P. 1
He Modi Alisa

He Modi Alisa

|Views: 1|Likes:
Published by Lisa Devianti

More info:

Published by: Lisa Devianti on Apr 28, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/12/2014

pdf

text

original

15

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

1. Hemodialisa Defenisi Hemodialisa adalah prosedur pembersihan darah melalui suatu ginjal buatan dan dibantu pelaksanaannya oleh semacam mesin (Lumenta, 1992). Hemodialisa sebagai terapi yang dapat meningkatkan kualitas hidup dan memperpanjang usia. Hemodialisa merupakan metode pengobatan yang sudah dipakai secara luas dan rutin dalam program penanggulangan gagal ginjal akut maupun gagal ginjal kronik (Smeltzer, 2001). Hemodialisa merupakan suatu proses yang digunakan pada pasien dalam keadaan sakit akut dan memerlukan terapi dialisis jangka pendek (beberapa hari hingga beberapa minggu) atau pasien dengan penyakit ginjal stadium terminal yang membutuhkan terapi jangka panjang atau terapi permanen. Sehelai membran sintetik yang semipermiable menggantikan glomerulus serta tubulus renal dan bekerja sebagai filter bagi ginjal yang terganggu fungsinya itu bagi penderita gagal ginjal kronis, hemodialisa akan mencegah kematian. Namun demikian, hemodialisa tidak menyembuhkan atau memulihkan penyakit ginjal (Smeltzer, 2001).

Prinsip yang Mendasari Hemodialisa Tujuan hemodialisa adalah untuk mengambil zat-zat nitrogen yang toksik dari dalam darah dan mengeluarkan air yang berlebihan. Ada tiga prinsip yang

Universitas Sumatera Utara

Air yang berlebihan dikeluarkan dari dalam tubuh melalui proses osmosis. Penatalaksanaan Jangka Panjang Pasien yang Menjalani Hemodialisa Diet Diet merupakan faktor penting bagi pasien yang menjalani hemodialisa mengingat adanya efek uremia. air bergerak dari daerah dengan tekanan yang lebih tinggi (tubuh pasien) ke tekanan yang lebih rendah (cairan dialisat). Karena pasien tidak dapat mengekskresikan air. Universitas Sumatera Utara . Gradien ini dapar ditingkatkan melalui penambahan tekanan negatif yang dikenal dengan ultrafiltrasi pada mesin dialisis. Lebih banyak toksin yang menumpuk. Apabila ginjal tidak mampu mengekskresikan produk akhir metabolisme. 2001). substansi yang bersifat asam ini akan menumpuk dalam serum pasien dan bekerja sebagai racun. Toksin dan zat limbah di dalam darah dikeluarkan melalui proses difusi dengan cara bergerak dari darah. Pengeluaran air dapat dikendalikan dengan menciptakan gradien tekanan: dengan kata lain. Tekanan negatif diterapkan pada alat ini sebagai kekuatan pengisap pada membran dan memfasilitasi pengeluaran air. Gejala yang terjadi akibat penumpukan tersebut secara kolektif dikenal dengan gejala uremik dan akan mempengaruhi setiap sistem tubuh. yang memiliki konsentrasi lebih tinggi ke cairan dialisat yang konsentrasinya rendah. kekuatan ini diperlukan untuk mengeluarkan cairan hingga tercapai isovolemia (keseimbangan cairan ) (Smeltzer. lebih berat gejala yang timbul. osmosis dan ultrafiltrasi.16 mendasari kerja hemodialisa yaitu difusi.

kalium dan cairan.17 Diet rendah protein akan mengurangi penumpukan limbah nitrogen dan dengan demikian meminimalkan gejala. natrium. Jumlah asupan cairan pasien baik cairan yang diminum langsung ataupun yang dikandung oleh makanan dapat dikaji secara langsung dengan mengukur Universitas Sumatera Utara . 2006). Seperti penelitian Argiles (2004) menyatakan bahwa asupan cairan pasien akan sangat tidak terkontrol pada musim panas dan pada masa liburan Natal dan Tahun Baru karena pada musim panas merangsang rasa haus dan pada masa libuuran natal dan tahun baru banyak mengonsumsi makanan ringan yang kering dan mengandung garam sehingga memacu keinginan untuk minum (Welch. Ketidakseimbangan cairan juga dapat menyebabkan terjadinya hipertropi pada ventrikel kiri. Dengan demikian pembatasan cairan juga merupakan bagian dari resep diet untuk pasien ini. Beberapa laporan menyatakan bahwa pembatasan cairan pada pasien hemodialisa sangat dipengaruhi oleh perubahan musim dan masa-masa tertentu dalam hidupnya. Jumlah cairan yang tidak seimbang dapat menyebabkan terjadinya edema paru ataupun hipertensi pada 2-3 orang pasien hemodialisa. Dengan penggunaan hemodialisa yang efektif. Masalah Cairan Pembatasan asupan cairan sampai 1 liter perhari sangat penting karena meminimalkan resiko kelebihan cairan antar sesi hemodialisa. Penumpukan cairan juga dapat terjadi dan dapat mengakibatkan gagal jantung kongestif serta edema paru. asupan makanan pasien dapat diperbaiki meskipun biasanya memerlukan beberapa penyesuaian atau pembatasan pada asupan protein.

Berat kering adalah berat terendah yang dapat ditoleransi oleh pasien sesaat setelah terapi dialysis tanpa menyebabkan timbulnya gejala turunnya tekanan darah..0-1. Cairan dibatasi. 2005). IDWG adalah peningkatan berat badan antar hemodialisa yang paling utama dihasilkan oleh asupan garam dan cairan. tidak adanya edema atau pembengkakan. konsekuensi dari asupan tersebut terdiri atas dua bagian yaitu on the one hand yang artinya asupan air dan salin dapat bekerja sama dengan kalori dan protein dalam makanan. tidak ada indikasi sesak nafas. 2006). kram atau gejala lainnya yang merupakan indikasi terlalu banyak cairan dibuang. Berat kering adalah berat tubuh tanpa adanya kelebihan cairan yang menumpuk diantara dua terapi hemodialisa. Tetapi on the other hand.5 kg (Lewis et al. Berat kering ditentukan oleh dokter dengan mempertimbangkan masukan dari pasien. Berat kering ini dapat disamakan dengan berat badan orang dengan ginjal sehat setelah buang air kecil. asupan air dan garam dapat menimbulkan peningkatan cairan tubuh. Yang menjadi kunci untuk kejadian hipertensi dan hipertropi ventrikel kiri (Villaverde. Dengan demikian pembatasan cairan juga merupakan bagian dari resep diet untuk pasien ini. yang akan disatukan untuk memperoleh status nutrisi yang lebih baik. 2006). Dokter akan menentukan berat kering dengan mempertimbangkan kondisi pasien sebagai berikut : tekanan darah normal. 1998) atau tidak lebih dari 3 % dari berat kering (Fisher. Secara teori.18 kenaikan berat badan antar sesi hemodialisa (Interdialytic weight gain/IDWG) (Welch. yaitu dengan menjumlahkan Universitas Sumatera Utara . IDWG yang dapat ditoleransi oleh tubuh adalah tidak lebih dari 1. tidak adanya indikasi kelebihan cairan saat pemeriksaan paru – paru.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Penderita Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis dalam Mengurangi Asupan Cairan 1. merupakan salah satu contoh dimana komunikasi. Universitas Sumatera Utara . Pada penelitian ini didapat penderita yang patuh rata-rara usia 52 tahun dan penderita yang tidak patuh ratarata usia 46 tahun. semua jenis obat dan dosisnya harus dievaluasi dengan cermat. pendidikan dan evaluasi dapat memberikan hasil yang berbeda. Pertimbangan medikasi Banyak obat yang diekskresikan seluruhnya atau sebagian melalui ginjal. Apabila seseorang pasien menjalani dialisis.4. Pendidikan penderita yang patuh 74.1 Faktor usia Pendapat Dunbar & Waszak (1990) yang menunjukkan bahwa ketaatan terhadap aturan pengobatan pada anak-anak dan remaja merupakan persoalan yang sama dengan ketaatan pada pasien dewasa.3% untuk pendidikan SMA keatas ternyata lebih tinggi dibandingkan dengan pendidikan pada penderita yang tidak patuh. 2004). Terapi antihipertensi yang sering merupakan bagian dari susunan terapi dialisis.19 urin/24jam ditambah 500-750 ml (Almatsier. Urin 24 jam ditambah 500700 ml adalah jumlah cairan yang dapat dikonsumsi pasien dan masih dapat ditoleransi oleh ginjal pasien. ini bukan berarti usia lebih tua cenderung patuh dan sebaliknya usia lebih muda cenderung tidak patuh.

9 % sedangkan pada penderita yang tidak patuh dalam kategori sedang 58. serta rencana pengobatan selanjutnya.4. semakin patuh dan pasien yang tidak patuh cenderung merupakan pasien yang belum lama menjalani HD.4.20 1. Hal ini didukung oleh pernyataan bahwa semakin lama pasien menjalani HD.3 Faktor Keterlibatan tenaga kesehatan. 1.4 Faktor keterlibatan keluarga pasien Pada penderita yang patuh lebih mempunyai kepercayaan pada kemampuannya sendiri untuk mengendalikan aspek permasalahan yang sedang dialami. karena pasien sudah mencapai tahap accepted (menerima) dengan adanya pendidikan kesehatan dari petugas kesehatan. 1.4. Pada penderita yang patuh keterlibatan tenaga kesehatan dalam kategori baik 82.002 lebih kecil dari 0.2 Faktor lama menjalani HD Semakin lama pasien menjalani HD adaptasi pasien semakin baik karena pasien telah mendapat pendidikan kesehatan atau informasi yang diperlukan semakin banyak dari petugas kesehatan.2%. Keterlibatan tenaga kesehatan sangat diperlukan oleh pasien dalam hal sebagai pemberi pelayanan kesehatan.05 yang berarti ada pengaruh antara keterlibatan tenaga kesehatan dengan kepatuhan pasien dalam mengurangi asupan cairan. Didapat hasil uji analisis Mann Whitney U.test antara keterlibatan tenaga kesehatan pada penderita yang patuh dengan penderita yang tidak patuh berdasarkan kategori diatas dengan nilai ( sig) atau þ= 0. ini dikarenakan individu memiliki faktor internal yang lebih dominan Universitas Sumatera Utara . penerimaan informasi bagi pasien dan keluarga.

Hipotensi dapat terjadi selama terapi dialisis ketika cairan dikeluarkan b. Nyeri dada dapat terjadi karena pCO2 menurun bersamaan dengan terjadinya sirkulasi darah diluar tubuh. Universitas Sumatera Utara . Emboli udara merupakan komplikasi yang jarang tetapi dapat saja terjadi jika udara memasuki sistem vaskuler pasien. Pruritus dapat terjadi selama terapi dialisis ketika produk akhir metabolisme meninggalkan kulit. Komplikasi Komplikasi terapi dialisisi sendiri dapat mencakup hal-hal berikut. bantuan dan penilaian dari keluarga. sementara keterlibatan keluarga dapat diartikan sebagai suatu bentuk hubungan sosial yang bersifat menolong dengan melibatkan aspek perhatian. pengalaman yang pernah dialami. sifat alam penyakit. dan program pengobatan. derajat dimana seseorang terisolasi dari pendampingan orang lain. dan konsep diri yang baik akan membuat individu lebih dapat mengambil keputusan yang tepat dalam mengambil mengambil tindakan. a.21 seperti tingkat pendidikan yang tinggi. d. Berbeda dengan pernyataan Baekeland & Luddwall (1975) bahwa keluarga juga merupakan faktor yang berpengaruh dalam menentukan program pengobatan pada pasien. isolasi sosial secara negatif berhubungan dengan kepatuhan. mengatakan perilaku kepatuhan tergantung pada situasi klinis spesifik. Schwarzt and Griffin (1995). c.

pendeteksian dan penatalaksanaan komplikasi yang berkaitan dengan akses vaskuler. strategi Universitas Sumatera Utara . Pendidikan Pasien Tujuan untuk mempersiapkan pemulangan pasien dialisis dari rumah sakit sering menjadi tantangan yang menarik. hubungan antara obat-obat yang diresepkan dengan dialisis. pedoman pencegahan dan pendeteksian kelebihan cairan. konsekuensi akibat kegagalan dalam mematuhi pembatasan ini. f.22 e. efek samping obat dan pedoman kapan diberikan. Mual dan muntah merupakan peristiwa yang sering terjadi. pencegahan. perawatan akses vaskuler. penatalaksanaan komplikasi dialisis yang lain dan efek samping terapi. Kram otot yang nyeri terjadi ketika cairan dan elektrolit dengan cepat meninggalkan ruang ekstrasel. strategi untuk pendeteksian. Komplikasi ini kemungkinan terjadi lebih besar jika terdapat gejala uremia yang berat. Penyakit tersebut dan terapi yang dilakukannya akan mempengaruhi setiap aspek dalam kehidupan klien. Pasien hemodialisa yang akan memulai terapi memerlukan pengajaran tentang topik-topik berikut: Rasional dan tujuan terapi dialisis. penatalaksanaan dan pengurangan gejala pruritus. neuropati serta gejala-gejala lainnya. Biasanya pasien tidak memahami sepenuhnya dampak dialisis dan kebutuhan untuk mempelajarinya mungkin baru disadari lama sesudah pasien dipulangkan dari rumah sakit. g. Gangguan keseimbangan dialisis terjadi karena perpindahan cairan serebral dan muncul sebagai serangan kejang. dasar pemikiran untuk diet dan pembatasan cairan.

proses fisiologis. 2. Terapi ini berusaha untuk mengintegrasikan teknik-teknik terapeutik yang berfokus untuk membantu individu melakukan perubahan-perubahan. perasaan. strategi untuk mempertahankan kemandirian dan mengatasi kecemasan anggota keluarga. dan perubahan pada kognitif ini dapat menghasilkan perubahan perilaku yang diharapkan (Nevid. Terapi Perilaku Kognitif Defenisi Terapi perilaku kognitif adalah terapi yang menganggap kesulitankesulitan emosional berasal dari pikiran dan keyakinan yang salah yang menyebabkan perilaku yang tidak produktif. Modifikasi perilaku kognitif didasarkan pada asumsi bahwa perilaku manusia secara resiprok dipengaruhi oleh pemikiran. pengaturan finansial untuk dialisis.23 untuk menangani dan mengurangi kecemasan serta ketergantungan pasien sendiri dan anggota keluarga mereka. keyakinan dan sikap yang mendasarinya. 2003). tidak hanya pada perilaku nyata tetapi juga dalam pemikiran. 1993) menggabungkan antara modifikasi perilaku dan terapi kognitif. serta konsekuensinya pada perilaku. Universitas Sumatera Utara . Jadi bila ingin mengubah perilaku yang maladaptif dari manusia. pilihan lain yang tersedia buat pasien. Teknik modifikasi perilaku-kognitif merupakan teknik yang sedang berkembang pesat sejak dekade yang lalu. Terapi ini memiliki asumsi bahwa pola berpikir dan keyakinan mempengaruhi perilaku. Mchenbaum (dalam Ivey.

Pasien dengan terapi perilaku kognitif menunjukkan Universitas Sumatera Utara . disamping mempelajari ketrampilan teknik perilaku (Kanfer dan Goldstein. 2008). 1990) rute yang langsung ke berubahnya emosi dan perilaku yang tidak berfungsi adalah dengan memodifikasi jalan pikiran yang tidak tepat dan tidak berfungsi. modifikasi perilaku-kognitif menekankan pada pemahaman terhadap aspek pengalaman kognisi yang berbeda-beda misalnya kepercayaan. 2001) Terapi perilaku kognitif adalah sebuah pendekatan untuk membantu menanggulangi masalah dengan lebih efektif dengan menyediakan suatu kerangka berpikir dan berperilaku. Terapi perilaku-kognitif merupakan gabungan terapi perilaku dan terapi kognitif. pemecahan masalah. 1990).24 maka tidak hanya sekedar mengubah perilakunya saja. Menurut Marshall & Turnbull (1996 dalam Sagawa. imaji. 1986). Menurut Beck (1976 dalam Corey. Penelitian yang dilakukan Griffin & Humfleet (1998) menyatakan bahwa terapi perilaku kognitif juga efektif dalam membantu pasien penyalahgunaan obatobatan. Terapi ini efektif dalam mengurangi ketergantungan terhadap obat-obat terlarang yang salah satunya adalah kokain (NIDA. harapan. Didukung juga oleh penelitian Brown & Matthew (1997) menemukan bahwa pasien pecandu alkohol yang diberikan terapi perilaku kognitif lebih efektif dibanding pasien yang diberikan latihan relaksasi. Dalam pelaksanaannya. Ellis menggunakan terapi perilaku kognitif mengubah gagasan klien agar emosi klien terobati atau tidak sekedar perubahan perilaku mereka saja (Corey. namun juga menyangkut aspek kognitifnya. yang memungkinkan mereka untuk memimpin diri sendiri untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.

prinsip Terapi Perilaku. dan individu yang berperan aktif dalam proses terapi (Ivey. 1993). 1984). Oleh karena itu individu harus benar-benar terampil menggunakan prinsip-prinsip terapi kognitif dan modifikasi perilaku dengan masalah yang dialaminya. Perlu pula dijelaskan bahwa fungsi terapis hanyalah sebagai fasilitator timbulnya perilaku yang dikehendaki. Prinsip . 1993) mengemukakan 10 hal yang harus diperhatikan seorang terapis dalam penggunaan modifikasi perilakukognitif. Terkait dengan perlunya pemahaman tentang prinsip-prinsip modifikasi perilaku-kognitif. dan peran terapis penting dalam mengajak individu memahami perasaannya dan teknik terapi yang efektif untuk terjadinya perubahan perilaku yang dikehendaki.25 hasil yang signifikan dalam menghilangkan penggunaan alkohol secara total setelah 3 tahun intervensi (NIDA. Penjelasan ini penting perannya untuk meningkatkan motivasi individu dan menjalin kerjasama yang baik. dan tentang langkah-langkah di dalam terapi. yaitu: Universitas Sumatera Utara . 2008) . terapis perlu terlebih dahulu menjelaskan susunan terapi kepada subjek.Kognitif Prinsip dasar dari terapi perilaku kognitif adalah mengajarkan kepada pasien bahwa kepercayaan dan pemikiran tidak rasional adalah penyebab dari gangguan emosional dan tingkah laku (Hoffman. Sebelum proses terapi dimulai. yang meliputi penjelasan tentang sudut pandang teori modifikasi perilaku dan teori terapi kognitif terhadap perilaku yang tidak adaptif. prinsip yang melandasi prosedur modifikasi perilaku kognitif. Meichenbaum (dalam Ivey.

6. Bagian penting dari proses kognisi adalah meta-kognisi yaitu klien berusaha untuk memberi komentar secara internal pada pola pemikiran dan perilakunya saat itu. Modifikasi perilaku-kognitif melihat bahwa hubungan baik yang dibangun antara klien dan terapis merupakan sesuatu yang penting dalam proses perubahan klien. Perubahan personal skema yang tidak efektif adalah bagian yang penting dari terapi 3. perasaan. Terapis perlu memahami bahwa perilaku klien ditentukan oleh pikiran. Proses kognitif sebenarnya tidak menyebabkan kesulitan emosional. Universitas Sumatera Utara . dan perilaku yang dihasilkan klien. 5.26 1. 2. Terapis dapat memasuki sistem interaksi dengan memfokuskan pada pikiran. Struktur kognisi yang dibuat individu untuk mengorganisasi pengalaman adalah personal schema. Terapis perlu memahami personal schema yang digunakan oleh klien untuk lebih mamahami masalah yang dialami klien. namun yang menyebabkan kesulitan emosional adalah karena proses kognitif itu sendiri merupakan proses interaksi yang kompleks. perasaan. 4. Dimensi yang cukup penting adalah untuk mencegah kekambuhan kembali. Modifikasi perilaku-kognitif memahami persoalan dengan pendekatan psikoterapi yang diambil dari sisi rasional atau objektif. Modifikasi perilaku-kognitif ditekankan pada penjabaran serta penemuan proses pemahaman pengalaman klien. proses fisiologis. Tugas penting dari seorang terapis adalah menolong klien untuk memahami cara klien membentuk dan menafsirkan realitas. 7. proses fisiologis. dan akibat yang dialaminya.

Burns. 9. Tujuan Pendekatan Terapi Perilaku Kognitif Pendekatan terapi perilaku kognitif adalah pendekatan pemberian bantuan yang bertujuan mengubah suasana hati dan perilaku individu dengan mempengaruhi pola berfikirnya (Beck.27 8. 1985. Terapis diharapkan mampu menolong klien untuk mencari keyakinan yang sifatnya dogmatis dalam diri klien dan secara kuat mencoba menguranginya. 10. Emosi memainkan peran yang penting dalam terapi. mengenali dan memantau gangguan-gangguan kognitif yang muncul dalam menanggapi kejadian atau peristiwa. Menurut Oermarjoedi (2004). untuk itu klien perlu dibawa ke dalam suasana terapi yang mengungkap pengalaman emosi. dan mengubah cara berfikir dalam menginterpretasikan dan menilai kejadian dengan cara-cara yang lebih sehat. tujuan terapi perilaku kognitif adalah mengajak klien untuk menentang pikiran yang salah dengan menampilkan buktibukti yang bertentangan dengan keyakinan mereka tentang masalah yang dihadapi. 1986). Universitas Sumatera Utara . Terapis harus hati-hati terhadap munculnya pemikiran yang tiba-tiba yang mungkin dapat dipergunakan untuk merubah klien. Pada dasarnya pendekatan terapi perilaku kognitif bertujuan untuk mengenali kejadian yang memberi tekanan. Terapis perlu menjalin kerjasama dengan pihak keluarga ataupun pasangan klien. Modifikasi perilaku-kognitif dapat diperluas sebagai proses pencegahan timbulnya perilaku maladaptif.

1975). Dasar pemikiran teknik ini adalah pemantauan diri terkait dengan evaluasi diri dan pengukuhan diri (Kanfer. Pemantauan diri hendaknya dilakukan untuk satu jenis perilaku dan relatif merupakan respon yang sederhana (Kanfer. Ada tiga kriteria yang terkandung dalam semua konsep kontrol diri yaitu: Universitas Sumatera Utara . mendiskusikan saat-saat pemantauan dilaksanakan. Teknik ini berfungsi sebagai alat pengumpul data sekaligus berfungsi terapeutik. terapis menunjukkan pada subjek cara mencatat data perilakunya. sehingga lebih menyadari perilakunya setiap saat. Kedua teknik tersebut mengkaji seberapa sering perilaku target itu timbul dan resiko yang apa yang muncul kalau tidak segera ditangani. Pada tehnik ini. Beberapa langkah dalam teknik pemantauan diri adalah sebagai berikut: mendiskusikan dengan subjek tentang pentingnya subjek memantau dan mencatat perilakunya secara teliti. subjek dan terapis secara bersama-sama menentukan jenis perilaku yang hendak dipantau. klien sangat berperan penting (Taylor. 1983). Subjek memantau dan mencatat perilakunya sendiri. Seseorang itu harus mengetahui terlebih dahulu perilaku yang mana yang menjadi target terapi perilaku kognitif. Satu-satunya syarat adalah orang tersebut harus menginplementasikan prosedurnya sendiri setelah menerima instruksi dari terapis.28 Teknik pemantauan dan kontrol diri Pemantauan dan kontrol diri merupakan langkah awal untuk merubah perilaku target.. Kontrol diri dapat diterapkan dalam teknik terapi apapun. 1975).

Pujian positif yaitu memberikan pujian yang sepantasnya pada diri sendiri karena telah berhasil merubah atau memodifikasi perilaku target. Penguatan diri meliputi pemberian pujian atau hukuman pada diri sendiri untuk meningkatkan atau meminimalkan beberapa kejadian perilaku target. Orang yang bersangkutan tidak melakukan ini secara otomatis dan tidak dipaksa oleh orang lain untuk melakukan suatu tindakan. Reinforcement (Penguatan diri) Penguatan diri adalah teknik yang paling menarik apabila kita belajar teori terapi perilaku kognitif. Akan tetapi jarang digunakan dalam memanajemen atau memodifikasi perilaku (Taylor. 1983).29 a) Hanya ada sedikit kontrol eksternal yang dapat menjelaskan perilaku (tidak ada pengawasan atau pemaksaan dari luar atau orang lain) b) Kontrol adalah suatu hal yang cukup sulit sehingga orang yang bersangkutan harus berupaya cukup keras (melakukan suatu kegiatan yang sangat tidak diinginkan dan merasa gembira dan bebas setelah kegiatan itu selesai) c) Perilaku dilakukan dengan pertimbangan dan pilihan secara sadar Individu secara aktif memutuskan untuk melakukan kontrol diri baik dengan melakukan suatu tindakan atau dengan menahan dirinya untuk tidak melakukan sesuatu. Pujian itu terbagi atas dua bagian yaitu pujian positif dan pujian negatif. Seperti pemberian pujian pada diri sendiri. Reinforcement dihubungkan dengan hemodialisa adalah hal yang sangat tepat Universitas Sumatera Utara . Pujian negatif adalah pujian melalui modifikasi faktor pencetus perilaku target di linkungan klien. hukuman juga dibagi dua bagian yaitu hukuman yang positif dan hukuman yang negatif.

di rumah . Distraksi pendengaran Diantaranya mendengarkan musik yang disukai atau suara burung Universitas Sumatera Utara . membaca koran. Distraksi dapat berkisar dari hanya pencegahan monoton sampai menggunakan aktivitas fisik dan mental yang sangat kompleks. melihat pemandangan dan gambar termasuk distraksi visual. membaca.30 untuk mencapai berat badan yang idel untuk pasien. bercerita. Distraksi (pengalihan perhatian) Distraksi mengalihkan perhatian klien ke hal yang lain yang lebih menyenangkan sehingga klien mampu mengabaikan pemikiran yang tidak menyenangkan yang sedang dialami. dan pada umumnya merupakan intervensi yang paling sering diberikan para medis ke pasiennya (Sagawa. atau pada fasilitas perawatan jangka panjang (Potter. 2001). menonton TV. 2005). dan lain-lain. mendengarkan musik. Sebagian besar distraksi dapat digunakan di rumah sakit. 2001). Ada orang tertentu yang akan mampu mengalihkan perhatiannya hanya dengan memainkan suatu permainan yang butuh konsentrasi penuh sperti main catur. Perawat dapat mengkaji aktivitas-aktivitas yang dinikmati klien sehingga dapat dimanfaatkan sebagai distraksi. Aktivitas tersebut dapat meliputi kegiatan menyanyi. menonton televisi. Distraksi visual Melihat pertandingan. berdoa. Keefektifan distraksi tergantung pada kemampuan pasien untuk menerima dan membangkitkan input sensori selain sensori yang sedang dialami ( Smeltzer. Distraksi bekerja memberi pengaruh paling baik untuk jangka waktu yang singkat.

menulis Universitas Sumatera Utara . 2007). Dari sekian banyak karya musik klasik. melakukan kegemaran (di tempat tidur) seperti mengumpulkan perangko. lanjutkan tehnik ini hingga terbentuk pola pernafasan ritmik. antara lain dengan mengisi teka-teki silang. Dibanding musik klasik lainnya. individu dianjurkan untuk memilih musik yang disukai dan musik tenang seperti musik klasik. sebetulnya ciptaan milik Wolfgang Amadeus Mozart (1756-1791) yang paling dianjurkan. tidak berarti karya komposer klasik lainnya tidak dapat digunakan (Andreana. dan diminta untuk berkosentrasi pada lirik dan irama lagu. Anjurkan klien untuk berkosentrasi pada sensasi pernafasan dan terhadap gambar yang memberi ketenangan. Mereka mengistilahkan sebagai “Efek Mozart”.31 serta gemercik air. Yang tak kalah penting adalah kemurnian dan kesederhaan musik Mozart itu sendiri. Beberapa penelitian sudah membuktikan. bermain kartu. Musik klasik salah satunya adalah musik Mozart. Mengurangi tingkat ketegangan emosi atau nyeri fisik. melodi dan frekuensi yang tinggi pada karya-karya Mozart mampu merangsang dan memberdayakan daerah kreatif dan motivatif di otak. Penelitian itu di antaranya dilakukan oleh Dr. mengetukkan jari atau kaki (Tamsuri. Namun. Klien juga diperbolehkan untuk menggerakkan tubuh mengikuti irama lagu seperti bergoyang. 2006) Distraksi pernafasan yaitu bernafas ritmik. Distraksi intelektual. Alfred Tomatis dan Don Campbell. anjurkan klien untuk memandang fokus pada satu objek atau memejamkan mata dan melakukan inhalasi perlahan melalui hidung dengan hitungan satu sampai empat dan kemudian menghembuskan nafas melalui mulut secara perlahan dengan menghitung satu sampai empat (dalam hati).

32 cerita. menyanyi. 2007). menggambar atau sembayang. Imajinasi terbimbing adalah kegiatan klien dengan membuat suatu bayangan yang menyenangkan dan mengonsentrasikan diri pada bayangan tersebut serta berangsur-angsur membebaskan diri dari dari perhatian terhadap stimulus yang kurang menyenangkan (Tamsuri. seperti bermain. Tehnik pernafasan. Universitas Sumatera Utara .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->