P. 1
Aliran filsafat

Aliran filsafat

|Views: 75|Likes:
Published by agfin89
aliran aliran filsafat
aliran aliran filsafat

More info:

Published by: agfin89 on Apr 29, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/23/2013

pdf

text

original

Aliran-aliran Filsafat, Tokoh dan Idenya BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Kata filsafat berasal dari bahasa Yunani, philosophia, yang terdiri atas dua kata : philos (cinta) atau philia (persahabatan, tertarik kepada) dan sophia (hikmah, kebijaksanaan, pengetahuan). Jadi secara etimologi, filsafat berarti cinta kebijaksanaan atau kebenaran. Secara umum filsafat berarti upaya manusia untuk memahami segala sesuatu secara sistematis, radikal, dan kritis. Orang Yunani senang akan kebijaksanaan yang selalu diarahkan kepada kepandaian secara teoretis dan praktis. Kepandaian yang bersifat teoretis adalah upaya manusia mencari pengetahuan yang penuh dengan gagasan dan ide yang tentunya sejalan dengan cara pikir mereka. Kepandaian yang bersifat praktis adalah upaya mencari pengetahuan yang diarahkan untuk menemukan kegunaan pengetahuan itu. Berbicara mengenai ilmu maka tidak akan terlepas dari filsafat. Semua ilmu, baik ilmu alam maupun ilmu sosial bertolak dari pengembangannya sebagai filsafat. Filsafat merupakan olah pikir sehingga segala sesuatu yang dihasilkan adalah melalui proses berpikir. Perkembangan ilmu pengetahuan terbagi menjadi beberapa periode sejarah yang setiap periodenya memiliki ciri khas masing-masing. Periodisasi perkembangan ilmu pengetahuan dimulai dari peradaban Yunani Kuno, Zaman Pertengahan, Zaman Renaissance, Zaman Modern, dan zaman Postmodern yang masing-masing zaman tersebut berkembang beberapa aliran filsafat. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan sebelumnya, dapat disusun rumusan masalah sebagai berikut: Bagaimanakah perkembangan aliran filsafat dari zaman Yunani kuno hingga saat ini?

BAB II PEMBAHASAN 1. Zaman Yunani Kuno Secara historis kelahiran dan perkembangan sistem berpikir tidak dapat dilepaskan dari keberadaan, kelahiran dan perkembangan filsafat. Pada masa periodisasi awal atau masa Yunani Kuno, yaitu sekitar 600 SM – 400 SM, para pemikir pada masa itu sudah mulai mempermasalahkan dan mencari unsur induk (arché) yang dianggap sebagai asal mula segala sesuatu/semesta alam dengan suatu metode berpikir untuk mencari sebab awal dari segala sesuatu dengan merunut dari hubungan kausalitasnya (sebab-akibat). Jadi unsur

Puncak filsafat Yunani dicapai pada Socrates. tidak bisa ditambah atau diambil darinya. Itu berarti kita hendak memahami kehidupan kosmos.penting berpikir ilmiah sudah mulai dipakai. Peremenides Permenides lahir di kota Elea. Dua nama penting pada masa ini yaitu Permenides dan Heraclitos yang memiliki pemikiran yang bersebrangan. akibatnya tidak mungkin ada yang bergerak b. Implikasi pernyataan tersebut amat hebat. Akhirnya dikatakan bahwa hakikat dari segala sesuatu adalah menjadi. melainkan yang tetap. Heraclitos Heraclitos memiliki pemikiran yang berbeda dengan Permenides. Arena. tidak tetap. kota perantauan Yunani di Italia Selatan. ia selalu bergerak. Filsafatnya dikenal dengan aliran dialektik. Permenides dianggap sebagai peletak dasar metafisika. kita menyadari bahwa kehidupan kosmos itu dinamis. tidak mungkin ada perubahan 3) sempurna. yakni: rasio dan logika (konsekuensi). berganti dengan air yang berada di belakanganya. Sehingga ucapannya yang terkenal : Panta rhei kai uden menci yang artinya segala sesuatunya mengalir bagaikan arus sungai dan tudak satu orangpun yang dapat masuk ke sungai dua kali. tidak ada yang tetap. yang panas berubah menjadi dingin. Ia berpendapat bahwa hanya pengetahuan yang tetap dan umum (pengetahuan budi) yang dapat dipercaya. Menurut Heraclitos alam semesta ini selalu dalam keadaan berubah . Ia berpendapat bahwa yang ada adalah ada dan yang tidak ada adalah tidak ada. Ia mengemukakan bahwa segala sesuatu (yang ada itu) sedang menjadi dan selalu berubah. Ia dikatakan sebagai logikawan pertama dalam sejarah filsafat. Dan itu mengandung pengertian bahwa kebenaran selalu berubah. Demikian juga dengan segala yang ada. kalau ia benar maka sesuailah ia dengan realitas. itulah sebabnya ia sampai pada konklusi bahwa yang mendasar dalam alam semesta ini adalah prosesnya. Sebab yang merupakan realitas bukanlah yang berubah dan bergerak serta beralih dan bermacam-macam. Gerak itu menghasilkan perlawanan-perlawanan . Socrates memiliki pemikiran yang merupakan jalan tengah dari pemikiran Permenides dan Heraclitos. Konsekwensi dari pernyataan ini adalah yang ada: 1) satu dan tak terbagi 2) kekal. Kosmos itu tidak pernah berhenti (diam). Plato dan Aristoteles. a. semuanya berubah. Penyataan “semua mengalir” berarti semua berubah bukanlah pernayatan yang sederhana. karena air sungai yang pertama telah mengalir . Pengetahuan budi itulah yang dapat dipercayai. dan bergerak berarti berubah. 1. Alasannya. maka filsafatnya dikatakan filsafat menjadi. 4) mengisi segala tempat. sesuatu yang dingin berubah menjadi panas. Ia memiliki murid yang sangat .

Yang baik mempunyai nilai yang sama bagi semua manusia dan harus dijunjung tinggi oleh semua orang. Dunia “idea” itulah yang tetap tidak berubah/abadi sedangkan kenyataan yang dapat diobservasi sebagai sesuatu yang senantiasa berubah. Sokrates sendiri tidak menulis apa-apa. tidak diciptakan oleh pikiran dan justru sebaliknya pikiran tergantung pada idea-idea tersebut. Sebagaimana para sofis. 3. Menurut Plato realitas terbagi menjadi dua yaitu inderawi yg selalu berubah dan dunia idea yg tidak pernah berubah. Socrates memulai filsafatnya dengan bertitik tolak dari pengalaman keseharian dan kehidupan kongkret. Pengenalan yg dapat dicapai oleh rasio ini disebut episteme (pengetahuan) dan bersifat teguh. melainkan didalam benda-benda sendiri. Filsafat Plato menganut aliran idealisme. jiwa sudah berada dan memandang ide-ide. yaitu materi("hyle") dan bentuk("morfe"). Socrates mengajar bahwa akal budi harus menjadi norma terpenting untuk tindakan kita. Aristoteles lebih kearah ilmu pengetahuan yang sedapat mungkin menyelidiki dan mengumpulkan data kongkret (realisme). Menurut Plato kebenaran umum memang ada. Idea-idea berhubungan dengan dunia melalui tiga cara. Idea merupakan sesuatu yg obyektif. Menurut Socrates tidak benar bahwa yang baik itu baik bagi warga Athena dan lain bagi warga negara Sparta. Bentuk-bentuk dapat dibandingkan . Setiap benda terdiri dari dua unsur yang tak terpisahkan. pertama pengenalan tentang idea. sekarang jiwa merasa terkurung dalam tubuh dan senantiasa rindu akan memandang bahagia yang dinikmatinya sebelum lahir dalam tubuh. Idea ada sebelum manusia ada. inilah pengenalan yg sebenarnya. Ide-ide menurut Aristoteles tidak terletak dalam suatu "surga" diatas dunia ini.setia yaitu Plato. Pengajaran Socrates ini harus dibayar mahal dengan hukuman mati yautu dengan meminum racun. jelas. Idea hadir didalam benda. tetapi dalam eksistensi jasmani sekarang. dan tidak berubah. Aristoteles menganut aliran realisme. Aristoteles Setelah Plato ada filsuf Ariatoteles yang merupakan murid dari Plato. Aristoteles ada pada tahun 384-322 SM. Plato yang merupakan muridnya memperkuat pendapat gurunya. Plato Walaupun Socrates sudah meninggal namun pemikirannya tetap bekerja. idea-idea berpartisipasi dalam konkret dan idea merupakan model atau contoh (paradigma) bagi benda konkret. Perbedaannya terletak pada penolakan Socrates terhadap relatifisme (pandangan yang berpendapat bahwa kebenaran tergantung pada manusia) yang pada umumnya dianut para sofis. 2. Sehingga filsafat Plato dikenal dengan nama idealisme. terutama melalui karya Plato. Pikiran-pikirannya hanya dapat diketahui secara tidak langsung melalui tulisan-tulisan dari cukup banyak pemikir Yunani lain. ia ada dalam alam idea. Pembagian dunia ini pada gilirannya juga memberikan dua pengenalan. Walaupun ia murid dari Plato namun pendapatnya sering bertentangan dengan Plato. Ia juga berpendapat bahwa sebelum dilahirkan dalam tubuh jasmani. Filsafat Socrates ini berkembang pada 470-399 SM. namanya idea.

induksi mengandalkan panca indera yg "lemah". politik. Materi tanpa bentuk tidak ada. Pada zaman ini berbagai gerakan bersatu untuk menentang pola pemikiran abad pertengahan yang dogmatis. psikologi dan ilmu alam. bentuk-bentuk"bertindak"didalam materi.dengan ide-ide dari Plato. Pada masa ini pihak gereja membatasi pemikiran para filosof sehingga ilmu pengetahuan terhambat dan tidak bisa berkembang. sehingga melahirkan suatu perubahan revolusioner dalam pemikiran manusia dan membentuk suatu pola pemikiran baru dalam filsafat. karena semuanya diatur oleh doktirndoktrin gereja yang berdasarkan kenyakinan. Manusia dikenal sebagai animal rationale. etika. Tetapi pada Aristoteles ide-ide ini tidak dapat dipikirkan lagi lepas dari materi. Zaman kegelapan (Dark Ages) Pada ujung tarikh sebelum masehi atau masa menuju Masehi (0 Masehi). Apabila terdapat pemikiran-pemikiran yang bertentangan dari keyakinan para gerejawan. Manusia ingin mencapai . barangkali seluas lapangan pengetahuan itu sendiri. Zaman renaisans terkenal dengan era kelahiran kembali kebebasan manusia dalam berpikir seperti pada zaman Yunani kuno. metafisika. sedangkan deduksi lepas dari pengetahuan inderawi. Inilah merupakan zaman kegelapan bagi filsafat ilmu pengetahuan dimana filsafat benar-benar telah mati dan tertutup dari abad 12 sampai abad 13. maka filosof tersebut dianggap murtad dan akan dihukum berat sampai pada hukuman mati. Salah satu cara Aristoteles mempraktekkan deduksi adalah Syllogismos (silogisme). Karena itu dalam logikanya Aristoteles sangat banyak memberi tempat pada deduksi yg dipandangnya sebagai jalan sempurna menuju pengetahuan baru. 3. Pokok-pokok pikirannya antara lain bahwa ia berpendapat seseorang tidak dapat mengetahui suatu obyek jika ia tidak dapat mengatakan pengetahuan itu pada orang lain. Spektrum pengetahuan yg diminati oleh Aristoteles luas sekali. 2. Pada masa ini tokoh gereja telah mengakui dan memberikan kebenaran mutlak pendapat dari Ptolomeus dengan teori geosentris yang menyatakan bahwa bumi sebagai pusat dari tata surya. Zaman Pencerahan (Abad 15 dan 16) Adanya dominasi gereja dan kungkungan gereja terhadap ilmu pengetahuan menimbulkan suatu kebangkitan atau revolusi yang dinamakan dengan rennaisance atau kelahiran kembali. Tulisan-tulisan Aristoteles meliputi bidang logika. Mengenai pengetahuan. Filsafat pada abad ini dikuasai oleh keagamaan (Kristiani). bentuk-bentuk memberi kenyataan kepada materi dan sekaligus merupakan tujuan dari materi. Terlihat di sini bahwa dominasi gereja sangat kuat. Sumbangannya kepada perkembangan ilmu pengetahuan besa sekali. Filsafat Aristoteles sangat sistematis. Aristoteles mengatakan bahwa pengetahuan dapat dihasilkan melalui jalan induksi dan jalan deduksi. filsafat semakin lama semakin merosot dominasinya dan semakin kalah. karena pada masa ini pemikiran manusia mulai bebas dan berkembang.

Di antara tokoh-tokohnya adalah: 1. ia mengamati jagad raya dan menemukan bahwa bintang Bimasakti terdiri dari bintang-bintang yang banyak sekali jumlahnya dan masing-masing berdiri sendiri. Francis Bacon (1561-1626) Francis Bacon adalah seorang filosof dan politikus Inggris. Dengan teleskopnya. Walaupun ia tidak mengambil studi astronomi. Polandia dan belajar di Universitas Cracow. Ia sering disebut sebagai Founder of Astronomy. Ia belajar di Cambridge University dan kemudian menduduki jabatan penting di pemerintahan serta pernah terpilih menjadi anggota parlemen. Zaman Modern (Abad 17-18) Pada abad ke-17 pemikiran renaisans mencapai kesempurnaannya pada diri beberapa tokoh besar. namun ia mempunyai koleksi buku-buku astronomi dan matematika. yang dipandang sebagai sumber pengetahuan hanyalah apa yang secara alamiah dapat dipakai manusia. Nicolaus Copernicus (1473-1543) Ia dilahirkan di Torun. Saat itu manusia Barat mulia berpikir secara baru dan berangsur-angsur melepaskan diri dari otoritas kekuasaan Gereja yang selama ini telah mengungkung kebebasan dalam mengemukakan kebenaran filsafat dan ilmu pengetahuan. Ia menemukan bahwa sebuah peluru yang ditembakkan membuat suatu gerak parabola. Selain itu.kemajuan atas hasil usaha sendiri. Ia mengembangkan teori bahwa matahari adalah pusat jagad raya dan bumi mempunyai dua macam gerak. Pada masa ini. ia berpendapat bahwa pengakuan tentang pengetahuan pada zaman dahulu kebanyakan salah. 3. tetapi ia percaya bahwa orang dapat mengungkapkan kebenaran dengan inductive method. 2. bukan gerak horizontal yang kemudian berubah menjadi gerak vertikal. Ia menerima pandangan bahwa matahari adalah pusat jagad raya. Bruno yang merupakan pendeta yang sependapat dengannya pun ikut dihukum. tetapi lebih dahulu harus membersihkan fikiran dari prasangka yang ia namakan idols (arca). sehingga ada kesatuan yang memberi semangat yang diperlukan pada abad-abad berikutnya. Pada zaman renaisans ada banyak penemuan di bidang ilmu pengetahuan. ia juga berhasil mengamati bentuk Venus dan menemukan beberapa satelit Jupiter. Ia adalah pendukung penggunaan scientific methods. Galileo Galilei (1564-1642) Galileo Galilei adalah salah seorang penemu terbesar di bidang ilmu pengetahuan. Bacon telah memberi kita pernyataan yang klasik tentang kesalahan-kesalahan berpikir dalam Idols of the Mind. Pada abad ini tercapai kedewasaan pemikiran. tidak didasarkan atas campur tangan Ilahi. 4. yaitu: perputaran sehari-hari pada porosnya dan perputaran tahunan mengitari matahari. Namun karena masa itu dominasi gereja masih kuat maka pendapat Copernicus yang menentang gereja ini mendapatkan hukuman. Ia dihukum kurungan seumur hidup. Teori itu disebut heliocentric menggeser teori geosentris. .

yaitu filsafat yang berbasis pada akal. Ia berpikir. ergo sum”. Keluasan adalah bidang dari ilmu alam. Descartes yang ragu adalah kenyataan yang tidak terbantahkan. Sebagai akibat dari kecenderungan berbeda dalam memberi penekanan kepada salah satu dari keduanya. kedua hal itu menyatu. bukan perasaan. Hal itu adalah dirinya yang sedang ragu. Ketika ia ragu pada segala sesuatu. bukan iman. ada tiga hal yang jelas dan tegas (clare et distincte) yaitu Allah. Dalam konstruksi rasionalisme Descartes.yaitu akal (rasio) dan pengalaman (empiri). Ia melihat tokohtokoh Gereja yang mengatasnamakan agama telah menyebabkan lambannya perkembangan itu. Descartes menegaskannya dalam kalimat “Cogito. Empirisme Para pemikir di Inggris bergerak ke arah yang berbeda dengan tema yang telah dirintis oleh Descartes. Adanya dia karena ia berpikir dan sangsi. a. akal budi atau rasio dapat mencapai kepastian akan kebenaran tanpa membutuhkan bantuan apapun. done je suis. pemikiran (cogito) dan keluasan (extensio). yaitu rasionalisme yang memberi penekanan pada rasio dan empirisme yang memberi penekanan pada empiri. maka saya ada. Ia ragu. Ragu pada pengetahuannya. empirisme adalah lawan rasionalisme. bukan ayat suci dan bukan yang lainnya. Je pense. Empirisme adalah suatu doktrin filsafat yang menekankan peranan pengalaman dalam memperoleh pengetahuan dan pengetahuan itu sendiri dan mengecilkan peran akal. Dalam kesangsian metodis. Hal ini disebabkan perasaan tidak puas terhadap perkembangan filsafat yang amat lamban dan banyak memakan korban. Dengan demikian jelas bagi Descartes bahwa satu-satunya hal yang tidak dapat diragukan adalah dia yang meragu. Pemikiran merupakan bagian dari bidang psikologi. Pada zaman modern filsafat. Dalam diri manusia. ia menyusun argumentasinya dalam sebuah metode yang sering yaitu “kesangsian metodis”. Rasionalisme Rasionalisme adalah corak berpikir yang sangat mendewakan kemampuan akal dalam filsafat. Ia ingin filsafat dilepaskan dari dominasi agama Kristen. ada satu hal yang tidak dapat diragukan. Akan tetapi tidak berarti bahwa rasionalisme ditolak . selanjutnya kembali kepada semangat filsafat Yunani. Untuk meyakinkan orang bahwa dasar filsafat haruslah akal. Saya berpikir. b. maka pada abad ini lahir dua aliran yang saling bertentangan. Dia pula orang pertama di akhir abad pertengahan yang menyusun argumentasi yang kuat dan tegas yang menyimpulkan bahwa dasar filsafat haruslah akal. maka ia ada. tokoh pertama rasionalisme adalah Rene Descartes (1595-1650). Mereka lebih mengikuti Jejak Francis Bacon. Untuk ini. Descartes adalah orang pertama pada zaman modern yang membangun filsafat berdasarkan atas keyakinan diri sendiri yang dihasilkan oleh pengetahuan akliah. Ia ragu pada kenyataan disekitarnya. yaitu aliran empirisme. Istilah empirisme diambil dari bahasa yunani empeiria yang berarti pengalaman. Sebagai suatu doktrin. Juga ragu pada pengalamannya. Descartes meragukan segala sesuatu. ia berpikir.

pengetahuan yang berasal dari intelektual atau rasio yang disebutnya vernunft. Menurut Lock isi otaknya terdiri dari ideide. Kesadaran hanyalah deretan kontinyu dari kesan-kesan. Dua hal dicermati oleh Hume. sedang gagasan adalah ingatan akan kesan-kesan seperti itu. yang percaya bahwa seluruh pengetahuan tentang dunia berasal dari indera. Hume merupakan pelopor para empirisis. Itu materi pengetahuan. Menurut Hume Jika gejala tertentu diikuti oleh gejala lainnya. kesimpulan itu tidak berdasarkan pengalaman.1804). Dapat dikatakan bahwa rasionalisme dipergunakan dalam kerangka empirisme. Kant menunjukkan bahwa pegetahuan adalah hasil perpaduan antara pengalaman inderawi dan kemampuan pikiran. Francis Bacon (1561-1626) dan Thomas Hobbes (1588-1679) dan John Lock menjadikan paham empirisme begitu mendominasi periode ini. Karena itu. kesadaran manusia bukanlah suatu jiwa. Pemikiran Hume ini menggelisahkan Immanuel Kant (1724. Kesan adalah hasil penginderaan langsung. aku sebagai pusat pengalaman. misal batu yang disinari matahari menjadi panas.sama sekali. Kesan merupakan bahan darimana pengetahuan tersusun. yaitu substansi dan kausalitas. Pengalaman hanya memberi kita urutan gejala. Empirisme memuncak pada David Hume (1711-1776). Bagi Kant empirisme benar. sebab yang dialami hanya kesankesan saja tentang beberapa ciri yang selalu ada bersama-sama. kesadaran dan pikiran hanyalah kesan (impression) semata-mata. pengetahuan yang berasal dari akal budi yang disebutnya verstand. Ide yang peertama berhubungan langsung dengan pengalaman inderawi. Kant berupa membuat sintesa atas perang dua aliran filsafat ini. Kedua. pengetahuan yang berasal dari pengalaman yang disebutnya Sinneswahrnehmung. relasi. Bagi Hume. Dari kesan muncul gagasan. tetapi tidak memperlihatkan kepada kita urutan sebab-akibat. Misalnya sebab. sebab harapan bahwa sesuatu mengikuti yang lain tidak melekat pada hal-hal itu sendiri. Pertama. Yang kedua adalah kondisi-kondisi batiniah dalam manusia mengenai proses-proses yang tunduk kepada . Yang pertama adalah kondisi-kondisi lahirilah ruang dan waktu yang tidak dapat kita ketahui sebelum kita menangkapnya dengan indera kita. atau rasionalisme dilihat dalam bingkai empirisme. Namun rasionalisme tidak dapat serta merta dibuang. Ruang dan waktu adalah cara pandang dan bukan atribut dari dunia fisik. Menurut Kant. Maka Hume menolak kausalitas. Ada ide-ide tunggal (simple idea) dan ada ide-ide jamak (complex idea). Ia membagi tiga tingkatan pengetahuan manusia. syarat dan sebagainya hanya dapat diamati melalui kombinasi ide-ide tunggal. Ide yang kedua merupakan hubungan dari ide-ide yang pertama. namun hanya dalam gagasan kita. Menurut Hume ada batasan-batasan yang tegas tentang bagaimana kesimpulan dapat diambil melalui persepsi indera kita. Hume tidak menerima substansi. akibat. Ketiga. Karenanya. ada dua unsur yang memberi sumbangan kepada pengetahuan manusia tentang dunia.

Perbedaannya. positivisme hanya membatasi diri pada pengalaman-pengalaman yang objektif. Metode ini berusaha ke arah kepastian 4. yaitu : 1. Kesamaan diantara keduanya antara lain bahwa keduanya mengutamakan pengalaman. dan Herbert Spencer (1820-1903). Metode positif juga mempunyai sarana-sarana bantu yaitu pengamatan. eksperimen dan metode historis. Kant meletakkan dasar bagi aneka aliran filsafat masa kini. tetapi metode historis khusus berlaku bagi masyarakat yaitu untuk mengungkapkan hukum-hukum yang menguasai perkambangan gagasan-gagasan. Kelahirannya hampir bersamaan dengan empirisme. Pendiri filsafat positivis yang sesungguhnya adalah Henry de Saint Simon yang menjadi guru sekaligus teman diskusi Comte. diperlukan metode positif yang kepastiannya tidak dapat digugat. Tiga yang pertama itu biasa dilakukan dalam ilmu-ilmu alam. sedangkan empirisme menerima juga pengalamanpengalaman batiniah atau pengalaman yang subjektif. Bagi Comte untuk menciptakan masyarakat yang adil. sedangkan dinamika adalah urutan gejala-gejala. Kaum positivis percaya bahwa masyarakat merupakan bagian dari alam dimana metode-metode penelitian empiris dapat dipergunakan untuk menemukan hukum-hukum sosial kemasyarakatan. Aliran ini tentunya mendapat pengaruh dari kaum empiris dan mereka sangat optimis dengan kemajuan dari revolusi Perancis. Metode ini berusaha ke arah kecermatan.hukum kausalitas yang tak terpatahkan. Comte menuangkan gagasan positivisnya dalam bukunya the Course of Positivie Philosoph. 5. August Comte adalah tokoh aliran positivisme yang paling terkenal. metode . Comte melihat masyarakat sebagai suatu keseluruhan organik yang kenyataannya lebih daripada sekedar jumlah bagian-bagian yang saling bergantung. Perkembangan ini diletakkan dalam hubungan statika dan dinamika. hukum-hukum yang menguasai proses perubahan. tetapi untuk mengerti kenyataan ini. perbandingan. dimana statika yang dimaksud adalah kaitan organis antara gejala-gejala. Metode positif ini mempunyai 4 ciri. John Stuart Mill (1806-1873). Menurut Simon untuk memahami sejarah orang harus mencari hubungan sebab akibat. Ajaran positivisme timbul pada abad 19 dan termasuk jenis filsafat abad modern. Zaman Posmodern (Abad 19) Zaman posmodern dimulai dengan munculnya aliran positivisme. yang merupakan sebuah ensiklopedi mengenai evolusi filosofis dari semua ilmu dan merupakan suatu pernyataan yang sistematis yang semuanya itu tewujud dalam tahap akhir perkembangan. Tokoh terpenting dari aliran positivisme adalah August Comte (1798-1857). Metode ini diarahkan pada perbaikan terus meneurs dari syarat-syarat hidup 3. Metode ini diarahkan pada fakta-fakta 2.

antara lain : Pertama. kapitalis. Pengalaman pribadi yang benar adalah pengalaman yang bermanfaat praktis. . Asumsi-asumsi ilmu pengetahuan positiv itu sendiri. hedonisme dan filsafat analitik. posmodern menganggap media yang ada saat ini hanya berkutat pada masalah yang sama dan saling meniru satu sama lain. sebagai berikut: 1. ada kemungkinan untuk memberikan penilaian terhadap berbagai cabang ilmu pengetahuan dengan jalan mengukur isinya yang positif. Jadi. 2. ilmu pengetahuan bersifat positif apabila ilmu pengetahuan tersebut memusatkan perhatian pada gejala-gejala yang nyata dan konkret. Pragmatis mengajarkan bahwa yang benar adalah apa yang akibat-akibatnya bermanfaat secara praktis. Bahwa kebenaran tidaklah melekat dalam ide-ide. ilmu pengetahuan hanya berurusan dengan hal-hal yang berulang kali. Dengan demikian. Kebenaran mistis diterima. ingin meningkatkan kondisi ekonomi dan sosial. Bahwa dunia tidak hanya terlihat menjadi spontan. tetapi sesuatu yang terjadi pada ideide dalam proses yang dipakai dalam situasi kehidupan nyata. dan merupakan ilmu pemnegtahuan yang akan berkembang dengan pesat. Comte membedakan antara sosiologi statis dan sosiologi dinamis.penelitian empiris harus digunakan dengan keyakinan bahwa masyarakat merupakan suatu bagian dari alam seperti halnya gejala fisik. utilitarian. asal bermanfaat praktis. Selain itu. serta sampai sejauh mana ilmu tersebut dapat mengungkapkan kebenaran yang positif. apalagi hal ini ditambah dengan pengaruh globalisasi. Kedua. kesadaran akan peristiwa sejarah dan perkembangan dalam bidang penyiaran. 6. Sosiologi merupakan studi positif tentanh hukumhukum dasar dari gejala sosial. Menurut Comte. Posmodern mengkritik modernisme yang dianggap telah menyebabkan desentralisasi di bidang ekonomi dan teknologi. patokan pragmatisme adalah manfaat bagi kehidupan praktis. objektivitas. tanpa ada halangan dari pertimbangan-pertimbangan lainnya. Ketiga. berhenti dan tak dapat diprediksi tetapi dunia benar adanya. ilmu pengetahuan menyoroti tentang fenomena atau kejadian alam dari mutualisma simbiosis dan antar relasinya dengan fenomena yang lain. Aliran-aliran terpenting yang berkembang dan berpengaruh pada abad XX adalah pragmatisme. dan kemajuan). Zaman Posmodern Posmodernisme adalah suatu pergerakan ide yang menggantikan ide-ide zaman modern (yang mengutamakan rasio. William James mengajukan prinsip-prinsip dasar terhadap pragmatisme. Hal yang menonjol dari sistem Comte adalah penilaiannya terhadap sosiologi yang merupakan ilmu pengetahuan yang paling kompleks. Posmodern memiliki cita-cita. ilmu pengetahuan harus bersifat obyektif (bebas nilai dan netral) seorang ilmuwan tidak boleh dipengaruhi oleh emosionalitasnya dalam melakukan observasi terhadap obyek yang sedang diteliti.

sepanjang keyakinannya tidak berlawanan dengan pengalaman praktisnya maupun penguasaan ilmu pengetahuannya. Sungguh. nihilisme. kebanyakan ahli filsafat analitik bekerja dengan hati-hati untuk menanggalkan identitas sebagai filsafat sistematis. Usaha-usaha filsafat analitik diperluas dalam bidang lain seperti pendidikan. tetapi semata-mata terletak dalam kekuasaannya mengarahkan kita kepada kebenaran-kebenaran yang lain tentang duinia dimana kita tinggal di dalamnya Posmodernisme muncul untuk “meluruskan” kembali interpretasi sejarah yang dianggap otoriter. popularisme. Postmodernisme menyangkal bahwa kemunculan suatu wacana baru pasti meniadakan wacana sebelumnya. romantisisme. misalnya dalam bidang sains. Posmodernisme mencoba mengingatkan kita untuk tidak terjerumus pada kesalahan fatal dengan menawarkan pemahaman perkembangan kapitalisme dalam kerangka genealogi (pengakuan bahwa proses sejarah tidak pernah melalui jalur tunggal. realism. etnometodogi. gerakan ini dipengaruhi oleh berbagai aliran pemikiran yang meliputi Mrxisme Barat. tetapi juga melihat pada hal-hal yang berada pada alur vulgar material yang selama ini dianggap sebagai penyakit dan obyek pelecehan saja.3. Sebaliknya. Dalam wujudnya yang bukan merupakan suatu . Filsafat analitik bukan suatu filafat sistematik sebagaimana idealism. 4. Postmodernisme mengajak kaum kapitalis untuk tidak hanya memikirkan hal-hal yang berkaitan dengan peningkatan produktivitas dan keuntungan saja. atau pragmatism. Bahwa manusia betas untuk meyakini apa yang menjadi keinginannya untuk percaya akan dunia. Heterogenitas inilah yang barangkali menyebabkan sulitnya pemahaman orang awam terhadap postmodernisme. Salah satu perkembangan terbaru dalam ilmu filsafat disebut “Filsafat Analitik”. tetapi mempunyai banyak “sentral”). konsep-konsep. Postmodernisme bukanlah suatu gerakan homogen atau suatu kebulatan yang utuh. Sebaliknya gerakan baru ini mengajak kita untuk melihat hubungan antar wacana sebagai hubungan “dialogis” yang saling memperkuat satu sama lain. dan metode-metode yang digunakan secara lebih tepat untuk aktifitas kehidupan . mereka berpendapat bahwa pendekatan sistem dalam filsafat lebih banyak membawa masalah daripada memberikan solusi kepada masalah-masalah manusia (Knight:1982) . Untuk itu postmodernisme menghimbau agar kita semua berusaha keras untuk mengakui adanya identitas lain yang berada di luar wacana hegemoni. Postmodernisme sebagai suatu gerakan budaya sesungguhnya merupakan sebuah oto-kritik dalam filsafat Barat yang mengajak kita untuk melakukan perombakan filosofis secara total untuk tidak lagi melihat hubungan antar paradigma maupun antar wacana sebagai suatu “dialektika” seperti yang diajarkan Hegel. Sebagian besar ahli filsafat analitik mencari cara untuk memperjelas bahasa. dan hermeneutika. struktualisme Prancis. Bahwa nilai akhir kebenaran tidak merupakan satu titik ketententuan yang absolut.

Barang siapa yang menentang kebenaran dari gereja maka akan mendapatkan hukuman yang sangat berat. melainkan lebih merupakan sebuah kritik permanen yang selalu mengingatkan kita untuk lebih mengenali esensi segala sesuatu dan mengurangi kecenderungan untuk secara sewenang-wenang membuat suatu standar interpretasi yang belum tentu benar. Kemudian filsafat berkembang terus hingga saat ini menjadi ilmu yang sangat bermanfaat dalam kehidupan. Filsafat dapat diibaratkan berkembang dari mata air hingga kini telah menjadi suatu laut yang dalam. Setelah Socrates meninggal muncul Plato yang merupakan murid Socrates dan beraliran idealisme. Filsafat Plato ini bertentangan dengan filsafat Aristoteles yang beraliran realisme.kebulatan. Setelah memasuki abad 12 filsafat mengalami zaman kegelapan karena adanya dominasi dari gereja. Zaman ini merupakan awal dari zaman modern. Masa ini berlangsung hingga abad 15 dimana mulai ada pencerahan. Zaman ini disebut sebagai zaman pencerahan atau rennaisance yang berarti kelahiran kembali. postmodernisme tidak dapat dianggap sebagai suatu paradigma alternatif yang berpretensi untuk menawarkan solusi bagi persoalan-persoalan yang ditimbulkan oleh modernisme. Filsafat berkembang terus hingga lhir aliran Hegelianisme dan Marxisme yang merupakan awal zaman postmodern. BAB III KESIMPULAN Dari pembahasan yang telah diuraikan sebelumnya yaitu mengenai sejarah perkembangan aliran filsafat dapat disimpulkan mengenai perkembangan aliran filsafat. Tokoh filsafat yang terkenal yaitu Permenides dan Hiraclitos mereka menganut aliran filsafat yang bertentangan. Pada penghujung tarikh sebelum masehi atau awal masehi berkembang filsafat dari Socrates yang beraliran dialectik yang merupakan pertengahan dari pendapat Permenides dan Heraclitos. Perkembangan filsafat dimulai sejak peradaban Yunani kuno. . Pada zaman modern muncul dua aliran yang bertentangan yaitu aliran rationalisme yang dicetuskan oleh Rene Descartes dan empirisme yang dicetuskan oleh David Hume. Tokoh yang terkenal adalah Immanuel Kant.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->