Nama

: Gayatri Wahyuning Wulan

No. Stambuk : A 111 12 109

PIDATO (HARI IBU)

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Salam sejahtera bagi hadirin dan hadirat yang beragama selain Islam. Pertama-tama marilah kita panjatkan syukur kepada Allah SWT, atas nikmat yang telah diberikan kepada kita sekalian, yang dengan rahmat-Nya pula kita bersama-sama bisa berkumpul disini untuk yang kesekian kalinya, khususnya pada pagi ini dalam rangka memperingati dan menyemarakkan “Hari Ibu”. Selanjutnya, marilah kita panjatkan rasa syukur kita kepada Tuhan atas kekuatan yang telah diberikan kepada kita khusunya kepada para Ibu, yang sampai hari ini masih belum kehilangan semangat juangnya dalam menangkap sekaligus mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam hikmah “Hari Ibu” yang kita peringati bersama-sama dengan para Ibu di seluruh wilayah Indonesia tercinta ini. Hadirin yang mulia khususnya para Ibu. Peran Ibu pada masa sekarang tampaknya makin meningkat. Bersamaan dengan itu, makin berat pula tantangan yang kita hadapi. Namun sebagai bangsa yang besar, maka kita tentunya sepakat untuk pantang menyerah, pantang mundur dan pantang mengeluh. Semua tantangan hidup sehari-hari seakan makanan lezat yang harus dihadapi dengan penuh kesabaran dan penuh kesadaran. Di tengah-tengah semakin berkembangnya tekhnologi yang semakin canggih, ibu-ibu juga bisa merasakan, betapa hebat dampak dari perkembangan teknologi tersebut di keluarga kita ini. Tanggung jawab seorang ibu dihadapkan kepada berbagai masalah, berbagai ragam tantangan, berbagai bentuk persoalan, bahkan masalah kaum Bapak pun sudah menjadi bagian dari permasalahan para Ibu. Untuk itu kami menghimbau, janganlah kaum Bapak menganggap kecil peranan kaum Ibu. Sebab tanpa Ibu, kita ibarat burung tak kan pernah terbang sempurna. Ibarat burung tak kan pernah terbang perkasa. Kaum Ibu hendaknya juga menyadari bahwa dengan tugas berat sekarang ini harus tetap waspada terhadap tanggung jawab hidup. Tanggung jawab ibu sekarang tidak hanya terbatas pada tanggung jawab dapur dan tempat tidur saja. Lebih dari itu sudah tiba saatnya kaum Ibu

Misalnya. Kapan kita boleh membantu. Tapi. Namun tetaplah waspada. bakteri. factor extrinsic mustahil dihindari. mohon maaf jika ada tutur kata kami yang kurang berkenan di hati hadirin sekalian. Amin. Masih banyak yang belum selesai. . Telah menjadi keinginan setiap ibu bagi anak-anaknya tumbuh sehat. Hadirin yang mulia tentunya kita juga tetap tahu batas. mencuci tangan dengan sabun sebelum makan dan menyikat gigi sebelum tidur.membantu para Bapak. yakni kepribadian Pancasila dan UUD ‘45. parasit dan jamur yang banyak di alam. Dalam menjalankan tugas sehari-hari semoga Allah SWT senantiasa bersama kita. walaupun ibu berusaha semaksimal mungkin meminimalisir factor penyebab penyakit dalam rumah tangganya. Ibu yang juga istri berperan membangun karakter sebuah keluarga seperti membangun edukasi moral dan edukasi kesehatan melalui kebiasaan-kebiasaan yang diajarkan sedak anak masih kecil. Semuanya itu kita lakukan untuk menjaga citra sebagai Ibu. kapan kita wajib membantu dan kapan pula kita menentukan sikap terhadap kaum Bapak. Masih banyak yang harus kita lakukan. keluarga sejahtera di atas ridla Allah SWT. Hadirin sekalian. hingga tercapai keluarga yang bahagia. Selamat berjuang. Suatu citra yang harus bersummber kepada kepribadian bangsa. demikian sambutan dari kami. Yakni menjadi istri bagi seorang suami dan menjadi ibu bagi anaknya. yakni kepribadian sebagai bangsa yang luhur. di kantor bahkan kalau perlu juga di medan perang.. jika perlu membantu tugas Bapak di luar rumah. selamat menjalankan tugas . Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. perempuan luar biasa yang menjadi tolak ukur kerukunan dan keharmonisan suatu keluarga memiliki peran yang sangat sentral. bebas dari sakit dengan memperkecil factor penyebab penyakit. Ibu. seperti mikroorganisme pathogen yang berupa virus. Janganlah mencampuri yang bukan urusan kita.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful