Galangan Kapal (SHIPYARD

)
I. GALANGAN KAPAL (SHIPYARD). Galangan Kapal/shipyard adalah sebuah tempat diperairan yang fungsinya untuk melakukan proses pembangunan kapal (New Building) dan perbaikan kapal (ship repair) dan juga melakukan pemeliharaan (maintainance). proses pembangunanya meliputi desain, pemasangan gading awal, pemasangan plat lambung, instalasi peralatan, pengecekan, test kelayakan, hingga klasifikasai oleh Class yang telah ditunjuk. sedangkan untuk proses perbaikan / pemeliharaan bisanya meliputi perbaikan konstruksi lambung, perbaikan propeller sterntube, perawatan main engine dan peralatan lainnya.

II. JENIS-JENIS GALANGAN KAPAL (SHIPYARD). Jenis-jenis galangan kapal meliputi: Building dock shipyard. Repair dock shipyard. Building and repair shipyard. 1. Building dock shipyard. Building dock shipyard adalah tempat yang digunakan hanya dalam ruang lingkup pembangunan kapal baru (New Building) 2. Repair dock shipyard Repair dock shipyard adalah tempat yang digunakan hanya ruang lingkup perbaikan kapal (Repair) dan Pemeliharaan kapal (Maintenance). 3. Building and repair shipyard Tempat yang dapat digunakan dalam ruang lingkup baik pembangunan kapal baru dan repair atau maintenance. Contohnya pada galangan PT. SAMUDRA MARINE INDONESIA - CILEGON III. DOCKING KAPAL Docking Kapal adalah suatu peristiwa pemindahan kapal dari air/laut ke atas dock dengan bantuan fasilitas docking/pengedockan. Untuk melakukan pengedokan kapal ini, harus dilakukan persiapan yang matang dan berhati-hati mengingat spesifikasi kapal yang berbeda-beda. IV. JENIS-JENIS PEKERJAAN REPARASI KAPAL DI ATAS DOCK/GALANGAN :

Penyelesaian pekerjaan diatas air/sandar di jetty 11. Penerimaan kapal didermaga 2. Percobaan/Trial 12. Pemeriksaan kerusakan lambung/konstruksi lainnya 6. Pengecatan lambung kapal 9. Dengan bantuan mesin derek/tarik. dimana konstruksi sipilnya terdiri dari dinding beton dan lantai beton dengan menumpu kepada tiang pancang dibawah lantai. DOCK APUNG (FLOATING DOCK) Floating Dock adalah suatu bangunan konstruksi dilaut yang digunakan untuk pengedokan kapal dengan cara menenggelamkan dan mengapungkan dalam arah vertikal. Dan pintu/gate pada umumnya terbuat dari elemen baja dan kontak langsung dengan laut/samudera. Pelaksanaan pekerjaan (konstruksi badan. Pembersihan badan kapal 5. 2. DOCK TARIK (SLIPWAY) Slipway adalah suatu fasilitas pengedokan kapal dengan cara menarik kapal dari permukaan air laut. DOCK KOLAM (GRAVING DOCK/DRY DOCK). . Pemeriksaan hasil pekerjaan 8. 3.1. wire rope/tali baja dan sebagai jalan dari kereta dengan sudut kemiringan tertentu yaitu 1:12 s/d 1:16. Pengedokan kapal (Docking) 4. Dock Kolam (Graving Dock/Dry Dock) 2. Konstruksi floating dock ini umumnya terbuat dari baja dan plat. listrik dan lainnya) 7. Dock Apung (Floating Dock) 3. Persiapan pengedokan/dudukan kapal 3. Penurunan kapal dari dalam dock (Undocking) 10. Dock Tarik (Slipway) 4. Dock Angkat (Syncrholift) 1. Graving Dock yaitu suatu fasilitas docking kapal berupa kolam besar di pinggir laut. Type Dock yang umum adalah sebagai berikut : 1. kemudian mendudukkan kapal pada (gerobak/craddle). Penyerahan kapal kepada pemilik kapal V. mesin.

Dock angkat adalah salah satu jenis pengedokan yang jarang dijumpai.4. DOCK ANGKAT (SYNCRHOLIFT). pada galangan harus ada dan memenuhi daya angkat yang telah ditentukan pada kapal .

PENGEDOKAN KAPAL 1. keadaan/ kebutuhan kapal. sehingga pintu tersebut dapat mengapung. Pada bagian bibir pintu yang bersinggungan dengan bibir kolam (graving dock) diberi packing dari karet untuk memperoleh kekedapan pada waktu air dalam kolam kosong. memeriksa kerusakan-kerusakan. pompa-pompa pengering. maka pintu (gate) dibuka atau digeser dan kapal dimasukkan kedalam graving dock. dimana pintu penutup ini dilengkapi tangki-tangki ballast yang digunakan untuk menenggelamkan dan mengapungkan pada waktu pengoperasiannya serta dilengkapi dengan katup-katup (valves) dan pompa-pompa. crane ( untuk transportasi) dll. yang kesemuanya tergantung dari umur kapal. Untuk melakukan pengedokan kapal ini. PENGEDOKAN Pengedokan Adalah suatu proses memindahkan kapal dari air/laut ke atas dock dengan bantuan fasilitas pengedokan. Sebelum kapal dimasukan kedalam graving dock. jenis bahan yang dipakai sebagi badan kapal. waktu pemompaan (jumping time) . tangga-tangga ( untuk naik turun keadasar dan atas kolam. pintu ditutup lagi dan air didalam graving dock dipompa keluar yang sebelumnya katup pemasukannya ditutup . memperbaiki kerusakan-kerusakan serta mencat badan kapal dibawah garis air maka dapat digunakan beberapa jenis dok yaitu : a) Dok Kolam (Graving Dock/Dry Dock) b) Dok Apung (Floating Dock) c) Dok Tarik (Slipway Dock) d) Dok Angkat (Syncrholift) Untuk lebih jelasanya akan saya bahas dalam keterangan dibawah ini 1.1 Dok Kolam (GRAVING DOCK/DRY DOCK). 1. maka graving dock diisi diisi dengan air dengan cara membuka katup.1.Biro Klasifikasi Indonesia dan syah Bandar menentukan periode-periode pengedokan kapal(perbaiakan kapal diatas dok). Dimana umumnya dinding-dinding sisi dan belakang terdiri dari bangunan beton bertulang. mesin gulung(cupstand). Gambar : Graving Dock Graving Dock yaitu suatu fasilitas pengedokan kapal yang berbentuk meyerupai Kolam yang terletak di tepi pantai. Pada graving dock mempunyai beberpa elemen atau bagian yang penting diantaranya adalah: pintu penutup ( yang berhubungan dengan perairan pantai). harus dilakukan persiapan yang matang dan berhati-hati mengingat spesifikasi bentuk kapal yang khusus dan berbeda-beda setiap kapal. Kapal diatur setelah dalam kedudukan yang direncanakan. Dasar dari kolam ini terdiri dari beton bertulang yang telah dipancang paku-paku bumi (concrete pile) sedangkan pintu penutupnya terbuat dari pelat baja yang konstruksinya dibuat sedemikian rupa.1 Jenis-jenis Dock yang umum adalah sebagai berikut : Untuk keperluan membersihkan badan kapal dibawah garis air. setelah permukaan air didalam graving dock sama dengan permukaan air perairan.

Kerugian secara umum dari Graving Dock adalah sebagai berikut : · Biaya pembangunannya cukup besar atau mahal. dimana untuk pemompaan ini dapat dikendalikan dari suatu tempat yang disebut control house.tergantung dari jumlah dan kapasitas pompa serta jumlah air yang masuk kedalam graving dock. Disamping itu karena dok apung merupakan suatu bangunan yang terapung maka haruslah perlu ada peralatan untuk bertambat agar jangan sampai bergeser kedudukannya disebabkan oleh arus. atau angin. Salah satu hal yang paling tampak dari floating dock ini adalah kemampuannya Untuk mereparasi pontonya sendiri (self dockijng). kekedapan air dari pintu dock tidak sepenuhnya kedap. . Peralatan untuk bertambat ini jelas dengan jangkar atau rantainya dimana kadang-kadang digunakan juga bangunan beton atau pipa pancang yang ditempatkan pada dasar perairan sebagai bantuan. Konstruksi floating dock ini umumnya terbuat dari baja dan plat. ombak. Keuntungan secara umum dari Graving Dock adalah sebagai berikut : · Aman Lebih aman untuk pengedokan kapal disbanding peralatan pengedokan lainnya misalnya floating dock.2 Dok Apung ( FLOATING DOCK ) Gambar : Floating Dock Floating Dock adalah suatu bangunan konstruksi dilaut yang digunakan untuk Pengedockan kapal dengan cara menggelamkan dan mengapungkan dalam arah vertikal. Sebab graving dock suatu bangunan yang tetap sedangkan floating dock adalah bangunan yan g terapung. Kemungkinan masih masuknya air kedalam dock dialirkan pada got dan selang beberapa waktu dapat dipompa keluar dengan pompa khusus. Floating dock dilengkapi dengan Bagian-bagian utama dari Dock Apung adalah sebagai berikut : · Pompa pengeluaran · Katup-katup pemasukan · Jangkar dan rantai jangkar · Crane pengangkat Pompa-pompa dan katup-katup serta pipa-pipa induk. · Perawatan cukup rendah · Bisa dipakai untuk pembangunan kapal baru Dengan merubah atau memperluas dinding samping dan belakang maka graving dock dapat dirubah menjadi launching dock.1. dimana sumber Listrik penyuplinya dapat digolongkan menjadi dua yaitu : suplai listrik dari darat atau dari floatingnya sendiri. · Waktu pebuatannya lama · Permanen/tidak bisa dipindah · Lokasi/tempat amat berpengaruh 1. Setelah graving dock dipompa kering. · Umur pakainya lama Umur daya pemakaiannya tinggi dan lama dibandingkan peralatan pengedokan lainnya. yang dapat digunakan tidak saja untuk reparasi tetapi bangunan baru dengan menggunakan metode arus posisi (positional flow method far new building ship).

kemudian menaikkan diatas dok apung itu sendiri. Tanpa side wall ( Type ponton ) 4. tidak seperti dok apung dari plat setiap 20 tahun karat diadakan reparasi besar. Sistem hubungannya a) Sistem keeling yang sudah jarang b) Sistem Las 2. Untuk menghindari kejelekan dok apung seksi pontoon tunggal maka dibuat dok apung dengan seksi pontoon jamak ( biasanya tiga. tetapi mempunyai beberapa kejelakan diantarannya terpaksa dibangun banyak seksi dok akan sukar mendapatkan kekuatan memanjang dok yang diperlukan. Satu side wall ( Type L ) c. Berdasarkan penelitian dok apung dari beton bertulang tak membutuhkan perbaikan besar. Menurut jumlah seksi : a. Dok apung yang dibuat dari beton bertulang mempunyai beberapa kebaikan diantarannya : Pemakaian material lebih sedikit sekitar 1/3 dari pemakaian material dok apung dari plat Harganya kurang lebih 25 % lebih kecil disbanding harga dok apung dari plat Tidak akan berkarat dan tak akan diperlukan pengecatan Biaya eksploitasi lebih rendah disbanding dengan dok apung dari plat ( dengan memperhitungkan . Menurut . Selanjutnya dok apung dibagi atas : 1. Pemakaian kayu akan lebih elastic dan baik memakan beban pukulan . lebih – lebih dok apung dari beton bertulang hanya dibuat dengan seksi pontoon tunggal. Dua atau lebih seksi pontoon 3. Dengan dibuatkan dok apung seksi pontoon jamak mempunyai beberapa kebaikan disbanding dok apung seksi tunggal Perbaikan tiap – tiap seksi pontoon dapat dilaksanakan oleh dok apung itu sendiri dengan melepas seksi pontoon yang hars diperbaiki atau diperbaiki besar. lebih rendahnya pemeliharaan. Sistem rangka konstruksinnya a) Sistem rangka konstruksi melintang b) Sistem rangka konstruksi memanjang c) Sistem rangka konstruksi kombinasi Sebelum Dok apung yan dibuat dari plat dan beton bertulang untuk pengedokan kapal yang tak begitu besar dipakai material dok apung dari kayu. Beton Bertulang 2. Dua side wall ( Type U ) b. material badan dok : a. Sumber tenaga listrik sendiri b. . Satu seksi pontoon b. empat. Menurut sumber tenaga listrik a. Pelat b. Sumber tenaga listrik dari darat Menurut pemakaian material badan dok dengan pelat baja dibagi lagi atas : 1. enam atau lebih pontoon ). Menurut jumlah side wall : a. lima . Dimana dok apung dari kayu pertama – tama dibuat pada abad XVII – XVIII dimana pada waktu itu pemakaian kayu jauh lebih murah dari pada material lainnya . Kekuatan serta daya tahannya menunjukkan beberapa ketebalan Menurut jumlah seksi pontoon tunggal tidak saja dijumpai dok apung plat. Oleh karena itu agar dapat dibuat dok apung yang mempunyai sifat.Selain itu dok juga diperlengkapi peralatan untuk menarik atau menggeser kapal yang akan dinaikkan serta kran – kran yang diperlukan untuk transportasi pada waktu reparasi.sifat yang baik maka dibuat dari beton bertulang. biaya perbaiakan dan penggantian ).

Pontoon 2. Balok lumas 7. Geladak keamanan 5. Ruang akomodasi 12. Penghubung antara pontoon dan side wall Gambar : Dok apung dengan 6 seksi pontoon Keterangan : 1. Contol house 10. Platform . Ponton 2.Pembuatannya dapat dilaksankan pada galangan ( building berth ) yang panjangnya kurang dengan panjang keseluruhan dok apung yang selanjutnya disambung satu sama lain diatas air Waktu pembangunan relatip lebih cepat Tetapi dok apung seksi pontoon jamak kekuatan memanjangnya sepenuhnya ditanggung oleh side wall . Geladak kerja 4. Geladak atas 6. Geladak atas 6. Platform 9. berlainan dok apung pontoon tunggal kekuatan memanjang merupakan keseluruhan pontoon dan side wall Gambar : Dok apung dengn seksi pontoon tunggal Keterangan : 1. Ruang pompa 11. Geladak keamanan 5. Geladak kerja 4. Side wall 3. Side wall 3. Balok samping 8.

7. Control House Dok apung dengan dua buah side wall atau wing wall atau biasa disebut type U.3 Heling dan Slipway Heling adalah peralatan ditepi perairan yang digunakan untuk menaikkan kapal untuk diperbaiki . kran dll menggunakan listrik yang dihasilkan diisi generator sendiri. Kemampuan dok apung dapat menaikkan kapal dengan kemiringan memanjang dan melintang yang cukup besar 4. Kecondongan bagian heling dibawah air merupakan tempat kedudukan untuk kapal. yang artinya dok apung itu untuk pemompaan. Biaya pembuatannya ( diukur penjangkaran ) 3 – 4 kali lebih murah disbanding dok kolam 3. Disamping itu dok apung masih dibagi menurut sumber tenaga listrik sendiri. Memerlukan dalam perairan yang cukup dalam agar jngan sampai dok apung duduk dilumpur ( dasar peranan ) pada waktu akan dapat menaikkan kapal 3. 3. sehingga mengurangi jumlahnya. Dok apung dapat dipindahkan kesebarang tempat perairan betapapun jauhnya 2. Dengan paku keeling 2.1. Ciri – ciri yang baik dari dok apung dibanding dengan dok kolam ialah : 1. Type ini biasanya digunakan untuk pengedokan kapal yang tak begitu besar dan biasanya terdiri satu sampai tiga ponton. sedangkan dok kolam tidak bisa Ciri – cirri negatifnya ialah : 1. Memakai tenaga yang lebih besar disbanding dengan dok kolam 1. Tadi sudah dijelaskan untuk dok apung dengan seksi pontoon jamak kekeratan memanjangnya ditanggung oleh side wall sepenuhnya. dengan pertolongan rel tanpa merubah kedudukan kapal. Dengan las Gambar : Floating Dock Type L Dimana untuk menjaga keseimbangan pada sisi wing wall yang berdekatan dengan pantai dihubungkan semacam engsel. Tergantung dari kedudukan kapal dengan arah rel heling terbagi atas : 1. Dok apung dengan satu side wall ( Type L ) seperti engsel pengikat dengan daratan. Dengan baut pengikat yang kemungkinan dapat : Berderet seperti paku keeling Selang jarak tertentu . Oleh karena itu fungsi pontoon adalah menenggelamkan diri dan mengapungkan diri sambil mengangkat kapal yang dinaikkan dok. Umur pemakain lebih rendah disbanding dok kolam 2. Sedang lainnya menggunakan listrik dari darat. Dok apung dapat menaikkan kapal dengan panjang 15 – 20 % daripada panjang dok apungnya sendiri. Sehingga perlu diperhatikan hubungan antara pontoon dengan side wall yaitu : 1. Heling melintang .

Seperti pada heling. Heling memanjang Pada heling melintang bidang memanjang kapal tegak lurus terhadap rel. Untuk menaikkan kapal terpaksa harus menurunkan kapal yang sudah berada diatas heling. Slipway melintang 2. Untuk menaikkan kapal pada heling dengan pertolongan kereta – kereta ( cradle ) sedangkan untuk menurunkan kembali tetap menggunakan kereta – kereta ini.2. Slipway mamanjang Sehingga dengan satu slipway kita dapat memperbaiki beberapa kapal atau membuat kapal baru. Slipway adalah peralatan ditepi peraiaran yang diguanakan untuk menaikkan kapal yang akan diperbaiki melalui rel dan pertolongan keret serta dengan beberapa penggeserannnya. Gambar : Slipway melintang . sleepway pun tergantung kdudukan kapal terhadap rel terbagi atas : 1. Oleh karena itu untuk membuat effisien kerjanya maka digunakan slipway. jadi heling ini kurang begitu effisien. sedangkan heling memanjang bidang memanjang kapal sejajar dengan rel.

Rel penarikan 5. PERSIAPAN PENGEDOKAN Proses persiapan kapal 1. Penghantar tetap dari platform itu dapat berupa pipa baja atau beton. Jumlah mesin Derek listrik ini minimum adalah empat. Rel Horizontal 2. 2. Kereta ( cradle ) Gambar : Slipway memanjang Keterangan : 1. lebih banyak lebih baik. Menurunkan barang-barang yang tidak dipelukan dalam proses perbaikan kapal. Derek utama ( penarikan ) 2. Platform dari syncrolift diturunkan dengan pertolongan penghantar dan lift dari beberapa mesin Derek listrik kanan dan kiri . Setelah platform mencapai kedudukan yang tertentu. Kapal ditambatkan di Dermaga dan mematikan semua mesin utama kapal.1. Derek pengeeseran 1. yang sudah barang tentu telah dipersiapkan balok lunas dan balok samping yang diperlukan maka kapal dimasukkan .4 Syncrolift Drydock Gambar : Syncrolift Drydock Syncrolift adalah cara pengedokan kapal dengan menggunakan lift. Derek penggeseran 3.Keterangan : 1. . Derek penarikan 4. 2. Kemudian platform diangkut sampai pada permukaan. misalnya drum dan barang lainnya yang mudah bergeser. Untuk mempertinggi efisiensi dari syincrolift ini biasanya digunakan lagi rel penggeser ( transfer system ) baik arah memanjang atau melintang sehingga dapat memperbaiki beberapa kapal atau membuat kapal baru.

baik tangki bahan bakar. Memperhatikan posisi waktu gelombang air (pasang/ surut) untuk proses pemasukan kapal maupun pengeluaran kapal dari dock dengan dibantu kapal bantu dantug boat. Kapal yang naik dock diusahakan dalam keadaan free gas demi keselamatan karyawan dalam proses perbaikan. Selain memperhatikan hal-hal tersebut diatas perlu juga dipersiapkan hal-hal sebagai berikut: a. i. Jarak pengaturan lock sebagai berikut: I. untuk posisi acuan pembentukan kapal. dan sepatu kemudi tidak boleh bertumpu pada stop block. e. g. Penempatan side block diletakkan dalam daerah setengah lebar –R bilga V. Persiapan tug boat. Menyediakan gambar yang dibutuhkan dalam proses pengedokan. titik. 9. Lines plan d. urutan sesuai dengan proses docking . 6. Pengaturan keel block dan side block. Kapal-kapal dengan lebar sama atau lebih dari 16m dibuat side block antara. Kapal diusahakan tegak tidak dalam posisi miring ataupun nungging. Memasukan alat-alat yang menonjol keluar kapal misalnya stabilisato kapal. yang mengacu pada docking line plan b. Pengosongan tangki. j. seperti a. f. fender dan peralatan yang lain yang dapat digunakan sewaktuwaktu. Mesin harus mati kecuali mesin winch 2. 4 buah keel block terdepan dan 5 buah paling belakang jarak antar stop blockmasing-masing adalah 50 cm dan diikat masing-masing menjadi 1 unit agar saat kapal duduk susunan keel block tidak bergeser pada pondasi.3. Jarak antara keel block masing-masing 2 m III. Penempatan side block antara. 4. General arrangement b. 8. Peninggian side block diatur sesuai bentuk gading-gading kapal. pelumas. 5. h. Posisi bottom plug. c. dock master dan crew dock. 3. crew dock dll) 5. 7. Midshipman section c. Shell expantion 10. Persiapan Docking oleh Pihak Galangan Sebelum memasukkan kapal perlu kita perhatikan hal-hal sebagai berikut: 1. tergantung posisi side keel pada konstruksi kapal tersebut. d. tangga dan lain-lain. sea chest.batang stut ukuran. Setelah pekerjaan persiapan selesai. Pada keel block 1 m terdiri dari beton cor setinggi 70cm dan bantalan kayu keras setinggi 30 cm. Kapal diatur supaya trim yang terjadi adalah trim minimum. dimana jarak antar block maksimal 2 m atau diatur tumpuan maksimal pada landasangraving tidak lebih.5 m. Kesiapan fasilitas sandar (bolder. peralatan elektronik dibawah kulit lambung. Menyediakan kapal tunda sebagai pemandu kapal. Jarak antara side block masing-masing 3 m. 3. Kapal harus bebas dari muatan berbahaya dan gas 4. Penempatan keel block. side block dan side block antara diusahakan bertumpu pada wrang-wrang double bottom. kapal dapat dimasukkan. 4 m tergantung masing-masing jarak frame dan besar kapal. sekat melintang dan memanjang sekat melintang dan memanjang untuk menghindari deformasi pada plat bottom. Penandaan garis. Menyediakan tali temali. ballast dll. IV. tali. tali-temali. II.

5. 4. Setelah itu kapal yang sudah duduk diatas kereta ditarik keatas 5. agar kapal tidak bergeser. air pada tangki-tangki dok dipompakan keluar. maka harus diberi kayu yang kekuatannya memadai untuk menahan kapal agar tumpuan kapal lebih bagus. Agar kapal dapat masuk dok. kapal didorong masuk oleh tug boat secara perlahan. PROSES DOCKING Proses pengedockan pada slipway 1. menggunakan capstan. dilakukan pemeriksaan terhadap setiap penumpu. Posisi dari kapal maupun dok harus tetap dipertahankan agar tumpuannya tetap sesuai. Untuk itu digunakan capstan. Dock master dibantu beberapa orang pada kanan dan kiri floating dock untuk menyesuaikan kapal dengan tumpuannya. Setelah dock master memberikan tanda bahwa kapal sudah sesuai dengan tumpuannya dan terletak di center line. apakah telah menumpu dengan baik atau belum. maka kapal akan disangga dengan captan dan kayu di kanan kiri kapal. Setelah posisi dari kapal sesuai. 3. Kapal didorong dengan tugboat menuju pintu silway. Setelah dinyatakan sesuai. Kemudian setelah dok tenggelam sesuai dengan kebutuhan sarat kapal. Untuk menurunkan dok apung harus diperhatikan keseimbangan memanjang dan melintang dari dok. Slipway ditutup kembali dan airnya dipompa keluar Proses pengedockan pada floating dock Adapun proses pengedokan kapal sendiri dalam floating dock adalah sebagai berikut : 1. dan dok sudah terapung sempurna. . 2. 7. sehingga dok mengapung. Pengaturan keel block dan side block pada kereta yang mengacu pada docking lines plan 2. pada kapal tersebut pada bagian kanan dan kiri diberi tali untuk mengarahkan kapal supaya pas pada keel block dan side block yang sudah dibuat 4. Untuk menjaga keseimbangan dok. dock master memberikan tanda untuk menahan posisi kapal. Kapal ditarik kedalam dock menggunakan tali secara berlahan . Membuka pintu slip way dengan cara memompa keluar air yang ada di tangki pintu slipway 3. jika masih ada bagian yang kurang sesuai atau masih menggantung. sehingga dok tenggelam. dock master menggunakan inclinometer. Setelah kapal menumpu dengan baik. kemudian ada seorang penyelam yang memeriksa apakahpancangan/tumpuan baik-baik saja dan memeriksa lambung kapal ad yang robek atau tidak 6. maka dok apung harus ditenggelamkan terlebih dahulu dengan cara mengisi tangki-tangki ponton pada dok apung. dengan cara mengatur pengisian tangki-tangki kompartemen dok.lahan dengan diarahkan oleh dock master yang apakah bagian tengah kapal sudah sesuai dengan keel block.3.

serta indikator-indikator yang ada di control house dapat bekerja secara akurat  Pastikan kondisi kapal tunda (tug boat) dalam kondisi siap pakai  Periksa tabel pasang surut air laut terhadap kondisi sarat penurunan kapal dan dock apung telah aman dari bahaya kandas Tahap Pelaksanaan :  Dok apung diturunkan sampai draft yang diperlukan (dengan mengantisipasi situasi pasang surut air laut)  Setelah kapal terapung. kapal dan tug boat serta lokasi sandar yang telah ditentukan  Pastikan kapal yang telah diturunkan dok telah diatur kondisi ballast sesuai pada waktu naik dok dan dan telah diperiksa oleh pihak control galangan. klas. alat kerja.atau owner surveyor  Seluruh peralatan yang ada di dock apung dicoba dan pastikan alat-alat mekanik. PENURUNAN KAPAL DARI ATAS DOCK (UNDOCKING) Tahap Persiapan :  Pastikan material. petugas yang berada diatas dok selalu mengikuti perkembangan situasi dan kondisi sampai dok terapung kembali seperti semula. . checker dan inspektor control galangan memeriksa lokasi yang ada perbaikan terhadap kemungkinan adanya kebocoran  Kapal digandeng 2 kapal tunda untuk ditarik keluar dok apung. elektrik. dok mulai dipompa kembali  Selama dalam proses pemompaan.Gambar : Proses Docking pada floating dock 4. kotak sampah dan barang-barang bekas yang berada diatas dok telah dinaikkan ke darat  Siapkan tali tambat pada tempat yang telah ditentukan  Siapkan tenaga kerja yang telah ditentukan di atas dok apung. kemudian ditempatkan pada lokasi sandar yang telah ditentukan  Setelah kapal keluar. pneumatik.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful