JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

Vol 1 No 1 Desember 2012

KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA RI BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA BALAI BESAR PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA MEDAN

JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
Vol 1 No 1 Desember 2012

KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA RI BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA BALAI BESAR PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA MEDAN

JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
Vol 1 No 1 Desember 2012

Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) adalah jurnal ilmiah, dengan visi menjadi media informasi dan komunikasi bagi pengembangan ilmu pengetahuan serta sebagai rekomendasi dalam penyusunan kebijakan pemerintah di bidang TIK

Pengarah Kepala Badan Litbang SDM Kementerian Kominfo Aizirman Djusan, M. Econ Penanggungjawab Kepala BBPPKI Medan Drs. Waladdin Siagian Ketua Dewan Redaksi Erisva Hakiki Purwaningsih, M.Kom Anggota Dewan Redaksi Dr. Gustianingsih, M. Hum Dr. Esther S.M. Nababan, M. Sc Jarudo Damanik, S.Kom Meilinia Diakonia Br. Ginting, S. Kom Ketua Redaksi Pelaksana Marudur Pandapotan Damanik, ST Anggota Redaksi Pelaksana Moh. Muttaqin, ST Maulia Jayantina Islami, S. Kom, MT Oktolina Simatupang, S. Sos Sekretaris Dewan Redaksi Vita Pusvita, ST Erwin Antonius Manurung, ST Peer Reviewer/Mitra Bestari Prof. Dr. Muhammad Zarlis, M. Sc Prof. Dr. Opim Salim Sitompul, M. Sc Dr. Poltak Sihombing, M.Kom Dr. Erna Budhiarti Nababan, MIT

Sekretariat Redaksi Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika Medan Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Komunikasi dan Informatika Jl. Tombak, No. 31 Medan, Sumatera Utara – Telp/Fax. (061) 6639817
2

Email: jtik.kominfo@gmail.com

PENGANTAR REDAKSI
Puji dan Syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa atas terbitnya Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika (BBPPKI) Medan untuk pertama kali, Volume I Nomor I Desember 2012. Sesuai rencana program BBPPKI Medan, Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi akan terbit dua (2) kali dalam setahun secara periodik dengan tujuan mempublikasikan ideide dan temuan para peneliti Komunikasi dan Informatika yang telah tertuang dalam bentuk tulisan sehingga mampu memberikan pencerahan, perspektif dan ekspektasi tentang pentingnya Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam membangun masyarakat informasi. Hasil-hasil penelitian tersebut diharapkan mampu memberikan pertimbangan dan solusi yang dibutuhkan oleh para stakeholder untuk mengambil keputusan dan pembuatan kebijakan. Oleh karena itu, kepada semua pihak, khususnya peneliti, akademisi, praktisi teknologi informasi dan komunikasi, diharapkan dapat berpartisipasi menyumbangkan ide dan pemikiran yang telah tertuang dalam bentuk tulisan ilmiah, terutama hasil penelitian bidang komunikasi dan informatika. Pada edisi perdana ini kami menerbitkan enam (6) tulisan, yaitu “Kompetensi Pengelola dalam Mengatasi Permasalahan Teknis pada Pusat Layanan Informasi Kecamatan”. Dalam tulisan ini, Marudur Pandapotan Damanik menjelaskan bahwa kompetensi teknis pengelola PLIK di bidang TIK masih dirasa belum cukup memadai dan masih perlu untuk ditingkatkan. Hal ini didasarkan pada unit kompetensi yang terdapat pada SKKNI bidang Computer Technical Support. Selanjutnya Vita Pusvita menulis tentang “Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan Pusat Layanan Internet Kecamatan di Kota Banda Aceh” dan menjelaskan bahwa Parameter QoS berupa throughput, delay, packet loss dan jitter tidak dapat dipisahkan antara yang satu dan lainnya dalam menentukan suatu kualitas layanan jaringan. Jika salah satu parameter termasuk dalam kategori kurang baik maka hal ini dapat menurunkan kualitas layanan jaringan secara keseluruhan. Wicaksono Febrianto menulis “Perancangan Knowledge Management System Berorientasi Proses Bisnis (Studi Kasus Balai Diklat Metrologi Kementerian Perdagangan)”. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara umum semua proses bisnis belum mengoptimalkan semua komponen yang terdapat dalam framework pemodelan knowledge process dari Strohmaier yang dimodifikasi menggunakan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara No.12 tahun 2011 mengenai Pedoman Penataaan Tatalaksana (business process). Jarudo Damanik menulis tentang “Kajian Implementasi Watchguard Firebox Seri 125e Sebagai Penyaring Konten pada Jaringan Kantor Pemerintah Kota Batam”. Penyaring konten yang dipakai di Kantor Pemerintah Kota Batam adalah firebox seri 125e yang memiliki keunggulan melakukan blok terhadap konten sebuah website secara menyeluruh. Pendeteksian virus, worm maupun gerakan yang mengarah pada tindakan berupa hack dapat berjalan secara maksimal melalui perangkat ini. Tasmil melakukan kajian Wireless Intrusion Detection System untuk mendeteksi serangan Denial of Service terhadap jaringan wireless. Dalam penerapan, metode WIDS menggunakan tools Snort-Wireless yang berjalan pada sistem
Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012

3

Temuan penelitian menunjukkan kecepatan download PC client PLIK hanya setengah kecepatan download PC client warnet. Muttaqin melakukan Pengujian yang menghasilkan nilai-nilai kecepatan berupa angka yang dikonversikan dalam satuan Mega bit per second (Mbps) dan telah dituangkan dalam tulisan “Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet PC Client Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) dengan Warnet di Kota Banda Aceh”. Tasmil menjelaskan penelitiannya dalam tulisan “Perfomansi Wireless Intrusion Detection System (WIDS) Berbasis Snort untuk Mendeteksi Serangan Denial of Service”. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan bagi pembaca sekalian.operasi Linux. Paket serangan kemudian dideteksi sebagai sebuah serangan Denial of Service melalui hasil monitoring paket jaringan. Redaksi Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 4 . Moh. sementara kecepatan upload PLIK dan warnet tidak terpaut jauh. Sistem tersebut diuji dengan serangan Denial of Service menggunakan tools Engage Packet Builder. Salam.

Muttaqin Pedoman Penulisan Naskah 3 4 5 11 25 37 51 59 67 81 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 5 .DAFTAR ISI Pengantar Redaksi Daftar Isi Lembar Abstrak Kompetensi Pengelola dalam Mengatasi Permasalahan Teknis pada Pusat Layanan Internet Kecamatan Marudur Pandapotan Damanik Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan Pusat Layanan Internet Kecamatan di Kota Banda Aceh Vita Pusvita Perancangan Knowledge Management System Berorientasi Proses Bisnis (Studi Kasus Balai Diklat Metrologi Kementerian Perdagangan) Wicaksono Febriantoro Kajian Implementasi Watchguard Firebox Seri 125e Sebagai Penyaring Konten pada Jaringan Kantor Pemerintah Kota Batam Jarudo Damanik Perfomansi Wireless Intrusion Detection System (WIDS) Berbasis Snort untuk Mendeteksi Serangan Denial of Service Tasmil Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet PC Client Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) dengan Warnet di Kota Banda Aceh Moh.

PLIK. and the illegal use of proprietary operating system. they are also considered lack of skills in dealing with technical issues. Kata Kunci: Kompetensi. Temuan lainyang dirasa cukup signifikan adalah implementasi PLIK yang tidak sesuai yang diharapkan. Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) yang didirikan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika kurang mendapat perhatian Lembar Abstrak | Abstract Sheet 6 . Another finding that quite significant is about the PLIK implementation that is not as expected.JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI Vol 1 No 1 Desember 2012 Kata kunci yang dicantumkan adalah istilah bebas. Damanik | BBPPKI Medan JTIK Vol 1 No 1 Desember 2012 KOMPETENSI PENGELOLA DALAM MENGATASI PERMASALAHAN TEKNIS PADA PUSAT LAYANAN INTERNET KECAMATAN Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana kompetensi pengelola Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) dalam mengatasi permasalahan teknis yang terjadi pada PLIK di Kabupaten Pontianak Provinsi Kalimantan Barat. Marudur P. PLIK. Permasalahan teknis MANAGEMENT’S COMPETENCIES OVERCOMING TECHNICAL ISSUES SUBDISTRICT INTERNET CENTER IN ON This study aimed to describe how management’s competencies play role in overcoming technical issues on the subdistrict internet center (PLIK) in Pontianak District. Keywords: Competence. Technical issues Vita Pusvita | BBPPKI Medan JTIK Vol 1 No 1 Desember 2012 ANALISIS TEKNIS KUALITAS LAYANAN JARINGAN PUSAT LAYANAN INTERNET KECAMATAN DI KOTA BANDA ACEH Penelitian ini membahas mengenai analisis teknis kualitas layanan jaringan PLIK di Kota Banda Aceh. The result shows that the technical knowledge and proficiency of the managers are still inadequate. It uses qualitative approach and anayzed descriptively. sedangkan dalam aspek troubleshooting dan penanganan permasalahan teknis masih sangat kurang. Hasil penelitian menemukan bahwa kompetensi teknis pengelola PLIK terasa kurang memadai. dimana terdapat 4 (empat) lokasi PLIK yang terbengkalai dan penggunaan sistem operasi non open source pada perangkat komputer. The information was collected through field studies by performing in-depth interviews to PLIK managers in 9 locations and also the authorized officer in the department of transportation who responsible for handling telecommunication affairs. because there are 4 PLIKs that cannot be utilized. West Kalimantan. Lembaran abstrak ini boleh dikopi tanpa izin dan biaya. Telecenter. Telecenter. Likewise. where they are only able to use computer in general and common applications. Pengumpulan data dilakukan dengan cara mewawancarai para pengelola di 9 (sembilan) lokasi PLIK dan pihak Dinas Perhubungan. SDM. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatifdan dianalisis secara deskriptif. Human resource. disamping melakukan observasi dan studi literatur. This study also perform some observations and literature review. dimana umumnya pengelola hanya mampu menggunakan komputer dan aplikasi secara umum. Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pontianak.

Keywords: Sub-District Internet Service Center. Proses baru ini sebagian besar ada pada knowledge transfer dan knowledge application yang telah terdefinisi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. dan Lheung Bata. Banda Aceh TECHNICAL ANALYSIS OF SERVICE NETWORK QUALITY IN SUB-DISTRICT INTERNET SERVICE CENTER IN BANDA ACEH This research is about technical analysis of network service quality in SubDistrict Internet Service Center in Banda Aceh. The QoS parameters consists of throughput. In Banda Aceh. Hasil analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa secara umum semua proses bisnis belum mengoptimalkan semua komponen dari knowledge creation sampai dengan knowledge application. Di dalam penelitian ini dilakukan pengukuran terhadap parameter-parameter QoS berupa throughput. they are PLIKBaiturrahman. jitter. Technically. while in PLIK Lheung Bata. PLIK Syiah Kuala dan Baiturrahman memenuhi semua standar parameter QoS. Sub-District Internet Service Center that is built by Ministry of Communication and Information Technology is getting less public attention.masyarakat sehingga banyak yang terbengkalai. IT Tools yang ada diharapkan dapat mendukung 2 strategi knowledge process yaitu strategi kodifikasi (mengelola pengetahuan yang terdokumentasi) dengan alternatif teknologi pendukung Document/Content Management 7 . In this regard. dari 11 PLIK. Banda Aceh is expected to adopt PLIK well. jitter. khususnya internet. one of the factors that affect the public interest is Quality of service (QoS) that is provided. PLIK Baiturrahman and Syiah Kuala have met all the standards of QoS parameters. Kualitas Layanan. hanya ada 3 PLIK yang beroperasi yaitu PLIK Baiturrahman. Syiah Kuala. 7 proses bisnis belum lengkap teridentifikasi knowledge processnya. sedangkan pada PLIK Lheung Bata. Berdasarkan hasil pengukuran. particularly the internet. Syah Kuala. delay and packet loss by using Wireshark is measured in this research. Identifikasi dan Analisis awal menunjukkan dari 10 proses bisnis yang dianalisis. rusak dan berubah menjadi warnet komersial. Banda Aceh is recognized as one of the cities in Indonesia at the fore front of adopting information and technology developments. the measurement of packet loss has not met the ITU standard yet and the other parameters have met it. hasil pengukuran packet loss belum memenuhi standar ITU dan parameter QoS lainnya sudah memenuhi standar. Result of Lembar Abstrak | Abstract Sheet measurement are numbers that describe Quality of Service. Berkaitan dengan hal ini Banda Aceh diakui menjadi salah satu kota di Indonesia yang terdepan dalam mengadopsi perkembangan teknologi dan informasi. Based on the measurement. Quality of Service. so that many of them are neglected. Banda Aceh Wicaksono Febriantoro | Balai Diklat Metrologi JTIK Vol 1 No 1 Desember 2012 PERANCANGAN KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM BERORIENTASI PROSES BISNIS (Studi Kasus Balai Diklat Kementerian Perdagangan) Metrologi Dalam penelitian ini dirancang Knowledge Management System (KMS) berorientasi proses bisnis di dalam lembaga diklat pemerintahan menggunakan tools dan metode pemodelan knowledge process dan perancangan knowledge infrastructure dari Strohmaier. Salah satu faktor yang mempengaruhi minat masyarakat secara teknis adalah kualitas layanan jaringan yang disediakan. Hasil pengukuran berupa angka-angka yang menggambarkan kualitas layanan jaringan. and Lheung Bata. Banda Aceh diharapkan dapat mengadopsi PLIK dengan baik. delay dan packet loss dengan menggunakan Wireshark. there are only 3 of 11 PLIK that are well operated. damaged and turned into a commercial internet cafe. Kata Kunci: PLIK. Proses bisnis yang menjadi studi kasus pada penelitian ini yaitu proses bisnis Widya Iswara (WI) di Balai Diklat Metrologi Kementerian Perdagangan. Selain itu dihasilkan juga rancangan arsitektur KMS dan Information Technology (IT Tools) sebagai knowledge infrastructure pendukungnya. Di Kota Banda Aceh. Hasil perancangan knowledge process yang telah dilengkapi menghasilkan 53 tahapan proses (ada tambahan 19 tahapan proses baru). This research uses descriptive method with quantitative approach. Therefore. Oleh karena itu.

Disarankan untuk menciptakan sebuah perangkat yang mampu mendeteksi sebuah konten page per page. The IT tools are expected to support two knowledge process strategies : the codification strategy (to manage the documented knowledge) with the supporting IT Tools such as document / content management system in the form of wiki and blog. Kata Kunci: Penyaring konten. Knowledge Infrastructure. The content filter used is firebox 125e series which has the adventage to block all of website content. Namun pemblokiran seluruh konten yang terdapat pada sebuah website memunculkan permasalahan. Detection of viruses. In addition. Ministry of Trade Republic of Indonesia) The aim of this study is to desig a business proces-oriented Knowledge Management System (KMS) in government training institutions using the tools and knowledge modeling methods and knowledge infrastructure process design of Strohmaier. Penyaring konten yang dipakai adalah firebox seri 125e yang memiliki keunggulan melakukan blok terhadap konten sebuah website secara menyeluruh. Knowledge Process. worm maupun gerakan yang mengarah pada tindakan berupa hack dapat berjalan secara maksimal melalui perangkat ini. Jarudo Damanik | BBPPKI Medan JTIK Vol 1 No 1 Desember 2012 KAJIAN IMPLEMENTASI WATCHGUARD FIREBOX SERI 125e SEBAGAI PENYARING KONTEN PADA JARINGAN KANTOR PEMERINTAH KOTA BATAM Kajian implementasi sistem penyaring konten telah dilakukan di Kantor Pemerintah Kota Batam. karena tidak semua konten yang terdapat pada sebuah situs tersebut negatif. Knowledge Management 8 System. The further analysis showed that in general.berupa Wiki dan Blog. Penelitian ini menggunakan metoda kualitatif untuk melihat sejauh mana penggunaan konten filtering dilakukan di Kantor Pemerintahan Kota Batam. KMS architecture and IT tools as supporting knowledge infrastructure designs are defined. Keywords: Business Processes. all business processes have not been optimized yet to fulfill all the components of knowledge creation to knowledge application. Pendeteksian virus. BUSINESS PROCESS ORIENTED KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM DESIGN (Case Study of Metrology Training Centre. The results of the completed knowledge process design showed that there are 53 stages of the process (there are new additional 19 stages of the process). The preliminary identification and analysis showed that 7 of 10 business processes have not been fully identified in terms of their knowledge processes. firebox 125e series. expert locator and the personalization strategy (to manage the tacit knowledge) with the supporting IT Tools such as working/community of practice tool. search engine / information retrieval system. In this researh we apply qualitative method to see Lembar Abstrak | Abstract Sheet . The new processes are largely on the knowledge transfer and knowledge application that have been defined. pendeteksian A STUDY ON THE IMPLEMENTATION OF WATCHGUARD FIREBOX 125e SERIES AS A CONTENT FILTER IN BATAM LOCAL GOVERNMENT’S NETWORK A study on the implementation of the content filtering system has been done in Batam local government’s network. virtual work space application dan discussion group based application. Knowledge Management system. Knowledge Infrastructure. Lecturer (WI) business process is the main case study for this research. worms and the movement that led to the action of a hack to run the maximum through this device. virtual work space application dan discussion group based application. Search Engine/Information Retrieval System dan Expert Locator serta strategi personalisasi (mengelola tacit knowledge) dengan alternatif teknologi pendukung Working Group/Community of Practice Tool. sehingga proses penyeleksian konten dapat dilakukan secara relevan. Kata Kunci: Proses Bisnis. However. Knowledge Process. blocking all content on the website raises a problem because not all of the website content is negative. Kajian ini diharapkan menjadi masukan Pemerintah Kota Batam untuk menentukan penggunaan konten filtering yang efektif.

The implementation of this method have been performed using snort-wireless tools.how far content filtering has been used in Batam Local Government’s Network. sementara kecepatan upload PLIK dan warnet tidak terpaut jauh. The system was tested with Denial of Service attacks using tools Engage Packet Builder. WIDS. kecepatan koneksi internet COMPARATIVE ANALYSIS OF PC CLIENT INTERNET CONNECTION SPEED BETWEEN SUB DISTRICT INTERNET ACCESS (PLIK) AND INTERNET CAFE IN BANDA ACEH Sub-District Internet Access (PLIK) is the governmental program conducted by Ministery of Information and Communication Technology (MICT) in order to evenly 9 Tasmil | BBPPKI Makassar JTIK Vol 1 No 1 Desember 2012 PERFOMANSI WIRELESS INTRUSION DETECTION SYSTEM (WIDS) BERBASIS SNORT UNTUK MENDETEKSI SERANGAN DENIAL OF SERVICE Telah dilakukan kajian Wireless Intrusion Detection System untuk mendeteksi serangan Denial of Service terhadap jaringan wireless. Kata Kunci: Pusat Layanan Internet Kecamatan. Keywords: Content filtering. Tren perubahan kecepatan koneksi internet pada PLIK terus menurun seiring perjalanan waktu pagi ke sore. This study is expected to provide input Batam Local Government to determine effective content filtering. Kata kunci: Jaringan nirkabel. Keywords: Wireless Network. WIDS. Packet attack was then detected as a denial of service attacks through the monitoring network packets. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbandingan kecepatan koneksi PC client PLIK dengan warnet. sedangkan tren perubahan kecepatan pada warnet hanya kembali meningkat di waktu sore setelah menurun di waktu siang. so the selection process can be carried out relevant content. it has been obtained that the Wireless Intrusion Detection System were succeded in detecting Lembar Abstrak | Abstract Sheet . Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif melalui pengujian kecepatan koneksi menggunakan alat uji kecepatan online. Temuan penelitian menunjukkan kecepatan download PC client PLIK hanya setengah kecepatan download PC client warnet. Pengujian ini menghasilkan nilai-nilai kecepatan berupa angka yang dikonversikan dalam satuan Mega bit per second (Mbps). Denial of Service Moh. Sistem tersebut diuji dengan serangan Denial of Service menggunakan tools Engage Packet Builder. Kenyataannya. Muttaqin | BBPPKI Medan JTIK Vol 1 No 1 Desember 2012 ANALISIS PERBANDINGAN KECEPATAN KONEKSI INTERNET PC CLIENT PUSAT LAYANAN INTERNET KECAMATAN (PLIK) DENGAN WARNET DI KOTA BANDA ACEH Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) merupakan program pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam upaya pemerataan informasi dan memasyarakatkan internet sehat. It is argued that the method might be suitable for a solution of wireless network security. metode Wireles Intrusion Detection System mampu mendeteksi serangan Denial of Service dengan performasi 54%. terutama kalah populer dibandingkan dengan warnet yang memiliki segmentasi konsumen yang sama. Denial of Service PERFORMANCE OF WIRELESS INTRUSION DETECTION SYSTEM BASED SNORT FOR DETECTING DENIAL OF SERVICE ATTACKS Performance of Wireless Intrusion Detection System to detect Denial of Service against wireless network has been studied. It is recomended to create a capable device to detect page per page. Hasil penelitian yang telah dilakukan. Paket serangan kemudian dideteksi sebagai sebuah serangan Denial of Service melalui hasil monitoring paket jaringan. keberlangsungan program PLIK banyak menghadapi kendala. detection the Denial of Service attacks by 54 %. warnet. firebox 125 e series. Metode tersebut dapat menjadi solusi keamanan jaringan nirkabel dari serangan yang setiap saat dapat mengancam. PC client. Dalam penerapan metode WIDS menggunakan tools Snort-Wireless yang berjalan pada sistem operasi Linux. From the study.

Keywords: Sub District Internet Access. PC client.distribute information and socializing safe internet usage. especially it is less popular compared to internet cafe that has similar consumer segmentation. after decreased at noon.The research found that the PLIK’s download speed is only a half of internet cafe’s. The speed changes trend in PLIK’s internet connection speed is decreased steadily from morning to afternoon. while comparison of the upload speed is not significantly different. In fact. while internet cafe’s is increased in the afternoon. internet connection speed 10 Lembar Abstrak | Abstract Sheet . the implementation of PLIK faced many problems. internet cafe. using descriptive method and quantitative approach by testing the connection speed utilizing online tester. This test shows the connection speed in numeric in Mega bit per second (Mbps). This research aimed to analyze the comparison of PC client connection speed between PLIK and internet cafe.

Damanik Kementerian Komunikasi dan Informatika Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika Medan Jl.go. SDM.JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI Vol 1 No 1 Desember 2012 KOMPETENSI PENGELOLA DALAM MENGATASI PERMASALAHAN TEKNIS PADA PUSAT LAYANAN INTERNET KECAMATAN MANAGEMENT’S COMPETENCIES IN OVERCOMING TECHNICAL ISSUES ON SUBDISTRICT INTERNET CENTER Marudur P. It uses qualitative approach and anayzed descriptively. where they are only able to use computer in general and common applications. Telecenter. Hasil penelitian menemukan bahwa kompetensi teknis pengelola PLIK terasa kurang memadai. sedangkan dalam aspek troubleshooting dan penanganan permasalahan teknis masih sangat kurang. Permasalahan teknis ABSTRACT This study aimed to describe how management’s competencies play role in overcoming technical issues on the subdistrict internet center (PLIK) in Pontianak District. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatifdan dianalisis secara deskriptif. West Kalimantan..id ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana kompetensi pengelola Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) dalam mengatasi permasalahan teknis yang terjadi pada PLIK di Kabupaten Pontianak Provinsi Kalimantan Barat. The result shows that the technical knowledge and proficiency of the managers are still inadequate. Keywords: Competence. Likewise. Tombak No.. and the illegal use of proprietary operating system. dimana terdapat 4 (empat) lokasi PLIK yang terbengkalai dan penggunaan sistem operasi non open source pada perangkat komputer. Temuan lainyang dirasa cukup signifikan adalah implementasi PLIK yang tidak sesuai yang diharapkan. This study also perform some observations and literature review. | Marudur Pandapotan Damanik 11 . Pengumpulan data dilakukan dengan cara mewawancarai para pengelola di 9 (sembilan) lokasi PLIK dan pihak Dinas Perhubungan. Telecenter. dimana umumnya pengelola hanya mampu menggunakan komputer dan aplikasi secara umum. disamping melakukan observasi dan studi literatur. PLIK. Kata kunci: Kompetensi. Another finding that quite significant is about the PLIK implementation that is not as expected. 31 Medan marudur.p. PLIK. because there are 4 PLIKs that cannot be utilized. The information was collected through field studies by performing in-depth interviews to PLIK managers in 9 locations and also the authorized officer in the department of transportation who responsible for handling telecommunication affairs. Human resource. they are also considered lack of skills in dealing with technical issues.d@kominfo. Technical issues Kompetensi Pengelola Dalam Mengatasi. Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pontianak.

serta komunitas maya. Sebuah konferensi tingkat tinggi bernamaWorld Summit on the Information Society (WSIS) yang diprakarsai oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) bersama dengan International Telecommunication Union (ITU) menekankan bahwa betapa pentingnya peranan TIK sebagai pilar utama menuju masyarakat informasi. namun sebagai komoditi atau sesuatu yang berharga hingga dapat dijual kepada pengguna informasi.” Program USO Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . dan informasi merupakan unsur yang paling penting.. Dalam mendukung komitmen WSIS. Maka untuk mengatasinya para pemimpin negara-negara di dunia sepakat untuk membuat target bahwa pada tahun 2015 seluruh desa di setiap negara sudah terhubung dengan TIK. Sebuah masyarakat informasi digambarkan sebagai sebuah bangsa dimana mayoritas tenaga kerjanya terdiri dari pekerja informasi. Di sisi lain juga disepakati bahwa telah terjadi kesenjangan digital di antara negaranegara maju dan negara-negara berkembang.. 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi.Kompetensi Pengelola Dalam Mengatasi. | Marudur Pandapotan Damanik PENDAHULUAN Saat ini masyarakat dunia bergerak dan berevolusi menuju ke sebuah tatanan baru yang dikenal sebagai era informasi atau masyarakat informasi. Pada tahun 2003 yang kemudian dilanjutkan pada tahun 2005 para pemimpin dunia melakukan pertemuan guna membahas isu-isu yang berhubungan dengan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) serta pengaruhnya 12 terhadap kehidupan masyarakat di dunia. bahkan teknologi internet yang melahirkan metode-metode komunikasi baru seperti e-mail. mailing list. Perubahan ini juga didorong oleh kemajuan teknologi yang ditandai dengan munculnya beragam produk teknologi komunikasi seperti televisi.1 Masyarakat informasi tidak lagi menjadikan informasi hanya sebagai sesuatu yang biasa. telepon genggam. Pemerintah Republik Indonesia dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memiliki sebuah program yang dinamakan Kewajiban Pelayanan Umum (Universal Service Obligation/USO) di bidang telekomunikasi. Perangkat serta metode komunikasi ini membuat arus informasi sedemikian cepat hingga membuat jarak tidak lagi membatasi dalam melakukan transfer informasi. Sebuah masyarakat informasi terbentuk oleh semakin baiknya dunia pendidikan dalam menciptakan tenaga-tenaga profesional. Program ini dilaksanakan sesuai amanat UndangUndang No. dimana pada pasal 16 ayat (1) disebutkan bahwa “Setiap jaringan telekomunikasi dan atau penyelenggara jasa telekomunikasi wajib memberikan kontribusi dalam pelayanan universal. serta memastikan bahwa lebih dari setengah penduduk dunia sudah mendapatkan akses kepada teknologi informasi dan komunikasi. komputer.

Sesungguhnya program PLIK merupakan langkah nyata pemerintah dalam mengatasi kesenjangan digital di Indonesia. yaitu pertama.. Namun hal ini tentu memberatkan mengingat banyaknya jumlah PLIK yang dibangun. perdagangan. Keberadaan PLIK dapat dipandang sebagai sebuah terobosan baru dalam memperluas akses informasi dan komunikasi bagi masyarakat. Sebagai tindak lanjut dari penyediaan akses telepon umum di perdesaan. Dari uraian di atas maka penelitian ini bertujuan untuk menjawab permasalahan yang dikerucutkan menjadi 2 (dua) poin. Dengan adanya PLIK masyarakat khususnya di perdesaan dapat dengan mudah mendapatkan informasi pertanian. Berbagai kendala dan permasalahan timbul dalam implementasinya. Dengan memiliki pengelola PLIK yang berkompeten dalam mengoperasikan serta melakukan perawatan perangkat.2 Hal ini bertujuan untuk dapat memetakan permasalahan-permasalahan yang terjadi hingga dapat dicarikan solusi secara tepat.. di tahun 2009 program USO dilanjutkan dengan membangun Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) dengan menyediakan 1 unit server dan 5 unit personal computer (PC) client serta akses internet melalui koneksi satelit.Kompetensi Pengelola Dalam Mengatasi. Solusi terbaik adalah dengan memiliki pengelola PLIK dalam bidang TIK sehingga dapat memberikan pertolongan pertama ketika perangkat mengalami masalah. untuk menggambarkan kompetensi 13 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . sehingga sangat membebani baik dalam hal waktu maupun biayanya. Program ini bertujuan untuk membuka akses internet ke seluruh wilayah kecamatan khususnya wilayah pelosok di Indonesia. dimana salah satu poinnya adalah dengan melakukan evaluasi secara langsung ke lokasilokasi PLIK berada. serta membiasakan diri dalam menggunakan komputer dan internet. dan berbagai informasi lain yang dibutuhkan. namun pada pelaksanaanya di lapangan PLIK terasa kurang termanfaatkan.354 desa. diharapkan kerusakan dan masalah yang terjadi di PLIK dapat diselesaikan dengan cepat dan tidak berlarut-larut. Bagi anak-anak PLIK juga bermanfaat sebagai media dalam mencari ilmu pengetahuan.Untuk mencapai tujuan tersebut. bahkan salah satu PLIK di Pontianak tidak beroperasi sejak awal pemasangan. Di beberapa lokasi terdapat kerusakan perangkat yang hingga saat ini belum diperbaiki. | Marudur Pandapotan Damanik ini memiliki agenda untuk memperluas akses informasi dan komunikasi hingga wilayah perdesaan. dan hingga 2004 telah terbangun akses di 5. sejak tahun 2003 program USO telah membuka akses telepon umum untuk tiap desa di Indonesia. Sebuah penelitian mencoba merumuskan strategi implementasinya.

. sifat. serta sistem imbal jasa. rekrutmen dan seleksi.4 Kompetensi menunjukkan keterampilan atau pengetahuan yang dicirikan oleh profesionalisme dalam 14 bidang tertentu sebagai sesuatu yang terpenting. manajemen karier. dimana peningkatan kompetensi individu akan diikuti dengan peningkatan kualitas kerja dan kinerja organisasi. pembentukan dan pengembangan organisasi dan budaya perusahaan.. pembelajaran perusahaan. karena pada kenyataannya karakteristik kompetensi ini Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . dan yang kedua. Motif juga berperan dalam mendorong. Konsep diri merupakan sikap.5 Kompetensi juga dapat dipandang sebagaikarakteristik dasar seseorang yang dapat menghasilkan kinerja yang efektif dan memuaskan dalam sebuah situasi atau pekerjaan. mengarahkan dan memilih untuk melakukan suatu tindakan terentu. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi gambaran dari implementasi PLIK yang telah berjalan.3 Kompetensi dalam sebuah organisasi atau perusahaan bertujuan untuk pembentukan dan evaluasi pekerjaan. sebagai unggulan di bidang tersebut. Karakteristik kompetensi tersebut diwujudkan dalam model kompetensi gunung es dan model kompetensi inti dan permukaan. Sifat merupakan ciri fisik dan reaksireaksi yang bersifat tetap terhadap situasi atau ketika menerima informasi. Kompetensi Satu hal yang menjadi kunci dalam mengimplementasikan pengelolaan sumber daya manusia (SDM) yang efektif adalah dengan peningkatan dan pengembangan kompetensi SDM pada setiap tugas dan pekerjaan. nilai atau gambaran diri yang dimiliki seseorang. Hal ini dikarenakan kompetensi individu biasanya sangat terkait dengan tugas dan kinerja organisasi. konsep diri. serta diharapkan dapat memberikan kontribusi dan masukan bagi pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika maupun Pemerintah Daerah setempat khususnya dalam menyelesaikan permasalahanpermasalahan di Pusat Layanan Internet Kecamatan. Pengetahuan adalah informasi yang dimiliki seseorang pada suatu bidang yang spesifik. pengetahuan. dan keterampilan. Aspek keterampilan dan pengetahuan termasuk dalam karakteristik kompetensi yang tampak dan berada di permukaan.Kompetensi Pengelola Dalam Mengatasi. Sedangkan keterampilan merupakan kemampuan seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas tertentu. untuk menjelaskan kompetensi apa yang dibutuhkan pengelola dalam mengatasi permasalahan teknis di PLIK. | Marudur Pandapotan Damanik pengelola PLIK.6 Di sini Spencer dan Spencer mengidentifikasi 5 (lima) jenis karakteristik kompetensi yang terdiri dari motif.Motif adalah hal-hal yang menstimulasi tindakan seseorang. Dalam model kompetensi gunung es terdapat karakteristik kompetensi yang tampak dan yang tersembunyi.

karakteristik kompetensi yang tampak seperti pengetahuan dan keterampilan dapat dikatakan sebagai kompetensi teknis yang pada dasarnya diperlukan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Untuk mengatasi hal tersebut. Model kompetensi gunung es dan model kompetensi inti dan permukaan. Perbedaan yang sangat kontras terlihat mulai dari perkembangan infrastruktur telekomunikasi yang umumnya terkonsetrasi pada wilayah perkotaan ataupun ibukota suatu daerah9. dimana terdapat suatu wilayah yang sangat kaya akan informasi.8 Namun demikian hal ini juga sangat memungkinkan terjadinya ketimpangan informasi yang disebabkan oleh tidak meratanya akses kepada teknologi informasi. serta fasilitas-fasilitas yang tersedia di dalamnya.. 1993 Gambar 1.7 Sumber: Spencer and Spencer. lokasi. namun di lain hal terdapat wilayah yang sangat minim akan informasi.3 Konsep Internet Publik Dalam banyak penelitian mengungkapkan. sifat. sifat dan konsep diri merupakan kompetensi sikap yang terkait dengan kualitas hasil dari suatu pekerjaan. dan konsep diri merupakan karakteristik kompetensi yang sifatnya tersembunyi. Dengan kata lain. Hal ini bertujuan agar masyarakat yang tidak memiliki akses internet pribadi tetap dapat menikmati layanan TIK terutama sambungan internet.Kompetensi Pengelola Dalam Mengatasi. sedangkan karakteristik kompetensi yang tersembunyi yaitu motif. namun merupakan unsur penting yang membedakan antara orang yang berkinerja lebih unggul dibandingkan dengan orang lain. kemudahan dalam mengakses dan memperoleh informasi cukup berpotensi dalam mengubah tatanan ekonomi dan sosial dalam sebuah masyarakat. dan berujung pada terjadinya suatu kesenjangan digital (digital divide). internet café.10 Ketiga bentuk internet publik ini dibedakan berdasarkan kepemilikan.. Secara umum terdapat 3 (tiga) bentuk implementasi dari internet publik. 15 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . terdapat suatu konsep yang diyakini dapat menjembatani dan mempersempit kesenjangan digital yaitu dengan membangun suatu ruang publik yang menyediakan akses internet dan layanan TIK kepada masyarakat umum khususnya di wilayah yang kekurangan akses dan infrastruktur TIK. yang berimbas pada tidak meratanya pembangunan sarana komunikasi dan informasi. yaitu telecenter. pembiayaan. Sedangkan aspek motif. | Marudur Pandapotan Damanik hanyalah sesuatu yang mudah dipelajari dan dikembangkan. dan internet access point.

pihak Dinas Perhubungan. dengan melakukan wawancara mendalam kepada para pengelola PLIK di Kabupaten Pontianak yang bertindak sebagai informan kunci.748 Satuan Sambungan Langsung (SSL) yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia (kecuali DKI Jakarta) sehingga memungkinkan ter. Salah satu bentuk program USO Kementerian Komunikasi dan Informatika adalah penyediaan jasa akses internet pada Wilayah Pelayanan Universal Telekomunikasi (WPUT)internet kecamatan yang terbagi dalam 11 (sebelas) area. Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia telah melakukan sejumlah kebijakan antara lain melaksanakan program Kewajiban Pelayanan Universal/KPU (Universal Service Obligation/USO) seperti yang tertuang pada Peraturan Menteri Kominfo Nomor 32/PER/M. Terdapat aplikasi portal yang menjadi tampilan awal setelah pengguna melakukan proses login melalui aplikasi. | Marudur Pandapotan Damanik Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) Dalam mengatasi kesenjangan digital yang terjadi dan menjalankan hasil komitmen WSIS untuk menghubungkan semua desa dengan TIK pada tahun 2015. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif.selenggaranya layanan internet dan penyebaran informasi lainnya di daerah-daerah non komersial. Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pontianak dan Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . dan lain sebagainya.KOMINFO/10/2008. Sarana ini ditargetkan akan dibangun pada setiap ibukota kecamatan yang berjumlah 5. Pengumpulan data dilaksanakan pada bulan Maret 2012. dan dilakukan dengan tiga cara. Program penyediaan jasa akses internet wilayah kecamatan KPU/USO dilaksanakan dengan membangunkios internet publik yang dinamakan Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK). yang mana salah satu bagiannya menangani bidang telekomunikasi.. serta Pemerintah Kecamatan setempat. dan sumber data atau informan dalam penelitian ini adalah para pengelola PLIK di Kabupaten Pontianak. konten.Wawancara juga dilakukan kepada pihak Dinas Perhubungan. Pertama.. Konsep PLIK di sini sesungguhnya bukanlah seperti warung internet (warnet) pada 16 umumnya. Lokasi penelitian mengambil tempat di Kabupaten Pontianak Provinsi Kalimantan Barat. Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pontianak.Kompetensi Pengelola Dalam Mengatasi. namun juga merupakan single point of view bagi pengguna.Aplikasi portal tidak hanya sebagai pintu masuk menuju suatu aplikasi ataupun konten yang dikehendaki oleh pengguna. karena aplikasi portal menampilkan semua aplikasi dan layanan yang dapat diakses/ digunakan oleh pengguna seperti aplikasi perkantoran (office).

HASIL DAN PEMBAHASAN Kondisi Umum dan Permasalahan pada PLIK di Kabupaten Pontianak Berdasarkan data yang diperoleh. Secara fisik. satusatunya perangkat yang kualitasnya patut dipertanyakan adalah UPS. Kabupaten Pontianak mendapat 9 (sembilan) set perangkat PLIK yang masing-masing disebar ke 9 (sembilan) kecamatan. Pengklasifikasian atau pengkategorian ini harus mempertimbangkan kesahihan dan kevalidan data dengan memperhatikan kompetensi subjek penelitian. 17 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Terakhir adalah dengan menyajikan data dengan merangkai dan menyusun informasi dalam bentuk satu kesatuan. melainkan karena faktor eksternal yaitu karena kebanjiran. Kedua. Kemudian yang cukup menjadi perhatian adalah penggunaan perangkat lunak termasuk sistem operasi. observasi. tingkat autensitasnya dan melakukan triangulasi sumber data. | Marudur Pandapotan Damanik Pemerintah Kecamatan setempat untuk mendapat informasi tambahan.. Adapun kerusakan komputer seperti yang terjadi di Kecamatan Siantan disebabkan bukan karena kualitas perangkat yang kurang baik.. Hasil pengamatan langsung terhadap PLIK di Kabupaten Pontianak menemukan beberapa hal yang perlu dicermati. Berdasarkan Tabel 1. namun diperkirakan penyebabnya adalah kondisi listrik yang tidak stabil. serta mencatat temuan-temuan yang relevan. Perangkat ini diperlukan untuk menjaga komputer server billing dari putusnya aliran listrik PLN secara tiba-tiba yang dapat mengakibatkan hilangnya data pemakaian pengunjung dan juga kerusakan pada sistem operasi dan perangkat lunak. UPS (Uninteraptible Power Supply) adalah perangkat yang berfungsi sebagai backup catu daya. Analisis data kualitatif dimulai dari analisis berbagai data yang diperoleh dari lapangan. literatur dan foto. baik dengan cara wawancara. dengan melakukan observasi terhadap kondisi PLIK di masingmasing kecamatan untuk mengamati secara cermat. serta dapat dipahami. selektif. Penyebab kerusakan UPS memang belum diketahui secara pasti karena perlu pemeriksaan oleh teknisi. maupun dokumentasi yang bersumber dari buku. Sistem operasi yang digunakan secara resmi untuk program PLIK adalah sistem operasi Linux yang berbasis open source.Yang ketiga adalah dengan melakukan studi literatur melalui buku-buku dan penelitian-penelitian terdahulu. mengingat perangkat ini mengalami kerusakan di hampir semua lokasi PLIK.Kompetensi Pengelola Dalam Mengatasi. Data tersebut kemudian diklasifikasikan ke dalam kategori-kategori tertentu yang disesuaikan dengan permasalahan dan tujuan penelitian. kondisi perangkat keras serta instalasi PLIK umumnya masih dalam keadaan baik mengingat umur perangkat yang tergolong masih baru.

Disamping itu penggunaannya juga mendidik masyarakat untuk tidak menggunakan perangkat lunak bajakan karena tentunya bertentangan dengan hukum. Di samping itu penggunaan sistem operasi Linux bertujuan untuk menekan penggunaan sistem operasi bajakan/illegal. UPS. Terhenti karena voucher tidak terkirim Perangkat hilang.. Switch Printer. Oleh karena itu penggunaan OSS dalam PLIK mestinya didahului dengan Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Printer. | Marudur Pandapotan Damanik Tabel 1. penggunaan perangkat lunak open source terasa kurang familiar di kalangan masyarakat terlebih bagi yang masih awam dengan komputer dan internet. Namun hal yang ditemukan justru sebaliknya. Namun di lain hal. Kebanyakan PLIK yang berada di Kabupaten Pontianak telah dirubah ke sistem operasi komersial (Windows OS) bajakan. Switch CPU UPS. Printer UPS. Namun secara umum dapat diketahui bahwa penggantian sistem operasi lebih dikarenakan tidak familiarnya para pengelola dan pengguna PLIK dalam menggunakan sistem operasi Linux. Penggunaan sistem operasi berbasis open source seperti Linux dalam program PLIK sesungguhnya adalah langkah yang sangat tepat dalam memperkenalkan masyarakat akan OSS.. Modem Sempat beroperasi 2 bulan. Switch UPS. Sama sekali belum pernah beroperasi Menggunakan lintasarta ISP non KETERANGAN Kerusakan 2 unit CPU. Beberapa alasan yang dikemukakan para pengelola terkait penggantian sistem operasi PC client menjadi Windows ilegal umumnya karena penggunaan Linux yang dinilai cukup merepotkan. Server (overheat). Printer. Mon. Pontianak (Maret 2012) KECAMATAN Siantan Segedong Mempawah Hilir Mempawah Timur Sungai Kunyit Sungai Pinyuh Toho Sadaniang AKTIF Ya Tidak Tidak Ya Tidak Ya Ya Tidak VOUCHER Ya Tidak Tidak Ya Tidak Tidak Ya Tidak OS WinXP WinXP WinXP WinXP WinXP Linux KERUSAKAN PERANGKAT CPU. Kondisi PLIK di Kab. Switch Penggunaan sistem operasi Linux dalam program PLIK bertujuan untuk mensosialisasikan penggunaan open source software (OSS) di masyarakat.Kompetensi Pengelola Dalam Mengatasi. Penggunaan perangkat lunak bajakan tentunya sudah menyalahi tujuan PLIK itu sendiri dalam mensosialisasikan penggunaan perangkat lunak open source. disamping alasan teknis lainnya seperti gagalnya 18 proses log-in akibat password yang tidak sesuai. Printer. Printer UPS. Sama sekali belum pernah beroperasi Sama sekali belum pernah beroperasi Anjongan Ya Ya Linux UPS.

pengunjung tidak akan dapat menggunakan layanan internet di PLIK. Di dalam sistem PLIK. Disamping itu juga terdapat 1 (satu) permasalahan yang dianggap bukan permasalahan teknis. maka terdapat kurang lebih 1. dimana PLIK bahkan belum pernah beroperasi dari sejak awal pemasangan. Kompetensi Pengelola di Bidang TIK Seperti yang telah diuraikan sebelumnya. Oleh karena itu diperkirakan masalah dalam pengiriman voucher internet di beberapa lokasi PLIK terjadi disebabkan adanya kekeliruan data nomor jaringan pada ISP. Melihat dari kendala operasional. maka dapat dirangkum 2 (dua) halyang dapat dianggap menjadi kendala dan permasalahan yang bersifat teknis yang terjadi pada PLIK di Kabupaten Pontianak yaitu (1) kerusakan beberapa perangkat. Demikian juga jika voucher internet pada server PLIK sudah habis. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari petugas Dinas Perhubungan. pengiriman voucher internet merupakan masalah yang utama. tentunya si pengguna tidak akan dapat melakukan komunikasi. Dari uraian di atas. Di samping itu sistem voucher dibuat agar provider dapat mendata seberapa banyak penggunaan sambungan internet oleh pengunjung. dan setiap PLIK memiliki nomor identitas jaringan yang unik.Kompetensi Pengelola Dalam Mengatasi. Jika pulsa pada sebuah telepon genggam telah habis.5 tahun perangkat PLIK terbengkalai dan tidak termanfaatkan. pengiriman voucher internet oleh ISP dilakukan secara elektronik menggunakan nomor identitas jaringan. voucher internet ibarat pulsa pada telepon genggam. Sungai Kunyit. Demikian pula halnya dalam mengelola PLIK yang terdiri dari perangkat-perangkat komputer 19 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . kompetensi SDM sangat berpengaruh pada kualitas hasil kerja individu dan kinerja organisasi. Mengingat waktu pemasangan yang berlangsung sekitar bulan Agustus 2010. seperti yang terjadi pada Kecamatan Mempawah Hilir. dan (2) Penggunaan sistem operasi dan perangkat lunak ilegal/bajakan. Kegagalan dalam pengiriman voucher internet mengakibatkan PLIK tidak dapat beroperasi. namun lebih pada aspek kebijakan dimana hal tersebut tidak terkait pada kompetensi pengelola.. baik itu perangkat komputer ataupun perangkat pendukung jaringan. dan Segedong. Dalam hal ini kurangnya dukungan teknis oleh pihak penyedia juga dirasakan. yaitu perihal terkendalanya pengiriman voucher internet yang mengakibatkan tidak beroperasinya PLIK. sehingga pengelola juga dapat memberikan pendampingan bagi masyarakat pengguna PLIK yang kesulitan ketika menggunakan OSS.. Hasil pengamatan langsung ke lapangan juga menemukan beberapa permasalahan dalam implementasi dan penerapannya. | Marudur Pandapotan Damanik pengenalan dan pelatihan OSS bagi pengelola.

20 Dari aspek penguasaan komputer dan aplikasi. Begitupun penguasaan dalam hal administrasi jaringan masih belum memadai. dimana terdapat 4 (empat) pengelola yang sama sekali tidak memahami konsep jaringan komputer. dimana hanya satu pengelola yang pernah mengikuti kursus komputer.. Hanya pengelola dari Kecamatan Anjongan yang mengaku mengerti mengoperasikan Linux sebagai sistem operasi. (2) pelatihan teknis yang pernah diikuti.11 Pendidikan formal merupakan dasar utama dalam memperoleh pengetahuan umum dan keterampilan. Sehingga ketika terjadi kegagalan dan kerusakan pada perangkat pengelola umumnya berkonsultasi dengan teknisi. Sedangkan aspek keterampilan diukur dengan indikator-indikator: (1) petunjuk teknis pekerjaan. Disamping itu pengetahuan pengelola dalam aspek teknis perangkat keras (hardware) komputer serta penanganan masalah dalam komputer juga masih cukup rendah.12 Dari segi pendidikan tidak satupun pengelola PLIK pernah mengenyam pendidikan formal di bidang TIK ataupun komputer. kebanyakan dari mereka tidak memahami fungsi-fungsi perangkat keras komputer. dan (2) ketelitian dalam menyelesaikan pekerjaan.. meskipun pendidikan non formal seperti pelatihan dan kursus juga mampu meningkatkan pengetahuan. | Marudur Pandapotan Damanik beserta jaringannya. (3) kemampuan menguasai pekerjaan. namun pengetahuan dalam mengoperasikan sistem operasi berbasis open source terlihat sangat minim. Selengkapnya matrik kompetensi teknis para pengelola PLIK di Kabupaten Pontianak disajikan dalam Tabel 2.Kompetensi Pengelola Dalam Mengatasi. terlebih lagi dalam hal mendiagnosa dan memperbaiki atau mengganti perangkat yang rusak. Demikian halnya dengan pendidikan non formal. Kompetensi teknis yang terdiri dari aspek pengetahuan dan aspek keterampilan dapat diukur melalui beberapa indikator. keterampilan.adalah suatu keharusan bagi SDM pengelola memiliki kompetensi teknis di bidang TIK. Aspek pengetahuan diukur dengan indikator-indikator yaitu (1) tingkat pendidikan formal. Hal ini diperlukan untuk menjamin bahwa PLIKdapat berjalan dengan baik tanpa terkendala permasalahan teknis dan perangkat. Lemahnya pengetahuan Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . para pengelola lebih berpengalaman menggunakan sistem operasi Windows beserta aplikasi pendukungnya. Umumnya mereka memperoleh pengetahuan mengenai komputer melalui pembelajaran mandiri secara otodidak serta dari buku-buku. Rendahnya tingkat pemahaman akan sistem operasi Linux tentunya dapat menggambarkan mengapa umumnya sistem operasi komputer di PLIK telah diubah dari Linux ke Windows. produktivitas serta daya saing. profesionalitas.

2 thn Tidak Tidak Tidak Windows. pengguna an secara umum.Matrik kompetensi pengelola PLIK di Kab. penggunaan secara umum. otodidak Tidak Tidak SLTA SLTA Buku.Pd. instalasi software. Pengelola PLIK Sungai Kunyit) Kompetensi yang Dibutuhkan dalam Pengelolaan PLIK Jika melihat dari kebutuhan kerja yang ada dan permasalahan yang terjadi pada PLIK. pengguna an secara umum. Windows. kursus. instalasi software. Window. pengguna an secara umum. maka keahlian atau unit kompetensi yang dibutuhkan seorang technical support dapat dibagi kepada 4 (empat) unsur yaitu perangkat keras (hardware).. otodidak Ya. penggunaan secara umum. otodidak Tidak Tidak S. otodidak Tidak Tidak SLTA S1 Buku. Kursus komputer Sertifikasi keahlian Pengalaman menggunaka n komputer Pengalaman menjalankan warnet Penguasaan komputer & aplikasi Siantan Segedong M. Hilir M. Window. penggunaan instalasi secara software. perangkat lunak (software).. maka dibutuhkan kompetensi teknis yang setara dengan kompetensi seorang technical support. Timur SLTA Buku. Window. Windows. | Marudur Pandapotan Damanik pengelola dalam aspek teknis perangkat keras dan jaringan komputer mengakibatkan pengelola belum dapat menangani masalah secara mandiri dan sangat bergantung pada bantuan teknisi komputer. Window. Untuk memenuhi kebutuhan akan kompetensi tersebut seyogyanya pengelola PLIK dipilih dengan lebih selektif di mana sebaiknya memiliki pengetahuan di bidang TIK atau pendidikan yang mendukung hal tersebut. serta berdasarkan kategori kompetensi TIK yang dikemukakan oleh Sadikin (2011). Pontianak Poin Kompetensi Pendidikan formal Sumber pengetahuan komp. otodidak Tidak Tidak Toho Sadaniang Anjongan S1 Buku.. “… untuk kerusakan perangkat biasanya kami menggunakan jasa orang lain”. otodidak Tidak Tidak Otodidak Otodidak Tidak Tidak Tidak Tidak 5 – 6 thn (lupa) (lupa) 15 tahun (lupa) 8 thn 7 thn 2 thn 3 tahun Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Ya. dan keamanan. Tabel 2. otodidak Tidak Tidak SLTA Buku.Kompetensi Pengelola Dalam Mengatasi. pengguna an secara umum. penggunaan secara umum. umum. Window. Hifni. perangkat jaringan. Windows. Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 21 . office Tidak S. Pinyuh S1 Buku. Merujuk pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Sektor Teknologi Informasi dan Komunikasi. (Wawancara: Bpk. instalasi software. Kunyit S1 Buku. S. penggun aan secara umum.

| Marudur Pandapotan Damanik Penguasaan Linux/OSS Penguasaan hardware &perbaikan Penguasaan adm.. sehingga jika terjadi permasalahan pada perangkat dapat segera dideteksi dan ditangani sendiri. Pelatihan dirasa cukup efektif untuk mengembangkan pengetahuan dan kompetensi pegelola di bidang TIK. Sumber: SKKNI bidang Technical Support (2006). diolah. Jaringan Sebatas penggunaan Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Ya Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Tidak Tidak Ya Ya Tidak Ya Sebagai alternatif lain.Yang pertama adalah bahwa kompetensi teknis pengelola PLIK di bidang TIK masih dirasa Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . pemberian pelatihan-pelatihan mengenai teknis jaringan komputer dan perangkat juga sangat baik untuk dilakukan. pengetahuan teknis seperti perbaikandan instalasi perangkat lunak/keras merupakan hal yang sangat penting untuk dimiliki pengelola PLIK. Sebab tidak dapat dipungkiri. terdapat 2 (dua) hal yang menjadi 22 kesimpulan. Hal ini tentu cukup menghemat waktu dan biaya jika dibandingkan dengan harus menggunakan jasa teknisi. Kompetensi yang dibutuhkan pengelola PLIK SIMPULAN Sesuai tujuan penelitian ini. Gambar 2..Kompetensi Pengelola Dalam Mengatasi.

pihak penyedia. | Marudur Pandapotan Damanik belum cukup memadai dan masih perlu untuk ditingkatkan. Oleh karena itu Kominfo ataupun pihak penyedia seyogyanyadapat memfasilitasi sebuah wadah komunikasi maya semisal forum ataupun mailing listantara para pengelola. dan mengambil tindakan ketika terjadi serangan virus pada kondisi menggunakan sistem operasi non open source. DAFTAR PUSTAKA 1Rogers. Jakarta V. Sebagai kesimpulan yang kedua. T. Suatu permasalahan yang terjadi di satu PLIK dapat menjadi pembelajaran bagi PLIK lainnya.Pengembangan kompetensi dapat dilakukan dengan memberikan pendidikan dan pelatihanbagi pengelola sehingga mereka dapat lebih mandiri ketika terjadi permasalahan di lapangan. upgrading. E. sedangkan dalam aspek pengetahuan dalam menggunakan aplikasi opensource. Universitas Indonesia. 2007. M. dan Kominfo. 4Hutapea. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama 23 3Vathanophas. New York: Free Press.Hal ini dapat menjadi alternatif media komunikasi untuk berbagi informasi dan pengalaman seputar PLIK dan permasalahannya. Indra Pratama. serta mampu melakukan backup data serta recovery ketika terjadi kegagalan pada sistem komputer. 1986. Thesis. Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Contemporary Management Research. 3 (1): 45-70.Disamping itu juga memiliki pengetahuan dalam aspek keamanan seperti mencegah.. yang meliputi pengetahuan dan keahlian dalam melakukan instalasi. Communication Technology: The New Media in Society. 2008. dari hasil penelitian ini diharapkan adanya pengembangankompetensi teknis berupa peningkatan pengetahuan dan keterampilan pengelola PLIK di bidang TIK. Nurianna. diagnosa dan perbaikan perangkat lunak.. J. P. dan pemahaman perangkat keras serta penanganan masalah (troubleshoot) masih sangat kurang. 2Prianova. 2010. Kompetensi Plus. kompetensi yang dibutuhkan pengelola PLIK dalam mengatasi permasalahan teknis adalah kompetensi seorang technical support. perawatan. Competency Requirements for Effective Job Performance in Thai Public Sector. konfigurasi. serta perangkat jaringan. Sebagai rekomendasi.. & Thai-ngam. perangkat keras. Pengelola umumnya hanya memiliki pengetahuan dasar dalam mengoperasikan komputer dan aplikasi.Kompetensi Pengelola Dalam Mengatasi. Strategi Implementasi Penyediaan Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) pada Pelaksanaan Kewajiban Pelayanan Universal Telekomunikasi (KPU/USO) di Indonesia.jaringan komputer.Hal ini didasarkan pada unit kompetensi yang terdapat pada SKKNI bidang Computer Technical Support.

Kompetensi Pengelola Dalam Mengatasi... | Marudur Pandapotan Damanik
5Wibowo.

2007. Manajemen Kinerja. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. Lyle M., Jr. and Spencer, Signe M. 1993. Competence At Work. New York: John Wiley & Sons, Inc. A., dkk. 2011. Faktorfaktor yang Mempengaruhi Kompetensi Kerja Karyawan. Manajemen IKM, 6 (2): 81-87. E. M., Shukla, P., 2001.The Role of Telecenters in Development Communication and the Digital Divide. Journal of Development Communication 2 (12): 26-31. Stephen M. 2003.Cyber café industry in Africa. Journal of Information Science, 29. F., Furuholt, B., Kristiansen, S. 2004.Global Diffusion of the Internet III: Information Diffusion Agents and the Spread of Internet Cafés in Indonesia. Communication of the Association for Information System, 13: 589-614. I Made Astika. 2010. Pengaruh Motivasi Kerja, Kepuasan Kerja, Dan Kemampuan Kerja Terhadap Prestasi Kerja Karyawan Pada PT. Sumber Alam Semesta Di Bangli. Thesis. Universitas Udayana, Denpasar. http://www.pps.unud.ac.id diakes tanggal 17 September 2012.

12Hiryanto.

6Spencer,

2009. Meningkatkan Efektivitas Pendidikan Nonformal dalam Pengembangan Kualitas Manusia. Makalah. Universitas Negeri Yogyakarta, Yogyakarta. http://staff.uny.ac.id diakses tanggal 26 September 2012.

7Wijayanto,

8Rogers,

9Mutula,

10Wahid,

11Budiyasa,

24

Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012

JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

Vol 1 No 1 Desember 2012

ANALISIS TEKNIS KUALITAS LAYANAN JARINGAN PUSAT LAYANAN INTERNET KECAMATAN DI KOTA BANDA ACEH TECHNICAL ANALYSIS OF SERVICE NETWORK QUALITY IN SUBDISTRICT INTERNET SERVICE CENTER IN BANDA ACEH
Vita Pusvita Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Jl. Tombak No.31 Medan vita.pusvita@kominfo.go.id
ABSTRAK Penelitian ini membahas mengenai analisis teknis kualitas layanan jaringan PLIK di Kota Banda Aceh. Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) yang didirikan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika kurang mendapat perhatian masyarakat sehingga banyak yang terbengkalai, rusak dan berubah menjadi warnet komersial. Salah satu faktor yang mempengaruhi minat masyarakat secara teknis adalah kualitas layanan jaringan yang disediakan. Berkaitan dengan hal ini Banda Aceh diakui menjadi salah satu kota di Indonesia yang terdepan dalam mengadopsi perkembangan teknologi dan informasi, khususnya internet. Oleh karena itu, Banda Aceh diharapkan dapat mengadopsi PLIK dengan baik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Di dalam penelitian ini dilakukan pengukuran terhadap parameter-parameter QoS berupa throughput, jitter, delay dan packet loss dengan menggunakan Wireshark. Hasil pengukuran berupa angka-angka yang menggambarkan kualitas layanan jaringan. Di Kota Banda Aceh, dari 11 PLIK, hanya ada 3 PLIK yang beroperasi yaitu PLIK Baiturrahman, Syah Kuala, dan Lheung Bata. Berdasarkan hasil pengukuran, PLIK Syiah Kuala dan Baiturrahman memenuhi semua standar parameter QoS, sedangkan pada PLIK Lheung Bata, hasil pengukuran packet loss belum memenuhi standar ITU dan parameter QoS lainnya sudah memenuhi standar. Kata Kunci: PLIK, Kualitas Layanan, Banda Aceh ABSTRACT

This research is about technical analysis of network service quality in SubDistrict Internet Service Center in Banda Aceh. Sub-District Internet Service Center that is built by Ministry of Communication and Information Technology is getting less public attention, so that many of them are neglected, damaged and turned into a commercial internet cafe. Technically, one of the factors that affect the public interest is Quality of service (QoS) that is provided. In this regard, Banda Aceh is recognized as one of the cities in Indonesia at the fore front of adopting information and technology developments, particularly the internet. Therefore, Banda Aceh is expected to adopt PLIK well. This research uses descriptive method with quantitative approach. The QoS parameters consists of throughput, jitter, delay and packet loss by using Wireshark is measured in this research. Result of measurement are numbers that describe Quality of Service. In Banda Aceh, there
Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan ... | Vita Pusvita 25

Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan ... | Vita Pusvita

are only 3 of 11 PLIK that are well operated, they are PLIKBaiturrahman, Syiah Kuala, and Lheung Bata. Based on the measurement, PLIK Baiturrahman and Syiah Kuala have met all the standards of QoS parameters, while in PLIK Lheung Bata, the measurement of packet loss has not met the ITU standard yet and the other parameters have met it. Keywords: Sub-District Internet Service Center, Quality of Service, Banda Aceh PENDAHULUAN Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) merupakan salah satu program Universal Service Obligation(USO) di bidang telekomunikasi yang telah dikampanyekan oleh pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk wilayah-wilayah perbatasan. Sasarannya adalah mencapai masyarakat berbasis informasi pada 2025.Dalam pelaksanaannya, Indonesia Telecommunication User Group (IdTUG) mensinyalir sebagian besar warnet PLIK yang dibangun Kemkominfo beralih fungsi menjadi warnet komersial. Beralih fungsinya PLIK menjadi warnet komersial tentunya diakibatkan karena pada umumnya warnet komersial ini lebih menjadi pilihan dibandingkan warnet PLIK yang dibangun oleh Kemkominfo.1 Hal ini dapat terjadi karena kurangnya sosialisasi dari pemerintah ke masyarakat mengenai PLIK, selain itu, warnet komersial lebih dipercaya masyarakat baik dari segi jaringan yang digunakan, maupun kualitas layanan jaringan yang disediakan. Secara teknis, dapat dikatakan bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi minat masyarakat adalah kualitas
26

layanan jaringan yang disediakan PLIK. Kualitas Layanan Jaringan atau sering disebut Quality of Service (QoS) adalah suatu istilah yang digunakan untuk menyatakan persyaratan yang ditentukan oleh pengguna (manusia maupun komponen perangkat lunak) terhadap tingkat layanan yang dapat disediakan oleh aplikasi. ISO OSI/ODP mendefinisikan kualitas layanan sebagai himpunan kualitas dari perilaku satu atau lebih obyek.Adapun beberapa parameter QoS yaitu jitter, delay, throughput, dan packet loss.2 Banda Aceh sebagai salah satu wilayah perbatasan, diakui menjadi salah satu kota di Indonesia yang terdepan dalam mengadopsi perkembangan teknologi dan informasi, khususnya internet. Bahkan kota Banda Aceh diharapkan dapat bersanding dengan 10 kota lainnya di dunia yang saat ini telah berhasil mewujudkan program sebagai kota berwawasan teknologi, informasi dan komunikasi seperti Tokyo, San Fransisco, Beijing dan Singapura. Pemerintah kota Banda Aceh juga mengharapkan Banda Aceh dapat menjadi Islamic Cyber City.3 Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat menggambarkan sekaligus menjadi rekomendasi dalam

Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012

Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan ... | Vita Pusvita

peningkatkan kinerja jaringan pada PLIK terutama dalam hal peningkatan kualitas layanan jaringan secara teknis pada PLIK di Kota Banda Aceh. Dengan adanya peningkatan kualitas layanan jaringan PLIK diharapkan dapat menarik minat masyarakat untuk memanfaatkan program pemerintah dalam menjadikan Banda Aceh menjadi Islamic Cyber City. Penelitian ini akan mengambil fokus masalah yaitu kualitas layanan jaringan pada PLIK. Kualitas layanan jaringan dapat dilihat dari beberapa parameter yaitu jitter, delay, throughput, dan packet loss. Adapun rumusan masalah dari penelitian ini yaitu bagaimana kualitas layanan jaringan PLIK secara teknis yang meliputi jitter, delay, throughput, dan packet loss di Kota Banda Aceh? Adapun batasan masalah dari penelitian ini yaitu penelitian ini berlokasi pada PLIK di Kota Banda Aceh, penelitian ini hanya mengukur parameter QoS berupa jitter, delay, throughput, dan packet loss, parameter QoS berupa Jitter dan Packet loss yang diukur merupakan hasil dari streaming video dari server ke client, parameter QoS berupa delay dan throughput merupakan hasil pengukuran dari keseluruhan aktivitas jaringan, penelitian ini menggunakan software Wireshark dalam pengukuran parameter QoS, dan pengukuran parameter QoS ini dilakukan ketika client yang beroperasi pada PLIK hanya client yang terlibat dalam proses streaming jaringan.

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara deskriptif kualitas layanan jaringan PLIK secara teknis yang meliputi beberapa parameter diantaranya jitter, delay, throughput, dan packet loss di kota Banda Aceh. Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini secara teoritis yaitu diharapkan dapat menambah wawasan mengenai layanan jasa akses internet pada PLIK khususnya kualitas layanan jaringan internet yang disediakan PLIK. Sedangkan secara praktis, penelitian ini diharapkan dapat menjadi rekomendasi untuk pemerintah, khususnya untuk Balai Telekomunikasi dan Informatika Perdesaan (BTIP), satuan kerja di lingkungan Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika di bawah Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam hal meningkatkan kualitas layanan jaringan pada PLIK. Kualitas Layanan Jaringan Menurut International Telecommunication Union (ITU), Quality of Service (QoS) : ”the collective effect of service perfomance which determines the degree of satisfication of a user of the service”. Kualitas layanan jaringan menunjukkan kemampuan sebuah jaringan untuk menyediakan layanan yang lebih baik lagi bagi trafik yang melewatinya. QoS merupakan sebuah sistem arsitektur end to end dan bukan merupakan sebuah feature yang dimiliki oleh jaringan. Adapun beberapa parameter QoS diantaranya.4

Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan ... | Vita Pusvita

27

Packet loss merupakan suatu parameter yang menggambarkan suatu kondisi yang menunjukkan jumlah total paket yang hilang dalam sebuah jaringan. Hal ini dapat terjadi karena collision. Variasi-variasi dalam panjang antrian. Sedangkan congestion terjadi jika pada jaringan terdapat packet loss sehingga jaringan mengulang kembali pengiriman (retransmisi) paket yang hilang. Hal ini berpengaruh terhadap semua aplikasi karena akan mengurangi efisiensi jaringan secara keseluruhan meskipun kapasitas bandwidth cukup tersedia untuk apikasi-aplikasi tersebut. Jitter adalah variasi kedatangan paket yang diterima pada sisi penerima.com BESAR DELAY <150 ms 150 s/d 300 ms 300 s/d 450 ms >450 ms 4. dalam Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 .com 3. Kategori Packet Loss KATEGORI DEGRADASI Sangat Bagus Bagus Sedang Jelek PACKET LOSS 0 3% 15 % 25 % Sumber: www.Collision dapat terjadi apabila paket yang melewati suatu jaringan melebihi kapasitas bandwith jaringan tersebut. 2.scribd. sedangkan packet loss yang menyebabkan kualitas layanan jaringan menjadi jelek yaitu lebih dari 25%. | Vita Pusvita 1. dan memori node yang terbatas pada jaringan.Kategori Delay KATEGORI DELAY Excellent Good Poor Unacceptable Sumber: www. congestion. Delay dapat dipengaruhi oleh jarak. Delay adalah waktu tunda yang disebabkan oleh proses transmisi dari satu titik ke titik lain yang menjadi tujuannya. Tabel 1. Throughput yaitu kecepatan transfer data efektif.Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan . jumlah trafik yang lewat melebihi kapasitas bandwidth tidak sesuai dengan policy.scribd. dan hal ini akan menimbulkan antrian pada jaringan.. Throughput merupakan jumlah total kedatangan paket yang sukses yang diamati pada destination selama interval waktu tertentu dibagi oleh durasi interval waktu tersebut. Pada Tabel 2 dapat dilihat bahwa delayyang dapat diterima oleh suatu jaringan yaitu kurang dari 300 ms. Tabel 1 menunjukkan bahwa packet loss yang baik yaitu kurang 28 dari 3%. Collision dan congestion harus dihindari dalam sebuah jaringan. Jitter terjadi karena adanya retransmisi paket yang hilang dalam jaringan sehingga akan menimbulkan antrian di dalam jaringan.. kongesti atau juga waktu proses yang lama. media fisik. sedangkan jika melebihi 450 ms dapat dipastikan jaringan memiliki kualitas layanan yang jelek. node yang berkerja melebihi kapasitas buffersehingga buffer tidak mampu menampung data. yang diukur dalam bps. Tabel 2.

. WAN merupakan jaringan komputer yang mencakup area yang besar. | Vita Pusvita waktu pengolahan data dan juga dalam waktu penghimpunan ulang paket-paket di akhir perjalanan inilah yang disebut jitter. Gateway adalah sebuah perangkat yang digunakan untuk menghubungkan satu jaringan komputer dengan satu atau lebih jaringan komputer yang menggunakan protokol komunikasi yang berbeda sehingga informasi dari satu jaringan komputer dapat diberikan kepada jaringan komputer lain yang protokolnya berbeda. DMZ merupakan mekanisme untuk melindungi sistem internal dari serangan hacker atau pihak-pihak lain yang ingin memasuki sistem tanpa mempunyai hak akses. Infra mgt tersebut adalah mengontrol pemakaian sumber daya jaringan (pengaturan bandwidth dan QoS. Virtual switch pada jaringan PLIK ini terdiri dari aplikasi push and store content.com Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) PLIK adalah pusat sarana dan prasarana penyediaan layanan jasa akses internet di ibu kota kecamatan yang dibiayai melalui dana Kontribusi Kewajiban Pelayanan Universal 5 Telekomunikasi. Sedangkan Virtual switch adalah sebuah program software yang memungkinkan sebuah virtual mesin terhubung ke lainnya. Tabel 3. pembatasan akses ke server tertentu/ firewall.Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan .net Gambar 1. sedangkan jika jitter melebihi 125 ms akan mengakibatkan jeleknya kualitas layanan jaringan. Pada Tabel 3 dapat dilihat bahwa jitter yang baik dibawah 75 ms. Server PLIK terdiri dari gateway yang terhubung dengan virtual switch melalui sistem keamanan DeMilitarised Zone (DMZ).. Kategori Jitter KATEGORI DEGRADASI Sangat Bagus Bagus Sedang Jelek JITTER 0 ms 0 s/d 75 ms 76 s/d 125 ms 125 s/d 225 ms Sumber: www. Sumber: www. billing system dan manajemen infrastruktur jaringan (Infra mgt).Konfigurasi Jaringan PLIK Dari Gambar 1 dapat dilihat konfigurasi jaringan lokal PLIK adalah Wide Area Network (WAN) yang terhubung dengan jaringan Local Area Network (LAN) PLIK dengan penghubung berupa gateway.. | Vita Pusvita . Sedangkan LAN adalah jaringan komputer yang jaringannya hanya mencakup wilayah kecil. dll) dan pemakaian penghematan bandwidth ke luar 29 Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan .slideshare.scribd. dalam hal ini dari jaringan LAN menuju jaringan WAN..

6. DNS. serta beragam fungsi lainya (IDS. 2.. 3. Switch adalah sebuah alat yang menyaring/filter dan melewatkan (mengijinkan lewat) paket yang ada di sebuah LAN.7. web proxy). Provinsi Aceh. Dengan metode ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai kualitas layanan jaringan PLIK di kota Banda Aceh. dan Linux. Wireshark dapat dijalankan di berbagai sistem operasi seperti Windows. Pengumpulan penelitian ini 30 pengukuran menggunakan salah satu tool network analyzer yaitu Wireshark. Penelitian ini berlokasi di kota Banda Aceh.6 Berdasarkan Gambar 1 server PLIK terhubung ke terminal dengan menggunakan switch. Adapun beberapa keunggulan Wireshark dibandingkan dengan analyzer protokol jaringan lainnya 1. Terminal pada jaringan ini adalah komputer-komputer yang berupa client. Jumlah sampel sama dengan keseluruhan populasi yang kemudian disebut dengan total sampling. Pengolahan data trafik pada jaringan PLIK dengan pendekatan kuantitatif. Wireshark dapat mengenali lebih dari 850 protokol jaringan. Pengambilan dan pengukuran data trafik jaringan PLIK dengan pengcaptur-an menggunakan Wireshark 1.. Interface Wireshark menggunakan Graphical User Interface (GUI) atau tampilan grafis. maka Wireshark digunakan sebagai tool network analyzer dalam penelitian ini. 2. dan lain-lain). Sedangkan data sekunder dalam penelitian ini yaitu berupa data mengenai PLIK maupun data yaitu dalam dengan Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 .yahoo. Sumber data penelitian ini dapat dibagi menjadi dua kategori yaitu data primer dan data sekunder. Nilai parameter QoS tersebut menggambarkan kondisi kualitas layanan jaringan pada PLIK. Adapun tahapan dari penelitian ini adalah 1. Melakukan streaming video dari server ke client pada jaringan PLIK. 3. Penelitian ini menghasilkan data-data parameter QoS yang bersifat kuantitatif yang dinyatakan dengan angka-angka. DHCP. Data primer dalam penelitian ini merupakan data hasil pengukuran terhadap parameter kualitas layanan jaringan pada PLIK.com. UNIX. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini semua PLIK di Kota Banda Aceh. Aplikasi yang digunakan dalam streaming video ini yaitu Video LAN Client (VLC) Media Player dan pengaksesan internet ke www. Berdasarkan beberapa keunggulan di atas.Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan . | Vita Pusvita (cache. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah PLIK di Kota Banda Aceh. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif.

Setelah itu dilakukan pengcapturean lalu lintas jaringan menggunakan Wireshark pada pc server.977 0. Pengukuran delay dan throughput didapat dari seluruh aktifitas lalu lintas jaringan baik akses internet maupun streaming server. | Vita Pusvita 31 Penelitian ini diawali dengan melakukan streaming video dari server ke client dan pengaksesan internet ke www.. PLIK Baiturrahman Tabel 5 menunjukkan PLIK Tabel 4.464 byte dari keseluruhan lalu lintas jaringan baik dari akses internet maupun proses streaming server..0152 9. Pada Tabel 1. Hasil pengukuran packet lost dan jitter merupakan hasil pengukuran streaming server dari server ke client dengan menggunakan jaringan LAN. Packet Parameter QoS No Nama PLIK Throughput Delay loss ini hanya diukur Packet Jitter (bps) (detik) loss (ms) dari server ke client (%) pada proses streaming Baiturrahman 20544. Dari ke-11 PLIK. Packet loss yang Tabel 5. Hal ini menunjukkan bahwa dalam setiap detiknya. . HASIL DAN PEMBAHASAN Menurut data dari Dishubkomintel Kota Banda Aceh.0451 0 0 1 server..464 bytes/detik. PLIK di Kota Banda Aceh yang telah dibangun ada 11 PLIK. Hasil Pengukuran Parameter QoS terjadi pada jaringan ini sebesar 0%. hanya ada 3 PLIK yang beroperasi. Lheung Bata 31147.Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan .0484 0 0 3 dapat dilihat bahwa Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan .Perbandingan Kondisi PLIK Data Dishubkomintel dan Data Lapangan No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Nama PLIK Baiturrahman 1 Baiturrahman II Banda Raya 1 Banda Raya II Jaya Baru Kuta Alam Kuta Raja Lheung Bata Meraxa Syiah Kuala Ulee Kareng Data Dishubkomintel Beroperasi Beroperasi Beroperasi Beroperasi Beroperasi Beroperasi Beroperasi Beroperasi Beroperasi Beroperasi Beroperasi Data Lapangan Tidak Beroperasi Beroperasi Tidak Beroperasi Tidak Beroperasi Tidak Beroperasi Tidak Beroperasi Tidak Beroperasi Beroperasi Tidak Beroperasi Beroperasi Tidak Beroperasi Sumber: Dishubkomintel Kota Banda Aceh Baiturrahman memiliki throughput sebesar 20544..yahoo. Kemudian didapatkan hasil pengukuran parameter QoS seperti pada Tabel 5.464 0.768 0. | Vita Pusvita mengenai jaringan khususnya parameter kualitas layanan jaringan.5 0 2 Syiah Kuala 26642.com. rata-rata byte yang diterima disisi penerima pada jaringan PLIK Baiturrahman sebesar 20544. Hal ini dapat dilihat pada Tabel 4.

dan gambar hasil cuplikan video Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Sedangkan delay pada jaringan PLIK Baiturrahman sebesar 0. Hal ini juga dapat memberikan kemungkinan bahwa jaringan tersebut tidak 32 mengalami congestion sehingga tidak adanya perbedaan variasi waktu dalam antrian dan pengumpulan ulang paket-paket di akhir perjalanan (di sisi penerima). menurut standar ITU didapat bahwa jitter yang berkualitas baik yaitu kurang dari atau sama dengan 75 ms sehingga jitter dari jaringan PLIK Baiturrahman ini dapat dikategorikan sangat baik. kemungkinan hal ini terjadi karena bandwidth yang disediakan PLIK Baiturrahman memang mampu menampung jumlah trafik yang lewat pada jaringan. Hal ini berarti tidak ada satupun paket yang hilang dalam jaringan..Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan . Delay jaringan ini diukur dari seluruh lalu lintas jaringan baik akses internet maupun proses streaming server. Hal ini menunjukkan waktu tunda dari proses transmisi pada jaringan tersebut kecil. karena kurang dari standar ITU. Kemungkinan lainnya. Jitter ini hanya diukur dari server ke client pada proses streaming server. Sehingga saat streaming video dilakukan. Hal ini dapat mencegah terjadinya collision dalam suatu jaringan yang dapat menyebabkan adanya paket yang hilang. throughput yang sampai disisi penerima kecil sehingga jumlah paket yang diterima di sisi penerima juga kecil. Dengan jumlah packet loss yang sangat baik.0451 detik maka hasil video streaming sudah dapat diterima disisi penerima. buffer jaringan mampu menampung paket yang mengalami congestion. Jitter atau variasi kedatangan paket pada jaringan PLIK Baiturrahman sebesar 0 ms.0451 detik. jaringan PLIK Baiturrahman tidak mengalami collisiondilihat berdasarkan packet loss sebesar 0 %. Hal ini menandakan bahwa kualitas jaringan PLIK ini sangat bagus sehingga semua paket yang dikirim dapat bersamaan sampai di sisi penerima. Berdasarkan Tabel 3. Adapunbeberapa kemungkinan kondisi jaringan PLIK Baiturrahman diantaranya jumlah paket yang melewati jaringan tidak melebihi kapasitas jaringan dengan melihat nilai persentasi packet loss yaitu sebesar 0 % dan jitter 0 ms. sehingga dapat dikatakan packet loss jaringan ini sangat baik. hanya dengan waktu tunda 0. semua paket yang melewati jaringan dapat diterima di sisi penerima dapat dilihat persentasi packet loss sebesar 0%. Delay ini termasuk dalam kategori sangat baik. dengan kata lain semua paket yang dikirim oleh pengirim dapat diterima semua disisi penerima. Hal ini terjadi jika trafik yang melewati jaringan melebihi kapasitas bandwidth sehingga terjadi congestion pada jaringan. | Vita Pusvita packet loss yang baik menurut standar ITU yaitu kurang dari 3%. Delay berkualitas baik yaitu kurang dari 300 ms. jaringan tidak mengalami congestiondengan nilai jitter 0 ms..

PLIK Lheung Bata PLIK Lheung Bata memiliki throughput sebesar 31147. Packet loss yang terjadi pada jaringan PLIK Lheung Bata ini sebesar 9.3 detik (lihat tabel 2). Delay jaringan ini diukur dari seluruh lalu lintas jaringan baik akses internet maupun proses streaming server... Tetapi pada umumnya jika suatu jaringan mengalami packet loss.99 byte dari keseluruhan lalu lintas jaringan baik dari akses internet maupun proses streaming server. Hasil pengukuran parameter Quality of Services (QoS)PLIK Baiturrahman dapat dikatakan baik. karena memenuhi standar QoS yang telah ditetapkan oleh ITU. Packet loss ini hanya diukur dari server ke client pada proses streaming server.5 % yaitu sebanyak 529 paket hilang dari 5031 paket. congestion. Tetapi PLIK ini membutuhkan peningkatan bandwidth sehingga throughput yang dihasilkan di sisi penerima akan menjadi lebih baik. Adanya packet loss dalam jaringan ini dapat disebabkan berbagai kemungkinan di antaranya collision. | Vita Pusvita . Dengan waktu 0.Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan . Delay ini dapat dikategorikan sangat bagus karena jauh lebih kecil dibandingkan standar ITU untuk delay kualitas baik yaitu 0.0152 detik. jitter atau variasi kedatangan paket pada jaringan PLIK Lheung Bata sebesar 0 ms. sisi penerima (client) dapat menerima sebesar 31147. Walaupun demikian jumlah bytes yang mampu diterima di jaringan ini lebih besar dibandingkan jaringan lain. Dari tabel 1 dapat kita lihat bahwa standar ITU packet loss suatu jarigan daikatakan baik yaitu kurang dari 3%. Hal ini menunjukkan bahwa dalam 1 detik.0152 detik maka sisi penerima 33 Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan . Dengan demikian jaringan ini tidak melakukan pengiriman ulang kembali paketpaket yang hilang sehingga jaringan tersebut tidak mengalami congestion yang menyebabkan tidak adanya perbedaan variasi waktu dalam antrian dan pengumpulan ulang paket-paket di akhir perjalanan (di sisi penerima)..977 byte/detik. Berdasarkan hasil pengukuran menggunakan Wireshark. node yang berkerja melebihi kapasitas buffer sehingga buffer tidak mampu menampung data. | Vita Pusvita streaming berkualitas kurang baik dikarenakan throughput yang kecil. Delay yang terjadi pada jaringan PLIK Lheung Bata yaitu sebesar 0.. maka akan ada jitter dalam jaringan tersebut karena adanya pengiriman ulang paket-paket yang hilang sehingga menyebabkan adanya antrian dalam pengumpulan paket disisi tujuan. Jitter ini hanya diukur dari server ke client pada proses streaming server. Kategori degrasi yang dialami jaringan ini masuk kedalam tahap sedang. dan memori node yang terbatas pada jaringan. Pada Tabel 3 dapat dilihat bahwa standar ITU suatu jitter dikatakan baik yaitu di bawah 75 ms sehingga jitter jaringan PLIK Lheung Bata ini dikategorikan sangat baik. jumlah trafik yang lewat melebihi kapasitas bandwidthyang tersedia.

Adapun beberapa kemungkinan kondisi jaringan PLIK Lheung Bata di antaranya jumlah paket yang melewati trafik jaringan melebihi kapasitas bandwidth jaringan dilihat berdasarkan packet loss sebesar 9. Dengan kata lain.. jaringan PLIK Lheung Bata tidak mengalami congestion dengan nilai nilai jitter sebesar 0 ms..78 bytes dari keseluruhan lalu lintas jaringan baik dari akses internet maupun proses streaming server. throughput yang diterima di sisi penerima sudah cukup baik sehingga kualitas gambar hasil cuplikan video pun sudah baik. Hal ini terjadi jika trafik yang melewati jaringan melebihi kapasitas bandwidth sehingga terjadi congestion pada jaringan.5%. tidak semua paket yang melewati jaringan diterima di sisi penerima dengan persentasi packet loss sebesar 9. Packet loss yang sangat baik menandakan adanya kemungkinan bandwidth yang disediakan PLIK Syiah Kuala memang mampu menampung jumlah trafik yang lewat pada jaringan. Packet loss yang terjadi pada jaringan PLIK ini sebesar 0 %. Hal ini menandakan bahwa pada jaringan ini tidak ada paket yang hilang selama proses transmisi. Hasil pengukuran parameter QoS pada jaringan PLIK Lheung Bata menunjukkan bahwa masih ada parameter QoS pada jaringan PLIK Lheung Bata yang masih tidak memenuhi standar parameter QoS yaitu packet loss.78 bytes/detik. dan hasil gambar cuplikan video yang tidak sempurna dapat terjadi karena adanya packet loss yang kemungkinan besar karena adanya collision. Persentasi packet loss ini termasuk dalam kategori sangat bagus. jaringan PLIK ini kemungkinan mengalami collision dengan adanya persentasi pengukuran packet loss sebesar 9.Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan . Jika throughput dianggap terlalu kecil maka dibutuhkan penambahan bandwidth pada jaringan PLIK ini. Hal ini menunjukkan bahwa jumlah bytes yang diterima setiap detiknya sebesar 26642. Sehingga hal ini dapat mencegah terjadinya collision dalam suatu jaringan yang dapat menyebabkan adanya paket yang hilang.5%. buffer jaringan mampu menampung paket yang mengalami congestion. Kemungkinan lainnya. | Vita Pusvita dapat menerima hasil streaming video yang ditransfer dari server. waktu tunda proses tansmisi jaringan PLIK Lheung Bata sangat kecil. maka sebaiknya dilakukan manajemen bandwidth sehingga dapat dilakukan pengaturan agar packet loss yang terjadi tidak melebihi standar packet 34 loss untuk kualitas baik yaitu 3 %. PLIK Syiah Kuala Jaringan pada PLIK Syiah Kuala memiliki throughput sebesar 26642. Untuk menghindari adanya packet loss yang terjadi diakibatkan oleh collision.5%. Jitter atau variasi kedatangan paket dari hasil pengukuran menggunakan Wireshark pada jaringan PLIK Syiah Kuala yaitu Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Packet loss ini hanya diukur dari server ke client pada proses streaming server.

delay. Jitter ini hanya diukur dari server ke client pada proses streaming server.0484 detik. Delay yang terjadi pada jaringan PLIK Syiah Kuala yaitu sebesar 0. Delay jaringan ini diukur dari seluruh lalu lintas jaringan baik akses internet maupun proses streaming server.. SIMPULAN Parameter QoS berupa throughput. jaringan tidak mengalami collision yang dapat dilihat dari persentasi packet loss sebesar 0 %. Jaringan PLIK Syiah Kuala sudah mampu memenuhi kebutuhan parameter QoS yang telah ditetapkan. dan jitter yang bernilai 0 ms.. packet loss dan jitter tidak dapat dipisahkan antara yang satu dan lainnya dalam menentukan suatu kualitas layanan jaringan.. persentasi packet loss 0%. jaringan tidak mengalami congestion (antrian) dapat dilihat dari parameter jitter yaitu 0 ms. Berdasarkan penjelasan diatas. dan gambar hasil cuplikan video sudah baik. Hal ini dapat dilihat dari segi kualitas gambar baik hasil pengukuran parameter QoS. maka sebaiknya diadakan penambahan kapasitas bandwidth.. semua paket yang melewati jaringan PLIK Syiah Kuala dapat diterima di sisi penerima dapat dilihat dari persentasi packet loss sebesar 0%. Dengan kata lain. waktu tunda proses tansmisi jaringan PLIK Syiah Kuala sangat kecil. dikarenakan throughput yang memang baik. Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan .0484 detik maka sisi penerima dapat menerima hasil streaming video yang ditransfer dari server. Tetapi jika throughput yang dihasilkan dirasakan masih kurang. | Vita Pusvita 35 .Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan . Jika salah satu parameter termasuk dalam kategori kurang baik maka hal ini dapat menurunkan kualitas layanan jaringan secara keseluruhan. packet loss yang terjadi kurang dari 3 % dan jitter pada jaringan kurang dari 750 ms. Hal ini berarti dengan waktu tunda sebesar 0. maka dapat dilihat beberapa kemungkinan kondisi jaringan PLIK Syiah Kuala diantaranya jumlah trafik paket data yang melewati jaringan tidak melebihi kapasitas bandwidth dengan melihat persentasi packet loss sebesar 0 % dan jitter yang bernilai 0 ms. | Vita Pusvita sebesar 0 ms.3 detik sehingga dapat dikatakan bahwa delay jaringan ini termasuk dalam kategori sangat baik. Kualitas layanan jaringan dapat dikatakan baik jika throughput yang dihasilkan besar. Tabel 2 menunjukkan bahwa standar ITU untuk kualitas delay yang baik yaitu kurang dari 0. throughput yang diterima di sisi penerima cukup baik sehingga gambar hasil cuplikan video di terima di sisi penerima tidak mengalami kerusakan. Hal ini juga dapat memberikan kemungkinan bahwa jaringan tersebut tidak mengalami congestion sehingga tidak adanya perbedaan variasi waktu dalam antrian dan pengumpulan ulang paket-paket di akhir perjalanan (di sisi penerima). Jitter ini termasuk dalam kategori sangat baik karena standar ITU untuk jitter dengan kualitas baik yaitu kurang dari 75 ms. delay yang terjadi pada jaringan kecil yaitu di bawah 0.3 detik.

Hal ini dapat dilihat dari hasil pengukuran parameter QoS yang sesuai dengan standar. 5Perubahan Atas Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor: 48/Per/M. 3Perkembangan Arief.Kominfo/11/2009 Tentang Penyediaan Jasa Akses Internet Pada Wilayah Pelayanan Universal Telekomunikasi Internet Kecamatan. Adi Dewanto. diakses tanggal 17 Januari 2012) 36 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 .net/Uba yt/share-presentasi-plik. (http://www.. rakyataceh. (http://www. diakses tanggal 27 Februari 2012).Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan . diakses tanggal 17 Januari 2012). Sedangkan.scribd.php?open =view&newsid=BeritaUtamaPerkembanganTeknologiBandaA cehMelejit. DAFTAR PUSTAKA 1Pritoyo.com/doc/75 973224/Bab-4-QoS. hasil pengukuran parameter QoS pada jaringan PLIK Lheung Bata menunjukkan bahwa masih ada parameter QoS pada jaringan PLIK Lheung Bata yang masih tidak memenuhi standar parameter QoS yaitu packet loss. (http://www.bisnis. diakses tanggal 17 Januari 2011). 4Institut Teknologi Telkom. 2Dewani. Universitas Negeri Yogyakarta: Jurusan Pendidikan Teknik Elektronika. Sebagian Besar Warnet PLIK Tidak Bermanfaat.. Hanya saja throughput pada PLIK ini dapat dikatakan lebih kecil dibandingkan PLIK lainnya. karena memenuhi standar QoS yang telah ditetapkan oleh ITU. (http://www. 2011. Ratna. Pada jaringan PLIK Syiah Kuala sudah mampu memenuhi kebutuhan parameter QoS yang telah ditetapkan. | Vita Pusvita PLIK Baiturrahman memiliki kualitas layanan jaringan yang dapat dikatakan baik.slideshare. 6BTIP. 2011. Kualitas Layanan Jaringan Pada Sistem Telekomunikasi. Upaya Peningkatan Kualitas Layanan Internet Melalui Pendekatan Model Akses Berbasis Persepsi Pengguna. 2007. Pusat Layanan Internet Kecamatan. Teknologi Banda Aceh Melejit.com/articles /sebagian-besar-warnet-pliktak-bermanfaat.com/index.2011.

Lecturer (WI) business process is the main case study for this research. ABSTRACT The aim of this study is to desig a business proces-oriented Knowledge Management System (KMS) in government training institutions using the tools and knowledge modeling methods and knowledge infrastructure process design of Strohmaier. Parongpong. IT Tools yang ada diharapkan dapat mendukung 2 strategi knowledge process yaitu strategi kodifikasi (mengelola pengetahuan yang terdokumentasi) dengan alternatif teknologi pendukung Document/Content Management berupa Wiki dan Blog.JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI Vol 1 No 1 Desember 2012 PERANCANGAN KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM BERORIENTASI PROSES BISNIS (Studi Kasus Balai Diklat Metrologi Kementerian Perdagangan) BUSINESS PROCESS ORIENTED KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM DESIGN (Case Study of Metrology Training Centre. | Wicaksono Febriantoro 37 . Knowledge Process. Kementerian Perdagangan Jl. Ministry of Trade Republic of Indonesia) Wicaksono Febriantoro Staff Seksi Promosi & Kerjasama. Proses bisnis yang menjadi studi kasus pada penelitian ini yaitu proses bisnis Widya Iswara (WI) di Balai Diklat Metrologi Kementerian Perdagangan.4 Cihanjuang. Balai Diklat Metrologi. Hasil perancangan knowledge process yang telah dilengkapi menghasilkan 53 tahapan proses (ada tambahan 19 tahapan proses baru). Knowledge Management system.com ABSTRAK Dalam penelitian ini dirancang Knowledge Management System (KMS) berorientasi proses bisnis di dalam lembaga diklat pemerintahan menggunakan tools dan metode pemodelan knowledge process dan perancangan knowledge infrastructure dari Strohmaier.. all business processes have not been optimized yet to fulfill all the components of knowledge creation Perancangan Knowledge Management System . virtual work space application dan discussion group based application. Search Engine/Information Retrieval System dan Expert Locator serta strategi personalisasi (mengelola tacit knowledge) dengan alternatif teknologi pendukung Working Group/Community of Practice Tool. Daeng Muhammad Ardiwinata km 3.f@gmail.. 7 proses bisnis belum lengkap teridentifikasi knowledge process-nya. The preliminary identification and analysis showed that 7 of 10 business processes have not been fully identified in terms of their knowledge processes. Hasil analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa secara umum semua proses bisnis belum mengoptimalkan semua komponen dari knowledge creation sampai dengan knowledge application. Bandung wicaksono. The further analysis showed that in general. Proses baru ini sebagian besar ada pada knowledge transfer dan knowledge application yang telah terdefinisi. Selain itu dihasilkan juga rancangan arsitektur KMS dan Information Technology (IT Tools) sebagai knowledge infrastructure pendukungnya. Knowledge Infrastructure. Identifikasi dan Analisis awal menunjukkan dari 10 proses bisnis yang dianalisis. Kata Kunci : Proses Bisnis.

Untuk mewujudkan organisasi seperti itu. The results of the completed knowledge process design showed that there are 53 stages of the process (there are new additional 19 stages of the process). serta rangkaian kegiatan untuk perubahan dan penyempurnaannya.Perancangan Knowledge Management System . virtual work space application dan discussion group based application. Tujuannya tentu saja adalah memanfaatkan aset tersebut untuk mencapai kinerja organisasi yang lebih baik untuk mempercepat pencapaian tujuan pelaksanaan 1 reformasi birokrasi.. Knowledge Process. Menurut Permendag No. Diklat kemetrologian bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan di bidang kemetrologian. Secara umum hal itu diwujudkan dalam bentuk peraturan dan prosedur kerja dalam organisasi tersebut. In addition. setiap instansi pemerintah harus siap untuk memanfaatkan kekayaan pengetahuan yang dimilikinya. Kendala yang sering dihadapi adalah kenyataan bahwa pengetahuan dan pengalaman organisasi tersebut seringkali tersebar. Knowledge Management System. PENDAHULUAN Reformasi Birokrasi bagi Kementerian / Lembaga dan Pemerintah Daerah dimaksudkan antara lain untuk mendorong terwujudnya organisasi yang efektif dan efisien. search engine / information retrieval system. | Wicaksono Febriantoro to knowledge application. Knowledge Infrastructure. Keberadaan Pengajar / Widya Iswara (WI) senior yang belum ditunjang dengan sistem transfer pengetahuan yang sistematis kepada WI junior (yang baru) akan memunculkan resiko terjadinya knowledge lost dari materi diklat yang 38 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . termasuk belajar dari pengalamanpengalaman di masa lampau. expert locator and the personalization strategy (to manage the tacit knowledge) with the supporting IT Tools such as working/community of practice tool. tidak terdokumentasi dan bahkan mungkin masih ada di dalam kepala masingmasing individu dalam organisasi.7 tahun 2010. Keywords : Business Processes. The new processes are largely on the knowledge transfer and knowledge application that have been defined.. KMS architecture and IT tools as supporting knowledge infrastructure designs are defined. The IT tools are expected to support two knowledge process strategies : the codification strategy (to manage the documented knowledge) with the supporting IT Tools such as document / content management system in the form of wiki and blog. Balai Diklat Metrologi (BDM) merupakan salah satu unit Eselon III di Kementerian Perdagangan yang bertugas memfasilitasi dan menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan (diklat) kemetrologian bagi Sumber Daya Manusia (SDM) Kemetrologian di seluruh Indonesia.1 Knowledge Management atau manajemen pengetahuan merupakan upaya untuk meningkatkan kemampuan organisasi dalam mengelola aset intelektualnya yaitu pengetahuan dan pengalaman yang ada.

dimana aset utama sebuah organisasi pembelajar adalah living/intangible asset yang terdapat di dalam pengetahuan seluruh anggota organisasi. Lebih lanjut diharapkan kapabilitas BDM dapat meningkat sehingga mendukung terbentuknya BDM menjadi organisasi pembelajar (learning organization). Dampaknya tentu saja bagi para WI junior akan memerlukan waktu yang lebih lama dan usaha yang lebih keras untuk menguasai suatu materi bahan ajar. dan lain sebagainya). transfer maupun application yang berperan penting dalam proses konversi tacit knowledge menjadi explicit knowledge. Desain KMS yang terbentuk nantinya diharapkan dapat menunjang kegiatan peningkatan kompetensi dan kapasitas WI.. dan penggunaan pengetahuan dari SDM nya supaya menjadi keunggulan kompetitif untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat. serta BDM akan sangat bergantung kepada individu tertentu yang menguasai materi bahan ajar dikarenakan belum terinstitusionalkan pengetahuan individu menjadi pengetahuan organisasi. | Wicaksono Febriantoro diajarkan. Setelah itu barulah organisasi dapat melakukan pengumpulan. Jika ditinjau dari konsep pemodelan knowledge process dari Strohmaier2 SECI dan Ba3 dapat dilihat bahwa belum ada sistem yang mengatur dan mengorganisasikan dalam proses knowledge creation. mobile learning. Selain itu. Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 39 . setiap orang harus mengelola pengetahuannya sendiri. Selain itu media/ruang yang disediakan untuk pembelajaran selama ini masih berupa ruang kelas dan laboratorium saja. Belum termotivasinya/ terbentuknya budaya knowledge sharing diantara sesama WI beserta media yang mendukungnya juga merupakan salah satu gejala yang patut diperhatikan. Belum adanya transfer pengetahuan yang sistematis dari WI senior kepada junior merupakan salah satu permasalahan yang membuat sistem pendidikan dalam jangka panjang akan mengalami banyak kendala. proses maupun pasca diklat.5 Hasil akhir yang diharapkan dari penelitian ini yaitu terciptanya rancangan KMS untuk meningkatkan kapabilitas organisasi. storage dan retrieval. Konsep yang utama dari KMS adalah. belum memberi banyak kesempatan terhadap adanya media lain (elearning via web. Proses bisnis yang jelas diperlukan supaya pengetahuan para WI dapat terkelola dengan baik.Perancangan Knowledge Management System .. pengorganisasian. BDM belum mempunyai panduan yang detail berupa proses bisnis dan standart operating procedure (SOP) dari tiap aktivitas WI baik pra diklat. Knowledge Management System (KMS) selaku sistem pendukung manajemen pengetahuan4 diperlukan untuk mengatasi berbagai kendala yang muncul dalam proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di BDM.

Knowledge application : mengidentifikasi pengetahuan yang diperlukan oleh masing- Gambar 1. 40 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Knowledge storage : mengevaluasi content dari storage. latar belakang dan bentuknya. | Wicaksono Febriantoro METODE PENELITIAN Pada intinya tahapan dalam perancangan KMS dibagi menjadi 6 (enam) digunakan pendekatan metode kualitatif. dengan langkah seperti pada Gambar 1 sebagai berikut. Knowledge transfer : membandingkan aktivitas yang ada (kondisi eksisting) dengan pihak/organizational roles yang membutuhkan. Knowledge creation : mengidentifikasi kebutuhan knowledge background (latar pengetahuan). 2. 1.. 3.. Kerangka Kerja Penelitian HASIL DAN PEMBAHASAN Pemodelan KMS Berorientasi Proses Bisnis Hasil Identifikasi Knowledge Process Dalam mengidentifikasi knowledge process ini digunakan sebanyak 4 proses sebagai berikut2 : masing knowledge domain. 4.Perancangan Knowledge Management System .

dll untuk memperbaharui modul diklatnya. WI dapat menggunakan hasil penelitian/kajian/analisis yang terdapat pada karya Bimbingan Karya Tulis tulis peserta diklat untuk memperbaharui modul diklatnya (yang relevan dan sesuai). Identifikasi Latar Pengetahuan Knowledge Domain (KD) B mengidentifikasi latar pengetahuan 2 B Deskripsi WI dapat menggunakan RB/RP sebagai pedoman dalam menyusun modul mencakup kemampuan yang harus dimiliki siswa setelah mengikuti pelajaran beserta indikator keberhasilan. 3 C 4 D 5 E 6 F 7 G 8 H 9 I 10 J WI dapat mengambil referensi dari modul yang telah Bahan Ajar dan Modul Diklat dipakai sebelumnya. agar pengetahuan yang dihasilkan lebih lengkap sudut pandangnya. Akan tetapi dapat dilihat pada gambar bahwa knowledge application dari penyusunan modul ini belum terdefinisi dengan baik. bahwa yang terlibat dalam knowledge creation penyusunan modul yaitu pengetahuan mengenai dokumen RB/RP. kemudian disimpan sebagai draft modul (softcopy).Perancangan Knowledge Management System . artinya bahwa pengetahuan ini belum digunakan oleh organizational roles yang lain untuk menciptakan pengetahuan baru. akan tetapi ada beberapa latar pengetahuan lainnya yang mempengaruhi.standar atau referensi terbaru Hasil Penerjemahan dari luar negeri untuk memperbaharui dan memperkaya materi modulnya WI dapat menggunakan pengetahuan dari laporan Laporan Pelaksanaan Kegiatan pelaksanaan kegiatan untuk memperbaharui dan (Moderator/Narasumber) memperkaya materi modulnya Selanjutnya akan ditunjukkan pengetahuan yang menggunakan KD B dan organizational roles yang menggunakannya. WI dapat mengolah setiap informasi yang ada pada Slide slide untuk melengkapi modulnya WI dapat mengolah setiap pengetahuan yang timbul dari diskusi di kelas. Dari pengetahuan ini WI dapat belajar dari pengalaman dan best practices di dalam melakukan penyusunan modul yang baik. Latar Pengetahuan berguna dalam penciptaan pengetahuan baru. Jika dianalisis lebih lanjut ternyata tidak hanya dokumen RB/RP saja yang berperan di dalam penciptaan pengetahuan mengenai penyusunan modul. Alat/Media yang digunakan dan alokasi waktu. pokok bahasan yang akan disajikan.. WI dapat menggunakan dan mengolah pengetahuan Laporan dan Materi Diklat yang didapat dari hasil diklat untuk memperbaharui modul diklatnya WI dapat menggunakan hasil Karya Tulis Ilmiah penelitian/kajian/analisis yang dibuat dalam karya tulis ilmiahnya untuk memperbaharui modul diklat. Tabel 1. metode KBM.. meliputi studi kasus di daerah Tatap Muka tertentu. Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 41 . Tabel 1. regulasi di daerah. | Wicaksono Febriantoro yang diperlukan oleh WI dalam menghasilkan pengetahuan mengenai penyusunan modul. Siklus KM Dari KD B Dapat dilihat pada Gambar 2. WI dapat mengolah dan menggunakan hasil penerjemahan jurnal. Begitu pula dengan knowledge transfer belum terdefinisi dengan baik (ditandai dengan tanda tanya ?). WI dapat mengolah setiap informasi yang ada pada soal ujian yang telah diterbitkan sebagai bahan Soal Ujian referensi bagi modul (yang relevan dengan pokok bahasan). Identifikasi Pengetahuan KD B No Kode Knowledge Domain Latar 1 A RB/RP Gambar 2.

WI dengan ataupun forum In House WI .WI Rapat Koordinasi WI . Kemudian langkah terakhir yaitu mengenai knowledge storage.WI Diperlukan dapat diadakan WI . hendaknya berupa file elektronik yang terstruktur baik dari segi penulisan maupun penyimpanan. Nantinya para WI dan peserta diklat dapat belajar dari perubahan-perubahan tersebut beserta alasannya.Perancangan Knowledge Management System . Tabel 3. Bentuk knowledge storage juga harus diperhatikan.WI Seminar. Misal ada perubahan regulasi yang berakibat adanya perbaikan pada modul. oleh karena itu knowledge transfer kepada WI harus dipastikan ada di dalam proses bisnis untuk memfasilitas hal ini... Untuk mendesain knowledge storage yang baik ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebagai berikut : 1.dll WI . maka alternatif bentuk transfer sebagai berikut pada Tabel 3. Untuk lebih detilnya mengenai bentuk knowledge storage akan dibahas pada perancangan teknologi pendukung knowledge infrastructure. Dari empat analisis diatas dapat dirangkum kedalam siklus knowledge management yang telah dilengkapi sebagai berikut pada Gambar 3.WI WI . Latar belakang / latar pengetahuan mengenai perubahan / perbaikan 42 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Knowledge Application dari KD B No KD Pengetahuan yang terlibat 1 A Dokumen RB/RP 2 B Bahan Ajar dan Modul Diklat 3 C Slide 4 D Tatap Muka (Daftar Hadir + SAP) 5 E Soal Ujian 6 F Bimbingan Karya Tulis (Form Kontrol) 7 G Laporan dan Materi Diklat 8 H Karya Tulis Ilmiah 9 I Hasil Penerjemahan Laporan Pelaksanaan Kegiatan (Moderator 10 J / Narasumber) Kode WI WI WI WI WI WI WI WI WI WI Organizational Roles Widyaiswara Widyaiswara Widyaiswara Widyaiswara Widyaiswara Widyaiswara Widyaiswara Widyaiswara Widyaiswara Widyaiswara Dari Tabel 2 diketahui bahwa semua yang menggunakan KD B adalah organization roles WI. | Wicaksono Febriantoro Tabel 2. Adapun karena transfer pengetahuannya antara WI  WI. Jika WI . maka harus ditulis dengan jelas mengenai perubahan tersebut dan alasannya (adanya change log).WI tertentu melalui Rapat seluruh WI WI .WI WI . Pengetahuan mengenai modul sebaiknya tersimpan dengan baik dan tercatat perubahan/perbaikan yang dilakukan dari tahun ke tahun.WI diskusi yang lebih luas dan dalam mengenai topik WI . Knowledge Transfer dari KD B No KD Pengetahuan yang terlibat 1 A Dokumen RB/RP 2 B Bahan Ajar dan Modul Diklat 3 C Slide Tatap Muka (Daftar Hadir + 4 D SAP) 5 E Soal Ujian Bimbingan Karya Tulis (Form 6 F Kontrol) 7 G Laporan dan Materi Diklat 8 H Karya Tulis Ilmiah 9 I Hasil Penerjemahan 10 J Moderator / Narasumber Alternatif Bentuk Transfer WI . 2. 3.WI modul juga harus tercatat dengan rapi supaya jelas kronologis perubahannya.WI Penyusunan Modul dg WI yang serumpun.

1.Perancangan Knowledge Management System . langkah selanjutnya yaitu menyusun model KMS berorientasi proses bisnis. Pada tahap ini juga ditentukan fit criteria (tujuan yang ingin dicapai Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 43 . Hasil Pemodelan Knowledge Process dari KD B Gambar 3.2 Model KMS yang dirancang sudah mengakomodir perubahan terbaru. Siklus KM yang telah dilengkapi dari KD B Rancangan Model KMS Berorientasi Proses Bisnis Setelah knowledge process dilengkapi. Alur Perancangan Knowledge Infrastructure2 Dari framework tersebut terdapat tiga langkah perancangan knowledge infrastructure sebagai berikut.. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dari Gambar 4 berikut ini. Dengan adanya perubahan ini maka aliran pengetahuan dari siklus KM sudah terdefinisi dengan baik sehingga siklus KM dapat tercipta dengan baik.. | Wicaksono Febriantoro Gambar 4. Strohmaier. Analisis Teknologi dalam KMS Dalam merancang aspek teknologi (knowledge infrastructure) akan digunakan framework perancangan knowledge infrastructure dari Strohmaier2 sebagai berikut pada Gambar 5. Definisi Knowledge Proses Pada tahap awal ini yang dilakukan yaitu memetakan model knowledge process as-is dan to be. Pemodelan ini divisualisasikan menggunakan model identifikasi knowledge process dari M. Gambar 5.

4 dengan batasan berupa regulasi dari Kementerian PAN mengenai knowledge management di instansi pemerintah. Organizational Roles harus dapat menyediakan/mengisi pengetahuan dalam KI. Selain fit criteria validasi juga dilakukan dengan perbandingan terhadap teori dan regulasi sehingga menghasilkan triangulasi validasi. Fit Criteria ini akan dirancang berdasarkan beberapa teori KMS2. Knowledge yang disimpan harus dapat didukung dan dimanage oleh KI. 5. infrastructure dan knowledge services. jika belum maka proses di tahap ke dua dapat diulangi lagi. Selain IT Tools. 4. Desain Knowledge Infrastructure. Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Model kolaborasi juga harus dapat memfasilitasi kebutuhan untuk melakukan kolaborasi kapan saja dan dimana saja (tidak terbatas di dalam kantor saja). 6. 2. model konseptual KMS juga dijelaskan pada tahap ini. Pada langkah ini dilakukan validasi terhadap desain knowledge infrastructure dalam hal dukungan terhadap knowledge process menggunakan fit criteria. ada 2 strategi terkait cara individu (WI) mendapatkan dan berbagi pengetahuan yang diperlukan untuk melaksanakan tugas sebagai WI. 3. Definisi Knowledge Processs Identifikasi model knowledge process dapat dilihat pada gambar 9.. Organizational Roles harus dapat mengakses kebutuhan pengetahuan yang diperlukan.Perancangan Knowledge Management System . Fit criteria ini nantinya akan digunakan di dalam validasi knowledge infrastructure. Validasi Desain Knowledge Infrastructure Langkah validasi merupakan langkah terakhir dari perancangan knowledge infrastructure. Desain Knowledge Infrastructure Dari perancangan knowledge flow proses bisnis widyaiswara.. 44 sedangkan perancangan knowledge process yang telah dilengkapi. Dari sini kemudian akan dirancang fit criteria sebagai tujuan perancangan knowledge infrastructure (KI). | Wicaksono Febriantoro dengan perancangan knowledge infrastructure).1 Adapun rekapitulasi hasil fit criterianya adalah sebagai berikut : 1. 3. Knowledge harus dapat ditransfer dengan baik oleh KI. KI harus dapat memfasilitasi kebutuhan kolaborasi pengetahuan antara knowledge worker. Dalam tahap ini dapat diketahui apakah desain sudah memenuhi Z atau belum. Desain pada jurnal ini akan berfokus pada IT Tools terutama layer data. Pada tahap ini akan di-desain Arsitektur dan IT Tools berdasarkan fit criteria dan hasil analisis pemodelan knowledge process berorientasi proses bisnis beserta alternatif teknologi yang didapat dari studi literatur. 2.

discussion group based application) Berikut usulan rancangan berdasarkan hasil analisis dan fit Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 45 . kodifikasi dan penyebaran informasi (explicit).Perancangan Knowledge Management System .. | Wicaksono Febriantoro Strategi tersebut nantinya akan mempengaruhi rancangan knowledge infrastructure. Infrastructure service : Infrastruktur pendukung utama yaitu jaringan intranet via Local Area Network (LAN) dan Wi-Fi yang menghubungkan semua knowledge worker dengan KMS yang akan dibangun. sebagai berikut. infrastructure services serta knowledge services).. Data dan knowledge sources : Disini tersimpan semua database dari proses bisnis Widyaiswara (KD A sampai dengan KD J). Tabel 4. Personalisation strategy : Strategi ini berfokus pada pengembangan jaringan untuk menghubungkan orang sehingga tacit knowledge dapat dibagikan. 2. Proses Pengetahuan dan Teknologi Pendukungnya (Personalisasi) Proses Pengetahuan Diskusi Antar WI Rapat WI yang serumpun Forum WI (Keseluruhan) In House Seminar Teknologi yang mendukung Mentoring/Tutoring Working Group / Communities of Practice (expert locator. Strategi ini menekankan kepada dialog antar individu.6 1. Codification Strategy: Strategi ini menitikberatkan pada pengumpulan. Model Konseptual KMS di BDM 1. 2. Berdasarkan fit criteria dan strategi KMS. aplikasi yang akan digunakan akan dijelaskan pada Tabel 6. Proses Pengetahuan dan Teknologi Pendukungnya (Kodifikasi) Proses Pengetahuan Dokumentasi Konten Pencarian dan Mendapatkan Informasi Saling keterhubungan antar knowledge worker Teknologi yang mendukung Doc / Content Management (Wiki.7 Gambar 6. blog) Search Engine/Information Retrieval System. 3. Tabel 5. Knowledge Services: Pada layer ini terdapat layanan berupa aplikasi yang akan digunakan untuk mendukung knowledge process. virtual work space application. Personalisasi pada proses bisnis widyaiswara dapat dilihat pada Tabel 5. Expert Locator Intranet criteria (rancangan dari data dan knowledge sources. Strategi tersebut yaitu. Salah satu keuntungannya yaitu penggunaan kembali pengetahuan yang ada. Strategi Kodifikasi pada proses bisnis widyaiswara dapat dilihat pada Tabel 4. knowledge repositories. Intranet ini juga terhubung ke internet via Internet Service Provider (ISP) untuk mengakses database online eksternal. Strategi ini akan sangat bergantung kepada IT. collaboration.

Knowledge Process Knowledge Creation IT Tools Learning Tools Knowledge Storage and Retrieval Wiki. kemudian diperbaharui kontennya (bisa ditambah atau dikurangi) yang disesuaikan dengan: RB/RP. Organizational Roles harus dapat mengakses kebutuhan pengetahuan yang diperlukan. yang Knowledge disimpan harus dapat didukung dan dimanage oleh KI. 1. Blog.Perancangan Knowledge Management System .. Expert Locator Discussion group based application Knowledge Transfer Virtual Work Space Application Knowledge Transfer discussion group based application Knowledge Application Expert System/Workflow System Model Konseptual KMS Model konseptual pada Gambar 6. Pada poin 1 telah dijelaskan bahwa untuk penyimpanan content utama (modul) bisa digunakan wiki. kemudian content pendukungnya sebagai latar pengetahuan untuk memperbaharui content bisa Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . hasil penerjemahan dari standar yang berlaku secara internasional (tentunya yang 46 sesuai dengan regulasi yang berlaku di Indonesia). Knowledge harus dapat ditransfer dengan baik oleh KI. KI harus dapat memfasilitasi kebutuhan kolaborasi pengetahuan antara knowledge worker . | Wicaksono Febriantoro Tabel 6. 2. Semua apikasi KMS hanya bisa diakses melalui portal ini (sekaligus berfungsi untuk memberikan petunjuk beserta alur penggunaan masing-masing aplikasi). hasil diskusi dari peserta/ketika menjadi narasumber dan sumber lain yang relevan. Document/Content Management System Search Engine/Information Retrieval System. bisa dijelaskan sebagai berikut. write and edit atau full access) diberikan kepada organization role sesuai dengan kebutuhan-nya. Knowledge creation tidak dapat dipisahkan dengan knowledge storage and retrieval. misal: modul tahun sebelumnya digunakan sebagai awal dari penyusunan modul. laporan diklat teknis (baik nasional maupun internasional). maka WI harus mengakses portal (sebagai one stop information system) yang berfungsi sebagai sistem akses dan autentifikasi (memberi akses ke aplikasi sesuai peran dan tanggung jawabnya). disinilah strategi kodifikasi diaktualisasikan dengan penyimpanan pengetahuan. hasil karya tulis ilmiah dari peserta diklat. Sebelum menulis ke wiki.. Untuk menulis content awal bisa dimasukkan ke dalam sebuah wiki dimana nantinya akan berisi modul sesuai mata pelajaran yang diajarkan. Prinsip utamanya yaitu hak akses ke dalam suatu aplikasi (read only. Model kolaborasi juga harus bisa memfasilitasi kebutuhan untuk melakukan kolaborasi kapan saja dan dimana saja (tidak terbatas di dalam kantor saja). Latar pengetahuan dalam melakukan knowledge creation proses penyusunan modul terdiri dari 10 proses bisnis yang telah diidentifikasi sebelumnya (Gambar 6). Aplikasi Pendukung (IT Tools) Knowledge Process Fit Criteria Organizational Roles harus dapat menyediakan/mengisi pengetahuan dalam KI. Hal ini diperlukan untuk mengelola semua aplikasi KMS dengan baik.

Untuk mempercepat proses implementasi knowledge tersebut. Kemudian hasilnya dimasukkan ke wiki berdasarkan kesepakatan pada forum diskusi.Perancangan Knowledge Management System . gambar. jika ada salah satu peserta yang tidak hadir misalnya atau berada pada tempat yang berbeda. audio. virtual workspace application dan lain-lain. Pada intinya KMS memungkinkan knowledge transfer dan knowledge sharing kapan saja dan dimana saja. Hal ini seperti dilihat pada Gambar 3. diskusi masih dapat dilakukan via teknologi pendukung missal : video conference. 3. Knowledge storage and retrieval juga dilengkapi dengan search and retrieval system untuk mempermudah menemukan informasi dan pengetahuan yang diinginkan. discussion group based application. Pada tahap terakhir yaitu knowledge application yang berupa penerapan/implementasi existing knowledge supaya dapat memberikan nilai tambah (continuous improvement) pada proses lainnya.. | Wicaksono Febriantoro disimpan pada blog. merupakan siklus yang berulang. mulai dari text. Misal dalam sebuah pembahasan yang akan menentukan apakah sebuah metode pengujian baru dapat dimasukkan atau tidak ke dalam sebuah modul. KMS dapat membantu dalam hal menghubungkan informasi dari berbagai sumber dan membuatnya dapat diakses oleh organizational roles yang membutuhkan dengan 47 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Nantinya setiap perubahan (baik penambahan atau pengurangan isi modul) pada wiki secara otomatis akan ditambahkan keterangan perubahan-nya (change log) meliputi apa perubahan yang dilakukan dan kapan perubahan itu terjadi. Dari hasil identifikasi ditemukan bahwa proses penyusunan modul dapat digunakan untuk meningkatkan ke-10 proses lainnya. video. Selain itu fungsi expert locator juga ditambahkan untuk mempermudah menemukan orang yang ahli dalam suatu bidang tertentu. 4. Pada knowledge transfer inilah strategi personalisasi berada. Adapun content yang disimpan dapat bervariasi. jika semua peserta hadir pada waktu dan tempat yang sama. maka proses knowledge sharing/ knowledge transfer/ diskusi dapat berlangsung via ruang meeting atau forum diskusi. animasi maupun content multimedia lainnya. KMS memungkinkan diskusi dilakukan secara lebih luas. Pada tahapan ini dapat ditambahkan mekanisme tertentu sebagai fungsi approval terhadap content yang diperbaharui. Tahap ini menekankan pada pengelolaan tacit knowledge dimana pengetahuan baru yang muncul dari hasil diskusi antar WI yang serumpun maupun forum WI atau in-house seminar berada..

dll Nonaka (2000) menyatakan bahwa SECI Model terdiri dari.. ditemukan bahwa pada proses bisnis WI latar pengetahuan dalam menciptakan suatu pengetahuan baru belum sepenuhnya Tabel 7. aspek Penggunaan Document/Content 4 Management System. ada 3 proses dasar dalam Manajemen Pengetahuan yaitu proses akuisisi pengetahuan. Validasi Desain Knowledge Infrastructure Selain menggunakan fit criteria.. discussion forum (tacit). storage & retrieval. externalisation model (kapan saja.12 tahun 2011 mengenai Pedoman Penataaan Tatalaksana (business process). pembuatan knowledge networks Moffet dan McAdam (2003) menyatakan bahwa KM Tools terdiri dari 3 : IT digunakan untuk mendukung 2 manajemen tacit knowledge (working group/CoP) dan explicit knowledge (document management system) collaborative tools. Tabel 8. internalisation exercise ba. dimana saja) interacting ba(diiferent ba. Dimulai dari knowledge creation.14 Tahun 2011 proses transfer dapat berupa diskusi maupun melalui medium berbasis teknologi Menurut PermenPAN No. Socialization Originating 3 Diseminasi knowledge via collaboration Ba (same time same place). Search Engine. Lebih lanjut KMS dapat mendukung knowledge application dengan cara menempelkan (embed) pengetahuan kedalam proses bisnis organisasi melalui expert/ workflow system (mengkodifikasikan dan mengotomatisasikan proses bisnis).14 Tahun 2011 . content management misal document management system. | Wicaksono Febriantoro mudah dan cepat. transfer & application mengenai Pedoman Pelaksanaan Manajemen Pengetahuan.Perancangan Knowledge Management System .d knowledge application. kodifikasi (explicit) dan personalisasi (tacit) Menurut PermenPAN No. 48 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . pembuatan corporate knowledge directories. Regulasi No Validasi Berdasarkan Regulasi Temuan Penelitian Menurut PermenPAN No. content management dan business intelligence. combination cyber dan time diffent place). tools untuk komunikasi dan kolaborasi (portal dan intranet) serta forum diskusi elektronik serta search and retrieval system SIMPULAN Pemodelan knowledge process widyaiswara dapat dilakukan menggunakan framework pemodelan knowledge process dari Strohmaier2 yang dimodifikasi menggunakan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara No. Hasil analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa secara umum semua proses bisnis belum mengoptimalkan semua komponen dari knowledge creation s. 3 pemodelan knowledge proses dan perancangan knowledge infrastruktur Mengidentifikasi Pengetahuan Mengidentifikasi Pengetahuan dl Manajemen organisasi. validasi dilakukan juga dengan membandingkan dengan teori/literatur lain serta dengan regulasi yang berlaku supaya keabsahan hasil perancangan dapat dipertanggungjawabkan dengan hasil sebagai berikut pada Tabel 7 dan Tabel 8. Manajemen (pemodelan knowledge proses) serta di tahapan strategi ada tahapan penggunaan teknologi (knowledge infrastruktur) Menurut PermenPAN No.14 Tahun 2011 Knowledge Process yang akan dikelola 1 terdiri dari knowledge creation. office automation sytem. berbagi pengetahuan dan pemanfaatan pengetahuan Knowledge Transfer yang ditemukan 2 terdiri dari 2 strategi. Validasi Berdasarkan Teori No Temuan Penelitian Teori Pendukung Alavi (2001) menyatakan bahwa peran IT Peran IT dalam mendukung pengelolaan dalam pengelolaan KM sebagai berikut : 1 explicit (kodifikasi) dan tacit (personalisasi) knowledge coding dan sharing dari best practice.discussion group teknologi dl perolehan data menggunakan sistem untuk merekam data elektronik. Collaborative tools misal groupware.14 Tahun 2011 tahapan dalam perencanaan implementasi Manajemen Pengetahuan Konteks dalam Praktek organisasi terdiri dari Penelitian terdiri dari 2 tahap.

3Nonaka 4Alavi. Dari hasil perancangan knowledge infrastructure menunjukkan bahwa ada dua strategi yang digunakan untuk mendukung knowledge process WI sebagai berikut : 1. 5Hidajat. Strategi Kodifikasi merupakan strategi yang bersifat explicit (mengelola pengetahuan yang terdokumentasi) dengan IT Tools antara lain : Document/Content Management berupa Wiki dan Blog. The Concept of ‘Ba’ : Building a foundation for knowledge creation. Jakarta: Kemen PAN-RB. 2001. forum WI. Strategi Personalisasi dimana strategi ini menitikberatkan pada pengelolaan tacit knowledge (diskusi antar WI. B-KIDE : A Framework and a Tool for Business Process Oriented Knowledge Infrastructure Development. Maret 2001. 2Strohmaier. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tentang Pedoman Pelaksanaan Manajemen Pengetahuan (Knowledge Management) s. 2. Dorothy. California Management Review. 6M. Leidner. Jann and Crestofel. Idea Group Reference (IGI). serta Search Engine/Information Retrieval System dan Expert Locator. Maryam and E. Knowledge Flow.] D. Austria : Shaker Verlag. Vol. Vincent and A. Roman. MIS Quarterly. Bandung: SBM-ITB. 1998. and Konno. Knowledge Management dalam Konteks Organisasi Pembelajar. kemudian dalam knowledge storage belum menggunakan sistem yang terstruktur dan mudah untuk diakses kembali. rapat WI yang serumpun. Encyclopedia of Knowledge Management. 2011. Ribiere.l.. 2006. virtual work space application dan discussion group based application DAFTAR PUSTAKA 1Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. in house seminar) dengan IT Tools pendukungnya antara lain : Working Group/Community of Practice Tool.. 2005. D. 2006. Schwartz. [book auth. 49 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . 25. pp. | Wicaksono Febriantoro teridentifikasi. Knowledge Management and Knowledge Management System : Conceptual Foundation and Research Issues. 107-136. kerjasama dan kerja tim sedangkan untuk knowledge application banyak yang belum terdefinisi sehingga pemanfaatan knowledge kurang optimal. knowledge transfer juga belum optimal dikarenakan belum mendukung aktivitas kolaborasi. Markus B. Juan.Perancangan Knowledge Management System .

. 50 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 .Perancangan Knowledge Management System .. Ronald. | Wicaksono Febriantoro 7Maier. 2007. Knowledge Management Systems : ICT for Knowledge Management. New York : Springer.

Penelitian ini menggunakan metoda kualitatif untuk melihat sejauh mana penggunaan konten filtering dilakukan di Kantor Pemerintahan Kota Batam. It is recomended to create a capable device to detect page per page. Disarankan untuk menciptakan sebuah perangkat yang mampu mendeteksi sebuah konten page per page. | Jarudo Damanik . Pendeteksian virus. Penyaring konten yang dipakai adalah firebox seri 125e yang memiliki keunggulan melakukan blok terhadap konten sebuah website secara menyeluruh. Kajian ini diharapkan menjadi masukan Pemerintah Kota Batam untuk menentukan penggunaan konten filtering yang efektif. sehingga proses penyeleksian konten dapat dilakukan secara relevan. Kata Kunci : penyaring konten. firebox 125 e series.. blocking all content on the website raises a problem because not all of the website content is negative. The content filter used is firebox 125e series which has the adventage to block all of website content.JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI Vol 1 No 1 Desember 2012 KAJIAN IMPLEMENTASI WATCHGUARD FIREBOX SERI 125e SEBAGAI PENYARING KONTEN PADA JARINGAN KANTOR PEMERINTAH KOTA BATAM A STUDY ON THE IMPLEMENTATION OF WATCHGUARD FIREBOX 125e SERIES AS A CONTENT FILTER IN BATAM LOCAL GOVERNMENT’S NETWORK Jarudo Damanik Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika Medan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI Jalan Tombak Nomor 31 Medan jarudo. Efek positifnya. pendeteksian ABSTRACT A study on the implementation of the content filtering system has been done in Batam local government’s network. teknologi informasi dan 51 Kajian Implementasi Watchguard Firebox Seri 125e . perkembangan teknologi informasi melahirkan dua efek yakni efek negatif dan efek positif. Detection of viruses. In this researh we apply qualitative method to see how far content filtering has been used in Batam Local Government’s Network. detection PENDAHULUAN Ibarat dua sisi mata uang. worm maupun gerakan yang mengarah pada tindakan berupa hack dapat berjalan secara maksimal melalui perangkat ini.damanik@kominfo. This study is expected to provide input Batam Local Government to determine effective content filtering. Keywords : content filtering.go. firebox 125e series. Namun pemblokiran seluruh konten yang terdapat pada sebuah website memunculkan permasalahan. However. karena tidak semua konten yang terdapat pada sebuah situs tersebut negatif. so the selection process can be carried out relevant content. worms and the movement that led to the action of a hack to run the maximum through this device..id ABSTRAK Kajian implementasi sistem penyaring konten telah dilakukan di Kantor Pemerintah Kota Batam.

melakukan transaksi dan aktivitas ekonomi. Meski demikian semua informasi yang terdapat pada dunia maya yang di interpretasikan melalui laman website yang ada saat ini memiliki manfaat selama digunakan secara bijaksana diartikan dengan menggunakan untuk tujuan yang bermanfaat serta menyaring isi yang bersifat negatif.1 Dampak negatif tersebut semakin besar karena ketersediaan fitur dan mudahnya akses. Untuk itu. Gambar 1. Namun sisi lain kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Secara garis besar internet memberi peluang terciptanya dampak negatif seperti 52 pornografi. Sebagai sebuah perwujudan dari dunia yang maya. dan bahkan sebagai media dalam melakukan pembelajaran..Kajian Implementasi Watchguard Firebox Seri 125e . Permasalahan geografis yang selama ini selalu menjadi kendala. penyaringan konten yang tersedia di dunia maya secara teknis sangat diperlukan. Lebih spesifik. di dunia maya segala aktivitas dapat dilihat lebih visual dan nyata. Konsep dan cara kerja proxy2 Pada dasarnya proxy berfungsi sebagai content checking. sehingga membutuhkan ruang. tayangan sadis dan lainnya. dalam bentuk kampanye persuasif. Bila proxy Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Ada beberapa cara penyaringan konten yang dapat dilakukan.. bersosialisasi. serta amat mudah membuktikan setiap pelanggaran yang dilakukan seseorang. kecanduan hubungan maya. Saat ini teknis penyaringan konten yang sering digunakan adalah dengan mengimplementasikan proxy yang terdapat pada jaringan. | Jarudo Damanik komunikasi memberikan berbagai kemudahan dalam menyelesaikan pekerjaan. khususnya keberadaan dunia maya dewasa ini digunakan orang sebagai pusat rujukan informasi. Selain itu teknologi informasi menghadirkan pergeseran paradigma terhadap tingkat kepentingan informasi menjadi suatu hal yang paling berarti dan berharga. Konsekuensi negatif yang kita anggap sebagai dampak negatif teknologi ini sama luasnya dengan manfaat positif teknologi ini. khususnya fasilitas dunia maya menghasilkan konsekuensi negatif bagi penguna. Berbeda dalam dunia nyata. waktu dan biaya yang besar dalam mengakses informasi telah diatasi dengan hadirnya fitur fitur yang terdapat di dunia maya yang lebih efektif. teknologi informasi dan komunikasi. Pada teknik ini proxy akan memainkan peran untuk menyampaikan dan menerima permintaan dari user untuk mengakses konten dari server global. dunia maya memiliki hampir semua hal yang terdapat pada dunia nyata.

khususnya pasal 27 ayat 1 harus dilakukan secara lebih nyata.. Relevansi teknik penyaringan dengan kaidah kepantasan terhadap pengakses begitu erat kaitannya. namun kenyataannya efektivitas kinerja dalam melakukan penyaringan masih belum cukup. khususnya jaringan local area network selalu disertai sebuah proxy. maka semua paket yang mengandung kata “sex” akan ditolak. khususnya konten dunia maya yang sangat dinamis. dokumen awal pembangunan jaringan dan wawancara mendalam terhadap seluruh elemen yang terkait dengan manajemen pengelolaan jaringan.6 Alasan pemilihan metode ini didasarkan pada fenomena perkembangan teknologi informasi. Objek pengambilan data terdiri dari data aktivitas lalulintas jaringan dari menu Manajemen Admin. menafsirkan serta membuat kesimpulan atas temuan di lapangan. Berdasarkan pemaparan diatas.. serta apa kelemahan dan kelebihan tools tersebut. | Jarudo Damanik diset untuk mem-filter konten yang mengandung kata “sex”. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di Kantor Pemerintah Kota Batam di kawasan Batam Center. karena fungsi vitalnya sebagai jembatan antara client dan webserver sekaligus sebagai otorisasi mengijinkan akses. Peneliti secara langsung mengamati objek penelitian untuk melakukan interpretasi data lapangan. dan selalu 53 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . sekaligus memilih informan sebagai sumber data serta melakukan penilaian kualitas data.4 Namun perlindungan terhadap masyarakat terkait akses ke negatif tidak dapat dipenuhi hanya undang undang tersebut. yaitu mencatat dan menggambarkan secara teliti seluruh fenomena yang ditemukan di 5 lapangan.3 Dalam sebuah diskusi oleh ICTWATCH bersama dengan komunitas blogger disimpulkan bahwa dukungan terhadap keberadaan UU ITE Nomor 8 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Penelitian ini memakai pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif. Sisi lain dari alasan penyaringan sebuah konten juga dipengaruhi beberapa faktor yang bersifat non teknis. kajian ini difokuskan pada sejauhmana perangkat penyaring konten yang digunakan pada jaringan kantor Pemerintah Kota Batam mampu melakukan filtering terhadap konten negatif. Kebijakan lebih teknis diperlukan untuk menciptakan akses ke dunia maya yang lebih sehat dan bermartabat. Penelitian ini diharapkan memberikan informasi teknis terkait dengan perangkat konten filtering sebagai media penyaringan informasi negatif.Kajian Implementasi Watchguard Firebox Seri 125e . Meskipun pada setiap jaringan. dengan fokus pengamatan terhadap kinerja jaringan yang berada di Lantai VII. serta solusi pemilihan perangkat penyaring konten yang efektif. Penelitian dilaksanakan selama 6 (enam) bulan yakni dari bulan Januari 2012 sampai dengan Juni 2012.

. data lalulintas jaringan serta para pengunjung atau user yang menggunakan jaringan. untuk melihat pendapat yang sama dan melakukan member chek terhadap data yang berbeda untuk dibuatkan kesepakatan diantara sumber data. hingga authenticity. credibility. sistim jaringan komputer lokal mengadopsi topologi jaringan topologi Mesh atau biasa disebut topologi jala.Kajian Implementasi Watchguard Firebox Seri 125e . Hal ini diperlukan karena data yang 54 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Validasi data dilakukan dengan menggunakan teknik triangulasi yaitu Client 5 melakukan pengecekan dari sumber data yaitu pengelola dan manajemen admin jaringan. Dengan menggunakan topologi ini data yang disampaikan antar satu komputer dengan komputer lain lebih aman karena menggunakan “dedicated link” komunikasi data secara langsung tanpa melalui komputer lain. menguji kredibilitas informan dari jawaban serta memfasilitasi Client 3 pengungkapan konstruksi personal informan. HASIL DAN PEMBAHASAN Pada jaringan kantor Pemerintah Kota Batam.. Teknik pendekatan secara persuasif dan penjabaran naratif diharapkan mampu menggali semua fenomena dan kencenderungan yang berkembang. dikategorikan. dimana dalam topologi ini terbentuk suatu bentuk hubungan antar perangkat dimana setiap perangkat terhubung secara langsung ke perangkat lainnya yang ada di dalam jaringan. 7 Titik port hub Client 2 Client 4 server sebagai sentral Client 6 Gambar 2. pejabat yang memiliki otoritas terhadap keberlangsungan jaringan. Sedangkan analisa data dilakukan dalam beberapa tahapan dari tahapan trustworthines. | Jarudo Damanik mengelami perubahan dan pembenahan setiap saat. Keberagaman data yang diperoleh akan di deskripsikan. Tahapan ini dilakukan untuk melihat realita yang diungkapkan informan dengan Client 1 melihat pengalaman informan terkait topik. Topologi Mesh yang digunakan dalam jaringan antar koneksi di kantor Pemerintah Kota Batam Pemilihan topologi ditujukan untuk keamanan data yang didistribusikan.

dengan mengenali konten yang disajikan oleh sebuah website. Sistim Penyaring Konten Kantor Pemerintah Kota Batam Pada jaringan kantor Pemerintah Kota Batam efektivitas penggunaan proxy dan firewall dimaksimalkan untuk melakukan pengontrolan atas akses yang dilakukan user.. Saat ini konfigurasi pada MS Proxy Server dan Win Gate yang bekerja pada layer aplikasi mampu melakukan pengontrolan terhadap seluruh aplikasi yang digunakan pada jaringan. Pada weblocker ini terdapat fitur tambahan berupa perangkat proteksi antivirus. Bentuk fisik webblocker sebagai penyaring konten yang digunakan kantor Pemerintah Kota Batam Secara umum fungsi webblocker ini untuk melakukan pengamatan terhadap segala aktivitas yang dilakukan oleh user dalam lingkup jaringan. Watchguard firebox 125e akan mengidentifikasi sebuah paket yang diakses user melalui pengecekan alamat IP baik komputer sumber maupun komputer tujuan untuk 55 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Sebagai contoh sebuah web proxy dapat diperoleh secara gratis mampu melakukan browsing tanpa harus khawatir oleh adanya pemblokiran situs karena semua request akan dilewatkan di web proxy tersebut. Perkembangan berbagai tipe proxy yang sebagian besar dapat diperoleh secara gratis menimbulkan fenomena baru. XTM Watchguard Firebox 125e Gambar 3. Hasil penelitian menunjukan tipe MS Proxy Server dan Win Gate mampu menyortir seluruh lalulintas paket yang masuk. spyware dan anti spam.. | Jarudo Damanik didistribusikan sangat penting seperti data statistik dan kependudukan. Sebagus apapun tipe proxy yang digunakan saat ini dapat dipastikan tidak akan mampu melakukan pengontrolan seluruh aktivitas. Sistim langganan keamanan terintegrasi XTM WatchGuard dan Firebox X e-Series peralatan dengan nomor seri X1250e. Firewall yang digunakan adalah WebBlocker yang merupakan produk sebuah vendor berbasis di Amerika Serikat. Firewall watchguard ini bekerja dengan memfokuskan semua paket yang masuk melalui proses identifikasi. Keberadaan firewall yang komprehensif ini tentunya untuk memberikan perlindungan secara total terhadap setiap akses yang tidak dikehendaki.Kajian Implementasi Watchguard Firebox Seri 125e . Ini diperlukan karena banyaknya data Pemerintah Kota Batam yang harus dilindungi ketika terjadi sebuah distribusi data. Proxy yang digunakan pada server jaringan ini sudah lengkap. Kondisi ini tentu tidak mencukupi untuk melindungi dan memantau jaringan bebas dari akses yang tidak terdeteksi. Jaringan pada kantor Pemerintah Kota Batam juga dilengkapi dengan firewall yang bekerja saling mendukung dengan proxy.

8 Esensi pembatasan dan pemblokiran bertujuan untuk menyelamatkan bangsa ini dari kerusakan.. tersebut tidak akan dapat diakses user.Kajian Implementasi Watchguard Firebox Seri 125e . dimana metode penyaringan konten yang masuk langsung menutup semua akses berdasarkan port. Artinya pembatasan atau pemblokiran bukan berarti membatasi hak manusia untuk memperoleh informasi. Upaya pemblokiran seharusnya dilakukan dengan bijaksana. Indikator firewall ini menolak atau melewatkan paket tersebut berdasarkan daftar database yang sudah ada sebelumnya. Pembatasan sebagian konten negatif di jaringan situs website juga sebagai upaya untuk meningkatkan harkat dan martabat bangsa ini di panggung dunia. kemudian mengecek port yang digunakan dan membandingkan dengan database yang dimiliki serta melakukan pengecekan terhadap protokol IP yang digunakan. sehingga keseluruhan informasi yang ada dalam website tersebut secara otomatis tidak akan bisa diakses. Selain itu fleksibilitas pengkonfigurasian dapat dilakukan melalui port yang digunakan. | Jarudo Damanik membandingkan apakah IP dimaksud merupakan IP yang memiliki indikasi merusak. Kelemahan Watchguard Firebox 125e Selain keunggulan yang dimiliki Watchguard Firebox 125e juga memiliki beberapa kelemahan.. firebox 125e memiliki beberapa keunggulan diantaranya memiliki kemampuan melakukan penyaringan IP adress. Hal ini sebenarnya sangat bertentangan dengan kebebasan dalam memperoleh informasi. Artinya untuk dapat memblok sebuah situs berbagai tipe dapat dilakukan dengan menutup port tertentu. Beberapa kelemahan yang dapat diidetifikasi dalam penelitian ini adalah Watchguard Firebox 125e yang digunakan sebagai firewall untuk melindungi jaringan berjalan secara sporadis. Cara kerja dan fungsi firebox sebagai firewall yang digunakan di kantor Pemerintah Kota Batam Keunggulan Watchguard Firebox 125e Dari sisi fitur. sehingga seluruh web yang berbasis pada port 56 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Selain itu firebox 125e juga merupakan sebuah paket watchguard yang terdiri dari perangkat lunak firewall sekaligus terintegrasi dengan perangkat keras. Artinya sebagai sebuah bangsa besar yang sejajar dengan bangsa bangsa lain di dunia ini bangsa Indonesia juga memiliki etika dalam Intern et Router Firebox sebagai Firewall spesifikasi teknis firebox xWebserve webserve Switch User User Sub Sub Gambar 4.

Pemilahan terhadap sebuah situs tertentu untuk melihat serta menciptakan cara pandang penilaian yang lebih parsial sangat diperlukan untuk menciptakan pola akses informasi yang relevan. SIMPULAN Secara teknis. | Jarudo Damanik melakukan akses informasi melalui dunia maya. dimana manajemen administrator jaringan memilih untuk memperkuat sistim pengamanan jaringan dengan melakukan duplikasi pengamanan.. khususnya perlindungan terhadap user yang mengakses melalui jaringan terhadap konten yang akan diakses cukup kuat. seluruh otoritas yang ada di Pemerintah Kota Batam yang memiliki wewenang terkait dengan keberadaan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi dan unsur unsur pendukungnya sudah memiliki konsep pemanfaatan yang sangat jelas. padahal bila perangkat tidak terupdate secara berkala sangat mempengaruhi kemampuan pembentukan database sesuai pertumbuhan website yang pesat. Penyediaan perangkat baik dari sisi hardrware. Cara kerja firewall dengan langsung menutup seluruh port yang diidentifikasi atau berpeluang memiliki konten yang tidak baik sesungguhnya bukan tindakan yang bijak. Selain itu dalam mengkonfigurasikan database untuk menyeleksi situs yang dianggap memiliki potensi negatif dan berbahaya sebaiknya dilakukan secara lebih bijak dengan memperhatikan seluruh aspek konten yang terdapat pada situs dimaksud. untuk menghindari pemblokan sebuah situs secara keseluruhan. Proses update perangkat yang harus dilakukan kepada vendor pemilik lisensi watchguard firebox 125e juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Duplikasi pengamanan dimaksud terdiri dari penggunaan proxy sequid untuk seluruh aktivitas internel jaringan dan menggunakan firewall berbasis watchguard firebox seri 125e untuk setiap akses masuk. Peluang untuk melakukan kerjasama 57 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . 9 Selain itu. besarnya biaya yang dibutuhkan dalam melakukan identifikasi dan pembentukan database yang akan terkonfigurasi juga akan menjadi masalah ketika penganggarannya tidak dilakukan secara tepat. Sebagian isi situs tersebut pasti akan memiliki manfaat sepanjang dilakukan model pengaksesan yang sehat. Sebuah perangkat yang mampu mendeteksi konten secara page by page diharapkan mampu mengatasi permasalahan filtering ini. khususnya di negara yang belum dapat menentukan secara spesifik memberikan kategori konten negatif atau positif. Dari sisi keamanan data. software maupun tools lainnya sudah sangat mencukupi..Kajian Implementasi Watchguard Firebox Seri 125e . karena sebagian isi situs yang diblok melalui fungsi firewall dipastikan memiliki konten positif yang dibutuhkan user. Teknik penyaringan konten pada jaringan kantor Pemerintah sebaiknya dilakukan secara parsial dan terpisah dengan fungsi firewall.

id Mico. 4ICTWATCH. Tifatul. 58 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . DAFTAR PUSTAKA 1Iqbal. Alfabeta.uii. 3Salahuddin. Remaja Rosda Karya. 2011.it. 8Sembiring. Metode Penelitian Kuantitatif. 2006. Bandung Dedy. (tanggal 27 Oktober 2010) http://www.. Focus Group Discussion : Draf dan Acuan Etika On-Line. Kualitatif dan R&D. Ictwatch. Instalasi dan Konfigurasi Jaringan Komputer. 2012. Panduan Menggunakan Internet Sehat.id 9Tim Jamaluddin. Indonesia Security Incident Response Team On Internet Infrastructure (ID-SIRTII). Sebagai acuan saat ini Kementerian Komunikasi dan Informatika sedang melakukan ujicoba penggunaan trush+ sebagai sebuah perangkat penyaring konten pintar untuk melakukan pendeteksian setiap konten secara detil dan page by page. Jakarta 2008. 2002..ac. Dede. 7Sopandi.Kajian Implementasi Watchguard Firebox Seri 125e . 6Mulyana. Dampak Positif dan Negatif Internet. 2010.2011. Penerbit Informatika. Pengantar Instalasi Jaringan. Bulletin IT (diakses tanggal 23 Januari 2012) http://buletin. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung. Penerbit Informatika. Jakarta 2011. Penyaringan Konten Negatif di Internet. Laporan Konfrensi Pers Terkait Aturan Pengawasan Konten Negatif Bagi Provider Penyedia Konten.go.kominfo. | Jarudo Damanik dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika terkait pengembangan dan penggunaan software penyaring konten dapat dilakukan. Paradigma Baru Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial Lainnya. Bandung M. Bandung Perumus. 5Sugiono. 2007. 2Pardosi.

go. The implementation of this method have been performed using snort-wireless tools.JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI Vol 1 No 1 Desember 2012 PERFOMANSI WIRELESS INTRUSION DETECTION SYSTEM (WIDS) BERBASIS SNORT UNTUK MENDETEKSI SERANGAN DENIAL OF SERVICE PERFORMANCE OF WIRELESS INTRUSION DETECTION SYSTEM BASED SNORT FOR DETECTING DENIAL OF SERVICE ATTACKS Tasmil Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika Makassar Jl. Denial of Service ABSTRACT Performance of Wireless Intrusion Detection System to detect Denial of Service against wireless network has been studied. manajemen point. Kurangnya pusat monitoring. Dalam mengatasi kerentanan jaringan nirkabel tersebut. Dalam penerapan metode WIDS menggunakan tools Snort-Wireless yang berjalan pada sistem operasi Linux. Paket serangan kemudian dideteksi sebagai sebuah serangan Denial of Service melalui hasil monitoring paket jaringan. WIDS.id ABSTRAK Telah dilakukan kajian Wireless Intrusion Detection System untuk mendeteksi serangan Denial of Service terhadap jaringan wireless. it has been obtained that the Wireless Intrusion Detection System were succeded in detecting the Denial of Service attacks by 54 %. Packet attack was then detected as a denial of service attacks through the monitoring network packets. The system was tested with Denial of Service attacks using tools Engage Packet Builder. Sistem tersebut diuji dengan serangan Denial of Service menggunakan tools Engage Packet Builder. maka diterapkan sebuah metode Wireless Intrusion 59 Perfomansi Wireless Intrusion Detection System . Hasil penelitian yang telah dilakukan. metode Wireles Intrusion Detection System mampu mendeteksi serangan Denial of Service dengan performasi 54%. It is argued that the method might be suitable for a solution of wireless network security. Keywords: Wireless Network. Salah satu jaringan yang rentan terhadap serangan tersebut adalah wireless adhoc. Kata Kunci: Jaringan nirkabel. Denial of Service PENDAHULUAN Denial of Service (DoS) sebagian besar terjadi melalui internet.. Racing Center II/25 Makassar tasmil@kominfo. | Tasmil . WIDS. dan kekurangan dalam hal sistem pertahanan yang jelas. From the study. Metode tersebut dapat menjadi solusi keamanan jaringan nirkabel dari serangan yang setiap saat dapat mengancam. Sistem proteksi wireless dengan menggunakan firewall dan enkripsi tidak cukup memadai dan efektif..

Hal yang perlu diperhatikan pada implementasi WIDS adalah perihal false positive dan false negative. Kemudian suatu model akan dibangun dan dimasukkan ke dalam bentuk format yang umum seperti nama pola serangan. Rule Based Detection Analisis dilakukan terhadap aktivitas sistem. Karena garis pertahanan pertama untuk jaringan nirkabel tampaknya tidak cukup untuk memenuhi keamanan saat ini dan tuntutan di masa yang akan datang. Response Jika ada yang cocok dengan pola serangan. Beberapa kekurangan dan kelemahan telah di dimunculkan. False negative adalah sebuah serangan yang benar-benar terjadi namun terlewatkan oleh WIDS sehingga WIDS tidak akan menghasilkan peringatan apapun atas serangan tersebut. atau karena penyerang berhasil menggunakan sebuah metode serangan yang dapat menghindari WIDS. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji kemampuan WIDS dalam mendeteksi serangan DoS dengan menggunakan pola serangan SYN Flooding dan menguji 60 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 .. antara lain4 : 1. mesin analisis akan mengirimkan peringatan ke server. Analysis Data dan formatnya akan dibandingkan dengan pola serangan yang sudah dikenali 4. Berdasarkan permasalahan yang dihadapi maka rumusan permasalahan dalam penelitian ini adalah “Berapa Besar Performansi WIDS dalam Mendeteksi Serangan DoS?” .Perfomansi Wireless Intrusion Detection System . Preprocessing Mengumpulkan data tentang pola dari serangan dan meletakkannya pada skema klasifikasi. 2.2 WIDS adalah sebuah perangkat lunak atau perangkat keras alat yang digunakan untuk mendeteksi akses tidak sah dari sistem komputer atau jaringan. 3. WIDS dapat melewatkan serangan karena serangan tersebut tidak dikenali olehWIDS. False positive adalah peringatan serangan yang dihasilkan oleh WIDS akan sebuah paket normal pada sistem yang dimonitor. WIDS akan berdampingan dengan protokol keamanan membantu meningkatkan keamanan total..3 Algoritma yang diadopsi oleh WIDS untuk mengenali serangan. | Tasmil Detection System (WIDS)1. maka pertahanan mengacu pada pemanfaatan WIDS harus dilakukan. nomor identitas pola serangan dan penjelasan pola serangan. Sistem ini memonitor lalu lintas di jaringan anda cari dan ancaman penyadapan dan mengingatkan personil untuk merespon. mencari kejadian yang cocok dengan pola perilaku yang dikenali sebagai serangan. WIDS melakukan tugas ini secara eksklusif untuk jaringan nirkabel.

2.000. membaca paket data dan membandingkannya dengan rule database. 6. Komputer penyerang mengirimkan paket SYN sebanyak 300. Webmin adalah Interface Base yang telah ditambahkan module snort rule digunakan untuk mengelola rule. klasifikasi paket serangan tersebut adalah : 1. 12. | Tasmil kemampuan meningkatkan nirkabel. 18.6 adalah sebagai berikut : 1. 4. 4. 3. Rule berfungsi untuk mencatat serangan pada sebuah file log.000.000. maka Snort engine akan menuliskannya ke alert (berbentuk file log) dan ke database (yang digunakan dalam eksperimen ini adalah database MySQL).. Skema serangan DoS pada jaringan Prosedur deteksi serangan SYN Flooding dengan WIDS menggunakan Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 61 . Gambar 1.000 paket dengan melakukan pengujian sebanyak 5 (lima) kali. WIDS keamanan dalam jaringan tools snort versi 2. Paket data yang masuk kedalam jaringan komputer direkam dalam file log snort.000 dan 21. 15. 600.8.. 3. bahkan dapat digunakan untuk menambahkan rule-rule secara manual dengan editor berbasis web. 9. Prosedur di atas digambarkan ditunjukkan pada Gambar 2.000. jika paket data dideteksi sebagai penyusupan/serangan. User akan mengamati alert yang dihasilkan melalui interface base berbasis web. 1. Rule mana saja yang akan di menable dan disable dapat diatur melalui Webmin.000. 3.000. Menetapkan serangan jumlah paket 2. Target serangan adalah protokol TCP padal layer 4 lapisan OSI. 5. Menentukan port 80 yang terbuka pada jaringan komputer.Perfomansi Wireless Intrusion Detection System . METODE PENELITIAN Pengumpulan data menggunakan teknik eksperimen berupa percobaan simulasi se rangan DoS dengan paket SYN Flooding seperti ditunjukkan pada Gambar 1.

Hasil deteksi snort berdasarkan rules yang telah dikonfigurasi untuk mendeteksi serangan DoS kemudian disimpan ke dalam database MYSQL dan log file.168. IP Address 192. BASE 1.6(Detector) Gambar 2. Model desain keamanan jaringan nirkabel dengan WIDS tersebut ditunjukkan pada Gambar 3. APACHE2 7. Deteksi serangan DoS ditampilkan melalui interface web dengan menggunakan tools Base 1.1 Pengujian performansi WIDS diukur dengan serangan DoS untuk 10 (sepuluh) kali serangan paket SYN Flooding dengan klasifikasi serangan dan performansi WIDS ditunjukkan pada Tabel 1 di bawah ini.Perfomansi Wireless Intrusion Detection System . Tabel 1.4. MYSQL 6.168. IP Adress 192.4.04 8.168. Metode WIDS dengan snort-wireless Pengujian Perfomansi Keamanan Jaringan Nirkabel Dengan WIDS Dalam mendesain keamanan jaringan nirkabel dengan WIDS menggunakan tools snort 2.0.0.4.2. Acer Aspire 1430z 2. Linksys WRTG54GL 2. Memori 1 GB 3. | Tasmil Spesifikasi Perangkat Keras dan Perangkat Lunak  Detector WIDS: 1. Linux Ubuntu 11.8. Acer ASPIRE ONE Intel Atom Processor N450 2.. 4.0.4 5. Memori 1 GB 3.. Engage Packet builder v2. Klasifikasi serangan DoS Pen guji an Jumlah Paket 300 600 Uji coba 5 kali 5 kali Jenis Serangan SYN Flooding SYN Flooding Perfo rman si WIDS (%) Gambar 3.3  Intruder: 1. Desain keamanan jaringan nirkabel dengan WIDS 62 1 2 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Tools Snort 2.0(SYN FLOODING) 4.8. IP Address 192.2  Access Point: 1.6 yang bertindak selaku detektor untuk mendeteksi serangan DoS.

. Konfigurasi Snort-wireless yang dipakai pada simulasi Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 63 . Serangan DoS ditampilkan dalam bentuk alert atau pesan yang muncul pada halaman depan interface base 1. | Tasmil 3 4 5 6 7 8 9 10 1000 3000 9000 6000 12000 15000 18000 21000 5 kali 5 kali 5 kali 5 kali 5 kali 5 kali 5 kali 5 kali SYN Flooding SYN Flooding SYN Flooding SYN Flooding SYN Flooding SYN Flooding SYN Flooding SYN Flooding DoS berupa pengiriman paket SYN Flooding. semua paket TCP akan diperiksa kemudian dideteksi apakah traffic paket dalam jaringan merupakan serangan atau paket biasa. dan waktu penyerangan.4. Monitoring serangan sifatnya real time dan dicatat dalam log file WIDS.4. Komputer server sebagai detektor WIDS dan salah satu client bertindak selaku victim dan attacker.4.Perfomansi Wireless Intrusion Detection System . log file. Paket serangan tersebut berupa catatan log IP address. Konfigurasi WIDS meliputi rules serangan. port. Hasil monitoring paket HASIL DAN PEMBAHASAN Rancangan WIDS menggunakan platform sistem operasi linux Ubuntu 11.04 selaku server dengan simulasi jaringan menggunakan 3 (tiga) komputer dan satu Access Point sebagai router.4 dimana keseluruhan alert tersebut akan ditotal berdasarkan jumlah serangan DoS yang terdeteksi. Berdasarkan hasil monitoring paket dengan tools Base 1. monitoring web dan penentuan sensor serangan. Perilaku paket serangan akan diuji berdasarkan rules serangan yang telah dibuat dari hasil konfigurasi snort yang ditunjukkan pada Gambar 4. database MYSQL.. Pengujian ini merupakan hasil simulasi serangan Gambar 4.

layer dan waktu penyerangan yang ditampilkan melalui interface Base 1.Perfomansi Wireless Intrusion Detection System . IP ini mengirimkan paket SYN Flooding ke IP Address 192.4..4 ditunjukkan pada Gambar 7.2 ke IP 192. Serangan sebanyak 10 (sepuluh) kali pengujian untuk paket yang berbeda didapatkan hasil deteksi serangan DoS. Simulasi serangan dari IP 192.0 yang dikonfigurasi dengan IP Address 192.0.168.4 ditunjukkan pada Gambar 5.4 Pengujian serangan menggunakan tools Engage Packet builder v2. Gambar 6.0.168. Tampilan hasil monitoring serangan memakai Base 1. Gambar 5. | Tasmil yang ditampilkan melalui interface Base 1.4 Hasil pengujian telah dilakukan terhadap keamanan jaringan nirkabel menggunakan metode Wireless Intrusion Detection System (WIDS) dengan serangan DoS. Klasifikasi serangan SYN Flooding dari hasil analisa memakai Base 1. Gambar 7.3 (IP server) pada protokol TCP dengan port 80. Paket serangan DoS dapat dideteksi dengan baik berupa catatan klasifikasi serangan yang terdiri dari jenis serangan.IP address..0.168.4.2. Simulasi ini ditunjukkan melalui port destination pada Gambar 6.4. Pengujian tersebut berhasil diujikan dimana paket tersebut telah membanjiri jaringan komputer berupa paket SYN Flooding sehingga pengguna jaringan yang sah tidak dapat masuk ke dalam sistem jaringan dan request dari pengguna yang sah tidak dapat dilayani akibat dari serangan tersebut sehingga jaringan komputer menjadi kacau dan performansinya menurun.0.0.3 memakai Engage Packet builder v2. port.4.2.dengan 64 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 .2.168.

Tabel 2.000 5 kali 15. 2. Paket serangan kurang dari 10 (sepuluh) paket perdetik tidak terdeteksi sebagai serangan.000 5 kali 30.000.000 5 kali 90.000 6.032 20. | Tasmil performansi 54%. 2. Membandingkan kinerja snort dengan tool WIDS yang lain. Wireless Intrusion Detection System. 3.000.000 3.000 18.000 5 kali 5.448 25.000 12. Menggunakan teknik pengujian lanjutan terhadap ancaman keamanan jaringan nirkabel. 18.978 7.000. Saran-saran yang dapat diberikan dari analisa kinerja sistem deteksi serangan dengan WIDS: 1.000 Total Paket SYN 5 kali 1. Dianjurkan melapisi sistem keaman jaringan nirkabel dengan WIDS khususnya untuk deteksi dini terhadap serangan DoS. Hasil pengujian menunjukkan bahwa WIDS cukup baik dalam mendeteksi serangan DoS dalam memberikan informasi kepada admin jaringan komputer untuk memblok serangan tersebut. 3.000 5 kali 75. 1. Priyanka Jadhav.Perfomansi Wireless Intrusion Detection System .000 15. Pengaturan rules tersebut ditentukan berdasarkan aturan penerimaan paket untuk serangan DoS. Serangan DoS yang sebelumnya tidak terdeteksi. Dalam pengujian serangan DoS.152 17. 600..500 5 kali 3.. International Journal of Computer Applications (2010) 0975 – 8887 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 65 .000 5 kali 60.470 2. Hasil pengujian serangan DoS Pen guji an 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Paket SYN 300 600 1.680 11.970 3. DAFTAR PUSTAKA 1Snehal Boob.000.487 Perfor mansi WIDS 98% 99% 78% 48% 59% 25% 34% 34% 31% 34% 54% SIMPULAN Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan WIDS sebagai berikut : 1.656 28. Adapun hasil serangan DoS berupa pengiriman paket serangan SYN Flooding ditunjukkan pada Tabel 2. Metode WIDS ini mampu meningkatkan Keamanan jaringan nirkabel terhadap serangan DoS untuk pengujian serangan sebanyak 10 (sepuluh) kali dengan pengiriman 300. Metode WIDS mampu mendeteksi serangan DoS berupa serangan SYN Flooding dengan performansi rata-rata 54% terhadap pengujian serangan DoS berupa pengiriman paket SYN Flooding .000 dan 21.000.000 21.000 5 kali 105. 15. 12. Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa performansi keamanan jaringan komputer dapat ditingkatkan terhadap serangan DoS.000 9.000 paket serangan SYN Flooding . akhirnya mampu dideteksi WIDS dengan performansi di atas 50% dari total paket serangan yang diujikan. 9.158 35.000 5 kali 45. snort sebagai detektor WIDS dikonfigurasi dengan 10 (sepuluh) paket SYN perdetik untuk deteksi serangan DoS.000 Rata-rata Uji Coba Total Alert 1.

Intrusion Detection & Prevention. 4Carl 66 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . | Tasmil 2Alexandros Tsakountakis. SNORT for Dummies.11i. Eugene Schultz.. Towards effective Wireless Intrusion Detection in IEEE 802.Perfomansi Wireless Intrusion Detection System . and Jim Mellander.. 2004 Endorf. Jurnal Computer Society (2007) P. McGrawHill/Osborne. Wolfe. Wiley Publishing Inc. and B. Hayes. 2004 3Scott.. Georgios Kambourakis and Stefanos Gritzalis.

Muttaqin 67 . This research aimed to analyze the comparison of PC client connection speed between PLIK and internet cafe. keberlangsungan program PLIK banyak menghadapi kendala. warnet. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif melalui pengujian kecepatan koneksi menggunakan alat uji kecepatan online. PC client. Kenyataannya. Keywords: Sub District Internet Access. internet connection speed Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet ..The research found that the PLIK’s download speed is only a half of internet cafe’s. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbandingan kecepatan koneksi PC client PLIK dengan warnet.id. the implementation of PLIK faced many problems.muttaqin@kominfo. This test shows the connection speed in numeric in Mega bit per second (Mbps).go. using descriptive method and quantitative approach by testing the connection speed utilizing online tester. Kata Kunci: Pusat Layanan Internet Kecamatan. Muttaqin Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Jl. kecepatan koneksi internet ABSTRACT Sub District Internet Access (PLIK) is the governmental program conducted by Ministry of Information and Communication Technology (MICT) in order to evenly distribute information and socializing safe internet usage. Temuan penelitian menunjukkan kecepatan download PC client PLIK hanya setengah kecepatan download PC client warnet. while comparison of the upload speed is not significantly different. after decreased at noon. In fact. : (061) 6639817 moh. Medan. while internet cafe’s is increased in the afternoon. / Fax. Tren perubahan kecepatan koneksi internet pada PLIK terus menurun seiring perjalanan waktu pagi ke sore.JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI Vol 1 No 1 Desember 2012 ANALISIS PERBANDINGAN KECEPATAN KONEKSI INTERNET PC CLIENT PUSAT LAYANAN INTERNET KECAMATAN (PLIK) DENGAN WARNET DI KOTA BANDA ACEH COMPARATIVE ANALYSIS OF PC CLIENT INTERNET CONNECTION SPEED BETWEEN SUB DISTRICT INTERNET ACCESS (PLIK) AND INTERNET CAFE IN BANDA ACEH Moh. especially it is less popular compared to internet cafe that has similar consumer segmentation. sementara kecepatan upload PLIK dan warnet tidak terpaut jauh. terutama kalah populer dibandingkan dengan warnet yang memiliki segmentasi konsumen yang sama. The speed changes trend in PLIK’s internet connection speed is decreased steadily from morning to afternoon. sedangkan tren perubahan kecepatan pada warnet hanya kembali meningkat di waktu sore setelah menurun di waktu siang.. internet cafe. Tel.muttaqin@gmail.com ABSTRAK Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) merupakan program pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam upaya pemerataan informasi dan memasyarakatkan internet sehat. Pengujian ini menghasilkan nilai-nilai kecepatan berupa angka yang dikonversikan dalam satuan Mega bit per second (Mbps).31. Tombak No. PC client. | Moh. moh.

Data kecepatan yang diuji adalah kecepatan unduh (dowload speed) dan kecepatan unggah (upload speed) pada pagi. sistem operasi Linux. Permasalahan inilah yang mendasari penelitian ini. Namun. Muttaqin PENDAHULUAN Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) merupakan perwujudan dari visi Information and Communication Technology (ICT) Indonesia yang dicanangkan oleh Kemenkominfo yaitu terwujudnya masyarakat Indonesia berbasis informasi secara bertahap hingga tahun 2025. Kota ini dipilih karena posisinya sebagai ibukota salah satu provinsi dengan penetrasi teknologi telekomunikasi terendah dibandingkan dengan 5 daerah lainnya di Indonesia.00 per jam. PLIK tak banyak berbeda dengan warnet. penyelenggaraan program PLIK di lapangan menghadapai banyak permasalahan. aplikasinya yang mengandalkan opensource.748 kecamatan di seluruh Indonesia. Hingga 5 Juli 2011 telah terinstalasi sebanyak 5.. Dengan demikian. PLIK seharusnya memiliki kecepatan akses yang lebih baik dari warnet. | Moh. Program ini akan tersebar di kurang lebih 5.1 Namun.4 Sehingga untuk dapat bersaing. harga hanya menjadi prioritas kedua. Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 .3 Permasalahan penting terkait keberlangsungan program PLIK adalah tingkat pemanfaatannya dibandingkan layanan akses internet lainnya yang memiliki segmentasi pengguna yang sama. Padahal kecepatan adalah salah satu hal yang banyak dikeluhkan di PLIK. konten internet sehat dan harganya yang tak lebih dari Rp 2000. sehingga membuat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Menteri Kominfo Tifatul Sembiring dengan Komisi I DPR RI pada 18 Januari 2012 lalu menyepakati evaluasi menyeluruh pada program-program Kominfo. kecuali 68 koneksinya yang menggunakan V-Sat.Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet . penelitian mengenai pemanfaatan internet di Indonesia menyebutkan bahwa pengguna warnet di Indonesia menjadikan aspek kecepatan akses sebagai faktor terpenting dalam memilih akses internet mereka.2 Indonesian Telecommunications Users Group (IdTUG) merekomendasikan Kementerian Kominfo dan DPR melakukan inspeksi ke lapangan untuk melihat status program PLIK secara langsung..105 PLIK di 32 Provinsi se-Indonesia. Agar topik penelitian ini tidak terlalu melebar maka penelitian dibatasi hanya dilakukan terhadap PLIK yang beroperasi di Kota Banda Aceh dan warnet yang terdekat dengan setiap PLIK tersebut. salah satunya PLIK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kecepatan koneksi internet PC client PLIK dengan warnet kemudian menganalisis perbandingan kecepatan koneksi internet tersebut. warnet adalah saingan bagi PLIK. siang dan sore hari. seperti warnet.

OOKLA dan bandwidthplace. media dengan bandwidth 10 Mbps tidak mencapai nilai aktual sebasar 10 Mbps dalam praktik komunikasi data. | Moh. Kecepatan Koneksi Internet Dalam pembahasan network baseband (sinyal digital). artinya network tersebut memiliki troughput hanya 2 Mbps. Bandwidth juga dapat dipandang dari sisi kecepatan. Jika suatu jaringan 10 Mbps ternyata hanya dapat melayani aplikasi video dengan kemampuan 2 Mbps. Muttaqin Pengujian kecepatan dilakukan dengan menggunakan alat uji kecepatan internet online. bandwidth dapat berarti berapa lama waktu yang diperlukan untuk mengirimkan sebuah bit data melalui jaringan. Sebuah network dengan bandwidth 10 Mbps (Mega bit per second) artinya jaringan tersebut mampu mampu mentransmisikan data sebanyak 10 Megabit per detik. Kecepatan akses internet dapat didefinisikan sebagai kecepatan perpindahan data (datarate) melalui layanan jaringan global internet antar host (setiap unit sistem komputer) yang terhubung pada jaringan tersebut. yaitu speedtest. sebenarnya yang dimaksud dengan kecepatan akses ini adalah troughput dan bukan bandwidth.1 microsecond. Dalam kenyataannya. Hasil penelitian ini bermanfaat sebagai data dan informasi yang dapat menjadi bahan bagi penelitian lanjutan terkait kinerja PLIK dan warnet sebagai sarana penyediaan layanan internet bagi masyarakat di Kota Banda Aceh.6 Dalam pembicaraan mengenai kecepatan akses. Kecepatan transmisi data melalui suatu media juga dikenal dengan istilah datarate (kecepatan data). Bandwidth 10 Mbps berarti setiap bit data dapat dikirimkan dalam waktu 0. Hasil penelitian ini juga menyajikan gambaran bagaimana perbedaan kecepatan akses yang dirasakan oleh pengguna PLIK dengan pengguna warnet dan dampak perbedaan kecepatan tersebut bagi program PLIK. Secara teoritis.Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet . batas maksimum kecepatan transmisi data melalui berbagai media memang berbeda. walaupun keduanya memiliki keterkaitan. maka bandwidth dapat diartikan sebagai jumlah bit-bit yang ditransmisikan dalam waktu tertentu.. 69 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . media transmisi satelit (udara) tentu memiliki kecepatan transmisi yang lebih rendah dari media yang menggunakan kabel. sehingga dikenal istilah bandwidth riil atau troughput. apalagi serat optik. Gambaran pemilihan layanan internet berdasarkan kecepatan koneksi internet ini akan memberitahukan langkah apa yang harus dilakukan untuk menjadikan PLIK tetap dapat bersaing dan bertahan menjadi layanan internet yang baik bagi masyarakat.. Dengan demikian dapat diketahui bagaimana kondisi persaingan PLIK dengan warnet yang memang memiliki segmentasi pengguna yang sama. Dalam hal ini. Misalnya.

Karena penelitian ini akan membandingkan data kecepatan koneksi internet PC client PLIK dengan warnet. Jumlah PC client yang diuji dalam 70 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Muttaqin Faktor lainnya adalah kecepatan jaringan yang tersedia. | Moh. Tercatat menurut data Dishubkomintel Aceh dan data PLIK di Kota Banda Aceh di website plikuso. Karena jumlah populasi PLIK yang sangat kecil. Alat yang digunakan dalam pengujian secara online ini biasanya berupa website. Kecepatan jaringan yang rendah akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mengakses konten media di internet dibandingkan jaringan dengan kecepatan yang lebih tinggi. maka metode sampling yang digunakan adalah total sampling. sehingga terpilih jumlah warnet yang diuji sebanyak 9 warnet di 9 kecamatan. Pengujian Kecepatan Koneksi Internet Secara Online Pengujian kecepatan internet secara online adalah pengujian kecepatan perpindahan data melalui jaringan internet yang dilakukan secara online. Pengujian kecepatan koneksi internet secara online juga mendapat dukungan dari lembaga standarisasi komunikasi FCC (Federal Communication Commission). Pendekatan kuantitatif dilakukan dengan melakukan pengujian secara online terhadap kecepatan koneksi internet PC client PLIK dan warnet menggunakan website penguji kecepatan koneksi internet. Kecepatan yang dapat dilihat melalui pengujian ini adalah kecepatan unduh (download speed) dan kecepatan unggah (upload speed). dan jumlah populasi warnet yang ada lebih besar dari jumlah populasi PLIK maka jumlah warnet yang dijadikan sampel juga dibatasi. Kecepatan unduh didefinisikan sebagai kecepatan transfer data dari server ke komputer pengguna (client). sedangkan kecepatan unggah adalah kecepatan transfer data dari komputer pengguna (client) ke server di jaringan internet..com. Untuk setiap kecamatan diambil satu sampel warnet yang lokasinya paling dekat dengan lokasi PLIK di kecamatan tersebut.7 METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif.8 terdapat 11 PLIK di 9 kecamatan dalam Kota Banda Aceh..Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet . Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah PLIK dan warnet yang beroperasi di Kota Banda Aceh. Menanggapi kebutuhan masyarakat pengguna internet yang tidak hanya ingin mengetahui berapa kecepatan maksimum teoritis dari jaringan yang mereka gunakan. pengguna lebih menginginkan untuk mengetahui kecepatan aktual dari koneksi yang mereka miliki. Pengujian ini menghasilkan nilai-nilai kecepatan berupa angka yang dikonversikan dalam satuan Mbps (Mega bit per second).

com/).net/). Double Click (Kuta 71 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 ..ookla.00-13. Penelitian lapangan dilakukan dengan melakukan pengujian langsung pada objek penelitian. Pengujian malam tidak dilakukan karena waktu operasional PLIK tidak sampai malam hari. HASIL DAN PEMBAHASAN Fakta yang terungkap di lapangan. Penguji kecepatan koneksi internet secara online yang dipilih adalah speedtest (http://speedtest. maka PLIK yang diteliti hanya ketiga PLIK tersebut. Dari nilai perbandingan ini dapat dianalisis dampak perbedaan kecepatan koneksi internet PLIK dengan warnet. Warnet yang dipilih adalah warnet yang berdekatan dengan lokasi PLIK.. tidak semua PLIK yang disebutkan dalam data awal masih beroperasi. sedangkan warnet yang diteliti adalah warnet yang terdekat dengan lokasi PLIK di 9 kecamatan yaitu BIP Net (Banda Raya). Penelitian kepustakaan (library research) menggunakan sumber bacaan yang terpilih dan terkait atau relevan dengan masalah yang akan diteliti. Perhitungan nilai rata-rata hasil pengujian kecepatan koneksi yang terdiri dari kecepatan download dan kecepatan upload dilakukan dengan menghitung rata-rata dari nilai-nilai hasil pengukuran berdasarkan waktu pengukuran dan berdasarkan alat ukur yang digunakan. Pengumpulan data dilakukan melalui penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan. Waktu pengujian untuk warnet sama dengan waktu pengujian untuk PLIK.com/) dan bandwidthplace (http://www. Baiturrahman (PLIK Baiturrahman II) dan PLIK Lueng Bata. Muttaqin setiap PLIK dan warnet adalah 1 unit PC client yang dipilih secara acak.00). Setiap pengujian dilakukan diulang sebanyak tiga kali untuk meningkatkan kepercayaan data.Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet .band widthplace. Hanya terdapat tiga PLIK saja yang masih beroperasi yaitu PLIK di kecamatan Syiah Kuala. Analisis Data Analisis data dilakukan dengan menghitung rata-rata hasil pengujian kecepatan koneksi internet PC client pada PLIK dan rata-rata hasil pengujian kecepatan koneksi internet PC client pada warnet. Dengan demikian.00) dan pengujian sore (15. pengujian siang (11. OOKLA (http://www. | Moh. Dengan demikian akan didapatkan nilai ratarata kecepatan download dan upload untuk setiap waktu pengukuran dan setiap alat ukur yang digunakan. Nilai rata-rata download dan upload dari pengujian PLIK dan warnet ini kemudian dibandingkan.00). khususnya bagaimana kecenderungan pilihan pengguna internet terhadap keduanya.00-10. Data pengujian akan divariasi berdasarkan waktu yaitu pengujian pagi (08.00-17. Pengujian kecepatan akses internet PC client pada PLIK dan warnet dilakukan meggunakan website penguji kecepatan koneksi yang sama untuk mengukur download dan upload speed.

382 0.65 0. Naifah Net (Baiturrahman) dan Waris Net (Lueng Bata).16 0.387 0.16 0.21 1.222 0.17 1.13 0.67 0.304 0.195 0.24 0.91 0.47 0.24 0. Hasil Pengukuran Pengukurun kecepatan download dan upload PC client PLIK dan warnet dilakukan dengan mengacu pada waktu pengukuran maupun jenis pengukur yang digunakan.03 1.29 0. Muttaqin Alam).25 0.com (Syiah Kuala).219 0. | Moh.18 0.41 0.124 0.21 0.193 1.396 1.94 1.36 1.408 1.03 0.31 0.2 0. Core Net (Ulee Kareng).385 0.23 0.99 0.23 0. Semua hasil pengukuran dalam satuan Mbps (Megabit per second).22 0.9 1.37 0. Barsya Net (Meuraxa). OOKLA DS bandwidth place speedtest OOKLA US bandwidth place 2 Double Click Kuta Alam speedtest OOKLA DS bandwidth place speedtest OOKLA US bandwidth place 3 Family 72 speedtest DS Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 .36 0. kecepatan download dan upload PC client PLIK dan warnet dapat dibandingkan berdasarkan acuan waktu pengukuran maupun alat ukur.41 0.227 0.32 0.43 0.297 0.29 0.28 Ket.63 0.22 0..36 0.354 1.22 0.46 2.29 0.Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet .18 0.178 0.31 1.12 1.28 0. Family Net (Kuta Raja).191 1.259 1.29 1.19 1.31 0.375 1.64 pengukuran3 0.24 0.24 0.24 0.2 0.74 pengukuran2 0..35 0.28 0.36 0.16 0.32 0.21 0.4 1.26 0.93 1.65 2.23 0.132 0.26 0.63 0.91 0.231 0.24 0.241 0.93 0.8 0.1 1.59 1.226 0.24 0. Abu Game Station (Jaya Baru).8 0.43 0.39 0.24 0.84 1. 1 Nama BIPNet BandaRaya tester speedtest waktu pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi pengukuran1 0.44 0. Hasil Pengukuran Kecepatan Koneksi Internet PC Client PLIK dan Warnet di Kota Banda Aceh (semua nilai dalam Mbps) No.27 0.51 0. Dengan demikian.14 0.13 1.22 0. Tabel 1.97 1.43 1. Master.89 0.47 0.42 0.

21 0.08 0.05 1.48 1..32 0.36 1.39 0.11 0.06 0.25 0.19 1.26 0.33 0.Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet .06 0. Muttaqin Net Kuta Raja OOKLA siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi 1.58 1.49 1.09 0.2 0.108 0.118 0.11 0.225 0.06 0.104 0.3 0.266 0.46 0.33 1.253 0.23 0.22 1.351 0.85 1.15 0.083 0.17 0.46 1.87 bandwidth place speedtest OOKLA US bandwidth place 4 BarsyaNet Meuraxa speedtest OOKLA DS bandwidth place speedtest OOKLA US bandwidth place 5 Abu Game Station Jaya Baru speedtest OOKLA DS bandwidth place speedtest OOKLA US bandwidth place 6 CoreNet speedtest DS Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 73 .15 0.494 0.248 0.16 0.139 0.4 0.246 0.09 0.1 0.16 0.09 0.66 1.24 0.56 0.283 0.25 0.76 1.24 0.16 1. | Moh.11 0.073 0.307 0.14 0.25 0.42 0.24 0.21 0.69 0.24 0.44 0.114 0.13 0.481 0.134 0.14 1.48 1.09 0.23 0.19 0.73 0.29 0.13 0.86 0.25 0.45 1.59 0.32 0.23 0.04 0.234 0.34 0.25 0.12 0.444 0.43 0.52 1.486 0.22 0.288 0.32 1.286 0.34 0.32 0.46 1.26 0.25 0.16 0.21 0.12 0.18 1.137 0.43 1.13 0.091 0.249 0.19 0.285 0.47 0.8 0.08 0.13 0.55 1.12 0.199 0.24 0.08 0.12 0.21 0.41 0.1 1.223 0.83 0.42 0.298 0.09 1.23 1.28 0.127 0.45 1.219 0.06 0.86 1.32 0.33 1.335 0.24 0.43 1.31 0.252 0.29 0.76 1.25 1.83 1.36 1.18 1.08 0.46 1..19 1.11 0.17 0.167 0.34 1.16 0.175 0.

48 0.39 0.52 0.91 0. Muttaqin Ulee Kareng OOKLA siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi 0.26 0.114 0.16 0.11 0.281 0.22 0.112 0.24 0.12 0.66 0.12 0.54 0.165 0.12 0.48 0.08 0.32 0.24 0.8 0.28 0.299 0.31 0.193 0.19 0.4 0.49 0.46 0.496 0.526 0.79 0.51 0.17 0.11 0.512 0.12 0.295 0.3 1.53 0.212 0.21 0.576 0.51 0.2 0.46 0.16 1.43 0.28 0.21 0.49 0...53 0.45 0.11 0.47 0.81 1.61 1.22 0.51 0.35 0.25 0.173 0.2 0.583 0.314 1.35 0.164 1.247 0.25 0.104 0.28 0.48 0.235 0.426 1.9 0.34 1.236 0.51 0.49 0.27 0.535 0.11 0.1 0.84 0.115 0.268 0.25 0.29 1.17 0.1 1.07 0.404 0.103 2.45 0.557 0.04 0.23 0.11 0.47 0.115 0.11 0.45 0.266 0.83 0.46 0.2 0.05 1.25 0.6 1.54 0.09 0. | Moh.112 0.23 0.23 1.176 0.19 0.23 0.466 0.12 0.11 0.12 0.49 0.97 0.26 0.59 0.com Syiah Kuala speedtest OOKLA DS bandwidth place speedtest OOKLA US bandwidth place 8 PLIK Syiah Kuala speedtest OOKLA DS bandwidth place speedtest OOKLA US bandwidth place 9 Naifah speedtest DS 74 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 .52 0.224 0.12 0.41 0.57 0.67 0.547 0.23 0.52 0.22 0.5 0.64 1.12 0.95 0.317 1.12 0.09 0.119 2.48 bandwidth place speedtest OOKLA US bandwidth place 7 Master .12 0.377 1.Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet .4 0.1 0.11 0.29 0.53 0.2 0.93 0.117 2.5 0.28 0.479 0.82 1.23 0.239 0.

739 0.273 0.39 0.302 0.763 0.219 0.82 0.77 2.4 0.25 0.167 0.78 0.479 2.39 0.4 0.19 0.24 0.331 1.43 0.24 0.25 0.85 1.88 0.84 2.21 0.325 1. | Moh.39 2.639 0.216 0.36 0.25 0.Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet .27 0.99 0.08 1.301 1.2 0.47 0.28 0.63 0.327 0.29 0.953 1.65 0.31 0.17 0.71 1.222 0.199 0.24 0.04 0.336 0.227 0.335 0.292 0.327 0. Muttaqin Net Baiturrahman OOKLA siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi 0.01 1.07 2.11 2.48 0.28 0.777 0.37 2.3 0.19 0.35 0.13 0.25 0.21 0.91 0.281 0.176 0.171 0.31 0.28 0.78 0.29 0.345 0.814 0.26 0.23 0.276 0.13 0.38 0.37 0.03 bandwidth place speedtest OOKLA US bandwidth place 10 PLIK Baiturrahman II speedtest OOKLA DS bandwidth place speedtest OOKLA US bandwidth place 11 Waris Net LuengBata speedtest OOKLA DS bandwidth place speedtest OOKLA US bandwidth place 12 PLIK speedtest DS Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 75 .37 0.37 0.65 0.259 0.21 0.23 0.23 1.53 2.22 0.28 0.264 0.15 0..15 0.34 0.35 1.31 0.25 0.27 0.38 0.25 0.53 0.18 0.2 0.64 2.279 2.27 0.06 1.58 1.32 0.33 0.78 2.37 0.41 0.24 0.29 0.36 0.33 0.7 0.21 0.03 0.29 2.28 0.71 2.26 0.91 0.777 0.7 2.05 0.277 0.22 0.06 0.298 0.322 1.23 1.29 0.52 2..2 0.413 0.21 0.02 1.276 0.227 0.38 0.32 0.69 0.28 0.16 0.658 2.53 0.02 0.29 0.27 0.29 0.197 0.23 0.261 0.38 0.

.2 0.089 US Perbandingan Kecepatan Berdasarkan Waktu Perbandingan kecepatan koneksi internet PC client PLIK dengan warnet berdasarkan waktu pengukuran ditampilkan pada Tabel 2.11 1.24 0.09 0.13 0.125 0.51 1.16 0.72 0. US = Upload Speed Lueng Bata 1 0.222 0.118 0.04 0.12 0.32 1.14 0.68 0.Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet .09 0.19 0.188 0.19 0.746 0.64 0.58 0.1 0. Tabel 2 menunjukkan perbedaan kecepatan download antara PC client PLIK dengan warnet sangat signifikan.21 0.29 0.884 0.61 0.607 0. Muttaqin siang sore OOKLA pagi siang sore bandwidth pagi place siang sore speedtest pagi siang sore OOKLA pagi siang sore bandwidth pagi place siang sore Keterangan: DS = Download Speed.266 0.25 0.218 0.12 0.16 0.25 0.11 0.17 0.11 0.7 0.217 0.09 0.931 0.05 0. Perbandingan Kecepatan PC Client PLIK dengan Warnet Berdasarkan Waktu (satuan kecepatan dalam Mbps) Mbps Download Speed pagi Siang sore PLIK : warnet = 1 : 2 PLIK : warnet = 4 : 7 PLIK : warnet = 3 : 8 Upload Speed PLIK : warnet = 5 : 6 PLIK : warnet = 3 : 4 PLIK : warnet = 2 : 3 76 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 ..367 0.15 0.815 0. Sedangkan perbedaan kecepatan upload di antara keduanya tidak terlalu berbeda.198 0. | Moh. Tabel 2.119 0.42 0.

243 Mbps.186 : 0. pengukuran pagi untuk perbandingan kecepatan PLIK : warnet adalah 5 : 6 dari rata-rata hasil pengukuran 0. Tabel 3 menunjukkan perbedaan kecepatan download antara PC client PLIK dengan warnet sangat signifikan. Perbandingan Kecepatan PC Client PLIK dengan Warnet Berdasarkan Alat Ukur (satuan kecepatan dalam Mbps) Mbps Download Speed speedtest OOKLA bandwidth place PLIK : warnet = 1 : 2 PLIK : warnet = 1 : 2 PLIK : warnet = 1 : 2 Upload Speed PLIK : warnet = 5 : 8 PLIK : warnet = 1 : 1 PLIK : warnet = 7 : 9 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 77 . pengukuran siang memberikan perbandingan 4 : 7 dari rata-rata hasil pengukuran senilai 0.881 Mbps.260 Mbps. Perbandingan Kecepatan Berdasarkan Alat Ukur Perbandingan kecepatan koneksi internet PC client PLIK dengan warnet berdasarkan alat ukur yang digunakan ditampilkan pada Tabel 3. pengukuran menggunakan OOKLA memberikan perbandingan 1 : 2 dari rata-rata hasil pengukuran senilai 0.Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet .270 Mbps.942 Mbps. dan pengukuran sore memberikan perbandingan 2 : 3 dari rata-rata hasil pengukuran 0. | Moh. perbandingan kecepatan download PLIK : warnet adalah 1 : 2 dari perbandingan rata-rata hasil pengukuran senilai 0.867 Mbps. dan pengukuran sore memberikan perbandingan 3 : 8 dari rata-rata hasil pengukuran senilai 0. Sedangkan untuk kecepatan upload. pengukuran siang memberikan perbandingan 3 : 4 dari rata-rata hasil pengukuran 0.156 Mbps. dan Tabel 3.029 Mbps. perbandingan kecepatan download PLIK : warnet adalah 1 : 2 dari perbandingan rata-rata hasil pengukuran senilai 0..186 : 0.442 : 0. Sedangkan perbedaan kecepatan upload di antara keduanya tidak terlalu berbeda.496 : 1.494 : 0. Muttaqin Pada pengukuran pagi.. Pada pengukuran menggunakan speedtest.344 : 0.215 : 0.585 : 1.

walaupun nilai perbandingan pada tiap pengukurannya sedikit berbeda. sedangkan perbedaan kecepatan upload PLIK dengan warnet tidak terlalu signifikan.255 Mbps.198 : 0.. Perbandingan 1 : 2 untuk kecepatan download PLIK : Tabel 4.. baik menggunakan acuan berdasarkan waktu pengukuran maupun alat ukur (tester) dapat dilakukan perhitungan rata-rata perbandingan kecepatan download dan upload PC client PLIK dengan warnet. Perbandingan Kecepatan PC Client PLIK dengan Warnet Download Speed Upload Speed PLIK : warnet = 1 : 2 PLIK : warnet = 3 : 4 78 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 .305 Mbps. dan pengukuran menggunakan bandwidthplace memberikan perbandingan 7 : 9 dari rata-rata hasil pengukuran 0. pengukuran menggunakan OOKLA memberikan perbandingan 1 : 1 dari rata-rata hasil pengukuran 0. Hal ini menunjukkan hasil pengukuran berdasarkan waktu maupun alat ukur secara umum memberikan hasil yang sama.Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet .483 : 1. pengukuran menggunakan speedtest untuk perbandingan kecepatan PLIK : warnet adalah 5 : 8 dari rata-rata hasil pengukuran 0. Perbandingan akhir yang ditunjukkan dalam Tabel 4 menggambarkan bahwa kecepatan download PLIK hanya setengah dari kecepatan download warnet.213 Mbps.054 Mbps. Sedangkan untuk kecepatan upload. Hal ini bertujuan agar penyajian perbandingan kecepatan ini sekaligus dapat mengetahui kecenderungan perubahan download dan upload PC client di PLIK dan warnet seiring perubahan waktu dari pagi hingga sore hari yang menjadi patokan waktu pengukuran. Perbandingan Kecepatan PLIK dengan Warnet Dari keseluruhan pengukuran kecepatan download dan upload terhadap PC client PLIK dan warnet.192 : 0.197 : 0. | Moh. Muttaqin pengukuran menggunakan bandwidthplace memberikan perbandingan 1 : 2 dari rata-rata hasil pengukuran senilai 0. Penyajian perbandingan kecepatan PC client PLIK dengan warnet hasil pengukuran berikut ini akan disajikan dengan menggunakan rata-rata hasil pengukuran dari ketiga alat ukur (tester) yang digunakan dan menampilkannya dalam variabel waktu.

baik dalam kecepatan download maupun upload. Aktivitas download merupakan aktivitas yang lebih banyak dilakukan oleh pengguna internet daripada aktivitas upload (0. dalam kisaran Rp 3. bahkan menawarkan paket-paket bagi pengguna internet sehingga tarifnya dapat mendekati tarif PLIK.Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet . Membiarkan kecepatan koneksi PLIK tetap tertinggal dari warnet akan berdampak pada beralihnya pengguna PLIK saat ini ke warnet.258 Mbps.000. PLIK yang standar menggunakan Vsat dengan medium udara.196 : 0. Pada rentang waktu ini. Kecepatan koneksi internet di PLIK cenderung menurun pada rentang waktu siang ke sore. Selain perbandingan nilai kecepatan. Analisis Perbandingan Kecepatan PLIK dengan Warnet Rendahnya kecepatan download PLIK dibanding warnet (0.00 tidak cukup untuk menjaga pengguna PLIK untuk tetap bertahan di PLIK karena faktor harga hanya prioritas kedua dalam memilih fasilitas akses internet di Indonesia. sehingga kecepatan data yang ditransmisikan melalui medium ini dipengaruhi oleh perubahan kondisi udara yang berbeda di pagi. karena faktor ini merupakan faktor utama dalam memilih fasilitas akses. Muttaqin warnet diperoleh dari perbandingan rata-rata kecepatan senilai 0.00 hingga Rp 4.474 : 0. PLIK tertinggal dari warnet.474 : 0... | Moh. walaupun perbedaan kecepatan upload PLIK dengan warnet hanya sedikit berbeda. pengguna PLIK dapat beralih mengakses internet di warnet karena kecepatan yang lebih baik. perbandingan tren perubahan kecepatan warnet juga lebih baik dari PLIK. Tren penurunan kecepatn di PLIK ini kemungkinan dipicu oleh karakteristik media yang digunakan. SIMPULAN Berdasarkan data hasil pengujian kecepatan koneksi internet PC client PLIK dan warnet di Kota Banda Aceh dan analisis terhadap data-data tersebut dapat disimpulkan bahwa kecepatan download PC client PLIK masih tidak berimbang dengan 79 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Tarif PLIK yang hanya Rp 2.196 : 0.000. sementara di warnet justru meningkat. Dengan demikian. tarif warnet hanya sedikit lebih mahal. Selain itu.00 per jam. Peningkatan kecepatan.988 Mbps untuk PLIK : warnet) memiliki dampak serius bagi program PLIK. Temuan ini menunjukkan pengguna internet akan lebih memilih warnet daripada PLIK karena kecepatan download yang lebih tinggi. Apalagi kecepatan upload warnet juga lebih tinggi walaupun perbedaannya tidak terlalu besar.988 Mbps. kecepatan upload PLIK juga berada di bawah kecepatan upload warnet. siang maupun sore hari. Sedangkan perbandingan 3 : 4 untuk kecepatan upload PLIK : warnet diperoleh dari perbandingan rata-rata kecepatan senilai 0. terutama kecepatan download perlu diprioritaskan.000.258 Mbps untuk PLIK : warnet). Namun.

Bruce. 2011. namun perbedaannya tidak sesignifikan pada perbedaan kecepatan download.go.com/article s/sebagian-besar-warnet-plik-ta k-bermanfaat..pdf. diakses tanggal 17 Februari 2012) Iwan. 4Furuholt. Perubahan kecepatan download dan upload PC client PLIK dan warnet dengan variabel waktu menunjukkan tren yang berbeda. 2PIH 8PLIK 3Pitoyo. Siaran Pers No.pdf..pdf. Broadband Speed Testing.selco.int/ITU-D/asp /CMS/Events/2011/ITU-ADB/ Indonesia/Session2-BP3TI . diakses 28 Februari 2012) Kota Banda Aceh. (http://relawan-tik. Vol 3 (2). 80 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . diakses 14 Februari 2012) Bjorn dan Stein Kristiansen.php?option=com _content&view=article&id=94:k ota-banda-aceh&catid=42:nangr oe-aceh-darusalam-&Itemid=19 3.com/index. | Moh. Teori & Modul Praktikum Jaringan Komputer. DAFTAR PUSTAKA 1Balai Beriantho. (http://www. 5Herlambang.bisnis. diakses 13 Februari 2012) KOMINFO.org/wpcontent/uploads/2011/08/SOSI ALISASI-BOGOR-BP3TI. Kecepatan upload PC client PLIK juga lebih lambat dari kecepatan upload warnet. 2011. 2007. 2011. in Asia and Africa -Venues for Education and Learning? Journal of Community Informatics. (http://www. (http://plikuso.info/downlo ad/attachments/38535197/Bro adband+Speed+Testing. 2011.itu. (http://kominfo.6/PIH/KOMINFO/1/2012 tentang Rapat Kerja Komisi 1 DPR-RI Dengan Menteri Kominfo Tifatul Sembiring. 2011.Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet . Implementation of USO Program in Indonesia.+6-PI H-KOMINFO-12012+tentang+Rapat+Kerja+Ko misi+1+DPR-RI+Dengan+Mente ri+Kominfo+Tifatul+Sembiring. 2012. (http://www. diakses 14 Februari 2012) Arif. diakses 18 Januari 2012) Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI).id/ siaran_pers/detail/2404/Siaran +Pers+No. Bandung: Modula. Sebagian Besar Warnet PLIK Tak Bermanfaat. Internet Cafés 6Sofana. 7Pomerantz. Muttaqin kecepatan download PC client warnet.

PEDOMAN PENULISAN NASKAH 1. subjudul diperbolehkan tanpa memberikan penomoran. Contoh: I. ditulis lengkap tanpa menyebutkan gelar. Cara Penulisan Judul Judul diketik dengan huruf kapital tebal (bold) dan mencerminkan inti tulisan. Cara Penulisan Nama dan Alamat a. Ditulis dengan menggunakan MS Word pada kertas ukuran A4 (210mmX297mm). spasi 1. 4. Naskah ditulis dalam bahasa indonesia atau bahasa Inggris. Kata Kunci e. Jumlah tersebut tidak termasuk lampiran. tujuan. d. Metode Penelitian (berisi waktu dan tempat. Simpulan i. tepi kiri dan kanan 3. Jika penulis lebih dari satu dengan alamat berbeda. Penulisan awal paragraf pada abstrak dan isi menjorok ke dalam 1 cm.17 cm). Judul b. Daftar Pustaka 3. Nama penulis diketik dibawah judul. b. e. begitu juga sebaliknya. perumusan masalah. Jika penulis lebih dari satu orang maka harus ditambahkan kata penghubung ‘dan’ (bukan lambang ‘&’). bahan/cara pengumpulan data. Penyebutan istilah di luar bahasa Indonesia atau Inggris harus ditulis dengan huruf cetak miring (italic) f. d. Jaka Sembiring* dan Edi Triono Nuryatno** Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 81 . metode analisis data) g. Jumlah halaman 10-15 halaman isi.teori. Hasil dan Pembahasan h.0). Abstrak d. Struktur Karya Tulis Ilmiah Naskah Karya Tulis Ilmiah tersusun menurut urutan sebagai berikut: a. font Times New Roman ukuran 12. Alamat penulis (nama dan alamat instansi tempat bekerja) ditulis lengkap dengan jarak satu spasi beserta e-mail dibawah nama penulis. Tidak menggunakan penomoran dalam penulisan subjudul. Standar Umum Penulisan Karya Tulis Ilmiah a. b. Abstrak dan Kata Kunci harus ditulis dalam dua versi bahasa (Indonesia dan Inggris) c. Batas atas dan bawah 3 cm. c. Jika diperlukan. dan hipotesis [opsional]) f. Apabila judul ditulis dalam bahasa Indonesia maka dibawahnya ditulis ulang dalam bahasa Inggris. 2. Pendahuluan (berisi latar belakang. Nama dan Alamat Penulis c. maka penulis yang berbeda alamat/instansi diberi tanda asterisk* dan untuk membedakan alamat/instansinya. Judul.15 kecuali tabel (spasi 1.

menggunakan font Times New Roman ukuran 12. Foto atau Diagram a. Maksimal 150 kata dalam bahasa Inggris. 6. foto atau diagram. Gunakan angka Arab (1. Pencantuman sumber atau keteranggan diletakkan dibawah tabel.itb. d. b. Jika Abstrak dalam bahasa Indonesia maka diikuti Kata Kunci dalam bahasa Indonesia. Jaka Sembiring* dan Yudi Satria Gondokaryono** Bandung Institute of Technology. dst. c. menggunakan font Times New Roman ukuran 10. e. Tulisan ‘Gambar.id 5.ac. Keterangan gambar. Gunakan angka Arab (1. Tulisan ‘Tabel’ dan ‘nomor’ ditulis tebal(bold).3. Abstrak ditulis dalam satu paragraf dengan huruf cetak miring (italic) berjarak satu spasi. School of Electrical Engineering and Informatics Jl. Cara Penyajian Tabel a. rata kiri (bukan center). grafik. grafik. 7. School of Electrical Engineering and Informatics Jl. c. Ganeca No. Grafik.Indonesia *jaka@stei.itb. sedangkan isi keterangan ditulis normal. Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 82 .2. f.id **ygondokaryono@stei. d. b. sedangkan judul tabel ditulis normal. foto atau diagram ditampilkan di tengah halaman (center).*Bandung Institute of Technology. Cara Penyajian Gambar. ditulis dengan huruf cetak miring (italic).itb. atau diagram ditulis dibawh ilustasi. d. Kata kunci terdiri dari tiga sampai lima kata. menggunakan font Times New Roman ukuran 10.id **Bandung Institute of Technology. Jenis dan ukuran font untuk isi tabel bisa disesuaikan menurut kebutuhan (Times New Roman atau Arial Narrow ukuran 8-11) dengan jarak spasi tunggal.) untuk penomoran gambar. c.ac. Jika Abstract dalam bahasa Inggris maka diikuti Keywords dalam bahasa Inggris. Judul tabel ditampilkan dibagian atas tabel. Tabel ditampilkan rata kiri halaman (bukan center). b. 10 Bandung – Indonesia jaka@stei. e. atau 250 kata dalam bahasa Indonesia. Ganeca No. grafik.com II.2. rata kiri. Cara Penulisan Abstrak dan Kata Kunci a. Grafik. foto. 10 Bandung – Indonesia 2editriono@gmail. Pencantuman sumber atau keterangan diletakkan dibawah ilustrasi. Ganeca No. rata kiri. dst) untuk penomoran judul tabel. ditempatkan di tengah (center).3. e.ac. 10 Bandung . ditulis menggunakan font Times New Roman ukuran 12. Foto atau Diagram’ dan ‘nomor’ ditulis tebal (bold). Gambar. School of Electrical Engineering and Informatics Jl.

Cara Penulisan Kutipan dan Daftar Pustaka a. Kluge. Nomor urut Daftar Pustaka ditulis dalam bentuk superscript. Jika nama penulis harus ditampilkan. Bandung: Remaja Rosdakarya. Penulisan kutipan ditunjukkan dengan membubuhkan angka (dalam format superscript) sesuai urutan. (Nomor yang ditulis sesuai dengan urutan dalam Daftar Pustaka). b. e. e. a. 2008. A Manual for Writers of Research Paper. Berikut adalah contoh cara penulisan Daftar Pustaka dari berbagai sumber yang berbeda.. d. Angka kutipan ditulis setelah tanda titik akhir kalimat tanpa spasi. tanpa tanda kurung satu atau kurung dua. maka angka kutipan langsung dibubuhkan setelah nama tersebut. Majalah ilmiah dengan Volume dan Nomor Kriswati. Theses. f. H.Gambar. Wisconsin German Land and Life. L. S. grafik.1 (Nomor yang ditulis sesuai dengan urutan dalam Daftar Pustaka). 11(1): 27-36. Bungert. R. and Dissertarions (7th ed). Chicago: University of Chicago Press. Buku (Satu Penulis) Hasan. 2006. Turabian..jpg warna hitam putih. D. 2008. kecuali jika warna menentukan arti. Nama Daerah Mamalia di Indonesia. f. dan tidak ditebalkan (bold). maka penulisannya sebagai berikut: Menurut Adisomarto1 . Madison University of Wisconsin. dan R.1 Cara Penulisan Kutipan di dalam Teks a. c. b. et al 2007. and H.. Urutan dalam daftar pustaka ditulis sesuai dengan nomor urut kutipan dalam naskah. Ostergen. 8.. Jakarta: LIPI. Standar Kompetensi Jabatan Fungsional Peneliti. foto atau diagram dalam format file . 2007. 8. E. Buku (Dua hingga Empat Penulis) Bambang. Riana.. Dalam naskah diberikan tanda supersript pada pustaka yang digunakan.Clifford. Tidak perlu memakai catatan kaki.. Widyariset. Jakarta: LIPI Press.L. c. 8. Evaluasi Kurikulum. contoh: .. Dkk. 2009. Jika menyebut nama. Buku (Lebih dari Empat Penulis) Maryanto. I. d. b. 83 . C. Jakarta: Rhineke Cipta. Deformasi Gunung Api Bromo pada Peningkatan Aktivis Vulkanik 2006-2007.. Buku yang Ditulis atas Nama Lembaga Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Bunga Rampai Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 f. K.. 2005.2 Cara Penulisan Daftar Pustaka. Teknik Menulis Karya Tulis Ilmiah.

Simposium.R.uk/secretariat/policiesandpublication/otherpolici es/properscientificicconnduct. Inflammatory Mecanism in the Lung. M. Pola Komunikasi Kepemimpinan Taufik Abdullah. S. j. 2010. Skripsi. Contoh Penulisan Daftar Pustaka 1 Rajangan. Dalam M. T. Pustaka berupa Dokumen Paten Sukawati. A. Kompas.I. Yang.php?storyd=1291. 2010. Tulisan Bersumber dari Internet (Terdapat Nama Penulis) Rustandy. Teeri.( http://www. 2008. Prosiding Tang.ID/0000114. Laporan Penelitian Sumaryanto. Nilai-Nilai Budaya di dalam Sastra Daerah yang Mendasari Sekuritas Sosial Tradisional Ethis Bugis. diakses 14 Januari 2007) n.. 9. i. 2007.2004. Kontroversi Dana Dapil. Teripang PERLU Dilindungi. Tesis dan Disertasi Wijana. l. P. et al. Journal of Inflamation Research. A. (Ed).kpk. Bogor : Kementerian Pertanian. 8 September: Pusat Penelitian Biologi LIPI.imperial. T. Makalah dalam Pertemuan Ilmiah. Kongres. Journal of Advances and Applications in Bioinformatics and Chemistry. 7 Juni:1. P.go. Atau Seminar yang Belum Diterbitkan Darsono.ac. Media Massa (Terdapat Nama Penulis) Abimanyu. Jakarta: LIPI Press. 2005. g.id/modules/news/article. k. Tesis. Bias Gender pada Bahasa Majalah Remaja. 2006. Paten Indonesia No. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada. Karkteristik Sosial Ekonomi Petani pada Berbagai Agroekosistem. Republika. H. 2 Moldoveanu. o. Lapoiran Penelitian.2007. Makalah dalam Lokakarya Usulan Jenis Satwa dan Tumbuhan yang Perlu Dilindungi di Indonesia. 25 November: 33. Prosiding Kongres Internasinal Bahasa-ahasa Daerah Sulawesi Selatan Tahun 2007: 219-232. 2008. Bogor. D. Pusat Analisis Ekonomi dan Kebijakan Pertanian. Makassar. Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 84 . M.B. B. Hisyam dkk. Tekan Korupsi Bangun Bangsa. Aversted. (http:://www. T. Landasan Putar Bebas Hambatan. 1: 51-69.Imron. h. Media Massa (Tanpa Nama Penulis) Kambing Hitam Kemiskinan. 2006. Tulisan Bersumber dari Internet (Tanpa Nama Penulis) Guidelines for Proper Scientifict Conduct in Research. diakses 25 Juni 2010) m. and L. 2: 1-11. T. Sejarah dan Dialog Peradaban: 81-92. Evolution of A Domain Conserved in Microtulube-Associated Protein of Eukaryotes. 222-25 Juli 2007: Pusat Bahasa Sulawesi Selatan. Fakultas Ilmu Budaya. 1995. 2009.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful