EKONOMI MANAJERIAL MODUL – TM 11 Materi Pembahasan

PASAR OLIGOPOLI DAN PERUSAHAAN DOMINAN

PERILAKU STRATEGIS DAN TEORI PERMAINAN
Perilaku strategis (strategic behavior) mengacu kepada rencana kerja atau perilaku seorang_ oligopolis, setelah mempertimbangkan semua reaksi yang mungkin dilakukan oleh para pesaingnnya selama adanya persaingan di antara mereka untuk memperoleh laba dan keuntungan lainnya. Karena hanya terdapat sedikit perusahaan dalam industri tersebut, tindakan dari perusahaan satu akan berpengaruh terhadap yang lain, dan reaksi dari perusahaan lain harus diperhitungkan oleh yang pertama dalam menentukan tindakan mana yang paling baik. Jadi, setiap oligopolis mengubah-ubah harga produk, atau kuantitas produk yang dijualnya, atau tingkat pemasangan memaksimumkan labanya. Pengubahan tersebut setelah perusahaan oligopolis memperhitungkan semua iklan dan sebagainya, dengan tujuan

kemungkinan reaksi yang akan dilancark:an pesaingnya, berkaitan dengan setiap tindakan yang diambilnya (lihat Aplikasi Kasus 10-1) Pengkajian atas perilaku strategis tersebut merupakan materi teori permainan. Teori permainan (game theory) dipelopori oleh ahli matematika John von Neumadan ekonom Oskar Morgenstern pada tahun 1944 dan tidak lama kemudian teori ini diakui sebagai terobosan baru dalam penelitian tentang oligopoli.. Secara umum, teori permainan berkaitan dengan strategi terbaik atau optimum dalam berbagai situasi konflik.

Misalnya, teori permainan bisa membantu sebuah perusahaan ketika menurunkan harga tidak akan ter; perang harga yang mematikan atau menentukan apakah perusahaan harus menambah kapasitas untuk mencegah pemain baru masuk dalam industri meskipun hal ini mengurangi laba jangka pendek perusahaan, dan mengapa kecurangan dalam kartel akan menyebabkan keruntuhan perusahaan. Singkatnya, teori permainan memperlihatkan bagaimana perusahaan oligopolistik membuat keputusan strategis untuk memperoleh keunggulan kompetitif atas pesaingnya atau bagaimana perusahaan oligopolistik bisa memperkecil ancaman potensial akibat langlkah strategis pesaingnya.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Suparno SE.,MM.

EKONOMI MANAJERIAL

1

Permainan berjumlah nol (zero-sum game) adalah permainan di mana keuntungan salah satu pemain merupakan akibat dari pengeluaran dan keuntungan ini secara persis seimbang dengan kerugian pemain lainnya. para manajer perusahaan oligopolies) yang perlakuannya akan berusahan kita jelaskan dan ramalkan. Pada satu sisi. kita mela permainan berjumlah positif (positive-sum game).Setiap model teori permainan terdiri atas pemain. akibat strategi perusahaan itu atau reaksi pesaingnya. EKONOMI MANAJERIAL 2 . bukan pangsa pasar sebagai ganjaran. jika perusahaan A meningkatkan harganya dan perusahaan B ti melakukannya. biasanya terdapat strategi-strategi (reaksi) yang bisa dilakukan oleh pesaing. Misalkan kemungkian muncul jika peningkatan iklan diarahkan untuk meningkatkan laba kedua perusahaan dan menggunakan laba. Strategi yang diterapkan oleh sebuah perusahaan. Kita harus membedakan antara permainan berjumlah nol dan permainan tidak berjumlah nol. perusahaan A mungkin tidak akan memperoleh pan pasar sama sekali.. Tabel yang mencantumkan ganjaran dari semua strategi yang mungkin dilakukan suatu perusahaan dan reaksi yang mungkin diberikan pesaingnya disebut matriks ganjaran (payoff matrix). jika perusahaan juga meningkatkan pengeluaran iklannya. mengembalikan produk baru. Di sisi lain. Ganjaran adalah hasil atau konsekuensi dari setiap kombinasi strategi yang dilakukan kedua perusahaan. berjumlah nol. Namun jika keuntungan atau kerugian salah satu perusahaan tidak diakiba oleh biaya atau memberikan keuntungan dalam jumlah yang sama pada perusahaan lain. Strategi adalah pilihan untuk mengubah harga. Dalam kasus ini. membangun kapasitas baru dan tindakan serupa yang mempengaruhi penjualan dan tingkat laba perusahaan serta pesaingnya. melakukan permainan tidak berjumlah nol (nonzero-sum games). dan ganjaran.MM. strategis. Namun demikian. Pemain (player) adalah para pembuat Keputusan (yaitu. Sebagai contoh hal ini terjadi jika perusahaan A meningkatkan pangsa pasarnya sebesar biaya yang dikeluarkan perusahaan B dengan meningkatkan pengeluaran iklannya (perusahaan B tidak melakukan perubahan iklan). Ganjaran biasanya dinyatakan dalam bentuk laba atau rugi dari perusahaan yang kita kaji. di mana keuntungan satu pemain sama dengan kerugian pemain lainn (sehingga total keuntungan ditambah dengan total kerugian sama dengan nol) disebut perma. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Suparno SE. jika meningkatnya memunculkan biaya lebih besar daripada pendapatan dan laba kedua perusahaan menurun. melakukan kampanye iklan. perusahaan A mungkin akan kehilangan pasarnya yang beralih ke perusahaan Permainan dalam sifat ini. menghadapi kasus permainan berjumlah negatif (negative-sum game).

Dengan demikian. perusahaan A harus memasang iklan tidak peduli apakah perusahaan B memasang iklan atau tidak. setiap strategi yang dilakukan perusahaan A (yaitu. bergerak ke kolom kiri dari Tabel 10-1). memasang iklan atau tidak) bisa dihubungkan dengan setiap strategi perusahaan B (juga memasang iklan atau tidak). Tetapi tingkat laba perusahaan A yang sebenarnya. Strategi manakah yang harus dipilih oleh setiap perusahaan? Pertama-tama mari kita pertimbangkan perusahaan A. EKONOMI MANAJERIAL 3 . perusahaan A akan memperoleh laba 5 jika dia memasang iklan. perusahaan A akan memperoleh laba sebesar 2. Jika perusahaan B memasang iklan (yaitu.MM. dan perusahaan B akan memperoleh laba sebesar 3 (sel kiri atas dalam matriks ganjaran).2 Sebaliknya. dan 3 jika is tidak memasang iklan. Masing-masing perusahaan memp dua pilihan strategi. Strategi Dominan Untuk melihat bagaimana para pemain memilih strategi yang memaksimumkan ganjaran mereka marilah kita mulai dengan permainan paling sederhana dalam suatu industri yang terdiri atas perusaha'an (duopoli). kita lihat bahwa perusahaan A akan memperoleh laba sebesar 4 jika dia juga memasang iklan dan hanya 2 jika dia tidak memasang iklan. Empat hasil yang mungkin didapatkan dari permainan sederhana ini digambarkan dalam matriks ganjaran dalam Tabel 10-1.. Nomor pertama setiap elemen dalam tabel mengacu kepada ganjaran (laba) bagi perusahaan A. perusahaan A akan memperoleh laba sebesar 4. yaitu memasang iklan atau tidak memasang iklan. sementara nomor kedua adalah ganjaran (laba) bagi perusahaan B. perusahaan A dan perusahaan B. Perusahaan A. bergerak ke kolom kanan dalam Tabel 10-1). Dari Tabel 10-1. perusahaan A hams memasang iklan jika perusahaan B memasangnya. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Suparno SE. saja mengharapkan laba yang lebih tinggi jika dia memasang iklan dibanding jika dia melakukannya. Dengan demikian.STRATEGI DOMINAN DAN KESEIMBANGAN NA Kita sekarang mendiskusikan makna strategi dominan dan keseimbangan Nash serta menjel manfaatnya dalam menganalisis saling ketergantungan (interdependence) oligopolistik. Ganjaran yang lain dalam kolom kedua tabel tersebut bisa diartikan dengan cara yang sama. Jika perusahaan B tidak memasang iklan ivaitu. elemen kiri bawah dalam matriks ganjaran menunjukkan bahwa jika perusahaan A tidak memasang iklan dan perusahaan B memasang iklan. juga tergantung dari apakah perusahaan B memasang iklan atau tidak. Dengan begitu. dan perusahaan B akan memperoleh laba sebesar 5. kita melihat bahwa jika kedua perusahaan memasang iklan.

solusi memasang ikian atau keseimbangan akhir bagi kedua perusahaan akan tetap dipertahankan. 5)(3. laba perusahaan B menjadi 5 jika memasang iklan dan 2 jika tidak. kita bisa mengatakan bahwa memasang iklan adalah strategi yang dominan bagi perusahaan A. Kedua perusahaan A dan B akan memasang. misalnya.MM.Laba perusahaan A akan selalu lebih besar jika dia memasang iklan dibanding jika dia tidak melakukannya. Dengan demikian. Apa pun yang dilakukan oleh perusahaan A (yaitu. Matriks Ganjaran untuk Permainan Pemasangan Iklan Tabel 10-1 Pasang IklanTidak Pasang Iklan Pasang Iklan Tidak Pasang Iklan (4. Dengan demikian. Strategi dominan (dominant strategy) adalah pilihan yang optimum bagi seorang pemain. tanpa peduli apa yang dilakukan perusahaan B. apakah perusahaan A memasang iklan atau tidak). Kita bisa melihat hal ini dengan berpindah-pindah baris pada Tabel 10-1. strategi yang dominan bagi perusahaanB adalah juga memasang iklan. kedua perusahaan A dan B memiliki strategi dominan memasang iklan. Tepatnya. apa pun reaksi yang akan dilakukan oleh lawannya. apakah perusahaan A atau B yang mula-mula memilih strateginya.Dalam kasus ini. Perhatikan bahwa dalam kasus iM. Hal yang sama juga berlaku untuk perusahaan B.. apa yang akan dilakukan oleh perusahaan lain dan akan memperoleh laba berturut-turut sebesar 4 dan 3 (sel kiri atas dalam matriks ganjaran pada Tabel 10-1). 2) Perusahaan A ikian tanpa perlu mempertimbangkan. atau apakah kedua perusahaan memutuskan strategi terbaik mereka secara bersamaan. 1) Perusahaan B (2. 3) (5. jika perusahaan A memasang iklan. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Suparno SE. akan lebih menguntungkan bagi perusahaan B untuk memasang iklan. Tingkat laba 4 dan 3 dapat raja mengacu secara berturut-turut pada $4 juta dan $3 juta. akan menjadi keseimbangan akhir. danoleh karena itu. EKONOMI MANAJERIAL 4 .

tidak peduli apakah perusahaan A memasang iklan atau tidak. untuk menghadapi strategi yang telah dilakukan oleh pemain lainnya. Inilah keseimbangan Nash. perusahaan A sekarang tidak memiliki strategi yang dominan. yaitu sama persis dengan kasus sebelumnya.Keseimbangan Nash Tidak semua permainan menyediakan strategi dominan bagi setiap pemain Bahkan dalam dunia sesungguhnya. karena ganjaran bagi perusahaan B sama dengan yang ada dalam Tabel 10-1. Ini adalah matriks ganjaran yang sama dengan yang ada dalam Tabel 10-1.. perusahaan A juga harus beriklan. misalnya karena iklan PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Suparno SE. Strategi dominan bagi perusahaan B adalah memasang iklan. Karena perusahaan A mengetahui isi matriks ganjaran. Agar perusahaan A bisa menentukan memasang iklan atau tidak. strategi pemasangan iklan yang gencar untuk perusahaan A dan perusandan B 3 Ini mungkin saja terjadi. pertama-tama perusahaan A hams menentukan apa yang dilakukan oleh perusahaan B. maka perusahaan A mengetahui bahwa strategi dominan perusahaan B adalah memasang ikian. sangat mungkin bahwa satu atau kedua pemain tidak memiliki strategi dominan Contohnya adalah yang ditunjukkan dalam matriks ganjaran pada Tabel 10-2.3 Jadi. yang namanya diambil dari John Nash. Namun. jika perusahaan B memasang ikian. laba perusahaan A adalah 5 jika memasang ikian dan 6 jika tidak. strategi yang optimum bagi perusahaan A adalah juga memasang ikian (karena perusahaan A akan memperoleh laba 4 jika memasang ikian dan hanya 2 jika tidak—lihat kolom pertama dalam Tabel 10-2). Keseimbangan Nash (Nash equilibrium) adalah sebuah situasi ketika setiap pemain memilih strategi optimumnya. perusahaan A akan memperoleh laba 4 jika memasang ikian dan 2 jika tidak. Karena itu. Dalam contoh di atas. tetapi perusahaan A tidak. EKONOMI MANAJERIAL 5 . kecuali angka pertama dalam elemen kanan bawah diubah dari 3 menjadi 6. ahli matematika dari Universitas Princeton dan pemegang Hadiah Nobel tahun 1994 yang meresmikan konsep tersebut pada tahun 1951.MM. dan memasang iklan jika perusahaan B memasangnya dan tidak memasang ikian jika perusahaan B tidak. Jadi. Di sisi lain. Alasannya adalah bahwa jika perusahaan B memasang ikian. Perusahaan A tidak lagi memiliki strategi yang dominan. Sekarang perusahaan B mempunyai strategi yang dominan. jika perusahaan B tidak beriklan. Apa yang harus dilakukan oleh perusahaan A tergantung dari apa yg dilakukan oleh perusahaan B. perusahaan A harus memasang ikian jika perusahaan B memasang ikian dan tidak memasangnya jika perusahaan B tidak.

. dan keduanya tidak diizinkan berkomunikasi. Dua orang tersangka ditangkap atas tuduhan perampokan bersenjata. Di sini. Hanya ketika setiap pemain telah memilih strategi optimumnya berdasarkan strategi yang telah dipilih oleh pemain lainnya. Namun demikian.MM. EKONOMI MANAJERIAL 6 . Sebagai akibatnya. 4 "You've Seen the Movie. memperoleh laba yang lebih besar) dengan melakukan kerja sama. Jika kedua tersangka mengaku. masing-masing akan memperoleh hukuman yang lebih ringan 5 tahun penjara. jika kedua tahanan tersebut tidak mengaku. Matriks ganjaran (negatif) dalam hal masa hukuman yang harus dijalani. maka kita akan berada pada keseimbangan Nash. tetapi keseimbangan Nash tidak memerlukan keseimbangan strategi dominan Aplikasi Kasus 10-2 membahas bagaimana Dell Computers mengembangkan strategi dominan yang juga merupakan keseimbangan Nash untuk industri komputer. jika tersangka B mengaku. perhatikan situasi berikut. Alasannya PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Suparno SE. masingmasing perusahaan dapat memilih strategi optimumnya tanpa memedulikan strategi yang dipilih oleh pesaingnya. Now Just Exactly What was It that John Nash Had on His Beautiful Mind?" The New York Times (11 April 2002). DILEMA TAHANAN Perusahaan oligopolistik sering menghadapi masalah yang disebut dilema tahanan (prisoners' dilemma). Perusahaan A tidak memilikinya.perusahaan A tidak efektif atau pemasangan ikian menambah lebih besar daripada peningkatan penerimaannya. Istilah ini mengacu kepada sebuah situasi di mana setiap perusahaan melaksanakan strategi dominannya. Mengaku juga merupakan strategi dominan atau terbaik bagi tersangka B. masing-masing harus menerima hukuman maksimum 10 tahun penjara. jika tersangka B tidak mengaku. Perhatikan bahwa ketika kedua perusahaan memiliki strategi yang dominan. anggaplah bahwa perusahaan B memilih beriklan sebagai strategi dominannya. apa pun yang dilakukan oleh tersangka B. mereka hanya akan dituntut sate tahun penjara atas tuduhan menyimpan barang-barang curian. Untuk memahami hal ini. Singkatnya. tetapi masing-masing bisa bertindak lebih baik (artinya. Setiap tersangka diinterograsi secara terpisah. maka tersangka A menerima hukuman 5 tahun jika mengaku dan 10 tahun jika :Klan pula. perusahaan A tidak bisa memilih strategi optimumnya tanpa terlepas dari perusahaan B. tersangka tersebut akan dibebaskan sementara teinannya (yang tidak mengaku) akan menerima hukuman 10 tahun penjara. kita melihat bahwa mengaku adalah strategi dominan atau terbaik bagi tersangka A. Alasannya adalah. tersangka A bebas jika dia mengaku. hanya perusahaan B yang memiliki strategi dominan. strategi optimum untuk perusahaan A adalah juga memasang iklan. dan jika terbukti bersalah. keseimbangan strategi dominan adalah selalu merupakan keseimbangan Nash.adalah keseimbangan Nash. Jaksa wilayah berjanji kepada masing-masing tersangka jika mereka mengaku.

MM. kedua perusahaan mengalami dilema tahanan: Setiap perusahaan akan menentukan harga rendah dan memperoleh laba yang lebih kecil PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Suparno SE. Jadi. bagi tersangka B bebas jika dia mengaku dan menerima hukuman 1 tahun jika tidak mengaku. Dengan demikian. PERSAINGAN HARGA DAN NONHARGA. Meskipun begitu. selain juga dalam hal kecenderungan untuk berbuat curang (yaitu. jika perusahaan A menentukan harga tinggi. strategi dominan bagi tersangka B juga mengaku. dan juga kecurangan kartel dalam pasar oligopolistik. Jadi. memperoleh laba yang tinggi. jika tersangka A tidak mengaku.. DAN DILEMA TAHANAN sekarang menggunakan konsep dilema tahanan untuk membahas persaingan harga dan iharga. Demikian pula. perusahaan B akan memperoleh laba sebesar 5 jika dia menentukan harga rendah dan sebesar 3 jika dia menentukan harga tinggi. jika perusahaan B menentukan harga tinggi ($8). perusahaan A harus melaksanakan strategi dominannya untuk menentukan harga rendah. perusahaan A akan memperoleh laba sebesar 2 jika dia juga menentukan harga rendah ($6) dan memperoleh laba 1 jika menentukan harga tinggi (misalnya. perusahaan B akan memperoleh laba sebesar 2 jika dia menentukan harga rendah dan sebesar 1 jika dia menentukan harga tinggi.KECURANGAN DALAM KARTEL. Persaingan Harga dan DilemaTahanan Konsep dilema tahanan dapat digunakan untuk menganalisis persaingan harga dan nonharga =clam pasar oligopolistik. Demikan pula. $6). perusahaan B juga harus melaksanakan strategi dominannya untuk menentukan harga rendah.adalah jika tersangka A mengaku. Matriks ganjaran dalam Tabel 10-4 menunjukkan bahwa jika perusahaan B menentukan harga rendah (misalnya. jika perusahaan A menentukan harga rendah. $8). Demikian pula. kedua perusahaan bisa melakukan hal yang lebih baik (artinya. Untuk perusahaan B. EKONOMI MANAJERIAL 7 . tersangka B menerima hukuman 5 tahun jika mengaku dan un jika tidak. yaitu sebesar 3) jika mereka bekerja sama dan keduanya menentukan harga tinggi. Jadi. untuk secara diam-diam mengurangi harga atau menjual lebih banyak dari kuota) di dalam sebuah kartel. perusahaan A akan memperoleh laba sebesar 5 jika dia menentukan harga rendah dan sebesar 3 jika dia menentukan harga tinggi.

Meskipun begitu. strategi terbaik bagi setiap -:emain adalah tit-for-tat. Hal yang sama juga berlaku jika perusahaan B yang mulai menentukan harga rendah dan memperoleh labanya hanya sebesar 2. Strategi ini cukup bersifat saling membalas sehingga dapat mencegah perilaku - _?nkooperatif. Kerja sama lebih mungkin terjadi dalam permainan yang berulang-ulang. yang melibatkan satu gerakan atau tindakan di setiap pemain). jika perusahaan A sudah menentukan harga tinggi. EKONOMI MANAJERIAL 8 . perusahaan tersebut tidak bisa memercayai bahwa pesaingnya juga akan menentukan harga yang mahal. Anda memulai dengan bekerja sama dan aan terns bekerja sama selama lawan Anda juga bekerja sama. katakan bahwa perusahaan A menentukan harga tinggi dengan harapan bahwa perusahaan B juga akan menentukan harga tinggi (sehingga setiap perusahaan akan memperoleh laba sebesar 3). permainan yang melibatkan banyak gerakan berurutan dari setiap pemain Jenis permainan seperi ini lebih realistic dalam dunia nyata. Dalam simulasi komputer dan juga dalam PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Suparno SE. Misalnya.MM.karena jika dia menentukan harga tinggi. selanjutnya t:nda juga kembali berkhianat kepadanya. Tetapi. Perilaku satu-dibalas-satu (tit-for-tat) dapat diringkas sebagai berikut: L.:enderung tidak akan terjadi dalam jenis permainan dilema tahanan yang dibahas hingga saat yaitu yang dimainkan hanya satu kali (artinya. selanjutnya Anda juga bekerja sama. kerja sama seperti . karena dengan demikian dia akan meningkatkan labanya menjadi 5 (lihat sel kiri bawah dalam Tabel 10-4). Aplikasi Kasus 10-3 menunjukkan perang harga dalam industri penerbangan sebagai contoh dilema tahanan.. Secara khusus. tetapi berkali-kali selama bertahun-tahun. Jika kemudian dia bekerja sama. perusahaan B kini memiliki kecenderungan untuk menentukan harga rendah. para oligopolis tidak memutuskan strategi :enentuan harga mereka hanya sekali. Dalam permainan yang berulang-ulang (repeated games—yaitu permainan yang melibatkan banyak gerakan dan juga gerakan berbalasan dari setiap pemain). Jika dia berkhianat. Hanya jika kedua perusahaan-belajar bekerja sama dan menentukan harga tinggi maka mereka berdua akan memperoleh laba lebih besar yaitu 3 (dan mengakhiri dilema yang mereka hadapi).akukan apa yang dilakukan oleh lawan Anda. tetapi cukup pemaaf sehingga memungkinkan berkembangnya pola kerj a sama ang bermanfaat. Artinya. PERMAINANYANG BERULANG-ULANG DAN STRATEGI TIT-FOR-TAT Kita telah melihat di atas tentang bagaimana dua perusahaan yang menghadapi dilema tahanan t meningkatkan labanya dengan melakukan kerja sama.

MM. Keempat. juallah pemain harus sedikit (jika tidak. kondisi permintaan dan biaya harus relatif stabil okarena kalau mereka berubah dengan cepat.eksperimen aktual. kredibilitas. Misalnya. dengan alasan bahwa pemasok tersebut memberikan barang-barang cacat atau tidak memenuli syarat) agar dapat menghindari pembayaran sejalan dengan seandainya perusahaan tersebut benar-benar gulung tikar. Ancaman. setiap perusahaan mem kecenderungan untuk tidak mau bekerja sama pada permainan yang terakhir karena tahu tidak bisa membalas. Jika pemainnya sering berganti-ganti. Komitmen. diasumsikan bahwa setiap perusahaan dapat dengan cepat mendeteksi (dan mau serta mampu membalas dengan cepat) kecurangan yang bisa berlangsung tanpa terdeteksi dalam waktu yang lama memupuk kecurangan. dengan adanya strategi tit-for-tat. dan hambatan masuk. jika seorang pemasok hampir bangkrut.. kita membahas permainan yang meliputi ancaman. agar strategi tit-for-tat dapat berfungsi dengan baik beberapa kondisi harus dipenuhi. Kedua. sangatlah sulit mendefinisikan mana perilaku yang kooperatif dan mans yang bukan). strategi yang menghasilkan manfaat terbesar) bagi setiap pemain sejalan dengan berlalunya waktu. Ketiga. perusahaan-perusahaan memiliki kemungkinan untuk bekerja sama tanpa betul-betul membentuk kolusi resmi. Kelima. Jika permainan hanya berulang dalam jumlah yang terbatas. Pertama. kita hams mengasumsikan bahwa permainan tern terns berulang-ulang tanpa batas. Inilah perlunya kesepakatan dengan pemasokpemasok dan pelangganpelanggan yang sama di masa mendatang dan kemampuan mereka untuk membalas dendant atas perilaku tidak kooperatif yang sering memaksa perusahaan untuk bekerja sama. suatu perusahaan akan berusaha menghindari pembayaran utangnya kepada perusahaan yang hampir bangkrut tersebut (misalnya. Konsep ini secara garis besar memperluas teori permainan dan memberikan elemen penting paham realis dan relevansi. kecil kemungkinan berkembangnya perilaku kooperatif. LANGKAH STRATEGIS Dalam bagian ini. Misalnya. Meskipun begitu. meskipun itu membatasi perilaku mereka sendiri atau untuk sementara mengurangi jumlah keuntungan mereka. diperlukan sekumpulan pemain yang stabil. seorang oligopolis bisa PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Suparno SE. atau dalam jumlah pengulangan yang sangat besar dan ti pasti. perilaku ditemukan secara konsisten sebagai strategi yang terbaik (artinya. EKONOMI MANAJERIAL 9 . komitmen. sangat sulit untuk memantau apa yang dilakukan oleh setiap pemain). dan Kredibilitas Perusahaan oligopolistik sering menggunakan beberapa strategi untuk mencapai keunggulan kompetitif atas pesaingnya. Namun demikian. Tentu saja ada saat-saat tertentu ketika perusahaan menyadari bahwa lebih baik tidak bekerja sama.

Hambatan masuk bisa dikaji dengan PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Suparno SE. perusahaan A akan memperoleh laba sebesar 2 jika menentukan harga rendah dan sebesar 5 jika menentukan harga tinggi. Demikian pula. karena dengan demikian dia akan memperoleh laba sebesar 4 (dan bukan 3 seandainya dia menentukan harga tinggi). dia akan memperoleh reputasi sebagai perusahaan yang membuat ancaman yang memiliki kredibilitas. Karena itu. misalnya dengan menulis sebuah surat komitmen kepada para pelanggan untuk menyamai harga produk pesaing yang lebih rendah. jika perusahaan A beberapa kali benar-benar menjalankan ancamannya. Dalam hal ini. ancaman seperti itu hanya akan ditanggapi jika memiliki kredibilitas.. 3 jika menentukan harga tinggi. sehingga memungkinkan terjadinya laba yang lebih tinggi bagi perusahaan A dalam jangka panjang. perusahaan A akan menentukan harga tinggi walau apa pun yang dilakukan oleh perusahaan B. Hal ini mungkin terlihat irasional. Perhatikan bahwa meskipun perusahaan B memperoleh laba sebesar 3 karena menentukan harga tinggi (dibanding laba sebesar 4 jika menentukan harga rendah). laba ini masih lebih tinggi dibanding laba sebesar 2 yang akan diperoleh seandainya perusahaan A menjalankan ancamannya untuk menentukan harga rendah untuk membalas perusahaan B yang melakukan hal tersebut (lihat sel kiri atas dalam Tabel 10-5).MM. Tetapi. jika perusahaan B menentukan harga tinggi. Ancaman bisa dipastikan memiliki kredibilitas. Sebuah cara membuat ancaman ini dapat dipercaya adalah perusahaan A membangun sebuah reputasi sebagi perusahaan yang menjalankan ancaman—meskipun itu berarti mengurangi labanya. EKONOMI MANAJERIAL 10 . meskipun ini berarti mengurangi laba mereka. perusahaan B berkeinginan menentukan harga rendah. perusahaan A akan memperoleh laba sebesar 5 dan perusahaan B memperoleh laba sebesar 3 (sel kanan bawah) dan bertolak belakang dengan laba 3 untuk perusahaan A dan 4 untuk perusahaan B (sel kiri bawah). Hambatan Masuk Salah satu strategi penting yang bisa digunakan seorang oligopolis untuk menghambat masuknya perusahaan barn ke dalam pasar adalah mengancam akan menurunkan harganya sehingga menyebabkan kerugian bagi pemain barn yang potensial. Dengan menunjukkan komitmen untuk menjalankan ancamannya. Meskipun demikian. dan ini akan memengaruhi perusahaan B untuk menentukan harga tinggi juga. perusahaan A membuat ancamannya memiliki kredibilitas dan meningkatkan labanya sejalan dengan berlalunya waktu. Jika perusahaan A menentukan harga tinggi.mengancam untuk menurunkan harganya jika para pesaingnya menurunkan harga mereka.

Misalnya Boeing (perusahaan pesawat terbang komersial dari Amerika) dan Airbus Industrie (sebuah konsorsium dari perusahaan Jerman. Seandainya hanya Boeing yang memproduksinya. Misalnya juga. dan Spanyol) keduanya sedang dalam proses pengambilan keputusan mengenai produksi pesawat terbang baru. Cara paling efektif untuk menjelaskan hal ini adalah dengan menggunakan contoh. masing-masing akan merugi sebesar $10 juta. karena dengan adanya kelebihan kapasitas. EKONOMI MANAJERIAL 11 . Inggris. perusahaan A akan menentukan harga yang rendah dan memperoleh laba sebesar 4. Jika kedua perusahaan memproduksi pesawat itu.berlebih untuk mengantisipasi kebutuhan masa mendatang. Kasus di mana kedua perusahaan memproduksi pesawat tersebut dan mengalami kerugian sebesar $10 juta (ditunjukkan oleh sel kiri atas dalam Tabel 10-8). saat ini perusahaan B akan menderita kerugian sebesar 2 jika dia memasuki pasar. sementara Airbus tidak memperoleh apaapa (sel kanan atas dalam Tabel 10-8). sehingga dengan demikian perusahaan B akan menghindarinya. Meskipun begitu. PERILAKU STRATEGIS DAN DAYA SAING INTERNASIONAL Teori permainan juga bisa digunakan untuk mengkaji kebijakan strategis perdagangan dan industri. Hambatan masuk kini memiliki kredibilitas dan efektivitas. menjadi ancaman yang kredibel.MM. sehingga suatu negara dapat memperoleh keunggulan kompetitif atas negara lain. Boeing memperoleh laba sebesar $100 juta. satu produsen harus dapat menguasai seluruh pasar dunia untuk dirinya sendiri agar dapat memperoleh laba. Informasi ini ditunjukkan dalam Tabel 10-8. oooooooo///////oooooooo PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Suparno SE.. Prancis. karena besarnya biaya pengembangan pesawat tersebut. khususnya dalam bidang teknologi tinggi. bukannya sebesar 3 seandainya dia menentukan harga tinggi. misalnya sebesar $100 juta.

. EKONOMI MANAJERIAL 12 .PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Suparno SE.MM.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful