BAB II PEMBAHASAN A.

Pengertian dan Karakteristik Anak Usia Dini Dalam undang-undang tentang sistem pendidikan nasional dinyatakan bahwa pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut (UU Nomor 20 Tahun 2003 Bab I Pasal 1 Ayat 14). Anak usia dini adalah anak yang baru dilahirkan sampai usia 6 tahun. Usia ini merupakan usia yang sangat menentukan dalam pembentukan karakter dan kepribadian anak (Yuliani Nurani Sujiono, 2009: 7). Usia dini merupakan usia di mana anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang pesat. Usia dini disebut sebagai usia emas (golden age). Makanan yang bergizi yang seimbang serta stimulasi yang intensif sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan tersebut. Ada berbagai kajian tentang hakikat anak usia dini, khususnya anak TK diantaranya oleh Bredecam dan Copple, Brener, serta Kellough (dalam Masitoh dkk., 2005: 1.12 – 1.13) sebagai berikut. 1. 2. 3. 4. Anak bersifat unik. Anak mengekspresikan perilakunya secara relatif spontan. Anak bersifat aktif dan enerjik. Anak itu egosentris.

Anak memiliki daya perhatian yang pendek. 11. bahasa. Anak bersifat eksploratif dan berjiwa petualang. sosial. 3. Anak umumnya kaya dengan fantasi. Anak masih kurang pertimbangan dalam bertindak. Masa anak merupakan masa belajar yang paling potensial. dan kgnitif anak saling berkaitan dan saling mempengaruhi satu sama lain. 9. Prinsip-prinsip Perkembangan Anak Usia Dini Prinsip-prinsip perkembangan anak usia dini berbeda dengan prinsip-prinsip perkembangan fase kanak-kanak akhir dan seterusnya. . 2. 6. Anak semakin menunjukkan minat terhadap teman. Anak memiliki rasa ingin tahu yang kuat dan antusias terhadap banyak hal. Anak masih mudah frustrasi. Adapun prinsip-prinsip perkembangan anak usia dini menurut Bredekamp dan Coople (Siti Aisyah dkk. 10.23) adalah sebagai berikut. emosional. 8. social. Pengalaman awal anak memiliki pengaruh kumulatif dan tertunda terhadap perkembangan anak.. Perkembangan fisik/motorik.5. Perkembangan aspek fisik. 7. 4.17 – 1. 2007 : 1. B. Perkembangan berlangsung dalam rentang yang bervariasi antar anak dan antar bidang pengembangan dari masing-masing fungsi. 12. 1. dan kgnitif anak terjadi dalam suatu urutan tertentu yang relative dapat diramalkan. emosi.

Perkembangan akan mengalami percepatan bila anak berkesempatan untuk mempraktikkan berbagai keterampilan yang diperoleh dan mengalami tantangan setingkat lebih tinggi dari hal-hal yang telah dikuasainya. dan pengetahuan yang diperolehnya. 6.5. social. terorganisasi dan terinternalisasi. 12. 10. emosional. yang berusaha membangun pemahamannya tentang tentang lingkungan sekitar dari pengalaman fisik. Anak adalah pembelajar aktif. 11. 9. atau gabungan dari tipe-tipe itu) untuk mengetahui sesuatu sehingga dapat belajar hal yang berbeda pula dalam memperlihatkan hal-hal yang diketahuinya. auditif. Perkembangan dan cara belajar anak terjadi dan dipengaruhi oleh konteks social budaya yang majemuk. 8. dan kognitif anak serta menggambarkan perkembangan anak. . Bermain merupakan sarana penting bagi perkembangan social. kinestetik. Kondisi terbaik anak untuk berkembang dan belajar adalam dalam komunitas yang menghargainya. baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial. Perkembangan dan belajar merupakan interaksi kematangan biologis dan lingkungan. Anak memiliki modalitas beragam (ada tipe visual. khusus. dan aman secara fisik dan fisiologis. Perkembangan anak berlangsung ke arah yang makin kompleks. memenuhi kebutuhan fisiknya. 7.

C. Di Indonesia ada beberapa lembaga pendidikan anak usia dini yang selama ini sudah dikenal oleh masyarakat luas. atau bentuk lain yang sederajat. Dalam pasal 28 ayat 3 Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional dinyatakan bahwa pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal berbentuk Taman Kanak-kanak (TK). Kelompok Bermain (Play Group) . yaitu: Taman Kanak-kanak (TK) atau Raudhatul Atfal (RA) TK merupakan bentuk satuan pendidikan bagi anak usia dini pada jalur pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan bagi anak usia 4 sampai 6 tahun. Jalur Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini Dalam undang-undang tentang sistem pendidikan nasional dinyatakan bahwa pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut (UU Nomor 20 Tahun 2003 (Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional) Bab I Pasal 1 Ayat 14). yang terbagi menjadi 2 kelompok : Kelompok A untuk anak usia 4 – 5 tahun dan Kelompok B untuk anak usia 5 – 6 tahun. D. Satuan Pendidikan Anak Usia Dini Satuan pendidikan anak usia dini merupakan institusi pendidikan anak usia dini yang memberikan layanan pendidikan bagi anak usia lahir sampai dengan 6 tahun. Raudathul Athfal.

Landasan Pendidikan Anak Usia Dini 1. 23 Tahun 2002 Pasal 9 Ayat 1 tentang Perlindungan Anak dinyatakan bahwa ”Setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasarnya sesuai dengan minat dan bakatnya”. Dalam UU NO. E. Landasan Yuridis Pendidikan Anak Usia Dini Dalam Amandemen UUD 1945 pasal 28 B ayat 2 dinyatakan bahwa ”Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup.Kelompok bermain berupakan salah satu bentuk pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan nonformal yang menyelenggarakan program pendidikan sekaligus program kesejahteraan bagi anak usia 2 sampai dengan 4 tahun (Yuliani Nurani Sujiono. tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi”. . 2009: 24). TPA adalah wahana pendidikan dan pembainaan kesejahteraan anak yang berfungsi sebagai pengganti keluarga untuk jangka waktu tertentu selama orang tuanya berhalangan atau tidak memiliki waktu yang cukup dalam mengasuh anaknya karena bekerja atau sebab lain (Yuliani Nurani Sujiono. 2009: 23) Taman Penitipan Anak (TPA) Taman penitipan anak merupakan salah satu bentuk pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan non formal yang menyelenggarakan program pendidikan sekaligus pengasuhan dan kesejahteraan anak sejak lahir sampai dengan usia 6 tahun.

(5) Pendidikan usia dini jalur pendidikan informal: pendidikan keluarga atau pendidikan yang diselenggarakan oleh lingkungan. 20 TAHUN 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab 1. . dan ayat (4) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. (3) Pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal: TK. Perbedaan filsafat yang dianut dari suatu bangsa akan membawa perbedaan dalam orientasi atau tujuan pendidikan. Pasal 1.” 2. bangsa atau negara. non formal. dan/atau informal. atau bentuk lain yang sederajat. atau bentuk lain yang sederajat. Butir 14 dinyatakan bahwa ”Pendidikan Anak Usia Dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia 6 tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut”. ayat (3). TPA. Artinya melalui proses pendidikan diharapkan terlahir manusia-manusia yang baik. Landasan Filosofis Pendidikan Anak Usia Dini Pendidikan merupakan suatu upaya untuk memanusiakan manusia. ayat (2). (4) Pendidikan anak usia dini jalur pendidikan non formal: KB.Dalam UU NO. (2) Pendidkan anak usia dini dapat diselenggarakan melalui jalur pendidkan formal. Sedangkan pada pasal 28 tentang Pendidikan Anak Usia Dini dinyatakan bahwa ”(1) Pendidikan Anak usia dini diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar. dan (6) Ketentuan mengenai pendidikan anak usia dini sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). karena perbedaan pandangan filsafah yang menjadi keyakinannya. Standar manusia yang “baik” berbeda antar masyarakat. RA.

kesehatan. Anak sebagai mahluk individu yang sangat berhak untuk mendaptkan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya.Bangsa Indonesia juga sangat menghargai perbedaan dan mencintai demokrasi yang terkandung dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang maknanya “berbeda tetapi satu. diantaranya: psikologi. Bangsa Indonesia yang menganut falsafah Pancasila berkeyakinan bahwa pembentukan manusia Pancasilais menjadi orientasi tujuan pendidikan yaitu menjadikan manusia indonesia seutuhnya Sehubungan dengan pandangan filosofis tersebut maka kurikulum sebagai alat dalam mencapai tujuan pendidikan. humaniora. 2009: 10). Dengan pendidikan yang diberikan diharapkan anak dapat tumbuh sesuai dengan potensi yang dimilkinya. fisiologi. pengembangannya harus memperhatikan pandangan filosofis bangsa dalam proses pendidikan yang berlangsung. dan gizi serta neuro sains atau ilmu tentang perkembangan otak manusia (Yulianai Nurani Sujiono.Bangsa Indonesia yang menganut falsafah Pancasila berkeyakinan bahwa pembentukan manusia Pancasilais menjadi orientasi tujuan pendidikan yaitu menjadikan manusia indonesia seutuhnya. ilmu pendidikan anak. 3. . sosiologi. Landasan Keilmuan Pendidikan Anak Usia Dini Konsep keilmuan PAUD bersifat isomorfis. antropologi. sehingga kelak dapat menjadi anak bangsa yang diharapkan. artinya kerangka keilmuan PAUD dibangun dari interdisiplin ilmu yang merupakan gabungan dari beberapa displin ilmu.” Dari semboyan tersebut bangsa Indonesia juga sangat menjunjung tinggi hak-hak individu sebagai mahluk Tuhan yang tak bisa diabaikan oleh siapapun.

apakah itu makanan. tetapi hasil penelitian menyatakan bahwa hanya 5% potensi otak yang terpakai karena kurangnya stimulasi yang berfungsi untuk mengoptimalkan fungsi otak.Berdasarkan tinjauan secara psikologi dan ilmu pendidikan. 2009: 42 – 43): 1. F. serta stimulasi dari lingkungannya memberikan kontribusi yang sangat besar pada pertumbuhan dan perkembangan anak pada masa itu dan berpengaruh besar pertumbuhan serta perkembangan selanjutnya. . karena pada waktu manusia dilahirkan. Pertumbuhan dan perkembangan anak tidak dapat dilepaskan kaitannya dengan perkembangan struktur otak. Apa yang diterima anak pada masa usia dini. 2009) kelengkapan organisasi otaknya mencapai 100 – 200 milyard sel otak yang siap dikembangkan dan diaktualisasikan untuk mencapai tingkat perkembangan optimal. Dari segi empiris banyak sekali penelitian yang menyimpulkan bahwa pendidikan anak usia dini sangat penting. Tujuan Pendidikan Anak Usia Dini Secara umum tujuan pendidikan anak usia dini adalah mengembangkan berbagai potensi anak sejak dini sebagai persiapan untuk hidup dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Secara khusus tujuan pendidikan anaka usia dini adalah (Yuliani Nurani Sujiono. masa usia dini merupkan masa peletak dasar atau fondasi awal bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. minuman. Agar anak percaya akan adanya Tuhan dan mampu beribadah serta mencintai sesamanya. menurut Clark (dalam Yuliani Nurani Sujono.

Agar anak mampu mengelola keterampilan tubuhnya termasuk gerakan motorik kasar dan motorik halus. 2007) sebagai berikut. 5. yaitu intelektual. . 1. G. memecahkan masalah dan menemukan hubungan sebab akibat. serta menghargai karya kreatif. kritis. Anak mampu menggunakan bahasa untuk pemahaman bahasa pasif dan dapat berkomunikasi secara efektif sehingga dapat bermanfaat untuk berpikir dan belajar. Anak memiliki kepekaan terhadap irama. peranan masyarakat dan menghargai keragaman social dan budaya serta mampu mngembangkan konsep diri yang positif dan control diri. nada. 6. motorik. serta mampu menerima rangsangan sensorik. 4. Prinsip-prinsip Pendidikan Anak Usia Dini Pendidikan anak usia dini pelaksanaannya menggunakan prinsip-prinsip (Forum PAUD. lingkungan social. dan sosio emosional. memberikan alasan. Berorientasi pada Kebutuhan Anak Kegiatan pembelajaran pada anak harus senantiasa berorientasi kepada kebutuhan anak. 3. bahasa.2. Anak mampu mengenal lingkungan alam. Anak mampu berpikir logis. Anak usia dini adalah anak yang sedang membutuhkan upaya-upaya pendidikan untuk mencapai optimalisasi semua aspek perkembangan baik perkembangan fisik maupun psikis. berbagai bunyi.

dan mengambil kesimpulan mengenai benda di sekitarnya. Belajar melalui bermain Bermain merupakan saran belajar anak usia dini. 6. . Hal ini dimaksudkan agar anak mampu mengenal berbagai konsep secara mudah dan jelas sehingga pembelajaran menjadi mudah dan bermakna bagi anak. Menggunakan pembelajaran terpadu Pembelajaran pada anak usia dini harus menggunakan konsep pembelajaran terpadu yang dilakukan melalui tema. Hal ini dimaksudkan agar anak belajar untuk menolong diri sendiri. 5. 3. Mengembangkan berbagai kecakapan hidup Mengembangkan keterampilan hidup dapat dilakukan melalui berbagai proses pembiasaan. Menggunakan lingkungan yang kondusif Lingkungan harus diciptakan sedemikian rupa sehingga menarik dan menyenangkan dengan memperhatikan keamanan serta kenyamanan yang dapat mendukung kegiatan belajar melalui bermain. Menggunakan berbagai media edukatif dan sumber belajar Media dan sumber pembelajaran dapat berasal dari lingkungan alam sekitar atau bahan-bahan yang sengaja disiapkan oleh pendidik /guru. mandiri dan bertanggungjawab serta memiliki disiplin diri. Tema yang dibangun harus menarik dan dapat membangkitkan minat anak dan bersifat kontekstual.2. 4. menemukan. memanfaatkan. Melalui bermain anak diajak untuk bereksplorasi.

Menggunakan berbagai media edukatif dan sumber belajar Pembelajaran bagi anak usia dini hendaknya dilakukan secara bertahap. . dimulai dari konsep yang sederhana dan dekat dengan anak. Agar konsep dapat dikuasai dengan baik hendaknya guru menyajikan kegiatan–kegiatan yang berluang .7.

. Tujuan dari filsafat pendidikan anak usia dini salah satunya adalah untuk mengetahui lebih mendalam tentang karakter anak usia dini demi memberikan sesuatu pembelajaran yang terbaik bagi mereka 4. Pendidikan anak usia dini adalah suatu cara bimbingan dan penyuluhan kepada anak khususnya pada usia dini 0-5 tahun 3. Saran Penulis hanya mengharapkan dari segaris isi makalah ini semoga dapat menjadi sesuatu yang berguna bagi semua pembaca.BAB III PENUTUP A. Filsafat adalah segala sesuatu cara metose berfikir yang digunakan untuk menemukan kebaikan dan kebenaran. Media merupakan salah satu cara yang sangat efektif dalam menunjang jalannya proses pendidikan khususnya pada anak usia dini. Terkhusus bagi penulis makalah ini. 2. semoga dapat di aplikasikan secara maksimal demi memajukan pendidikan nusa dan bangsa. B. Kesimpulan Sebagai kesimpulan dari makalah ini yaitu sebagai berikut: 1.

Jakarta: Rineka Cipta. Soemiarti. (2009) Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. (2007) Perkembangan dan Konsep Dasar Pengembangan Anak Usia Dini. (2005) Strategi Pembelajaran TK. Jakarta: 2005. (2003) Pendidikan Anak Prasekolah. Jakarta: Visimedia . Patmonodewo. Yuliani Nurani. UU No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Jakarta: PT Indeks.DAFTAR PUSTAKA Masitoh dkk. Jakarta: Universitas Terbuka. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan UU No. Siti Aisyah dkk. Sujiono.

. Sebuah proses pendidikan membutuhkan sebuah pemikiran dan sebuah cara yakni berfilsafat dalam hal memberikan yang terbaik bagi pendidikan demi kemajuan pendidikan bangsa dan demi tercapainya tujuan pendidikan bangsa yang jelas tercantum dalam pembukaan UUD 1945 yang berbunyi “ Mencerdaskan Kehidupan Bangsa”. Latar belakang masalah Pendiikan merupakan sesuatu hal yang sangat penting dalam menunjang sebuah proses penananan ilmu pengetahuan apalagi yang ingin di berikan kepada anak uasia dini. Sebuah makalah tersusun dengan materi pembahasan seadanya mencoba mengungkap salah satu hasil dari filsafat pendidikan anak usia dini yakni tentang permasalah konsep-konsep dasar pendidikan anak usia dini dan berikut akan di bahas pada bab ii.BAB I PENDAHULUAN A. Dalam filsafat pendidikan anak usia dini ada hal sangat perlu di perhatikan dan difikirkan secara matang sebelum menghadapi anak dalam proses pembelajaran yakni bagaimana peran seorang guru dalam memberikan pelajaran dan bagaimana seorang guru mampu untuk memancing kekreatifitasan anak demi pembentukan karakter anak yang baik.

Untuk mengetahui pengertian dan karakteristik pendidikan anak usia dini 2. Apakah landasan. Rumusan masalah Berdasarkan latar belakang di atas maka rumusan masalah pada makalah ini yaitu : 1. tujuan dan prinsip dari pendidikan anak usia dini? C. Apakah prinsip perkembangan dan bagaimanakah jalur pendidikan anak usia dini? 3. Apakah pengertian dan karakteristik pendidikan anak usia dini? 2.B. tujuan dan prinsip dari pendidikan anak usia dini . Mengetahui prinsip perkembangan dan bagaimanakah jalur pendidikan anak usia dini 3. Tujuan penulisan 1. Mengetahui landasan.

..........DAFTAR ISI Hal..................................... B.......................................................................... C....................... Tujuan Penulisan.......................................... Tujuan Pendidikan Anak Usia Dini........................................... BAB III........................................ PENDAHULUAN A. F.......................... C...................................... E........................................ G............ B.................................. B......... Prinsip-Prinsip Perkembangan Anak Usia Dini................... Pengertian dan Karakteristik Pendidikan Anak Usia Dini...... BAB I................ Jalur Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini...................................... Prinsip-Prinsip Pendidikan Anak Usia Dini...... ...................................... PEMBAHASAN A. PENUTUP A...... D.................................................... HALAMAN JUDUL . DAFTAR ISI ............ BAB II............ Landasan Pendidikan anak Usia Dini................................. Satuan Pendidikan Anak Usia Dini....................................... Rumusan Masalah ............................. Simpulan ....................... KATA PENGANTAR ............................................................................ Saran-saran . Latar Belakang Masalah ............................................................

sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini....... terlebih bagi diri penulis sendiri......DAFTAR PUSTAKA ........... serta segenap keluarga dan pengikut-pengikutnya..... 22 Januari 2012 .....‫اجمعين‬ Puji syukur sedalam-dalamnya.......................... Hanya kepada Allah jualah penulis memohon balasan atas jasa-jasa mereka....... Sekaligus tulisan ini menjadi sumbangan pemikiran bagi pihak terkait.. KATA PENGANTAR ‫بسم ال الرحمن الرحيم‬ ‫م د وعلى اله وصحبه‬ ٌ‫الحم دل رب العا لمين والصل ة والسل م على أشرف النبياء والمرسلين سي دنا مح د‬ ........ Shalawat dan salam tak lupa penulis kirimkan kepada junjungan Nabiyullah Muhammad saw..... Amin Ya Rabbal Alamin Watampone........... penulis panjatkan ke hadirat Allah swt karena dengan izin-Nya jualah.... Oleh karena itu.... Akhirnya penulis mengharapkan semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi yang membutuhkan.. penulis dengan penuh suka-cita menyampaikan rasa terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada semua pihak yang dengan ikhlas telah membantu penulis dalam menyusun makalah ini..

Penulis FILSAFAT PENDIDIKAN ANAK USIA DINI KONSEP-KONSEP PENDIDKAN ANAK USIA DINI MAKALAH Diajukan Untuk Memenuhi Salah Tugas Mata Kuliah Pada Jurusan Tarbiyah Prodi PGRA STAI AL-GAZALI BONE Oleh NAJMAH 08 31 069 .

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAI AL-GAZALI BONE) TAHUN PELAJARAN 2011/2012 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful