Dasar-dasar pressure vessel rules of construction

catatan kecil 3 : Dasar-dasar pressure vessel rules of construction

Hasanuddin Dear all, Maaf sebelumnya atas telatnya posting edisi ke-3 ini karena minggu lalu saya terpaksa sempat beberapa hari karena mesti ambil medical leave. Kali ini saya akan sedikit menyinggung tentang dasar2 rules of construction pada pressure vessel yang dikonstruksi menurut ASME VIII. Saya akan coba sedikit paparkan tentang komponen2 utama PV yaitu shell/head, support, pipe, flange/nozzle, fitting dan bolting. Secara umum, base material dari masing2 part tersebut jenis/macamnya dapat dilihat dalam ASME VIII subsection C dimana kurang lebihnya sbb: ******* Head untuk pressure vessel harus mempunyai dimensi cembung, dikonstruksi dari satu piece plate (tanpa sambungan las) dan bisa dipilih mau pake detil bentuk ellipsoidal/semi ellipsoidal dengan rasio 2:1 (apabila diameternya lebih dari 24") atau model torisphrical. Untuk high pressure vessel biasanya menggunakan hemispherical head. Shell, yang merupakan body dari suatu PV umumnya menggunakan spesifikasi thickness sbb: dia < 60" menggunakan plate dengan thickness ¼ " dia 60 s/d 90" menggunakan plate dengan thickness 3/8 " dia > 90" menggunakan plate dengan thickness ½ " shell/head plate: SA 516 support: SA 516 grade 60/70, SA 285 grade C, SA 283 grade C/D atau SA 36 flange: SA 105 pipe: SA 106 seamless fitting: SA 234 coupling; SA 105 bolting: SA 193 grade B7, SA 194 grade 2H, ASTM B766 class 8 type II dan SS 316

jumlah sambungan las pada shell dan head suatu PV sedapat mungkin mesti diminimalkan.Spesifikasi thickness tersebut juga applicable untuk head. Namun pengalaman saya di lapangan mengatakan. masing2 user tidak selalu sama dalam menentukan batasan/range keliling ini. Mengelas tidak sekedar berarti menyambung satu bagian dengan bagian lain. circum joint dan joint2 yang ikut menahan tekanan PV harus di design secara double sided butt weld sesuai dengan UW-12 dari ASME VIII part 1 tentang joint efficiency. mill tolerance dan internal corrosion allowance-nya. Konfigurasi dari sambungan las harus diatur sedemikian rupa sehingga memungkinkan untuk dilakukan visual inspection pada bagian internal tidak ada nozzle reinforcing pads/saddle bearing plate/wear plate yang menutupi longitudinal ataupun girth weld tidak terjadi jarak yang terlalu mepet antara sambungan las yang satu dengan yang lain dll Longitudinal joint. dapat menggunakan single butt weld yang ekivalen dengan double butt weld (UW-12 type 1) dalam arti bisa diinspeksi secara visual pada backside sambungan lasannya. Untuk diameter sampai dengan 2800 mm. Ketika kita melakukan pengelasan PV. <= 2400 mm . Keadaan yang tidak memungkinkan ini bias terjadi pada circum closing joint pada PV yang memunyai diameter kecil atau pada pipe/fitting butt welds. .maksimum 2 circum weld <= 9500 mm . berikut data perbandingan antara panjang/keliling lingkaran PV dengan maksimum circum weld yang diperbolehkan. Apabila tidak memungkinkan di design secara double sided butt weld. mesti dipertimbangkan weld layout/arrangement-nya. sehingga shell harus dikonstruksi secara berangkai dari kesatuan beberapa plates. Terkadang kita juga menemukan saking besarnya diameter suatu PV atau saking panjangnya. Untuk PV dengan diameter kecil (maksimum 24"). umumnya tidak diperbolehkan apabila terdapat lebih dari satu sambungan longitudinal weld.tidak diperbolehkan ada circum weld <= 4800 mm .setiap 2500 mm diperbolehkan ada 1 circum weld Jumlah circum weld diatas tidak termasuk circum weld pada joint shell dengan head.maksimum 1 circum weld <= 7200 mm . pipa juga dapat dipake untuk material dasar dari shell. setelah mempertimbangkan nominal thicknessnya. Nah untuk yang begini ini. Selain pelat. Sedangkan untuk sambungan yang circumferential weld. pipa seamless SA 106 Grade B sering dipake untuk konstruksi shell.maksimum 3 circum weld > 9500 mm .

Dimensi manhole juga kebanyakan circular (tidak boleh berbentuk bujur sangkar apalagi segitiga. Untuk PV yang berdiameter kurang dari 32" menggunakan 2 buah handholes yang lazimnya berdiameter 6 atau 8". Spesifikasi thickness yang umum dipake untuk nozzle adalah sbb . gasket dan davit/hinges.. bolting. Sedangkan support untuk PV yang di design dan beroperasi secara vertikal umumnya di sangga oleh conical/cylindrical skirt (tanpa guys/brace). leg and saddle support pada umumnya menggunakan thickness minimum ¼" Selanjutnya tentang PV opening. Beberapa PV yang beroperasi pada tekanan rendah. terutama yang diperuntukkan pada hydrocarbon services. Penggunaan grease untuk menutupi hole ini sebaiknya dihindarkan.5 untuk diameter s/d 24" dan ASME B 16. opening dari PV menggunakan sistim flanged. Kebanyakan. termasuk juga mengconnect threadolet secara langsung dengan shell maupun head suatu PV.. Perangkat sistim opening lainnya yaitu manhole umumnya hanya terdapat pada PV dengan diameter lebih dari 32" (ada juga yang mempersyaratkan 34 dan 36"). Thickness wear plate support tidak boleh melebihi thickness shell plate. dialokasikan pada titik terluar dimana tidak ada interfere dengan sadle serta ditutup dengan silicone sealant untuk menghindari terjadinya proses korosi. Skirt access opening biasanya menggunakan perbandingan2 sbb: <16" OD menggunakan1 skirt opening 4" ID 16 s/d 48" menggunakan1 skirt opening 8" ID 48 s/d 72" menggunakan1 skirt opening 18" ID >72" menggunakan 2 skirt opening 8" ID Skirt. penempatannya tidak boleh berada pada daerah seam lasan.47 seri A untuk diameter diatas 24". Tell tale holes sebaiknya dibuat dengan diameter ¼" pada saddle wear plate.Support/penyangga untuk PV yang di design dan beroperasi secara horizontal umumnya di sangga oleh 2 sisi penyangga dimana masing2 penyangga tersebut diletakkan sedekat mungkin dengan head. Jarak centerline saddle support sebaiknya lebih kecil dari atau sama dengan ½ x outside diameter PV dengan minimum sudut arc contact sebesar 120 deg. Penempatan support harus diback-up juga dengan perhitungan engineering untuk mengkalkulasi stress dan deformasi untuk selanjutnya ditentukan perlu atau tidaknya diinstall penguat/reinforcement atas PV. Penggunaan sistim opening berulir tidak diperbolehkan. dimungkinkan menggunakan flange klas # 150 (slip on flange) mengacu kepada ketentuan ASME B 16. Jenis flanged pun typically weld neck flange atau long weld neck flange dengan mengacu kepada ASME B16.30. Jangan lupa.J). Trus. Apabila dibutuhkan tailing lugs. penempatannya harus diinstall pada skirt base ring dan tidak boleh diinstall di body PV. manhole mesti dilengkapi dengan blind flange.

.. Terakhir. caps. dll harus memperhitungkan kecocokannya (kompatibel). bolting.semua material2 tersebut haruslah baru (bukan bekas) dan traceable data2nya. pipa. kalo masih utuh (plat yang belum terpotong) mesti ada detail stencil stamp-nya dan kalo sudah dalam bentuk potongan mesti ada kejelasan data heat/serial number dsb. Studbolt haruslah mempunyai ulir/thread yang penuh (dari ujung sampe dengan pangkalnya) dengan panjang yang diperhitungkan sehingga memungkinkan untuk dilakukan bolt tensioning. ada persyaratan2 khusus yang mesti dipenuhi untuk komponen2 PV yang merupakan duplex stainless steel baik berupa plate. External bolting sebaiknya menggunakan cadmium plated alloy steel stud bolts sesuai dengan SA-193 Grade B7 untuk aplikasi design temperature -20 s/d 900 deg F. F. strength dan karakteristik kimiawi dengan material lain dimana fitting akan dikoneksi secara pengelasan terutama untuk alloy fittings. Jangan lupa. reducer.- NPS s/d 3" menggunakan sch 80 NPS 4 s/d 10" menggunakan sch 40 NPS >12" menggunakan thickness 3/8 " Pemilihan fitting seperti elbow. Traceable maksudnya ya mesti ada mill cert-nya. Demikian semoga berguna. Ref: ASME VIII div 1 Self experiences Modul kursus ASME VIII PV Engineering (Irridia) Modul kursus sertifikasi ASME VIII PV Inspector (PPT MIGAS) Modul kursus AK3 Boiler & PV Inspector (Depnaker) Saptodewo Bambang pak hasanudin. Sedangkan nut-nya menggunakan cadmium plated alloy steel sesuai dengan SA-194 grade 2H. saya pingin sharing mengenai hal berikut : . Untuk internal bolting menggunakan SS 316. Selanjutnya. fitting dll haruslah memenuhi persyaratan charpy impact sesuai ASTM A370 atau BS EN 10045.

Untuk high pressure vessel biasanya menggunakan hemispherical head. tidak tergantung dari design pressure ( + static head ). rumus untuk ellipsoidal head dengan faktor K jika bukan 2:1.. " apa dasarnya ?" . dan tidak ada satu paragraphpun di ASME yang bicara tentang support (leg. dari design temp. allow.-grade ). ) 3. ini juga salah.diameter & joint eff. " bagaimana dengan panjang plate yg ada dipasaran ?" ( misal untuk panjang plate 20' . Ini benar tapi perlu ada tanda koma menjadi high pressure. umumnya tidak diperbolehkan apabila terdapat lebih dari satu sambungan longitudinal weld. bisa 3:1 atau bahkan 1 : 1 lihat Appendik 1.1. saya sependapat dengan anda ini merupakan standard saja. untuk sambungan yang circumferential weld. stress value (tgt. saya belum teliti. sambungan boleh dilakukan (see Fig UW-3) -semi ellipsoidal tidak harus 2:1. untuk shell. " apakah dasarnya batasan tersebut ?" b. & mat'l spec. kalau bukan 2:1 berarti K bukan satu. lihat tabel . seam. pressure. max. satahu saya ASME tidakmemrioritaskan dan semua jenis sambungan ada joint efficiensi sendiri sendiri -jarak saddle tidak diatur dalam ASME tapi menurut buku buku PV yang lain jarak saddle dengan head adalah 1/2 Radius PV atau kurang -yang lain lain saya rasa ini. ----------------------------------------------------------------------------------> a. a. diameter. kurang tepat. allowable strees material yang dipengeruhi oleh temperatur -batasan jumlah longitudinal dan circumferential joint belum saya temukan di ASME. Untuk diameter sampai dengan 2800 mm. mohon referensinya apa yaaa? dan apakah tidak tergantung dari dimensi PV-nya ??? Drajad Agus Widodo Sedikit kurang setujuan saya -Material yang anda sebut hanya sebatas contoh yang umum digunakan -anda menyebutkan komponen komponen utama PV./ dia 2800 mm sudah ada 2 long. jangan sampai anggota milist yang lain yang baru belajar PV mengira ini diatur dalam ASME seperti jumlah opening di skrit dll . -head harus dikonstruksi 1 piece. disitu tidak disebutkan support. " apakah untuk menentukan thickness req. conical (UG-32(g). u. 2. head bisa berbentuk flat (UG-34). mungkin bisa ditunjukkan ke saya paragraph berapa? -saya belum pernah membaca di ASME prioritas jenis sambungan seperti yang diutarakan yaitu diutamakan double butt weld dan jika tidak mungkin single butt weld. coba anda buka lagi ASME VIII batasan PV. a. skirt atau saddle)lihat U-1(e) batasan secara geometri -Head harus cembung. lihat untuk 2:1 maka faktor K=1. saya rasa ini juga salah. CA. jadi tidak keliru PVnya yang tinggi misal 50m -apllikasi thickness shell dan head. factor thickness dipengaruhi.

menggunakan weld joint efficiency = 1 dengan 100% NDT pada sambunagn lasnya (utk PV yang beroperasi pada lethal substances) Class 2 .thickness based on circumferential stress t = p.85 (terbagi menjadi class 2A dan 2B) dengan spot NDT examination pada sambungan lasnya Class 3 . Basic equations yang applicable dipake untuk menentukan shell thickness adalah: 1. Dan lagi saya juga tidak .Hasanuddin Pak Bambang.D / 2f.0. Kalo merefer ke AS/NZS 1210. setidaknya sepanjang saya menginspeksi PV sering ketemu dengan thickness2 tsb. calculated thickness (mm) Dari basic equation tsb.D / 4f. akan didapatkan .45 . hoop stress fH = pD / 2t 2.n . Trus referensi yang saya ambil dari mana ? Sebagaimana saya katakan bahwa thickness tsb adalah thickness yang umum dipake.n . mana yang paling tebal itulah yang dipakai. Anda benar bahwa untuk menentukan thickess suatu PV menggunakan basis perhitungan stress analysis plus CA.0.p . longitudinal stress fL = pD / 4t dimana masing2: D = ID shell (mm) P = design pressure (mPA) f = allowable design tensile stress (mPA) t = min.p dimana n = welded joint efficiency.65 .70 dengan minor NDT. Dari keduanya.menggunakan weld joint efficiency 0.menggunakan weld joint efficiency 0. weld diklasifikasikan sbb: Class 1 .thickness based on longitudinal stress t = p.

Kita tetap harus belajar.. Untuk suatu pembahasan GLOBAL seperti postingan saya.menyebut2 tentang berapa pressure-nya. kayaknya akan lebih pas kalo memilih sesuatu yang umum2 aja. Hal yang sama juga sering saya temui terkait dengan justifikasi dan pilihan2 lainnya termasuk juga ttg longitudinal/circum weld seperti yang bapak tanyakan. nah. Memang benar apa yang dikatakan rekan-rekan lain. Walaupun demikian. Padahal dalam plaksanaan fabrikasi PV. Pada bagian lainnya saya juga udah nyebutin kalo masing2 owner punya criteria specific sendiri2 yang ditentukan based on their past experiences. dengan CODE yang sama pun terkadang kita masih ada perbedaan pendapat (Beda dalam interpretasi Code). pernyataan-pernyataan Bapak banyak yang dipertanyakan rekan-rekan lainnya. dia bilang based on their previous experiences. Kita tidak boleh hanya berdasarkan pengalaman saja. dan kita takut apabila dianggap benar oleh orang yang baru belajar Code PV. Itulah kenapa. Sebab mereka tahu mengenai hal itu. ada KPS yang dengan jelas mematok minimum thickness t = OD/800 + 3 + CA Ketika saya klarifikasi ke PV Specialist-nya. apalagi hanya berdasarkan pengalaman. Drajad Agus Widodo .. Demikian semoga menjadi lebih jelas dan thanks atas responnya.. semuanya sudah di atur di dalam CODE. Jika kita tidak setuju dengan pendapat orang lain adalah semata-mata untuk belajar. Tapi marilah semua ini kita ambil baiknya. Kalo ada yang nanya. Penyebutan Paragraph dari Code akan sangat membantu untuk menyakinkan bahwa pernyataan yang akan kita berikan benar. Ali Khoiri P' Hasanuddin.itung2 tulisan saya sekedar buat penyegar ingatan aja tentang PV. Tentunya criteria tersebut tetep mengacu ke code/standar/regulasi yang ada serta mungkin seberapa strict mereka menerapkan safety. Sekedar info aja.mungkin baru mengarah ke bahasan spesifik seperti ini. Pembahasan yang Bapak berikan terlalu General dan berdasar pengalaman. jenis material dan parameter2 design lainnya. Yach.

com saya tambahkan . Dalam hal ini MIGAS bertindak selaku PJIT/CA. saya mengkawatirkan pernyataan awal pak hasanudin ada yg "tidak konsisten" . emang banyak yang based on my experience. hendaknya menggunakan standard yang sudah diterima secara umum dalam hal ini di Indonesia.Saptodewo@tetrapak.2. di paragraph berapa ini pak? Saya kok baru denger ini istilah Saptodewo Bambang Bambang. hal ini akan membuat pusing semua pihak baik owner. ASME VIII juga ada weld joint efficiency khan?? Apakah ini yg dimaksud tidak konsiten pak sama pak Bambang??? :-) . 2 dan 3. Next time saya akan kutip darimana mencomot code/standard/regulasi sebagai reference. bahwa pak hasanudin tsb merefer ke " Australian Standard " SAA Unfired Pressure Vessels Code. semua PJIT di Indonesia setahu saya cuman qualified untuk menginspeksi PV yang dikonstruksi menurut ASME. Bahkan anda mengklasifikasi weld dalam class 1. kontraktor.3 emang saya sempet liat di AS 1210 (karena kebetulan adanya AS 1210 dan gak bawa ASME VIII saat ini. Drajad Agus Widodo Masih ter-ngiang ditelinga saya apa yang dikatakan oleh pak Henry Sianipar MIGAS. AS 1210. atau bahkan negara maju missal italian standard. fabricator bahkan MIGAS sendiri Kalau JIS dan DIN atau DNV mungkin kita masih bisa maklum ya he he he Hasanuddin Masalahnya pak. lebih lanjut pak henry menambahkan. kalo minjem ke office librarian kelamaan prosedurnya).Sebelumnya anda menyebutkan refer ke ASME VIII. contoh Russian standard. HANYA boleh di inspeksi oleh MIGAS sendiri. bahwa kita memdesign equipment dalam hal ini kita bicara pressure vessel. pakistan standard. Soal class 1. Code/standard lain yang kadang dipakai oleh KPS tertentu seperti BS PD 5500. Lebih lanjut pak Henry menambahkan jangan sampai kita (di Indonesia) mengacu standard yang belum teruji bahkan asing ditelinga kita. kok saya tidak menemukan rumus rumus yang anda gunakan. Sebagaimana udah saya sebutkan. banglades standard. Hasanuddin Thanks kritik-nya.

saya copy pastekan seperti ini : Shell. Tukang las pagar kalau ditanya bisa ngelas? Jawabnya "bisa". Drajad Agus Widodo Sebagai kata penutup dari saya Yang dimaksud pak bambang sebagai inkonsistensi adalah diawal bapak menyebut refer to ASME seperti di daftar referensi tapi selanjutnya bukan ASME yang bapak sebut Saya sependapat dengan pak Khoiri ali salah satu guru saya Bahwa kita mendesign tidak mengedepankan pengalaman. yang jelas seingat saya terkait dengan salah satu butir appendix). thickness hanya dilihat dari diameter. saya yakin 100% ada bahasan khusus tentang support di ASME VIII (cuman saya lupa UG berapa. yang merupakan body dari suatu PV umumnya menggunakan spesifikasi thickness sbb: dia < 60" menggunakan plate dengan thickness ¼ " dia 60 s/d 90" menggunakan plate dengan thickness 3/8 " dia > 90" menggunakan plate dengan thickness ½ " Spesifikasi thickness tersebut juga applicable untuk head. kok saya lihat bertentangan ya? Apa gunanya rumus kalau sudah ada statement diatas Sama halnya misalnya saya seorang owner ingin membuat pipe line. saya meminta kontraktor untuk engineering pipe stress analysis. "Alah bisa karena biasa" ini ungkapan yang sering kita dengar tapi salah besar.Untuk pak Drajad. Tanggapan saya: Ulasan tersebut tanpa dasar hukumnya. maka bias jadi pihak engineering tsb mengirim sebuah fax ke owner dengan kata kata sbb . bagaimana dengan materialnya apa?. temperatur berapa? Pressure berapa? Corrosion allowance berapa? Joint eff brp? Anehnya lagi bapak mencantumkan rumus rumus untuk mendapatkan thickness. apakah cara las anda benar? Jawabanya : ????? yang benar adalah "Alah bisa karena belajar" saya tertarik salah satu tulisan pak hasanudin moderator mechanical.

ada KPS yang dengan jelas mematok minimum thickness t = OD/800 + 3 + CA Ketika saya klarifikasi ke PV Specialist-nya. maka akan terjadi buckling. Maaf jika ada kata kata yang kurang berkenan Hasanuddin Untuk pak Drajad.18" support berjarak 10 m pipe 20 . dia bilang based on their previous experiences. tapi tetep mengacu ke Manual of Steel Construction .28" support berjarak 20 m pipe 28 . saya yakin 100% ada bahasan khusus tentang support di ASME VIII (cuman saya lupa UG berapa. Maka rumus dari britis standard bisa digunakan. yang jelas seingat saya terkait dengan salah satu butir appendix). Saya sependapat dengan minimum thickness tapi saya punya rumus sendiri dari BS PD5500 (British Standart) chapter 3 t = Di/1000 + 2." berdasar pengalaman kami untuk pipe 10 .AISC.keatas support berjarak 30 m apakah seperti ini pola pikir kita? Satu lagi copy paste dari pak hasanudin : Sekedar info aja.1. sebagai contoh jika jika saya bikin vessel diameter 3000 mm tinggi 20m pressure 0 psi.5 mm + corrosion Sayang sekali ASME hanya mempertimbangkan pressure. maka kalau kita gunakan ASME hanya ketemu 0 mm maka digunakan 1/16" (thickness minimum ASME) apakah kuat? Jelas tidak jika kita memandang ke structure itu sendiri. . Ferry Triyana Anirun Utk ASME Sect VIII Div. vessel support diatur di Appendix G.