P. 1
Makalah Media Pembelajaran

Makalah Media Pembelajaran

|Views: 71|Likes:

More info:

Published by: Ayya Yayah El-Makhsun on Apr 28, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/21/2013

pdf

text

original

Makalah Media Pembelajaran

3:57 PM |

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam suatu proses belajar mengajar, dua unsur yang sangat penting adalah metode mengajar dan media pembelajaran. Kedua aspek ini saling berkaitan. Pemilihan salah satu metode mengajar tertentu akan mempengaruhi jenis media pembelajaran yang sesuai, meskipun masih ada berbagai aspek lain yang harus diperhatikan dalam memilih media pembelajaran, antara lain tujuan pembelajaran, jenis tugas dan respons yang diharapkan, ternasuk karakteristik siswa. Meskipun demikian, dapat dikatakan bahwa salah satu fungsi utama media pembelajaran adalah sebagai alat bantu mengajar yang turut mempengaruhi iklim, kondisi, dan lingkungan belajar yang ditata dan diciptakan oleh guru. Pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan minat dan keinginan yang baru, motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa. Penggunaan media pembelajaran pada tahap orientasi pengajaran akan sangat membantu keefektifan proses pembelajaran dan penyampaian pesan dan isi pelajaran pada saat itu, sehingga yang menjadi tujuan dari pembelajaran bisa tercapai secara maksimal. B. Rumusan Masalah 1. Apa pengertian media pembelajaran? 2. Apa saja jenis media pembelajaran? 3. Apa manfaat media pembelajaran? 4. Apa saja prinsip-prinsip pemilihan media pembelajaran? 5. Bagaimana langkah-langkah dalam pengembangan media pembelajaran? C. Tujuan 1. Untuk mengetahui pengertian media pembelajaran 2. Untuk mengetahui jenis media pembelajaran 3. Untuk mengetahui manfaat media pembelajaran 4. Untuk mengetahui prinsip-prinsip pemilihan media pembelajaran 5. Untuk mengetahui langkah-langkah dalam pengembangan media pembelajaran BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Media Pembelajaran Istilah media berasal dari bahasa Latin yang merupakan bentuk jamak dari "medium" yang secara harafiah berarti perantara atau pengantar. Banyak pakar tentang media pembelajaran yang memberikan batasan tentang pengertian media. Menurut EACT yang dikutip oleh Rohani (1997 : 2) “media adalah segala bentuk yang dipergunakan untuk proses penyaluran informasi”. Sedangkan pengertian media menurut Djamarah (1995 : 136) adalah “media adalah alat bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan guna mencapai tujuan pembelajaran”. Selanjutnya ditegaskan oleh Purnamawati dan Eldarni (2001 : 4) yaitu : “media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga

Perbedaan ini dapat di tanggulangi dengan mempertontonkan film. dapat merangsang pikiran. Misalnya dengan mengunjungi suatu tempat. Media pendidikan dapat membangkitkan minat dan motivasi belajar. Media pendidikan dapat mengatasi keterbatasan karena jarak. film strip. latihan soal. Media Nonelektronik a. sehingga media yang digunakan dalam pembelajaran disebut media pembelajaran. perasaan. Media Cetak Dalam media cetak seperti buku teks. Media pendidikan dapat mengatasi batas-batas ruang kelas.a. secara umum dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran merupakan segala sesuatu yang dapat menyalurkan informasi dari sumber informasi kepada penerima informasi. Kemudian untuk media cetak yang berupa hand out biasa digunakan proses pembelajaran di kelas. modul. media pendidikan mempunyai beberapa nilai praktis atau dapat berfungsi sebagai berikut : Media pendidikan dapat mengatasi perbedaan pengalaman pribadi murid. sel atau atom maka dapat diatasi dengan model. uraian materi. dan tes formatif. Media ini berupa lembaran lepas yang biasanya berisi materi untuk satu . Apabila secara langsung tidak dapat di amati karena terlalu kecil seperti molekul. lembar kerja . Istilah media ini sangat populer dalam bidang komunikasi. Media pendidikan dapat mengatasi masalah keterbatasan waktu. gambar slidefilm strip dan sebagainya. f. tv dan sebagainya. gambar. B. perhatian dan minat siswa sedemikian rupa sehingga terjadi proses belajar”. Jadi. g. yang digunakan sebagai umpan balik untuk mengetahui seberapa besar materi dalam setiap kegitan dapat dikuasai oleh mahasiswa. tiupan angina dan sebagainya maka dapat di gunakan film. Untuk media yang berupa buku teks biasanya dilengkapi uraian materi. slide dan sebagainya. Misalnya benda yang di ajarkan terlalu besar atau berat bila di bawa ke ruang kelas untuk diamati secaara langsung. gambar. Seperti peristiwa bencana alam. modul umumnya dilengkapi dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. dan sebagainya pada umumnya berisi materi pembelajaran yang dapat diakses dan dibaca oleh siswa langkah demi langkah sesuai dengan yang diinginkan. Media pendidikan memungkinkan adanya kontak langsung dengan masyarakat atau dengan alam atau lingkungannya. contoh soal. sedangkan gerakan itu menjadi pusat perhatian siswa maka dapat digunakan film strip dan sebagainya. h. Proses belajar mengajar pada dasamya juga merupakan proses komunikasi. Apabila secara langsung gerakan benda sulit atau tidak dapat diamati karena terlalu lambat atau terlalu cepat. e. dan sebagainya. Macam-Macam Media Pendidikan 1. d. Dengan demikian .Berbeda dengan buku. Media pendidikan memberikan kesamaan dalam pengamatan terhadap sesuatu objek. lembar lepas. Misalnya siswa berasal dari golongan mampu memiliki pengalaman sehari-harinya berbeda dengan golongan kurang mampu. b. buku petunjuk. Maka dapat di tanggulangi dengan film. dan latihan soal. Media pendidikan merupakan bagian integral dari pembelajaran sehingga proses belajar mengajar menjadi lebih bermutu. c. Media pendidikan dapat di gunakan untuk memperlihatkan hal-hal atau peristiwa yang tidak dapat di ulang kembali atau telah terjadin dai masa lampau. Karena itu media pendidikan di sebut juga media instruksional.

1) 2) 3) 1) 2) 3) kegiatan tatap muka. sedangkan white board menggunakan spidol nonpermanen. evaluasi. papan buletin. dan biasanya berada di laboratorium. sedangkan media peraga belum tentu dapat digunakan sebagai media eksperimen Salah satu contoh alat peraga sederhana adalah tali. Khusus untuk media cetak yang berupa lembar tugas biasa digunakan siswa untuk mengerjakan tugas. dan daftar pustaka.Papan ini dapat berfungsi sebagai pendamping papan tulis di kelas.Kemudian salah satu contoh alat . Hand out yang lengkap akan berisi tujuan.Perbedaan antara papan tulis dan white board terletak pada alat tulisnya.Lembar tugas biasanya berisi tujuan. white board. Di samping media peraga terdapat pula media eksperimen yang berupa alat-alat asli yang biasanya digunakan untuk kegiatan praktikum. Media Peraga dan Eksperimen Media peraga dapat berupa alat-alat asli atau tiruan. Media Pajang Media ini meliputi papan tulis. beberapa kelebihan penggunaan papan pajang adalah: 1) Biaya yang digunakan relatif murah 2) Papan tulis atau white board mudah disajikan di ruang kelas 3) Papan tulis atau white board dapat digunakan dengan jumlah siswa yang relatif besar 4) Khusus untukpapan buletin diperuntukkan untuk kelompok kecil c. Pada umumnya materi yang disajikan di dalam chart biasanya berbentuk diagram. bagan grafik. yaitu sebagai suatu alat yang dapat digunakan untuk menunjukkan gejala gelombang transversal. Perbedaan antara media peraga dengan media eksperimen antara lain: 1) Alat-alat pada media eksperimen berupa alat asli sedangkan media peraga berupa alat-alat tiruan 2) Media eksperimen dapat digunakan sebagai media peraga. uraian singkat tentang materi pembelajaran untuk setiap pkok bahasan. menyelesaikan masalah atau soal yang diberikan oleh guru setelah penyampaian materi di kelas. dan gambar. melalui tes normatif siswa dapat mengetahui tingkat penguasaan materi pembelajaran yang disajikan pada modul tersebut Dapat dicetak ulang atau direvis sesuia dengan garis besar program pembelajaran yang baru. Siswa dapat mempelajari materi dalam media cetak secara berulang-ulang. Untuk penyajian dengan chart dapat dilakukan di dalam maupun di luar kelas.Media ini biasanya berbentuk model dan hanya digunakan untuk menunjukkan bagian-bagian dari alat yang asli dan prinsip kerja dari alat asli tersebut. Khusu untuk media cetak berupa modul.Materi yang disajikan diletakkan di atas kertas atau karton yang di belakangnya diberi magnet. papan magnetik. Media cetak memiliki beberapa kelebihan diantaranya: Siswa dapat belajar sesuai dengan kemampuan masing-masing. uraian singkat tentang materi pembelajaran. Kekurangannya antara lain: Tidak dapat menyajikan gerak dalam media cetak Uraian yang terlalu panjang dalam setiap pokok bahasan dapat membosankan para pembacanya Pembahasannya lebih mengarah pada kognitif b. Papan magnetik merupakan papan yang permukaannya dibuat dari lembaran baja atau dapat juga berupa white board yang di dalamnya dilapisi dengan lembaran baja atau seng. Papan tulis menggunakan kapur sebagai alat tulis. dan chart. Oleh karena itu. dan latihan memecahkan masalah.

OHP dengan tipe tertentu dapat dikombinasikan dengan alat lain sehingga dapat digunakan untuk memproyeksikan tidak hanya transparansi. setelah itu kita memfungsikan panel-panel yang ada pada OHP dan ATF. kabel sinyal RGB 15 pin dan 9 pin. 2. dan Anti-Static Strip. Dengan menggunakan daya listrik yang semakin besar. 2) Kombinasi OHP dengan Efek Zoom Alat ini dikenal sebagai Zoom Overhead Projector.pen tray. Lensa ini memiliki kemampuan untuk memperbesar gambar proyeksi sampai 1. dan sebagainya. miror. Infrared Sensor. baterai remote control. Cara kerja OHP ini adalah gambar pada dinding atau dinding OHP ini pada prinsipnya tidak jauh berbeda dengan OHP sebelumnya. Program Slide Instruksional Bentuk slide berhubungan dengan fil fotografi yang memiliki format kecil dan dikenal sebagai film positif. yaitu suatu OHP yang di dalamnya dilengkapi dengan lensa zoom.ebih dari 45oC. bor magnet. yaitu sekitar 45oC sehingga alat ini jangan digunakan pada OHP yang landasan kacanga memiliki suhu l. Alat ini dilengkapi dengan Transparancy Tray. AC adaptor dan petunjuk mengoperasikannya. 4) Kombinasi OHP dengan CPP (Viewer) Computer Proyektor Panel (CPP) atau yang biasa disebut Viewer dibuat dari lampu Liquid Crystal Display (LCD) yang mempunyai kemampuan menghasilkan gambar yang memiliki kekontrasan yang tinggi dan menakjubkan ketika diproyeksikan. b. tetapi juga dapat digunakan untuk memproyeksikan bahan cetakan.Cara menggunakannya adalah dengan meletakkan alat tersebut tepat di atas landasan kaca OHP. Selain itu. Easy Attachment. yaitu proyektor. telah dilengkapi dengan komponen dan spesifikasi. Infrared Remote.6 kali dari ukuran lensa standar.eksperimen yang dapat digunakan sebagai alat peraga adalah pipa kund. CPP harus diletakkan tepat di atas landasan kaca OHP. OHP yang sederhana misalnya merk Cabin. objek tiga dimensi. seperti lampu proyektor dengan daya listrik kurang lebih 500 watt serta sumber tegangan 110 V atau 220 V. Untuk penayangan satu buah slide dibutuhkan satu kali proyeksi. lensa zoom. maka suatu OHP akan memberikan kemampuan yang lebih jelas dalam memproyeksikan gambar pada dinding atau layar tanpa harus mematika n lampu dalam suatu ruangan. tetapi dalam tampilannya dilengkapi dengan beberpa panel. Dalam penggunaannya. Alat ini telah dilengkapi dengan panel. bantuan remote control. CPP akan menampilkan gambar tampilan komputer yang cukup besar pada layar dengan menggunakan OHP sebagai sumber cahaya. Alat ini hanya dapat digunakan di lingkungan temperatur yang terbatas. Dengan demikian. alat ini juga tidak boleh digunakan pada ruangan yang terlalu terang. dan tampilan komputer. yang dapat digunakan untuk mengukur kecepatan rambat bunyi. 1) OHP Tanpa Kombinasi dengan Alat Lain Seiring dengan berjalannya waktu dan semakin berkembangnya teknologi. Media Elektronik a. . Overhead Projector (OHP) OHP merupakan suatu alat yang dapat digunakan untuk memproyeksikan objek melalui bahan transparan dengan bening ke suatu permukaan layar atau dinding. 3) Kombinasi OHP dengan ATF Automatic Transparancy Feeder (ATF) merupakan suatu alat yang dapat digunakan untuk menyimpan dan mengeluarkan transparansi yang akan ditampilkan melalui OHP.

Selain dengan mudah dipasang pada proyektor yang sederhana. tetapi untuk ukuran slide yang dibingkai artinyaslide yang sudah siap ditayangkan yang standar adalah 5 cm x 5 cm. Secara komersil produk film strip berisi antara 20 sampai 60 gambar atau frame satu rolnya. Terlebih lagi film yang diunakan adalah film berwarna. bayangan atau gambar dicetak tegak lurus terhadap panjang film. baik karena kena debu ataupun jari tangan. slide yang tidak ditutup dengan penutup gelas maka slideakan mudah kotor. c. menanamkan sikap. untuk digunakan sebagai slide. sedangkan format frame double bayangan atau gambar dicetak paralel terhadap panjang film. . Karena dalam penayangannya melalui proyektor. maka film strip ditarik roda bergigi sehingga jika terjadi kerusakan salah satu film saja. film bergerk dengan cepat sehingga tampilannya kontinu atau ajeg. Film strip memiliki kelebihan karena disusun secara kompak. Pada saat itu. Berdasarkan lebar frame. Objek yang ditampilkan akan lebih alamiah. informasi narasi dicetak pada bagian bawah frame. dan biayanya relatif rendah. film strip juga mudah dikontrol oleh penggunanya. Hal ini hanya mungkin dilakukan dengan cara memotong frame itu. Slide yang standar dapat disusun dan diatur kembali dalam berbagai variasi urutan sehingga lebih fleksibel dibandingkan dengan film strip. musik.Pada umumnya film digunakan untuk menyajikan hiburan. Misalnya.Dibandingkan dengan film strip. dalam perkembangannya film dapat menyajikan informasi lain. dapat diulang. Hal ini diukur dari dimensi luar. artinya sesuai dengan kondisi yang sebenarnya. khususnya informasi yang berkaitan dengan konsep pembelajaran keterampilan dan sikap. efek suara. film strip secara khusus lebih tepat untuk belajar independen atau mandiri. Film Film merupakan gambar hidup yang diambil dengan mengguanakan kamera film dan ditampilkan melalui proyektor film.Ukuran film slide yang standar adalah 35 mm. Sesuai dengan perkembangan teknologi. akan sukar untuk diperbaiki. Dalam pemakaian secara wajar. proyektor slidemembutuhkan sedikit perhatian khusus. atau yang lain adalah direkam. Oleh karena itu. Program Film Strip Film strip adalah satu rol positif 35 mm yang berisi sederetan gambar yang saling berhubungan dengan sekali proyeksi untuk satu gabar. film strip dapat dibedakan menjadi dua macam. dapat memperpendek waktu tampilan. mudah dikendalikan. Karena slide tidak seperti film strip yang tersusun dalam unit secara tunggal maka slide dapat dengan mudah menjadi tidak teratur tempat atau urutannya. Kelebihan fim antara lain dapat menggantikan alam sekitar. sampai sekitar 1960 film strip belum dilengkapi peralatan audio. Ditinjau dari segi biaya pembuatan maka slide membutuhkan biaya per framenya 2 sampai 3 kali dari biaya per frame dalam film strip. khususnya dalam pemeliharaan terhadap elemen muka dari lensa proyeksi. Sedangkan dari segi penyajiannya. menggambarkan suatu proses secara tepat. yang kemudian ditampilkan bersama secara terpisah dengan proyektor film strip. karena kebiasaan kemacetan yang terjadi adalah akibat adanya dari bingkai slide yang sudah rusak.Menurut kapasitasnya.Tetapi. yaitu film strip tunggal dan film strip double. dan sebagainya. luas format double 2 kali luas format frame tunggal. d. menyajikan objek yang tidak dapat dilihat. narasi. Dalam format frame tunggal. yang perlu diperhatikan adalah masih tetap bingkaislide yang akan ditayangkan.

f. Video Compact Disk VCD memiliki fungsi yang sama dengan LCD maupun Video Cassette. TV Instruksional Berdasarkan kegunaannya. media dapat dibagi menjadi: 1) Media auditif. seperti radio dan rekaman suara.e. a. program pembelajaran melalui televisi dapat dibedakan menjadi dua bagian.VCD menggunakan piringan yang memilki diameter lebih kecil dibandingkan dengan LCD. Untuk menayangkan program VCD instruksional dibutuhkan beberapa perlengkapan. dimana siswa dan guru masing-masing berada di tempat berbeda. media pembelajaran dapat diklasifikasikan menjadi beberapa kalsifikasi jika dilihat dari masing-masing segi. Secara umum. Berdasarkan karakteristik tersebu. jika dilakukan di kelas akan membutuhkan biaya yang cukup tinggi. Untuk mengoperasikannya dibutuhkan komputer. juga terdapat beberapa model. modem. bereksperimen. tetapi tetap dapat berkomunikasi dan berinteraksi seperti layaknya di kelas. Sedangkan berdasarkan penyajiaannya. Model ini biasanya tidak berkaitan secara langsung dengan silabus atau kurikulum. Model penyajian yang digunakan untuk melengkapi suatu kegiatan proses pembelajaran di kelas. remote control. Selain itu. 1) 2) 3) 4) g. Dilihat dari sifatnya. dan berkomunikasi. Model penyajian yang digunakan untuk pengayaan. . Model penyajian yang digunakan untuk melaksanakan proses pembelajaran jarak jauh secara interaktif. yaitu berfungsi sebagai media pelengkap dan sebagai media pengayaan.Perbedaan antara VCD. LCD. diantaranya sebagai berikut. seperti kabel penghubung video dan audio. atau media yang hanya memiliki insur suara. Model penyajian ini diperlukan karena kegiatan ini tidak mungkin dilakukan di dalam kelas. dan kabel penghubung RF dan TV. Dalam proses pembelajaran komputer. serta beresiko timbulnya bahaya yang tidak diinginkan. Internet Media ini memberikan perubahan yang besar pada cara orang berinteraksi. Internet Service Provider (ISP) dan saluran telepon. dan Video Cassette terletak pada perangkat lunaknya. karena dalam model ini antara peserta didik dan guru atau tutor dapat berdialog langsung untuk menanyakan masalah-masalah yang belum jelas tentang materi yang disajikan dalam program TV instruksional tersebut. tetapi diharapkan materi penayaan ini mempunyai kaitan deangan suatu materi yang adadalam kurikulum. internet dapat berperan sebagai manajer dalam pembelajaran atau “computer manage instruction” (CMI) dan dapat pula berperan sebagai alat bantu tambahan dalam belajar atau Computer Assisted Instruction (CAI). diantaranya: Model penyajian yang hanya memindahkan proses pembelajaran tatap muka di kelas atau laboratorium ke dalam program TV.Pada Video Cassette perangkat lunaknya menggunakan pita cassette sehingga sesuai perkembangan teknologi elektronika. Model ini membutuhkan biaya yang jauh lebih besar daripada ketiga model sebelumnya. misalnya hasil IPTEK yang perlu diketahui dan dibutuhkan masyarakat. internet sangat cocok untuk kelas jarak jauh. waktu yang lama. yaitu media yang hanya dapat didengar saja. sehingga VCD praktis dan lebih ekonomis daripada LCD sehingga dapat digunakan dalam komputer yang memiliki CDROM.

2) Media Kompleks Media ini adalah media yang bahan alat pembuatannya sulit diperoleh dan mahal harganya. dan penggunaannya tidak sulit. Guru sadar bahwa tanpa bantuan media. Kemp dan Dayton (1985) misalnya. transparansi. 1. cara pembuatannya mudah. terutama materi pembelajaran yang rumit dan komplek. gerakan dan warna. b. media juga dapat mengurangi terjadinya kesenjangan informasi diantara siswa di manapun berada. yaitu media yang hanya daoat dilihat saja. dan penggunaannya memerlukan keterampilan yang memadai. video. Singkatnya. Dilihat dari kemampuan jangkauannya. slide suara. Karena memang gurulah yang menghendaki untuk memudahkan tugasnya dalam menyampaikan pesan – pesan atau materi pembelajaran kepada siswanya. foto. Setiap siswa yang melihat atau mendengar uraian suatu materi pelajaran melalui media yang sama. media pembelajaran dapat membantu C. lengkap. 3) Media audiovisual. media dapat menampilkan informasi melalui suara. penafsiran yang beragam tersebut dapat dihindari sehingga dapat disampaikan kepada siswa secara seragam. sulit pembuatannya. Proses pembelajaran menjadi lebih jelas dan menarik Dengan berbagai potensi yang dimilikinya.2) Media visual. akan lebih jelas. 2) Media yang mempunyai daya input yang terbatas ole ruang dan waktu seperti film slide.siswa lain. mengidentifikasi beberapa manfaat media dalam pembelajaran. film. yaitu: Penyampaian materi pelajaran dapat diseragamkan Setiap guru mungkin mempunyai penafsiran yang berbeda-beda terhadap suatu konsep materi pelajaran tertentu. 2. . Dengan media. Melalui media ini siswa dapat mempelajari hal-hal atau kejadian-kejadian yang actual secara serentak tanpa harus menggunakan ruangan khusus. Yaitu media yang selain dapat mengandung unsur suara juga mengandung unsure gambar yang bias dilihat. Tetapi secara. maka materi pembelajaran sukar untuk dicerna dan dipahami oleh siswa. Manfaat Media Pembelajaran Media pembelajaran sebagai alat bantu dalam proses belajar dan pembelajaran adalah suatu kenyataan yang tidak bisa kita pungkiri keberadaannya. materi sajian bisa membangkitkan rasa keingintahuan siswa dan merangsang siswa bereaksi baik secara fisik maupun emosional. dan lain sebagainya. dan lain-lain. Contohnya adalah film slide. tidak mengandung. unsure suara. Dilihat dari bahan pembuatnya. dan berbagai bahan yang dapat dicetak seperti media grafis dan lain sebagainya. baik secara alami maupun manipulasi. media dibagi menjadi: 1) Media sederhana Media ini bahan dasarnya mudah diperoleh dan harganya murah. akan menerima informasi yang persis sama seperti yang diterima oleh siswa. manfaat media dalam proses pembelajaran adalah memperlancar interaksi antara guru dengan siswa sehingga kegiatan pembelajaran akan lebih efektif dan efisien. Dengan bantuan media. c. Dengan demikian. lebih khusus ada beberapa manfaat media yang lebih rinci. media dibagi menjadi: 1) Media yang memiliki daya input yang luas dan serentak seperti radio dann televise. Materi pelajaran yang dikemas melalui program media. lukisan gambar. serta menarik minat siswa. Secara umum. misalnya rekaman video. film. gambar.

Bila hanya dengan mendengarkan informasi verbal dari guru saja. media dapat membantu guru dan siswa melakukan komunikasi dua arah secara aktif selama proses pembelajaran. Media dapat menumbuhkan sikap positip siswa terhadap materi dan proses belajar Dengan media. proses pembelajaran menjadi lebih menarik sehingga mendorong siswa untuk mencintai ilmu pengetahuan dan gemar mencari sendiri sumber-sumber ilmu pengetahuan. tanpa media seorang guru tentu saja akan menghabiskan banyak waktu untuk mejelaskan sistem peredaran darah manusia atau proses terjadinya gerhana matahari. Dengan demikian. pembentukan kepribadian. Dengan media. Hal ini sebenarnya tidak harus terjadi jika guru dapat memanfaatkan media secara maksimal. tanpa tergantung pada keberadaan seorang guru. Penggunaan media akan menyadarkan siswa betapa banyak sumber-sumber belajar yang dapat mereka manfaatkan dalam belajar. akan bisa menanamkan sikap kepada siswa untuk senantiasa berinisiatif mencari berbagai sumber belajar yang diperlukan. Misalnya. Tetapi jika hal itu diperkaya dengan kegiatan melihat. Mengubah peran guru ke arah yang lebih positif dan produktif Dengan memanfaatkan media secara baik. guru tidak harus menjelaskan materi pelajaran secara berulang-ulang. Sering terjadi guru menghabiskan banyak waktu untuk menjelaskan suatu materi pelajaran. dan tidak membosankan. tanpa terikat oleh waktu dan tempat. 7. termasuk program pembelajaran menggunakan komputer. 4. Meningkatkan kualitas hasil belajar siswa Penggunaan media bukan hanya membuat proses pembelajaran lebih efisien. Dengan media. Program-program pembelajaran audio visual.3. seperti membantu kesulitan belajar siswa. guru untuk menciptakan suasana belajar menjadi lebih hidup. tetapi juga membantu siswa menyerap materi pelajaran lebih mendalam dan utuh. menyentuh. Kemampuan siswa untuk belajar dari berbagai sumber tersebut. Efisiensi dalam waktu dan tenaga Keluhan yang selama ini sering kita dengar dari guru adalah. dan lain-lain. Namun dengan media. seorang guru mungkin akan cenderung berbicara satu arah kepada siswa. topik ini dengan cepat dan mudah dijelaskan kepada anak. 6. Perlu kita sadari bahwa alokasi waktu belajar di sekolah sangat terbatas. selalu kekurangan waktu untuk mencapai target kurikulum. 5. 8. seorang guru bukan lagi menjadi satu-satunya sumber belajar bagi siswa. tujuan belajar akan lebih mudah tercapai secara maksimal dengan waktu dan tenaga seminimal mungkin. . memotivasi belajar. Proses pembelajaran menjadi lebih interaktif Jika dipilih dan dirancang secara baik. karena bisa berbagi peran dengan media. tidak monoton. Tanpa media. maka pemahaman siswa pasti akan lebih baik. atau mengalami sendiri melalui media. merasakan. waktu terbanyak justru dihabiskan siswa di luar lingkungan sekolah. Biarkanlah media menyajikan materi pelajaran yang memang sulit untuk disajikan oleh guru secara verbal. memungkinkan siswa dapat melakukan kegiatan belajar secara mandiri. sebab hanya dengan sekali sajian menggunakan media. Media memungkinkan proses pembelajaran dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja Media pembelajaran dapat dirancang sedemikian rupa sehingga siswa dapat melakukan kegiatan pembelajaran secara lebih leluasa. kapanpun dan dimanapun. guru akan lebih banyak memiliki waktu untuk memberi perhatian kepada aspek-aspek edukatif lainnya. guru dapat mengatur kelas sehingga bukan hanya guru sendiri yang aktif tetapi juga siswanya. Seorang guru tidak perlu menjelaskan seluruh materi pelajaran. siswa mungkin kurang memahami pelajaran secara baik. siswa akan lebih mudah memahami pelajaran. Padahal dengan bantuan media visual.

Prinsip-Prinsip Pemilihan Media Pembelajaran Setiap media pembelajaran memiliki keunggulan masing – masing. Dapat pula tujuan tersebut akan menyangkut perbedaan warna. yaitu 1. Ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam pemilihan media pembelajaran. Disamping itu memberikan kemungkinan pada guru untuk menggunakan berbagai media pembelajaran secara bervariasi. Dapat pula tujuan tersebut akan menyangkut perbedaan warna. Prinsip-Prinsip Pemilihan Media Pembelajaran Setiap media pembelajaran memiliki keunggulan masing – masing. maka dari itulah guru diharapkan dapat memilih media yang sesuai dengan kebutuhan atau tujuan pembelajaran. Ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam pemilihan media pembelajaran. yaitu 1. cara pembuatan maupun cara penggunaannya. baik dilihat dari keunggulannya. ataukah sekedar hiburan saja mengisi waktu kosong. jika terdapat beberapa media yang dapat dibandingkan. baik dilihat dari keunggulannya. gerak atau suara. Harus ada kejelasan tentang maksud dan tujuan pemilihan media pembelajaran.D. Apakah pemilihan media itu untuk pembelajaran. Misalnya proses kimia (farmasi). SLTP. Dengan demikian guru bisa menentukan pilihan media pembelajaran mana yang akan dipilih. Dengan harapan bahwa penggunaan media akan mempercepat dan mempermudah pencapaian tujuan pembelajaran. Lebih khusus lagi. 3. untuk informasi yang bersifat umum. Lebih khusus lagi. apakah sasarannya siswa TK. SLTP. atau pembelajaran pembedahan (kedokteran). masyarakat pedesaan ataukah masyarakat perkotaan. gerak atau suara. Karakteristik Media Pembelajaran. Dengan harapan bahwa penggunaan media akan mempercepat dan mempermudah pencapaian tujuan pembelajaran. apakah untuk pembelajaran kelompok atau individu. SD. Misalnya proses kimia (farmasi). Apakah pemilihan media itu untuk pembelajaran. atau siswa pada Sekolah Dasar Luar Biasa. SD. atau siswa pada Sekolah Dasar Luar Biasa. apakah untuk pembelajaran kelompok atau individu. atau pembelajaran pembedahan (kedokteran). Harus ada kejelasan tentang maksud dan tujuan pemilihan media pembelajaran. Memahami karakteristik media pembelajaran merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki guru dalam kaitannya pemilihan media pembelajaran. apakah sasarannya siswa TK. Karakteristik Media Pembelajaran. . Disamping itu memberikan kemungkinan pada guru untuk menggunakan berbagai media pembelajaran secara bervariasi. Alternatif Pilihan. untuk informasi yang bersifat umum. SMU. Setiap media pembelajaran mempunyai karakteristik tertentu. Memahami karakteristik media pembelajaran merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki guru dalam kaitannya pemilihan media pembelajaran. 2. cara pembuatan maupun cara penggunaannya. 2. Setiap media pembelajaran mempunyai karakteristik tertentu. maka dari itulah guru diharapkan dapat memilih media yang sesuai dengan kebutuhan atau tujuan pembelajaran. ataukah sekedar hiburan saja mengisi waktu kosong. yaitu adanya sejumlah media yang dapat dibandingkan atau dikompetisikan. E. masyarakat pedesaan ataukah masyarakat perkotaan. SMU.

Arief Sadiman. termasuk rangsangan indera mana yang diperlukan (audio. visual. Langkah ini dapat disederhanakan dengan cara mengenalisa topic-topik materi ajar yang dipandang sulit dan karenanya memerlukan bantuan media. ada beberapa ketentuan yang harus diingat. Sebuah tujuan pembelajaran hendaknya memiliki empat unsur pokok yang dapat kita akronimkan dalam ABCD (Audience. yaitu kegiatan perencanaan. baik menyangkut kemampuan pengetahuan atau keterampilan yang telah dimiliki siswa sebelumnya. F. memberikan urutan langkah-langkah yang harus diambil dalam pengembangan program media menjadi 6 (enam) langkah sebagai berikut: Menganalisis kebutuhan dan karakteristik siswa Kebutuhan dalam proses belajar mengajar adalah kesenjangan antara apa yang dimiliki siswa dengan apa yang diharapkan. Contoh jika kita mengharapkan siswa mampu membandingkan proses perpindahan kalor dengan cara konduksi. Contoh Rumusan Tujuan Pembelajaran: Setelah mempelajari materi suhu dan kalor. Penjelasan dari masing-masing komponen tersebut sebagai berikut: A= Audience adalah menyebutkan sasaran/audien yang dijadikan sasaran pembelajaran B= Behavior adalah menyatakan prilaku spesifik yang diharapkan atau yang dapat dilakukan setelah pembelajaran berlangsung C= Condition adalah menyebutkan kondisi yang bagaimana atau dimana sasaran dapat mendemonstrasikan kemampuannya atau keterampilannya D= Degree adalah menyebutkan batasan tingkatan minimal yang diharapkan dapat dicapai. (A) (B) (C) . konveksi dan radiasi. konveksi dan radiasi dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. maka kita juga perlu menganalisis karakteristik siswanya. Setelah kita menganalisis kebutuhan siswa. artinya tujuan itu benar-benar harus menyatakan adanya perilaku siswa yang dapat dilakukan atau diperoleh setelah proses belajar dilakukan. dkk. Untuk dapat merumuskan tujuan instruksional dengan baik. produksi dan penilaian. siswa SMA kelas XIdapat membandingkan proses setiap jenis perpindahan kalor. 2. Pada langkah ini sekaligus pula dapat ditentukan ranah tujuan pembelajaran yang hendak dicapai. dan Degree). Langkah-Langkah dalam Pengembangan Media Pembelajaran Secara garis besar kegiatan pengembangan media pembelajaran terdiri atas tiga langkah besar yang harus dilalui. dalam rangka melakukan desain atau rancangan pengembangan program media. Dengan demikian guru bisa menentukan pilihan media pembelajaran mana yang akan dipilih. yaitu: tujuan pembelajaran harus berorientasi kepada siswa. Condition. yaitu adanya sejumlah media yang dapat dibandingkan atau dikompetisikan. Contoh melakukan identifikasi kebutuhan dan karakteristik siswa: o Siswa SMA diharapkan sudah memiliki kemampuan membandingkan proses perpindahan kalor dengan cara konduksi. Sementara itu.3. Alternatif Pilihan. Merumuskan tujuan pembelajaran (Instructional objective) dengan operasional dan khas. jika terdapat beberapa media yang dapat dibandingkan. Cara mengetahuinya bisa dengan tes atau dengan yang lainnya. gerak atau diam). Behavior.

. Misalkan instrumen pengukurnya tes. Sebagai salah satu contoh tentang instrumen pengukur keberhasilan dari media yang dikembangkan oleh guru adalah sebagai berikut: Rumusan Tujuan Rumusan Materi Instrumen Pengukur (Tes) Siswa dapat menyebutkan Nama-namabesaran Sebutkan minimal 5 macammacam-macam besaran pokok dan turunan macam besaran pokok dan pokok dan besaran besaran turunan turunan Dari contoh di atas. maka materi tersebut perlu dituangkan dalam tulisan atau gambar yang kita sebut naskah program media. jelaslah bahwa penyusunan instrumen ukur harus berdasar dari rumusan tujuan dan materi pembelajaran yang akan diajarkan melalui media pembelajaran tersebut. ketika melakukan tes uji coba dari program media yang dikembangkannya. Artinya menjadi penuntut kita dalam mengambil gambar dan merekam suara. maka siswa nanti akan diminta mengerjakan materi tes tersebut. Dengan demikian. dan dari hal-hal yang konkrit kepada yang abstrak. Merumuskan butir-butir materi secara terperinci yang mendukung tercapainya tujuan Penyusunan rumusan butir-butir materi adalah dilihat dari sub kemampuan atau keterampilan yang dijelaskan dalam tujuan khusus pembelajaran. penugasan atau cheklist prilaku. Kemudian dilihat bagaimana hasilnya. Naskah program media maksudnya adalah sebagai penuntun kita dalam memproduksi media. baik dari segi kemenarikan maupun efektifitas penyajiannya. Setelah daftar butir-butir materi dirinci maka langkah selanjutnya adalah mengurutkannya dari yang sederhana sampai kepada tingkatan yang lebih rumit. nulis Naskah Media Naskah media adalah bentuk penyajian materi pembelajaran melalui media rancangan yang merupakan penjabaran dari pokok-pokok materi yang telah disusun secara baik seperti yang telah dijelaskan di atas. sehingga materi yang disusun adalah dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan dari kegiatan proses belajar mengajar tersebut. maka siswa dimintai tanggapan tentang media tersebut. konveksi dan radiasi 4. Karena naskah ini berisi urutan gambar dan grafis yang perlu diambil oleh kamera atau bunyi dan suara yang harus direkam. Contoh Rumusan Butir-butir Materi dari Rumusan Tujuan Pembelajaran di atas: o Membandingkan proses perpindahan kalor dengan cara konduksi. Apakah siswa menunjukkan penguasaan materi yang baik atau tidak dari efek media yang digunakannya atau dari materi yang dipelajarinya melalui sajian media. Mengembangkan Instrumen Pengukuran Alat pengukur keberhasilan seyogyanya dikembangkan terlebih dahulu sebelum naskah program ditulis. pengamatan. Dan instrumen pengukur ini harus dikembangkan sesuai dengan tujuan yang akan dicapai dan dari materi-materi pembelajaran yang disajikan.dengan benar (D) 3. Supaya materi pembelajaran itu dapat disampaikan melalui media. Instrumen tersebut akan digunakan oleh pengembang media. Jika tidak maka dimanakah letak kekurangannya. Bentuk instrumen pengukurnya bisa dengan tes.

2) Jenis media bermacam-macam jika dilihat dari beberapa sudut. atau sukar dipahami atau tidak merangsang proses belajar bagi siswa yang ditujunya. BAB III PENUTUP A. sebelum naskah ditulis. Jika semua langkah-langkah tersebut telah dilakukan dan telah dianggap tidak ada lagi yang perlu direvisi. Sedangkan revisi adalah kegiatan untuk memperbaiki hal-hal yang dianggap perlu mendapatkan perbaikan atas hasil dari tes. . dan masing-masing media tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan. Mengadakan Tes atau Uji Coba dan Revisi Tes adalah kegiatan untuk menguji atau mengetahui tingkat efektifitas dan kesesuaian media yang dirancang dengan tujuan yang diharapkan dari program tersebut. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan kesempurnaan dari media yang dibuat. Kesimpulan Berdasarkan pembahasan di atas. dapat disimpulkan bahwa: 1) Media pembelajaran merupakan segala sesuatu yang dapat menyalurkan informasi dari sumber informasi kepada penerima informasi. manfaat media dalam proses pembelajaran adalah memperlancar interaksi antara guru dengan siswa sehingga kegiatan pembelajaran akan lebih efektif dan efisien. Tes atau uji coba tersebut dapat dilakukan baik melalui perseorangan atau melalui kelompok kecil atau juga melalui tes lapangan. akan tetapi bisa saja terjadi setelah dilakukan produksi ternyata setalah disebarkan atau disajikan ada beberapa kekurangan dari aspek materi atau kualitas sajian medianya (gambar atau suara) maka dalam kasus seperti ini dapat pula dilakukan perbaikan (revisi) terhadap aspek yang dianggap kurang. maka program semacam ini tentu saja tidak dikatakan baik. maka langkah selanjutnya adalah media tersebut siap untuk diproduksi. sehingga para penggunanya akan mudah menerima pesan-pesan yang disampaikan melalui media tersebut. Bentuk dan cara menyusun rancangan isi media dapat dilihat sebagaimana tabel berikut ini: 6. baik itu berupa medi elektronik maupun nonelektronik. Suatu program media yang oleh pembuatnya dianggap telah baik. yaitu dalam proses pembelajaran yang sesungguhnya dengan menggunakan media yang dikembangkan. tetapi bila program itu tidak menarik. 3) Secara umum.Namun demikian. maka terlebih dahulu disusun garis-garis besar program media (GBPM) dan rancangan isi medianya.

Saran Diharapkan kepada para pendidik untuk lebih memperhatikan penggunaan media yang cocok dalam proses pembelajaran. Secara umum. waktu. 5) Dalam proses pengembangan media pembelajaran perlu diperhatikan langkah-langkah tertentu agar proses pembelajaran dapat tercapai secara maksimal.4) Memilih media hendaknya didasarkan atas kriteria tertentu. sasaran didik. sehingga peserta didk lebih mudah memahami materi yang disampaikan. biaya. konteks penggunaan. B. serta mutu teknis. kriteria yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan media pembelajaran adalah tujuan. karakteristik media yang bersangkutan. . ketersediaan.

2006. al. 2006. Strategi Pembelajaran. Desain Pembelajaran Berbasis Tingkat Satuan Pendidikan. Rineka Cipta. Strategi belajar Mengajar.. Instructional Media and Technologies for Learning. 1996. Martinis. New Jersey: Prentice Hall.DAFTAR PUSTAKA Dale. Audiovisual Method in Teaching. 2008. Djamarah. Englewood Cliffs. 1969. New Yore: Dyden Press. R. et. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Wina. Jakarta : PT. Heinich. . E. Jakarta : CP Press. Yamin. Syaiful Bahri dan Aswan Zain. Sanjaya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->