P. 1
Nitrifikasi

Nitrifikasi

|Views: 97|Likes:
Published by Koko Tampubolon
Peran Mikroorganisme Tanah
Peran Mikroorganisme Tanah

More info:

Categories:Types, Resumes & CVs
Published by: Koko Tampubolon on Apr 28, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial
List Price: $4.99 Buy Now

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

07/03/2013

$4.99

USD

pdf

text

original

1

PENDAHULUAN Latar Belakang Nitrogen merupakan unsur hara utama bagi pertumbuhan tanaman, yang pada umumnya sangat diperlukan untuk pembentukan atau pertumbuhan bagianbagian vegetatif tanaman, seperti daun, batang dan akar (Sutedjo, 2002). Sekitar 40-50% kandungan protoplasma merupakan substansi hidup dari sel tumbuhan yang terdiri dari senyawa nitrogen. Senyawa nitrogen digunakan oleh tanaman untuk membentuk asam amino yang akan diubah menjadi protein (Novizan, 2007 dalam Anggrahini 2009). Nitrogen merupakan elemen yang sangat esensial, menyusun bermacammacam persenyawaan penting, baik organik maupun anorganik. Nitrogen menempati porsi 1 – 2% dari berat kering tanaman. Ketersediaan nitrogen dialam berada dalam beberapa bentuk persenyawaan, yaitu berupa : N2 (72 % volume udara), N2O, NO, NO2, NO3 dan NH4+. Didalam tanah, lebih dari 90% nitrogen adalah dalam bentuk N-organik. Di alam terjadi siklus N sebagai bagian proses aliran materi. Persenyawaan nitrogen di luar tubuh organisme lebih banyak sebagai N-anorganik. Sebagian berupa anion dan kation yang larut dalam air, berada dalam sistem tanah. Sebagian lain persenyawaan nitrogen berada dalam fase gas di udara. Terjadi perubahan siklis antara fase N-anorganik dan N-organik, yang melibatkan hewan, tumbuhan, jamur dan mikro organisme lain dan faktor lingkungan abiotiknya (Suyitno, 2009). Amoniak (NH3) merupakan senyawa nitrogen yang menjadi NH4+ pada pH rendah yang disebut dengan ammonium. Amoniak dalam air permukaan berasal dari air seni, tinja serta penguraian zat organik secara mikrobiologis yang berasal dari air alam atau air buangan industri ataupun limbah domestik. Besarnya kandungan amoniak pada air permukaan tergantung pada beberapa faktor yaitu

nitrat adalah anion yang mobil di dalam larutan tanah. Proses nitrifikasi (perubahan ammonium menjadi nitrat) dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu aerasi. Hal ini dapat berimplikasi pada: (1) kelebihan pertumbuhan tanaman dan alga (eutrofikasi). dan sungai. Hal ini dapat mengkontaminasi atmosfer. Proses nitrifikasi biasanya berlangsung pada pH 5. suhu. 2006). khususnya pada tanah berpasir dengan curah hujan tinggi atau irigasi berlebihan dilakukan. kelembaban.5 hingga pH 10 dan pH optimum pada pH 8. tapi tidak untuk bakteri nitrosomonas (Damanik. Karena bakteri nitrobakter adalah autotrop. danau. Pemberian pupuk yang berlebihan mengandung ammonium bersifat racun untuk bakteri nitrobakter.2 sumber asalnya amoniak. Proses nitrifikasi akan berlangsung baik antara suhu 270C hingga 320C. 2011). Di bawah kondisi tertentu. Di sisi lain. keberadaan tanaman air yang menyerap amoniak . dan nisbah karbonnitrogen. (3) terbentuknya nitrosamin yang bersifat karsinogen akibat adanya reaksi dengan senyawa nitrogen lainnya. 1996 dalam Indriyati. (2) masalah kesehatan seperti methemoglobin hewan. Hal tersebut juga dapat terjadi akibat kehilangan dalam denitrifikasi. 2002). Kelembaban yang optimum yakni pada saat kondisi kapasitas lapang. proses nitrifikasi lebih baik berada pada kelembaban tanah yang tinggi. dan relatif stasioner. pupuk. Pencucian kelebihan NO3. Penambahan pupuk ke dalam tanah dapat menstimulir proses nitrifikasi. maka proses nitrifikasi hanya berlangsung bila ada oksigen. Nitrifikasi dapat pula menyebabkan kerugian. Gas intermediet hasil nitrifikasi merupakan polutan atmosfer (Paul dan Clark. dkk. diadsorbsi oleh tanah. konsentrasi oksigen dan temperature (Marsidi dan Herlambang. .5.dari tanah seringkali berakhir dalam air bawah tanah. Amonium merupakan kation. pH. NO 3akan tercuci dari daerah perakaran. hal ini diperlukan karena bakteri nitrifikasi membutuhkan unsur hara dan energi.

Fakultas Pertanian. Medan. . Universitas Sumatera Utara.3 Tujuan Percobaan Adapun tujuan dari percobaan ini adalah untuk memonitor transformasi yang dilakukan mikroba terhadap senyawa nitrogen di dalam tanah. Kegunaan Penulisan Sebagai salah satu syarat untuk dapat mengikuti praktikal tes di Laboratorium Bioteknologi Pertanian sub-Ilmu Tanah. Sebagai bahan informasi bagi pihak yang membutuhkan.

yaitu tahap pertama oksidasi amonium menjadi nitrit yang dilakukan oleh mikroba pengoksidasi ammonium (Nitrosomonas sp. Pemberian sejumlah kecil pupuk hara makro maupun hara mikro dalam tanah. Nitrit yang terbentuk akan segera diubah menjadi nitrat oleh bakteri Nitrobacter.). 1979 dalam Indriyati. maka diperlukan tambahan udara dari luar. Proses ini berlangsung dalam suasana aerobik.+ 2 H2O + 4H+ + Energi 2 NO3 + Energi Bakteri Ntrobakter (Spotte.4 TINJAUAN PUSTAKA Nitrifikasi merupakan proses pengubahan nitrogen amonium secara biologis menjadi nitrogen-nitrat. Akibatnya akan terjadi akumulasi nitrit pada tanah yang ber pH sangat tinggi (Myrold. 1999 dalam Anggrahini 2009). Tahap I disebut nitritasi yang dikerjakan oleh bakteri Nitrosomonas. akan mendorong proses nitrifikasi. Sedangkan bakteri nitrifikasi (nitrifying . pada tahap kedua oksidasi nitrit menjadi nitrat oleh mikroba pengoksidasi nitrit (Nitrobacter sp. Proses nitrifikasi berlangsung dalam 2 tahap. 2006). Selanjutnya nitrit yang terbentuk dioksidasi menjadi nitrat (NO3-). Agar reaksi dapat berjalan dengan sempurna. amonia yang berasal dari hidrolisis pupuk akan bersifat racun terhadap Nitrobacter namun tidak berpengaruh terhadap Nitrosomonas.). Bakteri nitrifikasi mempunyai kebutuhan hara yang tidak jauh berbeda dengan tumbuhan tingkat tinggi. Pada kondisi tersebut. misalnya disuplai dengan blower. Pemberian pupuk amonium dalam jumlah besar pada tanah sangat alkalis dapat menekan reaksi nitrifikasi tahap ke 2 (oksidasi Nitrit). Nitrifikasi melalui dua tahapan reaksi. Proses nitrifikasi adalah proses perubahan senyawa amonia (NH4+) menjadi senyawa nitrit (NO2-). Tahapan reaksi yang dilakukan oleh bakteri adalah sebagai berikut: 2 NH4+ + 3 O2 2 NO2 + O2 Bakteri Nitrosomonas 2 NO2.

Kehilangan nitrogen bersama panenan adalah cukup besar apabila bahan tanaman seperti jerami tidak dikembalikan ke dalam tanah dalam bentuk bahan organik. Nitrosomonas dan Nitrobacter lebih menjadi perhatian karena adanya pendapat yang menginginkan agar proses nitrifikasi ini perlu dikendalikan sehubungan dengan efisiensi pemupukan N dan pengendalian pencemaran lingkungan (Iswandi. Faktor-faktor yang mempengaruhi nitrifikasi adalah faktor nonantropogenik dan antropogenik. 1995 dalam Anggrahini 2009). Bakteri penitrifikasi termasuk ke dalam dua kelompok fisiologi yang berbeda. (Damanik. Untuk itu diperlukan tambahan karbon anorganik dari luar (Marsidi dan Herlambang. NO3. kehilangan akibat pencucian. dan NH3). Faktor non-antropogenik meliputi bahan induk tanah. pengolahan tanah serta pemberian masukan pada sistem tanah-tanaman (Hutchinson. 1989 dalam Indriyati. tidak membentuk endospora. 2006). berflagella polar. Faktor antropogenik meliputi pengusikan/pengelolaan tanaman. dan bersifat aerob obligat (Imas et al. dan kehilangan hara bersama panen. Kehilangan nitrogen dari tanah terdiri dari kehilangan dalam bentuk gas (N2. topografi yang akan mempengaruhi struktur dan komunitas tanaman serta kuantitas dan kualitas bahan organik. BAHAN DAN METODE .5 bacteria) yang bekerja disini adalah jenis bakteri autotrop yang memerlukan karbon anorganik untuk aktifitasnya serta pertumbuhannya.. 2002). dkk. Kehilangan nitrogen dapat bentuk gas terjadi karena kegiatan-kegiatan mikroba tanah dan reaksi-reaksi didalam tanah. Gram negatif. yang terpenting dari masing-masing kelompok adalah Nitrosomonas yang mengoksidasi amonium menjadi nitrit dan Nitrobacter yang mengoksidasi nitrit menjadi nitrat. Kedua macam bakteri itu berbentuk batang kecil. N2O. 2011). 1989). iklim.

Fakultas Pertanian.1 gram sebagai penyedia unsur N. cling warp untuk mengisolasi botol infus yang digunting. reagent nesstler sebagai bahan stimulan untuk mencoba ada atau tidaknya proses nitrifikasi. urea sebanyak 0. selang infus sebagai pengontrol keluarnya air dari botol infus. porselen tetes sebagai wadah dilakukannya proses nitrifikasi. pipet tetes untuk mengambil larutan. botol balsem sebagai wadah larutan tanah. tanah kaya bahan organik 100 gram sebagai objek percobaan. 3 buah botol infus sebagai tempat setiap tanah yang akan diamati. corong untuk menyalurkan larutan tanah ke erlenmeyer. aluminium foil untuk membungkus mulut botol berisi reagent nesstler. label nama untuk penanda pada botol setiap perlakuan. Percobaan ini dilakukan pada Rabu. pipet volumetri untuk mengambil larutan tanah dan reagent nesstler. kertas sebagai tempat urea saat ditimbang. kapas untuk menyumbat mulut botol infus. Universitas Sumatera Utara. plastik sebagai tempat glukosa saat ditimbang. Bahan dan Alat Percobaan Adapun bahan-bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah tanah berpasir 100 gram sebagai objek percobaan. tali plastik untuk menggantungkan infus.5 gram sebagai sumber carbon bagi mikroorganisme. Medan dengan ketinggian tempat ± 25 meter di atas permukaan laut. pipet skala untuk mengukur larutan dan mengambil larutan. glukosa sebanyak 0. ammonium sulfat sebagai bahan untuk perlakuan kontrol.6 Tempat Dan Waktu Percobaan Adapun percobaan ini dilakukan di Laboratorium Bioteknologi Pertanian Sub . Adapun alat-alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah timbangan analitik untuk menimbang berat bahan.Ilmu Tanah. tanah berliat 100 gram sebagai objek percobaan. 02 Mei 2012 sampai dengan 16 Mei 2012. aquadest untuk melembabkan kapas dan tanah. gelas ukur sebagai .

Ditimbang Urea sebanyak 0.Dimasukkan setiap jenis tanah pada botol infus yang sudah dilabeli . mangkuk timbangan sebagai wadah bahan saat ditimbang. erlenmeyer untuk tempat aau wadah larutan dan tanah. Prosedur Percobaan Untuk Perlakuan Aerob . dan bagian bawahnya disumbat dengan cling warp .1 gram pada setiap jenis tanah lalu diaduk dengan spatula .Dipasang selang infus ke botol infus . labu ukur sebagai wadah bahan saat pengenceran. ember sebagai tempat air untuk mencuci larutan. sendok tanah untuk mengambil tanah saat akan ditimbang.Ditimbang setiap jenis tanah sebanyak 100 gram.Dipotong botol infus setengah lingkaran pada bagian atas botol . cangkul untuk mengambil tanah di 3 tempat berbeda. beaker glass untuk tempat larutan.Digantung botol infus dengan tali plastik. buku data dan alat tulis sebagai alat bantu untuk mencatat data.Dilembabi dengan air aquadest . lalu diletakkan di atas kertas . lalu diletakkan di atas kertas . serbet untuk membersihkan alat.Dimasukkan kapas ke dalam botol infus yang sudah dipotong bagian atasnya. Untuk Perlakuan Aerob+Glukosa .Ditimbang setiap jenis tanah sebanyak 100 gram.1 gram pada setiap jenis tanah lalu diaduk dengan spatula .01 gr.7 alat atau tempat penakar. botol aquadest sebagai tempat air yang sudah ditakar. timbangan benchtop untuk menimbang bahan seberat + 0.Ditimbang Urea sebanyak 0. spatula untuk mengaduk larutan tanah.

Dipasang selang infus ke botol infus . lalu diletakkan di atas kertas .Ditutup botol infus dengan menggunakan cling warp.Dilembabi dengan air aquadest .Dipotong botol infus setengah lingkaran pada bagian atas botol .1 gram pada setiap jenis tanah lalu diaduk dengan spatula . lalu diletakkan di atas kertas . .Digantung botol infus dengan tali plastik.Dimasukkan setiap jenis tanah pada botol infus yang sudah dilabeli .5 gram pada setiap jenis tanah lalu diaduk dengan spatula . Untuk Perlakuan Anaerob+Glukosa .Ditimbang Urea sebanyak 0.1 gram pada setiap jenis tanah lalu diaduk dengan spatula .Dimasukkan setiap jenis tanah pada botol infus yang sudah dilabeli . dan bagian bawahnya disumbat dengan cling warp .Dimasukkan kapas ke dalam botol infus yang sudah dipotong bagian atasnya.8 .Dilembabi dengan air aquadest .Dipasang selang infus ke botol infus .Ditimbang glukosa sebanyak 0.Ditimbang setiap jenis tanah sebanyak 100 gram.Ditimbang Urea sebanyak 0.Dimasukkan kapas ke dalam botol infus yang sudah dipotong bagian atasnya.Ditimbang setiap jenis tanah sebanyak 100 gram. Untuk Perlakuan Anaerob .Digantung botol infus dengan tali plastik.Dipotong botol infus setengah lingkaran pada bagian atas botol . dan bagian bawahnya disumbat dengan cling warp .

.Kemudian diinkubasi selama 1 minggu .Dimasukkan setiap jenis tanah pada botol infus yang sudah dilabeli .Dilembabi dengan air aquadest .Dipasang selang infus ke botol infus .Dipotong botol infus setengah lingkaran pada bagian atas botol . dan bagian bawahnya disumbat dengan cling warp .Dimasukkan kapas ke dalam botol infus yang sudah dipotong bagian atasnya.Ditutup botol infus dengan menggunakan cling warp.Ditambahkan aquadest 25 ml ke setiap masing-masing botol infus .Ditutup botol infus dengan menggunakan cling warp. lalu diletakkan di atas kertas .Dialirkan air ke botol yang tersedia .Ditimbang glukosa sebanyak 0. Untuk Perlakuan Kontrol . .1 gram pada setiap jenis tanah lalu diaduk dengan spatula .Dimasukkan setiap jenis tanah pada botol infus yang sudah dilabeli .Digantung botol infus dengan tali plastik.Ditimbang setiap jenis tanah sebanyak 100 gram.9 .Ditimbang ammonium sulfat sebanyak 0. . dan bagian bawahnya disumbat dengan cling warp .5 gram pada setiap jenis tanah lalu diaduk dengan spatula .Dipotong botol infus setengah lingkaran pada bagian atas botol .Dipasang selang infus ke botol infus .Diambil tiga tetes larutan .Dilembabi dengan air aquadest .Dimasukkan kapas ke dalam botol infus yang sudah dipotong bagian atasnya.Digantung botol infus dengan tali plastik.

Ditambahkan Reagent Nesstler tiga tetes .Diamati perubahan warna (kuning berarti ada nitrifikasi) .Ditulis hasil pengamatan di buku data .Diambil tiga tetes larutan .Ditambahkan aquadest 25 ml ke setiap masing-masing botol infus .Dimasukkan ke porselen .10 .Diamati perubahan warna (kuning berarti ada nitrifikasi) .Dialirkan air ke botol yang tersedia .Ditambahkan Reagent Nesstler tiga tetes .Ditulis hasil pengamatan di buku data .Setelah 2 minggu dilakukan pengamatan kembali .Dimasukkan ke porselen .

11 HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil MINGGU KE I JENIS TANAH Organik Liat Pasir AEROB + GLUKOSA Organik Liat Pasir ANAEROB Organik Liat Pasir ANAEROB + GLUKOSA Organik Liat Pasir KONTROL Organik Liat Pasir Ulangan I HASIL + + + + + + + + + WARNA BENING BENING BENING BENING AGAK KEHITAMAN BENING KEKUNINGAN KEKUNINGAN KEKUNINGAN AGAK KEKUNINGAN AGAK KEKUNINGAN BENING KEKUNINGAN KEKUNINGAN KEKUNINGAN HASIL + + + + + + + + + + + + + + + Ulangan II WARNA KEKUNINGAN AGAK PEKAT KEKUNINGAN AGAK KUNING KUNINGNYA AGAK PEKAT KEKUNINGAN KEKUNINGAN KUNING PEKAT KUNING MUDA KUNING CERAH KUNING PEKAT KEKUNINGAN KEKUNINGAN KUNING MUDA KUNING MUDA KEKUNINGAN HASIL + + + + + + + + + + + + + + + Ulangan III WARNA KERUH KECOKLATAN AGAK KERUH KERUH PUCAT KUNING AGAK KUNING AGAK KERUH KUNING KEKUNINGAN PUTIH KEKUNINGAN KERUH PUCAT KERUH SEKALI KERUH KUNING KEKUNINGAN PUTIH KEKUNINGAN KERUH PUCAT AGAK KERUH KERUH KEKUNINGAN KEKUNINGAN KEKUNINGAN BENING BENING PUTIH KEKUNINGAN KERUH PUCAT KERUH SEKALI KERUH KUNING PUTIH KEKUNINGAN KEKUNINGAN HASIL + + + + + + + + + + + + + + Ulangan IV WARNA KUNING AGAK KUNING AGAK KUNING KEKUNINGAN KEKUNINGAN KEKUNINGAN KUNING SEDIKIT KUNING PUTIH KEKUNINGAN KEKUNINGAN AGAK KEKUNINGAN KEKUNINGAN PUTIH / BENING PUTIH / BENING PUTIH KERUH PERLAKUAN AEROB II AEROB Organik Liat Pasir + + + + + + + + + BENING BENING BENING KEKUNINGAN KEKUNINGAN KEKUNINGAN BENING BENING KEKUNINGAN AGAK KEKUNINGAN AGAK KEKUNINGAN AGAK KEKUNINGAN KEKUNINGAN PEKAT KEKUNINGAN KEKUNINGAN + + + + + + + + + + + + + + + KEKUNINGAN AGAK PEKAT AGAK KEKUNINGAN AGAK KEKUNINGAN KEKUNINGAN AGAK KEKUNINGAN AGAK KEKUNINGAN KEABUABUAN KUNING CERAH KUNING TUA KEKUNINGAN KEKUNINGAN KEKUNINGAN KEKUNINGAN KUNING MUDA KEKUNINGAN + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + KUNING AGAK KUNING KUNING KUNING AGAK KUNING AGAK KUNING PUTIH KEKUNINGAN PUTIH KEKUNINGAN PUTIH KEKUNINGAN AGAK KUNING AGAK KUNING KUNING BENING BENING AGAK KERUH KERUH AEROB + GLUKOSA Organik Liat Pasir ANAEROB Organik Liat Pasir ANAEROB + GLUKOSA Organik Liat Pasir KONTROL Organik Liat Pasir .

Dari hasil percobaan yang dilakukan diperoleh hasil bahwa pada ulangan II pada semua perlakuan baik pada minggu I dan minggu II menunjukkan adanya proses nitrifikasi yang terjadi pada semua jenis tanah. Faktor antropogenik meliputi pengusikan/pengelolaan tanaman. 1995 dalam Anggrahini (2009) yang menyatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi nitrifikasi adalah faktor nonantropogenik dan antropogenik. Ini menunjukkan adanya bakteri penitrifikasi dalam tanah seperti nitobakter dan nitrosomonas. Hal ini terbukti karena perubahan warna yang terjadi dari larutan reagent nesstler. Hal ini dikarenakan bahwa dalam proses pengambilan hasil pengamatan kurang teliti sehingga tidak menunjukkan adanya proses nitrifikasi. Dari hasil percobaan yang dilakukan diperoleh hasil bahwa pada ulangan III pada perlakuan anaerob pada minggu II menunjukkan tidak adanya proses nitrifikasi yang terjadi pada jenis tanah organic dan tanah berliat. Hal ini sesuai literatur Hutchinson. Hal ini . iklim. Hal ini sesuai dengan literatur Iswandi. yang terpenting dari masing-masing kelompok adalah Nitrosomonas yang mengoksidasi amonium menjadi nitrit dan Nitrobacter yang mengoksidasi nitrit menjadi nitrat. pengolahan tanah serta pemberian masukan pada sistem tanah-tanaman. 1989 dalam Indriyati (2006) yang menyatakan bahwa bakteri penitrifikasi termasuk ke dalam dua kelompok fisiologi yang berbeda.12 Pembahasan Dari hasil percobaan yang dilakukan diperoleh hasil bahwa pada ulangan I pada perlakuan aerob baik pada minggu I dan minggu II menunjukkan tidak adanya proses nitrifikasi yang terjadi pada semua jenis tanah. topografi yang akan mempengaruhi struktur dan komunitas tanaman serta kuantitas dan kualitas bahan organik. Faktor non-antropogenik meliputi bahan induk tanah.

N2O. yaitu tahap pertama oksidasi amonium menjadi nitrit yang dilakukan oleh mikroba pengoksidasi . maka proses nitrifikasi hanya berlangsung bila ada oksigen. Dari hasil percobaan yang dilakukan diperoleh bahwa N yang hilang pada percobaan adalah kehilangan N akibat pencucian.13 dikarenakan bakteri yang melakukan nitrifikasi pada jenis tanah tersebut hanya bakteri bersifat heterotrof seperti nitrosomonas. Kehilangan nitrogen dapat bentuk gas terjadi karena kegiatan-kegiatan mikroba tanah dan reaksi-reaksi didalam tanah. Hal ini sesuai literatur Damanik. dkk. Hal ini sesuai dengan literatur Damanik. NO3. dan kehilangan hara bersama panen. Reaksi yang terjadi dalam nitrifikasi ada dua tahapan. Faktor antropogenik meliputi pengusikan/pengelolaan tanaman. Faktor non-antropogenik meliputi bahan induk tanah. Pemberian pupuk yang berlebihan mengandung ammonium bersifat racun untuk bakteri nitrobakter. pengolahan tanah serta pemberian masukan pada sistem tanah-tanaman. (2011) yang menyatakan bahwa bakteri nitrobakter adalah autotrop. Hal ini disebabkan dalam proses pengambilan hasil pengamatan kurang teliti sehingga tidak menunjukkan adanya proses nitrifikasi. Dari hasil percobaan yang dilakukan diperoleh hasil bahwa pada ulangan IV pada perlakuan Kontrol pada minggu I dan minggu II menunjukkan tidak adanya proses nitrifikasi yang terjadi pada jenis tanah organik. kehilangan akibat pencucian. tapi tidak untuk bakteri nitrosomonas. dan NH3). iklim. Hal ini sesuai literatur Hutchinson. (2011) yang menyatakan bahwa kehilangan nitrogen dari tanah terdiri dari kehilangan dalam bentuk gas (N2. 1995 dalam Anggrahini (2009) yang menyatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi nitrifikasi adalah faktor nonantropogenik dan antropogenik. dkk. topografi yang akan mempengaruhi struktur dan komunitas tanaman serta kuantitas dan kualitas bahan organik.

Hal ini sesuai dengan literatur Damanik.5 hingga pH 10 dan pH optimum pada pH 8. maka proses nitrifikasi hanya berlangsung bila ada oksigen. Karena bakteri nitrobakter adalah autotrop. pH.14 ammonium (Nitrosomonas sp. pupuk. dan Nitrobacter sp. yang terpenting dari masing-masing kelompok adalah Nitrosomonas yang mengoksidasi amonium menjadi nitrit dan Nitrobacter yang mengoksidasi nitrit menjadi nitrat. tidak membentuk endospora. Kedua macam bakteri itu berbentuk batang kecil. (2011) yang menyatakan bahwa proses nitrifikasi (perubahan ammonium menjadi nitrat) dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu aerasi.). dkk. Kelembaban yang optimum yakni pada saat kondisi kapasitas lapang. Hal ini terbukti saat pemberian pupuk urea pada perlakuan aerob dan anaerob.+ 2 H2O + 4H+ + Energi 2 NO3 + Energi Bakteri Ntrobakter Bakteri penitrifikasi yang terjadi pada percobaan ini adalah bakteri Nitrosomonas sp. suhu. 1979 dalam Indriyati (2006) yang menyatakan bahwa tahapan reaksi yang dilakukan oleh bakteri penitrifikasi adalah sebagai berikut: 2 NH4+ + 3 O2 2 NO2 + O2 Bakteri Nitrosomonas 2 NO2.5. Hal ini sesuai dengan literature Iswandi. suhu. Proses nitrifikasi biasanya berlangsung pada pH 5. 1989 dalam Indriyati (2006) yang menyatakan bahwa bakteri penitrifikasi termasuk ke dalam dua kelompok fisiologi yang berbeda. kelembaban. Faktor-faktor yang mempengaruhi berlangsungnya proses nitrifikasi adalah aerasi. Hal ini sesuai dengan literatur Spotte. pH. berflagella polar. dan nisbah karbon-nitrogen. pupuk. dan bersifat aerob obligat.). dan nisbah karbon-nitrogen. pada tahap kedua oksidasi nitrit menjadi nitrat oleh mikroba pengoksidasi nitrit (Nitrobacter sp. kelembaban. Penambahan pupuk ke dalam tanah dapat menstimulir . Proses nitrifikasi akan berlangsung baik antara suhu 270C hingga 320C. Gram negatif.

Faktor-faktor yang mempengaruhi berlangsungnya proses nitrifikasi adalah aerasi. dan nisbah karbon-nitrogen. 7. Pada ulangan IV pada perlakuan Kontrol pada minggu I dan minggu II menunjukkan tidak adanya proses nitrifikasi yang terjadi pada jenis tanah organik. pupuk. Pada ulangan II pada semua perlakuan baik pada minggu I dan minggu II menunjukkan adanya proses nitrifikasi yang terjadi pada semua jenis tanah. dan Nitrobacter sp 8. yaitu tahap pertama oksidasi amonium menjadi nitrit yang dilakukan oleh mikroba pengoksidasi ammonium dan tahap kedua oksidasi nitrit menjadi nitrat oleh mikroba pengoksidasi nitrit.15 proses nitrifikasi. suhu. 2. 5. Pada ulangan I pada perlakuan aerob baik pada minggu I dan minggu II menunjukkan tidak adanya proses nitrifikasi yang terjadi pada semua jenis tanah. hal ini diperlukan karena bakteri nitrifikasi membutuhkan unsur hara dan energi. kelembaban. 6. Reaksi yang terjadi dalam nitrifikasi ada dua tahapan. 3. Pada ulangan III pada perlakuan anaerob pada minggu II menunjukkan tidak adanya proses nitrifikasi yang terjadi pada jenis tanah organic dan tanah berliat 4. Bakteri penitrifikasi yang terjadi pada percobaan ini adalah bakteri Nitrosomonas sp. Saran . kehilangan N pada percobaan yang dilakukan adalah kehilangan N akibat pencucian. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan 1. pH.

2006. Kesuburan Tanah dan Pemupukan. T. H. B. Hasibuan. USU Press. B. Fauzi.16 Sebaiknya dalam melaksanakan praktikum diharapkan ketelitian takaran dan konsentrasi bahan-bahan percobaan agar hasil percobaan yang diperoleh akurat. Bogor Marsidi. DAFTAR PUSTAKA Anggrahini. Materi Jurdik biologi Universitas Negeri Yogyakarta. M. Institut Pertanian Bogor. E. 2011. 2002. Sarifuddin. M. L. Jurnal Teknologi Lingkungan 3 (3) : 195-204 Suyitno. Proses Nitrifikasi Dengan Sistem Biofilter Untuk Pengolahan Air Limbah Yang Mengandung Amoniak Konsentrasi Tinggi. Universitas Sebelas Maret. N. Herlambang. Skripsi. Transformasi Nitrogen Dalam Tanah Tergenang : Aplikasi Jerami Padi Dan Urea serta Hubungannya Dengan Serapan Nitrogen Dan Pertumbuhan Tanaman Padi. Medan Indriyati. 2009. Metabolisme Nitrogen. Surakarta Damanik. R dan A. Jumantono Dengan Berbagai Perlakuan Kualitas Seresah (Albisia falcataria (Sengon Laut) dan Swietenia mahogani (Mahoni) .. Dinamika N-NH4+. 2009. N-NO3. Hanum.dan Potensial Nitrifikasi Tanah Di Alfisols. Skripsi. Purworejo .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->