makalah bahasa Indonesia Tentang Jurnalistik Program Kerja

Disusun : Nina Daina Hakiki Kelas : XI IPA 3

SMA NEGERI 3 KOTA CIREBON

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG

Dewasa ini sudah banyak orang yang menyadari dan memulai menulis. Dari orang tua sampai anak-anak yang menjadi penulis, mereka menulis dalam bentuk puisi, cerpen, novel, opini, dan lain sebagainya. Kebanyakan dari mereka yang menulis adalah orang-orang yang sudah berumur atau mempunyai pengetahuan yang lebih luas dari kebanyakan orang, selain itu mahasiswa yang aktif dan suka menulis lah yang mempunyai sebuah tulisan dan termuat di berbagai media. Yang sebenarnya adalah bukan hanya orang-orang seperti itulah yang bisa membuat sebuah karya atau tulisan, semua orang bisa melakukannya jika mempunyai kemauan. Dan untuk menjadi seorang penulis,perlu mengetahui dan memperbanyak kosa kata yang patut atau tepat untuk di gunakan dalam sebuah tulisan, yang sesuai dengan EYD. Karena terkadang seorang penulis belum tentu tahu mana yang baik di gunakan dan mana yang tidak baik, mana yang sesuai dengan EYD, mana yang tidak sesuai dengan EYD. Maka dari itu dalam makalah ini penulis akan membahas bahasa yang dipakai dalam menulis sebuah opini, tajuk rencana atau berita yang sering di sebut dengan bahasa jurnalistik. B. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. RUMUSAN MASALAH Apa pengertian bahasa jurnalistik? Bagaimana sejarah bahasa jurnalistik? Apa saja karakteristik bahasa jurnalistik itu? Apa saja prinsip dasar bahasa jurnalistik itu? Bagaimana pemakaian bahasa jurnalistik itu? Apa sajakah kendala dalam bahasa jurnalistik? Apa fungsi bahasa jurnalistik?

ragam bahasa filosofik. Menurut S. Namun jangan dilupakan. Dengan demikian bahasa jurnalistik memiliki kaidah-kaidah tersendiri yang membedakannya dengan ragam bahasa yang lain. PENGERTIAN BAHASA JURNALISTIK Bahasa yang digunakan wartawan dinamakan bahasa pers atau bahasa jurnalistik. sederhana. dan netral (demokratis). ragam bahasa usaha (bisnis). menarik. Bahasa pers adalah salah satu ragam bahasa. 1995). Semua berita dan laporan itu disajikan dalam bahasa yang mudah dipahami oleh khalayak. Wojowasito dari IKIP Malang dalam karya latihan wartawan Persatuan Wartawan Indonesia di Jawa Timur (1978). Dengan demikian bahasa jurnalistik itu menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam karya jurnalistik. jelas. merupakan salah satu ragam bahasa kreatif bahasa Indonesia di samping terdapat juga ragam bahasa akademik (ilmiah). Bahasa jurnalistik yang . menyaksikan tayangan televisi yang melaporkan berbagai peristiwa yang terjadi di berbagai belahan bumi. Dengan demikian. bahasa Indonesia pada karya-karya jurnalistiklah yang bisa dikategorikan sebagai bahasa jurnalistik atau bahasa pers. Dia tidak menganggap sepi kaidah-kaidah tata bahasa. padat.BAB II PEMBAHASAN A. lancar. membaca berita koran. lugas. Bahasa jurnalistik sendiri merupakan salah satu variasi Bahasa Indonesia yang jelas kegunaannya bagi masyarakat yang mendengarkan informasi dari radio setiap hari. 1991). Bahasa jurnalistik atau biasa disebut dengan bahasa pers. Akhirnya dalam kosa kata. Bahasa jurnalistik itu sendiri juga memiliki karakter yang berbeda-beda berdasarkan jenis tulisan apa yang akan terberitakan. bahasa jurnalistik adalah bahasa komunikasi massa seperti tertulis dalam harian-harian dan majalah-majalah. tabloid dan majalah setiap jam. dan ragam bahasa literer (sastra) (Sudaryanto. yaitu singkat. mereka seolah-olah diajak untuk menyaksikan berbagai peristiwa secara langsung. Bahasa jurnalistik memiliki sifat-sifat khas. Begitu juga dia mesti memperhatikan ejaan yang benar. bahasa jurnalistik harus didasarkan pada bahasa baku. Bahasa jurnalistik merupakan bahasa yang digunakan oleh wartawan (jurnalis) dalam menulis karya-karya jurnalistik di media massa (Anwar. bahasa jurnalistik mengikuti perkembangan dalam masyarakat.

lancar. Namun demikian sesungguhnya bahasa jurnalistik tidak meninggalkan kaidah yang dimiliki oleh ragam bahasa Indonesia baku dalam hal pemakaian kosakata. Karena berbagai keterbatasan yang dimiliki surat kabar (ruang. pembagian tulisan. Dengan perkembangan jumlah pers yang begitu pesat pasca pemerintahan Soeharto—lebih kurang ada 800 pelaku pers baru—bahasa pers juga menyesuaikan pasar. dengan isu-isu yang khas. Dari kata Acta Diurna inilah secara harfiah kata jurnalistik berasal yakni kata diurnal dalam bahasa Latin berarti harian atau setiap hari (Onong U. 1996: 24). 2000). Sejak saat itu dikenal para diurnarii yang bekerja membuat catatan-catatan hasil rapat dari . Dalam menulis banyak faktor yang dapat mempengaruhi karakteristik bahasa jurnalistik karena penentuan masalah. Oleh karena itu bahasa jurnalistik sangat mengutamakan kemampuan untuk menyampaikan semua informasi yang dibawa kepada pembaca secepatnya dengan mengutamakan daya komunikasinya. sederhana. padat. Hal ini dikarenakan tidak setiap orang memiliki cukup waktu untuk membaca surat kabar. lugas dan menarik. pada golongan tertentu. waktu) maka bahasa jurnalistik memiliki sifat yang khas yaitu singkat. B. Artinya. Effendy. forum utama– akan berbeda dengan bahasa jurnalistik yang digunakan untuk menulis tajuk dan features. 2000). angle tulisan. Dia memerintahkan agar hasil sidang dan kegiatan para anggota senat setiap hari diumumkan pada papan pengumuman yang disebut Acta Diurna. SEJARAH BAHASA JURNALISTIK Sejarah awal lahirnya jurnalistik bermula pada masa Kekaisaran Romawi Kuno ketika Julius Caesar (100-44 SM) berkuasa. jelas.digunakan untuk menuliskan reportase investigasi tentu lebih cermat bila dibandingkan dengan bahasa yang digunakan dalam penulisan features. Dengan kata lain bahasa jurnalistik dapat dipahami dalam ukuran intelektual minimal. Kosakata yang digunakan dalam bahasa jurnalistik mengikuti perkembangan bahasa dalam masyarakat. dan sumber (bahan tulisan). pers sudah menjual wacana tertentu. Bahkan bahasa jurnalistik pun sekarang sudah memiliki kaidah-kaidah khas seperti dalam penulisan jurnalisme perdamaian (McGoldrick dan Lynch. struktur sintaksis dan wacana (Reah. Bahasa jurnalistik yang digunakan untuk menulis berita utama—ada yang menyebut laporan utama. Sifat-sifat tersebut merupakan hal yang harus dipenuhi oleh ragam bahasa jurnalistik mengingat surat kabar dibaca oleh semua lapisan masyarakat yang tidak sama tingkat pengetahuannya.

satelit dan internet. Teknologi komunikasi mempertemukan manusia melalui industri telepon. dari pada balpoint. Sederhana Artinya mudah dipahami. komputer. C. manusia tidak lagi hanya melakukan komunikasi antarpribadi dan kelompok. 2. Perkembangan bahasa jurnalistik Indonesia dalam empat dekade terakhir sangat pesat. atau sandal. maka gunakanlah bahasa yang umum dipakai. fotografi. Contoh : # Saya mengenakan alas kaki saat pergi ke kampus (TIDAK UMUM) # Saya mengenakan sepatu saat pergi ke kampus (UMUM) Contoh 2 : # Saya menbeli balpoint ke warung (TIDAK UMUM) # Saya membeli pulpen ke warung (UMUM) Orang-orang lebih menggunakan kata pulpen untuk digunakan. Kemudian pada abad ke-19 setelah manusia melakukan revolusi industri. Kita juga harus menghindari kata-kata yang teknis ilmiah. gampang diingat. KARAKTERISTIK BAHASA JURNALISTIK 1. manusia menyempurnakan berbagai teknologi untuk membantu kehidupannya. radio. begitu juga dengan alas kaki. majalah. tidak bertele-tele dan tidak berputar-putar. Singkat Berarti langsung pada pokok permasalahan (to the point). Banyak istilah-istilah yang tadinya masih menggunakan bahasa asing kini sudah ada istilahnya dalam bahasa Indonesia. Antara pabrik dangan pertanian pun disambungkan. Contoh : # Pedagang itu mengalami kerugian besar menjadi #Pedagang itu rugi besar #Harga premium mengalami penurunan mena menjadi #Harga premium . televisi. Manusia kini ada dalam abad informasi. yang mudah dipahami adalah kata sepatu. Kepesatannya dapat terlihat jika kita membandingkan bahasa yang dipakai oleh berbagai surat kabar empat puluh tahun yang lalu dengan bahasa yang dipakai surat kabar sekarang. surat kabar.papan acta diurna itu setiap hari untuk para tuan tanah dan hartawan. film.

Jernih Artinya tidak menyembunyikan makna lain Contoh : # Karna tidak membayar SPP. Dhoni “dikartu merah” oleh pihak sekolah. Contoh : # Tidak untung rugi # Petani sulit mendapatkan pupuk Petani langka pupuk #Yusril siap mencalonkan diri menjadi PresidenYusril siap jadi presiden 4. namun aku tak bisa 5. Jelas Artinya mudah ditangkap maksudnya. . tidak baur atau kabur Contoh : #Seminar itu hasilnya dipublikasikan menjadi Hasil seminar itu dipublikasikan #Obat itu khasiatnya sangat bagus menjadi Khasiat obat itu sangat bagus 6. Lugas Artinya bahasa yang digunakan haruslah tegas. Dhoni dikartu merah oleh pihak sekolah (karna kata kartu merah pada kalimat tersebut memiliki makna lain. Padat Mencari kata yang bisa memadat kalimat. Contoh : # Aku mencoba berpaling pada makhluk indah lainnya. Biasanya penggunaan bahasa yang tidak lugas terdapat pada lirik-lirik lagu. jelas alias to the point(langsung pada pokok pembahasan). tidak ada yang disembunyikan.turun #Baju Ardi tidak bersih menjadi # Baju Ardi kotor #Dewi memakai jilbab menjadi #Dewi Berjilbab #Ia mempunyai penilaian berbeda menjadi #Ia Mempunyai pendapat 3. maka kata kartu merah mesti memakai tanda petik) #Karna tidak membayar SPP.

Menarik Artinya mampu membangkitkan minat dan perhatian pembaca. Kebalikan populis adalah elitis. yaitu bahasa yang hanya dimengerti dan dipahami oleh segelintir kecil orang saja terutama karena berpendidikan dan berkedudukan tinggi. Biasanya bahasa yang dimaksud adalah bahasa yang teknik ilmiah. atau kata-kata sandi yang digunakan hanya pada kalangan kelompok. lapisan atau bahkan geng tertentu. Populis Bahasa jurnalistik harus merakyat. memicu selera pembaca.Ronaldo mendapatkan kartu merah pada menit ke sembilan (kata kartu merah tersebut mutlak sebuah kartu berwarna merah) 7. yaitu memberlakukan semua orang sama. Logis Bahasa yang digunakan harus dapat diterima dan tidak bertentangan denganakal sehat Contoh : .) 9.Berbeda dengan makna kata kartu merah berikut ini : # C. Contoh : #koab komah kojal koal(geng pak Asep) #Hukuman yang diterimanya merupakan konsekuensi dari kesalahannya #Menurut hipotosa saya. Contoh : Menurut Haris”……( benar ) Menurut Pak Haris”…. Contoh : #Persi mengalahkan persija (bahasanya diganti agar lebih menarik) menjadi # Persib membantai persija 8. artinya diterima dan diakrabi oleh semua lapisan masyarakat.( salah ) (walaupun dalam lingkungan sehari-hari Pak haris adalah Bapak atau Dosen kita sekali pun. Demokratis Bisa juga disebut bahasa yang egaliter. pembangunan PLTSa tidak perlu dilakukan 10.

Pilihan Kata (diksi) yang Tepat Setiap kata yang dipilih. Menghindari Kata dan Istilah Asing Pembaca harus tahu arti dan makna setiap kata yang dibaca dan didengarnya. Gramatikal Artinya kalimat apapun yang dipakai dan dipilih dalam bahasa jurnalistik harus mengikuti kaidah tata bahasa baku. Contoh : #Ia bilang (non baku/TIDAK GRAMATIKAL) #Ia mengatakan (baku /GRAMATIKAL) 12. 15.Jumlah korban tewas dalam musibah longsor dan banjir bandang itu 225 orang. karna mana mungkin korban yang sudah tewas bisa melapor?) 11. yaitu bahasa resmi sesuai dengan ketentuan tata bahasa serta pedoman ejaan yang disempurnakan. Menghindari Kata Tutur Yaitu kata yang biasa digunakan dalam percakapan sehari-hari secara informal. memang tepat dan akurat sesuai dengan tujuan pesan pokok yang ingin disampaikan kepada khalayak. Mengutamakan Kalimat Aktif . namun sampai berita ini diturunkan belum juga melapor. 1500 (X) #Harga kopi itu seribu lima ratus rupiah (√ ) 13. 14. (jawabannya tentu saja sangat tidak logis. Contoh : #Harga kopi tersebut Rp.

prinsip kejelasan. yang menjadi fakta-fakta harus cepat dipahami oleh pembaca dalam kondisi apa pun agar tidak melanggar prinsip prosesibilitas ini. 1. 16. yaitu prinsip prosesibilitas. menganjurkan agar teks disajikan sedemikian rupa sehingga mudah bagi pembaca untuk memahami pesan pada waktunya. (b) bagaimana tingkat subordinasi dan seberapa pentingnya masing-masing satuan. Prinsip prosesibilitas. prinsip ekonomi. Ketiga macam itu harus saling berkaitan satu sama lain. PRINSIP DASAR BAHASA JURNALISTIK Bahasa jurnalistik merupakan bahasa komunikasi massa sebagai tampak dalam harian-harian surat kabar dan majalah. Jadi .Menghindari Kata atau Istilah Teknis 17. bila masyarakat yang membawa senjata tajam. Dalam proses memahami pesan penulis harus menentukan (a) bagaimana membagi pesan-pesan menjadi satuan. Dengan fungsi yang demikian itu bahasa jurnalistik itu harus jelas dan mudah dibaca dengan tingkat ukuran intelektual minimal Terdapat empat prinsip retorika tekstual yang dikemukakan Leech.Kalimat aktif lebih mudah dipahami dan lebih disukai oleh khalayak pembaca daripada kalimat pasif.Tunduk Kepada Kaidah Etika D. Bahasa jurnalistik Indonesia disusun dengan struktur sintaksis yang penting mendahului struktur sintaksis yang tidak penting Perhatikan contoh berikut: (1) Pangdam VIII/Trikora Mayjen TNI Amir Sembiring mengeluarkan perintah tembak di tempat. Penyusunan bahasa jurnalistik dalam surat kabar berbahasa Indonesia. melawan serta tidak menuruti permintaan untuk menyerahkannya. dan (c) bagaimana mengurutkan satuan-satuan pesan itu. dan prinsip ekspresifitas.

Deysi Dasuki. Teks yang tidak mengandung ketaksaan akan dengan mudah dan cepat dipahami. Gus Dur didampingi pengurus PBNU Rosi Munir dan staf Gus Dur. Prinsip ekonomi. karena mereka tidak menerima royalti atas karya ciptaannya. Juga pengarang. Setiap pembaca akan menangkap pesan yang sama atas teks di atas. Perhatikan Contoh: (3) Ketika mengendarai mobil dari rumah menuju kantornya di kawasan Sudirman. Sebagaimana wacana dibatasi oleh ruang wacana jurnalistik dikonstruksi agar tidak melanggar prinsip ini. 24/11/98) (4) Wahyudi menjelaskan. terpaksa akan ditembak di tempat sesuai dengan prosedur (Kompas. Namun jika bersikeras dan melawan. Contoh (2) terdiri dari tiga kalimat. 2/2/99) Contoh (1) terdiri dari dua kalimat. yaitu agar teks itu mudah dipahami. negara rugi karena pembajak buku tidak membayar pajak penjualan (PPN) dan pajak penghasilan (PPH). Contoh (3) dan (4) tidak mengandung ketaksaan. 2. Teks yang singkat dengan mengandung pesan yang utuh akan menghemat waktu dan tenaga dalam memahaminya.petugas akan meminta dengan baik. Untuk mengkonstruksi teks yang singkat. dalam wacana jurnalistik dikenal adanya cara-cara mereduksi . yaitu kalimat pertama menyatakan pesan penting dan kalimat kedua menerangkan pesan kalimat pertama. yaitu kalimat pertama menyatakan pesan penting dan kalimat kedua serta kalimat ketiga menyatakan pesan yang menerangkan pesan kalimat pertama. Prinsip ekonomi menganjurkan agar teks itu singkat tanpa harus merusak dan mereduksi pesan. Hal ini disebabkan teks tersebut dikonstruksi oleh kata-kata yang mengandung kata harfiah. Prinsip ini menganjurkan agar bahasa teks menghindari ketaksaan (ambiguity). Turut juga Aristides Kattopo dan Maria Pakpahan (Suara Pembaruan.00 WIB. (Media Indonesia. Radio swasta itu mengumumkan bahwa kawasan Semanggi sudah penuh dengan mahasiswa dan suasananya sangat mencekam (Republika. Selasa (2/2) pukul 09. Prinsip kejelasan. 20/4/1997). Sastro. sempat tertegun mendengar berita radio. seorang pegawai bank. 24/1/99) (2) Ketua Umum PB NU KH Abdurahman Wahid (Gus Dur) mengadakan kunjungan kemanusiaan kepada Ketua Gerakan Perlawanan Timor (CNRT) Xanana Gusmao di LP Cipinang. 3. bukan kata-kata metaforis.

Pada contoh (6) terdapat abreviasi DPP PPP. 24/8/98) . Konsepnya memang berbeda dengan ratih (Republika. Pronominalisasi merupakan cara mereduksi teks dengan menggantikan konstituen yang telah disebut dengan pronomina. (9) Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia (DPP PDI) hasil kongres Medan Soerjadi dan Sekjen Buttu Hutapea pada hari Minggu (23/8) sekitar pukul 18. Letjen (Pur) Mashudi. dll. sebagai cara mereduksi konstituen sintaktik banyak dijumpai dalam wacana jurnalistik (5) Setelah dipecat oleh DPR AS karena memberikan sumpah palsu dan menghalang-halangi peradilan. Keduanya datang untuk mengikuti Kongres V PDI. (7) AG XII Momentum gairahkan olahraga Indonesia (Suara Pembaruan. Pelepasan afiks seperti contoh (7) di atas sering terdapat pada judul wacana jurnalistik. AMD. 21/12/98 Pada contoh (5) terdapat abreviasi DPR AS. dengan pengawalan ketat langsung menunggu Asrama Haji dan menginap di sana. baik abreviasi maupun akronim. Zarkasih Noer menyatakan. Pronomina Pengganti biasanya lebih pendek daripada konstituen terganti. Curanmor.pada verba gairahkan. (ii) elipsis. Selain itu ada abreviasi lain seperti SARA. SDM. dengan diangkut pesawat khusus. (Kompas. Pada contoh (8) terdapat pelesapan kata mobilisasi masa pada kalimat kedua. OTB. AAK. Palu Sulawesi Tengah. Curas. Misalnya. 223/12/98) Pada contoh ((7) terdapat pelepasan afiks me(N).30 Wita tiba di bandara Mutiara. GPK. GPK. Singkatan. segala bentuk dan usaha untuk menghindari disintegrasi bangsa dari mana pun atau siapa pun perlu disambut baik (Suara Pembaruan. 21/12/98) (8) Jauh sebelum Ratih diributkan. 21/12/98) (6) Ketua DPP PPP Drs. dll. OT. mantan Gubernur Jawa Barat dan mantan Ketua Umum Kwartir Gerakan Pramuka telah menerapkan ide mobilisasi massa. Elipsis merupakan salah satu cara mereduksi konstituen sintaktik dengan melesapkan konstituen tertentu. Terdapat pula berbagai bentuk akronim dengan variasi pembentukannya walaupun seringkali tidak berkaidah.konstituen sintaksis yaitu (i) singkatan. Presiden Bill Clinton telah menjadi presiden kedua sejak berdirinya Amerika untuk diperintahkan diadili di dalam senat (Suara Pembaruan. Miras. dan (iii) pronominalisasi.

pesan bersifat kausalitas dipaparkan menurut struktur pesannya. Dalam wacana jurnalistik. Tutur Prof. Sedangkan kesesuaian mempersoalkan . Pemakaian Kata. Sebagai seorang warga sipil. Dalam penggunaan kata. Prinsip ini dapat pula disebut prinsip ikonisitas. Ketepatan mempersoalkan apakah pilihan kata yang dipakai sudah setepat-tepatnya. Prinsip ekspresivitas. 4. diperlukan adanya dialog nasional. 1. Para pembelajar BIPA tingkat lanjut dapat mempotensikan penggunaan bahasa Indonesia ragam jurnalistik dengan beberapa usaha. 24/8/98). Prinsip ini menganjurkan agar teks dikonstruksi selaras dengan aspek-aspek pesan. Pada contoh (9) tampak bahwa keduanya pada kalimat kedua merupakan pronominalisasi kalimat pertama. Dr. penulis yang menggunakan ragam BI Jurnalistik diperhadapkan pada dua persoalan yaitu ketepatan dan kesesuaian pilihan kata. 24/12/98). Namun pemakaian bahasa jurnalistik lebih menekankan pada daya kekomunikatifannya. (11) Dalam situasi bangsa yang sedang kritis dan berada di persimpangan jalan. Semakin banyak kosakata yang dikuasai seseorang. karena adanya benturan ide maupun paham politik. Ia hadir ketika Kahar Muzakar tewas disergap pasukan Siliwangi di perbukitan Sulsel (Kompas. semakin banyak pula gagasan yang dikuasainya dan sanggup diungkapkannya. Nurcholis Madjid kepada Kompas di kediamannya di Jakarta Rabu (23/12) (Kompas. Demikian pula bila ada peristiwa yang terjadi berturut-turut. sehingga tidak menimbulkan interpretasi yang berlainan antara penulis dan pembaca. Kalimat dan Alinea Bahasa jurnalistik juga mengikuti kaidah bahasa Indonesia baku.(10) Hendro Subroto bukan militer. maka peristiwa yang terjadi lebih dulu akan dipaparkan lebih dulu dan peristiwa yang terjadi kemudian dipaparkan kemudian. sebagai warga sipil pada kalimat pertama dan kedua. Pada contoh (10) kata ia mempronominalisasikan Hendro Subroto. yaitu sebab dikemukakan terlebih dahulu baru dikemukakan akibatnya. jejak pengalamannya dalam beragam mandala pertempuran merupakan rentetan panjang sarat pengalaman mendebarkan. dan untuk start ke masa depan”. Kata merupakan modal dasar dalam menulis. Pada contoh (11) tampak bahwa kalimat pertama menyatakan sebab dan kalimat kedua mendatangkan akibat. “Dialog diperlukan untuk mengubur masa lalu. Pemakaian kata-kata yang bernas.

biaya Pulsa telepon. Wartawan yang menonton dan menyaksikan peristiwa. Kejadian yang berkemungkinan akan mempengaruhi kehidupan orang banyak atau kejadian yang punya akibat terhadap pembaca. Pembuatan alinea bertujuan memudahkan pengertian dan pemahaman dengan memisahkan suatu tema dari tema yang lain. SIAPA yang terlibat. (a) kebermaknaan (significance). Segala yang didapat di lapangan dan sedang dipersiapkan untuk dilaporkan belum disebut berita. dan DI MANA itu terjadi. Berita adalah peristiwa yang dilaporkan. 2. 3. dan MENGAPA sampai terjadi. Bisa kedekatan geogragfis atau emosional. dll.pemakaian kata yang tidak merusak wacana. (c) Kebaruan (timeliness). Keefektifan kalimat ditunjang antara lain oleh keteraturan struktur atau pola kalimat. Kejadian yang ada di dekat pembaca. persis apa yang ditulis. Wartawan sudah menemukan peristiwa setelah ia memahami prosesnya atau jalan cerita. tarif TDL. Kejadian yang menyangkut angka-angka yang berarti bagi kehidupan orang banyak. Kalimat dikatakan efektif bila mampu membuat proses penyampaian dan penerimaan itu berlangsung sempurna. KAPAN. Misalnya. Contoh: Kenaikan BBM. Kalimat efektif mampu membuat isi atau maksud yang disampaikan itu tergambar lengkap dalam pikiran si pembaca. peristiwa tabrakan mobil yang menewaskan pasangan suami isteri. Penggunaan kalimat efektif. lebih bernilai berita daripada Mac Dohan jatuh dari arena GP 500. Suatu peristiwa dapat dibuat berita bila paling tidak punya satu NILAI BERITA seperti berikut. . Selain polanya harus benar. belum tentu telah menemukan peristiwa. pemboman Gereja tidak akan bernilai berita bila diberitakan satu minggu setelah peristiwa. Alinea merupakan suatu kesatuan pikiran. Kejadian yang menyangkut peristiwa yang baru terjadi. (b) Besaran (magnitude). (d) Kedekatan (proximity). Misalnya: Para penghutang kelas kakap yang mengemplang trilyunan rupiah BLBI. Beberapa Jenis Bahasa Indonesia Ragam Jurnalistik 1. Setidaknya dalam satu alinea terdapat satu gagasan pokok dan beberapa gagasan penjelas. Penggunaan alinea/paragraf yang kompak. kalimat itu harus pula mempunyai tenaga yang menarik. kejadiannya BAGAIMANA. yaitu tahu APA yang terjadi. suatu kesatuan yang lebih tinggi atau lebih luas dari kalimat. Keenam itu yang disebut unsur berita. Berita. Misalnya.

(c) Science Feature. tetapi juga cerita kegagalan seseorang. dll. Informasi disampaikan berupa petunjuk yang dipandang penting bagi pembaca. ide baru. Aktualitas bukan hanya menyangkut waktu tetapi jug sesuatu yang baru diketahui atau diketemukan. anak kecil yang menemukan granat siap meledak di rel kereta api. Berita ringan sangat cocok untuk majalah karena tidak terikat aktualitas. Aktualitas merupakan unsur yang penting dari berita langsung. 2. dan (d) human interest feature. sedang berita yang menarik ditulis dalam berita ringan. Profile feature menceritakan perjalanan hidup seseorang. kemarahan. laut. penemuan baru. Berita ringan langsung menyentuh emosi pembaca misalnya keterharuan. kasihan. . kelucun. Berita Kisah (Feature) Berita kisah adalah tulisan tentang kejadian yang dapat menyentuh perasaan atau menambah pengetahuan pembaca lewat penjelasan rinci. Kejadian orang biasa. perkiraan biaya. cara baru. Kejadian yang sudah lama terjadi tidak bernilai untuk berita langsung. kualitas jalan. Jadi nilainya pada unsur manusiawi dan dapat menambah pengetahuan pembaca. How to do It feature. Misalnya petunjuk berwisata ke Pulau Bali. kegembiraan. rumah makan dan penginapan. lengkap. dll. (b) How to do it Feature. dll. udara). atau Megawati yang memiliki hobby pada tanaman hias. (b) berita ringan (soft news). Berita langsung digunakan untuk menyampaikan kejadian penting yang secepatnya diketahui pembaca.. berita kisah (feature) serta laporan mendalam (in-depth report). Berita ringan tidak mengutamakan unsur penting yang hendak diberitakan tetapi sesuatu yang menarik. Kejadian penting ditulis dalam berita langsung. atau orang luar biasa (public figure) dalam peristiwa biasa. berita yang menjelaskan agar orang melakukan sesuatu.(e) Ketermukaan/sisi manusiawi. Berita ini biasanya ditemukan sebagai kejadian yang menusiawi dari kejadian penting. Tujuannya agar pembaca dapat bercermin lewat kehidupan orang lain. (prominence/human interest). Misalnya. Kejadian yang memberi sentuhan perasaan para pembaca. keamanan. bisa pula hanya menggambarkan sepak terjang orang tersebut dalam suatu kegiatan dan pada kurun waktu tertentu. serta mendalam. tetapi dalam peristiwa yang luar biasa. Profile feature tidak hanya cerita sukses saja. Misalnya. lokasi wisata. kegeraman. Berita jurnalistik dapat digolongkan menjadi (a) berita langsung (straight/hard/spot news). Terdapat berbagai jenis berita kisah di antaranya (a) profile feature. Dalam tulisan itu disampaikan beberapa tips praktis rute perjalanan (drat.

Baca kalimat ini: “Seorang perempuan tua yang kelelahan bekerja di sawahnya!” Bandingkan dengan: “Seorang perempuan tua membajak. Kakek berusia 85 tahun yang tetap mengabdi pad lingkungan walaupun hidup terpencil dan miskin. Jika anda kehabisan nafas dan tersengal-sengal ketika membaca maka led anda terlalu panjang. Tapi ingat: jangan sampai terjebak menulis dengan gaya menggurui atau menganggap enteng pembaca. kesulitan. komputer. rasa ingin tahu. Ingat KISS (Keep It Simple and Short) 3. Melibatkan pembaca berarti menulis berita yang sesuai dengan kepentingan. Melibatkan pembaca juga didapat dengan menulis sesuai rasa keadilan yang hidup di masyarakat. Gantilah kata sifat dengan kata kerja. termasuk di dalamnya adalah hobby dan kesenangan. orang yang selamat dari kecelakaan pesawat terbang dan hidup di hutan selama dua Minggu.Science Feature adalah tulisan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ditandai oleh kedalaman pembahasan dan objektivitas pandangan yang dikemukakan. Yang diperlukan BI ragam jurnalistik adalah kejernihan tulisan (clarity). ungkapan asing yang tidak perlu dan ungkapan umum yang kabur. Kalimat sederhana terdiri dari satu pokok dan satu sebutan. Tips Menulis Berita 1. Ganti kata-kata yang sulit atau asing dengan kata-kata yang mudah. Hindari kata-kata berkabut. cita-cita. kesehatan. mimpi dan angan-angan. kedokteran. nafas . Feature ilmu pengetahuan dan teknologi dapat dimuat di majalah teknik. Tulislah berita dengan lead yang bicara. Kata-kata berkabut adalah tulisan yang berbunga-bunga. menggunakan istilah teknis. Bila perlu ubah susunan kalimat atau alinea agar didapat tulisan yang “mengalir”. Human interest features . Hindari menulis dengan kata keterangan dan anak kalimat. 4. Gunakan kata/Kalimat Sederhana. Libatkan pembaca. Misalnya. Bahkan surat kabar pun sekarang memberi rubrik Science Feature. dll. merupakan feature yang menonjolkan hal-hal yang menyentuh perasaan sebagai hal yang menarik. menggunakan data dan informasi yang memadai. Melibatkan pembaca berarti mengubah soal-soal yang sulit menjadi tulisan yang mudah dimengerti pembaca. pertanian. Tulislah berita yang menarik dengan menerapkan gaya bahasa percakapan sederhana . kepalanya merunduk. 5. Untuk menguji lead anda “berbicara” atau “bisu” cobalah dengan membaca tulisan yang dihasilkan. 2.

dan media massa cetak di Indonesia. kalimat. Naina (1982) tentang perilaku pers Indonesia terhadap kebijakan pemerintah seperti yang termanifestasikan dalam Tajuk Rencana. teks dikonstruksi berdasarkan aspek-aspek pesan. lugas. Prinsip ekspresivitas. padat. Hooker (1990) meneliti model wacana zaman orde lama dan orde baru. Terdapat empat prinsip retorika tekstual bahasa jurnalistik yaitu prinsip prosesibilitas. dan wacana. Gunakan kosakata yang tidak memihak Baca kalimat ini: Seorang ayah memperkosa anak gadisnya sendiri yang masih Berusia 12 tahun Bandingkan dengan: Perkosaan menimpa anak gadis yang berusia 12 tahun. sederhana. menarik. Roni Wahyono (1995) menemukan kemubaziran bahasa wartawan di Semarang dan . PEMAKAIAN BAHASA JURNALISTIK Terdapat berbagai penelitian yang terkait dengan bahasa. mudah dipahami pembaca.Nya tersengal-sengal!” 6. pikiran. Anderson (1966. ideologi. Baca kalimat: Selama musim kemarau terjadi rawan pangan di Gunung Kidul Bandingkan dengan: Selama musim kemarau terjadi kelaparan di Gunung Kidul. menggunakan teks yang singkat tanpa merusak dan mereduksi pesan. Di awal tahun 1980-an terbersit berita bahwa bahasa Indonesia di media massa menyimpang dari kaidah bahasa Indonesia baku. Hindari pemakaian eufemisme bahasa. E. Dengan paparan bahasa jurnalistik seperti yang telah diuraikan dapat disimpulkan bahwa bahasa jurnalistik adalah bahasa yang digunakan oleh jurnalis dalam menulis berita. Penelitian tabor Eryanto (2001) tentang analisis teks di media massa. Prinsip kejelasan yaitu menghindari ambiguitas. lancar dan jelas. 7. tenyata belum terdapat penelitian yang secara khusus memformulasikan karakteristik (ideal) bahasa jurnalistik berdasarkan induksi karakteristik bahasa pers yang termanifestasikan dalam kata. Prinsip ekonomi. 1984) meneliti pengaruh bahasa dan budaya Belanda serta Jawa dalam perkembangan bahasa politik Indonesia modern. Bahasa jurnalistik bersifat khas yaitu singkat. Dari puluhan penelitian yang breakout dengan pers. ketegangan bahasa Indonesia yang populis dan bahasa Indonesia yang feodalis.

Asegaf (1982). yaitu pemakaian kata kerja tidak baku dengan penghilangan afiks. Afiks pada kata kerja yang berupa prefiks atau awalan dihilangkan. Dengan mengetahui karakteristik bahasa pers Indonesia—termasuk sejauh mana mengetahui penyimpangan yang terjadi. dll. leksikal (pemilihan kosakata) dan ortografis (ejaan). namun masih perlu dimunculkan petunjuk akademik maupun teknis pemakaian bahasa jurnalistik. kesalahan tertinggi yang dilakukan wartawan terdapat pada aspek gramatikal dan kesalahan terendah pada aspek ortografi.– maka akan dapat diformat pemakaian bahasa jurnalistik yang komunikatif. Kesalahan kosakata. pengetahuan kebahasaan yang terbatas. Contoh: Penculikan Mahasiswa Oleh Oknum Kopasus itu Merupakan Pil . karena kebiasaan lupa dan pendidikan yang belum baik. berita olahraga memiliki frekuensi kesalahan tertinggi dan frekuensi kesalahan terendah pada berita kriminal. Peyimpangan morfologis. Kesalahan berupa pemakaian tatabahasa atau struktur kalimat yang kurang benar sehingga sering mengacaukan pengertian. Seharusnya Judul tersebut diubah Hasil Kerajinan Desa Kasongan Banyak Diekspor Ke Amerika. Israil Tembak Pesawat Mata-mata. Kasus serupa sering dijumpai baik di koran lokal maupun koran nasional. Sedangkan faktor di luar penulis. Penyebab wartawan melakukan kesalahan bahasa dari faktor penulis karena minimnya penguasaan kosakata. Jacob Oetama (1987). Contoh: Kerajinan Kasongan Banyak Diekspor Hasilnya Ke Amerika Serikat. Berdasarkan aspek kebahasaan. dan kurang bertanggung jawab terhadap pemakaian bahasa. Polisi Tembak Mati Lima Perampok Nasabah Bank.Yogyakarta pada aspek gramatikal (tata bahasa). 2. Ashadi Siregar. yang menyebabkan wartawan melakukan kesalahan dalam menggunakan bahasa Indonesia karena keterbatasan waktu menulis. Kesalahan sintaksis. kesalahan dan kelemahannya. banyaknya naskah yang dikoreksi. Berdasarkan jenis berita. Terdapat beberapa penyimpangan bahasa jurnalistik dibandingkan dengan kaidah bahasa Indonesia baku: 1. Walaupun di dunia penerbitan telah ada buku-buku jurnalistik praktis karya Rosihan Anwar (1991). lama kerja. 3. dan tidak tersedianya redaktur bahasa dalam surat kabar. Kita sering menemukan judul berita misalnya. Kesalahan ini sering dilakukan dengan alasan kesopanan (eufemisme) atau meminimalkan dampak buruk pemberitaan. Amerika Bom Lagi Kota Bagdad. Hal ini disebabkan logika yang kurang bagus. Peyimpangan ini sering terjadi dijumpai pada judul berita surat kabar yang memakai kalimat aktif.

pilihan kata. dan keterangan dengan selangseling. Sedangkan variasi dapat diperoleh dengan (1) pemakaian kalimat yang berbeda menurut struktur gramatikalnya. pemakaian bentuk aktif atau pasif. Oleh karena itu seorang penulis seyogyanya memperhatikan pertautan dengan (a) memperhatikan kata ganti. jelas bahwa yang bertikai adalah Dayak dan Madura. objek. Paragraf yang berhasil tidak hanya lengkap pengembangannya tetapi juga menunjukkan kesatuan dalam isinya. ekstrim kanan. Terkesan setiap ganti garis pada setiap kolom kelihatan asal penggal saja. tetapi wartawan tidak menunjuk kedua etnis secara eksplisit. atau mengulang fungsi khusus. Kesalahan ejaan. manakala sudut pandang terhadap isi kalimat tetap sama. seperti: Jumat ditulis Jum’at. ekstrim kiri. Kesalahan ejaan juga terjadi dalam penulisan kata. pemakai bahasa jurnalistik yang baik tercermin dari kesanggupannya menulis paragraf yang baik.Pahit bagi ABRI. aktor intelektual.Madura. Hal ini sudah bisa diantisipasi dengan program pemenggalan bahasa Indonesia. (b) gagasan yang sejajar dituangkan dalam kalimat sejajar. 4. Jurnalistik “gaya Tempo” menggunakan kalimat-kalimat yang pendek dan pemakaian kata imajinatif. subversif. jadwal ditulis jadual. sinkron ditulis singkron. predikat. . Bahkan di era kebebasan pers seperti sekarang ini. Kesalahan pemenggalan. kecenderungan pemakaian kosakata yang bias makna semakin banyak. Dalam konflik Dayak. Kesalahan ini hampir setiap kali dijumpai dalam surat kabar. Koran Tempo yang terbit 2 April 2001yang lalu tidak luput dari berbagai kesalahan ejaan. Bahkan di era rezim Soeharto banyak sekali kosakata yang diekspose merupakan kosakata yang menekan seperti GPK. khawatir ditulis hawatir. dan ejaan. Selain itu. dll. Paragraf menjadi rusak karena penyisipan-penyisipan yang tidak bertemali dan pemasukan kalimat topik kedua atau gagasan pokok lain ke dalamnya. 5. maka penempatan fokus dapat dicapai dengan pengubahan urutan kata yang lazim dalam kalimat. Kesalahan ini disebabkan pemenggalan bahasa Indonesia masih menggunakan program komputer berbahasa Inggris. golongan frustrasi. (2) memakai kalimat yang panjangnya berbeda-beda. Untuk menghindari beberapa kesalahan seperti diuraikan di atas adalah melakukan kegiatan penyuntingan baik menyangkut pemakaian kalimat. golongan anti pembangunan. dan (3) pemakaian urutan unsur kalimat seperti subjek. Seharusnya kata Pil Pahit diganti kejahatan. Syarat untuk menulis paragraf yang baik tentu memerlukan persyaratan menulis kalimat yang baik pula. dll. Gaya ini banyak dipakai oleh berbagai wartawan yang pernah bersentuhan dengan majalah Tempo.

dan spesifikasinya. meskipun gaya tulisannya tidak istimewa. Goenawan Mohamad pada 1974 telah melakukan “revolusi putih” (Istilah Daniel Dhakidae) yaitu melakukan kegiatan pemangkasan sekaligus pemadatan makna dan substansi suatu berita. (5) kelengkapan data. tidak ada koran yang betul-betul berbeda. Jika dianalogikan dengan makanan. tentu akan menyiasati selera dan pasar pembacanya. dan (6) panjang pendeknya tulisan karena keterbatasan halaman. Jurnalisme semacam ini setidaknya menjadi acuan atau model koran atau majalah yang redakturnya pernah mempraktikkan model jurnalisme ini. (2) visi tulisan seorang penulis yang mereferensi pada penguasaan atas data-data aktual. karena biasanya mereka berburu berita pada sumber yang sama. menyangkut lengkap-tidaknya batang tubuh dan data tulisan. sudah terlalu sering terjadi bahasa di koran terasa rutin. KENDALA DALAM BAHASA JURNALISTIK Bahasa jurnalistik itu hampir selalu jelas. atau dinodai oleh banyak kesalahan yang sebenarnya bisa dihindari. Jurnalis yang bagus. ringkas. Ada pula koran yang secara khusus mengkhususkan pada bisnis dan iklan.Agar penulis mampu memilih kosakata yang tepat mereka dapat memperkaya kosakata dengan latihan penambahan kosakata dengan teknik sinonimi. Tugas jurnalis adalah melayani selera pembaca dengan jurnalistik yang enak dibaca dan perlu. tetapi setiap orang memiliki selera makan yang berbeda. spesialisasinya. (4) akurasi data. Dalam hubungannya dengan prinsip penyuntingan bahasa jurnalistik terdapat beberapa prinsip yang dilakukan (1) balancing. Dalam teknik antonimi penulis bisa mendaftar kata-kata dan lawan katanya. Ada koran yang secara khusus menjual rubrik opini. . Tetapi. Berita-berita yang sebelumnya cenderung bombastis bernada heroik–karena pengaruh revolusi—dipangkas habis menjadi jurnalisme sastra yang enak dibaca. (3) logika cerita yang mereferensi pada kecocokan. ada pula koran yang mengkhususkan diri dalam peliputan berita. Jika dicermati. dangkal. (Slogan Tempo). Dalam teknik sinonimi penulis dapat mensejajarkan kelas kata yang sama yang nuansa maknanya sama atau berbeda. dan langsung. sesungguhnya. semua makanan memiliki fungsi sama. setidaknya prinsip 5wh. Banyak orang fanatik membaca koran atau majalah karena gaya jurnalistiknya. Dengan cara ini penulis bisa memilih kosakata yang memiliki rasa dan bermakna bagi pembaca. Ia mengikuti aturan tentang bahasa yang sederhana. dan antonimi. F.

bahasa jurnalistik juga merupakan senjata sekaligus penengah. . memukul lain daripada meninju. dalam wacana berita. tidak mau mengikuti petunjuk. penjara sekaligus jalan keluar. Pilihan kata merupakan hal yang penting dalam menulis. Ada desakan-desakan hati. Selain itu. ikut-ikutan dan merusak arti. Kendalakendala tersebut yang harus diwaspadai oleh setiap wartawan diantaranya menulis di bawah tekanan waktu. tetapi meninju hanya dengan tinju.Ada beberapa kendala yang menghalangi terciptanya penggunaan bahasa jurnalistik yang baik dalam karya jurnalistik. Harus tepat dalam memilih kata untuk kalimat yang dibuat. terutama dalam menulis berita untuk surat kabar. kemasabodohan dan kecerobohan. G. tekanan-tekanan atau kekecewaan-kekecewaan yang membuat bahasa jurnalistik menjadi bahasa surat kabar. Memukul bisa dengan telapak tangan atau dengan alat pemukul. racun sekaligus obat. dengan kepalan tangan. FUNGSI BAHASA JURNALISTIK Bahasa jurnalistik merupakan bahasa komunikasi massa yang berfungsi sebagai penyambung lidah masyarakat dan bahasa komunikasi pengantar pemberitaan yang biasa digunakan media cetak dan elektronik. Misalnya.

Pilihan kata (diksi) yang tepat. Sederhana. Jernih. Logis. padat. Bahasa jurnalistik juga mempunyai karakteristik. sederhana. Populis. Tunduk pada kaidah etika. Menghindari kata dan istilah asing. Padat. Singkat. Lugas. menarik. Jelas. KESIMPULAN Bahasa jurnalistik merupakan bahasa yang sering digunakan para wartawan atau biasa disebut dengan bahasa pers. lugas. Mengutamakan kalimat aktif. Menghindari kata/istilah teknis. Gramatikal. Menarik. dan netral (demokratis).BAB III PENUTUP A. yang memiliki sifatsifat khas. yaitu singkat. jelas. Menghindari kata tutur. Demokratis. . lancar.

Blokdetik.ikwb.blogdetik.2012.kompasiana. Karzi.com/2012/08/08/bahasa-indonesia-jurnalistik/ http://trento.Sejarah. Mukodas Arif Subekti. A.Mutajali.2012.2012.Kompasiana.Bahasa Indonesia Jurnalistik.com.Bahasa Jurnalistik.com/fine/aboutus.Fungsi dan Kendala dalam Bahasa Jurnalistik. http://bahasa.com/?p=31 .DAFTAR PUSTAKA ** Udo Z. Suroso.kompasiana.php http://alimutajalli.Kompasiana.Bahasa Jurnalistik sebagai Materi Pengajaran BIPA Tingkat Lanjut.Definisi.com/2012/04/11/bahasa-jurnalistik/ http://bahasa.R.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful