Makalah metode belajar bai anak usia dini- bercerita

BAB I PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang

Usia lahir sampai dengan memasuki pendidikan dasar merupakan masa keemasan sekaligus masa kritis dalam tahapan kehidupan manusia, yang akan menentukan perkembangan anak selanjutnya. Masa ini merupakan masa yang tepat untuk meletakan dasar bagi kemampuan fisik, bahasa, sosial emosional, konsep diri, seni, moral dan nilainilai agama. Sehingga upaya pengembangan seleuruh potensi anak usia dini harus dimulai agar pertumbuhan dan perkembangan anak tercapai secara optimal. Hal tersebut merupakan hak bagi anak, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan Anak, yang menyatakan bahwa setiap anak berhak untuk hidup, tumbuh, berkembang dan berprestasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Salah satu implementasi dari hak tersebut, setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pembelajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasannya sesuai dengan minat dan bakatnya. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka guru/tutor sebagai ujung tombak pendidikan anak usia dini harus mampu mengembangkan pendekatan, model dan metode pembelajaran yang mampu mengembangkan seluruh aspek perkembangan anak, baik perkembangan intelektual, fisik, maupun perkembangan mental-emosionalnya. Dalam hal ini, pemilihan dan penyusunan model dan metode pembelajaran harus disesuaikan dengan tujuan pembelajaran dan sarana belajar yang tersedia. Berdasarkan uraian di atas, maka dalam makalah ini akan dikaji metode pembelajaran bercerita yang biasanya diterapkan dalam proses pembelajaran anak usia dini, Kajian akan difokuskan pada pengertian, teknik, bentuk-bentuk dan cara bercerita yang baik. Dengan demikian, maka turor dapat menerapkan metode bercerita dengan baik dan tepat dalam arti dapat mencapai tujuan yang hendak dicapainya.

B.

Rumusan Masalah

Berdasatkan uraian di atas, maka rumusan masalah dapat disusun sebagai berikut: 1. 2. Metode-metode pembelajaran apa saja yang biasa dilakukan dalam pembelajaran anak usia dini? Bagaimana pengertian, bentuk dan teknik bercerita yang baik dalam pembelajaran anak usia dini?

C. Tujuan Penulisan Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah:

yaitu pengetahuan. BAB IV PENUTUP Dalam bab penutup diuraikan kesimpulan dan saran BAB II METODE PEMBELAJARAN ANAK USIA DINI A. sikap. Tingkah laku yang berubah sebagai hasil proses pembelajaran mengandung pengertian luas. D. Adapun . Dalam hal ini belajar dipahami sebagaiproses perubahan tingkah laku akibat interaksi dengan lingkungan. Faktor internal. Pola tingkah laku yang terjadi dapat dilihat atau diamati dalam bentuk perbuatan reaksi dan sikap secara mental dan fisik. dan perbuatan. Mengetahui metode-metode pembelajaran apa saja yang biasa dilakukan dalam pembelajaran anak usia dini Apa kelebihan dan kelemahan metode-metode pembelajaran anak usia dini 2. Faktor eksternal. rumusan BAB II METODE PEMBELAJARAN ANAK USIA DINI Bab II berisi uraian masalah sekaligus kajiannya. Perubahan yang terjadi memiliki karakteristik: (1) perubahan terjadi secara sadar. Sistematika Penulisan Makalah ini disusun dengan sistematika penulisan sebagai berikut. Tujuan dan serta sistematika penulisan. dan (6) mencakup seluruh aspek perubahan tingkah laku. minat. (4) bersifat positif dan aktif. kondisi fisik. motivasi. sehingga terjadi perubahan tingkah laku.1. pemahaman. BAB I PENDAHULUAN : masalah. Keterlibatan siswa dalam proses belajar bertujuan untuk mencapai perubahan tingkah laku pada diri anak. (3) tidak bersifat sementara. dan mental. keterampilan (kecakapan). adalah kondisi di luar individu peserta didik yang mempengaruhi belajarnya. Proses perubahan tingkah laku merupakan upaya yang dilakukan secara sadar berdasarkan pengalaman ketika berinteraksi dengan lingkungan. Diuraikan latar belakang masalah. bentuk dan teknik bercerita yang baik dalam pembelajaran anak usia dini. Keberhasilan belajar anak dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. bakat (aptitude). mencakup pengetahuan. dan sebagainya. BAB III METODE BERCERITA Pada bab ini akan diuraikan pengertian. yaitu: kecerdasan. Mengetahui pengertian. Pengertian Pembelajaran Aktivitas belajar adalah keterlibatan anak selama proses pembelajaran baik keterlibatan secara fisik maupun fsikis. yaitu kondisi dalam proses belajar yang berasal dari dalam diri sendiri. (2) perubahan dalam belajar bersifat sinambung dan fungsional. (5) memiliki arah dan tujuan. sikap. bentuk-bentuk. Ada beberapa hal yang termasuk faktor internal. teknik dan cara bercerita yang baik dalam pembelajaran anak usia dini. berupa metode pembelajaran anak usia dini serta kelebihan dan kelemahannya.

Jadi kesimpulan pengertian pembelajaran menurut para pakar adalah proses interaksi antara anak orang tua. 1992). atau orang dewasa lainnya dalam suatu lingkungan untuk mencapai tugas perkembangan yang didasarkan pada kebutuhan anak yang dilakukan melalui bermain. . peserta didik. melainkan juga termasuk di dalamnya materi pengajaran atau paket pengajarannya (Dick and Carey). orang tua. aktif dan bebas. Hal ini disebabkan interaksi tersebut mencerminkan suatu hubungan di antara anak akan memperoleh pengalaman yang bermakna. materi. artinya anak belajar melalui cara-cara yang menyenangkan. keluarga dan masyarakat (keadaan sosio-ekonomis. 1993). Sesuai dengan karakteristik anak usia dini yang bersifat aktif dalam melakukan berbagai ekplorasi terhadap lingkungannya. maka aktivitas bermain merupakan bagian dari proses pembelajaran. Interaksi yang dibangun tersebut merupakan faktor yang mempengaruhi tercapainya tujuan pembelajaran yang akan dicapai. dan dikendalikan pelaksanaannya (Miarso. sehingga proses belajar dapat berlangsung dengan lancar. bermain dan hidup bersama dengan lingkungannya. Pengaturan peristiwa pembelajaran dilakukan secara seksama dengan maksud agar terjadi belajar dan membuat berhasil guna (Gagne. Raka Joni. oleh karena itu pembelajaran pada pada anak usia dini pada dasarnya adalah bermain sambil belajar. metode. Pembelajaran merupakan seperangkat tindakan yang dirancang untuk mendukung proses belajar peserta didik. Cara-cara yang dipilih dalam menyusun strategi dan metode pembelajaran meliputi sifat. Oleh karena itu pembelajaran perlu dirancang. Konsep Dasar Pembelajaran Anak Usia Dini Konsep dasar pembelajaran anak usia dini pada hakikatnya anak belajar melalui bermain. Sehingga diperlukan strategi yang tepat dan efektif. ditetapkan tujuannya sebelum dilaksanakan. Greeberg (1994) melukiskan bahwa pembelajaran dapat efektif jika anak dapat belajar melalui bekerja. Proses pembelajaran yang berhasil guna memerlukan teknik. 1985). atau orang dewasa lainnya dalam suatu lingkungan untuk mencapai tugas perkembangan. sosio kultural. Strategi belajar mengajar tidak hanya terbatas pada prosedur dan kegiatan. Aktivitas mental yang tinggi pada anak dapat terbentuk melalui interaksi dengan orang lain. dan sumber daya. Bebas artinya tidak didasarkan pada perintah atau target orang lain serta memiliki keleluasaan kapan mulai dan kapan berakhir. 1991). B. dengan memperhitungkan kejadian-kejadian eksternal yang berperanan terhadap rangkaian kejadian-kejadian internal yang berlangsung di dalam peserta didik (Winkel. Menurut Vigotsky berpendapat bahan pengalaman interaksi sosial merupakan hal yang penting bagi perkembangan proses berpikir anak. lingkup dan urutan kegiatan yang dapat memberikan pengalaman belajar kepada peserta didik ( Gerlach and Ely). dan keadaan masyarakat). Metode pembelajaran merupakan suatu seni dan ilmu untuk membawa pembelajaran sedemikian rupa sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai secara efesien dan efektif (T. Pembelajaran anak usia dini merupakan proses interaksi antara anak. dan pendekatan tertentu sesuai dengan karakteristik tujuan.yang termasuk faktor eksternal adalah: lingkungan sekolah.

Padahal belajar pada hakikatnya adalah perubahan yang terjadi di dalam diri seseorang setelah berakhirnya melakukan aktivitas belajar. 2. merekayasa. maka unsur variasi individu dan minat anak juga perlu diperhatikan. berkreasi. Untuk memastikan terjadinya pengembangan pada anak. Jika anak tidak dirangsang dengan tantangan berikutnya. Belajar harus menantang pemahaman anak. Belajar melalui bermain dapat memberi kesempatan bagi anak untuk bereksplorasi.Pembelajaran diarahkan pada pengembangan dan penyempurnaan potensi kemampuan yang dimiliki seperti kemampuan berbahasa. Menurut Hidebrand (1986:54) Bermain berarti berlatih. dan dilingkungan mana ia hidup. anak adalah sebagai subjek dan bukan sebagai objek dalam kegiatan pengajaran. Aktivitas bermain yang memberi kesempatan kepada anak untuk berinteraksi dengan teman dan lingkungannya merupakan hal yang diutamakan. dengan siapa ia hidup. Misalnya. inti proses pengajaran tidak lain adalah kegiatan belajar anak didik dalam mencapai suatu tujuan pengajaran. mengekpresi. Tujuan pengajaran tentu saja akan dapat tercapai jika anak didik berusaha secara aktif untuk mencapainya. bebas dan terbebas dari aturan yang mengikat. dan belajar secara menyenangkan. yang berakibat anak akan memiliki sikap cenderung bermusuhan.kan perasaan. tetapi juga dari segi kejiwaan. maka anak diberikan tantangan berikutnya yang lebih sulit dari pertama. Setiap anak membawa segala pengetahuan yang telah dimilikinya terhadap pengalaman-pengalaman barunya. 3. Belajar dilakukan sambil bermain. Pengalaman belajar hendaknya mengandung sebagian unsur yang sudah dikenal oleh anak dan sebagian lainnya merupakan pengalaman yang baru. Walaupun pada kenyataannya tidak semua perubahan termasuk kategori belajar. aktivitas . karena anak merupakan individu yang unik dan sangat variatif. menemukan. Karena itu. muncul dari dalam diri anak. hangat dan menyenangkan. Ini sama halnya anak didik tidak belajar. Agar suasana belajar tidak memberikan beban dan membosankan anak. maka kemungkinan besar tujuan pembelajaran tidak tercapai. Bermain merupakan sarana belajar. perubahan fisik. Selain itu. Dalam kegiatan pembelajaran. motorik dan intelektual. Jika suatu pengalaman belajar tidak memberikan kesempatan kepada anak untuk menciptakan pengetahuan baru. aktivitas pembelajaran yang dirancang harus menantang anak untuk mengembangkan pemahaman sesuai dengan apa yang dialaminya. karena anak didik tidak merasakan perubahan di dalam dirinya. sosio-emosional. maka selain anak bosan akan menyebabkan pemahaman anak tidak akan berkembang dengan optimal. Akibat jika pembelajaran anak usia dini tidak sesuai dengan prisnip ”belajar melalui bermain” maka anak akan mengalami tahab perkembangan yang kurang optimal. mabuk. Bermain juga dapat membantu anak mengenal diri sendiri. Untuk itu pembelajaran pada usia dini harus dirancang agar anak merasa tidak terbebani dalam mencapai tugas perkembangnya. Bila anak mampu menyelesaikan tantangan pertama. mengeksploitasi. Berangkat dari yang dimiliki anak. Bila hanya fisik anak yang aktif tetapi pikiran dan mentalnya kurang aktif. Proses pembelajaran yang akan dilakukan harus memenuhi prinsip-prinsip pembelajaran sebagai berikut : 1. Keaktifan anak didik disini tidak hanya dituntut dari segi fisik. suasana belajar perlu dibuat secara alami. maka pembelajaran itu akan membosankan. gila dan sebagainya. mengulang latihan apapun yang dapat dilakukan untuk mentransformasi secara imajinatif hal-hal yang sama dengan dunia orang dewasa.

Model Pembelajaran Anak Usia Dini Dasar penyusunan model pembelajaran anak usia dini adalah silabus yang dikembangkan menjadi: program semester. Oleh karena itu model pembelajaran merupakan gambaran konkrit yang dilakukan pendidik dan peserta didik sesuai RKH yang telah dibuat. dalam satu pertemuan anak harus menyelesaikan 2 – 3 kegiatan dan secara bergantian. dengan demikian anak diajarkan untuk memiliki kemandirian dan rasa tanggungjawab terhadap dirinya. . pencium. penglihat dan perasa.nyata atau sesungguhnya. satuan kegiatan harian. masing-masing kelompok melakukan kegiatan yang berbeda-beda. Robin Dranath Tagore menggunakan model pembelajarannya hampir 90 % kegiatannya dilakukan dengan berinteraksi dengan alam. 6. Bila ada anak yang sudah menyelesaikan tugas lebih cepat. Anak memperoleh pengetahuan melalui sensori atau inderawinya yaitu: peraba. Kegiatan pengaman disediakan alat-alat yang bervariasi. menjalin hubungan serta mempengaruhi memori dan ingatan yang cukup lama akan bahan-bahan yang dipelajari. Setiap sensori anak akan merespon stimulan atau rangsangan yang diterima. Pembelajaran ini merupakan model yang paling awal digunakan di TK. Anak diajarkan dapat membangun ikatan emosional di antara teman-temannya. satuan kegiatan mingguan. pendengar. Belajar sambil melakukan. 7. C. berfokus pada proses daripada hasil. Pembelajaran proyek sangat memberikan kesempatan pada anak untuk aktif. Belajar dilakukan melalui sensorinya. harus didominasi oleh pemain. Sarana pembelajaran terbatas dan kurang memperhatikan minat anak secara individu. mau bekerja dan secara produktif menemukan berbagai pengetahuan baru. sering diganti sesuai dengan tema / sub tema 3. Alam merupakan sarana yang tak terbatas bagi anak untuk berekplorasi dan berinteraksi dalam membangun pengetahuannya. menciptakan kesenangan belajar. Model pembelajaran berdasarkan sudut. kegiatan dilakukan oleh seluruh anak sama dalam satu kelas. Belajar harus dapat membekali anak untuk memiliki keterampilan hidup (lifeskill) sesuai dengan kemampuan anak. Belajar membekali keterampilan hidup. maka anak tersebut dapat meneruskan kegiatan lain di kelompok yang tersedia tempat. dan sebagainya. serta melibatkan peran aktif dari pemain. Model Pembelajaran Berdasarkan Kelompok dengan Kegiatan Pengamanan Dalam pembelajaran ini anak-anak dibagi menjadi 3 kelompok. Kalau tidak ada tempat anak dapat bermain di kegiatan pengaman. menyisir rambut. Menggunakan alam sebagai sarana pembelajaran. Beberapa model pembelajaran yang dilaksanakan di PAUD: 1. Model Pembelajaran Klasikal Adalah suatu pembelajaran dimana dalam waktu yang sama. 5. 4. 2. Oleh karenanya pembelajaran hendaknya memberikan stimulasi yang dapat merangsang setiap sensori yang dimiliki anak. Misalnya mampu memakai sepatu. makan dan minum sendiri. Student Avtive learning adalah salah satu bentuk pembelajaran yang diilhami oleh John Dewey (learning by doing) dan diteruskan oleh Killpatrik dengan pengajaran proyek.

Pembelajaran ini untuk memenuhi kebutuhan anak dan menghormati keberagaman budaya serta menekankan pada pengalaman belajar bagi setiap anak. bermain peran . Bermain konstruktif sifat cair (air. berfungsi sebagai pijakan lingkungan yang diperlukan untuk mengembangkan seluruh potensi dasar anak dalam berbagai aspek perkembangan secara seimbang. corong. Dalam membuka sentra setiap hari disesuaikan dengan jumlah kelompok setiap PAUD Pembelajaran sentra dilakukan secara tuntas mulai awal kegiatan sampai akhir dan fokus pada satu kelompok usia PAUD dalam satu kegiatan di satu sentra kegiatan Setiap sentra mendukung perkembangan anak dalam tiga jenis bermain : bermain sensori motor / fungsional . gunting. Bermain konstruktif : menunjukkan pemikiran. dan lain-lain. kemampuan berpikir dan memecahkan masalah. menggunting. Bermain konstruktif (balok-balok. 5. lego. Guru bersama anak duduk dengan posisi melingkar dan saat dalam lingkaran. dan lain-lain. ide dan gagasan menjadi karya nyata. Bermain sensorimotor adalah permainan menangkap rangsangan melalui penginderaan dan menghasilkan gerakan sebagai reaksi. sering diganti sesuai dengan tema dan sub tema. biji-bijian. Model pembelajaran berdasarkan sentra Sentra bermain terdiri dari : a. air. potongan-potongan bahan / gambar. spidol dan lain-lain). krayon. bermain simbolik. Model pembelajaran berdasarkan area Model pembelajaran ini lebih memberikan kesempatan kepada anak dalam memilih / menentukan kegiatan sendiri sesuai dengan minatnya. pasir. dan lain-laian b. bermain dengan benda untuk membantu menghadirkan konsep yang telah dimiliki. 4. Alat-alat kegiatan yang disediakan lebih bervariasi. Bermain peran :bermain peran makro (besar). ember. lilin. dan tektur. Sentra seni Bahan-bahan yang diperlukan diarea ini adalah kertas. Sentra balok Sentra balok berisi berbagai macam balok dalam berbagai bentuk. mengembangkan kemampuan logika matematika / berhitung permulaan. warna. fantasi. Misal : menakar air. 6. sentra seni memfasilitasi anak untuk memperluas pengalaman dalam mewujudkan ide. gagasan dan pengalaman yang dimiliki anak ke dalam karya nyata (hasil karya) melalui metode proyek. spidol. kayu. guru memberikan pijakan pada anak sebelum dan sesudah bermain Sentra bermain merupakan area / zona bermain anak yang di lengkapi alat bermain. Model pembelajaran berdasarkan sentra Adalah pendidikan pembelajaran dalam proses pembelajaran dilakukan di dalam lingkaran dan sentra bermain. cat air. bermain peran mikro (kecil). Sentra bahan alam dan sains. tanah liat. daun. c. bermain konstruktif (membangun pemikiran anak). kapur. Alat yang digunkan diantaranya sekop. meremas kertas bekas. Anak belajar melalui pancaindera dan hubungan fisik dengan lingkungan mereka.Langkah-langkah pembelajaran hampir sama dengan model area. imajinasi (bermain drama). pasir. pura-pura. hanya sudut-sudut kegiatan merupakan pusat kegiatan. ukuran. kain. batu. pasir. Bahan-bahan yang diperlukan disentra ini adalah daun. Disini anak belajar banyak hal dengan cara menyusun / menggunakan balok. ranting. dan lain-lain). .

d. rebana dll. triangle dan lain-lain. menggunakan boneka maket meja kursi. bercakap-cakap dan persiapan menulis. menulis permulaan serta berhitung permulaan mendorong kemampuan intelektual anak. sentra persiapan. Kegiatan yang dilaksanakan adalah persiapan membaca permulaan. Bermain Bercerita Bernyanyi . sentra agama. Kegiatan yang dilaksanakan adalah menanamkan nilai-nilai kehidupan beragama. Sentra musik memfasilitasi anak untuk memperluas pengalamannya dalam menggunakan gagasan mereka melalui olah tubuh. kartu kata. bermain musik dan lagu yang dapat memperluas pengalaman. sentra musik. Sentra bermain peran terdiri dari. bernegosiasi dan memecahkan masalah). gambar-gambar. pianika. Sentra bermain peran merupakan wujud dari kehidupan nyata yang dimainkan anak. Penggunaan metode pengajaran yang tepat dan sesuai dengan karakter anak akan dapat memfasilitasi perkembangan berbagai potensi dan kemampuan anak secara optimal serta tumbuhnya sikap dan perilaku positif bagi anak. misal. perlengkapan ibadah. 2. Sentra bermain peran mikro misalnya. keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan yang Maha Esa. Kalau model pembelajaran merupakan pendekatan umum dalam satu proses pembelajaran dan biasanya dalam satu proses pembelajaran menggunakan satu model. C. Secara teknis ada beberapa metode yang tepat untuk diterapkan pada anak usia dini. tempurung kelapa. Bahan-bahan yang disiapkan adalah maket tempat ibadah. g. antara lain : 1. misalnya : botol beling/kaca. 3. buku-buku cerita keagamaan dan sebagainya. belajar ketrampilan sosial (berbagi. kartu huruf. berirama (ketukan) dan mengenal berbagai bunyi-bunyian dengan mengguna kan alat-alat musik yang mendukung misalnya . Bahan yang ada pada sentra ini adalah. sentra bermain peran makro dapat menggunakan anak sebagai model. membantu anak memahami dunia mereka dengan memainkan berbagai macam peran. piano. tema “keluarga” dengan alat-alat yang dibutuhkan peralatan dapur dan lain-lain. berhitung. Pemilihan berbagai benda untuk bermain peran tergantung dari minat anak pada saat itu. gerakan otot halus. buku-buku. f. kordinasi mata tangan. kartu angka dan bahan-bahan untuk kegiatan menyimak. rebana. pengetahuan anak tentang irama. tutup botol. sedangkan metode adalah langkah teknisnya dan dapat menggunakan lebih dari satu metode disesuaikan dengan model pembelajaran yang digunakan serta kebutuhan anak ketika pembelajaran berlangsung. Metode Pembelajaran Anak Usia Dini Metode pembelajaran anak usia dini merupakan cara-cara atau teknik yang digunakan agar tujuan pembelajaran tercapai. Bahan yang dibutuhkan pada sentra musik. Agama merupakan suatu konsep yang abstrak yang perlu diterjemahkan menjadi aktivitas yang konkrit bagi anak. Sentra bermain peran. rumah-rumahan dan sebagainya. e.

Bercakap ( dialog dengan tanya jawab ) Karya wisata Praktik langsung Bermain peran ( sosio-drama ) Penugasan Selain metode yang bersifat teknis di atas. b. ketika membaca buku. menulis atau menggambar lalu melihat dan melakukan percobaan sendiri. Dengan belajar dari alam. 7. 6. Sehingga informasi yang anak peroleh dari hasil belajar sendiri akan dapat diserap lebih lama. Metode Global (Ganze Method) Anak belajar membuat suatu kesimpulan dengan kalimatnya sendiri. Anak juga terlatih berpikir kreatif dan berinisiatif. 5. yaitu mendengar. anak dapat mengamati sesuatu. . pendidik tak hanya menjelaskan tentang pisang tapi juga mengajak anak ke kebun untuk mengeksplorasi tanaman pisang. Setidaknya tedapat tiga tahapan yang dilakukan anak untuk memudahkan masuknya informasi. ada beberapa metode pengajaran yang lebih umum antara lain : a. minta anak menceritakan kembali dengan rangkaian katanya sendiri. 8. Misalnya. anak belajar tentang tanaman pisang. Contohnya.4. Metode Percobaan (Experimental method) Metode pengajaran yang mendorong dan memberi kesempatan anak melakukan percobaan sendiri.

Bagaimana kita bercerita dan kekuatan apa yang terkandung dalam sebuah cerita hinga bisa memberikan manfaat bagi kepribadian anak? A. intonasi. c. b. B. Pengertian dan Tujuan Metode Bercerita Metode bercerita adalah cara bertutur kata dan menyampaikan cerita atau memberikan penerangan kepada anak secara lisan Adapun tujuan digunakannnya metode ini adalah: a.BAB III METODE BERCERITA Sebuah cerita atau dongeng anak umumnya menyajikan alur dan tutur bahasa yang ringan dan menyenangkan. Umumnya diberikan pada waktu kegiatan penutup. cara bercerita kita sebagai orang tua tentu lebih mengentalkan efek tersebut agar lebih disukai anak-anak. Gaya bercerita. Efek fun danlearning yang terkandung dalam sebuah cerita atau dongeng merupakan energi. d. Melatih daya tangkap anak Melatih daya fikir Melatih daya konsentrasi Membantu perkembangan fantasi/imajinasi anak Menciptalan suasana menyenangkan dan akrab di dalam kelas Metode ini dapat digunakan apabila guru hendak memperkenalkan hal-hal yang baru kepada anak. Teknik Bercerita Berikut ini ada beberapa teknik atau cara bercerita yang bisa menjadi pengetahuan dasar kita bercerita atau mendongeng kepada anak-anak kita. Banyak membaca akan memperkaya “bank” cerita kita. .  Banyak membaca dari buku-buku cerita atau dongeng yang benar-benar sesuai untuk anak-anak. serta banyak membaca dari pengalaman atau kejadian sehari-hari yang pantas diberikan kepada anak-anak. e. sehingga mudah dipahami anak. Di samping itu. ekspresi dan pelafalan yang jelas merupakan bagian penting dalam bercerita yang dapat memudahkan penyerapan dan pemahaman anak akan nilai yang terkandung dalam cerita atau dongeng tersebut. gambaran kekuatan sebuah cerita. sehingga cerita yang kita bacakan lebih variatif dan tidak membuat anak bosan. serta berkembangnya imajinasi anak.

Ada beberapa unsur cerita yang menjadi kekuatan cerita tersebut. Bila perlu sertakan benda-benda tambahan seperti boneka. Kekuatan cerita harus didukung dengan kemampuan dan cara kita bercerita. sakit. Ia dapat membayangkan seperti apa tokoh-tokoh maupun situasi yang muncul dari dongeng tersebut. sehingga dapat mempererat ikatan batin dan menjalin komunikasi yang baik dengan anak.  Dongeng atau cerita merupakan aktivitas rileks yang memang memiliki potensi konstruktif untuk mendukung tumbuhkembangnya mental dan kepribadian anak.  Berikan penekanan pada dialog atau kalimat tertentu dalam cerita yang kita bacakan atau kita tuturkan. pembicaraannya. sehingga nilai-nilai yang terkandung dalam cerita bisa diserap dengan baik. sehingga merangsang rasa ingin tahu anak akan kelanjutannya dan akhir ceritanya. Sarat nuansa hiburan yang mendidik dan keratif bagi anak-anak. bahkan memberikan efek menidurkan anak. bunga atau benda lain yang tidak membahayakan.  Ekspresikan ungkapan emosi dalam cerita. sehingga dalam bisa melatih kreativitas anak. sehingga cerita bisa dijadikan cara mendidik yang tanpa disadari anak. Dengan menaggapai obrolannya.  Adanya interaksi langsung antara anak dengan orangtuanya. ada makna di balik setiap cerita. terkejut. serta jenis cerita yang kita pilih. istilah yang dia gunakan.  Membentuk visualisasi anak dari cerita yang didengarkan. Biasakan untuk ngobrol dengan anak karena dengan mengobrol kita bisa mengetahui dan memahami gaya bahasa anak kita. sehingga memudahkan kita bercerita kepadanya. kita jadi lebih paham apa yang ia sukai dan ia tidak sukai. Cara bercerita atau mendongeng erat kaitannya dengan kekuatan sebuah cerita dalam membangun kepribadian anak.bahagia.  Sebuah cerita biasanya membuat penasaran. seperti marah. serta dampak yang ditimbulkannya. sehingga kita bisa melanjutkannya atau menggantinya dengan cerita yang lain. kemudian lihat reaksi anak. Kemauan mendengar merupakan realisasi dari cinta dan kasih sayang kita kepadanya. yaitu :  terhibur. Sejatinya. Kekuatan ini berkaitan dengan isi pesan dan sifat cerita atau dongeng. gembira atau sedih agar anak mengenal dan memahami bentuk-bentuk emosi. sehingga anak merasa senang dan  Mengandung pesan moral yang dalam dan komprehensif.  Berceritalah pada waktu yang tepat. yaitu di waktu anak kita bisa mendengarkan dengan baik. C. Bentuk-bentuk Bercerita . Ini untuk mengetahui apakah cerita kita menarik hatinya atau tidak. sehingga bisa bermanfaat dalam membangun mental dan kepribadian anak. Hal ini akan berpengaruh terhadap pembentukan karakter anak menjelang dewasa. serta sejauh mana pemahamannya akan sesuatu. ceritanya.

BERCERITA TANPA ALAT PERAGA Hal-hal yang harus diperhatikan antara lain:      Mimik dan pantomimic jangan terlalu realistis Intonasi suara Posisi duduk anak. yaitu: 1. Bercerita tanpa alat peraga Bercerita dengan alat peraga tak langsung. tiap anak dapat melihat guru (kontak mata) Pada bercerita. BERCERITA DENGAN ALAT PERAGA LANGSUNG Hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain:  Guru memberikan pendahuluan dengan membicarakan alat peraga (memberi penerangan lebih dulu mengenai objek yang akan diceritakan)   Merapikan alat peraga/menyimpan Mula cerita Isi cerita mengandung beberapa unsur yang sudah disebut pada pendahuluan. sehingga mudah menegur dengan hanya menyentuhnya saja. yang terbagi antara lain: Bercerita dengan benda tiruan (yang sesuai/persis dengan asli) Bercerita dengan menggunakan gambar-gambar.Setidaknya bentuk bercerita dapat dibagi dua. susunan cerita tidak terganggu teguran terhadap anal Jika ada anak yang tidak dapat diam. sebaiknya didudukan dekat guru. 2. Bercerita dengan menggunakan papan planel Stiry reading Sandiwara bonek 1. . 2.

intonasi suara dan dialog menarik. sehingga anak merasa ceritanya diputus-putus. Tiap cerita guru. BERCERITA DENGAN MENGGUNAKAN GAMBAR-GAMBAR DALAM BUKU Hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain:    Alat peraga berupa gambar dalam satu buku merupakan gambar seri Sambil bercerita guru memperlihatkan gambar satu persatu sesuai dengan bagian yang sedang diceritakan. sebelum dibalik Posisi duduk harus diatur sedemikian rupa. 3.      Guru tidak bebas melakukan gerak gerik Tekanan nada suara dan mimic guru menjadi alat utama Anak hendaknya diberi cukup waktu. Hal itu agar dilakukan selancar mungkin. sehingga tidak harus membolak-balik atau merubah posisi buku untuk membaca teksnya. Hal-hal tersebut di atas perlu juga untuk cerita dengan alat peraga tiruan maupun gambar lepas. SANDIWARA BONEKA Hal-hal yang harus diperhatikan antara lain:  Jumlah boneka disesuaikan dengan usia anak .  Buku gambar harus memenuhi persyaratan 5. pantomimic. Mimik. ditunda untuk menjelaskan gambar. gambar.  4. Gambar hendaknya memenuhi persyaratan MEMBACAKAN CERITA ATAU STORY READING Hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain:   Alat: buku cerita bergambar Guru memberikan pendahuluan dengan memperlihatkan gambar sampul sambil membicarakan sepintas tentang isi gambar  Kemudian guru membuka buku dan mulai membacakan ceritanya sambil memperlihatkan gambar pada anak- anak. dapat di luar atau di dalam kelas Guru sebaiknya hafal ceritanya.

      BERCAKAP-CAKAP BEBAS Tidak perlu alat pergara Tidak ada topic tertentu yang akan dipercakapkan Guru memberi pertanyaan yang merangsang anak untuk bercakap-cakap Kemungkinan percakapan berpindah-pindah dari objek satu ke objek yang lain Dimaksudkan untuk memberi kesempatan anak untuk berkespresi secara bebas tapi tertib Ucapan-ucapan yang salah diperbaiki guru secara bijaksana 8. misalnya dengan memainkan satu boneka tanpa panggung tanpa cerita tertentu kemudian meningkat pada pelaksanaan yang lebih sulit dengan jumlah boneka yang lebih banyak. yang merupakan sandiwara boneka yang sebenarnya. BERCERITA DENGAN MENGGUNAKAN PAPAN PLANEL Hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain:   Alat : papan planel dan guntingan gambar yang ada dalam cerita Sambil bercerita guru meletakan guntingan gambar tersebut pada papan planel (sambil bercerita guru membuat adegan-adegan)   Supaya tidak membingungkan anak diusahakan tidak terlalu banyak adegan sekaligus di papan planel. Gerak-gerik pada waktu membuat atau mengganti adegan diusahakan tidak mengganggu konsentrasi anak atau guru harus tenang. Anak memerlukan persiapan untuk melihat dan menikmati sandiwara boneka. 6. Menyiapkan gambar seri dan memperlihatkan kepada anak seluruh gambar Guru merangsang percakapan anak dengan pertanyaan-pertanyaan secukupnya Anak aktif mencari hubungan antara gambar-gambar dan membuat kesimpulan dan sedikit mungkin dibantu oleh guru . percakapan lebih panjang.  Pergantian adegan jangan terlalu sering 7.     LANGKAH-LANGKAH PELAKSANAAN BERCAKAP-CAKAP DENGAN GAMBAR SERI Guru mengatur posisi duduk anak kemudian menjelaskan apa yang akan dilakukan.

Pendidikan usia Dini yang Baik. membantu perkembangan fantasi/imajinasi anak. 2002. begitu juga metode pembelajaran anak usia dini harus menyesuaikan dengan sarana yang tersedia. 2007. 3. praktik langsung. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Landasan Keberhasilan Pendidikan Masa Depan. Depdiknas:Jakarta. Secara teknis ada beberapa metode yang tepat untuk diterapkan pada anak usia dini. menciptalan suasana menyenangkan dan akrab di dalam kelas B. bercerita. bercakap ( dialog dengan tanya jawab ). Undang-undang No. 2007. melatih daya konsentrasi. Metode bercerita Adalah cara bertutur kata dan menyampaikan cerita atau memberikan penerangan kepada anak secara lisan. karya wisata. Makalah. melatih daya fikir. Direktorat Jenderal Pendidikan Luar Sekolah dan Pemuda. Tujuannya adalah: melatih daya tangkap anak.BAB IV KESIMPULAN A. bermain peran ( sosiodrama ) dan penugasan.Depdiknas:Jakarta. 2007. 2. Guru hendaknya lebih banyak mengkolaborasikan beberapa metode pembelajaran agar proses pembelajaran lebih menarik. Universitas Negeri Jakarta: Jakarta. DAFTAR PUSTAKA Agus Ruslan. bernyanyi. 2. Kesimpulan 1. Darul ma’arif:Bandung. Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini. Kerangka Dasar Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini. Depdiknas. Acuan Menu Pembelajaran Pada Pendidikan Anak Usia Dini (Menu Pembelajaran Generik).20 Tahun 2009 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Metode pembelajaran merupakan suatu seni dan ilmu untuk membawa pembelajaran sedemikian rupa sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai secara efesien dan efektif. . antara lain : bermain. Saran-saran Guru disarankan menggunakan metode pembelajaran sesuai dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. 1.

Hariwijaya dan Bertiani Eka Sukaca. Konsep Dasar Pendidikan Prasekolah. IKIP Bandung:Bandung.M. 1997. 2007. PAUD Melejitkan Potensi Anak dengan Pendidikan Sejak Dini. . Bandung M. Solehuddin.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful