Lecture

ASLI WONG CILACAP

Beranda about me Kuliah Makna Hidup Template PPT Makalah Manajemen Tenaga Pendidikan

MAKALAH MANAJEMEN PENDIDIKAN

MANAJEMEN TENAGA KEPENDIDIKAN

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Dalam rangka perkembangan organisasi dari waktu ke waktu di berbagai negara memunculkan kesepakatan bahwa sumber daya manusia merupakan aspek yang sangat penting, karena kontribusi sumber daya manusia dinilai sangat signifikan dalam pencapaian tujuan organisasi. Dalam rangka pencapaian tujuan organisasi melalui pengelolaan sumber daya manusia yang dimiliki secara tepat dan relevan maka aktivitas yang berkenaan dengan manajemen sumber daya manusia menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari dinamika suatu organisasi.

dan/atau memberikan pelayanan teknis dalam bidang pendidikan. Konsep Manajemen Tenaga Kependidikan. kesejahteraan dan pemberhentian tenaga kependidikan sekolah agar dapat melaksanakan tugas dan fungsinya dalam mencapai tujuan sekolah. melatih. organisasi dapat meningkatkan kemampuannya dan para pegawai dapat mempertajam keahlian mereka.Mengacu pada era globalisasi yang menuntut keunggulan bersaing dari setiap organisasi. Secara nyata mereka adalah para tenaga kependidikan yang memiliki peran sangat penting dalam mewujudkan tujuan organisasi pendidikan yang pada gilirannya memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pencapaian tujuan pendidikan nasional. organisasi yang efektif bersedia melakukan hal-hal penting untuk dapat bertahan dan meningkatkan kemampuan strategis. tenaga kependidikan bertugas menyelenggarakan kegiatan mengajar. Adapun komponen dari manajemen ini adalah sebagai berikut: Penyusunan formasi Pengadaan pegawai Kenaikan pangkat . pembinaan. pengangkatan. PEMBAHASAN Manajemen tenaga kependidikan merupakan kegiatan yang mencakup penetapan norma. prosedur. mengelola. mengembangkan. standar. persaingan global telah meningkatkan standar kinerja dalam berbagai dimensi. Penting pula pengembangan lanjut dari organisasi dan para pegawainya. Hanya dengan mengantisipasi tantangan ini. biaya dan operasionalisasi yang lancar. namun tetap dalam kondisi yang menyenangkan. Manajemen tenaga kependidikan atau manajemen personalia pendidikan bertujuan untuk mendayagunakan tenaga kependidikan secara efektif dan efisien untuk mencapai hasil yang optimal. penatalaksanaan. Untuk mewujudkan keseragaman perlakuan dan kepastian hukum bagi tenaga kependidikan sekolah dasar dalam melaksanakan tugas dan fungsi. Dalam sistem pendidikan nasional. wewenang dan tanggung jawabnya sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. organisasi yang bergerak dalam sistem tersebut merupakan sub sistem yang memiliki sumber daya manusia yang perlu dikelola secara tepat. meliputi kualitas. Dengan menerima tantangan yang ditimbulkan dari standar yang makin meningkat ini. meneliti.

Penugasan dilakukan sesuai dengan bidang keahlian dan kebutuhan lembaga. insentif. Didalam tahap ini sebenarnya penanganan bukan berarti sampai menempatkan dan memberi tugas saja. yaitu proses penanganan pegawai baru yang sudah melaksanakan pendaftaran ulang untuk diberi tahu pada bagian seksi mana mereka ditempatkan. tetapi juga menggunakan pegawai tersebut sebaik-baiknya. membaca majalah dan surat kabar. pengumuman diterimanya pegawai sampai dengan daftar ulang. Pembuatan Buku Induk Pegawai b. Asuransi Kesehatan ( ASKES ) f. dimaksudkan untuk penigkatan mutu pegawai baik dilakukan dengan melalui pendidikan maupun kesempatan-kesempatan lain seperti penataran. antara lain : Recruitment atau penarikan mulai dari pengumuman penerimaan pegawai. Kartu Istri ( KARIS ) dan Kartu Suami ( KARSU) Terdapat beberapa dimensi kegiatan manajemen tenaga kependidikan/ kepegawaian. dapat dikategorikan sebagai pemberian kesejahteraan dan dapat dikategorikan sebagai pengembangan pegawai. Mengatur kenaikan pangkat dan kenaikan gaji. Tabungan Asuransi Pegawai ( TASPEN ) e. Di samping itu juga memberi kesejahteraan pegawai berupa gaji. merangsang kegairahan kerja dengan menciptakan kondisi atau suasana kerja yang baik. menjadi anggota organisasi profesi dan lain sebagainya.Pembinaan dan pengembangan karier pegawai Ketatalaksanaan tenaga kependidikan a. memberi cuti izin. Placement atau penempatan. diskusi ilmiah. pendaftaran. Daftar Urut Kepegawaian ( DUK ) c. dan pertemuan-pertemuan yang bersifat kekeluargaan. Development atau pengembangan. lokakarya. Pegawai yang diberi penghargaan dengan . Kartu Pegawai ( KARPEG ) d. pengetesan.

Menurut UUSPN No. Lembaga pendidikan merupakan organisasi pelaksana pendidikan dan pengelola penyelenggara pendidikan. Pada tahap ini dimaksudkan bahwa pada tahap-tahap tertentu pegawai diperiksa. Tenaga kependidikan adalah tenaga. 20 Tahun 2003 khususnya Bab I Pasal 1 ayat (5) menyebutkan bahwa tenaga kependidikan adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan. Pengawasan atau evaluasi. B. dan melakukan kegiatan pelaksanaan pendidikan (mikro atau makro) atau penyelenggaraan pendidikan. akan mendorong pegawai tersebut untuk lebih meningkatkan tanggung jawabnya. ustad maupun orang tertua atau disegani dalam masyarakat tersebut. Tenaga pendidikan termasuk personil yang ada di dalam lembaga pendidikan. Selain evaluasi atau penilaian juga dilakukan untuk mengetahui tingkat kenaikan kemampuan personil setelah mereka memperoleh pembinaan dan pengembangan. A.tenaga (personil) yang berkecimpung di dalam lembaga atau organisasi pendidikan yang memiliki wawasan pendidikan (memahami falsafah dan ilmu pendidikan). diserahi tugas dalam suatu jabatan dan digaji pula menurut aturan yang berlaku. 2000: 8). Dimana tenaga kependidikan tersebut memenuhi syarat yang ditentukan oleh undang-uandang yang berlaku. merupakan aspek terakhir dalam penanganan pegawai. tenaga kependidikan masih dianggap mempunyai dua arti yaitu guru yang ada dalam masyarakat (informal) seperti guru mengaji. Namun peran guru disini tidak hanya di sekolah saja tetapi juga di lungkungan masyarakatnya seharihari. Pengertian Tenaga Kependidikan Dalam masyarakat. Tenaga kependidikan berbeda dengan tenaga personil (tenaga lembaga pendidikan). diangkat oleh pejabat yang berwenang. Yang kedua yaitu tenaga kependidikan formal yaitu guru yang ada dalam sekolah-sekolah. tetapi tidak semua personil yang ada di dalam lembaga pendidikan dapat disebut tenaga pendidikan.atau pemberian kedudukan. Jenis-jenis Tenaga Kependidikan . apakah yang mereka lakukan sudah sesuai dengan tugas yang seharusnya atau belum. (Hartati Sukirman.

c. Tenaga teknis kependidikan Merupakan tenaga kependidikan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya lebih dituntut kecakapan teknis operasional atau teknis administratif. b. Tenaga struktural Merupakan tenaga kependidikan yang menempati jabatan-jabatan eksekutif umum (pimpinan) yang bertanggung jawab baik langsung maupun tidak langsung atas satuan pendidikan.Tenaga kependidikan merupakan seluruh komponen yang terdapat dalam instansi atau lembaga pendidikan yang tidak hanya mencakup guru saja melainkan keseluruhan yang berpartisipasi dalam pendidikan. Tenaga fungsional Merupakan tenaga kependidikan yang menempati jabatan fungsional yaitu jabatan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya mengandalkan keahlian akademis kependidikan. Dilihat dari jabatannya. yaitu: a. Status Ketenagaan Tempat Kerja di Sekolah Tempat Kerja di Luar Sekolah Tenaga Struktural * Kepala Sekolah* Wakil Kepala SekolahUrusan Kurikulum - Urusan Kesiswaan - Urusan Sarana dan Prasarana . tenaga kependidikan dibedakan menjadi tiga.

Tenaga pendidik . Dirjen* Wilayah : Ka./Kec.Urusan Pelayanan Khusus * Pusat : Menteri.Kanwil . Sekjen. Kepala Bidang* Daerah : Kakandepdiknas Kab. tenaga kependidikan dibagi menjadi tiga macam yaitu: 1. : Kasi Tenaga Fungsional * Guru* Pembimbing/Penyuluh (Guru BP)* Pengembangan Kurikulum dan Teknologi Kependidikan * Pengembang tes * Pustakawan * Penilik* Pengawas* Pelatih * Tutor & Fasilitator * Pengembangan Pendidikan Tenaga Teknis * Laboran* Teknisi Sumber Belajar* Pelatih (Olahraga) . Jenis-jenis tenaga kependidikan untuk lingkungan Departemen Pendidikan Nasional Sedangkan menurut Hartati Sukirman (2000:8). Kormin . Kesenian & Keterampilan * Petugas TU * Teknisi Sumber Belajar/Sanggar Belajar* Petugas TU Tabel 1.

5. hanya saja pendidikannya dilakukan melalui materi pelajaran tertentu. Tenaga administrator pendidikan Administrator pendidikaan merupakan personil yang bertugas melaksanakan kegiatan pengelolaan penyelenggaraan pendidikan. 3. yaitu tertuju pada orang-orang yang bermasalah secara psikologis-rohaniah atau sosial. mikro ataupun makro.Tenaga pendidik adalah personil di lembaga pelaksanaan pendidikan yang melakukan salah satu aspek atau seluruh kegiatan (proses) pendidikan. melainkan utuh sebagai pendidik. Pengajar tidak hanya dikonotasikan sebagai pemberi materi pelajaran saja. 4. Adanya tenaga pendidik selain mengajar secara teori juga diharapkan dapat membimbing anak didiknya. Pengajar Pengajar adalah personil yang secara legal profesional bertugas melaksanakan kegiatan pendidikan. Supervisor pendidikan Supervisor pendidikan adalah personil yang bertugas melaksanakan kegiatan pendidikan terhadap para pengajar dan pembimbing dalam pelaksanaan tugasnya. Tenaga pendidik dapat dikelompokkan menjadi tiga macam yaitu: 2. Personil yang meiliki wawasan pendidikan yang luas dan kemampuan administratorial pengelolaan penyelenggaraan pendidikan. Pembimbing Pembimbing adalah personil yang bertugas melaksanakan kegiatan pendidikan yang khas. .

maka jenis-jenis tenaga kependidikan dapat bervariasi sesuai kebutuhan organisasi yang bersangkutan.Kelompok administrator tersebut meliputi: Perencana pendidikan profesional Pengembang kurikulum pendidikan Peneliti dan pemngembang pendidikan Perancang sarana dan media pendidikan 6. Jabatan Deskripsi Tugas Kepala Sekolah Bertanggung jawab atas keseluruhan kegiatan penyelenggaraan pendidikan di sekolahnya baik ke dalam maupun ke luar yakni dengan melaksanakan segala kebijaksanaan. pengawasan. Tenaga teknisi pendidikan ini dapat meliputi: Pustakawan pendidikan Petugas pusat sumber belajar Laboran-pendidik Tenaga kependidikan merupakan hasil analisis jabatan yang dibutuhkan oleh suatu sekolah atau satuan organisasi yang lebih luas. pengembangan. pengelolaan. peraturan dan ketentuan-ketentuan yang ditetapkan oleh lembaga yang lebih tinggi.20 Tahun 2003 menjelaskan bahwa tugas tenaga kependidikan itu adalah melaksanakan administrasi.25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Provinsi sebagai daerah otonom. C. . Tugas Tenaga Kependidikan Pasal 39 ayat (1) Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. Tenaga teknisi pendidikan Merupakan orang-orang yang bertugas memberikan layanan pendidikan melalui pendekatan kondisional ( fasilitas dan layanan khusus). Sejalan dengan UU No.22 Tahun 1999 tentang pemerintahan daerah dan PP No. dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan.

seperti hubungan masyarakat. keterampilan yang diselenggarakan Petugas Tata Usaha Bertanggung jawab atas penyelenggaraan kegiatan-kegiatan dan pelayanan administratif atau teknis operasional pendidikan di sekolah Tabel 2. bimbingan dan penyuluhan. Pengadaan Tenaga Kependidikan .Wakil Kepala Sekolah (Urusan Kurikulum) Bertanggung jawab membantu Kepala Sekolah dalam penyelenggaraan kegiatan-kegiatan yang berkaitan langsung dengan pelaksanaan kurikulum dan proses belajar mengajar Wakil Kepala Sekolah (Urusan Kesiswaan) Bertanggung jawab membantu Kepala Sekolah dalam penyelenggaraan kegiatan kesiswaan dan ekstrakurikuler Wakil Kepala Sekolah (Urusan Sarana dan Prasarana) Bertanggung jawab atas kegiatan-kegiatan inventaris pendayagunaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana serta keuangan sekolah Wakil Kepala Sekolah (Urusan Pelayanan Khusus) Bertanggung jawab membantu Kepala Sekolah dalam penyelenggaraan pelayanan-pelayanan khusus. usaha kesehatan sekolah dan perpustakaan sekolah. kesenian. Pengembang Kurikulum dan Teknologi Pendidikan Bertanggung jawab atas penyelenggaraan program program-program pengembangan kurikulum dan pengembangan kurikulum dan pengembangan alat bantu pengajaran Pengembang Tes Bertanggung jawab atas penyelenggaraan program-program pengembangan alat pengukuran dan evaluasi kegiatan-kegiatan belajar dan kepribadian peserta didik Pustakawan sekolah Laboran di sekolah Bertanggung jawab atas penyelenggaraan program kegiatan pengelolaan perpustakaan Bertanggung jawab atas penyelenggaraan program kegiatan pengelolaan laboratorium Teknisi Sumber Belajar Bertanggung jawab atas pengelolaan dan pemberian bantuan teknis sumbersember belajar bagi kepentingan belajar peserta didik dan pengajaran guru Pelatih Bertanggung jawab atas penyelenggaraan program-program kegiatan latihan seperti olahraga. Jabatan dan Deskripsi Jabatan Tenaga Kependidikan di Sekolah D.

Dalam pengumuman pengadaan tenaga kependidikan.hal yang harus tercantum adalah sebagai berikut: Jenis atau macam pegawai yang dibutuhkan • Persyaratan yang dituntut dari para pelamar. Pengadaan tenaga kependidikan diselengarakan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Pengumuman Pengumuman ini dilakukan untuk memberitahukan kepada seluruh masyarakat yang memenuhi kualifikasi melalui media cetak maupun media elektronik. • Lain-lain yang dipandang perlu. • Alamat dan tempat pengajuan pelamaran. 3. 2. 4. Objektif. • Batas waktu dimulai dan diakhiri pendaftaran. Mengacu pada analisa jabatan yang telah disusun agar sesuai dengan kualifikasi maupun syarat yang ditentukan. Pendaftaran . Formasi (benar-benar diperlukan tambahan tenaga edukatif. 2.Beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam pengadaan tenaga kependidikan adalah: 1. kesesuaian tugas dengan kemampuan yang dimiliki pegawai. artinya dalam pelaksanaan tenaga kependidikan tidak menganut nepotisme dan kolusi ( pemberian sesuatu). The right man on the right place.

Seleksi atau penyaringan Dalam pengadaan tenaga kependidikan. Pengumuman. Pengangkatan dan penempatan tenaga kependidikan yang bukan tenaga pendidik pada satuan pendidikan yang disclenggarakan oleh Pemerintah dilakukan oleh Menteri. Pengangkatan dan Penempatan Tenaga Kependidikan Penempatan dan penugasan berkaitan erat dengan pengangkatan seseorang dalam suatu kedudukan dan jabatan tertentu. . 4. pengetahuan tehnis. E. b) Ujian atau test Setelah peserta yang lulus dala tes penyaringan administrative maka akan mengikuti ujian pegawai dengan materi pengetahuan umum. 3. dan lainnya yang dipandang perlu. Menteri lain. Pengumuman ini berisi peserta yang lolos dalam seleksi sesuai ketentuan dan penempatan kerja. penyaringan dilaksanakan melalui dua tahap yaitu: a) Penyaringan administrative Penyaringan administrative dilaksanakan berupa pemeriksaan terhadap kelengkapan beserta lampirannya.Pendaftaran dilakukan setelah pengumuman tersebar dan pendaftar mengajukan pemohonan dengan memenuhi syarat yang telah ditentukan beserta lampiran lainnya yang dibutuhkan. Apabila terdapat kekurangan lengkapan dalam hal administrative maka pesrta tersebut akan gagal.

Menurut Hadari Nawawi dalam Hartati sukirman (2000: 39) langkah pengorganisasian dalam kegiatan penempatan harus dilakukan dengan mempertimbangkan minat. Tidak menderita kelainan mental. c. Berkepribadian. Tidak memiliki cacat tubuh yang dapat menghambat pelaksanaan tugas sebagai tenaga pendidik. 2. Berkepribadian Pancasila. Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Prinsip dasar pengangkatan dan penempatan tenaga kependidikan harus adalah kesesuaian tugas dengan kemampuan yang dimilki pegawai tersebut. yang meliputi: a. calon tenaga pendidik yang bersangkutan selain memiliki kualifikasi sebagai tenaga pengajar harus pula memenuhi persyaratan berikut: 1. Kegagalan dalam pengangkatan dan penampatan tenaga kependidikan akan menyebabkan berbagai hal seperti tidak tercapainya sasaran program pendidikan. b. kemampuan dan berat ringannya tugas yang akan dipikul bagi setiap personil. tidak adanya suasana kerja yang harmonis. yang meliputi: a. . Tidak menderita penyakit menahun (kronis) dan/atau yang menular.atau Pimpinan Lembaga Pemerintah Non Departemen dengan memperhatikan keseimbangan antara penempatan dan kebutuhan serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi pegawai negeri. Untuk dapat diangkat sebagai tenaga pendidik. b. Sehat jasmani dan rohani yang dinyatakan dengan tanda bukti dari yang berwenang. bakat.

dan lain sebagainya. penyimpangan prosedur kerja. Tujuan dari kegiatan pembianaan ini adalah tumbuhnya kemampuan setiap tenaga kependidikan yang meliputi pertumbuhan keilmuan. Pembinaan dan Pengembangan Tenaga Kependidikan Pembinaan atau pengembangan tenaga kependidikan merupakan usaha mendayagunakan. Mendorong peningkatan kontribusi setiap individu terhadap organisasi pendidikan tau sistem sekolah. keahlian. b. kesejateraan dan insentif sebagai imbalan guna menjamin terpenuhinya secara optimal kebutuhan sosial ekonomis maupun kebutuhan sosial-psikologi. dan menyediakan bentuk-bentuk penghargaan. sikap terhadap pekerjaan dan keterampilan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari sehingga produktivitas kerja dapat ditingkatkan. Prinsip yang patut diperhatikan dalam penyelenggaraan pembinaan tenaga kependidikan. kemampuan. memajukan dan meningkatkan produktivitas kerja setiap tenaga kependidikan yang ada di seluruh tingkatan manajemen organisasi dan jenjang pendidikan. Berorientasi pada perubahan tingkah laku dalam rangka peningkatan kemampuan profesional dan atau teknis untuk pelaksanaan tugas sehari-hari sesuai dengan posisinya masing-masing. menutup kelemahan dari seleksi. F. menumbuhkan ikatan batin. yaitu: a. Dilakukan untuk semua jenis tenaga kependidikan baik untuk tenaga stuktural. demi kelancaran pelaksanaan tugas pendidikan. kurang diperhatikannya aturan kerja yang ada. penyalah gunaan tanggung jawab. tenaga fungsional maupun tenaga teknis penyelengara pendidikan. Adapun alasan diadakannya pengembangan tehnologi diantaranya yaitu: perkembanagan ilmu dan tehnologi. Pembinaan karier tenaga kependidikan meliputi kenaikan pangkat dan jabatan berdasarkan prestasi kerja dan peningkatan disiplin. dan keterampilan.Yang pembinaan disini adalah segala usaha untuk memanajukan dan meningkatkan mutu.pelaksanaan kerja yang tidak efisien. wawasan berpikir. . c.

Menganalisis kebutuhan Analisis kebutuhan dilakukan dengan cara mengidentifikasi ketrampilan kinerja. Mendidik dan melatih seseorang sebelum maupun sesudah menduduki jabatan/posisi. .d. media. 3. proses pembinaan dan pengembangan meliputi beberapa langkah yaitu: 1. pemecahan masalah. Pembinaan dan jenjang karir tenaga kependidikan disesuaikan dengan kategori masing-masing jenis kependidikan itu sendiri. Mengesahkan program latihan Suatu program pelatihan harus memperoleh pertimbangan dan persetujuan dari unsur instansi yang berwenang. e. pengembangan profesi. kegiatan remidial. Dirancang untuk memenuhi tuntutan pertumbuhan dalam jabatan. metode intruksional. urutan dan gambaran mengenai materi pelatihan. f. menyusun programprogram yang sesuai. melaksanakan riset. yang merupakan kurikulum bagi program pelatihan tersebut. dan meningkatkan kinerja. Menurut Hartati Sukirman (2000: 63) ditinjau dari sudut manajemen secara umum. pemeliharaan motivasi kerja dan ketahanan organisasi pendidikan. Menyusun rancangan intruksional Rancangan intruksional meliputi sasaran. 2.

Tahap implementasi Tahap ini merupakan tahap pelaksanaan program pelatihan yang menggunakan berbagai teknik pelatihan misalnya diskusi. pengembangan ini dilaksanakan dengan: Bimbingan berupa petunjuk yang diberikan kepada pegawai. konferensi dan sebagainya. dalam rangka penyampaian pengetahuan kepada para peserta program pelatihan.4. 5. simposium. Dalam hal pengembangan pegawai. banyak cara yang sudah dikembangkan. Cara yang lebih populer adalah melalui penataran (inservice training) baik dalam rangka penyegaran maupun dalam rangka peningkatan kemampuan tenaga kependidikan. dan perilaku kinerja setelah mengikuti program pelatihan. Penataran Lokakarya atau workshop dan sebagainya. Tahap evaluasi dan tindak lanjut Pada tahap ini program pelatihan dinilai sejauhmana keberhasilannya atau kegagalannya. ore-service training. reaksi peserta terhadap program pelatihan. rapat-rapat. Cara-cara lainnya dapat dilakukan sendiri-sendiri (self propelling growth) atau bersama-sama (collaborative effort). diskusi panel. workshop. Pendidikan formal Promosi berupa pengangkatan jabatan ke yang lebih tinggi. misalnya mengikuti kegiatan atau kesempatan. Aspek yang perlu dievaluasi misalnya kemampuan dan hasil belajar. G. Latihan-latihan berupa intern dan ekstern. Pemberhentian Tenaga Kependidikan . dan seminar. seminar. on the job training. pada waktu melaksanakan tugasnya. loka karya.

dilakukan oleh penyelenggara satuan pendidikan yang bersangkutan. dalam Pemberhentian tenaga kependidikan dapat dilakukan karena sebab lain diantaranya sebagai berikut : Pemberhentian atas permintaan sendiri Pemberhentian karena mencapai batas usia pensiun Pemberhentian karena adanya penyederhanaan organisasi. Pemberhentian karena melakukan pelanggaran . Aturan tentang pemberhentian pegawai harus jelas karena menyangkut nasib seseorang. dilakukan oleh penyelenggara satuan pendidikan yang bersangkutan. Sedangkan pemberhentian tidak dengan hormat tenaga kependidikan dilakukan atas dasar: Hukuman jabatan. mencapai batas usia pensiun. Untuk pemberhentian karena pengunduran diri harus dilihat apakah pegawai yang bersangkutan memiliki ikatan atau perjanjian tertentu dengan sekolah atau tidak. meninggal dunia. Akibat pidana penjara berdasarkan keputusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap.Pemberhentian tenaga kependidikan merupakan proses yang membuat seseorang tenaga kependidikan tidak dapat lagi melaksanakan tugas pekerjaan atau fungsi jabatannya baik untuk sementara waktu maupun untuk selama-lamanya. Pemberhentian seorang pegawai dapat karena pelanggaran disiplin. terutama tentang pemberhentian karena pelanggaran disiplin dan pengurangan tenaga karena dapat memicu ketidakpuasan seseorang yang dikenai tindakan ini. pengurangan tenaga atau pensiun. Selain itu. Pemberhentian dengan hormat tenaga kependidikan atas dasar: permohonan sendiri. pengunduran diri. Sedangkan pemberhentian karena memasuki usia pensiun sebaiknya didahului oleh program persiapan pensiun.

Yogyakarta: Andi Offset. standar. Bandung: Jenmars. Hendyat. Mulyana. Tim Dosen Jurusan Administrasi Pendidikan FIP Malang cet-2. pengangkatan. 1989. . 1982. H. penatalaksanaan. Nurhadi. Sukirman. Jakarta: Rineka Cipta. 1983. 1999.M. 1987. Rivai. Malang:IKIP Malang. 2000. Supervisi Dalam Rangka Pembinaan dan Peningkatan Profesi Mengajar. Malang : IKIP Malang. prosedur. Administrasi Pendidikan. Manajemen Tenaga Pendidikan. dan Ida Alcida Sahertian. kesejahteraan dan pemberhentian tenaga kependidikan sekolah agar dapat melaksanakan tugas dan fungsinya dalam mencapai tujuan sekolah. Sutopo. cetakan ketujuh. manajemen Dan Organisasi Sekolah. Hartati. Administrasi Pendidikan. Administrasi Pendidikan Di Sekolah. Piet A. Yogyakarta: FIP UNY. pembinaan. Administrasi Pendidikan Dan Supervisi Pendidikan. 2005. Sahertian. Malang: IKIP Malang. Moh.Pemberhentian karena tidak cakap jasmani dan rohani Pemberhentian karena meninggalkan tugas Pemberhentian karena meninggal dunia atau hilang PENUTUP Kesimpulan Manajemen tenaga kependidikan merupakan kegiatan yang mencakup penetapan norma. DAFTAR PUSTAKA Daryanto.