Haematologi Ikan Hilal Anshary

Darah Ikan
• Jaringan ikan memiliki sel-sel sirkulatori dalam bentuk medium cairan, plasma, pada invertebrata disebut haemolimf • Peranan darah: pembawa oksigen, bahan makanan, produk ekskresi melalui tubuh pada jaringan dan organ yang berbeda • Darah disirkulasi oleh aksi mekanis organ khusus yang disebut jantung • Darah terdiri atas plasma darah dan sel-sel darah

Plasma darah
• Plasma terdiri atas 90% air dan 10% bahan organik dan inorganik terlarut • Bahan organik dalam darah: protein seperti globulin (alfa, beta, gamma, dan imunoglobulin), albumin, clotting factor, dan antibodi • Serum adalah cairan warna kekuningan yang tertinggal setelah darah membeku. Jadi komposisinya sama dengan plasma darah, hanya tidak mengandung clotting factor • Clotting factor adalah protein yang terlibat dalam perubahan fibrinogen terlarut menjadi fibrin • Serum adalah fraksi cairan darah atau haemolimf yang tidak mengandung fibrinogen. Pada invertebrata, darah pertama-tama dibiarkan membeku (fibrinogen diubah menjadi fibrin tidak terlarut), kemudian disentrifus untuk menghilangkan sel darah dan fibrin

dan pigmen merah kuning. haeme. Haemoglobin bergabung dengan oksigen membentuk oxyhaemoglobin yang berfungsi untuk membawa oksigen pada seluruh sistem darah • Haemoglobin tersusun atas protein yang tidak berwarna Globin. yang mengandung besi .SEL DARAH • Sel darah ikan dikelompokkan menjadi dua kategori: – Sel darah Merah (Eritrosit) – Sel darah putih (Leukosit) • Eritrosit merujuk pada sel darah yang memiliki inti dan mengandung protein yang berwarna Haemoglobin • Haemoglobin: protein yang memiliki pigmen merah pada sel darah vertebrata dan lainnya dalam dunia hewan.

• Berbeda dengan eritrosit. leukosit dapat meninggalkan sistem vascular untuk melaksanakan fungsinya dengan cara keluar dari saluran darah kecil • .SEL DARAH • Leukosit: istilah leukosit merujuk pada sel darah berinti yang tidak memiliki pigmen dan berfungsi untuk melawan infeksi dan fagositosis.

yang masing-masing membawa 1 molekul oksigen . 2 rantai alfa dan 2 rantai beta.FUNGSI ERITROSIT • Mengangkut oksigen dan karbondioksida • Molekul oksigen dibawa oleh molekul haemoglobin dalam sel • Heamoglobin adalah protein berukuran besar yang terdiri atas 4 subunit protein yang lebih kecil.

ginjal merupakan tempat berlangsungnya eritropoiesis. eritrosit . Osteichthyes. Erithroblast mengalami serangkaian mitosis. Agnatha. sedangkan pada ikan primitif. erythroblast.Sumber Eritrosit • Eritrosit dibentuk pada sel embryonik dalam periferi darah. darah merupakan tempat utama sintesa eritrosit • Eritropoiesis adalah pembentukan sel darah merah. dan akhirnya berkembang menjadi eritrosit • Pada ikan yang sudah lebih berkembang. meningkatkan jumlah haemoglobin. Condrichthyes. dan ikan bertulang rawan.

5%. .77 sampai 1.58 x 106 cells /mm3 • Persentase eritrosit pada ikan sea bass (Dicentrarchus labrax) 96. bahkan variasi pada jenis ikan yang sama tergantung kondisi kesehatannya • Ikan rainbow trout jumlah eritrosit dapat bervariasi dari 0.Jumlah Eritrosit pada Ikan • Eritrosit adalah jenis sel darah yang paling penting/utama pada ikan • Terdapat variasi jumlah yang sangat besar antara ikan-ikan yang berbeda.5%. dan Saupe (Sarpa salpa) 98%. White Bream (Diplodus sargus) 96.

.

.

GRANULOCYTE • Sel ini memiliki struktur yang jelas dan kadangkadang disebut leukosit Polymorphonuclear (PMN) • Sitoplasma mengandung banyak granule/butiran yang halus • Terdapat 3 jenis granulosit pada ikan – Netrophil – Eosinophil – Basophil • Granulosit basophil tidak ditemukan pada ikan salmon .

• Neutrophil: leukosit yang tidak memiliki afinitas terhadap pewarnaan asam atau basa. Leukosit yang paling melimpah dalam darah. tetapi terwarnai oleh pewarnaan netral. sehingga menimbulkan pertanyaan apakah sel ini ada dalam ikan. Sel-sel ini terlibat dalam penghancuran parasit-parasit internal dan modulasi reaksi inflamatori alergi • Basophil: substansi atau elemen jaringan (e. Jumlahnya sangat rendah dalam darah ikan.sel darah putih) yang memiliki afinitas terhadap pewarnaan basa. mampu keluar dari dalam darah dan menuju jaringan tubuh untuk menelan bakteri yang menyerang • Eosinophil: sel darah putih khusus (polymorphonuclear leucocyte). yang dapat diwarnai dengan pewarnaan asam seperti eosin. Merupakan granulosit yang dapat mencerna mikroorganisma.g. .

.

Proses ini disebut respon inflamasi .FUNGSI GRANULOSIT • Terlibat pada sistem pertahanan nonspesifik. tetapi tidak mengenal antigen spesifik • Sel ini bermigrasi ke bagian tubuh dimana invasi terjadi dan menghancurkan partikel asing dengan fagositosis atau dengan respon cytotoksik. yaitu mengenal bahan asing yang datang.

ekstrak) atau partikulat. pembengkakan. akumulasi leukosit.• Antigen: setiap agent yang dapat memunculkan respon imun. . vasodilation. dan rasa sakit. kemerahan. Antigen dapat merujuk pada individu makromolekul atau populasi makromolekul antigenik homogen atau heterogen. Antigen yang paling efektif adalah protein dan polisakarida • Respon inflamasi: reaksi jaringan terhadap luka atau adanya antigen yang dicirikan oleh adanya panas. hyperaemia. Antigen tertentu biasanya mengandung sejumlah situs dimana kombinasi dengan bermacam-macam antibodi dapat terjadi (determinant). Antigen dapat terlarut (toksin mikroba.

Sumber Granulosit • Granulosit dibentuk pada sel embryonik yang disebut Granuloblast dalam jaringan Haemopoietik ginjal .

Jumlah Granulosit • Jumlah granulosit pada ikan 4 – 60 % dari leukosit darah • Jumlah sangat bervariasi pada spesies ikan yang berbeda • Granulosit 1 – 9 % dari total sel darah putih pada ikan rainbow trout (Oncorhynchus mykiss). .

98% 0.24% .28% 28% 12% 0.% of WBC’s Sea Bass (Dicentrarchus labrax) White Bream (Diplodus sargus) Saupe (Sarpa salpa) 8% % of all blood cells 0.

kemudian mensekresi sejumlah besar antibodi imunoglobulin .LIMFOSIT • Sel berbentuk bulat • Limfosit immature yang besar kadang-kdang terlihat • Ada dua jenis – T-Limfosit – B-Limfosit • Fungsi memediasi respon humoral dan selular • Pada saat kontak dengan antigen akan terjadi perbanyakan limfosit.

• B-limfosit: berasal dari bone marrow dan terlibat dalam produksi antibodi • T-Limfosit: limfoid sel yang perkembangannya tergantung pada keberadaan thymus. berperan dalam sel mediated immunity .

Sumber Limfosit • Thymocytes yang berasal dari thymus akan berkembang menjadi T-Limfosit • Sejumlah besar limfosit-limfosit kecil jugan ditemukan pada ginjal dan limfa • T-sel diduga bersal dari thymus • B-sel berasal dari ginjal .

.Jumlah Limfosit • Proporsi leukosit yang merupakan limfosit adalah 85% pada beberapa ikan • Limfosit dengan jumlah 89 – 98 % leukosit ditemukan pada juvenil rainbow trout.

45% 1.15% 2.% of WBC’s Sea Bass 90% (Dicentrarchus labrax) White Bream 70% (Diplodus sargus) Saupe (Sarpa 88% salpa) % of all blood cells 3.76% .

.

.

MONOSIT • Sel berukuran besar dan inti yang besar menempati 1/3 dan ½ dari sel • Sitoplasma mengandung granul-granul kecil yang menyebar • Fungsi: prekursor makrofage • Jauh lebih fagositik dari pada granulosit • Monosit ditemukan dalam jumlah besar pada ginjal. sehingga diduga berasal dari organ ginjal .

.

biasanya jumlahnya kecil • Pada ikan plaice.1% dari total jumlah leukosit.Jumlah Monosit • Pada ikan. pada catfish 1-8% dari total leukosit . hanya 0. darah mengandung monosit yang bervariasi.

07% 2% 0.% of WBC’s Sea Bass (Dicentrarchus labrax) White Bream (Diplodus sargus) Saupe (Sarpa salpa) 2% % of all blood cells 0.07% 0% 0% .

oval. and these are easily confused with lymphocytes because they look very similar. The oval or spindle-shaped cells are thought to be the normal forms of thrombocytes in vivo. spindle-shaped. Thrombocytes also sometimes appear in preparations as spiked or fragmented forms .THROMBOCYTE • There are four morphological forms of thrombocytes which are commonly seen. spiked and fragmented.

.

.

.

.

Fungsi Thrombocyte • Pembekuan darah • Fagositosis. tetapi bukan fagositosis sejati karena partikel tidak ditelan secara utuh .

.

.

.

.

.

.

EDTA • Kalau yang diinginkan serum.Cara Koleksi Darah • Parameter darah dapat menduga status kesehatan ikan • Beberapa teknik berbeda dapat digunakan untuk mengambil darah: – – – – severing the caudal peduncle puncturing the caudal vessel a cardiac puncture a dorsal aorta puncture • Pengambilan darah umumnya tabung dan jarum diberikan antikoagulan. tidak perlu menggunakan antikoagulan karena darah akan menggumpal (fibrinogen dirubah menjadi fibrin yang tidak terlarut) dalam tabung dan disentrifus untuk menghilangkan sel darah dan fibrin . heparin.

Severing the Caudal Peduncle .

dan quinaldine untuk air tawar. Ethylenglycolmonophenylether untuk ikan air laut.Severing the Caudal Peduncle • Teknik ini cocok untuk ikan kecil (< 10 cm) karena pembuluh darah kecil dan volume darah sedikit • Kadang-kadang sulit mendapatkan darah secara efisien dengan metode ini karena darah cepat menggumpal • Darah harus sesegera mungkin dikumpulkan setelah ekor dipotong • Dengan teknik ini. ikan sampel dimatikan dengan obat bius. • Obat bius biasanya digunakan dengan cara perendaman • Potong bagian peduncle dengan pisau dan bersihkan kotoran bagian ekor untuk menghindari kontaminasi dari lendir maupun air laut . tricane methane sulfonate (MS-222). benzocaine.

.

Darah diambil menggunakan tabung eppendorf atau tabung kapiler yang telah diberi heparin pada bagian ujung pembuluh darah yang telah dipotong. Tabung yang digunakan tergantung pada teknik hematologi yang akan dilakukan selanjutnya

Letakkan ujung tabung kapiler yang telah diberi heparin pada bagian ujung pembuluh darah yang telah dipotong, darah akan mengalir sepanjang tabung kapiler.

Puncturing the Caudal Peduncle
• Teknik ini dapat digunakan secara berulang-ulang untuk mengambil darah dari ikan besar (> 10 cm) • Darah dapat diambil sebanyak 0,5 – 1 mL setiap minggu • Darah diambil dengan terlebih dahulu membius ikan

Pasang jarum pada alat pengisapnya .

biarkan tertinggal larutan heparine sebanya 50 – 100 µL pada bagian dasar jarum.Bilas jarum dengan larutan heparine. Setelah membilas dengan heparine. heparine tertinggal pada dinding jarum sehingga mencegah darah membeku .

Tusuk bagian mid-ventral line belakang sirip anal. perlahan-lahan tarik darah dengan memutar-mutar jarum suntik sampai darah masuk pada jarum suntik. Prosedur ini memerlukan latihan untuk dapat menguasai teknik ini. Pada saat mengambil darah tidak boleh ada gelembung udara . Dorong jarum kedalam otot sampai mencapai tulang belakang.

Perlahan jarum suntik dikeluarkan dari ikan. lalu disimpan pada tabung yang disimpan dalam keadaan dingin .

Darah dicampur dengan memutar tabung bolak-balik .

Cardiac Puncture • Teknik ini dapat digunakan secara berulang-ulang untuk mengambil darah dari ikan besar (> 10 cm) • Darah diambil dengan terlebih dahulu membius ikan .

.

.

Ikan dalam posisi menghadap ke atas. lalu jarum dimasukkan pada bagian anterior sirip pektoral .

.

.

Teknik hematologi • • • • • Haematocrit Haemoglobin Determination Erythrocyte Count Leucocyte Count Differential Cell Counts .

• Sentrifus darah pada sentrifus khusus untuk hematokrit pada 10500 rpm 5 menit. • Ukur nilai hematokrit dengan alat rotoreader .Haematocrit • Hematokrit digunakan untuk menetukan volume susunan sel darah • Hemastokrit bervariasi tergantung kondisi kesehatan dan fisiologis ikan • Sentuhkan tabung kapiler pada sampel darah dan biarkan tabung terisi darah sampai ¾ bagian. • Segel ujung tabung dengan sealen yang sesuai. yaitu plasticine.

.

.

.

.

Haemoglobin Determination • Menghitung kadar haemoglobin darah. untuk menentukan kondisi anemia • Ada berbagai metode yang dapat digunakan untuk mengukur hemoglobin. namun metode baru alkaline haematin D-575 telah digunakan • Metode lama diketahui hanya menghasilkan hemoglobin yang jumlahnya kecil dibanding metode baru yang digunakan • Kelemahan lain metode lama adalah reagennya mengandung sianida yang toksik . keakuratan setiap mode sangat berbeda • Metode cyanohemoglobin selama ini telah menjadi metode standar selama beberapa dekade.

baca nilai absorbance pada spectropotometer 540 nm • Konsentrasi hemoglobin dihitung dari kurva yang telah dibuat dengan menggunakan standar .• Tambahkan 20 µL kedalam 5 µL Drabkin’s solution dalam tabung dan campur secara merata • masukkan 2 mL larutan kedalam cuvette.

DRABKIN’S SOLUTION: 200 mg Potassium ferricyanide 50 mg Potassium cyanide 140 mg Potassium dihydrogen phosphate Distilled water made up to 1 Litre .

.

.

Erythrocyte Count
• Metode ini bisa digunakan untuk mengetahui kondisi kesehatan ikan, karena sel darah abnormal berasosiasi dengan penyakit • Larutan pengencer yang digunakan adalah Hendricks diluting solution (1:200 dilution of blood) dan formal citrate solution (1:200 dilution of blood). • Metode Blaxhall and Daisley’s umum digunakan, metode ini juga digunakan pada leucocyte count • Buat pengenceran 1:50 darah pada Dacies fluid

DACIES FLUID:

Formaldehyde: Trisodium citrate: Brilliant cresyl Blue: Distilled water

10 ml 31.3g 1.0g 1 litre

Dacies fluid should be filtered immediately before use.

Mix the diluted blood by tilting the sealed tube gently to avoid destroying the cells .

Place a cover slip over a Neubauer haemocytometer. This is a special type of slide which is designed to act as a blood cell counting chamber. .

Capillary action will draw the diluted blood into the chamber.Draw some of the diluted blood solution into a Pasteur pipette and touch the tip of the pipette to the edge of the cover slip. .

.

at a dilution of 1:50) should be sufficient for an accurate count to be obtained • The dilution is 1:50.02mm3.• Place the haemocytometer under the microscope • Count the erythrocytes occuring in five small squares at the centre of the grid (3 Blood Fig.2). 3.02mm3 X 50 (area counted) X 50 (dilution).02mm3 (1/50 of 1mm3). . In order for an erythrocyte count to be considered statistically accurate a minimum of 200 cells (but preferably 400-500) must be counted. a total area of 0. The total area counted here (0. therefore the number of cells occurring per mm3 may be calculated as follows: – Number of cells occurring per mm3 = – Number of cells counted in 0. • Erythrocytes are a great deal more numerous than leucocytes in fish.4.

.Leucocyte Count • Place the haemocytometer under the microscope • Count the leucocytes occuring in the four corner squares marked (3 Blood Fig. 4.1mm3. at a dilution of 1:50). In order for a leucocyte count to be considered statistically accurate a minimum of 200 cells (but preferably 400-500) must be counted. should be sufficient for an accurate count to be obtained.2) on the grid. • Leucocytes are not nearly as abundant as erythrocytes in fish.1 mm3. The total area counted here (0.4. a total area of 0.

1mm3 X 10 (area counted) X 50 (dilution).• The dilution is 1:50. therefore the number of cells occurring per mm3 may be calculated as follows: • Number of cells occurring per mm3 = • Number of cells counted in 0. .

.

Differential Cell Counts • Microscopic examination of different cell types as revealed by differential staining can be carried out by making a blood smear • The purpose of this method is to obtain a single layer of cells on a microscope slide. which is then fixed and stained in the appropriate dyes • Different types of cell (erythrocytes. and this allows cells to be identified and counted . etc. lymphocytes. take up different stains.) and components within the cell.

Place this slide on a table top.Place a small drop of blood on one end of a clean dry microscope slide. . Use a slide which has been cleaned in detergent and stored in absolute methanol or ethanol.

away from the drop of blood in order to avoid distorting or crushing the blood cells.Hold the smearing slide at an angle of 35° to 40° to the other slide and allow the drop of blood to flow along the interface between the slides Push the smearing slide firmly along the microscope slide. to create a thin film of blood . maintaining uniform pressure.

in 95% methanol. The smear can be stored for some weeks before staining. if needed .Dry the slide rapidly in air and fix for 1-2 min.

) and components within the cell. etc. • This is among the more widely used solutions used in histological staining of blood smears • Different types of cell (erythrocytes. lymphocytes. are distinguishable from one another by their colour and shape when viewed under a microscope .MAY-GRUNWALD/GIEMSA STAIN: Eosine-methylene blue. solution modified for microscopy.

Stain pink/brown with May-Grunwald/Giemsa. .MAY-GRUNWALD/GIEMSA STAINING: • Erythrocytes: Round/oval shaped cells with a centrally situated nucleus and a well defined outline. • Lymphocytes: Round cells with large round nucleus. Considerable size range. while the cytoplasm is either a dark blue ring or not visible. Nucleus stains a deep red/violet colour.

• Eosinophils: Round cells with a round. Nucleus stains a deep red/violet colour. while the cytoplasm is either a dark blue ring or not visible.or three. which may appear two.lobed. . Cytoplasm stains pale pink with abundant red/pink shining granules. Nucleus stains pink/orange.• Neutrophils: Round/oval cells with granulated cytoplasm and eccentric nuclei. sometimes eccentrically located nucleus.

Nucleus stains deep purple. oval. and cytoplasm remains unstained. If they do occur it is possible that they do not stain sufficiently with MayGrunwald/Giemsa to be recognised. . Large nucleus. and they tend to appear singly or in clusters. Nucleus stains dark blue/purple with pale blue cytoplasm. Cytoplasm sometimes shows extended processes giving the cells an irregular outline.• Monocytes: Large cells. elongate or spindle shaped. • Basophils: The occurrence of basophils in fish blood is disputed. • Thrombocytes: Cells may be round.

• Wash the slide and allow to dry. . • Place the blood smear (which has been air dried and fixed in methanol) in the stain for five minutes.• Prepare the stain as directed by the manufacturer/supplier.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful