MAKALAH SANITASI

SANITASI
A. LATAR BELAKANG

Sanitasi adalah perilaku disengaja dalam pembudayaan hidup bersih dengan maksud mencegah manusia bersentuhan langsung dengan kotoran dan bahan buangan berbahaya lainnya dengan harapan usaha ini akan menjaga dan meningkatkan kesehatan manusia. Dalam industry pengolahan langkah pemberian sanitizer atau perlakuan fisik yang dapat mereduksi populasi mikroba pada fasilitas dan peralatan pabrik.Sanitizier adalah kondisi bersih kuman atau mikroba yang digunakan dalam industry pangan.Program sanitasi dijalankan sama sekali bukan untuk mengatasi kotornya lingkungan atau kotornya pemrosesan bahan, tetapi untuk menghilangkan kontaminan dari makanan atau mesin pengolahan makanan serta mencegah terjadinya kontaminasi kembali dan kontaminasi silang

Bahaya ini mungkin bisa terjadi secara fisik, mikrobiologi dan agen-agen kimia atau biologis dari penyakit terkait. Bahan buangan yang dapat menyebabkan masalah kesehatan terdiri dari tinja manusia atau binatang, sisa bahan buangan padat, air bahan buangan domestik (cucian, air seni, bahan buangan mandi atau cucian), bahan buangan industri dan bahan buangan pertanian. Cara pencegahan bersih dapat dilakukan dengan menggunakan solusi teknis (contohnya perawatan cucian dan sisa cairan buangan), teknologi sederhana (contohnya kakus, tangki septik), atau praktek kebersihan pribadi (contohnya membasuh tangan dengan sabun). Definisi lain dari sanitasi adalah segala upaya yang dilakukan untuk menjamin terwujudnya kondisi yang memenuhi persyaratan kesehatan. Sementara beberapa definisi lainnya menitik beratkan pada pemutusan mata rantai kuman dari sumber penularannya dan pengendalian lingkungan.

SMK NEGERI 1 SURUH

Page 1

otot 75. ¾ bagian tubuh kita terdiri dari air dan tidak seorangpun dapat bertahan hidup lebih dari 4-5hari tanpa minum air.6% dan dalam darah 83%.MAKALAH SANITASI B.Manajemen pembuangan manuisa (human waste) yang buruk akan berakibat secara langsung maupun tidak langsung pada transmisi penyakit. pertanian.tetangganya. ginjal 82. Tiga unsur sanitasi adalah air limbah (waste water).Sanitasi dan air minum merupakan salah satu dari delapan tujuan Sasaran Pembangunan Milenium (Millennium Development Goals/MDGs) yg diupayakan untuk dicapai pada 2015. DEFINISI SANITASI Sanitasi dan kesehatan manusia adalah dua hal yang saling terkait. Salah satu sanitasi yang menjadi perhatian adalah masalah air yang tercemar terutama di negara berkembang dengan sistem sanitasi air yang kurang. tulang 22%. Indonesia masih ketinggalan jauh dari tetangga.4 milyar orang didunia saat ini tidak memiliki akses terhadap fasilitas sanitasi yang memadai sehingga mereka terpaksa menggunakan fasilitas toilet yang tidak sehat dan tidak aman untuk digunakan. Sanitasi adalah kebutuhan dasar manusia dalam rangka kebersihan urusan buang hajat dan limbah serta penyediaan air bersihnya.7%. Jumlah air dalam tubuh manusia rata – rata 65 % dari berat tubuhnya dan sangat bervariasi pada setiap orang. Air adalah zat yang paling penting dalam kehidupan setelah udara. Organ tubuh manusia yang mengandung banyak air antara lain adalah otak 74. persampahan (solid waste). transportasi dan lain – lain. Sayangnya untuk fasilitas kebutuhan dasar itu. Selain itu. pemadam kebakaran. untuk keperluan industri. bahkan juga bervariasi untuk setiap bagian tubuh seseorang. tempat rekreasi. Lebih dari 2. mencuci. dan drainase lingkungan (drainage system). membersihkan kotoran yang ada di rumah. air juga digunakan untuk memasak. Penyakit yang menyerang manusia dapat juga ditularkan dan disebabkan melalui air sehingga menimbulkan wabah penyakit dimana – mana.5%. mandi. Setiap hari kurang lebih 1440 liter darah mengalir SMK NEGERI 1 SURUH Page 2 .

PERALATAN. kepala polar (hidrofilik) ekor non-polar (hidrofobik) Gambar biofilm yang dibentuk Contoh detergen dengan ikatan hidrofobik dan hidrofilik oleh mikroorganisme. Di AS dan Kanada. BAHAN DAN LANGKAH-LANGKAH SANITASI Bebarap langkah praktis dalam pembersihan dan sanitasi yang umum diterapkan di bidang industri adalah :         Menyimpan makanan agar tidak tercemar oleh bahan kimia Menghilangkan kotoran Dibilas Dibersihkan. Biofilm menjadi penting karena sangat sulit dibersihkan. SMK NEGERI 1 SURUH pada rantai asam lemak. Sisa makanan dapat dihilangkan dengan menyikat. mengikis atau pembilasan. Persediaan sumber air bersih harus dapat memenuhi kebutuhan masyarakat karena persediaan air bersih yang terbatas akan memudahkan timbulnya berbagai penyakit di masyarakat.MAKALAH SANITASI dan dibersihkan oleh ginjal. biasanya dengan deterjen Dibilas Disanitasi Dibilas dengan air bersih Dikeringkan sehingga makanan tidak terkena oleh Persiapan meliputi penyimpanan semua makanan larutan pembersih. Deterjen membantu proses pembersihan dengan menghilangkan tanah dan “biofilms”. atau iodophors dengan >25 ppm yodium. kemudian dikeluarkan 2-3 liter dalam bentuk urine. pembilasan setelah sanitasi dibutuhkan hanya jika digunakan desinfektan/saniter yang mengandung lebih dari 200 ppm klorin aktif dalam natrium hipoklorit. C. menggosok. Biofilm adalah polisakaida yang terbentuk oelh mikrooranisme yang umumnya melekat pada permukaan meja kerja. mengosongkan udara. Selebihnya diserap kembali masuk kedalam aliran darah. Page 3 .

sisa makanan yang kaya mineral (milkstone) Faktor-faktor yang mempengaruhi pada saat pembersihan     Waktu Suhu Konsentrasi deterjen Pergerakan mekanik (penggosokan) Pembersihan memakan waktu.MAKALAH SANITASI Dietergen Deterjen adalah komponen aktif permukaan dengan kepala polar (hidrofilik) dan ekor yang non-polar (hidrofobik). ). alat penghantar panas) SMK NEGERI 1 SURUH Page 4 . terutama jika menggunakan bahan kimia. Kepala polar adalah hidrofilik dan larut dalam air. digunakan untuk bahan organik (kotoran). Sisa makanan Hal yang paling penting adalah bahwa sisa makanan yang mengandung protein dapat menginaktifkan hipochlorit . magnesium. Hal hal yang perlu diperhatikan penting pada proses pembersihan sebelum sanitasi 1. Perendaman tanpa pengadukan memakan waktu paling lama. lapisan mineral lain (besi. Deterjen dari sgei sifat keasamannya bias digolongkan menjadi:  Alkali (anionik) deterjen. protein. Sisi non-polar adalah hidrofobik (lipofilik) dan larut pada fase lemak. Sisa-sisa dari makanan berlemak dapat larut dalam bentuk misel dan dapat dibersihkan.desinfektan dan membuatnya tidak efektif. Kotoran/surfaktan terletak pada batas antara fase air dan fase lemak. sulfat). digunakan untuk bahan anorganik (kotoran): kerak air (garam berkalsium. lemak / minya.  Melindungi mikroorganisma    Menyediakan makanan bagi mikroba Mengurangi efektifitas disinfektan Mengurangi efisiensi alat (mis. karbohidrat  Asam (kationik) deterjen. membuatnya lebih mudah untuk diemulsifikasikan.Suhu adalah faktor penting karena makin tinggi suhu mempercepat reaksi kimia dan melunakkan sisa lemak.

Asam SMK NEGERI 1 SURUH Page 5 . Persenyawaan tersebut memiliki spektrum membunuh yang luas dan bekerja dengan baik pada suhu dingin dan hangat. permukaan makanan harus bersih. Air pada suhu ini dapat menyebabkan luka bakar. biasa digunakan dalam industri pangan dan katering sebagai metode sanitasi. 3. minyak pelumas dan komponen peralatan lainnya apabila tidak digunakan secara benar. Mereka sangat cepat bereaksi. Desinfektan yang berasal dari ekstrak pinus tidak boleh digunakan di area penanganan makanan karena tidak efektif dan desinfektan tersebut dapat menodai makanan. tetapi persenyawaan tersebut korosif. atau alat lain. tidak stabil dan mudah mengiritasi. maka gunakan keranjang. Metode sanitasi  Suhu Tinggi  Penguapan  Kimia  Air panas Mudah mencapai area yang sulit Panas sedang. sebab sisa-sisa makanan dapat mengurangi keefektifan sanitasi. Prinsip desinfeksi kimia Sebelum disanitasi dengan bahan kimia. Alat ini sangat efektif. Perendaman yang baik adalah 80 °C selama 2 menit. Alat penguapan digunakan dalam industri. karena sangat efektif melawan semua patogen. tidak hanya membatasi pertumbuhan mikroorganisma  Tidak menodai makanan atau minuman Contoh contoh desinfektan: 1. rak. Alat-alat dan perlengkapan masak yang kecil dapat dimasukkan ke dalam tangki air panas. yaitu 74-90°C. Suatu desinfektan harus  Tidak beracun bagi manusia  Memiliki aktifitas antimikrobiologi yang besar (patogen dan organisma pengganggu)  Mampu membunuh.MAKALAH SANITASI 2. tetapi bersifat korosif dan keras. alat ini juga dapat merusak lantai beton. tetapi berbahaya bagi personel yang tidak ahli menggunakannya. Desinfektan oksidasi  khlorin dioksida  Persenyawaan Iodine iodophors Persenyawaan Klorin dapat digunakan secara luas. Iodophors adalah suatu persenyawaan yodium dan non-ionic komplek dengan pH rendah.

dan sebaliknya bila lingkungan pabrik bersih. SMK NEGERI 1 SURUH Page 6 . tetapi persenyawaan khlorin dapat membusuk pada suhu sekitar 60 °C. Faktor-faktor yang mempengaruhi efektifitas desinfektan:  Waktu kontak  Suhu  Konsentrasi  pH  Jenis kotoran  Kecocokan dengan deterjen Suatu desinfektan dinilai efektif sebagai pembersih permukaan. 2. sedangkan iodophors sekitar 48 °C. Persenyawaan itu sangat efektif dalam melawan bakteri gram prositif.MAKALAH SANITASI Peracetik memiliki spektrum membunuh yang luas dan digunakan pada sistem pembersihan tertutup “Clean in Pleace”. spora dan kurang efektif melawan bakteri gram negatif. tidak korosif dan tidak merusak kulit manusia (lebih aman untuk pembersihan manual). Suatu desinfektan harus sesuai dengan jenis bahan pembersih kimia yang digunakan. karena pakaian kotor akan mencemarkan kembali peralatan. Sistem ini tidak cocok bila digunakan di rumah. Perlu dicatat bahwa pemakaian yang tidak tepat terhadap “quats” dapat mencegah terjadinya fermentasi ( yaitu menghambat starter kultur gram positif).Suhu dapat meningkatkan kecepatan membunuh. Keberadaan tanah dapat menurunkan aktifitas persenyawaan khlorin dan iodine. Patut dicatat bahwa pengeringan udara (vakum) sangat disarankan. Industri pengeringan telah mempelajari bahwa Listeria dapat tumbuh sangat baik pada kondisi basah. alat-alat dan pemukaan kerja. Desinfektan non-oksidasi Quarternary Ammonium Compound (QAC) Garam-faram amonium dapat diganti dengan grup alkil yang luas. Garam amonium stabil. Garam amonium tidak efektif melawan virus. Penyabunan dan pengeringan setelah pembersihan/sanitasi Langkah ini seringkali terlupakan. bila dapat membunuh 5-log dari 5 bakteri berbeda dalam waktu 5 menit atau memiliki kekuatan membunuh yang sama seperti 100 ppm chlorine.

Kejadian yang membahayakan dapat terjadi ketika larutan hipokhlorit (bahan pemutih rumah tangga) dicampur dengan asam. Lebih lengket Polimerisasi lebih sulit dibersihkan Karamelisasi.  Selalu mengikuti instruksi pemasok  Jangan mencampur bahan kimia kecuali sudah dinyatakan aman oleh pemasok SMK NEGERI 1 SURUH Page 7 . ember)  Seluruh area dapur dan kantin Di industri pangan dan katering. Karenanya bahan kimia di rumah harus selalu diawasi pemakaiannya secara benar dan disimpan di tempat aman yang jauh dari jangkauan anak. seperti botol minuman atau kaleng makanan. Sangat disarankan untuk mengikuti instruksi pemasok mengenai konsentrasi dan kecocokannya dengan produk pembersih lain. Bahan-bahan kimia tidak boleh disimpan pada kontainer bekas makanan atau minuman. Dapat terjadi pelepasan gas beracun tinggi khlorin.MAKALAH SANITASI Contoh desinfektan berdasarkan jenis kotoran Jenis Kotoran Protein Lemak Sifat kelarutan Tidak larut Tidak larut Kemudahan untuk larut sulit sulit Karbohidrat Mineral/garam Larut Bervariasi mudah Bervariasi Perubahan karena pemanasan Terurai. Pemakaian bahan kimia yang aman Bahan-bahan kimia yang membunuh mikroorganisma dapat berbahaya bagi manusia yang mengoperasikannya. prosedur pembersihan dan sanitasi harus tersedia pada setiap tempat dan peralatan yang berhubungan dengan makanan. sikat. lebih sulit dibersihkan Umumnya mudah Detergen terbai Basa klorin basa basa asam Prosedur pembersihan pada industri makanan dan katering Prosedur pembersihan dibutuhkan pada  Permukaan kerja yang kontak dengan makanan  Peralatan makanan  Alat-alat pembersih (alat pengepel. Penting untuk tidak memberikan desinfektan secara berlebih karena akan menjadi tidak efektif.

Harus ada prosedur yang tepat untuk menjauhkan hama dari area pengolahan dan penanganan makanan. tikus. waktu dan suhu  Masing-masing desinfektan memiliki keunikan  Segala kegiatan pembersihan / sanitasi harus sesuai dengan prosedur  Bahan-bahan kimia harus digunakan dan disimpan dengan aman  Pembersihan harus selalu termonitor  Permukaan lantai yang bersih adalah penting untuk memastikan sanitasi yang memuaskan  Fasilitas/peralatan harus mudah dibersihkan  Efisiensi dari desinfektan tergantung dari komposisi bahan kimia.MAKALAH SANITASI  Jangan pernah mencampur senyawa asam dan basa (reaksi eksotermis)  Hipokhlorit jangan dicampur dengan  Asam (pelepasan gas chlorin)  Bahan-bahan nitrogenous (dapat membentuk persenyawaan explosif) Pengendalian hama Patogen dapat tersebar melalui kecoa. Serangga. Pesan penting bagi rumah  Permukaan kerja / alat harus bersih agar hasil sanitasi dapat memuaskan  Pembersihan semakin baik bila disertai dengan deterjen yang sederhana  Sanitasi dapat dilakukan dengan menggunakan air panas atau larutan hipokhlorit. Industri makanan dan katering harus mencari saran profesional dari satu perusahaan yang menyelenggarakan jasa seperti itu. hama dan hawan-hewan rumah memainkan peranan dalam penyebaran penyakit. lalat.  Permukaan lantai dan alat yang telah dibersihkan harus kering  Bahan-bahan kimia harus disimpan secara aman Pesan penting bagi industri katering dan makanan  Permukaan lantai yang bersih adalah penting untuk memastikan sanitasi yang memuaskan  Fasilitas/peralatan harus mudah dibersihkan  Efisiensi dari desinfektan tergantung dari komposisi bahan kimia. waktu dan suhu  Masing-masing desinfektan memiliki keunikan  Segala kegiatan pembersihan / sanitasi harus sesuai dengan prosedur  Bahan-bahan kimia harus digunakan dan disimpan dengan aman SMK NEGERI 1 SURUH Page 8 .

Adapun beberapa hal yang harus di terapkan pada setiap karyawan yang bekerja dalam unit perusahaan adalah sebagai berikut: 1. Luka kecil di tangan harus dirawat dengan baik dan dibalut dengan pembalut yang tahan air. Karyawan disuatu pabrik pengolahan yang terlibat langsung dalam proses pengolahan merupakan sumber kontaminasi bagi produk pangan . 5.meludah.barang ataupun perlengkapan perorangan. 7. pada waktu bekerja harus selalu menggunakan pakaian kerja. maka kebersihan karyawan harus selalu diterapkan. gelang ataupun cincin. Oleh pemerintah Orde Baru kata ini digunakan untuk menggantikan istilah buruh yang sejak 1965 ditabukan di Indonesia. Karyawan yang langsung bekerja pada ruang pengolahan. SMK NEGERI 1 SURUH Page 9 . 4. 8. makan dan mengunyah permen karet selama menangani ikan. Kesehatan karyawan harus diperiksa secara periodic untuk menjamin agar tidak seorang pun karyawan menderita penyakit yang dapat menular. 6. 2. Karyawan yang menderita penyakit menular. Sarana untuk PPPK harus disediakan untuk menghadapi segala kemungkinan. Bagi karyawan harus disediakan tempat penitipan barang. Dalam bidang produksi kebersihan karyawan dapat mempengaruhi kualitas produk yang dihasilkan. SANITASI KARYAWAN Karyawan dari kata dasar "karya" yang diberi akhiran -wan yang berarti pekerja. 3. sepatu. Setiap karyawan harus memelihara kebersihan pribadi yang tinggi selama bertugas. Sarung tangan yang digunakan untuk penanganan dan pengolahan harus selau dicuci dan didisinfeksi pada setiap mulai dan selesai satu gilir kerja. dan mempunyai luka terbuka yang dapat menulari produk. sarung tangan. karena sumber cemaran terhadap produk dapat berasal dari karyawan. Karyawan harus membiasakan mencuci tangan dengan bersih terutamasetelah keluar dari jamban dan kamar mandi. penutup mulut( masker). Dilarang merokok. Karyawan yang mengerjakan pengolahan ikan tidak diperbolehkan memakai cat kuku. seringkali di sebuah pabrik atau kantor besar. 10. Pakaian kerja termasuk tutup kepala harus disediakan dan selalu dalam keadaan bersih. penutup kepala yang sempurna. sebelum mengolah ikan.MAKALAH SANITASI  Pembersihan harus selalu termonitor D. tidak di izinkan bekerja dalam ruangan pengolahan. 9.

Adapun beberapa syarat yang harus dipenuhi dalam salah satu ruang produksi dadalah sebagai berikut.3. Khususnya bagi karyawan pekerjaan memfillet. Produksi bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia untuk mencapai kemakmuran. 12. Kemakmuran dapat tercapai jika tersedia barang dan jasa dalam jumlah yang mencukupi. Pertemuan antara lantai dengan dinding harus melengkung dan kedap air. 2002). SANITASI RUANG PRODUKSI Ruang produksi merupakan suatu tempat dalam perusahaan yang berfungsi sebagai kegiatan untuk menambah nilai guna suatu benda atau menciptakan benda baru sehingga lebih bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan.MAKALAH SANITASI 11.agar ruangan tetap bersih dan bebas dari sumber mikroba beserta sporanya ruangan harus terbuat dari bahan yang bisa dilap atau dipel dengan disenfektan.2. terbuat dari bahan yang kedap air.2. membuang sisik dan menangani ikan utuh atau ikan yang telah disiangi harus dilengkapi dengan pakaian.2. lendir dan kotoran lainnya. serta berwarna terang. Sedangkan kegiatan menambah daya guna suatu benda dengan mengubah sifat dan bentuknya dinamakan produksi barang.1. diolah atau dikemas harus cukup kemiringannya. Pakaian kerja yang kedap air harus dicuci dengan penyemprotan air bertekanan atau cara lain yang efektif setiap akan memulai dan selesai satu gilir kerja. Dinding Permukaan dinding bagian ruangan produksi harus halus. Lantai harus selalu dalam keadaan bersih dari debu. Tidak dibenarkan meletakkan pakaian kerja seenaknya diatas meja atau permukaan peralatan lainnya yang bersentuhan dengan ikan.2. Lendir dan kotoran tidak boleh mongering dan mengeras pada pakaian kerja. Desain dan tata letak Ruang produksi seharusnya cukup luas dan mudah dibersihkan. 2. rata. Lantai Lantai ditempat yang sifatnya untuk pekerjaan basah. F. dimana ikan diterima. Bagian dinding sampai ketinggian 2 meter dari lantai harus dapat dicuci dan tahan terhadap bahan SMK NEGERI 1 SURUH Page 10 . Kegiatan menambah daya guna suatu benda tanpa mengubah bentuknya dinamakan produksi jasa. Menurut (Winarno. 2. Secara rutin harus dilakukan pembersihan ruangan secara menyeluruh.pakaian kerja yang kedap air. 2. tahan lama dan mudah dibersihkan.

8.Jendela (jika ada) harus tahan air.MAKALAH SANITASI kimia. halus dan rata. tidak terdapat tonjolan dan sambungan yang terbuka.2. 2. Pintu dan jendela . . .2. Langit. halus dan rata. pengelupasan. Pintu tersebut harus dirancang sehingga dapat menutup dengan sendirinya.tikus. 2. .6.menghilangkan bau yang idak diinginkan dan mencegah pengembunan. 2. kotoran dan serangga. penyediaan air panas dan dingin yang SMK NEGERI 1 SURUH Page 11 . 2. memperkecil terjadinya kondensasi. 2. Perlengkapan anti serangga dan binatang Harus dilengkapi dengan dengan peralatan untuk mencegah masuknya serangga. tidak bercelah. Ventilasi Harus ada ventilasi yang cukup untuk menjamin sirkulasi udara.Konstruksi langit-langit seharusnya didisain dengan baik untuk mencegah penumpukan debu.Langit-langit harus selalu dalam keadaan bersih dari debu.9. pertumbuhan jamur. Pada bagian tersebut tidak boleh ditempatkan sesuatu yang mengganggu operasi pembersihan. kedap air dan berwarna terang.2. bersarangnya hama. Tempat cuci tangan ( wastafel) Ruangan pengolahan harus mempunyai sejumlah tempat cuci tangan yang cukup.5 meter.5.2.langit .7. tahan air dan mudah dibersihkan. Segala kemungkinan jalan dan lobang tikus dan serangga harus ditutup dengan saringan logam yang tahan karat. serta terbuat dari bahan tahan lama dan mudah dibersihkan. burung dan hama lainnya serta bintang peliharaan.2.Ruang produksi harus mempunyai langit-langit yang tidak retak. Tinggi langitlangit untuk ruangan produksi minimum 3 (tiga) meter.Permukaan pintu harus tahan karat. Harus sekecil mungkin dan tingginya dari lantai minimal 1.4.2. sekurangkurangnya satu tempat cuci tangan untuk 10 karyawan. Penerangan Semua ruangan produksi harus mendapat penerangan yang cukup dan merata dengan intensitas lebih kurang 20 foot candle. sarang labah labah dan kotoran lainnya 2. mudah dibersihkan dan harus dirancang sehingga bila dibukadapat menahan debu.

MAKALAH SANITASI cukup. lap sekali pakai ( tissue paper).Air pencuci tangan harus mengalir dan tidak boleh dipakai berulang kali. SMK NEGERI 1 SURUH Page 12 . dilengkapi dengan sabun.

pakaian kerja. dinding.MAKALAH SANITASI PENUTUP 3.syarat sanitasi dalam pengolahan Hasil Pertanian & Perikanan agar terhindar dari kontaminasi mikroba yang dapat mengancam keamanan produk. pintu dan jendela.2. masker dan lain.peralatan dan bangunan yang dapat merusak pangan dan membahayakan manusia. tempat cuci tangan dan sebagainya. 3. tutup kepala. ventilasi.lain yang berhubungan dengan karyawan. Saran Diharapkan kepada karyawan yang bekerja dalam industry pengolahan agar memperhatikan syarat. langit-langit. SMK NEGERI 1 SURUH Page 13 . Lantai. penerangan. Sedangkan Sanitasi Ruang Produksi meliputi. pintu dan jendela.1. Kesimpulan Sanitasi Pangan adalah upaya pencegahan terhadap kemungkinan bertambah dan berkembang biaknya jasad renik pembusuk dan patogen dalam pangan. Dalam industry pengolahan pangan terdapat beberapa macam sanitasi diantaranya adalah sanitasi karyawan dan sanitasi ruang produksi: Sanitasi karyawan meliputi kebersihan pribadi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful