BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah Dewasa ini perkembangan dunia teknologi sudah sangatlah pesat. Sehingga dibutuhkan suatu kemampuan dalam menyeimbangkan perkembangan tersebut. Tidak hanya perkembangan dunia teknologi komunikasi dan informasi, teknologi dalam bidang elektronika sebagai faktor utama yang mendukung teknologi dapat mengalami perkembangan hanya dalam

beberapa bulan saja, khususnya perangkat elektronik yang bersifat analog maupun digital. Mahasiswa Universitas Gunadarma mendapat suatu materi praktek dalam bidang elektronika . Hal ini merupakan salah satu cara dalam menyeimbangkan perkembangan teknologi tersebut. Materi praktek yang diajarkan didalam Laboratorium Elektronika Dasar, mengarahkan dan rekan-rekan atau mahasiswa untuk suatu dapat membuat, yang

membimbing

mengembangkan

bahkan

merancang

rangkaian

bermultiguna. Pembuatan alat ini, mulai dari menggambar rangkaian dengan skema secara elektronik dan kemudian dirangkai menjadi suatu rangkaian yang dapat digunakan. Untuk alat yang dipilih oleh penyusun adalah PENGUSIR NYAMUK. Dalam pembuatan pengusir nyamuk ini terdapat beberapa kendala yang harus dihadapi, seperti ; perancangan layout yang diambil dari skema elektronika yang nantinya akan digambar pada papan PCB. Penggunaan jumper juga sangat diperhatikan. Kendala selanjutnya adalah memindahkan atau

mengambar layout tersebut pada papan PCB. Setelah itu adalah pelarutan papan PCB tersebut. Papan PCB yang digunakan adalah papan PCB polos atau papan PCB yang belum dipakai dan tidak ada gambar rangkaian pada bagian tembaganya. Pembuatan rangkaian pada PCB dapat digunakan dengan menggunakan spidol atau menggunakan rugos yang berbantuk garis. Keberhasilan dalam pembuatan alat ini tergantung dari rangkaian yang telah menjadi jalur tembaga yang ada pada papan PCB tersebut.

1

2 Untuk Makalah yang diambil oleh penyusun yang berjudul Suara Jangkrik Tiruan, mengharapkan dapat terobatinya rasa rindu akan suara keindahan alam yang selama ini semakin menghilang, seiring dengan makin pesatnya kemajuan zaman, tehnologi dan industri dan apalagi jika kita berada di Ibu Kota yang semakin penuh sesak dengan populasi manusia dan polusi udara.

1.2 Pembatasan Makalah Untuk lebih mempersempit pembahasan dalam hal pembuatan Suara Jangkrik Tiruan ini, maka pembahasan akan dibatasi pada analisa rangkaian secara blok diagram maupun analisa rangkaian.

1.3 Tujuan Penulisan Pembuatan Suara Jangkrik Tiruan dicapai ini mempunyai tujuan yang hendak

yaitu mengaplikasikan dan mempraktekkan teori-teori yang telah

didapat, sehingga dapat menjadi suatu pemahaman tentang cara kerja suatu rangkaian elektronika agar dapat dimanfaatkan dan dikembangkan untuk merancang suatu alat yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. dan selain itu juga mengharapkan dapat terobatinya rasa rindu akan suara alam yang semakin waktu semakin menghilang seiring perkembangan zaman.

1.4 Metode Penulisan Dalam penyusunan makalah ini, digunakan metode studi pustaka (Library Research). Dalam metode ini, penyusun berusaha mencari literatur-literatur yang berkaitan dengan rangkaian Suara Jangkrik Tiruan tersebut, sehingga penyusun dalam penulisan tidak menyimpang dari rangkaian Suara Jangrik Tiruan tersebut. Maka literatur-literatur tersebut dijadikan pedoman dalam

penyusunan makalah ini. 1.5 Sistematika penulisan Pada penyusunan makalah ini dibagi menjadi beberapa bab yang akan berisikan mengenai lingkup dari setiap bab. Secara garis besar, makalah ini dibagi menjadi 5(lima) bab sebagai berikut:

3 BAB I : PENDAHULUAN Dalam bab ini dituliskan mengenai latar belakang masalah, pembatasan makalah, tujuan dari penulisan makalah, metode penulisan yang dipergunakan dalam penyusunan makalah dan juga tentang sistematika penulisan.

BAB II

: LANDASAN TEORI Dalam bab ini berisi tentang teori-teori dasar mengenai komponen yang dipergunakan dalam rangkaian Suara Jangkrik Tiruan.

BAB III

: ANALISA RANGKAIAN Bab ini akan menyajikan tentang analisa-analisa rangkaian Suara Jangkrik Tiuran tersebut. Analisa yang akan disajikan akan berbentuk analisa rangkaian secara blok diagram maupun analisa rangkaian secara detail.

BAB IV

: CARA PENGOPERASIAN ALAT Bab ini akan mengulas mengenai cara-cara pengoperasian pengusir nyamuk tersebut. Dalam mengaktifkan ataupun dalam melihat output yang dihasilkan oleh alat tersebut.

BAB V

: PENUTUP Bab ini berisikan tentang kesimpulan dari makalah ini dan saran terhadap penyusun berkaiatan dengan hasil penyelesaian

pembuatan pengusir nyamuk ini.

kita harus mengetahui dahulu apa yang dimaksud dengan elektronika.1 Pengertian Elektronika Sebelum membahas komponen dan rangkaian yang terdapat dalam elektronika.2. 4.2 Teori Elektron Pada bagian ini akan membahas mengenai molekul-molekul atom dan elektron. misalnya sinar X (1895). radioaktif (1896). 3. Pengertian mengenai struktur atom berguna untuk menjelaskan gayagaya diantara atom yang akhirnya mengarah pada pembentukan molekul. Dalam senyawa kimia. rekaman suara. Pada akhir tahun 1800-an. 2. televisi. alat-alat ukur. teori atom Dalton tumbang oleh sederetan penemuan mutakhir. radar. Atom tidak dapat dipecah lagi menjadi baian-bagian yang lebih kecil.1 Partikel Penyusun Atom Menurut teori atom Dalton yang dikembangkan selama periode 1803-1808 didasarkan atas tiga asumsi pokok: 1. 2. Semua atom dari unsur mempunyai massa (berat) dan sifat yang sama. perkakas kedokteran dan lain alat-alat yang memakai tabung radio (tabung elektronik) atau piranti semi-penghantar. komputer. dan aliran elektron dalam piranti 2. elektron (1897) dan 4 . Cakupan bidang elektronika cukup luas ulai radio. Elektronika ialah ilmu yang mempelajari sifat-sifat dan prinsip kerja piranti (device = alat) yang asas kerjanya terdapat aliran elektron dalam ruang hampa semi-penghantar. atom-atom dari unsur yang berlainan melakukan ikatan dengan perbandingan numerik sederhana. Dalam sub bab ini akan mempelajari struktur listrik atom yang diartikan sebagai : dimana elektron dalam suatu atom paling mungkin ditemukan. Menurut kamus besar bahasa Indonesia elektro merupakan kata majemuk yang mengenai atau dikenai dengan tenaga listrik. sistem pengaturan dalam industri.BAB II LANDASAN TEORI 2. Tiap unsur kimia tersusun atas partikel terkecil yang disebut atom.

kelompok ini disebut juga elektron valensi. akan terjadi bunga api dari satu kawat ke kawat lain. Sinar katode bila membentur gelas atau benda tertentu akan mengeluarkan cahaya sehingga dapat disimpulkan bahwa sinar katode terdiri atas partikelpartikel. Kemudian pada empat belas elektron yang mengelilingi inti pecah menjadi tiga kelompok. Sifat sinar katode tidak dipengaruhi oleh bahan elektrode (besi.2 Teori Elektron Penelitian mengenai bangun atom antara lain didasarkan pada eksperimen yang dilakukan dengan tabung (kaca) hampa atau tabung sinar katode. 2. Thomson. dll). Bila ujung kawat ditaruh dalam tabung hampa akan terlihat adanya bara hijau kekuningan dari arah katode. “ Jika kawat diberi potensial listrik yang tinggi kemudian didekatkan. platina. Sinar ini disebut sinar katode. Kelompok kedua merupakan kelompok yang letaknya jauh dari inti terdiri dari empat elektron. Studi atas gejala-gejala tersebut menunjukan bahwa atom merupakan merupakan struktur rumit yang dibangun oleh partikel-partikel penyusun atom. Kemudian sifat-sifat ini disimpulkan sebagai berikut : 1. 4. Atom yang terdapat pada silikon terdiri dari inti atom dan 14 elektron yang berputar menelilingi inti.5 radium(1898). Kelompok pertama adalah kelompok yang letaknya dekat dengan inti terdiri dari dua elektron. Elektron yang terletak dalam kulit . Dari kelima sifat tersebut disimpulkan bahwa sinar katode terdiri dari partikel-partikel yang bermuatan negatif dan diberi nama elektron oleh JJ.dan dilambangkan dengan -1e0. Kemudian dikemukakan istilah e. Sinar katode berjalan dalam garis lurus 3. Sir William Crookes merancang suatu tabung hampa yang merupakan penyempurnaan dari tabung sinar katode yang disebut tabung Crookes. 2. Sinar katode dipancarkan oleh katode dalam sebuah tabung hampa bila dilewati arus listrik. Sinar katode dibelokkan oleh medan listrik dan magnet ke arah partikel yang bermuatan negatif. sedangkan kelompok ketiga memiliki 8 elektron yang letak diantara kedua kelompok tersebut. 5.2.

seperti: resistor. oleh sebab itu elektron-elektron yang berada pada kulit terluar ini paling mudah lepas dari inti. Karenanya daya hantar listrik bahan silikon dan germanium tak sebaik logam tetapi lebih baik dari isolator. Komponen pasif adalah komponen elektronika yang dalam pengoperasiannya tidak memerlukan arus atau tegangan tersendiri. Pada gerakkan elektron tersebut terjadi peristiwa tarik menarik antara muatan positif dengan muatan negatif elektron. kapasitor. Elektron ini akan berputar pada bagian luar zat semi-penghantar tersebut dan dinamakan elektron bebas.3. Jumlah elektron bebas suatu zat akan dapat menentukan sifat kelistrikkannya. Dan apabila jumlah elektronnya sedikit maka zat tersebut tidak akan memiliki daya hantar listrik yang yang baik atau akan bersifat isolator. LDR dan transistor. . maka dapat dinyatakan bahwa silikon dan germanium memiliki sifat semikonduktor. Silikon dan Germanium digunakan untuk membuat komponenkomponen zat padat (solid state) seperti integrated Circuit (IC) sedangkan bahan carbon yang utama digunakan untuk membuat komponen tahanan (resistor) dan potensiometer. komponen elektronik terbagi menjadi dua jenis yaitu komponen pasif dan komponen aktif. Dimana tenaga ini disebabkan karena elektron bergerak yang menimbulkan energi kinetis dan energi potensial yang disebabkan karena letak elektron dalam medan listrik inti atom.6 yang dekat dengan inti adalah memiliki tenaga yang terbesar. Bila elektron ini terlepas maka ia akan bergerak bebas. Elektron yang berada pada kulit terluar memiliki nilai yang paling kecil. dioda. Sedangkan komponen aktif adalah komponen elektronika yang dalam pengoperasiannya memerlukan sumber tegangan atau arus tersendiri. Teori Komponen Didalam elektronika. 2. Contoh komponen-komponen pasif ialah resistor. Dalam makalah ini hanya akan membahas komponen elektronika pasif dan aktif yang digunakan dalam rangkaian Lampu Kamar Gelap. Contohnya adalah transistor dan rangkaian terpadu (intergrated circuit). induktor. dan transformator. Bila dalam jumlah besar seperti dalam logam maka akan menghasilkan daya hantar listriknya baik atau disebut sebagai konduktor.

Sebuah hambatan biasanya terlihat seperti silinder kecil dengan kawat pada tengah-tengah kedua ujungnya. Untuk pita ke-empat merupakan nilai toleransi dari tahanan tersebut. Resistor Simbol untuk tahanan diperlihatkan pada gambar diatas.3. Resistor ini diberi simbol R dan juga sering disebut weerstand (bahasa Belanda). Tanpa pita keempat Perak Emas  20%  10%  5% .Hambatan ini memiliki dua jenis yang berbeda. sedangkan hambatan yang tidak tetap dikenal dengan Potensiometer dan Trimpot Hambatan tetap Hambatan tetap atau disebut juga resistor digunakan untuk penghambat listrik dalam rangkaian-rangkaian elektronika. Nilai toleransi adalah nilai tahanan yang masih diperbolehkan melewatkan arus. Pita yang ketiga adalah pengali. Dibawah ini terdapat tabel nilai dari setiap warna yang ada pada resistor beserta dengan nilai toleransinya. Tahanan ini berbentuk tabung kecil mempunyai empat pita warna yang melingkarinya. Hasilnya adalah harga dari komponen tersebut. Pada gambar diatas juga memperlihatkan susunan pita warna yang melingkari tahanan.7 2. Gbr 1. Harga tahanannya dinyatakan dengan suatu sistem kode warna. yang pertama jenis hambatan tetap dan hambatan tidak tetap. Dua angka pertama dikalikan dengan angka yang dinyatakan oleh pita ketiga.1 Resistor Semua proyek elektronik akan menggunakan komponen yang satu ini sebagai tahanan atau hambatan yang mungkin digunakan lebih banyak dari pada komponen elektronika lainnya. Dua pita pertama menyatakan dua angka pertama dari harga tahanan. Hambatan tetap dikenal dengan resistor.

1 Nama satuan Ohm dapat disingkat dengan huruf Yunani Omega ( ). Ada juga tahanan yang mempunyai pita . Harga ini diperoleh sebagai berikut : seperti pada tabel di atas. Pita keempat berwarna emas dan menyatakan toleransi 5%. Kita mendapatkan angka 27 yang selanjutnya harus dikalikan dengan pita ketiga. Jadi nilai komponen ini adalah 47 x 10000 = 270000 Ohm. Jadi tahanan yang mempunyai pita Merah. Kode Warna Pita pada Resistor Warna Hitam Coklat Merah Orange Kuning Hijau Biru Violet Abu-abu Putih Emas nilai warna jika digunakan pada pita pertama atau kedua 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Tidak digunakan nilai warna jika digunakan pada pita Ketiga 1 10 100 1000 10000 100000 1000000 Tidak digunakan Tidak digunakan Tidak digunakan 0. Tidak ada tahanan mempunyai harga tepat seperti dinyatakan. pita violet menunjukkan angka kedua adalah 7.8 Coklat  1% Tabel 1. Sedangkan harga sesungguhnya berada dalam selang kurang atau lebih 5% dari harga nominal di atas. Tanda toleransi memberikan harga-harga batasannya. Kuning dan Emas mempunyai nilai tahanan sebesar 270000 Ohm. yaitu Kuning dan menyatakan dengan angka 10000. Dimana pita pertama akan berwarna merah muda untuk menyatakan bahwa tahanan ini dari jenis stabilitas tinggi. Violet. Kadang-kadang juga tahanan dijumpai yang mempunyai pita kelima. Satuan hambatan ini diberi nama Ohm sesuai dengan nama seorang ahli Fisika Jerman yang telah menyingkap “Hukum Ohm”. Pita Merah menunjukkan bahwa angka pertama adalah 2.

Tahanan dengan nilai serendah ini jarang digunakan. misalkan B10K dan B50K.01. Simbol Trimpot : . potensiometer. a. pita ini menunjukkan angka perkalian sebesar 0. Berdasarkan nilai tahanannya potensiometer dibedakan menjadi:  Potensio Linier : Bila kontak geser digerakkan atau diputar nilai tahanannya akan berubah sesuai perhitungan linier. Trimpot Resistor yang nilai resistansinya dapat diubah-ubah dengan cara memutar poros dengan menggunakan obeng. Hambatan Tidak Tetap (Variabel) Hambatan tidak tetap ini memiliki fungsi yang sama dengan hambatan tetap atau resistor. Simbolnya juga hampir sama dengan resistor tetapi terdapat kaki ketiga. Seperti pada gambar dibawah ini. tetapi yang palig banyak digunakan ialah trimpot dan potensiometer.Potensiometer b. Hambatan tidak tetap ini jenisnya : hambatan geser. tetapi nilai hambatannya atau resistansinya dapat diubahubah. Untuk mengetahui nilai hambatannya dapat dilihat dai angka yang tercantum pada badan trimpot tersebut. Potensiometer Resistor yang nilai resistansinya dapat diubah-ubah dengan memutar poros yang tersedia.9 ketiga berwarna perak. Untuk potensiometer jenis ini memiliki tanda A. Biasanya potensiometer jenis ini memiliki tanda B. Kerena potensiometer ini merupakan hambatan tak tetap. Potensiometer pada dasarnya sama dengan trimpot secara fungsional. trimpot.2. Gbr.  Potensio Logaritmis : Bila kontak digeser atau diputar nilai tahanannya berubah sesuai dengan perhitungan logaritma. maka pada komponennya juga terdapat bagian yang dapat diputar atau digerakkan.

Setiap kali elektron berdifusi melalui juction.3. maka hole lenyap dan elektron pita konduksi menjadi elektron valensi. Pada gambar (a) terlihat bahwa tidak ada luar dikenakan kepadanya berarti dioda tersebut adalah dioda tanpa bias. ia akan merupakan pembawa minoritas. Sisi p mempunyai banyak hole dan sisi n banyak elektron pita konduksi. Beberapa berdifusi melewati junction. Jika elektron masuk kedaerah p . Trimpot 2. Daerah dimana tipe-p dan tipe-n bertemu disebut dengan junction dan dioda junction adalah nama lain dari dari kristal pn. Dengan banyaknya hole disekitarnya.10 Gbr 3. Dioda Dioda Tanpa Bias Gambar (a) menunjukan dioda juction. Kata dioda adalah pemendekan dari dua elektroda dimana di berarti dua.2 Dioda Dioda merupakan suatu komponen elektronika yang hanya dapat menghantar arus listrik atau tegangan satu arah saja. segera memasuki daerah p . pembawa minoritas ini mempunyai umur hidup singkat. Elektron pada sisi n cenderung berdifusi atau menyebar kesegala arah. elektron akan jatuh ke dalam hole. Gbr 4. Jika ini terjadi. ia akan .

Pembentukan dipole berarti satu elektron pita konduksi dan satu hole telah dikeluarkan dari sirkulasi. adanya medan diantara ion adalah ekivalen dengan perbedaan potensial disebut potensial barier. . potensial barier kira-kira sama dengan 0. Jika terbentuk sejumlah pole. Gambar (b) menunjukan ion-ion ini pada masingmasing sisi junction.11 menciptakan sepasang ion. karena jika elektron pita konduksi itu bergerak menuju junction. Kekuatan medan bertambah dengan berpindahnya tiap elektron sampai akhirnya medan menghentikan difusi elektron yang melewati junction.7 Volt untuk dioda silikon. daerah dekat junction dikosongkan dari muatan-muatan yang bergerak. Dalam gambar (b). Kita sebut daerah yang kosong muatan ini dengan lapisan pengosongan (depletion layer).Atom bermuatan positif kemudian menarik elektron kedalam kristal dari terminal sumber negatif. ujung kanan kristal menjadi positif sedikit. Jika elektron memasuki lapisan pengosongan. Forward Bias Arus mengalir dengan mudah dalam rangkaian gambar (a). Anak panah menunjukan arah gaya pada muatan positif.3 Volt untuk dioda germanium dan 0. Potensial Barier Tiap dipole mempunyai medan listrik gambar (c). Pada 25 derajat celcius. medan mencoba mendorong elektron kembali kedaerah n . Untuk pendekatan pertama. Tanda positif berlingkaran menandakan ion positif dan tanda negatif berlingkaran menunjukan ion negatif. kita dapat membayangkan bahwa semua elektron pita konduksi melakukan penggabungan ketika mereka mencapai junction. Ini terjadi karena elektron pada ujung kanan kristal bergerak menuju junction dan meninggalkan atom yang bermuatan positif dibelakang. Setiap pasang ion positif dan negatif disebut dipole. Ion tetap dalam struktur kristal karena ikatan kovalen dan tidak dapat berkeliling seperti elektron pita konduksi ataupun hole.

Arus transisi ini dapat menjadi nol setelah lapisan . Dan semakin besar lapisan pengosongan. Semakin lebar lapisan pengosongan maka semakin besar pula reverse bias yang dihasilkan. polaritas sumber dc akan dipasang terbalik dimana anoda akan mendapat arus negatif sedangkan katoda mendapatkan arus positif. searah dengan arah melebar dan lapisan pengosongan. Jadi dapat disimpulkan bahwa pada saat elektron mengalir. Pada saat yang bersamaan. Oleh sebab itu lapisan pengosongan menjadi melebar. Reverse Bias Pada dioda dengan reverse bias ini. ketika segerombolan besar elektron pada dalam daerah n bergerak menuju juntion. makin besar perbedaan potensial. Dengancara ini aliran elektron akan terus-menerus mengalir dari terminal negatif menuju junction. Sifat dioda pada keadaan berubah menjadi saklar tertutup. arus mengalir dalam rangkaian luar ketika lapisan pengosongan sedang disesuaikan lebarnya yang baru.12 Elektron akan menngalir ke ujung kanan kristal. Hal ini menandakan bahwa elektron sedang mengalir dari terminal negatif sumber kedalam ujung kiri kristal. Lapisan pengosongan berhenti bertambah jika perbedaan potensial sama dengan tegangan reverse yang diberikan. elektron sedang meninggalkan ujung kanan kristal dan mengalir kedalam terminal positif sumber. Hole dan elektron bergarak menuju ujung-ujung kristal (menjauhi junction). Sementara lapisan pengosongan sedang disesuaikan lebarnya. Oleh sebab itu. arus listrik juga mengalir pada dioda forward bias ini. Elektron yang melarikan diri meninggalkan ion positif dan hole yang pergi meninggalkan ion negatif. Pada dioda yang bersifat reverse bias ini tidak dapat menghantarkan arus. hole dan elektron menjauhi junction. Ujung kiri dari grup yang bergerak ini lenyap ketika mengenai junction (elektron jatuh kedalam hole). karena medan yang dihasikan dari luar.

sehingga jika menumbuk atom akan terjadi elektron bebas. Suatu penyearah dengan pengaturan tegangan. (3) Kemampuan daya (lesapan daya maksimum). medan listrik yang tinggi dalam daerah pengosongan menyebabkan elektron pada ikatan kovalen lepas menjadi elektron bebas.13 pengosongan berhenti melebar. dan di bawah 6 V koefisien suhu negatif. Koefisien suhu minimum terjadi pada Zener 6 V untuk arus 40 mA. atau untuk isyarat ac kecil. Pada mekanisme yang terakhir ini tegangan dadal bertambah jika suhu naik. Tanpa pengaturan. Umunya arus transisi berakhir hanya dalam beberapa nano-detik saja. penurunan tegangan keluaran oleh arus beban terjadi karena . 2.3. Dioda Zener dibuat agar mempunyai tegangan dadal (disebut tegangan Zener) pada nilai tertentu antara 3 V dan 100 V. Dioda ini digunakan untuk pengaturan tegangan. Begitu pula hambatan isyarat kecil r z yang menyatakan kebalikan kemiringan lengkung ciri dioda Zener pada keadaan dadal juga berubah dengan tegangan Zener. Pada mekanisme ini tegangan dadal (PIV) berkurang dengan naiknya suhu. mempunyai tegangan keluaran yang tetap jika diberi beban arus dalam batas tertentu. Parameter dioda Zener Beberapa parameter dioda Zener yang penting adalah : (1) Tegangan dadal. Mekanisme kedua yaitu dadal Townsend. (4) Hambatan isyarat kecil rz. agar sumber tegangan searah tak berubah tegangan keluarannya jika diambil arusnya (dibebani) dalam batasbatas tertentu. yaitu hambatan Zener terhadap perubahan tegangan kecil. Pada keadaan Zener. Dioda ini banyak digunakan untuk pembatas tegangan.3 Dioda Zener Dioda Zener adalah dioda yang bekerja pada daerah breakdown atau pada daerah kerja reverse bias. Tegangan dadal dapat diatur dengan mengubah konsentrasi donor dan akseptor. terjadi karena elektron bebas mendapat percepatan cukup tinggi. (2) Koefisien suhu (perubahan tegangan Zener terhadap suhu). Dioda Zener dengan tegangan Zener di atas 6 V mempunyai koefisien suhu positif.

karena terpisah oleh bahan dielektrik yang non-konduktif. Muatan positif tidak dapat mengalir menuju ujung kutub negatif dan sebaliknya muatan negatif tidak bisa menuju ke ujung kutub positif. kapasitor terisi hingga beda potensial antara kedua terminalnya sama dengan tegangan baterai. Kapasitor ditemukan oleh Michael Faraday (1791-1867). Pada arus beban yang besar terjadi jatuh tegangan pada hambatan-dalam ini sehingga tegangan keluaran berkurang. maka muatan-muatan positif akan mengumpul pada salah satu kaki (elektroda) metalnya dan pada saat yang sama muatan-muatan negatif terkumpul pada ujung metal yang satu lagi. Jika baterai dicabut. 2. Satuan kapasitor disebut Farad (F). dengan cara mengumpulkan ketidakseimbangan internal dari muatan listrik. keramik. Jika kedua ujung plat metal diberi tegangan listrik. Kapasitor Kapasitor (Kondensator) yang dalam rangkaian elektronika dilambangkan dengan huruf “C” adalah suatu alat yang dapat menyimpan energi / muatan listrik di dalam medan listrik. gelas dan lain-lain. terkecuali bila sebuah konduktor . Bila kapasitor dihubungkan ke baterai.3.14 penyearah mempunyai hambatan-dalam yang terdiri dari hambatan gulungan transformator dan hambatan-dalam dioda. Satu Farad = 9 x 1011 cm 2 yang artinya luas permukaan kepingan tersebut. Bahan-bahan dielektrik yang umum dikenal misalnya udara vakum.4. Struktur sebuah kapasitor terbuat dari 2 buah plat metal yang dipisahkan oleh suatu bahan dielektrik. Muatan elektrik ini tersimpan selama tidak ada konduksi pada ujung-ujung kakinya. muatan-muatan listrik akan habis dalam waktu yang sangat lama.

satuan farad adalah sangat besar sekali. Dalam praktek pembuatan kapasitor. jarak (t) antara kedua plat metal (tebal dielektrik) dan konstanta (k) bahan dielektrik.discharging. nF dan pF. 1 Farad = 1. Proses yang terjadi pada kapasitor ini dapat disebut sebagai proses charging .000. Kemudian Michael Faraday membuat postulat bahwa sebuah kapasitor akan memiliki kapasitansi sebesar 1 farad jika dengan tegangan 1 volt dapat memuat muatan elektron sebanyak 1 coulombs. Di alam bebas.000 µF (mikro Farad) 1 µF = 1. Dengan rumus dapat di tulis sebagai berikut : C = (8.25 x 1018 elektron. kapasitansi dihitung dengan mengetahui luas area plat metal (A).15 dihubungkan pada kedua terminal kapasitor. Umumnya kapasitor yang ada di pasaran memiliki satuan : µF.000 pF (piko Farad) .85 x 10-12) (k A/t) Berikut adalah tabel contoh konstanta (k) dari beberapa bahan dielektrik yang disederhanakan : Untuk rangkaian elektronik praktis. Kapasitansi didefinisikan sebagai kemampuan dari suatu kapasitor untuk dapat menampung muatan elektron.000. Coulombs pada abad 18 menghitung bahwa 1 coulomb = 6.000 pF (piko Farad) 1 µF = 1.000 nF (nano Farad) 1 nF = 1. phenomena kapasitor terjadi pada saat terkumpulnya muatan-muatan positif dan negatif di awan..

Misalnya 0. Kapasitor / kondensator diidentikkan mempunyai dua kaki dan dua kutub yaitu positif dan negatif serta memiliki cairan elektrolit dan biasanya berbentuk tabung. tidak mempunyai kutub positif atau negatif pada kakinya. atau contoh lain 0.047µF dapat juga dibaca sebagai 47nF. . kebanyakan berbentuk bulat pipih berwarna coklat.1nF sama dengan 100pF. hijau dan lainnya seperti tablet atau kancing baju.16 1 pF = 1.000 µµF (mikro-mikro Farad) 1 µF = 10-6 F 1 nF = 10-9 F 1 pF = 10-12 F Konversi satuan penting diketahui untuk memudahkan membaca besaran sebuah kapasitor. merah. Sedangkan jenis yang satunya lagi kebanyakan nilai kapasitasnya lebih rendah.

berturut-turut 1 = 10. Contoh kapasitor polar adalah Electrolit Condenser (Elco). Lengkap dengan nilai tegangan maksimum dan polaritasnya. nilai kapasitansi umumnya ditulis dengan angka yang jelas. angka pertama dan kedua menunjukkan nilai nominal. Kondensator tetap (nilai kapasitasnya tetap / tidak dapat diubah) Kapasitor tetap dibagi menjadi kapasitor berkutub atau polar dan kapasitor non polar. Faktor pengali sesuai dengan angka nominalnya. 5 = 100. Kondensator variabel (nilai kapasitasnya dapat diubah – ubah) Yang termasuk kapasitor tidak tetap adalah varco (kapasitansi dapat diubah dengan menggunakan obeng) dan trimmer (kapasitansi diubah dengan memutar pada porosnya). Pada kapasitor yang berukuran besar. Sebagai contoh. 4 = 10.000. Jika ada 3 digit. sedangkan angka ke-3 adalah faktor pengali. Untuk kapasitor polyester nilai kapasitansinya bisa diketahui berdasarkan warna seperti pada resistor. 3 = 1.000 dan seterusnya. b. satuannya adalah pF (pico farads).000. Jika hanya ada dua angka. Misalnya pada kapasitor elco dengan jelas tertulis kapasitansinya sebesar 100µF25v yang artinya kapasitor/ kondensator tersebut memiliki nilai kapasitansi 100 µF dengan tegangan kerja maksimal yang diperbolehkan sebesar 25 volt. . kapasitor yang bertuliskan dua angka 47. maka kapasitansi kapasitor tersebut adalah 47 pF. Kapasitor yang ukuran fisiknya kecil biasanya hanya bertuliskan 2 (dua) atau 3 (tiga) angka saja.17 Wujud dan Macam Kondensator Berdasarkan kegunaannya kondensator di bagi menjadi : a. Kapasitor non – polar tidak mempunyai kutub sehingga tidak menjadi masalah apabila dipasang terbalik. 2 = 100.

18 Seperti komponen lainnya. Pada tabel 2.3 diperlihatkan nilai toleransi dengan kode-kode angka atau huruf tertentu. Dengan tabel tersebut pemakai dapat dengan mudah mengetahui . besar kapasitansi nominal ada toleransinya.

Sekaligus diketahui o juga bahwa o suhu kerja yang direkomendasikan adalah antara -55C sampai +125C . maka kapasitansinya adalah 100nF dengan toleransi +/-15%. Fungsi Kapasitor Fungsi penggunaan kapasitor dalam suatu rangkaian : a. Rangkaian kapasitor secara seri akan mengakibatkan nilai kapasitansi total semakin kecil. Tegangan kerja adalah tegangan maksimum yang diijinkan sehingga kapasitor masih dapat bekerja dengan baik. Sedangkan temperatur kerja yaitu batasan temperatur dimana kapasitor masih bisa bekerja dengan optimal. Untuk menghemat daya listrik pada lampu neon e. Sebagai kopling antara rangkaian yang satu dengan rangkaian yang lain (pada PS = Power Supply) b. Sebagai pembangkit frekuensi dalam rangkaian antenna d. Sebagai filter dalam rangkaian PS c. Dari penjelasan di atas bisa diketahui bahwa karakteristik kapasitor selain kapasitansi juga tak kalah pentingnya yaitu tegangan kerja dan temperatur kerja.19 toleransi kapasitor yang biasanya tertera menyertai nilai nominal kapasitor. maka kapasitor tersebut mempunyai suhu kerja yang direkomendasikan antara 55Co sampai +125Co. Rangkaian kapasitor secara paralel akan mengakibatkan nilai kapasitansi pengganti semakin besar. Menghilangkan bouncing (loncatan api) bila dipasang pada saklar . maka tegangan yang bisa diberikan tidak boleh melebihi 25 volt dc. Biasanya spesifikasi karakteristik ini disajikan oleh pabrik pembuat di dalam datasheet. Misalnya jika pada kapasitor tertulis X7R. Misalnya jika tertulis 104 X7R. Umumnya kapasitor-kapasitor polar bekerja pada tegangan DC dan kapasitor non-polar bekerja pada tegangan AC. Misalnya kapasitor 10uF25V.

polyprophylene. MKM. tergantung dari bahan dielektriknya. yaitu kapasitor electrostatic. Lapisan oksidasi ini terbentuk melalui proses elektrolisa. Umumnya kapasitor yang termasuk kelompok ini adalah kapasitor polar dengan tanda + dan . Untuk lebih sederhana dapat dibagi menjadi 3 bagian. alumunium. titanium. polystyrene. Elektroda metal yang dicelup ke dalam larutan elektrolit (sodium borate) lalu diberi tegangan positif (anoda) dan larutan electrolit diberi tegangan negatif (katoda). Keramik dan mika adalah bahan yang populer serta murah untuk membuat kapasitor yang kapasitansinya kecil. Kapasitor Electrostatic Kapasitor electrostatic adalah kelompok kapasitor yang dibuat dengan bahan dielektrik dari keramik. film dan mika. zirconium dan seng (zinc) permukaannya dapat dioksidasi sehingga membentuk lapisan metal-oksida (oxide film). polycarbonate. yang biasanya untuk aplikasi rangkaian yang berkenaan dengan frekuensi tinggi. metalized paper dan lainnya. seperti pada proses penyepuhan emas. Telah lama diketahui beberapa metal seperti tantalum. Tersedia dari besaran pF sampai beberapa µF. Oksigen pada larutan electrolyte terlepas dan mengoksidasi permukaan . Kapasitor ini memiliki polaritas karena proses pembuatannya menggunakan elektrolisa sehingga terbentuk kutub positif anoda dan kutub negatif katoda. electrolytic dan electrochemical. Umumnya kapasitor kelompok ini adalah non-polar. Mylar.di badannya. Kapasitor Electrolytic Kelompok kapasitor electrolytic terdiri dari kapasitor-kapasitor yang bahan dielektriknya adalah lapisan metal-oksida. niobium. a.20 Tipe Kapasitor Kapasitor terdiri dari beberapa tipe. b. Termasuk kelompok bahan dielektrik film adalah bahan-bahan material seperti polyester (polyethylene terephthalate atau dikenal dengan sebutan mylar). magnesium. MKT adalah beberapa contoh sebutan merek dagang untuk kapasitor dengan bahan-bahan dielektrik film.

melainkan bahan lain yaitu manganesedioksida. Bahan yang paling banyak dan murah adalah aluminium. Pada kenyataannya battery dan accu adalah kapasitor yang sangat baik. Kapasitor tipe ini juga memiliki arus bocor yang sangat kecil Jadi dapat dipahami mengapa kapasitor Tantalum menjadi relatif mahal. c. 4700uF dan lain-lain. Disebut electrolyte padat. yang sering juga disebut kapasitor elco. Untuk mendapatkan permukaan yang luas. lapisan-metal-oksida dan electrolyte (katoda) membentuk kapasitor. 470uF. jika digunakan alumunium. Dengan demikian berturut-turut plat metal (anoda). Dengan demikian kapasitor jenis ini bisa memiliki kapasitansi yang besar namun menjadi lebih ramping dan mungil. Termasuk kapasitor jenis ini adalah battery dan accu. Dalam hal ini lapisan-metal-oksida sebagai dielektrik. misalnya untuk aplikasi mobil elektrik dan telepon selular. Sehingga dengan cara itu dapat diperoleh kapasitor yang kapasitansinya besar. umumnya bahan metal yang banyak digunakan adalah alumunium dan tantalum. Tipe kapasitor jenis ini juga masih dalam pengembangan untuk mendapatkan kapasitansi yang besar namun kecil dan ringan. Sebagai contoh 100uF. Dari rumus umum diketahui besar kapasitansi berbanding terbalik dengan tebal dielektrik. sehingga dengan demikian dapat dibuat kapasitor yang kapasitansinya cukup besar. karena memiliki kapasitansi yang besar dan arus bocor (leakage current) yang sangat kecil. Bahan electrolyte pada kapasitor tantalum ada yang cair tetapi ada juga yang padat. maka waktu kerjanya (lifetime) menjadi lebih tahan lama. . tetapi sebenarnya bukan larutan electrolit yang menjadi elektroda negatif-nya. bahan plat Aluminium ini biasanya digulung radial. Karena alasan ekonomis dan praktis. maka akan terbentuk lapisan Alumunium-oksida (Al2O3) pada permukaannya. Contohnya. Selain itu karena seluruhnya padat. Kapasitor Electrochemical Satu jenis kapasitor lain adalah kapasitor electrochemical.21 plat metal. Lapisan metal-oksida ini sangat tipis.

5 IC CD4047B Mampu beroperasi baik dalam modus monostable atau astabil. Hal ini membutuhkan kapasitor eksternal (antara pin 1 dan 3) dan sebuah resistor eksternal (antara pin 2 dan 3) untuk menentukan lebar pulsa output dalam modus monostable. Tingkat tinggi Lay out IC CD4047B . Astabil operasi diaktifkan oleh tingkat tinggi pada input astabil atau tingkat rendah pada masukan astabil.3.21 2. Monostable operasi diperoleh saat perangkat ini dipicu oleh transisi rendah ke tinggi pada masukan pemicu atau transisi tinggi-tolow pada input b memicu. Frekuensi A dua kali bahwa Q tersedia di Output Oscillator. Frekuensi output (pada siklus kerja 50%) pada output Q dan Q ditentukan oleh komponen waktu. dan frekuensi output dalam mode astabil. Perangkat ini dapat retriggered dengan menerapkan transisi rendah ke tinggi secara simultan untuk baik pemicu dan retrigger masukan. sebuah siklus kerja 50% tidak dijamin.

6 Buzer Buzzer akan memberikan keluaran dari rangkaian berupa suara dengungan pada rangkaian yang beroperasi. sedangkan speaker bisa mengeluarkan suara dari kecil sampai suara yang besar.3. simbol Buzzer 2. Buzzer juga merupakan salah satu alat yang dapat membangkitkan suara apabila diberi tegangan. sebagai sirkuit pemutus dan penyambung (switching).23 2. Gambar 8. Tegangan atau arus yang dipasang di satu terminalnya mengatur arus yang lebih besar yang melalui 2 terminal .7 Transistor Transistor adalah alat semikonduktor yang dipakai sebagai penguat. stabilisasi tegangan.3. Transistor through-hole (dibandingkan dengan pita ukur sentimeter) Pada umumnya. dimana berdasarkan arus inputnya (BJT) atau tegangan inputnya (FET). transistor memiliki 3 terminal. memungkinkan pengaliran listrik yang sangat akurat dari sirkuit sumber listriknya. tetapi buzzer ini hanya dapat mengeluarkan suara yang kecil dan melengking saja. Transistor dapat berfungsi semacam kran listrik. modulasi sinyal atau sebagai fungsi lainnya. sama halnya dengan speaker.

Dalam rangkaian-rangkaian digital. Transistor memiliki 3 terminal dan biasanya dibuat dari bahan silikon atau germanium. sumber listrik stabil. transistor digunakan dalam amplifier (penguat).24 lainnya.basis. Transistor BJT mempunyai tiga kaki utama yaitu : Emiter (E). Secara garis besar ada 2 macam transistor yaitu : BJT (Bipolar Junction Transistor) dan FET (Field Effect Transistor). sebuah transistor seperti dua buah dioda yang saling bertolak belakang yaitu dioda emitter . Beberapa transistor juga dapat dirangkai sedemikian rupa sehingga berfungsi sebagai logic gate. dan penguat sinyal radio. baik NPN maupun PNP. atau disingkat dengan dioda kolektor. Dalam rangkaian analog. Kaki transistor ini dapat dikombinasikan menjadi jenis NP-N atau P-N-P. Penguatan dapat diambil dengan berbagai cara dengan menggunakan transistor. memori. Karena itu. Dari transistor dapat dibuat rangkaian penguat atau amplifier. colector (C) dan base (B).basis. . yaitu antara emitter dan basis dan antara kolektor dan basis. Transistor memiliki dua sambungan. Transistor dalam dunia elektronika. Transistor adalah komponen yang sangat penting dalam dunia elektronik modern. Transistor bipolar biasanya digunakan sebagai saklar elektronik dan penguat pada rangkaian elektronika digital. Berikut ini merupakan gambar dan simbol dari transistor. atau disingkat dengan emitter dioda dan dioda kolektor . transistor digunakan sebagai saklar berkecepatan tinggi. Rangkaian analog melingkupi pengeras suara. dan komponen-komponen lainnya.

dan daerah breakdown. Karakteristik output daripada transistor adalah : Sebuah transistor memiliki empat daerah operasi yang berbeda yaitu daerah aktif. Jika transistor digunakan sebagai penguat. Karakteristik input daripada transistor adalah sebagai berikut : Bagian emittor-basis dari transistor merupakan dioda.  Pada transistor PNP. Dan pemberian tegangan positif dari basis ke emittor ini akan membuat transistor mati ( OFF ). Saat tegangan dioda emittor-basis lebih kecil dari potensial barriernya. pemberian tegangan negatif dari basis ke emittor ini akan menyalakan transistor ( ON ). . Jika transistor digunakan pada rangkaian digital. pemberian tegangan positif dari basis ke emittor. sinyal inputnya adalah 1 atau 0 ini selalu dipakai pada basis transistor. transistor biasanya beroperasi pada daerah saturasi dan cutoff. arus basis (Ib) akan naik secara cepat. Aturan / prosedur transistor sebagai berikut:  Pada transistor NPN. Pemberian tegangan negatif atau 0 V dari basis ke emittor menyebabkan hubungan collector dan emittor terbuka. yang disebut transistor mati ( OFF ). Daerah breakdown biasanya dihindari karena resiko transistor menjadi hancur terlalu besar. yang menyebabkan menyebabkan transistor aktif ( ON ). transistor bekerja pada daerah aktif. maka arus basis (Ib) akan kecil. yang mana collector dan emittor sebagai penghubung untuk pemutus ( short ) atau sebagai pembuka rangkaian. daerah cutoff. hubungan collector ke emittor terhubung singkat. daerah saturasi. maka apabila dioda emittor-basis dibias maju maka kita mengharapkan akan melihat grafik arus terhadap tegangan dioda biasa.25 Pada rangkaian elektronik. Ketika tegangan dioda melebihi potensial barriernya.

INPUT BLOK POWER TRANSISTOR PROSES Blok ic 4047 KAPASITOR OUTPUT Gbr 11.BAB III ANALISA RANGKAIAN 3. Rangkaian ini didasarkan pada teori bahwa serangga seperti nyamuk dapat ditolak dengan menggunakan frekuensi suara dalam kisaran (di atas 20kHz) ultrasonik. Rangkaian ini tidak lain hanyalah sebuah PLL IC CMOS 4047 kabel sebagai osilator bekerja di 22KHz. Sebuah penguat simetri pelengkap yang terdiri dari empat transistor digunakan untuk memperkuat suara. Speaker bel Piezo mengubah output dari penguat suara ultrasonik yang dapat didengar oleh serangga.1 Analisa rangkaian secara diagram Ini adalah diagram rangkaian dari repeller nyamuk ultrasonik (pengusi yamuk). Blok diagram rangkaian pengusir nyamuk 26 .

Transistor transistor digunakan untuk memperkuat suara atau Sebuah penguat simetri 2. Blok ic Blok ic berfungsi untuk membuat rangkaian astable melalui (pin 5 dan 4 ic) dan monostable melaui (pin 6 dan 8 ic) yang sebagai osilator bekerja di 22KHz 1. potensiometer berfungsi untuk mengatur banyaknya tegangan yang masuk dan mempengaruhi besar kecilnya volume dari buzzer b. kapasitor kapasitor eksternal (antara pin 1 dan 3) untuk menentukan lebar pulsa output dalam modus monostable komplementer c. Sebuah penguat simetri pelengkap yang terdiri dari empat transistor digunakan untuk memperkuat suara. Melalui buzzer 3. Rangkaian ini tidak lain hanyalah sebuah PLL IC CMOS 4047 kabel sebagai osilator bekerja di 22KHz. output output dari penguat suara ultrasonik yang dapat didengar oleh serangga.27 a. dan Ground. Speaker bel Piezo . dan potensiometer (R) juga berperan karena ikut mempengaruhi output yang dihasilkan. Power memberikan tegangan pada seluruh blok. Proses Proses dalam pembuatan alat ini dibagi menjadi 3 bagian yaitu : 1. Rangkaian ini didasarkan pada teori bahwa serangga seperti nyamuk dapat ditolak dengan menggunakan frekuensi suara dalam kisaran (di atas 20kHz) ultrasonik. Input Input pada rangkaian ini adalah power atau catu daya 12V.2 Analisa rangkaian secara detail Ini adalah diagram rangkaian dari repeller nyamuk ultrasonik (pengusi yamuk).

potensio dalam rangkaian ini berfungsi sebagai pengatur tegangan yang masuk yang nantinya berpengaruh pada volume yang di keluarkan oleh buzzer . Rangkaian pengusir nyamuk Catu daya 12 V. Gbr 16.28 mengubah output dari penguat suara ultrasonik yang dapat didengar oleh serangga. dan ground sebagai power mensuplai tegangan kesetiap komponen yang ada.

Astabil operasi diaktifkan oleh tingkat tinggi pada input astabil atau tingkat rendah pada masukan astabil. Frekuensi output (pada siklus kerja 50%) pada output Q dan Q ditentukan oleh komponen waktu. Frekuensi A dua kali bahwa Q tersedia di Output Oscillator. Hal ini membutuhkan kapasitor eksternal (antara pin 1 dan 3) dan sebuah resistor eksternal (antara pin 2 dan 3) untuk menentukan lebar pulsa output dalam modus monostable. Tingkat tinggi . sebuah siklus kerja 50% tidak dijamin.23 skematik dan cara kerja rangkaian pengusir nyamuk IC CD4047B bekerja dalam modus monostable atau astabil. dan frekuensi output dalam mode astabil. Perangkat ini dapat retriggered dengan menerapkan transisi rendah ke tinggi secara simultan untuk baik pemicu dan retrigger masukan. Monostable operasi diperoleh saat perangkat ini dipicu oleh transisi rendah ke tinggi pada masukan pemicu atau transisi tinggi-tolow pada input b memicu.

9. pastikan semua letak komponen telah di bor semua. 10. bersihkan terlebih dahulu PCB. 7. (lihat daftar komponen yang digunakan). Persiapkan terlebih dahulu keseluruhan dari alat yang digunakan. Setelah selesai dilarutkan. dan spidol permanent yang nanti digunakan pada saat membuat jalur pada PCB. pastikan semua jalur-jalur yang sudah digambar tercetak tebal. Persiapkan gambar rangkaian. Periksa terlebih dahulukeseluruhan dari komponen yang digunakan. Mulailah meletakkan rangkaian kedalam box akrilik yang sudah disediakan. PCB. agar pada saat dilarutkan tidak mudah putus dan periksa secara teliti apakah ada jalur yang saling bersentuhan. yaitu : 1. 2. Mulailah melarutkan ke dalam larutan ferrochlorida. Setelah selesai meletakkan komponen sesuai dengan letaknya. Buzzer. 5. 11. komponen dan kabel sudah terhubung dengan baik dan benar. Apabila sudah tersolder semua pada kaki-kaki komponennya. 4.BAB IV CARA PENGOPERASIAN ALAT Pada bab ini penulis ingin menguraikan sedikit tentang dan bagaimana cara membuat alat ini hingga bisa menghasilkan output yang baik kemudian bagaimana cara menguji alat tersebut Langkah-langkah dalam pembuatannya. 6. Setelah selesai semua pastikan kembali. mulailah dengan memanaskan solder. 12. Mulailah dengan pengeboran sesuai dengan tata letak komponennya. 3. sekarang mulailah dengan meletakkan komponen-komponen diatas PCB yang telah di bor. pastikan komponen dalam kondisi yang baik. Rangkaian siap untuk di uji coba. 30 . (lihat gambar rangkaian) 8. sekarang mulailah dengan menghubungkan rangkaian dengan kabel. Setelah selesai membuat jalur pada PCB. kemudian melakukan penyolderan pada kakikaki komponen yang telah terpasang. dan untuk sakelar. sesuai dengan letaknya.

2. Kabel jumper untuk menghubungkan catu daya dengan rangkaian 3. Rangkaian pengusir nyamuk ini adalah rangkaian elektronika yang akan bekerja secara aktif. Dalam mengoperasikan rangkaian pengusir nyamuk ini diperlukan beberapa alat pendukung seperti: 1. sebaiknya diperiksa terlebih dahulu apakah ada jalur yang terhubung singkat atau tidak 4. baik mulai dari cara merancang hingga terbentuknya suatu alat yang nantinya dapat digunakan. potensiometer untuk .31 Demikianlah langkah-langkah yang dilakukan penulis dalam pembuatan pengusir nyamuk . Atur mendapatkan intensitas suara yang lebih keras. Alat ukur listrik seperti multitester dan testpen 5. Dll. Setelah itu Piezo Buzzer sebagai alat penampil keluaran akan pada memperlihatkan hasil rangkaian tersebut. Sebelum rangkaian diberikan tegangan. atau Bateray yang memiliki tegangan cara pengoperasian Aktifkan catu daya dan atur tegangan sesuai dengan tegangan yang dibutuhkan untuk rangkaian Hubungkan catu daya dengan rangkaian pengusir nyamuk Hubungkan kabel + 12V dengan pada rangkaian dengan kabel + 12V power supply dan hubungkan kabel ground rangkaian ke ground power supply Kemudian hidupkan catu daya dan atur potensiometer. Catu daya atau power supply sebesar 9 Volt.

dianjurkan menggunakan spidol permanen 0. Untuk mendapatkan hasil yang lebih sempurna penulis menyampaikan beberapa saran penting yang perlu diperhatikan antara lain:  Untuk membuat jalur pada PCB. yaitu Dalam pembuatan suatu alat elektronika tidak selalu memuaskan bagi setiap penggunanya. Yang tidak di sukai oleh nyamuk. pastikan jalur-jalur terhubung semua.1 Kesimpulan Dari bab-bab sebelumnya. dan frekuensi suara dalam kisaran (di atas 20kHz) ultrasonik. Dan hasil output dari IC4047 akan di teruskan ke potensio.Kemudian hasil arus tersebut akan ditampilkan oleh Piezo Buzzer.1 32 . oleh Potensio yang bertindak sebagai pengantur besar kecilnya arus yang masuk ke rangkaian dan arus yang mengalir akan melalui penguat simetri pelengkap yang terdiri dari empat transistor digunakan untuk memperkuat suara. maka penyusun ingin mengemukakan beberapa saran yang diharapkan dapat berguna bagi rekanrekan maupun bagi diri penyusun sendiri untuk lebih memperbaiki yang telah ada sebelumnya. Dimana arus potensiometer tersebut akan mempengaruhi arus yang akan diubah menjadi pulsa atau clock oleh IC4047.2 Saran Berdasarkan hal-hal yang terkandung didalam kesimpulan. Dengan 4047 ini merupakan suatu rangkaian sederhana yang dapat dimodifikasi untuk menghasilkan tampilan BUZER dapat mengeluarkan dan dapat diatur besar kecilnya pengguna / pemakai. suara yang diinginkan oleh si 5.. maka penyusun dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut: Rangkaian pengusir nyamuk masuk setelah mendapat resistansi dari ini bekerja dengan arus yang potensiometer.BAB V PENUTUP 5. Dan tidak ada yang saling bersentuhan. sehingga dapat menghasilkan suara yang dapat diatur intensitas besar kecil suaranya .

Pemilihan komponen serta penyusun juga perlu memperhatikan kesesuaian dengan komponen lain. karena IC lebih sensitif dibandingkan dengan komponen yang lainnya. agar dihasilkan output yang diinginkan. . karena ditakutkan tidak akan tercapai output yang dihasilkan. agar menghindari kondisi komponen yang rusak akibat pemasangan dan panas yang ditimbulkan oleh panas pada saat penyolderan. dengan cara lain kita harus menyediakan komponen cadangan.    Gunakan soket untuk peletakkan IC agar tidak mudah patah. Apabila kita memerlukan sensitifitas rangkaian yang lebih cepat pada saat mulai bekerja. harus ada yang diturunkan agar nilai resistansinya lebih kecil. Karena ketidaktepatan pemilihan komponen terkadang membuat keluaran tidak tepat juga. Kondisi komponen yang rusak menyebabkan rangkaian tidak bekerja secara maksimal. Agar rangkaian dapat bekerja secara maksimal. maka komponen pada rangkaian. selain alat maka kondisi dari alat yang digunakan juga perlu .33   Gunakan buzzer yang memiliki tegangan yang lebih tinggi agar mengeluarkan output suara yang tinggi. Sebaiknya alat ini jangan diberikan nilai yang bukan sebenarnya dari nilai yang tertera pada rangkaian Suara Jangkrik Tiruan. Gunakan IC CMOS 4047 sebagai komponen terpenting yang dipakai dalam rangkaian pengusir nyamuk ini. satu komponen yang mengalami kerusakan akan menyebabkan komponen yang lainnya juga mengalami hal yang sama. Yang perlu diperhatikan dari merangkai alat ini adalah pada saat melakukan penyolderan pada IC. dan rangkaian dapat bekerja dalam beberapa detik. Demikianlah sekiranya kesimpulan dan saran. pada saat kita memasang pada PCB. yang diberikan agar dapat digunakan dalam menjadi sumber atau panduan dalam membuat pengusir nyamuk maupun alat – alat elektronika yang lain.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful