P. 1
DEFINISI SANITASI

DEFINISI SANITASI

|Views: 49|Likes:
Published by Nova Saritirista

More info:

Published by: Nova Saritirista on Apr 29, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/18/2013

pdf

text

original

MAKALAH SANITASI

SANITASI
A. LATAR BELAKANG

Sanitasi adalah perilaku disengaja dalam pembudayaan hidup bersih dengan maksud mencegah manusia bersentuhan langsung dengan kotoran dan bahan buangan berbahaya lainnya dengan harapan usaha ini akan menjaga dan meningkatkan kesehatan manusia. Dalam industry pengolahan langkah pemberian sanitizer atau perlakuan fisik yang dapat mereduksi populasi mikroba pada fasilitas dan peralatan pabrik.Sanitizier adalah kondisi bersih kuman atau mikroba yang digunakan dalam industry pangan.Program sanitasi dijalankan sama sekali bukan untuk mengatasi kotornya lingkungan atau kotornya pemrosesan bahan, tetapi untuk menghilangkan kontaminan dari makanan atau mesin pengolahan makanan serta mencegah terjadinya kontaminasi kembali dan kontaminasi silang

Bahaya ini mungkin bisa terjadi secara fisik, mikrobiologi dan agen-agen kimia atau biologis dari penyakit terkait. Bahan buangan yang dapat menyebabkan masalah kesehatan terdiri dari tinja manusia atau binatang, sisa bahan buangan padat, air bahan buangan domestik (cucian, air seni, bahan buangan mandi atau cucian), bahan buangan industri dan bahan buangan pertanian. Cara pencegahan bersih dapat dilakukan dengan menggunakan solusi teknis (contohnya perawatan cucian dan sisa cairan buangan), teknologi sederhana (contohnya kakus, tangki septik), atau praktek kebersihan pribadi (contohnya membasuh tangan dengan sabun). Definisi lain dari sanitasi adalah segala upaya yang dilakukan untuk menjamin terwujudnya kondisi yang memenuhi persyaratan kesehatan. Sementara beberapa definisi lainnya menitik beratkan pada pemutusan mata rantai kuman dari sumber penularannya dan pengendalian lingkungan.

SMK NEGERI 1 SURUH

Page 1

Sayangnya untuk fasilitas kebutuhan dasar itu. membersihkan kotoran yang ada di rumah. Jumlah air dalam tubuh manusia rata – rata 65 % dari berat tubuhnya dan sangat bervariasi pada setiap orang. pemadam kebakaran. DEFINISI SANITASI Sanitasi dan kesehatan manusia adalah dua hal yang saling terkait. Lebih dari 2. Penyakit yang menyerang manusia dapat juga ditularkan dan disebabkan melalui air sehingga menimbulkan wabah penyakit dimana – mana. Setiap hari kurang lebih 1440 liter darah mengalir SMK NEGERI 1 SURUH Page 2 .Manajemen pembuangan manuisa (human waste) yang buruk akan berakibat secara langsung maupun tidak langsung pada transmisi penyakit. tulang 22%. tempat rekreasi. mencuci. bahkan juga bervariasi untuk setiap bagian tubuh seseorang. Indonesia masih ketinggalan jauh dari tetangga. Tiga unsur sanitasi adalah air limbah (waste water).5%. mandi. persampahan (solid waste).tetangganya. dan drainase lingkungan (drainage system).MAKALAH SANITASI B. Salah satu sanitasi yang menjadi perhatian adalah masalah air yang tercemar terutama di negara berkembang dengan sistem sanitasi air yang kurang. Organ tubuh manusia yang mengandung banyak air antara lain adalah otak 74.7%. Air adalah zat yang paling penting dalam kehidupan setelah udara. transportasi dan lain – lain.4 milyar orang didunia saat ini tidak memiliki akses terhadap fasilitas sanitasi yang memadai sehingga mereka terpaksa menggunakan fasilitas toilet yang tidak sehat dan tidak aman untuk digunakan. Sanitasi adalah kebutuhan dasar manusia dalam rangka kebersihan urusan buang hajat dan limbah serta penyediaan air bersihnya. Selain itu. air juga digunakan untuk memasak. ¾ bagian tubuh kita terdiri dari air dan tidak seorangpun dapat bertahan hidup lebih dari 4-5hari tanpa minum air. untuk keperluan industri. pertanian. otot 75. ginjal 82.6% dan dalam darah 83%.Sanitasi dan air minum merupakan salah satu dari delapan tujuan Sasaran Pembangunan Milenium (Millennium Development Goals/MDGs) yg diupayakan untuk dicapai pada 2015.

C. SMK NEGERI 1 SURUH pada rantai asam lemak. Di AS dan Kanada. PERALATAN. mengikis atau pembilasan. BAHAN DAN LANGKAH-LANGKAH SANITASI Bebarap langkah praktis dalam pembersihan dan sanitasi yang umum diterapkan di bidang industri adalah :         Menyimpan makanan agar tidak tercemar oleh bahan kimia Menghilangkan kotoran Dibilas Dibersihkan. Deterjen membantu proses pembersihan dengan menghilangkan tanah dan “biofilms”. Page 3 . Biofilm adalah polisakaida yang terbentuk oelh mikrooranisme yang umumnya melekat pada permukaan meja kerja. pembilasan setelah sanitasi dibutuhkan hanya jika digunakan desinfektan/saniter yang mengandung lebih dari 200 ppm klorin aktif dalam natrium hipoklorit. kepala polar (hidrofilik) ekor non-polar (hidrofobik) Gambar biofilm yang dibentuk Contoh detergen dengan ikatan hidrofobik dan hidrofilik oleh mikroorganisme.MAKALAH SANITASI dan dibersihkan oleh ginjal. mengosongkan udara. Biofilm menjadi penting karena sangat sulit dibersihkan. Sisa makanan dapat dihilangkan dengan menyikat. atau iodophors dengan >25 ppm yodium. Persediaan sumber air bersih harus dapat memenuhi kebutuhan masyarakat karena persediaan air bersih yang terbatas akan memudahkan timbulnya berbagai penyakit di masyarakat. menggosok. Selebihnya diserap kembali masuk kedalam aliran darah. kemudian dikeluarkan 2-3 liter dalam bentuk urine. biasanya dengan deterjen Dibilas Disanitasi Dibilas dengan air bersih Dikeringkan sehingga makanan tidak terkena oleh Persiapan meliputi penyimpanan semua makanan larutan pembersih.

Kepala polar adalah hidrofilik dan larut dalam air. Deterjen dari sgei sifat keasamannya bias digolongkan menjadi:  Alkali (anionik) deterjen. karbohidrat  Asam (kationik) deterjen. digunakan untuk bahan organik (kotoran).MAKALAH SANITASI Dietergen Deterjen adalah komponen aktif permukaan dengan kepala polar (hidrofilik) dan ekor yang non-polar (hidrofobik). protein. Perendaman tanpa pengadukan memakan waktu paling lama. alat penghantar panas) SMK NEGERI 1 SURUH Page 4 .desinfektan dan membuatnya tidak efektif. Sisa makanan Hal yang paling penting adalah bahwa sisa makanan yang mengandung protein dapat menginaktifkan hipochlorit . Sisi non-polar adalah hidrofobik (lipofilik) dan larut pada fase lemak. lemak / minya. Kotoran/surfaktan terletak pada batas antara fase air dan fase lemak. lapisan mineral lain (besi. Hal hal yang perlu diperhatikan penting pada proses pembersihan sebelum sanitasi 1.Suhu adalah faktor penting karena makin tinggi suhu mempercepat reaksi kimia dan melunakkan sisa lemak. sisa makanan yang kaya mineral (milkstone) Faktor-faktor yang mempengaruhi pada saat pembersihan     Waktu Suhu Konsentrasi deterjen Pergerakan mekanik (penggosokan) Pembersihan memakan waktu. magnesium. terutama jika menggunakan bahan kimia. ). sulfat). Sisa-sisa dari makanan berlemak dapat larut dalam bentuk misel dan dapat dibersihkan.  Melindungi mikroorganisma    Menyediakan makanan bagi mikroba Mengurangi efektifitas disinfektan Mengurangi efisiensi alat (mis. membuatnya lebih mudah untuk diemulsifikasikan. digunakan untuk bahan anorganik (kotoran): kerak air (garam berkalsium.

karena sangat efektif melawan semua patogen. Air pada suhu ini dapat menyebabkan luka bakar. sebab sisa-sisa makanan dapat mengurangi keefektifan sanitasi. Metode sanitasi  Suhu Tinggi  Penguapan  Kimia  Air panas Mudah mencapai area yang sulit Panas sedang. minyak pelumas dan komponen peralatan lainnya apabila tidak digunakan secara benar. yaitu 74-90°C.MAKALAH SANITASI 2. maka gunakan keranjang. Desinfektan yang berasal dari ekstrak pinus tidak boleh digunakan di area penanganan makanan karena tidak efektif dan desinfektan tersebut dapat menodai makanan. biasa digunakan dalam industri pangan dan katering sebagai metode sanitasi. Asam SMK NEGERI 1 SURUH Page 5 . Alat penguapan digunakan dalam industri. Prinsip desinfeksi kimia Sebelum disanitasi dengan bahan kimia. Persenyawaan tersebut memiliki spektrum membunuh yang luas dan bekerja dengan baik pada suhu dingin dan hangat. Alat ini sangat efektif. Alat-alat dan perlengkapan masak yang kecil dapat dimasukkan ke dalam tangki air panas. Perendaman yang baik adalah 80 °C selama 2 menit. Iodophors adalah suatu persenyawaan yodium dan non-ionic komplek dengan pH rendah. tetapi persenyawaan tersebut korosif. atau alat lain. alat ini juga dapat merusak lantai beton. 3. Suatu desinfektan harus  Tidak beracun bagi manusia  Memiliki aktifitas antimikrobiologi yang besar (patogen dan organisma pengganggu)  Mampu membunuh. tidak stabil dan mudah mengiritasi. tetapi bersifat korosif dan keras. Desinfektan oksidasi  khlorin dioksida  Persenyawaan Iodine iodophors Persenyawaan Klorin dapat digunakan secara luas. tidak hanya membatasi pertumbuhan mikroorganisma  Tidak menodai makanan atau minuman Contoh contoh desinfektan: 1. tetapi berbahaya bagi personel yang tidak ahli menggunakannya. permukaan makanan harus bersih. rak. Mereka sangat cepat bereaksi.

Garam amonium stabil. sedangkan iodophors sekitar 48 °C.MAKALAH SANITASI Peracetik memiliki spektrum membunuh yang luas dan digunakan pada sistem pembersihan tertutup “Clean in Pleace”. 2. alat-alat dan pemukaan kerja. Persenyawaan itu sangat efektif dalam melawan bakteri gram prositif. Sistem ini tidak cocok bila digunakan di rumah. Penyabunan dan pengeringan setelah pembersihan/sanitasi Langkah ini seringkali terlupakan. dan sebaliknya bila lingkungan pabrik bersih. Desinfektan non-oksidasi Quarternary Ammonium Compound (QAC) Garam-faram amonium dapat diganti dengan grup alkil yang luas. Patut dicatat bahwa pengeringan udara (vakum) sangat disarankan. Suatu desinfektan harus sesuai dengan jenis bahan pembersih kimia yang digunakan. karena pakaian kotor akan mencemarkan kembali peralatan. Keberadaan tanah dapat menurunkan aktifitas persenyawaan khlorin dan iodine. bila dapat membunuh 5-log dari 5 bakteri berbeda dalam waktu 5 menit atau memiliki kekuatan membunuh yang sama seperti 100 ppm chlorine. tetapi persenyawaan khlorin dapat membusuk pada suhu sekitar 60 °C.Suhu dapat meningkatkan kecepatan membunuh. SMK NEGERI 1 SURUH Page 6 . Perlu dicatat bahwa pemakaian yang tidak tepat terhadap “quats” dapat mencegah terjadinya fermentasi ( yaitu menghambat starter kultur gram positif). Industri pengeringan telah mempelajari bahwa Listeria dapat tumbuh sangat baik pada kondisi basah. Garam amonium tidak efektif melawan virus. Faktor-faktor yang mempengaruhi efektifitas desinfektan:  Waktu kontak  Suhu  Konsentrasi  pH  Jenis kotoran  Kecocokan dengan deterjen Suatu desinfektan dinilai efektif sebagai pembersih permukaan. tidak korosif dan tidak merusak kulit manusia (lebih aman untuk pembersihan manual). spora dan kurang efektif melawan bakteri gram negatif.

Bahan-bahan kimia tidak boleh disimpan pada kontainer bekas makanan atau minuman. Sangat disarankan untuk mengikuti instruksi pemasok mengenai konsentrasi dan kecocokannya dengan produk pembersih lain. seperti botol minuman atau kaleng makanan. Karenanya bahan kimia di rumah harus selalu diawasi pemakaiannya secara benar dan disimpan di tempat aman yang jauh dari jangkauan anak. ember)  Seluruh area dapur dan kantin Di industri pangan dan katering.MAKALAH SANITASI Contoh desinfektan berdasarkan jenis kotoran Jenis Kotoran Protein Lemak Sifat kelarutan Tidak larut Tidak larut Kemudahan untuk larut sulit sulit Karbohidrat Mineral/garam Larut Bervariasi mudah Bervariasi Perubahan karena pemanasan Terurai. Pemakaian bahan kimia yang aman Bahan-bahan kimia yang membunuh mikroorganisma dapat berbahaya bagi manusia yang mengoperasikannya.  Selalu mengikuti instruksi pemasok  Jangan mencampur bahan kimia kecuali sudah dinyatakan aman oleh pemasok SMK NEGERI 1 SURUH Page 7 . Penting untuk tidak memberikan desinfektan secara berlebih karena akan menjadi tidak efektif. Kejadian yang membahayakan dapat terjadi ketika larutan hipokhlorit (bahan pemutih rumah tangga) dicampur dengan asam. Lebih lengket Polimerisasi lebih sulit dibersihkan Karamelisasi. prosedur pembersihan dan sanitasi harus tersedia pada setiap tempat dan peralatan yang berhubungan dengan makanan. Dapat terjadi pelepasan gas beracun tinggi khlorin. lebih sulit dibersihkan Umumnya mudah Detergen terbai Basa klorin basa basa asam Prosedur pembersihan pada industri makanan dan katering Prosedur pembersihan dibutuhkan pada  Permukaan kerja yang kontak dengan makanan  Peralatan makanan  Alat-alat pembersih (alat pengepel. sikat.

lalat. Serangga. hama dan hawan-hewan rumah memainkan peranan dalam penyebaran penyakit. waktu dan suhu  Masing-masing desinfektan memiliki keunikan  Segala kegiatan pembersihan / sanitasi harus sesuai dengan prosedur  Bahan-bahan kimia harus digunakan dan disimpan dengan aman  Pembersihan harus selalu termonitor  Permukaan lantai yang bersih adalah penting untuk memastikan sanitasi yang memuaskan  Fasilitas/peralatan harus mudah dibersihkan  Efisiensi dari desinfektan tergantung dari komposisi bahan kimia. waktu dan suhu  Masing-masing desinfektan memiliki keunikan  Segala kegiatan pembersihan / sanitasi harus sesuai dengan prosedur  Bahan-bahan kimia harus digunakan dan disimpan dengan aman SMK NEGERI 1 SURUH Page 8 . tikus. Pesan penting bagi rumah  Permukaan kerja / alat harus bersih agar hasil sanitasi dapat memuaskan  Pembersihan semakin baik bila disertai dengan deterjen yang sederhana  Sanitasi dapat dilakukan dengan menggunakan air panas atau larutan hipokhlorit.MAKALAH SANITASI  Jangan pernah mencampur senyawa asam dan basa (reaksi eksotermis)  Hipokhlorit jangan dicampur dengan  Asam (pelepasan gas chlorin)  Bahan-bahan nitrogenous (dapat membentuk persenyawaan explosif) Pengendalian hama Patogen dapat tersebar melalui kecoa.  Permukaan lantai dan alat yang telah dibersihkan harus kering  Bahan-bahan kimia harus disimpan secara aman Pesan penting bagi industri katering dan makanan  Permukaan lantai yang bersih adalah penting untuk memastikan sanitasi yang memuaskan  Fasilitas/peralatan harus mudah dibersihkan  Efisiensi dari desinfektan tergantung dari komposisi bahan kimia.Harus ada prosedur yang tepat untuk menjauhkan hama dari area pengolahan dan penanganan makanan. Industri makanan dan katering harus mencari saran profesional dari satu perusahaan yang menyelenggarakan jasa seperti itu.

Dilarang merokok. Sarung tangan yang digunakan untuk penanganan dan pengolahan harus selau dicuci dan didisinfeksi pada setiap mulai dan selesai satu gilir kerja. Pakaian kerja termasuk tutup kepala harus disediakan dan selalu dalam keadaan bersih. sebelum mengolah ikan. 10. dan mempunyai luka terbuka yang dapat menulari produk. Luka kecil di tangan harus dirawat dengan baik dan dibalut dengan pembalut yang tahan air.barang ataupun perlengkapan perorangan. Setiap karyawan harus memelihara kebersihan pribadi yang tinggi selama bertugas. SMK NEGERI 1 SURUH Page 9 . 8. gelang ataupun cincin. penutup kepala yang sempurna. Bagi karyawan harus disediakan tempat penitipan barang. Karyawan harus membiasakan mencuci tangan dengan bersih terutamasetelah keluar dari jamban dan kamar mandi. 9. seringkali di sebuah pabrik atau kantor besar. Karyawan yang mengerjakan pengolahan ikan tidak diperbolehkan memakai cat kuku. sarung tangan.meludah. Dalam bidang produksi kebersihan karyawan dapat mempengaruhi kualitas produk yang dihasilkan. Karyawan yang langsung bekerja pada ruang pengolahan. Sarana untuk PPPK harus disediakan untuk menghadapi segala kemungkinan. sepatu. pada waktu bekerja harus selalu menggunakan pakaian kerja. Karyawan yang menderita penyakit menular. 3. 5.MAKALAH SANITASI  Pembersihan harus selalu termonitor D. maka kebersihan karyawan harus selalu diterapkan. Kesehatan karyawan harus diperiksa secara periodic untuk menjamin agar tidak seorang pun karyawan menderita penyakit yang dapat menular. penutup mulut( masker). Oleh pemerintah Orde Baru kata ini digunakan untuk menggantikan istilah buruh yang sejak 1965 ditabukan di Indonesia. SANITASI KARYAWAN Karyawan dari kata dasar "karya" yang diberi akhiran -wan yang berarti pekerja. tidak di izinkan bekerja dalam ruangan pengolahan. 2. makan dan mengunyah permen karet selama menangani ikan. 7. Karyawan disuatu pabrik pengolahan yang terlibat langsung dalam proses pengolahan merupakan sumber kontaminasi bagi produk pangan . 6. Adapun beberapa hal yang harus di terapkan pada setiap karyawan yang bekerja dalam unit perusahaan adalah sebagai berikut: 1. karena sumber cemaran terhadap produk dapat berasal dari karyawan. 4.

Desain dan tata letak Ruang produksi seharusnya cukup luas dan mudah dibersihkan.3. terbuat dari bahan yang kedap air. Lantai harus selalu dalam keadaan bersih dari debu. Menurut (Winarno. 12. Secara rutin harus dilakukan pembersihan ruangan secara menyeluruh. dimana ikan diterima. tahan lama dan mudah dibersihkan. Dinding Permukaan dinding bagian ruangan produksi harus halus. rata.2. serta berwarna terang. Kemakmuran dapat tercapai jika tersedia barang dan jasa dalam jumlah yang mencukupi. Produksi bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia untuk mencapai kemakmuran.agar ruangan tetap bersih dan bebas dari sumber mikroba beserta sporanya ruangan harus terbuat dari bahan yang bisa dilap atau dipel dengan disenfektan. 2.pakaian kerja yang kedap air. lendir dan kotoran lainnya. Lantai Lantai ditempat yang sifatnya untuk pekerjaan basah.1. 2. Bagian dinding sampai ketinggian 2 meter dari lantai harus dapat dicuci dan tahan terhadap bahan SMK NEGERI 1 SURUH Page 10 . SANITASI RUANG PRODUKSI Ruang produksi merupakan suatu tempat dalam perusahaan yang berfungsi sebagai kegiatan untuk menambah nilai guna suatu benda atau menciptakan benda baru sehingga lebih bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan.2. Khususnya bagi karyawan pekerjaan memfillet.2. membuang sisik dan menangani ikan utuh atau ikan yang telah disiangi harus dilengkapi dengan pakaian. F. Pertemuan antara lantai dengan dinding harus melengkung dan kedap air.MAKALAH SANITASI 11. Lendir dan kotoran tidak boleh mongering dan mengeras pada pakaian kerja. diolah atau dikemas harus cukup kemiringannya. 2. Pakaian kerja yang kedap air harus dicuci dengan penyemprotan air bertekanan atau cara lain yang efektif setiap akan memulai dan selesai satu gilir kerja.2. Sedangkan kegiatan menambah daya guna suatu benda dengan mengubah sifat dan bentuknya dinamakan produksi barang. 2002). Kegiatan menambah daya guna suatu benda tanpa mengubah bentuknya dinamakan produksi jasa. Tidak dibenarkan meletakkan pakaian kerja seenaknya diatas meja atau permukaan peralatan lainnya yang bersentuhan dengan ikan. Adapun beberapa syarat yang harus dipenuhi dalam salah satu ruang produksi dadalah sebagai berikut.

9. 2.MAKALAH SANITASI kimia.2.2. sarang labah labah dan kotoran lainnya 2. Harus sekecil mungkin dan tingginya dari lantai minimal 1. halus dan rata.Konstruksi langit-langit seharusnya didisain dengan baik untuk mencegah penumpukan debu. Perlengkapan anti serangga dan binatang Harus dilengkapi dengan dengan peralatan untuk mencegah masuknya serangga. . tidak bercelah.2. . pertumbuhan jamur. kotoran dan serangga.Ruang produksi harus mempunyai langit-langit yang tidak retak. 2. Pintu tersebut harus dirancang sehingga dapat menutup dengan sendirinya.5 meter.2.tikus.Permukaan pintu harus tahan karat. memperkecil terjadinya kondensasi. 2.4. kedap air dan berwarna terang.8.menghilangkan bau yang idak diinginkan dan mencegah pengembunan.7.5.Langit-langit harus selalu dalam keadaan bersih dari debu. Tempat cuci tangan ( wastafel) Ruangan pengolahan harus mempunyai sejumlah tempat cuci tangan yang cukup. bersarangnya hama. tahan air dan mudah dibersihkan. pengelupasan. Ventilasi Harus ada ventilasi yang cukup untuk menjamin sirkulasi udara.6. tidak terdapat tonjolan dan sambungan yang terbuka.langit . sekurangkurangnya satu tempat cuci tangan untuk 10 karyawan. Pintu dan jendela . serta terbuat dari bahan tahan lama dan mudah dibersihkan. mudah dibersihkan dan harus dirancang sehingga bila dibukadapat menahan debu. burung dan hama lainnya serta bintang peliharaan. 2. halus dan rata. Pada bagian tersebut tidak boleh ditempatkan sesuatu yang mengganggu operasi pembersihan. Segala kemungkinan jalan dan lobang tikus dan serangga harus ditutup dengan saringan logam yang tahan karat. Penerangan Semua ruangan produksi harus mendapat penerangan yang cukup dan merata dengan intensitas lebih kurang 20 foot candle.Jendela (jika ada) harus tahan air. penyediaan air panas dan dingin yang SMK NEGERI 1 SURUH Page 11 . .2. Tinggi langitlangit untuk ruangan produksi minimum 3 (tiga) meter.2. Langit. 2.

MAKALAH SANITASI cukup. lap sekali pakai ( tissue paper).Air pencuci tangan harus mengalir dan tidak boleh dipakai berulang kali. dilengkapi dengan sabun. SMK NEGERI 1 SURUH Page 12 .

Dalam industry pengolahan pangan terdapat beberapa macam sanitasi diantaranya adalah sanitasi karyawan dan sanitasi ruang produksi: Sanitasi karyawan meliputi kebersihan pribadi. 3. pintu dan jendela. tutup kepala. langit-langit. tempat cuci tangan dan sebagainya. dinding.2.lain yang berhubungan dengan karyawan. Sedangkan Sanitasi Ruang Produksi meliputi. ventilasi.1. pakaian kerja. SMK NEGERI 1 SURUH Page 13 . Saran Diharapkan kepada karyawan yang bekerja dalam industry pengolahan agar memperhatikan syarat. Kesimpulan Sanitasi Pangan adalah upaya pencegahan terhadap kemungkinan bertambah dan berkembang biaknya jasad renik pembusuk dan patogen dalam pangan. penerangan. Lantai.syarat sanitasi dalam pengolahan Hasil Pertanian & Perikanan agar terhindar dari kontaminasi mikroba yang dapat mengancam keamanan produk. pintu dan jendela. masker dan lain.peralatan dan bangunan yang dapat merusak pangan dan membahayakan manusia.MAKALAH SANITASI PENUTUP 3.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->