MAKALAH SANITASI

SANITASI
A. LATAR BELAKANG

Sanitasi adalah perilaku disengaja dalam pembudayaan hidup bersih dengan maksud mencegah manusia bersentuhan langsung dengan kotoran dan bahan buangan berbahaya lainnya dengan harapan usaha ini akan menjaga dan meningkatkan kesehatan manusia. Dalam industry pengolahan langkah pemberian sanitizer atau perlakuan fisik yang dapat mereduksi populasi mikroba pada fasilitas dan peralatan pabrik.Sanitizier adalah kondisi bersih kuman atau mikroba yang digunakan dalam industry pangan.Program sanitasi dijalankan sama sekali bukan untuk mengatasi kotornya lingkungan atau kotornya pemrosesan bahan, tetapi untuk menghilangkan kontaminan dari makanan atau mesin pengolahan makanan serta mencegah terjadinya kontaminasi kembali dan kontaminasi silang

Bahaya ini mungkin bisa terjadi secara fisik, mikrobiologi dan agen-agen kimia atau biologis dari penyakit terkait. Bahan buangan yang dapat menyebabkan masalah kesehatan terdiri dari tinja manusia atau binatang, sisa bahan buangan padat, air bahan buangan domestik (cucian, air seni, bahan buangan mandi atau cucian), bahan buangan industri dan bahan buangan pertanian. Cara pencegahan bersih dapat dilakukan dengan menggunakan solusi teknis (contohnya perawatan cucian dan sisa cairan buangan), teknologi sederhana (contohnya kakus, tangki septik), atau praktek kebersihan pribadi (contohnya membasuh tangan dengan sabun). Definisi lain dari sanitasi adalah segala upaya yang dilakukan untuk menjamin terwujudnya kondisi yang memenuhi persyaratan kesehatan. Sementara beberapa definisi lainnya menitik beratkan pada pemutusan mata rantai kuman dari sumber penularannya dan pengendalian lingkungan.

SMK NEGERI 1 SURUH

Page 1

Sanitasi dan air minum merupakan salah satu dari delapan tujuan Sasaran Pembangunan Milenium (Millennium Development Goals/MDGs) yg diupayakan untuk dicapai pada 2015. otot 75. Penyakit yang menyerang manusia dapat juga ditularkan dan disebabkan melalui air sehingga menimbulkan wabah penyakit dimana – mana.MAKALAH SANITASI B. pemadam kebakaran.4 milyar orang didunia saat ini tidak memiliki akses terhadap fasilitas sanitasi yang memadai sehingga mereka terpaksa menggunakan fasilitas toilet yang tidak sehat dan tidak aman untuk digunakan. ¾ bagian tubuh kita terdiri dari air dan tidak seorangpun dapat bertahan hidup lebih dari 4-5hari tanpa minum air. Lebih dari 2. tempat rekreasi.7%. pertanian. transportasi dan lain – lain. membersihkan kotoran yang ada di rumah. Selain itu. tulang 22%. untuk keperluan industri. mencuci.Manajemen pembuangan manuisa (human waste) yang buruk akan berakibat secara langsung maupun tidak langsung pada transmisi penyakit. persampahan (solid waste). Air adalah zat yang paling penting dalam kehidupan setelah udara. bahkan juga bervariasi untuk setiap bagian tubuh seseorang. mandi. air juga digunakan untuk memasak.6% dan dalam darah 83%. Tiga unsur sanitasi adalah air limbah (waste water). ginjal 82. Salah satu sanitasi yang menjadi perhatian adalah masalah air yang tercemar terutama di negara berkembang dengan sistem sanitasi air yang kurang. Sanitasi adalah kebutuhan dasar manusia dalam rangka kebersihan urusan buang hajat dan limbah serta penyediaan air bersihnya. Organ tubuh manusia yang mengandung banyak air antara lain adalah otak 74. dan drainase lingkungan (drainage system). Jumlah air dalam tubuh manusia rata – rata 65 % dari berat tubuhnya dan sangat bervariasi pada setiap orang. Indonesia masih ketinggalan jauh dari tetangga.tetangganya. DEFINISI SANITASI Sanitasi dan kesehatan manusia adalah dua hal yang saling terkait. Setiap hari kurang lebih 1440 liter darah mengalir SMK NEGERI 1 SURUH Page 2 . Sayangnya untuk fasilitas kebutuhan dasar itu.5%.

Page 3 . Di AS dan Kanada. Biofilm adalah polisakaida yang terbentuk oelh mikrooranisme yang umumnya melekat pada permukaan meja kerja. Deterjen membantu proses pembersihan dengan menghilangkan tanah dan “biofilms”. Biofilm menjadi penting karena sangat sulit dibersihkan. kepala polar (hidrofilik) ekor non-polar (hidrofobik) Gambar biofilm yang dibentuk Contoh detergen dengan ikatan hidrofobik dan hidrofilik oleh mikroorganisme. BAHAN DAN LANGKAH-LANGKAH SANITASI Bebarap langkah praktis dalam pembersihan dan sanitasi yang umum diterapkan di bidang industri adalah :         Menyimpan makanan agar tidak tercemar oleh bahan kimia Menghilangkan kotoran Dibilas Dibersihkan. Selebihnya diserap kembali masuk kedalam aliran darah. mengikis atau pembilasan. PERALATAN.MAKALAH SANITASI dan dibersihkan oleh ginjal. menggosok. pembilasan setelah sanitasi dibutuhkan hanya jika digunakan desinfektan/saniter yang mengandung lebih dari 200 ppm klorin aktif dalam natrium hipoklorit. SMK NEGERI 1 SURUH pada rantai asam lemak. atau iodophors dengan >25 ppm yodium. C. mengosongkan udara. kemudian dikeluarkan 2-3 liter dalam bentuk urine. biasanya dengan deterjen Dibilas Disanitasi Dibilas dengan air bersih Dikeringkan sehingga makanan tidak terkena oleh Persiapan meliputi penyimpanan semua makanan larutan pembersih. Persediaan sumber air bersih harus dapat memenuhi kebutuhan masyarakat karena persediaan air bersih yang terbatas akan memudahkan timbulnya berbagai penyakit di masyarakat. Sisa makanan dapat dihilangkan dengan menyikat.

Kepala polar adalah hidrofilik dan larut dalam air. Deterjen dari sgei sifat keasamannya bias digolongkan menjadi:  Alkali (anionik) deterjen. terutama jika menggunakan bahan kimia. sisa makanan yang kaya mineral (milkstone) Faktor-faktor yang mempengaruhi pada saat pembersihan     Waktu Suhu Konsentrasi deterjen Pergerakan mekanik (penggosokan) Pembersihan memakan waktu.  Melindungi mikroorganisma    Menyediakan makanan bagi mikroba Mengurangi efektifitas disinfektan Mengurangi efisiensi alat (mis. Sisi non-polar adalah hidrofobik (lipofilik) dan larut pada fase lemak. Sisa-sisa dari makanan berlemak dapat larut dalam bentuk misel dan dapat dibersihkan. lemak / minya. Perendaman tanpa pengadukan memakan waktu paling lama.desinfektan dan membuatnya tidak efektif. lapisan mineral lain (besi. magnesium. digunakan untuk bahan anorganik (kotoran): kerak air (garam berkalsium. alat penghantar panas) SMK NEGERI 1 SURUH Page 4 . ). protein. Hal hal yang perlu diperhatikan penting pada proses pembersihan sebelum sanitasi 1. digunakan untuk bahan organik (kotoran). karbohidrat  Asam (kationik) deterjen. Sisa makanan Hal yang paling penting adalah bahwa sisa makanan yang mengandung protein dapat menginaktifkan hipochlorit .Suhu adalah faktor penting karena makin tinggi suhu mempercepat reaksi kimia dan melunakkan sisa lemak. Kotoran/surfaktan terletak pada batas antara fase air dan fase lemak.MAKALAH SANITASI Dietergen Deterjen adalah komponen aktif permukaan dengan kepala polar (hidrofilik) dan ekor yang non-polar (hidrofobik). sulfat). membuatnya lebih mudah untuk diemulsifikasikan.

yaitu 74-90°C. tetapi berbahaya bagi personel yang tidak ahli menggunakannya. maka gunakan keranjang.MAKALAH SANITASI 2. Alat-alat dan perlengkapan masak yang kecil dapat dimasukkan ke dalam tangki air panas. tetapi persenyawaan tersebut korosif. alat ini juga dapat merusak lantai beton. Iodophors adalah suatu persenyawaan yodium dan non-ionic komplek dengan pH rendah. Metode sanitasi  Suhu Tinggi  Penguapan  Kimia  Air panas Mudah mencapai area yang sulit Panas sedang. permukaan makanan harus bersih. sebab sisa-sisa makanan dapat mengurangi keefektifan sanitasi. Perendaman yang baik adalah 80 °C selama 2 menit. Persenyawaan tersebut memiliki spektrum membunuh yang luas dan bekerja dengan baik pada suhu dingin dan hangat. karena sangat efektif melawan semua patogen. tidak hanya membatasi pertumbuhan mikroorganisma  Tidak menodai makanan atau minuman Contoh contoh desinfektan: 1. 3. Alat ini sangat efektif. Asam SMK NEGERI 1 SURUH Page 5 . tidak stabil dan mudah mengiritasi. minyak pelumas dan komponen peralatan lainnya apabila tidak digunakan secara benar. Suatu desinfektan harus  Tidak beracun bagi manusia  Memiliki aktifitas antimikrobiologi yang besar (patogen dan organisma pengganggu)  Mampu membunuh. Desinfektan yang berasal dari ekstrak pinus tidak boleh digunakan di area penanganan makanan karena tidak efektif dan desinfektan tersebut dapat menodai makanan. Air pada suhu ini dapat menyebabkan luka bakar. Alat penguapan digunakan dalam industri. tetapi bersifat korosif dan keras. biasa digunakan dalam industri pangan dan katering sebagai metode sanitasi. rak. Mereka sangat cepat bereaksi. Prinsip desinfeksi kimia Sebelum disanitasi dengan bahan kimia. atau alat lain. Desinfektan oksidasi  khlorin dioksida  Persenyawaan Iodine iodophors Persenyawaan Klorin dapat digunakan secara luas.

Faktor-faktor yang mempengaruhi efektifitas desinfektan:  Waktu kontak  Suhu  Konsentrasi  pH  Jenis kotoran  Kecocokan dengan deterjen Suatu desinfektan dinilai efektif sebagai pembersih permukaan. tidak korosif dan tidak merusak kulit manusia (lebih aman untuk pembersihan manual). Patut dicatat bahwa pengeringan udara (vakum) sangat disarankan.MAKALAH SANITASI Peracetik memiliki spektrum membunuh yang luas dan digunakan pada sistem pembersihan tertutup “Clean in Pleace”. Garam amonium stabil. alat-alat dan pemukaan kerja. Persenyawaan itu sangat efektif dalam melawan bakteri gram prositif. dan sebaliknya bila lingkungan pabrik bersih. SMK NEGERI 1 SURUH Page 6 .Suhu dapat meningkatkan kecepatan membunuh. sedangkan iodophors sekitar 48 °C. Desinfektan non-oksidasi Quarternary Ammonium Compound (QAC) Garam-faram amonium dapat diganti dengan grup alkil yang luas. tetapi persenyawaan khlorin dapat membusuk pada suhu sekitar 60 °C. Sistem ini tidak cocok bila digunakan di rumah. Keberadaan tanah dapat menurunkan aktifitas persenyawaan khlorin dan iodine. Industri pengeringan telah mempelajari bahwa Listeria dapat tumbuh sangat baik pada kondisi basah. Garam amonium tidak efektif melawan virus. Perlu dicatat bahwa pemakaian yang tidak tepat terhadap “quats” dapat mencegah terjadinya fermentasi ( yaitu menghambat starter kultur gram positif). bila dapat membunuh 5-log dari 5 bakteri berbeda dalam waktu 5 menit atau memiliki kekuatan membunuh yang sama seperti 100 ppm chlorine. Penyabunan dan pengeringan setelah pembersihan/sanitasi Langkah ini seringkali terlupakan. Suatu desinfektan harus sesuai dengan jenis bahan pembersih kimia yang digunakan. spora dan kurang efektif melawan bakteri gram negatif. karena pakaian kotor akan mencemarkan kembali peralatan. 2.

Lebih lengket Polimerisasi lebih sulit dibersihkan Karamelisasi.MAKALAH SANITASI Contoh desinfektan berdasarkan jenis kotoran Jenis Kotoran Protein Lemak Sifat kelarutan Tidak larut Tidak larut Kemudahan untuk larut sulit sulit Karbohidrat Mineral/garam Larut Bervariasi mudah Bervariasi Perubahan karena pemanasan Terurai. Dapat terjadi pelepasan gas beracun tinggi khlorin. prosedur pembersihan dan sanitasi harus tersedia pada setiap tempat dan peralatan yang berhubungan dengan makanan. sikat.  Selalu mengikuti instruksi pemasok  Jangan mencampur bahan kimia kecuali sudah dinyatakan aman oleh pemasok SMK NEGERI 1 SURUH Page 7 . ember)  Seluruh area dapur dan kantin Di industri pangan dan katering. Kejadian yang membahayakan dapat terjadi ketika larutan hipokhlorit (bahan pemutih rumah tangga) dicampur dengan asam. lebih sulit dibersihkan Umumnya mudah Detergen terbai Basa klorin basa basa asam Prosedur pembersihan pada industri makanan dan katering Prosedur pembersihan dibutuhkan pada  Permukaan kerja yang kontak dengan makanan  Peralatan makanan  Alat-alat pembersih (alat pengepel. Sangat disarankan untuk mengikuti instruksi pemasok mengenai konsentrasi dan kecocokannya dengan produk pembersih lain. Bahan-bahan kimia tidak boleh disimpan pada kontainer bekas makanan atau minuman. Penting untuk tidak memberikan desinfektan secara berlebih karena akan menjadi tidak efektif. Karenanya bahan kimia di rumah harus selalu diawasi pemakaiannya secara benar dan disimpan di tempat aman yang jauh dari jangkauan anak. Pemakaian bahan kimia yang aman Bahan-bahan kimia yang membunuh mikroorganisma dapat berbahaya bagi manusia yang mengoperasikannya. seperti botol minuman atau kaleng makanan.

hama dan hawan-hewan rumah memainkan peranan dalam penyebaran penyakit. waktu dan suhu  Masing-masing desinfektan memiliki keunikan  Segala kegiatan pembersihan / sanitasi harus sesuai dengan prosedur  Bahan-bahan kimia harus digunakan dan disimpan dengan aman SMK NEGERI 1 SURUH Page 8 . tikus.  Permukaan lantai dan alat yang telah dibersihkan harus kering  Bahan-bahan kimia harus disimpan secara aman Pesan penting bagi industri katering dan makanan  Permukaan lantai yang bersih adalah penting untuk memastikan sanitasi yang memuaskan  Fasilitas/peralatan harus mudah dibersihkan  Efisiensi dari desinfektan tergantung dari komposisi bahan kimia. waktu dan suhu  Masing-masing desinfektan memiliki keunikan  Segala kegiatan pembersihan / sanitasi harus sesuai dengan prosedur  Bahan-bahan kimia harus digunakan dan disimpan dengan aman  Pembersihan harus selalu termonitor  Permukaan lantai yang bersih adalah penting untuk memastikan sanitasi yang memuaskan  Fasilitas/peralatan harus mudah dibersihkan  Efisiensi dari desinfektan tergantung dari komposisi bahan kimia.MAKALAH SANITASI  Jangan pernah mencampur senyawa asam dan basa (reaksi eksotermis)  Hipokhlorit jangan dicampur dengan  Asam (pelepasan gas chlorin)  Bahan-bahan nitrogenous (dapat membentuk persenyawaan explosif) Pengendalian hama Patogen dapat tersebar melalui kecoa. Industri makanan dan katering harus mencari saran profesional dari satu perusahaan yang menyelenggarakan jasa seperti itu. Serangga. lalat.Harus ada prosedur yang tepat untuk menjauhkan hama dari area pengolahan dan penanganan makanan. Pesan penting bagi rumah  Permukaan kerja / alat harus bersih agar hasil sanitasi dapat memuaskan  Pembersihan semakin baik bila disertai dengan deterjen yang sederhana  Sanitasi dapat dilakukan dengan menggunakan air panas atau larutan hipokhlorit.

SANITASI KARYAWAN Karyawan dari kata dasar "karya" yang diberi akhiran -wan yang berarti pekerja. 7. SMK NEGERI 1 SURUH Page 9 . tidak di izinkan bekerja dalam ruangan pengolahan. Karyawan yang mengerjakan pengolahan ikan tidak diperbolehkan memakai cat kuku. sepatu. 4. 8. 5. Luka kecil di tangan harus dirawat dengan baik dan dibalut dengan pembalut yang tahan air. Dalam bidang produksi kebersihan karyawan dapat mempengaruhi kualitas produk yang dihasilkan. penutup kepala yang sempurna. sarung tangan. penutup mulut( masker). maka kebersihan karyawan harus selalu diterapkan. Karyawan yang langsung bekerja pada ruang pengolahan.MAKALAH SANITASI  Pembersihan harus selalu termonitor D. 3. Karyawan yang menderita penyakit menular. 6.barang ataupun perlengkapan perorangan. Adapun beberapa hal yang harus di terapkan pada setiap karyawan yang bekerja dalam unit perusahaan adalah sebagai berikut: 1.meludah. Oleh pemerintah Orde Baru kata ini digunakan untuk menggantikan istilah buruh yang sejak 1965 ditabukan di Indonesia. Bagi karyawan harus disediakan tempat penitipan barang. makan dan mengunyah permen karet selama menangani ikan. sebelum mengolah ikan. Karyawan disuatu pabrik pengolahan yang terlibat langsung dalam proses pengolahan merupakan sumber kontaminasi bagi produk pangan . 9. Kesehatan karyawan harus diperiksa secara periodic untuk menjamin agar tidak seorang pun karyawan menderita penyakit yang dapat menular. Pakaian kerja termasuk tutup kepala harus disediakan dan selalu dalam keadaan bersih. 2. Sarung tangan yang digunakan untuk penanganan dan pengolahan harus selau dicuci dan didisinfeksi pada setiap mulai dan selesai satu gilir kerja. pada waktu bekerja harus selalu menggunakan pakaian kerja. karena sumber cemaran terhadap produk dapat berasal dari karyawan. Setiap karyawan harus memelihara kebersihan pribadi yang tinggi selama bertugas. gelang ataupun cincin. 10. Sarana untuk PPPK harus disediakan untuk menghadapi segala kemungkinan. Dilarang merokok. seringkali di sebuah pabrik atau kantor besar. Karyawan harus membiasakan mencuci tangan dengan bersih terutamasetelah keluar dari jamban dan kamar mandi. dan mempunyai luka terbuka yang dapat menulari produk.

Desain dan tata letak Ruang produksi seharusnya cukup luas dan mudah dibersihkan. serta berwarna terang. Pertemuan antara lantai dengan dinding harus melengkung dan kedap air. Kegiatan menambah daya guna suatu benda tanpa mengubah bentuknya dinamakan produksi jasa. Khususnya bagi karyawan pekerjaan memfillet. 2. diolah atau dikemas harus cukup kemiringannya. F.MAKALAH SANITASI 11.pakaian kerja yang kedap air.2. dimana ikan diterima. Adapun beberapa syarat yang harus dipenuhi dalam salah satu ruang produksi dadalah sebagai berikut. Lendir dan kotoran tidak boleh mongering dan mengeras pada pakaian kerja. Lantai Lantai ditempat yang sifatnya untuk pekerjaan basah. 2. rata. Produksi bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia untuk mencapai kemakmuran. tahan lama dan mudah dibersihkan. Tidak dibenarkan meletakkan pakaian kerja seenaknya diatas meja atau permukaan peralatan lainnya yang bersentuhan dengan ikan. 2. terbuat dari bahan yang kedap air. lendir dan kotoran lainnya.3. Menurut (Winarno. membuang sisik dan menangani ikan utuh atau ikan yang telah disiangi harus dilengkapi dengan pakaian.agar ruangan tetap bersih dan bebas dari sumber mikroba beserta sporanya ruangan harus terbuat dari bahan yang bisa dilap atau dipel dengan disenfektan. Sedangkan kegiatan menambah daya guna suatu benda dengan mengubah sifat dan bentuknya dinamakan produksi barang. Lantai harus selalu dalam keadaan bersih dari debu. 12. Bagian dinding sampai ketinggian 2 meter dari lantai harus dapat dicuci dan tahan terhadap bahan SMK NEGERI 1 SURUH Page 10 .1. Secara rutin harus dilakukan pembersihan ruangan secara menyeluruh. Dinding Permukaan dinding bagian ruangan produksi harus halus.2. 2002).2. SANITASI RUANG PRODUKSI Ruang produksi merupakan suatu tempat dalam perusahaan yang berfungsi sebagai kegiatan untuk menambah nilai guna suatu benda atau menciptakan benda baru sehingga lebih bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan. Pakaian kerja yang kedap air harus dicuci dengan penyemprotan air bertekanan atau cara lain yang efektif setiap akan memulai dan selesai satu gilir kerja.2. Kemakmuran dapat tercapai jika tersedia barang dan jasa dalam jumlah yang mencukupi.

halus dan rata.2. .2.2.Jendela (jika ada) harus tahan air. burung dan hama lainnya serta bintang peliharaan.9. Pada bagian tersebut tidak boleh ditempatkan sesuatu yang mengganggu operasi pembersihan. 2. bersarangnya hama. 2. mudah dibersihkan dan harus dirancang sehingga bila dibukadapat menahan debu. 2. Penerangan Semua ruangan produksi harus mendapat penerangan yang cukup dan merata dengan intensitas lebih kurang 20 foot candle.langit .MAKALAH SANITASI kimia. Langit.Ruang produksi harus mempunyai langit-langit yang tidak retak.8. 2. serta terbuat dari bahan tahan lama dan mudah dibersihkan.Permukaan pintu harus tahan karat. tidak terdapat tonjolan dan sambungan yang terbuka.2.6. kedap air dan berwarna terang. Ventilasi Harus ada ventilasi yang cukup untuk menjamin sirkulasi udara.2.tikus. tahan air dan mudah dibersihkan. Perlengkapan anti serangga dan binatang Harus dilengkapi dengan dengan peralatan untuk mencegah masuknya serangga. 2. tidak bercelah. . Pintu tersebut harus dirancang sehingga dapat menutup dengan sendirinya.5 meter. Tinggi langitlangit untuk ruangan produksi minimum 3 (tiga) meter. .Langit-langit harus selalu dalam keadaan bersih dari debu. pengelupasan. penyediaan air panas dan dingin yang SMK NEGERI 1 SURUH Page 11 . kotoran dan serangga.7.Konstruksi langit-langit seharusnya didisain dengan baik untuk mencegah penumpukan debu. sekurangkurangnya satu tempat cuci tangan untuk 10 karyawan. Segala kemungkinan jalan dan lobang tikus dan serangga harus ditutup dengan saringan logam yang tahan karat. Harus sekecil mungkin dan tingginya dari lantai minimal 1. Tempat cuci tangan ( wastafel) Ruangan pengolahan harus mempunyai sejumlah tempat cuci tangan yang cukup.4.5. sarang labah labah dan kotoran lainnya 2.2.menghilangkan bau yang idak diinginkan dan mencegah pengembunan. pertumbuhan jamur. halus dan rata. memperkecil terjadinya kondensasi. Pintu dan jendela .

lap sekali pakai ( tissue paper). dilengkapi dengan sabun.Air pencuci tangan harus mengalir dan tidak boleh dipakai berulang kali. SMK NEGERI 1 SURUH Page 12 .MAKALAH SANITASI cukup.

Dalam industry pengolahan pangan terdapat beberapa macam sanitasi diantaranya adalah sanitasi karyawan dan sanitasi ruang produksi: Sanitasi karyawan meliputi kebersihan pribadi. penerangan. SMK NEGERI 1 SURUH Page 13 . pintu dan jendela. langit-langit. Lantai. pakaian kerja.syarat sanitasi dalam pengolahan Hasil Pertanian & Perikanan agar terhindar dari kontaminasi mikroba yang dapat mengancam keamanan produk. ventilasi.peralatan dan bangunan yang dapat merusak pangan dan membahayakan manusia.MAKALAH SANITASI PENUTUP 3. Saran Diharapkan kepada karyawan yang bekerja dalam industry pengolahan agar memperhatikan syarat.lain yang berhubungan dengan karyawan. tutup kepala. masker dan lain.1. Sedangkan Sanitasi Ruang Produksi meliputi. pintu dan jendela.2. 3. Kesimpulan Sanitasi Pangan adalah upaya pencegahan terhadap kemungkinan bertambah dan berkembang biaknya jasad renik pembusuk dan patogen dalam pangan. tempat cuci tangan dan sebagainya. dinding.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful