Kata Pengantar

Puji dan Syukur kami Panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat limpahan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga kami dapat menyusun makalah Anatomi Fisiologi ini tentang "Keseimbangan Cairan dan Elektrolit” tepat pada waktunya. Kami menyadari bahwa didalam pembuatan makalah ini berkat bantuan dan tuntunan Tuhan Yang Maha Esa dan tidak lepas dari bantuan berbagai pihak, untuk itu dalam kesempatan ini kami menghaturkan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang membantu dalam pembuatan makalah ini. Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada para pembaca. Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari bentuk penyusunan maupun materinya. Kritik dan saran dari pembaca sangat penulis harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya.

Penulis

Daftar Isi Kata Pengantar . . . .. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Daftar Isi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

. . C. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Latar Belakang . . . . . . . . .. . . . . . . . . BAB II PEMBAHASAN A. . . . . B. . . . . . . . . . .. . Tujuan .. . . Pengaturan Keseimbangan Cairan . . . . . . . . . . . . . . DAFTAR PUSTAKA BAB I PENDAHULUAN A. . . . . . . . B. . . . D. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .. Rumusan Masalah. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . C. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . LATAR BELAKANG Cairan dan elektrolit sangat diperlukan dalam rangka menjaga kondisi tubuhtetap sehat. . . . . . . . . . . . . . . . . . Kesimpulan . . . . . . . . Faktor yang Berpengaruh pada Keseimbangan Cairan dan Elektrolit . . . . . . . Kritik dan Saran . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Landasan Teori B. . . . . . . . BAB III PENUTUP A. . Keseimbangan cairan dan elektrolit di dalam tubuh adalah merupakan salah satu . .BAB I PENDAHULUAN A. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Komposisi dari Elektrolit-Elektrolit Tubuh . . . . . .

B. dll. dan cairanintravena (IV) dan didistribusi ke seluruh bagian tubuh. dll.Cairan tubuh dibagi dalam dua kelompok besar yaitu : cairan intraseluler dancairan ekstraseluler. sedangkan cairan akstraseluler adalah cairan yang berada di luarsel dan terdiri dari tiga kelompok yaitu : cairan intravaskuler (plasma). 2. Keseimbangan cairan dan elektrolit berarti adanya distribusi yang normal dari air tubuh total danelektrolit ke dalam seluruh bagian tubuh. minuman. Sisanya adalah zat padat seperti protein. Agar dapat menambah pengetahuan dan pemahaman khusunya bagi mahasiswa kesehatan mengenai kebutuhan cairan & elektrolit. Air dalam tubuh berada di beberapa ruangan. cairan intersitial adalah cairan yang terletak diantara sel. Keseimbangan cairandan elektrolit melibatkan komposisi dan perpindahan berbagai cairan tubuh. Cairan danelektrolit masuk ke dalam tubuh melalui makanan. Cairan ekstraseluler merupakan cairan yang terdapat di ruang antarsel (interstitial) sebesar 15% dan plasma sebesar 5%. dan sekresi saluran cerna. 3. Cairan intraseluler adalah cairan yang berda di dalam sel diseluruh tubuh. lemak. karbohidrat. cairan peritoneum. Kandungan air pada saat bayi lahir adalah sekitar 75% BB dan pada saat berusia 1 bulan sekitar 65% BB. Cairan intravaskuler (plasma) adalah cairan didalam sistem vaskuler. Keseimbangan cairan dan elektrolitsaling bergantung satu dengan yang lainnya. sedangkan pada dewasa wanita 50% BB. cairan intraokuler. Elektrolit adalah zat kimia yang menghasilkan partikelpartikel bermuatan listrik yang disebut ion jika berada dalam larutan. cairan persendian. TUJUAN Adapun tujaun dari pembuatan makalah ini yaitu: 1.Cairan tubuh adalah larutan yang terdiri dari air ( pelarut) dan zat tertentu (zatterlarut). Cairan antarsel khusus disebut cairan transeluler misalnya cairan serebrospinal. cairaninterstitial dan cairan transeluler.bagian dari fisiologi homeostatis. Sebagai sumber informasi untuk mahasiswa. Agar mahasiswa tahu bagaimana proses keperawatan pada klien dengan masalah keseimbangan cairan dan elektrolit . yaitu intraseluler sebesar 40% dan ekstraseluler sebesar 20%.sedangkan cairan traseluler adalah cairan sekresi khusus seperti cairanserebrospinal. jika salah satu terganggu maka akan berpengaruh pada yang lainnya. Komposisi cairan pada tubuh dewasa pria adalah sekitar 60% BB.

1. Proses keperawatan pada klien dengan masalah keseimbangan & cairan elektrolit? BAB II PEMBAHASAN A. RUMUSAN MASALAH 1. Fisiologi keseimbangna cairan & elektrolit? 3. Menguraikan keseimbangan intake & output? 2. Cairan intravaskuler (plasma) adalah cairan di dalam sistem vaskuler. sedangkan cairan akstraseluler adalah cairan yang berada di luar sel dan terdiri dari tiga kelompok yaitu : cairan intravaskuler (plasma). cairan interstitial dan cairan transeluler. Gangguan pada keseimbangan cairan dan elektrolit? 5. cairan intersitial adalah . Cairan intraseluler adalah cairan yang berda di dalam sel di seluruh tubuh.C. Nilai normal kebutuhan cairan pada berbagai umur perkembangan? 4. ` LANDASAN TEORI Konsep Dasar. airan tubuh dibagi dalam dua kelompok besar yaitu : cairan intraseluler dan cairan ekstraseluler.

sedangkan kebutuhan cairan tubuh kira-kira 2500 ml per hari sehingga kekurangan sekitar 1000 ml per hari diperoleh dari makanan. dan sekresi saluran cerna. Pusat haus dikendalikan berada di otak Sedangakan rangsangan haus berasal dari kondisi dehidrasi intraseluler. 2. 2. sekresi angiotensin II sebagai respon dari penurunan tekanan darah. tapi bila proses respirasi atau suhu tubuh meningkat maka IWL dapat meningkat. Dalam kondisi normal intake cairan sesuai dengan kehilangan cairan tubuh yang terjadi. sedangkan cairan traseluler adalah cairan sekresi khusus seperti cairan serebrospinal. Perasaan kering di mulut biasanya terjadi bersama dengan sensasi haus walupun kadang terjadi secara sendiri. Di dalam tubuh seorang yang sehat volume cairan tubuh dan komponen kimia dari cairan tubuh selalu berada dalam kondisi dan batas yang nyaman. Pada orang dewasa. Melalui kulit dengan mekanisme difusi. . penguapan kulit. IWL (Insesible Water Loss) : IWL terjadi melalui paru-paru dan kulit. Dalam rangka mempertahankan fungsi tubuh maka tubuh akan kehilangan caiaran antara lain melalui proses penguapan ekspirasi. Sensasi haus akan segera hilang setelah minum sebelum proses absorbsi oleh tractus gastrointestinal. bila aktivitas kelenjar keringat meningkat maka produksi urine akan menurun sebagai upaya tetap mempertahankan keseimbangan dalam tubuh. Pada orang dewasa normal kehilangan cairan tubuh melalui proses ini adalah berkisar 300-400 mL per hari. Intake Cairan : Selama aktifitas dan temperatur yang sedang seorang dewasa minum kira-lira 1500 ml per hari.cairan yang terletak diantara sel. dan oksidasi selama proses metabolisme. Keseimbangan intake & output. b. atau sekitar 30-50 ml per jam. Dalam kondisi normal output urine sekitar 1400-1500 ml per 24 jam. a. Kondisi sakit dapat menyebabkan gangguan pada keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh. Pengatur utama intake cairan adalah melalui mekanisme haus. ginjal (urine).ekresi pada proses metabolisme. Urine : Proses pembentukan urine oleh ginjal dan ekresi melalui tractus urinarius merupakan proses output cairan tubuh yang utama. perdarahan yang mengakibatkan penurunan volume darah. Pada orang yang sehat kemungkinan produksi urine bervariasi dalam setiap harinya. Output Cairan : Kehilangan caiaran tubuh melalui empat rute (proses) yaitu : 1. cairan intraokuler.

Keringat : Berkeringat terjadi sebagai respon terhadap kondisi tubuh yang panas. respon ini berasal dari anterior hypotalamus. Filtrasi c. Diffusi sederhana adalah perpindahan partikel-partikel dalam segala arah melalui larutan atau gas. Feces : Pengeluaran air melalui feces berkisar antara 100-200 mL per hari. Hampir semua zat berpindah dengan mekanisme transportasi pasif. 4. Beberapa faktor yang mempengaruhi mudah tidaknya difusi zat terlarut menembus membran kapiler dan sel yaitu :     Permebelitas membran kapiler dan sel Konsenterasi Potensial listrik Perbedaan tekanan. dan nutrisi dan oksigen diambil dari paru-paru dan tractus gastrointestinal. Fase I : Plasma darah pindah dari seluruh tubuh ke dalam sistem sirkulasi. Diffusi b.3. Perpindahan cairan dan elektrolit tubuh terjadi dalam tiga fase yaitu : A. . Fase II : Cairan interstitial dengan komponennya pindah dari darah kapiler dan sel. 3. Perpindahan Cairan dan Elektrolit Tubuh. Fase III : Cairan dan substansi yang ada di dalamnya berpindah dari cairan interstitial masuk ke dalam sel. sedangkan impulsnya ditransfer melalui sumsum tulang belakang yang dirangsang oleh susunan syaraf simpatis pada kulit. Pembuluh darah kapiler dan membran sel yang merupakan membran semipermiabel mampu memfilter tidak semua substansi dan komponen dalam cairan tubuh ikut berpindah. yang diatur melalui mekanisme reabsorbsi di dalam mukosa usus besar (kolon). Metode perpindahan dari cairan dan elektrolit tubuh dengan cara : a. B. Aktiv Transport Diffusi dan osmosis adalah mekanisme transportasi pasif. C. Osmosis d.

Salah satu contonya adalah transportasi pompa kalium dan natrium. Infant dan anak-anak lebih mudah mengalami gangguan keseimbangan cairan dibanding usia dewasa. Natrium tidak berperan penting dalam perpindahan air di dalam bagian plasma dan bagian cairan interstisial karena konsentrasi natrium hampir sama pada kedua bagian itu.isotonus ® konsentrasi larutan = plasma darah 3. metabolisme. Pada usia lanjut sering terjadi gangguan keseimbangan cairan dikarenakan gangguan fungsi ginjal atau jantung.Osmosis adalah proses difusi dari air yang disebabkan oleh perbedaan konsentrasi. dan berat badan. Contoh lain proses filterisasi adalah pada glomerolus ginjal. Transport aktif Perpindahan molekul dari tekanan/konsentrasi rendah ke konsntrasi tinggi dgn menggunakan energi B. . Perpindahan Cairan & Elektrolit 1. Faktor yang Berpengaruh pada Keseimbangan Cairan dan Elektrolit Faktor-faktor yang berpengaruh pada keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh antara lain : a. Meskipun keadaan di atas merupakan proses pertukaran dan pergantian yang terus menerus namun komposisi dan volume cairan relatif stabil. Transportasi aktif berbeda dengan transportasi pasif karena memerlukan energi dalam bentuk adenosin trifosfat (ATP). Perpindahan zat terlarut melalui sebuah membrane sel yang melawan perbedaan konsentrasi dan atau muatan listrik disebut transportasi aktif. Difusi air terjadi pada daerah dengan konsenterasi zat terlarut yang rendah ke daerah dengan konsenterasi zat terlarut yang tinggi. terutama akibat oleh pemompaan oleh jantung dan tekanan osmotik koloid yang terutama disebabkan oleh albumin serum. Umur : Kebutuhan intake cairan bervariasi tergantung dari usia. Distribusi air dalam kedua bagian itu diatur oleh tekanan hidrostatik yang dihasilkan oleh darah kapiler. Osmosis Perpindahan air dari konsentrasi zat terlarut rendah ke konsentrasi zat terlarut tinggi osmolaritas: ukuran konsentrasi suatu larutan . Difusi Perpindahan molekul dari tekanan/konsentrasi tinggi ke tekanan/konsentrasi rendah 2. karena usia akan berpengaruh pada luas permukaan tubuh. Proses perpindahan cairan dari kapiler ke ruang interstisial disebut ultrafilterisasi. suatu keadaan yang disebut keseimbangan dinamis atau homeostatis.

c. dan pemecahan glykogen otot. Kondisi Sakit : Kondisi sakit sangat b3erpengaruh terhadap kondisi keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh Misalnya :  Trauma seperti luka bakar akan meningkatkan kehilangan air melalui IWL. Tindakan Medis : Banyak tindakan medis yang berpengaruh pada keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh seperti : suction. nasogastric tube dan lain-lain. laksative dapat berpengaruh pada kondisi cairan dan elektrolit tubuh. d. Ketika intake nutrisi tidak adekuat maka tubuh akan membakar protein dan lemak sehingga akan serum albumin dan cadangan protein akan menurun padahal keduanya sangat diperlukan dalam proses keseimbangan cairan sehingga hal ini akan menyebabkan edema. h. Stress : Stress dapat meningkatkan metabolisme sel. Iklim : Orang yang tinggal di daerah yang panas (suhu tinggi) dan kelembaban udaranya rendah memiliki peningkatan kehilangan cairan tubuh dan elektrolit melalui keringat. Pengobatan : Pengobatan seperti pemberian deuretik. g. Sedangkan seseorang yang beraktifitas di lingkungan yang panas dapat kehilangan cairan sampai dengan 5 L per hari.  Penyakit ginjal dan kardiovaskuler sangat mempengaruhi proses regulator keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh  Pasien dengan penurunan tingkat kesadaran akan mengalami gangguan pemenuhan intake cairan karena kehilangan kemampuan untuk memenuhinya secara mandiri. e. dikarenakan kehilangan darah selama pembedahan. Diet : Diet seseorag berpengaruh terhadap intake cairan dan elktrolit.b. glukosa darah. . f. Pembedahan : Pasien dengan tindakan pembedahan memiliki resiko tinggi mengalami gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh. Mrekanisme ini dapat meningkatkan natrium dan retensi air sehingga bila berkepanjangan dapat meningkatkan volume darah.

seperti proses filtrasi dan reabsorpsi di kapiler ginjal. Kelebihan garam yang dikonsumsi harus diekskresikan dalam urine untuk mempertahankan keseimbangan garam. pertukaran antara tubuh dengan lingkungan luar. seseorang mengkonsumsi garam sesuai dengan seleranya dan cenderung lebih dari kebutuhan. Seperti halnya keseimbangan air. Mempertahankan keseimbangan asupan dan keluaran (intake dan output) air. Mengontrol jumlah garam (natrium) yang difiltrasi dengan pengaturan Laju Filtrasi Glomerulus (LFG)/ Glomerulus Filtration Rate (GFR). Pengaturan volume cairan ekstrasel. Pengaturan Keseimbangan Cairan Pengaturan keseimbangan cairan perlu memperhatikan dua parameter penting. dan 2. eksternal fluid exchange. Tetapi. 2. Penurunan volume cairan ekstrasel menyebabkan penurunan tekanan darah arteri dengan menurunkan volume plasma. hal ini terjadi karena adanya pertukaran cairan antar kompartmen dan antara tubuh dengan lingkungan luarnya. Pengontrolan volume cairan ekstrasel penting untuk pengaturan tekanan darah jangka panjang. Permasalahannya adalah seseorang hampir tidak pernah memeprthatikan jumlah garam yang ia konsumsi sehingga sesuai dengan kebutuhannya. maka harus ada keseimbangan antara air yang ke luar dan yang masuk ke dalam tubuh. Water turnover dibagi dalam: 1. Ginjal mengontrol volume cairan ekstrasel dengan mempertahankan keseimbangan garam dan mengontrol osmolaritas cairan ekstrasel dengan mempertahankan keseimbangan cairan. Internal fluid exchange. Sebaliknya. Ginjal mempertahankan keseimbangan ini dengan mengatur keluaran garam dan air dalam urine sesuai kebutuhan untuk mengkompensasi asupan dan kehilangan abnormal dari air dan garam tersebut. Untuk mempertahankan volume cairan tubuh kurang lebih tetap.C. peningkatan volume cairan ekstrasel dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah arteri dengan memperbanyak volume plasma. keseimbangan garam juga perlu dipertahankan sehingga asupan garam sama dengan keluarannya. yaitu volume cairan ekstrasel dan osmolaritas cairan ekstrasel. Memeperhatikan keseimbangan garam. pertukaran cairan antar pelbagai kompartmen. 1. Mengontrol jumlah yang direabsorbsi di tubulus ginjal . Ginjal mengontrol jumlah garam yang dieksresi dengan cara: 1.

Dinding tubulus ansa henle pars acenden tidak permeable terhadap air dan secara aktif memindahkan NaCl keluar tubulus. Retensi Na+meningkatkan retensi air sehingga meningkatkan volume plasma dan menyebabkan peningkatan tekanan darah arteri. Osmosis hanya terjadi jika terjadi perbedaan konsentrasi solut yang tidak dapat menmbus membran plasma di intrasel dan ekstrasel. Distribusi yang tidak merata dari ion natrium dan kalium ini menyebabkan perubahan kadar kedua ion ini bertanggung jawab dalam menetukan aktivitas osmotik di kedua kompartmen ini. Hal ini menyebabkan reabsobsi garam tanpa osmosis air. Dinding tubulus ansa Henle pars decending sangat permeable terhadap air. Pengaturan osmolaritas cairan ekstrasel oleh tubuh dilakukan dilakukan melalui: 1. sehingga di bagian ini terjadi reabsorbsi cairan ke kapiler peritubular atau vasa recta.Jumlah Na+ yang direasorbsi juga bergantung pada sistem yang berperan mengontrol tekanan darah. Pengaturan Osmolaritas cairan ekstrasel. Glomerulus menghasilkan cairan yang isosmotik di tubulus proksimal (300 mOsm). Osmolaritas cairan adalah ukuran konsentrasi partikel solut (zat terlarut) dalam suatu larutan. Perubahan osmolaritas di nefron Di sepanjang tubulus yang membentuk nefron ginjal. sedangkan di dalam cairan intrasel. 2. Sistem Renin-Angiotensin-Aldosteron mengatur reabsorbsi Na+ dan retensi Na+ di tubulus distal dan collecting. Hal ini menyebabkan cairan di dalam lumen tubulus menjadi hiperosmotik. dan ion utama yang berperan penting dalam menentukan aktivitas osmotik cairan ekstrasel. Permeabilitas dinding tubulus distal dan duktus koligen bervariasi bergantung pada ada . semakin tinggi osmolaritas. Ion natrium menrupakan solut yang banyak ditemukan di cairan ekstrasel. Hormon ini disekresi leh sel atrium jantung jika mengalami distensi peningkatan volume plasma. ion kalium bertanggung jawab dalam menentukan aktivitas osmotik cairan intrasel. Sehingga cairan yang sampai ke tubulus distal dan duktus koligen menjadi hipoosmotik. Penurunan reabsorbsi natrium dan air di tubulus ginjal meningkatkan eksresi urine sehingga mengembalikan volume darah kembali normal.Selain sistem Renin-Angiotensin-Aldosteron. semakin tinggi konsentrasi solute atau semakin rendah konsentrasi solutnya lebih rendah (konsentrasi air lebih tinggi) ke area yang konsentrasi solutnya lebih tinggi (konsentrasi air lebih rendah). terjadi perubahan osmolaritas yang pada akhirnya akan membentuk urine yang sesuai dengan keadaan cairan tubuh secara keseluruhan di dukstus koligen. Atrial Natriuretic Peptide (ANP) atau hormon atriopeptin menurunkan reabsorbsi natrium dan air.

Pembentukkan aquaporin ini memungkinkan terjadinya reabsorbsi cairan ke vasa recta. Mekanisme haus dan peranan vasopresin (antidiuretic hormone/ADH) Peningkatan osmolaritas cairan ekstrasel (>280 mOsm) akan merangsang osmoreseptor di hypotalamus. Sedangkan dalam sistem endokrin. sehingga cairan di dalam tubuh tetap dipertahankan. 2. rangsangan pada osmoreseptor di hypotalamus akibat peningkatan osmolaritas cairan ekstrasel juga akan dihantarkan ke pusat haus di hypotalamus sehingga terbentuk perilaku untuk membatasi haus. stres. osmoreseptor di hypotalamus. Pengaturan Neuroendokrin dalam Keseimbangan Cairan dan Elektrolit Sebagai kesimpulan. Hal ini menyebabkan urine yang terbentuk di duktus koligen menjadi sedikit dan hiperosmotik atau pekat. suhu lingkungan. jika terjadi peningkatan volume cairan tubuh. ikatan vasopresin dengan reseptornya di duktus koligen memicu terbentuknya aquaporin. Perubahan volume dan osmolaritas cairan dapat terjadi pada beberapa keadaan. Selain itu. . dan Vasopresin/ADH dengan meningkatkan reabsorbsi natrium dan air. Vasopresin akan dilepaskan oleh hipofisis posterior ke dalam darah dan akan berikatan dengan reseptornya di duktus koligen. pengaturan keseimbangan keseimbangan cairan dan elektrolit diperankan oleh system saraf dan sistem endokrin. dan cairan di dalam tubuh kembali normal. Aldosteron.Faktor lain yang mempengaruhi keseimbangan cairan dan elektrolit di antaranya ialah umur. dan volume reseptor atau reseptor regang di atrium. maka hormone atriopeptin (ANP) akan meningkatkan eksresi volume natrium dan air. dan penyakit. Sistem saraf mendapat informasi adanya perubahan keseimbangan cairan dan elektrolit melalui baroreseptor di arkus aorta dan sinus karotikus. Rangsangan ini akan dihantarkan ke neuron hypotalamus yang mensintesis vasopresin. hormon-hormon yang berperan saat tubuh mengalami kekurangan cairan adalah Angiotensin II. yaitu kanal air di membrane bagian apeks duktus koligen. Sehingga urine yang dibentuk di duktus koligen dan akhirnya di keluarkan ke pelvis ginjal dan ureter juga bergantung pada ada tidaknya vasopresis (ADH).tidaknya vasopresin (ADH). Sementara. diet.

html) http://www.google.ac. Selain ginjal.kami dari kelompok 1 sangat mengharapkan kritik serta saran dari Dosen Pembimbing beserta teman-teman kelompok lain.BAB III PENUTUP A . Kritik & saran. Ginjal mengontrol volume cairan ekstrasel dengan mempertahankan keseimbangan garam dan mengontrol osmolaritas ekstrasel dengan mempertahankan keseimbangan cairan.google.com/2011/02/makalah-kebutuhan-cairan-elektrolit. DAFTAR PUSTAKA www. Guna peyempurnaan makalah ini. Ginjal mempertahankan keseimbangan ini dengan mengatur keluaran garam dan air dalam urine sesuai kebutuhan untuk mengkompensasi asupan dan kehilangan abnormal dari air dan garam tersebut.Kesimpulan Pengaturan keseimbangan cairan perlu memperhatikan 2 parameter penting.blogspot.id/url?sa=t&rct=j&q=makalah%20tentang%20keseimbangan%20caira n%20dan%20elektrolit&source=web&cd=7&ved=0CD0QFjAG&url=http%3A%2F%2Fdata. yaitu: volume cairan ekstrasel dan osmolaritas cairan ekstrasel.id%2Fdokumen%2Fcairan%2Bkeseimbangan%2Botak&ei=y0XLTrkHh9CtB_HP4dc M&usg=AFQjCNE5jWt2rc3pc9lYfKjlxpGHPv-Fbw . Ginjal juga turut berperan dalam mempertahankan keseimbangan asam-basa dengan mengatur keluaran ion hidrogen dan ion bikarbonat dalam urine sesuai kebutuhan. tp.com (http://ardyanpradanaoo7.co. yang turut berperan dalam keseimbangan B.

id/url?sa=t&rct=j&q=makalah%20tentang%20keseimbangan%20caira n%20dan%20elektrolit&source=web&cd=2&ved=0CB8QFjAB&url=http%3A%2F%2Fww w.id/url?sa=t&rct=j&q=makalah%20tentang%20keseimbangan%20caira n%20dan%20elektrolit&source=web&cd=3&ved=0CCUQFjAC&url=http%3A%2F%2Fww w.co.id/url?sa=t&rct=j&q=makalah%20tentang%20keseimbangan%20caira n%20dan%20elektrolit&source=web&cd=4&ved=0CCsQFjAD&url=http%3A%2F%2Fartik elterbaru.co.com%2F2009%2F04%2F25%2Fmakalah-keseimbangan-cairanelektrolit-asam-danbasa%2F&ei=y0XLTrkHh9CtB_HP4dcM&usg=AFQjCNFehE1EDEL1FFjetqW320YFeHuI PQ http://www.wordpress.html &ei=y0XLTrkHh9CtB_HP4dcM&usg=AFQjCNFi3yAjxyR2vOWDNH8eTEQJ-69L3A .http://www.co.google.com%2Fcairan-intraseluler-dan-cairanekstraseluler%2F&ei=y0XLTrkHh9CtB_HP4dcM&usg=AFQjCNEUFPK4ADlT5BQ6WfM chx6v4xrzwg http://www.peutuah.com%2Farsip%2Fartikel%2Bkeseimbangan%2Bcairan%2Bdan%2Belektrolit.google.com%2Fpdf%2Fmakalah-keseimbangan-cairan-danelektrolit.google.irwanashari.id/url?sa=t&rct=j&q=makalah%20tentang%20keseimbangan%20caira n%20dan%20elektrolit&source=web&cd=1&ved=0CBgQFjAA&url=http%3A%2F%2Fkepe rawatankita.google.co.html&ei=y0XLTrkHh9CtB_HP4dcM&usg=AFQjCNFm3KmdU2XXl2SJZW80Jgcp7J-yw http://www.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful