinis utama untuk pengontrolan penyakit pada hipertensi. Urin Ekokardiografi: Mild Left Ventricular Hypertrophy. Diperkirakan dari populasi pasien hipertensi yang diobati tetapi belum terkontrol. Cynosis. 1-5 sel epitel. Hasil yang Ingin Dicapai 2. adapun penafsiran yang ditemukan yaitu gagal ginjal kronis dan LVH ringan. sehingga memperberat kerja ventrikel kiri dalam memompa darah ke seluruh tubuh. (-) keton.Kaki & Tangan Tidak ada Sinosis. RBC 0/hpf. WBC 1-2/hpf. 76. Edema) Saraf Tidak ada defisit sensor motorik. Hipertensi dapat berdampak pada penglihatan di mana pembuluh darah mata dapat menebal. (-) glukosa. Diketahui pasien memiliki left ventricular hypertrophy (LVH) atau pembesaran ventrikular kiri yang masih dikategorikan ringan. LVH terjadi sebagai respon dari beberapa faktor. dan Bengkak (No CCE. yaitu suatu kondisi yang umum ditemui pada penderita hipertensi di mana (pada mata) suatu arteri kecil (arteriol) terlihat menyilangi suatu vena kecil (venule). diketahui terdapat Arteriovenous nicking atau penekanan arteriovenus. CN II-XII utuh. Jernih. Jawaban: Walaupun hipertensi merupakan salah satu kondisi medis yang umum dijumpai.5. Secara keseluruhan pemeriksaan kesehatan pasien memperlihatkan hasil yang normal pada organ target atau risiko penyakit kardiovaskuler. Buatlah tujuan terapi untuk pasien tersebut (termasuk nilai tekanan darah yang ingin dicapai. dapat dilihat dari analisis urin yang mengandung protein. Karena kenyataannya tekanan darah sistolik berkaitan dengan resiko kardiovaskular dibanding tekanan darah diastolik. Kuning. tekanan darah diastolik yang diinginkan akan tercapai apabila tekanan darah sistolik yang diiginkan sudah tercapai.11 Pada kebanyakan pasien. Hipertensi yang tak terkontrol dapat mengakibatkan penyempitan dan kekakuan pembuluh darah ginjal. pembesaran otot jantung ringan Ejection Fraction. tetapi tidak cukup untuk pasien-pasien dengan hipertensi atau untuk pasien-pasien dengan target tekanan darah ≤130/80 mmHg (DM dan penyakit ginjal). Kebanyakan pasien dengan hipertensi tekanan darah diastoliknya sudah tercapai tetapi tekanan darah sistolik masih tinggi. Pemilihan . bahkan robek. neg bacteria. SG 1. sehingga menurunkan fungsi kerja organ ini. LVH umumnya sering ditemukan pada pasien dengan hipertensi yang tidak terkontrol.007. berdasarkan JNC 7). Modifikasi gaya hidup saja bisa dianggap cukup untuk pasien dengan prehipertensi. (-) bilirubin. menyempit. Umumnya hal ini disebabkan oleh tingginya tekanan darah. Adapun hasil pemeriksaan mata pada pasien ini memperlihatkan penglihatan yang masih baik. yang dapat berakibat pada kebutaan. pasien waspada dan terorientasi. (+) protein.

dan variabilitas ini mungkin memiliki dasar genetik. penurunan berat badan dan pengurangan NaCl diet juga telah ditunjukkan untuk mencegah perkembangan hipertensi.a. Berdasarkan hasil meta-analisis. dan makanan rendah lemak efektif dalam menurunkan tekanan darah.3/3. dan penurunan konsumsi alkohol dikaitkan dengan penurunan tekanan darah.4-7. serta apa comorbiditas dan pertimbangan individual pasien yang harus dipertimbangkan dalam memilih terapi farmakologi untuk kasus hipertensi ini? . dalam percobaan jangka pendek.9-2. • Kebanyakan pasien < 140/90 mm Hg • Pasien dengan diabetes < 130/80 mm Hg • Pasien dengan penyakit ginjal kronis < 130/80 mmHg Alternatif Terapeutik 3. Target nilai tekanan darah yang di rekomendasikan dalam JNC VII.1 mmHg diobseravsi setelah penurunan berat badan sebanyak 9. disarankan kombinasi terapi obat. sayuran. dan penyakit ginjal) Mengurangi resiko merupakan tujuan utama terapi hipertensi. Modifikasi diet yang efektif menurunkan tekanan darah adalah mengurangi berat badan. dan pilihan terapi obat dipengaruhi secara bermakna oleh bukti yang menunjukkan pengurangan resiko. Meskipun dampak intervensi gaya hidup pada tekanan darah akan lebih terlihat pada orang dengan hipertensi. bahkan jika intervensi tersebut tidak menghasilkan penurunan tekanan darah yang cukup untuk menghindari terapi obat. Pada kebanyakan pasien dengan tekanan darah lebih tinggi (hipertensi tingkat 2). dengan salah satunya diuretik tipe tiazid. Berolah raga teratur selama 30 menit seperti berjalan.2 kg. Penurunan mortalitas dan morbiditas yang berhubungan dengan hipertensi. meningkatkan asupan kalium. mengurangi konsumsi alkohol. gagal jantung. 67 perhari dalam seminggu. Promosi kesehatan modifikasi gaya hidup direkomendasikan untuk individu dengan pra-hipertensi dan sebagai tambahan terhadap terapi obat pada individu hipertensi. 3.obat tergantung berapa tingginya tekanan darah dan adanya indikasi khusus. Mortalitas dan morbiditas ini berhubungan dengan kerusakan organ target (misal: kejadian kardiovaskular atau serebrovaskular.b. Algoritme untuk pengobatan hipertensi Terdapat enam indikasi khusus dimana kelas-kelas obat antihipertensi tertentu menunjukkan bukti keuntungan yang unik. Intervensi ini untuk risiko penyakit jantung secara keseluruhan. Ada variabilitas individu dalam hal sensitivitas tekanan darah terhadap NaCl. dapat menurunkan tekanan darah. mengurangi asupan NaCl.7-4. Apa pilihan farmakoterapi yang rasional untuk mengontrol tekanan darah pasien.9 mmHg pada hipertensi dan penurunan lebih rendah pada orang darah normal. Konsumsi alkohol pada orang yang mengkonsumsi tiga atau lebih minuman per hari (minuman standar berisi ~ 14 g etanol) berhubungan dengan tekanan darah tinggi. Begitu pula dengan DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension) meliputi diet kaya akan buah-buahan. Perubahan pola hidup seperti apa yang disarankan kepada pasien untuk mencapai dan mempertahankan tekanan darah yang memadai? Jawaban: Pelaksanaan gaya hidup yang positif mempengaruhi tekanan darah memiliki implikasi baik untuk pencegahan dan pengobatan hipertensi. dan pola diet yang sehat secara keseluruhan mencegah dan mengatasi obesitas sangat penting untuk menurunkan tekanan darah dan risiko penyakit kardiovaskular. menurunkan tekanan darah dengan membatasi asupan setiap hari untuk 4. Pada penderita hipertensi. Kebanyakan pasien dengan hipertensi tingkat 1 harus diobati pertama-tama dengan diuretik tiazid.4 g NaCl (75125 meq) menyebabkan penurunan tekanan darah 3. Rata-rata penurunan tekanan darah 6. jumlah obat atau dosis yang dibutuhkan untuk mengontrol tekanan darah dapat dikurangi.9/0.

Bagaimana sehingga pengobatan hipertensi Tn. tidak diperbolehkan memakai obat anti hipertensi dari golongan α/β -blocker. disarankan menjaga berat badannya mendekati berat badan optimal atau ideal. Gejala obstruksi jalan napas karena pemakaian angiotensin converting enzyme inhibitors (ACE inhibitor) diketahui jarang namun secara potensial dapat menyebabkan reaksi yang serius pada minggu pertama pengobatan. daging merah. mempermudah pengendalian tekanan darah bagi pasien hipertensi dan mencegah kejadian penyakit kardiovaskular. Pengurangan asupan garam baik secara tunggal atau pun dikombinasi dengan penurunan berat badan dapat menurunkan jekadian hipertensi sampai 20%. Jawaban: Perubahan gaya hidup atau terapi non farmakologi merupakan terapi pilihan bagi pasien hipertensi sebelum mendapatkan terapi obat. Peningkatan konsumsi alcohol menimbulkan efek resistensi dari obat-obatan antihipertensi. Hal ini tidak memberikan efek samping batuk. Perencanaan Optimal 4. Oleh karena itu semua pasien hipertensi maupun mereka yang memiliki factor risiko hipertensi. Street dapat berpotensi mempengaruhi masalah pengobatan lainnya? Jawaban: Digunakan obat antihipertensi golongan penghambat reseptor angiotensin II (ARB) disini ARB lebih dipilih daripada ACE inhibitor karena ARB tidak tidak mencegah pemecahan bradikinin. Perubahan gaya hidup ini sangat berguna dalam mencegah dan mengobati penyakit hipertensi. terapi ARB telah ditunjukkan secara signifikan mengurangi perkembangan nefropati. jenis obat ini dapat menurunkan tekanan darah dan memperbaiki permeabilitas bronkus. . Uraikan secara singkat perubahan pola hidup yang khusus untuk pasien ini. Diet sayur dan buah-buahan Konsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan serta produk susu yang rendah lemak. Pada penderita diabetes. Akan tetapi. Penghentian/pembatasan konsumsi alcohol Konsumsi alcohol dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah. Penurunan konsumsi alcohol dapat menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. minuman manis dan mengandung gula. nifedipin tidak direkomendasikan untuk hipertensi. Pembatasan asupan garam Terdapat hubungan antara asupan garam dengan peningkatan tekanan darah. ARB memiliki efek samping yang lebih rendah dari anthipertensi lainnya. Diuretik dikontraiindikasikan untuk pasien dengan gagal ginjal. Pasien penderita asma yang mengalami hipertensi dapat memakai obat antagonis kalsium (calcium canal blockers). Untuk penderita penyakit obstruksi paru-paru memang terbatas dalam mendapatkan resep obat antihipertensi. Juga dianjurkan pengurangan konsumsi lemak. Pasien penderita asma kronis yang mengalami hipertensi. Beta blockers dapat menyebabkan peningkatan obstruksi bronkus dan reaktivitas jalan nafas serta resistensi efek beta reseptor agonis baik inhalasi ataupun oral. dapat menurunkan tekanan darah.a. Pembatasan konsumsi garam sebanyak 5 gram sehari dapat mencegah hipertensi . Penurunan berat badan yang dikombinasi dengan pembatasan asupan garam dapat menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. oleh sebab itu harus berhati-hati sebab pasien asma lebih rentan. Perubahan gaya hidup tersebut antara lain : Penurunan berat badan Kelebihan berat badan merupakan faktor risiko penting terjadinya penyakit hipertensi.

sirup Dosis : tablet :2-4 mg3-4kali sehari Inhalasi : 2 kali semprotan dari 100 mcg pada serangan akut 2 puff dapat diulang sesudah 15 menit. Monitoring tekanan darah dilakukan 1 bulan sekali sampai target tercapai dilanjutkan setiap 2 bulan. 3 bulan atau 6 bulan. Penghentian Merokok Penghentian merokok dapat mencegah terjadinya penyakit kardiovaskular seperti stroke dan infark miokard. berlari-lari kecil dan berenang. Doxasosin : Dosis : permulaan oral 1 mg selama 1-2 minggu. jika kadar glukosa 2 jam . Pada serangan hebat 250-500 mcg dapat diulang sesudah 4 jam. meliputi obat. Berdasarkan rekomendasi Anda. 4.Aktivitas fisik Aktivitas fisik yang kurang seperti kurang gerak banyak menonton TV dapat meningkatkan risiko menderita penyakit kardiovaskular. Uraikan suatu pola farmakoterapi yang tepat dan spesifik untuk hipertensi pasien yang tidak terkontrol. Aktivitas fisik olahraga seperti jalan cepat. Mengkonsumsi satu batang rokok dapat meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah selama 15 menit. Rokok meningkatkan kadar katekolamin dalam plasma yang menstimulasi saraf simpatik hingga terjadi peningkatan denyut jantung. parameter apa yang harus dimonitoring setelah pemberian obat dan sepanjang perjalanan pengobatan ini? Interval waktu apa yang seharusnya menjadi parameter untuk di monitoring? Jawaban:  Untuk Hipertensi : Target yang diingin dicapai untuk hipertensi untuk komplikasi dengan penyakit diabetes yaitu ≤130/80 mm Hg Memonitoring respon pasien terhadap pengobatan serta menilai apakah terjadi efek samping akibat obat yang digunakan. tablet.b. Menghindari Stres Stres dapat meningkatkan meningkatkan kerja saraf simpatik yang pada akhirnya dapat meningkatkan tekanan darah.  Untuk Diabetes melitus Parameter diagnosis diabetes melitus adalah kadar glukosa puasa ≥126 mg/dL atau pada 2 jam setelah makan ≥200 mg/dL atau HbA1c ≥8%. 4. 3. tablet lepas lambat. Bentuk sediaan : tablet Valsartan Dosis : 80-160 mg 1 kali sehari Bentuk sediaan : tablet 1. dan aturan pakai. dapat menurunkan tekanan darah.bila perlu dinaikkan sampai 2-8 mg 1kali sehari. semakin sering monitoring dilakukan. Jawaban: Salmeterol Dosis : 250 atau 500 mcg. Semakin jauh dari percapaian target tekanan darah. bentuk sediaan. dosis. 2. Bentuk sediaaan : Aerosol Aturan pakai : 2kali per hari Albuterol Bentuk sediaan : aerosol. Evaluasi Hasil 5. Pada pasien hipertens disarankan untuk melakukan olahraga selama 30 menit setiap hari sesuai dengan kemampuannya atau atas anjuran dokter. Penyalurann stres yang salah seperti banyak makan snack atau cemilan juga dapat meningkatkan berat badan.

dan penurunan berat badan. Perubahan asupan diet seperti diet rendah natrium sangat bermanfaat.Pada penderita BPH. Street sebaiknya rutin memeriksakan penyakit BPHnya ke dokter 1 bulan sekali agar penyakit tersebut tidak menjadi kanker prostat. biji-bijian. 4-10 ng/mL adalah sedikit tinggi. Jumlah PSA dalam darah dinyatakan dalam nanogram per mililiter (ng/mL). relaksasi. . magnesium. Biasanya dilakukan pemeriksaan darah untuk mengetahui fungsi ginjal dan untuk penyaringan kanker prostat (mengukur kadar antigen spesifik prostat atau PSA). dan protein. Namun. menurunkan tekanan darah. dan sayuran. Analisa air kemih dilakukan untuk melihat adanya darah atau infeksi. yang dipromosikan oleh National Heart. 10-20 cukup tinggi. olah raga. Dengan menggunakan USG. Edukasi Pasien 6. baik pada penderita hipertensi maupun pada orang dengan tekanan darah normal.setelah makan >140 mg/Dl tetapi lebih kecil dari 200 mg/dL dinyatakan toleransi glukosa lemah. Tingkat PSA juga ditentukan sebagian oleh ukuran dan berat prostat. Semua perubahan ini telah terbukti menurunkan tekanan darah secara bermakna pada orang dengan hipertensi. benjolan keras (menunjukkan kanker) dan nyeri tekan (menunjukkan adanya infeksi). Selain itu. Jika hipertensi cukup tinggi dan memerlukan pemberian obat segera. perubahan gaya hidup tetap disarankan. Berbagai program diiklankan dapat mengurangi hipertensi dan dirancang untuk mengurangi tekanan psikologis misalnya biofeedback. PSA adalah antigen khusus yang diproduksi oleh sel-sel kapsul prostat (membran yang menutupi prostat) dan kelenjar periuretral. buah. Jawaban: Penanganan tipe pertama untuk hipertensi identik dengan menganjurkan perubahan gaya hidup yang bersifat pencegahan dan meliputi perubahan diet. dilakukan pemasangan kateter atau penderita diminta untuk berkemih ke dalam sebuah uroflometer (alat yang digunakan untuk mengukur laju aliran air kemih). Pada kasus Mr. kadar PSA meningkat sekitar 30-50%. Untuk mengetahui adanya penyumbatan aliran air kemih bisa dilakukan pemeriksaan rontgen IVP. kalsium. Selain itu dapat dilakukan beberapa pemeriksaan seperti Dilakukan pemeriksaan colok dubur untuk merasakan/meraba kelenjar prostat. bisa diketahui ukuran kelenjar dan ditentukan penyebab terjadinya BPH. berilah pelayanan edukasi yang tepat kepada pasien ini.street ini sebaiknya mengecek kadar glukosanya setiap 2 minggu atau sebulan sekali agar dapat melihat bagaimana kadar glukosanya. dan 20-35 sangat tinggi. karena penelitian yang ada masih berkualitas rendah. PSA sejumlah 4 ng/mL atau lebih rendah adalah normal. atau meditasi. unggas. diet DASH. Lung.  Untuk penyakit Benign prostatic hyperplasi (BPH) Pada kasus Mr. Keistimewaan utama dari program ini adalah membatasi asupan natrium. Penderita BPH atau prostatitis menghasilkan sejumlah besar PSA. suatu diet kaya kacang-kacangan. secara umum belum ada penelitian yang secara ilmiah mendukung efektivitas program ini. Berdasarkan rekomendasi Anda. Tingkat PSA yang sangat tinggi dapat mengindikasikan adanya kanker. Dengan pemeriksaan ini bisa diketahui adanya pembesaran prostat. and Blood Institute. ikan. Kadang dilakukan pemeriksaan dengan endoskopi yang dimasukkan melalui uretra untuk mengetahui penyebab lainnya dari penyumbatan aliran air kemih. namun demikian diet ini kaya kalium. Diet rendah natrium jangka panjang (lebih dari 4 minggu) pada Kaukasia efektif menurunkan tekanan darah. Untuk mengukur jumlah air kemih yang tersisa di dalam kandung kemih setelah penderita berkemih.

4c.5 L/min menjadi sat 94 % at 1.a. menandakan laju pernapasannya normal (nilai Normalnya < 40 / menit)  Detak jantung : 137 denyut/menit menjadi 154 denyut/menit Parameter klinisnya yaitu Timbulnya Sesak napas Cara berbicara Kesadaran dan posisi penderita Pemakaian obat bantu pernapasan .ACUTE ASTHMA Paparan asma dengan pneumonia dan dehidrasi Optimal Plan For Acute asthma patient 1. Pasien tersebut tetap diberikan albuterol dalam bentuk nebulaizer.9 C menjadi 36. aturan dan durasi pada terapi asma akut? Jawab : Pengobatan lini pertama bagi pasien asma akut yaitu agonis beta2 aksi cepat. 5. Rekomendasi farmakoterapi lain untuk pasien asma akut : Sebaiknya diberikan juga anti histamin. Direkomendasikan diberiakn Na. Kromalin atau nedokramil.4 C  O2 : sat 88 % at 1. dilaporkan dapat mengontrol gejala asma dengan lenbih baik dibandingkan dengan placebo pada beberapa uji klinik (Konig. Terapi terbaik yang direncanakan untuk terapi rawat jalan pada pasien ini adalah sebagai berikut: 1 albuterol /ipratorium •) Albuterol MDI (90mcg/hirup) Dosisnya: 4-8 kali hirup setiap 30 menit hingga 4 jam kemudian dilanjutkan dengan pemberian tiap 1-4 jam sesuai kebutuhan selama 24-48 jam kedepan. 60-61). dimana asap rokok merupakan salah satu pemicu timbilnya serangan asma karena dapat menyebabkan bronkokontriksi.5 L/min  TD : 100/68 menjadi 103/55  Napas : 52/menit menjadi 29/menit.1997) dan dapat memberikan proteksi terhadap serangan asma. 2. Setelah pasien telah dialihkan ke lantai medis umum dan organ-organ vitalnya membaik (lihat klinis saja) parameter klinis apa dan laboratorium yang diperlukan untuk mengevaluasi terapi untuk pencapaian hasil yang diinginkan dan untuk mendeteksi atau mencegah efek buruk pada saat pasien dalam perawatan ? Terdapat beberapa hasil evaluasi dari terapi selama perawatan: 0 0  Suhu : 38. dosis. Karena agonis beta2 long acting sangat tidak efektif untuk terapi asma akut karena pelu onset yang lama yaitu 20 menit dan efek maksimum baru tercapai setelah 1-4 jam pemberian melalui ihalasi. Dosisnya: 4-8 kali hirup sesuai kebutuhan setiap 2-4 jam 2. tetapi dosisnya di tingkatkan menjadi 100mcg (1 hirupan) 2 kali sehari.1997). untuk terapi asma akut maupun pemeliharaan agoonis beta2 seringkali dikombinasi dengan golongna kortikosteroid yaitu salmeterol 50 mcg dalam bentuk inhaler (1 hirupan) 2 kali sehari (farmakoterapi sistem pernafasan . bentuk sediaan. Berdasarkan dari sosial historinya pasien tersebut tinggal dilingkungan yang positif terekspos asap rokok. Prednisolone tablet Dosisnya: 15 mg digunakan 2 kali sehari. Obat apa. et al. •) Ipratropium br MDI (18mcg/hirup) Obat ini penggunaannya dikombinasikan dengan albuterol agar efeknya lebih bagus. terutma pada anak-anak (donahue.

. Contoh obat-obat ygng termasuk DPI antara lain Spinhaler®. 5. bahkan anak dapat muntah karena kesulitan mengeluarkan dahak/lendir ataupun terbangun dari tidur karena batuk. tetapi seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan beberapa penelitian menunjukkan terapi ini juga bermanfaat dalam mengatasi masalah saluran nafas lainnya. aspirasi. dan pemicu asma.  Lahir dengan berat badan di bawah normal. misalnya bulu binatang. Perbedaan bagi penderita asma juga terlihat pada pemicunya. Kasus lainnya seperti rhinitis alergi. Jadi. Nebulisasi merupakan terapi inhalasi yang menggunakan alat nebulizer.  Mengalami kelebihan berat badan.- Retraksi Sianosis Wheezing Laju napas Laju nadi Laboratorium Dari hasil laboratorium. Dibandingkan nebulizer. tetapi untuk bayi dan anak pra sekolah diperlukan spacer.  Tinggal di daerah yang terkena polusi udara. bronkiolitis.b. misalnya pabrik. maupun penyakit paru menahun juga memberikan respon positif pasca nebulisasi. Penelitian sampai saat ini menemukan kalau asma dapat dipicu oleh:  Allergen (penyebab alergi) yang diterbangkan oleh angin.wheezing PATIENT EDUCATION . pneumonia. ukuran alat besar.serangan asma mendadak . ® dan Turbuhaler®. hampir semua data labnya normal. Kelemahan alat nebulizer tentunya kurang flexibel. Apa parameter klinis yang diperlukan untuk mengevaluasi efektivitas terapi pasien asma setelah keluar dari rumah sakit? . Kondisi ini sangat mengganggu. perbedaan antara pelepasan cepat dan medikasi terkontrol. melebarkan (dilatasi) bronkus dan megatasi proses radang (inflamasi) yang langsung ke target organ sesuai dengan indikasi dan jenis obat yang dipilih. dan pamakaiannya membutuhkan waktu yang lama sehingga kurang nyaman bagi bayi/anak. Easyhaler. Tindakan ini dapat ditujukan untuk mengencerkan lendir. dapat menggunakan MDI tanpa spacer. Rotahaler®. harga alat yang cukup mahal. Pada anak dengan riwayat atopi keluarga.Berikanlah informasi yang tepat kepada keluarga pasien mengenai teknik nebulizer. debu. baik DPI maupun MDI memerlukan edukasi cara pemakaian sehingga umumnya dianjurkan untuk anak usia sekolah. terapi inhalasi yang lebih banyak dipilih adalah MDI dibandingkan nebulizer. seseorang dapat terkena asma bila:  Sering berdekatan dengan perokok aktif. croup. Untuk penanganannya bisa diberi makanan penambah sumber kalium seperti buah-buahan dan sayur-sayuran. memerlukan tenaga listrik. dapat terjadi hiperreaktivitas bronkus (HRB) dengan atau tanpa retensi lendir/sputum. dan salon.  Lingkungan pekerjaan yang berhubungan dengan bahan kimia.timbulnya kembali sesak napas . kecuali pada Kaliumnya. dan serbuk bunga. Penurunan nilai kalium dari nilai normal pada kasus ini menandakan bahwa penderita mengalami dehidrasi. peternakan. Anak usia sekolah yang sudah dapat diedukasi mengenai tekhnik penggunaan alat. Terapi inhalasi lainnya yang berupa obat hirupan dalam bentuk bubuk kering Dry Powder Inhaler (DPI). Awalnya terapi ini hanya dilakukan pada kasus asma. Di luar negeri.pemeriksaan uji fungsi paru . Diskhaler®.

Medikasi terkontrol diberikan apabila: penggunaan setiap hari untuk menekan proses inflamasi. leukotrien) yang dilepas oleh sel mast atau akibat mekanik kontraksi otot polos.  . misalnya pilek.  Pengobatan tertentu. mengapa? Atau jika tidak. seperti asap pabrik atau asap kendaraan bermotor.  Aktivitas fisik. mengapa?) Jawaban: Batuk dan pilek pada penderita asma merupakan temuan klinis yang sering berkaitan dengan serangan asma akut. Selama berlangsungnya serangan asma.  Polusi udara.  Infeksi saluran pernafasan. dan pada penggunaan obat-obat golongan steroid adalah tanda-tanda efek samping dari obat golongan steroidal seperti gangguan pertumbuhan pada anak. wajib untuk dilaporkan oleh keluarga kepada dokter atau apoteker.Reaksi alergi terhadap beberapa jenis makanan. seperti kacangkacangan atau kerang-kerangan.Apa yang keluarga pasien harus perhatikan untuk mengantisipasi efek yang tidak dikehendaki dari terapi pengobatan? Yang harus diperhatikan adalah pusing.  Udara yang dingin. otot-otot bronkus mengencang. Sedangkan untuk pengobatan pelepasan cepat dapat menghentikan asma atau simptomnya pada saat serangan akut.  Bahan pengawet yang ditambahkan ke dalam makanan. dan jika diberikan terus-menerus. digunakan dalam waktu 15 menit. sakit kepala. sehingga perlu diberikan preparat obat batuk dan pilek seperti ekspektoran dan mukolitik karena dapat membantu mengatasi gangguan saluran pernapasan dengan mempermudah pengeluaran dahak. dan produksi mucus/lendir saluran pernapasan meningkat secara berlebihan sehingga mengakibatkan penyempitan saluran napas. FOLLOW UP QUESTIONS (PERTANYAAN TINDAK LANJUT) 1. Selain itu.  Stress dan tekanan emosional lainnya. Should any cough and cold products be used for asthma symptoms? Why or why not? (Perlukah obat batuk dan pilek diberikan untuk mengatasi gejala asma?Jika ya. . untuk penggunaan nebulizer. Batuk ini mungkin disebabkan oleh stimulasi “reseptor iritan” pada bronchi oleh mediator-mediator kimia inflamasi (misalnya. terutama jenis latihan yang dapat memicu asma. 2. tetapi hal itu terjadi dalam jangka waktu penggunaan yang lama. medikasi terkontrol juga tidak akan meringankan penyakit ketika terkena serangan akut. Kemudian setelah alat terpasang. tidak boleh digunakan dalam jangka waktu lama karena akan membuat paru-paru melemah. bekerja dengan merelaksasikan otot yang terdapat pada jalur pernapasan. menahan nafas selama lima hitungan sebelum menghembuskan nafas. beberapa sediaannya berupa inhalasi dan yang lainnya harus digunakan melalui mulut. dapat menghambat terjadinya asma atau membuat gejala asma berkurang. What methods could be used to help a pediatric patient and the family to be compliant with nebulization treatments? (Cara apa yang dapat digunakan untuk menolong pasien anak dan keluarganya agar sesuai dengan perawatan menggunakan nebulizer?) Jawaban: Adapun prosedur perawatan pasien anak menggunakan nebulisasi yaitu dengan menggunakan masker yang cocok di mulut dan hidung mereka agar tidak ada kabut yang lolos. lapisan mukosa saluran pernapasan membengkak. reaksi hipersensitivitas terhadap obat-obat yang digunakan yang tidak dapat diprediksikan. beritahukan kepada anak untuk untuk bernafas perlahan dan dalam.

perlu diinformasikan kepada keluarga agar untuk mengurangi efek samping steroid inhalasi.1995. Akibatnya adalah peradangan bronchi yang dapat menimbulkan serangan asma pula. anak dianjurkan berkumur dan air kumurannya dibuang setelah menghirup obat. Penggunaan yang tepat untuk Ipratropium bromide pada kasus asma akut : Ipratropium bromide merupakan antimuskarinik yang memperlihatkan bronkodilatasi berarti secara khusus. Umumnya dibutuhkan prednisone 5-10 mg/hari. .497) 2. Untuk anak yang menggunakan steroid pada pengobatan asma. Bila gejala mereda. kortikosteroid dapat dihentikan segera. Pasien-pasien asma memiliki kepekaan bagi infeksi saluran nafas. Pasien-pasien bronchitis asmatis demikian biasanya sudah lanjut usia. glukokortikoid dosis besar harus segera diberikan. metal-prednisolonNa-suksinat 60. hiperaktivitas bronchi (HRB). Ed. meliputi: allergen inhalasi. Gejala-gejala asma pada dewasa dan anak-anak. Self Study Assignments 1. dapat diikuti pemberian prednisone oral 40-60 mg/hari. Namun jika digunakan hanya dalam waktu beberapa hari. terutama bila dipakai dalam jangka waktu yang lama.IV dengan perbaikan. Bila pemberian obat antiasma lain memberikan respons yang baik. Terapi nonsteroid dapat diberikan kembali setelah keadaan mereda. (Farmakologi dan Terapi.(OOP. Ipratropium bromide tersedia dalam bentuk metered-dose inhaler yang memberikan 20 mg/semprotan untuk pengobatan tambahan asma bronchial. Pemberian kortikosteroid pada asma bronchial kronik yang berat. Gejala supresi fungsi adrenal akan timbul dalam waktu 1-2 minggu.100 setiap 6 jam dapat diberikan secara iv. kecuali mungkin beberapa pasien cukup dengan inhalasi beklometason di propionate. harus dipertimbangkan benar-benar karena sebagian besar pasien yang sekali sudah mendapat kortikosteroid selanjutnya akan selalu membutuhkannya. Hal. What information can be given to families who are concerned about giving their child “steroids” for asthma treatment (either in an acute asthma exa cerbation or for controlled therapy)? (Informasi apa yang dapat diberikan kepada keluarga yang memberikan anak mereka steroid untuk pengobatan asma (baik dalam eksaserbasi/kambuhan atau control terapi)? Jawaban: Kinerja steroid dalam tubuh menghasilkan beragam efek sehingga penggunaan steroid dari luar selain memiliki efek pengobatan juga perlu diperhatikan efek sampingnya.. yaitu penyumbatan bronchi. reaksi alergi. Salah satu efek yang umum terjadi yaitu gangguan pertumbuhan pada anak. dapat diatasi dengan prednisone 30 mg.3. bila sudah mampu. Pada eksaserbasi akut asma.IV Hal:469-471) 3. dan infeksi saluran pernapasan. allergen oral dan allergen local. khususnya ekzema. Ed. Pasien yang bsedang menggunakan glukokortikoid oral harus menurunkan dosis secara bertahap.. bila akan mulai dengan inhalasi beklometason. Inhalasi ini sering menyebabkan kandidiasis orofarings tanpa gejala. Kebanyakan terhadap suatu virus. 2 kali sehari selama 5 hari kemudian bila masih perlu terapi dapat diperpanjang 1 minggu dengan dosis yang lebih rendah. Pada status asmatikus. Pada umumnya jenis asma yang bersifat alergi sudah dimulai dari masa kanakkanak dan didahului oleh gejala-gejala alergi lain. yang masih dapat diatasi dengan cara lain. steroid sangat aman. Kortikosteroid sebaiknya jangan diberikan pada pasien asma bronchial akut maupun kronik. Dosis diturunkan bertahap sampai hari ke-10 terapi dapat dihentikan. Faktor keturunan dan resam tubuh (konstitusi) memegang peran penting pada terjadinya asma.

Ed. khususnya untuk anak-anak dan penderita berusia lanjut. Hal. ipratropium bromide lebih efektif daripada beta-2 agonis dan dapat dipertimbangkan sebagai obat pilihan utama.IV dengan perbaikan. Pada bronchitis kronis dan emfisema. Obat ini juga praktis tidak diserap sehingga jarang menimbulkan efek samping sistemik. Efektifitas obat mencapai puncaknya antara 1-2 jam setelah inhalasi dan bertahan 3-5 jam. Pada pemberian secara inhalasi Ipratropium bromide tidak mempengaruhi kekentalan. Obat ini diperkirakan cukup aman untuk penderita glaucoma atau hipertrofi prostat.54. Obat ini diindikasikan mengatasi bronkokonstriksi yang tidak dapat diatasi lagi dengan teofilin atau beta-2 agonis atau biloa kedua obat tersebut tidak terterima oleh pasien.(Farmakologi dan Terapi.51. jadi juga suatu ammonium kuaterner.55) . produksi maupun proses pembersihan mucus.1995. efektifitas sebagai bronkodilator bila diinhalasi tidak sekuat beta-agonis. Toleransi tidak terjadi dalam pemakaian sampai 5 tahun.Dosis untuk orang dewasa ialah 2 inhalasi setiap 3-4 jam (maksimal 12 inhalasi/24 jam) Ipratropium bromide ialah suatu derivate metil atropine.

mengurangi nyeri haid. Kontrasepsi Pil atau Tablet Pil bertujuan meningkatkan efektifitas. Susuk dipasang seperti kipas dengan enam buah kapsul. Implan tersebut akan mengeluarkan hormon tersebut sedikit demi sedikit. Pada prinsipnya. jenis ini menduduki jumlah kedua terbanyak dipakai setelah suntikan. Perdarahan pervaginam yang belum jelas penyebabnya . diminum setiap hari secara teratur. atau susuk. Pada setiap pil terdapat perbandingan kekuatan estrogenik atau progesterogenik. Untuk sistem 28. Cara menggunakannya. menstruasi berkurang. perdarahan banyak saat menstruasi. berat badan bertambah. Pemakaian hormon ini juga bisa mengurangi rasa nyeri dan darah haid yang keluar. Kontrasepsi Suntikan Kontrasepsi suntikan mengandung hormon sintetik. pil diminum terus tanpa pernah berhenti (21 tablet pil kombinasi dan 7 tablet plasebo). Kini sedang diuji coba susuk satu kapsulimplanon). Pil ini tersedia dalam berbagai variasi. Apa kontraindikasi yang nyata pada penggunaan kontrasepsi hormonal. Keuntungannya. membuat lapisan dalam rahim menjadi tipis dan tidak layak untuk tumbuhnya hasil konsepsi. pil ini dapat meningkatkan libido. dibuat dengan pola pengaturan haid (sekuensial). suntikan. konsep kerjanya menghalangi terjadinya ovulasi dan menghalangi migrasi sperma. kemudian dihentikan selama 7-8 hari untuk mendapat kesempatan menstruasi. karena dipasang di bawah kulit pada lengan kiri atas. dari progesteron sampai kombinasi estrogen dan progesteron. minum pil terus-menerus. mengurangi efek samping. Ada yang hanya mengandung hormon progesteron saja. Kontrasepsi ini menggunakan hormon. menimbulkan nyeri kepala. melalui penilaian pola menstruasi. Di Indonesia. Sebagian besar wanita dapat menerima kontrasepsi ini tanpa kesulitan. Salah satu keuntungan suntikan adalah tidak mengganggu produksi ASI. Haid menjadi teratur. dan meminimalkan keluhan. Sedangkan yang berkomponen progesteron menyebabkan payudara tegang. Jadi. sekaligus untuk pengobatan penyakit endometriosis. Di dalamnya berisi zat aktif berupa hormon atau Levonorgestrel. Wanita yang menstruasi kurang dari 4 hari memerlukan pil KB dengan efek estrogen tinggi. kontraindikasinya yaitu : Hamil atau diduga hamil. tegang. Tidak dapat .b. kaki dan tangan sering kram. ada pula kombinasi antara hormon progesteron dan estrogen. Penyuntikan ini dilakukan 2-3 kali dalam sebulan. Bentuknya semacam tabung-tabung kecil atau pembungkus silastik (plastik berongga) dan ukurannya sebesar batang korek api. Kontrasepsi Implan Disebut alat kontrasepsi bawah kulit. Suntikan setiap 3 bulan (Depoprovera). liang senggama kering. Jadi. mekanisme kerja hormon progesteron adalah mencegah pengeluaran sel telur dari indung telur. Terapi pasien dalam penggunaan kontrasepsi hormonal Jawab : Kontrasepsi hormonal adalah alat atau obat kontrasepsi yang bertujuan untukmencegah terjadinya kehamilan dimana bahan bakunya mengandung preparat estrogendan progesteron. Penggunaan kontrasepsi ini dilakukan dalam bentuk pil.CONTRACEPTION PERTANYAAN Identifikasi Masalah 1 a. dan bagaimana kondisi pasiennya? Jawab : Pada penggunaan kontrasepsi Pil atau tablet. saluran telur jalannya jadi lambat sehingga mengganggu saat bertemunya sperma dan sel telur. dan mengatur keluarnya darah haid. setiap 10 minggu (Norigest). Ada dua cara meminumnya yaitu sistem 28 dan sistem 22/21. dan setiap bulan (Cyclofem). Sifat khas kontrasepsi hormonal yang berkomponen estrogen menyebabkan mudah tersinggung. Sedangkan sistem 22/21. mengentalkan cairan di leher rahim sehingga sulit ditembus sperma. 1. Sedangkan wanita dengan haid lebih dari 6 hari memerlukan pil dengan efek estrogen rendah.

Dan kontraindikasi pada penggunaan kontrasepsi Implan. atau dengan tekanan darah tinggi (> 180/110 mmHg). jumlah keguguran yang pernah dialami. umur lebih dari 35 tahun. dan kelainan seizure. jerawat sedang hingga parah. Perdarahan pervaginam yang belum jelas penyebabnya. epilepsi dan mioma uteri. migren. tumbuh bulu yang abnormal. 1. Progestin menyebabkan spasme pembuluh darah. Kelainan pembuluh darah yang menyebabkan sakit kepala atau migraine. denyut nadi. pada minggu ke empat .d.c. Menyusui di bawah 6 minggu pascapersalinan. diabetes melitus. Miom uterus dan kanker payudara. aplikasinya dengan ditempel di lengan. Penyakit hati akut (virus hepatitis). pendarahan vagina berat. stroke. Hasil yang diinginkan 2. dan bagaimana ini berlaku untuk pasien ini? Jawab : Penggunaan kontrasepsi hormonal dapat menyebabkan munculnya kontraindikasi relatif pada penggunanya. kebotakan. atau punggung yang di tempelkan setiap minggu selama tiga minggu pertama. Kontraindikasi ini umumnya merupakan kontraindikasi yang berlaku untuk tidak semua penggunanya. tekanan darah. riwayat penggunaan kontrasepsi. metode ini untuk mencegah kehamilan selama tiga bulan berjalan. Riwayat obstetrik yang meliputi jumlah anak yang dilahirkan dan riwayat keguguran. gangguan faal ginjal dimasa lalu. Riwayat penyakit jantung. yaitu : Perdarahan pervaginan yang belum diketahui penyebabnya. membantu mencegah ovulasi dan menebalkan mukosa serviks. Yang kedua dengan Norelgestromin/ethinyl estradiol (Kontrasepsi Ortho Evra) metode ini mengeluarkan hormon estrogen dan progesteron. gangguan faal hati ringan. Usia > 35 tahun yang merokok. Kanker payudara atau riwayat kanker payudara. gangguan jantung. Riwayat kelainan tromboemboli atau dengan kencing manis > 20 tahun. Informasi yang paling penting untuk diketahui adalah kapan subyek terakhir melakukan hubungan seksual. perut.menerima terjadinya gangguan haid. Apa tujuan dari farmakoterapi dalam kasus ini? Jawab : Tujuan terapi ini adalah untuk menemukan produk yang menawarkan perlindungan kontrasepsi yang terbaik di sepanjang siklus menstruasi dengan sedikit mungkin efek samping yang tidak diinginkan. Berbeda halnya dengan kontraindikasi absolut yang memang harus dihindari penggunaan kontrasepsi hormonal. yang akan diserap oleh dinding vagina untuk mencegah ovulasi. Yang termasuk dalam kontraindikasi relatif dari kontrasepsi hormonal adalah meliputi penyakit hipertensi. paritas. sehingga mencegah sperma masuk ke uterus. maka yang dikontraindikasikan relatif ini boleh menggunakan kontrasepsi hormonal tetapi dengan pengawasan yang ketat dan intensif dari dokter 1. Ganguan toleransi glukosa . Apa kontraindikasi relatif terhadap penggunaan kontrasepsi hormonal. Tidak dapat menerima perubahan pola haid yang terjadi. berat badan. penyakit kandung empedu. pasien perokok. Keganasan pada payudara. yang pertama dengan menggunakan Medroxyprogesterone acetate injectable suspension (Depo-Provera) Metode ini dilakukan dengan penyuntikan hormon progresteron. Sedangkan kontraindikasi pada penggunaan kontrasepsi suntikan. riwayat haid dan terakhir melakukan hubungan seksual. Benjolan/kanker payudara atau riwayat kanker payudara. melainkan relatif atau tergantung dari kondisi pengguna tersebut. yaitu : Hamil atau diduga hamil. Riwayat stroke. karena kontrasepsi darurat tersebut akan efektif apabila pil pertama diminum kurang dari 72 jam setelah melakukan hubungan seksual tanpa proteksi dan pil kedua harus diminum 12 jam berikutnya. Sering lupa menggunakan pil . Terdapat tiga produk yang yang disarankan. Menggunakan obat tuberkulosis (rifampisin) atau obat untuk epilepsi (fenitosin dan barbiturat) . Apa informasi lain yang harus diperoleh sebelum membuat rencana farmakoterapi? Jawab : Tinggi badan.

yang akan diserap oleh dinding vagina untuk mencegah ovulasi. butuh setahun untuk mengembalikan fertilitas karena metode ini. Menurunkan krisis anemia bulan sabit (sickle cell).) Keuntungan 1. Dan pada kasus ini. Klien tidak perlu menyimpan obat suntik 8. Kecuali jika pasien memiliki salah satu faktor pencetus risiko penyumbatan darah (seperti kebiasaan merokok. Untuk kontrasepsi penggunaan Ortho Evra dan NuvaRing tidak di anjurkan karna alat kontrasepsi ini sama halnya pil KB yang mengandung estrogen sehingga dapat serius terhadap penyakit jantung. Pencegahan kehamilan jangka panjang 3. Tidak berpengaruh pada hubungan suami-istri 4. Tidak dapat dihentikan sewaktu-waktu sebelum suntikan berikut 4. dilepas selama seminggu kemudian diganti yang baru. Cincin ini mengeluarkan estrogen dan progesteron. seperti:  Siklus haid yang memendek atau memanjang  Perdarahan yang banyak atau sedikit  Perdarahan tidak teratur atau perdarahan bercak (spotting)  Tidak haid sama sekali 2. dan gangguan pembekuan darah 5. Sering ditemukan ganguan haid.dilepaskan untuk memungkinkan periode menstruasi terjadi. sehingga mencegah sperma masuk ke uterus. Apa farmakoterapi alternatif tersedia untuk pencegahan kehamilan pada pasien ini. Membantu mencegah kanker endometrium dan kehamilan ektopik 10. Sangat efektif 2. dan gangguan pembekuan darah atau penyumbatan saluran darah.  Medroxyprogesterone acetate injectable suspension (Depo-Provera : Metode ini dilakukan dengan penyuntikan hormon progresteron. penggunaannya selama tiga minggu. karena di beberapa kasus. Sedikit efek samping 7. Dapat digunakan oleh usia > 35 tahun sampai perimenopause 9. Terapi Alternatif 3. riwayat keluarga yang mengalami penyumbatan darah. Klien sangat bergantung pada tempat sarana pelayanan kesehatan (harus kembali untuk suntikan) 3. Permasalahan berat badan merupakan efek samping tersering . dan yang ketiga Etonogestrel/ethinyl estradiol (NuvaRing) metode ini dengan menggunakan cincin silikon fleksibel berukuran sekitar lima sentimeter. dan pada penyakit migren. Metode ini juga cocok digunakan bagi pasangan yang tidak berencana mempunyai anak terlalu cepat. Mencegah beberapa penyebab penyakit radang panggul 12. atau migren). Menurunkan kejadian penyakit jinak payudara 11. Tidak mengandung estrogen sehingga tidak serius terhadap penyakit jantung. pasien ini merokok tiap minggu sekali dan juga pasien menderita migren sehingga tidak di anjurkan menggunakan kontrasepsi ini. Tidak memiliki pengaruh terhadap ASI 6. walaupun kemungkinan ini sangat kecil. membantu mencegah ovulasi dan menebalkan mukosa serviks. Kerugian 1. dan apa keuntungan atau kekurangan masing-masing (Gambar 86-1)? Jawab: Pemakaian Kontrasepsi yang baik untuk pasien ini yaitu dengan menggunakan Medroxyprogesterone acetate injectable suspension (Depo-Provera) karena pada penggunaan ini relative aman bagi pengguna rokok.

dan jadwal yang terbaik untuk ini pasien? Jawab : Metode Kontrasepsi yang terbaik untuk pasien yaitu kombinasi kontrasepsi oral. Karena patch memberikan estrogen 60% lebih dari pil KB. Keuntungan Cara memasangnya mudah. Kalau berubah pikiran dan ingin menambah momongan. tinggal copot. Kombinasi kontrasepsi oral dapat digunakan pada wanita muda (Kurang dari 35 tahun) yang sehat dan bukan perokok dengan migraen jika mereka tidak punya tanda neurologik fokal. efek sampingannya bisa membuat pusing atau mual. sakit kepala. Rencana optimal 4. atau sakit kepala migrain yang serius. Terlambatnya kembali kesuburan setelah penghentian pemakaian 7. yang akan diserap oleh dinding vagina untuk mencegah ovulasi. Akan dapat subur kembali. nyeri payudara. terutama jika mereka pada risiko serius untuk pembekuan darah.  Etonogestrel/ethinyl estradiol (NuvaRing : adalah cincin silikon fleksibel berukuran sekitar lima sentimeter. atau infeksi virus HIV 6. Pada penggunaan jangka panjang dapat sedikit menurunkan kepadatan tulang (densitas) 10. Kerugian Beberapa perempuan dan wanita muda telah melaporkan efek samping seperti bercak atau pendarahan yang tidak teratur. Terlambatnya kembali kesuburan bukan karena terjadinya kerusakan/kelainan pada organ genitalia. Patch berisi obat yang sama dalam pil KB (hormon estrogen dan progestin). tetap saja bisa berfungsi efektif. gangguan emosi (jarang). Selain itu.  Norelgestromin/ethinyl estradiol (Kontrasepsi Ortho Evra : mengeluarkan hormon estrogen dan progesteron. Kerugian Harganya dua kali lebih mahal dibandingkan dengan pil KB. dan memiliki risiko penyumbatan darah sama seperti menggunakan pil. yang akan diserap oleh dinding vagina untuk mencegah ovulasi) Keuntungan Pada prinsipnya sama dengan Ortho evra yaitu Cara memasangnya mudah. namun aplikasinya dengan ditempel di lengan. tetap saja bisa berfungsi efektif. Anda tidak perlu mengonsumsi pil. hepatitis B virus. Selain itu. dosis. Kebanyakan wanita tidak merasakan cincin ini setelah dipasang. perut. Anda tidak perlu mengonsumsi pil. seseorang lebih mungkin untuk mendapatkan gumpalan darah. sehingga mungkin tidak aman untuk Anda jika Anda memiliki sejarah masalah medis tertentu seperti gumpalan darah. Tidak menjamin perlindungan terhadap penularan infeksi menular seksual. atau punggung).. Kemungkinan suami menyadari keberadaan cincin ini ketika berhubungan seksual juga kecil. Meski posisinya tidak tepat. Akan dapat subur kembali. melainkan karena belum habisnya pelepasan obat suntikan dari deponya (tempat suntikan) 8. menurunkan libido. Dua metode ini tidak direkomendasi untuk wanita berusia di atas 35 tahun yang merokok atau obesitas. Meski posisinya tidak tepat. sakit kepala. Cincin ini mengeluarkan estrogen dan progesteron. Pada penggunaan jangka panjang dapat menimbulkan kekeringan pada vagina. mual. Tidak semua remaja bisa minum obat hormonal. kram. jerawat. Terjadi perubahan pada lipid serum pada penggunaan jangka panjang 9. dan / atau iritasi kulit atau perubahan pigmen kulit (warna) di mana patch dikenakan. Rutin check-up dan pengukuran tekanan darah Anda adalah penting. tekanan darah tinggi. Kalau berubah pikiran dan ingin menambah momongan.5. . nervositas. tinggal copot. Di samping itu. Apa metode kontrasepsi.

Jadwal penggunaan obat yaitu pada program 21 hari. Contoh sediaan : Ovcon-35 mengandung Ethynil estradiol 35 mcg dan norethindone 0. kemudian berhenti selama 7 hari.Eyes. sehingga perlu diperiksa status kardiovaskularnya. tidak MRG  Payudara Ukurannya sama tanpa nodularity atau massa. bulat dan bereaksi terhadap cahaya dan akomodasi) “Pemeriksaan pupil normal” EOM “Pergerakan ekstraokular normal” TMs utuh Mukosa mulut yang jelas  Leher/ Kelenjar getah bening Lentur tanpa limfadenopati atau tiromegali  Paru-paru CTA. tenggorokan.Nose. telinga. Beberapa merek bahkan mampu mengurangi kram. tidak berbunyi. NT. minum tablet pertama pada hari minggu pertama setelah dimulainya menstruasi (minum pada pada hari minggu bila menstruasi dimulai pada hari minggu) selama 21 hari. PERRLA (Pupil Equal Round and Reaktif to Light and Accomodation) (Pupil seimbang.  CV NSR. yang mencegah ovulasi dan menebalkan lender pada mulut rahim sehingga sperma tidakbisa mencapai rahim Keunggulan dari kontrasepsi oral ini.Ears. dan kemudian mulai lagi.5 mcg di anjurkan. mengurangi jerawat dan membuat depresi PMS(Pra menstruation Syndrome) bulanan menjadi lebih ringan. pasien tidak perlu repot untuk menggunakan kondom pada saat akan berhubungan intim.Throat) Kepala. Pil kombinasi juga bisa mengurangi risiko kanker rahim. sehingga 1 tablet diminum setiap hari selama 28 hari Hasil Evaluasi 5. tidak ada massa atau organomegali .Kombinasi Kontrasepsi oral ini mengandung estrogen dan progestin. endometriosis. Kontrasepsi oral mungkin meningkatkan efek farmakologi beta blocker. tidak nyeri saat ditekan  Daerah perut Lembut. mata. Apa parameter klinis dan laboratorium diperlukan untuk mengevaluasi terapi untuk efikasi dan efek samping? Jawab : Parameter Klinik dan Laboratorium  Gen WDWN perempuan dalam NAD  Tanda vital Tekanan darah = 116/74 mmHg Denyut Nadi = 66 kali/menit Pernapasan = 14 kali/menit 0 Suhu Badan = 37 C Berat Badan = 56 kg Tinggi Badan = 5’6” (167 cm)  Kulit Jerawat ringan pada wajah  HEENT (Head. Pada wanita yang tidak memiliki kondisi medis tertentu kontrasepsi oral yang mengandung Ethynil estradiol 35 mcg atau kurang ® dan norethindone kurang dari 0. Beberapa program pengobatan mengandung 7 tablet placebo. dan kanker kolon.4 mcg. Namun kontrasepsi oral ini dapat berinteraksi dengan obat lain yaitu kontrasepsi oral dan beta blocker dalam hal ini propanolol yang digunakan pasien. Pilihan pertama kontrasepsi oral yang masuk akal adalah pil monofasik yang menggunakan 30 hingga 35 mcg etinil estradiol.

kekuatan otot normal  Syaraf A&Ox3  Laboratorium Negatif pap smear dan UPT Penjelasan pasien 6. Sehingga produksi sebum dapat diturunkan & jerawat juga menjadi berkurang. sebaiknya miomanya segera diangkat. dan meminimalkan efek merugikan? MASALAH KLINIS Madeline kembali ke klinik dalam 2 bulan mengeluh memburuk jerawat dan terjadi perdarahan. 3. bagaimana cara mengatasinya ? Jawab a. bila ingin berhenti dari pengobatan ini dapat di tunggu hingga masa penggunaan kontrasepsinya hilang karena masa kontrasepsi suntik ini berlangsung selama 3 bulan dan tidak bisa di hentikan sewaktu-waktu. 2. Androgen. dan biasanya tidak memerlukan pengobatan. memastikan terapi sukses. Informasi apa yang harus diberikan kepada pasien untuk meningkatkan kepatuhan. Sebum adalah minyak yang diproduksi oleh kelenjar di kulit. buah dan sayur hijau. Jika perdarahan yang tidak disebabkan oleh pengobatan medis. sebaiknya dicari tahu. PERTANYAAN LANJUTAN 1. b. Pada wanita. Bersama dengan kulit mati. minum susu. d. maka akan di beri metode pananganan lain sesuai ketentuan dan kondisi pasien. sebum dapat menyumbat pri-pori & memicu pertumbuhan bakteri yang dapat menyebabkan jerawat. apakah faktor ini dari internal si wanita (pasien). Jerawat dipicu oleh produksi sebum yang berlebihan. ataukah karena produksi sumsum tulang dan pembekuan darahnya kurang. Rekomendasi apa yang dapat dilakukan untuk mengatasi pasien ini keluhan memburuknya jerawat ? Jawab : Seperti yang telah diketahui sebelumnya. c. atau hanya sekedar ganggguan pembekuan darah pada saat menggunakan alat kontrasepsi. tetapi hal ini bukanlah masalah serius. Dengan mengkonsumsi pil kontrasepsi yang mengandung hormon estrogen & progesterone. Saluran kelamin Vagina normal pengujian w / o nyeri atau massa  Otot ROM normal. Beberapa wanita mengalami jerawat yang muncul sebelum menstruasi akibat adanya perubahan hormon dalam siklus menstruasinya. Jika ternyata penyebabnya mioma. Perbanyak mengkonsumsi makanan sehat. Jika penyebabnya karena pemakaian alat kontrasepsi yang tidak tepat. dapat mengurangi kadar hormon androgen yang berlebihan dalam tubuh. . Tetapi ada juga yang mengalami masalah jerawat sepanjang waktu & menetap bahkan hingga setelah menopause. Hingga masa itu selesai pasien masih ingin mengganti penggunaan kontrasepsi dengan metode ini.maka pemakaiannya alat kontrasepsi itu dihentikan . jika penyebab perdarahan adalah faktor pembekuan darah. Apa kondisi medis dapat menjadi penyebab terjadinya perdarahan ? Jawab : Dapat menginformasikan kepada pasien bahwa perdarahan ringan sering di jumpai pada penggunaan kontrasepsi ini. Memperbaiki pola makan. terdapat kaitan antara hormon & jerawat. Kadar hormon androgen yang tinggi dapat menyebabkan produksi sebum yang berlebihan. hormon androgen dihasilkan oleh indung telur & kelenjar adrenal tetapi dalam jumlah yang kecil. suatu kelompok hormon yang didalamnya termasuk testosterone dapat merangsang kulit untuk memproduksi sebum. Jerawat bisa saja muncul karena penggunaan obat kontrasepsi (pil KB) yang berkaitan dengan unsur progesteronnya. daging.

Bila jerawat berat yang dialami juga disertai dengan siklus menstruasi yang tidak teratur. Pil kontrasepsi tersebut mungkin harus dikonsumsi selama beberapa bulan. Pil kontrasepsi ini tersedia dalam dosis progestin yang berbeda-beda. Pil kontrasepsi ini tersedia dalam dosis estrogen yang berbeda-beda. rasa mual. Merk lain yang juga mengandung drospirenone adalah Yasmin. supaya didapat hasil yang maksimal untuk membersihkan kulit. Efek sampingnya adalah menyebabkan periode menstruasi yang tidak teratur. Anti androgenik: mengontrol produksi hormon. menentukan bagaimana Anda ingin menasihati seorang pasien untuk menggunakan masing-masing. TUGAS BELAJAR MANDIRI 1. Progestin adalah hormon sintetis (dibuat oleh manusia) dari progesterone. contohnya deksametason dan prednisone. Obat yang mengurangi penyerapan. Kunjungi apotek dan meninjau berbagai tes kehamilan di rumah. Estrostep : Merupakan kombinasi antara estrogen dengan progestin yang disebut norethindrone. Yaz : Merupakan pil kontrasepsi yang terdiri kombinasi antara estrogen dengan progestin yang disebut drospirenone. mengurangi produksi minyak sehingga mencegah untuk memperparah jerawat. Sehingga terkadang juga dikombinasikan dengan obat jerawat lain yang dioleskan atau antibiotika bersama dengan pil kontrasepsi tersebut. 3. contohnya spironolakton dan flutamid 2. FDA Amerika Serikat menginformasikan bahwa pil kontrasepsi yang mengandung drospirenone dapat meningkatkan resiko terjadinya penggumpalan darah. jerawat bisa menjadi lebih banyak sebelum akhirnya menghilang. 2. Ortho Tri Cyclen : Pil kontraspsi ini terdiri dari estrogen yang dikombinasikan dengan progestin yang disebut norgestimate. Anti inflamasi atau kortikosteroid oral: mencegah terrjadinya peradangan pada jerawat. KLINIK PEARL Perhatian pasien menggunakan kontrasepsi oral tentang potensi untuk interaksi obat. meminimalkan kulit berminyak sehingga mencegah timbulnya jerawat. dll. biasanya tumbuh rambut yang berlebih di wajah atau obesitas. Gianvi. yaitu produksi sebum yang berlebih. sebelum kulit menjadi bersih dari jerawat. menipiskan tulang dan menurunkan berat badan. Membandingkan biaya dari setiap metode pengendalian kelahiran dan mempersiapkan melaporkan bahwa berisi kesimpulan Anda untuk metode mana yang memberikan khasiat terbaik dengan biaya yang paling masuk akal. mendorong metabolisme. Efek sampingnya: menghambat pertumbuhan sel/tulang-tulang.Berikut adalah pil kontrasepsi yang telah disetujui oleh FDA Amerika Serikat untuk digunakan mengatasi jerawat : 1. dan mengevaluasi mereka untuk kemudahan penggunaan (Gambar 86-2). Beyaz. Berikut adalah terapi obat yang bisa diberikan: 1. 2. atau mengubah flora bakteri usus dapat mengurangi kontrasepsi oral khasiat. Kemudian pada awal pemakaian pil kontrasepsi. . 3. bila dibandingkan dengan pil progestin lainnya. Kontrasepsi oral: sebagai pengganti androgen. Pil kontrasepsi yang digunakan untuk mengatasi jerawat juga hanya bekerja terhadap faktor yang berkaitan.

emfisema pulmonum Efek samping : Mual. sakit mata. Fluticasone 2x spray sehari Indikasi : Untuk Asma Efek samping : Pada dosis tinggi (di atas 500 mcg/hari) ternyata menimbulkan efek sistemis antara lain anak-anak dihambat pertumbuhannya. palpitasi. Reseptor ini adalah jenis khusus dari molekul protein yang bertanggung jawab untuk pengolahan pesan yang dibawa oleh sistem saraf pusat. disarankan untuk menggunakan 2 semprotan. panas dingin. Efek relaksasi ini yang akan membantu membuka saluran udara sehingga penderitanya dapat kembali bernafas normal. Advair 100/50 1 dihirup 2x sehari Indikasi : Untuk Asma Efek samping : Hitam. tremor. Penyebabnya mungkin karena bersifat . vasodilatasi peripheral. Mekanisme kerja : Advair adalah nama merek untuk obat yang mengandung bahan aktif Fluticasone propionate dan Salmeterol. c. Dosis ini bisa diulang setiap 4-6 jam. batuk. kotoran berwarna. Inhaler albuterol bekerja dengan mempengaruhi reseptor beta dalam tubuh. 15-30 menit sebelum memulai aktivitas. Cara pemakaian : Dosis 2 semprotan direkomendasikan untuk pencegahan dan meringankan serangan asma. terbakar.SYSTEMIC LUPUS ERYTHEMATOSUS Identifikasi masalah 1. Selain berdaya bronkodilatasi baik. Jadi. Flutikason propionate adalah steroid inhalasi dan Salmeterol merupakan bronkodilator. kesulitan bernapas atau menelan. kebutaan. demam. salbutamol juga memiliki efek lemah terhadap stabilisasi mastcell sehingga sangat efektif untuk mencegah maupun meniadakan serangan asma. Kontraindikasi : Hipersensitivitas Cara pemakaian : Dewasa : satu 1 kali inhalasi (250/50) dua kali per hari (pagi dan sore). Salmeterol memudahkan pernapasan pasien dengan cara merangsang sistem adrenergis dengan adrenergika atau melalui penghambatan sistem kolinergis dengan antikolinergika. albuterol bekerja dengan merangsang reseptor untuk menghasilkan efek relaksasi pada otot. sakit kepala. sakit kepala.a. takikardia. bronkitis asmatis. Untuk mencegah serangan asma selama aktivitas fisik atau olahraga. gatal-gatal atau bekas. penglihatan kabur. b. Anak : Penggunaan dan dosis harus ditentukan oleh dokter. dan hipokalemia yang kadang timbul setelah pemberian dosis tinggi. Albuterol (salbutamol) 1-2 puffs 4-6 jam jika diperlukan Indikasi : Asma bronkial. detak jantung cepat. Daftar dari masalah-masalah terapi obat pasien Penyelesaian : a. Dosis harus minimal 12 jam terpisah. Kontraindikasi : Hipersensitivitas Mekanisme kerja : Derivate isoprenalin ini merupakan adrenergikum pertama yang pada dosis biasa memiliki daya kerja yang lebih kurang spesifik terhadap reseptor-β2.

berangsur dinaikkan sampai 50 mg sehari. dispepsia. Efek samping :  Efek gastrointestinal (terkait dosis) yang umum meliputi mual. mialgia dan fotosensitif. permulaan 400 mg p. NSAID ideal hendaknya hanya menghambat COX-2 (peradangan) dan tidak COX-1 (perlindungan mukosa lambung). sakit pada bagian abdomen. lansia 40 mg. Mekanisme kerja : Menghambat re-uptake serotonin dan noradrenalin di ujung-ujung saraf otak dan dengan demikian memperpanjang masa waktu tersedianya neurotransmitter. dimana untuk saat ini digunakan sebagai obat yang setaraf dengan zat bronkodilator. muntah. ambliopia toksik yang reversibel. pasien dengan riwayat. angiodema. Gangguan panik 1 kali 10 mg pagi hari. konstipasi. hipersensitivitas terhadap asetosal atau AINS lainnya. gangguan kecemasan social. . analgesic pasca bedah. Ibuprofen 800 mg secara oral 4 kali sehari Indikasi : Demam dan nyeri untuk anak.c/d. urtikaria. Nyeri ringan sampai berat termasuk dismenore. d.. Efek samping : Terhadap saluran cerna lebih ringan daripada aspirin. dan gangguan otot skelet lainnya. dimana kedua jenis cyclooxygenase diblokir. nyeri dan radang pada penyakit rematik.sangat lipofil dengan volume pembagian lebih besar dan ikatan reseptornya yang lebih erat daripada obat lain.c. Kontraindikasi : Hipersensitivitas Cara pemakaian : Pemeliharaan asma 2 dd 100-500 mcg. Mekanisme kerja : Berdasarkan hambatan sintesa prostaglandin. Paroxetine 20 mg secara oral sehari Indikasi : Depresi. Kontraindikasi : Pasien yang mengidap tukak lambung aktif. lalu 3-4 dd 200-400 mg. e. eritema kulit. Cara pemakaian : Nyeri. Cara pemakaian : Depresi pemula 1 kali 20 mg pagi hari. anafilaksis. lagipula menghambat lipooxigenase (pembentukan leukotrien). gangguan kepanikan. urtikaria atau rinitisnya dipicu oleh asetosal dan AINS lainnya. termasuk mereka yang kena serangan asma. artralgia. diare.  Anoreksia disertai hilangx berat badan (peningkatan nafsu makan dan penambahan berat badan juga dilaporkan)  Reaksi hipersensitif meliputi ruam kulit (pertimbangan untuk menghentikan penggunaan obat. kemungkinan terjadi reaksi sistemik yang serius terkait vaskulitis). maksimal 2 mg sehari. angioedema. gangguan kecemasan umum. berangsur dinaikkan sampai 40-60 mg. Mekanisme kerja : Flutikason merupakan kortikosteroida inhalasi. Kontraindikasi : SSRI tidak boleh digunakan jika pasien memasuki fase maniak. sakit kepala trombosipenia. dan rema. demam. Bronkodilatasi dapat dicapai dengan cara merangsang sistem adrenergis dengan adrenergika atau melalui penghambatan sistem kolinergis dengan antikolinergika. gangguan stress pascatrauma. gangguan obsesif-kompulsif.

dan pembengkakan (edema) di tangan dan kaki. untuk mencegah hilangnya progresif fungsi ginjal. natrium.. atau mycophenolate mofetil. Kortikosteroid pada pasien dengan gejala klinis mengarah ke gangguan ginjal. informasi (tanda-tanda. Sekitar 80-85% penyebab ADB dapat diketahui sehingga penanganannya dapat dilakukan dengan tepat.b Terapi farmakologi 1. Dua agen yang paling sering digunakan adalah mycophenolate mofetil dan cyclophosphamide intravena 2. Rencana perawatan membantu orang untukn mengelola gejala seperti tekanan darah tinggi. b.b. Pemberian peroral lebih aman. Menghindari merokok mungkin sangat penting karena hydrazines dalam asap tembakau dapat menjadi pemicu lingkungan lupus dan kemungkinan berkontribusi terhadap percepatan CAD 3. Tujuan utama terapi lupus nefritis adalah untuk menormalkan fungsi ginjal atau.c.  Tekanan darahnya di atas tekanan darah normal. protein dalam urin (proteinuria). Tekanan darah tinggi merupakan salah satu gejala atau tanda lupus nefritis 2 a. Pada penderita yang tidak dapat memakan obat peroral atau kebutuhan besinya tidak dapatterpenuhi secara peroral karena ada gangguan pencernaan. Hal ini penting untuk mengobati manifestasi extrarenal dan variabel lain yang dapat mempengaruhi ginjal. obat immnusuppresive teruatam cyclophosphamide. dapat juga dipakai pada pasien yang tidak respon . Pasien dengan penyakit berat harus membatasi asupan sodium hingga 2 gram per hari dan membatasi cairan juga. setidaknya. fungsi ginjal dan tingkat proteinuria 3. Tergantung pada histologi. nilai laboratorium) yang mengindikasikan pengembangan dari lupus nefritis? Penyelesaian :  Biopsi ginjal yang menunjukkan perubahan focal proliferative merupakan salah satu tanda yang menunjukkan indikasi lupus nefritis.1. lebih rendah dibandingkan nilai normalnya yaitu 12-16 g/dL (untuk wanita) 1. menyebabkan remisi dan membantu pasien menghindari kebutuhan untuk dialisis atau transplantasi ginjal. Prinsip penatalaksnaan ADB (anemia defisiensi besi)adalah mengetahui faktor penyebab dan mengatasinya serta memberikan terapi penggantian dengan preparat besi.  Nilai hemoglobinnya hanya 10 g/dL. nilai laboratorium) yang mengindikasikan pengembangan dari anemia kekurangan besi? Penyelesaian :  Pasien merasakan lelah setiap saat  Hematuria juga merupakan salah satu tanda-tanda anemia defisiensi besi  Adanya pemakaian NSAID  Nilai Fe dalam serum darah hanya 35 mcg/dL. gejala. gejala. Pemberian preparat Fe dapat secara peroral atau parenteral. Hindari paparan sinar matahari (jam 8. azathioprine. Pemberian secara parenteral dilakukan. Istrahat dan olahraga serta hindari kelelahan 2. Untuk penyakit ringan. Terapi non farmakologi 1. Penyakit yang lebih parah membutuhkan pengobatan dengan agen imunosupresan. kortikosteroid. Terapi medis untuk lupus nefritis tergantung pada tingkat keparahan penyakit. 5. tujuan pengobatan utamanya adalah menghentikan perkembangan penyakit ini. 3 a. pada pasien dengan dengan lesi ginjal aggressive proliferative. dan kalium. Pasien mungkin perlu untuk memantau asupan protein. sangat rendah dibandingkan nilai normalnya yaitu 65-175 mcg/dL.30-1530) 4. Meskipun tidak ada obat untuk lupus nefritis. secara umum. ditentukan. informasi apa (tanda-tanda. murah dan samaefektifnya dengan pemberian secara parenteral.

meskipun akan mengurangi absorbsi obat sekitar 40-50%.serum ferritin. Efek samping yang dapat terjadi adalah iritasi gastrointestinal. Lupus neprhitis kelas III dan IV. .  Tanda kelelahan yang dikeluhkan pasien juga akan hilang jika pengobatan yang diberikan tepat. Hindari pemberian salisilat dan obat antiinflamasi non steroid karena akan memperberat fungsi ginjal. Rituxan) memiliki pontensi terapi untuk SLE yang refrakter. nausea dan diare. 5.terhadap kortikosteroid . metal prednisolon intravena selama 3 hari dipakai sebagai terapi permulaan kortikosteroid. komplikasi yang terjadi selama pengobatan. Oleh karena itu pemberian besi bisa saat makan atau segera setelah makan.Obat immunosupresif dipakai pada pasien yang tidak respon terhadap pengobatan kortikosteroid. b.. 4. yang dapat menyebabkan rasa terbakar. dengan penetapan dosis berdasarkan respon hematology. fungsi ginjal memburuk.sclerosis. tetapi ini akan menimbulkan efek samping pada saluran cerna. rendah lemak bila ada hiperlipidemia atau sinrom nefritis.Azathioprine dapat dipakai sebagai obat garis kedua. Mycophenolate mofetil effectif bagi pasien yang telah menggunanakan cyclophospamid intravena selama 6 bulan. fumarat.Mycophenolate mofetil dipakai untuk pasien yang tidak respon atau toleransi terhadap cyclophosphamide dan azathioprine.  Pemantauan atau monitoring pada kreatinin serum.Pemberian cyclophospamid intravena tiap bulan selama 6 bulan dan 2-3 minggu setelahnya selama 2 -2. proteinuria juga harus dilakukan. serum albumin. TIBC. Kemudian taper secara bertahap sebagai dosis pemeliharaan sebanyak 5-10 mg/d selama 2 tahun. Diuretik dapat diberikan sesuai dengan kebutuhan. terutama temuan protein dalam urin dan sedimen dalam urin. Preparat besi harus terus diberikan selama 2 bulan setelah anemia pada penderita teratasi. 2. Anti CD 20 adalah suatu antibodi monoklonal yang melawan reseptor CD 20 yang dipresentasikan limfosit B. Pengurangan dosis dilakukan jika klirens kreatinin kuang dari 30mL/min. Pada pasien akut. tidak dapat menerima toksisitas kortikosteroid.Pemeriksaan rutin periodic meliputi: urin sediment. Peningkatan klinis yang signifikan dapat menghindari cidera pada ginjal lebih lanjut. C3. Cyclophosphamide dan azathioprine effectif untuk nephritis lupus proliferative meskipun cyclophosphamide lebih effektif dalam mencegah ke arah perkembangan stadium akhir.5 tahun tergantung respon klinis.5. Penanganan Anemia defisiensi besi pada pasien ini adalah dengan memberikan senyawa zat besi yang sederhana dan diberikan peroral adalah ferous glukonat. lesi proliferative berat. BUN. Obat yang tepat akan menunjukkan peningkatan pada Hb dan serum ferritin sedangkan pada TIBC megalami penurunan. 3. pasien berada dalam resiko tinggi yang mengarah ke stadium akhir dan memerlukan terapi agresiv 1. Terapi Pengobatan Lupus Nefritis Nama obat : Rituximab Dosis obat : 1 gram Bentuk sediaan : Injeksi IV Dosis : 2 kali pemberian dengan jarak 2 minggu Lama terapi : dapat diulang setiap diulang Mekanisme kerja : Anti CD 20 (Rituximab. urin 24 jam (protein). Penyerapan akan lebih baik jika lambung kosong.d. anti DNAe.Monitor efek samping steroid. 4. 3. Tetapkan dosis berdasarkan respon hematology. a. Parameter klinik dan data laboratorium yang berguna untuk mengevaluasi terapi  Memantau atau memonitori Hgb.Pemberian prednisone 1 mg/kg/d sekurang-kurangnya 4 minggu tergantung respon klinis.f. . kreatinin dan tes klirens kreatinin.Diet rendah garam diberikan bila ditemukan hipertensi. dan suksinat dengan dosis harian 4-6 mg/kg/hari besi elemental diberikan dalam 2-3 dosis.

Penjelasan tentang apa itu lupus dan penyebabnya b. Terapi dosis tinggi dapat berfungsi sebagai imunosupresan yang meningkatkan resiko terjadinya neutropenia dan infeksi. memperbaiki parameter laboratorium yang abnormal. melakukan latihan secara teratur. Tujuan pemberian kortikosteroid pada SLE adalah untuk antiinflamasi. Perlu tidaknya suplementasi mineral dan vitamin. Perlu dijelaskan akan perjalanan penyakit dan kompleksitasnya. Pemakaian obat mencakup jenis. dan analgesik. Obat-obatan yang dipakai jangka panjang contohnya obat antituberkolosis dan beberapa jenis lainya termasuk antibiotikum f. Pengenalan masalah aspek psikologis: bagaimana pemahaman diri pasien SLE. Pembuktian dilakukan dengan menggunakan alat pemeriksaan yang lebih teliti seperti TRAIL A. Pasien memerlukan pengetahuan akan masalah aktivitas fisik. Edukasi Pasien Pada dasarnya pasien SLE memerlukan informasi yang benar dan dukungan dari sekitarnya dengan maksud agar dapat hidup mandiri. FOLLOW UP QUESTIONS TERAPI FARMAKOLOGI NSAID Merupakan terapi utama untuk manifestasi SLE yang ringan termasuk salisilat dan NSAID yang lain. Siklofosfamid Digunakan untuk pengobatan penyakit yang berat dan merupakan obat sitotoksik bahan pengalkilasi. payung atau topi. masalah terkait dengan keluarga atau tempat kerja dan pekerjaan itu sendiri. dosis. menghilangkan gejala. Beberapa bentuk edukasi pada pasien SLE sebagai berikut : a. stres. mengurangi atau mencegah kekambuhan antara lain melindungi kulit dari paparan sinar matahari (ultraviolet) dengan memakai tabir surya. Obat malaria yang sering digunakan adalah Klorokuin dan hidroksiklorokuin Kortikosteroid Penderita dengan manifestasi klinis yang serius dan tidak memberikan respon terhadap penggunaan obat lain seperti NSAID atau antimalaria diberikan terapi kortikosteroid. antiinflamasi. Hal ini dimaksudkan agar pasien dengan SLE dapat dimengerti oleh pihak keluarganya dan mampu mandiri dalam kehidupan kesehariannya. trauma psikis. dan memperbaiki manifestasi klinik yang timbul. osteoporosis atau terjadi dislipidemia. Adanya gangguan fisik dan kognitif pada pasien SLE dapat memberikan dampak buruk bagai pasien di dalam lingkungan sosialnya baik tempat kerja atau rumah. atralgia. mengatasi rasa lelah.6. lama pemberian dan sebagainya. Perlu pengaturan diet agar tidak kelebihan berat badan. imunomodulator. . Diperlukan informasi akan pengawasan berbagai fungsi organ. mengatasi infeksi secepatnya maupun kontrasepsi d. mengatasi rasa nyeri e. NSAID memiliki efek antipiretik. yayasan yang bergerak dalam pemasyarakatan SLE dan sebagainya. lemas atau serositis) yang tidak menyebabkan kerusakan organ-organ penting. Tipe dari penyakit SLE dan perangai dari masing-masing tipe tersebut c. Dimana pasien dapat memperoleh informasi tentang SLE. Masalah yang terkait dengan fisik : kegunaan latihan terutama yang terkait dengan pemakaian steroid seperti osteoporosis. Edukasi keluarga diarahkan untuk memangkas dampak stigmata psikologik akibat adanya keluarga dengan SLE. baik berkaitan dengan aktivitas penyakit ataupun akibat pemakaian obat-obatan. Terkait dengan pendekatan biopsikososial dalam penatalaksanaan SLE.. memberikan informasi perlunya dukungan keluarga yang tidak berlebihan. istirahat. Antimalaria Antimalaria efektif digunakan untuk manifestasi ringan atau sedang (demam. maka setiap pasien SLE perlu dianalisis adanya masalah neuro-psikologik maupun sosial. emosional. Pasien harus memperhatikan bila mengalami infeksi. pemakaian alat bantu maupun diet. TRAIL B maupun Pegboard. adakah kelompok pendukung.

dan menurunkan kadar antibodi antiDNA.Obat lain Obat-obat lain yang digunakan pada terapi penyakit SLE antara lain adalah azatioprin. TNF-a. beberapa tindakan non farmakologis dapat digunakan untuk mengelola gejala dan membantu menjaga pemulihan keadaan. Istirahat dan olahraga secara rutin dan seimbang. terapi hormon. Tetapi penggunaan minyak ikan pada pasien SLE yang mengandung vitamin E 75 IU and 500 IU/kg diet dapat menurunkan produksi sitokin proinflamasi seperti IL-4. monoklonal antibodi. sangat berguna untuk mencegah kelelahan. Tidak ada diet yang spesifik untuk penderita SLE. . Kelelahan adalah gejala umum pada pasien dengan lupus. IL-10. Merokok juga telah dikaitkan dengan peningkatan aktivitas penyakit lupus. Terapi Non Farmakologis Alternatif yang dapat dilakukan jika pengobatan yang diberikan gagal atau tidak dapat di gunakan. di mana jumlah batasan paparan sinar matahari harus diatur secara individual tergantung kondisi pasien. Umumnya pasien dengan SLE harus membatasi paparan sinar matahari dan menggunakan tabir surya untuk memblokir kemungkinan memperburuk efek sinar ultraviolet terhadap keadaan lupus pasien. mikofenolat mofetil dan pemberian antiinfeksi. intravena gamma globulin. IL-6. Merokok sebisa mungkin dihindari karena hydrazines dalam asap rokok bisa menjadi pemicu dari lingkungan untuk terjadinya lupus.

Tapi niacin mengakibatkan penurunan ekskresi ginjal untuk asam urat. HDL (High Density Lipoprotein) Arthritis gout akut adalah peradangan yang terjadi pada sendi akibat meningkatnya kadar asam urat serum.  Pasien memiliki riwayat ulkus usus dan diberi terapi omeprazol. Buat daftar dari masalah terapi pengobatan pasien !  Pasien memiliki riwayat dislipidemia. Informasi pasien (gejala. pasienmengalami peningkatan kadar asam urat yaitu 11. dan terasa nyeri dari sendi. Kemudian digantikan dengan pemberian niacin secara oral 1000 mg sebelum tidur. sel darah putih.000 mm 36-73% 20. dan trigliserida. Pemeriksaan Glukosa Asam urat WBC Neutrofil Limfosit HDL Trigliserida Nilai Normal 70 -100 mg/dL 2.0 % 35 – 55 mg/dL 120 – 190 mg/dL 3 Hasil pemeriksaan 105 mg/dL 11.6 mg/dL. neutrofil.4 – 5.0 – 40. telah dimulai dari 2 bulan lalu. 1b. Berdasarkan hasil laboratorium terjadi : Peningkatan : glukosa.GOUT AND HYPERURICEMIA PERTANYAAN 1a. dan nilai laboratorium yang menandakan pasien gout ! Pasien mengalami nyeri luar biasa pada pergelangan kaki sebelah kiri pada pagi hari.8 mg/dL 88 % 10 % 25 mg/dL 280 mg/dL Ket.6 mg/dL 12. Tapi obat tersebut menimbulkan nyeri otot sehingga terapi tidak dilanjutkan. 1c. tanda-tanda. asam urat. tejadi oeningkatan pada sel darah putih dan neutrofil yang menandakan terjadinya peradangan pada sendi.7 mg/dL 4000-10. Selain itu. sehingga diberikan obat simvastatin dan atorvastatin. Penurunan : limfosit. Sehingga disarankan untuk penggantian obat. Selama 2 jam terakhir pergelangan kaki kirinya menjadi memerah dan membengkak. Pengobatan yang dapat menambah / menyebabkan arthritis gout? Peningkatan produksi asam urat Nutrisi  Asupan purin dan fruktosa tinggi Faktor Hematologi  Myeloproliferative disorders  Polycythemia Obat-obatan  Obat Sitotoksik  Vitamin B12 Faktor Genetik  Glucose-6-Phosphate deficiency  Hypoxanthine-guanine phosphoribosyl transferase deficiency  Phosphoribosylpyrophosphate (PRPP) synthetase hyperactivity . Pada kasus ini.

Hiperurisemia dan gout adalah komponen dari sindrom resisten insulin. Sarkoidosis  Toksemia masa kehamilan  Intoksikasi timbal Setter S. dan mengajak pasien merubah gaya hidup yang praktis yang dapat mengurangi risiko gout. New Treatment Option in the Management of Gouty Arthritis. Apa tujuan dari Farmakoterapi pada kasus ini ? Tujuan dari terapi adalah:  Menurunkan kadar asam urat  Menurunkan kadar trigliserida  Mengobati ulkus usus Alternatif Terapeutik 3a. Pharmacist Nov1.2005 Lain-lain Hasil yang Ingin Dicapai 2. Modifikasi Gaya Hidup Banyak pasien gout mempunyai berat badan berlebih. Sonnet T. Konsumsi alkohol  Obesitas  Psoriasis  Hipertrigliseridemia  Exercise berlebihan Penurunan ekskresi ginjal untuk asam urat Obat-obatan  Siklosporin  Diuretika (tiazida. Sebab iti secara rutin membahas diet dengan pasien dengan gout. . Diet dan cara lain untuk menurunkan insulin dalam serum dapat menurunkan kadar urat dalam serum. Alkohol meningkatkan produksi urat dan menurunkan ekskresi urat dan dapat mengganggu ketaatan pasien. sebab insulin tinggi akan mengurangi ekskresi asam urat. akan sangat berarti.M. loop)  Etambutol  Pirazinamid  Aspirin dosis rendah  Levodopa  Asam nikotinat Ginjal  Hipertensi  Polycystic kidney disease  Gagal ginjal kronis Metabolik/endokrin  Dehidrasi  Asidosis Laktat  Hipotiroidism  Hiperparatiroidism Lain-lain  Obesitas. US.S .  Mengurangi stress. Terapi non-farmakologi yang bisa digunakan pada pasien ?  Banyak minum air putih untuk mengeluarkan asam urat  Menghindari makanan (misalnya yang mengandung purin tinggi) dan minuman tertentu yang dapat menjadi pencetus gout  Mengurangi konsumsi alkohol (bagi peminum alkohol)  Terapi es pada tempat yang sakit  Diet untuk menurunkan berat badan berlebihan (obesitas)  Melakukan aktifitas fisik seperti olahraga. contohnya perengangan otot.

dll) 3b. Hal yang sama untuk mencegah serangan gout dengan minum kolkhisin atau NSAID pada saat upaya serius penurunan berat badan. indometasin. bunga matahari. Tetapi sayangnya kalau asupan makanan purin dan alkohol diumbar maka kadar urat dalam serum dapat melonjak. Separuh dari asam urat dalam tubuh di dapat dari asupan makanan yang mengandung purin. walau tidak ada perbedaan yang signifikan antara obat ini dengan obat NSAID lain. efikasi versus resiko potensial. kolkhisin. atau mereka dengan riwayat . NSAID biasanya dibutuhkan antara 7 sampai 14 hari tergantung respons pasien. Tergantung pada keparahan serangan dan waktu antara onset dan permulaan terapi. kortikosteroid. dosis 50-100mg indometasin oral akan menghilangkan nyeri dalam dua-empat jam. Cara ini dapat mengurangi toksisitas gastrointestinal. yang menimbulkan masalah terutama pada manula dan pasien dengan gangguan fungsi ginjal. Panduan Diet Pasien GA Meningkatkan Risiko GA Sedikit/tidak mempengaruhi risiko GA Mengurangi Risiko GA Daging (sapi. Setiap obat ini memiliki keuntungan dan kerugian. olive. walau pasien dengan kronik atau gout tofi membutuhkan terapi NSAID lebih lama untuk mengendalikan simtom. sulindak.Biasanya diet sebaiknya diawali hanya pada saat inflamasi telah terkendali secara total. Pemakaian aspirin harus dihindarkan sebab mengakibatkan retensi asam urat. kecuali kalau dipakai dalam dosis tinggi. Pada manula. urat dalam serum hanya turun 1mg/dL dan ekskresi urat lewat urin hanya turun 200mg/hari. Ada tiga pilihan obat untuk Arthritis gout akut: NSAID. hingga nyeri hilang. karena diet ketat akan memperparah hiperurisemia dan menyebabkan serangan akut gout. Penting untuk menghindarkan fluktuasi konsentrasi urat dalam serum karena dapat memperpanjang serangan atau memicu episoda lebih lanjut. termasuk waktu onset dari serangan yang berhubungan dengan terapi awal. dengan dosis dikurangi bertahap menjadi 25mg tiga kali sehari untuk 5 sampai 7 hari. Pemanfaatan NSAID menjadi terbatas karena efek sampingnya. NSAID biasanya lebih dapat ditolerir dibanding kolkhisin dan lebih mempunyai efek yang dapat diprediksi. Indometasin cenderung paling sering dipakai. Sendi yang sakit harus diistirahatkan dan terapi obat dilaksanakan secepat mungkin untuk menjamin respons yang cepat dan sempurna. naproksen. tidak jarang sampai 12-14mg/dL. Terapi farmakoterapi yang tersedia digunakan untuk pengobatan gout arthritis akut ? Tujuan terapi serangan Arthritis gout akut adalah menghilangkan simtom. NSAID dapat dilihat pada BAB OsteoArthritis. kontraindikasi terhadap obat karena adanya penyakit lain. NSAID tidak mempengaruhi kadar urat dalam serum. kambing. piroxikam. ketoprofen. Ada beberapa NSAID yang sering diperuntukan untuk Arthritis gout. Diklofenak. Diet ketat purin sulit diikuti. Pemilihan untuk pasien tetentu tergantung pada beberapa faktor. butter Seafood Alkohol Wine Sayuran kaya purin Unggas Telur High-fat dairy product Low-fat diary product Multivitamin. vit C Minyak tumbuh-tumbuhan (sayuran. Sebab itu hipourisemik seperti alopurinol tidak diberikan sampai paling sedikit tiga minggu setelah serangan akut berhenti dan diteruskan pada pasien yang mengalami serangan pada saat minum alopurinol. Dapat diikuti menjadi 150-200mg sehari. Lagi pula walau diet ketat diikuti. babi).

kemudian dilanjutkan sampai 1 tahun setelah urat dalam serum menjadi normal. Kebanyakan pasien merespons dalam waktu 18 jam dan inflamasi menghilang pada 75-80% pasien dalam 48 jam. Harus dijaga agar tidak terjadi serangan-serangan gout akut. Walau BNF menganjurkan diberikan setiap 2 jam sampai timbul diare atau total pemberian 8 mg. Bagaimanapun harus dipastikan bahwa penyakit ini bukan Arthritis septik. NSAID selektif COX-2 (Celecoxib). sebelum menyuntikkan steroid. Untuk Misoprostol. Bila diberikan secara oral maka diberikan dosis awal 1 mg. Haruskan diberikan pengobatan kronis untuk mengurangi kadar asam urat pasien dimulai saat ini? Pengobatan kronis untuk menurunkan kadar asam urat pada pasien saat ini harus dilakukan saat ini karena pasien telah mengalami serangan yang begitu hebat dikarenakan tingginya kadar asam urat sehingga tidak dapat berjalan. mengurangi volume tofi. Kolkhisin telah dipakai sejak tahun 1920. atau diberikan dengan dosis sangat rendah. diikuti dengan dosis 0. karena cenderung menyebabkan diare berat terutama bagi pasien dengan mobilitas terbatas. Kolkhisin dapat juga dipakai untuk mencegah serangan. urea. Kolkhisin sebagai vasokonstriktor dan mempunyai efek stimulasi pada pusat vasomotor.disfungsi sumsum tulang belakang. a. Kortikosteroid Injeksi intra-artikular kortikosteroid sangat berguna bila NSAID atau kolkhisin bermasalah. juga bagi mereka dengan serangan poliartikular. menghambat pembelahan sel. Kortikosteroid dapat diberikan secara oral dalam dosis tinggi (30-40mg) atau intramuskular. Apabila demikian maka harus dilakukan pemantauan creatinin clearance. kenyataan jarang diikuti. Reaksi yang tidak dikehendaki dari kolkhisin adalah gangguan gastrointestinal. ini akan sangat berguna bagi pasien yang tidak dapat memakai NSAID. apabila keuntungan masih lebih tinggi dibanding kerugian. Perencanaan Optimal 4. misoprostol atau PPI (Proton Pump Inhibitor).PUD (Peptic Ulcer Disease). bentuk sedian. dan kalau menjadi pilihan maka harus diberikan secepat mungkin saat serangan terjadi agar efektif. NSAID harus dihindarkan sedapat mungkin. misalnya pada pasien dengan gagal jantung kronis atau gangguan ginjal atau hati. apakah obat. Tidak menurunkan kadar urat dalam serum. kontraindikasi untuk wanita hamil. Terapi penurunan urat hendaknya tidak direkomendasikan saat terjadi serangan akut. dan penggunaannya masih sangat terbatas di Indonesia. Mempertimbangkan informasi pasien. sebab itu hatihati bagi pasien dengan gagal jantung kronis. dan durasi terapi yang terbaik dalam kasus ini? .5 mg. Ini juga sangat berguna untuk Arthritis gout akut yang terbatas hanya sendi atau bursa tunggal. terapi ini baik untuk pasien yang tidak dapat mentolerir NSAID. mencegah perusakan selanjutnya. perlu kehati-hatian dalam pemakaiannya. Untuk pasien dengan gangguan ginjal. dan disfungsi neuromuskular. 3c. berangsur-angsur diturunkan selama 7-10 hari. Sebaiknya dipakai untuk pencegahan saja atau sebagai pilihan terakhir. dan diekskresi melalui urin. Hal ini lebih sering terjadi pada pasien dengan gangguan ginjal atau hati dan manula. aturan pakai. sebagian rematologis menganggap tidak efektif. pada dosis 120mg sehari sebanding dengan indometasin dosis tinggi (150 mg/hari) dalam mengobati tanda-tanda gout akut dalam waktu 4 jam. Hati-hati bagi pasien dengan gagal jantung. Pengobatan gout kronis membutuhkan waktu jangka panjang untuk mereduksi serum urat sampai dibawah normal. kolkhisin ataupun gagal dengan terapi ini. dan direkomendasikan untuk diberikan dalam dosis rendah sebelum memulai obat penurun urat. harus diikuti dengan H2 antagonis. Kolkhisin adalah antimitotik. elektrolit secara reguler. Kolkhisin Kolkhisin dipakai untuk Arthritis gout akut.

sehingga meningkatkan efek anti koagulan. Omeprazol Dosis : 20 mg sehari selama 4 minggu Bentuk sediaan : kapsul Aturan pakai : sekali sehari selama 4 minggu 4. Obat terbaik untuk pengibatan hiperlipidemia pasien? Fenofibrat. Tingginya jenis lemak ini dalam darah dihubungkan dengan meningkatnya risiko atherosclerosis (tersumbatnya arteri). Ketika kadar asam urat dan trigliserida pasien sudah kembali normal sebaiknya dihentikan pemakaian terapi. Efek gastrointestinal : gangguan pencernaan ringan 2. Otot : Miositis (peradangan otot polos) Interaksi obat : berinteraksi dengan antikoagulan Kumarin. Bentuk sediaan : tablet Aturan pakai : 2 kali sehari sesudah makan 6. Kontra indikasi : pasien dengan kelainan fungsi hati. Efek samping : 1. sehingga menghidrolisis trigliserida pada kilomikron dan VLDL. Litiasis : pembentukan batu empedu 3. Allopurinol Dosis awal : Allopurinol 100 – 300 mg sehari. Celecoxib Dosis : 100 mg sehari Bentuk sediaan : kapsul Aturan pakai : 2 kali sehari sesudah makan 7.5. Mekanisme kerja : Memacu aktivitas lipase lipoprotein. ginjal atau pasien dengan penyakit kandung empedu. Fenofibrate adalah obat yang membantu mengurangi kolesterol dan triglyceride dalam darah. parameter klinik dan laboratorium apa yang harus dimonitoring untuk menilai efektivitas farmakoterapi dan mencegah efek samping? Sebaiknya perlu dilakukan pemantauan terhadap kadar asam urat dan trigliserida pasien. Fenofibrat : Dosis : 100 mg Bentuk sediaan : Tablet Aturan pakai : 3 kali sehari. Akan berguna bagi pasien dengan hiperlipidemia dan gout/hiperurisemia. Penurunan sebesar 20-35% terjadi. Berdasarkan rekomendasi Anda. Evaluasi Hasil 5. Obat ini sedikit menurunkan kadar kolesterol. III dan V. Termasuk golongan ini adalah Fibrat-Klofibrat-Bezafibrat dan Gemfibrozil yang menurunkan kadar trigliserida darah. Selanjutnya kadar asam urat dan trigliserida harus dikontrol dari makanan yang dapat meningkatkan kadar asam urat dan trigliserida kembali tinggi. dengan makanan 8. obat penurun lipid. . ternyata mempunyai efek urikosurik juga. Indikasi: Untuk mengobati kadar kolesterol dan triglyceride yang tinggi. Keganasan : terutama Klofibrat yang dapat menyebabkan keganasan terkait dengan kematian 4. Digunakan terutama untuk menurunkan VLDL pada hiperlipidemia tipe IIb. b.

Edukasi Pasien 6. Informasi apa yang harus diberikan kepada pasien untuk meningkatkan kepatuhan.  Jangan mengkonsumsi makanan yang mengandung purin. kacang-kacangan dan tinggi kolesterol.  Kurangi dan kalau bisa menghentikan mengkonsumsi alkohol. memastikan keberhasilan terapi dan untuk menghindari efek samping?  Memantau jadwal minum obat dan mengingatkan waktu yang tepat untuk minum obat.  Olahraga rutin  Jangan biarkan lambung kosong .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful