PENYAKIT JANTUNG BAWAAN Oleh : MARIANI

Pendahuluan
‡ Di antara berbagai kelainan bawaan (congenital anomaly) yang ada, penyakit jantung bawaan (PJB) merupakan kelainan yang paling sering ditemukan. Di Amerika Serikat, insidens penyakit jantung bawaan sekitar 8-10 dari 1000 kelahiran hidup, dengan sepertiga di antaranya bermanifestasi sebagai kondisi kritis pada tahun pertama kehidupan dan 50% dari kegawatan pada bulan pertama kehidupan berakhir dengan kematian penderita. Di Indonesia, dengan populasi 200 juta penduduk dan angka kelahiran hidup 2%, diperkirakan terdapat sekitar 30.000 penderita PJB.

Penyebab PJB sendiri sebagian besar tidak diketahui.‡ Penyakit jantung bawaan adalah penyakit jantung yang dibawa sejak lahir. . di mana kelainan pada struktur jantung atau fungsi sirkulasi jantung terjadi akibat gangguan atau kegagalan perkembangan struktur jantung pada fase awal perkembangan janin. namun beberapa kelainan genetik seperti sindroma Down dan infeksi Rubella (campak Jerman) pada trimester pertama kehamilan sang ibu berhubungan dengan kejadian PJB tertentu. Orang tua yang memiliki penyakit jantung.

D.Koarktasio Aorta Penurunan Aliran Paru .Stenosis Pulmonaris .Atrioventikuler canal Obstruksi Aliran Darah dari Ventrikel .Sindroma Hipoklasi Jantung Kiri .D.V.Tipe dari kerusakan jantung Klasifikasi Penyakit Jantung Bawaan Asianosis Sianosis Peningkatan Aliran Pulmonaris .D.A.Transposisi Arteri Besar .Aortik Stenosis .S. .Tetralogi of Fallot .Atresia Tricuspid Campuran Aliran Darah -Trunkus Arteriosus .A. . .P.S.

. namun tetap saja lebih dari 90% di antaranya memerlukan tindakan bedah jantung terbuka untuk pengobatannya. Sementara PJB non sianotik umumnya memiliki lesi (kelainan) yang sederhana dan tunggal. Sepuluh persen lainnya adalah kelainan seperti kebocoran sekat bilik jantung yang masih mungkin untuk menutup sendiri seiring dengan pertambahan usia anak.Secara umum terdapat 2 kelompok besar PJB yaitu PJB sianotik (biru) dan PJB non sianotik (tidak biru). PJB sianotik biasanya memiliki kelainan struktur jantung yang lebih kompleks dan hanya dapat ditangani dengan tindakan bedah.

. tidak sianosis. Pemeriksaan fisik.‡ ASD----.Atrium Septal Defeks. Terjadi abnormalitas antara kedua atrium (membuka).pertumbuhan jarang terganggu. Ada pulsasi pada sela iga ke 2-3 linea parasternalis kiri. kadang BB naiknya lebih lambat. palpitasi. kesan umum baik. jarang menimbulkan gejala. tanyakan adanya apnea saat aktivitas. karena tekanan atrium kiri tinggi darah mengalir ke atrium kanan yg tekanannya lebih rendah. mereka berkembang ke gagal jantung kongestif dengan karakteristik : murmur. anak biasanya kelihatan langsing. Manifestasi klinis. Anamnesis. kecenderungan infeksi jalan nafas (batuk-batuk kronis).

jarang terlihat atau teraba getaran(trill) pada dada. Jika shunt besar dada kiri cembung. Bersihan jalan nafas. 2. Resiko peningkatan suhu. batang arteri pulmonalis membesar. . Pemenuhan nutrisi.‡ ‡ ‡ ‡ 1. Radiologi. ventrikel dan atrium kanan membesar. EKG. 3. 4. tanda-tanda penting yaitu : corak pembuluh darah bertambah. Masalah Keperawatan : Resiko kelelahan. Ada gambaran hipertropi ventrikel kanan. Kadang-kadang suara jantung kedua teraba.

.

pada vsd kecil EKG normal. pada VSD besar dgn hypertensi pulmonal permanen. lamalama kapiler paru sklerosis. vsd sedang & besar gambaran EKG adanya hypertrofi ventrikel dan atrium kiri. atau hipertrofi biventrikular dan hipertrofi atriumkiri.makin besar defek makin banyak darah masuk ke arteri pulmonalis dan akan menaikan tekanan kapiler paru. ‡ Terdapat lubang (defect ).‡ VSD ± Ventrcular Septal Defect . pada sekat antara ventrikel kanan dan kiri.EKG-nya hypertrofi ventrikel kanan murni. ‡ EKG. mengakibatkan naiknya tahanan yang permanen.darah dari ventrikel kanan didorong ke art.Perbedaan tekanan ventrikel kiri dan ventrikel kanan besar sehingga darah mengalir deras dari ventrikel kiri ke ventrikel kanan sehingga menimbulkan bising. . Mula-mula masih reversibel. Pulmonalis.

Pembesaran batang art. d. Resiko defisit pertumbuhan (BB lambat naik).‡ ‡ 1. 3. hipertrofi biventrikuler dgn variasi dari ringan sampai sedang. 4. Bersihan jalan nafas(batuk kronis). Radiologi. . vsd sedang & besar akan menunjukan : a.pulmonalis sehingga tonjolan pulmonal prominen. vsd kecil besar jantung normal.c.b. ada corakan pembuluh darah yg berlebih. Masalah Keperawatan : Intoleransi aktifitas (mudah lelah). pembesaran atrium kiri. 2. 5. Resiko sianosis. 6. Resiko peningkatan suhu (infeksi selaput jantung). Pemenuhan nutrisi (resiko anemia).

.

batuk-batuk pnemonia. teraba nadi dgn amplitudo yg lebar. ‡ Pemeriksaan fisik. takipnea.‡ PDA--.Patent Duktus Arteriosus (Botali). anoreksia. bila tahanan paru meningkat. terdengar bising kontinu terkeras pada sela iga 2 linea parasternalis kiri. terjadi hipertropi ventrikel kanan kadang atrium kanan. ‡ Adanya kelainan(lubang) maka darah dari ventrikel kiri menuju aorta. adanya jari tabuh. . melalui duktus(shunt) menuju arteri pulmonalis. ‡ EKG. duktus kecil ekg normal.penyebab terbesar dianggap prematuritas akibat tidak menutupnya duktus arteriosus. dada mencembung sesuai pembesaran jantung. mudah lelah. ‡ Etiologi. pertumbuhan terhambat. sehingga terjadi aliran kiri ke kanan.

4. Resiko peningkatan suhu (infeksi). Masalah Keperawatan. Defisit pertumbuhan dan perkembangan. 5. 3.‡ 1. Pemenuhan nutrisi (anoreksia). 2. Bersihan jalan nafas (batuk-kronis). . Pemenuhan oksigen (takipnea).

antara 50-100mm Hg. Jika stenosis pulmonal ringan isi semenit ventrikel kanan tdk berkurang.‡ ‡ ‡ 1. ventrikel ka. sampai 50 mm Hg Tk. Terdapat suatu obstruksi anatomis pada jalan keluar ventrikel kanan dan karenanya ada perbedaan tekanan antara arteri pulmonalis dgn ventrikel kanan. Tingkatan berat-ringan penyakit. Stenosis pulmonal. tetapi saat melakukan pekerjaan isi semenit ventrikel berkurang untuk mengatasinya otot-otot ventrikel kanan mengalami hypertrofi.Bila tekanan ventrikel kanan > 200 mm Hg akan menyebabkan gagal jantung kanan usia muda. Tk III (berat) Tek ventkl ka. lebih dari 100 mm Hg. Tingkat I(ringan) tek. . 3. II (sedang) tek ventkl Ka. 2.

2.‡ ‡ 1. Pada palpasi jantung. 4. Pemeriksaan fisik. Intoleransi aktivitas.pada stenosis berat anak sering adanya keluhan sianosis. 3. teraba bahwa ventrikel kanan agak terangkat. Pemenuhan Oksigen Nyeri Pemenuhan Nutrisi. sianosis akibat dari adanya shunt dari kiri ke kanan melalui foramen ovale. .takipnea. pembesaran hepar. sedangkan takipnea dan pembesaran hepar akibat dari gagal jantung. dan teraba getaran( thrill ) pada sela iga 2 linea parasternalis kiri. Masalah Keperawatan.

isi semenit darah yg masuk melalui katup aorta pada wkt istirahat biasanya tdk bekurang. tetapi makin berat stenosis. Obstruksi dapat terleta sebelum katup ( stenosis suvalvular ). ‡ Pada kelainan ini darah yg masuk ke aorta mendapat tahana dari katup atau penyempitan pada sebelum atau sesudah katup.‡ Stenosis Aorta. makin kecil isi semenit sehingga otot-otot ventrikel kiri kerja keras dan mengalami hypertrofi. dan sesudah katup ( stenosis supra valvular ). . pada katup ( stenosis valvular ). Tahanan ini akan menyebabkan kenaikan tekanan ventrikel kiri. ‡ Suatu kelainan sebagai obstruksi pada jalan keluar ventrikel kiri dan ada perbedaan tekanan antara ventrikel kiri dan aorta.

malas olah raga. Kurangi aktifitas yg melelahkan. terdengar bising. pada stenosis yg berat. Pemeriksaan Fisik. . sinkop (jarang pada anak) anak mudah lelah. tiba-tiba pucat. merasa sakit daerah perut atau prekordia. Pemenuhan nutrisi. Pemenuhan istirahat Pemenuhan oksigen.‡ ‡ 1. Masalah Keperawatan. 3. dispnea. 2. 4.

1. ‡ Pemeriksaan fisik. campuran dari ketiga diatas. juga terdengar bising sistolik padasela iga 2-3 linea parasternalis kiri. keempat vena bermuara pd belakang atrium kiri. 3. Infrakardial. bising diastolik pada sela iga ke 4linea medioklavikularis akibat darah berlebih pd katup trikuspiadalis. ‡ Kesalahan muara semua vena pulmonalis. Kardial. .pada auskultasi terdengar suara ke dua mendua.‡ Penyakit Jantung Bawaan Sianosis. kadang teraba thrill sistolik. Suprakardial. adanya sianosis.v polm menuju sinuskoronarius. atau langsung ke atrium kanan.v v polm bermuara pada vena tunggal kmdn menembus diafragma menuju vena portae/duktus venosus/vena kava inferior/ vena hepatika. 2. suatu muara abnormal dari vena-vena pulmonalis ke vena sistemik. yg semestinya ke atrium kiri.4.v. Campuran.

dgn gagal jantung segera obati dgn . 3.digitalis. 2.diuretik dll. Jika tak ada perbaikan lakukan kateterisasi. Pemenuan oksigen Pemenuhan istirahat. Terapi. Pemenuhan nutrisi . Masalah Keperawatan.‡ ‡ 1.

Secara klinis dibagi sesuai derajat kelainan. Tidak sianosis kerja normal. Selalu digambarkan dgn 4 kelainan yaitu. ada jari tabuh. hipoksia timbul usia 18 bl saat anak bangun tidur. bila kerja fisik sianosis bertambah. Sianosis dan dispnea ada saat istirahat. c. Sianosis timbul saat kerja. ‡ Tetralogi of Fallot. 3. kemampuan kerja kurang. c. dispnea. Pemeriksaan Fisik. Sianosis timbul saat istirahat.a.b. atau saat menangis tambah jelas sianosis.‡ ‡ ‡ 1. Anak dispnea dan pucat. 2. kuku berbentuk gelas arloji. stenosis pulmonal.dekstroposisi ( overriding) aorta pada sekat ventrikel.Hipertrofi ventrikel kanan. 4. Pend.Kehilangan kesadaran agak lama seperti mau meninggal.apnea kadang kaku. Defek sekat ventrikel (VSD). . sesudah makan.

jari berbentuk trommel (jari tabuh ). 7. Pemenuhan istirahat. jika berjalan sekitar 20-50 m. Sianosis terlihat terutama pd kulit. bising sistolik dan bising diastolik. Pemenuhan oksigen. 2. mukosa.sering teraba suara ke 2. . 6. Intoleransi aktivitas. Bising ada dua. 3. Anak yg sudah dpt berjalan sering menunjukan gejala jonkok( squatting ) . Cemas. 4. Masalah Keperawatan. Persiapan operatif. Nyeri ( perasaan tercekik ) Pemenuhan nutrisi. 5.‡ ‡ 1.

.

Tetralogy of Fallot yaitu suatu keadaan terdapatnya 4 kelainan struktur jantung yaitu : ‡ Ventricular septal defect ‡ Pulmonary stenosis ‡ Overriding aorta ‡ Hypertrophy (enlargement) of the right ventricle. .

Stenosis Pulmonal .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful