Makalah metode belajar bai anak usia dini- bercerita

BAB I PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang

Usia lahir sampai dengan memasuki pendidikan dasar merupakan masa keemasan sekaligus masa kritis dalam tahapan kehidupan manusia, yang akan menentukan perkembangan anak selanjutnya. Masa ini merupakan masa yang tepat untuk meletakan dasar bagi kemampuan fisik, bahasa, sosial emosional, konsep diri, seni, moral dan nilainilai agama. Sehingga upaya pengembangan seleuruh potensi anak usia dini harus dimulai agar pertumbuhan dan perkembangan anak tercapai secara optimal. Hal tersebut merupakan hak bagi anak, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan Anak, yang menyatakan bahwa setiap anak berhak untuk hidup, tumbuh, berkembang dan berprestasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Salah satu implementasi dari hak tersebut, setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pembelajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasannya sesuai dengan minat dan bakatnya. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka guru/tutor sebagai ujung tombak pendidikan anak usia dini harus mampu mengembangkan pendekatan, model dan metode pembelajaran yang mampu mengembangkan seluruh aspek perkembangan anak, baik perkembangan intelektual, fisik, maupun perkembangan mental-emosionalnya. Dalam hal ini, pemilihan dan penyusunan model dan metode pembelajaran harus disesuaikan dengan tujuan pembelajaran dan sarana belajar yang tersedia. Berdasarkan uraian di atas, maka dalam makalah ini akan dikaji metode pembelajaran bercerita yang biasanya diterapkan dalam proses pembelajaran anak usia dini, Kajian akan difokuskan pada pengertian, teknik, bentuk-bentuk dan cara bercerita yang baik. Dengan demikian, maka turor dapat menerapkan metode bercerita dengan baik dan tepat dalam arti dapat mencapai tujuan yang hendak dicapainya.

B.

Rumusan Masalah

Berdasatkan uraian di atas, maka rumusan masalah dapat disusun sebagai berikut: 1. 2. Metode-metode pembelajaran apa saja yang biasa dilakukan dalam pembelajaran anak usia dini? Bagaimana pengertian, bentuk dan teknik bercerita yang baik dalam pembelajaran anak usia dini?

C. Tujuan Penulisan Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah:

1. yaitu: kecerdasan. mencakup pengetahuan. adalah kondisi di luar individu peserta didik yang mempengaruhi belajarnya. dan mental. Dalam hal ini belajar dipahami sebagaiproses perubahan tingkah laku akibat interaksi dengan lingkungan. Adapun . motivasi. bakat (aptitude). D. Perubahan yang terjadi memiliki karakteristik: (1) perubahan terjadi secara sadar. (2) perubahan dalam belajar bersifat sinambung dan fungsional. dan perbuatan. Pengertian Pembelajaran Aktivitas belajar adalah keterlibatan anak selama proses pembelajaran baik keterlibatan secara fisik maupun fsikis. dan (6) mencakup seluruh aspek perubahan tingkah laku. rumusan BAB II METODE PEMBELAJARAN ANAK USIA DINI Bab II berisi uraian masalah sekaligus kajiannya. Mengetahui metode-metode pembelajaran apa saja yang biasa dilakukan dalam pembelajaran anak usia dini Apa kelebihan dan kelemahan metode-metode pembelajaran anak usia dini 2. Pola tingkah laku yang terjadi dapat dilihat atau diamati dalam bentuk perbuatan reaksi dan sikap secara mental dan fisik. keterampilan (kecakapan). Ada beberapa hal yang termasuk faktor internal. Faktor internal. BAB I PENDAHULUAN : masalah. (3) tidak bersifat sementara. Mengetahui pengertian. pemahaman. bentuk dan teknik bercerita yang baik dalam pembelajaran anak usia dini. Keterlibatan siswa dalam proses belajar bertujuan untuk mencapai perubahan tingkah laku pada diri anak. sikap. Faktor eksternal. minat. Diuraikan latar belakang masalah. berupa metode pembelajaran anak usia dini serta kelebihan dan kelemahannya. Tujuan dan serta sistematika penulisan. Tingkah laku yang berubah sebagai hasil proses pembelajaran mengandung pengertian luas. kondisi fisik. BAB IV PENUTUP Dalam bab penutup diuraikan kesimpulan dan saran BAB II METODE PEMBELAJARAN ANAK USIA DINI A. (5) memiliki arah dan tujuan. dan sebagainya. sikap. BAB III METODE BERCERITA Pada bab ini akan diuraikan pengertian. Proses perubahan tingkah laku merupakan upaya yang dilakukan secara sadar berdasarkan pengalaman ketika berinteraksi dengan lingkungan. (4) bersifat positif dan aktif. Sistematika Penulisan Makalah ini disusun dengan sistematika penulisan sebagai berikut. Keberhasilan belajar anak dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. sehingga terjadi perubahan tingkah laku. yaitu kondisi dalam proses belajar yang berasal dari dalam diri sendiri. teknik dan cara bercerita yang baik dalam pembelajaran anak usia dini. yaitu pengetahuan. bentuk-bentuk.

Greeberg (1994) melukiskan bahwa pembelajaran dapat efektif jika anak dapat belajar melalui bekerja. atau orang dewasa lainnya dalam suatu lingkungan untuk mencapai tugas perkembangan. sosio kultural. Aktivitas mental yang tinggi pada anak dapat terbentuk melalui interaksi dengan orang lain. lingkup dan urutan kegiatan yang dapat memberikan pengalaman belajar kepada peserta didik ( Gerlach and Ely). B. maka aktivitas bermain merupakan bagian dari proses pembelajaran. Hal ini disebabkan interaksi tersebut mencerminkan suatu hubungan di antara anak akan memperoleh pengalaman yang bermakna. Konsep Dasar Pembelajaran Anak Usia Dini Konsep dasar pembelajaran anak usia dini pada hakikatnya anak belajar melalui bermain. dan sumber daya. 1993). dan dikendalikan pelaksanaannya (Miarso. melainkan juga termasuk di dalamnya materi pengajaran atau paket pengajarannya (Dick and Carey). Bebas artinya tidak didasarkan pada perintah atau target orang lain serta memiliki keleluasaan kapan mulai dan kapan berakhir. 1992). artinya anak belajar melalui cara-cara yang menyenangkan. Pembelajaran anak usia dini merupakan proses interaksi antara anak. Interaksi yang dibangun tersebut merupakan faktor yang mempengaruhi tercapainya tujuan pembelajaran yang akan dicapai. materi. Pembelajaran merupakan seperangkat tindakan yang dirancang untuk mendukung proses belajar peserta didik. peserta didik. Oleh karena itu pembelajaran perlu dirancang. ditetapkan tujuannya sebelum dilaksanakan. Proses pembelajaran yang berhasil guna memerlukan teknik. sehingga proses belajar dapat berlangsung dengan lancar. dan keadaan masyarakat). orang tua. atau orang dewasa lainnya dalam suatu lingkungan untuk mencapai tugas perkembangan yang didasarkan pada kebutuhan anak yang dilakukan melalui bermain. . metode. Menurut Vigotsky berpendapat bahan pengalaman interaksi sosial merupakan hal yang penting bagi perkembangan proses berpikir anak. Cara-cara yang dipilih dalam menyusun strategi dan metode pembelajaran meliputi sifat. keluarga dan masyarakat (keadaan sosio-ekonomis. Jadi kesimpulan pengertian pembelajaran menurut para pakar adalah proses interaksi antara anak orang tua. 1991). aktif dan bebas. Metode pembelajaran merupakan suatu seni dan ilmu untuk membawa pembelajaran sedemikian rupa sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai secara efesien dan efektif (T. Strategi belajar mengajar tidak hanya terbatas pada prosedur dan kegiatan. Sehingga diperlukan strategi yang tepat dan efektif. Sesuai dengan karakteristik anak usia dini yang bersifat aktif dalam melakukan berbagai ekplorasi terhadap lingkungannya. bermain dan hidup bersama dengan lingkungannya. oleh karena itu pembelajaran pada pada anak usia dini pada dasarnya adalah bermain sambil belajar. dan pendekatan tertentu sesuai dengan karakteristik tujuan. dengan memperhitungkan kejadian-kejadian eksternal yang berperanan terhadap rangkaian kejadian-kejadian internal yang berlangsung di dalam peserta didik (Winkel. 1985). Raka Joni.yang termasuk faktor eksternal adalah: lingkungan sekolah. Pengaturan peristiwa pembelajaran dilakukan secara seksama dengan maksud agar terjadi belajar dan membuat berhasil guna (Gagne.

3. Setiap anak membawa segala pengetahuan yang telah dimilikinya terhadap pengalaman-pengalaman barunya. mabuk. Walaupun pada kenyataannya tidak semua perubahan termasuk kategori belajar. sosio-emosional. dengan siapa ia hidup. Ini sama halnya anak didik tidak belajar. gila dan sebagainya. Proses pembelajaran yang akan dilakukan harus memenuhi prinsip-prinsip pembelajaran sebagai berikut : 1. maka anak diberikan tantangan berikutnya yang lebih sulit dari pertama. berkreasi. suasana belajar perlu dibuat secara alami. Menurut Hidebrand (1986:54) Bermain berarti berlatih. yang berakibat anak akan memiliki sikap cenderung bermusuhan. hangat dan menyenangkan. Agar suasana belajar tidak memberikan beban dan membosankan anak. Jika suatu pengalaman belajar tidak memberikan kesempatan kepada anak untuk menciptakan pengetahuan baru. dan belajar secara menyenangkan. Misalnya.kan perasaan. perubahan fisik. Pengalaman belajar hendaknya mengandung sebagian unsur yang sudah dikenal oleh anak dan sebagian lainnya merupakan pengalaman yang baru. dan dilingkungan mana ia hidup. 2. muncul dari dalam diri anak. Keaktifan anak didik disini tidak hanya dituntut dari segi fisik. Belajar melalui bermain dapat memberi kesempatan bagi anak untuk bereksplorasi. maka pembelajaran itu akan membosankan. Belajar dilakukan sambil bermain. karena anak didik tidak merasakan perubahan di dalam dirinya. maka kemungkinan besar tujuan pembelajaran tidak tercapai. Bermain merupakan sarana belajar. Bermain juga dapat membantu anak mengenal diri sendiri. Jika anak tidak dirangsang dengan tantangan berikutnya.Pembelajaran diarahkan pada pengembangan dan penyempurnaan potensi kemampuan yang dimiliki seperti kemampuan berbahasa. Karena itu. karena anak merupakan individu yang unik dan sangat variatif. menemukan. motorik dan intelektual. Bila hanya fisik anak yang aktif tetapi pikiran dan mentalnya kurang aktif. mengeksploitasi. maka unsur variasi individu dan minat anak juga perlu diperhatikan. aktivitas pembelajaran yang dirancang harus menantang anak untuk mengembangkan pemahaman sesuai dengan apa yang dialaminya. inti proses pengajaran tidak lain adalah kegiatan belajar anak didik dalam mencapai suatu tujuan pengajaran. tetapi juga dari segi kejiwaan. Berangkat dari yang dimiliki anak. merekayasa. Padahal belajar pada hakikatnya adalah perubahan yang terjadi di dalam diri seseorang setelah berakhirnya melakukan aktivitas belajar. Tujuan pengajaran tentu saja akan dapat tercapai jika anak didik berusaha secara aktif untuk mencapainya. maka selain anak bosan akan menyebabkan pemahaman anak tidak akan berkembang dengan optimal. mengulang latihan apapun yang dapat dilakukan untuk mentransformasi secara imajinatif hal-hal yang sama dengan dunia orang dewasa. Bila anak mampu menyelesaikan tantangan pertama. Selain itu. bebas dan terbebas dari aturan yang mengikat. Untuk memastikan terjadinya pengembangan pada anak. anak adalah sebagai subjek dan bukan sebagai objek dalam kegiatan pengajaran. Untuk itu pembelajaran pada usia dini harus dirancang agar anak merasa tidak terbebani dalam mencapai tugas perkembangnya. aktivitas . Dalam kegiatan pembelajaran. Akibat jika pembelajaran anak usia dini tidak sesuai dengan prisnip ”belajar melalui bermain” maka anak akan mengalami tahab perkembangan yang kurang optimal. Belajar harus menantang pemahaman anak. mengekpresi. Aktivitas bermain yang memberi kesempatan kepada anak untuk berinteraksi dengan teman dan lingkungannya merupakan hal yang diutamakan.

Sarana pembelajaran terbatas dan kurang memperhatikan minat anak secara individu. berfokus pada proses daripada hasil. penglihat dan perasa. makan dan minum sendiri. 6. Menggunakan alam sebagai sarana pembelajaran. Oleh karenanya pembelajaran hendaknya memberikan stimulasi yang dapat merangsang setiap sensori yang dimiliki anak. Oleh karena itu model pembelajaran merupakan gambaran konkrit yang dilakukan pendidik dan peserta didik sesuai RKH yang telah dibuat. mau bekerja dan secara produktif menemukan berbagai pengetahuan baru. harus didominasi oleh pemain. maka anak tersebut dapat meneruskan kegiatan lain di kelompok yang tersedia tempat. menyisir rambut. satuan kegiatan mingguan. pendengar. dengan demikian anak diajarkan untuk memiliki kemandirian dan rasa tanggungjawab terhadap dirinya. Pembelajaran proyek sangat memberikan kesempatan pada anak untuk aktif. 2. sering diganti sesuai dengan tema / sub tema 3. satuan kegiatan harian. dan sebagainya.nyata atau sesungguhnya. pencium. menciptakan kesenangan belajar. Model Pembelajaran Berdasarkan Kelompok dengan Kegiatan Pengamanan Dalam pembelajaran ini anak-anak dibagi menjadi 3 kelompok. Model Pembelajaran Anak Usia Dini Dasar penyusunan model pembelajaran anak usia dini adalah silabus yang dikembangkan menjadi: program semester. Misalnya mampu memakai sepatu. Belajar harus dapat membekali anak untuk memiliki keterampilan hidup (lifeskill) sesuai dengan kemampuan anak. masing-masing kelompok melakukan kegiatan yang berbeda-beda. Alam merupakan sarana yang tak terbatas bagi anak untuk berekplorasi dan berinteraksi dalam membangun pengetahuannya. Model Pembelajaran Klasikal Adalah suatu pembelajaran dimana dalam waktu yang sama. 5. 4. Belajar dilakukan melalui sensorinya. Anak diajarkan dapat membangun ikatan emosional di antara teman-temannya. serta melibatkan peran aktif dari pemain. Anak memperoleh pengetahuan melalui sensori atau inderawinya yaitu: peraba. menjalin hubungan serta mempengaruhi memori dan ingatan yang cukup lama akan bahan-bahan yang dipelajari. Bila ada anak yang sudah menyelesaikan tugas lebih cepat. Kegiatan pengaman disediakan alat-alat yang bervariasi. Student Avtive learning adalah salah satu bentuk pembelajaran yang diilhami oleh John Dewey (learning by doing) dan diteruskan oleh Killpatrik dengan pengajaran proyek. Kalau tidak ada tempat anak dapat bermain di kegiatan pengaman. 7. Belajar membekali keterampilan hidup. Robin Dranath Tagore menggunakan model pembelajarannya hampir 90 % kegiatannya dilakukan dengan berinteraksi dengan alam. Setiap sensori anak akan merespon stimulan atau rangsangan yang diterima. Model pembelajaran berdasarkan sudut. . kegiatan dilakukan oleh seluruh anak sama dalam satu kelas. Beberapa model pembelajaran yang dilaksanakan di PAUD: 1. Belajar sambil melakukan. Pembelajaran ini merupakan model yang paling awal digunakan di TK. dalam satu pertemuan anak harus menyelesaikan 2 – 3 kegiatan dan secara bergantian. C.

Disini anak belajar banyak hal dengan cara menyusun / menggunakan balok. pura-pura. Dalam membuka sentra setiap hari disesuaikan dengan jumlah kelompok setiap PAUD Pembelajaran sentra dilakukan secara tuntas mulai awal kegiatan sampai akhir dan fokus pada satu kelompok usia PAUD dalam satu kegiatan di satu sentra kegiatan Setiap sentra mendukung perkembangan anak dalam tiga jenis bermain : bermain sensori motor / fungsional . Pembelajaran ini untuk memenuhi kebutuhan anak dan menghormati keberagaman budaya serta menekankan pada pengalaman belajar bagi setiap anak. kapur. Alat yang digunkan diantaranya sekop. dan lain-lain). biji-bijian. bermain konstruktif (membangun pemikiran anak). . batu. bermain peran . Alat-alat kegiatan yang disediakan lebih bervariasi. mengembangkan kemampuan logika matematika / berhitung permulaan. Guru bersama anak duduk dengan posisi melingkar dan saat dalam lingkaran. Bermain peran :bermain peran makro (besar). Bermain konstruktif sifat cair (air. imajinasi (bermain drama). Sentra bahan alam dan sains. sentra seni memfasilitasi anak untuk memperluas pengalaman dalam mewujudkan ide. dan tektur. 4. dan lain-lain. air. gagasan dan pengalaman yang dimiliki anak ke dalam karya nyata (hasil karya) melalui metode proyek. Misal : menakar air. ukuran. gunting. dan lain-lain. meremas kertas bekas. ide dan gagasan menjadi karya nyata. Anak belajar melalui pancaindera dan hubungan fisik dengan lingkungan mereka. bermain peran mikro (kecil). Bermain konstruktif (balok-balok. kayu. menggunting. cat air. pasir. lego. kain. c. krayon. tanah liat. sering diganti sesuai dengan tema dan sub tema. corong. 5. Sentra seni Bahan-bahan yang diperlukan diarea ini adalah kertas. Model pembelajaran berdasarkan area Model pembelajaran ini lebih memberikan kesempatan kepada anak dalam memilih / menentukan kegiatan sendiri sesuai dengan minatnya.Langkah-langkah pembelajaran hampir sama dengan model area. kemampuan berpikir dan memecahkan masalah. pasir. 6. spidol dan lain-lain). Bermain sensorimotor adalah permainan menangkap rangsangan melalui penginderaan dan menghasilkan gerakan sebagai reaksi. potongan-potongan bahan / gambar. Model pembelajaran berdasarkan sentra Sentra bermain terdiri dari : a. warna. spidol. daun. guru memberikan pijakan pada anak sebelum dan sesudah bermain Sentra bermain merupakan area / zona bermain anak yang di lengkapi alat bermain. bermain simbolik. berfungsi sebagai pijakan lingkungan yang diperlukan untuk mengembangkan seluruh potensi dasar anak dalam berbagai aspek perkembangan secara seimbang. ember. lilin. ranting. hanya sudut-sudut kegiatan merupakan pusat kegiatan. Sentra balok Sentra balok berisi berbagai macam balok dalam berbagai bentuk. Bahan-bahan yang diperlukan disentra ini adalah daun. dan lain-laian b. Model pembelajaran berdasarkan sentra Adalah pendidikan pembelajaran dalam proses pembelajaran dilakukan di dalam lingkaran dan sentra bermain. pasir. fantasi. bermain dengan benda untuk membantu menghadirkan konsep yang telah dimiliki. Bermain konstruktif : menunjukkan pemikiran.

perlengkapan ibadah. Secara teknis ada beberapa metode yang tepat untuk diterapkan pada anak usia dini. antara lain : 1. berhitung. g. Bahan yang ada pada sentra ini adalah. Metode Pembelajaran Anak Usia Dini Metode pembelajaran anak usia dini merupakan cara-cara atau teknik yang digunakan agar tujuan pembelajaran tercapai. 3. sentra agama. 2. kartu huruf. Kalau model pembelajaran merupakan pendekatan umum dalam satu proses pembelajaran dan biasanya dalam satu proses pembelajaran menggunakan satu model. tempurung kelapa. sentra musik. Sentra bermain peran terdiri dari. misal. bernegosiasi dan memecahkan masalah). sedangkan metode adalah langkah teknisnya dan dapat menggunakan lebih dari satu metode disesuaikan dengan model pembelajaran yang digunakan serta kebutuhan anak ketika pembelajaran berlangsung. C. Bahan-bahan yang disiapkan adalah maket tempat ibadah. e. sentra bermain peran makro dapat menggunakan anak sebagai model. menulis permulaan serta berhitung permulaan mendorong kemampuan intelektual anak. Bermain Bercerita Bernyanyi . Penggunaan metode pengajaran yang tepat dan sesuai dengan karakter anak akan dapat memfasilitasi perkembangan berbagai potensi dan kemampuan anak secara optimal serta tumbuhnya sikap dan perilaku positif bagi anak. belajar ketrampilan sosial (berbagi. kartu angka dan bahan-bahan untuk kegiatan menyimak. rumah-rumahan dan sebagainya. Kegiatan yang dilaksanakan adalah menanamkan nilai-nilai kehidupan beragama. membantu anak memahami dunia mereka dengan memainkan berbagai macam peran. bermain musik dan lagu yang dapat memperluas pengalaman. pengetahuan anak tentang irama. piano. Pemilihan berbagai benda untuk bermain peran tergantung dari minat anak pada saat itu. kordinasi mata tangan. menggunakan boneka maket meja kursi. kartu kata. misalnya : botol beling/kaca. sentra persiapan. tutup botol. f.d. gerakan otot halus. Sentra bermain peran. bercakap-cakap dan persiapan menulis. triangle dan lain-lain. Sentra bermain peran merupakan wujud dari kehidupan nyata yang dimainkan anak. Bahan yang dibutuhkan pada sentra musik. rebana dll. Sentra musik memfasilitasi anak untuk memperluas pengalamannya dalam menggunakan gagasan mereka melalui olah tubuh. buku-buku. Agama merupakan suatu konsep yang abstrak yang perlu diterjemahkan menjadi aktivitas yang konkrit bagi anak. rebana. tema “keluarga” dengan alat-alat yang dibutuhkan peralatan dapur dan lain-lain. buku-buku cerita keagamaan dan sebagainya. berirama (ketukan) dan mengenal berbagai bunyi-bunyian dengan mengguna kan alat-alat musik yang mendukung misalnya . keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan yang Maha Esa. gambar-gambar. Sentra bermain peran mikro misalnya. Kegiatan yang dilaksanakan adalah persiapan membaca permulaan. pianika.

minta anak menceritakan kembali dengan rangkaian katanya sendiri. Setidaknya tedapat tiga tahapan yang dilakukan anak untuk memudahkan masuknya informasi. 8. Dengan belajar dari alam. Misalnya. Metode Global (Ganze Method) Anak belajar membuat suatu kesimpulan dengan kalimatnya sendiri. Bercakap ( dialog dengan tanya jawab ) Karya wisata Praktik langsung Bermain peran ( sosio-drama ) Penugasan Selain metode yang bersifat teknis di atas. menulis atau menggambar lalu melihat dan melakukan percobaan sendiri. 6.4. Contohnya. Sehingga informasi yang anak peroleh dari hasil belajar sendiri akan dapat diserap lebih lama. 7. b. yaitu mendengar. . 5. Anak juga terlatih berpikir kreatif dan berinisiatif. Metode Percobaan (Experimental method) Metode pengajaran yang mendorong dan memberi kesempatan anak melakukan percobaan sendiri. anak belajar tentang tanaman pisang. anak dapat mengamati sesuatu. ada beberapa metode pengajaran yang lebih umum antara lain : a. ketika membaca buku. pendidik tak hanya menjelaskan tentang pisang tapi juga mengajak anak ke kebun untuk mengeksplorasi tanaman pisang.

cara bercerita kita sebagai orang tua tentu lebih mengentalkan efek tersebut agar lebih disukai anak-anak. intonasi. ekspresi dan pelafalan yang jelas merupakan bagian penting dalam bercerita yang dapat memudahkan penyerapan dan pemahaman anak akan nilai yang terkandung dalam cerita atau dongeng tersebut. Bagaimana kita bercerita dan kekuatan apa yang terkandung dalam sebuah cerita hinga bisa memberikan manfaat bagi kepribadian anak? A. serta banyak membaca dari pengalaman atau kejadian sehari-hari yang pantas diberikan kepada anak-anak. Efek fun danlearning yang terkandung dalam sebuah cerita atau dongeng merupakan energi. Banyak membaca akan memperkaya “bank” cerita kita.  Banyak membaca dari buku-buku cerita atau dongeng yang benar-benar sesuai untuk anak-anak. . d. sehingga cerita yang kita bacakan lebih variatif dan tidak membuat anak bosan. Melatih daya tangkap anak Melatih daya fikir Melatih daya konsentrasi Membantu perkembangan fantasi/imajinasi anak Menciptalan suasana menyenangkan dan akrab di dalam kelas Metode ini dapat digunakan apabila guru hendak memperkenalkan hal-hal yang baru kepada anak. b. gambaran kekuatan sebuah cerita. sehingga mudah dipahami anak. e. Gaya bercerita. Umumnya diberikan pada waktu kegiatan penutup. serta berkembangnya imajinasi anak. Di samping itu.BAB III METODE BERCERITA Sebuah cerita atau dongeng anak umumnya menyajikan alur dan tutur bahasa yang ringan dan menyenangkan. B. Pengertian dan Tujuan Metode Bercerita Metode bercerita adalah cara bertutur kata dan menyampaikan cerita atau memberikan penerangan kepada anak secara lisan Adapun tujuan digunakannnya metode ini adalah: a. Teknik Bercerita Berikut ini ada beberapa teknik atau cara bercerita yang bisa menjadi pengetahuan dasar kita bercerita atau mendongeng kepada anak-anak kita. c.

Sejatinya. kita jadi lebih paham apa yang ia sukai dan ia tidak sukai. serta jenis cerita yang kita pilih.  Ekspresikan ungkapan emosi dalam cerita. serta sejauh mana pemahamannya akan sesuatu. sehingga dalam bisa melatih kreativitas anak. sehingga merangsang rasa ingin tahu anak akan kelanjutannya dan akhir ceritanya. pembicaraannya. bahkan memberikan efek menidurkan anak. Kekuatan cerita harus didukung dengan kemampuan dan cara kita bercerita. gembira atau sedih agar anak mengenal dan memahami bentuk-bentuk emosi. C.  Adanya interaksi langsung antara anak dengan orangtuanya. sakit.  Sebuah cerita biasanya membuat penasaran.  Membentuk visualisasi anak dari cerita yang didengarkan. Bentuk-bentuk Bercerita . istilah yang dia gunakan. Kemauan mendengar merupakan realisasi dari cinta dan kasih sayang kita kepadanya. Biasakan untuk ngobrol dengan anak karena dengan mengobrol kita bisa mengetahui dan memahami gaya bahasa anak kita. sehingga cerita bisa dijadikan cara mendidik yang tanpa disadari anak. yaitu :  terhibur. sehingga kita bisa melanjutkannya atau menggantinya dengan cerita yang lain. Bila perlu sertakan benda-benda tambahan seperti boneka. kemudian lihat reaksi anak. sehingga anak merasa senang dan  Mengandung pesan moral yang dalam dan komprehensif. Ini untuk mengetahui apakah cerita kita menarik hatinya atau tidak. sehingga memudahkan kita bercerita kepadanya.  Berceritalah pada waktu yang tepat.bahagia. sehingga dapat mempererat ikatan batin dan menjalin komunikasi yang baik dengan anak. Kekuatan ini berkaitan dengan isi pesan dan sifat cerita atau dongeng. sehingga bisa bermanfaat dalam membangun mental dan kepribadian anak. sehingga nilai-nilai yang terkandung dalam cerita bisa diserap dengan baik. seperti marah. Ia dapat membayangkan seperti apa tokoh-tokoh maupun situasi yang muncul dari dongeng tersebut.  Berikan penekanan pada dialog atau kalimat tertentu dalam cerita yang kita bacakan atau kita tuturkan. serta dampak yang ditimbulkannya. Hal ini akan berpengaruh terhadap pembentukan karakter anak menjelang dewasa. Sarat nuansa hiburan yang mendidik dan keratif bagi anak-anak. Cara bercerita atau mendongeng erat kaitannya dengan kekuatan sebuah cerita dalam membangun kepribadian anak.  Dongeng atau cerita merupakan aktivitas rileks yang memang memiliki potensi konstruktif untuk mendukung tumbuhkembangnya mental dan kepribadian anak. yaitu di waktu anak kita bisa mendengarkan dengan baik. ceritanya. bunga atau benda lain yang tidak membahayakan. ada makna di balik setiap cerita. Ada beberapa unsur cerita yang menjadi kekuatan cerita tersebut. terkejut. Dengan menaggapai obrolannya.

. 2.Setidaknya bentuk bercerita dapat dibagi dua. sehingga mudah menegur dengan hanya menyentuhnya saja. tiap anak dapat melihat guru (kontak mata) Pada bercerita. BERCERITA DENGAN ALAT PERAGA LANGSUNG Hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain:  Guru memberikan pendahuluan dengan membicarakan alat peraga (memberi penerangan lebih dulu mengenai objek yang akan diceritakan)   Merapikan alat peraga/menyimpan Mula cerita Isi cerita mengandung beberapa unsur yang sudah disebut pada pendahuluan. Bercerita tanpa alat peraga Bercerita dengan alat peraga tak langsung. susunan cerita tidak terganggu teguran terhadap anal Jika ada anak yang tidak dapat diam. sebaiknya didudukan dekat guru. Bercerita dengan menggunakan papan planel Stiry reading Sandiwara bonek 1. BERCERITA TANPA ALAT PERAGA Hal-hal yang harus diperhatikan antara lain:      Mimik dan pantomimic jangan terlalu realistis Intonasi suara Posisi duduk anak. 2. yang terbagi antara lain: Bercerita dengan benda tiruan (yang sesuai/persis dengan asli) Bercerita dengan menggunakan gambar-gambar. yaitu: 1.

BERCERITA DENGAN MENGGUNAKAN GAMBAR-GAMBAR DALAM BUKU Hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain:    Alat peraga berupa gambar dalam satu buku merupakan gambar seri Sambil bercerita guru memperlihatkan gambar satu persatu sesuai dengan bagian yang sedang diceritakan. SANDIWARA BONEKA Hal-hal yang harus diperhatikan antara lain:  Jumlah boneka disesuaikan dengan usia anak . pantomimic.  Buku gambar harus memenuhi persyaratan 5. intonasi suara dan dialog menarik. Tiap cerita guru. 3. sehingga anak merasa ceritanya diputus-putus. Hal itu agar dilakukan selancar mungkin. sebelum dibalik Posisi duduk harus diatur sedemikian rupa. Mimik.      Guru tidak bebas melakukan gerak gerik Tekanan nada suara dan mimic guru menjadi alat utama Anak hendaknya diberi cukup waktu.  4. gambar. sehingga tidak harus membolak-balik atau merubah posisi buku untuk membaca teksnya. ditunda untuk menjelaskan gambar. Hal-hal tersebut di atas perlu juga untuk cerita dengan alat peraga tiruan maupun gambar lepas. Gambar hendaknya memenuhi persyaratan MEMBACAKAN CERITA ATAU STORY READING Hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain:   Alat: buku cerita bergambar Guru memberikan pendahuluan dengan memperlihatkan gambar sampul sambil membicarakan sepintas tentang isi gambar  Kemudian guru membuka buku dan mulai membacakan ceritanya sambil memperlihatkan gambar pada anak- anak. dapat di luar atau di dalam kelas Guru sebaiknya hafal ceritanya.

yang merupakan sandiwara boneka yang sebenarnya. misalnya dengan memainkan satu boneka tanpa panggung tanpa cerita tertentu kemudian meningkat pada pelaksanaan yang lebih sulit dengan jumlah boneka yang lebih banyak.       BERCAKAP-CAKAP BEBAS Tidak perlu alat pergara Tidak ada topic tertentu yang akan dipercakapkan Guru memberi pertanyaan yang merangsang anak untuk bercakap-cakap Kemungkinan percakapan berpindah-pindah dari objek satu ke objek yang lain Dimaksudkan untuk memberi kesempatan anak untuk berkespresi secara bebas tapi tertib Ucapan-ucapan yang salah diperbaiki guru secara bijaksana 8. Menyiapkan gambar seri dan memperlihatkan kepada anak seluruh gambar Guru merangsang percakapan anak dengan pertanyaan-pertanyaan secukupnya Anak aktif mencari hubungan antara gambar-gambar dan membuat kesimpulan dan sedikit mungkin dibantu oleh guru . Gerak-gerik pada waktu membuat atau mengganti adegan diusahakan tidak mengganggu konsentrasi anak atau guru harus tenang.     LANGKAH-LANGKAH PELAKSANAAN BERCAKAP-CAKAP DENGAN GAMBAR SERI Guru mengatur posisi duduk anak kemudian menjelaskan apa yang akan dilakukan. BERCERITA DENGAN MENGGUNAKAN PAPAN PLANEL Hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain:   Alat : papan planel dan guntingan gambar yang ada dalam cerita Sambil bercerita guru meletakan guntingan gambar tersebut pada papan planel (sambil bercerita guru membuat adegan-adegan)   Supaya tidak membingungkan anak diusahakan tidak terlalu banyak adegan sekaligus di papan planel. 6. percakapan lebih panjang. Anak memerlukan persiapan untuk melihat dan menikmati sandiwara boneka.  Pergantian adegan jangan terlalu sering 7.

Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini. melatih daya fikir. Secara teknis ada beberapa metode yang tepat untuk diterapkan pada anak usia dini. DAFTAR PUSTAKA Agus Ruslan. Undang-undang No. Tujuannya adalah: melatih daya tangkap anak. Acuan Menu Pembelajaran Pada Pendidikan Anak Usia Dini (Menu Pembelajaran Generik). melatih daya konsentrasi. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Depdiknas:Jakarta. bercerita. 2. 2007. Metode bercerita Adalah cara bertutur kata dan menyampaikan cerita atau memberikan penerangan kepada anak secara lisan.BAB IV KESIMPULAN A. begitu juga metode pembelajaran anak usia dini harus menyesuaikan dengan sarana yang tersedia. Direktorat Jenderal Pendidikan Luar Sekolah dan Pemuda. 2002. . Universitas Negeri Jakarta: Jakarta.Depdiknas:Jakarta. bernyanyi. membantu perkembangan fantasi/imajinasi anak. 1. menciptalan suasana menyenangkan dan akrab di dalam kelas B. 3. 2. praktik langsung. Kerangka Dasar Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini. karya wisata. Guru hendaknya lebih banyak mengkolaborasikan beberapa metode pembelajaran agar proses pembelajaran lebih menarik.20 Tahun 2009 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Landasan Keberhasilan Pendidikan Masa Depan. Kesimpulan 1. 2007. Saran-saran Guru disarankan menggunakan metode pembelajaran sesuai dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. bercakap ( dialog dengan tanya jawab ). antara lain : bermain. Depdiknas. 2007. Metode pembelajaran merupakan suatu seni dan ilmu untuk membawa pembelajaran sedemikian rupa sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai secara efesien dan efektif. Makalah. bermain peran ( sosiodrama ) dan penugasan. Darul ma’arif:Bandung. Pendidikan usia Dini yang Baik.

Hariwijaya dan Bertiani Eka Sukaca. Bandung M. .M. 1997. Solehuddin. PAUD Melejitkan Potensi Anak dengan Pendidikan Sejak Dini. Konsep Dasar Pendidikan Prasekolah. 2007. IKIP Bandung:Bandung.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful