IJIN USAHA HOTEL Definisi Hotel yaitu jenis usaha akomodasi yang menyediakan tempat dan fasilitas kamar

untuk menginap dengan perhitungan pembayaran harian serta dapat menyediakan berbagai jenis fasilitas pelayanan, seperti fasilitas penyediaan makanan dan minuman, fasilitas konvensi dan pameran, fasilitas rekreasi dan hiburan, fasilitas olahraga dan kebugaran, fasilitas jasa layanan bisnis dan perkantoran, fasilitas jasa layanan keuangan, fasilitas perbelanjaan, serta pengembangan fasilitas panunjang lainnya yang diperlukan untuk aktivitas tamu dan pengunjung. ISUP (Izin Sementara Usaha Pariwisata) adalah Izin sementara untuk menyelenggarakan kegiatan Industri Pariwisata. ITUP (Izin Tetap Usaha Pariwisata) adalah Izin untuk menyelenggarakan kegiatan Industri Pariwisata. DU ITUP (Daftar Ulang Izin Tetap Usaha Pariwisata) adalah Daftar ulang izin untuk menyelenggarakan kegiatan Industri Pariwisata. Perizinan adalah Izin di bidang industri pariwisata meliputi ISUP, ITUP dan DU ITUP. Pemohon adalah Pemilik atau yang dikuasakan untuk mengajukan permohonan ISUP, ITUP, dan DU ITUP. Adikarya Wisata adalah Penghargaan tertinggi di bidang kepariwisataan kepada industri pariwisata yang memiliki kinerja bisnis unggul, jasa-jasa terkait dan individu yang. berprestasi dalam memberikan kontribusi bagi pembangunan kepariwisataan di Provinsi DKI Jakarta.

Permodalan dan Bentuk Usaha Permodalan penyelenggaraan usaha hotel dapat berasal dari seluruhnya dimiliki Warga Negara Republik Indonesia, Warga Negara Asing dan/ atau patungan antara Warga Negara Republik Indonesia dan Warga Negara Asing. Besarnya modal patungan untuk Warga Negara Asing tidak lebih dari 50 % untuk usaha hotel melati bintang 1 dan bintang 2. Untuk penyelenggaraan usaha hotel bintang 3, 4 dan 5 seluruh pemodalannya dapat dimiliki warga negara asing, dengan terlebih dahulu memperoleh Izin Usaha Tetap (IUT) yang dikeluarkan oleh BKPM/ Badan Penanaman Modal dan Promosi.

2. 2. Hotel Bintang 3. Persyaratan teknis operasional hotel antara lain: 1. yaitu: 1. 3. Pada bagian tertentu bangunan dan interior hotel harus menampilkan/ menggambarkan dekorasi bernuansa/ bercirikan budaya daerah. Golongan/ Kelas Hotel Bintang. Usaha Hotel harus diselenggarakan pada bangunan/ tempat yang sesuai dengan ketentuan peruntukan usaha dan memillki Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Hotel Bintang 5. 4. Golongan/ Kelas Hotel Bintang dibagi atas 5 (lima) penjenjangan kelas Hotel Bintang. Status bangunan/ tempat penyelenggaraan usaha hotel dapat berupa bangunan milik sendiri atau kerja sama. Persyaratan dasar tersebut adalah sebagai berikut: 1. Golongan/ Kelas Hotel Melati. Hotel Bintang 4. dan 3. Penyediaan kantor depan dengan perlengkapannya. dan 2. Memiliki sertifikat kelaikan hygiene dan sanitasi hotel. Bangunan/ tempat penyelenggaraan usaha hotel harus memenuhi persyaratan dasar dan persyaratan teknis operasional. dan 3. yang pendiriannya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Memiliki izin tetap usaha hotel. Memiliki sertifikat kelaikan fasilitas dan peralatan hotel. . Hotel Bintang 2. Hotel Melati 3.Badan Usaha Hotel dapat berbentuk Perseroan Terbatas. dan Hotel Bintang 1. Pada bagian depan bangunan dipasang papan nama dan/ atau papan petunjuk usaha yang jelas dan mudah dibaca oleh umum dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar serta dapat menggunakan bahasa asing sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. yaitu: 1. 2. Golongan/ Kelas Hotel Melati dibagi atas 3 (tiga) penjenjangan kelas Hotel Melati. Hotel Melati 2. Penyelenggaraan Usaha Usaha Hotel dibagi dalam 2 (dua) golongan/ kelas yaitu : 1. Hotel Melati 1. 5.

dan 4. Setiap usaha hotel baru harus mengajukan permohonan klasifikasi terlebih dahulu kepada Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. 3. Selain memiliki standar ketenagakerjaan. Ketentuan lebih lanjut mengenai pemanfaatan tenaga kerja asing harus sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang ketenagakerjaan. juga harus menyampaikan Laporan Kegiatan Usaha (LKU) setiap satu tahun sekali kepada Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. Penyediaan ruang makan dan minum dengan perlengkapannya. Pengusaha Hotel berkewajiban untuk rnelaksanakan Online System Informasi pembayaran pajak ke dalam sarana perangkat dan sistem informasi perpajakan yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Penyediaan kamar tamu dengan perlengkapannya. Setiap 3 (tiga) tahun sekali usaha hotel harus melaksanakan reklasifikasi dengan mengajukan permohonan kepada Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. Penyelenggaraan usaha hotel dikenakan pajak daerah yang besarannya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. terlebih dahulu harus memperoleh izin penyelenggaraan usaha hotel dari Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. Kesenian Betawi dan/ atau daerah lainnya dapat difasililasi oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. Tenaga kerja usaha hotel harus memiliki standar ketenagakerjaan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang ketenagakerjaan. Setiap penyelenggaraan usaha hotel dapat menyediakan tenaga kerja asing namun tetap mengutamakan tenaga kerja warga Negara Indonesia.2. Perizinan dan Rekomendasi Setiap penyelenggaraan usaha hotel. Selain itu. Penyediaan lahan parkir dan petugas keamanan. Setiap pengusaha hotel harus menyediakan tempat/ ruang (outlet) penjualan barang-barang kerajinan (handicraft) produk Usaha Kecil Menengah. dan tidak . paling lama 1 (satu) tahun setelah beroperasi. setiap tenaga kerja usaha hotel harus mengikuti pelatihan profesi kekaryaan dan memiliki sertifikasi profesi kepariwisataan. Setiap usaha hotel yang menyelenggarakan/ menampilkan hiburan kesenian/ seni musik wajib menampilkan kesenian Betawi dan daerah lainnya secara periodik. Setiap pengusaha hotel juga harus menyampaikan laporan tingkat hunian kamar dan harga ratarata kamar setiap satu bulan kepada Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. Izin Sementara Usaha Pariwisata Setiap industri pariwisata yang memerlukan bangunan baru harus memperoleh ISUP dari Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. ISUP berlaku untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun.

Surat Izin Penunjukan Penggunaan Tanah (SIPPT). ITUP tidak dapat dipindahtangankan dan diubah dengan cara dan/ atau dalam bentuk apapun. Fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Daftar Ulang Izin Tetap Pariwisata . harus memperoleh ITUP dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan sebagai izin operasional usaha hotel. dan Dokumen Analisa Dampak Lingkungan (AMDAL). ITUP adalah sebagai izin operasional usaha hotel dan berlaku sepanjang usaha tersebut masih berjalan dan harus didaftar ulang setiap bulan. Bagi penyelenggaraan usaha hotel bintang yang telah memperoleh Izin Usaha Tetap (IUT) dari BKPM/ Badan Penanaman Modal dan Promosi. Izin Undang-Undang Gangguan (UUG). pemohon terlebih dahulu harus mengajukan permohonan tertulis kepada Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dengan melampirkan: 1. dan Proposal rencana Usaha hotel. Fotokopi surat izin Undang-Undang Gangguan (UUG). 3. ISUP akan diterbitkan paling lama dalam waktu 5 (lima) hari kerja setelah persyaratan lengkap dan benar. terlebih dahulu harus memperoleh ITUP dari Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta. 2. 4. Untuk memperoleh ISUP pemohon terlebih dahulu harus mengajukan permohonan tertulis kepada Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dengan melampirkan: 1. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk/ Tanda Identitas lainnya yang sah. Fotokopi Kartu Tanda Perduduk/ Tanda Identitas lainnya yang sah. Izin Tetap Usaha Pariwisata Setiap penyelenggara usaha hotel. 3. ISUP hanya dipergunakan sebagai dasar untuk mengurus Surat Izin Persetujuan Prinsip Pembebasan Lahan (SP3L). 4. Akte pendirian perusahaan. Untuk memperoleh ITUP. Izin Mendirikan Bangunan (IMB).dapat diperpanjang. Fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP): Surat bukti status tempat usaha atau Sertifikat tanah. 5. Dokumen Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) serta Izin Tetap Usaha Pariwisata (ITUP). Pemohon yang akan memperoleh ITUP wajib terlebih dahulu membayar retribusi pelayanan perizinan usaha hotel yang besarannya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. ITUP akan diterbitkan paling lama dalam waktu 7 (tujuh) hari kerja setelah persyaratan lengkap dan benar. 2.

Membayar pajak daerah dan retribusi daerah sesuai ketentuan peraturan perundangundangan.Untuk melakukan DU ITUP terlebih dahulu diajukan permohonan tertulis oleh pemohon kepada Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan paling lama 1 (satu) bulan sebelum jatuh tempo masa daftar ulang ITUP. 2. Menggunakan tenaga kerja di bawah umur sebagairnana diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang ketenagakerjaan. 3. Mencegah dampak sosial yang merugikan masyarakat. pemilik pengelola usaha hotel harus mengajukan permohonan ITUP baru. ITUP tidak berlaku. apabila tidak didaftar ulang selama 2 (dua) tahun berturut-turut dan/ atau pindah kepemilikan dan/ atau perubahan nama usaha hotel. dan Surat tanda bukti pelunasan pajak 3 (tiga) bulan terakhir. dan 3. DU ITUP akan diterbitkan paling lama dalam waktu 5 (lima) hari kerja setelah persyaratan lengkap dan benar. Fotokopi surat izin Undang-Undang Gangguan (UUG) yang masih berlaku. Kewajiban dan Larangan Setiap penyelenggaraan usaha hotel wajib untuk: 1. 3. . 2. ekonomi dan budaya yang harmonis dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Fotokopi ITUP yang akan didaftar ulang. ketertiban. Laporan Kegiatan Usaha (LKU) tahun terakhir. dengan melampirkan: 1. dan 6. 2. Memanfaatkan tempat kegiatan untuk melakukan perbuatan asusila. dan kenyamanan tamu. 4. membawa senjata api/ tajam serta tindakan pelanggaran hukum lainnya. peredaran dan pemakaian narkoba. 5. Memberikan kesempatan kepada karyawan untuk melaksanakan ibadah sesuai dengan agama rnasing-masing serta menjamin keselamatan dan kesehatannya. 4. keselamatan. Apabila terjadi hal demikian. Setiap penyelenggaraan usaha hotel dilarang: 1. keindahan dan kesehatan serta meningkatkan mutu Iingkungan hidup. apabila terbukti pemohon tidak memenuhi persyaratan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Menggunakan tenaga kerja warga negara asing tanpa izin. Memelihara kebersihan. Menjamin dan bertanggung jawab terhadap keamanan. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dapat menolak DU ITUP jika berdasarkan data yang ada dan/ atau ada keberatan dari instansi terkait. Menjalin hubungan sosial.

Pembinaan dan Pengawasan Pembinaan terhadap penyelenggaraan usaha hotel dilakukan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. 4.jakarta. Pelatihan rnanagemen usaha pariwisata.id/jakv1/produkhukum/index/285/ . Teguran lisan atau panggilan: Teguran tertulis. Penghentian atau penutupan penyelenggaraan usaha hotel. Pelatihan ketenagakerjaan usaha pariwisata. dan 6. Sosialisasi peraturan perundang-undangan di bidang kepariwisataan dan peraturan perundang-undangan lainnya yang dianggap perlu. 5. Pencabutan ITUP. Penilaian terhadap penyelenggaraan Usaha hotel. dan Pencabutan penghargaan Adikarya Wisata. Dalam melakukan pembinaan. 3. 2. Informasi yang berkaitan dengan upaya peningkatan pengelolaan bisnis/ usaha yang sehat dan kondusif. 3. juga dapat berkerja sama dengan instansi terkait dan asosiasi di bidang industi pariwisata. 4. Sumber: Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 41 Tahun 2009.go. Tata cara pengenaan sanksi administrasi dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundangundangan. dalam bentuk: 1. 2. 5. Pemberian penghargaan Adikarya Wisata. tentang Penyelenggaraan Usaha Hotel Link :http://www. Sanksi Administrasi Pelanggaran akan dikenakan sanksi administrasi berupa: 1.

Ada Pengesahan Badan Hukum Perseroan dari MenHum & HAM RI atas Akta Pendirian dimaksud. 2010 by tinoess in Hukum Umum. Salinan Akte Pendirian b. Pengurusan SIUP. Surat Keterangan Domisili Perusahaan Membuat Surat Keterangan Domisili Perusahaan di Kantor Kelurahan tempat Badan Hukum berkedudukan. izin usaha hotel. Hukum. SIUP Hotel. 2. Salinan Izin Undang-undang Ganguan (HO) g. Dalam pengurusan Surat Keterangan Domisili Perusahaan di Kelurahan minta petugas ybs untuk sekalian meminta cap persetujuan dari Kecamatan. izin. SIUP Pengurusan SIUP harus pada Departemen Teknis terkait yaitu dalam hal ini Dinas Perhubungan dan Pariwisata. Alur Proses Penerbitan SIUP Hotel Dalam jangka waktu selambat-lambatnya 30 ( Tiga puluh ) hari kerja berkas permohonan diterima oleh Bupati/Walikota atau pejabat yang ditunjuk sudah memberikan jawaban diterima atau ditolak Permohonan Izin Usaha. Syarat Pengurusan SIUP. sbb : a. Pajak Buatlah NPWP dengan mendaftarkan Perusahaan sebagai Wajib Pajak di Kantor Pelayanan Pajak setempat. Laporan Penyelesaian Pembangunan Hotel ( Khusus Bagi Hotel yang baru ) h. Ditandai:Badan Hukum. 3. usaha. Nomor Pokok Wajib Pajak ( NPWP ) Perusahaan d. UPL ). 4. Apabila ditolak Penolakan Izin Usaha diberikan secara tertulis kepada Pemohon disertai dengan alasan penolakan. Proposal Pendirian Perusahaan f. Daftar Riwayat Hidup Pimpinan Perusahaan dan Tenaga Ahli e. Penyusunan Studi Dampak Lingkungan ( AMDAL / UKL. . Hotel. Surat Izin Mendirikan Bangunan ( IMB ) c. Perijinan & Pengurusan.Akta Pendirian oleh Notaris . Izin Usaha Hotel berlaku sekurang-kurangnya 1 ( Satu ) tahun dan dapat diperpanjang selama yang bersangkutan masih menjalankan usahanya. 25 Komentar 1.Alur Pengurusan Izin Usaha Hotel Posted Oktober 9. Badan Hukum Harus berupa Badan Hukum dengan membuat : . Pajak.

Point 4 dan 5 baru dapat dilaksanakan setelah ada kepastian bahwa Loksai untuk Pembangunan Hotel telah dimiliki oleh Perusahaan. Lokasi : ……………………………. Setelah selesai membangun Hotel. 9. Apabila UKL & UPL telah dibuat maka selanjutnya Pihak dari Hotel perlu melakukan pelaporan . Apabila layak dan disetujui maka Dinas Perhubungan dan Parawisata atas nama Bupati mengeluarkan Izin Prinsip membangun masa berlaku Surat Izin Prinsip adalah 3 tahun. maka hal selanjutnya yang perlu dilaksanakan adalah pengurusan pembuatan : Izin Mendirikan Bangunan Izin Ganguan / HO Kedua izin tersebut diatas diperlukan dalam rangka pengurusan Izin Usaha Hotel. 6. Luas : …………… m2 Hak Kepemilikan : ……………………………. Staf bagian Tata Usaha mengekspedisi surat tersebut lalu didistribusikan ke Subdin yang menangani pelayanan Izin Hotel. Dalam tahapan ini kita perlu adanya koordinasi dengan pihak terkait secara insentif agar Pembangunan Hotel ini cukup dengan UKL & UPL tidak perlu sampai ke penyusunan AMDAL.Prosedur Pelayanan Surat Permohonan diterima. Dinas Pariwisata. diagendakan pada bagian Tata Usaha dan diberikan kepada Kepala Dinas untuk didisposisi Setelah didisposisi Kepala Dinas dikembalikan ke bagian Tata Usaha Kepala bagian Tata Usaha mendisposisi surat dimaksud untuk Kasubdin yang terkait. Bappeda ( Pertimbangan lewat SITU ) dan Dinas Pekerjaan Umum ( IMB ). Setelah diterima surat tersebut disampaikan kepada Kasubdin selanjutnya Kasubdin mendisposisi surat tersebut kepada Kepala Seksi untuk seterusnya diproses. 7. Surat Izin Usaha Hotel dapat diterbitkan dan diberikan kepada Pemohon. 5. Pemilik : ……………………………… 8. Sebelum membangun harus dilakukan peninjauan lokasi dengan melibatkan instansi terkait antara lain : Dinas Kesehatan.. Tanda Daftar Perusahaan ( TDP ) Tanda Daftar Perusahaan baru dapat di Proses apabila Surat Izin Usaha Hotel telah selesai dan diterima sebagai salah satu syarat pembuatan TDP. Pengurusan IMB & HO Setelah Kepemilikan Tanah untuk Pembangunan Hotel telah Sah dimiliki dengan pengesahan Jual Beli dari Notaris. AMDAL / UKL & UPL Langkah selanjutnya adalah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk proses Penyusunan AMDAL / UKL & UPL. Pembelian Lokasi Tanah untuk Pembangunan Hotel Tahap ini akan segera dilaksanakan setelah dana siap.

. Hal-Hal lain diluar proses terurai diatas.setiap 6 bulan sekali segala sesuatu yang berkaitan dengan UKL & UPL agar tidak menimbulkan masalah atau tidak memenuhi ketentuan UKL & UPL. selanjutnya akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan Divisi terkait di intern Perusahaan. 10.