BAB I PENDAHULUAN

Di Indonesia pendidikan bahasa secara resmi telah dimulai sejak Sekolah Dasar hingga di bangku universitas. Begitu kompleksnya pendidikan bahasa, tidak menjamin seluruh siswa memahami dan betul-betul menerapkan tata cara kebahasaan yang benar. Seperti dalam pembacaan maupun penulisan kata dan kalimat. Banyak ditemukan kesalahan penggunaan tanda baca, tata penulisan huruf kapital, bahkan kesalahan huruf dalam suatu kata. Ironisnya semua itu dilakukan oleh siswa-siswa terdidik. Menghargai, menghayati, mempelajari, dan menerapkan bahasa Indonesia ilmiah yang baik dan benar sangat penting, sebab bahasa adalah identitas dari bangsa kita, bangsa Indonesia dan harus kita pertahankan demi terciptanya kesatuan negara kita tercinta. Untuk itu, dalam makalah ini akan dibahas berbagai macam aturan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) meliputi penggunaan huruf kapital, tanda-tanda baca, sampai penggunaan kata serapan dari bahasa asing yang diadopsi dan diadaptasikan ke bahasa Indonesia.

1

BAB II PEMBAHASAN

2.1

Berbagai Aturan Penulisan

A. Huruf kapital : Huruf besar yang digunakan pada awal kalimat atau pada kata-kata tertentu.

Huruf kapital atau huruf besar sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat, huruf pertama petikan langsung, nama Tuhan, nama gelar, nama jabatan dan pangkat, contoh · Dia mengantuk · Kita harus bekerja keras · Adik bertanya, “Kapan kita pulang?” · Bapak menasihati, “Berhati-hatilah, Nak!” · Yang Maha Pengasih · Presiden Soekarno (jika jabatan diikuti nama orang) · Ia Gubernur DKI Jakarta

· Bapak Menteri Hari Sabarno Tetapi perhatikan juga penulisan berikut · ”Siapakah gubernur yang baru saja dilantik itu?” · Brigadir Jendral Sugiarto baru dilantik menjadi mayor jendral. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama orang, nama bangsa, suku bangsa, bahasa, tahun, bulan, hari, hari raya, dan peristiwa sejarah. Contoh : · Dewi Mayasari · suku Sasak · bangsa Indonesia Tetapi perhatikan juga penulisan berikut! · mengindonesiakan kata asing · keinggris-inggrisan.
2

sapaan. dan ketatanegaraan. Tetapi perhatikan juga penulisan berikut! · Berlayar ke teluk. · Pada hari minggu ku turut ayah ke kota. = Doktor · dr.Sos. kecuali konjungsi. · Bandung Lautan Api · Proklamasi Kemerdekaan · hari Minggu · Idul Fitri. serta nama dokumen resmi. pangkat. lembaga pemerintahan.Huruf kapital tidak dipakai untuk kata „bangsa‟. · Departemen Pendidikan Nasional · Badan Kesejahteraan Ibu dan Anak · Menurut undang-undang dasar kita · Menjadi sebuah republic Huruf kapital dipakai dalam singkatan nama gelar. negara. Tetapi perhatikan juga penulisan berikut! · memproklamasikan kemerdekaan Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama geografi. Contoh : · Dr. ‟suku‟. dan judul karya ilmiah (bukan judul buku). Contoh : · Asia Tenggara · Jazirah Arab · Selat Sunda · Kota Bogor. = Dokter · Sdr. badan. hubungan kekerabatan yang dipakai sebagai kata ganti atau sapaan.dan „bahasa‟ yang mengawali sebuah nama. = Sarjana Sosial 3 . = Saudara · S.

Contoh : Ibu percaya bahwa engkau tahu. ke tengah. di. · Semua kakak dan adik saya sudah berkeluarga. · Kita harus menghormati bapak dan ibu kita. maka huruf kapital hanya diberikan di huruf pertama setiap kata. Penulisan Kata a. · PENELITIAN BAWANG GORENG Catatan: Jika judul karya ilmiah itu memiliki kata konjungsi (kata penghubung).· Kapan Bapak berangkat? · Surat Saudara sudah saya terima. Catatan: Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata kekerabatan yang tidak dipakai sebagai kata ganti atau sapaan. Kata Dasar ( Ke. dari ) Penulisan preposisi ini ditulis terpisah. Huruf Miring : huruf yang letaknya miring. 4 . sementara huruf pertama kata konjungsi tetap menggunakan huruf kecil. Contoh : ◦ ◦ ◦ ◦ Penelitian Tentang Gempa Aceh dan Yogyakarta. dari Surabaya. Perkecualian untuk hal ini adalah · Kepada · Keluar · Kemari · Daripada Kata dasar : ditulis sebagai satu kesatuan dimana kata tersebut tidak di tambahkan imbuhan. C. Contoh : di dalam. penunjuk hubungan B. Mereka pinjam atau beli ? Mahasiswa sedang melakukan observasi Ayah memesan tiga ratus telur ayam. tetapi tidak menyerupai tulisan tangan seperti pada kursif.

Gabungan kata. Kata Ulang : Kata yang terjadi akibat proses pengulangan. Contoh: 1. Contoh: duta besar. Kata turunan : Kata yang terdiri atas imbuhan (awalan. c. orang tua. unsur gabungan ditulis serangkai. garis bawahi ◦ Jika kata dasar berbentuk gabungan kata mendapat awalan dan akhiran sekaligus. ditulis terpisah. -ku. Lihat bagian Gabungan kata yang ditulis serangkai. sepak bola. ◦ ◦ Jika salah satu unsur gabungan hanya dipakai dalam kombinasi. Contoh: alat pandang-dengar. Contoh : Bentuk ulang ditulis secara lengkap dengan menggunakan tanda hubung. -mu. dikelola ◦ Jika kata dasar berbentuk gabungan kata. Jika kata dasar huruf awalnya adalah huruf kapital. akhiran) ditulis serangkai dengan kata dasar. ku-. anak-istri saya. baik yang berarti tunggal (lumba-lumba. Contoh: bertepuk tangan. awalan atau akhiran ditulis serangkai dengan kata yang langsung mengikuti atau mendahuluinya. dilipatgandakan. sayur-mayur). yang mungkin menimbulkan kesalahan pengertian. Gabungan kata atau kata majemuk 1. Tanda hubung boleh digunakan untuk memperjelas. termasuk istilah khusus. Contoh: menggarisbawahi. Kata ganti (kau-. gabungan kata ditulis serangkai. Gabungan kata. 3. 2. mancanegara.Andi sedang potong rumput Kemarin Danu buang sebuah gambar b. Tanda hubung boleh digunakan untuk memperjelas. termasuk istilah khusus. sisipan. Contoh: non- Indonesia. Beberapa gabungan kata yang sudah lazim dapat ditulis serangkai. dapat ditulis dengan tanda hubung untuk menegaskan pertalian. Bergeletar. Contoh: 5 . buku-buku) maupun yang berbentuk berubah beraturan (centang-perenang. d. -nya) : Kata yang ditulis secara serangkai. diselipkan tanda hubung. kupu-kupu) jamak (anak-anak. Contoh: adipati. e. ibu kota.

“demi”. Contoh : Ditulis terpisah : di dalam.kumiliki miliknya bukumu kauambil f. dari Surabaya. Partikel per. c. dll. Contoh : bacalah. Kata depan atau preposisi (di [1]. d. Kata Sandang terbagi atas dua. kecuali yang lazim dianggap padu seperti adapun. Partikel ( -lah. kemari. Partikel -lah. Singkatan : bentuk yang dipendekkan yang terdiri dari satu huruf atau lebih. dll. siapakah. Contoh : per 1 April. dan “tiap” ditulis terpisah. 1. -pun ) : merupakan kata penghubung pada akhir kata. o). Contoh : 1. Ini yang perlu diperhatikan dalam segi pengucapannya. satu kali pun. dsb) sedangkan “an” mutlak dipakai di depan kata yang dimulai dengan huruf hidup alias vokal (a. Penggunaannya. Kata sandang tak tentu kata sandang “a” dipakai di depan kata yang dimulai dengan huruf konsonan (b. h. Singkatan nama orang. maupun yang sudah lazim dapat di gabung. 2. bila kata “the” berada di depan kata berhuruf mati maka harus dibaca (de) dan jika berada di depan kata berhuruf hidup harus dibaca (di). i. jabatan. yaitu : Disebut indefinite article (indefinit a:tikl) dengan anggota : “a” dan “an”. ke. apakah. -kah.yang berarti “mulai”. Sudah lazim g. keluar. bagaimanapun. u. dan -tah ditulis serangkai. 3. Kata sandang tentu Disebut definite article (definit a:tikl) dengan anggota tunggal kata “the” yang artinya :”itu”. : kepada. sapaan. Contoh : apa pun. per helai. i. ke tengah. Partikel -pun ditulis terpisah. dari) : Merupakan kata penghubung yang ditulis terpisah. gelar. e. atau pangkat diikuti dengan tanda titik. 6 . daripada.

Contoh : ◦ ◦ ◦ ◦ Tujuh belas orang terkorban dalam kemalangan itu. Singkatan nama resmi lembaga pemerintahan dan ketatanegaraan. j. susunan ayat diubah sehingga bilangan yang tidak dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata tidak terdapat lagi pada awal ayat. ataupun huruf dan suku kata dari deret kata yang diperlakukan sebagai kata. timbangan. Akronim nama diri yang berupa gabungan suku kata atau gabungan huruf dan suku kata dari deret kata ditulis dengan huruf awal kapital. Contoh : ◦ ◦ Lima belas orang terkorban dalam kemalangan itu. suku kata. Akronim : singkatan yang berupa gabungan huruf awal. serta nama dokumen resmi yang terdiri atas huruf awal kata ditulis dengan huruf kapital tanpa tanda titik. Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf awal dari deret kata ditulis seluruhnya dengan huruf kapital. Bukan : 250 orang tamu diundang oleh Pak Sako Benar : Dua ratus lima puluh orang tamu diundang oleh Pak Sako 7 . takaran. Tetapi. singkatan satuan ukur. dan mata uang asing tidak diikuti tanda titik. 2.2. Lambang kimia. Penulisan angka dan lambang bilangan Lambang bilangan yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata ditulis dengan huruf kecuali jika beberapa lambang bilangan digunakan secara berurutan seperti dalam pemerincian dan pemaparan. 4. Jika perlu. suku kata. Ayah memesan tiga ratus telur ayam. Akronim yang bukan nama diri yang berupa gabungan huruf. 3. singkatan umum yang terdiri hanya dari dua huruf diberi tanda titik setelah masing-masing huruf. badan/organisasi. ataupun huruf dan suku kata dari deret kata ditulis seluruhnya dengan huruf kecil. 3. Contoh : 1. Singkatan umum yang terdiri dari tiga huruf atau lebih diikuti satu tanda titik. Pak Sako mengundang 250 orang tetamu. Lambang bilangan pada awal ayat ditulis dengan huruf.

Active menjadi aktif Alternative menjadi alternatif Kreative menjadi kreatif 2. Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan Contoh : Saya suka makan nasi. Sebuah kalimat diakhiri dengan titik. Tanda Titik (.Contoh : 380 ribu juta Penulisan lambang bilangan yang mendapat akhiran -an ditulis seperti berikut. Tanda titik dipakai pada akhir singkatan nama orang.2 Penulisan Unsur Serapan Bahasa Indonesia adalah bahasa yang terbuka. Apabila dilanjutkan dengan kalimat baru. Tanda titik dipakai pada akhir singkatan gelar. Maksudnya ialah bahwa bahasa ini banyak menyerap kata-kata dari bahasa lainnya. Contoh : Anthony Tumiwa 3. contoh: • • Irwan S.Angka yang menunjukkan bilangan yang besar dapat dieja sebahagian supaya lebih mudah dibaca. harus diberi jarak satu ketukan. Bush Tetapi apabila nama itu ditulis lengkap. pangkat. Cara ini dilakukan dalam penulisan karya ilmiah. tanda titik tidak dipergunakan. Gatot George W. jabatan.Contoh : ◦ ◦ tahun 50-an atau tahun lima puluhan wang 5000-an atau wang lima ribuan 2.) 1. dan sapaan.3 Pemakaian Tanda Baca dalam Kalimat A. 2. Contoh: 8 .

10. Penyiapan Ulangan Umum. Jika berupa angka. dan disertasi.1 6. (tanggal) Dalam karya ilmiah seperti skripsi. Contoh: • • dll. dan detik yang menunjukkan waktu. 5. Peraturan. contoh: ◦ ◦ I. jutaan. Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam. (Doktor) Ny. (dan lain-lain) tgl.2. Tanda titik dipakai pada singkatan kata atau ungkapan yang sudah sangat umum. Nomor Giro 033983 telah saya kasih kepada Michael. Contoh: • • 1. dianjurkan tidak mempergunakan singkatan. laporan. A. Tanda titik dibelakang huruf dalam suatu bagian ikhtisar atau daftar.• • Dr. maka urutan angka itu dapat disusun sebagai berikut dan tanda titik tidak dipakai pada akhir sistem desimal. dan seterusnya yang tidak menunjukkan jumlah. (Nyonya) 4. Contoh : Pukul 7.1 1. contoh: • • Nama Ivan terdapat pada halaman 1210 dan dicetak tebal. makalah. menit. Pada singkatan yang terdiri atas tiga huruf atau lebih hanya dipakai satu tanda titik.12 (pukul 7 lewat 10 menit 12 detik) 7. 9 . tesis. Tanda titik tidak dipakai untuk memisahkan angka ribuan.

Tanda koma dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu pemerincian atau pembilangan. satuan ukuran. atau nama dan alamat penerima surat. Tanda titik tidak dipakai pada akhir judul yang merupakan kepala karangan. 3 Mei 1997 Yth. takaran. contoh: • • • 52 cm l (liter) Rp 350. lembagalembaga nasional di dalam akronomi yang sudah diterima oleh masyarakat.Sdr. contoh: • Sistem Acara 11. Tanda titik tidak dipakai di belakang alamat pengirim dan tanggal surat. Tanda titik tidak dipakai dalam singkatan yang terdiri dari huruf-huruf awal kata atau suku kata. atau kepala ilustrasi. atau gabungan keduanya. 10 . dan mata uang. Contoh : • • Jalan Kebayoran 32 Jakarta.8. timbangan. Tanda titik tidak dipakai dalam singkatan lambang kimia. Tanda Koma (. tabel dan sebagainya.Ivan Jalan Istana 30 Surabaya B.) 1.00 10. yang terdapat di dalam nama badan pemerintah. contoh: • • UUD : (Undang-Undang Dasar) SMA : (Sekolah Menengah Atas) 9.

Tanda koma dipakai di antara (i) nama dan tanggal. Tanda koma dipakai di belakang kata atau ungkapan penghubung antara kalimat yang terdapat pada awal kalimat. ia lupa akan janjinya. kamu harus datang. Tanda koma dipakai di belakang kata-kata seperti o. yang didahului oleh kata seperti. (ii) bagian-bagian kalimat. ya. yang terdapat pada awal kalimat. kasihan. jadi. Termasuk di dalamnya oleh karena itu. dan melainkan. dan (iv) nama tempat dan wilayah atau negeri yang ditulis berurutan. Contoh : Oleh karena itu. Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat apabila anak kalimat tersebut mengiringi induk kalimat. saya tidak akan datang. 11 . contoh: • • Kalau hari hujan. 3. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara yang berikutnya. wah. 7. Contoh penggunaan yang salah: Saya membeli udang. 6. Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat apabila anak kalimat tersebut mendahului induk kalimatnya. Contoh : Saya tidak akan datang kalau hari hujan. tetapi. “Saya sedih sekali”. celana. Karena sibuk. 5. Contoh : Kata adik. meskipun begitu. Tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat. begitu. dan topi. kepiting dan ikan. aduh. contoh: Saya bergabung dengan Wikipedia. Contoh : O. 2. tetapi tidak aktif. akan tetapi. lagi pula. (iii) tempat dan tanggal. 4.Contoh : Saya menjual baju.

(Bandung: UP Indonesia. 18 Juni 1984 Medan.contoh: • • Medan. Contoh : I. kita memerlukan sikap yang bersungguhsungguh. Contoh: dalam pembinaan dan pengembangan bahasa. 8. Cara Penggunaan Wikipedia. atau marga.S. 9. 1990). Indonesia.5 m Rp 10. Contoh : Rinto Jiang. Borgx. 10. 22. pandai sekali. Contoh : pengurus Wikipedia favorit saya. 14. keluarga. Contoh: Lanin. Ivan. 13. Tanda koma dipakai untuk menghindari salah baca di belakang keterangan yang terdapat pada awal kalimat. Jakarta: PT Wikipedia Indonesia. Tanda koma dipakai untuk mengapit keterangan tambahan yang sifatnya tidak membatasi. 11. Tanda koma dipakai untuk menceraikan bagian nama yang dibalik susunannya dalam daftar pustaka. Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain yang mengiringinya dalam kalimat jika petikan langsung itu berakhir dengan tanda tanya / tanda seru. Bandingkan dengan: Kita memerlukan sikap yang bersungguh-sungguh dalam pembinaan dan pengembangan bahasa. Tanda koma dipakai di antara bagian-bagian dalam catatan kaki.E. hlm. Tanda koma dipakai di antara nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya untuk membedakannya dari singkatan nama diri. Jilid 5 dan 6.50 12. Gatot. Contoh : • • 33. 12 . Bahasa Indonesia untuk Wikipedia. 1999. Tanda koma dipakai di muka angka persepuluhan atau di antara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka.

contoh: “Di mana Rex tinggal?” tanya Stepheen. C. adik menghafalkan nama-nama pahlawan nasional. Fakultas itu mempunyai dua jurusan: Ekonomi Umum dan Ekonomi Perusahaan. Tanda titik koma dapat dipakai untuk memisahkan kalimat yang setara di dalam suatu kalimat majemuk sebagai pengganti kata penghubung. Contoh : Ketua Wakil Ketua Sekretaris Wakil Sekretaris Bendahara : Borgx : Hayabuse : Ivan Lanin : Irwan Gatot : Rinto Jiang Wakil bendahara : Rex 3. D. Contoh : • • yang kita perlukan. Tanda titik dua dipakai sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian. Tanda Titik Dua (:) 1. Contoh : Borgx Rex : “Jangan lupa perbaiki halaman bantuan Wikipedia!” : “Siap. Tanda Titik Koma (. kami belum selesai juga. 2. dan lemari. Tanda titik dua dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap bila diikuti rangkaian atau pemerian. ibu sibuk bekerja di dapur. 2. Contoh : Ayah mengurus tanamannya di kebun. Tanda titik dua dipakai dalam teks drama kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan. Boss!” 13 . Contoh : malam makin larut. sekarang ialah barang-barang yang berikut: kursi. meja.) 1. saya sendiri asyik mendengarkan siaran pilihan pendengar. Tanda titik koma dapat dipakai untuk memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenis dan setara.

Tanda hubung menyambung suku-suku kata dasar yang terpisah oleh pergantian baris. Tanda Hubung (-) 1. I (1971). Contoh : (i) Tempo. 14 . Suku kata yang terdiri atas satu huruf tidak dipenggal supaya jangan terdapat satu huruf saja pada ujung baris. Tanda titik dua dipakai (i) di antara jilid atau nomor dan halaman. atau (iii) di antara judul dan anak judul suatu karangan. Contoh : ….4. (ii) di antara bab dan ayat dalam kitab-kitab suci. atau akhiran dengan bagian kata di depannya ada pergantian baris.dia beli ba-ru juga. Tanda titik dua tidak dipakai kalau rangkaian atau pemerian itu merupakan pelengkap yang mengakhiri pernyataan. dan lemari. Contoh : Kita memerlukan kursi. Tanda hubung menyambung awalan dengan bagian kata dan belakangnya. Contoh: ………mengharga-i pendapat. cara baru mengukur panas Akhiran -i tidak dipenggal supaya jangan terdapat satu huruf saja pada pangkal baris. 34:7 (ii) Surah Yasin:9 (iii) Karangan Ali Hakim. Contoh : …. E. 5. Pendidikan Seumur Hidup: Sebuah Studi sudah terbit. meja. masalah itu akan diproses. 2. Contoh : ….

• • • • Tanda hubung dapat dipakai untuk memperjelas hubungan bagian-bagian ungkapan. 4.dengan angka. Tanda hubung menyambung huruf kata yang dieja satu-satu dan bagian-bagian tanggal. Istri-perwira yang ramah dengan istri perwira-yang ramah PN dengan di-PN-kan.3. Tanda hubung menyambung unsur-unsur kata ulang.dengan kata berikutnya yang dimulai dengan huruf kapital. dan tidak dipakai pada teks karangan. bandingkan: ber-evolusi dengan be-revolusi dua puluh lima-ribuan (20×5000) dengan dua-puluh-lima-ribuan (1×25000). 7. Contoh : • • • • • • • se-Indonesia hadiah ke-2 tahun 50-an ber-SMA KTP-nya nomor 11111 bom-V2 sinar-X. Contoh: 15 . Contoh : p-e-n-g-u-r-u-s 5. dan (d) singkatan huruf kapital dengan imbulan atau kata. Tanda hubung dipakai untuk merangkaikan unsur bahasa Indonesia dengan unsur bahasa asing. Contoh : anak-anak Tanda ulang singkatan (seperti pangkat 2) hanya digunakan pada tulisan cepat dan notula. 6. Tanda hubung dipakai untuk merangkaikan (a) se. (c) angka dengan -an. (b) ke.

Tanda elipsis menunjukkan bahwa dalam suatu petikan ada bagian yang dihilangkan.1921 Medan . Sebagai lambang matematika untuk pengurangan (tanda kurang). Misalnya : Kalau begitu … ya. Tanda pisah membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberikan penjelasan khusus di luar bangun kalimat. 2.Jakarta 10 . Contoh : Medan—Ibu kota Sumut—terletak di Sumatera 2. Tanda Pisah (—) 1. Tanda pisah menegaskan adanya posisi atau keterangan yang lain sehingga kalimat menjadi lebih tegas. 3. Misalnya : Sebab-sebab kemerosotan … akan diteliti lebih lanjut. Tanda pisah dipakai di antara dua bilangan atau tanggal yang berarti sampai dengan atau di antara dua nama kota yang berarti „ke‟. dan kini juga pembelahan atom—telah mengubah konsepsi kita tentang alam semesta. Dalam pengetikan karangan ilmiah. Contoh : Rangkaian penemuan ini—evolusi. marilah kita bergerak. tanda pisah dinyatakan dengan 2 tanda hubung tanpa jarak. Contoh : Wikipedia Indonesia—saya harapkan—akan menjadi Wikipedia terbesar. Contoh : • • • 1919 .• • di-charter pen-tackle-an 8.13 Desember 1999 Tanda Elipsis ( … ) 1. atau ‟sampai‟. Tanda elipsis menggambarkan kalimat yang terputus-putus. teori kenisbian. 16 .

Misalnya : Dalam tulisan.Catatan : Kalau bagian yang dihilangkan mengakhiri sebuah kalimat perlu dipakai empat titik. 3. atau yang menggambarkan kesungguhan. atau rasa emosi yang kuat. Misalnya : Sajak Tranggono yang berjudul “Ubud” (nama tempat yang terkenal di Bali) ditulis pada tahun 1962 Keterangan itu (lihat tabel 10) menunjukkan arus perkembangan baru dalam pasaran dalam negeri. Angka atau 17 . ketidakpercayaan. Tanda tanya dipakai di antara tanda kurung untuk menyatakan bagian kalimat yang disangsikan atau yang kurang dapat dibuktikan kebenarannya. Misalnya : la dilahirkan pada tahun 1683 (?). Tanda kurung mengapit keterangan atau penjelasan yang bukan bagian integral pokok pembicaraan. Tanda Seru (!) Tanda seru dipakai sesudah ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah. Tanda Tanya ( ? ) 1. 2.istrinya! Merdeka! Tanda Kurung ((…)) 1. Tanda tanya dipakai pada akhir kalimat tanya Misalnya : Kapan ia berangkat? Saudara tahu bukan? 2. tanda baca harus digunakan dengan hati-hati. Tanda kurung mengapit angka atau huruf yang memerinci satu seri keterangan. Uangnya sebanyak 10 juta rupiah (?) hilang. Tanda kurung mengapit tambahan keterangan atau penjelasan. Misalnya : Alangkah seramnya peristiwa itu! Bersihkan kamar ini sekarang juga! Masakan! Sampai hati juga ia meninggalkan anak. Misalnya : DIP (Daftar Isian Proyek) kantor itu sudah selesai. tiga untuk penghilangan teks dan satu untuk menandai akhir kalimat.

Misalnya : Faktor-faktor produksi menyangkut masalah berikut: (a) (b) (c) alam. Budi mendapat julukan “si Hitam”. 3. “Saya juga minta satu”. dan modal. Tanda petik mengapit istilah ilmiah yang masih kurang dikenal. dan (c) modal. Tanda petik digunakan untuk menyatakan suatu kalimat langsung atau kadang juga sebagai penegasan. atau kata yang mempunyai arti khusus. Contoh: pekerjaannya itu dilaksanakan dengan cara “coba dan ralat” saja Catatan: Perhatikan bagaimana menempatkan tanda petik penutup: Kata Tono. Budi mendapat julukan “si Hitam. Bukan: Karena warna kulitnya. Faktor-faktor produksi menyangkut masalah (a) alam. “Kita akan segera berangkat besok. Tanda petik mengapit judul syair. Tanda kurung siku mengapit keterangan dalam kalimat penjelas yang sudah bertanda kurung. kata. dan bab buku apabila digunakan dalam kalimat. Tanda itu jadi isyarat bahwa kesalahan itu memang terdapat di dalam naskah asal.huruf itu dapat juga diikuti oleh kurung tutup saja. Contoh: bacalah “Bola Lampu” dalam buku Dari Suatu Masa.” Bukan: Kata Tono.) L. Karena warna kulitnya. “saya juga minta satu. Contoh : kata Ketua.” 18 . Tanda Petik (”…”) 1. Misalnya : Sang Sapurba men[d] engar bunyi gemerisik. atau kelompok kata sebagai koreksi atau tambahan pada kalimat atau bagian kalimat yang ditulis orang lain. 2. Misalnya: (Perbedaan antara dua macam proses ini [lihat BabI] tidak dibicarakan.” 2. Dari Suatu Tempat. karangan. (b) tenaga kerja. Tanda Kurung Siku ([…]) 1. Tanda kurung siku mengapit huruf. tenaga kerja.

“Aku mendengar seseorang memanggil. menandakan kata tersebut diulang dua kali. atau penjelasan kata. Contoh : RT/RW. Contoh : • • Membuat / melakukan. Misalnya. Contoh: • • Buku-buku (bukan “buku2″) Saudara-saudara (bukan “saudara2″) N. Tanda Garis Miring (/) Biasa digunakan untuk menyatakan “atau”. biasanya untuk dua kata yang bersinonim.” ujar Ramon. Tanda Ulang (…2) Ditulis dengan menambahkan angka 2 (atau 2) di akhir kata yang seharusnya diulang. Tanda penyingkatan ini tidak resmi. Kata yang berulang harus ditulis penuh. Nori‟. ungkapan asing. Tanda petik tunggal juga digunakan untuk mengapit terjemahan. dalam hal ini tanda “/” tidak dibaca. Tanda Petik Tunggal (‟…‟) Tanda petik tunggal biasa digunakan untuk mengapit petikan yang terdapat dalam petikan lain. AC/DC Sebagai lambang matematika untuk pembagian (tanda bagi). (dibaca: membuat atau melakukan) Untuk dua hal yang hampir serupa bunyinya. 19 . „Nori. Kalau dalam linguistik.M. dari hutan itu. tanda petik itu disebutkan mengapit makna. seperti di bawah ini.

hari. huruf pertama petikan langsung. dan judul karya ilmiah (bukan judul buku). Kata Dasar b. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama geografi. Kata turunan : Kata yang terdiri atas imbuhan (awalan. suku bangsa. tetapi tidak menyerupai tulisan tangan seperti pada kursif. KESIMPULAN : Dari data yang kami peroleh. Contoh : Huruf kapital atau huruf besar sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat.  Huruf Miring : huruf yang letaknya miring. Huruf kapital dipakai dalam singkatan nama gelar. Dengan membaca makalah ini mudah-mudahan pembaca dapat mengetahui tentang Penggunaan EYD secara mendalam. pangkat. sapaan. Mereka pinjam atau beli ?  Penulisan Kata a. dan ketatanegaraan. dan peristiwa sejarah. akhiran) ditulis serangkai 20 . nama Tuhan. badan. lembaga pemerintahan. dapat kami simpulkan bahwa :  Huruf kapital : Huruf besar yang digunakan pada awal kalimat atau pada kata-kata tertentu. serta nama dokumen resmi. Contoh : ◦ ◦ Penelitian Tentang Gempa Aceh dan Yogyakarta. Pembahasan makalah ini bersifat karya tulis yang disusun berdasarkan kumpulan informasi yang kami dapatkan. kecuali konjungsi. bahasa. tahun. negara. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama orang. hari raya. sisipan. nama gelar.BAB III PENUTUP Dengan selesainya pembahasan dalam makalah ini mudah mudahan dapat bermanfaat bagi mahasiswa yang membacanya. nama jabatan dan pangkat. nama bangsa. Karena dalam susunan makalah ini membahas tentang “Penggunaan EYD dengan Baik dan Benar” yang dapat menambah wawasan baik bagi kami maupun bagi anda yang membacanya. hubungan kekerabatan yang dipakai sebagai kata ganti atau sapaan. bulan.

yaitu : Kata sandang tak tentu Kata sandang tentu h. ku-. dari) : Merupakan kata penghubung yang ditulis terpisah. Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf awal dari deret kata ditulis seluruhnya dengan huruf kapital. j. -pun ) : merupakan kata penghubung pada akhir kata. Kata depan atau preposisi (di [1].  Penulisan angka dan lambang bilangan Penulisan Unsur Serapan Bahasa Indonesia adalah bahasa yang terbuka. ke. Gabungan kata atau kata majemuk e. 21 . g. Partikel ( -lah. Maksudnya ialah bahwa bahasa ini banyak menyerap kata-kata dari bahasa lainnya. f. Kata Sandang terbagi atas dua. i. -nya) : Kata yang ditulis secara serangkai. maupun yang sudah lazim dapat di gabung. Singkatan : bentuk yang dipendekkan yang terdiri dari satu huruf atau lebih. Kata ganti (kau-. Kata Ulang : Kata yang terjadi akibat proses pengulangan. d. 1. -ku.c. -mu.

co.org 22 .DAFTAR PUSTAKA http://www.google.id http://id.wikipedia.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful