Riptek, Vol.4, No.I1, Tahun 2010, Hal.

: 11 - 19

ANALISIS POTENSI SOSIAL EKONOMI DAN BUDAYA MASYARAKAT DI WILAYAH KOTA SEMARANG DALAM PENGEMBANGAN INDUSTRI KREATIF
Artiningsih, Rukuh Setiadi dan Duhita Mayangsasri *) Abstrak
Persaingan global dan menipisnya cadangan sumberdaya alam semakin mendorong negara-negara di dunia untuk mencari alternatif perekonomian yang tidak bergantung pada alam. Salah satu alternatif yang ditempuh adalah dengan mengalihkan pilihan pada ekonomi kreatif, yaitu perekonomian yang berbasis pada kreativitas dan kemampuan intelektual. Hal ini karena industri kreatif banyak memberikan kontribusi secara nyata pada perekonomian negara, yaitu peningkatan nilai ekspor, penyerapan tenaga kerja dalam jumlah besar, serta salah satu penyumbang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Kota Semarang sebagai kota metropolitan memiliki berbagai potensi, baik potensi sosial, ekonomi maupun budaya untuk dapat dikembangkan menjadi industri kreatif. Namun pada kenyataannya, Kota Semarang belum dapat memanfaatkan potensi-potensi yang dimilikinya untuk dikembangkan sebagai industri kreatif seperti kota-kota lainnya. Berdasarkan hal tersebut, maka diperlukan adanya suatu kajian untuk mengetahui potensi sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat Kota Semarang dalam mengembangkan industri kreatif. Kata kunci: Industri kreatif, potensi sosial ekonomi dan budaya Latar Belakang Persaingan global dan menipisnya cadangan sumberdaya alam dewasa ini semakin mendorong negara-negara di dunia untuk mencari alternatif perekonomian yang tidak bergantung pada alam, salah satu alternatif yang ditempuh adalah dengan mengalihkan pilihan pada ekonomi kreatif, yaitu perekonomian yang berbasis pada kreativitas dan kemampuan intelektual. Menurut (UNCTAD, 2008) ekonomi kreatif dipahami sebagai suatu konsep yang berkembang dan menitikberatkan kreativitas sebagai aset utama guna membangkitkan pertumbuhan dan perkembangan ekonomi. Keberadaan industri kreatif merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pengembangan konsep ekonomi kreatif. Menurut UNCTAD (2008), industri kreatif adalah jantung dari ekonomi kreatif. Hal ini karena industri kreatif banyak memberikan kontribusi secara nyata pada perekonomian negara, yaitu peningkatan nilai ekspor, penyerapan tenaga kerja dalam jumlah besar, serta salah satu penyumbang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Studi Pemetaan Industri Kreatif oleh Departemen Perdagangan Republik Indonesia pada tahun 2007 telah memetakan industri kreatif menjadi 14 jenis, yaitu periklanan; pasar seni dan barang antik; desain; video, film, dan fotografi; musik; penerbitan dan percetakan; televisi dan radio; arsitektur; kerajinan; fashion; permainan interaktif; seni pertunjukan; layanan komputer dan piranti lunak; riset dan pengembangan. Kota Semarang belum mampu memanfaatkan potensi yang dimiliki, seperti adanya wilayah pesisir (pantai dan laut), adanya *) Staf Pengajar Fakultas Teknik Undip Semarang dataran tinggi (bukit dan gunung), adanya bangunan-bangunan bersejarah, ketersediaan infrastruktur, berada di posisi strategis di jalur persimpangan kota-kota besar. Kota Semarang belum dapat mengembangkan industri kreatif seperti Kota Bali, Bandung, dan Yogyakarta. Berdasarkan hal tersebut, maka diperlukan adanya suatu kajian untuk mengetahui potensi sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat Kota Semarang dalam mengembangkan industri kreatif. Diharapkan hasil kajian ini akan dapat digunakan sebagai rekomendasi strategis dalam pengembangan industri kreatif di Kota Semarang dan pada saat yang sama menjadi bagian dari upaya dalam pengembangan ekonomi lokal. Pertanyaan Penelitian Berdasarkan latar belakang, maka pertanyaan penelitian yang mendasari dilakukannya penelitian ini adalah “Apa saja potensi yang dimiliki Kota Semarang dalam pengembangan industri kreatif?” Tujuan dan Sasaran Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis potensi sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat di wilayah Kota Semarang dalam pengembangan industri kreatif. Adapun sasaran yang dilakukan dalam mencapai tujuan penelitian antara lain: 1. Identifikasi dan pemetaan potensi sosial, ekonomi, dan budaya Kota Semarang, mencakup bentuk kegiatan dan peran stakeholders yang terlibat. 2. Analisis upaya penciptaan nilai tambah ekonomi dan kreativitas dalam

2001) adalah berbagai hal yang memerlukan kreativitas. Hasil dari pemetaan potensi tersebut kemudian dilakukan suatu analisa untuk mengetahui seberapa besar upaya dalam satu industri untuk menciptakan nilai tambah dengan menggunakan sumber daya terbarukan. budaya. 3. televisi dan radio serta video dan game komputer. 4. penggunaan sumberdaya alam semakin meningkat. diperlukan suatu kreativitas lain yang secara ekonomi menghasilkan nilai tambah. industri kreatif didefinisikan sebagai : 1. 2008). Kegiatan yang tercakup. ekonomi industri hingga era ekonomi teknologi dan informasi. Upaya penciptaan nilai tambah dilakukan melalui analisa value chain. dan bakat yang dilakukan untuk penciptaan kesempatan kerja dan kesejahteraan melalui eksploitasi properti intelektual. 4. arsitektur. Sementara. Analisis potensi dan prioritas pengembangan industri kreatif berdasarkan hasil value chain dan pengalaman terbaik dari daerah lain. menurut United Kingdom Departement Culture. Siklus kreasi. dkk) Semarang terkait dalam pengembangan industri kreatif. pasar seni dan barang antik. Menurut UNCTAD (dalam UN. Pengertian Industri Kreatif Pertumbuhan ekonomi di negara berkembang pada saat ini sudah tidak lagi mampu mencukupi kebutuhan hidup sesuai dengan standar kesejahteraan yang diinginkan. software. 3. Perwujudan sektor baru yang dinamis pada perdagangan dunia. Pada akhirnya ujung tombak pada penelitian ini yakni sebagai bahan masukan/rekomendasi kepada pemerintah Kota 12 . yang akan dipengaruhi oleh empat jenis modal yaitu modal sosial. Oleh karena itu. manusia dan struktur atau institusinya. dalam mencapai tujuan yang diharapkan adalah berawal dari pengidentifikasian potensi-potensi yang dimiliki oleh Kota Semarang. dan sektor industri. Industri kreatif. Gambar 1 Kerangka Pikir Penelitian Kerangka pemikiran dalam penelitian ini. dengan materi kreatif. dan memiliki sasaran pasar yang jelas. Media and Sport (DCMS. dimana hasil dari pemetaan tersebut akan digunakan sebagai acuan dalam mengidentifikasi potensi apa saja yang dapat berpengaruh dalam pengembangan industri kreatif di Kota Semarang. percetakan. ketrampilan. kerajinan. film dan video. sebagai modal untuk mengentaskan kemiskinan serta mendorong peningkatan pendapatan maupun penyerapan tenaga kerja. ekonomi. di sisi lain ketersediaan sumberdaya alam semakin terbatas sebagai akibat dari tingginya intensitas eksploitasi untuk memenuhi kebutuhan industri. Jenis dan Kriteria Industri Kreatif Pengembangan industri kreatif tidak terlepas dari keluaran dan hasil dari manifestasi kreativitas. produksi. jasa. bernilai ekonomi. Kerangka Pemikiran (Artiningsih. Kreativitas tersebut diharapkan dapat menggali berbagai potensi lokal yang ada secara optimal. dan budaya yang khas dari Kota Semarang. baik kasat mata dan tidak. Rekomendasi strategis atas peluang pengembangan industri kreatif sesuai potensi sosial. 2. antara lain meliputi iklan. melainkan sosial dan budaya. dan distribusi barang jasa yang menggunakan modal kreativitas dan intelektual sebagai input utama. Hasil dari analisa tersebut kemudian dijadikan sebagai dasar dalam mengidentifikasi potensi. Terdiri atas produk intelektual atau jasa artistik. Persimpangan antara kesenian. tetapi tidak terlalu bergantung pada sumberdaya alam yang tidak dapat diperbaharui.Analisis Potensi Sosial Ekonomi Dan Budaya Masyarakat Di Wilayah Kota Semarang Dalam Pengembangan Industri Kreatif menumbuhkan pertalian usaha baru yang sudah dilakukan dengan value chain. Identifikasi maupun pemetaan potensi tersebut tidak hanya ditinjau dari aktivitas ekonomi saja. Dimulai dari era ekonomi pertanian. Serangkaian kegiatan berbasis pengetahuan yang ditekankan pada seni yang berpotensi memberikan pendapatan dari perdagangan dan hak atas properti intelektual. seni pertunjukan. 5. musik. desain. fashion. prioritas serta peningkatan daya saing industri-industri kreatif yang berpotensi tersebut dalam pengembangan industri kreatif di Kota Semarang.

Tvku. sebagai berikut. Film. Video. Jogja Pasar Seni: o Ancol. interior. Tabel 2 Analisis Pemetaan Potensi Ekonomi Kota Semarang dalam Pengembangan Industri Kreatif Potensi Ekonomi Pelabuhan : Tanjung Mas Pasar Tradisional: o Pasar Johar o Pasar Yaik o Pasar Jatingaleh o Pasar Kobong o Pasar Gang Baru o Pasar Bulu o Pasar Peterongan Pedagang Kaki Lima o Pasar Burung Kartini o Kuliner. Batik dan kerajinan. Kaos Oblong. Jogja Peluang Pengembangan Industri Kreatif Wisata Bahari dan Museum Kelautan o o o o o o Pasar Barang Antik. potensi yang dimiliki Kota Semarang mencakup keragaman etnis. No. serta berbagai event tahunan yang diselenggarakan. Perdagangan Indonesia Kriteria Ditinjau dari aspek ekonomi. industri. Desain (Grafis. ada upaya inovasi yang akan muncul. Dengan demikian. Solo Pasar Batik dan Kerajinan: o Beringharjo.: 11 . Anne Avantie. 9 Jasa/Layanan Kreatif: o Arsitektur o Periklanan o Penelitian & Pengembangan o Rekreasi Kreasi Fungsional  Ekspresi seni. 3. Penelitian & Pengembangan Media  Mencakup alat penyampaian informasi dan komunikasi serta inovasi teknologi dan pengetahuan. dimana eringkali ada perbedaan pemahaman atas produk budaya dan produk kreatif. Borobudur o Fashion: Batik Semarang. dapat diketahui pada tabel di bawah ini. 6. Fotografi Arsitektur Penerbitan Desain Fashion Permainan Interaktif o o Peningkatan interaksi dan toleransi sosial Pengembangan industri kreatif yang inklusif 1 1. yang dihasilkan dari suatu tingkatan kreativitas atas produk budaya yang ada. sosial dan budaya sebagai berikut. Tahun 2010. baik yang ditinjau dari aspek ekonomi. Tabel 3 Analisis Pemetaan Potensi Sosial Kota Semarang dalam Pengembangan Industri Kreatif Potensi Sosial Keragaman Etnis: o Jawa o Tionghoa o Melayu o Arab o Koja o Lainnya Keragaman Agama dan kepercayaan: o Islam o Nasrani o Budha o Kong Hu Chu o Hindu Keterbukaan Masyarakat dan interaksi sosial yang inklusif: o Penerbitan : Suara Merdeka. 8. Jakarta o Sukowati. Fesyen (baju. konsultasi jasa identitas perusahaan) 11. dll o Fotografi : Komunitas Fotografer Semarang. Simpang Lima Best Practices Pengembangan Wisata Bahari dan Museum Kelautan di Pelabuhan Sunda Kelapa Pasar Barang Antik: o Jl. Mebel dan Dekorasi interior. Fotografi Musik Seni Pertunjukan Pasar barang Seni Penerbitan dan Percetakan TV dan Radio 4 5 6 7 7. 13 . Jakarta o Triwindu. Adapun analisis pemetaan potensi sosial tersebut. produk. Jepang o o Pasar Ngasem Jogja Malioboro. Dengan kata lain. potensi budaya Kota Semarang yang menonjol dapat diketahui dari beberapa peninggalan seperti warisan kuliner. 9. sosial dan budaya. Best Practice Penggalian ciri-ciri atau tipologi daerah yang dipengaruhi oleh keragaman etnis Penggalian ciri-ciri atau tipologi daerah yang dipengaruhi oleh keragaman agama o Akulturasi budaya dalam produk gaya hidup masyarakat o Komunitas gaya hidup Peluang Pengembangan Industri Kreatif Indikator o o o o o o Film. 2 Kerajinan (diproduksi tanpa mesin oleh perajin) Warisan  seluruh benda peninggalan nenek moyang berupa bangunan. Denpasar Pasar Ikan dan Kuliner: o Toradomori. Sementara. Olga. dan distribusinya) 12. Video. Hal. Imelda. asesoris. karena ada upaya mengolah apa yang sudah dihasilkan dalam produk budaya secara kreatif. bangunan-bangunan dengan arsitektur yang khas. arsitektur. Sriwijaya. pemasaran. Adapun pemerintah Indonesia menggolongkan jenis industri kreatif ke dalam 14 kategori. antara lain: Lihat Tabel 1. adapun beberapa potensi industri kreatif yang dapat dikembangkan ditinjau dari aspek ekonomi. alas kaki. dan interaksi sosial. Gampang Sembarangan. dan Budaya Kota Semarang Kota Semarang sebagai kota metropolitan sebenarnya memiliki berbagai macam potensi yang dapat dikembangkan. Tabel 1 Jenis dan Kriteria Industri Kreatif No UNCTAD Situs Budaya : o Candi o Kraton o Klenteng Ekspresi Budaya Tradisional o Festival o Upacara o Tarian o Kuliner Seni Visual : o Film o Fotografi Seni Pertunjukan: o Musik o Teater o Tari Percetakan : o Buku o Koran dan Majalah Audio Visual: o Radio o Televisi Media Baru: o Software. Menjadi alat pembelajaran masyarakat. Sedangkan ditinjau dari aspek budaya. dapat pula sebagai produk budaya yang memiliki nilai-nilai sesuai yang dianut oleh masyarakatnya.4. dll o TV: Pro TV. kemasan. atau dapat diterima oleh masyarakat 3 2. 5. Berdasarkan hasil analisa pemetaan potensi industri kreatif Kota Semarang. Vol. Wawasan o Radio: Gadjah Mada. Pasar ikan dan Kuliner Pasar Semawis Gang Baru Indikator o Peningkatan nilai tambah pada mata rantai distribusi dan komersialisasi produk industri kreatif o o o Fotografi Pasar Burung Kuliner Kaki Lima Ditinjau dari aspek sosial. Seni  Bentuk penggambaran alam yang diekspresikan dalam dokumentasi visual dan pertunjukan sesuai budaya masyarakat yang berlaku. Pasar Seni.Riptek. Arsitektur 13. o video games Jenis Industri Kreatif Dep. Sosial. Berdasarkan atas dua konsep tersebut. Pemetaan Potensi Ekonomi. 4. Periklanan 14.I1. Suara Semarang. 8 Desain : o Produk o Fashion Permainan Interaktif Layanan Komputer dan Piranti Lunak 10. kreativitas atas barang dan jasa budaya akan didefinisikan sebagai produk yang dibuat manusia (man-made). dan benda-benda lain berserta rangkaian tradisi yang diwariskan secara turun temurun dan menjadi identitas masyarakat. pengetahuan dan budaya masyarakat yang diolah dalam produk fungsional untuk kepentingan praktis. Konsep produk budaya di sini diartikulasikan sebagai representasi budaya yang ada dan diterima dalam masyarakat. produk budaya adalah barang dan jasa yang dihasilkan berdasarkan budaya yang sekarang ini diterima atau dianut oleh masyarakat. produk kreatif lebih luas dibandingkan produk budaya.19 Kreativitas atas produk barang dan jasa akan ditentukan oleh keberadaan industri kreatif. keterbukaan masyarakat.

dkk) produk unggulan. maka diharapkan pemerintah kota akan mampu menilai jenis industri kreatif apa saja yang layak untuk didukung secara optimal. dimana dilakukan berdasarkan penilaian atas perkembangan industri kreatif eksisting berdasarkan 6 variabel yaitu inovasi dan kreasi. dampak sosial. Arab. sedang. industri kreatif akan selalu berkaitan dan berpengaruh terhadap perkembangan jenis industri lain. Fotografi Penerbitan Desain Fashion Permainan Interaktif Penciptaan event o Peniptaan warisan budaya sebagai ikon Kota Semarang Pengenalan tradisi Tionghoa pada etnis lain o Wayang potehi o Liong dan Barongsai o Kuliner (Pia. citra bangsa serta iklim bisnis. akan semakin berkembang industri tersebut. sementara sebenarnya banyak potensi yang dapat dikembangkan. usaha industri kreatif pun sudah semakin banyak bermunculan di Kota Semarang. Tay Kay Sie o Vihara o Masjid Kauman o Masjid Agung Jateng o Gereja Blenduk Event Budaya: o Pasar Semawis. Oleh karena itu. Lumpia. Analisis ini dilakukan dengan mengidentifikasi mata rantai dari tiap-tiap Gambar 2 Grafik Hasil Skoring Industri Kreatif 14 . sumber daya terbarukan. namun reproduksi dari pencapaian kebudayaan bisa diindustrkan (dikomersialisasikan). film atas seni pertunjukan bisa dijual dalam bentuk VCD o o o o o o o o Peluang Pengembangan Industri Kreatif Film. Mie. diketahui bahwa secara umum industri kreatif di Kota Semarang tergolong lemah terkait dalam upaya penciptaan nilai tambah. Sebagian besar industri kreatif di Kota Semarang belum mampu menjadi ikon yang mencerminkan Kota Semarang. Seni tari dan pertunjukan: o Ngesti Pandowo Seni Musik Seni Lukis dan Grafis Sanggar Seni dan Kelompok Budaya o Gambang Semarang o Dewan Kesenian o Taman Budaya Raden Saleh o Gedung Sobokartti Arsitektur dan Bangunan: o Kota Lama o Lawang Sewu o Klenteng Sam Po Kong. Hasil dari analisis ini akan digunakan sebagai dasar penentuan potensi dan prioritas industri kreatif di Kota Semarang. Dengan adanya penilaian tersebut. menyambut Tahun Baru Imlek o Pameran Batik o Kuliner Tradisional o Dugderan dan warak ngendok o Pencitraan dan peningkatan Jati Diri Khas Daerah Promosi budaya tradisional dan modern o o Pelestarian budaya Peningkatan intensitas promosi budaya Promosi budaya tradisional dan modern o o Pengembangan Galeri o o o o Revitalisasi Kota Lama di Jakarta Kota Komunitas pencinta Kota Tua Pemandu Wisata bersepeda Komunitas Jelajah Museum o o o o o o o o Arsitektur Desain Film. pemerintah telah banyak memberikan berbagai macam bentuk bantuan kepada para pengusaha industri di Kota Semarang. dan buruk di Kota Semarang. Upaya Penciptaan Nilai Tambah Industri Kreatif Analisis ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana upaya penciptaan nilai tambah dari produk-produk unggulan Kota Semarang berdasarkan hasil dari wawancara yang telah dilakukan. Penilaian Potensi Industri Kreatif Penilaian potensi industri kreatif di Kota Semarang digunakan untuk menilai jenis industri kreatif mana yang memiliki perkembangan yang baik. belum terjadi kesinambungan dan keberlanjutan di antara stakeholder terkait. Fotografi Arsitektur Penerbitan Desain Fashion Permainan Interaktif Agen Ticketing Jasa Konvensi dan Pameran Pelatihan dan penularan ketrampilan Indikator (Artiningsih. Es Tjong Lik. Ditinjau dari segi pendistribusian produk. Video. serta pelaku usaha. dukungan para cendekiawan. sehingga pada akhirnya Kota Semarang tidak akan kalah dengan kotakota lain di Indonesia. Video. seperti Kota Bandung dan Yogyakarta dalam hal industri kreatif. maka diharapkan pemerintah kota akan mampu menilai jenis industri kreatif apa saja yang layak untuk didukung secara optimal. sehingga Kota Semarang tidak akan kalah dengan kota-kota lain di Indonesia. Jawa o o o o o o o Film. kontribusi ekonomi. seperti Bandung dan Yogyakarta dalam hal industri kreatif. Dengan adanya penilaian terhadap persepsi antar stakeholder. Video dan Fotografi Seni Pertunjukan Musik Penerbitan Fashion Pasar Seni dan Barang Antik Desain o o o o Keanekaragaman tema dan jenis industri kreatif yang terlibat Multistakeholder yang inklusif Peningkatan pencitraan Peningkatan daya saing Persepsi Antar Stakeholder Perkembangan industri kreatif di Kota Semarang sangat dipengaruhi oleh para stakeholder terkait yakni dukungan pemerintah. Wedang Tahu dll) o Wushu Pengenalan tradisi Islam Melayu. namun industri-industri tersebut belum cukup berkontribusi terhadap pendapatan Kota Semarang. Semakin panjang mata rantai yang dilakukan dalam suatu industri. Namun pada kenyataannya. Kesinambungan diantara stakeholder dirasa cukup menjadi point penting didalam pengembangan industri kreatif. Secara garis besar. sementara dalam pengembangannya.Analisis Potensi Sosial Ekonomi Dan Budaya Masyarakat Di Wilayah Kota Semarang Dalam Pengembangan Industri Kreatif Tabel 4 Analisis Pemetaan Potensi Budaya di Kota Semarang dalam Pengembangan Industri Kreatif Potensi Budaya Best Practice Produk budaya tidak bisa dan bukan untuk diindustrikan. hanya sebagian kecil industri yang telah berhasil menembus pasar internasional. Masih banyak berbagai ketimpangan yang terjadi. Berdasarkan hasil analisis. dapat dikatakan bahwa perkembangan industri kreatif di Kota Semarang masih bersifat individual.

industri kreatif di Kota Semarang yang belum mengalami perkembangan adalah layanan komputer dan piranti lunak.: 11 . Tionghoa. dan adanya pusat pedagang kaki lima sebagai daya tarik lain dapat mempengaruhi perkembangan industri kreatif seperti kerajinan. dan lain sebagainya. Pasar Semawis. dan buruk. Pasar Kobong. Berdasarkan hasil analisis yakni melalui tabel matriks analisa kondisi eksisting. Arab. Selanjutnya. Vihara Budha Watugong. penerbitan dan percetakan. meliputi fashion. dan lain sebagainya. Sedangkan. No. Keanekaragaman etnis penduduk dan agama juga dapat mempengaruhi tradisi dan budaya Kota Semarang. Adapun potensi ekonomi tersebut yakni keberadaan pelabuhan yang hingga kini masih aktif digunakan sebagai pintu gerbang perdagangan Kota Semarang. sedang. Hal. periklanan. Vol. sementara budaya kesenian antara lain warag ngendok. industri kreatif yang sedang dalam perkembangannya. Tingginya toleransi dan inklusi sosial masyarakat yang kemudian mampu mendorong penciptaan nilai tambah dalam mata rantai distribusi dan komersialisasi produk industri kreatif.19 Berdasarkan Gambar 2. penerbitan. terkait hubungannya dengan pengembangan industri kreatif. serta keberadaan pasar-pasar tradisional seperti Pasar Johar.4. TV dan radio.I1. Hal tersebut menjadi potensi tersendiri bagi Kota Semarang. pasar barang seni. Pasar Bulu. pasar seni maupun barang antik. serta kuliner. Ekonomi dan Budaya Kota Semarang dalam Pengaruhnya terhadap Perkembangan Industri Kreatif Terkait dengan potensi yang dimiliki oleh Kota Semarang yakni ekonomi.Riptek. TV dan radio. Gambar 3 Diagram Keterkaitan Antara Potensi Budaya dan Jenis Industri Kreatif di Kota Semarang 15 . Penilaian Potensi Sosial. seni pertunjukkan. sehingga tidak heran bila kemudian aktivitas ekonomi berkembang dengan pesat. dan MAJT (Masjid Agung Jawa Tengah) . kuliner. Klenteng Tay Kay Sie. Adapun industri kreatif yang dapat berkembang karena pengembangan potensi sosial antara lain industri fotografi. best practice dan kemudian menghasilkan tindakan. Sama halnya dengan potensi sosial Kota Semarang yakni dengan adanya keanekaragaman etnis penduduk dan agama yang dimilikinya seperti etnis Jawa. kerajinan. serta arsitektur. Budaya arsitektur yang berpotensi antara lain Lawang Sewu. dan budaya. musik. event Semawis. Gambar 4 Diagram Keterkaitan Antara Potensi Sosial dan Jenis Industri Kreatif di Kota Semarang Kota Semarang memiliki sejarah kota sebagai salah satu kota pelabuhan. potensi budaya Kota Semarang dapat mengembangkan industri kreatif seperti arsitektur. wingko babat dan bandeng. seni pertunjukan. diketahui bahwa perkembangan industri kreatif di Kota Semarang dapat diklasifikasikan menjadi baik. meliputi audio. Industri kreatif yang telah berkembang dengan baik. Tahun 2010. fashion. desain grafis. fotografi. dan lain sebagainya. keberadaan potensi-potensi tersebut dapat mempengaruhi perkembangan industri kreatif. dugderan. serta dapat mendorong adanya keterbukaan masyarakat Kota Semarang yang tercipta karena tingginya toleransi antar masyarakat. fotografi. penerbitan. dan lain sebagainya. kesenian. dan audio visual. Koja. Klenteng Sam Poo Kong. Adapun potensi budaya yang dimiliki Kota Semarang berupa arsitektur. serta penelitian dan pengembangan. juga dapat memberikan nilai tambah dalam mengembangkan industri kreatif. Sedangkan budaya kuliner antara lain lumpia. sosial. Gereja Blenduk.

dan sebagainya. Salah satu contohnya adalah Balai Pengembangan Multimedia (BPM) Semarang yang merupakan lembaga pengembangan permainan interaktif yang bersifat edukatif bagi masyarakat luas. Pemerintah dapat mendorong periklanan antara lain dalam upaya mempromosikan perkembangan produk industri kreatif yang dilakukan. tas. Hal ini ditunjukkan mulai banyak komunitas-komunitas pecinta fotografi yang bermunculan. seperti kerajinan. misalnya kebaya dengan batik Semarang. ataupun syuting film. penerbitan dan percetakan. audio visual. dikarenakan masih sedikit industri-industri yang bergerak dalam bidang tersebut. musik. Adapun. musik. desain. Oleh karenanya pemerintah dan pelaku usaha mikro. Di satu sisi sebenarnya Kota Semarang memiliki berbagai macam potensi yang dapat dikembangkan. guna memanfaatkan potensi budaya. maka perkembangan industri fotografi perlu didorong dengan memanfaatkan obyek dari industri fashion. antara lain dalam pendidikan vokasi seperti SMK. Keberadaan industri musik di Kota Semarang cukup mampu memberikan pengaruh positif terhadap industri kreatif lain seperti penerbitan dan percetakan. kerajinan. Saat ini bangunan-bangunan bersejarah Kota Semarang lebih berfungsi untuk mewadahi aktivitas fotografi. dkk) Tabel 5 Peningkatan Daya Saing Industri Kreatif di Kota Semarang No 1 Jenis Industri Kreatif Fashion Prospek dan Tindakan Daya saing produk kebaya cukup tinggi dengan inovasi yang dilakukan Ana Avantie. serta belum ada dukungan dari pemerintah dalam mengembangkan usahanya. dan lain-lain. perkembangannya tergolong dalam kategori sedang. seni pertunjukan. sepatu. dan lain sebagainya. sebagai salah satu ikon Kota Semarang. penerbitan dan percetakan. Pemerintah bisa mengambil keuntungan dari jejaring pemasaran yang sudah mencapai tingkat internasional. Pengembangan seni pertunjukan dapat mendukung industri fotografi. dan Minggu hanya menyajikan kuliner. Sementara arsitektur mencakup peran fungsional sebagai wadah aktivitas yang terjadi di dalamnya. ditemukan informasi bahwa industri periklanan pernah ada di Kota Semarang. Industri musik di Kota Semarang cukup berpotensi untuk dikembangkan. Industri audio visual yang berpotensi di Kota Masyarakat salah satunya adalah TVKU. Industri fotografi juga mulai bermunculan di Kota Semarang. dukungan ketersediaan infrastruktur. kerajinan. Berdasarkan hal tersebut. Kendala yang dihadapi secara umum oleh industri-industri yang berpotensi dikembangkan menjadi industri kreatif Kota Semarang antara lain kurang adanya dukungan dari pemerintah baik dalam segi birokrasi maupun perijinan.Agar mampu bersaing. selain itu kurangnya sarana dan prasana yang mendukung seperti ketersediaan lahan parkir yang kurang memadai. musik. dan belum ada kontribusi secara langsung terhadap pendapatan daerah. kuliner. fashion. Ke depan pengembangan arsitektur dapat dilakukan dengan mengkombinasikan atmosfer kawasan dan potensi sosial budaya seperti wisata kuliner. dan lain sebagainya. desain. Mengingat Kab. sehingga dapat mempengaruhi perkembangan industri lain seperti musik. dan lain sebagainya. kerajinan. dan lain sebagainya. Terkait erat dalam mendokumentasikan berbagai respon masyarakat sehingga perlu menggali karakteristik kehidupan sosial yang beragam dan bersifat inklusif di kota Semarang. bekerjasama dengan berbagai perusahaan besar di Semarang. serta dari industri dan perusahaan besar untuk menyerap dana CSR yang ditawarkan. kecil dan menengah di Kota Semarang perlu lebih responsif dan terbuka untuk bekerjasama dengan litbang terutama dari perguruan tinggi dari penerapan hasil litbang untuk inovasi produk. pasar barang seni. seperti fashion. Upaya revitalisasi yang dilakukan belum mampu mendorong kegiatan pariwisata. Dengan dikembangkannya industri fashion dapat mempengaruhi perkembangan industri lain. Perkembangan industri audio visual mampu membawa pengaruh yang sangat besar dalam mempromosikan perkembangan industri kreatif yang lain. dan lain-lain. Pemerintah dapat memfasilitasi dengan penyelenggaraan lomba. yaitu suatu organisasi pembuatan komik. dan lain-lain. salah satunya adalah Komunitas Fotografi Semarang (KFS). 5 Pasar Barang Seni 6 Fotografi 7 Desain Grafis 8 Audio Visual 9 Permainan Interaktif 10 Audio 11 12 Seni Pertunjukan Layanan Komputer dan Piranti Lunak 13 Arsitektur 14 Periklanan 15 Penelitian dan Pengembangan 16 . antara lain untuk mempromosikan produk industri kreatif lain. audio visual. Hal inilah yang kemudian menyebabkan industriindustri kreatif di Kota Semarang tidak dapat berjalan dengan baik. yang telah berprestasi menjual hasil komiknya hingga kancah internasional. Industri periklanan tidak berkembang di Kota Semarang. Kendal sudah mampu berbicara di tingkat nasional. Ke depan perkembangan industri kerajinan dapat mempengaruhi perkembangan industri lain. keragaman karakteristik kehidupan sosial masyarakat. desain. seperti fashion. Pengembangan industri jenis audio dapat bermanfaat sebagai media penyebaran informasi terkait hal dalam pemasaran produk industri-industri kreatif lain. sosial dan ekonomi yang kuat untuk dikembangkan di Kota Semarang adalah pasar semawis. kendala yang masih dihadapi adalah penyelenggaraan acara di Pasar Imlek Semawis adalah musiman setahun sekali. Salah satu grup musik yang memiliki potensi besar adalah Grup musik Congrock 17 yang telah berhasil merambah pangsa pasar nasional. Pasar yang memiliki potensi budaya. Pemerintah juga bisa bekerjasama guna mendorong pertalian usaha baru. kerajinan. audio. seni pertunjukan. fotografi. seperti halnya penggebar robotik di sekolah formal dan juga pendidikan vokasi seperti SMK. seperti konsep kluster (lihat gambar 6).Analisis Potensi Sosial Ekonomi Dan Budaya Masyarakat Di Wilayah Kota Semarang Dalam Pengembangan Industri Kreatif (Artiningsih. sosial dan ekonomi dalam tema kegiatan industri kreatif yang berkembang. pasar barang seni. yang diharapkan kemudian dapat mempengaruhi perkembangan industri lain seperti hanya percetakan dan penerbitan. permainan interaktif dapat dikembangkan melalui komunitas. adapun prospek dan tindakan yang sebaiknya dilakukan sebagai upaya dalam peningkatan daya saing industri kreatif di Kota Semarang adalah sebagai berikut (lihat tabel 5). pasar barang seni. Hal ini dapat terlihat dari makin banyaknya grup-grup musik. Selain Pasar Semawis. Pemerintah dan pelaku usaha bekerjasama melakukan upaya pengembangan produk fashion. pameran hasil fotografi terutama dari komunitas dan siswa sekolah. fotografi. dimana sudah cukup sering diundang untuk bermain di istana kenegaraan. arsitektur. desain. seharusnya bisa diciptakan satu pertalian usaha yang berkelanjutan mengingat saat ini penerbitan dan percetakan serta desain grafis di Kota Semarang termasuk dalam industri kreatif yang berpotensi baik. Semarang. dimana dalam perkembangannya pasar tersebut akan dikembangkan menjadi pasar barang seni. Secara garis besar pengembangan suatu industri kreatif akan selalu terkait dan mempengaruhi perkembangan industri kreatif yang lain. periklanan. event budaya. pasar yang berpotensi adalah Pasar Bulu. audio. 2 Kerajinan 3 Penerbitan Percetakan Musik dan 4 Gambar 5 Diagram Keterkaitan Antara Potensi Ekonomi dan Jenis Industri Kreatif di Kota Semarang Secara garis besar dapat diketahui bahwa industri kreatif di Kota Semarang masih belum berjalan secara optimal dan diperlukan dukungan-dukungan dari stakeholder terkait. Agar mampu memberikan pencitraan yang khas pada Kota Semarang. Ke depan. tetapi saat ini perusahaan tersebut telah berpindah ke kota lain. Penyerapan tenaga kerja dari kerajinan cukup prospektif. Perkembangan industri kreatif permainan interaktif dikategorikan sedang di Kota Semarang. misalnya fashion. Pengembangan industri kreatif jenis arsitektur saat ini tergolong dalam kategori sedang. industri pasar barang seni dapat memicu perkembangan industri lain. misalnya knalpot di Purbalingga dan Tegal serta jamu di Kab. Banyak acara menarik yang diselenggarakan di Pasar Imlek Semawis seperti atraksi Barongsai. video. Pemerintah perlu terus mendorong kewirausahaan agar ide kreatif pekerja punya manfaat ekonomi. Dengan perguruan tinggi. Kendala yang dihadapi dalam perkembangan industri tersebut adalah jangakauan skala penyiaran yang hanya mencakup skala regional saja. Layanan komputer dan peranti lunak di Kota Semarang belum berkembang dan belum memberikan citra bagi Kota Semarang sendiri. Namun. atau pun penerbitan dan percetakan secara simultan. Saat ini hasil litbang justru lebih banyak mendukung kegiatan industri di luar Kota Semarang. Berdasarkan hasil survei yang telah dilakukan. namun kendala yang dihadapi oleh organisasi tersebut adalah belum memiliki komik yang berlatar belakang mengenai Kota Semarang. Ide kreatif yang muncul dari perusahaan radio-radio tercermin dalam program-program yang disiarkan. Ke depan. Kendala lain dalam pengembangan pasar semawis yaitu kurangnya dukungan dari pemerintah maupun perguruan tinggi. Salah satunya dengan menumbuhkan pertalian usaha dari pemanfaatan output dan atau limbah dari usaha lain dapat dikembangkan untuk mendukung penerapan konsep pembangunan berkelanjutan dalam industri kreatif. yang muncul. periklanan. musik. misalnya pakaian jadi dari batik Semarang sebagai upaya pencitraan daerah. lembaga pendidikan musik. kerajinan. Terdapat beberapa kemungkinan yang melatarbelakangi tidak berkembangnya industri periklanan di Kota Semarang. fashion. asesoris lain. dll. kaos. Namun kendala yang dihadapi oleh industri ini adalah belum adanya musik yang menunjukkan kekhasan Kota Semarang. Perencanaan yang saling berkesinambungan diperlukan dalam pengembangan industri kreatif. pasar barang seni. potensi arsitektur sangatlah besar untuk dikembangkan yang tercermin dari banyaknya bangunan-bangunan bersejarah yang memiliki gaya arsitektur yang khas. sejarah yang mencitrakan Kota Semarang. fotografi. sementara di Kota Semarang. Namun kendala yang dihadapi oleh industri ini adalah belum mampu mencitrakan kekhasan Kota Semarang. dan lain sebagainya. Salah satu contoh industri yang termasuk dalam industri desain grafis ini adalah PAPPILON. maka perlu upaya pembelajaran masyarakat melalui berbagai mekanisme transfer teknologi. lemahnya publikasi terhadap produk-produk unggulan. fashion. Sama halnya dengan Industri kreatif jenis audio. penerbitan dan percetakan. Pemerintah dapat menyelenggarakan festival musik reguler untuk memacu kreativitas musik. Mengingat permasalahan yang dihadapi saat ini adalah industri kerajinan belum dapat menjangkau pasar internasional. Sementara di Jumat. bisa didorong upaya inovasi dan diversifikasi produk pendukung lain baik interior. Perlu adanya dukungan dari pemerintah untuk mengembangkan usaha produksi komik tersebut. Antara lain dengan mengangkat potensi budaya. Sabtu. Industri jenis seni pertunjukan tergolong dalam kategori sedang. pameran seni. dan lain-lain. Tari Gambang Semarang dan Ngesti Pandowo menjadi modal utama saat ini. kuliner. Kendala yang dihadapi dalam jenis industri kreatif ini adalah bangunan-bangunan bersejarah tersebut pemanfaatannya kurang optimal. antara lain daya saing yang rendah serta tidak adanya dukungan dari para stakeholder untuk mengembangkan industri tersebut. seperti fashion.

periklanan serta penelitian dan pengembangan. mengingat keragaman etnis. pemerintah dapat memanfaatkan jaringan pemasaran produk industri kreatif saat ini (desain grafis dan fashion) melalui peningkatan kerjasama dengan pelaku usaha. radio. 2010 Gambar 6 Keterkaitan Antar Industri Kreatif di Kota Semarang Kesimpulan Kota Semarang memiliki kekayaan karakteristik kehidupan sosial yang berasal dari perpaduan etnis. Guna mendorong peningkatan inklusi sosial. film. mewakili citra kota dan budaya Semarangan serta mengakomodasi pengembangan ekonomi lokal kerakyatan. pasar tradisional dan industri kreatif. Industri kreatif akan memiliki daya saing tinggi jika mampu memadukan potensi sosial. yaitu layanan komputer dan piranti lunak.4. budaya dan agama dari masyarakat Jawa. seni tari. pemerintah perlu melakukan penataan dan penyediaan fasilitas parkir yang bebas banjir dan rob. Potensi sosial berupa keragaman etnis. ekonomi dan budaya masyarakat Kota Semarang secara cerdas. penerbitan dan percetakan. agar masyarakat bisa memilah sesuai kebutuhan masing-masing. mencakup 3 jenis. Hal. Rekomendasi Berdasarkan kesimpulan yang telah diperoleh. budaya dan agama yang ada. toleransi dan interaksi sosial. 2. musik. budaya dan agama tertentu. musik dan grafis. Tahun 2010. yaitu fashion.Riptek. Vol. Adapun jenis industri kreatif yang saat ini dikategorikan berpotensi sedang mencakup 4 jenis. dan budaya Kota Semarang mencakup 8 jenis. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan. ekonomi.: 11 . sehingga tetap bersifat inklusif. Namun bukan berarti hanya produk makanan halal yang boleh dijual.19 dan arsitektur. 6. pengembangan industri kreatif perlu didorong dengan pertalian usaha dan penciptaan nilai tambah dari industri yang memanfaatkan output ataupun limbah usaha lain. yaitu permainan interaktif. arsitektur. Untuk menjamin toleransi sosial. antara lain: 1. terutama pada lokasi-lokasi tujuan penyelenggaraan event budaya. dikategorikan buruk. diperlukan kerjasama dan kemitraan antar Sumber : Hasil Analisis. Jenis industri kreatif yang saat ini belum berkembang dan masih perlu dorongan lebih lanjut di masa depan. yaitu mencakup keterbukaan. pemerintah perlu memberikan respon berupa perhatian. video. 5. pemerintah perlu mengatur kejelasan label halal dari produk kekayaan kuliner Semarang. Dalam upaya menciptakan iklim usaha yang kondusif bagi industri kreatif. yang sesuai bagi pengembangan industri kreatif yang mengusung upaya pengembangan ekonomi lokal kerakyatan. maka ada beberapa rekomendasi yang dapat diberikan untuk pengembangan industri kreatif di Kota Semarang. kerajinan. seni pertunjukan 17 . 3. Potensi ekonomi yang menonjol adalah fungsi distribusi dan pemasaran dari pelabuhan Tanjung Mas dan keberadaan berbagai pasar tradisional yang khas serta sentra pedagang kaki lima. event budaya. budaya dan agama masyarakat Kota Semarang tersebut dapat dikemas dalam industri kreatif yang mengedepankan inklusi sosial. Untuk menciptakan efisiensi kolektif. Potensi budaya yang menonjol adalah kekayaan kuliner. desain grafis dan televisi. terutama untuk mempromosikan produk industri kreatif lainnya atau menciptakan pertalian usaha baru yang tepat (compatible). dapat diketahui bahwa jenis industri kreatif yang saat ini berpotensi baik untuk dikembangkan dan mampu mengusung potensi sosial. Industri kreatif yang dapat dikembangkan adalah jenis industri yang mampu mengkombinasikan berbagai karakter budaya sehingga mengedepankan citra kota dan budaya semarangan yang unik. fotografi. Untuk memacu kemampuan ekspor. Tionghoa. Dalam konteks pembangunan berkelanjutan.I1. 4. dukungan ataupun bantuan pada semua event yang diselenggarakan secara adil tanpa melihat perbedaan etnis. Arab dan Melayu. No. yang menjadi daya tarik khas.

Wilayah dan Infrastruktur.com. Selain itu. Heru. www. “Inequality and Politics in the Creative City-Region: Questions of Livability and State Strategy”. 2007. Direktorat Perkotaan dan Perdesaan. fotografi.suaramerdeka. 2008. Contoh lain adalah mengkombinasikan pusat kuliner dengan promosi kerajinan batik.1 March. maka dalam memanfaatkan potensi sosial. 18 . desain grafis. Mccann. (Diunduh pada tanggal 28 Juni 2010). Panduan Revitalisasi Pengembangan Ekonomi Lokal.com. Local Economic Development And The Environment. Participation and Accountability.net. Entrepreneurship in the Creative Industries An International Perspective. dan sosial dengan berbagai jenis industri kreatif terkait secara simultan. musik.indonesiakreatif. Bridging The Gap: Citizenship. 2008. Gibbs. Pemerintah sebaiknya memberikan payung hukum.pasarseni. Andrea and John Gaventa.Analisis Potensi Sosial Ekonomi Dan Budaya Masyarakat Di Wilayah Kota Semarang Dalam Pengembangan Industri Kreatif pelaku usaha dalam pengembangan industri kreatif berbasis cluster. antara lain dapat dinyatakan dalam Rencana Pembangnan Jangka Menengah (RPJM) . sepatu. Pemerintah perlu mendukung penyelenggarakan event-event budaya secara reguler. Training Module Local Economic Resource Development. Perencanaan Strategis Daerah (Renstrada) atau Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja SKPD) terkait. (Diunduh pada tanggal 29 Juni 2010). UK: Edward Elgar Publishing Limited. 2002. 7. Eugene J. Pusat Penelitian. 188–96 . www. Henry. PLA Notes 40. Hal ini juga dapat mengefisienkan bantuan-bantuan yang diberikan oleh pemerintah. kerajinan. misalnya dengan menerapkan kebijakan penggunaan produk kerajinan batik Semarangan sebagai pakaian kerja. pameran lukisan dan pasar barang antik. ekonomi dan budaya dalam pengembangan industri kreatif perlu kerjasama antar stakeholder.BP2MUNNES. Misalnya Event Pasar Imlek Semawis yang menyajikan sekaligus warisan budaya kuliner. fashion. London. (Artiningsih. dan sebagainya. Creative Economy Report: The Challenge of Assessing the Creative Economy towards Informed Policy-Making. 2007. Routledge. www. ITB. David. bagi PNS di lingkungan Pemerintah Kota Semarang. et all. “Komunitas Fotografer Semarang”. produk fashion seperti pakaian jadi. (2009). sehingga dapat tercipta hubungan yang saling terintegrasi antara industri satu dengan yang lain. Masing-masing stakeholder diharapkan memiliki visi dan misi yang sama di dalam pengembangkan industri kreatif di Kota Semarang. 9. penerbitan dan percetakan. Guna meningkatkan citra Semarang yang kuat. Mengingat pengembangan ekonomi lokal adalah upaya yang dilakukan secara partisipatif. Colette. Departemen Perdagangan Republik Indonesia. dkk) Ucapan Terima Kasih Ucapan terima kasih disampaikan kepada Walikota Semarang dan Kepala Bappeda Kota Semarang yang telah memberikan dana kegiatan penelitian melalui Bidang Penelitian dan Pengembangan Bappeda Kota Semarang tahun 2010. dan asesoris. Pengelolaan Lingkungan. Vol. Pengembangan Ekonomi Kreatif Indonesia 2025: Rencana Pengembangan Ekonomi Kreatif 2009-2015. tas. (Diunduh pada tanggal 05 April 2010). Cheltenham. February. 16 Oktober 2009. yang mengkolaborasikan kekayaan seni budaya. juga diperlukan koordinasi antar stakeholder dan komitmen dari setiap pejabat mulai dari tingkat walikota hingga aparatur pelaksana di lapangan. 2001. 8. 10. setidaknya sekali seminggu. Tabloid Simpanglima. berupa kebijakan yang menyatakan keberpihakan pada pengembangan ekonomi lokal melalui industri kreatif di Kota Semarang. 31. Purboyo. United Nations. Cornwall. 2008. seni pertunjukan. aktivitas ekonomi. International Journal of Urban and Regional Research. pemerintah perlu mendorong intensitas pemanfaatan produk industri kreatif khas Semarang. DAFTAR PUSTAKA Bappenas.

Riptek. Hal.indonesiakreatif.net.net. (Diunduh pada tanggal 27 Juni 2010). www. (Diunduh pada tanggal 27 Juni 2010).com.indonesiakreatif. www.net.indonesiakreatif.net. (Diunduh pada tanggal 28 Juni 2010).penerbitan. www.desain. (Diunduh pada tanggal pada tanggal 27 Juni 2010).kerajinan.: 11 . www.net.com.periklanan. (Diunduh pada tanggal 27 Juni 2010).indonesiakreatif. www.I1. (Diunduh pada tanggal 28 Juni 2010).fesyen.4.8k.indosiar. Tahun 2010.mesias.net. www.indonesiakreatif.indonesiakreatif. www.indonesiakreatif. www.pertunjukan.indonesiakreatif. (Diunduh pada tanggal 27 Juni 2010). Diunduh pada tanggal 28 Juni 2010). www. (Diunduh pada tanggal 27 Juni 2010).indonesiakreatif.indonesiakreatif.19 www.riset. www. www.net. No. (Diunduh pada tanggal pada tanggal 29 Juni 2010). www. (Diunduh pada tanggal 27 Juni 2010). 19 .video.net. (Diunduh pada tanggal 27 Juni 2010). (Diunduh pada tanggal 28 Juni 2010).indonesiakreatif.televisi. (Diunduh pada tanggal 28 Juni 2010).net. Vol.net.musik.net. www.indonesiakreatif.arsitektur. (Diunduh pada tanggal 28 Juni 2010).indonesiakreatif.net.net.interaktif.komputer. www.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful