KURANGNYA MINAT BELAJAR BAGI KAUM PEMUDA

Alasan mereka yang kurang minat belajar mungkin dikarenakan : *kurang menariknya cara belajar yang mereka harus hadapi setiap hari di sekolah *belum menyadari pentingnya belajar untuk masa depan mereka, sehingga mereka kurang termotivasi untuk berlomba-lomba mencapai prestasi. ILUSTRASI : Seusai mengambil raport di sekolah, wajah ibu Rita nampak kesal dan marah-marah kepada Andi anaknya. Kekesalan itu dikarenakan nilai raport Andi paspasan. Berbeda dengan semester sebelumnya nilai raport Andi kali ini termasuk sangat melorot. ?Kamu sih, malas belajar!? bentak Ibu Andi di depan wali kelasnya. Ilustrasi di atas adalah sebuah gambaran kekecewaan seorang Ibu atas hasil belajar anaknya. Kekecewaan itu bertambah, manakala sang ibu mengingat anaknya malas belajar selama semester ini. Di samping itu, akibat perilaku Andi di sekolah selama semester ini ibunya tiga kali dipanggil guru ke sekolah. Tetapi apakah semua kesalahan itu pantas diajukan pada diri Andi? Apakah tidak sebaiknya hal itu menjadi ?cermin? introspeksi bagi diri orang tua Andi? Malas belajar pada anak secara psikologis merupakan wujud dari melemahnya kondisi mental, intelektual, fisik, dan psikis anak. Malas belajar timbul dari beberapa sebab antara lain: 1. Dari dalam diri anak (Intrinsik) Rasa malas yang timbul dalam diri anak dapat disebabkan karena tidak adanya motivasi diri. Motivasi ini kemungkinan belum tumbuh dikarenakan anak belum mengetahui manfaat dari belajar atau belum ada sesuatu yang ingin dicapainya. Selain itu kelelahan dalam beraktivitas dapat berakibat menurunnya kekuatan fisik dan melemahnya kondisi psikis. Sebagai contoh, terlalu lama bermain atau terlalu banyak membantu pekerjaan orangtua di rumah, merupakan faktor penyebab menurunnya kekuatan fisik pada anak. Contoh lainnya, terlalu lama menangis, marah?marah (ngambek) juga akan berpengaruh pada kondisi psikologis anak. 2. Dari Luar Diri anak (ekstrinsik) Faktor dari luar anak (faktor eksternal) tidak kalah besar pengaruhnya terhadap kondisi anak untuk menjadi malas belajar. Hal ini terjadi karena : a. Sikap orangtua Sikap orangtua yang tidak memberikan perhatian dalam belajar ataupun sebaliknya orangtua terlalu berlebihan perhatiaannya, membuat anak malas belajar. Tidak hanya itu, banyak orangtua yang menuntut anak belajar hanya demi angka (nilai) dan bukan atas dasar kesadaran dan tanggung jawab anak selaku pelajar. Akibat dari tuntutan tersebut tidak sedikit anak yang stress sehingga nilai yang diperolehnya kurang memuaskan. Parahnya lagi, bilamana anak mendapat nilai yang kurang memuaskan maka kalimat-kalimat celaan biasanya yang pertama keluar dari bibir orangtua. Anak usia Sekolah Dasar sebenarnya jangan terlalu diorientasikan pada nilai (hasil belajar) tetapi bagaimana membiasakan diri anak belajar, berlatih tanggung jawab, dan berlatih hidup dalam suatu aturan. b. Sikap guru Selaku figur atau tokoh teladan yang dibanggakan, tidak jarang sikap guru di sekolah juga menjadi objek ?keluhan? siswanya. Ada banyak macam penyebabnya, mulai dari ketidaksiapan guru dalam mengajar, tidak menguasai bidang

VCD. membuat suasana belajar semakin tidak nyaman. termasuk tas sekolah atau alat tulis. 2. atau karena terlalu banyak memberikan tugas-tugas dan pekerjaan rumah. tidak pula rumah yang sangat sederhana menjadi faktor mutlak anak malas belajar. bercanda dengan siswa-siswa tertentu saja atau ?membawa? masalah rumah tangga ke sekolah. Mencari Informasi Orangtua sebaiknya bertanya langsung kepada anak guna memperoleh informasi yang tepat mengenai dirinya. meja belajar. Selain itu. seperti sepatu yang bermerk yang tidak terjangkau oleh teman-teman lainnya. baik dalam hal rutinitas jam belajar. Tidak semua teman di sekolah memiliki sikap atau perilaku yang baik dengan temanteman lainnya. d. Selain itu. Kendala belajar biasanya muncul karena tidak tersedianya ruang belajar khusus. Game Watch maupun Play Stations. Seorang teman yang berlebihan dalam perlengkapan busana sekolah atau perlengkapan belajar. buku?buku penunjang (pustaka mini). sikap sering terlambat masuk kelas di saat mengajar. c. Sarana Belajar Sarana belajar merupakan media mutlak yang dapat mendukung minat belajar. . atau komputer yang diprogram untuk sebuah permainan (games). seperti Game Boy. tidak harus formal yang membuat anak tidak bisa membuka permasalahan dirinya. CD. merupakan bagian lain yang cenderung menjadi hambatan otomatis anak akan kehilangan minat belajar yang optimal. kekurangan ataupun ketiadaan sarana untuk belajar secara langsung telah menciptakan kondisi anak untuk malas belajar. Kesepakatan dibuat mulai dari bangun tidur hingga waktu hendak tidur. berjalan-jalan atau sambil bermain. dan alat?alat tulis lainnya. Rumah yang tidak dapat menciptakan suasana belajar yang baik adalah rumah yang selalu penuh dengan kegaduhan.pelajaran yang akan diajarkan. secara tidak langsung dapat membuat iri teman-teman yang kurang mampu. Suasana belajar di rumah Bukan suatu jaminan rumah mewah dan megah membuat anak menjadi rajin belajar. Carilah situasi dan kondisi yang tepat untuk dapat berkomunikasi secara terbuka dengannya. Pergunakan setiap suasana yang santai seperti saat membantu ibu di dapur. Membuat Kesepakatan bersama antara orang tua dan anak. Setelah itu ajaklah anak untuk mengungkapkan penyebab ia malas belajar. tegang dan menakutkan bagi siswa tertentu. Kondisi seperti ini berpotensi besar untuk tidak terciptanya suasana belajar yang baik. Enam Langkah Mengatasi Malas Belajar Anak Ada enam langkah yang dapat membantu orangtua dalam membimbing dan mendampingi anak yang bermasalah dalam belajar antara lain: 1. tidak tersediannya buku?buku pelajaran. lama waktu belajar. dan penerangan yang bagus. e. buku tulis. Bilamana tidak dituruti maka dengan cara malas belajarlah sebagai upaya untuk dikabulkan permohonannya. Pada akhirnya ada anak yang menuntut kepada orangtuanya untuk minta dibelikan perlengkapan sekolah yang serupa dengan temannya. Mulai dari radio tape yang menggunakan kaset. keadaan rumah yang berantakan ataupun kondisi udara yang pengap. Kesepakatan dibuat untuk menciptakan keadaan dan tanggung jawab serta memotivasi anak dalam belajar bukan memaksakan kehendak orangtua. Sikap teman. Selain itu tersedianya fasilitas? fasilitas permainan yang berlebihan di rumah juga dapat mengganggu minat belajar anak.

jam belajar bilamana ada PR atau tidak. PENGARUH PERHATIAN ORANG TUA DAN MINAT BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA. atau memukul). Ketegasan sikap yang diperlukan adalah dengan memberikan sanksi yang telah disepakati dan siap menerima konsekuensi atas pelanggaran yang dilakukannya. Menciptakan Disiplin. Bila dapat melakukan aktivitas bersama di dalam satu ruangan saat anak belajar. jam belajar di waktu libur sekolah. Oleh karena itu sebelum anak terlanjur mendapat nilai yang tidak memuaskan dan membuat malu orangtua. menanamkan kesadaran serta tanggung jawab selaku pelajar pada anak merupakan hal lain yang bermanfaat jangka panjang. Menciptakan Suasana Belajar Menciptakan suasana belajar yang baik dan nyaman merupakan tanggung jawab orangtua. Dengan demikian menegakkan disiplin pada anak tidak selalu dengan suruhan atau bentakan sementara orang tua melaksanakan aktifitas lain seperti menonton televisi atau sibuk di dapur. buku?buku pelajaran. Untuk mengalihkannya gunakanlah konsekuensi-konsekuensi logis yang dapat diterima oleh akal pikiran anak. Keluarga mempunyai peranan dan tanggungjawab utama atas perawatan dan . Kalaupun ada sanksi yang harus dibuat atau disepakati. memberikan perhatian dengan cara mengarahkan dan mendampingi anak saat belajar. ataupun menanyakan kesulitan?kesulitan yang dihadapi dalam suatu pelajaran tertentu. mencubit. Bahkan dengan sengaja anak berlaku ?tidak jujur? melakukan aktivitas-aktivitas lain secara sengaja sampai melewati jam belajar. hadiah atau sanksi apa yang harus diterima dan sebagainya. orang tua dapat sambil membaca koran. menyentil. Latihan kedisiplinan bisa dimulai dari menyiapkan peralatan belajar. menyulam. Bilamana anak melakukan pelanggaran sedapat mungkin hindari sanksi yang bersifat fisik (menjewer. terlepas dari ada atau tidaknya tugas sekolah. Ternyata malas belajar yang dialami oleh anak banyak disebabkan oleh berbagai faktor. Menegakkan Kedisiplinan. Orangtua dapat menciptakan disiplin dalam belajar yang dilaksanakan secara konsisten dan berkesinambungan. Selain itu. Bukanlah suatu hal yang mudah untuk menciptakan kedisiplinan kepada anak jika tidak dimulai dari orangtua. Menegakkan kedisiplinan harus dilakukan bilamana anak mulai meninggalkan kesepakatan?kesepakatan yang telah disepakati. Ketegasan sikap ini dikenakan saat anak mulai benar-benar menolak dan membantah dengan alasan yang dibuat-buat. hendaknya orangtua segera menyelidiki dan memperhatikan minat belajar anak. mengingatkan tugas?tugas sekolah. atau aktivitas lain yang tidak mengganggu anak dalam ruang tersebut. 5. 3. biarlah anak yang menentukannya sebagai bukti tanggungjawabnya terhadap sesuatu yang akan disepakati bersama. menumbuhkan inisiatif belajar mandiri pada anak. Ketegasan Sikap Ketegasan sikap dilakukan dengan cara orang tua tidak lagi memberikan toleransi kepada anak atas pelanggaran-pelanggaran yang dilakukannya secara berulang-ulang. Orangtua yang sudah terbiasa menampilkan kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari akan dengan mudah diikuti oleh anaknya. majalah. 6. Sebagai selingan orangtua dapat pula memberikan permainanpermainan yang mendidik agar suasana belajar tidak tegang dan tetap menarik perhatian. 4. bagaimana bila hasil belajar baik atau buruk. Setidaknya orangtua memenuhi kebutuhan sarana belajar. menanyakan bahan pelajaran yang telah dipelajari.

mereka harus tumbuh dalam lingkungan keluarga dalam suatu iklim kebahagiaan. istri. Apalagi setelah anak lahir. kabar”. Lunandi Komunikasi adalah suatu kegiatan terus menerus yang dilakukan orang untuk saling . proses pendidikan dapat terjadi dalam banyak situasi sosial yang menjadi ruang lingkup kehidupan manusia. Sebagaimana dikemukakan oleh St. Pendidikan di dalam Sekolah ( Pendidikan Formal ). Untuk perkembangan kepribadian anak-anak yang sempurna dan serasi.G. berpartisipasi. yakni kualitas sumberdaya manusia yang meliputi . Dengan pendidikan yang utuh tersebut akan mengembangkan kualitas kepribadian anak dan mampu mengaktualisasikan potensi-potensi dirinya secara menyeluruh. Menurut Siti Partini ( 1977 : 11 ) Keluarga adalah sekelompok manusia yang terdiri atas suami. pendidikan diarahkan pada pembentukan manusia Indonesia seutuhnya sebagai warga Negara yang pancasila “. 1980 : 28 ). keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa ( Muhammad Tholchah Hasan 1990 : 43 ). yaitu : Potensi fisik. produktifitas yang tinggi. karena ayah dan ibu merupakan pendidik dalam kehidupan yang nyata dan pertama sehingga sikap dan tingkah laku orang tua akan diamati oleh anak baik disengaja maupun tidak disengaja sebagai pengalaman bagi anak yang akan mempengaruhi pendidikan selanjutnya. ibu dan anak. yang berarti “memberitahukan”. kesadaran sosial yang besar. Pada dasarnya. pendidikan. Komunikasi. ketentraman dan kedamaian. dan Pendidikan di dalam Masyarakat ( Pendidikan Non Formal ). potensi nalar. pengenalan diantara orang tua dan anak-anaknya yang diliputi rasa cinta kasih. yaitu Pendidikan di dalam Keluarga ( Pendidikan Informal ). Siswa Sekolah Menengah Atas ( SMA ) sebagai salah satu unsur sumberdaya manusia yang potensial sangat diperlukan dalam rangka mencapai kemajuan bangsa. menahan. istilah ini berasal dari bahasa Inggris yaitu Communication. kepribadian yang tangguh.perlindungan anak sejak bayi hingga remaja. Anak-anak akan berkembang kearah kedewasaan dengan wajar di dalam lingkungan keluarga segala sikap dan tingkah laku kedua orang tuanya sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak. Pendidikan di dalam keluarga merupakan pendidikan kodrati. kreatifitas yang kuat. yang terdiri atas ayah. Maka. dan potensi nurani / qalbu (Muhammad Tholchah Hasan 1990 : 39). “Di Indonesia. nilai dan norma-norma kehidupan bermasyarakat dimulai dalam lingkungan keluarga. mengubah impuls-impuls dalam dirinya dan mengambil oper cara hidup atau kebudayaan masyarakat. anak-anak ( bila ada ) yang terikat atau didahului dengan perkawinan. Keluarga Merupakan lembaga sosial yang paling kecil. Pengenalan anak kepada kebudayaan. Sedangkan Menurut A. Dari beberapa fungsi keluarga salah satunya adalah memberikan pendidikan yang terbaik yakni pendidikan yang mencakup pengembangan potensi-potensi yang dimiliki oleh anak-anak. keluarga yang baik di dalamnya akan terjadi interaksi diantara para anggotanya. Vembriarto ( 1978 : 35 ) : Bahwa proses sosialisasi adalah proses belajar yaitu suatu proses akomodasi dengan mana individu memohon. Dan kualitas sumberdaya manusia ( SDM ) yang demikian sebenarnya yang dibutuhkan sekarang dan masa datang. ( Poerwadarminto WJS dkk. Secara garis besar proses pendidikan dapat terjadi dalam tiga lingkungan pendidikan yang terkenal dengan sebutan : Tri Logi Pendidikan. penuh kasih sayangdan pengertian.

1984 : 7 ) Pencapaian tujuan institusional SMA sesuai dengan fungsinya dalam rangka keseluruhan proses pendidika pada khususnya dala salah satu tugas sekolah sebagai lembaga pendidikan formal pada umumnya tidaklah mudah. melatih dan mendidik dalam arti sempit. 3. misalnya : membimbing. Disamping tugas pokok sekolah tersebut diatas. dalam pembahasan berikutnya penulis akan memusatkan diri pada pembahasan tentang pendidikan di dalam sekolah atau pendidikan Formal. membantu mengarahkan. mengomando. kreatif dan mampu mengaktualisasikan potensi sepenuhnya. sebaliknya orang tua yang dapat menerima anaknya sebagaimana adanya. semakin produktif. belajar memecahkan masalahmasalah. menasehati. mendikte. mutu pendidikan yang berkaitan dengan pencapaian tujuan pendidikan secara umum disegala jenjang pendidikan formal. Sesuai dengan judul penelitian penulis. tetapi secara garis besar ada dua faktor yaitu “Faktor-faktor pada pihak siswa dan Faktor-faktor diluar siswa” ( Winkel : ) Menurut Crow and Crow yang dikutip oleh Johny Killis ( 1988 : 26 ) Ada tiga factor . Pendidikan di sekolah merupakan kelanjutan dari pendidikan dalam keluarga. membuat perubahan-perubahan yang membangun. mengecam. khususnya pada waktu berhadapan muka. hal ini dapat dilihat dengan nyata. Tugas pokok SMP dan SMA adalah mendidik dalam arti luas. termasuk SMA sering dipermasalahkan. Memberikan bekal kemampuan yang diperlukan bagi siswa-siswa yang akan melanjutkan studinya ke Perguruan Tinggi.Permasalahan ini seringkali dikaitankan dengan adanya kecenderungan merosotnya minat belajar dan prestasi belajar yang dicapai siswa. Artinya memperkuat dasardasar dan pola-pola sikap anak yang positif dan mengubah dasar-dasar kepribadian dan pola-pola sikap anak yang negatip yang dipelajari dilua sekolah. Mendidik dalam arti luas yang merupakan tugas pokok sekolah adalah dalam rangka menciptakan kesempatan yang seluas-luas bagi siswa untuk mengembangkan dirinya seoptimal mungkin sesuai dengan potensi dan lingkungannya disamping memberikan latihan mengenai : akhlak. Sedangkan menurut Winkel (1983 : ) Pendidikan di sekolah diartikan : “Proses Kegiatan terencana dan terorganisir. ( Komunikasi orang tua dengan anak memegang peranan penting dalam membina hubungan keduanya. sesuai dengan fungsi SMA dalam rangka keseluruhan pendidikan. Orang tua yang kurang bisa berkomunikasi dengan anaknya akan menimbulkan kerenggangan atau konflik hubungan. Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siwa tentunya beraneka ragam. yaitu : 1. ( Depdikbud. menyayangi. berkembang. Pendidikan di sekolah merupakan intesifikasi dan modifikasi dasar-dasar Kepribadian dan pola-pola sikap anak yang dipelajarinya di rumah. maka si anak cenderung dapat tumbuh. Menjadikan para siswa untuk menjadi manusia Indonesia seutuhnya. dan kecerdasan seseorang. dan secara psikologis semakin sehat. Sedangkan fungsi pokok SMP dan SMA adalah dalam arti mengajar. Memberikan bekal kemampuan bagi siswa yang akan terjun ke dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikannya di SMA. maka dapat dijelaskan pula tentang tujuan institusional SMA sebagai lembaga pendidikan formal tingkat atas. khususnya pada tahun ajaran baru. Disepanjang tahun. dan lain sebagainya. yang terdiri atas kegiatan mengajar dan belajar”. sebagai warga negara yang Pancasila 2.berhubungan dengan orang lain.

Berikan bantuan jika diminta dan usahakan bantuan seminimal mungkin. jangan sampai anak tergantung kepada kita dalam mengerjakan tugasnya. bahkan untuk bergumul dengan kegagalan maupun keberhasilan. Karena hasil belajar yang baik dipengaruhi oleh minat dalam belajr. Faktor kebutuhan dari dalam Kebutuhan ini dapat berupa kebutuhan yang berhubungan dengan jasmani dan kejiwaan. Tetapi prinsipnya. Kalau pada masa SD. maka keduanya menjadi perlu untuk dibahas dan diteliti. Orang tua perlu membantu jika anak meminta bantuan. ketika anak masuk ke SMP. Faktor motif sosial Timbulnya minat dalam diri seseorang dapat didorong oleh motif sosial yaitu kebutuhan untuk mendapatkan pengakuan. tetapi bagaimana anak mengajari Anda. Jika pola yang diterapkan pada usia SD tetap diteruskan. orang tua harus lebih banyak memberikan kebebasan pada anak untuk belajar secara mandiri. 2). 3. Beberapa kiat yang dapat diterapkan pada masa ini antara lain sebagai berikut. perhatian orang tua. baik yang didalam maupun yang ada diluar ( 1993 : 114 ) Masa Remaja Pada masa remaja. dan status sosial. Bantuan tidak harus langsung untuk memecahkan masalah. 1). kemudian individu mengadakan interaksi dengan lingkungan yang menimbulkan dorongan sosial dan dorongan emosional. 2. pada masa remaja hal ini justru dapat menimbulkan penolakan yang luar biasa. 1. Berikan bantuan seperlunya saja.yang menimbulkan minat yaitu : Faktor yang ditimbulkan dari dalam diri sendiri. apalagi sampai menanyakan apa yang dilakukan anaknya kepada teman-temannya atau gurugurunya. orang tua perlu sangat hati-hati pada masa remaja ini sehingga dapat terus menjadi penolong bagi anaknya. Pada masa ini.Jangan sepelekan masalah emosi. kita hanya perlu memberi rangsangan agar dia dapat memecahkan masalahnya sendiri. dorongan sosial dan dorongan emosional. penghargaan dari lingkungan dimana ia berada 3). Hal ini dikemukakan oleh Dakir : Perhatian adalah keaktifan peningkatan kesadaran seluruh fungsi jiwa yang dikerahkan dalam pemusatannya kepada barang sesuatu. Faktor emosional Faktor yang merupakan ukuran intensitas seseorang dalam menaruh perhatian terdapat suatu kegiatan / objek tertentu ( 1980 : 12 ) Jadi berdasarkan dua pendaat diatas faktor yang meimbulkan minat. Timbulnya minat untuk belajar pada individu berasal dari dalam diri individu. Anak yang memasuki masa remaja umumnya merasa sangat risih jika orang tua terlalu banyak ikut campur. dan dibimbing. anak sangat butuh dikontrol. faktor motif sosial dan faktor emosional yang ketiganya mendorong timbulnya minat. Menurunnya prestasi . dorongaan dari diri individu. kesehatan. juga adanya pengaruh perhatian orang tua. cara orang tua untuk membimbing anaknya akan berubah 180 derajat.Jangan terlalu banyak menanyakan tugas anak. Untuk itu. hasilnya justru lebih sering kurang efektif atau bahkan akan gagal total. Faktof-faktor yang meimbulkan minat dapat digolongkan sebagai berikut . dalam hal ini minat untuk belajar ada tiga yaitu . Pendapat tersebut sejalan yang dikemukakan Sudarsono. Berikan rangsangan supaya bukan selalu Anda yang mengajari anak. ditanya. Kadang-kadang.

Misalnya. (4) karena perubahan minat dan pola perilaku maka terjadi pula perubahan nilai. anak dapat meningkat karena ia merasa sebagian beban hidupnya sudah dipikul bersama kedua orang tuanya. peubahan fisik yang cepat membawa konsekuensi terjadinya perubahan sikap dan perilaku yang juga cepat. Karakteristik Masa Remaja Sebagai periode yang paling penting. masa remaja ini memiliki karakterisitik yang khas jika dibanding dengan periode-periode perkembangan lainnya. atau konflik di antara kelompok mereka. . Masa remaja adalah periode perubahan Perubahan yang terjadi pada periode ini berlangsung secara cepat.Hargai minat dan bakat anak. kemungkinan untuk berprestasi jauh lebih besar dibandingkan jika dia memilih jurusan yang hanya sekadar memenuhi keinginan hati orang tua. Jika anak lebih berminat pada matematika dan tidak memunyai bakat dalam pelajaran bahasa. Orang tua perlu mendampingi anak sebagai pendengar yang baik dan mencoba untuk memahami pergumulan mereka di luar lingkup kegiatan belajar di sekolah. periode ini pun memiliki dampak penting terhadap perkembangan fisik dan psikologis individu. 4. (3) perubahan tubuh. Anak yang memilih jurusan yang bukan pilihannya sendiri cenderung bermasalah karena hatinya memberontak dan tidak puas. (1) peningkatan emosionalitas. minat dan peran yang dituntut oleh lingkungan yang menimbulkan masalah baru. nilai-nilai dan minta yang baru. Jika anak memilih jurusan sesuai minatnya. dan (5) kebanyakan remaja merasa ambivalent terhadap perubahan yang terjadi. Anak remaja banyak diganggu oleh masalah emosi dalam pergaulan. Selain itu.belajar tidak selalu karena kemampuan intelektual yang kurang atau karena kemalasan. kesehatan. Anak tidak harus selalu mendapat nilai bagus dalam semua bidang. Arahkan anak untuk memilih jurusan yang sesuai dengan bakatnya dan menghargai minatnya itu. 3 c. b. dimana terjadi perkembangan fisik dan psikologis yang cepat dan penting. namun pada kebalikannya jika individu mencoba untuk berperilaku seperti orang dewasa sering dikatakan bahwa mereka berperilaku terlalu dewasa untuk usianya. (2) perubahan cepat yang menyertai kematangan seksual. seringkali seseorang merasa bingung dan tidak jelas mengani peran yang dituntut oleh lingkungan. Adapun rinciannya adalah sebagai berikut : a. Masa remaja adalah periode yang penting Periode ini dianggap sebagai masa penting karena memiliki dampak langsung dan dampak jangka panjang dari apa yang terjadi pada masa ini. Selama peralihan dalam periode ini. Kondisi inilah yang menuntut individu untuk bisa menyesuaikan diri secara mental dan melihat pentingnya menetapkan suatu sikap. Terdapat lima karakteristik perubahan yang khas dalam periode ini yaitu. kita harus memberikan peluang kepada anak untuk lebih menekuni matematika dan rela hati menerima nilai bahasa yang tidak setinggi nilai matematika. Masa remaja adalah masa peralihan Periode ini menuntut seorang anak untuk meninggalkan sifat-sifat kekanakkanakannya dan harus mempelajari pola-pola perilaku dan sikap-sikap baru untuk menggantikan dan meninggalkan pola-pola perilaku sebelumnya. pada saat individu menampilkan perilaku anak-anak maka mereka akan diminta untuk berperilaku sesuai dengan usianya. Kadang-kadang tanpa menyinggung masalah nilai prestasi.

berbicara dan berperilaku sebisa mungkin sama dengan kelompoknya. Hal ini membuat para remaja itu sendiri merasa takut untuk menjalankan perannya dan enggan meminta bantuan orang tua atau pun guru untuk memecahkan masalahnya. g. mereka memandang dirinya dan orang lain sebagaimana mereka inginkan dan bukannya sebagai dia sendiri. apa yang diminati teman sebayanya. f. mereka merasa cemas dengan stereotype remaja dan menciptakan impresi bahwa mereka mendekati dewasa. lingkungan tempat tinggal mereka. membaca. Misalnya : permainan dan olah raga. h. e. Minat-minat pada Masa Remaja Pada masa remaja terdapat minat-minat pada bidang kegiatan tertentu yang sangat beragam. Masa remaja adalah masa yang tidak realistis Remaja memiliki kecenderungan untuk melihat hidup secara kurang realistis. Salah satu cara remaja untuk meyakinkan dirinya yaitu dengan menggunakan simbol status. radio. seperti mobil. kesempatan yang dimiliki untuk mengembangkan minat. Mereka mencoba mencari identitas diri dengan berpakaian. Secara umum minat-minat remaja ini dapat dikategorikan menjadi : 1) Minat Rekreasi Pada masa ini sudah muncul minat rekresi seperti halnya orang dewasa. hobi. Semakin tidak realistis aspirasi mereka maka akan semakin marah dan kecewa apabila aspirasi tersebut tidak dapat mereka capai. sehingga mereka mulai untuk memperhatikan perilaku atau simbol yang berhubungan dengan status orang dewasa seperti merokok. minat keluarganya dan beberapa faktor lainnya. aspiriasi yang tidak realitis ini tidak sekedar untuk dirinya sendiri namun bagi keluarga. Hal ini terutama terlihat pada aspirasinya. minum. pada saat anak-anak paling tidak sebagian masalah diselesaikan oleh orang tua atau guru.d. sedangkan sekarang individu dituntut untuk bisa menyelesaikan masalahnya sendiri. santai. status dalam kelompok sosial. traveling. teman. konformitas terhadap kelompok sebaya memiliki peran penting bagi remaja. sehingga menimbulkan kegagalan-kegagalan dalam menyelesaikan persoalan tersebut. Kedua. film. 2) Minat Sosial . Masa remaja adalah usia bermasalah Pada periode ini membawa masalah yang sulit untuk ditangani baik bagi anak laki-laki maupun perempuan. Hal ini disebabkan oleh dua lasan yaitu : pertama. televisi dan melamun. Masa remaja adalah ambang dari masa dewasa Pada saat remaja mendekati masa dimana mereka dianggap dewasa secara hukum. menggunakan obat-obatan bahkan melakukan hubungan seksual. Mereka merasa bahwa berpakaian dan berperilaku seperti orang dewasa sringkali tidak cukup. kecerdasan. menari. Masa remaja adalah usia yang ditakutkan Masa remaja ini seringkali ditakuti oleh individu itu sendiri dan lingkungan. karena mereka dituntut untuk mandiri maka seringkali menolak untuk dibantu oleh orang tua atau guru. Masa remaja adalah masa pencarian identitas diri Pada periode ini. Hal ini tergantung pada jenis kelamin. Gambaran-gambaran negatif yang ada dibenak masyarakat mengenai perilaku remaja mempengaruhi cara mereka berinteraksi dengan remaja. pakaian dan benda-benda lainnya yang dapat dilihat oleh orang lain. kemampuan bawaan. Banyaknya hegiatan dan tuntutan baik di sekolah maupun dirumah dirasakan penting memiliki sarana rekreasi bagi remaja.

Relevansi atau nilai praktis dari bermacam-macam pelajaran. 5) Minat terhadap pekerjaan Pada masa ini anak laki-laki maupun perempuan mulai untuk memikirkan secara lebih serius tentang masa depan mereka. 3) Minat Pribadi Minat pada dirinya sendiri merupakan minat terkuat pada masa remaja. makanan di kantin dan mekanisme belajar di sekolah. f. yang menunjukkan kesuksesan atau kegagalan remaja secara akademis. Mereka kritis terhadap guru dan cara mereka mengajar. c. Tingkatan. Derajat penerimaan sosial oleh teman sekelasnya. Sikap teman sebaya – apakah mereka berorientasi untuk melanjutkan kuliah atau berorientasi kerja. remaja yang superior dinilai memiliki prestasi oleh kelompoknya. 4) Minat terhadap Pendidikan Pada remaja awal biasanya memberikan kritik atas sekolah secara umum dan mengenai larangan. 6) Minat religious Para remaja sekarang ini tertarik pada agama dan merasa bahwa hal tersebut memiliki peran yang penting dalam kehidupan mereka. kemandirian. dan remaja memiliki status yang mendekati dewasa. dan uang yang merupakan simbol status. kebijakan-kebijakan akademik dan disiplin. d. Faktor-faktor yang mempengaruhi sikap remaja terhadap pendidikan Menurut Hurlock (1980). pakaian. Pada remaja akhir sikap terhadap pendidikan lebih banyak dipengaruhi oleh minat pekerjaannya. Remaja yang orang tuanya memiliki aspirasi yang tidak realistis terhadap prestasi . 7) Minat dalam simbol status Pada masa remaja simbol status memiliki empat fungsi penting yaitu : mengatakan pada orang lain bahwa mereka memiliki status sosioekonomi yang lebih tinggi dari yang lain. yaitu : a. menarik dan memiliki gengsi yang tinggi.Perkembangan minat sosial tergantung pada kesempatan yang dimiliki remaja untuk mengembangkan minta ini dan sebagian tergantung seberapa populer dia di dalam kelompok sebayanya. pegawai administrasi. Anak laki-laki lebih perhatian terhadap pekerjaan di masa depan dibanding anak perempuan. PR. Sukses dalam kegiatan ekstrakurikuler g. Sikap orang tua – apakah orang tua menialai bahwa sekolah merupakan sarana peningkatan status sosialnya atau hanya sekedar tuntutan untuk menyekolahkan saja. kursus yang dibutuhkan. terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi sikap remaja terhadap pendidikan. b. hal ini disebabkan karena mereka menyedari bahwa penerimaan dari sosial dipengaruhi oleh penampilan umum mereka. misalnya : penampilan. prestasi. Sikap terhadap guru. remaja diterima oleh kelompoknya karena kesamanan tampilan dan tindakan. sedangkan anak perempuan lebih memilih pekerjaan yang lebih aman dan tidak menyita waktu. e. Tipe-tipe remaja yang memiliki sedikit minat dalam pendidikan 1. Anak laki-laki lebih menginginkan pekerjaan yang mewah.

olah raga dan sosial sehingga memaksa anak-anaknya untuk meraih target yang ditentukan mereka. l. c.1 . g. dll) Kesimpulan Masa remaja sebagai periode perkembangan yang paling penting bagi individu pada kenyataannya merupakan suatu periode yang sarat dengan perubahan dan rentan munculnya masalah. h. mengingat masa ini merupakan masa yang paling menentukan. orang tua. dapat berkonsultasi dengan ahli (misal : psikolog. j. Meskipun demikian adanya pemahaman yang baik serta penanganan yang tepat terhadap remaja merupakan faktor penting bagi keberhasilan remaja di kehidupan selanjutnya. sehat dan bahagia. Selain itu perlu adanya kerjasama dari remaja itu sendiri. Mengembangkan empati dalam bergaul. Apabila perlu. Jangan malu bertanya dan jangan takut salah. sehingga seringkali diharapkan untuk bisa melakukan tugas-tugas akademis melebihi dari kemampuannya. Berpikir sebelum mengambil suatu keputusan. baik berupa kelebihan dan kekurangan karena semakin remaja mengenai dirinya akan semakin terarah tindakannya. Tentukan tujuan dan target yang akan dicapai. 3. b. Bicaralah pada orang tua jika ada permasalahan yang sulit. guru dan pihak-pihak lain yang terkait agar perkembangan remaja di bidang pendidikan dan bidang-bidang lainnya dapat dilalui secara terarah. e. Remaja yang kurang diterima oleh teman sekelas dan mereka yang merasa kehilangan kesenangan seperti teman-temannya dalam kegiatan ekstrakulikuler. NAMA. orang tua dan teman. LARAS WATI KELAS : XI. sehingga pengerahan sumber daya yang dimiliki akan lebih tepat. Remaja yang matang lebih awal dan merasa lebih mencolok dibandingkan teman sekelasnya. Hormat kepada guru. konselor pendidikan.akademis. Hati-hati memilih teman dan lingkungan pergaulan. 2. f. karena tidak semua masalah bisa ditangani sendiri. Openminded dan jangan sombong. Kiat-kiat sukses dalam pendidikan untuk remaja a. i. Berusaha dan berdo’a k. d. Kenali diri. Tekun dan jangan cepat menyerah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful