P. 1
Gangguan Haid

Gangguan Haid

|Views: 80|Likes:
Published by Hernita Situmorang
Gangguan haid
Gangguan haid

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Hernita Situmorang on Apr 29, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/01/2013

pdf

text

original

GANGGUAN HAID/ MENSTRUASI

Macam-macam gangguan haid/ menstruasi A. Nyeri Haid (dismenorrhoe) Pada saat menstruasi, perempuan kadang mengalami nyeri. Sifat dan tingkat rasa nyeri bervariasi, mulai dari yang ringan hingga yang berat. Untuk yang berat, lazim disebut dismenorrhoe. Keadaan nyeri yang hebat itu dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Nyeri haid ada dua macam : 1. Nyeri haid primer Yaitu nyeri yang timbul sejak haid pertama dan akan pulih sendiri dengan berjalannya waktu, tepatnya setelah stabilnya hormon tubuh atau perubahan posisi rahim setelah menikah dan melahirkan. Nyeri haid itu normal, namun dapat berlebihan jika dipengaruhi oleh faktor psikis dan fisik, dan seperti stres, shock, penyempitan pembuluh darah, penyakit yang menahun, kurang darah, dan kondisi tubuh yang menurun. Gejala tersebut tidak membahayakan kesehatan. 2. Nyeri haid sekunder Yaitu nyeri yang biasanya baru muncul kemudian, yaitu jika ada penyakit atau kelainan yang menetap seperti infeksi rahim, kista atau polip, tumor sekitar kandungan, kelainan kedudukan rahim yang mengganggu organ dan jaringan di sekitarnya. B. Pre Menstruasi Syndrome (PMS) PMS atau gejala pre-menstruasi, dapat menyertai sebelum atau saat menstruasi, seperti: Perasaan malas bergerak, badan menjadi lemas, serta mudah merasa lelah. Nafsu makan meningkat dan suka makan makanan yang rasanya asam. Emosi menjadi labil. Biasanya perempuan mudah uring-uringan, sensitif, dan perasaan negatif lainnya. Mengalami kram perut (dismenorrhoe). Kepala nyeri. Pingsan. Berat badan bertambah karena tubuh menyimpan air dalam jumlah yang banyak. Pinggang terasa pegal. C. Amenorrhoe Yaitu tidak mendapatkan haid sama sekali. Hal yang dapat menjadi penyebabnya, yaitu: 1. Hymen imperforata, yaitu selaput dara tidak berlubang sehingga darah menstruasi terhambat untuk keluar. 2. Menstruasi Anovulatoire yaitu rangsangan hormon-hormon yang tidak mencukupi untuk membentuk lapisan dinding rahim hingga tidak terjadi haid atau hanya sedikit. Kurangnya rangsangan hormon ini

menyebabkan endometrium tidak terbentuk dan keadaan ini menyebabkan perempuan tidak mengalami masa subur karena sel telur tidak terbentuk. 3. Amenorrhoea Sekunder Yaitu Amenorrhoe yang biasanya penderita sudah pernah mens sebelumnya. Hal tersebut diakibatkan oleh berbagai keadaan seperti hipotensi, anemia, infeksi, atau kelemahan kondisi tubuh secara umum. Selain itu, bisa juga disebabkan oleh stres psikologis. Apabila terjadi kondisi tersebut, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi sakit perut sewaktu menstruasi, yaitu: 1. Kompres dengan botol panas (hangat) pada bagian yang terasa kram (bisa di perut atau pinggang bagian belakang). 2. Mandi air hangat, boleh juga menggunakan aroma terapi untuk menenangkan diri. 3. Minum minuman hangat yang mengandung kalsium tinggi. 4. Mengosok-gosok perut atau pinggang yang sakit. 5. Ambil posisi menungging sehingga rahim tergantung ke bawah. Hal tersebut dapat membantu relaksasi. 6. Tarik nafas dalam-dalam secara perlahan untuk relaksasi. 7. Obat-obatan yang digunakan harus berdasarkan pengawasan dokter. Boleh minum analgetik (penghilang rasa sakit) yang banyak dijual di toko obat, asalkan dosisnya tidak lebih dari 3 kali sehari.
Gangguan & Masalah Haid

Permasalahan yang berhubungan dengan haid seringkali membuat kita, para wanita, cemas. Apakah haid kita normal, perlu pengobatan, atau bahkan merupakan masalah serius yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Untuk mengobati kecemasan ini, kita perlu sedikit mengenal seluk-beluk gangguan yang berhubungan dengan haid, atau tepatnya pendarahan pervaginam lainnya yang mungkin sedang kita alami.

terjadinya tidak teratur dan tidak terjadi haid sama sekali (amenorea). Timbulnya gangguan pendarahan menunjukkan adanya gangguan organik (anatomis) atau gangguan endokronologik (hormonal). Gangguan ritme. Normal (2-5 pembalut per hari) 2. pendarahan yang terlalu lama (menoragia) dan pendarahan bercak (spotting). Normal (selama 3-6 hari) 2. Klasifikasi Gangguan Haid Gangguan haid dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis: A. sakit kepala. Dikatakan nyeri haid (dismenorea) bila nyeri yang ditimbulkan sampai membuat wanita tidak dapat bekerja dan harus tidur. banyak pendarahan (hiperme¬norea). Amenorea/tidak ada pendarahan 5. yaitu: gangguan yang sering terjadi (polimenorea). Eumenorea/normal (setiap 25-31 hari sekali) 2. Dismenorea primer adalah nyeri yang muncul segera setelah menars (sejak pertama mengalami haid). Menoragia (selama > 6 hari) 3. perasaan mau pingsan dan mudah marah. yaitu: dismenorea primer dan dismenorea sekunder. Ditinjau dari siklusnya: 1. Gangguan pendarahan. Pascamenstrual spotting C. Premenstrual spotting 5. Gangguan ini terbagi menjadi beberapa macam juga. Spotting (bercak) B. Nyeri tersebut dirasakan oleh wanita pada bagian perut dan terasa sangat sakit (kolik). Oligomenorea/terlalu jarang (setiap > 31 hari sekali) 4. yaitu: sedikit pendarahan (hipomenorea). sedangkan . Hipomenorea/pendarahan sedikit (< 2 pembalut per hari) 4. Hipermenorea/pendarahan banyak (>5 pembalut per hari) 3. Haid tidak teratur/pendarahan interval 6.Gangguan haid terbagi menjadi dua macam. Brakimenorea (selama < 3 hari) 4. Nyeri yang terjadi seringnya bersamaan dengan rasa mual. jarang terjadi (oligomenorea). Dismenorea dibagi dalam dua macam. Ditinjau dari banyaknya darah yang keluar: 1. 2. Spotting pertengahan siklus Dismenorea Dismenorea adalah nyeri haid yang timbul menjelang atau selama haid. yaitu: 1. Ditinjau dari lamanya pendarahan: 1. Polimenorea/terlalu sering (setiap < 25 hari sekali) 3. Gangguan ini terbagi lagi menjadi beberapa macam.

dismenorea sekunder nyeri yang muncul setelah beberapa bulan mengalami masa haid. maka pengobatannya adalah dengan antiprostaglandin dan terapi hormon progesteron untuk mencegah ovulasi sesuai dengan petunjuk dokter kandungan. perasaan tertekan (depresi). diduga faktor psikis dalam hal ini sangat berperan terhadap timbulnya nyeri. Penyebab: Penyebab pasti dari dismenorea primer belum bisa diketahui. Setiap mengalami haid. sakit kepala (migren). 2. Faktor yang paling sering menyebabkan terjadinya dismenorea sekunder adalah karena endome¬triosis (tumbuhnya jaringan endometrium di luar endometrium) dan infeksi kronik genitalia interna. Diduga kelainan ini disebabkan oleh meningkatnya hor¬mon prolaktin atau karena pengaruh hormon estrogen yang berlebihan. Wanita yang mengalami endo¬metriosis biasanya sering merasakan nyeri ketika bersenggama dan buang air besar. Akan tetapi. Jika wanita tersebut mengalami kelainan organik maka cara pengobatannya adalah dengan menghilangkan kelainan organik tersebut terlebih dahulu. mudah marah (tersinggung). Pada kasus dugaan terhadap endometriosis atau infeksi kronik diperlukan laparoskopi diagnostik. Sindrom Prahaid Pada wanita usia reproduksi. maka pengobatannya adalah dengan penyembuhan terhadap infeksi yang ada. nyeri pada payudara. 4. mata atau dari pusar. Keluhan-keluhan tersebut misalnya: mudah lelah. Jika wanita mengalami dismenorea sekunder. kaki bengkak. mata berkunang-kunang. Pada fase sekresi dijumpai kadar prostaglandin yang tinggi dalam endometrium. Jika dimenorea terjadi pada wanita yang masih berusia muda maka pengobatan bisa dilakukan dengan obat-obatan spasmolitik atau anal¬gesik terlebih dahulu. yang mana penyebabnya adalah karena kadar prostaglandin yang terlalu tinggi dan terjadi pada siklus haid yang berovulasi. yang mana penyebabnya adalah karena endometriosis dan infeksi kronik. Jika wanita mengalami dismenorea primer. Diagnosis dapat dibuat dari keluhan-keluhan yang ada. Pengobatan: Ada beberapa pengobatan yang bisa dilakukan sesuai dengan kondisi wanita yang terkena dimenorea. bahkan biasanya juga sulit untuk mendapatkan anak (infertil). Dis¬menorea primer umumnya dijumpai pada wanita dengan siklus haid berovulasi. tidak jarang ditemukan keluhan-¬keluhan sebelum haid. kemudian dilakukan pengobatan sesuai dengan kelainan organik yang ada. mata. yang mana biasanya selalu berhubungan dengan haid. 3. rasa tidak enak di perut. di antaranya: 1. . masih berupa dugaan. wanita tersebut akan mengeluarkan darah dari paru-paru. dan di pusar. Kadang-kadang pada wanita ter¬tentu dijumpai endometriosis di paru. Penyebab: Penyebab dari kelainan ini belum diketahui secara pasti.

dan lamanya) yang terjadi baik di dalam maupun di luar siklus haid.Kelainan ini sering dijumpai pada wanita yang keadaan psikisnya labil dan postur tubuhnya kurus. Pada kadar prolaktin yang tinggi bisa diberikan bromokriptin atas petunjuk dokter. yang mana hampir dapat dipastikan bahwa tanpa diobati pun ovulasi akan terjadi secara spontan. . kecuali jika pendarahan tersebut sampai menyebabkan anemia atau sampai terjadi amenorea. Diagnosis terhadap kelainan ini dapat dilakukan dengan 2 cara: (a) Dilihat dari keluhan yang timbul sejak 8-12 hari sebelum haid. 3. baik lama maupun jumlah darahnya. Untuk mencegah efek estrogen yang berlebihan bisa diberikan progesteron sesuai petunjuk dokter. Penyebab: Pada jenis kelainan ini. yang biasanya berlangsung selama 3 sampai 5 tahun setelah menars dan ditandai dengan siklus haid yang tidak teratur. Pengobatan: Perlu diketahui bahwa pada usia perimenars jarang terjadi ovu¬lasi. tidak dijumpai kelainan organik maupun kelainan darah. siklus haidnya bersifat anovulatorik. Jadi. PUD pada usia perimenars Usia perimenars adalah usia sejak terjadinya menars hingga memasuki usia reproduksi. Gangguan haid yang terjadi pada usia ini tidak memerlukan pengobatan khusus. (b) Dengan pemeriksaan hormon prolaktin dan estrogen. PUD paling banyak dijumpai pada usia perimenars dan usia perimenopause. dua tahun setelah menars belum juga dijumpai siklus haid yang berovulasi. Diagnostik: Suhu basal badan atau pemeriksaan hormon FSH dan LH. 4. yang semata-mata disebabkan oleh gangguan fungsional mekanisme kerja hipotalamus-hipofisis-ovarium-endometrium tanpa ada kelainan organik alat reproduksi. gangguan yang terjadi sampai 6 bulan lamanya. jarang sekali dijumpai kelainan organik. Kapan pengobatan hormonal perlu dilakukan? Pengobatan hormonal perlu dilakukan jika: 1. pendarahan yang terjadi sampai membuat keadaan umum menjadi jelek. Yang paling mungkin menjadi penyebabnya adalah gangguan faktor pembekuan darah dan gangguan psikis. 2. Pendarahan Uterus DisfungsionaI (PUD) PUD adalah pendarahan uterus abnormal (jumlah. Pengobatan: a. frekuensi. b.

atau terdapat infeksi pada genitalia interna (organ reproduksi bagian dalam). Penyebab: • Bisa berupa kelainan pada uterus (rahim). yaitu sekitar menopause (usia 40−52 tahun). Diagnosis: Pada setiap wanita yang berusia 35 tahun harus dilakukan kuretase diagnostik untuk menyingkirkan adanya keganasan. dan melakukan pergantian pembalut sebanyak 5−6 kali per hari yang setiap pembalutnya basah seluruhnya. berlangsung selama 6−7 hari. • Gangguan fungsional (ganguan endokrinologik/hormonal). Oleh karena itu. Pengobatan: Bila dijumpai kelainan organik. maka lebih baik dianjurkan untuk melakukan histerektomi (pengangkatan rahim). uterus hipoplasia.Pengobatan: Pengobatan untuk kelainan ini bisa dilakukan dengan terapi hormonal sesuai petunjuk dokter dan perlu pengawasan sampai 6 bulan lebih. Pada kelainan hormonal dapat diberikan be¬berapa jenis terapi hormon. . Pengobatan pada umumnya berlangsung sampai 6 bulan. pada kasus seperti ini harus dilakukan tindakan dilatasi dan kuretase terlebih dahulu. dan lain-lain. Setiap 3 bulan sekali harus dilakukan mikrokuret. Hipermenorea Hipermenorea adalah pendarahan dengan jumlah darah banyak. seperti mioma (tumor). Bila hasil mikrokuret tidak menunjukkan adanya perubahan terhadap pengobatan dengan hormon. • Kelainan darah. LH dan PRL. tentu dengan sendirinya penye¬babnya dapat dihilangkan. melakukan pergantian pembalut sebanyak 1-2 kali per hari. dan jika memungkinkan bisa dilakukan pemeriksaan hormon FSH. maka yang harus dicurigai adalah adanya keganasan uterus (rahim). dan berlangsung selama 1-2 hari saja. maka bisa dilakukan pengobatan hormonal terlebih dahulu sesuai anjuran dokter. Hipomenorea Hipomenorea adalah pendarahan dengan jumlah darah sedikit. Bila hasil pemeriksaan patologi anatomik menunjukkan adanya suatu hiperplasia endometrium (kistik/adenometosa). Jika ada seseorang yang mengalami pendarahan atau gangguan haid pada usia peri¬menopause. PUD pada usia perimenopause Perimenopause adalah usia antara masa pramenopause dan pascamenopause.

Pendarahan Prahaid Pendarahan yang terjadi 3-4 hari sebelum haid. Diagnosis: Vaginal sitologi. atau pil KB sesuai aturan dan pengawasan dokter.Penyebab: Penyebab kelainan ini adalah kekurangan hormon estrogen atau progesteron. Pengobatan: Ada beberapa cara pengobatan hormonal. histologi endometrium atau pemeriksaan hor¬monal dengan cara RIA. Penyebab: Penyebabnya diduga karena penurunan kadar estrogen prahaid. yaitu dengan pemberian estrogen. Penyebab: Terjadi keterlambatan dalam pelepasan endometrium. Jika terdapat kelainan hormonal. Pendarahan Pascahaid Pendarahan ini biasanya berlangsung sampai 7 hari. Dalam endometrium sering dijumpai adanya infiltrasi limfosit atau leukosit (sel-sel darah putih). Penyebabnya: Penyebab pendarahan ini adalah kelainan organik atau kelainan endokrinologik. Pengobatan: Untuk kelainan yang sifatnya moorganik. Untuk mengetahui berbagai jenis kelainan organik dan ciri-cirinya secara khusus. b. pengobatannya sesuai dengan jenis penyebabnya. Pada wanita usia di atas 35 tahun perlu dilakukan dilatasi dan kuretase bertingkat untuk menyingkirkan keganasan. dengan jumlah darah kadang-kadang cukup banyak. Dan perlu juga dicurigai adanya polip serviks. Pengobatan: Sama dengan prinsip pengobatan pada hipermenorea. Pengobatan: Bila siklus haid berovulasi maka tidak perlu dilakukan pengobatan apa pun. Menoragia Pendarahan siklik yang berlangsung lebih dari 7 hari (haid yang memanjang). atau erosi porsio. atau ter¬dapat gangguan reepitelisasi (pembentukan kembali lapisan permukaan) endometrium. insya Alloh akan kita bahas . Pendarahan Prahaid dan Pascahaid a. Penyebab: Mirip dengan hipermenorea. Metroragia Pendarahan yang terjadi pada seorang wanita yang tidak berhubungan dengan siklus haid. berupa pendarahan bercak (spotting). progesteron. diberikan kombinasi estrogen dan progesteron dengan aturan sesuai petunjuk dokter.

perasaan mau pingsan. di duga factor psikis sangat berperan terhadap timbulnya nyeri. muntah.kelahan. Dismenora primer umumnya di jumpai pada wanita dengan siklus haid berovulasi. ETIOLOGI Penyebab pasti dismenora belum di ketahui. ASUHAN KEPERAWATAN PADA IBU DENGAN DISMENORE ASUHAN KEPERAWATAN PADA IBU DENGAN DISMENORE DEFINISI Dismenore adalah nyeri haid menjelang atau selama haid. PATOFISIOLOGI Secara rnigkas konsep pathogenesis dismenorea primer dapat di gambarkan sebagai berikut: MANIFESTASI KLINIS Dismenore primer • Usia lebih muda • Timbul setelah terjadinya siklushaid yang teratur • Sering pada nulipara • Nyeri sering terasa sebagai kejang uterus dan spastic • Nyeri timbul mendahului haid dan meningkat pada hari pertama atau kedua haid • Tidak dijumpai keadaan patologi pelvic • Hanya terjadi pada siklus haid yang ovulatorik • Sering memberikan respons terhadap pengobatan medikamantosa • Pemeriksaan pelvic normal • Sering disertai nausea. nyeri sering bersamaan dengan rasa mual. lekas marah. sampai membuat wanita tersebut tidak dapat bekerja dan harus tidur. Penyebab sering dismenore skunder adalah endometriosis dan infeksi kronik genitalia internal.pada edisi berikutnya. sakit kepala. dan nyeri kepala Dismenora sekunder • Usia lebih tua • Cenderung timbul setelah 2 tahun siklus haid teratur • Tidak berhubungan siklus dengan paritas • Nyeri sering terasa terus-menerus dan tumpul .diare.

PENATALAKSANAAN Singkirkan terlebih dahulu kelainan organic. menometroragi. pengobatannya: • Antiprostaglandin • Pil KB atau progesteronsaja (nortestesteron. Rumusan Masalah 1. metroragi. Apakah penyebab dari Hipomenorea ? 3. namun juga pada hipotalamus. hipomenore. Pada dismenore skunder tergantung pada penyebabnya. didrogesteron) dari hari 225 siklus haid 5-10 mg (hari. Bila ada. Apakah definisi dari Hipomenorea ? 2. hipofisis dan ovarium. Menstruasi merupakan proses siklik. dalam proses menstruasi terjadi perdarahan pervaginam secara siklik yang tidak hanya menunjukan parubahan pada endometrium. Pada dismenorea primer. adapun irregulaer dalam siklus menstruasi diantaranya : oligomenore. progesterone cukup diberikan pada hari ke-16 sampai ke-25 siklus haid. Bagaimana pengobatan dari Hipomenorea ? . setalah keluhan nyeri berkurang. yaitu: • Untuk endometriosis • Untuk infeksi berikan antibiotika yang sesuai BAB 1 PENDAHULUAN A.• Nyeri dimulai saat haid dan meningkat bersamaan dengan keluarnya darah • Berhubungan dengan kelainan pelvic • Tidak berhubungan dengan adanya ovulasi • Sering kali memerlukan tindakan opertif • Terdapat kelainan pelvic DIAGNOSIS Dibuat dari keluhan-keluhan yang timbul. selalu berhubungan dengan haid. B. dengan jumlah darah 20-60 ml. dan intermenstrual bleeding. medroksi progesterone asetat. menoragi. Pada dugaan adanya endometriosis maupun infeksi kronik perlu di lakukan laporaskopi diagnostic. hipermenore. Latar Belakang Menstruasi atau mens atau haid atau datang bulan adalah perdarahan yang terjadi secara berulang setiap bulannya (kecuali saat kehamilan) pada uterus seorang wanita dikarenakan adanya proses deskuamasi atau peluruhan dinding rahim (endometrium). polimenore. pengobatan berlangsung berbulan-bulan. Siklus menstruasi normal durasi 21-35 hari. obati sesuai kelainan yang ada pada wanita usia muda dicoba dulu dengan spasmolitik atau analgesic.

sinekia uteri (sindrom asherman). Perdarahan haid yg jumlahnya sdkt (<40ml>) siklus regular. Tujuan 1. 3. pada uterus (misal : sesudah operasi mioma). Penyebab Hipomenorea disebabkan oleh karena kesuburan endometrium kurang akibat dari kurang gizi. yang pertama kali harus dilakukan oleh seorang bidan adalah melakukan anamnesa . apa ada hubungannya dengan operasi yang telah dijalaninnya. Agar bidan dapat memberikan KIE kepada para remaja dengan gangguan mestruasi hipomenore BAB II TINJAUAN PUSTAKA 1. stenosis hymen.C. Untuk mengetahui bagaimana proses menstruasi yang selama ini dialami oleh seorang wanita. Ny. Tujuan khusus: a. pada uterus (misalnya sesudah meomektomi). terapi terdiri atas menenangkan penderita. pada gangguan endoktrin. dan lain-lain. dan bagaiamana siklus menstruasi yang normal b. sebab kelainan ini terletak pada konstitusi penderita. R usia 24 tahun datang kepada bidan di desa Minggiran dengann keluhan sudah 4 bulan ini dia mendapatkan mestruasi lamanya lebih pendek atau singkat dari biasanya. R khawatir dengan keadaan yang dialaminya saat ini. penyakit menahun maupun gangguan hormonal. Hipomenorea tidak mengganggu fertilitas. dan berlangsung selama 1-2 hari saja. kecuali bila ditemukan sebab yang nyata. Tindakan Bidan: 1) Menenangkan penderita 2) Merujuk ke fasilitas yang lebih tinggi dan lengkap 3) diberi obat berupa: endometril BAB III KASUS Ny. Kekurangan estrogen maupun progesterone. BAB IV PEMBAHASAN Sesuai dengan kasus di atas. Tujuan umum: untuk mengetahui gambaran dan menambah wawasan tentang gangguan mestruasi salah satunya hipomenore. melakukan pergantian pembalut sebanyak 1-2 kali per hari. R mengatakan bahwa dia memiliki riwayat miomektomi. Definisi Hipomenorea adalah perdarahan haid yang lebih pendek dan atau lebih kurang dari biasa. 2. Sering disebabkan karena gangguan endokrin. Ny. Hipomenorea adalah pendarahan dengan jumlah darah sedikit. Dan operasi miomektomi sudah dilakukan 5 bulan yang lalu. Pengobatan Tidak perlu terapi jika siklus ovulatoar subsitusi hormon E&P bila perlu induksi ovulasi jika siklus anovulatoar & ingin anak. stenosis serviks uteri. Sebab-sebabnya dapat terletak pada konstitusi penderita. 2.

Ada baiknya para pembaca (khususnya wanita) mengetahui apa saja masalah-masalah dan gangguan-gangguan seputar darah haid. Pemeriksaan Fisik Tekanan darah 100/60 mmHg. Memberikan dukungan moril pada pasien untuk mengurangi kecemasan Pasien berusaha tegar menerima keadaannya sekarang Macam-macam Gangguan Haid Wanita yang telah mencapai usia baligh. Oligomenorea.R mengalami hipomenore patologis. Klasifikasi Gangguan haid dan siklusnya dalam masa reproduksi dapat digolongkan dalam: 1. Perdarahan di luar haid : Metroragia 1. namun sebagian yang lain memiliki masalah-masalah seputar darah haid yang cukup mengganggu aktivitasnya. Memberitahu pada pasien untuk memastikan penyebabnya harus dilakukan pemeriksaan lebih lengkap sehingga pasien perlu dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap Pasien mengerti dan akan sesegera mungkin melakukan pemeriksaan di rumah sakit 3. Sebagai bidan asuhan yang perlu diberikan adalah 1. Menjelasakan pada pasien tentang hasil pemeriksaan bahwa pasien kemungkinan mengalami hipomenore patologis Pasien mengerti penjelasaan bidan 2. Kelainan siklus : Amenorea. Dari data di atas dapat disimpulkan Ny. Polimenorea 2.Ny. BB 55 kg. Suhu 36. Kelainan dalam banyaknya darah dan lamanya perdarahan pada haid: Hipermenorea atau menoragia dan Hipomenorea 3. Amenorea Definisi . Nadi 85 kali permenit. secara normal akan mendapatkan haid tiap bulannya. Sehingga kita bisa memiiliki pengetahuan tentangnya dan berharap bisa mencari solusinya. Ny.5 0C. Pernafasan 20 kali permenit. Beberapa dari mereka mengalami kondisi yang normal.R mengatakan bahwa sudah 4 bulan ini mengalami haid yang lebih pendek/ singkat dari siklus yang biasanya. TB 159 cm. R mengatakan bahwa dia pernah menjalani operasi miomektomi pada 5 bulan yang lalu. Akan tetapi kondisinya belum tentu sama antara wanita satu dengan yang lainnya.

atau kondisi dimana wanita tersebut tidak mendapatkan haid padahal sebelumnya sudah pernah mendapatkan haid. Gejala lainnya tergantung dari apa yang menyebabkan terjadinya amenorea. menyusui. penurunan berat badan berlebihan. 2. Oligomenorea Definisi . Amenorea sendiri terbagi dua. b. olahraga berlebihan. setelah kehamilan. yaitu tidak terjadinya haid selama 3 siklus (pada kasus oligomenorea/jumlah darah haid sedikit). yaitu keadaan tidak terjadinya haid pada wanita usia 16 tahun. Penyebab Penyebab tersering dari amenorea primer adalah:      Pubertas terlambat Kegagalan dari fungsi indung telur Agenesis uterovaginal (tidak tumbuhnya organ rahim dan vagina) Gangguan pada susunan saraf pusat Himen imperforata yang menyebabkan sumbatan keluarnya darah haid. dan penggunaan metode kontrasepsi. kehamilan dan menyusui. Hal tersebut normal terjadi pada masa sebelum pubertas. atau 6 siklus setelah sebelumnya mendapatkan siklus haid biasa.Amenorea adalah keadaaan tidak terjadinya haid pada seorang wanita. dapat dipikirkan apabila wanita memiliki rahim dan vagina normal Penyebab terbanyak dari amenorea sekunder adalah kehamilan. dan setelah menopause. dengan atau tanpa perkembangan seksual sekunder (perkembangan payudara. maka penyebab lainnya adalah:       Obat-obatan Stres dan depresi Nutrisi yang kurang. Amenorea primer. Amenorea sekunder. obesitas Gangguan hipotalamus dan hipofisis Gangguan indung telur Penyakit kronik Tanda dan Gejala Tanda amenorea adalah tidak didapatkannya haid pada usia 16 tahun. Jika sebab-sebab tersebut bisa disingkirkan. perkembangan rambut pubis). yaitu: a.

oligomenorea dapat juga terjadi pada:          Gangguan indung telur. dengan pola yang teratur dan jumlah perdarahan yang relatif sama atau lebih banyak dari biasanya. namun pada beberapa kasus. Wanita yang mengalami oligomenorea akan mengalami haid yang lebih jarang daripada biasanya. sehingga haid menjadi lebih jarang terjadi. Disamping itu. Pemeriksaan ke dokter kandungan harus dilakukan ketika oligomenorea berlangsung lebih dari 3 bulan dan mulai menimbulkan gangguan kesuburan. misal : Sindrome Polikistik Ovarium (PCOS) Stres dan depresi Sakit kronik Pasien dengan gangguan makan (seperti anorexia nervosa. hipofisis dan ovarium pada awal terjadinya haid pertama dan menjelang terjadinya menopause. Polimenorea harus dapat dibedakan dari metroragia. Metroragia merupakan suatu perdarahan iregular yang terjadi di antara dua waktu haid. haid terjadi dalam waktu yang lebih singkat dengan darah yang dikeluarkan lebih sedikit. Penyebab . misal atlit Adanya tumor yang melepaskan estrogen Adanya kelainan pada struktur rahim atau serviks yang menghambat pengeluaran darah haid Penggunaan obat-obatan tertentu Umumnya oligomenorea tidak menyebabkan masalah. Pada metroragia. Oligomenorea yang terjadi pada masa-masa itu merupakan variasi normal yang terjadi karena kurang baiknya koordinasi antara hipotalamus. Polimenorea Definisi Ketika seorang wanita mengalami siklus haid yang lebih sering (siklus haid yang lebih singkat dari 21 hari). hal ini dikenal dengan istilah polimenorea. Namun. Oligomenorea sering terjadi pada 3-5 tahun pertama setelah haid pertama ataupun beberapa tahun menjelang terjadinya menopause. dapat menyebabkan gangguan kesuburan.Oligomenorea merupakan suatu keadaan dimana siklus haid memanjang lebih dari 35 hari. Penyebab Oligomenorea biasanya terjadi akibat adanya gangguan keseimbangan hormonal pada aksis hipotalamus-hipofisis-ovarium. Wanita dengan polimenorea akan mengalami haid hingga dua kali atau lebih dalam sebulan. bulimia) Penurunan berat badan berlebihan Olahraga berlebihan. jika berhentinya siklus haid berlangsung lebih dari 3 bulan. maka kondisi tersebut dikenal sebagai amenorea sekunder. Gangguan hormon tersebut menyebabkan lamanya siklus haid normal menjadi memanjang. sedangkan jumlah perdarahan tetap sama. sehingga timbul gangguan keseimbangan hormon dalam tubuh. 3.

4. Wanita dengan gangguan ovulasi seringkali mengalami kesulitan mendapatkan keturunan. aspirin. Penderita polimenorea harus segera dibawa ke dokter jika polimenorea berlangsung terus menerus. polimenorea bersifat sementara dan dapat sembuh dengan sendirinya. Ketidak seimbangan hormon tersebut dapat mengakibatkan gangguan pada proses ovulasi (pelepasan sel telur) atau memendeknya waktu yang dibutuhkan untuk berlangsungnya suatu siklus haid normal sehingga didapatkan haid yang lebih sering. Polimenorea yang berlangsung terus menerus dapat menimbulkan gangguan hemodinamik tubuh akibat darah yang keluar terus menerus. bulimia) Penurunan berat badan berlebihan Obesitas Olahraga berlebihan. Polimenorea dapat terjadi akibat adanya ketidakseimbangan sistem hormonal pada aksis hipotalamus-hipofisis-ovarium. Disamping itu. Siklus haid yang normal berlangsung antara 21-35 hari.Timbulnya haid yang lebih sering ini tentunya akan menimbulkan kekhawatiran pada wanita yang mengalaminya. NSAID. kadang disertai dengan bekuan darah sewaktu haid. Gejala Penderita menoragia dapat mengalami beberapa gejala seperti:      Perlu mengganti pembalut hampir setiap jam selama beberapa hari berturut-turut Perlunya mengganti pembalut di malam hari atau pembalut ganda di malam hari haid berlangsung lebih dari 7 hari Darah haid dapat berupa gumpalan-gumpalan darah Haid yang berlangsung berkepanjangan dengan jumlah darah yang terlalu banyak untuk dikeluarkan setiap harinya dapat menyebabkan tubuh kehilangan terlalu banyak darah sehingga . seperti antikoagulan. selama 2-8 hari dengan jumlah darah haid sekitar 25-80 ml/hari. polimenorea dapat juga akan menimbulkan keluhan berupa gangguan kesuburan karena gangguan hormonal pada polimenorea mengakibatkan gangguan ovulasi (proses pelepasan sel telur). Gangguan keseimbangan hormon dapat terjadi pada:          3-5 tahun pertama setelah haid pertama Beberapa tahun menjelang menopause Gangguan indung telur Stress dan depresi Pasien dengan gangguan makan (seperti anorexia nervosa. dll Pada umumnya. misal atlit Penggunaan obat-obatan tertentu. Menoragia atau Hipermenorea Definisi Menoragia atau hipermenorea adalah perdarahan haid yang lebih banyak dari normal (lebih dari 80ml/hari) atau lebih lama dari normal (lebih dari 8 hari).

hormon steroid. Penyebab Hipomenorea disebabkan oleh karena kesuburan endometrium kurang akibat dari kurang gizi. hiperplasia endometrium. Adanya kelainan organik. Penyebab Timbulnya perdarahan yang berlebihan saat terjadinya haid (menoragia) dapat terjadi akibat beberapa hal. diantaranya: 1. polip endometrium. penyakit menahun maupun gangguan hormonal 6. kegemukan. seperti:    infeksi saluran reporduksi kelainan koagulasi (pembekuan darah). obat-obatan kemoterapi. obatobatan anti-inflamasi dan obat-obatan antikoagulan. haid terjadi dalam waktu yang lebih singkat dengan darah yang dikeluarkan lebih . Sindrome Polikistik Ovarium (PCOS). Kelainan anatomi rahim seperti adanya mioma uteri. Kelainan hormon endokrin misal akibat kelainan kelenjar tiroid dan kelenjar adrenal. 4. Pada metroragia. mudah lelah. Penyakit hati kronik dapat menyebabkan gangguan dalam menghasilkan faktor pembekuan darah dan menurunkan hormon estrogen. Hipomenorea Definisi Hipomenorea adalah perdarahan haid yang lebih pendek dan atau lebih kurang dari biasa. kekurangan protrombin.memicu terjadinya anemia. tumor pituitari. kanker dinding rahim dan lain sebagainya. 2. kurang konsentrasi. 5. dll Disfungsi organ yang menyebabkan terjadinya menoragia seperti gagal hepar atau gagal ginjal. dll 3. Metroragia merupakan suatu perdarahan iregular yang terjadi di antara dua waktu haid. siklus anovulasi. misal : akibat von willebrand disease. Metroragia Definisi Metroragia adalah perdarahan yang tidak teratur dan tidak ada hubungannya dengan haid. pucat. Iatrogenik : misal akibat pemakaian IUD. seperti napas lebih pendek. idiopatik trombositopenia purpura (ITP). dll. Terdapat tanda-tanda anemia.

neurogen. carcinoma corpus uteri. ia berlaku di kalangan remaja perempuan sebelum dewasa atau semasa mengandung. 2.Tiada Haid Amenorea (Tiada Haid) Amenorea bermaksud tidak datang haid ( menstruasi)) Ia juga dikenali sebagai ovari tidak mengeluarkan telur ( anovulation) Dalam kebanyakan kes. Amenorrhoae sekunder berlaku kepada 3% remaja perempuan. peradangan dari haemorrhagis (seperti kolpitis haemorrhagia. carcinoma cervicitis. Amnorea . seperti abortus. hipertensi. endometritis haemorrhagia). Metroragia tidak ada hubungannya dengan haid. hypofiser. Perdarahan Ovulatoar. kelainan darah dan penyakit akut ataupun kronis. kelainan pelepasan endometrium.sedikit. namun keadaan ini sering dianggap oleh wanita sebagai haid walaupun hanya berupa bercak Klasifikasi 1. Amenorea primer ialah kegagalan menstabilkan kedatangan haid. akibat korpus luteum persisten. metabolik. atau remaja yang normal perkembangan fizikal dan seksualnya tetapi tidak datang haidnya pada umur 16 tahun. Perdarahan fungsional:   Perdarahan Anovulatoar. Ia dikategorikan sebagai tidak normal. ovarial (tumor atau ovarium yang polikistik) dan kelainan gizi. jika remaja perempuan tiada perkembangan fizikal secara seksual pada usia 14 tahun. disebabkan oleh psikis. Amenorea primer hanya berlaku kepada kira-kira 3 remaja dalam per 1000. Metroragia oleh karena adanya kehamilan. Lebih 50% berlaku kepada peserta pelari jarak jauh dan lebih 44% penari balet . ibu menyusukan bayi atau menopaus. penyakit akut maupun kronis. Metroragia diluar kehamilan Penyebab 1. Amenorea sekunder juga menandakan gangguan pada sakit atau akibat yang umum. Metroragia diluar kehamilan dapat disebabkan oleh luka yang tidak sembuh. kehamilan ektopik. Oligomenorea adalah keadaan merujuk kepada haid yang tidak tetap. biasanya 3 atau 6 bulan sekali dan berpanjangan. ini adalah normal dan dipanggil Amenorea secara fisiologikal. hormonal. Amenorea sekunder didenifisikan sebagai tidak datang haid berturut-turut selama 6 bulan bagi wanita yang kedatangan haidnya tetap setiap bulan. . 2.

Analisis koromosom perlu jika terdapat kesangsian jantina. Ujian Fungsi tiroid mungkin diambil. selalunya ujian semasa hamil adalah langkah pertama yang perlu diambil sebelum meneruskan dengan penyiasatan yang lain. mandul. Ultrasound.atlet. Bergantung kepada umur dan sejarah.hasil pemakanan yang tidak sempurna (berat dalam KG dibahagi dengan ketinggian dalam M²) kurang daripada 19 (kadar normal adalah 20 hingga 25 kg/m².Tanda dan Gejala Banyak penyebab kemungkinan berlaku. sejarah aktiviti seksual. tomografi berkomputer (CT Scan) atau imbasan MRI akan menunjukkan sebarang keabnormalan alat kelamin. untuk menentukan hasil diagnosis pemeriksaan penuh sakit puan dan pelbagai ujian perlu dilakukan. . Tekanan perasaan yang teruk dan gangguan pada emosi Gangguan kepada ovari untuk mengeluarkan telur Pengambilan pelbagai jenis ubatan Kesan sampingan apabila berhenti mengambil pil perancang keluarga Sindrom Polisistik ovari iaitu keadaan terdapatnya multilple cysts pada ovari. Penyakit yang lama dihidapi. Sebab lain amenorea termasuk:   Tiada vagina atau rahim atau keduanya semasa lahir selaput dara yang menutup vagina keseluruhannya Terdapat kes yang jarang berlaku di mana jantina sebenar kanak-kanak masih tidak dapat ditentukan kerana organ genitalnya tidak terbentuk dengan baik semasa lahir. Walau bagaimanapun. Termasuklah:          Senaman yang melampau biasanya di kalangan ahli sukan . obesiti dan gangguan hormon. Mengambil sejarah yang penuh.  Amenorea berkaitan dengan senaman akan bertindakbalas kepada pengubahsuaian program senaman itu sendiri dan dengan memberi perhatian kepada pengambilan diet dan penjagaan berat badan. gangguan emosi. Ujian ini termasuklah ujian darah untuk mengenal pasti paras pelbagai hormon. Rawatan Rawatan akan bergantung kepada penyebab berlakunya Amenorea. atau aktiviti kelenjar tiroid yang kurang atau lebih Hormon yang mengawal ovulasi dan haid yang dikeluarkan oleh kelenjar hypothalamus pada paras luarbiasa (yang seterusnya mengawal kelenjar pituitary). perubahan berat badan dan sejarah perubatan lepas. pekerjaan dan sejarah aktiviti. Kurang berat badan yang teruk . Diagnosa Ia bergantung kepada keadaan dan sebab berlaku. seperti sejarah keluarga .

Penyakit-penyakit umum Rencana Pemeriksaan Anamnesis yang baik dan lengkap sangat penting. Gangguan uterus dan vagina 10.net/amenoreatiadahaid. sindrom SteinLeventhal. pseudosiesis (hamil palsu) 3. penyakit Addison 7. penghentian fungsi ovarium karena operasi. seperti pada himen yang nggak berlubang. amenorea hipotalamik 4. Gangguan organik pusat 2. Sumber artikel: laman web Bahagian Pendidikan Kesihatan. penyakit Simmonds. Sebab-sebab pada amenorea primer dan sekunder : 1. Gangguan glandula suprarenalis : Sindrom adrenogenital. Diposting tanggal … diunduh tanggal 19 januari pukul 14:55 http://www. Gangguan kejiwaan : syok emosional. Dibagi atas amenorea primer (usia 18 tahun ke atas tidak dapat haid) dan skunder penderita pernah mendapat haid dan kemudian tidak haid lagi). Sindrom crushing. Gangguan glandula tiroidea : Hipotiroidea. Menopause prematur. Gangguan hipofisis: sindrom Sheehan. Gangguan poros hipotalamus-hipofisis: sindrom amenorea-galaktorea. mungkin pembedahan di perlukan Bagi kes sindrom Polisistik ovari tindakbalas boleh berlaku dengan penurunan berat badan dan sekarang insulin-sensitising agen seperti metformin digunakan.radiasi. Harus diketahui.   Amenorea yang berkaitan dengan berat badan perlu diuruskan untuk mendapatkan berat yang normal dan bantuan pskiatrik mungkin diperlukan bagi mengatasi masalah gangguan emosi. Gangguan pankreas 9. Istilah kriptomenorea merupakan keadaan dimana tidak tampak adanya haid karena darah tidak keluar berhubung ada yang menghalangi. Kekurangan hormon tiriod boleh dirawat dengan menggunakan hormon (thyroxine). psikosis. radang dan sebagainya.. dan lain-lain. kretinisme 8. Gangguan gonad : Kelainan kongenital. hipertiroidea. Dalam kes di mana organ genital tidak terbentuk dengan sempurna . penutupan saluran servikis.izieherb. tumor 5. KKM.htm Amenorea : keadaan dimana tidak adanya haid untuk sedikitnya 3 bulan berturut-turut. apakah amenorea primer atau skunder. Selaput dara yang menutup vagina keseluruhannya memerlukan pembedahan. Dihubungkan antara amenorea dan faktor-faktor yang dapat menimbulkan gangguan . 6.

apakah ada kemungkinan kehamilan. disgenesis ovarium. 2. Pengurangan berat badan pada wanita obesitas Pemberian tiroid pada wanita dengan hipotiroid Pemberian kortikosteroid pada gangguan glandula suprarenalis (Penyakit Addison laten) Pemberian estrogen dan progesteron dapat menimbulkan perdarahan siklik. Laparaskopi. dan lainnya Sesudah itu dilakukan pemeriksaan fisik. LH. adanya tumor. keadaan klitoris. Pemeriksaan kadar hormon (T3. apakah ada gejala-gejala metabolik. ciri-ciri kelamin skunder. ovarium dan sebagainya. bukan merupakan suatu haid yang didahului oleh ovulasi. prolaktin. Pemeriksaan mata 5. berat badan. adanya aplasia vagina. T4. FSH. Pemeriksaan metabolisme basal (T3 dan T4) Pemeriksaan yang memerlukan fasilitas khusus : 1. yang dapat disertai amenorea Penyakit Kelainan Kejiwaan . Apabila pemeriksaan klinis tidak memberikan gambaran yang jelas. Pemeriksaan foto rontgen thorak untuk TB pulmonem. dilakukan pemeriksaan berikut : 1. Tindakan memperbaiki keadaan kesehatan. dan perdarahan ini bersifat withdrawal bleeding. aplasia uteri. apakah penderita menderita penyakit akut atau menahun. Pembuatan kariogram dengan pembiakan sel-sel guna mempelajari kromosom 4. 17-ketosteroid) Tinjauan umum tentang Penanggulangan Amenorea        Tidak selalu memerlukan terapi. hirsutisme. Lalu dilakukan pemeriksaan ginekologik untuk mengetahui adanya jenis ginatresi. Tes toleransi glukosa 4.emosional. untuk mengetahui hipoplasia uteri. Pemeriksaan sitologi vagina 3. aplasia uteri. dari sella tursika untuk mengetahui adanya perubahan dari sella tursika tersebut. kehidupan dalam lingkungan yang sehat dan tenang. seperti tinggi badan. estrogen. Pemeriksaan kromatin seks untuk mengetahui apakah penderita secara genetik seorang wanita 3. Kerokan uterus 6. misalnya pada wanita berumur > 40 th dengan amenorea tanpa sebab yang mengkhawatirkan tidak memerlukan pengobatan Dalam kategori ini. yang memerlukan terapi adalah wanita-wanita muda yang mengeluh tentang infertilitas. ovarium polikistik 2. perbaikan gizi. tumor ovarium. atau sangat terganggu dengan tidak datangnya haid.

Gangguan Poros Hipotalamus-Hipofisis    Sindrom amenorea galaktorea: ditemukan amenorea.Dapat juga ditemukan pada tumor hipofisis yang memproduksi prolaktin (sindrom Forbes-Albright). pada sebagian dalam bentuk 45-XO/46-XX. ruas tulang tangan dan kaki pendek. Anoreksia nervosa:Terutama ditemukan pada wanita muda yang menderita gangguan emosional yang cukup berat. dan pada mamma dapat dikeluarkan air susu. 2. 3. Penanganan anoreksia nervosa harus dilakukan oleh ahli psikiatri. bubuk tiroid. Amenorea hipotalamik Gangguan Hipofisis 1. Jika berat badan bertambah. hilangnya laktasi. hipotiroidea. atrofi alat-alat genital dan sebagainya. biasanya dijumpai tubuh yang pendek tidak lebih dari 150cm. koarktasi atau stenosis aorta. dan sebagainya.1. 2. Sindrom Stein-Leventhal : terdiri dari amenorea. dada berbentuk perisai dengan puting susu jauh ke lateral. batas rambut belakang yang rendah. Pseudosiesis:adalah suatu keadaan dimana terdapat kumpulan tanda-tanda kehamilan pada seorang wanita yang tidak hamil. payudara tidak berkembang. gangguan penglihatan. hirsutisme dan pembesaran polikistik ovarium. Diagnosis dibuat dengan menemukan uterus yang sebesar biasa pada pemeriksaan ginekologik dan tes hamil yang negatif. rambut ketiak dan pubis sedikit atau tidak ada. Insufisiensi hipofisis (Sindrom Sheehan dan Penyakit Simmonds). Penderita ini memiliki genitalia eksterna wanita dengan klitoris agaj membesar pada beberapa kasus. Dapat ditemukan setelah kehamilan. sehingga mereka dibesarkan sebagai wanita. Dasarnya ialah gangguan endokrin berupa gangguan produksi releasing factor dengan akibat menurunnya kafar FSH dan LH dan gangguan produksi Prolacting Inhibiting Factor dengan akibat peningkatan pengeluaran prolaktin. Pola kromosom kebanyakan 45XO.Gejalanya adalah amenorea. anomali ginjal dan sebagainya. amenorea. Kelainan kongenital pada Hipofisis Gangguan Gonad   Disgenesis/ Agenesis ovarii (Sindrom Turner): Trias klsiknya : infantilisme. Selain trias. gangguan pendengaran. Psikosis: sering dijumpai bersama amenorea ialah penyakit yang disertai depresi. webbed neck dan kubitus vagus. pada sebagian dalam kelahiran bayi wanita. osteoporosis. antara lain kortison. Tumor Hipofisis 3. disini masa laktasi menjadi jauh lebih panjang dari biasanya (sindrom Chiari Frommel). Terapi terdiri atas pemberian hormon sebagai subsitusi. biasanya haid dapat kembali dalam 3 bulan. Sindrom feminisasi Testikuler .

Terapi yang kausal terhadap tuberkulosis biasanya dapat menyebabkan timbulnya haid lagi. Penyakit Addison Gangguan Uterus dan vagina 1. striae terutama pada dinding perut. Penyebabnya ialah hiperplasia adrenal. atrofi mamma dan membesarnya suara. GANGGUAN HAID Ganggaun haid adalah masalah kesehatan yang sering dijumpai pada wanita Gangguan haid adalah perdarahan haid yang tidak normal dalam hal : panjang siklus haid. klitoris membesar. biasanya pada abortus atau postpartum. ovarium dan endometrium Fisiologi haid normal Kaidah-2 haid normal :       Berlangsung antara 25-35 hari atau 21-31 hari Estrogen dihasilkan oleh follikel & korpus luteum Peningkatan Estrogen pada midsiklus → lonjakan LH → ovulasi P dihasilkan hanya oleh korpus luteum Korpus luteum ada hanya jika terjadi ovulasi Umur korpus luteum ±10-14 hr . dan jumlah darah haid. Sindrom Asherman: terjadi karena destruksi endometrium serta tumbuhnya sinekia pada dinding kavum uteri sebagai akibat kerokan yang berlebihan. akan tetapi dapat tumbuh kemudian. Biasanya bayi dengan sindrom ini adalah bayi wanita. 3. amenorea. osteoporosis. Melibatkan hipotalamus. 2. Gejalanya ialah obesitas. hipofisis. lama haid. 2. Endometritis tuberkulosa: umumnya skunder pada penderita salpingitis tuberkulosa. Sindrom Adrenogenital: bersifat kongenital. dengan pembesaran klitoris dengan kadang-kadang hipospadia. hirsutisme. Pada wanita yang lebih dewasa terdapat amenorea. protein dan elektrolit. hipertensi.   Menopause prematur Sindrom ovarium yang Tidak Peka (The insensitive ovary syndrome) Tumor-tumor ovarium Gangguan Glandula suprarenalis 1. moon face. Sindrom Crushing: pembuatan hormon glandula suprarenalis yang berlebihan. terutama komponen kortikosteroid yang ada sangkut pautnya dengan metabolisme karbohidrat.

Keadaan oligomenore umumnya adalah siklus ovulator sehingga fertilitas tidak terganggu. Kausa :    Anovulasi karena gangguan hormonal Insufisiensi korpus luteum (fase luteal memendek) Fase folikuler memendek Penanganan :    Pada kausa anovulasi diberikan induksi ovulasi Pada insufisiensi korpus luteum diberikan progesteron pada hr 16-25 Pada fase folikuler pendek diberikan estrogen pada hari 3-8 Oligomenore : Definisi oligomenore adalah panjang siklus haid lebih dari 35 hari (normal 21-35 hari) dan kurang dari 3 bulan. .sekresi ±14 hr (hampir selalu tetap) Fase folikulogenesis/F.proliferasi variasi antara 7-21hr Klasifikasi gangguan haid Digolongkan dalam :        Kelainan panjang siklus (N=21-35hr): o Polimenore (sering) jika haid terjadi kurang 21 hari o Oligomenore (jarang) jika haid terjadi lebih dari 35 hari o Amenore (tidak haid) → jika haid tidak terjadi selama 3 bln berturut – turut Kelainan banyaknya haid (Normalnya darah haid = ±80ml): o Hipermenore (banyak) jika darah haid lebih 80ml o Hipomenore (sedikit) jika darah haid kurang dari 80ml Kelainan lama haid (Normalnya lama haid 3 – 7 hari): o Menoragi (memanjang) jika lama haid lebih 7 hari o Brakimenore (memendek) jika lama haid kurang dari 3 hari Metroragi (jika haid terjadi diluar siklus normal) Perdarahan bercak o Premenstrual spotting o Postmenstrual spotting Perdarahan uterus disfungsional Gangguan lain berhubungan dengan haid : o Metroragi (haid diluar siklus) o Dismenore (nyeri bila haid) o Premenstrual tension (ketegangan haid) Kelainan panjang siklus haid : Polimenore : Definisi polimenore adalah panjang siklus haid kurang dari 21 hari (normal 2135). Keadaan polimenore bisanya terjadi pada siklus ovulatoar maupun pada siklus anovulatoar.  Fase luteal/F.

Amenore patologik : • Amenore primer • Amenore sekunder .Amenore fisiologik : • Prapubertas / pasca menopause • Hamil.Kausa :   Fase folikuler memanjang Fase sekresi memanjang Penanganan :   Tidak diberikan pengobatan jika tipe perdarahan teratur Indukasi ovulasi diberikan jika tipe perdarahan memanjang Amenore : Definisi amenore adalah tidak haid lebih dari 3 bln berturut-turut. laktasi . Amenore dapat dibagi dalam dua bentuk : .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->