P. 1
MAKALAH KESEIMBANGAN CAIRAN

MAKALAH KESEIMBANGAN CAIRAN

5.0

|Views: 833|Likes:
Published by Beatle Kang Nanang

More info:

Published by: Beatle Kang Nanang on Apr 29, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/03/2014

pdf

text

original

Kata Pengantar

Puji dan Syukur kami Panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat limpahan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga kami dapat menyusun makalah Anatomi Fisiologi ini tentang "Keseimbangan Cairan dan Elektrolit” tepat pada waktunya. Kami menyadari bahwa didalam pembuatan makalah ini berkat bantuan dan tuntunan Tuhan Yang Maha Esa dan tidak lepas dari bantuan berbagai pihak, untuk itu dalam kesempatan ini kami menghaturkan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang membantu dalam pembuatan makalah ini. Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada para pembaca. Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari bentuk penyusunan maupun materinya. Kritik dan saran dari pembaca sangat penulis harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya.

Penulis

Daftar Isi Kata Pengantar . . . .. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Daftar Isi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

. . . . . . Faktor yang Berpengaruh pada Keseimbangan Cairan dan Elektrolit . . . . . . . . Tujuan . . D. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .. . . . . . Komposisi dari Elektrolit-Elektrolit Tubuh . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .. . DAFTAR PUSTAKA BAB I PENDAHULUAN A. Keseimbangan cairan dan elektrolit di dalam tubuh adalah merupakan salah satu . . . . Kesimpulan . . . . . . LATAR BELAKANG Cairan dan elektrolit sangat diperlukan dalam rangka menjaga kondisi tubuhtetap sehat. . . . . . . . . . . . Rumusan Masalah. . . . . . Pengaturan Keseimbangan Cairan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .. . . . . . . .BAB I PENDAHULUAN A. . . . . . . . . . C. . .. . . . . . . . . C. . . . . . Latar Belakang . . . . . . . . . . . . B. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Landasan Teori B. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . BAB III PENUTUP A. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . BAB II PEMBAHASAN A. . . . . . . . . . . . . . . . . . Kritik dan Saran . . . B. . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

lemak. B. dan cairanintravena (IV) dan didistribusi ke seluruh bagian tubuh. jika salah satu terganggu maka akan berpengaruh pada yang lainnya. Air dalam tubuh berada di beberapa ruangan. sedangkan pada dewasa wanita 50% BB. minuman. Kandungan air pada saat bayi lahir adalah sekitar 75% BB dan pada saat berusia 1 bulan sekitar 65% BB. yaitu intraseluler sebesar 40% dan ekstraseluler sebesar 20%. Elektrolit adalah zat kimia yang menghasilkan partikelpartikel bermuatan listrik yang disebut ion jika berada dalam larutan. 2. dll.Cairan tubuh dibagi dalam dua kelompok besar yaitu : cairan intraseluler dancairan ekstraseluler. Komposisi cairan pada tubuh dewasa pria adalah sekitar 60% BB.sedangkan cairan traseluler adalah cairan sekresi khusus seperti cairanserebrospinal. cairan persendian. Keseimbangan cairan dan elektrolitsaling bergantung satu dengan yang lainnya. 3. Cairan antarsel khusus disebut cairan transeluler misalnya cairan serebrospinal. cairan intraokuler. sedangkan cairan akstraseluler adalah cairan yang berada di luarsel dan terdiri dari tiga kelompok yaitu : cairan intravaskuler (plasma). cairaninterstitial dan cairan transeluler.bagian dari fisiologi homeostatis. Sisanya adalah zat padat seperti protein. karbohidrat. Cairan intravaskuler (plasma) adalah cairan didalam sistem vaskuler. Keseimbangan cairan dan elektrolit berarti adanya distribusi yang normal dari air tubuh total danelektrolit ke dalam seluruh bagian tubuh. cairan intersitial adalah cairan yang terletak diantara sel.Cairan tubuh adalah larutan yang terdiri dari air ( pelarut) dan zat tertentu (zatterlarut). Cairan ekstraseluler merupakan cairan yang terdapat di ruang antarsel (interstitial) sebesar 15% dan plasma sebesar 5%. Agar mahasiswa tahu bagaimana proses keperawatan pada klien dengan masalah keseimbangan cairan dan elektrolit . dan sekresi saluran cerna. Cairan intraseluler adalah cairan yang berda di dalam sel diseluruh tubuh. cairan peritoneum. dll. Keseimbangan cairandan elektrolit melibatkan komposisi dan perpindahan berbagai cairan tubuh. Agar dapat menambah pengetahuan dan pemahaman khusunya bagi mahasiswa kesehatan mengenai kebutuhan cairan & elektrolit. Sebagai sumber informasi untuk mahasiswa. Cairan danelektrolit masuk ke dalam tubuh melalui makanan. TUJUAN Adapun tujaun dari pembuatan makalah ini yaitu: 1.

` LANDASAN TEORI Konsep Dasar. Fisiologi keseimbangna cairan & elektrolit? 3. RUMUSAN MASALAH 1. Proses keperawatan pada klien dengan masalah keseimbangan & cairan elektrolit? BAB II PEMBAHASAN A. Gangguan pada keseimbangan cairan dan elektrolit? 5. airan tubuh dibagi dalam dua kelompok besar yaitu : cairan intraseluler dan cairan ekstraseluler. 1. Menguraikan keseimbangan intake & output? 2. Nilai normal kebutuhan cairan pada berbagai umur perkembangan? 4. sedangkan cairan akstraseluler adalah cairan yang berada di luar sel dan terdiri dari tiga kelompok yaitu : cairan intravaskuler (plasma).C. cairan intersitial adalah . cairan interstitial dan cairan transeluler. Cairan intraseluler adalah cairan yang berda di dalam sel di seluruh tubuh. Cairan intravaskuler (plasma) adalah cairan di dalam sistem vaskuler.

Dalam rangka mempertahankan fungsi tubuh maka tubuh akan kehilangan caiaran antara lain melalui proses penguapan ekspirasi. Urine : Proses pembentukan urine oleh ginjal dan ekresi melalui tractus urinarius merupakan proses output cairan tubuh yang utama. Di dalam tubuh seorang yang sehat volume cairan tubuh dan komponen kimia dari cairan tubuh selalu berada dalam kondisi dan batas yang nyaman.cairan yang terletak diantara sel. bila aktivitas kelenjar keringat meningkat maka produksi urine akan menurun sebagai upaya tetap mempertahankan keseimbangan dalam tubuh. Melalui kulit dengan mekanisme difusi. Pada orang dewasa normal kehilangan cairan tubuh melalui proses ini adalah berkisar 300-400 mL per hari. Output Cairan : Kehilangan caiaran tubuh melalui empat rute (proses) yaitu : 1. dan oksidasi selama proses metabolisme. Keseimbangan intake & output. a. 2. Dalam kondisi normal output urine sekitar 1400-1500 ml per 24 jam. dan sekresi saluran cerna. Perasaan kering di mulut biasanya terjadi bersama dengan sensasi haus walupun kadang terjadi secara sendiri. perdarahan yang mengakibatkan penurunan volume darah. cairan intraokuler. b. Pada orang yang sehat kemungkinan produksi urine bervariasi dalam setiap harinya. Intake Cairan : Selama aktifitas dan temperatur yang sedang seorang dewasa minum kira-lira 1500 ml per hari. ginjal (urine). sedangkan kebutuhan cairan tubuh kira-kira 2500 ml per hari sehingga kekurangan sekitar 1000 ml per hari diperoleh dari makanan. Kondisi sakit dapat menyebabkan gangguan pada keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh. Dalam kondisi normal intake cairan sesuai dengan kehilangan cairan tubuh yang terjadi. IWL (Insesible Water Loss) : IWL terjadi melalui paru-paru dan kulit. Pengatur utama intake cairan adalah melalui mekanisme haus. . tapi bila proses respirasi atau suhu tubuh meningkat maka IWL dapat meningkat. Pada orang dewasa. atau sekitar 30-50 ml per jam. 2. penguapan kulit. sekresi angiotensin II sebagai respon dari penurunan tekanan darah.ekresi pada proses metabolisme. Sensasi haus akan segera hilang setelah minum sebelum proses absorbsi oleh tractus gastrointestinal. sedangkan cairan traseluler adalah cairan sekresi khusus seperti cairan serebrospinal. Pusat haus dikendalikan berada di otak Sedangakan rangsangan haus berasal dari kondisi dehidrasi intraseluler.

Metode perpindahan dari cairan dan elektrolit tubuh dengan cara : a. Perpindahan Cairan dan Elektrolit Tubuh. Filtrasi c. Aktiv Transport Diffusi dan osmosis adalah mekanisme transportasi pasif. Fase I : Plasma darah pindah dari seluruh tubuh ke dalam sistem sirkulasi. Diffusi b. Perpindahan cairan dan elektrolit tubuh terjadi dalam tiga fase yaitu : A. 3. Osmosis d. dan nutrisi dan oksigen diambil dari paru-paru dan tractus gastrointestinal. Fase III : Cairan dan substansi yang ada di dalamnya berpindah dari cairan interstitial masuk ke dalam sel. C. Beberapa faktor yang mempengaruhi mudah tidaknya difusi zat terlarut menembus membran kapiler dan sel yaitu :     Permebelitas membran kapiler dan sel Konsenterasi Potensial listrik Perbedaan tekanan. 4. Fase II : Cairan interstitial dengan komponennya pindah dari darah kapiler dan sel. B.3. Feces : Pengeluaran air melalui feces berkisar antara 100-200 mL per hari. Hampir semua zat berpindah dengan mekanisme transportasi pasif. Diffusi sederhana adalah perpindahan partikel-partikel dalam segala arah melalui larutan atau gas. Pembuluh darah kapiler dan membran sel yang merupakan membran semipermiabel mampu memfilter tidak semua substansi dan komponen dalam cairan tubuh ikut berpindah. . Keringat : Berkeringat terjadi sebagai respon terhadap kondisi tubuh yang panas. sedangkan impulsnya ditransfer melalui sumsum tulang belakang yang dirangsang oleh susunan syaraf simpatis pada kulit. respon ini berasal dari anterior hypotalamus. yang diatur melalui mekanisme reabsorbsi di dalam mukosa usus besar (kolon).

Difusi air terjadi pada daerah dengan konsenterasi zat terlarut yang rendah ke daerah dengan konsenterasi zat terlarut yang tinggi. Transport aktif Perpindahan molekul dari tekanan/konsentrasi rendah ke konsntrasi tinggi dgn menggunakan energi B. terutama akibat oleh pemompaan oleh jantung dan tekanan osmotik koloid yang terutama disebabkan oleh albumin serum. Perpindahan Cairan & Elektrolit 1. Faktor yang Berpengaruh pada Keseimbangan Cairan dan Elektrolit Faktor-faktor yang berpengaruh pada keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh antara lain : a. Difusi Perpindahan molekul dari tekanan/konsentrasi tinggi ke tekanan/konsentrasi rendah 2. Distribusi air dalam kedua bagian itu diatur oleh tekanan hidrostatik yang dihasilkan oleh darah kapiler. Pada usia lanjut sering terjadi gangguan keseimbangan cairan dikarenakan gangguan fungsi ginjal atau jantung. Transportasi aktif berbeda dengan transportasi pasif karena memerlukan energi dalam bentuk adenosin trifosfat (ATP).isotonus ® konsentrasi larutan = plasma darah 3. karena usia akan berpengaruh pada luas permukaan tubuh. Natrium tidak berperan penting dalam perpindahan air di dalam bagian plasma dan bagian cairan interstisial karena konsentrasi natrium hampir sama pada kedua bagian itu. Umur : Kebutuhan intake cairan bervariasi tergantung dari usia. suatu keadaan yang disebut keseimbangan dinamis atau homeostatis. metabolisme. Salah satu contonya adalah transportasi pompa kalium dan natrium. Proses perpindahan cairan dari kapiler ke ruang interstisial disebut ultrafilterisasi. Infant dan anak-anak lebih mudah mengalami gangguan keseimbangan cairan dibanding usia dewasa. Meskipun keadaan di atas merupakan proses pertukaran dan pergantian yang terus menerus namun komposisi dan volume cairan relatif stabil. . Contoh lain proses filterisasi adalah pada glomerolus ginjal. dan berat badan.Osmosis adalah proses difusi dari air yang disebabkan oleh perbedaan konsentrasi. Perpindahan zat terlarut melalui sebuah membrane sel yang melawan perbedaan konsentrasi dan atau muatan listrik disebut transportasi aktif. Osmosis Perpindahan air dari konsentrasi zat terlarut rendah ke konsentrasi zat terlarut tinggi osmolaritas: ukuran konsentrasi suatu larutan .

Diet : Diet seseorag berpengaruh terhadap intake cairan dan elktrolit. . f. c. Pengobatan : Pengobatan seperti pemberian deuretik. Tindakan Medis : Banyak tindakan medis yang berpengaruh pada keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh seperti : suction. dan pemecahan glykogen otot. d. Pembedahan : Pasien dengan tindakan pembedahan memiliki resiko tinggi mengalami gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh. g. dikarenakan kehilangan darah selama pembedahan. Mrekanisme ini dapat meningkatkan natrium dan retensi air sehingga bila berkepanjangan dapat meningkatkan volume darah. Ketika intake nutrisi tidak adekuat maka tubuh akan membakar protein dan lemak sehingga akan serum albumin dan cadangan protein akan menurun padahal keduanya sangat diperlukan dalam proses keseimbangan cairan sehingga hal ini akan menyebabkan edema. nasogastric tube dan lain-lain. Stress : Stress dapat meningkatkan metabolisme sel. e. Kondisi Sakit : Kondisi sakit sangat b3erpengaruh terhadap kondisi keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh Misalnya :  Trauma seperti luka bakar akan meningkatkan kehilangan air melalui IWL. Sedangkan seseorang yang beraktifitas di lingkungan yang panas dapat kehilangan cairan sampai dengan 5 L per hari. glukosa darah. h. laksative dapat berpengaruh pada kondisi cairan dan elektrolit tubuh.b. Iklim : Orang yang tinggal di daerah yang panas (suhu tinggi) dan kelembaban udaranya rendah memiliki peningkatan kehilangan cairan tubuh dan elektrolit melalui keringat.  Penyakit ginjal dan kardiovaskuler sangat mempengaruhi proses regulator keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh  Pasien dengan penurunan tingkat kesadaran akan mengalami gangguan pemenuhan intake cairan karena kehilangan kemampuan untuk memenuhinya secara mandiri.

Mengontrol jumlah garam (natrium) yang difiltrasi dengan pengaturan Laju Filtrasi Glomerulus (LFG)/ Glomerulus Filtration Rate (GFR). Internal fluid exchange. pertukaran cairan antar pelbagai kompartmen. Water turnover dibagi dalam: 1. yaitu volume cairan ekstrasel dan osmolaritas cairan ekstrasel. Tetapi. Penurunan volume cairan ekstrasel menyebabkan penurunan tekanan darah arteri dengan menurunkan volume plasma. seseorang mengkonsumsi garam sesuai dengan seleranya dan cenderung lebih dari kebutuhan. seperti proses filtrasi dan reabsorpsi di kapiler ginjal. Ginjal mengontrol volume cairan ekstrasel dengan mempertahankan keseimbangan garam dan mengontrol osmolaritas cairan ekstrasel dengan mempertahankan keseimbangan cairan. hal ini terjadi karena adanya pertukaran cairan antar kompartmen dan antara tubuh dengan lingkungan luarnya. Pengontrolan volume cairan ekstrasel penting untuk pengaturan tekanan darah jangka panjang.C. Seperti halnya keseimbangan air. Permasalahannya adalah seseorang hampir tidak pernah memeprthatikan jumlah garam yang ia konsumsi sehingga sesuai dengan kebutuhannya. Kelebihan garam yang dikonsumsi harus diekskresikan dalam urine untuk mempertahankan keseimbangan garam. Ginjal mempertahankan keseimbangan ini dengan mengatur keluaran garam dan air dalam urine sesuai kebutuhan untuk mengkompensasi asupan dan kehilangan abnormal dari air dan garam tersebut. dan 2. Untuk mempertahankan volume cairan tubuh kurang lebih tetap. Ginjal mengontrol jumlah garam yang dieksresi dengan cara: 1. peningkatan volume cairan ekstrasel dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah arteri dengan memperbanyak volume plasma. Memeperhatikan keseimbangan garam. 1. Mempertahankan keseimbangan asupan dan keluaran (intake dan output) air. 2. keseimbangan garam juga perlu dipertahankan sehingga asupan garam sama dengan keluarannya. pertukaran antara tubuh dengan lingkungan luar. Sebaliknya. eksternal fluid exchange. maka harus ada keseimbangan antara air yang ke luar dan yang masuk ke dalam tubuh. Mengontrol jumlah yang direabsorbsi di tubulus ginjal . Pengaturan volume cairan ekstrasel. Pengaturan Keseimbangan Cairan Pengaturan keseimbangan cairan perlu memperhatikan dua parameter penting.

ion kalium bertanggung jawab dalam menentukan aktivitas osmotik cairan intrasel. Pengaturan osmolaritas cairan ekstrasel oleh tubuh dilakukan dilakukan melalui: 1. Osmosis hanya terjadi jika terjadi perbedaan konsentrasi solut yang tidak dapat menmbus membran plasma di intrasel dan ekstrasel. terjadi perubahan osmolaritas yang pada akhirnya akan membentuk urine yang sesuai dengan keadaan cairan tubuh secara keseluruhan di dukstus koligen. Sehingga cairan yang sampai ke tubulus distal dan duktus koligen menjadi hipoosmotik. Pengaturan Osmolaritas cairan ekstrasel. Perubahan osmolaritas di nefron Di sepanjang tubulus yang membentuk nefron ginjal. Osmolaritas cairan adalah ukuran konsentrasi partikel solut (zat terlarut) dalam suatu larutan. Dinding tubulus ansa henle pars acenden tidak permeable terhadap air dan secara aktif memindahkan NaCl keluar tubulus. Ion natrium menrupakan solut yang banyak ditemukan di cairan ekstrasel. sehingga di bagian ini terjadi reabsorbsi cairan ke kapiler peritubular atau vasa recta. Glomerulus menghasilkan cairan yang isosmotik di tubulus proksimal (300 mOsm). Hormon ini disekresi leh sel atrium jantung jika mengalami distensi peningkatan volume plasma. Sistem Renin-Angiotensin-Aldosteron mengatur reabsorbsi Na+ dan retensi Na+ di tubulus distal dan collecting. Dinding tubulus ansa Henle pars decending sangat permeable terhadap air. sedangkan di dalam cairan intrasel. Permeabilitas dinding tubulus distal dan duktus koligen bervariasi bergantung pada ada . Atrial Natriuretic Peptide (ANP) atau hormon atriopeptin menurunkan reabsorbsi natrium dan air. Retensi Na+meningkatkan retensi air sehingga meningkatkan volume plasma dan menyebabkan peningkatan tekanan darah arteri. Distribusi yang tidak merata dari ion natrium dan kalium ini menyebabkan perubahan kadar kedua ion ini bertanggung jawab dalam menetukan aktivitas osmotik di kedua kompartmen ini. Hal ini menyebabkan reabsobsi garam tanpa osmosis air. 2. Hal ini menyebabkan cairan di dalam lumen tubulus menjadi hiperosmotik. dan ion utama yang berperan penting dalam menentukan aktivitas osmotik cairan ekstrasel. semakin tinggi osmolaritas. Penurunan reabsorbsi natrium dan air di tubulus ginjal meningkatkan eksresi urine sehingga mengembalikan volume darah kembali normal. semakin tinggi konsentrasi solute atau semakin rendah konsentrasi solutnya lebih rendah (konsentrasi air lebih tinggi) ke area yang konsentrasi solutnya lebih tinggi (konsentrasi air lebih rendah).Jumlah Na+ yang direasorbsi juga bergantung pada sistem yang berperan mengontrol tekanan darah.Selain sistem Renin-Angiotensin-Aldosteron.

dan volume reseptor atau reseptor regang di atrium. Aldosteron. Sementara.Faktor lain yang mempengaruhi keseimbangan cairan dan elektrolit di antaranya ialah umur. dan penyakit. suhu lingkungan. . ikatan vasopresin dengan reseptornya di duktus koligen memicu terbentuknya aquaporin. osmoreseptor di hypotalamus. Pengaturan Neuroendokrin dalam Keseimbangan Cairan dan Elektrolit Sebagai kesimpulan. Mekanisme haus dan peranan vasopresin (antidiuretic hormone/ADH) Peningkatan osmolaritas cairan ekstrasel (>280 mOsm) akan merangsang osmoreseptor di hypotalamus. Sehingga urine yang dibentuk di duktus koligen dan akhirnya di keluarkan ke pelvis ginjal dan ureter juga bergantung pada ada tidaknya vasopresis (ADH). Pembentukkan aquaporin ini memungkinkan terjadinya reabsorbsi cairan ke vasa recta. sehingga cairan di dalam tubuh tetap dipertahankan. Selain itu. Sistem saraf mendapat informasi adanya perubahan keseimbangan cairan dan elektrolit melalui baroreseptor di arkus aorta dan sinus karotikus. pengaturan keseimbangan keseimbangan cairan dan elektrolit diperankan oleh system saraf dan sistem endokrin. Rangsangan ini akan dihantarkan ke neuron hypotalamus yang mensintesis vasopresin. Hal ini menyebabkan urine yang terbentuk di duktus koligen menjadi sedikit dan hiperosmotik atau pekat. Sedangkan dalam sistem endokrin. stres. dan cairan di dalam tubuh kembali normal. 2. Vasopresin akan dilepaskan oleh hipofisis posterior ke dalam darah dan akan berikatan dengan reseptornya di duktus koligen. yaitu kanal air di membrane bagian apeks duktus koligen. dan Vasopresin/ADH dengan meningkatkan reabsorbsi natrium dan air. jika terjadi peningkatan volume cairan tubuh. rangsangan pada osmoreseptor di hypotalamus akibat peningkatan osmolaritas cairan ekstrasel juga akan dihantarkan ke pusat haus di hypotalamus sehingga terbentuk perilaku untuk membatasi haus. diet. maka hormone atriopeptin (ANP) akan meningkatkan eksresi volume natrium dan air. hormon-hormon yang berperan saat tubuh mengalami kekurangan cairan adalah Angiotensin II.tidaknya vasopresin (ADH). Perubahan volume dan osmolaritas cairan dapat terjadi pada beberapa keadaan.

id/url?sa=t&rct=j&q=makalah%20tentang%20keseimbangan%20caira n%20dan%20elektrolit&source=web&cd=7&ved=0CD0QFjAG&url=http%3A%2F%2Fdata.google.blogspot.ac. Ginjal juga turut berperan dalam mempertahankan keseimbangan asam-basa dengan mengatur keluaran ion hidrogen dan ion bikarbonat dalam urine sesuai kebutuhan. Selain ginjal.id%2Fdokumen%2Fcairan%2Bkeseimbangan%2Botak&ei=y0XLTrkHh9CtB_HP4dc M&usg=AFQjCNE5jWt2rc3pc9lYfKjlxpGHPv-Fbw . DAFTAR PUSTAKA www. yaitu: volume cairan ekstrasel dan osmolaritas cairan ekstrasel. tp.com (http://ardyanpradanaoo7.Kesimpulan Pengaturan keseimbangan cairan perlu memperhatikan 2 parameter penting. yang turut berperan dalam keseimbangan B.co. Guna peyempurnaan makalah ini.BAB III PENUTUP A .com/2011/02/makalah-kebutuhan-cairan-elektrolit. Ginjal mengontrol volume cairan ekstrasel dengan mempertahankan keseimbangan garam dan mengontrol osmolaritas ekstrasel dengan mempertahankan keseimbangan cairan. Ginjal mempertahankan keseimbangan ini dengan mengatur keluaran garam dan air dalam urine sesuai kebutuhan untuk mengkompensasi asupan dan kehilangan abnormal dari air dan garam tersebut.google. Kritik & saran.kami dari kelompok 1 sangat mengharapkan kritik serta saran dari Dosen Pembimbing beserta teman-teman kelompok lain.html) http://www.

com%2Farsip%2Fartikel%2Bkeseimbangan%2Bcairan%2Bdan%2Belektrolit.html &ei=y0XLTrkHh9CtB_HP4dcM&usg=AFQjCNFi3yAjxyR2vOWDNH8eTEQJ-69L3A .co.http://www.com%2F2009%2F04%2F25%2Fmakalah-keseimbangan-cairanelektrolit-asam-danbasa%2F&ei=y0XLTrkHh9CtB_HP4dcM&usg=AFQjCNFehE1EDEL1FFjetqW320YFeHuI PQ http://www.id/url?sa=t&rct=j&q=makalah%20tentang%20keseimbangan%20caira n%20dan%20elektrolit&source=web&cd=4&ved=0CCsQFjAD&url=http%3A%2F%2Fartik elterbaru.id/url?sa=t&rct=j&q=makalah%20tentang%20keseimbangan%20caira n%20dan%20elektrolit&source=web&cd=1&ved=0CBgQFjAA&url=http%3A%2F%2Fkepe rawatankita.id/url?sa=t&rct=j&q=makalah%20tentang%20keseimbangan%20caira n%20dan%20elektrolit&source=web&cd=3&ved=0CCUQFjAC&url=http%3A%2F%2Fww w.co.google.irwanashari.google.id/url?sa=t&rct=j&q=makalah%20tentang%20keseimbangan%20caira n%20dan%20elektrolit&source=web&cd=2&ved=0CB8QFjAB&url=http%3A%2F%2Fww w.co.google.co.peutuah.google.com%2Fpdf%2Fmakalah-keseimbangan-cairan-danelektrolit.com%2Fcairan-intraseluler-dan-cairanekstraseluler%2F&ei=y0XLTrkHh9CtB_HP4dcM&usg=AFQjCNEUFPK4ADlT5BQ6WfM chx6v4xrzwg http://www.html&ei=y0XLTrkHh9CtB_HP4dcM&usg=AFQjCNFm3KmdU2XXl2SJZW80Jgcp7J-yw http://www.wordpress.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->