komunitas

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Kesehatan masyarakat menurut Hilleboe merupakan ilmu dan seni pengaplikasian pengetahuan dan keahlian kedokteran dan ilmu-ilmu yang berhubungan dengan usaha komunitas yang terorganisir untuk mempertahankan dan meningkatkan kesehatan masyarakat. Sedangkan menurut Hanlon tujuan dari praktek kesehatan masyarakan antara lain untuk mencegah penyakit, mencegah agar usia tetap lama dan meningkatkan kesehatan dan efisiensi melalui organisasi yang terorganisir. Keperawatan komunitas merupakan model atau bentuk upaya kesehatan yang terdiri dari berbagai tatanan pelayanan kesehatan dimasyarakat yang terkoordinasi, terarah, terpadu, dan terfokus pada upaya penyehatan masyarakat. Sesuai dengan makna dari keperawatan komunitas tidak hanya berorientasi kepada tempat dimana perawat bekerja tetapi merupakan satu rangkaian dari rumahsakit kemasyarakat. Artinya keperawatan kesehatan masyarakat merupakan kelanjutan pelayanan kesehatan dari rumah sakit kepada pelayanan kesehatan dimasyarakat. Fokus praktek keperawatan kesehatan komunitas adalah pengidentifikasian populasi dan pengaturan layanan yang secara langsung ataupun tidak langsung akan mempengaruhi keadaan komunitas tersebut. Oleh karena itu, tugas perawat dalam lingkup ini adalah tetap menjaga perspektif tersebut bahwa komunitas sebagai satu kesatuan klien. Dalam praktek profesi Ners mahasiswa STIKes Aisyiyah Yogyakarta yang berpraktek di Dusun Bedoyo, Karangsewu, Galur, Kulon Progo, Yogyakarta Tahun 2008 menemukan beberapa masalah kesehatan dari hasil pengkajian di Dusun tersebut, antara lain sebagai berikut : Dusun Bedoyo terdiri dari RW 05 dengan 3 RT yaitu RT 9, 10, 11 dan RW 06 dengan 2 RT yaitu RT 12 dan 13. Jumlah penduduk keseluruhan sejumlah 538 jiwa dengan jumlah kepala keluarga 142 kepala keluarga. Jumlah balita yang terdapat didusun tersebut sejumlah 20 balita, adapun frekuensi kunjungan balita yang masih aktif sejumlah 18 balita dan yang tidak aktif 2 balita. Karena tempat yang jauh dan kesibukan orang tua. Adapun jumlah balita yang sudah imunisasi lengkap 20 balita. Status gizi balita digaris merah 2 balita, kuning 5 balita, hijau 13 balita. Kepemilikan sumber air bersih di Dusun Bedoyo yang menggunakan sumur gali dengan kualitas fisik air bersih yang memenuhi syarat kesehatan sebanyak 67 KK. Kebiasaan masyarakat dalam BAB di WC pribadi sebanyak 55 KK, di sungai sebanyak 9 KK, dan di WC tetangga sebanyak 3 KK. Kepemilikan jamban terdapat 55 KK dan 12 yang tidak mempunyai jamban. Jenis jamban yang digunakan masyarakat yaitu, WC leher angsa sebanyak 55 KK, WC cemplung sebanyak 6 KK, Closet sebanyak 4 KK dan WC gali sebanyak 2 KK. Pembuangan sampah rumah tangga yang dilakukan antara lain : buang sampah disungai 4 KK, ditimbun 8 KK, dan dibakar 58 KK. Warga dusun Bedoyo sebanyak 70 orang yang dikaji didapatkan hasil: yang mengalami diare sebanyak 60 orang dan yang mengalami hipertensi sebanyak 10 orang. Di Dusun Bedoyo tidak ada fasilitas posyandu lansia, sehingga sebagian besar lansia memeriksakan kesehatannya ke praktik dokter swasta dan rumah sakit terdekat.

B. Tujuan Berdasarkan masalah kesehatan komunitas yang ada di Dusun Bedoyo diharapkan : a. Tujuan Umum Mahasiswa mampu memberikan asuhan keperawatan komunitas di Dusun Bedoyo sesuai dengan masalah kesehatan yang ada berdasarkan konsep dan teori keperawatan komunitas b. Tujuan Khusus 1) Mahasiswa dapat melakukan pengkajian komunitas di Dusun Bedoyo sesuai dengan masalah kesehatan yang ada. 2) Mahasiswa dapat merumuskan masalah dan membuat prioritas masalah kesehatan di Dusun Bedoyo. 3) Mahasiswa dapat membuat rencana asuhan keperawatan komunitas di Dusun Bedoyo 4) Mahasiswa dapat melaksanakan implementasi dan evaluasi asuhan keperawatan komunitas di Dusun Bedoyo C. SASARAN Sasaran asuhan keperawatan komunitas akan dilaksanakan Di Dusun Bedoyo dengan jumlah penduduk 538 jiwa dan 142 KK yang terdiri dari : RW 05 dengan jumlah 101 KK yang terdiri dari RT: 09 dengan jumlah 37 KK, RT : 10 dengan jumlah 39 KK , dan RT :11 dengan jumlah 25 KK sedangkan RW 06 dengan jumlah 41 KK terdiri RT: 12 dengan jumlah 19 KK dan RT :13 dengan jumlah 22 KK.

D. STRATEGI Strategi yang digunakan untuk mengkaji masalah kesehatan komunitas yang ada di Dusun Bedoyo, dengan: a) Wawancara Strategi yang digunakan dengan wawancara langsung yang dilakukan pada saat pelaksanaan MMD 1 dalam kegiatan warga Dusun Bedoyo, seperti : pengajian remaja, pengajian bapak-bapak dan arisan ibu-ibu Dusun Bedoyo serta posyandu balita. b) Observasi Strategi yang digunakan dengan observasi langsung pada saat pengkajian keperawatan komunitas selama 1 minggu di lingkungan warga Dusun Bedoyo. c) Dokumentasi Laporan keperawatan komunitas dibuat secara terperinci yang sesuai dengan format pengkajian asuhan keperawatan komunitas. E.METODE DAN ALAT Populasi di Dusun Bedoyo sebanyak 142 KK, dengan jumlah penduduk total sebanyak 538 jiwa. Sampel yang digunakan dalam pengkajian komunitas khususnya masalah kesehatan sebanyak 70 KK dengan jumlah penduduk 236 jiwa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Simple Random sampling untuk kuesioner PHBS dan diare, dimana sampel diambil secara acak pada setiap RT yang ada di Dusun Bedoyo sebanyak 14 sampai 15 KK sedangkan kuesioner hipertensi dengan cara pemeriksaan fisik dan wawancara langsung pada penderita hipertensi sebanyak 10 orang.

Alat yang digunakan dalam pengkajian komunitas menggunakan kuesioner yang terdiri dari tiga masalah kesehatan diantaranya : Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebanyak 21 item pertanyaan, diare sebanyak 9 item pertanyaan dan hipertensi sebanyak 10 item pertanyaan. Kuesioner tidak di lakukan uji validitas dan reliabilitas, karena kuesioner berisi tentang perilaku kesehatan sehari-hari masyarakat di Dusun Bedoyo. F. KRITERIA EVALUASI 1. Evaluasi struktur a) Masyarakat Dusun Bedoyo bersedia berpartisipasi dalam kegiatan yang akan dilaksanakan mahasiswa selama 3 bulan. b) Agenda dari kegiatan yang akan dilaksanakan selama 3 bulan sudah dipersiapkan sesuai jadwal yang ditargetkan. 2. Evaluasi Proses a) Masyarakat berperan aktif selama kegiatan yang sedang dilaksanakan. b) Alat atau media dapat membantu masyarakat dalam penyampaian materi. c) Masyarakat dapat menerima penjelasan dengan baik tentang masalah-masalah yang ada dikomunitas. 3. Evaluasi Hasil a) Masyarakat dusun Bedoyo dapat melaksanakan implementasi dari asuhan keperawatan yang akan dilakukan. b) Masyarakat dusun Bedoyo menjadi lebih peduli tentang kesehatan. c) Status kesehatan masyarakat dusun Bedoyo semakin baik. BAB II TINJAUAN TEORI 1) Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) a. Pengertian PHBS Perilaku Hidup Bersih dan Sehat adalah upaya untuk memberikan pengalaman belajar atau menciptakan kondisi bagi perorangan, keluarga, kelompok dan masyarakat dengan membuka jalur komunikasi, memberikan informasi dan melakukan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku serta melakukan pendekatan pimpinan (advokasi), bina usaha dan pemberdayaan masyarakat (empowerment) sebagai suatu upaya untuk membantu masyarakat mengenali dan mengatasi masalah sendiri dalam tatanan masing-masing agar dapat menerapkan cara-cara hidup sehat, dalam rangka menjaga, memelihara dan meningkatkan kesehatan. b. Tujuan Program PHBS merupakan program yang bertujuan memberikan pengalaman dan berupaya menciptakan suatu kondisi bagi perorangan, keluarga, kelompok dan masyarakat membuka jalur komunikasi, memberikan informasi dan melakukan edukasi untuk meningkatkan pengetahua, sikap dan perilaku sehingga masyarakat sadar dan mampu menciptakan PHBS melalui pendekatan advokasi, bina usaha dan pemberdayaan masyarakat.

c. Macam-macam tatanan PHBS 1) PHBS dalam tatanan keluarga a) Pengertian

PHBS dalam tatanan keluarga merupakan suatu program berupaya meningkatkan kemampuan dan kemandiran keluarga untuk hidup sehat. b) Sasaran 1) Sasaran primer adalah sasaran yang akan diubah perilakunya yaitu anggota keluarga yang bermasalah 2) Sasaran sekunder adalah sasaran yang diharapakan dapat mempengaruhi dan disegani oleh sasaran primer, yaitu: Toma dan Toga, PKK, kader kesehatan dan LSM 3) Sasaran tersier adalah sasaran yang dapat menunjang dan mendukung dalam pendanaan, kebijakan dan kegiatan untuk mencapai PHBS ditatanan keluarga, yaitu: kepala desa, Swasta dan Camat, PKK, Toma dan Toga. c) Indikator 1) Perilaku - Pertolongan persalianan oleh tenaga kesehatan - Pemeriksaan kehamilan oleh tenaga kesehatan - Keikutsertaan KB - Imunisasi dan penimbangan balita - Pemberian tablet Fe bagi ibu hamil - Kebersihan dan kebiasaan gosok gigi - Kebiasaan makan minimal 2 kali/hari - Tidak merokok - Penyakit AIDS - Dana sehat/ Jaminan Pemberian Kesehatan Masyarakat 2) Lingkungan - Adanya jamban dan air bersih - Ada tempat sampah dan air terbebas dari jentik nyamuk d) Pendataan / pemantauan data tentang PHBS diperoleh dari pendataan yang ada ditingkatan keluarga,dusun dan kecamatan : 1) PHBS dalam tempat-tempat umum adalah upaya pemberdayaan PHBS ditempat-tempat umum untuk menggali masalah dan tingkat kesehatannya, serta mampu mengatasi dan memelihara, meningkatkan dan melindungi kesehatannya sendiri. 2) PHBS dalam tatanan sarana kesehatan adalah upaya membudayakan PHBS masyarakat ditempat yang digunakan untuk menyelenggarakan upaya kesehtaan seperti: Puskesmas, RS/RSB dan balai pengobatan.

e) Tahapan perwujudan PHBS dalam tatanan keluarga 1. Tahap persiapan, meliputi : a. Sosialisasi dan advokasi kesehatan b. Persiapan penunjang 2. Tahap pengkajian, meliputi : a. Pengkajian masalah kesehatan b. Pengkajian masalah PHBS c. Pemetaan wilayah d. Pengkajian sumber daya 3. Tahap perencanaan, meliputi : a. Perumusan tujuan b. Perencanaan kegiatan intervensi

c. Perencanaan pelaksanaan kegiatan 4. Tahap penggerakan pelaksanaan Tahap penggerakan pelaksanaan merupakan tahap pelaksanaan kegiatan sesuai jadwal kegatan yang telah di susun dengan mengikut sertakan lintas program, lintas sector dan masyarakat serta swasta. 5. Tahap pemantauan dan penilaian Tahap ini diperlukan untuk menilai keberhasilan atau kegagalan intervensi yang telah dilakukan, yang selanjutnya dilakukan penyuluhan kesehatan masyarakat. 2) PHBS dalam tatanan tempat-tempat umum a. Definisi PHBS dalam tatanan tempat umum adalah upaya pemberdayaan perilaku hidup bersih dan sehat ditempat-tempat umum untuk menggali masalah dan tingkat kesehatannya serta mampu mengatasi, memelihara, meningkatkan dan melindungi kesehatannya sendiri. b. Tujuan 1) Tujuan umum Peningkatan perilaku hidup sehat masyarakat ditempat tertinggi ditempat-tempat umum khususnya pasar, warung makan dan tempat-tempat ibadah lainnya. 2) Tujuan khusus Petugas dikabupaten dan puskesmas mampu melakukan pembinaan PHBS sehingga dapat meningkatkan kualitas PNBS ditatanan pasar, warung makan, dan tempat ibadah. c. Ruang lingkup dan sasaran 1) Sasaran primer Sasaran primer adalah mereka yang diharapkan melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat, bagi diri sendiri dan keluarganya, antara lain: a) Tatanan pasar: pedagang, petugas kebersihan asar, petugas keamanan pasar dan masyarakat pengunjung

b) Tatanan warung : konsumen dan pengelola warung makan c) Tatanan tempat ibadah: jama‟ah, pengurus tempat ibadah dan remaja masjid 2) Sasaran sekunder Sasaran sekunder yaitu: mereka yang mempunyai pengaruh, baik secara langsung ataupun secara tidak langsung terhadap sasaran primer dalam mewujudkan PHBS, antara lain: a) Pasar : kepala pasar dan staf pengelola pasar, kepala kebersihan pasar dan kepala pengamanan pasar b) Warung : pemilik warung dan petugas dinas pariwisata c) Tempat ibadah: pengurus tempat ibdah, LSM agama dan petugas Departemen Agama kabupaten/kota. 3) Sasaran tersier Sasaran tersier adalah para pengambil keputusan, penentu kebijakan dan penyandang dana yang diharapkan memberikan dukungan baik secara politis maupun kebijakan dan dukungan dana untuk keberhasilan mewujudkan PHBS ditatanan-tatanan tempat umum, antara lain: a) Tatanan pasar : bupati atau walikota, DPRD dan kepala dinas pasar.

b) Tatanan warung makan : bupati/walikota dan DPRD tingkat II

3) Melakukan monitoring dan supervise pelaksanaan PHBS.n meliputi: a) Melakukan strategi baik advokasi. meliputi: 1) Tahapan persiapan. 5) Tahap pemantauan dan penilaian Tahap pemantauan dan penilaian dilaksanakan untuk mengetahui seberapa jauh program PHBS berjalan dan memberikan hasil seperti yang diharapkan. b) Membuat laopran hasil kegiatan intervensi dalam bentuk laporan yang disertai dokumentasi. Tahapan PHBS ditempat-tempat umum. Tujuan 1) Tujuan umum Meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat disarana kesehatan. Definisi PHBS dalam tatanan sarana kesehatan adalah upaya membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat masyarakat di tempat yang digunakan untuk menyelenggarakan upaya kesehatan seperti: puskesmas. Langkah-langkah tahap pengkajian. c) Melaporkan hasil intervensi kepada lintas program atau lintas sector tingakat kabupaten/ kecamatan. pelatihan PHBS. Pengkajian dilaksanakan oleh tim PHBS yang berasal dari lintas program dan sektoral serta pengurus organisasi ditempat umum. antara lain: a) Menentukan sasaran b) Pembagian tugas untuk mengkaji PHBS ditatanan tempat umum c) Pelaksanaan pengkajian d) Rekapitulasi atau analisis data hasil pengkajian tingkat kecamatan dan kabupaten e) Pelaksanaan diskusi kelompok terarah atau wawancara mendalam di puskesmas. bina usaha pada berbagai kesempatan. f) Penentuan prioritas masalah PHBS 3) Tahap perencanaan Tahap ini dilakukan dengan menentukan prioritas masalah PHBS ditempa-tempat umum. persiapan sarana dan dana serta persiapan administrasi. pertemuan lintas program dan lintas sector.c) Tatanan tempat ibadah : bupati atau walikota dan ketua DPRD tingkat II. 2) Tahap pengkajian. rumah sakit bersalin dan balai pengobatan. rumusan rencana kegiatan. sebagai berikut: 1) Mengarahkan dan membimbing pelaksanaan pengkajian PHBS 2) Mengarahkan dan membimbing proses penyusunan dan rencana kegiatan PHBS. berupa: persiapan sumber daya manusia. b. rumah sakit. Langkah perwujudan program PHBS di tempat umum Hal-hal yang harus diperhatikan dalam perwujudan PHBS ditatanan tempat-tempat umum. e. 3) PHBS dalam tatanan sarana kesehatan a. 4) Membantu proses penilaian PHBS 5) Menindaklanjuti hasil penilaian. membuat rumusan tujuan. rencana sumber daya dan rencana pelaksanaan kegiatan atau Plan Of Action (POA) 4) Tahap penggerakan dan pelaksanaan Tahap penggerakan dan pelaksanaa. 2) Tujuan khusus Petugas kesehatan disaranak kesehatan mampu melakukan pembinaan program PHBS . d.

PPNI. c) Sasaran tersier : kepala Dinkes kabupaten atau kota. Tahapan PHBS ditatanan sarana kesehatan Tahapan PHBS ditatanan sarana kesehatan meliputi: 1) Tahap persiapan : desiminasi informasi. Bapedda dan camat 2) Ruang lingkup puskesmas a) Sasaran primer : pengunjung puskesmas. Kesehatan ibu dan anak (KIA) a) Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk menjaga kesehatan ibu : 1) Memeriksakan diri secara rutin ke bidan atau puskesmas. 2) Dianjurkan untuk menjadi aseptor KB 3) Selama masa kehamilan. bupati atau walikota. bupati atau walikota. 3) Mengarahakan dan membimbing proses penyususna rencana kegiatan PHBS. Indikator PHBS 1. RSB dan balai pengobatan. persiapan sarana. Bapedda camat dan organisasi profesi ( IDI. petugas rumah sakit dan masyarakat yang tinggal disekitar rumah sakit b) Sasaran sekunder : direktur rumah sakit c) Sasaran tersier : kepala Dinkes kabupaten atau kota. masyarakat yang tinggal disekitar puskesmas.sehingga dapat meningkatkan PHBS ditatanan rumah sakit. 4) Melakukan monitoring dan supervise pelaksanaan PHBS. IBI) 3) Ruang lingkup RSB a) Sasaran primer : petugas di RSB atau RB. d. 4) Tahap penggerakan dan pelaksanaan : pemberdayaan. pembianaan usaha. 2) Mengarahkan dan membimbing pelaksanaan pengkajian PHBS. advokasi. c. 5) Membantu proses penilaian PHBS 6) Menindaklanjuti hasil penilaian. persiapan administrasi dan pelaksanaan kegiatan. d. Ruang lingkup dan sasaran 1) Ruang lingkup rumah sakit : a) Sasaran primer : petugas kesehatan dirumah sakit. 5) Tahap pemantauan dan penilaian : untuk mengetahui seberapa jauh program PHBS telah berjalan dan memberikan hasil. 2) Tahap pengkajian : dilakukan oleh petugas di masing-masing ditatanan sarana kesehatan tentang masalah penyakit. b) Sasaran sekunder : direktur RSB atau RB c) Sasaran tersier seperti pada sasaran tersier ruang lingkup rumah sakit dan puskesmas. PHBS dan sumberdaya. selayaknya ibu mendapatkan dua kali imunisasi TT . Langkah-langkah program PHBS ditatanan sarana kesehatan 1) Diseminasi informasi program PHBS kepada petugas disarana kesehatan dan lintas program ditingkat kabupaten/ kota. b) Sasaran sekunder : kepala puskesmas dan staf. 3) Tahap perencanaan : dilakukan untuk menentukan prioritas masalah. e. puskesmas. rumusan tujuan dan menentukan jenis kegiatan.

tidak berlebihan serta selalu memantau berat badan. 2. 5) Membiasakan anak hidup bersih sejak dini. meminum air bersih yang aman dan cukup. Gaya hidup Gaya hidup adalah segala upaya untuk menerapkan kebiasaan hidup yang baik dalam menciptakan hidup yang sehat dan menghindarkan kebiasaan buruk yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam gaya hidup sehat. 3. Kesehatan lingkungan a) Air bersih 1) Meminum air bersih yang sudah dimasak sampai mendidih.4) Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan 5) Mengikuti keluarga berencana 6) Makan-makanan yang bergizi b) Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk menjaga kesehatan anak: 1) Menimbang balita setiap bulan 2) Anak mendapatkan imunisasi lengkap 3) Memberikan bayi ASI ekslusif minimal selama 6 bulan 4) Membawa anak ke Rumah Sakit bila anak sakit atau perkembangannya kurang baik. b) Melakukan olahraga teratur agar jantung dan paru-paru sehat. membatasi konsumsi lemak sampah ¼ dari kebutuhan energi. 3) Pemanfaatan sampah untuk daur ulang. jantung koroner dan kanker paruparu. b) Penggunaan jamban sehat 1) Jamban atau WC sekurang-kurangnya 10 meter dari sumber air bersih. 3) Peliharalah jamban sehat agar selalu bersih dan tidak ada kotoran yang terlihat. konsumsi garam beryodium. tidak berasa. Gizi seimbang Gizi seimbang dijaga dengan cara: makan-makanan sumber karbohidrat ½ dari kebutuhan energi. obat sembarangan dan narkoba. 4) Tempat penyimpanan air haruslah dibersihkan dan ditutup agar tidak terkena kotoran dan menjadi tempat berkembangbiaknya bibt penyakit atau nyamuk demam berdarah. 2) Jamban yang sehat tidak mengundang datangnya lalat atau serangga yang dapat menjadi penularan penyakit. 5) Peliharalah selalu sarana penyimpanan air bersih yang dimiliki dengan cara membersihkannya agar sumber mata air tetap terjaga kebersihannya. tinggi serat rendah serat. c) Pembuangan sampah Cara pembuangan sampah yang baik dan tidak mengganggu kesehatan. . tidak berbau. antara lain: a) Makan aneka ragam makanan sesuai dengan pedoman umum gizi seimbang. memakan-makanan sumber zat besi. tidak keruh. 2) Kuburlah barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan seperti: plastik bekas. antara lain: 1) Membuang sampah pada tempat samaph dan usahakan menutup. c) Mengendalikan stress d) Tidak merokok untuk mencegah penyakit bronkhitis. 2) Jarak sumber air bersih dengan tempat pembuangan air limbah lebih dari 10 meter 3) Air yang digunakan tidak berwarna. 4. kaleng bekas dan lain-lain. e) Tidak minum-minuman beralkohol.

5.f) Tidak melakukan hubungan seksual diluar nikah untuk menghindari AIDS dan HIV. misalnya: a) ginjal yang tidak berfungsi b) pemakaian kontrasepsi oral c) terganggunya keseimbangan hormon yang merupakan faktor pengatur tekanan darah 3) Klasifikasi Penyakit hipertensi dapat dipicu oleh 2 golongan diantaranya: golongan pertama ( Hipertensi yang tidak dapat dikontrol) adalah keturunan. seperti : a) Bertambahnya umur b) Stres psikologis c) Hereditas (keturunan). antara lain: a) Keluarga dan masyarakat dapat meningkatkan taraf kesehatannya. yaitu: 1) Hipertensi Primer artinya hipertensi yang belum diketahui penyebabnya. dan umur. h) Olahraga secara teratur. Menurut MN Kaplan (Bapak Ilmu Penyakit Dalam) memberikan batasan dengan membedakan usia dan jenis kelamin sebagai berikut: 1) Pria usia < 45 tahun dengan posisi berbaring yang tekanan darah ≥ 130/90 mmHg dikatakan hipertensi 2) Pria usia > 45 tahun dengan posisi berbaring yang tekanan darah 145/95 mmHg dikatakan hipertensi 3) Wanita dengan tekanan darah > 160/90 mmHg dikatakan hipertensi Klasifikasi Tekanan Darah Pada Dewasa Kategori Tekanan Darah Sistolik Tekanan Darah Diastolik Normal < 120 mmHg (dan) < 80 mmHg Pre-hipertensi 120-139 mmHg (atau) 80-89 mmHg . Penyakit hipertensi menurut WHO (Word Health Organization) memberikan batasan normalnya adalah 140/90mmHg dan tekanan sama atau > 160/95 mmHg dinyatakan hipertensi. diabetes. Definisi Hipertensi atau darah tinggi adalah penyakit kelainan jantung dan pembuluh darah yang ditandai dengan meningkatnya tekanan darah. i) Mengindari rokok. b) Beban biaya untuk peningkatan kesehatan dapat ditanggulangi. Hipertensi adalah adanya peningkatan tekanan darah sistolik diatas atau sama dengan 135 mmHg dan atau tekanan diastolik diatas atau sama dengan 85 mmHg (Lanny. Sedangkan golongan kedua (hipertensi yang dapat dikontrol adalah kegemukan. 2) Hipertensi Sekunder yang penyebabnya boleh dikatakan telah pasti. Penyakit hipertensi sering disebut sebagai the silent disease atau heterogeneous group of disease karena dapat menyerang siapa saja dari berbagai kelompok umur dan kelompok sosial-ekonomi. Peningkatan upaya kesehatan melalui dana sehat atau JPKM Keuntungan yang dapat diperoleh dari dana sehat atau JPKM. Hipertensi berdasarkan penyebabnya dibagi menjadi dua. Etiologi Kasus hipertensi sebanyak 90 % kasus penyebab tidak diketahui. jenis kelamin. maupun kehamilan. Faktor yang diduga turut berperan sebagai penyebab hipertensi primer. atau tumor dari kelenjar adrenal. obatobatan. serta konsumsi alkohol dan garam. 2) Hipertensi a. 2004) b. Namun dapat juga sekunder akibat penyakit jantung/ginjal. Umumnya penderita tidak mengetahui dirinya mengidap hipertensi sebelum memeriksakan tekanan darahnya. g) Makan-makanan sehat dan bergizi. merokok. kurang olahraga.

mata. stress) 4) Mempunyai riwayat keluarga dengan hipertensi. 4) Menurunkan berat badan. Jika hipertensinya berat atau menahun dan tidak diobati. pusing.Penanganan Prinsip penanganan pada penderita hipertensi : 1) Menurunkan tekanan darah sampai normal 2) Meningkatkan kemungkinan kualitas dan harapan hidup penderita. yang bisa saja terjadi baik pada penderita hipertensi. minum alkohol. Keadaan ini disebut ensefalopati hipertensif. setiap penurunan 1 kg berat badan akan menurunkan tekanan darah sekitar 1.Tanda dan Gejala Penderita. e.Faktor Risiko Faktor resiko yang dapat memperberat terjadinya hipertensi yaitu: 1) Pria dengan usia diatas 45 tahun dan wanita diatas 55 tahun 2) Kelebihan berat badan (obesitas) 3) Memiliki gaya hidup tidak sehat (merokok. jantung dan ginjal. wajah kemerahan dan kelelahan.140/90 mmHg). f.5 – 2. Kadang penderita hipertensi berat mengalami penurunan kesadaran dan bahkan koma karena terjadi pembengkakan otak.Stadium 1 140-159 mmHg (atau) 90-99 mmHg Stadium 2 >= 160 mmHg (atau) >= 100 mmHg d. maupun pada seseorang dengan tekanan darah yang normal. diet rendah garam juga berfungsi untuk mengurangi resiko hipokalemi yang timbul pada pengobatan dengan diuretik. .5 mmHg. 5) Termasuk golongan pra hipertensi (tekanan darah diantara 120/80 . terutama pada pengobatan hipertensi ringan. suka menyantap makanan high cholesterol. perdarahan dari hidung. Gejala yang dimaksud adalah sakit kepala. Beberapa hal yang bisa dilakukan adalah a) Diet rendah garam dengan mengurangi konsumsi garam dari 10 gram/hari menjadi 5 gram/hari untuk menurunkan tekanan darah. Penatalaksanaan umum adalah penatalakasanaan tanpa obat-obatan yang mempunyai keuntungan. meskipun secara tidak sengaja beberapa gejala terjadi bersamaan dan dipercaya berhubungan dengan tekanan darah tinggi (padahal sesungguhnya tidak). yang memerlukan penanganan segera. c) Berhenti merokok dan mengkonsumsi alkohol. Penanganan secara umum pada penderita hipertensi adalah untuk mengurangi faktor resiko terjadinya peningkatan tekanan darah. hipertensi sebagian besar tidak menimbulkan gejala. 3) Mencegah komplikasi yang mungkin timbul. bisa timbul gejala sebagai berikut : 1) Sakit kepala 2) Kelelahan 3) Mual 4) Muntah 5) Sesak nafas 6) Gelisah 7) Pandangan menjadi kabur yang terjadi karena adanya kerusakan pada otak. b) Diet rendah lemak telah terbukti pula bisa menurunkan tekanan darah.

Pengertian Diare adalah suatu keadaan pengeluaran tinja yang tidak normal atau tidak seperti . h.5) Olahraga teratur : berguna untuk membakar timbunan lemak dan menurunkan berat badan. Kerusakan ginjal terjadi karen adanya penyempitan dan penebalan eliran darah yang menuju ginjal berfungsi sebagai penyaring kotoran tubuh. Lasix Retard. seperti: Captopril. Adanya gangguan tersebut membuat kerja ginjal menyaring lebih sedikit cairan dan membuangnya kembali ke dalam darah. Kurangi konsumsi garam dan memperbanyak mengkonsumsi serat dan asupan kaluim. belimbung wuluh dan bawang putih ternyata Penanganan hipertensi yang menggunakan farmakologi terdiri dari: 1) Obat-obatan jenis Diuretik (Obat untuk mengurangi stres karena rangsangan ion natrium dan air). Lakukan latihan aerobik yang bermanfaat untuk mengurangi stress. periksa tekanan darah setiap tahun. 7) Konsumsi seledri. seperti: Minipress. seperti: diltiazem. Apabila pembuluh darah pecah di bagian vital yaitu: otak maka akan terjadi perdarahan otak yang dapat berakibat kematian. 4) Obat-obatan inhibitor saraf simpatik (Obat untuk mencegah pengerutan atau penyempitan pembuluh darah dengan menghambat kalsium memasukinsel otot pembuluh darah). Capriaton dll 2) Obat-obatan Beta Blocker ( Obat untuk mengurangi denyut jantung dan keluaran keluaran total darah dari jantung). menurunkan tekanan perifer dan menimbulkan perasaan santai. Nifedipine. Metaprolol asetat dll 3) Obat-obatan Vasodilator (Obat untuk melebarkan pembuluh darah agar dapat mengalir lebih lancar). 6) Relaksasi dan rekreasi serta cukup istirahat sangat berguna untuk mengurangi atau menghilangkan stres. ketimun. yaitu: 1.Komplikasi 1. Setelah umur 30 tahun. menurunkan berat badan dan membakar lebih banyak lemak dalam darah setra memperkuat otot-otot jantung. 4. Pelajari cara-cara mengendalikan stres dengan cara: a) Membuat perencanaan waktu yang baik dan tepat b) Tentukan urutan prioritas kegiatan berdasarkan kepentingannya c) Selesaikan pekerjaan yang sedang dikerjakan sebelum memulai tugas d) Usahakan pekerjaan dapat diselesaikan tepat pada waktunya 3) Diare a. Berhenti dengan kebiasaan buruk. seperti : Propanolol. Verapamil HCI dll 5) Obat-obatan Alpha Blocker (Obat untuk menghambat produksi adrenalin sehingga dapat menurunkan kembali tekanan darah). Kerusakan penglihatan menyebabkan pecahnya pembuluh darah dimata sehingga mengakibatkan penglihatan menjadu kabur atau mengalami kebutaan. yaitu: merokok dan minum alkohol 3. Stroke merupakan faktor penyebab dari hipertensi karena tekanan darah yang terlalu tinggi dapat menyebabkan pembuluh darah yang sudah lemah menjadi pecah. 5. 4. Captensin.Pencegahan Pencegahan yang dapat dilakukan untuk mengontrol tekanan darah agar tidak terjadi hipertensi. 2. Capoten dll. 2. Cardura dll g. yang kesemuanya berakibat kepada penurunan tekanan darah. pace. Kegagalan Jantung tejadi karena kerusakan otot jantung atau sistem listrik jantung sehingga jantung tidak mampu lagi memompa darah yang dibutuhkan oleh tubuh 3. seperti: Furosemida.

Petrus 2005) b. Yogyakarta 2) Kabupaten : Kulon Progo 3) Kecamatan : Galur 4) Kelurahan/Desa : Bedoyo 5) RW : 005 dan 006 6) RT : 09. 11. Lokasi 1) Propinsi daerah tingkat I : D. 10. 2) Membuat larutan dehidrasi Pembuatan larutan oralit dengan bahan-bahan siapkan satu gelas air matang (± 200 cc) dan tambahkan sepucuk sendok teh garam dapur dan satu sendok teh munjung gula pasir.biasanya ditandai dengan peningkatan volume keenceran serta frekuensi lebih dari 3 kali sehari dan pada neonates lebih dari 4 kali sehari dengan atau tanpa lender darah (Adrianto. salmonella dll 2) Faktor malabsorbsi 3) Faktor makanan seperti: makanan basi. DATA UMUM 1.I. Penyebab 1) Faktor infeksi dari bakteri E. beracun dan alergai terhadap makanan 4) Faktor psikologis c. Penanganan diare ringan 1) Hati-hati akan dehidrasi Diare akan menyebabkan kehilangan cairan tubuh dan mineral sehingga menggangu fungsi tubuh. 3) Minum sedikit demi sedikit 4) Makan-makanan lembut BAB III HASIL PENGKAJIAN KOMUNITAS DI DUSUN BEDOYO KARANGSEWU GALUR KULON PROGO A. 12 dan 13 . Data Geografi a. Tanda dan gejala diare 1) Frekuensi BAB lebih dari normal 2) Feses cair kadang-kadng disertai lender dan darah 3) Nafsu makan menurun 4) Warna feses lama-kelamaan menjadi kehijauan 5) Muntah dan badan lemah 6) Adanya lecet disekitar anus 7) Rasa haus meningkat d. Coli.

5 Wiraswasta 21 8. 9 PT 9 3. Umur Tabel 2 Distribusi Frekuensi Penduduk Berdasarkan Umur Di Dusun Bedoyo Tahun 2008 UMUR PENDUDUK F % < 1 tahun 1 0. Agama Tabel 5 Distribusi .7%) dan paling sedikit berumur < 1 tahun sebanyak 1 jiwa (0. 9 %) b. Batas Wilayah Utara : Desa Karangsewu Selatan : Desa Banaran Barat : Desa Gupit Timur : Desa Kranggan 2. 8 Petani 94 39. 2 > 5-12 tahun 31 13. Jenis Kelamin Tabel 1 Distribusi Frekuensi Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin Di Dusun Bedoyo Tahun 2008 JENIS KELAMIN F % L 123 52. 6 SMA 61 25. 0 > 18-55 tahun 122 51. 8 Jumlah 236 100 Berdasarkan tabel 3 didapatkan bahwa sebagian besar penduduk Dusun Bedoyo yang berpendidikan SD sebanyak 77 jiwa (32.7) Luas Wilayah : 33 Hektar b. sedangkan yang paling sedikit bekerja sebagai PNS sebanyak 5 jiwa (2. 1 P 113 47. 1 > 12-18 tahun 33 14. 1%) dan jenis kelamin perempuan sebanyak 113 jiwa (47. 6 Jumlah 236 100 Berdasarkan tabel 2 didapatkan bahwa penduduk di Dusun Bedoyo sebagian besar berumur > 18-55 sebanyak 122 jiwa (51. c. 6 TK 13 5. 1%). Data demografi a. 9 Jumlah 236 100 Berdasarkan tabel 1 didapatkan bahwa penduduk Dusun Bedoyo tahun 2008 memiliki jenis kelamin laki-laki sebanyak 123 jiwa (52. e. 5 Tidak tamat SD 0 0 SD 77 32. 7 > 55 tahun 32 13. 8%). 8 Ibu rumah tangga 26 11. 8 Buruh tani 9 3. 6 SLTP 51 21. 1 Jumlah 236 100 Berdasarkan tabel 4 didapatkan bahwa penduduk Dusun Bedoyo sebagian besar bekerja sebagai petani sebanyak 94 jiwa (39. 4 1-5 tahun 17 7. 4%). 6%) dan paling sedikit berpendidikan perguruan tinggi sebanyak 9 jiwa (3. 9 Pelajar/mahasiswa 68 28. Tingkat Pendidikan Tabel 3 Distribusi Frekuensi Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan Di Dusun Bedoyo Tahun 2008 PENDIDIKAN F % Buta Aksara/tidak sekolah/belum sekolah 25 10.8%) d. Jenis Pekerjaan Tabel 4 Distribusi Frekuensi Penduduk Berdasarkan Jenis Pekerjaan Di Dusun Bedoyo Tahun 2008 PEKERJAAN F % PNS 5 2. 1 Pegawai swasta 13 5.

8 Dibiarkan berserakan di halaman rumah 0 0 Jumlah 70 100 Berdasarkan tabel 5 didapatkan bahwa sebagian besar penduduk Dusun Bedoyo yang membuang sampah dibakar sebanyak 58 jiwa (82.Frekuensi Penduduk Berdasarkan Agama Di Dusun Bedoyo tahun 2008 AGAMA F % Islam 236 100 Kristen 0 0 Jumlah 236 100 Berdasarkan tabel 5 penduduk dusun Bedoyo sebagian besar beragam Islam sebanyak 236 orang (100%).3 Jumlah 70 100 Berdasarkan tabel 8 didapatkan bahwa penduduk Dusun Bedoyo dalam mengolah .1 Dipotong kemudian dicuci 27 38.6 WC leher angsa 55 78. 8%) dan paling sedikit membuang sampah di sungai sebnayak 4 jiwa (5.2 6-9 meter 22 31.Tindakan untuk mengusir lalat Tabel 7 Distribusi Frekuensi Berdasarakan Tindakan Untuk Mengusir Lalat Di Dusun Bedoyo tahun 2008 TINDAKAN UNTUK MENGUSIR LALAT F % Dibiarkan saja 31 44. 9 Penampungan air hujan 0 0 Sungai 0 0 Tidak menjawab 3 4. 8%) dan paling sedikit berasal dari sumur pompa sebanyak 2 jiwa (2.Gangguan akibat pembuangan sampah Tabel 6 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Gangguan Akibat Pembuangan Sampah Di Dusun Bedoyo tahun 2008 GANGGUAN DENGAN MASALAH SAMPAH F % Pengotoran udara dan air 2 2.6 %) dan paling sedikit buang air besar di WC tetangga.3 Jumlah 70 100 Berdasarkan tabel 3 didapatkan bahwa sebagian besar penduduk Dusun Bedoyo memiliki kebiasaan buang air besar di WC pribadi sebanyak 55 jiwa ( 78.7 WC gali 2 2.5 Closet (WC duduk) 4 5.9 %) 5.Cara mengolah sayuran sebelum dimasak Tabel 8 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Cara Mengolah Sayuran Sebelum Dimasak Di Dusun Bedoyo tahun 2008 CARA MENGOLAH SAYURAN SEBELUM DIMASAK F % Dicuci saja 0 0 Dicuci kemudian dipotong 40 57.6 Tidak menjawab 3 4.Jarak pembuangan air limbah Tabel 1 Distruibusi Frekuensi Berdasarkan Jarak Pembuangan Air Limbah Di Dusun Bedoyo tahun 2008 JARAK PEMBUANGAN LIMBAH F % < 2 meter 3 4.4 10-13 23 32.8 Tidak menjawab 3 4.8 %). 7 Menggunakan obat tabur 9 13. dan paling sedikit berjarak < 2 meter sebanyak 3 orang (4. 5 %) dan paling sedikit memiliki jenis WC gali sebanyak 2 jiwa (2. 8 Ditimbun 8 11. 6. 0 Jumlah 70 100 Berdasarkan tabel 7 didapatkan bahwa penduduk Dusun Bedoyo melakukan tindakan untuk mengusir lalat dengan cara dibiarkan saja sebanyak 31 jiwa (44.3 2-5 meter 19 27. 1 Menggunakan lem lalat 18 25. Kebiasaan buang air besar Tabel 3 Distribusi Frekuensi Kebiasaan Buang Air Besar Di Dusun Bedoyo tahun 2008 KEBIASAAN BUANG AIR BESAR F % Sungai 9 12. 8.3 Kebun dekat rumah 0 0 WC pribadi 55 78.8 Penyebab bau kurang sedap 7 10 Menjadi sarang nyamuk 49 70 Tidak menjawab 3 4. 8%).3 Jumlah 70 100 Berdasarkan tabel 2 didaparkan bahwa sebagian besar penduduk Dusun Bedoyo mendapatkan sumber air bersih berasal dari sumur gali sebanyak 65 jiwa (92.Cara membuang sampah Tabel 5 Frekuensi berdasarkan cara membuang sampah Di Dusun Bedoyo tahun 2008 CARA MEMBUANG SAMPAH F % Dibakar 58 82.3 %).8 Sumur pompa 2 2.9 %). Jenis WC yang digunakan Tabel 4 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Jenis WC yang digunakan Di Dusun Bedoyo tahun 2008 JENIS WC F % WC cemplung 6 8. 2%) dan paling sedikit menggunakan obat tabur sebanyak 9 jiwa (13. 2. 4 Dibuang kesungai 4 5.Sumber air bersih Tabel 2 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Sumber Air Bersih Di Dusun Bedoyo tahun 2008 SUMBER AIR BERSIH F % Sumur gali 65 92. 9%) 3.8 WC tetangga 3 4. 4.6 Dipotong tanpa dicuci 0 0 Tidak menjawab 3 4.9 Mengganggu pemandangan 9 12.3 Jumlah 70 100 Berdasarkan tabel 6 didapatkan bahwa gangguan akibat pembuangan sampah yang dilakukan oleh penduduk Dusun Bedoyo yaitu menjadi sarang nyamuk sebanyak 49 jiwa (70 %) dan paling sedikit dapat berakibat pengotoran udara dan air sebanyak 2 jiwa (2.3 Jumlah 70 100 Berdasarkan tabel 4 didapatkan bahwa sebagian besar penduduk Dusun Bedoyo memiliki jenis WC leher angsa sebanyak 55 jiwa (78. B.9 Tidak menjawab 3 4.3 Jumlah 70 100 Berdasarkan tabel 1 didapatkan bahwa sebagian besar pembuangan air limbah berjarak 10-13 meter sebanyak 23 jiwa (32. 2 Disemprot dengan obat pengusir lalat 12 17. 7. 0%).PHBS 1.

13.%) dan .8 Buang air besar sembarangan 11 15.6 Dana sehat 0 0 Askeskin 35 50 Tidak punya 26 37.3 Jumlah 70 100 Berdasarkan tabel 9 didapatkan bahwa usaha penduduk Dusun Bedoyo dalam menjaga Gizi seimbang keluarga dengan membiasakan makan teratur 3x sehari sebanyak 43 jiwa ( 61.4 Jumlah 70 100 Berdasarkan tabel 15 didapatkan bahwa penduduk Dusun Bedoyo dalam meningkatkan status kesehatan biasanya menggunakan fasilitas askeskin sebanyak 35 jiwa (50.6 Rumah sakit 4 5.7 Balai pengobatan 4 5.6 5 kali 35 50 Tidak pernah 9 12.sayuran sebelum dimasak dengan cara dicuci kemudian dipotong sebanyak 40 jiwa ( 57.4 Lapangan volley 15 21.7 Banyak makan 3 4.3 Jumlah 70 100 Berdasarkan tabel 10 didapatkan bahwa jenis pelayanan kesehatan yang digunakan ibu hamil adalah puskesmas/posyandu sebanyak 46 jiwa (65.3%) 15.7 Mengurung diri di kamar 0 0 Tidak menjawab 3 4. 7 Jumlah 70 100 Berdasarkan tabel 13 didapatkan bahwa penduduk Dusun Bedoyo sebagian besar menggunakan prasarana dalam kegiatan olahraga di lapangan sepak bola sebanyak 32 jiwa ( 45. Kebiasaan buruk yang mengganggu kesehatan Tabel 12 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Kebiasaan Buruk Yang Mengganggu Kesehatan Di Dusun Bedoyo Tahun 2008 KEBIASAAN BURUK YANG MENGGANGGU KESEHATAN F % Merokok 37 52.6 %) 9.5 Lapangan sepak bola 32 45.3 3 kali 13 18. Kunjungan selama kehamilan Tabel 11 Distribusi Frekuensi berdasarkan Kunjungan Selama Kehamilan Di Dusun Bedoyo tahun 2008 KUNJUNGAN SELAMA KEHAMILAN F % 1 kali 3 4.4 Tidak menjawab 3 4.1 %) dan paling sedikit dengan cara dipotong kemudian dicuci sebanyak 27 jiwa (38. 4%) 14.3 %) 12.7 %) 11.1 Askes 2 2. 2%) dan paling sedikitkebiasaan buruk membuang sampah ke sungai sebanyak 5 jiwa (7.3 Jumlah 70 100 Berdasarakan tabel 14 didapatkan bahwa sebagian besar penduduk Dusun Bedoyo menghindari stress dengan cara santai sebanyak 46 jiwa (65.3 Jumlah 70 100 Berdasarkan tabel 11 didapatkan bahwa penduduk Dusun Bedoyo khususnya ibu hamil sebagian besar melakukan kunjungan 5 kali selama kehamilan sebanyak 35 jiwa (50 %) dan paling sedikit 1 kali sebanyak 3 jiwa (4.3 Santai 46 65.9 Tidak menjawab 1 1.9 Menggunakan garam beryodium 5 7.7%) dan paling sedikit dengan cara banyak makan sebanyak 3 jiwa (4.7 Puskesmas/posyandu 46 65. Jenis pelayanan kesehatan selama ibu hamil Tabel 10 Distribusi Frekuensi Berdasarakan Jenis Pelayanan Kesehatan untuk Ibu Hamil Di Dusun Bedoyo tahun 2008 PELAYANAN KESEHATAN YANG DIGUNAKAN SELAMA HAMIL F % Praktek dokter swasta 13 18.7 Tidak menjawab 3 4. 1 Menutup jendela rumah setiap hari 14 20 Tidak menjawab 3 4. Cara untuk menghindari stress Tabel 14 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Cara Untuk Menghindari Stress Di Dusun Bedoyo Tahun 2008 CARA UNTUK MENGHINDARI STRESS F % Tidur 18 25. Fasilitas yang digunakan untuk meningkatkan status kesehatan Tabel 15 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Fasilitas Yang Digunakan Untuk Meningkatkan Status Kesehatan Di Dusun Bedoyo Tahun 2008 FASILITAS UNTUK MENINGKATKAN STATUS KESEHATAN F % JPKM 6 8. 4 Sawah 22 31.7 %) dan paling sedikit berkunjung ke Rumah Sakit dan balai pengobatan sebanyak 4 jiwa (5.3 Membatasi konsumsi lemak 2 2. Prasarana olah raga yang digunakan Tabel 13 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Prasarana Olah Raga Yang Digunakan Di Dusun Bedoyo Tahun 2008 PRASARANA OLAH RAGA YANG DIGUNAKAN F % Lapangan basket 1 1.8 Tidak menjawab 10 14. 4%) dan paling sedikit dengan cara membatasi konsumsi lemak sebanyak 2 jiwa (2.8 Membuang sampah kesungai 5 7. 5%).Usaha untuk menjaga gizi seimbang keluarga Tabel 9 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Usaha untuk Menjaga Gizi Seimbang keluarga Di Dusun Bedoyo tahun 2008 USAHA MENJAGA GIZI SEIMBNAG KELUARGA F % Makan aneka ragam makanan 17 24. 7%) dan paling sedikit di lapangan basket sebanyak 1 jiwa (1.9 %) 10.3 Jumlah 70 100 Berdasarkan tabel 12 didapatkan bahwa menurut penduduk penduduk Dusun Bedoyo kebiasaan buruk yang mengganggu kesehatan merokok sebanyak 37 jiwa (55.1 Membiasakan makan teratur 3x sehari 43 61.

4%) dan paling sedikit dapat menimbulkan batuk sebanyak 1 jiwa (1.4%) 21.8%) C. Makanan sumber energi Tabel 18 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Makanan Sumber Energi Di Dusun Bedoyo Tahun 2008 MAKANAN SUMBER ENERGI F % Nasi.3%) 18. kentang 40 57.1 Tempe.3 Buah-buahan. Imunisasi tetanus pada ibu hamil Tabel 16 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Imunisasi Tetanus Pada Ibu Hamil Di Dusun Bedoyo Tahun 2008 IMUNISASI TETANUS PADA IBU HAMIL F % 1 kali 20 28. Manfaat garam beryodium bagi kesehatan Tabel 19 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Manfaat Garam Beryodium Bagi Kesehatan Di dusun bedoyo Tahun 2008 MANFAAT GARAM BERYODIUM F % Terhindar dari penyakit gondok 64 91. 20.1 4 kali 5 7.3%) 2.3 Sesak nafas 10 14.3 Menjaga daya tahan tubuh 0 0 Tidak menjawab 3 4.4%) dan paling sedikit bermanfaat untuk mencerdaskan anak sebanyak 3 jiwa (4.4 Mencegah penyakit darah tinggi 0 0 Mencerdaskan anak 3 4.5 Tidak menjawab 5 7. Vitamin penambah darah pada ibu hamil Tabel 17 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Vitamin Penambah Darah Pada Ibu Hamil Di Dusun Bedoyo Tahun 2008 VITAMIN PENAMBAH DARAH PADA IBU HAMIL F % Vitamin A 4 5.6 2 kali 25 35.3 Nasi.7 Tidak pernah 10 14. Tanda dan gejala yang dirasakan saat diare Tabel 2 Frekuensi Berdasarkan Tanda dan . Jenis penyakit yang timbul Tabel 20 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Jenis Penyakit Yang Timbul Akibat Buang Sampah Sembarangan Di Dusun Bedoyo tahun 2008 JENIS PENYAKIT YANG TIMBUL AKIBAT BUANG SAMPAH SEMBARANGAN F % Diare 36 51.7 3 kali 5 7.3%) 19.1 Tidak menjawab 15 21.1 Buang air besar di WC 34 48. ubi.3 Batuk 1 1.4 Gatal-gatal 17 24. ubi.5%) dan paling sedikit mandi minimal 2 kali sehari sebanyak 2 jiwa (2.6 Jumlah 70 100 Berdasarkan tabel 20 didapatkan bahwa sebagian besar penduduk Dusun Bedoyo yang membuang sampah sembarangan akan menimbulkan penyakit diare sebanyak 36 jiwa (51. kentang sebanyak 40 jiwa (57.3 Vitamin Fe 17 24.1%) 17.1 Jumlah 70 100 Berdasarkan tabel 21 didapatkan bahwa sebagian besar penduduk Dusun Bedoyo melatih anak sejak dini untuk hidup bersih dan sehat seperti buang air besar di WC sebanyak 34 jiwa (48.1%) dan paling sedikit mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran sebanyak 3 jiwa (4.8 Cuci tangan setelah makan 10 14. sayuran hijau 20 28.Keluarga mengalami diare Tabel 1 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Keluhan Keluarga Yang Mengalami Diare Di Dusun Bedoyo Tahun 2008 KELUARGA MENGALAMI DIARE F % Selalu 0 0 Sering 0 0 Kadang-kadang 60 85.7%) dan paling sedikit tidak pernah diare sebanyak 10 jiwa (14.5 Jumlah 70 100 Berdasarkan tabel 16 didapatkan bahwa sebagian besar ibu hamil yang mendapat imunisasi tetanus sebanyak 2 kali ada 25 jiwa (35.3 Jumlah 70 100 Berdasarkan tabel 1 didapatkan penduduk yang ada di Dusun Bedoyo kadang-kadang mengalami diare sebanyak 60 jiwa (85. sayuran hijau 3 4.7%) dan paling sedikit sebanyak 3 dan 4 kali ada 5 jiwa (7.7 Jumlah 70 100 Berdasarkan tabel 17 penduduk Dusun Bedoyo khususnya ibu hamil sebagian besar mengkonsumsi vitamin penambah darah menggunakan vitamin B kompleks sebanyak 28 jiwa (40%) dan paling sedikit mengkonsumsi vitamin C sebanyak 3 jiwa (4. telur.3%).Diare 1.paling sedikit menggunakan askes sebnayak 2 jiwa (2. Kebiasaan hidup bersih dan sehat yang dilatih sejak dini pada anak Tabel 21 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Kebiasaan Hidup Bersih Dan Sehat Yang Dilatih Sejak Dini Pada Anak Di Dusun Bedoyo Tahun 2008 KEBIASAAN HIDUP BERSIH DAN SEHAT YANG DILATIH SEJAK DINI PADA ANAK F % Gosok gigi setelah makan saja 19 27. tahu. telur 3 4. 9%) 16.8 Jumlah 70 100 Berdasarkan tabel 18 didapatkan bahwa penduduk Dusun Bedoyo biasanya mengkonsumsi makanan sumber energi seperti nasi.7 Vitamin C 3 4.3 Jumlah 70 100 Berdasarkan tabel 19 didapatkan bahwa penduduk Dusun Bedoyo yang menggunakan garam beryodium di rumahnya bermanfaat untuk terhindar dari penyakit gondok sebanyak 64 jiwa (91.3 Vitamin B kompleks 28 40 Tidak menjawab 18 25.5 Mandi minimal 2 kali sehari 2 2.5 Tidak menjawab 4 5.4 Tidak menjawab 6 8.

1%) 5.2 Jumlah 70 100 Berdasarkan tabel 8 penduduk Dusun Bedoyo sebagian besar menggunakan cairan pengganti oralit jenis larutan gula garam sebanyak 63 jiwa (90%) dan yang paling sedikit menggunakan jus buah dan teh manis sebanyak 1 jiwa (1.8%) dan yang paling sedikit mencegahnya dengan cara sering berkunjung ke puskesmas sebanyak 11 jiwa (15.4%) 9.8 Makan makanan instan 19 27.2 Tidak menjawab 4 5.1 Tidak menjawab 3 4.9 Lembut/lunak 12 17.7%) dan paling sedikit berkeringat dingin sebanyak 4 jiwa (5.8 Jumlah 70 100 Berdasarkan tabel 4 didapatkan bahwa penduduk Dusun Bedoyo biasanya memberikan pertolongan pertama pada keluarganya saat diare dengan cara membuat larutan gula garam sebanyak 45 jiwa (64. Pertolongan pertama saat diare Tabel 4 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Pertolongan Pertama Yang Dilakukan Saat Diare Di Dusun Bedoyo tahun 2008 PERTOLONGAN PERTAMA SAAT DIARE F % Di bawa kepuskesmas 8 11.7%) 6.3 Tidak menjawab 4 5.7 Keringat dingin 4 5.1 Cair disertai lender 50 71.4 Tidak dijawab 5 7. Keadaan tinja saat diare Tabel 3 Distribusi Frekuensi Berdasarkan keadaan Tinja Saat Diare Di Dusun Bedoyo Tahun 2008 KEADAAN TINJA SAAT DIARE F % Keras 2 2.Cara mencegah diare yang berulang-ulang Tabel 6 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Cara Pencegahan Diare Di Dusun Bedoyo Tahun 2008 CARA MENCEGAH DIARE YANG BERULANG F % BAB ke sungai 0 0 Mencuci tangan sebelum Dan sesudah makan 51 72.7 Mual dan muntah 9 12.7 3-5 gelas 11 15.4 Keras disertai darah 1 1.4%) dan paling sedikit keadaan tinjanya keras disertai darah 1 jiwa (1.4 Tidak menjawab 5 7.7 > 8 gelas 33 47.7 68 gelas 18 25.Minum saat diare Tabel 5 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Banyaknya Minum Air Saat Terjadi Diare Di Dusun Bedoyo Tahun 2008 MINUM SAAT DIARE F % < 3 gelas 4 5.3 Jumlah 70 100 Berdasarkan tabel 7 didapatkan sebagian besar faktor yang dapat menyebabkan diare di dusun Bedoyo yaitu BAB sembarang sebanyak 39 jiwa (55.9 Tidak menjawab 7 10 Jumlah 70 100 Berdasarkan tabel 2 didapatkan tanda dan gejala yang biasanya dirasakan penduduk Dusun Bedoyo saat mengalami diare adalah BAB cair lebih 5 kali sebanyak 39 jiwa (55.7%) 3.Gejala Yang Dirasakan Keluarga Saat Diare Di Dusun Bedoyo Tahun 2008 TANDA DAN GEJALA YANG DIRASAKAN SAAT DIARE F % BAB lunak 11 15.4 Membuat larutan oralit 45 64.4 Jumlah 70 100 Berdasarkan tabel 6didapatkan bahwa penduduk Dusun Bedoyo yang melakukan pencegahan diare dengan cara mencuci tangan sebelum dan sesudah makan sebanyak 51 jiwa (72.7 Jumlah 70 100 Berdasarkan tabel 5 didapatkan bahwa penduduk Dusun Bedoyo biasanya memberikan air minum > 8 gelas saat diare sebanyak 33 jiwa (47. Upaya untuk mencegah kurang gizi saat anak diare Tabel 9 Distribusi Frekuensi Berdasarkan .8%) dan yang paling sedikit faktor yang menyebabkan diare yaitu sanitasi lingkungan yang terpelihara sebanyak 2 jiwa (2.7 BAB cair lebih 5 kali 39 55.4 Teh manis 1 1.1 Membeli obat diwarung 8 11.8 Pembuangan air limbah di saluran pembuangan air limbah 7 10 Sanitasi lingkungan yang terpelihara 2 2.3%) dan paling sedikit di bawa ke rumah sakit sebanyak 5 jiwa (7.8 Memberi ASI sampai umur 4 bulan 0 0 Sering berkunjung ke puskesmas 11 15. Faktor yang menyebabkan diare Tabel 7 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Faktor Yang Dapat Menyebabkan Diare Di Dusun Bedoyo Tahun 2008 FAKTOR YANG MENYEBABKAN DIARE F % BAB sembarangan 39 55.4 Dibawa ke RS 5 7.4%) 4. 8%). 7.2%) dan paling sedikit < 3 gelas sebanyak 4 jiwa (5.Jenis cairan pengganti oralit Tabel 8 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Jenis Cairan Pengganti Oralit Di Dusun Bedoyo Tahun 2008 CAIRAN PENGGANTI ORALIT F % Larutan gula garam 63 90 Susu formula 0 0 Jus buah 1 1.2 Jumlah 70 100 Berdasarkan tabel 3 didapatkan sebagian besar penduduk Dusun Bedoyo yang pernah diare mengetahui bahwa keadaan tinjanya cair disertai lendir sebanyak 50 jiwa (71.8%) 8.8 Tidak menjawab 8 11.

5%) dan yang paling sedikit dengan cara memberi teh manis untuk menambah energi sebanyak 4 jiwa (5.7 Memberikan makanan sedikit demi sedikit tapi sering 22 31.3 Jumlah 70 100 Berdasarkan tabel 9 didapatkan sebagian besar penduduk Dusun Bedoyo mencegah kurang gizi saat anak diare dengan cara memberi tambahan susu formula sebanyak 27 jiwa (38. didapatkan sebagian besar penduduk Dusun Bedoyo memiliki riwayat hipertensi sebanyak 5 jiwa (50%). Hipertensi 1) Frekuensi kebiasaan merokok Tabel 1 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Kebiasaan merokok Di Dusun Bedoyo Tahun 2008 KEBIASAAN MEROKOK F % Selalu 6 60 Sering 1 10 Kadang-kadang 1 10 Tidak pernah 2 20 Jumlah 10 100 Berdasarkan tabel 1 didapatkan sebagian besar penduduk Dusun Bedoyo memiliki kebiasaan selalu merokok sebanyak 6 jiwa (60%) dan yang paling sedikit yaitu sering/kadang-kadang sebanyak 1 jiwa (10%). 2) Banyaknya batang rokok yang dihisap setiap hari Tabel 2 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Banyaknya Batang Rokok Yang Dihisap Setiap Hari Di Dusun Bedoyo Tahun 2008 BANYAKNYA BATANG ROKOK YANG DIHISAP SETIAP HARI F % 5 batang 4 40 10 batang 3 30 < 5 batang 0 0 >10 batang 1 10 Tidak menjawab 2 20 Jumlah 10 100 Interpretasi tabel 2. didapatkan sebagian besar penduduk Dusun Bedoyo menghisap/menghabiskan 5 batang rokok setiap hari sebanyak 4 jiwa (40%) dan yang paling sedikit menghisap/menghabiskan >10 batang rokok sebanyak 1 jiwa (10%) 3) Riwayat hipertensi (tekanan darah tinggi) Tabel 3 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Riwayat Hipertensi (tekanan darah tinggi) Di Dusun Bedoyo Tahun 2008 RIWAYAT HIPERTENSI (TEKANAN DARAH TINGGI) F % YA 5 50 TIDAK 5 50 Jumlah 10 100 Berdasarkan tabel 3.Upaya Untuk Mencegah Kurang Gizi Saat Anak Diare Di Dusun Bedoyo Tahun 2008 UPAYA UNTUK MENCEGAH KURANG GIZI SAAT ANAK DIARE F % Memberi tambahan susu formula 27 38.7%) b.5 Memberikan obat penambah nafsu makan 7 10 Tidak menjawab 10 14.5 Memberi teh manis untuk menambah energi 4 5. 4) Gejala dari peningkatan tekanan darah tinggi (hipertensi) Tabel 4 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Gejala Peningkatan Tekanan Darah Tinggi (hipertensi) Di Dusun Bedoyo tahun 2008 GEJALA PENINGKATAN TEKANAN DARAH TINGGI (HIPERTENSI) F % Pusing 6 60 Lemas 0 0 Nafsu makan menurun 2 20 Jantung berdebar-debar 2 20 Tidak dirasakan 0 0 Jumlah 10 100 Berdasarkan tabel 4 didapatkan sebagian besar penduduk Dusun Bedoyo memiliki gejala .

5) Jenis lauk yang dikonsumsi setiap hari Tabel 5 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Jenis Lauk Yang Dikonsumsi Setiap Hari Di Dusun Bedoyo Tahun 2008 JENIS LAUK YANG DIKONSUMSI SETIAP HARI F % Tempe 5 50 Telur 2 20 Jeroan 0 0 Tahu 3 30 Jumlah 10 100 Berdasarkan tabel. 5 penduduk Dusun Bedoyo sebagian besar mengkonsumsi jenis lauk tempe setiap hari sebanyak 5 jiwa (50%) dan yang paling sedikit mengkonsumsi telur sebanyak 2 jiwa (20%). 6) Gangguan kesehatan akibat merokok Tabel 6 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Gangguan Akibat Merokok Di Dusun Bedoyo Tahun 2008 GANGGUAN AKIBAT MEROKOK F % Hipertensi 5 50 .peningkatan tekanan darah tinggi (hipertensi) yaitu merasa pusing sebanyak 6 jiwa (60%) dan yang paling sedikit tidak dirasakan sebanyak 2 jiwa (20%).

Pusing 1 10 Demam 0 0 Nafsu makan turun 1 10 Tidak menjawab 3 30 Jumlah 7 100 Berdasarkan tabel 6 penduduk Dusun Bedoyo sebagian besar mengalami gangguan akibat merokok berupa hipertensi sebanyak 5 jiwa (50%) dan yang paling sedikit mengalami gangguan berupa pusing dan nafsu makan turun masing-masing sebanyak 1 jiwa (10%). 7 didapatkan faktor yang mengakibatkan peningkatan tekanan darah berupa kurangnya aktivitas sebanyak 5 jiwa (50 %) dan faktor kurang gizi sebanyak 1 jiwa (10 %). . 7 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Faktor Yang Mengakibatkan Peningkatan Tekanan Darah Di Dusun Bedoyo Tahun 2008 FREKUENSI YANG MENGAKIBATKAN PENINGKATAN HIPERTENSI F % Kegemukan 3 30 Kurang gizi 1 10 Kurang aktivitas 5 50 Olah raga teratur 0 0 Tidak menjawab 1 10 Jumlah 9 90 Berdasarkan tabel. 7) Faktor yang mengakibatkan peningkatan tekanan darah Tabel.

9 didapatkan penyebab peningkatan tekanan darah berupa penggunaan garam dapur yang berlebihan sebanyak 9 jiwa (90%) dan kurangnya olah raga sebanyak 1 jiwa (10%). 9) Faktor penyebab peningkatan tekanan darah Tabel 9 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Faktor Penyebab Peningkatan Tekanan Darah Di Dusun Bedoyo Tahun 2008 FREKUENSI FAKTOR PENYEBAB PENINGKATAN TEKANAN DARAH F % Konsumsi sayuran hijau 0 0 Penggunaan garam dapur yang berlebihan 9 90 Olah raga teratur 1 10 Pemberian gizi seimbang 0 0 Jumlah 10 100 Berdasarkan tabel.8) Jenis makanan dan minuman yang mengakibatkan tekanan darah Tabel 5 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Jenis Makanan Dan Minuman Yang Mengakibatkan Tekanan Darah Di Dusun Bedoyo Tahun 2008 FREKUENSI JENIS MAKANAN DAN MINUMAN YANG MENINGKATKAN HIPERTENSI F % Kopi 9 90 Kacang-kacangan 0 0 Mentimun 0 0 Semangka 1 10 Jumlah 10 100 Berdasarkan tabel. .8 didapatkan jenis makanan / minuman yang meningkatkan tekanan berupa kopi sebanyak 9 jiwa (90 %) dan semangka sebanyak 1 jiwa (10%).

9 %  Masyarakat yang membuang sampah disungai sebanyak 5. ANALISA DATA I.10) Cara Mencegah Hipertensi Tabel 10 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Cara Mencegah Hipertensi Di Dusun Bedoyo Tahun 2008 FREKUENSI PENCEGAHAN HIPERTENSI F % Makanan instan 0 0 Sering menyendiri ketika ada masalah 1 10 Mengurangi kebiasaan merokok 7 20 Banyak tidur 2 20 Jumlah 10 100 Berdasarkan tabel 10. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Data Etiologi Masalah  Masyarakat yang tidak memiliki jamban sebanyak 4.4 %  Masyarakat yang menggunakan jenis WC cemplung sebesar 8.5 %  Masyarakat yang terbiasa BAB di sungai sebesar 13.2 %  Ibu hamil yang tidak pernah memeriksakan kehamilannya sebanyak 15. didapatkan sebagian besar penduduk Dusun Bedoyo yang memiliki cara pencegahan hipertensi dengan mengurangi kebiasaan merokok sebanyak 7 orang (20 %) dan pencegahan hipertensi dengan sering menyendiri ketika ada masalah sebanyak 1 orang (10 %).5 %  Masyarakat yang memiliki kebiasaan merokok sebanyak 55.8 % Kurangnya Kesadaran Masyarakat Tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Koping Masyarakat Dusun Bedoyo Tidak Efektif .2 %  Masyarakat yang membiarkan lalat berkeliaran dilingkungan rumah sebanyak 44. 8 %  Adanya sarang nyamuk akibat pembuangan sampah masyarakat sebesar 73.2 %  Masyarakat yang membuang air limbah berjarak 6 – 9 meter dari sumber air bersih sebanyak 32. BAB IV ASUHAN KEPERAWATAN A.

2 % Kurangnya Fasilitas Yang Mendukung Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Managemen Regimen Terapeutik Komunitas Tidak Efektif .2 %  Masyarakat yang membiarkan lalat berkeliaran dilingkungan rumah sebanyak 44. 8 %  Adanya sarang nyamuk akibat pembuangan sampah masyarakat sebesar 73. Masyarakat yang terbiasa BAB di sungai sebesar 13.4 %  Masyarakat yang menggunakan jenis WC cemplung sebesar 8.5 %  Masyarakat yang memiliki kebiasaan merokok sebanyak 55.8 %  Ibu hamil yang memiliki tanggapan bahwa vitamin B komplek sebagai vitamin penambah darah sebanyak 53. 8 % Kurangnya Kesadaran Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Risiko Terjadinya Masalah Kesehatan Masyarakat Dusun Bedoyo  Masyarakat yang tidak memiliki jamban sebanyak 4.9 %  Masyarakat yang membuang sampah disungai sebanyak 5.9 %  Masyarakat yang membiarkan lalat berkeliaran dilingkungan rumah sebanyak 44.2 %  Masyarakat yang membuang air limbah berjarak 6 – 9 meter dari sumber air bersih sebanyak 32.5 %  Masyarakat yang terbiasa BAB di sungai sebesar 13.4 %  Masyarakat yang menggunakan jenis WC cemplung sebesar 8.2 %  Ibu hamil yang tidak pernah memeriksakan kehamilannya sebanyak 15.

5 %) masyarakat merasakan pusing  Sebagian besar (71.6 %) masyarakat memiliki kebiasaan merokok  Sebagian besar (50 %) masyarakat menghisap rokok 5 batang perhari  Sebagian besar (55.3 %) masyarakat kadang-kadang mengalami diare  Sebagian besar (62 %) masyarakat mengalami BAB cair lebih dari 5 kali saat diare  Sebagian besar (58. 6%) masyarakat menganggap kurang aktivitas dapat menyebabkan hipertensi Persepsi Hipertensi Yang Salah Defisit Pengetahuan Tentang Hipertensi  Sebagian besar (63. 4%) masyarakat mengalami hipertensi akibat merokok Ketidaktahuan Masyarakat Dusun Bedoyo Tentang Masalah Hipertensi Risiko Terjadinya Masalah Hipertensi Yang Meluas B. SKORING MASALAH SKORING MASALAH KEPERAWATAN KOMUNITAS .II. 2 %) masyarakat BAB sembarangan Banyaknya Kejadian Diare di Dusun Bedoyo Risiko Penurunan Derajat Kesehatan Masyarakat Dusun Bedoyo III.6 %) masyarakat memiliki kebiasaan merokok  Sebagian besar (50 %) masyarakat menghisap rokok 5 batang perhari  Sebagian besar (50 %) masyarakat memiliki riwayat hipertensi  Sebagian besar (54.2 %) masyarakat BAB sembarangan Keterbatasan Informasi Mengenai Penanganan Diare Defisit Pengetahuan Tentang Diare  Sebagian besar (82. HIPERTENSI Data Etiologi Masalah  Sebagian besar (63. DIARE Data Etiologi Masalah  Masyarakat sebagaian besar (45 %) berpendapat bahwa pemberian tambahan susu formula dapat mencegah kurang gizi saat anak diare  Sebagian besar (58.

d Ketidaktahuan Masyarakat Dusun Bedoyo Tentang Masalah Hipertensi Keterangan : A : Risiko terjadi B : Risiko parah C : Potensial untuk pendidikan kesehatan D : Minat masyarakat E : Mungkin diatasi F : Sesuai dengan program kesehatan G : Tempat H : Waktu I : Dana J : Fasilitas kesehatan K : Sumber daya Keterangan Pembobotan : 1 = Sangat rendah 2 = Rendah 3 = Cukup 4 = Tinggi .d Kurangnya Fasilitas Yang Mendukung Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) DIARE Diagnosa 1: Defisit Pengetahuan Tentang Diare b.d Persepsi Hipertensi Yang Salah Diagnosa 2: Risiko Terjadinya Masalah Hipertensi Yang Meluas b.MASALAH A B C D E F G H I J K TOTAL Prioritas PHBS: Diagnosa 1 : Koping Masyarakat Dusun Bedoyo Tidak Efektif b.d Banyaknya Kejadian Diare di Dusun Bedoyo HIPERTENSI Diagnosa 1: Defisit Penge tahuan Tentang Hipertensi b.d Kurangnya Kesadaran Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Diagnosa 3: Managemen Regimen Terapeutik Komunitas Tidak Efektif b.d Keterbatasan Informasi Mengenai Penanganan Diare Diagnosa 2: Risiko Penurunan Derajat Kesehatan Masyarakat Dusun Bedoyo b.d Kurangnya Kesadaran Masyarakat Tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Diagnosa 2: Risiko Terjadinya Masalah Kesehatan Masyarakat Dusun Bedoyo b.

KESIMPULAN B.d Keterbatasan Informasi Mengenai Penanganan Diare 3 Risiko Terjadinya Masalah Hipertensi Yang Meluas b. SARAN .5 = Sangat tinggi C.d Kurangnya Kesadaran Masyarakat Tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) 2 Defisit Pengetahuan Tentang Diare b. PRIORITAS DIAGNOSA KEPERAWATAN KOMUNITAS 1 Koping Masyarakat Dusun Bedoyo Tidak Efektif b.d Ketidaktahuan Masyarakat Dusun Bedoyo Tentang Masalah Hipertensi D. RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS E. EVALUASI BAB 5 PENUTUP A.

Dibakar b.. Pengotoran udara dan air b.. Membatasi konsumsi lemak c...... WC Leher angsa c. a........ WC pribadi 4. Sumur gali b... Dicuci saja b. Bagaimanakah cara membuang sampah yang Anda lakukan setiap hari . Praktek dokter swasta b.......PERNYATAAN MENJADI RESPONDEN Saya yang bertandatangan di bawah ini : Nama : ..... Menggunakan garam beryodium d. Karangsewu. Dibiarkan saja b... Pelayanan kesehatan yang tersedia di lingkungan Anda yang biasanya digunakan selama masa kehamilan … a. Penyebab bau kurang sedap d.... Kulon Progo. WC tetangga c. Sumur pompa c... Disemprot dengan obat pengusir lalat c.PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN „AISYIYAH YOGYAKARTA PETUNJUK PENGISIAN KUESIONER Jawablah pertanyaan yang telah tersedia dibawah ini sesuai dengan apa yang anda ketahui. Alamat : ..... < 2 b...... Pembuangan air limbah rumah tangga Anda berjarak …. WC cemplung b.. Membiasakan makan teratur 3 kali sehari 10. Makan aneka ragam makanan b... 2-5 c. Usaha apa yang Anda lakukan untuk menjaga gizi seimbang pada keluarga Anda ? a........... Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) 1. Saya memahami bahwa kuesioner ini tidak akan berakibat negatif terhadap saya.. 10-13 2. Kebun dekat rumah d. WC gali 5.. Ditimbun c. Apa tindakan yang Anda lakukan terhadap lalat yang berkeliaran di rumah Anda … a.. jenis WC apa yang Anda gunakan …. Dibiarkan berserakan di halaman rumah 6.. Apabila anda BAB Di WC... A... Penampungan air hujan d. Closet (WC duduk) d... Umur : ...... m dari sumber air bersih a... a.. Menggunakan obat tabor 8. Pengsengan ke sungai b.. Dipotong dahulu kemudian dicuci d.. Mengganggu pemandangan c.... Sumber air bersih yang Anda dapatkan berasal dari … a.... .... Dipotong tanpa dicuci 9. Yogyakarta.. Dibuang ke sungai d. Galur. Desember 2008 Responden () PROGRAM PENDIDIKAN NERS. Menggunakan lem lalat d....... Menyatakan dengan ini bersedia menjadi responden dalam rangka pengumpulan data mengenai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di Dusun Bedoyo. a. Rumah sakit c. Gangguan apa yang selama ini Anda rasakan dengan adanya masalah sampah ? a. Sungai 3.. 6-9 d..... Bagaimanakah Anda mengolah sayuran sebelum dimasak … a.. Puskesmas / Posyandu d..... Dimana biasanya Anda Buang Air Besar (BAB) setiap hari.. Menjadi sarang nyamuk dan lalat 7...... oleh karena itu saya bersedia menjadi responden dalam pengisian kuesioner ini.. Dicuci kemudian dipotong c...

kentang b. Seberapa sering keluarga Anda mengalami masalah diare ? a. Bagaimanakah cara yang Anda lakukan untuk menghindari stress … a. La pangan volley c. Membuat larutan oralit 5. Susu formula c. Sering berkunjung ke puskesmas 7. Bagaimanakah keadaan tinja saat Anda diare … a. Membuang sampah ke sungai d. tahu. Dibawa ke RS c. sayuran hijau d. Tidak pernah 12. 4 kali 17. Apa nama vitamin penambah darah khusus bagi ibu hamil … a. Cairan pengganti oralit berupa . Menjaga daya tahan tubuh 20. Lembut/lunak c. Askeskin d. BAB cair lebih 5 kali c. Sawah d. Mandi minimal 2 kali seminggu d. Tempe. Merokok b. Terhi ndar dari penyakit gondok b. Pembuangan air limbah disaluran pembuangan air limbah c. Menutup jendela rumah setiap hari 13. Keringat dingin d. Dibawa ke puskesmas b. Gosok gigi setelah makan saja b. Nasi. Berapa kali ibu berkunjung ke posyandu selama kehamilan … a. Sanitasi lingkungan yang terpelihara d. Nasi. Tidak pernah 2. Berapa banyak Anda mengkonsumsi air minum selama diare ? a. Cair disertai lendir d. Dana sehat c. Sarana dan prasarana olah raga yang Anda gunakan di lingkungan tempat tinggal berupa … a. BAB lunak b. Jenis penyakit yang ditimbulkan dari perilaku membuang sampah sembarangan … a. Kadang – kadang d. sayuran hijau 19. Larutan Gula Garam (LGG) b. K eras b. Makan makanan instan 8. Teh manis 9. Fasilitas yang Anda gunakan untuk meningkatkan status kesehatan … a. Mencerdaskan anak d. Cuci tangan setelah makan B. Tidak punya 16. telur. Membeli obat di warung d. > 8 gelas 6. banyak makan c. Buang air besar di WC c.Balai pengobatan 11. mengurung diri di kamar 15. Buah-buahan. santai d. Keras disertai darah 4. 3-5 gelas c. Memberikan ASI sampai umur 4 bulan d. Buang Air Besar (BAB) sembarangan c. Batuk 21. Manfaat garam beryodium bagi kesehatan Anda adalah … a. 1 kali b. Mencuci tangan sebelum dan sesudah makan c. Kebiasaan buruk Anda yang dapat mengganggu kesehatan … a. Buang Air Besar (BAB) sebarangan b. Diare b. JPKM b. telur c. Sesak nafas d. Sering c. Tanda dan gejala apa saja yang Anda rasakan saat mengalami diare… a. Vitamin Fe d. Bagaimana cara Anda untuk mencegah diare yang berulang-ulang saat berada dirumah … a. Vitamin C c. Upaya yang dapat Anda lakukan untuk mencegah kurang gizi ketika si kecil diare ? a. BAB ke sungai b. Lapangan sepak bola 14. Lapangan basket b. 3 kali c. Dibawah ini faktor-faktor yang dapat menyebabkan diare … a. a. 2 kali c. tidur b.. Diare 1. 3 kali d.. 5 kali d. < 3 gelas b. 6-8 gelas d. Berapa kali selama masa kehamilan seorang Ibu mendapatkan imunisasi Tetanus ? a. 1 kali b. Vitamin B kompleks 18. Vitamin A b. Di bawah ini jenis makanan yang termasuk sumber energi … a. Gatal-gatal c. Jus buah d.. Selalu b. ubi. Memberi tambahan susu formula . Pertolongan pertama apa yang Anda lakukan saat mengalami diare … a. Mual dan muntah 3. Kebiasaan hidup bersih dan sehat yang dapat dilatih sejak dini bagi anak Anda adalah … a. Mencegah penyakit darah tinggi c.

Kurang aktivitas d. Hipertensi b. Menurut Anda jenis makanan dan minuman apa saja yang dapat meningkatkan tekanan darah … a. Lemas c. Kegemukan b. Telur c. Tempe b. Hipertensi 1. Memberi teh manis untuk menambah energi c.b. Kurang gizi c. Ya b. Tahu 6. Tidak 4. 5 batang b. Jantung berdebar-debar 5. Jenis lauk apa yang sering Anda konsumsi setiap hari … a. Sering c. Olah raga teratur 8. Nafsu makan turun 7. Kebiasaan merokok Anda dapat menimbulkan gangguan kesehatan … a. Pusing b. Demam d. > 10 batang 3. Tidak pernah 2. < 5 batang d. Memberikan makanan sedikit demi sedikit tapi sering d. Gejala apa saja yang muncul saat tekanan darah Anda meningkat … a. Apakah keluarga Anda mempunyai kebiasaan merokok … a. Selalu b. Kopi . Berapa batang rokok yang Anda hisap dalam sehari … a. Faktor apa saja yang dapat mengakibatkan peningkatan tekanan darah … a. Memberikan obat penambah nafsu makan C. Kadang-kadang d. Pusing c. Nafsu makan menurun d. Jeroan d. 10 batang c. Apakah dalam keluarga Anda mempunyai riwayat tekanan darah tinggi … a.

diantaranya: kebiasaan sehari-hari dalam hal pembuangan air limbah yang dapat menyebabkan timbulnya bibit penyakit. Semangka 9. Mengurangi kebiasaan merokok d. Pemberian gizi seimbang 10. . Konsumsi makanan instan b. Lingkungan yang sehat terkadang dianggap masyarakat menjadi suatu keadaan yang mudah padahal untuk menciptakan rumah yang nyaman dan sehat diperlukan kesadaran bagi tiap anggota keluarga agar terhindar dari masalah kesehatan terutama perilaku yang tidak sehat . Mentimun d. Kondisi kesehatan lingkungan sangat penting sebagai pencegahan dari penyakit dan pembentukan perilaku individu sehingga menciptakan kondisi yang bersih dan sehat. Sering menyendiri ketika ada masalah c.TERIMA KASIH -------- SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) PENGENALAN MASYARAKAT TENTANG RUMAH SEHAT I. Apa saja yang Anda ketahui mengenai faktor penyebab peningkatan tekanan darah … a. Penggunaan garam dapur yang berlebihan c.b. Konsumsi sayuran hijau b. Di bawah ini cara apa saja yang dapat Anda lakukan untuk mencegah hipertensi … a. IDENTIFIKASI MASALAH Masalah kesehatan adalah suatu masalah yang sangat begitu komplek saling berkaitan. Rumah merupakan pusat kehidupan keluarga dimana rumah yang mereka tinggali dapat diciptakan menjadi rumah yang sehat maka perlu adanya syarat-syarat untuk berdirinya sebuah rumah sehat. Kacang-kacangan c. Olah raga teratur d. Banyak tidur --------. Lingkungan yang yang perlu diperhatikan adalah lingkungan rumah baik di dalam maupun di luar berserta seluruh anggota keluarga yang berada di lingkungan rumah.

30 WIB Tempat : Rumah Warga pengajian malam jum‟at di RW 005 Dusun 3 Bedoyo Karangsewu Galur Kulon Progo III. Tujuan Umum Setelah dilakukan penyuluhan selama 30 menit. Menjelaskan kembali pengertian dari rumah sehat. Menjelaskan kembali fungsi dari rumah sehat. diharapkan warga dapat memahami pentingnya kesehatan lingkungan terutama tentang “ Rumah Sehat”. Ceramah 2. MEDIA 1. warga dapat : 1. Materi SAP VII. 8 Januari 2009 Waktu : Jam 20. IV. TUJUAN a. Tujuan Khusus Setelah dilakukan penyuluhan selama 30 menit. 2. Lefleat 2. MATERI Terlampir V. 3. Tanya jawab VI. KEGIATAN PEMBELAJARAN No Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta 1 5 menit Pembukaan .30 – 21.II. Menjelaskan kembali syarat-syarat dari rumah sehat. b. METODE 1. Topik : Rumah Sehat Sasaran : Bapak-bapak RW 005 dalam pengajian malam jum‟at di Dusun 3 Dedoyo Karangsewu Galur Kulon Progo Hari/Tanggal : Kamis. PENGANTAR Bidang Studi : Ilmu Keperawatan Komunitas Pokok Bahasan : Kesehatan Lingkungan Sub.

• Memberi salam • Menjelaskan tujuan dari penyuluhan • Menyebutkan materi/pokok bahasan yang akan di sampaikan • Menjawab salam • Mendengarkan dan memperhatikan 2 15 menit Pelaksanaan: Menjelaskan materi penyu luhan secara berurutan dan teratur. Pengertian dari rumah sehat 2. Pertanyaan : a. Fungsi dari rumah sehat • Menyimak • Memperhatikan • Bertanya • Menjawab 3 5 menit Evaluasi • Meminta keluarga untuk menjelaskan kembali tentang : 1. Tanya jawab yang diberikan pada kelompok . Menjelaskan kembali fungsi dari rumah sehat. Menjelaskan kembali pengertian ”Rumah Sehat” 2. Bertanya 2. Menjelaskan kembali 3 dari 5 syarat rumah sehat. Syarat-syarat dari rumah sehat 3.Sebutkan syarat-syarat dari rumah sehat? c. EVALUASI 1. 3.Menjawab Pertanyaan 4 5 menit • Mengucapkan terima kasih • Mengakhiri pertemuan dengan salam Menjawab salam VIII. 1. Sebutkan fungsi dari rumah sehat? 2.Apakah pengertian dari rumah sehat? b. materinya: 1.

Cahaya Rumah sehat memerlukan cahaya yang cukup terutama cahaya matahari langsung pada pagi hari antara pukul 06.XI.5 – 3 meter untuk tiap anggota keluarga. 2. Lantai rumah: ubin atau semen. syaratnya: . Syarat.00 WIB yang baik bagi kesehatan a.Syarat Rumah Sehat 1. Air bersih. 3. Dinding : tembok. syaratnya: air bersih. biasanya lingkungan pedesaan baiknya menggunakan dinding atau papn yang dilengkapi lubang angin di bagian rumah.biasanya lingkungan pedesaan menggunakan genteng. Ventilasi udara berfungsi untuk menjaga aliran udara dalam rumah agar tetap segar dengan cara membuka jendela setiap hari. daun rumbai/ daun kelapa yang dapat dipertahankan. Atap dari seng/ abses tidak cocok karena dapat menimbulkan suhu didalam rumah meningkat. tidak berbau b. Ruangan yang kurang ventilasi akan mengakibatkan berkurangnya oksigen dan peningkatan karbon dioksida serta kelembaban udara meningkat menyebabkan bakteri pathogen dan kuman-kuman dapat hidup dan berkembangbiak. 4. Pembuangan kotoran manusia. tidak berasa/tawar. B.00 -08. Luas bangunan rumah Luas bangunan rumah disesuaikan dengan jumlah penghuni sekitar 2. c. Bahan bangunan a. biasanya lingkungan rumah pedesaan cukup lantainya terbuat dari tanah biasanya yang dipadatkan dengan syarat: tidak berdebu pada musim kemarau dan tidak basah pada musim hujan b. diantaranya: tidak keruh/bening. Apabila keadaan ini tidak sesuai akan menyebabkan oksigen dalam ruangan berkurang dan jika salah satu keluarga terkena infeksi akan mudah menular pada anggota keluarga lainnya. LAMPIRAN TEORI LINGKUNGAN RUMAH SEHAT A. Atap : genteng. Pengertian Rumah Sehat Rumah sehat adalah rumah yang dibangun menggunakan bahan banguanan dan konstruksi sederhana akan tetpi memenuhi standar kebutuhan minimal dari aspek kesehatan dan kenyamanan. Keadaan kelebihan cahaya dapat menyebabkan lingkungan rumah menjadi terang dan silau sehingga secara tidak langsung menyebabkan mata menjadi rusak. Keadaan kurang cahaya dapat menyebabkan lingkungan yang kurang nyaman maka cocok sekali sebagai media atau tempat berkembangbiaknya bibit peyakit b. Fasilitas didalam ruangan a. 5.

Yogyakarta: Dinkes kota Notoatmodjo. Tempat perlindungan terhadap penularan penyakit menular DAFTAR PUSTAKA Dinas Kesehatan. tidak dipakai.1) Tidak mengotori permukaan tanah. murah dan dapat diterima oleh pemakainya. Fasilitas dapur yang bersih f. Tempat memenuhi kebutuhan jasmaniah manusia 2. Buku PHBS tatanan rumah tangga menuju Yogyakrta sehat 2005. e.air permukaan dan air tanah disekitar 2) Tidak dapat terjangkau oleh serangga terutama lalat dan kecoa. 3) Tidak menimbulkan baud an dapat digunakan serta dipelihara setiap hari. c. 4) Sederhana. sesuatu yang dibuang yangberasal dari kegiatan manusia dan tidak dapat terjadi dengan sendirinya d. Soekidjo.Jakarta: Rineka Cipta . tidak disenangi. 4. Ilmu Kesehatan Masyarakat Prinsip-Prinsip Dasar. Pembuangan sampah Sampah adalah sesuatu yang tidak digunakan. Tempat perlindungan terhadap kejahatan dan pencurian. Fungsi Rumah Sehat 1. Tempat memenuhi kebutuhan rohani (aman dan nyaman) manusia 3. 2000. 2000. Ruang keluarga tempat berkumpulnya seluruh anggota keluarga C. Pembuangan limbah Air limbah adalah air yang tersisa dari kegiatan manusia baik kegiatan rumah tangga atau kegiatan lainnya.

Pengantar Bidang Studi : Ilmu Keperawatan Anak Topik : Program Imunisasi Sub Topik : Imunisasi Pada Balita . meningkatkan dan mensosialisasikan akan pentingnya pemberian Air Susu Ibu (ASI) pada bayi secara eksklusif dengan nasehat makanan tambahan yang adekuat bagi semua bayi.808. Keberhasilan tersebut merupakan upaya dilaksanakannya teknologi tepat guna di seluruh masyarakat di Indonesia dengan menggunkan Kartu Menuju Sehat (KMS) dalam memantau tumbuh kembang anak. Angka Kematian Bayi (AKB) dalam dua dasawarsa terakhir menunjukkan penurunan yang bermakna.SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) PENGENALAN IMUNISASI PADA ANAK DAN IBU HAMIL A. Tetanus dan batuk rejan. serta melaksanakan pemberian imunisasi secara continue dan konsisten dalam Program Pengembangan Imunisasi (PPI) yaitu BCG.4 %). 56 per 1000 kelahiran hidup. Pembangunan nasional jangka panjang menitik beratkan pada kualitas hidup sumber daya manusia yang prima. sejahtera dan bahagia. dan campak. AKB tersebut dewasa ini telah mencapai 40 per 1000 kelahiran hidup yang menunjukkan adanya upaya secara nasional yang tepat arah.967. 2000). guna meneruskan pembangunan nasionaldengan masyarakat yang sehat.000 (37. Untuk itu kita berkumpul pada generasi muda dewasa ini yang memerlukan asuhan dan perlindungan terhadap penyakit yang mungkin dapat tumbuh kembang anak menuju masa dewasa yang berkualitas tinggi. Difteri.05 %) dan jumlah anak balita sebanyak 21. B. Pada tahun 1990 Indonesia telah mencapai lebih dari 90 % imunisasi dasar tersebut yang dikenal sebagai Universal Immunization (UCI). Penurunan tersebut diikuti pula olek AKABA (Angka Kematian Anak Balita). yaitu pada tahun 1971 sebesar 142 menjadi 112 per 1000 kelahiran hidup pada tahun 1980 (memerlukan waktu 10 tahun) dan kemudian pada tahun 1985 sebesar 71 menjadi 54 per 1000 kelahiran hidup pada tahun 1990 (hanya memerlukan 5 tahun). Di tambah lagi dengan gerakan PIN (Pekan Imunisasi Nasional) terhadap penyakit polio pada tahun 1995-1996-1997 secara berturut-turut dan serentak di seluruh tanah air yang kemudian ditambah dengan vaksinasi terhadap tetanus neonatorum dan campak dengan harapan bahwapada tahun 2003 Indonesia telah bebas dari penyakit polio dan tetanus pada bayi (pada saat ini sudah dilaksanakan sistem survailans AFP (Acute Flaccid Paralysis) terhadap berbagai macam kelumpuhan yang terjadi di masyarakat untuk pemantauan keberhasilan PIN di masa lalu. pemakaian cairan oralit pada anak yang menderita diare. Kemudian secara regional dilakukan pula imunisasi terhadap hepatitis B yang masih dalam pelaksanaan sampai saat ini. yaitu 77. Identifikasi Masalah Kesehatan Penduduk Indonesia pada tahun 2000 telah melampaui 200 juta dan jumlah anak dibawah usia 18 tahun masih merupakan golongan penduduk yang sangat besar. Dari jumlah penduduk 210 juta saat ini (WHO:The State of The World Children.000 (10.

b. c. Kulon Progo C.Menjawab salam . Materi SAP E.Sasaran : Ibu-Ibu Posyandu Balita Hari/Tanggal : Kamis. . Tanya jawab F. 2. Galur. Tujuan Umum Setelah mengikuti penyuluhan kesehatan diharapkan ibu-ibu Posyandu Balita di Dusun Bedoyo dapat mengerti dan memahami tentang imunisasi. Menjelaskan tentang macam-macam imunisasi dasar lanjutan. Menjelaskan pengertian imunisasi. Mengulangi kembali tujuan pemberian imunisasi. . Mengetahui tempat-tempat pelayanan imunisasi yang dapat dimanfaatkan. 2. 15 Januari 2009 Waktu : 30 menit Tempat : Rumah Kepala Dusun Bedoyo. Media 1. Tujuan Khusus Setelah mengikuti penyuluhan kesehatan selama 1x30 menit diharapkan ibu-ibu Posyandu Balita mampu: a. Metode 1. Menjelaskan tujuan pemberian imunisasi. Mengulangi kembali tentang pengertian imunisasi. 3. Menyebutkan kembali dengan tepat macam-macam imunisasi dasar dan lanjutan. Leaflet 2. D.Menjelaskan dan memper hatikan 2 20 Menit Pelaksanaan . d. e.Menjelaskan tujuan pembelajaran -Menjelaskan materi/pokok bahasan yang akan disampaikan . Gambaran Pembelajaran No Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta 1 2 Menit Pembukaan : .Menjelaskan materi penyuluhan secara berurutan dan teratur.Menarik perhatian peserta Materi 1. Mengulangi kembali dan memahami jadwal pemberian imunisasi bagi balita. Ceramah 2.Memberikan salam . Tujuan 1. Karangsewu.

Lampiran Teori A. BCG K : sakit kulit berat dan luas. Menjelaskan tempat-tempat pelayanan imunisasi yang dapat dimanfaatkan . 3. Sebutkan 3 macam jenis imunisasi dasar bagi balita ! d. Macam-macam imunisasi dasar bagi balita. .Menjawab salam G.Meminta ibu-ibu posyandu balita untuk menjelaskan kembali tentang: 1. .Menyimak . riwayat reaksi bera pada DPT sebelumnya. Jadwal pemberian imunisasi dasar bagi balita. Apakah yang dimaksud imunisasi ? b. Pertanyaan a. osteomielitis. Tanya Jawab H.Menjawab 4 3 menit Mengakhiri peretemuan dengan salam .tempat pelayanan imunisasi yang dapat dimanfaatkan. 5.4.Memperhatikan . E : limfadenitis. OPV campak Campak/MMR C.Tujuh penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi : Jenis penyakit Jenis Imunisasi tuberculosis BCG difteri DPT pertusis DPT tetanus DPT/DT/TT hepatitis B hepatitis B Polio IPV. 5. Kontraindikasi dan Efek Samping Pemberian Imunisasi 1. Tujuan pemberian imunisasi.Bertanya . Tempat . Menjelaskan jadwal pemberian imunisasi bagi balita. 4. DPT K : anak usia > 7 th.Menjawab 3 5 Menit Evaluasi . Pengertian imunisasi 2. supuratifa. syok. Sebutkan 3 jadwal pemberian imunisasi dasar bagi balita ! e. Sebutkan tujuan pemberian imunisasi bagi balita ! c.Bertanya . Tujuan Pemberian Imunisasi Manfaat paling penting dari imunisasi adalah menurunkan angka kematian dan kesakitan bayi dan anak akibat Pd3i. Pengertian Imunisasi Adalah pemberian vaksin dengan tujuan agar dapat terlindungi dari penyakit infeksi yang dapat dicegah dengan imunisasi (Pd3i) pada seseorang sejak ia bayi. Sebutkan 2 tempat pelayanan imunisasi yang dapat dimanfaatkan ! 2. panas > 38°C. Evaluasi 1. B. 2.

ruam merah. kejang 6. posyandu. doker praktik swasta atau rumah sakit swasta. Tempat – Tempat Pelayanan Imunisasi a. IPV1 3 bulan HB3. nyeri. TT K : tidak ada E : reaksi lokal : kemerahan. abses steril karena komponen pertusis. Campak K : riwayat kejang E : demam. bengkak pada tempay suntik. trombosittopenia. Jadwal Pemberian Imunisasi Vaksin Pemberian Interval Umur BCG 1X . E : demam > 38°C. kesadaran<.0-11 bl DPT 3X 4 minggu 2-11 bl POLIO 4X 4 minggu 0-11 bl HEP. Hepatitis B (IM) tidak ada D. seperti puskesmas. namun diselenggarakan oleh pemerintah misalnya pada saat diselenggarakan oleh pemerintah misalnya pada saat diselenggarakan program Bulan Imunisasi Anak Sekolah. DPT2. DPT3. IPV2 4 bulan HB4. Pelayanan di luar gedung. DT tidak ada 5. pekan Imunisasi Nasional. POLIO 1 2 bulan HB2. bengkak. rumah sakit atau bersalin. ensefalopati. indurasi (benjolan. 4. atau melalui kunjungan dari rumah ke rumah. keras) pada bekas suntikan. Polio K : panas >38°C E : kelumpuhan. B 3X 4 minggu 0-11 bl Campak 1X .9-11 bl TT bumil 2X 4 minggu Selama hamil TT caten 2X 4 minggu DT&TT Kls 1-6 Umur Bayi Jenis Imunisasi 0 bulan HB1 1 bulan BCG. DPT 1. puskesmas pembantu. . 3. Imunisasi rutin juga dapat diperoleh pada bidan praktik swasta. gejala neurologis lain. 7. IPV3 9 bulan Campak E.kejang. c. Pusat pelayanan yang dimiliki oleh pemerintah. b.

Dilihat dari sistem pengelolaan dan lokasi sasaran dari kedua program tersebut timbul perbedaan karena PMT-AS hanya menjangkau SD / MI di desa / daerah miskin. dan dilaksanakan pada tahun 1999/2000. Sejalan dengan upaya hidup sehat di lingkungan sekolah Program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) telah berjalan hampir 3 dekade. Kegiatan keterpaduan tersebut dirintis di 5 Provinsi. BAB I. serta upayaupaya untuk hidup sehat. Dari hasil pertemuan sektor terkait pada Forum Koordinasi PMT-AS dan Tim Pembina UKS tingkat Pusat maupun Daerah. Dari pengamatan dan evaluasi terhadap konsep keterpaduan PMT-AS. dilaksanakan secara lintas sektoral yang terkait dalam Forum Koordinasi PMT-AS dan mempunyai dasar hukum INPRES No. Kalimantan Tengah dan Sulawesi Tenggara. Daftar Pustaka Fahmi Achmadi. sedangkan UKS di daerah tersebut pada umumnya belum berfungsi secara optimal. yaitu Riau. 2006. Umar. . Sebagai dasar hukum dari program UKS adalah SKB 4-Menteri tahun 1984 (Depkes. Oleh karena itu sektor terkait sepakat untuk mensosialisasikan pola keterpaduan tersebut ke tingkat provinsi agar dilaksanakan di seluruh Indonesia. makanan jajanan lokal yang aman dan bersih.I. Depag dan Depdagri) yang dikelola oleh Tim Pembina UKS. Depdikbud. dan telah dilaksanakan ke seluruh SD/MI Negeri dan swasta di Indonesia. Nusa Tenggara Timur. Imunisasi Mengapa Perlu?. Jakarta: Kompas. Tujuan program tersebut adalah meningkatkan kemampuan hidup sehat dan derajat kesehatan peserta didik sedini mungkin. PENDAHULUAN Program Makanan Tambahan Anak sekolah (PMT-AS) merupakan program nasional dimulai sejak tahun 1996/1997. Program lain yang sangat menunjang keberhasilan dan kelancaran keterpaduan tersebut adalah pemanfaatan kebun sekolah yang dibina oleh sektor pertanian. Tujuan jangka panjang dari program ini adalah membantu upaya peningkatan pendapatan masyarakat melalui peningkatan produksi pertanian setempat. sehingga produk tanaman kebun sekolah maupun materi penyuluhan sangat efektif untuk menunjang PMT-AS. 1 Tahun 1997 tentang Program Makanan Tambahan Anak Sekolah. Dengan demikian kegiatan PMT-AS ini juga akan menjadi peluang untuk revitalisasi UKS. UKS dan Program Pertanian Pendukung diperoleh hasil yang positif sehingga dapat diterima oleh sektor-sektor yang mengelola program-program tersebut. Tujuan program ini adalah meningkatkan ketahanan fisik siswa SD/MI selama kegiatan belajar. mendidik siswa untuk menyukai makanan tradisional. disepakati bahwa kegiatan PMT-AS perlu dipadukan dengan program UKS termasuk Program Pertanian Pendukung melalui pelatihan Guru UKS dan Kader Kesehatan Sekolah (KKS). Jawa Tengah.

Kegiatan di Tingkat Pusat 1. 3. pelatihan dan pembinaan teknis. Melaksanakan advokasi dan sosialisasi di tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota. Kegiatan di Tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota 1. Pemantauan dan evaluasi kegiatan. UKS dan Program Pertanian Pendukung dilakukan melalui kegiatan advokasi dan sosialisasi. SASARAN DAN STRATEGI a. UKS dan program pertanian pendukung adalah pada SD/MI negeri dan swasta serta Pondok Pesantren yang melaksanakan kegiatan PMT-AS. TUJUAN. Melakukan pertemuan Forum Koordinasi PMT-AS. Materi yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah review Program PMT-AS. Memberikan Bimbingan teknis kegiatan 5. a. Tujuan Khusus : 1. UKS dan Program Pertanian pendukung yang dapat dipadukan/digabungkan 2. Terpadukannya kegiatan PMT-AS. b. UKS dan Program Pertanian Pendukung 2. Melakukan advokasi dan sosialisasi 4. Teridentifikasinya kegiatan-kegiatan PMT-AS. PENYELENGGARAAN A.BAB II. B. Tujuan 1) Tujuan Umum . UKS dan program pertanian pendukung c. Pelatihan Guru UKS. BAB III. Strategi Strategi untuk mencapai keterpaduan PMT-AS. Tujuan Umum : Meningkatkan kinerja PMT-AS dan program UKS yang ditunjang oleh program pertanian pendukung. Tim Pembina UKS dan Sektor Pertanian. 2. Program UKS dan Program Pertanian Pendukung serta menyusun rencana kerja keterpaduan. Sasaran : Sasaran keterpaduan PMT-AS. Menyediakan Pedoman Pola keterpaduan PMT-AS. Menyediakan Modul pelatihan guru UKS dan Kader Kesehatan Sekolah 3. d.

• Memantau perkembangan dan pertumbuhan siswa dengan menggunakan KMS-Anak Sekolah d) Dipahaminya arti dan manfaat kebersihan pribadi dan lingkungan e) Dipahaminya pemberantasan kecacingan di sekolah PMT-AS penting f) Dipahaminya arti dan manfaat makanan yang bermutu dan aman pada warung sekolah g) Dipahaminya tugas kader kesehatan SD/MI berperan aktif dalam PMT-AS b. Pelaksanaan Pelatihan 1) Penyelenggara a) Penanggung jawab Camat Selaku Ketua Tim Pengelola PMT-AS & TP-UKS b) Ketua Penyelenggra Kepala Puskesmas 2) Peserta Guru UKS/ Pelaksana PMT-AS di sekolah dengan kriteria : • Merupakan guru Pendidikan jasmani kesehatan (Penjaskes) • Memiliki kemampuan dan ketrampilan yang baik dan ditunjuk oleh kepala sekolah 3) Pelatih • Tenaga Gizi Puskesmas (TGP) • Petugas Penyuluh Lapangan (PPL Pertanian) • Tim Pengelola UKS Puskesmas 4)Nara sumber dari tingkat kabupaten . UKS dan Program Petanian Pendukung.Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru dan kader kesehatan di SD/MI dalam keterpaduan program PMT-AS. • Kegiatan kebun sekolah dan pemanfaatannya. • Mengelola kebun sekolah dan manfaat berbagai tanaman untuk kesehatan dan gizi. UKS dan Program Pertanian Pendukung. 2) Tujuan Khusus a) Dipahaminya pelaksanaan keterpaduan PMT-AS. • Ketentuan dan macam makanan kudapan PMT-AS • Makanan kudapan yang memenuhi persyaratan mutu & keamanan makanan. b) Dipahaminya : • Kegiatan UKS meliputi pemeliharaan kesehatan. c) Dimilikinya keterampilan : • Dalam pelaksanaan pengukuran TB dan penimbangan BB yang baik dan benar.Dinas Pertanian 5)Waktu dan Tempat Waktu dan tempat disesuaikan dengan rencana daerah 6)Metode dan Teknik Penyelenggaraan a) Metode • Ceramah dan tanya jawab • Diskusi kelompok • Penugasan . lingkungan sehat dan pendidikan kesehatan. • P3K dan dokter kecil.TP – UKS .FKPMT-AS .

• Simulasi/demonstrasi b)Teknik Penyelenggaraan. UKS dan Program Pertanian Pendukung • Keterpaduan PMT-AS dengan UKS 45‟ 45‟ 2 Materi Inti • Pemantauan status gizi • Perilaku anak sehat • Perilaku gizi seimbang • Peran aktif kader sekolah dlm PMT-AS • Penyehatan lingkungan • Anemia gizi pada anak sekolah (+ kecacingan) • Pemanfaatan pekarangan/kebun sekolah 45‟ 45‟ 45‟ 45‟ 45‟ 45‟ 45‟ 45‟ 90‟ 45‟ 3 Materi Penunjang • Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY) • Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) • Makanan bermutu dan aman di warung sekolah 45‟ 45‟ 45‟ - . dilaksanakan secara bertahap • Guru UKS/Pelaksana PMT-AS di sekolah dilatih oleh pelatih • Kader kesehatan SD/MI dilatih oleh guru UKS/pelaksana PMT-AS pada kegiatan ekstra kurikuler yang disesuaikan dengan kondisi sekolah masing-masing. c)Materi Pelatihan No Nama materi Waktu (jam) Teori Praktek 1 Materi Dasar • PMT-AS.

h) Diperolehnya kejelasan tentang kegunaan obat kecacingan bagi kesehatan. Pelaksanaan Pelatihan 1) Penyelenggaraan Pelatihan a) Penanggung Jawab : Camat selaku Ketua Tim Pengelola PMT-AS tingkat Kecamatan b) Ketua Penyelenggara : Ketua I : Kepala Puskesmas Ketua II : TP-PKK Kecamatan 2) Peserta Kader kesehatan sekolah dengan kriteria: • Siswa kelas IV/V • berbadan sehat/berprestasi • Berwatak pemimpin dan bertanggungjawab • Berpenampilan bersih dan sehat • Berbudi pekerti baik dan berjiwa penolong • Izin dari orang tua 3) Pelatih : .Tim pengelola PMT-AS tk. f) Diperolehnya kejelasan tentang cara Pengukuran Tinggi Badan Dan Penimbangan Berat Badan yang baik dan benar.TP UKS tk. Kecamatan . Pelatihan Kader Kesehatan Sekolah (KKS) a. e) Diperolehnya kejelasan tentang penggunaan bahan tambahan makanan dan menggunakan kemasan pangan. i) Diperolehnya kejelasan tentang makanan yang sehat pada warung sekolah. j) Diperolehnya kejelasan tentang pemanfaatan lahan pekarangan / kebun sekolah.Jumlah 540‟ 180‟ c. Kecamatan . kebersihan pribadi dan kebersihan lingkungan. Luaran Luaran bagi pelatihan guru UKS adalah: a. g) Diperolehnya kejelasan tentang kegiatan. Peserta mampu menjadi monivator keterpaduan PMT-AS. 4. b. b. Tujuan 1) Tujuan Umum : Meningkatkan pengetahuan & kemampuan Dokter kecil dan petugas UKS dalam PMT-AS 2) Tujuan Khusus : a) Diperoleh kejelasan pelaksanaan kegiatan PMT-AS dan UKS b) Diperolehnya kejelasan tentang prinsip PMT-AS dan UKS c) Diperolehnya kejelasan tentang ketentuan dan macam makanan kudapan PMT-AS d) Diperolehnya kejelasan tentang cara pelaksanaan makanan kudapan yang memenuhi syarat gizi. Peserta mampu dan trampil semua materi yang diajarkan. UKS dan Program Pertanian Pendukung. sanitasi keamanan dan kesehatan.

5‟ 4 Makanan sehat untuk warung sekolah 45‟ 5 Pemanfaatan lahan pekarangan /kebun sekolah 45‟ jumlah jam ajaran 540‟ 180‟ d.4) Nara Sumber : Ka. Materi Pelatihan 1) Materi Pelatihan/struktur program pelatihan bagi Kader Kesehatan Sekolah NO TOPIK Jumlah jam ajaran Teori Praktek a MATERI UMUM 1 Program Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS) 45‟ 2 Kaitan PMT-AS dengan dokter kecil dan petugas UKS 45‟ b MATERI INTI 1 Pemantauan status gizi anak sekolah 45‟ 90‟ 2 Perlunya sarapan pagi 45‟ 3 Penganekaragaman makanan 45‟ 22. koordinator gizi kabupaten.Diskusi kelompok c. Puskesmas.UKS. pengalaman dan peran serta aktif peserta dengan cara: . Pertanian 5) Waktu dan Tempat Waktu : 2 hari Tempat : Ibu kota kecamatan atau di Desa yang memungkinkan 6) Metode dan Teknik Penyelenggaraan Dalam pelatihan ini penyampaian materi yang digunakan adalah menggali informasi. Luaran Peran Aktif KKS dalam Pelaksanaan PMT-AS sebagai berikut: 1) Sebagai motivator dan panutan perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah dan di lingkungan rumah.5‟ 4 Kebiasaan jajan 45‟ 5 Perilaku anak sehat (kebersihan diri) 45‟ 45‟ c MATERI PENUNJANG 1 Kebersihan lingkungan 45‟ 2 Anemia gizi pada anak sekolah 45‟ 3 Penggunaan garam beryodium pada makanan sehari-hari 45‟ 22. antara lain • cuci tangan • berdoa • membuang sampah pada tempatnya • sikat gigi setelah makan .Ceramah dan tanya jawab . pengetahuan. TP.

Hal yang dipantau meliputi : siapa pemasak kudapan. 3. Pentingnya Pemantauan Pemantauan diperlukan untuk mengetahui seberapa jauh proses dan manfaat PMT-AS yang telah dilaksanakan. Jumlah Hari Makan Anak (HMA) Responden yang diwawancarai : Kepala Sekolah. kukunya bersih atau tidak. Pemantauan hendaknya dilakukan oleh petugas lintas sektor/lintas program terkait. jenis obat cacing. Bidan di Desa. B. siapa yang membeli obat cacing. Bidan di Desa. kesan penerimaan kudapan oleh murid. rambutnya bersih atau tidak. Pemantauan Pemberian Obat Cacing Responden yang diwawancarai : Guru Kelas. korengan. apakah ada giliran pemasak. berapa kelompok pemasak. harga paket obat cacing. 2. berapa biaya yang diterima. apakah telah mendapat pelatihan.2) Melakukan pengukuran TB dan BB secara berkala di sekolah 3) Mengamati dan mengusulkan kepada guru tentang jenis kudapan yang disukai dan tidak disukai 4) Melaporkan temannya yang sakit pada guru setelah makan kudapan 5) Mendorong orang tua /teman /saudara untuk pemanfaatan pekarangan dan mengkonsumsi makanan bermutu dan aman. gigi bersih atau tidak. Kepala Sekolah. tidak lesu. Tenaga Kesehatan. tempat penerimaan obat cacing. cara membagikan kudapan ke murid. Tim Pembina PKK. asal alat masak. Operasional Pemantauan 1. pemeriksaan kesehatan sebelum obat cacing diberikan. penyediaan sarana cuci tangan yang bersih. Keadaan Kesehatan Perorangan (observasi pada keadaan murid) Keadaan kesehatan perorangan yang dilihat meliputi : badannya bersih/tidak. berapa jumlah pelatih. siapa petugas pendistribusian. BAB IV PEMANTAUAN A. apakah mendapat insentif. Pemantauan Pengelolaan Makanan Kudapan Responden yang diwawancarai : Petugas Masak. letih. siapa yang mengawasi pemberian obat cacing. bahan dasar kudapan. meja. BP3. lemah dan lalai. jarak pemasakan dengan pendistribusian. kebersihan WC. dimana tempat pemasak. 5. berapa macam materi pelatihan. . Sarana Kebersihan (observasi pada sarana disekolah) Sarana kebersihan yang diobservasi meliputi : kebersihan kelas. beralas kaki atau tidak. penyediaan air bersih. lelah. kebersihan bangku. perkiraan nilai gizi. 4. tempat masak. apakah disertai dengan penyuluhan gizi. jumlah murid yang menerima. Dengan pemantauan ini dapat diketahui permasalahan yang dijumpai dan segera dilakukan upaya pemecahan masalah tersebut. berapa jumlah peserta. Hal yang dipantau meliputi : cara pengadaan obat cacing. frekuensi pemberian. penyediaan sarana makanan yang bersih. instansi mana yang melakukan pelatihan. Hal yang dipantau meliputi : jumlah HMA. daftar menu.

UKS dan Program Pertanian pendukung bertujuan meningkatkan dan memantapkan kerjasama lintas program dan lintas sektor yang mempunyai tujuan serta kegiatan hampir sama dengan sasaran Anak sekolah baik di SD/ MI maupun Pondok Pesantren. UKS dan Program Pertanian Pendukung.BAB V PENUTUP Keterpaduan PMT-AS. . sosialisasi.Agama : ………. . .Umur : ……….Alamat : ………. bimbingan teknis. Kegiatan ini dilaksanakan diSD/MI dan Pondok Pesantren yang sedang melaksanakan PMT-AS.Jumlah orang dalam 1 rumah : No Nama Jenis Kelamin TTL/Umur Hub dgn klrg Pendidikan Pekerjaan 2. serta kegiatan pelatihan bagi guru UKS dan pelatihan bagi Kader Kesehatan Sekolah (KKS).Nama Kepala Keluarga : ………. lingkungan fisik a. Sumber air dan air minum 1) Penyediaan air bersih PAM Sumur Sungai Lain-lain 2) Keadaan air yang dimiliki Berwarna . KUESIONER KOMUNITAS KEBERSIHAN LINGKUNGAN Petunjuk pengisian : Isilah pertanyaan berikut ini sesuai kondisi yang anda alami saat ini dan mohon untuk diisi semua 1. Keterpaduan ketiga program tersebut dilaksanakan dalam kegiatan advokasi. pemantauan dan evaluasi. . Identitas Penduduk .

Jamban 1) Kepemilikan jamban Ya: Tidak 2) Jenis jamban WC cemplung Leher angsa.  3) Bila tidak mempunyai jamban maka BAB di : WC umum Sungai Jamban tetangga  sawah e. Pembuangan limbah 1) Kebiasaan membuang sampah : ………. SPAL (Saluran Pembuangan Air Limbah) : Tebuka Tertutup Sungai Kolam Sembarangan tempat c. Kandang ternak 1) Kepemilikan kandang ternak Ya: Tidak 2) Letak kandang ternak : ……… Terpisah dengan rumah Menempel dengan rumah Di dalam rumah 3) Frekuensi membersihkan kandang ternak : ……… Setiap hari Setiap 2 hari 1 kali setiap > 3 hari d. Kebersihan rumah 1) Berapa kali dalam sehari lantai disapu ? 1 kali 2 kali 3 kali 2) Jenis lantai : Keramik/tegel Tanah Mester h. Ditimbun Di bakar Di angkut petugas Lain-lain :…………. Aktivitas lain-lain 1) Cuci tangan sebelum makan Ya: Tidak 2) Cuci tangan setelah makan Ya: Tidak f.Berbau Berasa Pengolahan Masak Air galon Tidak dimasak 3) Sumber pencemaran air yang ada Air Comberan Air sungai Air Sawah Zat Kimia lain-lain : ……………… b. : Sawah Sungai. 2) Pembuangan air limbah : ……….. Masalah kesehatan apa yang anda alami saat ini Diare Gatal-gatal Batuk Alergi : Lain-lain : …………………… .

........................ BALITA (POSYANDU) Petunjuk : Untuk pertanyaan-pertanyaan berikut ini menyangkut identitas responden.. Apakah atap rumah anda sudah cukup kuat (tidak trocoh saat hujan)? Sudah Belum n.......... SayurMakanan yang dikonsumsi selama kehamilan Tempe/tahu Daging Lain-lain : ……………......................……… Hipertensi  Anemia  muntah-muntah  c.................. Dipersilahkan Bapak/Ibu/Sdr/i untuk mengisi titik-titik dengan jawaban anda dan memberi tanda chek list (√) pada salah satu jawaban yang anda pilih pada setiap nomor.. Masalah yang dialami selama kehamilan : lain-lain : .....i...... Menurut anda apakah lingkungan atau rumah anda sudah sehat ? Ya Tidak j...... IDENTITAS PENDUDUK Nama orang tua : Umur : Pendidikan : Pekerjaan ayah : Pekerjaan ibu : Nama anak : (L/P) TTL / Umur : BB/TB : 1................... q.... Apakah setiap hari jendela selalu di buka ? Ya Tidak l....... p............. 9 kali  d.... Program apa yang telah dijalankan oleh warga Boro II demi menjaga kebersihan lingkungan ?........ Apakah program tersebut masih berjalan ? ..................... Tempat pemeriksaan : ................................ b...................... Apakah rumah anda terasa lembab ? Ya Tidak o....... Masukan nutrisi selama kehamilan a............ Harapan anda tentang kebersihan lingkungan di desa Boro II? ...... Apakah rumah anda sudah mempunyai jendela/ventilasi ? Belum Sudah  k..... ..... Berapa kali anda memeriksakan kehamilan selama mengandung ? 4 kali 2 kali  6 kali Lain-lain : ………................................. Apakah pencahayaan rumah anda sudah cukup terang ? Sudah Belum m......

....... Perawatan yang telah dilakukan dirumah?......... Apakah aktif (selalu datang) di posyandu ? Tidak Ya  c.... Apakah bayi langsung diberikan ASI setelah 1 jam setelah lahir ? Tidak Ya  e....... Status gizi balita dalam KMS ? Merah Hijau Kuning  BGM 4...... Imunisasi yang sudah diberikan ? BCG DPT Campak polio Hepatitis Varisela Tipoid  d...... Apakah proses kelahiran normal ? Tidak Ya  b. PASI (makanan tambahan) diberiakan pada usia berapa ? 4 bulan lebih dari 6 bulan kurang dari 4 bulan  6 bulan  i. Jenis PASI yang diberikan ? Susu Formula Bubur Nasi Berapa kali dalam 1 hari…………………………….. Apakah jenis kelamin anak sesuai dengan harapan ? Ya Tidak d....Bidan praktik Puskesmas Dukun Rumah Sakit  2..... Masalah balita yang dihadapi saat ini :  Demam Menurut anda apa penyebabnya ?...…….... Perawatan yang telah dilakukan dirumah?.......  Batuk/plek Menurut anda apa penyebabnya ?... j. Frekuensi pemberian ASI dalam 1 hari? 4 Kali Tidak terhitung 8 Kali  g............. Sejak usia berapa balita mengikuti program posyandu ? Kurang dari 28 hari setelah kelaahiran Kurang dari 28 hari setelah kelahiran Lebih 3 bulan setelah kelahiran b..... Aktivitas di posyandu balita a... berapa usia kehamilan sat anak dilahirkan ?.............. Apakah kelahiran anak mencapai 9 bulan 10 hari ? Tidak Ya  Jika tidak..... Berapa lama ASI diberikan ? 6 bulan 4 bulan  kurang dari 4 bulan lebih dari 6 bulan h..........  Diare ............ c... Respon Balita terhadap konsumsi PASI ? Suka Dimuntahkan Diare Alergi 3.... Proses kelahiran dan pemberian ASI : a. Apakah produksi ASI lancar ? Ya Tidak f..............

Triguna makanan terdiri dari sumber energi....... Apakah bapak mempunyai kebiasaan merokok ? Ya Tidak Jika ya..... Ibu lebih memilih makanan tambahan untuk anak yang dimasak/diolah sendiri dari pada membeli makanan instan Ya Tidak 7. berat badan turun termasuk tanda kurang gizi Benar Salah ........ Pengetahuan: a. Kebiasaan orang tua: a. Adakah anggota keluarga yang sakit (batuk.... 6.........  Lain-lain : ………. sejak usia berapa ?. ISPA...... Ibu/bapak memarahi anak saat berbuat kesalahan Ya Tidak d........................ Sayur bayam dan wortel termasuk zat pengatur Benar Salah e. Ibu memberikan penyedap rasa (moto) saat masak makanan untuk anak Ya Tidak b.......... Apakah Ibu memberikan makanan selain ASI pada bayi yang berumur kurang dari 6 bulan Ya Tidak c... Nasi/bubur termasuk sumber energi Benar Salah d........ Perawatan yang telah dilakukan dirumah?... siapa : …………. sakit apa………... Perawatan yang telah dilakukan dirumah?..... dan pengatur Benar Salah c....Menurut anda apa penyebabnya ?....... 5.. b... Nutrisi merupakan makanan yang dibutuhkan tubuh Benar Salah b. kulit kering........... Praktik: a......... Ibu memberikan susu pada anak sebelum makan Ya Tidak 8.. Sikap: a. Ibu memilih membawa anak ke acara keluarga daripada ke Posyandu Ya Tidak b........ gula dan lain-lain) Ya TIdak Jika ya..... Ibu memilih mengasuh anak sendiri dari pada diasuh orang lain (pembantu/tetangga) Ya Tidak c.. Ibu memotong sayuran sebelum dicuci Ya Tidak d. Rambut merah...............  BB kurang Menurut anda apa penyebabnya ?. pembangun...

Apakah wajar remaja yang sudah mengalami puberitas sering memberontak kepada orang lain atau orang tua ? ......... Apakah menstruasi kamu teratur ?...... Kesehatan Reproduksi I..... Apakah kamu merasa cemas saat pertama kali mengalaminya ? Ya Tidak Jika ya... 4..... Usia berapa kamu mengalaminya ?. Apakah kamu sudah mengalami mimpi basah ? Sudah Belum 2............. jelaskan!....... Dipersilahkan Bapak/Ibu/Sdr/i untuk mengisi titik-titik dengan jawaban anda dan memberi tanda chek list (√) pada salah satu jawaban yang anda pilih pada setiap nomor.. 3............. Apakah usia puberitas laki-laki dan perempuan sama? Ya Tidak 2.. Apakah kamu sudah mengalami menstruasi ? Sudah Belum 2. 6... 3................ jelaskan!..... 4....................... Pertanyaan untuk perempuan 1.... Tahukah kamu tentang masa pubertas ? Ya Tidak Jika ya................... mengapa?... B........................... Fungsi Reproduksi Umum 1....... Pertanyaan untuk laki-laki 1... Tahukah kamu tentang masa pubertas ? Ya Tidak Jika ya............ mengapa?..... jakun.... 5...................... II............REMAJA Petunjuk : Untuk pertanyaan-pertanyaan berikut ini menyangkut identitas pasien.... Perubahan fisik pada laki-laki saat puberitas : perubahan suara.. tumbuh rambut ... Berapa hari kamu menstruasi ?.. Usia berapa kamu mengalaminya ?...... Apakah kamu merasa cemas saat pertama kali mengalaminya ? Ya Tidak Jika ya....... Ya Tidak 3.................. IDENTITAS PENDUDUK Nama (inisial) : (L/P) TTL/Umur : Pendidikan : Nama ayah : Pekerjaan ayah : Nama ibu : Pekerjaan ibu : A..

.  3.. Apakah kamu melakukan aktivitas positif dalam mengisi waktu luang ? Ya Tidak Jika ya. Apakah keluarga terutama orang tua mengetahui kalau kamu punya pacar ? Ya Tidak 8....... kelas…............. sebutkan :…………. 10... mengapa?... rambut di kelamin dan ketiak ? Ya Tidak 5. : D... Apakah kamu mengetahui akibat dari pergaulan bebas ? Ya Tidak Jika ya.. Sejak kapan kamu mulai merokok ? SD. 3.. sebutkan :………........ 6.... Menurut kamu... Apakah kamu punya masalah dalam keluarga ? Ya Tidak Jika ya... Apakah kamu sekarang masih merokok ? ...... mengapa kamu merokok?. Merokok 1. sebutkan :…………....... Sejak usia berapa kamu mulai berpacaran ?.... kelas…… SLTP.. kelas….. 6.......... jelaskan :………… 5... Pergaulan 1. Sejauh mana kamu berpacaran ? Pegangan tangan Hubungan sex Berciuman  Pelukan  Lain-lain:……………………………. 2. Apakah kamu merasa senang saat melakukan aktivitas tersebut? Ya Tidak Jika ya. Apakah kamu tahu tentang pergaulan bebas ? Ya Tidak Jika ya.. Apakah keluarga terutama orang tua mengenalnya ? Ya Tidak 9.. remaja harus mempunyai seorang pacar/teman dekat ? Ya Tidak Jika ya... 11....... Apakah saat ini kamu mempunyai teman dekat/pacar ? Ya Tidak 7... SMA. Apakah wanita yang mengslami puberitas selalau diikuti dengan pembersaran payudara.. Selama puberitas... Apakah kamu pernah merokok ? Ya Tidak Jika ya... laki-laki mengalami perubahan fisik apa saja ? ………………. wanita mengalami perubahan fisik apa saja ? ………………... 2.Ya Tidak 4.. Selama puberitas.... mengapa?.... 4. C..............

Apakah kamu sering merasa stress ketika melakukan suatu pekerjaan ? Ya Tidak Jika ya.... 8....... Apakah kamu merasa senang ketika mengkonsumsi NAPZA ? Ya Tidak Jika ya..... 8. 9........ 10. sebutkan………….. Apakah kamu pernah mengkonsumsi NAPZA ? Ya Tidak 7.. Dari mana kamu tahu informasi tentang NAPZA ? Majalah Guru TV  Teman 6. E. sebutkan……….. Apakah kamu ingin berhenti merokok ? Ya Tidak Jika ya.........Ya Tidak 4.. Apakah kamu tahu efek/akibat dari merokok bagi kesehatan tubuh kamu ? Ya Tidak Jika ya......... jelaskan…………... sebutkan………….. NAPZA (Narkotika...... apa yang membuat anda tertekan?.. mengapa?.. mengapa ? ………………………. Apakah kamu mengetahui dampak negatif dari NAPZA ? Ya Tidak Jiak ya... Apakah orang tua pernah menegur kamu supaya tidak merokok lagi ? Ya Tidak 10. Apakah kamu mengetahui tentang NAPZA ? Ya Tidak Jika ya........ Apakah lingkungan (keluarga) sekitar kamu mempunyai kebiasaan merokok ? Ya Tidak 6... mengapa?.... Apakah teman-teman sepermainan kamu juga mempunyai kebiasaan merokok ? Ya Tidak 7.... Apakah kamu mengetahui jenis dari NAPZA ? Ya Tidak Jika ya..... Apakah kamu sering mengeluh sakit ketika mengkonsumsi NAPZA ? Ya Tidak ... 9.. sebutkan………..... Apakah kamu mengetahui cara pemakaian NAPZA ? Ya Tidak Jika ya...... Apakah kamu merasakan ada masalah kesehatan semenjak merokok? Ya Tidak Jika ya. 4. Apakah kamu sering merasa tertekan dengan keadaan di keluarga? Ya Tidak Jika ya.. 3... jelaskan………… 2.. Zat Adiktif) 1. 5..... Berapa batang dalam sehari ?  <5 batang  >5 batang 5.... Psikotropika....

......................... Apakah kamu sering memanfaatkan waktu luang untuk hal-hal yang positif ? Ya Tidak Jika ya...11............ 14....................................................... Apakah kamu lebih suka berfikir matang sebelum melakukan sesuatu ? Ya Tidak Jika ya............. mengapa?............ Apakah kamu lebih suka berkumpul dengan teman-teman sebaya mu ? Ya Tidak Jika ya..... 13................... b.. Dimensi Biologis a............................... Pekerjaan : PNS/Wiraswasta//Petani/Buruh/Nelayan/Tidak bekerja g........................ Apa masalah kesehatan yang sering dialami?............... 15......... sebutkan kegiatannya!. mengapa?.............. Jenis Kelamin : L/P d.............. Apakah ada konflik dirumah anda.. Usia : c..... mengapa?... apa yang anda lakukan untuk mengatasi konflik tersebut? ..... Dimensi Psikologis a................ Suku : e. Apakah anda merasa senang tinggal bersama keluarga anda mengapa? ................. Apakah kamu lebih senang menyendiri dari pada berkumpul dengan banyak orang? Ya Tidak Jika ya..................... 12........... 3........................ d....... c...................... mengapa?............. Nama : b..................... 16... KUESIONER DAN PEDOMAN WAWANCARA PENGKAJIAN GERONTIK 1. Dimensi Fisik .... Apakah keluarga kamu tidak pernah peduli dengan apa yang kamu lakukan ? Ya Tidak Jika ya....... dan pernahkah di bawa ke RS?.... Pendidikan : SD/SLTP?SLTA/Tidak tamat sekolah f.... pergaulaln seperti apa ?......... 2............................ Apa yang anda harapkan sebagai seorang lansia? ............................................ Apakah lingkungan mempengaruhi pergaulan kamu ? Ya Tidak Jika ya..................... Bersama siapa anda tinggal? ...

.. Apa yang anda harapkan sebagai seorang lansia? ............. b...... 4.....................a...................................................... b....... c.......................................................... Dimensi Kesehatan a......................... Bagaimana masyarakat memandang anda sebagai lansia ? ................................ Apakah anda pernah mendapatkan penyuluahan lansia dari pihak puskesmas? Tentang apa? . Kondisi tempat tidur : dipan..................... c.............. kasur..... Dimensi Lingkungan Sosial a.................... Kegiatan apa yang anda inginkan sebagai seorang lansia? ...... Apakah anda senang berolah raga? ................................. FORMAT PENGKAJIAN KESEHATAN KERJA Target Group Nama : Usia : Suku : .................................................. Apakah ada anggota keluarga yang sakit? Sakit apa? ........................... tikar d...................................................... apakah ada anggota keluarga yang merokok? ...................................... c......................... Pelayanan kesehatan apa yanga anda butuhkan? ............ 6.... Apakah anda setuju jika dibentuk posyandu lansia di Boro II? ...................................................... Jaminan kesehatan apa yang anda butuhkan? .................................................................. c........................ d........ Apakah anda seorang perokok...................................................... Apakah kamar tidur dekat dengan kamar mandi? .......................... Alat bantu apa yang anda gunakan? ......... Dimensi Perilaku a.................................... b............................. Apakah anda senang dengan kondisi rumah yang dekat dengan kandang ternak? ............................... b..... 5.....................

Jenis kelamin : Laki-laki Perempuan Pendidikan : SD PT SMP Tidak Sekolah SMA Tidak tamat SD Pekerjaan : PNS Buruh Pegawai Swasta Nelayan Wiraswasta Lain-lain. Petani Sebutkan: Apakah kondisi lingkungan ternak dapat membahayakan? Ya Tidak Seperti apa? Kondisi kandang ternak: Menempel dengan rumah Terpisah dari rumah Bagaimana dengan lingkungan sekitar terhadap adanya kandang sapi? Terganggu Tidak terganggu Berapa kali anda makan dalam sehari? 1x 3x 2x >3x Sebutkan jenis makanannya? .

misalnya sepatu boot. jas? Ya Tidak 1. Stressor psikologis di dalam masyarakat? . Apa masalah kesehatan yang sering muncul pada tubuh terkait dengan ternak sapi? 3. Apa masalah yang terjadi pada hewan ternak? 4. Ketrampilan koping yang digunakan terkait dengan hewan ternak? 7.Apakah anda merokok? Ya Tidak Sebutkan. sarung tangan. Jenis imunisasi yang diberikan pada hewan ternak? 5. berapa batang dalam sehari? Apakah anda suka berolahraga? Ya Tidak Berapa kali dalam 1 minggu? Apa jenis olahraga yang biasa dilakukan? Apakah anda selalu melakukan aktifitas rekreasi? Ya Tidak Dimana? Berapa kali dalam sebulan? Apakah setiap kali membersihkan kandang ternak selalu memakai perlindungan khusus. Insiden dan prevalen masalah psikologis? 8. Bagaimana tingkat tumbuh kembang kelompok? 2. Bagaimana gambaran diri kelompok terhadap keberadaan hewan ternak? 6.

Pencucian material sebaiknya dilakukan karena kapasitas air yang keluar makin lambat. Kerikil b. Masukan bahan-bahan/material kedalam tong plastik sesuai dengan urutan sebagai berikut . Apa jaminan pemeliharaan kesehatan yang digunakan? CARA PEMBUATAN SARINGAN AIR METODE SARINGAN PASIR SEDERHANA Bahan : 1. Kran ¾ inchi 7. Arang 5. Kerikil Metoda Perawatan 1. Pelayanan kesehatan yang dibutuhkan? 14. 2. Socket ¾ biji 8. Seal tape 10. Kerikil ukuran 0. Ijuk d.3 – 0. Jenis pelayanan kesehatan yang bersifat proteksi? 12. Bagaimana status sosial dan ekonomi terkait adanya hewan ternak? 11. Pada ketebalan lapisan atas 10 cm harus dicuci sekali didalam satu / dua minggu 3. Untuk kesemua lapisan sekali didalam satu atau dua bulan . Arang c.9. Pasir ukuran 0. a. Cucilah semua bahan/material yang akan dipakai kemudian dikeringkan 2. Tong Plastik 6. Pasir halus e.5 cm 2. Ijuk 3.1 mm 4. Kawat nyamuk Proses Pembuatan : 1. Lokasi/ tempat target group? 10. Lem Plastik 9. Bagaimana sikap terhadap kesehatan dan pelayanan kesehatan? 15. Memasang Kran pada dasar ember/ tong plastik 3. Transportasi khusus yang digunakan untuk hewan ternak? 13. Ijuk lagi f.

Wahanto Bp. Mardjono Keruh 6 01 09 Bp. Yoto Utomo Bp. Ngadiwiyono Bp. Sedono Bp. Suparno warsito Keruh 7 02 09 Bp. Wardjiman Bp. Ari Supriyanto Bp. Wahidi Bp. Pambudi Keruh 8 03 09 Tidak Ada 9 04 09 Bp.DAFTAR NAMA WARGA DUKUH MEJINGKIDUL DENGAN SUMBER AIR BERMASALAH No RT RW Nama KK Kel 1 01 08 Tidak Ada 2 02 08 Tidak Ada 3 03 08 Bp. Sukamdi Keruh . Driyo Keruh 5 05 08 Bp. Sigit Bp. Daryo Bp. Tugiman Keruh 4 04 08 Bp. Sardi Wusono Bp. Budi Bp. Heru Widodo Bp.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful