JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

Vol 1 No 1 Desember 2012

KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA RI BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA BALAI BESAR PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA MEDAN

JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
Vol 1 No 1 Desember 2012

KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA RI BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA BALAI BESAR PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA MEDAN

JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
Vol 1 No 1 Desember 2012

Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) adalah jurnal ilmiah, dengan visi menjadi media informasi dan komunikasi bagi pengembangan ilmu pengetahuan serta sebagai rekomendasi dalam penyusunan kebijakan pemerintah di bidang TIK

Pengarah Kepala Badan Litbang SDM Kementerian Kominfo Aizirman Djusan, M. Econ Penanggungjawab Kepala BBPPKI Medan Drs. Waladdin Siagian Ketua Dewan Redaksi Erisva Hakiki Purwaningsih, M.Kom Anggota Dewan Redaksi Dr. Gustianingsih, M. Hum Dr. Esther S.M. Nababan, M. Sc Jarudo Damanik, S.Kom Meilinia Diakonia Br. Ginting, S. Kom Ketua Redaksi Pelaksana Marudur Pandapotan Damanik, ST Anggota Redaksi Pelaksana Moh. Muttaqin, ST Maulia Jayantina Islami, S. Kom, MT Oktolina Simatupang, S. Sos Sekretaris Dewan Redaksi Vita Pusvita, ST Erwin Antonius Manurung, ST Peer Reviewer/Mitra Bestari Prof. Dr. Muhammad Zarlis, M. Sc Prof. Dr. Opim Salim Sitompul, M. Sc Dr. Poltak Sihombing, M.Kom Dr. Erna Budhiarti Nababan, MIT

Sekretariat Redaksi Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika Medan Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Komunikasi dan Informatika Jl. Tombak, No. 31 Medan, Sumatera Utara – Telp/Fax. (061) 6639817
2

Email: jtik.kominfo@gmail.com

PENGANTAR REDAKSI
Puji dan Syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa atas terbitnya Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika (BBPPKI) Medan untuk pertama kali, Volume I Nomor I Desember 2012. Sesuai rencana program BBPPKI Medan, Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi akan terbit dua (2) kali dalam setahun secara periodik dengan tujuan mempublikasikan ideide dan temuan para peneliti Komunikasi dan Informatika yang telah tertuang dalam bentuk tulisan sehingga mampu memberikan pencerahan, perspektif dan ekspektasi tentang pentingnya Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam membangun masyarakat informasi. Hasil-hasil penelitian tersebut diharapkan mampu memberikan pertimbangan dan solusi yang dibutuhkan oleh para stakeholder untuk mengambil keputusan dan pembuatan kebijakan. Oleh karena itu, kepada semua pihak, khususnya peneliti, akademisi, praktisi teknologi informasi dan komunikasi, diharapkan dapat berpartisipasi menyumbangkan ide dan pemikiran yang telah tertuang dalam bentuk tulisan ilmiah, terutama hasil penelitian bidang komunikasi dan informatika. Pada edisi perdana ini kami menerbitkan enam (6) tulisan, yaitu “Kompetensi Pengelola dalam Mengatasi Permasalahan Teknis pada Pusat Layanan Informasi Kecamatan”. Dalam tulisan ini, Marudur Pandapotan Damanik menjelaskan bahwa kompetensi teknis pengelola PLIK di bidang TIK masih dirasa belum cukup memadai dan masih perlu untuk ditingkatkan. Hal ini didasarkan pada unit kompetensi yang terdapat pada SKKNI bidang Computer Technical Support. Selanjutnya Vita Pusvita menulis tentang “Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan Pusat Layanan Internet Kecamatan di Kota Banda Aceh” dan menjelaskan bahwa Parameter QoS berupa throughput, delay, packet loss dan jitter tidak dapat dipisahkan antara yang satu dan lainnya dalam menentukan suatu kualitas layanan jaringan. Jika salah satu parameter termasuk dalam kategori kurang baik maka hal ini dapat menurunkan kualitas layanan jaringan secara keseluruhan. Wicaksono Febrianto menulis “Perancangan Knowledge Management System Berorientasi Proses Bisnis (Studi Kasus Balai Diklat Metrologi Kementerian Perdagangan)”. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara umum semua proses bisnis belum mengoptimalkan semua komponen yang terdapat dalam framework pemodelan knowledge process dari Strohmaier yang dimodifikasi menggunakan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara No.12 tahun 2011 mengenai Pedoman Penataaan Tatalaksana (business process). Jarudo Damanik menulis tentang “Kajian Implementasi Watchguard Firebox Seri 125e Sebagai Penyaring Konten pada Jaringan Kantor Pemerintah Kota Batam”. Penyaring konten yang dipakai di Kantor Pemerintah Kota Batam adalah firebox seri 125e yang memiliki keunggulan melakukan blok terhadap konten sebuah website secara menyeluruh. Pendeteksian virus, worm maupun gerakan yang mengarah pada tindakan berupa hack dapat berjalan secara maksimal melalui perangkat ini. Tasmil melakukan kajian Wireless Intrusion Detection System untuk mendeteksi serangan Denial of Service terhadap jaringan wireless. Dalam penerapan, metode WIDS menggunakan tools Snort-Wireless yang berjalan pada sistem
Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012

3

Semoga tulisan ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan bagi pembaca sekalian. Paket serangan kemudian dideteksi sebagai sebuah serangan Denial of Service melalui hasil monitoring paket jaringan. Salam. Moh. Temuan penelitian menunjukkan kecepatan download PC client PLIK hanya setengah kecepatan download PC client warnet. Sistem tersebut diuji dengan serangan Denial of Service menggunakan tools Engage Packet Builder. Muttaqin melakukan Pengujian yang menghasilkan nilai-nilai kecepatan berupa angka yang dikonversikan dalam satuan Mega bit per second (Mbps) dan telah dituangkan dalam tulisan “Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet PC Client Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) dengan Warnet di Kota Banda Aceh”. sementara kecepatan upload PLIK dan warnet tidak terpaut jauh. Tasmil menjelaskan penelitiannya dalam tulisan “Perfomansi Wireless Intrusion Detection System (WIDS) Berbasis Snort untuk Mendeteksi Serangan Denial of Service”.operasi Linux. Redaksi Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 4 .

Muttaqin Pedoman Penulisan Naskah 3 4 5 11 25 37 51 59 67 81 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 5 .DAFTAR ISI Pengantar Redaksi Daftar Isi Lembar Abstrak Kompetensi Pengelola dalam Mengatasi Permasalahan Teknis pada Pusat Layanan Internet Kecamatan Marudur Pandapotan Damanik Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan Pusat Layanan Internet Kecamatan di Kota Banda Aceh Vita Pusvita Perancangan Knowledge Management System Berorientasi Proses Bisnis (Studi Kasus Balai Diklat Metrologi Kementerian Perdagangan) Wicaksono Febriantoro Kajian Implementasi Watchguard Firebox Seri 125e Sebagai Penyaring Konten pada Jaringan Kantor Pemerintah Kota Batam Jarudo Damanik Perfomansi Wireless Intrusion Detection System (WIDS) Berbasis Snort untuk Mendeteksi Serangan Denial of Service Tasmil Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet PC Client Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) dengan Warnet di Kota Banda Aceh Moh.

Likewise. SDM. Kata Kunci: Kompetensi. because there are 4 PLIKs that cannot be utilized. disamping melakukan observasi dan studi literatur. they are also considered lack of skills in dealing with technical issues. PLIK. This study also perform some observations and literature review. Permasalahan teknis MANAGEMENT’S COMPETENCIES OVERCOMING TECHNICAL ISSUES SUBDISTRICT INTERNET CENTER IN ON This study aimed to describe how management’s competencies play role in overcoming technical issues on the subdistrict internet center (PLIK) in Pontianak District. Marudur P. dimana umumnya pengelola hanya mampu menggunakan komputer dan aplikasi secara umum. Another finding that quite significant is about the PLIK implementation that is not as expected. and the illegal use of proprietary operating system. Temuan lainyang dirasa cukup signifikan adalah implementasi PLIK yang tidak sesuai yang diharapkan. Telecenter. Technical issues Vita Pusvita | BBPPKI Medan JTIK Vol 1 No 1 Desember 2012 ANALISIS TEKNIS KUALITAS LAYANAN JARINGAN PUSAT LAYANAN INTERNET KECAMATAN DI KOTA BANDA ACEH Penelitian ini membahas mengenai analisis teknis kualitas layanan jaringan PLIK di Kota Banda Aceh. Hasil penelitian menemukan bahwa kompetensi teknis pengelola PLIK terasa kurang memadai. West Kalimantan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatifdan dianalisis secara deskriptif. PLIK. The information was collected through field studies by performing in-depth interviews to PLIK managers in 9 locations and also the authorized officer in the department of transportation who responsible for handling telecommunication affairs. Keywords: Competence. sedangkan dalam aspek troubleshooting dan penanganan permasalahan teknis masih sangat kurang. where they are only able to use computer in general and common applications. dimana terdapat 4 (empat) lokasi PLIK yang terbengkalai dan penggunaan sistem operasi non open source pada perangkat komputer. Lembaran abstrak ini boleh dikopi tanpa izin dan biaya. Pengumpulan data dilakukan dengan cara mewawancarai para pengelola di 9 (sembilan) lokasi PLIK dan pihak Dinas Perhubungan. Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) yang didirikan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika kurang mendapat perhatian Lembar Abstrak | Abstract Sheet 6 . It uses qualitative approach and anayzed descriptively. Human resource. Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pontianak.JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI Vol 1 No 1 Desember 2012 Kata kunci yang dicantumkan adalah istilah bebas. Telecenter. The result shows that the technical knowledge and proficiency of the managers are still inadequate. Damanik | BBPPKI Medan JTIK Vol 1 No 1 Desember 2012 KOMPETENSI PENGELOLA DALAM MENGATASI PERMASALAHAN TEKNIS PADA PUSAT LAYANAN INTERNET KECAMATAN Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana kompetensi pengelola Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) dalam mengatasi permasalahan teknis yang terjadi pada PLIK di Kabupaten Pontianak Provinsi Kalimantan Barat.

Based on the measurement. damaged and turned into a commercial internet cafe. and Lheung Bata. The QoS parameters consists of throughput. Syah Kuala. Therefore. delay and packet loss by using Wireshark is measured in this research. In this regard. PLIK Syiah Kuala dan Baiturrahman memenuhi semua standar parameter QoS. Salah satu faktor yang mempengaruhi minat masyarakat secara teknis adalah kualitas layanan jaringan yang disediakan. Kualitas Layanan. Result of Lembar Abstrak | Abstract Sheet measurement are numbers that describe Quality of Service. Banda Aceh is recognized as one of the cities in Indonesia at the fore front of adopting information and technology developments. rusak dan berubah menjadi warnet komersial. This research uses descriptive method with quantitative approach. PLIK Baiturrahman and Syiah Kuala have met all the standards of QoS parameters. Banda Aceh is expected to adopt PLIK well. Hasil analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa secara umum semua proses bisnis belum mengoptimalkan semua komponen dari knowledge creation sampai dengan knowledge application. Berkaitan dengan hal ini Banda Aceh diakui menjadi salah satu kota di Indonesia yang terdepan dalam mengadopsi perkembangan teknologi dan informasi. Hasil pengukuran berupa angka-angka yang menggambarkan kualitas layanan jaringan. Selain itu dihasilkan juga rancangan arsitektur KMS dan Information Technology (IT Tools) sebagai knowledge infrastructure pendukungnya. Proses bisnis yang menjadi studi kasus pada penelitian ini yaitu proses bisnis Widya Iswara (WI) di Balai Diklat Metrologi Kementerian Perdagangan.masyarakat sehingga banyak yang terbengkalai. while in PLIK Lheung Bata. particularly the internet. Quality of Service. dan Lheung Bata. khususnya internet. 7 proses bisnis belum lengkap teridentifikasi knowledge processnya. delay dan packet loss dengan menggunakan Wireshark. jitter. one of the factors that affect the public interest is Quality of service (QoS) that is provided. sedangkan pada PLIK Lheung Bata. Kata Kunci: PLIK. Keywords: Sub-District Internet Service Center. Oleh karena itu. Syiah Kuala. In Banda Aceh. Proses baru ini sebagian besar ada pada knowledge transfer dan knowledge application yang telah terdefinisi. so that many of them are neglected. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Hasil perancangan knowledge process yang telah dilengkapi menghasilkan 53 tahapan proses (ada tambahan 19 tahapan proses baru). hasil pengukuran packet loss belum memenuhi standar ITU dan parameter QoS lainnya sudah memenuhi standar. there are only 3 of 11 PLIK that are well operated. Berdasarkan hasil pengukuran. Identifikasi dan Analisis awal menunjukkan dari 10 proses bisnis yang dianalisis. Sub-District Internet Service Center that is built by Ministry of Communication and Information Technology is getting less public attention. jitter. Banda Aceh Wicaksono Febriantoro | Balai Diklat Metrologi JTIK Vol 1 No 1 Desember 2012 PERANCANGAN KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM BERORIENTASI PROSES BISNIS (Studi Kasus Balai Diklat Kementerian Perdagangan) Metrologi Dalam penelitian ini dirancang Knowledge Management System (KMS) berorientasi proses bisnis di dalam lembaga diklat pemerintahan menggunakan tools dan metode pemodelan knowledge process dan perancangan knowledge infrastructure dari Strohmaier. Banda Aceh diharapkan dapat mengadopsi PLIK dengan baik. they are PLIKBaiturrahman. Banda Aceh TECHNICAL ANALYSIS OF SERVICE NETWORK QUALITY IN SUB-DISTRICT INTERNET SERVICE CENTER IN BANDA ACEH This research is about technical analysis of network service quality in SubDistrict Internet Service Center in Banda Aceh. Technically. Di dalam penelitian ini dilakukan pengukuran terhadap parameter-parameter QoS berupa throughput. hanya ada 3 PLIK yang beroperasi yaitu PLIK Baiturrahman. IT Tools yang ada diharapkan dapat mendukung 2 strategi knowledge process yaitu strategi kodifikasi (mengelola pengetahuan yang terdokumentasi) dengan alternatif teknologi pendukung Document/Content Management 7 . the measurement of packet loss has not met the ITU standard yet and the other parameters have met it. Di Kota Banda Aceh. dari 11 PLIK.

Kata Kunci: Penyaring konten. Penyaring konten yang dipakai adalah firebox seri 125e yang memiliki keunggulan melakukan blok terhadap konten sebuah website secara menyeluruh. pendeteksian A STUDY ON THE IMPLEMENTATION OF WATCHGUARD FIREBOX 125e SERIES AS A CONTENT FILTER IN BATAM LOCAL GOVERNMENT’S NETWORK A study on the implementation of the content filtering system has been done in Batam local government’s network. Knowledge Process. Kajian ini diharapkan menjadi masukan Pemerintah Kota Batam untuk menentukan penggunaan konten filtering yang efektif. karena tidak semua konten yang terdapat pada sebuah situs tersebut negatif. Knowledge Management system. Penelitian ini menggunakan metoda kualitatif untuk melihat sejauh mana penggunaan konten filtering dilakukan di Kantor Pemerintahan Kota Batam. The results of the completed knowledge process design showed that there are 53 stages of the process (there are new additional 19 stages of the process). Knowledge Infrastructure. KMS architecture and IT tools as supporting knowledge infrastructure designs are defined. virtual work space application dan discussion group based application. Ministry of Trade Republic of Indonesia) The aim of this study is to desig a business proces-oriented Knowledge Management System (KMS) in government training institutions using the tools and knowledge modeling methods and knowledge infrastructure process design of Strohmaier. Knowledge Process. The IT tools are expected to support two knowledge process strategies : the codification strategy (to manage the documented knowledge) with the supporting IT Tools such as document / content management system in the form of wiki and blog. Knowledge Management 8 System. The further analysis showed that in general. worm maupun gerakan yang mengarah pada tindakan berupa hack dapat berjalan secara maksimal melalui perangkat ini. In this researh we apply qualitative method to see Lembar Abstrak | Abstract Sheet . Lecturer (WI) business process is the main case study for this research. BUSINESS PROCESS ORIENTED KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM DESIGN (Case Study of Metrology Training Centre. Keywords: Business Processes. sehingga proses penyeleksian konten dapat dilakukan secara relevan.berupa Wiki dan Blog. Kata Kunci: Proses Bisnis. Pendeteksian virus. In addition. Disarankan untuk menciptakan sebuah perangkat yang mampu mendeteksi sebuah konten page per page. Knowledge Infrastructure. Jarudo Damanik | BBPPKI Medan JTIK Vol 1 No 1 Desember 2012 KAJIAN IMPLEMENTASI WATCHGUARD FIREBOX SERI 125e SEBAGAI PENYARING KONTEN PADA JARINGAN KANTOR PEMERINTAH KOTA BATAM Kajian implementasi sistem penyaring konten telah dilakukan di Kantor Pemerintah Kota Batam. The content filter used is firebox 125e series which has the adventage to block all of website content. firebox 125e series. blocking all content on the website raises a problem because not all of the website content is negative. Detection of viruses. worms and the movement that led to the action of a hack to run the maximum through this device. However. The new processes are largely on the knowledge transfer and knowledge application that have been defined. all business processes have not been optimized yet to fulfill all the components of knowledge creation to knowledge application. Search Engine/Information Retrieval System dan Expert Locator serta strategi personalisasi (mengelola tacit knowledge) dengan alternatif teknologi pendukung Working Group/Community of Practice Tool. The preliminary identification and analysis showed that 7 of 10 business processes have not been fully identified in terms of their knowledge processes. virtual work space application dan discussion group based application. Namun pemblokiran seluruh konten yang terdapat pada sebuah website memunculkan permasalahan. expert locator and the personalization strategy (to manage the tacit knowledge) with the supporting IT Tools such as working/community of practice tool. search engine / information retrieval system.

detection the Denial of Service attacks by 54 %. Muttaqin | BBPPKI Medan JTIK Vol 1 No 1 Desember 2012 ANALISIS PERBANDINGAN KECEPATAN KONEKSI INTERNET PC CLIENT PUSAT LAYANAN INTERNET KECAMATAN (PLIK) DENGAN WARNET DI KOTA BANDA ACEH Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) merupakan program pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam upaya pemerataan informasi dan memasyarakatkan internet sehat. This study is expected to provide input Batam Local Government to determine effective content filtering. Keywords: Wireless Network. Sistem tersebut diuji dengan serangan Denial of Service menggunakan tools Engage Packet Builder. firebox 125 e series. Hasil penelitian yang telah dilakukan. Metode tersebut dapat menjadi solusi keamanan jaringan nirkabel dari serangan yang setiap saat dapat mengancam. From the study. kecepatan koneksi internet COMPARATIVE ANALYSIS OF PC CLIENT INTERNET CONNECTION SPEED BETWEEN SUB DISTRICT INTERNET ACCESS (PLIK) AND INTERNET CAFE IN BANDA ACEH Sub-District Internet Access (PLIK) is the governmental program conducted by Ministery of Information and Communication Technology (MICT) in order to evenly 9 Tasmil | BBPPKI Makassar JTIK Vol 1 No 1 Desember 2012 PERFOMANSI WIRELESS INTRUSION DETECTION SYSTEM (WIDS) BERBASIS SNORT UNTUK MENDETEKSI SERANGAN DENIAL OF SERVICE Telah dilakukan kajian Wireless Intrusion Detection System untuk mendeteksi serangan Denial of Service terhadap jaringan wireless. metode Wireles Intrusion Detection System mampu mendeteksi serangan Denial of Service dengan performasi 54%. it has been obtained that the Wireless Intrusion Detection System were succeded in detecting Lembar Abstrak | Abstract Sheet . Temuan penelitian menunjukkan kecepatan download PC client PLIK hanya setengah kecepatan download PC client warnet. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbandingan kecepatan koneksi PC client PLIK dengan warnet. Kata Kunci: Pusat Layanan Internet Kecamatan. sedangkan tren perubahan kecepatan pada warnet hanya kembali meningkat di waktu sore setelah menurun di waktu siang. Packet attack was then detected as a denial of service attacks through the monitoring network packets.how far content filtering has been used in Batam Local Government’s Network. Keywords: Content filtering. Pengujian ini menghasilkan nilai-nilai kecepatan berupa angka yang dikonversikan dalam satuan Mega bit per second (Mbps). so the selection process can be carried out relevant content. terutama kalah populer dibandingkan dengan warnet yang memiliki segmentasi konsumen yang sama. Tren perubahan kecepatan koneksi internet pada PLIK terus menurun seiring perjalanan waktu pagi ke sore. It is argued that the method might be suitable for a solution of wireless network security. The system was tested with Denial of Service attacks using tools Engage Packet Builder. PC client. warnet. WIDS. keberlangsungan program PLIK banyak menghadapi kendala. Kenyataannya. The implementation of this method have been performed using snort-wireless tools. sementara kecepatan upload PLIK dan warnet tidak terpaut jauh. Paket serangan kemudian dideteksi sebagai sebuah serangan Denial of Service melalui hasil monitoring paket jaringan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif melalui pengujian kecepatan koneksi menggunakan alat uji kecepatan online. Dalam penerapan metode WIDS menggunakan tools Snort-Wireless yang berjalan pada sistem operasi Linux. It is recomended to create a capable device to detect page per page. Denial of Service PERFORMANCE OF WIRELESS INTRUSION DETECTION SYSTEM BASED SNORT FOR DETECTING DENIAL OF SERVICE ATTACKS Performance of Wireless Intrusion Detection System to detect Denial of Service against wireless network has been studied. Kata kunci: Jaringan nirkabel. WIDS. Denial of Service Moh.

This research aimed to analyze the comparison of PC client connection speed between PLIK and internet cafe. This test shows the connection speed in numeric in Mega bit per second (Mbps). internet cafe. In fact. especially it is less popular compared to internet cafe that has similar consumer segmentation.distribute information and socializing safe internet usage. while internet cafe’s is increased in the afternoon. after decreased at noon. using descriptive method and quantitative approach by testing the connection speed utilizing online tester. Keywords: Sub District Internet Access. The speed changes trend in PLIK’s internet connection speed is decreased steadily from morning to afternoon. internet connection speed 10 Lembar Abstrak | Abstract Sheet . the implementation of PLIK faced many problems. while comparison of the upload speed is not significantly different.The research found that the PLIK’s download speed is only a half of internet cafe’s. PC client.

Hasil penelitian menemukan bahwa kompetensi teknis pengelola PLIK terasa kurang memadai. Keywords: Competence.go. PLIK. Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pontianak. because there are 4 PLIKs that cannot be utilized.JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI Vol 1 No 1 Desember 2012 KOMPETENSI PENGELOLA DALAM MENGATASI PERMASALAHAN TEKNIS PADA PUSAT LAYANAN INTERNET KECAMATAN MANAGEMENT’S COMPETENCIES IN OVERCOMING TECHNICAL ISSUES ON SUBDISTRICT INTERNET CENTER Marudur P. dimana terdapat 4 (empat) lokasi PLIK yang terbengkalai dan penggunaan sistem operasi non open source pada perangkat komputer. Tombak No. This study also perform some observations and literature review. Telecenter. Kata kunci: Kompetensi.d@kominfo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatifdan dianalisis secara deskriptif. Permasalahan teknis ABSTRACT This study aimed to describe how management’s competencies play role in overcoming technical issues on the subdistrict internet center (PLIK) in Pontianak District. where they are only able to use computer in general and common applications. they are also considered lack of skills in dealing with technical issues. Telecenter. | Marudur Pandapotan Damanik 11 . and the illegal use of proprietary operating system.p. Another finding that quite significant is about the PLIK implementation that is not as expected.. The result shows that the technical knowledge and proficiency of the managers are still inadequate. It uses qualitative approach and anayzed descriptively. Technical issues Kompetensi Pengelola Dalam Mengatasi. Likewise.. SDM. Temuan lainyang dirasa cukup signifikan adalah implementasi PLIK yang tidak sesuai yang diharapkan. 31 Medan marudur. West Kalimantan. The information was collected through field studies by performing in-depth interviews to PLIK managers in 9 locations and also the authorized officer in the department of transportation who responsible for handling telecommunication affairs. PLIK. Pengumpulan data dilakukan dengan cara mewawancarai para pengelola di 9 (sembilan) lokasi PLIK dan pihak Dinas Perhubungan. disamping melakukan observasi dan studi literatur. sedangkan dalam aspek troubleshooting dan penanganan permasalahan teknis masih sangat kurang. Human resource. dimana umumnya pengelola hanya mampu menggunakan komputer dan aplikasi secara umum. Damanik Kementerian Komunikasi dan Informatika Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika Medan Jl.id ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana kompetensi pengelola Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) dalam mengatasi permasalahan teknis yang terjadi pada PLIK di Kabupaten Pontianak Provinsi Kalimantan Barat.

| Marudur Pandapotan Damanik PENDAHULUAN Saat ini masyarakat dunia bergerak dan berevolusi menuju ke sebuah tatanan baru yang dikenal sebagai era informasi atau masyarakat informasi. namun sebagai komoditi atau sesuatu yang berharga hingga dapat dijual kepada pengguna informasi.1 Masyarakat informasi tidak lagi menjadikan informasi hanya sebagai sesuatu yang biasa.. mailing list. bahkan teknologi internet yang melahirkan metode-metode komunikasi baru seperti e-mail. komputer. Program ini dilaksanakan sesuai amanat UndangUndang No. telepon genggam. Perangkat serta metode komunikasi ini membuat arus informasi sedemikian cepat hingga membuat jarak tidak lagi membatasi dalam melakukan transfer informasi. dan informasi merupakan unsur yang paling penting. Sebuah masyarakat informasi terbentuk oleh semakin baiknya dunia pendidikan dalam menciptakan tenaga-tenaga profesional. Di sisi lain juga disepakati bahwa telah terjadi kesenjangan digital di antara negaranegara maju dan negara-negara berkembang.Kompetensi Pengelola Dalam Mengatasi. Sebuah konferensi tingkat tinggi bernamaWorld Summit on the Information Society (WSIS) yang diprakarsai oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) bersama dengan International Telecommunication Union (ITU) menekankan bahwa betapa pentingnya peranan TIK sebagai pilar utama menuju masyarakat informasi. Pada tahun 2003 yang kemudian dilanjutkan pada tahun 2005 para pemimpin dunia melakukan pertemuan guna membahas isu-isu yang berhubungan dengan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) serta pengaruhnya 12 terhadap kehidupan masyarakat di dunia. dimana pada pasal 16 ayat (1) disebutkan bahwa “Setiap jaringan telekomunikasi dan atau penyelenggara jasa telekomunikasi wajib memberikan kontribusi dalam pelayanan universal. Dalam mendukung komitmen WSIS. Sebuah masyarakat informasi digambarkan sebagai sebuah bangsa dimana mayoritas tenaga kerjanya terdiri dari pekerja informasi. Perubahan ini juga didorong oleh kemajuan teknologi yang ditandai dengan munculnya beragam produk teknologi komunikasi seperti televisi. Pemerintah Republik Indonesia dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memiliki sebuah program yang dinamakan Kewajiban Pelayanan Umum (Universal Service Obligation/USO) di bidang telekomunikasi.. serta memastikan bahwa lebih dari setengah penduduk dunia sudah mendapatkan akses kepada teknologi informasi dan komunikasi. Maka untuk mengatasinya para pemimpin negara-negara di dunia sepakat untuk membuat target bahwa pada tahun 2015 seluruh desa di setiap negara sudah terhubung dengan TIK. serta komunitas maya.” Program USO Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi.

Dari uraian di atas maka penelitian ini bertujuan untuk menjawab permasalahan yang dikerucutkan menjadi 2 (dua) poin. Berbagai kendala dan permasalahan timbul dalam implementasinya. Solusi terbaik adalah dengan memiliki pengelola PLIK dalam bidang TIK sehingga dapat memberikan pertolongan pertama ketika perangkat mengalami masalah. dan hingga 2004 telah terbangun akses di 5. yaitu pertama. namun pada pelaksanaanya di lapangan PLIK terasa kurang termanfaatkan. serta membiasakan diri dalam menggunakan komputer dan internet. Bagi anak-anak PLIK juga bermanfaat sebagai media dalam mencari ilmu pengetahuan. diharapkan kerusakan dan masalah yang terjadi di PLIK dapat diselesaikan dengan cepat dan tidak berlarut-larut. untuk menggambarkan kompetensi 13 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Sesungguhnya program PLIK merupakan langkah nyata pemerintah dalam mengatasi kesenjangan digital di Indonesia. Sebagai tindak lanjut dari penyediaan akses telepon umum di perdesaan. bahkan salah satu PLIK di Pontianak tidak beroperasi sejak awal pemasangan. Dengan adanya PLIK masyarakat khususnya di perdesaan dapat dengan mudah mendapatkan informasi pertanian. Namun hal ini tentu memberatkan mengingat banyaknya jumlah PLIK yang dibangun. sejak tahun 2003 program USO telah membuka akses telepon umum untuk tiap desa di Indonesia. perdagangan.2 Hal ini bertujuan untuk dapat memetakan permasalahan-permasalahan yang terjadi hingga dapat dicarikan solusi secara tepat. | Marudur Pandapotan Damanik ini memiliki agenda untuk memperluas akses informasi dan komunikasi hingga wilayah perdesaan. dimana salah satu poinnya adalah dengan melakukan evaluasi secara langsung ke lokasilokasi PLIK berada.354 desa. di tahun 2009 program USO dilanjutkan dengan membangun Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) dengan menyediakan 1 unit server dan 5 unit personal computer (PC) client serta akses internet melalui koneksi satelit. Sebuah penelitian mencoba merumuskan strategi implementasinya. sehingga sangat membebani baik dalam hal waktu maupun biayanya. dan berbagai informasi lain yang dibutuhkan.Kompetensi Pengelola Dalam Mengatasi. Program ini bertujuan untuk membuka akses internet ke seluruh wilayah kecamatan khususnya wilayah pelosok di Indonesia.. Dengan memiliki pengelola PLIK yang berkompeten dalam mengoperasikan serta melakukan perawatan perangkat. Di beberapa lokasi terdapat kerusakan perangkat yang hingga saat ini belum diperbaiki. Keberadaan PLIK dapat dipandang sebagai sebuah terobosan baru dalam memperluas akses informasi dan komunikasi bagi masyarakat.Untuk mencapai tujuan tersebut..

3 Kompetensi dalam sebuah organisasi atau perusahaan bertujuan untuk pembentukan dan evaluasi pekerjaan. Hal ini dikarenakan kompetensi individu biasanya sangat terkait dengan tugas dan kinerja organisasi. Sifat merupakan ciri fisik dan reaksireaksi yang bersifat tetap terhadap situasi atau ketika menerima informasi. pembelajaran perusahaan. konsep diri. nilai atau gambaran diri yang dimiliki seseorang. sebagai unggulan di bidang tersebut. pengetahuan. mengarahkan dan memilih untuk melakukan suatu tindakan terentu. Motif juga berperan dalam mendorong. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi gambaran dari implementasi PLIK yang telah berjalan. Aspek keterampilan dan pengetahuan termasuk dalam karakteristik kompetensi yang tampak dan berada di permukaan. dimana peningkatan kompetensi individu akan diikuti dengan peningkatan kualitas kerja dan kinerja organisasi.Motif adalah hal-hal yang menstimulasi tindakan seseorang. | Marudur Pandapotan Damanik pengelola PLIK. karena pada kenyataannya karakteristik kompetensi ini Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . sifat. Sedangkan keterampilan merupakan kemampuan seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas tertentu.5 Kompetensi juga dapat dipandang sebagaikarakteristik dasar seseorang yang dapat menghasilkan kinerja yang efektif dan memuaskan dalam sebuah situasi atau pekerjaan. untuk menjelaskan kompetensi apa yang dibutuhkan pengelola dalam mengatasi permasalahan teknis di PLIK. serta diharapkan dapat memberikan kontribusi dan masukan bagi pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika maupun Pemerintah Daerah setempat khususnya dalam menyelesaikan permasalahanpermasalahan di Pusat Layanan Internet Kecamatan. Karakteristik kompetensi tersebut diwujudkan dalam model kompetensi gunung es dan model kompetensi inti dan permukaan. Pengetahuan adalah informasi yang dimiliki seseorang pada suatu bidang yang spesifik.6 Di sini Spencer dan Spencer mengidentifikasi 5 (lima) jenis karakteristik kompetensi yang terdiri dari motif. rekrutmen dan seleksi.4 Kompetensi menunjukkan keterampilan atau pengetahuan yang dicirikan oleh profesionalisme dalam 14 bidang tertentu sebagai sesuatu yang terpenting. Kompetensi Satu hal yang menjadi kunci dalam mengimplementasikan pengelolaan sumber daya manusia (SDM) yang efektif adalah dengan peningkatan dan pengembangan kompetensi SDM pada setiap tugas dan pekerjaan. manajemen karier.Kompetensi Pengelola Dalam Mengatasi. dan keterampilan. Dalam model kompetensi gunung es terdapat karakteristik kompetensi yang tampak dan yang tersembunyi. serta sistem imbal jasa.. Konsep diri merupakan sikap. dan yang kedua.. pembentukan dan pengembangan organisasi dan budaya perusahaan.

10 Ketiga bentuk internet publik ini dibedakan berdasarkan kepemilikan. karakteristik kompetensi yang tampak seperti pengetahuan dan keterampilan dapat dikatakan sebagai kompetensi teknis yang pada dasarnya diperlukan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Untuk mengatasi hal tersebut. Model kompetensi gunung es dan model kompetensi inti dan permukaan.Kompetensi Pengelola Dalam Mengatasi. Hal ini bertujuan agar masyarakat yang tidak memiliki akses internet pribadi tetap dapat menikmati layanan TIK terutama sambungan internet. sifat. Perbedaan yang sangat kontras terlihat mulai dari perkembangan infrastruktur telekomunikasi yang umumnya terkonsetrasi pada wilayah perkotaan ataupun ibukota suatu daerah9.7 Sumber: Spencer and Spencer. dimana terdapat suatu wilayah yang sangat kaya akan informasi. sedangkan karakteristik kompetensi yang tersembunyi yaitu motif. dan konsep diri merupakan karakteristik kompetensi yang sifatnya tersembunyi. Dengan kata lain. serta fasilitas-fasilitas yang tersedia di dalamnya.. dan internet access point. namun merupakan unsur penting yang membedakan antara orang yang berkinerja lebih unggul dibandingkan dengan orang lain. lokasi. kemudahan dalam mengakses dan memperoleh informasi cukup berpotensi dalam mengubah tatanan ekonomi dan sosial dalam sebuah masyarakat. dan berujung pada terjadinya suatu kesenjangan digital (digital divide). pembiayaan. terdapat suatu konsep yang diyakini dapat menjembatani dan mempersempit kesenjangan digital yaitu dengan membangun suatu ruang publik yang menyediakan akses internet dan layanan TIK kepada masyarakat umum khususnya di wilayah yang kekurangan akses dan infrastruktur TIK. 15 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . 1993 Gambar 1. yang berimbas pada tidak meratanya pembangunan sarana komunikasi dan informasi. Sedangkan aspek motif. namun di lain hal terdapat wilayah yang sangat minim akan informasi. | Marudur Pandapotan Damanik hanyalah sesuatu yang mudah dipelajari dan dikembangkan.3 Konsep Internet Publik Dalam banyak penelitian mengungkapkan. Secara umum terdapat 3 (tiga) bentuk implementasi dari internet publik..8 Namun demikian hal ini juga sangat memungkinkan terjadinya ketimpangan informasi yang disebabkan oleh tidak meratanya akses kepada teknologi informasi. yaitu telecenter. sifat dan konsep diri merupakan kompetensi sikap yang terkait dengan kualitas hasil dari suatu pekerjaan. internet café.

Aplikasi portal tidak hanya sebagai pintu masuk menuju suatu aplikasi ataupun konten yang dikehendaki oleh pengguna. dan sumber data atau informan dalam penelitian ini adalah para pengelola PLIK di Kabupaten Pontianak. Pertama.KOMINFO/10/2008. Terdapat aplikasi portal yang menjadi tampilan awal setelah pengguna melakukan proses login melalui aplikasi. Lokasi penelitian mengambil tempat di Kabupaten Pontianak Provinsi Kalimantan Barat. Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia telah melakukan sejumlah kebijakan antara lain melaksanakan program Kewajiban Pelayanan Universal/KPU (Universal Service Obligation/USO) seperti yang tertuang pada Peraturan Menteri Kominfo Nomor 32/PER/M.748 Satuan Sambungan Langsung (SSL) yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia (kecuali DKI Jakarta) sehingga memungkinkan ter. dan lain sebagainya. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif.. pihak Dinas Perhubungan. Konsep PLIK di sini sesungguhnya bukanlah seperti warung internet (warnet) pada 16 umumnya. dan dilakukan dengan tiga cara. dengan melakukan wawancara mendalam kepada para pengelola PLIK di Kabupaten Pontianak yang bertindak sebagai informan kunci. Pengumpulan data dilaksanakan pada bulan Maret 2012.Kompetensi Pengelola Dalam Mengatasi. konten. Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pontianak dan Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Program penyediaan jasa akses internet wilayah kecamatan KPU/USO dilaksanakan dengan membangunkios internet publik yang dinamakan Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK). | Marudur Pandapotan Damanik Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) Dalam mengatasi kesenjangan digital yang terjadi dan menjalankan hasil komitmen WSIS untuk menghubungkan semua desa dengan TIK pada tahun 2015. namun juga merupakan single point of view bagi pengguna. Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pontianak.. yang mana salah satu bagiannya menangani bidang telekomunikasi. serta Pemerintah Kecamatan setempat.Wawancara juga dilakukan kepada pihak Dinas Perhubungan. Sarana ini ditargetkan akan dibangun pada setiap ibukota kecamatan yang berjumlah 5.selenggaranya layanan internet dan penyebaran informasi lainnya di daerah-daerah non komersial. karena aplikasi portal menampilkan semua aplikasi dan layanan yang dapat diakses/ digunakan oleh pengguna seperti aplikasi perkantoran (office). Salah satu bentuk program USO Kementerian Komunikasi dan Informatika adalah penyediaan jasa akses internet pada Wilayah Pelayanan Universal Telekomunikasi (WPUT)internet kecamatan yang terbagi dalam 11 (sebelas) area.

serta mencatat temuan-temuan yang relevan. UPS (Uninteraptible Power Supply) adalah perangkat yang berfungsi sebagai backup catu daya. satusatunya perangkat yang kualitasnya patut dipertanyakan adalah UPS. Analisis data kualitatif dimulai dari analisis berbagai data yang diperoleh dari lapangan. selektif. Penyebab kerusakan UPS memang belum diketahui secara pasti karena perlu pemeriksaan oleh teknisi. Adapun kerusakan komputer seperti yang terjadi di Kecamatan Siantan disebabkan bukan karena kualitas perangkat yang kurang baik. observasi. Secara fisik.. mengingat perangkat ini mengalami kerusakan di hampir semua lokasi PLIK. Sistem operasi yang digunakan secara resmi untuk program PLIK adalah sistem operasi Linux yang berbasis open source. namun diperkirakan penyebabnya adalah kondisi listrik yang tidak stabil. Kedua.Yang ketiga adalah dengan melakukan studi literatur melalui buku-buku dan penelitian-penelitian terdahulu.. dengan melakukan observasi terhadap kondisi PLIK di masingmasing kecamatan untuk mengamati secara cermat. literatur dan foto. baik dengan cara wawancara. Perangkat ini diperlukan untuk menjaga komputer server billing dari putusnya aliran listrik PLN secara tiba-tiba yang dapat mengakibatkan hilangnya data pemakaian pengunjung dan juga kerusakan pada sistem operasi dan perangkat lunak. melainkan karena faktor eksternal yaitu karena kebanjiran. Data tersebut kemudian diklasifikasikan ke dalam kategori-kategori tertentu yang disesuaikan dengan permasalahan dan tujuan penelitian. Berdasarkan Tabel 1. 17 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . | Marudur Pandapotan Damanik Pemerintah Kecamatan setempat untuk mendapat informasi tambahan. Kemudian yang cukup menjadi perhatian adalah penggunaan perangkat lunak termasuk sistem operasi. maupun dokumentasi yang bersumber dari buku. serta dapat dipahami. Pengklasifikasian atau pengkategorian ini harus mempertimbangkan kesahihan dan kevalidan data dengan memperhatikan kompetensi subjek penelitian. kondisi perangkat keras serta instalasi PLIK umumnya masih dalam keadaan baik mengingat umur perangkat yang tergolong masih baru.Kompetensi Pengelola Dalam Mengatasi. tingkat autensitasnya dan melakukan triangulasi sumber data. Kabupaten Pontianak mendapat 9 (sembilan) set perangkat PLIK yang masing-masing disebar ke 9 (sembilan) kecamatan. Terakhir adalah dengan menyajikan data dengan merangkai dan menyusun informasi dalam bentuk satu kesatuan. Hasil pengamatan langsung terhadap PLIK di Kabupaten Pontianak menemukan beberapa hal yang perlu dicermati. HASIL DAN PEMBAHASAN Kondisi Umum dan Permasalahan pada PLIK di Kabupaten Pontianak Berdasarkan data yang diperoleh.

Printer UPS. Sama sekali belum pernah beroperasi Menggunakan lintasarta ISP non KETERANGAN Kerusakan 2 unit CPU. UPS. Switch Printer. Switch Penggunaan sistem operasi Linux dalam program PLIK bertujuan untuk mensosialisasikan penggunaan open source software (OSS) di masyarakat. Beberapa alasan yang dikemukakan para pengelola terkait penggantian sistem operasi PC client menjadi Windows ilegal umumnya karena penggunaan Linux yang dinilai cukup merepotkan. Disamping itu penggunaannya juga mendidik masyarakat untuk tidak menggunakan perangkat lunak bajakan karena tentunya bertentangan dengan hukum. Penggunaan perangkat lunak bajakan tentunya sudah menyalahi tujuan PLIK itu sendiri dalam mensosialisasikan penggunaan perangkat lunak open source. penggunaan perangkat lunak open source terasa kurang familiar di kalangan masyarakat terlebih bagi yang masih awam dengan komputer dan internet. Di samping itu penggunaan sistem operasi Linux bertujuan untuk menekan penggunaan sistem operasi bajakan/illegal. Printer. Server (overheat). Kebanyakan PLIK yang berada di Kabupaten Pontianak telah dirubah ke sistem operasi komersial (Windows OS) bajakan. Switch CPU UPS. disamping alasan teknis lainnya seperti gagalnya 18 proses log-in akibat password yang tidak sesuai. Switch UPS. Modem Sempat beroperasi 2 bulan. Sama sekali belum pernah beroperasi Sama sekali belum pernah beroperasi Anjongan Ya Ya Linux UPS.. Mon. Penggunaan sistem operasi berbasis open source seperti Linux dalam program PLIK sesungguhnya adalah langkah yang sangat tepat dalam memperkenalkan masyarakat akan OSS. Printer. Namun secara umum dapat diketahui bahwa penggantian sistem operasi lebih dikarenakan tidak familiarnya para pengelola dan pengguna PLIK dalam menggunakan sistem operasi Linux. Oleh karena itu penggunaan OSS dalam PLIK mestinya didahului dengan Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . | Marudur Pandapotan Damanik Tabel 1. Pontianak (Maret 2012) KECAMATAN Siantan Segedong Mempawah Hilir Mempawah Timur Sungai Kunyit Sungai Pinyuh Toho Sadaniang AKTIF Ya Tidak Tidak Ya Tidak Ya Ya Tidak VOUCHER Ya Tidak Tidak Ya Tidak Tidak Ya Tidak OS WinXP WinXP WinXP WinXP WinXP Linux KERUSAKAN PERANGKAT CPU. Namun di lain hal. Printer UPS.. Terhenti karena voucher tidak terkirim Perangkat hilang.Kompetensi Pengelola Dalam Mengatasi. Kondisi PLIK di Kab. Namun hal yang ditemukan justru sebaliknya. Printer.

. dan setiap PLIK memiliki nomor identitas jaringan yang unik. Mengingat waktu pemasangan yang berlangsung sekitar bulan Agustus 2010. dan (2) Penggunaan sistem operasi dan perangkat lunak ilegal/bajakan. voucher internet ibarat pulsa pada telepon genggam. Oleh karena itu diperkirakan masalah dalam pengiriman voucher internet di beberapa lokasi PLIK terjadi disebabkan adanya kekeliruan data nomor jaringan pada ISP. Hasil pengamatan langsung ke lapangan juga menemukan beberapa permasalahan dalam implementasi dan penerapannya. Dalam hal ini kurangnya dukungan teknis oleh pihak penyedia juga dirasakan. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari petugas Dinas Perhubungan. seperti yang terjadi pada Kecamatan Mempawah Hilir. Sungai Kunyit. baik itu perangkat komputer ataupun perangkat pendukung jaringan. maka terdapat kurang lebih 1. namun lebih pada aspek kebijakan dimana hal tersebut tidak terkait pada kompetensi pengelola. Demikian pula halnya dalam mengelola PLIK yang terdiri dari perangkat-perangkat komputer 19 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Di dalam sistem PLIK. yaitu perihal terkendalanya pengiriman voucher internet yang mengakibatkan tidak beroperasinya PLIK. pengiriman voucher internet oleh ISP dilakukan secara elektronik menggunakan nomor identitas jaringan. Jika pulsa pada sebuah telepon genggam telah habis. Kompetensi Pengelola di Bidang TIK Seperti yang telah diuraikan sebelumnya. sehingga pengelola juga dapat memberikan pendampingan bagi masyarakat pengguna PLIK yang kesulitan ketika menggunakan OSS. Demikian juga jika voucher internet pada server PLIK sudah habis. Kegagalan dalam pengiriman voucher internet mengakibatkan PLIK tidak dapat beroperasi. kompetensi SDM sangat berpengaruh pada kualitas hasil kerja individu dan kinerja organisasi.Kompetensi Pengelola Dalam Mengatasi. dimana PLIK bahkan belum pernah beroperasi dari sejak awal pemasangan. maka dapat dirangkum 2 (dua) halyang dapat dianggap menjadi kendala dan permasalahan yang bersifat teknis yang terjadi pada PLIK di Kabupaten Pontianak yaitu (1) kerusakan beberapa perangkat.. dan Segedong. Dari uraian di atas. tentunya si pengguna tidak akan dapat melakukan komunikasi. Melihat dari kendala operasional. Disamping itu juga terdapat 1 (satu) permasalahan yang dianggap bukan permasalahan teknis. pengiriman voucher internet merupakan masalah yang utama. pengunjung tidak akan dapat menggunakan layanan internet di PLIK. | Marudur Pandapotan Damanik pengenalan dan pelatihan OSS bagi pengelola.5 tahun perangkat PLIK terbengkalai dan tidak termanfaatkan. Di samping itu sistem voucher dibuat agar provider dapat mendata seberapa banyak penggunaan sambungan internet oleh pengunjung.

| Marudur Pandapotan Damanik beserta jaringannya. produktivitas serta daya saing. Hanya pengelola dari Kecamatan Anjongan yang mengaku mengerti mengoperasikan Linux sebagai sistem operasi. profesionalitas. Aspek pengetahuan diukur dengan indikator-indikator yaitu (1) tingkat pendidikan formal.. Begitupun penguasaan dalam hal administrasi jaringan masih belum memadai. Rendahnya tingkat pemahaman akan sistem operasi Linux tentunya dapat menggambarkan mengapa umumnya sistem operasi komputer di PLIK telah diubah dari Linux ke Windows. kebanyakan dari mereka tidak memahami fungsi-fungsi perangkat keras komputer.11 Pendidikan formal merupakan dasar utama dalam memperoleh pengetahuan umum dan keterampilan. Sehingga ketika terjadi kegagalan dan kerusakan pada perangkat pengelola umumnya berkonsultasi dengan teknisi. Umumnya mereka memperoleh pengetahuan mengenai komputer melalui pembelajaran mandiri secara otodidak serta dari buku-buku. (3) kemampuan menguasai pekerjaan. para pengelola lebih berpengalaman menggunakan sistem operasi Windows beserta aplikasi pendukungnya. Demikian halnya dengan pendidikan non formal..12 Dari segi pendidikan tidak satupun pengelola PLIK pernah mengenyam pendidikan formal di bidang TIK ataupun komputer. dimana terdapat 4 (empat) pengelola yang sama sekali tidak memahami konsep jaringan komputer. dan (2) ketelitian dalam menyelesaikan pekerjaan. 20 Dari aspek penguasaan komputer dan aplikasi. Kompetensi teknis yang terdiri dari aspek pengetahuan dan aspek keterampilan dapat diukur melalui beberapa indikator. Disamping itu pengetahuan pengelola dalam aspek teknis perangkat keras (hardware) komputer serta penanganan masalah dalam komputer juga masih cukup rendah. Sedangkan aspek keterampilan diukur dengan indikator-indikator: (1) petunjuk teknis pekerjaan. keterampilan.adalah suatu keharusan bagi SDM pengelola memiliki kompetensi teknis di bidang TIK. dimana hanya satu pengelola yang pernah mengikuti kursus komputer.Kompetensi Pengelola Dalam Mengatasi. terlebih lagi dalam hal mendiagnosa dan memperbaiki atau mengganti perangkat yang rusak. Hal ini diperlukan untuk menjamin bahwa PLIKdapat berjalan dengan baik tanpa terkendala permasalahan teknis dan perangkat. meskipun pendidikan non formal seperti pelatihan dan kursus juga mampu meningkatkan pengetahuan. Selengkapnya matrik kompetensi teknis para pengelola PLIK di Kabupaten Pontianak disajikan dalam Tabel 2. namun pengetahuan dalam mengoperasikan sistem operasi berbasis open source terlihat sangat minim. Lemahnya pengetahuan Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . (2) pelatihan teknis yang pernah diikuti.

Window. Pengelola PLIK Sungai Kunyit) Kompetensi yang Dibutuhkan dalam Pengelolaan PLIK Jika melihat dari kebutuhan kerja yang ada dan permasalahan yang terjadi pada PLIK. penggunaan secara umum. Windows. Windows. otodidak Tidak Tidak Otodidak Otodidak Tidak Tidak Tidak Tidak 5 – 6 thn (lupa) (lupa) 15 tahun (lupa) 8 thn 7 thn 2 thn 3 tahun Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Ya.Pd. Window. penggun aan secara umum. office Tidak S. perangkat lunak (software). Pontianak Poin Kompetensi Pendidikan formal Sumber pengetahuan komp. otodidak Tidak Tidak SLTA Buku.. maka keahlian atau unit kompetensi yang dibutuhkan seorang technical support dapat dibagi kepada 4 (empat) unsur yaitu perangkat keras (hardware). Hifni. pengguna an secara umum. penggunaan secara umum. otodidak Tidak Tidak SLTA S1 Buku.Matrik kompetensi pengelola PLIK di Kab. Window. Timur SLTA Buku. Kunyit S1 Buku. penggunaan secara umum. Untuk memenuhi kebutuhan akan kompetensi tersebut seyogyanya pengelola PLIK dipilih dengan lebih selektif di mana sebaiknya memiliki pengetahuan di bidang TIK atau pendidikan yang mendukung hal tersebut. otodidak Tidak Tidak SLTA SLTA Buku. Window. S. serta berdasarkan kategori kompetensi TIK yang dikemukakan oleh Sadikin (2011). Windows. kursus. “… untuk kerusakan perangkat biasanya kami menggunakan jasa orang lain”. Pinyuh S1 Buku. 2 thn Tidak Tidak Tidak Windows. otodidak Ya. Hilir M. penggunaan instalasi secara software. Tabel 2. otodidak Tidak Tidak S. maka dibutuhkan kompetensi teknis yang setara dengan kompetensi seorang technical support. pengguna an secara umum. instalasi software. Window.Kompetensi Pengelola Dalam Mengatasi. perangkat jaringan. instalasi software. instalasi software. | Marudur Pandapotan Damanik pengelola dalam aspek teknis perangkat keras dan jaringan komputer mengakibatkan pengelola belum dapat menangani masalah secara mandiri dan sangat bergantung pada bantuan teknisi komputer. Kursus komputer Sertifikasi keahlian Pengalaman menggunaka n komputer Pengalaman menjalankan warnet Penguasaan komputer & aplikasi Siantan Segedong M. Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 21 . umum... pengguna an secara umum. otodidak Tidak Tidak Toho Sadaniang Anjongan S1 Buku. (Wawancara: Bpk. Merujuk pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Sektor Teknologi Informasi dan Komunikasi. pengguna an secara umum. dan keamanan.

Kompetensi Pengelola Dalam Mengatasi.Yang pertama adalah bahwa kompetensi teknis pengelola PLIK di bidang TIK masih dirasa Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . pengetahuan teknis seperti perbaikandan instalasi perangkat lunak/keras merupakan hal yang sangat penting untuk dimiliki pengelola PLIK. Kompetensi yang dibutuhkan pengelola PLIK SIMPULAN Sesuai tujuan penelitian ini. diolah. Pelatihan dirasa cukup efektif untuk mengembangkan pengetahuan dan kompetensi pegelola di bidang TIK. terdapat 2 (dua) hal yang menjadi 22 kesimpulan. Jaringan Sebatas penggunaan Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Ya Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Tidak Tidak Ya Ya Tidak Ya Sebagai alternatif lain.. pemberian pelatihan-pelatihan mengenai teknis jaringan komputer dan perangkat juga sangat baik untuk dilakukan. Sumber: SKKNI bidang Technical Support (2006). Hal ini tentu cukup menghemat waktu dan biaya jika dibandingkan dengan harus menggunakan jasa teknisi. Gambar 2. | Marudur Pandapotan Damanik Penguasaan Linux/OSS Penguasaan hardware &perbaikan Penguasaan adm.. Sebab tidak dapat dipungkiri. sehingga jika terjadi permasalahan pada perangkat dapat segera dideteksi dan ditangani sendiri.

perangkat keras. M. 2007. pihak penyedia. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama 23 3Vathanophas. diagnosa dan perbaikan perangkat lunak. serta perangkat jaringan. | Marudur Pandapotan Damanik belum cukup memadai dan masih perlu untuk ditingkatkan.. Indra Pratama. J.Hal ini dapat menjadi alternatif media komunikasi untuk berbagi informasi dan pengalaman seputar PLIK dan permasalahannya.Pengembangan kompetensi dapat dilakukan dengan memberikan pendidikan dan pelatihanbagi pengelola sehingga mereka dapat lebih mandiri ketika terjadi permasalahan di lapangan. 2008. 1986.. sedangkan dalam aspek pengetahuan dalam menggunakan aplikasi opensource. 2Prianova. Nurianna. 2010. New York: Free Press. perawatan. upgrading. konfigurasi. Suatu permasalahan yang terjadi di satu PLIK dapat menjadi pembelajaran bagi PLIK lainnya. Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 ..Hal ini didasarkan pada unit kompetensi yang terdapat pada SKKNI bidang Computer Technical Support. yang meliputi pengetahuan dan keahlian dalam melakukan instalasi. & Thai-ngam. Communication Technology: The New Media in Society. Jakarta V. Strategi Implementasi Penyediaan Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) pada Pelaksanaan Kewajiban Pelayanan Universal Telekomunikasi (KPU/USO) di Indonesia. Thesis.Disamping itu juga memiliki pengetahuan dalam aspek keamanan seperti mencegah. Kompetensi Plus. Universitas Indonesia. serta mampu melakukan backup data serta recovery ketika terjadi kegagalan pada sistem komputer. Sebagai kesimpulan yang kedua. Competency Requirements for Effective Job Performance in Thai Public Sector. dari hasil penelitian ini diharapkan adanya pengembangankompetensi teknis berupa peningkatan pengetahuan dan keterampilan pengelola PLIK di bidang TIK. 3 (1): 45-70. kompetensi yang dibutuhkan pengelola PLIK dalam mengatasi permasalahan teknis adalah kompetensi seorang technical support. E. 4Hutapea. P. DAFTAR PUSTAKA 1Rogers. T. Pengelola umumnya hanya memiliki pengetahuan dasar dalam mengoperasikan komputer dan aplikasi. dan mengambil tindakan ketika terjadi serangan virus pada kondisi menggunakan sistem operasi non open source. dan pemahaman perangkat keras serta penanganan masalah (troubleshoot) masih sangat kurang.jaringan komputer. dan Kominfo. Oleh karena itu Kominfo ataupun pihak penyedia seyogyanyadapat memfasilitasi sebuah wadah komunikasi maya semisal forum ataupun mailing listantara para pengelola. Contemporary Management Research.Kompetensi Pengelola Dalam Mengatasi. Sebagai rekomendasi.

Kompetensi Pengelola Dalam Mengatasi... | Marudur Pandapotan Damanik
5Wibowo.

2007. Manajemen Kinerja. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. Lyle M., Jr. and Spencer, Signe M. 1993. Competence At Work. New York: John Wiley & Sons, Inc. A., dkk. 2011. Faktorfaktor yang Mempengaruhi Kompetensi Kerja Karyawan. Manajemen IKM, 6 (2): 81-87. E. M., Shukla, P., 2001.The Role of Telecenters in Development Communication and the Digital Divide. Journal of Development Communication 2 (12): 26-31. Stephen M. 2003.Cyber café industry in Africa. Journal of Information Science, 29. F., Furuholt, B., Kristiansen, S. 2004.Global Diffusion of the Internet III: Information Diffusion Agents and the Spread of Internet Cafés in Indonesia. Communication of the Association for Information System, 13: 589-614. I Made Astika. 2010. Pengaruh Motivasi Kerja, Kepuasan Kerja, Dan Kemampuan Kerja Terhadap Prestasi Kerja Karyawan Pada PT. Sumber Alam Semesta Di Bangli. Thesis. Universitas Udayana, Denpasar. http://www.pps.unud.ac.id diakes tanggal 17 September 2012.

12Hiryanto.

6Spencer,

2009. Meningkatkan Efektivitas Pendidikan Nonformal dalam Pengembangan Kualitas Manusia. Makalah. Universitas Negeri Yogyakarta, Yogyakarta. http://staff.uny.ac.id diakses tanggal 26 September 2012.

7Wijayanto,

8Rogers,

9Mutula,

10Wahid,

11Budiyasa,

24

Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012

JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

Vol 1 No 1 Desember 2012

ANALISIS TEKNIS KUALITAS LAYANAN JARINGAN PUSAT LAYANAN INTERNET KECAMATAN DI KOTA BANDA ACEH TECHNICAL ANALYSIS OF SERVICE NETWORK QUALITY IN SUBDISTRICT INTERNET SERVICE CENTER IN BANDA ACEH
Vita Pusvita Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Jl. Tombak No.31 Medan vita.pusvita@kominfo.go.id
ABSTRAK Penelitian ini membahas mengenai analisis teknis kualitas layanan jaringan PLIK di Kota Banda Aceh. Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) yang didirikan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika kurang mendapat perhatian masyarakat sehingga banyak yang terbengkalai, rusak dan berubah menjadi warnet komersial. Salah satu faktor yang mempengaruhi minat masyarakat secara teknis adalah kualitas layanan jaringan yang disediakan. Berkaitan dengan hal ini Banda Aceh diakui menjadi salah satu kota di Indonesia yang terdepan dalam mengadopsi perkembangan teknologi dan informasi, khususnya internet. Oleh karena itu, Banda Aceh diharapkan dapat mengadopsi PLIK dengan baik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Di dalam penelitian ini dilakukan pengukuran terhadap parameter-parameter QoS berupa throughput, jitter, delay dan packet loss dengan menggunakan Wireshark. Hasil pengukuran berupa angka-angka yang menggambarkan kualitas layanan jaringan. Di Kota Banda Aceh, dari 11 PLIK, hanya ada 3 PLIK yang beroperasi yaitu PLIK Baiturrahman, Syah Kuala, dan Lheung Bata. Berdasarkan hasil pengukuran, PLIK Syiah Kuala dan Baiturrahman memenuhi semua standar parameter QoS, sedangkan pada PLIK Lheung Bata, hasil pengukuran packet loss belum memenuhi standar ITU dan parameter QoS lainnya sudah memenuhi standar. Kata Kunci: PLIK, Kualitas Layanan, Banda Aceh ABSTRACT

This research is about technical analysis of network service quality in SubDistrict Internet Service Center in Banda Aceh. Sub-District Internet Service Center that is built by Ministry of Communication and Information Technology is getting less public attention, so that many of them are neglected, damaged and turned into a commercial internet cafe. Technically, one of the factors that affect the public interest is Quality of service (QoS) that is provided. In this regard, Banda Aceh is recognized as one of the cities in Indonesia at the fore front of adopting information and technology developments, particularly the internet. Therefore, Banda Aceh is expected to adopt PLIK well. This research uses descriptive method with quantitative approach. The QoS parameters consists of throughput, jitter, delay and packet loss by using Wireshark is measured in this research. Result of measurement are numbers that describe Quality of Service. In Banda Aceh, there
Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan ... | Vita Pusvita 25

Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan ... | Vita Pusvita

are only 3 of 11 PLIK that are well operated, they are PLIKBaiturrahman, Syiah Kuala, and Lheung Bata. Based on the measurement, PLIK Baiturrahman and Syiah Kuala have met all the standards of QoS parameters, while in PLIK Lheung Bata, the measurement of packet loss has not met the ITU standard yet and the other parameters have met it. Keywords: Sub-District Internet Service Center, Quality of Service, Banda Aceh PENDAHULUAN Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) merupakan salah satu program Universal Service Obligation(USO) di bidang telekomunikasi yang telah dikampanyekan oleh pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk wilayah-wilayah perbatasan. Sasarannya adalah mencapai masyarakat berbasis informasi pada 2025.Dalam pelaksanaannya, Indonesia Telecommunication User Group (IdTUG) mensinyalir sebagian besar warnet PLIK yang dibangun Kemkominfo beralih fungsi menjadi warnet komersial. Beralih fungsinya PLIK menjadi warnet komersial tentunya diakibatkan karena pada umumnya warnet komersial ini lebih menjadi pilihan dibandingkan warnet PLIK yang dibangun oleh Kemkominfo.1 Hal ini dapat terjadi karena kurangnya sosialisasi dari pemerintah ke masyarakat mengenai PLIK, selain itu, warnet komersial lebih dipercaya masyarakat baik dari segi jaringan yang digunakan, maupun kualitas layanan jaringan yang disediakan. Secara teknis, dapat dikatakan bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi minat masyarakat adalah kualitas
26

layanan jaringan yang disediakan PLIK. Kualitas Layanan Jaringan atau sering disebut Quality of Service (QoS) adalah suatu istilah yang digunakan untuk menyatakan persyaratan yang ditentukan oleh pengguna (manusia maupun komponen perangkat lunak) terhadap tingkat layanan yang dapat disediakan oleh aplikasi. ISO OSI/ODP mendefinisikan kualitas layanan sebagai himpunan kualitas dari perilaku satu atau lebih obyek.Adapun beberapa parameter QoS yaitu jitter, delay, throughput, dan packet loss.2 Banda Aceh sebagai salah satu wilayah perbatasan, diakui menjadi salah satu kota di Indonesia yang terdepan dalam mengadopsi perkembangan teknologi dan informasi, khususnya internet. Bahkan kota Banda Aceh diharapkan dapat bersanding dengan 10 kota lainnya di dunia yang saat ini telah berhasil mewujudkan program sebagai kota berwawasan teknologi, informasi dan komunikasi seperti Tokyo, San Fransisco, Beijing dan Singapura. Pemerintah kota Banda Aceh juga mengharapkan Banda Aceh dapat menjadi Islamic Cyber City.3 Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat menggambarkan sekaligus menjadi rekomendasi dalam

Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012

Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan ... | Vita Pusvita

peningkatkan kinerja jaringan pada PLIK terutama dalam hal peningkatan kualitas layanan jaringan secara teknis pada PLIK di Kota Banda Aceh. Dengan adanya peningkatan kualitas layanan jaringan PLIK diharapkan dapat menarik minat masyarakat untuk memanfaatkan program pemerintah dalam menjadikan Banda Aceh menjadi Islamic Cyber City. Penelitian ini akan mengambil fokus masalah yaitu kualitas layanan jaringan pada PLIK. Kualitas layanan jaringan dapat dilihat dari beberapa parameter yaitu jitter, delay, throughput, dan packet loss. Adapun rumusan masalah dari penelitian ini yaitu bagaimana kualitas layanan jaringan PLIK secara teknis yang meliputi jitter, delay, throughput, dan packet loss di Kota Banda Aceh? Adapun batasan masalah dari penelitian ini yaitu penelitian ini berlokasi pada PLIK di Kota Banda Aceh, penelitian ini hanya mengukur parameter QoS berupa jitter, delay, throughput, dan packet loss, parameter QoS berupa Jitter dan Packet loss yang diukur merupakan hasil dari streaming video dari server ke client, parameter QoS berupa delay dan throughput merupakan hasil pengukuran dari keseluruhan aktivitas jaringan, penelitian ini menggunakan software Wireshark dalam pengukuran parameter QoS, dan pengukuran parameter QoS ini dilakukan ketika client yang beroperasi pada PLIK hanya client yang terlibat dalam proses streaming jaringan.

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara deskriptif kualitas layanan jaringan PLIK secara teknis yang meliputi beberapa parameter diantaranya jitter, delay, throughput, dan packet loss di kota Banda Aceh. Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini secara teoritis yaitu diharapkan dapat menambah wawasan mengenai layanan jasa akses internet pada PLIK khususnya kualitas layanan jaringan internet yang disediakan PLIK. Sedangkan secara praktis, penelitian ini diharapkan dapat menjadi rekomendasi untuk pemerintah, khususnya untuk Balai Telekomunikasi dan Informatika Perdesaan (BTIP), satuan kerja di lingkungan Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika di bawah Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam hal meningkatkan kualitas layanan jaringan pada PLIK. Kualitas Layanan Jaringan Menurut International Telecommunication Union (ITU), Quality of Service (QoS) : ”the collective effect of service perfomance which determines the degree of satisfication of a user of the service”. Kualitas layanan jaringan menunjukkan kemampuan sebuah jaringan untuk menyediakan layanan yang lebih baik lagi bagi trafik yang melewatinya. QoS merupakan sebuah sistem arsitektur end to end dan bukan merupakan sebuah feature yang dimiliki oleh jaringan. Adapun beberapa parameter QoS diantaranya.4

Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan ... | Vita Pusvita

27

scribd.Kategori Delay KATEGORI DELAY Excellent Good Poor Unacceptable Sumber: www. Collision dan congestion harus dihindari dalam sebuah jaringan. Kategori Packet Loss KATEGORI DEGRADASI Sangat Bagus Bagus Sedang Jelek PACKET LOSS 0 3% 15 % 25 % Sumber: www. Jitter terjadi karena adanya retransmisi paket yang hilang dalam jaringan sehingga akan menimbulkan antrian di dalam jaringan. Tabel 1.Collision dapat terjadi apabila paket yang melewati suatu jaringan melebihi kapasitas bandwith jaringan tersebut.Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan . kongesti atau juga waktu proses yang lama. | Vita Pusvita 1. node yang berkerja melebihi kapasitas buffersehingga buffer tidak mampu menampung data. jumlah trafik yang lewat melebihi kapasitas bandwidth tidak sesuai dengan policy. dalam Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Pada Tabel 2 dapat dilihat bahwa delayyang dapat diterima oleh suatu jaringan yaitu kurang dari 300 ms. Packet loss merupakan suatu parameter yang menggambarkan suatu kondisi yang menunjukkan jumlah total paket yang hilang dalam sebuah jaringan. Variasi-variasi dalam panjang antrian. Hal ini dapat terjadi karena collision. sedangkan jika melebihi 450 ms dapat dipastikan jaringan memiliki kualitas layanan yang jelek.. Throughput merupakan jumlah total kedatangan paket yang sukses yang diamati pada destination selama interval waktu tertentu dibagi oleh durasi interval waktu tersebut.scribd. Throughput yaitu kecepatan transfer data efektif. dan hal ini akan menimbulkan antrian pada jaringan. Jitter adalah variasi kedatangan paket yang diterima pada sisi penerima. dan memori node yang terbatas pada jaringan.. congestion.com 3. Hal ini berpengaruh terhadap semua aplikasi karena akan mengurangi efisiensi jaringan secara keseluruhan meskipun kapasitas bandwidth cukup tersedia untuk apikasi-aplikasi tersebut. Sedangkan congestion terjadi jika pada jaringan terdapat packet loss sehingga jaringan mengulang kembali pengiriman (retransmisi) paket yang hilang.com BESAR DELAY <150 ms 150 s/d 300 ms 300 s/d 450 ms >450 ms 4. sedangkan packet loss yang menyebabkan kualitas layanan jaringan menjadi jelek yaitu lebih dari 25%. Delay adalah waktu tunda yang disebabkan oleh proses transmisi dari satu titik ke titik lain yang menjadi tujuannya. 2. media fisik. Tabel 1 menunjukkan bahwa packet loss yang baik yaitu kurang 28 dari 3%. yang diukur dalam bps. Delay dapat dipengaruhi oleh jarak. Tabel 2.

.slideshare. billing system dan manajemen infrastruktur jaringan (Infra mgt). Sedangkan LAN adalah jaringan komputer yang jaringannya hanya mencakup wilayah kecil. Infra mgt tersebut adalah mengontrol pemakaian sumber daya jaringan (pengaturan bandwidth dan QoS. dll) dan pemakaian penghematan bandwidth ke luar 29 Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan . Sedangkan Virtual switch adalah sebuah program software yang memungkinkan sebuah virtual mesin terhubung ke lainnya. Kategori Jitter KATEGORI DEGRADASI Sangat Bagus Bagus Sedang Jelek JITTER 0 ms 0 s/d 75 ms 76 s/d 125 ms 125 s/d 225 ms Sumber: www. Server PLIK terdiri dari gateway yang terhubung dengan virtual switch melalui sistem keamanan DeMilitarised Zone (DMZ). | Vita Pusvita .scribd. DMZ merupakan mekanisme untuk melindungi sistem internal dari serangan hacker atau pihak-pihak lain yang ingin memasuki sistem tanpa mempunyai hak akses. Pada Tabel 3 dapat dilihat bahwa jitter yang baik dibawah 75 ms.com Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) PLIK adalah pusat sarana dan prasarana penyediaan layanan jasa akses internet di ibu kota kecamatan yang dibiayai melalui dana Kontribusi Kewajiban Pelayanan Universal 5 Telekomunikasi. sedangkan jika jitter melebihi 125 ms akan mengakibatkan jeleknya kualitas layanan jaringan. Sumber: www.. pembatasan akses ke server tertentu/ firewall..net Gambar 1. dalam hal ini dari jaringan LAN menuju jaringan WAN. | Vita Pusvita waktu pengolahan data dan juga dalam waktu penghimpunan ulang paket-paket di akhir perjalanan inilah yang disebut jitter.Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan .Konfigurasi Jaringan PLIK Dari Gambar 1 dapat dilihat konfigurasi jaringan lokal PLIK adalah Wide Area Network (WAN) yang terhubung dengan jaringan Local Area Network (LAN) PLIK dengan penghubung berupa gateway. Tabel 3. Virtual switch pada jaringan PLIK ini terdiri dari aplikasi push and store content. WAN merupakan jaringan komputer yang mencakup area yang besar. Gateway adalah sebuah perangkat yang digunakan untuk menghubungkan satu jaringan komputer dengan satu atau lebih jaringan komputer yang menggunakan protokol komunikasi yang berbeda sehingga informasi dari satu jaringan komputer dapat diberikan kepada jaringan komputer lain yang protokolnya berbeda..

. serta beragam fungsi lainya (IDS. Nilai parameter QoS tersebut menggambarkan kondisi kualitas layanan jaringan pada PLIK. Penelitian ini menghasilkan data-data parameter QoS yang bersifat kuantitatif yang dinyatakan dengan angka-angka. DHCP.Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan . | Vita Pusvita (cache. Data primer dalam penelitian ini merupakan data hasil pengukuran terhadap parameter kualitas layanan jaringan pada PLIK. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini semua PLIK di Kota Banda Aceh. Wireshark dapat dijalankan di berbagai sistem operasi seperti Windows.yahoo. 3. Adapun tahapan dari penelitian ini adalah 1. Pengumpulan penelitian ini 30 pengukuran menggunakan salah satu tool network analyzer yaitu Wireshark. 3. Provinsi Aceh. dan Linux. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Switch adalah sebuah alat yang menyaring/filter dan melewatkan (mengijinkan lewat) paket yang ada di sebuah LAN.com. Terminal pada jaringan ini adalah komputer-komputer yang berupa client. web proxy). Penelitian ini berlokasi di kota Banda Aceh. 2. Wireshark dapat mengenali lebih dari 850 protokol jaringan. dan lain-lain).6. Jumlah sampel sama dengan keseluruhan populasi yang kemudian disebut dengan total sampling. Pengambilan dan pengukuran data trafik jaringan PLIK dengan pengcaptur-an menggunakan Wireshark 1. DNS. Pengolahan data trafik pada jaringan PLIK dengan pendekatan kuantitatif. Sedangkan data sekunder dalam penelitian ini yaitu berupa data mengenai PLIK maupun data yaitu dalam dengan Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Berdasarkan beberapa keunggulan di atas.. Dengan metode ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai kualitas layanan jaringan PLIK di kota Banda Aceh. Sumber data penelitian ini dapat dibagi menjadi dua kategori yaitu data primer dan data sekunder. maka Wireshark digunakan sebagai tool network analyzer dalam penelitian ini. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah PLIK di Kota Banda Aceh. UNIX. 2. Aplikasi yang digunakan dalam streaming video ini yaitu Video LAN Client (VLC) Media Player dan pengaksesan internet ke www.7. Interface Wireshark menggunakan Graphical User Interface (GUI) atau tampilan grafis. Adapun beberapa keunggulan Wireshark dibandingkan dengan analyzer protokol jaringan lainnya 1.6 Berdasarkan Gambar 1 server PLIK terhubung ke terminal dengan menggunakan switch. Melakukan streaming video dari server ke client pada jaringan PLIK.

PLIK di Kota Banda Aceh yang telah dibangun ada 11 PLIK.. Hal ini menunjukkan bahwa dalam setiap detiknya. Pada Tabel 1. Hasil pengukuran packet lost dan jitter merupakan hasil pengukuran streaming server dari server ke client dengan menggunakan jaringan LAN.464 byte dari keseluruhan lalu lintas jaringan baik dari akses internet maupun proses streaming server. Packet Parameter QoS No Nama PLIK Throughput Delay loss ini hanya diukur Packet Jitter (bps) (detik) loss (ms) dari server ke client (%) pada proses streaming Baiturrahman 20544. Setelah itu dilakukan pengcapturean lalu lintas jaringan menggunakan Wireshark pada pc server.yahoo. Dari ke-11 PLIK.977 0. | Vita Pusvita mengenai jaringan khususnya parameter kualitas layanan jaringan. Hal ini dapat dilihat pada Tabel 4.0152 9. | Vita Pusvita 31 Penelitian ini diawali dengan melakukan streaming video dari server ke client dan pengaksesan internet ke www.768 0..Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan . Hasil Pengukuran Parameter QoS terjadi pada jaringan ini sebesar 0%. hanya ada 3 PLIK yang beroperasi. Pengukuran delay dan throughput didapat dari seluruh aktifitas lalu lintas jaringan baik akses internet maupun streaming server.0484 0 0 3 dapat dilihat bahwa Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan .464 0.. HASIL DAN PEMBAHASAN Menurut data dari Dishubkomintel Kota Banda Aceh..464 bytes/detik. . Packet loss yang Tabel 5.5 0 2 Syiah Kuala 26642.Perbandingan Kondisi PLIK Data Dishubkomintel dan Data Lapangan No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Nama PLIK Baiturrahman 1 Baiturrahman II Banda Raya 1 Banda Raya II Jaya Baru Kuta Alam Kuta Raja Lheung Bata Meraxa Syiah Kuala Ulee Kareng Data Dishubkomintel Beroperasi Beroperasi Beroperasi Beroperasi Beroperasi Beroperasi Beroperasi Beroperasi Beroperasi Beroperasi Beroperasi Data Lapangan Tidak Beroperasi Beroperasi Tidak Beroperasi Tidak Beroperasi Tidak Beroperasi Tidak Beroperasi Tidak Beroperasi Beroperasi Tidak Beroperasi Beroperasi Tidak Beroperasi Sumber: Dishubkomintel Kota Banda Aceh Baiturrahman memiliki throughput sebesar 20544.com. PLIK Baiturrahman Tabel 5 menunjukkan PLIK Tabel 4.0451 0 0 1 server. rata-rata byte yang diterima disisi penerima pada jaringan PLIK Baiturrahman sebesar 20544. Lheung Bata 31147. Kemudian didapatkan hasil pengukuran parameter QoS seperti pada Tabel 5.

karena kurang dari standar ITU. throughput yang sampai disisi penerima kecil sehingga jumlah paket yang diterima di sisi penerima juga kecil. Berdasarkan Tabel 3. Delay ini termasuk dalam kategori sangat baik.0451 detik. kemungkinan hal ini terjadi karena bandwidth yang disediakan PLIK Baiturrahman memang mampu menampung jumlah trafik yang lewat pada jaringan. Hal ini menandakan bahwa kualitas jaringan PLIK ini sangat bagus sehingga semua paket yang dikirim dapat bersamaan sampai di sisi penerima.. Hal ini berarti tidak ada satupun paket yang hilang dalam jaringan. buffer jaringan mampu menampung paket yang mengalami congestion. menurut standar ITU didapat bahwa jitter yang berkualitas baik yaitu kurang dari atau sama dengan 75 ms sehingga jitter dari jaringan PLIK Baiturrahman ini dapat dikategorikan sangat baik. Adapunbeberapa kemungkinan kondisi jaringan PLIK Baiturrahman diantaranya jumlah paket yang melewati jaringan tidak melebihi kapasitas jaringan dengan melihat nilai persentasi packet loss yaitu sebesar 0 % dan jitter 0 ms. | Vita Pusvita packet loss yang baik menurut standar ITU yaitu kurang dari 3%.. hanya dengan waktu tunda 0.Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan .0451 detik maka hasil video streaming sudah dapat diterima disisi penerima. Hal ini terjadi jika trafik yang melewati jaringan melebihi kapasitas bandwidth sehingga terjadi congestion pada jaringan. Hal ini dapat mencegah terjadinya collision dalam suatu jaringan yang dapat menyebabkan adanya paket yang hilang. Jitter atau variasi kedatangan paket pada jaringan PLIK Baiturrahman sebesar 0 ms. Sedangkan delay pada jaringan PLIK Baiturrahman sebesar 0. semua paket yang melewati jaringan dapat diterima di sisi penerima dapat dilihat persentasi packet loss sebesar 0%. Hal ini juga dapat memberikan kemungkinan bahwa jaringan tersebut tidak 32 mengalami congestion sehingga tidak adanya perbedaan variasi waktu dalam antrian dan pengumpulan ulang paket-paket di akhir perjalanan (di sisi penerima). Kemungkinan lainnya. Hal ini menunjukkan waktu tunda dari proses transmisi pada jaringan tersebut kecil. sehingga dapat dikatakan packet loss jaringan ini sangat baik. Sehingga saat streaming video dilakukan. Jitter ini hanya diukur dari server ke client pada proses streaming server. dengan kata lain semua paket yang dikirim oleh pengirim dapat diterima semua disisi penerima. Dengan jumlah packet loss yang sangat baik. jaringan PLIK Baiturrahman tidak mengalami collisiondilihat berdasarkan packet loss sebesar 0 %. dan gambar hasil cuplikan video Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Delay berkualitas baik yaitu kurang dari 300 ms. jaringan tidak mengalami congestiondengan nilai jitter 0 ms. Delay jaringan ini diukur dari seluruh lalu lintas jaringan baik akses internet maupun proses streaming server.

sisi penerima (client) dapat menerima sebesar 31147. Dari tabel 1 dapat kita lihat bahwa standar ITU packet loss suatu jarigan daikatakan baik yaitu kurang dari 3%. congestion. Hasil pengukuran parameter Quality of Services (QoS)PLIK Baiturrahman dapat dikatakan baik. jitter atau variasi kedatangan paket pada jaringan PLIK Lheung Bata sebesar 0 ms. Packet loss yang terjadi pada jaringan PLIK Lheung Bata ini sebesar 9.977 byte/detik.. | Vita Pusvita streaming berkualitas kurang baik dikarenakan throughput yang kecil. Tetapi PLIK ini membutuhkan peningkatan bandwidth sehingga throughput yang dihasilkan di sisi penerima akan menjadi lebih baik. | Vita Pusvita . Dengan waktu 0. Dengan demikian jaringan ini tidak melakukan pengiriman ulang kembali paketpaket yang hilang sehingga jaringan tersebut tidak mengalami congestion yang menyebabkan tidak adanya perbedaan variasi waktu dalam antrian dan pengumpulan ulang paket-paket di akhir perjalanan (di sisi penerima). Delay ini dapat dikategorikan sangat bagus karena jauh lebih kecil dibandingkan standar ITU untuk delay kualitas baik yaitu 0. PLIK Lheung Bata PLIK Lheung Bata memiliki throughput sebesar 31147. Packet loss ini hanya diukur dari server ke client pada proses streaming server. Berdasarkan hasil pengukuran menggunakan Wireshark.3 detik (lihat tabel 2). Hal ini menunjukkan bahwa dalam 1 detik.Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan . Walaupun demikian jumlah bytes yang mampu diterima di jaringan ini lebih besar dibandingkan jaringan lain..5 % yaitu sebanyak 529 paket hilang dari 5031 paket. karena memenuhi standar QoS yang telah ditetapkan oleh ITU. Adanya packet loss dalam jaringan ini dapat disebabkan berbagai kemungkinan di antaranya collision. Jitter ini hanya diukur dari server ke client pada proses streaming server.. Kategori degrasi yang dialami jaringan ini masuk kedalam tahap sedang. Delay yang terjadi pada jaringan PLIK Lheung Bata yaitu sebesar 0. Pada Tabel 3 dapat dilihat bahwa standar ITU suatu jitter dikatakan baik yaitu di bawah 75 ms sehingga jitter jaringan PLIK Lheung Bata ini dikategorikan sangat baik.99 byte dari keseluruhan lalu lintas jaringan baik dari akses internet maupun proses streaming server. Delay jaringan ini diukur dari seluruh lalu lintas jaringan baik akses internet maupun proses streaming server.0152 detik. Tetapi pada umumnya jika suatu jaringan mengalami packet loss. node yang berkerja melebihi kapasitas buffer sehingga buffer tidak mampu menampung data.0152 detik maka sisi penerima 33 Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan . dan memori node yang terbatas pada jaringan. maka akan ada jitter dalam jaringan tersebut karena adanya pengiriman ulang paket-paket yang hilang sehingga menyebabkan adanya antrian dalam pengumpulan paket disisi tujuan.. jumlah trafik yang lewat melebihi kapasitas bandwidthyang tersedia.

Hal ini terjadi jika trafik yang melewati jaringan melebihi kapasitas bandwidth sehingga terjadi congestion pada jaringan. maka sebaiknya dilakukan manajemen bandwidth sehingga dapat dilakukan pengaturan agar packet loss yang terjadi tidak melebihi standar packet 34 loss untuk kualitas baik yaitu 3 %. Hal ini menandakan bahwa pada jaringan ini tidak ada paket yang hilang selama proses transmisi. Hasil pengukuran parameter QoS pada jaringan PLIK Lheung Bata menunjukkan bahwa masih ada parameter QoS pada jaringan PLIK Lheung Bata yang masih tidak memenuhi standar parameter QoS yaitu packet loss. Jitter atau variasi kedatangan paket dari hasil pengukuran menggunakan Wireshark pada jaringan PLIK Syiah Kuala yaitu Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Dengan kata lain. Jika throughput dianggap terlalu kecil maka dibutuhkan penambahan bandwidth pada jaringan PLIK ini. buffer jaringan mampu menampung paket yang mengalami congestion. throughput yang diterima di sisi penerima sudah cukup baik sehingga kualitas gambar hasil cuplikan video pun sudah baik. Adapun beberapa kemungkinan kondisi jaringan PLIK Lheung Bata di antaranya jumlah paket yang melewati trafik jaringan melebihi kapasitas bandwidth jaringan dilihat berdasarkan packet loss sebesar 9. Hal ini menunjukkan bahwa jumlah bytes yang diterima setiap detiknya sebesar 26642. Persentasi packet loss ini termasuk dalam kategori sangat bagus. tidak semua paket yang melewati jaringan diterima di sisi penerima dengan persentasi packet loss sebesar 9.5%..78 bytes/detik. Sehingga hal ini dapat mencegah terjadinya collision dalam suatu jaringan yang dapat menyebabkan adanya paket yang hilang.5%. jaringan PLIK ini kemungkinan mengalami collision dengan adanya persentasi pengukuran packet loss sebesar 9. dan hasil gambar cuplikan video yang tidak sempurna dapat terjadi karena adanya packet loss yang kemungkinan besar karena adanya collision.5%. Packet loss ini hanya diukur dari server ke client pada proses streaming server.. | Vita Pusvita dapat menerima hasil streaming video yang ditransfer dari server. Packet loss yang terjadi pada jaringan PLIK ini sebesar 0 %.78 bytes dari keseluruhan lalu lintas jaringan baik dari akses internet maupun proses streaming server. jaringan PLIK Lheung Bata tidak mengalami congestion dengan nilai nilai jitter sebesar 0 ms. waktu tunda proses tansmisi jaringan PLIK Lheung Bata sangat kecil.Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan . Kemungkinan lainnya. PLIK Syiah Kuala Jaringan pada PLIK Syiah Kuala memiliki throughput sebesar 26642. Untuk menghindari adanya packet loss yang terjadi diakibatkan oleh collision. Packet loss yang sangat baik menandakan adanya kemungkinan bandwidth yang disediakan PLIK Syiah Kuala memang mampu menampung jumlah trafik yang lewat pada jaringan.

Jitter ini hanya diukur dari server ke client pada proses streaming server.0484 detik maka sisi penerima dapat menerima hasil streaming video yang ditransfer dari server.. jaringan tidak mengalami congestion (antrian) dapat dilihat dari parameter jitter yaitu 0 ms.0484 detik. Hal ini dapat dilihat dari segi kualitas gambar baik hasil pengukuran parameter QoS. throughput yang diterima di sisi penerima cukup baik sehingga gambar hasil cuplikan video di terima di sisi penerima tidak mengalami kerusakan. maka dapat dilihat beberapa kemungkinan kondisi jaringan PLIK Syiah Kuala diantaranya jumlah trafik paket data yang melewati jaringan tidak melebihi kapasitas bandwidth dengan melihat persentasi packet loss sebesar 0 % dan jitter yang bernilai 0 ms. | Vita Pusvita sebesar 0 ms. packet loss dan jitter tidak dapat dipisahkan antara yang satu dan lainnya dalam menentukan suatu kualitas layanan jaringan. SIMPULAN Parameter QoS berupa throughput. dan jitter yang bernilai 0 ms. Jitter ini termasuk dalam kategori sangat baik karena standar ITU untuk jitter dengan kualitas baik yaitu kurang dari 75 ms.3 detik. persentasi packet loss 0%. waktu tunda proses tansmisi jaringan PLIK Syiah Kuala sangat kecil.3 detik sehingga dapat dikatakan bahwa delay jaringan ini termasuk dalam kategori sangat baik.Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan . Tabel 2 menunjukkan bahwa standar ITU untuk kualitas delay yang baik yaitu kurang dari 0. Hal ini berarti dengan waktu tunda sebesar 0... jaringan tidak mengalami collision yang dapat dilihat dari persentasi packet loss sebesar 0 %. delay yang terjadi pada jaringan kecil yaitu di bawah 0. maka sebaiknya diadakan penambahan kapasitas bandwidth. Hal ini juga dapat memberikan kemungkinan bahwa jaringan tersebut tidak mengalami congestion sehingga tidak adanya perbedaan variasi waktu dalam antrian dan pengumpulan ulang paket-paket di akhir perjalanan (di sisi penerima). Delay jaringan ini diukur dari seluruh lalu lintas jaringan baik akses internet maupun proses streaming server. | Vita Pusvita 35 . Delay yang terjadi pada jaringan PLIK Syiah Kuala yaitu sebesar 0. dan gambar hasil cuplikan video sudah baik. delay. Jaringan PLIK Syiah Kuala sudah mampu memenuhi kebutuhan parameter QoS yang telah ditetapkan. dikarenakan throughput yang memang baik. packet loss yang terjadi kurang dari 3 % dan jitter pada jaringan kurang dari 750 ms. Berdasarkan penjelasan diatas. semua paket yang melewati jaringan PLIK Syiah Kuala dapat diterima di sisi penerima dapat dilihat dari persentasi packet loss sebesar 0%. Tetapi jika throughput yang dihasilkan dirasakan masih kurang.. Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan . Jika salah satu parameter termasuk dalam kategori kurang baik maka hal ini dapat menurunkan kualitas layanan jaringan secara keseluruhan. Dengan kata lain. Kualitas layanan jaringan dapat dikatakan baik jika throughput yang dihasilkan besar.

Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan . 4Institut Teknologi Telkom. diakses tanggal 27 Februari 2012). Hanya saja throughput pada PLIK ini dapat dikatakan lebih kecil dibandingkan PLIK lainnya.bisnis.scribd. (http://www. 2011.slideshare. Kualitas Layanan Jaringan Pada Sistem Telekomunikasi. diakses tanggal 17 Januari 2012). (http://www. Pusat Layanan Internet Kecamatan. hasil pengukuran parameter QoS pada jaringan PLIK Lheung Bata menunjukkan bahwa masih ada parameter QoS pada jaringan PLIK Lheung Bata yang masih tidak memenuhi standar parameter QoS yaitu packet loss.net/Uba yt/share-presentasi-plik. 2Dewani. karena memenuhi standar QoS yang telah ditetapkan oleh ITU. DAFTAR PUSTAKA 1Pritoyo.com/doc/75 973224/Bab-4-QoS.com/articles /sebagian-besar-warnet-pliktak-bermanfaat. 3Perkembangan Arief. Hal ini dapat dilihat dari hasil pengukuran parameter QoS yang sesuai dengan standar. 2007. (http://www. Teknologi Banda Aceh Melejit. Sebagian Besar Warnet PLIK Tidak Bermanfaat. Sedangkan. rakyataceh. Ratna. Universitas Negeri Yogyakarta: Jurusan Pendidikan Teknik Elektronika. diakses tanggal 17 Januari 2012) 36 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 .php?open =view&newsid=BeritaUtamaPerkembanganTeknologiBandaA cehMelejit. (http://www. Adi Dewanto.2011.. | Vita Pusvita PLIK Baiturrahman memiliki kualitas layanan jaringan yang dapat dikatakan baik. 2011.. Upaya Peningkatan Kualitas Layanan Internet Melalui Pendekatan Model Akses Berbasis Persepsi Pengguna. 5Perubahan Atas Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor: 48/Per/M.com/index.Kominfo/11/2009 Tentang Penyediaan Jasa Akses Internet Pada Wilayah Pelayanan Universal Telekomunikasi Internet Kecamatan. diakses tanggal 17 Januari 2011). 6BTIP. Pada jaringan PLIK Syiah Kuala sudah mampu memenuhi kebutuhan parameter QoS yang telah ditetapkan.

all business processes have not been optimized yet to fulfill all the components of knowledge creation Perancangan Knowledge Management System . Proses baru ini sebagian besar ada pada knowledge transfer dan knowledge application yang telah terdefinisi.com ABSTRAK Dalam penelitian ini dirancang Knowledge Management System (KMS) berorientasi proses bisnis di dalam lembaga diklat pemerintahan menggunakan tools dan metode pemodelan knowledge process dan perancangan knowledge infrastructure dari Strohmaier.f@gmail. Selain itu dihasilkan juga rancangan arsitektur KMS dan Information Technology (IT Tools) sebagai knowledge infrastructure pendukungnya. 7 proses bisnis belum lengkap teridentifikasi knowledge process-nya. Knowledge Management system. The preliminary identification and analysis showed that 7 of 10 business processes have not been fully identified in terms of their knowledge processes. Hasil perancangan knowledge process yang telah dilengkapi menghasilkan 53 tahapan proses (ada tambahan 19 tahapan proses baru). Proses bisnis yang menjadi studi kasus pada penelitian ini yaitu proses bisnis Widya Iswara (WI) di Balai Diklat Metrologi Kementerian Perdagangan. Bandung wicaksono. Balai Diklat Metrologi. Ministry of Trade Republic of Indonesia) Wicaksono Febriantoro Staff Seksi Promosi & Kerjasama. Parongpong. Search Engine/Information Retrieval System dan Expert Locator serta strategi personalisasi (mengelola tacit knowledge) dengan alternatif teknologi pendukung Working Group/Community of Practice Tool. Knowledge Infrastructure. Kementerian Perdagangan Jl. Daeng Muhammad Ardiwinata km 3. | Wicaksono Febriantoro 37 . virtual work space application dan discussion group based application. Knowledge Process.. Lecturer (WI) business process is the main case study for this research. IT Tools yang ada diharapkan dapat mendukung 2 strategi knowledge process yaitu strategi kodifikasi (mengelola pengetahuan yang terdokumentasi) dengan alternatif teknologi pendukung Document/Content Management berupa Wiki dan Blog. Identifikasi dan Analisis awal menunjukkan dari 10 proses bisnis yang dianalisis..JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI Vol 1 No 1 Desember 2012 PERANCANGAN KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM BERORIENTASI PROSES BISNIS (Studi Kasus Balai Diklat Metrologi Kementerian Perdagangan) BUSINESS PROCESS ORIENTED KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM DESIGN (Case Study of Metrology Training Centre. ABSTRACT The aim of this study is to desig a business proces-oriented Knowledge Management System (KMS) in government training institutions using the tools and knowledge modeling methods and knowledge infrastructure process design of Strohmaier. Hasil analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa secara umum semua proses bisnis belum mengoptimalkan semua komponen dari knowledge creation sampai dengan knowledge application. The further analysis showed that in general. Kata Kunci : Proses Bisnis.4 Cihanjuang.

7 tahun 2010. Balai Diklat Metrologi (BDM) merupakan salah satu unit Eselon III di Kementerian Perdagangan yang bertugas memfasilitasi dan menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan (diklat) kemetrologian bagi Sumber Daya Manusia (SDM) Kemetrologian di seluruh Indonesia. Kendala yang sering dihadapi adalah kenyataan bahwa pengetahuan dan pengalaman organisasi tersebut seringkali tersebar. | Wicaksono Febriantoro to knowledge application. Knowledge Process. In addition.. Menurut Permendag No. The IT tools are expected to support two knowledge process strategies : the codification strategy (to manage the documented knowledge) with the supporting IT Tools such as document / content management system in the form of wiki and blog. Secara umum hal itu diwujudkan dalam bentuk peraturan dan prosedur kerja dalam organisasi tersebut.Perancangan Knowledge Management System . serta rangkaian kegiatan untuk perubahan dan penyempurnaannya. The results of the completed knowledge process design showed that there are 53 stages of the process (there are new additional 19 stages of the process). KMS architecture and IT tools as supporting knowledge infrastructure designs are defined. Diklat kemetrologian bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan di bidang kemetrologian. search engine / information retrieval system. Keberadaan Pengajar / Widya Iswara (WI) senior yang belum ditunjang dengan sistem transfer pengetahuan yang sistematis kepada WI junior (yang baru) akan memunculkan resiko terjadinya knowledge lost dari materi diklat yang 38 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Untuk mewujudkan organisasi seperti itu. expert locator and the personalization strategy (to manage the tacit knowledge) with the supporting IT Tools such as working/community of practice tool. Keywords : Business Processes. virtual work space application dan discussion group based application.. Knowledge Infrastructure. termasuk belajar dari pengalamanpengalaman di masa lampau. Tujuannya tentu saja adalah memanfaatkan aset tersebut untuk mencapai kinerja organisasi yang lebih baik untuk mempercepat pencapaian tujuan pelaksanaan 1 reformasi birokrasi. tidak terdokumentasi dan bahkan mungkin masih ada di dalam kepala masingmasing individu dalam organisasi. PENDAHULUAN Reformasi Birokrasi bagi Kementerian / Lembaga dan Pemerintah Daerah dimaksudkan antara lain untuk mendorong terwujudnya organisasi yang efektif dan efisien. Knowledge Management System. The new processes are largely on the knowledge transfer and knowledge application that have been defined.1 Knowledge Management atau manajemen pengetahuan merupakan upaya untuk meningkatkan kemampuan organisasi dalam mengelola aset intelektualnya yaitu pengetahuan dan pengalaman yang ada. setiap instansi pemerintah harus siap untuk memanfaatkan kekayaan pengetahuan yang dimilikinya.

Proses bisnis yang jelas diperlukan supaya pengetahuan para WI dapat terkelola dengan baik. dan lain sebagainya). Konsep yang utama dari KMS adalah.Perancangan Knowledge Management System .. Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 39 . pengorganisasian. belum memberi banyak kesempatan terhadap adanya media lain (elearning via web. proses maupun pasca diklat. Knowledge Management System (KMS) selaku sistem pendukung manajemen pengetahuan4 diperlukan untuk mengatasi berbagai kendala yang muncul dalam proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di BDM. Belum adanya transfer pengetahuan yang sistematis dari WI senior kepada junior merupakan salah satu permasalahan yang membuat sistem pendidikan dalam jangka panjang akan mengalami banyak kendala. Selain itu.. | Wicaksono Febriantoro diajarkan. setiap orang harus mengelola pengetahuannya sendiri. serta BDM akan sangat bergantung kepada individu tertentu yang menguasai materi bahan ajar dikarenakan belum terinstitusionalkan pengetahuan individu menjadi pengetahuan organisasi. dimana aset utama sebuah organisasi pembelajar adalah living/intangible asset yang terdapat di dalam pengetahuan seluruh anggota organisasi. BDM belum mempunyai panduan yang detail berupa proses bisnis dan standart operating procedure (SOP) dari tiap aktivitas WI baik pra diklat. Jika ditinjau dari konsep pemodelan knowledge process dari Strohmaier2 SECI dan Ba3 dapat dilihat bahwa belum ada sistem yang mengatur dan mengorganisasikan dalam proses knowledge creation. Selain itu media/ruang yang disediakan untuk pembelajaran selama ini masih berupa ruang kelas dan laboratorium saja. Dampaknya tentu saja bagi para WI junior akan memerlukan waktu yang lebih lama dan usaha yang lebih keras untuk menguasai suatu materi bahan ajar. Desain KMS yang terbentuk nantinya diharapkan dapat menunjang kegiatan peningkatan kompetensi dan kapasitas WI. dan penggunaan pengetahuan dari SDM nya supaya menjadi keunggulan kompetitif untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat. storage dan retrieval. transfer maupun application yang berperan penting dalam proses konversi tacit knowledge menjadi explicit knowledge.5 Hasil akhir yang diharapkan dari penelitian ini yaitu terciptanya rancangan KMS untuk meningkatkan kapabilitas organisasi. Setelah itu barulah organisasi dapat melakukan pengumpulan. mobile learning. Lebih lanjut diharapkan kapabilitas BDM dapat meningkat sehingga mendukung terbentuknya BDM menjadi organisasi pembelajar (learning organization). Belum termotivasinya/ terbentuknya budaya knowledge sharing diantara sesama WI beserta media yang mendukungnya juga merupakan salah satu gejala yang patut diperhatikan.

dengan langkah seperti pada Gambar 1 sebagai berikut. 1. Knowledge creation : mengidentifikasi kebutuhan knowledge background (latar pengetahuan). 3. latar belakang dan bentuknya. Knowledge storage : mengevaluasi content dari storage.Perancangan Knowledge Management System . Knowledge application : mengidentifikasi pengetahuan yang diperlukan oleh masing- Gambar 1. Kerangka Kerja Penelitian HASIL DAN PEMBAHASAN Pemodelan KMS Berorientasi Proses Bisnis Hasil Identifikasi Knowledge Process Dalam mengidentifikasi knowledge process ini digunakan sebanyak 4 proses sebagai berikut2 : masing knowledge domain.. 40 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 .. Knowledge transfer : membandingkan aktivitas yang ada (kondisi eksisting) dengan pihak/organizational roles yang membutuhkan. 4. | Wicaksono Febriantoro METODE PENELITIAN Pada intinya tahapan dalam perancangan KMS dibagi menjadi 6 (enam) digunakan pendekatan metode kualitatif. 2.

artinya bahwa pengetahuan ini belum digunakan oleh organizational roles yang lain untuk menciptakan pengetahuan baru.. WI dapat mengolah dan menggunakan hasil penerjemahan jurnal. Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 41 . Tabel 1. Identifikasi Latar Pengetahuan Knowledge Domain (KD) B mengidentifikasi latar pengetahuan 2 B Deskripsi WI dapat menggunakan RB/RP sebagai pedoman dalam menyusun modul mencakup kemampuan yang harus dimiliki siswa setelah mengikuti pelajaran beserta indikator keberhasilan. Dari pengetahuan ini WI dapat belajar dari pengalaman dan best practices di dalam melakukan penyusunan modul yang baik. WI dapat menggunakan dan mengolah pengetahuan Laporan dan Materi Diklat yang didapat dari hasil diklat untuk memperbaharui modul diklatnya WI dapat menggunakan hasil Karya Tulis Ilmiah penelitian/kajian/analisis yang dibuat dalam karya tulis ilmiahnya untuk memperbaharui modul diklat.standar atau referensi terbaru Hasil Penerjemahan dari luar negeri untuk memperbaharui dan memperkaya materi modulnya WI dapat menggunakan pengetahuan dari laporan Laporan Pelaksanaan Kegiatan pelaksanaan kegiatan untuk memperbaharui dan (Moderator/Narasumber) memperkaya materi modulnya Selanjutnya akan ditunjukkan pengetahuan yang menggunakan KD B dan organizational roles yang menggunakannya. meliputi studi kasus di daerah Tatap Muka tertentu. Tabel 1. metode KBM. WI dapat mengolah setiap informasi yang ada pada soal ujian yang telah diterbitkan sebagai bahan Soal Ujian referensi bagi modul (yang relevan dengan pokok bahasan). dll untuk memperbaharui modul diklatnya. bahwa yang terlibat dalam knowledge creation penyusunan modul yaitu pengetahuan mengenai dokumen RB/RP.. agar pengetahuan yang dihasilkan lebih lengkap sudut pandangnya. WI dapat mengolah setiap informasi yang ada pada Slide slide untuk melengkapi modulnya WI dapat mengolah setiap pengetahuan yang timbul dari diskusi di kelas. WI dapat menggunakan hasil penelitian/kajian/analisis yang terdapat pada karya Bimbingan Karya Tulis tulis peserta diklat untuk memperbaharui modul diklatnya (yang relevan dan sesuai). akan tetapi ada beberapa latar pengetahuan lainnya yang mempengaruhi. Alat/Media yang digunakan dan alokasi waktu. Jika dianalisis lebih lanjut ternyata tidak hanya dokumen RB/RP saja yang berperan di dalam penciptaan pengetahuan mengenai penyusunan modul. Identifikasi Pengetahuan KD B No Kode Knowledge Domain Latar 1 A RB/RP Gambar 2. Begitu pula dengan knowledge transfer belum terdefinisi dengan baik (ditandai dengan tanda tanya ?). Siklus KM Dari KD B Dapat dilihat pada Gambar 2. regulasi di daerah. Latar Pengetahuan berguna dalam penciptaan pengetahuan baru. Akan tetapi dapat dilihat pada gambar bahwa knowledge application dari penyusunan modul ini belum terdefinisi dengan baik. 3 C 4 D 5 E 6 F 7 G 8 H 9 I 10 J WI dapat mengambil referensi dari modul yang telah Bahan Ajar dan Modul Diklat dipakai sebelumnya. pokok bahasan yang akan disajikan. kemudian disimpan sebagai draft modul (softcopy). | Wicaksono Febriantoro yang diperlukan oleh WI dalam menghasilkan pengetahuan mengenai penyusunan modul.Perancangan Knowledge Management System .

WI WI . Adapun karena transfer pengetahuannya antara WI  WI.WI Diperlukan dapat diadakan WI . maka harus ditulis dengan jelas mengenai perubahan tersebut dan alasannya (adanya change log). Pengetahuan mengenai modul sebaiknya tersimpan dengan baik dan tercatat perubahan/perbaikan yang dilakukan dari tahun ke tahun. 2. 3.. Latar belakang / latar pengetahuan mengenai perubahan / perbaikan 42 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . oleh karena itu knowledge transfer kepada WI harus dipastikan ada di dalam proses bisnis untuk memfasilitas hal ini. Bentuk knowledge storage juga harus diperhatikan. Untuk lebih detilnya mengenai bentuk knowledge storage akan dibahas pada perancangan teknologi pendukung knowledge infrastructure..WI Rapat Koordinasi WI . hendaknya berupa file elektronik yang terstruktur baik dari segi penulisan maupun penyimpanan.WI Penyusunan Modul dg WI yang serumpun. Kemudian langkah terakhir yaitu mengenai knowledge storage. Dari empat analisis diatas dapat dirangkum kedalam siklus knowledge management yang telah dilengkapi sebagai berikut pada Gambar 3.WI Seminar.WI dengan ataupun forum In House WI .WI modul juga harus tercatat dengan rapi supaya jelas kronologis perubahannya.dll WI . maka alternatif bentuk transfer sebagai berikut pada Tabel 3. Knowledge Application dari KD B No KD Pengetahuan yang terlibat 1 A Dokumen RB/RP 2 B Bahan Ajar dan Modul Diklat 3 C Slide 4 D Tatap Muka (Daftar Hadir + SAP) 5 E Soal Ujian 6 F Bimbingan Karya Tulis (Form Kontrol) 7 G Laporan dan Materi Diklat 8 H Karya Tulis Ilmiah 9 I Hasil Penerjemahan Laporan Pelaksanaan Kegiatan (Moderator 10 J / Narasumber) Kode WI WI WI WI WI WI WI WI WI WI Organizational Roles Widyaiswara Widyaiswara Widyaiswara Widyaiswara Widyaiswara Widyaiswara Widyaiswara Widyaiswara Widyaiswara Widyaiswara Dari Tabel 2 diketahui bahwa semua yang menggunakan KD B adalah organization roles WI.Perancangan Knowledge Management System . Misal ada perubahan regulasi yang berakibat adanya perbaikan pada modul. Untuk mendesain knowledge storage yang baik ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebagai berikut : 1. | Wicaksono Febriantoro Tabel 2.WI WI . Jika WI . Tabel 3.WI tertentu melalui Rapat seluruh WI WI . Knowledge Transfer dari KD B No KD Pengetahuan yang terlibat 1 A Dokumen RB/RP 2 B Bahan Ajar dan Modul Diklat 3 C Slide Tatap Muka (Daftar Hadir + 4 D SAP) 5 E Soal Ujian Bimbingan Karya Tulis (Form 6 F Kontrol) 7 G Laporan dan Materi Diklat 8 H Karya Tulis Ilmiah 9 I Hasil Penerjemahan 10 J Moderator / Narasumber Alternatif Bentuk Transfer WI . Nantinya para WI dan peserta diklat dapat belajar dari perubahan-perubahan tersebut beserta alasannya.WI diskusi yang lebih luas dan dalam mengenai topik WI .

Siklus KM yang telah dilengkapi dari KD B Rancangan Model KMS Berorientasi Proses Bisnis Setelah knowledge process dilengkapi. Pada tahap ini juga ditentukan fit criteria (tujuan yang ingin dicapai Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 43 . 1. Hasil Pemodelan Knowledge Process dari KD B Gambar 3. | Wicaksono Febriantoro Gambar 4. Strohmaier. Pemodelan ini divisualisasikan menggunakan model identifikasi knowledge process dari M.. Analisis Teknologi dalam KMS Dalam merancang aspek teknologi (knowledge infrastructure) akan digunakan framework perancangan knowledge infrastructure dari Strohmaier2 sebagai berikut pada Gambar 5. Definisi Knowledge Proses Pada tahap awal ini yang dilakukan yaitu memetakan model knowledge process as-is dan to be.2 Model KMS yang dirancang sudah mengakomodir perubahan terbaru. langkah selanjutnya yaitu menyusun model KMS berorientasi proses bisnis. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dari Gambar 4 berikut ini. Dengan adanya perubahan ini maka aliran pengetahuan dari siklus KM sudah terdefinisi dengan baik sehingga siklus KM dapat tercipta dengan baik.. Gambar 5.Perancangan Knowledge Management System . Alur Perancangan Knowledge Infrastructure2 Dari framework tersebut terdapat tiga langkah perancangan knowledge infrastructure sebagai berikut.

Organizational Roles harus dapat menyediakan/mengisi pengetahuan dalam KI. 3. Desain pada jurnal ini akan berfokus pada IT Tools terutama layer data. 44 sedangkan perancangan knowledge process yang telah dilengkapi. 2. Organizational Roles harus dapat mengakses kebutuhan pengetahuan yang diperlukan. Dari sini kemudian akan dirancang fit criteria sebagai tujuan perancangan knowledge infrastructure (KI). 5. Fit criteria ini nantinya akan digunakan di dalam validasi knowledge infrastructure. model konseptual KMS juga dijelaskan pada tahap ini.Perancangan Knowledge Management System . | Wicaksono Febriantoro dengan perancangan knowledge infrastructure). jika belum maka proses di tahap ke dua dapat diulangi lagi. Selain IT Tools. Selain fit criteria validasi juga dilakukan dengan perbandingan terhadap teori dan regulasi sehingga menghasilkan triangulasi validasi. Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Fit Criteria ini akan dirancang berdasarkan beberapa teori KMS2. Desain Knowledge Infrastructure.. KI harus dapat memfasilitasi kebutuhan kolaborasi pengetahuan antara knowledge worker.. 6. infrastructure dan knowledge services. Pada langkah ini dilakukan validasi terhadap desain knowledge infrastructure dalam hal dukungan terhadap knowledge process menggunakan fit criteria. Knowledge harus dapat ditransfer dengan baik oleh KI. 4. 3. Validasi Desain Knowledge Infrastructure Langkah validasi merupakan langkah terakhir dari perancangan knowledge infrastructure.1 Adapun rekapitulasi hasil fit criterianya adalah sebagai berikut : 1. 2. Dalam tahap ini dapat diketahui apakah desain sudah memenuhi Z atau belum. Model kolaborasi juga harus dapat memfasilitasi kebutuhan untuk melakukan kolaborasi kapan saja dan dimana saja (tidak terbatas di dalam kantor saja). Desain Knowledge Infrastructure Dari perancangan knowledge flow proses bisnis widyaiswara. Definisi Knowledge Processs Identifikasi model knowledge process dapat dilihat pada gambar 9. Pada tahap ini akan di-desain Arsitektur dan IT Tools berdasarkan fit criteria dan hasil analisis pemodelan knowledge process berorientasi proses bisnis beserta alternatif teknologi yang didapat dari studi literatur. ada 2 strategi terkait cara individu (WI) mendapatkan dan berbagi pengetahuan yang diperlukan untuk melaksanakan tugas sebagai WI. Knowledge yang disimpan harus dapat didukung dan dimanage oleh KI.4 dengan batasan berupa regulasi dari Kementerian PAN mengenai knowledge management di instansi pemerintah.

Data dan knowledge sources : Disini tersimpan semua database dari proses bisnis Widyaiswara (KD A sampai dengan KD J). Salah satu keuntungannya yaitu penggunaan kembali pengetahuan yang ada. Model Konseptual KMS di BDM 1. Codification Strategy: Strategi ini menitikberatkan pada pengumpulan. Proses Pengetahuan dan Teknologi Pendukungnya (Personalisasi) Proses Pengetahuan Diskusi Antar WI Rapat WI yang serumpun Forum WI (Keseluruhan) In House Seminar Teknologi yang mendukung Mentoring/Tutoring Working Group / Communities of Practice (expert locator. aplikasi yang akan digunakan akan dijelaskan pada Tabel 6. kodifikasi dan penyebaran informasi (explicit).6 1. Tabel 5. knowledge repositories. Expert Locator Intranet criteria (rancangan dari data dan knowledge sources. Berdasarkan fit criteria dan strategi KMS.. 2. discussion group based application) Berikut usulan rancangan berdasarkan hasil analisis dan fit Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 45 . virtual work space application. Strategi ini menekankan kepada dialog antar individu. 2.. collaboration. Strategi Kodifikasi pada proses bisnis widyaiswara dapat dilihat pada Tabel 4. Personalisasi pada proses bisnis widyaiswara dapat dilihat pada Tabel 5. infrastructure services serta knowledge services).Perancangan Knowledge Management System . Strategi ini akan sangat bergantung kepada IT. 3. Infrastructure service : Infrastruktur pendukung utama yaitu jaringan intranet via Local Area Network (LAN) dan Wi-Fi yang menghubungkan semua knowledge worker dengan KMS yang akan dibangun. Personalisation strategy : Strategi ini berfokus pada pengembangan jaringan untuk menghubungkan orang sehingga tacit knowledge dapat dibagikan. Proses Pengetahuan dan Teknologi Pendukungnya (Kodifikasi) Proses Pengetahuan Dokumentasi Konten Pencarian dan Mendapatkan Informasi Saling keterhubungan antar knowledge worker Teknologi yang mendukung Doc / Content Management (Wiki. Intranet ini juga terhubung ke internet via Internet Service Provider (ISP) untuk mengakses database online eksternal. | Wicaksono Febriantoro Strategi tersebut nantinya akan mempengaruhi rancangan knowledge infrastructure. sebagai berikut. Tabel 4. Knowledge Services: Pada layer ini terdapat layanan berupa aplikasi yang akan digunakan untuk mendukung knowledge process. blog) Search Engine/Information Retrieval System.7 Gambar 6. Strategi tersebut yaitu.

Model kolaborasi juga harus bisa memfasilitasi kebutuhan untuk melakukan kolaborasi kapan saja dan dimana saja (tidak terbatas di dalam kantor saja). Hal ini diperlukan untuk mengelola semua aplikasi KMS dengan baik. Sebelum menulis ke wiki. hasil karya tulis ilmiah dari peserta diklat. Semua apikasi KMS hanya bisa diakses melalui portal ini (sekaligus berfungsi untuk memberikan petunjuk beserta alur penggunaan masing-masing aplikasi). Untuk menulis content awal bisa dimasukkan ke dalam sebuah wiki dimana nantinya akan berisi modul sesuai mata pelajaran yang diajarkan. misal: modul tahun sebelumnya digunakan sebagai awal dari penyusunan modul.Perancangan Knowledge Management System .. Organizational Roles harus dapat mengakses kebutuhan pengetahuan yang diperlukan. maka WI harus mengakses portal (sebagai one stop information system) yang berfungsi sebagai sistem akses dan autentifikasi (memberi akses ke aplikasi sesuai peran dan tanggung jawabnya). yang Knowledge disimpan harus dapat didukung dan dimanage oleh KI. laporan diklat teknis (baik nasional maupun internasional). Latar pengetahuan dalam melakukan knowledge creation proses penyusunan modul terdiri dari 10 proses bisnis yang telah diidentifikasi sebelumnya (Gambar 6). Blog. hasil penerjemahan dari standar yang berlaku secara internasional (tentunya yang 46 sesuai dengan regulasi yang berlaku di Indonesia). Knowledge creation tidak dapat dipisahkan dengan knowledge storage and retrieval. disinilah strategi kodifikasi diaktualisasikan dengan penyimpanan pengetahuan. Pada poin 1 telah dijelaskan bahwa untuk penyimpanan content utama (modul) bisa digunakan wiki. Knowledge harus dapat ditransfer dengan baik oleh KI. KI harus dapat memfasilitasi kebutuhan kolaborasi pengetahuan antara knowledge worker . Document/Content Management System Search Engine/Information Retrieval System. hasil diskusi dari peserta/ketika menjadi narasumber dan sumber lain yang relevan. 2. Knowledge Process Knowledge Creation IT Tools Learning Tools Knowledge Storage and Retrieval Wiki. | Wicaksono Febriantoro Tabel 6.. kemudian content pendukungnya sebagai latar pengetahuan untuk memperbaharui content bisa Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . 1. kemudian diperbaharui kontennya (bisa ditambah atau dikurangi) yang disesuaikan dengan: RB/RP. write and edit atau full access) diberikan kepada organization role sesuai dengan kebutuhan-nya. Expert Locator Discussion group based application Knowledge Transfer Virtual Work Space Application Knowledge Transfer discussion group based application Knowledge Application Expert System/Workflow System Model Konseptual KMS Model konseptual pada Gambar 6. Aplikasi Pendukung (IT Tools) Knowledge Process Fit Criteria Organizational Roles harus dapat menyediakan/mengisi pengetahuan dalam KI. Prinsip utamanya yaitu hak akses ke dalam suatu aplikasi (read only. bisa dijelaskan sebagai berikut.

Nantinya setiap perubahan (baik penambahan atau pengurangan isi modul) pada wiki secara otomatis akan ditambahkan keterangan perubahan-nya (change log) meliputi apa perubahan yang dilakukan dan kapan perubahan itu terjadi. | Wicaksono Febriantoro disimpan pada blog.. 3. Knowledge storage and retrieval juga dilengkapi dengan search and retrieval system untuk mempermudah menemukan informasi dan pengetahuan yang diinginkan. video. Dari hasil identifikasi ditemukan bahwa proses penyusunan modul dapat digunakan untuk meningkatkan ke-10 proses lainnya. animasi maupun content multimedia lainnya. maka proses knowledge sharing/ knowledge transfer/ diskusi dapat berlangsung via ruang meeting atau forum diskusi. Pada intinya KMS memungkinkan knowledge transfer dan knowledge sharing kapan saja dan dimana saja. Untuk mempercepat proses implementasi knowledge tersebut. discussion group based application. jika ada salah satu peserta yang tidak hadir misalnya atau berada pada tempat yang berbeda. KMS dapat membantu dalam hal menghubungkan informasi dari berbagai sumber dan membuatnya dapat diakses oleh organizational roles yang membutuhkan dengan 47 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Adapun content yang disimpan dapat bervariasi. Kemudian hasilnya dimasukkan ke wiki berdasarkan kesepakatan pada forum diskusi. Misal dalam sebuah pembahasan yang akan menentukan apakah sebuah metode pengujian baru dapat dimasukkan atau tidak ke dalam sebuah modul. merupakan siklus yang berulang. 4. jika semua peserta hadir pada waktu dan tempat yang sama. Hal ini seperti dilihat pada Gambar 3. virtual workspace application dan lain-lain. mulai dari text. Pada tahap terakhir yaitu knowledge application yang berupa penerapan/implementasi existing knowledge supaya dapat memberikan nilai tambah (continuous improvement) pada proses lainnya. gambar. diskusi masih dapat dilakukan via teknologi pendukung missal : video conference. Pada knowledge transfer inilah strategi personalisasi berada. KMS memungkinkan diskusi dilakukan secara lebih luas. Pada tahapan ini dapat ditambahkan mekanisme tertentu sebagai fungsi approval terhadap content yang diperbaharui. Selain itu fungsi expert locator juga ditambahkan untuk mempermudah menemukan orang yang ahli dalam suatu bidang tertentu. Tahap ini menekankan pada pengelolaan tacit knowledge dimana pengetahuan baru yang muncul dari hasil diskusi antar WI yang serumpun maupun forum WI atau in-house seminar berada.Perancangan Knowledge Management System . audio..

Hasil analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa secara umum semua proses bisnis belum mengoptimalkan semua komponen dari knowledge creation s. ada 3 proses dasar dalam Manajemen Pengetahuan yaitu proses akuisisi pengetahuan. internalisation exercise ba. Socialization Originating 3 Diseminasi knowledge via collaboration Ba (same time same place). discussion forum (tacit). Tabel 8..discussion group teknologi dl perolehan data menggunakan sistem untuk merekam data elektronik. Validasi Desain Knowledge Infrastructure Selain menggunakan fit criteria. pembuatan corporate knowledge directories.12 tahun 2011 mengenai Pedoman Penataaan Tatalaksana (business process). Regulasi No Validasi Berdasarkan Regulasi Temuan Penelitian Menurut PermenPAN No. berbagi pengetahuan dan pemanfaatan pengetahuan Knowledge Transfer yang ditemukan 2 terdiri dari 2 strategi.. 48 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . content management dan business intelligence. Collaborative tools misal groupware. transfer & application mengenai Pedoman Pelaksanaan Manajemen Pengetahuan. Lebih lanjut KMS dapat mendukung knowledge application dengan cara menempelkan (embed) pengetahuan kedalam proses bisnis organisasi melalui expert/ workflow system (mengkodifikasikan dan mengotomatisasikan proses bisnis).Perancangan Knowledge Management System . dimana saja) interacting ba(diiferent ba.14 Tahun 2011 . ditemukan bahwa pada proses bisnis WI latar pengetahuan dalam menciptakan suatu pengetahuan baru belum sepenuhnya Tabel 7. Validasi Berdasarkan Teori No Temuan Penelitian Teori Pendukung Alavi (2001) menyatakan bahwa peran IT Peran IT dalam mendukung pengelolaan dalam pengelolaan KM sebagai berikut : 1 explicit (kodifikasi) dan tacit (personalisasi) knowledge coding dan sharing dari best practice. office automation sytem.14 Tahun 2011 Knowledge Process yang akan dikelola 1 terdiri dari knowledge creation. Dimulai dari knowledge creation. 3 pemodelan knowledge proses dan perancangan knowledge infrastruktur Mengidentifikasi Pengetahuan Mengidentifikasi Pengetahuan dl Manajemen organisasi. pembuatan knowledge networks Moffet dan McAdam (2003) menyatakan bahwa KM Tools terdiri dari 3 : IT digunakan untuk mendukung 2 manajemen tacit knowledge (working group/CoP) dan explicit knowledge (document management system) collaborative tools.14 Tahun 2011 tahapan dalam perencanaan implementasi Manajemen Pengetahuan Konteks dalam Praktek organisasi terdiri dari Penelitian terdiri dari 2 tahap.dll Nonaka (2000) menyatakan bahwa SECI Model terdiri dari. | Wicaksono Febriantoro mudah dan cepat.14 Tahun 2011 proses transfer dapat berupa diskusi maupun melalui medium berbasis teknologi Menurut PermenPAN No.d knowledge application. combination cyber dan time diffent place). tools untuk komunikasi dan kolaborasi (portal dan intranet) serta forum diskusi elektronik serta search and retrieval system SIMPULAN Pemodelan knowledge process widyaiswara dapat dilakukan menggunakan framework pemodelan knowledge process dari Strohmaier2 yang dimodifikasi menggunakan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara No. externalisation model (kapan saja. storage & retrieval. Manajemen (pemodelan knowledge proses) serta di tahapan strategi ada tahapan penggunaan teknologi (knowledge infrastruktur) Menurut PermenPAN No. kodifikasi (explicit) dan personalisasi (tacit) Menurut PermenPAN No. content management misal document management system. validasi dilakukan juga dengan membandingkan dengan teori/literatur lain serta dengan regulasi yang berlaku supaya keabsahan hasil perancangan dapat dipertanggungjawabkan dengan hasil sebagai berikut pada Tabel 7 dan Tabel 8. aspek Penggunaan Document/Content 4 Management System. Search Engine.

in house seminar) dengan IT Tools pendukungnya antara lain : Working Group/Community of Practice Tool. 107-136. and Konno. virtual work space application dan discussion group based application DAFTAR PUSTAKA 1Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.. 2001. Dari hasil perancangan knowledge infrastructure menunjukkan bahwa ada dua strategi yang digunakan untuk mendukung knowledge process WI sebagai berikut : 1. pp. Encyclopedia of Knowledge Management. Roman. Knowledge Flow. Schwartz. 5Hidajat. Strategi Personalisasi dimana strategi ini menitikberatkan pada pengelolaan tacit knowledge (diskusi antar WI. Ribiere. kemudian dalam knowledge storage belum menggunakan sistem yang terstruktur dan mudah untuk diakses kembali. Vincent and A. D. Maret 2001. 2011.Perancangan Knowledge Management System .. Leidner. Jann and Crestofel. serta Search Engine/Information Retrieval System dan Expert Locator. Markus B. 1998. Austria : Shaker Verlag. 49 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . kerjasama dan kerja tim sedangkan untuk knowledge application banyak yang belum terdefinisi sehingga pemanfaatan knowledge kurang optimal. Dorothy. Idea Group Reference (IGI). 2Strohmaier. 2006. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tentang Pedoman Pelaksanaan Manajemen Pengetahuan (Knowledge Management) s. Bandung: SBM-ITB. Knowledge Management dalam Konteks Organisasi Pembelajar. Juan. 2. California Management Review. | Wicaksono Febriantoro teridentifikasi. 2006. Maryam and E.] D. 6M. [book auth. Jakarta: Kemen PAN-RB. 2005. The Concept of ‘Ba’ : Building a foundation for knowledge creation. rapat WI yang serumpun. knowledge transfer juga belum optimal dikarenakan belum mendukung aktivitas kolaborasi. Strategi Kodifikasi merupakan strategi yang bersifat explicit (mengelola pengetahuan yang terdokumentasi) dengan IT Tools antara lain : Document/Content Management berupa Wiki dan Blog. Vol. forum WI. 25. B-KIDE : A Framework and a Tool for Business Process Oriented Knowledge Infrastructure Development. Knowledge Management and Knowledge Management System : Conceptual Foundation and Research Issues. 3Nonaka 4Alavi.l. MIS Quarterly.

New York : Springer.Perancangan Knowledge Management System . 50 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Knowledge Management Systems : ICT for Knowledge Management.. | Wicaksono Febriantoro 7Maier. Ronald. 2007..

Kata Kunci : penyaring konten. Penelitian ini menggunakan metoda kualitatif untuk melihat sejauh mana penggunaan konten filtering dilakukan di Kantor Pemerintahan Kota Batam. blocking all content on the website raises a problem because not all of the website content is negative. | Jarudo Damanik . detection PENDAHULUAN Ibarat dua sisi mata uang. The content filter used is firebox 125e series which has the adventage to block all of website content. Kajian ini diharapkan menjadi masukan Pemerintah Kota Batam untuk menentukan penggunaan konten filtering yang efektif. worms and the movement that led to the action of a hack to run the maximum through this device.go. Pendeteksian virus. worm maupun gerakan yang mengarah pada tindakan berupa hack dapat berjalan secara maksimal melalui perangkat ini. firebox 125e series. Efek positifnya. Penyaring konten yang dipakai adalah firebox seri 125e yang memiliki keunggulan melakukan blok terhadap konten sebuah website secara menyeluruh. Namun pemblokiran seluruh konten yang terdapat pada sebuah website memunculkan permasalahan. perkembangan teknologi informasi melahirkan dua efek yakni efek negatif dan efek positif. Detection of viruses.id ABSTRAK Kajian implementasi sistem penyaring konten telah dilakukan di Kantor Pemerintah Kota Batam. This study is expected to provide input Batam Local Government to determine effective content filtering. Keywords : content filtering.. karena tidak semua konten yang terdapat pada sebuah situs tersebut negatif. pendeteksian ABSTRACT A study on the implementation of the content filtering system has been done in Batam local government’s network.. In this researh we apply qualitative method to see how far content filtering has been used in Batam Local Government’s Network. firebox 125 e series. sehingga proses penyeleksian konten dapat dilakukan secara relevan.JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI Vol 1 No 1 Desember 2012 KAJIAN IMPLEMENTASI WATCHGUARD FIREBOX SERI 125e SEBAGAI PENYARING KONTEN PADA JARINGAN KANTOR PEMERINTAH KOTA BATAM A STUDY ON THE IMPLEMENTATION OF WATCHGUARD FIREBOX 125e SERIES AS A CONTENT FILTER IN BATAM LOCAL GOVERNMENT’S NETWORK Jarudo Damanik Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika Medan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI Jalan Tombak Nomor 31 Medan jarudo.damanik@kominfo. teknologi informasi dan 51 Kajian Implementasi Watchguard Firebox Seri 125e . However. It is recomended to create a capable device to detect page per page. so the selection process can be carried out relevant content. Disarankan untuk menciptakan sebuah perangkat yang mampu mendeteksi sebuah konten page per page.

.1 Dampak negatif tersebut semakin besar karena ketersediaan fitur dan mudahnya akses. serta amat mudah membuktikan setiap pelanggaran yang dilakukan seseorang. melakukan transaksi dan aktivitas ekonomi. Selain itu teknologi informasi menghadirkan pergeseran paradigma terhadap tingkat kepentingan informasi menjadi suatu hal yang paling berarti dan berharga. dan bahkan sebagai media dalam melakukan pembelajaran. di dunia maya segala aktivitas dapat dilihat lebih visual dan nyata. penyaringan konten yang tersedia di dunia maya secara teknis sangat diperlukan. Untuk itu. Saat ini teknis penyaringan konten yang sering digunakan adalah dengan mengimplementasikan proxy yang terdapat pada jaringan. Konsekuensi negatif yang kita anggap sebagai dampak negatif teknologi ini sama luasnya dengan manfaat positif teknologi ini.. tayangan sadis dan lainnya. Berbeda dalam dunia nyata. Pada teknik ini proxy akan memainkan peran untuk menyampaikan dan menerima permintaan dari user untuk mengakses konten dari server global. kecanduan hubungan maya. Lebih spesifik. Bila proxy Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . | Jarudo Damanik komunikasi memberikan berbagai kemudahan dalam menyelesaikan pekerjaan. teknologi informasi dan komunikasi. Konsep dan cara kerja proxy2 Pada dasarnya proxy berfungsi sebagai content checking. Namun sisi lain kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Gambar 1. Permasalahan geografis yang selama ini selalu menjadi kendala.Kajian Implementasi Watchguard Firebox Seri 125e . khususnya fasilitas dunia maya menghasilkan konsekuensi negatif bagi penguna. bersosialisasi. waktu dan biaya yang besar dalam mengakses informasi telah diatasi dengan hadirnya fitur fitur yang terdapat di dunia maya yang lebih efektif. Meski demikian semua informasi yang terdapat pada dunia maya yang di interpretasikan melalui laman website yang ada saat ini memiliki manfaat selama digunakan secara bijaksana diartikan dengan menggunakan untuk tujuan yang bermanfaat serta menyaring isi yang bersifat negatif. Secara garis besar internet memberi peluang terciptanya dampak negatif seperti 52 pornografi. dalam bentuk kampanye persuasif. sehingga membutuhkan ruang. Sebagai sebuah perwujudan dari dunia yang maya. Ada beberapa cara penyaringan konten yang dapat dilakukan. khususnya keberadaan dunia maya dewasa ini digunakan orang sebagai pusat rujukan informasi. dunia maya memiliki hampir semua hal yang terdapat pada dunia nyata.

khususnya pasal 27 ayat 1 harus dilakukan secara lebih nyata. serta apa kelemahan dan kelebihan tools tersebut. Penelitian dilaksanakan selama 6 (enam) bulan yakni dari bulan Januari 2012 sampai dengan Juni 2012. serta solusi pemilihan perangkat penyaring konten yang efektif.6 Alasan pemilihan metode ini didasarkan pada fenomena perkembangan teknologi informasi. karena fungsi vitalnya sebagai jembatan antara client dan webserver sekaligus sebagai otorisasi mengijinkan akses. Sisi lain dari alasan penyaringan sebuah konten juga dipengaruhi beberapa faktor yang bersifat non teknis. khususnya jaringan local area network selalu disertai sebuah proxy. Relevansi teknik penyaringan dengan kaidah kepantasan terhadap pengakses begitu erat kaitannya. khususnya konten dunia maya yang sangat dinamis.. namun kenyataannya efektivitas kinerja dalam melakukan penyaringan masih belum cukup.3 Dalam sebuah diskusi oleh ICTWATCH bersama dengan komunitas blogger disimpulkan bahwa dukungan terhadap keberadaan UU ITE Nomor 8 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Objek pengambilan data terdiri dari data aktivitas lalulintas jaringan dari menu Manajemen Admin.Kajian Implementasi Watchguard Firebox Seri 125e . Meskipun pada setiap jaringan. Berdasarkan pemaparan diatas. Penelitian ini memakai pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif. dengan fokus pengamatan terhadap kinerja jaringan yang berada di Lantai VII. sekaligus memilih informan sebagai sumber data serta melakukan penilaian kualitas data. Penelitian ini diharapkan memberikan informasi teknis terkait dengan perangkat konten filtering sebagai media penyaringan informasi negatif.4 Namun perlindungan terhadap masyarakat terkait akses ke negatif tidak dapat dipenuhi hanya undang undang tersebut. kajian ini difokuskan pada sejauhmana perangkat penyaring konten yang digunakan pada jaringan kantor Pemerintah Kota Batam mampu melakukan filtering terhadap konten negatif. Peneliti secara langsung mengamati objek penelitian untuk melakukan interpretasi data lapangan. dan selalu 53 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . menafsirkan serta membuat kesimpulan atas temuan di lapangan. yaitu mencatat dan menggambarkan secara teliti seluruh fenomena yang ditemukan di 5 lapangan. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di Kantor Pemerintah Kota Batam di kawasan Batam Center. dokumen awal pembangunan jaringan dan wawancara mendalam terhadap seluruh elemen yang terkait dengan manajemen pengelolaan jaringan. Kebijakan lebih teknis diperlukan untuk menciptakan akses ke dunia maya yang lebih sehat dan bermartabat.. | Jarudo Damanik diset untuk mem-filter konten yang mengandung kata “sex”. maka semua paket yang mengandung kata “sex” akan ditolak.

pejabat yang memiliki otoritas terhadap keberlangsungan jaringan. Tahapan ini dilakukan untuk melihat realita yang diungkapkan informan dengan Client 1 melihat pengalaman informan terkait topik. Validasi data dilakukan dengan menggunakan teknik triangulasi yaitu Client 5 melakukan pengecekan dari sumber data yaitu pengelola dan manajemen admin jaringan. data lalulintas jaringan serta para pengunjung atau user yang menggunakan jaringan. credibility. dimana dalam topologi ini terbentuk suatu bentuk hubungan antar perangkat dimana setiap perangkat terhubung secara langsung ke perangkat lainnya yang ada di dalam jaringan. | Jarudo Damanik mengelami perubahan dan pembenahan setiap saat. dikategorikan. Sedangkan analisa data dilakukan dalam beberapa tahapan dari tahapan trustworthines. Dengan menggunakan topologi ini data yang disampaikan antar satu komputer dengan komputer lain lebih aman karena menggunakan “dedicated link” komunikasi data secara langsung tanpa melalui komputer lain. untuk melihat pendapat yang sama dan melakukan member chek terhadap data yang berbeda untuk dibuatkan kesepakatan diantara sumber data. sistim jaringan komputer lokal mengadopsi topologi jaringan topologi Mesh atau biasa disebut topologi jala. Teknik pendekatan secara persuasif dan penjabaran naratif diharapkan mampu menggali semua fenomena dan kencenderungan yang berkembang. hingga authenticity. Hal ini diperlukan karena data yang 54 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Topologi Mesh yang digunakan dalam jaringan antar koneksi di kantor Pemerintah Kota Batam Pemilihan topologi ditujukan untuk keamanan data yang didistribusikan. HASIL DAN PEMBAHASAN Pada jaringan kantor Pemerintah Kota Batam. menguji kredibilitas informan dari jawaban serta memfasilitasi Client 3 pengungkapan konstruksi personal informan. 7 Titik port hub Client 2 Client 4 server sebagai sentral Client 6 Gambar 2... Keberagaman data yang diperoleh akan di deskripsikan.Kajian Implementasi Watchguard Firebox Seri 125e .

dengan mengenali konten yang disajikan oleh sebuah website. Sebagai contoh sebuah web proxy dapat diperoleh secara gratis mampu melakukan browsing tanpa harus khawatir oleh adanya pemblokiran situs karena semua request akan dilewatkan di web proxy tersebut. spyware dan anti spam. Ini diperlukan karena banyaknya data Pemerintah Kota Batam yang harus dilindungi ketika terjadi sebuah distribusi data. Jaringan pada kantor Pemerintah Kota Batam juga dilengkapi dengan firewall yang bekerja saling mendukung dengan proxy. Watchguard firebox 125e akan mengidentifikasi sebuah paket yang diakses user melalui pengecekan alamat IP baik komputer sumber maupun komputer tujuan untuk 55 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Sebagus apapun tipe proxy yang digunakan saat ini dapat dipastikan tidak akan mampu melakukan pengontrolan seluruh aktivitas. Hasil penelitian menunjukan tipe MS Proxy Server dan Win Gate mampu menyortir seluruh lalulintas paket yang masuk. Firewall yang digunakan adalah WebBlocker yang merupakan produk sebuah vendor berbasis di Amerika Serikat. Keberadaan firewall yang komprehensif ini tentunya untuk memberikan perlindungan secara total terhadap setiap akses yang tidak dikehendaki. Firewall watchguard ini bekerja dengan memfokuskan semua paket yang masuk melalui proses identifikasi.. Proxy yang digunakan pada server jaringan ini sudah lengkap. | Jarudo Damanik didistribusikan sangat penting seperti data statistik dan kependudukan. Sistim langganan keamanan terintegrasi XTM WatchGuard dan Firebox X e-Series peralatan dengan nomor seri X1250e. Pada weblocker ini terdapat fitur tambahan berupa perangkat proteksi antivirus.. Sistim Penyaring Konten Kantor Pemerintah Kota Batam Pada jaringan kantor Pemerintah Kota Batam efektivitas penggunaan proxy dan firewall dimaksimalkan untuk melakukan pengontrolan atas akses yang dilakukan user. XTM Watchguard Firebox 125e Gambar 3. Bentuk fisik webblocker sebagai penyaring konten yang digunakan kantor Pemerintah Kota Batam Secara umum fungsi webblocker ini untuk melakukan pengamatan terhadap segala aktivitas yang dilakukan oleh user dalam lingkup jaringan. Kondisi ini tentu tidak mencukupi untuk melindungi dan memantau jaringan bebas dari akses yang tidak terdeteksi.Kajian Implementasi Watchguard Firebox Seri 125e . Saat ini konfigurasi pada MS Proxy Server dan Win Gate yang bekerja pada layer aplikasi mampu melakukan pengontrolan terhadap seluruh aplikasi yang digunakan pada jaringan. Perkembangan berbagai tipe proxy yang sebagian besar dapat diperoleh secara gratis menimbulkan fenomena baru.

| Jarudo Damanik membandingkan apakah IP dimaksud merupakan IP yang memiliki indikasi merusak. Kelemahan Watchguard Firebox 125e Selain keunggulan yang dimiliki Watchguard Firebox 125e juga memiliki beberapa kelemahan. Artinya pembatasan atau pemblokiran bukan berarti membatasi hak manusia untuk memperoleh informasi. firebox 125e memiliki beberapa keunggulan diantaranya memiliki kemampuan melakukan penyaringan IP adress. Pembatasan sebagian konten negatif di jaringan situs website juga sebagai upaya untuk meningkatkan harkat dan martabat bangsa ini di panggung dunia. sehingga keseluruhan informasi yang ada dalam website tersebut secara otomatis tidak akan bisa diakses. dimana metode penyaringan konten yang masuk langsung menutup semua akses berdasarkan port. Beberapa kelemahan yang dapat diidetifikasi dalam penelitian ini adalah Watchguard Firebox 125e yang digunakan sebagai firewall untuk melindungi jaringan berjalan secara sporadis. Upaya pemblokiran seharusnya dilakukan dengan bijaksana. Selain itu fleksibilitas pengkonfigurasian dapat dilakukan melalui port yang digunakan.. Artinya sebagai sebuah bangsa besar yang sejajar dengan bangsa bangsa lain di dunia ini bangsa Indonesia juga memiliki etika dalam Intern et Router Firebox sebagai Firewall spesifikasi teknis firebox xWebserve webserve Switch User User Sub Sub Gambar 4.. Artinya untuk dapat memblok sebuah situs berbagai tipe dapat dilakukan dengan menutup port tertentu. 8 Esensi pembatasan dan pemblokiran bertujuan untuk menyelamatkan bangsa ini dari kerusakan. Indikator firewall ini menolak atau melewatkan paket tersebut berdasarkan daftar database yang sudah ada sebelumnya. Hal ini sebenarnya sangat bertentangan dengan kebebasan dalam memperoleh informasi. kemudian mengecek port yang digunakan dan membandingkan dengan database yang dimiliki serta melakukan pengecekan terhadap protokol IP yang digunakan. Selain itu firebox 125e juga merupakan sebuah paket watchguard yang terdiri dari perangkat lunak firewall sekaligus terintegrasi dengan perangkat keras. Cara kerja dan fungsi firebox sebagai firewall yang digunakan di kantor Pemerintah Kota Batam Keunggulan Watchguard Firebox 125e Dari sisi fitur. sehingga seluruh web yang berbasis pada port 56 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . tersebut tidak akan dapat diakses user.Kajian Implementasi Watchguard Firebox Seri 125e .

SIMPULAN Secara teknis. 9 Selain itu. Peluang untuk melakukan kerjasama 57 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Duplikasi pengamanan dimaksud terdiri dari penggunaan proxy sequid untuk seluruh aktivitas internel jaringan dan menggunakan firewall berbasis watchguard firebox seri 125e untuk setiap akses masuk. Sebuah perangkat yang mampu mendeteksi konten secara page by page diharapkan mampu mengatasi permasalahan filtering ini. padahal bila perangkat tidak terupdate secara berkala sangat mempengaruhi kemampuan pembentukan database sesuai pertumbuhan website yang pesat. | Jarudo Damanik melakukan akses informasi melalui dunia maya. seluruh otoritas yang ada di Pemerintah Kota Batam yang memiliki wewenang terkait dengan keberadaan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi dan unsur unsur pendukungnya sudah memiliki konsep pemanfaatan yang sangat jelas. Proses update perangkat yang harus dilakukan kepada vendor pemilik lisensi watchguard firebox 125e juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit. untuk menghindari pemblokan sebuah situs secara keseluruhan. Sebagian isi situs tersebut pasti akan memiliki manfaat sepanjang dilakukan model pengaksesan yang sehat. Dari sisi keamanan data.. karena sebagian isi situs yang diblok melalui fungsi firewall dipastikan memiliki konten positif yang dibutuhkan user. Cara kerja firewall dengan langsung menutup seluruh port yang diidentifikasi atau berpeluang memiliki konten yang tidak baik sesungguhnya bukan tindakan yang bijak. khususnya perlindungan terhadap user yang mengakses melalui jaringan terhadap konten yang akan diakses cukup kuat. Pemilahan terhadap sebuah situs tertentu untuk melihat serta menciptakan cara pandang penilaian yang lebih parsial sangat diperlukan untuk menciptakan pola akses informasi yang relevan.. Selain itu dalam mengkonfigurasikan database untuk menyeleksi situs yang dianggap memiliki potensi negatif dan berbahaya sebaiknya dilakukan secara lebih bijak dengan memperhatikan seluruh aspek konten yang terdapat pada situs dimaksud. software maupun tools lainnya sudah sangat mencukupi.Kajian Implementasi Watchguard Firebox Seri 125e . Penyediaan perangkat baik dari sisi hardrware. besarnya biaya yang dibutuhkan dalam melakukan identifikasi dan pembentukan database yang akan terkonfigurasi juga akan menjadi masalah ketika penganggarannya tidak dilakukan secara tepat. dimana manajemen administrator jaringan memilih untuk memperkuat sistim pengamanan jaringan dengan melakukan duplikasi pengamanan. Teknik penyaringan konten pada jaringan kantor Pemerintah sebaiknya dilakukan secara parsial dan terpisah dengan fungsi firewall. khususnya di negara yang belum dapat menentukan secara spesifik memberikan kategori konten negatif atau positif.

Metodologi Penelitian Kualitatif.id Mico.go. Indonesia Security Incident Response Team On Internet Infrastructure (ID-SIRTII). Sebagai acuan saat ini Kementerian Komunikasi dan Informatika sedang melakukan ujicoba penggunaan trush+ sebagai sebuah perangkat penyaring konten pintar untuk melakukan pendeteksian setiap konten secara detil dan page by page.Kajian Implementasi Watchguard Firebox Seri 125e . Bandung.it. Instalasi dan Konfigurasi Jaringan Komputer. 58 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . 2011. Metode Penelitian Kuantitatif. Penerbit Informatika. Jakarta 2011. 2002. Laporan Konfrensi Pers Terkait Aturan Pengawasan Konten Negatif Bagi Provider Penyedia Konten. Panduan Menggunakan Internet Sehat. 3Salahuddin. Paradigma Baru Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial Lainnya. 2006. Focus Group Discussion : Draf dan Acuan Etika On-Line. Penerbit Informatika. Jakarta 2008. | Jarudo Damanik dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika terkait pengembangan dan penggunaan software penyaring konten dapat dilakukan. 2Pardosi. (tanggal 27 Oktober 2010) http://www. 6Mulyana.id 9Tim Jamaluddin. Penyaringan Konten Negatif di Internet. Remaja Rosda Karya. Bandung Perumus. Dampak Positif dan Negatif Internet. 2007.kominfo.uii. 7Sopandi.ac. Bandung Dedy. Ictwatch. Pengantar Instalasi Jaringan... 2012. 2010. Alfabeta. Bulletin IT (diakses tanggal 23 Januari 2012) http://buletin. Kualitatif dan R&D. DAFTAR PUSTAKA 1Iqbal. Tifatul. 5Sugiono. Dede.2011. 8Sembiring. 4ICTWATCH. Bandung M.

Sistem proteksi wireless dengan menggunakan firewall dan enkripsi tidak cukup memadai dan efektif. WIDS. The implementation of this method have been performed using snort-wireless tools. Kurangnya pusat monitoring.id ABSTRAK Telah dilakukan kajian Wireless Intrusion Detection System untuk mendeteksi serangan Denial of Service terhadap jaringan wireless. Kata Kunci: Jaringan nirkabel. Paket serangan kemudian dideteksi sebagai sebuah serangan Denial of Service melalui hasil monitoring paket jaringan. dan kekurangan dalam hal sistem pertahanan yang jelas.JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI Vol 1 No 1 Desember 2012 PERFOMANSI WIRELESS INTRUSION DETECTION SYSTEM (WIDS) BERBASIS SNORT UNTUK MENDETEKSI SERANGAN DENIAL OF SERVICE PERFORMANCE OF WIRELESS INTRUSION DETECTION SYSTEM BASED SNORT FOR DETECTING DENIAL OF SERVICE ATTACKS Tasmil Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika Makassar Jl. Dalam penerapan metode WIDS menggunakan tools Snort-Wireless yang berjalan pada sistem operasi Linux. WIDS. Keywords: Wireless Network. Racing Center II/25 Makassar tasmil@kominfo. Packet attack was then detected as a denial of service attacks through the monitoring network packets.go. Hasil penelitian yang telah dilakukan. Metode tersebut dapat menjadi solusi keamanan jaringan nirkabel dari serangan yang setiap saat dapat mengancam. | Tasmil . Denial of Service ABSTRACT Performance of Wireless Intrusion Detection System to detect Denial of Service against wireless network has been studied. Salah satu jaringan yang rentan terhadap serangan tersebut adalah wireless adhoc. Sistem tersebut diuji dengan serangan Denial of Service menggunakan tools Engage Packet Builder. metode Wireles Intrusion Detection System mampu mendeteksi serangan Denial of Service dengan performasi 54%. manajemen point. maka diterapkan sebuah metode Wireless Intrusion 59 Perfomansi Wireless Intrusion Detection System . Dalam mengatasi kerentanan jaringan nirkabel tersebut. It is argued that the method might be suitable for a solution of wireless network security.. it has been obtained that the Wireless Intrusion Detection System were succeded in detecting the Denial of Service attacks by 54 %. Denial of Service PENDAHULUAN Denial of Service (DoS) sebagian besar terjadi melalui internet.. The system was tested with Denial of Service attacks using tools Engage Packet Builder. From the study.

Kemudian suatu model akan dibangun dan dimasukkan ke dalam bentuk format yang umum seperti nama pola serangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji kemampuan WIDS dalam mendeteksi serangan DoS dengan menggunakan pola serangan SYN Flooding dan menguji 60 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . nomor identitas pola serangan dan penjelasan pola serangan. Sistem ini memonitor lalu lintas di jaringan anda cari dan ancaman penyadapan dan mengingatkan personil untuk merespon. | Tasmil Detection System (WIDS)1. Preprocessing Mengumpulkan data tentang pola dari serangan dan meletakkannya pada skema klasifikasi. Rule Based Detection Analisis dilakukan terhadap aktivitas sistem. WIDS melakukan tugas ini secara eksklusif untuk jaringan nirkabel. False positive adalah peringatan serangan yang dihasilkan oleh WIDS akan sebuah paket normal pada sistem yang dimonitor. mencari kejadian yang cocok dengan pola perilaku yang dikenali sebagai serangan. WIDS dapat melewatkan serangan karena serangan tersebut tidak dikenali olehWIDS. Beberapa kekurangan dan kelemahan telah di dimunculkan. maka pertahanan mengacu pada pemanfaatan WIDS harus dilakukan. Hal yang perlu diperhatikan pada implementasi WIDS adalah perihal false positive dan false negative. Karena garis pertahanan pertama untuk jaringan nirkabel tampaknya tidak cukup untuk memenuhi keamanan saat ini dan tuntutan di masa yang akan datang. 3. mesin analisis akan mengirimkan peringatan ke server. 2. Berdasarkan permasalahan yang dihadapi maka rumusan permasalahan dalam penelitian ini adalah “Berapa Besar Performansi WIDS dalam Mendeteksi Serangan DoS?” . Analysis Data dan formatnya akan dibandingkan dengan pola serangan yang sudah dikenali 4...Perfomansi Wireless Intrusion Detection System .2 WIDS adalah sebuah perangkat lunak atau perangkat keras alat yang digunakan untuk mendeteksi akses tidak sah dari sistem komputer atau jaringan. antara lain4 : 1. False negative adalah sebuah serangan yang benar-benar terjadi namun terlewatkan oleh WIDS sehingga WIDS tidak akan menghasilkan peringatan apapun atas serangan tersebut.3 Algoritma yang diadopsi oleh WIDS untuk mengenali serangan. Response Jika ada yang cocok dengan pola serangan. WIDS akan berdampingan dengan protokol keamanan membantu meningkatkan keamanan total. atau karena penyerang berhasil menggunakan sebuah metode serangan yang dapat menghindari WIDS.

600. 5. | Tasmil kemampuan meningkatkan nirkabel.000. Rule berfungsi untuk mencatat serangan pada sebuah file log.Perfomansi Wireless Intrusion Detection System .000 dan 21. maka Snort engine akan menuliskannya ke alert (berbentuk file log) dan ke database (yang digunakan dalam eksperimen ini adalah database MySQL). 18. Paket data yang masuk kedalam jaringan komputer direkam dalam file log snort. jika paket data dideteksi sebagai penyusupan/serangan..000.000. 3. 15.000. 3. Prosedur di atas digambarkan ditunjukkan pada Gambar 2. Gambar 1. User akan mengamati alert yang dihasilkan melalui interface base berbasis web. Webmin adalah Interface Base yang telah ditambahkan module snort rule digunakan untuk mengelola rule. 4. 1. Target serangan adalah protokol TCP padal layer 4 lapisan OSI. WIDS keamanan dalam jaringan tools snort versi 2.000. Menentukan port 80 yang terbuka pada jaringan komputer. Skema serangan DoS pada jaringan Prosedur deteksi serangan SYN Flooding dengan WIDS menggunakan Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 61 .. bahkan dapat digunakan untuk menambahkan rule-rule secara manual dengan editor berbasis web. Menetapkan serangan jumlah paket 2. 6.8. 4. klasifikasi paket serangan tersebut adalah : 1. membaca paket data dan membandingkannya dengan rule database.6 adalah sebagai berikut : 1. 12. METODE PENELITIAN Pengumpulan data menggunakan teknik eksperimen berupa percobaan simulasi se rangan DoS dengan paket SYN Flooding seperti ditunjukkan pada Gambar 1. Rule mana saja yang akan di menable dan disable dapat diatur melalui Webmin. 2. Komputer penyerang mengirimkan paket SYN sebanyak 300. 9.000 paket dengan melakukan pengujian sebanyak 5 (lima) kali. 3.000.

MYSQL 6.3  Intruder: 1. Linux Ubuntu 11.168. 4. BASE 1.4. IP Address 192.0. IP Address 192. | Tasmil Spesifikasi Perangkat Keras dan Perangkat Lunak  Detector WIDS: 1.04 8. Memori 1 GB 3.4 5. Acer Aspire 1430z 2. Tools Snort 2.. Desain keamanan jaringan nirkabel dengan WIDS 62 1 2 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 .Perfomansi Wireless Intrusion Detection System .168.4.168.4.8.2..8. Model desain keamanan jaringan nirkabel dengan WIDS tersebut ditunjukkan pada Gambar 3. Acer ASPIRE ONE Intel Atom Processor N450 2. IP Adress 192.0(SYN FLOODING) 4. APACHE2 7.2  Access Point: 1. Hasil deteksi snort berdasarkan rules yang telah dikonfigurasi untuk mendeteksi serangan DoS kemudian disimpan ke dalam database MYSQL dan log file. Linksys WRTG54GL 2. Tabel 1. Deteksi serangan DoS ditampilkan melalui interface web dengan menggunakan tools Base 1. Metode WIDS dengan snort-wireless Pengujian Perfomansi Keamanan Jaringan Nirkabel Dengan WIDS Dalam mendesain keamanan jaringan nirkabel dengan WIDS menggunakan tools snort 2. Klasifikasi serangan DoS Pen guji an Jumlah Paket 300 600 Uji coba 5 kali 5 kali Jenis Serangan SYN Flooding SYN Flooding Perfo rman si WIDS (%) Gambar 3.6(Detector) Gambar 2. Engage Packet builder v2.6 yang bertindak selaku detektor untuk mendeteksi serangan DoS. Memori 1 GB 3.0.0.1 Pengujian performansi WIDS diukur dengan serangan DoS untuk 10 (sepuluh) kali serangan paket SYN Flooding dengan klasifikasi serangan dan performansi WIDS ditunjukkan pada Tabel 1 di bawah ini.

dan waktu penyerangan.. Hasil monitoring paket HASIL DAN PEMBAHASAN Rancangan WIDS menggunakan platform sistem operasi linux Ubuntu 11. log file. Paket serangan tersebut berupa catatan log IP address. port. database MYSQL. semua paket TCP akan diperiksa kemudian dideteksi apakah traffic paket dalam jaringan merupakan serangan atau paket biasa. monitoring web dan penentuan sensor serangan.Perfomansi Wireless Intrusion Detection System . Perilaku paket serangan akan diuji berdasarkan rules serangan yang telah dibuat dari hasil konfigurasi snort yang ditunjukkan pada Gambar 4. Pengujian ini merupakan hasil simulasi serangan Gambar 4. Serangan DoS ditampilkan dalam bentuk alert atau pesan yang muncul pada halaman depan interface base 1. Monitoring serangan sifatnya real time dan dicatat dalam log file WIDS. Komputer server sebagai detektor WIDS dan salah satu client bertindak selaku victim dan attacker. | Tasmil 3 4 5 6 7 8 9 10 1000 3000 9000 6000 12000 15000 18000 21000 5 kali 5 kali 5 kali 5 kali 5 kali 5 kali 5 kali 5 kali SYN Flooding SYN Flooding SYN Flooding SYN Flooding SYN Flooding SYN Flooding SYN Flooding SYN Flooding DoS berupa pengiriman paket SYN Flooding.4 dimana keseluruhan alert tersebut akan ditotal berdasarkan jumlah serangan DoS yang terdeteksi.4.4.4. Berdasarkan hasil monitoring paket dengan tools Base 1.. Konfigurasi WIDS meliputi rules serangan. Konfigurasi Snort-wireless yang dipakai pada simulasi Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 63 .04 selaku server dengan simulasi jaringan menggunakan 3 (tiga) komputer dan satu Access Point sebagai router.

0.2.4. Klasifikasi serangan SYN Flooding dari hasil analisa memakai Base 1.2 ke IP 192..IP address. IP ini mengirimkan paket SYN Flooding ke IP Address 192.168.4 Hasil pengujian telah dilakukan terhadap keamanan jaringan nirkabel menggunakan metode Wireless Intrusion Detection System (WIDS) dengan serangan DoS.0 yang dikonfigurasi dengan IP Address 192.168.168. Gambar 6. layer dan waktu penyerangan yang ditampilkan melalui interface Base 1. port.0.4.4.2.3 (IP server) pada protokol TCP dengan port 80.2.3 memakai Engage Packet builder v2. Simulasi ini ditunjukkan melalui port destination pada Gambar 6.4 Pengujian serangan menggunakan tools Engage Packet builder v2.168. Serangan sebanyak 10 (sepuluh) kali pengujian untuk paket yang berbeda didapatkan hasil deteksi serangan DoS. Gambar 7.Perfomansi Wireless Intrusion Detection System . Pengujian tersebut berhasil diujikan dimana paket tersebut telah membanjiri jaringan komputer berupa paket SYN Flooding sehingga pengguna jaringan yang sah tidak dapat masuk ke dalam sistem jaringan dan request dari pengguna yang sah tidak dapat dilayani akibat dari serangan tersebut sehingga jaringan komputer menjadi kacau dan performansinya menurun. Paket serangan DoS dapat dideteksi dengan baik berupa catatan klasifikasi serangan yang terdiri dari jenis serangan..4. Gambar 5.4 ditunjukkan pada Gambar 7. | Tasmil yang ditampilkan melalui interface Base 1. Tampilan hasil monitoring serangan memakai Base 1.dengan 64 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 .4 ditunjukkan pada Gambar 5.0.0.0. Simulasi serangan dari IP 192.

000 5 kali 60. 12.152 17. akhirnya mampu dideteksi WIDS dengan performansi di atas 50% dari total paket serangan yang diujikan.000 paket serangan SYN Flooding .000 5 kali 90.158 35.000 6. Paket serangan kurang dari 10 (sepuluh) paket perdetik tidak terdeteksi sebagai serangan.000.000 3. Hasil pengujian serangan DoS Pen guji an 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Paket SYN 300 600 1. Wireless Intrusion Detection System. 1. Metode WIDS ini mampu meningkatkan Keamanan jaringan nirkabel terhadap serangan DoS untuk pengujian serangan sebanyak 10 (sepuluh) kali dengan pengiriman 300.978 7. 2.448 25. Tabel 2.500 5 kali 3. International Journal of Computer Applications (2010) 0975 – 8887 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 65 .000 dan 21.000.032 20.000 18.000 5 kali 30.000 5 kali 15. snort sebagai detektor WIDS dikonfigurasi dengan 10 (sepuluh) paket SYN perdetik untuk deteksi serangan DoS.000 5 kali 5. 18. 15.000 9.000.487 Perfor mansi WIDS 98% 99% 78% 48% 59% 25% 34% 34% 31% 34% 54% SIMPULAN Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan WIDS sebagai berikut : 1.000 5 kali 75. 3. Dalam pengujian serangan DoS. Membandingkan kinerja snort dengan tool WIDS yang lain. DAFTAR PUSTAKA 1Snehal Boob. Dianjurkan melapisi sistem keaman jaringan nirkabel dengan WIDS khususnya untuk deteksi dini terhadap serangan DoS. Adapun hasil serangan DoS berupa pengiriman paket serangan SYN Flooding ditunjukkan pada Tabel 2.. Hasil pengujian menunjukkan bahwa WIDS cukup baik dalam mendeteksi serangan DoS dalam memberikan informasi kepada admin jaringan komputer untuk memblok serangan tersebut. | Tasmil performansi 54%. Saran-saran yang dapat diberikan dari analisa kinerja sistem deteksi serangan dengan WIDS: 1.000 15.680 11. Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa performansi keamanan jaringan komputer dapat ditingkatkan terhadap serangan DoS.000 5 kali 105.. Serangan DoS yang sebelumnya tidak terdeteksi.656 28. 2.000 21. Metode WIDS mampu mendeteksi serangan DoS berupa serangan SYN Flooding dengan performansi rata-rata 54% terhadap pengujian serangan DoS berupa pengiriman paket SYN Flooding . 600.000 12.000.000 5 kali 45.000 Rata-rata Uji Coba Total Alert 1. Menggunakan teknik pengujian lanjutan terhadap ancaman keamanan jaringan nirkabel.470 2. 9.970 3. 3.000 Total Paket SYN 5 kali 1.Perfomansi Wireless Intrusion Detection System . Pengaturan rules tersebut ditentukan berdasarkan aturan penerimaan paket untuk serangan DoS.000. Priyanka Jadhav.

Intrusion Detection & Prevention.Perfomansi Wireless Intrusion Detection System .. 2004 3Scott. Eugene Schultz.. McGrawHill/Osborne.. 4Carl 66 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Hayes. Towards effective Wireless Intrusion Detection in IEEE 802.11i. Wolfe. Jurnal Computer Society (2007) P. Georgios Kambourakis and Stefanos Gritzalis. and B. Wiley Publishing Inc. | Tasmil 2Alexandros Tsakountakis. SNORT for Dummies. 2004 Endorf. and Jim Mellander.

while comparison of the upload speed is not significantly different.com ABSTRAK Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) merupakan program pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam upaya pemerataan informasi dan memasyarakatkan internet sehat. while internet cafe’s is increased in the afternoon. sementara kecepatan upload PLIK dan warnet tidak terpaut jauh. kecepatan koneksi internet ABSTRACT Sub District Internet Access (PLIK) is the governmental program conducted by Ministry of Information and Communication Technology (MICT) in order to evenly distribute information and socializing safe internet usage. using descriptive method and quantitative approach by testing the connection speed utilizing online tester.muttaqin@gmail. moh. : (061) 6639817 moh.JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI Vol 1 No 1 Desember 2012 ANALISIS PERBANDINGAN KECEPATAN KONEKSI INTERNET PC CLIENT PUSAT LAYANAN INTERNET KECAMATAN (PLIK) DENGAN WARNET DI KOTA BANDA ACEH COMPARATIVE ANALYSIS OF PC CLIENT INTERNET CONNECTION SPEED BETWEEN SUB DISTRICT INTERNET ACCESS (PLIK) AND INTERNET CAFE IN BANDA ACEH Moh. internet connection speed Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet . Kata Kunci: Pusat Layanan Internet Kecamatan. Muttaqin Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Jl. The speed changes trend in PLIK’s internet connection speed is decreased steadily from morning to afternoon. / Fax. Temuan penelitian menunjukkan kecepatan download PC client PLIK hanya setengah kecepatan download PC client warnet. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif melalui pengujian kecepatan koneksi menggunakan alat uji kecepatan online. Muttaqin 67 . Tombak No. warnet. Tel. keberlangsungan program PLIK banyak menghadapi kendala. sedangkan tren perubahan kecepatan pada warnet hanya kembali meningkat di waktu sore setelah menurun di waktu siang.. In fact. Kenyataannya. Pengujian ini menghasilkan nilai-nilai kecepatan berupa angka yang dikonversikan dalam satuan Mega bit per second (Mbps). internet cafe. PC client.go.id.31. terutama kalah populer dibandingkan dengan warnet yang memiliki segmentasi konsumen yang sama. Medan. This test shows the connection speed in numeric in Mega bit per second (Mbps). Keywords: Sub District Internet Access.. | Moh.The research found that the PLIK’s download speed is only a half of internet cafe’s. PC client. the implementation of PLIK faced many problems.muttaqin@kominfo. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbandingan kecepatan koneksi PC client PLIK dengan warnet. especially it is less popular compared to internet cafe that has similar consumer segmentation. This research aimed to analyze the comparison of PC client connection speed between PLIK and internet cafe. Tren perubahan kecepatan koneksi internet pada PLIK terus menurun seiring perjalanan waktu pagi ke sore. after decreased at noon.

penelitian mengenai pemanfaatan internet di Indonesia menyebutkan bahwa pengguna warnet di Indonesia menjadikan aspek kecepatan akses sebagai faktor terpenting dalam memilih akses internet mereka.00 per jam. harga hanya menjadi prioritas kedua. seperti warnet. Dengan demikian.Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet . PLIK seharusnya memiliki kecepatan akses yang lebih baik dari warnet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kecepatan koneksi internet PC client PLIK dengan warnet kemudian menganalisis perbandingan kecepatan koneksi internet tersebut. kecuali 68 koneksinya yang menggunakan V-Sat. Permasalahan inilah yang mendasari penelitian ini. Data kecepatan yang diuji adalah kecepatan unduh (dowload speed) dan kecepatan unggah (upload speed) pada pagi. siang dan sore hari. Padahal kecepatan adalah salah satu hal yang banyak dikeluhkan di PLIK. Namun. aplikasinya yang mengandalkan opensource.2 Indonesian Telecommunications Users Group (IdTUG) merekomendasikan Kementerian Kominfo dan DPR melakukan inspeksi ke lapangan untuk melihat status program PLIK secara langsung. Kota ini dipilih karena posisinya sebagai ibukota salah satu provinsi dengan penetrasi teknologi telekomunikasi terendah dibandingkan dengan 5 daerah lainnya di Indonesia.3 Permasalahan penting terkait keberlangsungan program PLIK adalah tingkat pemanfaatannya dibandingkan layanan akses internet lainnya yang memiliki segmentasi pengguna yang sama. Agar topik penelitian ini tidak terlalu melebar maka penelitian dibatasi hanya dilakukan terhadap PLIK yang beroperasi di Kota Banda Aceh dan warnet yang terdekat dengan setiap PLIK tersebut..748 kecamatan di seluruh Indonesia. sehingga membuat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Menteri Kominfo Tifatul Sembiring dengan Komisi I DPR RI pada 18 Januari 2012 lalu menyepakati evaluasi menyeluruh pada program-program Kominfo. warnet adalah saingan bagi PLIK. penyelenggaraan program PLIK di lapangan menghadapai banyak permasalahan.1 Namun. Hingga 5 Juli 2011 telah terinstalasi sebanyak 5. salah satunya PLIK. konten internet sehat dan harganya yang tak lebih dari Rp 2000.4 Sehingga untuk dapat bersaing.. Muttaqin PENDAHULUAN Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) merupakan perwujudan dari visi Information and Communication Technology (ICT) Indonesia yang dicanangkan oleh Kemenkominfo yaitu terwujudnya masyarakat Indonesia berbasis informasi secara bertahap hingga tahun 2025. Program ini akan tersebar di kurang lebih 5. PLIK tak banyak berbeda dengan warnet.105 PLIK di 32 Provinsi se-Indonesia. sistem operasi Linux. Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . | Moh.

Dalam hal ini. Muttaqin Pengujian kecepatan dilakukan dengan menggunakan alat uji kecepatan internet online. sebenarnya yang dimaksud dengan kecepatan akses ini adalah troughput dan bukan bandwidth.. Bandwidth 10 Mbps berarti setiap bit data dapat dikirimkan dalam waktu 0. Secara teoritis.6 Dalam pembicaraan mengenai kecepatan akses. walaupun keduanya memiliki keterkaitan. Misalnya. Sebuah network dengan bandwidth 10 Mbps (Mega bit per second) artinya jaringan tersebut mampu mampu mentransmisikan data sebanyak 10 Megabit per detik. Hasil penelitian ini juga menyajikan gambaran bagaimana perbedaan kecepatan akses yang dirasakan oleh pengguna PLIK dengan pengguna warnet dan dampak perbedaan kecepatan tersebut bagi program PLIK. Dalam kenyataannya. maka bandwidth dapat diartikan sebagai jumlah bit-bit yang ditransmisikan dalam waktu tertentu. sehingga dikenal istilah bandwidth riil atau troughput. Dengan demikian dapat diketahui bagaimana kondisi persaingan PLIK dengan warnet yang memang memiliki segmentasi pengguna yang sama. Bandwidth juga dapat dipandang dari sisi kecepatan. Gambaran pemilihan layanan internet berdasarkan kecepatan koneksi internet ini akan memberitahukan langkah apa yang harus dilakukan untuk menjadikan PLIK tetap dapat bersaing dan bertahan menjadi layanan internet yang baik bagi masyarakat.1 microsecond. bandwidth dapat berarti berapa lama waktu yang diperlukan untuk mengirimkan sebuah bit data melalui jaringan. Kecepatan akses internet dapat didefinisikan sebagai kecepatan perpindahan data (datarate) melalui layanan jaringan global internet antar host (setiap unit sistem komputer) yang terhubung pada jaringan tersebut. Kecepatan transmisi data melalui suatu media juga dikenal dengan istilah datarate (kecepatan data). | Moh. 69 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . artinya network tersebut memiliki troughput hanya 2 Mbps. yaitu speedtest. apalagi serat optik. batas maksimum kecepatan transmisi data melalui berbagai media memang berbeda. Kecepatan Koneksi Internet Dalam pembahasan network baseband (sinyal digital).. media dengan bandwidth 10 Mbps tidak mencapai nilai aktual sebasar 10 Mbps dalam praktik komunikasi data. OOKLA dan bandwidthplace. Jika suatu jaringan 10 Mbps ternyata hanya dapat melayani aplikasi video dengan kemampuan 2 Mbps. media transmisi satelit (udara) tentu memiliki kecepatan transmisi yang lebih rendah dari media yang menggunakan kabel. Hasil penelitian ini bermanfaat sebagai data dan informasi yang dapat menjadi bahan bagi penelitian lanjutan terkait kinerja PLIK dan warnet sebagai sarana penyediaan layanan internet bagi masyarakat di Kota Banda Aceh.Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet .

pengguna lebih menginginkan untuk mengetahui kecepatan aktual dari koneksi yang mereka miliki. sehingga terpilih jumlah warnet yang diuji sebanyak 9 warnet di 9 kecamatan..7 METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Kecepatan unduh didefinisikan sebagai kecepatan transfer data dari server ke komputer pengguna (client). Kecepatan yang dapat dilihat melalui pengujian ini adalah kecepatan unduh (download speed) dan kecepatan unggah (upload speed). Pengujian Kecepatan Koneksi Internet Secara Online Pengujian kecepatan internet secara online adalah pengujian kecepatan perpindahan data melalui jaringan internet yang dilakukan secara online. Pengujian kecepatan koneksi internet secara online juga mendapat dukungan dari lembaga standarisasi komunikasi FCC (Federal Communication Commission). sedangkan kecepatan unggah adalah kecepatan transfer data dari komputer pengguna (client) ke server di jaringan internet. dan jumlah populasi warnet yang ada lebih besar dari jumlah populasi PLIK maka jumlah warnet yang dijadikan sampel juga dibatasi. Tercatat menurut data Dishubkomintel Aceh dan data PLIK di Kota Banda Aceh di website plikuso. Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah PLIK dan warnet yang beroperasi di Kota Banda Aceh. Kecepatan jaringan yang rendah akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mengakses konten media di internet dibandingkan jaringan dengan kecepatan yang lebih tinggi. Jumlah PC client yang diuji dalam 70 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Karena penelitian ini akan membandingkan data kecepatan koneksi internet PC client PLIK dengan warnet.. Alat yang digunakan dalam pengujian secara online ini biasanya berupa website.8 terdapat 11 PLIK di 9 kecamatan dalam Kota Banda Aceh. Pendekatan kuantitatif dilakukan dengan melakukan pengujian secara online terhadap kecepatan koneksi internet PC client PLIK dan warnet menggunakan website penguji kecepatan koneksi internet. Karena jumlah populasi PLIK yang sangat kecil. maka metode sampling yang digunakan adalah total sampling.Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet . | Moh. Untuk setiap kecamatan diambil satu sampel warnet yang lokasinya paling dekat dengan lokasi PLIK di kecamatan tersebut.com. Muttaqin Faktor lainnya adalah kecepatan jaringan yang tersedia. Pengujian ini menghasilkan nilai-nilai kecepatan berupa angka yang dikonversikan dalam satuan Mbps (Mega bit per second). Menanggapi kebutuhan masyarakat pengguna internet yang tidak hanya ingin mengetahui berapa kecepatan maksimum teoritis dari jaringan yang mereka gunakan.

Dari nilai perbandingan ini dapat dianalisis dampak perbedaan kecepatan koneksi internet PLIK dengan warnet.ookla. Muttaqin setiap PLIK dan warnet adalah 1 unit PC client yang dipilih secara acak. OOKLA (http://www. pengujian siang (11. Nilai rata-rata download dan upload dari pengujian PLIK dan warnet ini kemudian dibandingkan. Dengan demikian akan didapatkan nilai ratarata kecepatan download dan upload untuk setiap waktu pengukuran dan setiap alat ukur yang digunakan. Penguji kecepatan koneksi internet secara online yang dipilih adalah speedtest (http://speedtest. maka PLIK yang diteliti hanya ketiga PLIK tersebut. tidak semua PLIK yang disebutkan dalam data awal masih beroperasi. Dengan demikian. Setiap pengujian dilakukan diulang sebanyak tiga kali untuk meningkatkan kepercayaan data.band widthplace. Penelitian kepustakaan (library research) menggunakan sumber bacaan yang terpilih dan terkait atau relevan dengan masalah yang akan diteliti.. Pengujian malam tidak dilakukan karena waktu operasional PLIK tidak sampai malam hari. Baiturrahman (PLIK Baiturrahman II) dan PLIK Lueng Bata. Pengumpulan data dilakukan melalui penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan. Hanya terdapat tiga PLIK saja yang masih beroperasi yaitu PLIK di kecamatan Syiah Kuala.00).00) dan pengujian sore (15.00-17.com/). Analisis Data Analisis data dilakukan dengan menghitung rata-rata hasil pengujian kecepatan koneksi internet PC client pada PLIK dan rata-rata hasil pengujian kecepatan koneksi internet PC client pada warnet.00). Data pengujian akan divariasi berdasarkan waktu yaitu pengujian pagi (08. Double Click (Kuta 71 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Waktu pengujian untuk warnet sama dengan waktu pengujian untuk PLIK. khususnya bagaimana kecenderungan pilihan pengguna internet terhadap keduanya.Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet .00-13.com/) dan bandwidthplace (http://www. sedangkan warnet yang diteliti adalah warnet yang terdekat dengan lokasi PLIK di 9 kecamatan yaitu BIP Net (Banda Raya).. | Moh. HASIL DAN PEMBAHASAN Fakta yang terungkap di lapangan. Perhitungan nilai rata-rata hasil pengujian kecepatan koneksi yang terdiri dari kecepatan download dan kecepatan upload dilakukan dengan menghitung rata-rata dari nilai-nilai hasil pengukuran berdasarkan waktu pengukuran dan berdasarkan alat ukur yang digunakan. Pengujian kecepatan akses internet PC client pada PLIK dan warnet dilakukan meggunakan website penguji kecepatan koneksi yang sama untuk mengukur download dan upload speed.00-10. Penelitian lapangan dilakukan dengan melakukan pengujian langsung pada objek penelitian.net/). Warnet yang dipilih adalah warnet yang berdekatan dengan lokasi PLIK.

178 0.74 pengukuran2 0.37 0.9 1. | Moh.304 0.227 0.31 0. Master.31 0.Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet .13 1.297 0.23 0.65 2.91 0. 1 Nama BIPNet BandaRaya tester speedtest waktu pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi pengukuran1 0.385 0.22 0.396 1.29 1.226 0.21 1.24 0.63 0.22 0.354 1.36 0.382 0.21 0.29 0.43 0. Hasil Pengukuran Pengukurun kecepatan download dan upload PC client PLIK dan warnet dilakukan dengan mengacu pada waktu pengukuran maupun jenis pengukur yang digunakan.191 1. Core Net (Ulee Kareng).43 1.1 1.47 0.24 0.44 0.29 0.22 0.14 0.24 0.36 0.65 0.222 0.387 0.241 0.17 1.27 0.93 0.24 0.21 0.26 0.94 1.67 0.23 0.42 0.39 0.132 0.219 0.28 0..26 0.51 0.36 0.91 0.97 1.03 0.24 0.23 0. Hasil Pengukuran Kecepatan Koneksi Internet PC Client PLIK dan Warnet di Kota Banda Aceh (semua nilai dalam Mbps) No.03 1.19 1.16 0.36 1.41 0.13 0.24 0. Abu Game Station (Jaya Baru). Muttaqin Alam).4 1.259 1.18 0.32 0.124 0.35 0.32 0.2 0.47 0. Naifah Net (Baiturrahman) dan Waris Net (Lueng Bata).8 0.193 1.31 1.93 1.89 0.63 0.28 Ket.59 1.2 0.375 1..24 0.408 1.29 0. Barsya Net (Meuraxa).231 0.8 0.24 0. kecepatan download dan upload PC client PLIK dan warnet dapat dibandingkan berdasarkan acuan waktu pengukuran maupun alat ukur.28 0.99 0.46 2. OOKLA DS bandwidth place speedtest OOKLA US bandwidth place 2 Double Click Kuta Alam speedtest OOKLA DS bandwidth place speedtest OOKLA US bandwidth place 3 Family 72 speedtest DS Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 .12 1.43 0.195 0. Semua hasil pengukuran dalam satuan Mbps (Megabit per second).18 0.16 0. Tabel 1.25 0.22 0.16 0.64 pengukuran3 0.com (Syiah Kuala). Dengan demikian. Family Net (Kuta Raja).41 0.84 1.

43 1.12 0.127 0.13 0.28 0.104 0.31 0.25 0.073 0.47 0.45 1.15 0.45 1.11 0.19 0.46 0.21 0.Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet .09 0.26 0.46 1.223 0.25 0.52 1.46 1.42 0.21 0.219 0.234 0.481 0.44 0.86 1.29 0.09 1.39 0.14 1.08 0.288 0.3 0.24 0.85 1.175 0.19 1.25 1.16 0.09 0.13 0.33 1.23 0.87 bandwidth place speedtest OOKLA US bandwidth place 4 BarsyaNet Meuraxa speedtest OOKLA DS bandwidth place speedtest OOKLA US bandwidth place 5 Abu Game Station Jaya Baru speedtest OOKLA DS bandwidth place speedtest OOKLA US bandwidth place 6 CoreNet speedtest DS Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 73 .56 0.22 0.199 0.36 1.24 0.06 0.167 0.12 0.48 1.48 1.26 0.444 0.34 1.16 0.06 0.83 0.246 0.11 0.8 0.17 0..23 0.283 0.091 0.351 0.21 0.18 1.59 0.05 1.114 0.13 0.248 0.21 0.09 0.25 0.86 0.32 1.34 0.73 0.04 0.32 0.33 0.16 1.083 0..286 0.18 1.139 0.11 0.25 0.06 0.19 1.108 0.43 1.494 0.307 0.19 0.285 0.16 0.266 0.25 0.33 1.11 0.4 0.1 0.2 0.76 1.1 1. Muttaqin Net Kuta Raja OOKLA siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi 1.298 0.32 0.41 0.49 1.08 0.34 0.14 0.13 0.137 0.22 1.12 0.225 0.29 0.15 0.253 0.55 1.42 0.66 1.58 1.12 0.08 0.16 0.486 0.08 0.43 0.69 0.23 0.24 0.76 1.09 0.06 0.32 0.32 0.46 1.249 0.83 1.24 0.118 0.36 1.134 0.17 0. | Moh.23 1.24 0.252 0.25 0.24 0.335 0.

119 2.496 0.1 0.25 0.49 0.48 bandwidth place speedtest OOKLA US bandwidth place 7 Master .93 0.173 0.com Syiah Kuala speedtest OOKLA DS bandwidth place speedtest OOKLA US bandwidth place 8 PLIK Syiah Kuala speedtest OOKLA DS bandwidth place speedtest OOKLA US bandwidth place 9 Naifah speedtest DS 74 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 .07 0.51 0.34 1.377 1.28 0.12 0.22 0.103 2.212 0.11 0.29 1.314 1.12 0.49 0.24 0.53 0.2 0.28 0.59 0.239 0.11 0.117 2.21 0.19 0.09 0.66 0.164 1.53 0.112 0.53 0.2 0.64 1.4 0.165 0.24 0.535 0.9 0.91 0.16 0.48 0.12 0.Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet .193 0.23 0.45 0.08 0.2 0.79 0.466 0.235 0.83 0.52 0.1 1.27 0.51 0.557 0.09 0.115 0.25 0.583 0.247 0.23 1.299 0.54 0.5 0.67 0.512 0.26 0.12 0.6 1.176 0.12 0.32 0.22 0.04 0.16 1.46 0.95 0.29 0.112 0.115 0.21 0.47 0.84 0.61 1.46 0.11 0.23 0.28 0.81 1.97 0.576 0.35 0.12 0.11 0.25 0.49 0.2 0.48 0.45 0.05 1.17 0.104 0.8 0.1 0.22 0.23 0.404 0.39 0.3 1.479 0.31 0.47 0.23 0.52 0.268 0.224 0.52 0.43 0.4 0.41 0.49 0.12 0.426 1.236 0.12 0.82 1.266 0.28 0.25 0.317 1.26 0.23 0..51 0.281 0.35 0.114 0.45 0.5 0. Muttaqin Ulee Kareng OOKLA siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi 0.11 0.48 0.11 0.19 0.57 0..17 0.11 0.11 0. | Moh.12 0.295 0.54 0.12 0.51 0.547 0.46 0.526 0.

197 0.219 0.292 0.64 2.325 1.23 0.37 0.227 0.78 0.Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet .23 1.281 0.38 0.47 0.04 0.15 0.41 0.38 0.4 0.26 0.25 0.28 0.58 1.25 0.91 0.29 2.11 2.29 0.199 0.327 0.658 2.25 0.07 2.216 0.71 1.301 1.35 1.01 1.479 2.277 0.34 0.53 2.264 0.13 0.37 2.22 0.16 0.39 0.21 0.27 0.2 0.82 0.28 0.639 0.31 0.27 0.03 0.24 0.2 0.739 0.05 0.33 0.65 0.78 2.39 2.23 0.19 0.25 0.02 0.345 0.327 0.298 0.31 0.336 0.06 0.276 0.32 0.27 0.28 0.85 1.32 0.413 0.763 0.02 1.29 0.322 1.31 0.21 0.53 0.06 1.3 0.777 0.261 0.24 0.35 0.91 0.279 2.259 0.36 0.38 0.38 0.29 0.77 2.88 0.222 0.52 2.777 0.13 0.167 0.99 0..335 0.27 0.7 0.23 1.63 0.17 0.29 0..37 0.276 0.331 1.25 0.171 0. | Moh.953 1.78 0.37 0.227 0.2 0.18 0.48 0.03 bandwidth place speedtest OOKLA US bandwidth place 10 PLIK Baiturrahman II speedtest OOKLA DS bandwidth place speedtest OOKLA US bandwidth place 11 Waris Net LuengBata speedtest OOKLA DS bandwidth place speedtest OOKLA US bandwidth place 12 PLIK speedtest DS Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 75 .7 2.22 0.15 0.36 0.814 0.25 0.43 0.24 0.28 0.29 0.28 0.08 1.37 0.28 0.302 0.33 0.65 0.21 0.29 0.71 2.84 2.273 0.53 0.19 0.176 0.4 0.26 0.21 0.24 0.39 0.23 0.69 0. Muttaqin Net Baiturrahman OOKLA siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi 0.21 0.

68 0.218 0.17 0.05 0.125 0.Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet ..188 0.14 0.11 0.19 0.1 0.25 0..7 0.089 US Perbandingan Kecepatan Berdasarkan Waktu Perbandingan kecepatan koneksi internet PC client PLIK dengan warnet berdasarkan waktu pengukuran ditampilkan pada Tabel 2.72 0.607 0.16 0.198 0.15 0.09 0. Perbandingan Kecepatan PC Client PLIK dengan Warnet Berdasarkan Waktu (satuan kecepatan dalam Mbps) Mbps Download Speed pagi Siang sore PLIK : warnet = 1 : 2 PLIK : warnet = 4 : 7 PLIK : warnet = 3 : 8 Upload Speed PLIK : warnet = 5 : 6 PLIK : warnet = 3 : 4 PLIK : warnet = 2 : 3 76 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Tabel 2. Muttaqin siang sore OOKLA pagi siang sore bandwidth pagi place siang sore speedtest pagi siang sore OOKLA pagi siang sore bandwidth pagi place siang sore Keterangan: DS = Download Speed.2 0.58 0.24 0.931 0. | Moh.04 0.11 1.61 0.12 0.367 0.25 0.119 0.884 0.217 0.29 0.13 0.118 0. US = Upload Speed Lueng Bata 1 0.11 0.09 0. Sedangkan perbedaan kecepatan upload di antara keduanya tidak terlalu berbeda.42 0.746 0.12 0.51 1.222 0.32 1.64 0. Tabel 2 menunjukkan perbedaan kecepatan download antara PC client PLIK dengan warnet sangat signifikan.266 0.16 0.19 0.21 0.09 0.815 0.

156 Mbps. pengukuran pagi untuk perbandingan kecepatan PLIK : warnet adalah 5 : 6 dari rata-rata hasil pengukuran 0. Perbandingan Kecepatan PC Client PLIK dengan Warnet Berdasarkan Alat Ukur (satuan kecepatan dalam Mbps) Mbps Download Speed speedtest OOKLA bandwidth place PLIK : warnet = 1 : 2 PLIK : warnet = 1 : 2 PLIK : warnet = 1 : 2 Upload Speed PLIK : warnet = 5 : 8 PLIK : warnet = 1 : 1 PLIK : warnet = 7 : 9 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 77 .186 : 0.029 Mbps. Perbandingan Kecepatan Berdasarkan Alat Ukur Perbandingan kecepatan koneksi internet PC client PLIK dengan warnet berdasarkan alat ukur yang digunakan ditampilkan pada Tabel 3.867 Mbps.881 Mbps. dan pengukuran sore memberikan perbandingan 2 : 3 dari rata-rata hasil pengukuran 0.942 Mbps. Sedangkan perbedaan kecepatan upload di antara keduanya tidak terlalu berbeda.215 : 0. Muttaqin Pada pengukuran pagi.186 : 0. pengukuran siang memberikan perbandingan 4 : 7 dari rata-rata hasil pengukuran senilai 0.Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet .260 Mbps. dan pengukuran sore memberikan perbandingan 3 : 8 dari rata-rata hasil pengukuran senilai 0.585 : 1..344 : 0. Pada pengukuran menggunakan speedtest. Sedangkan untuk kecepatan upload. dan Tabel 3.496 : 1.442 : 0. | Moh. Tabel 3 menunjukkan perbedaan kecepatan download antara PC client PLIK dengan warnet sangat signifikan.243 Mbps. pengukuran menggunakan OOKLA memberikan perbandingan 1 : 2 dari rata-rata hasil pengukuran senilai 0. pengukuran siang memberikan perbandingan 3 : 4 dari rata-rata hasil pengukuran 0..270 Mbps. perbandingan kecepatan download PLIK : warnet adalah 1 : 2 dari perbandingan rata-rata hasil pengukuran senilai 0. perbandingan kecepatan download PLIK : warnet adalah 1 : 2 dari perbandingan rata-rata hasil pengukuran senilai 0.494 : 0.

213 Mbps. Penyajian perbandingan kecepatan PC client PLIK dengan warnet hasil pengukuran berikut ini akan disajikan dengan menggunakan rata-rata hasil pengukuran dari ketiga alat ukur (tester) yang digunakan dan menampilkannya dalam variabel waktu. baik menggunakan acuan berdasarkan waktu pengukuran maupun alat ukur (tester) dapat dilakukan perhitungan rata-rata perbandingan kecepatan download dan upload PC client PLIK dengan warnet. Perbandingan Kecepatan PC Client PLIK dengan Warnet Download Speed Upload Speed PLIK : warnet = 1 : 2 PLIK : warnet = 3 : 4 78 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Hal ini menunjukkan hasil pengukuran berdasarkan waktu maupun alat ukur secara umum memberikan hasil yang sama. dan pengukuran menggunakan bandwidthplace memberikan perbandingan 7 : 9 dari rata-rata hasil pengukuran 0. Perbandingan 1 : 2 untuk kecepatan download PLIK : Tabel 4.197 : 0.. pengukuran menggunakan OOKLA memberikan perbandingan 1 : 1 dari rata-rata hasil pengukuran 0. Sedangkan untuk kecepatan upload. Perbandingan Kecepatan PLIK dengan Warnet Dari keseluruhan pengukuran kecepatan download dan upload terhadap PC client PLIK dan warnet. walaupun nilai perbandingan pada tiap pengukurannya sedikit berbeda.054 Mbps.255 Mbps.483 : 1. Perbandingan akhir yang ditunjukkan dalam Tabel 4 menggambarkan bahwa kecepatan download PLIK hanya setengah dari kecepatan download warnet.305 Mbps.192 : 0. | Moh. Hal ini bertujuan agar penyajian perbandingan kecepatan ini sekaligus dapat mengetahui kecenderungan perubahan download dan upload PC client di PLIK dan warnet seiring perubahan waktu dari pagi hingga sore hari yang menjadi patokan waktu pengukuran.Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet .198 : 0.. Muttaqin pengukuran menggunakan bandwidthplace memberikan perbandingan 1 : 2 dari rata-rata hasil pengukuran senilai 0. sedangkan perbedaan kecepatan upload PLIK dengan warnet tidak terlalu signifikan. pengukuran menggunakan speedtest untuk perbandingan kecepatan PLIK : warnet adalah 5 : 8 dari rata-rata hasil pengukuran 0.

Tren penurunan kecepatn di PLIK ini kemungkinan dipicu oleh karakteristik media yang digunakan. tarif warnet hanya sedikit lebih mahal.000. Dengan demikian. terutama kecepatan download perlu diprioritaskan. Temuan ini menunjukkan pengguna internet akan lebih memilih warnet daripada PLIK karena kecepatan download yang lebih tinggi. PLIK tertinggal dari warnet. Aktivitas download merupakan aktivitas yang lebih banyak dilakukan oleh pengguna internet daripada aktivitas upload (0. Membiarkan kecepatan koneksi PLIK tetap tertinggal dari warnet akan berdampak pada beralihnya pengguna PLIK saat ini ke warnet. Muttaqin warnet diperoleh dari perbandingan rata-rata kecepatan senilai 0. pengguna PLIK dapat beralih mengakses internet di warnet karena kecepatan yang lebih baik. walaupun perbedaan kecepatan upload PLIK dengan warnet hanya sedikit berbeda.Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet . Apalagi kecepatan upload warnet juga lebih tinggi walaupun perbedaannya tidak terlalu besar. Peningkatan kecepatan.00 tidak cukup untuk menjaga pengguna PLIK untuk tetap bertahan di PLIK karena faktor harga hanya prioritas kedua dalam memilih fasilitas akses internet di Indonesia. Pada rentang waktu ini..988 Mbps. dalam kisaran Rp 3.258 Mbps untuk PLIK : warnet). bahkan menawarkan paket-paket bagi pengguna internet sehingga tarifnya dapat mendekati tarif PLIK.00 per jam. PLIK yang standar menggunakan Vsat dengan medium udara.000. Sedangkan perbandingan 3 : 4 untuk kecepatan upload PLIK : warnet diperoleh dari perbandingan rata-rata kecepatan senilai 0.000. baik dalam kecepatan download maupun upload. sementara di warnet justru meningkat.196 : 0.474 : 0. Analisis Perbandingan Kecepatan PLIK dengan Warnet Rendahnya kecepatan download PLIK dibanding warnet (0. Selain perbandingan nilai kecepatan.258 Mbps.988 Mbps untuk PLIK : warnet) memiliki dampak serius bagi program PLIK. perbandingan tren perubahan kecepatan warnet juga lebih baik dari PLIK. karena faktor ini merupakan faktor utama dalam memilih fasilitas akses. kecepatan upload PLIK juga berada di bawah kecepatan upload warnet.196 : 0. SIMPULAN Berdasarkan data hasil pengujian kecepatan koneksi internet PC client PLIK dan warnet di Kota Banda Aceh dan analisis terhadap data-data tersebut dapat disimpulkan bahwa kecepatan download PC client PLIK masih tidak berimbang dengan 79 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 .00 hingga Rp 4. siang maupun sore hari. | Moh. Tarif PLIK yang hanya Rp 2. Selain itu. Kecepatan koneksi internet di PLIK cenderung menurun pada rentang waktu siang ke sore. sehingga kecepatan data yang ditransmisikan melalui medium ini dipengaruhi oleh perubahan kondisi udara yang berbeda di pagi. Namun.474 : 0..

2PIH 8PLIK 3Pitoyo. Broadband Speed Testing.com/article s/sebagian-besar-warnet-plik-ta k-bermanfaat.selco.pdf. 4Furuholt. Sebagian Besar Warnet PLIK Tak Bermanfaat. 2011.php?option=com _content&view=article&id=94:k ota-banda-aceh&catid=42:nangr oe-aceh-darusalam-&Itemid=19 3. Internet Cafés 6Sofana. in Asia and Africa -Venues for Education and Learning? Journal of Community Informatics. Bandung: Modula.+6-PI H-KOMINFO-12012+tentang+Rapat+Kerja+Ko misi+1+DPR-RI+Dengan+Mente ri+Kominfo+Tifatul+Sembiring. (http://www. 2012. diakses tanggal 17 Februari 2012) Iwan. diakses 13 Februari 2012) KOMINFO. Siaran Pers No.itu.org/wpcontent/uploads/2011/08/SOSI ALISASI-BOGOR-BP3TI. 2011.pdf. (http://relawan-tik.go. Implementation of USO Program in Indonesia. Teori & Modul Praktikum Jaringan Komputer. 2011. Kecepatan upload PC client PLIK juga lebih lambat dari kecepatan upload warnet. Muttaqin kecepatan download PC client warnet.int/ITU-D/asp /CMS/Events/2011/ITU-ADB/ Indonesia/Session2-BP3TI . diakses 14 Februari 2012) Arif. 2011. (http://plikuso.6/PIH/KOMINFO/1/2012 tentang Rapat Kerja Komisi 1 DPR-RI Dengan Menteri Kominfo Tifatul Sembiring.info/downlo ad/attachments/38535197/Bro adband+Speed+Testing. (http://www.id/ siaran_pers/detail/2404/Siaran +Pers+No. 7Pomerantz.bisnis. Vol 3 (2).com/index.. 2011. DAFTAR PUSTAKA 1Balai Beriantho.. namun perbedaannya tidak sesignifikan pada perbedaan kecepatan download. 2007. 5Herlambang. diakses 28 Februari 2012) Kota Banda Aceh.Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet . 80 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . diakses 14 Februari 2012) Bjorn dan Stein Kristiansen. | Moh. (http://www. (http://kominfo. diakses 18 Januari 2012) Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI). Perubahan kecepatan download dan upload PC client PLIK dan warnet dengan variabel waktu menunjukkan tren yang berbeda.pdf. Bruce.

tujuan. c. ditulis lengkap tanpa menyebutkan gelar. Metode Penelitian (berisi waktu dan tempat. Contoh: I. Kata Kunci e. Struktur Karya Tulis Ilmiah Naskah Karya Tulis Ilmiah tersusun menurut urutan sebagai berikut: a. Cara Penulisan Nama dan Alamat a. 4. bahan/cara pengumpulan data. Nama penulis diketik dibawah judul. 2.15 kecuali tabel (spasi 1. Abstrak d. Apabila judul ditulis dalam bahasa Indonesia maka dibawahnya ditulis ulang dalam bahasa Inggris. Pendahuluan (berisi latar belakang. Alamat penulis (nama dan alamat instansi tempat bekerja) ditulis lengkap dengan jarak satu spasi beserta e-mail dibawah nama penulis. Cara Penulisan Judul Judul diketik dengan huruf kapital tebal (bold) dan mencerminkan inti tulisan. spasi 1. Batas atas dan bawah 3 cm. Abstrak dan Kata Kunci harus ditulis dalam dua versi bahasa (Indonesia dan Inggris) c. perumusan masalah. Judul b.PEDOMAN PENULISAN NASKAH 1. b. font Times New Roman ukuran 12. Judul. e. d. Hasil dan Pembahasan h. Naskah ditulis dalam bahasa indonesia atau bahasa Inggris. Jika penulis lebih dari satu orang maka harus ditambahkan kata penghubung ‘dan’ (bukan lambang ‘&’).17 cm). Jika diperlukan. Nama dan Alamat Penulis c. begitu juga sebaliknya. metode analisis data) g. Jaka Sembiring* dan Edi Triono Nuryatno** Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 81 . subjudul diperbolehkan tanpa memberikan penomoran.teori.0). Jumlah tersebut tidak termasuk lampiran. dan hipotesis [opsional]) f. Daftar Pustaka 3. tepi kiri dan kanan 3. Ditulis dengan menggunakan MS Word pada kertas ukuran A4 (210mmX297mm). maka penulis yang berbeda alamat/instansi diberi tanda asterisk* dan untuk membedakan alamat/instansinya. Simpulan i. Standar Umum Penulisan Karya Tulis Ilmiah a. b. Jumlah halaman 10-15 halaman isi. Penyebutan istilah di luar bahasa Indonesia atau Inggris harus ditulis dengan huruf cetak miring (italic) f. d. Tidak menggunakan penomoran dalam penulisan subjudul. Jika penulis lebih dari satu dengan alamat berbeda. Penulisan awal paragraf pada abstrak dan isi menjorok ke dalam 1 cm.

Jaka Sembiring* dan Yudi Satria Gondokaryono** Bandung Institute of Technology.*Bandung Institute of Technology. Judul tabel ditampilkan dibagian atas tabel.2.itb. rata kiri (bukan center). Cara Penulisan Abstrak dan Kata Kunci a. atau 250 kata dalam bahasa Indonesia. Gunakan angka Arab (1. Abstrak ditulis dalam satu paragraf dengan huruf cetak miring (italic) berjarak satu spasi. dst. foto. Tulisan ‘Tabel’ dan ‘nomor’ ditulis tebal(bold).id **ygondokaryono@stei. d. b.com II. ditempatkan di tengah (center). Keterangan gambar. Maksimal 150 kata dalam bahasa Inggris.id 5. Foto atau Diagram’ dan ‘nomor’ ditulis tebal (bold). menggunakan font Times New Roman ukuran 12. e.Indonesia *jaka@stei.ac. foto atau diagram. Tulisan ‘Gambar. d. b.) untuk penomoran gambar. Ganeca No.itb.ac. Foto atau Diagram a.ac.3. Cara Penyajian Tabel a. Grafik. sedangkan isi keterangan ditulis normal.3.2. Jika Abstract dalam bahasa Inggris maka diikuti Keywords dalam bahasa Inggris. menggunakan font Times New Roman ukuran 10. e.itb. Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 82 . School of Electrical Engineering and Informatics Jl. 10 Bandung – Indonesia 2editriono@gmail. 6. School of Electrical Engineering and Informatics Jl. atau diagram ditulis dibawh ilustasi. grafik. Kata kunci terdiri dari tiga sampai lima kata. 10 Bandung . e. Tabel ditampilkan rata kiri halaman (bukan center). rata kiri. f. grafik.id **Bandung Institute of Technology. Gambar. sedangkan judul tabel ditulis normal. dst) untuk penomoran judul tabel. 7. Jika Abstrak dalam bahasa Indonesia maka diikuti Kata Kunci dalam bahasa Indonesia. c. Ganeca No. d. Gunakan angka Arab (1. rata kiri. ditulis menggunakan font Times New Roman ukuran 12. foto atau diagram ditampilkan di tengah halaman (center). ditulis dengan huruf cetak miring (italic). b. Cara Penyajian Gambar. grafik. Pencantuman sumber atau keteranggan diletakkan dibawah tabel. Jenis dan ukuran font untuk isi tabel bisa disesuaikan menurut kebutuhan (Times New Roman atau Arial Narrow ukuran 8-11) dengan jarak spasi tunggal. Ganeca No. School of Electrical Engineering and Informatics Jl. 10 Bandung – Indonesia jaka@stei. c. Grafik. Pencantuman sumber atau keterangan diletakkan dibawah ilustrasi. menggunakan font Times New Roman ukuran 10. c.

Nama Daerah Mamalia di Indonesia.. Bandung: Remaja Rosdakarya. Widyariset. 2006. Bunga Rampai Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 f. et al 2007.Clifford. 2008.1 Cara Penulisan Kutipan di dalam Teks a. tanpa tanda kurung satu atau kurung dua. Standar Kompetensi Jabatan Fungsional Peneliti. d. Evaluasi Kurikulum.. Cara Penulisan Kutipan dan Daftar Pustaka a. Jakarta: LIPI Press. Teknik Menulis Karya Tulis Ilmiah. f. c. Majalah ilmiah dengan Volume dan Nomor Kriswati. H. Jika menyebut nama. maka angka kutipan langsung dibubuhkan setelah nama tersebut. b. Wisconsin German Land and Life. Nomor urut Daftar Pustaka ditulis dalam bentuk superscript. R. 8. Jakarta: LIPI. Buku yang Ditulis atas Nama Lembaga Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Jika nama penulis harus ditampilkan. I. Madison University of Wisconsin. Kluge. (Nomor yang ditulis sesuai dengan urutan dalam Daftar Pustaka).L. Tidak perlu memakai catatan kaki. 11(1): 27-36. 2005. K. Berikut adalah contoh cara penulisan Daftar Pustaka dari berbagai sumber yang berbeda. C.. Bungert.Gambar. Ostergen. Buku (Satu Penulis) Hasan. grafik. dan tidak ditebalkan (bold). f. c. 2007. foto atau diagram dalam format file .. Buku (Lebih dari Empat Penulis) Maryanto. b. 2009. Dkk.. a. Jakarta: Rhineke Cipta. and Dissertarions (7th ed).jpg warna hitam putih. Deformasi Gunung Api Bromo pada Peningkatan Aktivis Vulkanik 2006-2007. dan R. Theses.1 (Nomor yang ditulis sesuai dengan urutan dalam Daftar Pustaka). D. e.. 2008. A Manual for Writers of Research Paper. kecuali jika warna menentukan arti. 83 . Dalam naskah diberikan tanda supersript pada pustaka yang digunakan. L. E. Riana. S. Penulisan kutipan ditunjukkan dengan membubuhkan angka (dalam format superscript) sesuai urutan. Chicago: University of Chicago Press. 8. b. Urutan dalam daftar pustaka ditulis sesuai dengan nomor urut kutipan dalam naskah. contoh: . d. Angka kutipan ditulis setelah tanda titik akhir kalimat tanpa spasi.2 Cara Penulisan Daftar Pustaka. Buku (Dua hingga Empat Penulis) Bambang. 8. and H. maka penulisannya sebagai berikut: Menurut Adisomarto1 ... e.. Turabian.

Tulisan Bersumber dari Internet (Terdapat Nama Penulis) Rustandy. Pusat Analisis Ekonomi dan Kebijakan Pertanian. Tesis dan Disertasi Wijana.2004. l. diakses 25 Juni 2010) m. o. Nilai-Nilai Budaya di dalam Sastra Daerah yang Mendasari Sekuritas Sosial Tradisional Ethis Bugis. Teeri. Simposium. B. Evolution of A Domain Conserved in Microtulube-Associated Protein of Eukaryotes. Makalah dalam Pertemuan Ilmiah. A. 2005. Bias Gender pada Bahasa Majalah Remaja. P. 2009. 2007. P. Karkteristik Sosial Ekonomi Petani pada Berbagai Agroekosistem. 9. Tulisan Bersumber dari Internet (Tanpa Nama Penulis) Guidelines for Proper Scientifict Conduct in Research. D. i. A. Makalah dalam Lokakarya Usulan Jenis Satwa dan Tumbuhan yang Perlu Dilindungi di Indonesia. 2008. diakses 14 Januari 2007) n. Pustaka berupa Dokumen Paten Sukawati. h. Journal of Inflamation Research. g. Teripang PERLU Dilindungi. Makassar. Media Massa (Terdapat Nama Penulis) Abimanyu. T. Paten Indonesia No. 8 September: Pusat Penelitian Biologi LIPI.imperial. Jakarta: LIPI Press.kpk. M. 2006. Bogor. 2 Moldoveanu. 7 Juni:1. M.2007. Inflammatory Mecanism in the Lung. 2006. Landasan Putar Bebas Hambatan. Pola Komunikasi Kepemimpinan Taufik Abdullah. Kontroversi Dana Dapil. Tesis.Imron. Prosiding Tang. Republika. T.. Yang. Contoh Penulisan Daftar Pustaka 1 Rajangan. Kongres. Atau Seminar yang Belum Diterbitkan Darsono.R. H.( http://www. 2010. 2008.uk/secretariat/policiesandpublication/otherpolici es/properscientificicconnduct. (Ed). Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada. Skripsi. T. Media Massa (Tanpa Nama Penulis) Kambing Hitam Kemiskinan. S.B.id/modules/news/article. Lapoiran Penelitian. Prosiding Kongres Internasinal Bahasa-ahasa Daerah Sulawesi Selatan Tahun 2007: 219-232. Hisyam dkk.go. et al. j. (http:://www. 2010. Sejarah dan Dialog Peradaban: 81-92.ac. 1: 51-69. Aversted. 2: 1-11. Journal of Advances and Applications in Bioinformatics and Chemistry. and L. Dalam M.ID/0000114. Fakultas Ilmu Budaya. 222-25 Juli 2007: Pusat Bahasa Sulawesi Selatan. T. Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 84 .I. Kompas. 25 November: 33. 1995. Bogor : Kementerian Pertanian. Laporan Penelitian Sumaryanto.php?storyd=1291. k. Tekan Korupsi Bangun Bangsa.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful