REKRISTALISASI DAN PENENTUAN TITIK LELEH

OLEH: Kelompok 2 Brama Yudha 140210110018 Annisa Wijayati 140210110020 Asril Muhammad Rozzaq 140210110024 Alwi Mahbubi 140210110026 Agustina Ircha Winda 140210110028 Pranggi Inezha N 140210110030 Kindi Farabi 140210110032 Hielmy Novian 140210110036

LABORATORIUM KIMIA ORGANIK JURUSAN KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS PADJADJARAN 2012

ABSTRAK

Rekristalisasi adalah metode utama dalam memurnikan zat organik padat. Senyawa yang didapatkan dari alam atau dari reaksi hampir selalu tidak murni. Untuk mendapatkan senyawa murni, zat-zat pengotor harus dihilangkan. Tujuannya adalah untuk memurnikan kristal asam benzoat dengan metode rekristalisasi menggunakan perlarut, menentukan rendemen dan hasil rekristalisasi dan menentukan kemurnian kristal asam benzoat dengan metode penentuan titik leleh. Metode yang digunakan adalah metode rekirstalisasi asam benzoat dan penentuan titik leleh dengan menggunakan alat bernama Mel-Temp. Kristal murni asam benzoat didapatkan sebanyak 1,0753 gram dengan persentase rendemen 35,8019 % dan kristal asam benzoat pun dapat ditentukan dengan metode penentuan titik leleh.

i

Pure crystalline benzoic acid obtained as a percentage yield 1.ABSTRACT Recrystallization is the primary method of purifying solid organic substances. impurities must be removed. The goal is to purify the benzoic acid crystals by recrystallization method using a solute. The method used is the method rekirstalisasi benzoic acid and determination of the melting point by using a tool called Mel-Temp.0753 grams 35. determine the yield and yield recrystallization and determine purity benzoic acid crystals by the method of determining the melting point. Compounds derived from nature or from the reaction is almost always pure.8019% and benzoic acid crystals can also be determined by the method of determining the melting point. To obtain pure compounds. ii .

Diharapkan makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang rekristalisasi dan penentuan titik leleh.KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan makalah ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul “REKRISTALISASI DAN PENENTUAN TITIK LELEH” Makalah ini berisikan tentang hasil dari praktikum mengenai rekristalisasi dan penentuan titik leleh. 3 November 2012 Penulis iii . Amin. kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini. Akhir kata. Jatinangor. Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna.

..................................................... 14 DAFTAR PUSTAKA .2 Pembahasan .............................................................................................................................................................................................................................ii KATA PENGANTAR ........................................................................................................... 7 4.......................................................................................................................................................................................................................................... 1 BAB II LANDASAN TEORI ....1 Tabel Hasil Pengamatan ................... 5 BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN ............... Prinsip Percobaan...................................................................1 Alat dan Bahan ........................................................... 2 BAB III METODE PRAKTIKUM ....................................................................................DAFTAR ISI ABSTRAK.. iv BAB I PENDAHULUAN ............................................................... iii DAFTAR ISI.............................. 1 II................................................ 5 3............................. v iv ......................................................................... ............................ i ABSTRACT........................................................... ..................................................2 Prosedur Kerja ........................................................................... ......................... 5 3............................................ 7 4............................ Tujuan Praktikum........................................................................................................................................................................................................................................................................... 1 I......................................................... 9 BAB IV KESIMPULAN ..........

v .

Perbedaan Kelarutan Jika suatu zat pada pelarut panas dan dingin. Like Dissolve Like Suatu senyawa akan cenderung larut dalam pelarut yang memiliki kepolaran yang relatif sama. 1 . Titik Leleh Suhu pada saat fasa padat dan cair berada dalam keadaan setimbang pada tekanan tertentu.BAB I PENDAHULUAN I. ii. b. Rekristalisasi i. Prinsip Percobaan a. Tujuan Praktikum Tujuan percobaan ini adalah untuk memurnikan kristal asam benzoat dengan metode rekristalisasi menggunakan perlarut. menentukan rendemen dan hasil rekristalisasi dan menentukan kemurnian kristal asam benzoat dengan metode penentuan titik leleh II. suatu senyawa organik akan mudah larut dalam pelarut panas dibandingkan pelarut yang dingin.

Pada umumnya kristal padat adalah kumpulan dari banyak kristalkristal kecil. Garam dapur yang diperoleh dari air laut dibuat dengan meguapkan air yang berasal dari air laut. maka penyaringan 2 . Campuran zat yang sama-sama menguap tidak dapat dipsahkan dengan cara pengkristalan. kapur tulis. Air laut yang telah menguap meninggalkan padatan-padatan garam atau Kristal-kristal garam. Proses pemisahan garam dapur dari air laut dengan cara diatas disebut penguapan atau kristalisasi. 1989). plastik yang dicairkan.BAB II LANDASAN TEORI Pemisahan campuran juga dapat dilakukan dengan cara kristalisasi. es. kaca yang dicairkan. bila air diuapkan maka sebagian besar alcohol juga akan menguap dan tidak ada yang tersisa ( Sukardjo. Walaupun molekulnya didinginkan. Cairan seperti tar. tidak berasala dari kristal padat yang didinginkan. apabila bahan padat yang dipisahkan sangat kasar maka dapat dipisahkan dengan menggunakan corong yang dilengkapi dengan kertas saring. batu granit. Pemisahan dengan cara kristalisasi tidak dapat dilakukan untuk semua campuran. Misalnya alcohol yang bercampur air. Larutan biasanya dipanaskan sampai terbentuk Kristal. Meskipun beberapa zat padat (seperti intan dan butiran-butiran dalam gula pasir dan garam meja) adalah kristal tunggal. Jadi. Apabila kristal yang dipisahkan sangat halus . ion-ion atau molekul yang menyusun dengan aturan pengulangan yang pasti. Air laut tersebut dialirkan keladang-ladang garam oleh petani garam. Salah satu contoh pemisahan campuran yaitu pemisahan garam dapur dari air laut. molekunya banyak berpindah atau bergerak dan secara perlahan-lahan akhirnya berhenti diposisi yang tidak teratur atau sembarang sebelum mereka dapat bergerak masuk kedalam penyusun lain (Robinso. Contohnya bagian permukaan batu pasir. kristalisasi adalah proses pemisahan padatan dari larutan. Untuk memisahkan bahan padat dari larutan cair dapat dilakukan dengan penyaringan. maka akan membeku dan membentuk padatan kristal. dan bahan-bahan logam. Dalam zat padat berbentuk kristal ini dengan atom-atom. Kemudian air yang sudah ada diladang tersebut diuapkan dengan bantuan sinar matahari. Ketika cairan didinginkan. 1998).

dan salju ada dalam bentuk-bentuk yang jelas simetris. Karena banyak zat padat seperti garam. Pada hasil sesudah penyaringan. Asam benzoat diproduksi secara komersial dengan oksidasi parsial toluena dengan oksigen. Proses ini menggunakan bahan-bahan baku yang murah. Kristal adalah benda padat yang mempunyai permukaan-permukaan datar. kristal dapat terbentuk dengan tumbuh lebih ke satu arah daripada ke lain arah. Asam benzoat. kuarsa. benzena. Karena konsentrasi total impuriti biasanya lebih kecil dari konsentrasi zat yang dimurnikan. ion ataupun molekul zat padat ini juga tersusun secara simetris. menghasilkan rendemen yang tinggi.yang dilakukan menggunakan corong buchner. Pelarut lainnya yang memungkinkan meliputi asam asetat. Ia umumnya diajarkan kepada mahasiswa universitas. mungkin juga dengan metode spektroskopi atau dengan kromatografi lapis tipis) dan bila masih belum murn dilakukan dengan rekristalisasi lagi dengan pelarut segar. bila dingin. Asam benzoat adalah prekursor yang penting dalam sintesis banyak bahan-bahan kimia lainnya. karena asam benzoat larut dengan baik dalam air panas namun buruk dalam air dingin. Bila suatu zat dalam keadaan cair atau larutan mengkristal. Asam benzoat sangatlah murah dan tersedia secara meluas. adalah padatan kristal berwarna putih dan merupakan asam karboksilat aromatik yang paling sederhana.(Petrucci. yang dahulu merupakan satu-satunya sumber asam benzoat. sehingga sintesis laboratorium asam benzoat umumnya hanya dipraktekkan untuk tujuan pedagogi. Sebagaimana sebuah kubus kecil dapat berkembang menjadi salah satu dari tiga bentuk yang mungkin sebuah bergantung pada kelarutan zat dalam pelarut tertentu di kala suhu diperbesar. Untuk semua metode sintesis. proses diulangi sehingga senyawa mempunyai titik leleh yang tetap (Anwar. 1994). semata-mata dari penampilan luarnya.1987). asam benzoat dapat dimurnikan dengan rekristalisasi dari air.1987). C7H6O2 (atau C6H5COOH). Kita tak boleh menyimpulkan begitu saja penataan partikel dalam sebuah kristal besar. dan campuran etanol dan air (Petrucci. telah lama para ilmuwan menduga bahwa atom. Kemudahan suatu endapan dapat disaring 3 . Penghindaran penggunaan pelarut organik untuk rekristalisasi membuat eksperimen ini aman. Asam lemah ini beserta garam turunannya digunakan sebagai pengawet makanan. Nama asam ini berasal dari gum benzoin (getah kemenyan). ditentukan kemurniannya (biasanya dengan penentuan titik leleh. maka konsentrasi impuriti yang rendah tetapi dalam larutan sementara produk yang berkonsentrasi tinggi akan mengendap. Proses ini dikatalisis oleh kobalt ataupun mangannaftenat. dan dianggap sebagai ramah lingkungan. eter petrolium.

Rendemen nyata ini biasanya lebih kecil dibanding rendemen teoritis. karena mudah dicuci setelah disaring. akan menahan cairan induk (mother liquid). Bentuk kristal juga penting. Dari massa Kristal ini didapatkan rendemen. bahkan setelah dicuci dengan seksama (Syabatini.1990) 4 . yang mengandung lekuk-lekuk dan lubanglubang. Struktur yang sederhana seperti kubus. atau jarum-jarum sangat menguntungkan.Rendemen ini dapat dihitung dengan rumus ( Rodig et al.. yang lagi-lagi akan membantu penyaringan. 2010). Kristal dengan struktur yang lebih kompleks. Rendemen teoritis adalah banyaknya suatu hasil reaksi yang diperhitungkan jika suatu reaksi berjalan sempurna sesuai konsep stoikiometri sedangkan rendemen nyata adalah hasil reaksi yang didapat dari penelitian atau praktek. oktahedron. makin mudah mereka dapat disaring dan mungkin sekali (meski tak harus) makin cepat kristal-kristal itu akan turun keluar dari larutan. Semakin besar kristal-kristal yang terbentuk selamaberlangsungnya pengendapan.dan dicuci tergantung sebagian besar pada struktur morfologi endapan. yaitu bentuk dan ukuran-ukuran kristalnya.

kaca arloji. Disaring dengan kertas saring. corong buchner.2. corong saring.1 Rekristalisasi Asam benzoat ditimbang sebanyak 2. Dimasukkan ke dalam corong buchner lalu dicuci dengan n-heksana. Sebelumnya kaca arloji yang akan digunakan juga ditimbang. Kemudian ditambahkan aseton yang telah dipanaskan sambil diaduk kuat. pipa kapiler.1. Aseton dan n-heksana. 3. labu erlenmeyer. 3. dan pipa panjang. Lalu desikator vakum dinyalakan dan proses penyaringan berlangsung.2 Prosedur Kerja 3. Kristal asam benzoat dibiarkan dingin.2 Bahan Adapun bahan yang digunakan dalam percobaan ini yaitu Asam benzoat. kertas saring.9951 gram lalu dimaksukkan ke dalam beaker glass. Pindahkan kristal asam benzoat ke kaca arloji beserta kertas saring 5 .1 Alat Peralatan yang digunakan pada percobaan ini yaitu batang pengaduk. mel-temp. Ditambahkan satu tetes n-heksana.1 Alat dan Bahan 3. labu saring hisap. gelas kimia. desikator vakum. kaki tiga.1.BAB III METODE PRAKTIKUM 3. pembakar bunsen.

Catat suhunya. Kemudian dimasukkan ke dalam Mel-Temp konvensional. Kristal asam benzoat dimasukkan ke dalam pipa kapiler biasa. Lalu ditaping. Kemudian dimasukkan ke dalam pipa kapiler khusus untuk Mel-Temp digital. Lihat suhu pada saat semua zat mulai meleleh di layat Mel-Temp digital.2. 6 . Massa kristal asam benzoat ditimbang dengan menggunakan neraca analitis. Kemudian dimasukkan ke dalam MelTemp digital. 3. Amati perubahan pada saat kristal tepat akan meleleh hingga meleleh seluruhnya. Lalu catat suhunya.2 Penentuan Titik Leleh Kristal asam benzoat ditumbuk agar menjadi serbuk.yang sebelumnya telah ditimbang dahulu.

1389 gram Titik Leleh : 122◦C Kristal Asam Benzoat Titik Leleh : 122◦C 7 .1.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Tabel Hasil Pengamatan Tabel 4.9951 gram Kristal asam benzoat Massa Kotor Kristal Asam Benzoat 37.1 Data hasil pengamatan pada percobaan Rekristalisasi ZAT Asam benzoat Kristal Asam Benzoat Kristal Asam Benzoat PERLAKUAN Ditimbang dengan neraca analitis Dimasukkan ke dalam beaker glass Ditambahkan aseton panas lalu diaduk kuat Ditambahkan 1 tetes nheksana Disaring dengan cepat Dibiarkan dingin Dimasukkan ke dalam corong buchner Dicuci dengan n-heksana Disaring dengan menyalakan desikator vakum Ditimbang massa kristal dengan neraca analitis Ditumbuk Di masukkan ke dalam pipa kapiler khusus Dimasukkan ke dalam MelTemp Catat Suhu Dimasukkan ke dalam pipa kapiler biasa Dimasukkan ke dalam MelTemp konvensional Catat suhunya ketika tepat akan meleleh seluruhnya HASIL Massa asam benzoat 2.

9019 %  Titik Leleh yang didapatkan  Menggunakan Mel-Temp Digital | | | = 0.1389 gram = 35.327 % |  Menggunakan Mel-Temp Konvensional | | 8 .4.1.0741 gram = 37.2 Perhitungan      Berat awal asam benzoat tercemar Berat kertas saring Berat asam benzoat Berat Kotor Kristal Asam Benzoat Massa Kristal Asam Benzoat Kristal = Berat kotor kristal – ( berat kaca arloji + berat kertas saring ) = 37.1389 gram – 36.0753 gram  Persen Rendemen = 2.9951 gram = 35.9859 gram = 0.0636 gram = 1.

sehingga dapat dipisahkan secara mudah dari materi yang dimurnikan. misalnya pada titik didih pelarut itu. Proses pemurnian ini disebut kristalisasi ulang (rekristalisasi) dan terdiri atas dua tahap yaitu proses pelarutan dan proses kristalisasi. kuarsa dan salju ada dalam bentuk-bentuk yang jelas simetris. Pelarut itu harus melarutkan secara mudah pengotorpengotor dan harus mudah menguap. metode ini ditinjau berdasarkan pada perbedaan daya larut antara zat yang dimurnikan dengan pengotornya dalam suatu pelarut tertentu. karena kristalisasi ulang terutama merupakan proses pemurnian. Disamping untuk pemisahan bahan padat yang sudah berbentuk kristal. penguapan hanya sampai suatu konsentrasi tertentu). maka proses kristalisasi sering kali dihentikan sebelum waktunya (misalnya pendinginan hanya sampai pada suhu tertentu. Metode rekristalisasi melibatkan 5 tahapan: yaitu tahapan pertama adalah pemilihan pelarut. Rekristalisasi merupakan salah satu cara atau metode untuk memurnikan suatu zat padat. telah lama para ilmuwan menduga bahwa atom.2 Pembahasan Kristal adalah benda padat yang mempunyai permukaan-permukaan datar. Karena banyak zat padat seperti garam. Pada tahap ini pelarut yang terbaik adalah pelarut dimana senyawa yang dimurnikan hanya larut sedikit pada suhu kamar tetapi sangat larut pada suhu yang lebih tinggi.327 % | 4. ion ataupun molekul zat padat ini juga tersusun secara simetris.| = 0. Titik didih pelarut harus lebih rendah dari titik leleh padatan 9 . Hal ini di maksudkan agar pengotor yang larut tidak ikut di pisahkan. Rekristalisasi adalah suatu metode untuk pemurnian senyawa padatan yang di hasilkan dari reaksi-reaksi organik.

1. pada tahap ini larutan jenuh yang masih panas kemudian disaring melalui kertas saring yang ditempatkan dalam suatu corong saring. Zat padat murni memisahkan sebagai kristal. Dan tahap terakhir adalah pemisahan dan pengeringan Kristal. Kristal kemudian dengan menekan kertas saring atau di dalam oven. Penyaringan umumnya dilakukan di bawah tekanan menggunakan corong buchner. Pada titik didihnya. titik leleh dapat digunakan sebagai suatu kriteria dari kemurnian atau sebagai alat indikasi suatu padatan. Adanya suatu pengotor yang sedikit larut dalam padatan 10 . Bila larutan induk sudah keluar. sedikit pelarut ditambahkan sampai terlihat bahwa tidak ada tambahan materi yang larut lagi. Kristalisasi sempurna jika kristal yang terbentuk banyak. desikator vakum atau piston pengeringan. Kristal dipisahkan dari larutan induk dengan penyaringan. Tahap tiga adalah penyaringan larutan. Pelarut tidak boleh bereaksi dengan zat yang akan dimurnikan dan harus murah harganya. Titik leleh suatu padatan kristalin didefinisikan sebagai suhu dimana padatan berubah menjadi cairan di bawah tekana total satu atmosfer. Jika kristalisasi tidak terbentuk selama pendinginan filtrat dalam waktu cukup lama maka larutan harus dibuat lewat jenuh. pada tahap ini filtrat panas kemudian dibiarkan dingin dalam gelas kimia.untuk mencegah pembentukan minyak.00C. Tahapan keempat adalah kristalisasi. Karena ketajaman dalam pelelehan ini.Tahap kedua yaitu kelarutan senyawa padat dalam pelarut panas. yang dinamakan mencair. Untuk zat murni titik leleh biasanya tajam.50C . jadi rentang pelelehan dari0. kristal dicuci dengan pelarut dingin murni untuk menghilangkan dikeringkan kotoran yang menempel. Hindari penambahan yang berlebih. pada tahap ini padatan yang akan dimurnikan dilarutkan dalam sejumlah minimum pelarut panas dalam labu erlenmeyer. sehingga fasa padat dan fasa cair benar-benar dalam kesetimbangan satu sama lain. Pada titik leleh tekanan uap dari fasa padat sama dengan tekanan uap dari fasa cair.

C7H6O2 (atau C6H5COOH). titik didih aseton sebagai pelarut lebih rendah dari pada titik didih asam benzoat sehingga kristal yang diinginkan pada saat pengeringan dapat terbentuk. Aseton digunakan sebagai pelarut asam benzoat karena titik didih aseton lebih rendah dari pada titik didih asam benzoat. adalah padatan kristal berwarna putih dan merupakan asam karboksilat aromatik yang paling sederhana. Sesuai dengan persyaratan sebagai pelarut yang sesuai yaitu titik didih pelarut harus rendah untuk mempermudah proses pengeringan kristal yang terbentuk. Berdasarkan syarat ini. Reaksi antara 11 . Tahap pertama yaitu asam benzoat dilarutkan dalam aseton yang telah dipanaskan. Sesuai dengan syarat pelarut yang kedua yaitu pelarut hanya dapat melarutkan zat yang akan dimurnikan dan tidak melarutkan zat pencemarnya. yang dahulu merupakan satusatunya sumber asam benzoat. Asam benzoat adalah prekursor yang penting dalam sintesis banyak bahan-bahan kimia lainnya. Nama asam ini berasal dari gum benzoin (getah kemenyan). Struktur asam benzoat ( Rodig et al. Asam benzoat diproduksi secara komersial dengan oksidasi parsial toluena dengan oksigen. Bahan yang digunakan pada praktikum pemurnian secara kristalisasi ini adalah menggunakan asam benzoat. penggunaan air sebagai pelarut asam benzoat juga berhubungan dengan kelarutan. Asam benzoat. Proses ini dikatalisis oleh kobalt ataupun mangan naftenat.yang meleleh biasanya akan menghasilkan suatu daerah pelelehan yang besar dan menurunkan suhu dimana pelelehan terjadi.1990) : Pada percobaan ini dilakukan pemurnian zat padat berupa asam benzoat tercemar menggunakan metode rekristalisasi. Asam lemah ini beserta garam turunannya digunakan sebagai pengawet makanan..

aseton dan asam benzoat menyebabkan terbentuknya ikatan hidrogen. pastikan pengadukan dengan cepat agar asam benzoat jenuh selain itu juga mempercepat kelarutan. Dengan suhu panas maka asam benzoat yang dilarutkan dapat melarut dengan sempurna. Penyaringan larutan asam benzoat disaring dalam keadaan panas untuk menghilangkan pengotor yang tidak larut. Proses penyaringan ini menggunakan corong saring dan corong Buchner yang menggunakan pompa vakum untuk menghisap uap sehingga proses penyaringan dapat berjalan dengan cepat. Penyaringan selanjutnya dengan corong Buchner. Penyaringan juga harus dilakukan cepat-cepat setelah diteteskan 2 tetes n-heksana. fungsi n-heksana disini adalah untuk memicu tumbuhnya inti kristal. Asam benzoat yang dilarutkan dalam aseton panas tersebut akan terurai menjadi ion-ionnya. sepertidebu. Struktur kimia dari aseton yaitu ( Rodig et al. pasir. yang menggunakan alat vakum 12 .. Ketika pelarutan. 1990) : Langkah selanjutnya adalah dilakukan proses penyaringan larutan asam benzoat. hal ini untuk mencegah terjadinya kristal sebelum penyaringan berakhir. karena dengan adanya kristal yang tertinggal di kertas saring. Penyaringan larutan dalam keadaan panas dimaksudkan untuk memisahkan zat – zat pengotor yang tidak larut atau tersuspensi dalam larutan. akan menyebabkan berkurangnya rendemen. Aseton dapat melarutkan asam benzoat juga karena aseton bersifat semipolar. dan lainnya. Asam benzoat dilarutkan dalam keadaan panas karena asam benzoat hanya dapat larut dalam aseton panas dan salah satu faktor yang mempengaruhi laju reaksi kelarutan asam benzoat yaitu suhu. peralatan yang digunakan harus dalam keadaan panas. Pada penyaringan dengan corong saring. inilah yang menyebabkan aseton dapat melarutkan asam benzoat.

Setelah itu. Sehingga KSR yang didapat sebesar 0. Langkah pertama adalah menggerus Kristal yang didapat agar halus dan mudah dimasukkan kedalam pipa kapiler. karena jika Kristal larut. Titik leleh adalah suhu pada saat fasa padat dan cair berada dalam kesetimbanyan pada tekanan tertentu. setelah itu di tapping agar tidak ada rongga udarang didalamnya yang dapat mempengaruhi penentuan titik leleh. Alat yang digunakan sebagai penentu titik leleh adalah melt-temp baik yang konvensional maupun yang digital. yaitu sifat khas suatu zat sehingga titik leleh bisa digunakan sebagai indikasi apakah zat tersebut murni atau masih ada zat pengotor yang mempengaruhi titik leleh tersebut. 13 . Titik leleh merupakan sifat intrinsic. n-heksana digunakan agar kristal tidak larut kembali.yang berfungsi mempercepat proses penyaringan. Asam benzoat yang disaring dicuci dengan n-heksana. dimasukkan kedalam pipa kapiler dengan cara ditusuk-tusukkan. diamati dan dicata suhu dimana padatan mulai meleleh sampai meleleh seluruhnya. lalu dilakukan uji kemurnian selanjutnya yaitu penentuan titik leleh. Hasil yang didapat adalah 122 baik pada melt-temp konvensional dan digital. massa yang tertimbang menjadi bukan massa sebenarnya. Setelah proses ini. ditimbang Kristal asam benzoate yang didapat. Kristal yang halus.327 % sehingga dapat dipastikan terdapat sejumlah kecil pengotor yang mempengaruhi titik leleh Kristal asam benzoate sehingga perlu dilakukan kristalisasi berulang-ulang agar kemurnian yang didapat tinggi.

327 % untuk Mel-Temp digital dan Mel-Temp konvensional.0753 gram 2. semakin tinggi rendemen suatu zat maka tingkat kemurnian akan semakin tinggi sedangkan semakin kecil nilai rendemen yang diperoleh dari suatu zat maka tingkat kemurnian semakin rendah. Kemurnian kristal asam benzoat dapat ditentukan dari titk lelehnya. Dari hasil penentuan titik leleh didapatkan KSR sebesar 0.BAB V KESIMPULAN Dari hasil percobaan yang telah dilakukan dapat diambil beberapa kesimpulan antara lain: 1. Kristal murni yang didapatkan sebanyak 1.9019 %. 14 . 3. Kemurnian suatu zat ditentukan oleh rendemen yang diperoleh. Persen rendemen yang didapatkan yaitu 35.

New York. 1994. Pemurnian Bahan Secara Rekristalisasi. Petrucci. 2010. 1990. Ralph H. Bandung. New York. Houghton Miffin Company. Yogyakarta. Robinso. Kimia Fisika. LE Bell & AK Clark. 1989. General Chemistry. Sukardjo. Dedpdikbud. 1987. DR. Organic Chemistry Laboratory. Erlangga. Syabatini Anissa. Rodig. William R. Kimia Dasar II. v . Chairil. & Yusra. 1997. Scruders College Publishing..DAFTAR PUSTAKA Anwar. Jakarta. Pengantar Praktikum Kimia Anorganik. Universitas Lambung Mangkurat. Bina Cipta Aksara.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful