JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

Vol 1 No 1 Desember 2012

KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA RI BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA BALAI BESAR PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA MEDAN

JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
Vol 1 No 1 Desember 2012

KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA RI BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA BALAI BESAR PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA MEDAN

JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
Vol 1 No 1 Desember 2012

Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) adalah jurnal ilmiah, dengan visi menjadi media informasi dan komunikasi bagi pengembangan ilmu pengetahuan serta sebagai rekomendasi dalam penyusunan kebijakan pemerintah di bidang TIK

Pengarah Kepala Badan Litbang SDM Kementerian Kominfo Aizirman Djusan, M. Econ Penanggungjawab Kepala BBPPKI Medan Drs. Waladdin Siagian Ketua Dewan Redaksi Erisva Hakiki Purwaningsih, M.Kom Anggota Dewan Redaksi Dr. Gustianingsih, M. Hum Dr. Esther S.M. Nababan, M. Sc Jarudo Damanik, S.Kom Meilinia Diakonia Br. Ginting, S. Kom Ketua Redaksi Pelaksana Marudur Pandapotan Damanik, ST Anggota Redaksi Pelaksana Moh. Muttaqin, ST Maulia Jayantina Islami, S. Kom, MT Oktolina Simatupang, S. Sos Sekretaris Dewan Redaksi Vita Pusvita, ST Erwin Antonius Manurung, ST Peer Reviewer/Mitra Bestari Prof. Dr. Muhammad Zarlis, M. Sc Prof. Dr. Opim Salim Sitompul, M. Sc Dr. Poltak Sihombing, M.Kom Dr. Erna Budhiarti Nababan, MIT

Sekretariat Redaksi Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika Medan Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Komunikasi dan Informatika Jl. Tombak, No. 31 Medan, Sumatera Utara – Telp/Fax. (061) 6639817
2

Email: jtik.kominfo@gmail.com

PENGANTAR REDAKSI
Puji dan Syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa atas terbitnya Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika (BBPPKI) Medan untuk pertama kali, Volume I Nomor I Desember 2012. Sesuai rencana program BBPPKI Medan, Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi akan terbit dua (2) kali dalam setahun secara periodik dengan tujuan mempublikasikan ideide dan temuan para peneliti Komunikasi dan Informatika yang telah tertuang dalam bentuk tulisan sehingga mampu memberikan pencerahan, perspektif dan ekspektasi tentang pentingnya Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam membangun masyarakat informasi. Hasil-hasil penelitian tersebut diharapkan mampu memberikan pertimbangan dan solusi yang dibutuhkan oleh para stakeholder untuk mengambil keputusan dan pembuatan kebijakan. Oleh karena itu, kepada semua pihak, khususnya peneliti, akademisi, praktisi teknologi informasi dan komunikasi, diharapkan dapat berpartisipasi menyumbangkan ide dan pemikiran yang telah tertuang dalam bentuk tulisan ilmiah, terutama hasil penelitian bidang komunikasi dan informatika. Pada edisi perdana ini kami menerbitkan enam (6) tulisan, yaitu “Kompetensi Pengelola dalam Mengatasi Permasalahan Teknis pada Pusat Layanan Informasi Kecamatan”. Dalam tulisan ini, Marudur Pandapotan Damanik menjelaskan bahwa kompetensi teknis pengelola PLIK di bidang TIK masih dirasa belum cukup memadai dan masih perlu untuk ditingkatkan. Hal ini didasarkan pada unit kompetensi yang terdapat pada SKKNI bidang Computer Technical Support. Selanjutnya Vita Pusvita menulis tentang “Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan Pusat Layanan Internet Kecamatan di Kota Banda Aceh” dan menjelaskan bahwa Parameter QoS berupa throughput, delay, packet loss dan jitter tidak dapat dipisahkan antara yang satu dan lainnya dalam menentukan suatu kualitas layanan jaringan. Jika salah satu parameter termasuk dalam kategori kurang baik maka hal ini dapat menurunkan kualitas layanan jaringan secara keseluruhan. Wicaksono Febrianto menulis “Perancangan Knowledge Management System Berorientasi Proses Bisnis (Studi Kasus Balai Diklat Metrologi Kementerian Perdagangan)”. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara umum semua proses bisnis belum mengoptimalkan semua komponen yang terdapat dalam framework pemodelan knowledge process dari Strohmaier yang dimodifikasi menggunakan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara No.12 tahun 2011 mengenai Pedoman Penataaan Tatalaksana (business process). Jarudo Damanik menulis tentang “Kajian Implementasi Watchguard Firebox Seri 125e Sebagai Penyaring Konten pada Jaringan Kantor Pemerintah Kota Batam”. Penyaring konten yang dipakai di Kantor Pemerintah Kota Batam adalah firebox seri 125e yang memiliki keunggulan melakukan blok terhadap konten sebuah website secara menyeluruh. Pendeteksian virus, worm maupun gerakan yang mengarah pada tindakan berupa hack dapat berjalan secara maksimal melalui perangkat ini. Tasmil melakukan kajian Wireless Intrusion Detection System untuk mendeteksi serangan Denial of Service terhadap jaringan wireless. Dalam penerapan, metode WIDS menggunakan tools Snort-Wireless yang berjalan pada sistem
Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012

3

Paket serangan kemudian dideteksi sebagai sebuah serangan Denial of Service melalui hasil monitoring paket jaringan. Temuan penelitian menunjukkan kecepatan download PC client PLIK hanya setengah kecepatan download PC client warnet. Redaksi Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 4 . sementara kecepatan upload PLIK dan warnet tidak terpaut jauh. Muttaqin melakukan Pengujian yang menghasilkan nilai-nilai kecepatan berupa angka yang dikonversikan dalam satuan Mega bit per second (Mbps) dan telah dituangkan dalam tulisan “Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet PC Client Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) dengan Warnet di Kota Banda Aceh”. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan bagi pembaca sekalian. Moh. Salam. Sistem tersebut diuji dengan serangan Denial of Service menggunakan tools Engage Packet Builder.operasi Linux. Tasmil menjelaskan penelitiannya dalam tulisan “Perfomansi Wireless Intrusion Detection System (WIDS) Berbasis Snort untuk Mendeteksi Serangan Denial of Service”.

Muttaqin Pedoman Penulisan Naskah 3 4 5 11 25 37 51 59 67 81 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 5 .DAFTAR ISI Pengantar Redaksi Daftar Isi Lembar Abstrak Kompetensi Pengelola dalam Mengatasi Permasalahan Teknis pada Pusat Layanan Internet Kecamatan Marudur Pandapotan Damanik Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan Pusat Layanan Internet Kecamatan di Kota Banda Aceh Vita Pusvita Perancangan Knowledge Management System Berorientasi Proses Bisnis (Studi Kasus Balai Diklat Metrologi Kementerian Perdagangan) Wicaksono Febriantoro Kajian Implementasi Watchguard Firebox Seri 125e Sebagai Penyaring Konten pada Jaringan Kantor Pemerintah Kota Batam Jarudo Damanik Perfomansi Wireless Intrusion Detection System (WIDS) Berbasis Snort untuk Mendeteksi Serangan Denial of Service Tasmil Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet PC Client Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) dengan Warnet di Kota Banda Aceh Moh.

Likewise. The information was collected through field studies by performing in-depth interviews to PLIK managers in 9 locations and also the authorized officer in the department of transportation who responsible for handling telecommunication affairs. PLIK. Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) yang didirikan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika kurang mendapat perhatian Lembar Abstrak | Abstract Sheet 6 . Pengumpulan data dilakukan dengan cara mewawancarai para pengelola di 9 (sembilan) lokasi PLIK dan pihak Dinas Perhubungan. Temuan lainyang dirasa cukup signifikan adalah implementasi PLIK yang tidak sesuai yang diharapkan. The result shows that the technical knowledge and proficiency of the managers are still inadequate. dimana umumnya pengelola hanya mampu menggunakan komputer dan aplikasi secara umum. disamping melakukan observasi dan studi literatur. Lembaran abstrak ini boleh dikopi tanpa izin dan biaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatifdan dianalisis secara deskriptif. where they are only able to use computer in general and common applications.JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI Vol 1 No 1 Desember 2012 Kata kunci yang dicantumkan adalah istilah bebas. sedangkan dalam aspek troubleshooting dan penanganan permasalahan teknis masih sangat kurang. Damanik | BBPPKI Medan JTIK Vol 1 No 1 Desember 2012 KOMPETENSI PENGELOLA DALAM MENGATASI PERMASALAHAN TEKNIS PADA PUSAT LAYANAN INTERNET KECAMATAN Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana kompetensi pengelola Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) dalam mengatasi permasalahan teknis yang terjadi pada PLIK di Kabupaten Pontianak Provinsi Kalimantan Barat. Kata Kunci: Kompetensi. Another finding that quite significant is about the PLIK implementation that is not as expected. they are also considered lack of skills in dealing with technical issues. Technical issues Vita Pusvita | BBPPKI Medan JTIK Vol 1 No 1 Desember 2012 ANALISIS TEKNIS KUALITAS LAYANAN JARINGAN PUSAT LAYANAN INTERNET KECAMATAN DI KOTA BANDA ACEH Penelitian ini membahas mengenai analisis teknis kualitas layanan jaringan PLIK di Kota Banda Aceh. Telecenter. Human resource. SDM. and the illegal use of proprietary operating system. It uses qualitative approach and anayzed descriptively. Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pontianak. PLIK. Hasil penelitian menemukan bahwa kompetensi teknis pengelola PLIK terasa kurang memadai. because there are 4 PLIKs that cannot be utilized. Keywords: Competence. This study also perform some observations and literature review. West Kalimantan. Telecenter. dimana terdapat 4 (empat) lokasi PLIK yang terbengkalai dan penggunaan sistem operasi non open source pada perangkat komputer. Permasalahan teknis MANAGEMENT’S COMPETENCIES OVERCOMING TECHNICAL ISSUES SUBDISTRICT INTERNET CENTER IN ON This study aimed to describe how management’s competencies play role in overcoming technical issues on the subdistrict internet center (PLIK) in Pontianak District. Marudur P.

there are only 3 of 11 PLIK that are well operated. Hasil perancangan knowledge process yang telah dilengkapi menghasilkan 53 tahapan proses (ada tambahan 19 tahapan proses baru). Hasil pengukuran berupa angka-angka yang menggambarkan kualitas layanan jaringan. while in PLIK Lheung Bata. Berkaitan dengan hal ini Banda Aceh diakui menjadi salah satu kota di Indonesia yang terdepan dalam mengadopsi perkembangan teknologi dan informasi. Berdasarkan hasil pengukuran. and Lheung Bata. so that many of them are neglected. khususnya internet. PLIK Syiah Kuala dan Baiturrahman memenuhi semua standar parameter QoS. Quality of Service. Kualitas Layanan. 7 proses bisnis belum lengkap teridentifikasi knowledge processnya. Keywords: Sub-District Internet Service Center. delay dan packet loss dengan menggunakan Wireshark. Based on the measurement. Hasil analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa secara umum semua proses bisnis belum mengoptimalkan semua komponen dari knowledge creation sampai dengan knowledge application.masyarakat sehingga banyak yang terbengkalai. Syah Kuala. hanya ada 3 PLIK yang beroperasi yaitu PLIK Baiturrahman. Selain itu dihasilkan juga rancangan arsitektur KMS dan Information Technology (IT Tools) sebagai knowledge infrastructure pendukungnya. Banda Aceh is expected to adopt PLIK well. Di dalam penelitian ini dilakukan pengukuran terhadap parameter-parameter QoS berupa throughput. The QoS parameters consists of throughput. Therefore. rusak dan berubah menjadi warnet komersial. jitter. Proses baru ini sebagian besar ada pada knowledge transfer dan knowledge application yang telah terdefinisi. IT Tools yang ada diharapkan dapat mendukung 2 strategi knowledge process yaitu strategi kodifikasi (mengelola pengetahuan yang terdokumentasi) dengan alternatif teknologi pendukung Document/Content Management 7 . delay and packet loss by using Wireshark is measured in this research. In Banda Aceh. Banda Aceh TECHNICAL ANALYSIS OF SERVICE NETWORK QUALITY IN SUB-DISTRICT INTERNET SERVICE CENTER IN BANDA ACEH This research is about technical analysis of network service quality in SubDistrict Internet Service Center in Banda Aceh. dan Lheung Bata. Banda Aceh Wicaksono Febriantoro | Balai Diklat Metrologi JTIK Vol 1 No 1 Desember 2012 PERANCANGAN KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM BERORIENTASI PROSES BISNIS (Studi Kasus Balai Diklat Kementerian Perdagangan) Metrologi Dalam penelitian ini dirancang Knowledge Management System (KMS) berorientasi proses bisnis di dalam lembaga diklat pemerintahan menggunakan tools dan metode pemodelan knowledge process dan perancangan knowledge infrastructure dari Strohmaier. Salah satu faktor yang mempengaruhi minat masyarakat secara teknis adalah kualitas layanan jaringan yang disediakan. Technically. particularly the internet. they are PLIKBaiturrahman. Sub-District Internet Service Center that is built by Ministry of Communication and Information Technology is getting less public attention. damaged and turned into a commercial internet cafe. Banda Aceh is recognized as one of the cities in Indonesia at the fore front of adopting information and technology developments. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Banda Aceh diharapkan dapat mengadopsi PLIK dengan baik. Proses bisnis yang menjadi studi kasus pada penelitian ini yaitu proses bisnis Widya Iswara (WI) di Balai Diklat Metrologi Kementerian Perdagangan. Oleh karena itu. Di Kota Banda Aceh. the measurement of packet loss has not met the ITU standard yet and the other parameters have met it. jitter. Syiah Kuala. Identifikasi dan Analisis awal menunjukkan dari 10 proses bisnis yang dianalisis. dari 11 PLIK. hasil pengukuran packet loss belum memenuhi standar ITU dan parameter QoS lainnya sudah memenuhi standar. Kata Kunci: PLIK. PLIK Baiturrahman and Syiah Kuala have met all the standards of QoS parameters. In this regard. sedangkan pada PLIK Lheung Bata. one of the factors that affect the public interest is Quality of service (QoS) that is provided. Result of Lembar Abstrak | Abstract Sheet measurement are numbers that describe Quality of Service. This research uses descriptive method with quantitative approach.

worms and the movement that led to the action of a hack to run the maximum through this device. In addition. Kata Kunci: Penyaring konten. KMS architecture and IT tools as supporting knowledge infrastructure designs are defined. Kajian ini diharapkan menjadi masukan Pemerintah Kota Batam untuk menentukan penggunaan konten filtering yang efektif. The results of the completed knowledge process design showed that there are 53 stages of the process (there are new additional 19 stages of the process). Search Engine/Information Retrieval System dan Expert Locator serta strategi personalisasi (mengelola tacit knowledge) dengan alternatif teknologi pendukung Working Group/Community of Practice Tool. The new processes are largely on the knowledge transfer and knowledge application that have been defined. Detection of viruses. BUSINESS PROCESS ORIENTED KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM DESIGN (Case Study of Metrology Training Centre. Knowledge Process. In this researh we apply qualitative method to see Lembar Abstrak | Abstract Sheet . Pendeteksian virus. Knowledge Infrastructure. Knowledge Process. Knowledge Management system. Kata Kunci: Proses Bisnis. firebox 125e series. Lecturer (WI) business process is the main case study for this research. search engine / information retrieval system. The content filter used is firebox 125e series which has the adventage to block all of website content. The preliminary identification and analysis showed that 7 of 10 business processes have not been fully identified in terms of their knowledge processes. Penyaring konten yang dipakai adalah firebox seri 125e yang memiliki keunggulan melakukan blok terhadap konten sebuah website secara menyeluruh. sehingga proses penyeleksian konten dapat dilakukan secara relevan. Jarudo Damanik | BBPPKI Medan JTIK Vol 1 No 1 Desember 2012 KAJIAN IMPLEMENTASI WATCHGUARD FIREBOX SERI 125e SEBAGAI PENYARING KONTEN PADA JARINGAN KANTOR PEMERINTAH KOTA BATAM Kajian implementasi sistem penyaring konten telah dilakukan di Kantor Pemerintah Kota Batam. Knowledge Infrastructure. Disarankan untuk menciptakan sebuah perangkat yang mampu mendeteksi sebuah konten page per page. karena tidak semua konten yang terdapat pada sebuah situs tersebut negatif. Ministry of Trade Republic of Indonesia) The aim of this study is to desig a business proces-oriented Knowledge Management System (KMS) in government training institutions using the tools and knowledge modeling methods and knowledge infrastructure process design of Strohmaier. all business processes have not been optimized yet to fulfill all the components of knowledge creation to knowledge application. blocking all content on the website raises a problem because not all of the website content is negative. Knowledge Management 8 System. The further analysis showed that in general. worm maupun gerakan yang mengarah pada tindakan berupa hack dapat berjalan secara maksimal melalui perangkat ini. However. Penelitian ini menggunakan metoda kualitatif untuk melihat sejauh mana penggunaan konten filtering dilakukan di Kantor Pemerintahan Kota Batam. expert locator and the personalization strategy (to manage the tacit knowledge) with the supporting IT Tools such as working/community of practice tool. pendeteksian A STUDY ON THE IMPLEMENTATION OF WATCHGUARD FIREBOX 125e SERIES AS A CONTENT FILTER IN BATAM LOCAL GOVERNMENT’S NETWORK A study on the implementation of the content filtering system has been done in Batam local government’s network. Namun pemblokiran seluruh konten yang terdapat pada sebuah website memunculkan permasalahan. Keywords: Business Processes.berupa Wiki dan Blog. virtual work space application dan discussion group based application. The IT tools are expected to support two knowledge process strategies : the codification strategy (to manage the documented knowledge) with the supporting IT Tools such as document / content management system in the form of wiki and blog. virtual work space application dan discussion group based application.

It is recomended to create a capable device to detect page per page. Kata Kunci: Pusat Layanan Internet Kecamatan. Dalam penerapan metode WIDS menggunakan tools Snort-Wireless yang berjalan pada sistem operasi Linux. Muttaqin | BBPPKI Medan JTIK Vol 1 No 1 Desember 2012 ANALISIS PERBANDINGAN KECEPATAN KONEKSI INTERNET PC CLIENT PUSAT LAYANAN INTERNET KECAMATAN (PLIK) DENGAN WARNET DI KOTA BANDA ACEH Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) merupakan program pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam upaya pemerataan informasi dan memasyarakatkan internet sehat. metode Wireles Intrusion Detection System mampu mendeteksi serangan Denial of Service dengan performasi 54%. Tren perubahan kecepatan koneksi internet pada PLIK terus menurun seiring perjalanan waktu pagi ke sore. From the study. Packet attack was then detected as a denial of service attacks through the monitoring network packets. Pengujian ini menghasilkan nilai-nilai kecepatan berupa angka yang dikonversikan dalam satuan Mega bit per second (Mbps). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif melalui pengujian kecepatan koneksi menggunakan alat uji kecepatan online. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbandingan kecepatan koneksi PC client PLIK dengan warnet. WIDS. detection the Denial of Service attacks by 54 %. It is argued that the method might be suitable for a solution of wireless network security. This study is expected to provide input Batam Local Government to determine effective content filtering. kecepatan koneksi internet COMPARATIVE ANALYSIS OF PC CLIENT INTERNET CONNECTION SPEED BETWEEN SUB DISTRICT INTERNET ACCESS (PLIK) AND INTERNET CAFE IN BANDA ACEH Sub-District Internet Access (PLIK) is the governmental program conducted by Ministery of Information and Communication Technology (MICT) in order to evenly 9 Tasmil | BBPPKI Makassar JTIK Vol 1 No 1 Desember 2012 PERFOMANSI WIRELESS INTRUSION DETECTION SYSTEM (WIDS) BERBASIS SNORT UNTUK MENDETEKSI SERANGAN DENIAL OF SERVICE Telah dilakukan kajian Wireless Intrusion Detection System untuk mendeteksi serangan Denial of Service terhadap jaringan wireless. firebox 125 e series. Keywords: Wireless Network. The implementation of this method have been performed using snort-wireless tools. Denial of Service Moh. so the selection process can be carried out relevant content. Denial of Service PERFORMANCE OF WIRELESS INTRUSION DETECTION SYSTEM BASED SNORT FOR DETECTING DENIAL OF SERVICE ATTACKS Performance of Wireless Intrusion Detection System to detect Denial of Service against wireless network has been studied. WIDS. warnet. Metode tersebut dapat menjadi solusi keamanan jaringan nirkabel dari serangan yang setiap saat dapat mengancam. keberlangsungan program PLIK banyak menghadapi kendala. Kata kunci: Jaringan nirkabel. Keywords: Content filtering. terutama kalah populer dibandingkan dengan warnet yang memiliki segmentasi konsumen yang sama. it has been obtained that the Wireless Intrusion Detection System were succeded in detecting Lembar Abstrak | Abstract Sheet . sementara kecepatan upload PLIK dan warnet tidak terpaut jauh. Kenyataannya. sedangkan tren perubahan kecepatan pada warnet hanya kembali meningkat di waktu sore setelah menurun di waktu siang. PC client. Hasil penelitian yang telah dilakukan. Sistem tersebut diuji dengan serangan Denial of Service menggunakan tools Engage Packet Builder. The system was tested with Denial of Service attacks using tools Engage Packet Builder. Paket serangan kemudian dideteksi sebagai sebuah serangan Denial of Service melalui hasil monitoring paket jaringan.how far content filtering has been used in Batam Local Government’s Network. Temuan penelitian menunjukkan kecepatan download PC client PLIK hanya setengah kecepatan download PC client warnet.

This test shows the connection speed in numeric in Mega bit per second (Mbps). the implementation of PLIK faced many problems.The research found that the PLIK’s download speed is only a half of internet cafe’s. using descriptive method and quantitative approach by testing the connection speed utilizing online tester. internet cafe. This research aimed to analyze the comparison of PC client connection speed between PLIK and internet cafe. Keywords: Sub District Internet Access. especially it is less popular compared to internet cafe that has similar consumer segmentation. internet connection speed 10 Lembar Abstrak | Abstract Sheet . after decreased at noon. while comparison of the upload speed is not significantly different. In fact. The speed changes trend in PLIK’s internet connection speed is decreased steadily from morning to afternoon. PC client. while internet cafe’s is increased in the afternoon.distribute information and socializing safe internet usage.

Permasalahan teknis ABSTRACT This study aimed to describe how management’s competencies play role in overcoming technical issues on the subdistrict internet center (PLIK) in Pontianak District. Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pontianak.id ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana kompetensi pengelola Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) dalam mengatasi permasalahan teknis yang terjadi pada PLIK di Kabupaten Pontianak Provinsi Kalimantan Barat. disamping melakukan observasi dan studi literatur. 31 Medan marudur. Human resource. Hasil penelitian menemukan bahwa kompetensi teknis pengelola PLIK terasa kurang memadai. and the illegal use of proprietary operating system. where they are only able to use computer in general and common applications. Telecenter.d@kominfo. Keywords: Competence. The result shows that the technical knowledge and proficiency of the managers are still inadequate. | Marudur Pandapotan Damanik 11 . dimana umumnya pengelola hanya mampu menggunakan komputer dan aplikasi secara umum. This study also perform some observations and literature review. they are also considered lack of skills in dealing with technical issues. sedangkan dalam aspek troubleshooting dan penanganan permasalahan teknis masih sangat kurang. Pengumpulan data dilakukan dengan cara mewawancarai para pengelola di 9 (sembilan) lokasi PLIK dan pihak Dinas Perhubungan. dimana terdapat 4 (empat) lokasi PLIK yang terbengkalai dan penggunaan sistem operasi non open source pada perangkat komputer.JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI Vol 1 No 1 Desember 2012 KOMPETENSI PENGELOLA DALAM MENGATASI PERMASALAHAN TEKNIS PADA PUSAT LAYANAN INTERNET KECAMATAN MANAGEMENT’S COMPETENCIES IN OVERCOMING TECHNICAL ISSUES ON SUBDISTRICT INTERNET CENTER Marudur P. PLIK. Telecenter. The information was collected through field studies by performing in-depth interviews to PLIK managers in 9 locations and also the authorized officer in the department of transportation who responsible for handling telecommunication affairs. because there are 4 PLIKs that cannot be utilized. PLIK. Technical issues Kompetensi Pengelola Dalam Mengatasi. Temuan lainyang dirasa cukup signifikan adalah implementasi PLIK yang tidak sesuai yang diharapkan.p. Kata kunci: Kompetensi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatifdan dianalisis secara deskriptif. It uses qualitative approach and anayzed descriptively. Another finding that quite significant is about the PLIK implementation that is not as expected.. SDM.. Likewise. West Kalimantan. Tombak No.go. Damanik Kementerian Komunikasi dan Informatika Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika Medan Jl.

Maka untuk mengatasinya para pemimpin negara-negara di dunia sepakat untuk membuat target bahwa pada tahun 2015 seluruh desa di setiap negara sudah terhubung dengan TIK. Perubahan ini juga didorong oleh kemajuan teknologi yang ditandai dengan munculnya beragam produk teknologi komunikasi seperti televisi. Perangkat serta metode komunikasi ini membuat arus informasi sedemikian cepat hingga membuat jarak tidak lagi membatasi dalam melakukan transfer informasi.Kompetensi Pengelola Dalam Mengatasi. komputer. dimana pada pasal 16 ayat (1) disebutkan bahwa “Setiap jaringan telekomunikasi dan atau penyelenggara jasa telekomunikasi wajib memberikan kontribusi dalam pelayanan universal. serta memastikan bahwa lebih dari setengah penduduk dunia sudah mendapatkan akses kepada teknologi informasi dan komunikasi. | Marudur Pandapotan Damanik PENDAHULUAN Saat ini masyarakat dunia bergerak dan berevolusi menuju ke sebuah tatanan baru yang dikenal sebagai era informasi atau masyarakat informasi. Sebuah masyarakat informasi digambarkan sebagai sebuah bangsa dimana mayoritas tenaga kerjanya terdiri dari pekerja informasi. dan informasi merupakan unsur yang paling penting..1 Masyarakat informasi tidak lagi menjadikan informasi hanya sebagai sesuatu yang biasa. mailing list. namun sebagai komoditi atau sesuatu yang berharga hingga dapat dijual kepada pengguna informasi. Dalam mendukung komitmen WSIS. 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi. Sebuah masyarakat informasi terbentuk oleh semakin baiknya dunia pendidikan dalam menciptakan tenaga-tenaga profesional. Program ini dilaksanakan sesuai amanat UndangUndang No. bahkan teknologi internet yang melahirkan metode-metode komunikasi baru seperti e-mail. Pada tahun 2003 yang kemudian dilanjutkan pada tahun 2005 para pemimpin dunia melakukan pertemuan guna membahas isu-isu yang berhubungan dengan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) serta pengaruhnya 12 terhadap kehidupan masyarakat di dunia. Sebuah konferensi tingkat tinggi bernamaWorld Summit on the Information Society (WSIS) yang diprakarsai oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) bersama dengan International Telecommunication Union (ITU) menekankan bahwa betapa pentingnya peranan TIK sebagai pilar utama menuju masyarakat informasi. Pemerintah Republik Indonesia dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memiliki sebuah program yang dinamakan Kewajiban Pelayanan Umum (Universal Service Obligation/USO) di bidang telekomunikasi. serta komunitas maya..” Program USO Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Di sisi lain juga disepakati bahwa telah terjadi kesenjangan digital di antara negaranegara maju dan negara-negara berkembang. telepon genggam.

dan hingga 2004 telah terbangun akses di 5. namun pada pelaksanaanya di lapangan PLIK terasa kurang termanfaatkan. di tahun 2009 program USO dilanjutkan dengan membangun Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) dengan menyediakan 1 unit server dan 5 unit personal computer (PC) client serta akses internet melalui koneksi satelit. | Marudur Pandapotan Damanik ini memiliki agenda untuk memperluas akses informasi dan komunikasi hingga wilayah perdesaan. bahkan salah satu PLIK di Pontianak tidak beroperasi sejak awal pemasangan. Program ini bertujuan untuk membuka akses internet ke seluruh wilayah kecamatan khususnya wilayah pelosok di Indonesia. Sesungguhnya program PLIK merupakan langkah nyata pemerintah dalam mengatasi kesenjangan digital di Indonesia. Namun hal ini tentu memberatkan mengingat banyaknya jumlah PLIK yang dibangun. Dengan memiliki pengelola PLIK yang berkompeten dalam mengoperasikan serta melakukan perawatan perangkat. serta membiasakan diri dalam menggunakan komputer dan internet.Untuk mencapai tujuan tersebut. diharapkan kerusakan dan masalah yang terjadi di PLIK dapat diselesaikan dengan cepat dan tidak berlarut-larut. perdagangan. yaitu pertama. Solusi terbaik adalah dengan memiliki pengelola PLIK dalam bidang TIK sehingga dapat memberikan pertolongan pertama ketika perangkat mengalami masalah.. Dari uraian di atas maka penelitian ini bertujuan untuk menjawab permasalahan yang dikerucutkan menjadi 2 (dua) poin. Berbagai kendala dan permasalahan timbul dalam implementasinya. Bagi anak-anak PLIK juga bermanfaat sebagai media dalam mencari ilmu pengetahuan. Di beberapa lokasi terdapat kerusakan perangkat yang hingga saat ini belum diperbaiki. dan berbagai informasi lain yang dibutuhkan. sejak tahun 2003 program USO telah membuka akses telepon umum untuk tiap desa di Indonesia. untuk menggambarkan kompetensi 13 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 .354 desa.. Sebagai tindak lanjut dari penyediaan akses telepon umum di perdesaan.2 Hal ini bertujuan untuk dapat memetakan permasalahan-permasalahan yang terjadi hingga dapat dicarikan solusi secara tepat. Keberadaan PLIK dapat dipandang sebagai sebuah terobosan baru dalam memperluas akses informasi dan komunikasi bagi masyarakat. Sebuah penelitian mencoba merumuskan strategi implementasinya. sehingga sangat membebani baik dalam hal waktu maupun biayanya.Kompetensi Pengelola Dalam Mengatasi. dimana salah satu poinnya adalah dengan melakukan evaluasi secara langsung ke lokasilokasi PLIK berada. Dengan adanya PLIK masyarakat khususnya di perdesaan dapat dengan mudah mendapatkan informasi pertanian.

4 Kompetensi menunjukkan keterampilan atau pengetahuan yang dicirikan oleh profesionalisme dalam 14 bidang tertentu sebagai sesuatu yang terpenting. Sedangkan keterampilan merupakan kemampuan seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas tertentu.Motif adalah hal-hal yang menstimulasi tindakan seseorang. untuk menjelaskan kompetensi apa yang dibutuhkan pengelola dalam mengatasi permasalahan teknis di PLIK. pembelajaran perusahaan. sifat. serta diharapkan dapat memberikan kontribusi dan masukan bagi pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika maupun Pemerintah Daerah setempat khususnya dalam menyelesaikan permasalahanpermasalahan di Pusat Layanan Internet Kecamatan. dan yang kedua. Sifat merupakan ciri fisik dan reaksireaksi yang bersifat tetap terhadap situasi atau ketika menerima informasi. dan keterampilan. Kompetensi Satu hal yang menjadi kunci dalam mengimplementasikan pengelolaan sumber daya manusia (SDM) yang efektif adalah dengan peningkatan dan pengembangan kompetensi SDM pada setiap tugas dan pekerjaan. nilai atau gambaran diri yang dimiliki seseorang. rekrutmen dan seleksi. Dalam model kompetensi gunung es terdapat karakteristik kompetensi yang tampak dan yang tersembunyi. manajemen karier. sebagai unggulan di bidang tersebut. Motif juga berperan dalam mendorong.Kompetensi Pengelola Dalam Mengatasi. pengetahuan. mengarahkan dan memilih untuk melakukan suatu tindakan terentu. Karakteristik kompetensi tersebut diwujudkan dalam model kompetensi gunung es dan model kompetensi inti dan permukaan. Hal ini dikarenakan kompetensi individu biasanya sangat terkait dengan tugas dan kinerja organisasi. konsep diri. pembentukan dan pengembangan organisasi dan budaya perusahaan. Aspek keterampilan dan pengetahuan termasuk dalam karakteristik kompetensi yang tampak dan berada di permukaan..5 Kompetensi juga dapat dipandang sebagaikarakteristik dasar seseorang yang dapat menghasilkan kinerja yang efektif dan memuaskan dalam sebuah situasi atau pekerjaan. karena pada kenyataannya karakteristik kompetensi ini Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 .. Konsep diri merupakan sikap. serta sistem imbal jasa.3 Kompetensi dalam sebuah organisasi atau perusahaan bertujuan untuk pembentukan dan evaluasi pekerjaan. dimana peningkatan kompetensi individu akan diikuti dengan peningkatan kualitas kerja dan kinerja organisasi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi gambaran dari implementasi PLIK yang telah berjalan.6 Di sini Spencer dan Spencer mengidentifikasi 5 (lima) jenis karakteristik kompetensi yang terdiri dari motif. | Marudur Pandapotan Damanik pengelola PLIK. Pengetahuan adalah informasi yang dimiliki seseorang pada suatu bidang yang spesifik.

3 Konsep Internet Publik Dalam banyak penelitian mengungkapkan. Sedangkan aspek motif. dimana terdapat suatu wilayah yang sangat kaya akan informasi.. 1993 Gambar 1. lokasi. Secara umum terdapat 3 (tiga) bentuk implementasi dari internet publik. Dengan kata lain. 15 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Untuk mengatasi hal tersebut.8 Namun demikian hal ini juga sangat memungkinkan terjadinya ketimpangan informasi yang disebabkan oleh tidak meratanya akses kepada teknologi informasi. dan berujung pada terjadinya suatu kesenjangan digital (digital divide). sedangkan karakteristik kompetensi yang tersembunyi yaitu motif. namun merupakan unsur penting yang membedakan antara orang yang berkinerja lebih unggul dibandingkan dengan orang lain.. Hal ini bertujuan agar masyarakat yang tidak memiliki akses internet pribadi tetap dapat menikmati layanan TIK terutama sambungan internet.10 Ketiga bentuk internet publik ini dibedakan berdasarkan kepemilikan. serta fasilitas-fasilitas yang tersedia di dalamnya. | Marudur Pandapotan Damanik hanyalah sesuatu yang mudah dipelajari dan dikembangkan. dan konsep diri merupakan karakteristik kompetensi yang sifatnya tersembunyi. kemudahan dalam mengakses dan memperoleh informasi cukup berpotensi dalam mengubah tatanan ekonomi dan sosial dalam sebuah masyarakat. sifat. internet café. dan internet access point. karakteristik kompetensi yang tampak seperti pengetahuan dan keterampilan dapat dikatakan sebagai kompetensi teknis yang pada dasarnya diperlukan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Perbedaan yang sangat kontras terlihat mulai dari perkembangan infrastruktur telekomunikasi yang umumnya terkonsetrasi pada wilayah perkotaan ataupun ibukota suatu daerah9. yaitu telecenter.7 Sumber: Spencer and Spencer. Model kompetensi gunung es dan model kompetensi inti dan permukaan.Kompetensi Pengelola Dalam Mengatasi. terdapat suatu konsep yang diyakini dapat menjembatani dan mempersempit kesenjangan digital yaitu dengan membangun suatu ruang publik yang menyediakan akses internet dan layanan TIK kepada masyarakat umum khususnya di wilayah yang kekurangan akses dan infrastruktur TIK. sifat dan konsep diri merupakan kompetensi sikap yang terkait dengan kualitas hasil dari suatu pekerjaan. namun di lain hal terdapat wilayah yang sangat minim akan informasi. yang berimbas pada tidak meratanya pembangunan sarana komunikasi dan informasi. pembiayaan.

Konsep PLIK di sini sesungguhnya bukanlah seperti warung internet (warnet) pada 16 umumnya.Aplikasi portal tidak hanya sebagai pintu masuk menuju suatu aplikasi ataupun konten yang dikehendaki oleh pengguna. | Marudur Pandapotan Damanik Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) Dalam mengatasi kesenjangan digital yang terjadi dan menjalankan hasil komitmen WSIS untuk menghubungkan semua desa dengan TIK pada tahun 2015. Pengumpulan data dilaksanakan pada bulan Maret 2012. dan sumber data atau informan dalam penelitian ini adalah para pengelola PLIK di Kabupaten Pontianak. yang mana salah satu bagiannya menangani bidang telekomunikasi. Program penyediaan jasa akses internet wilayah kecamatan KPU/USO dilaksanakan dengan membangunkios internet publik yang dinamakan Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK). dan dilakukan dengan tiga cara. dan lain sebagainya.selenggaranya layanan internet dan penyebaran informasi lainnya di daerah-daerah non komersial. Salah satu bentuk program USO Kementerian Komunikasi dan Informatika adalah penyediaan jasa akses internet pada Wilayah Pelayanan Universal Telekomunikasi (WPUT)internet kecamatan yang terbagi dalam 11 (sebelas) area. Terdapat aplikasi portal yang menjadi tampilan awal setelah pengguna melakukan proses login melalui aplikasi.748 Satuan Sambungan Langsung (SSL) yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia (kecuali DKI Jakarta) sehingga memungkinkan ter. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. konten. Pertama. karena aplikasi portal menampilkan semua aplikasi dan layanan yang dapat diakses/ digunakan oleh pengguna seperti aplikasi perkantoran (office). namun juga merupakan single point of view bagi pengguna. Sarana ini ditargetkan akan dibangun pada setiap ibukota kecamatan yang berjumlah 5.Wawancara juga dilakukan kepada pihak Dinas Perhubungan.Kompetensi Pengelola Dalam Mengatasi.KOMINFO/10/2008. Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pontianak. Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pontianak dan Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia telah melakukan sejumlah kebijakan antara lain melaksanakan program Kewajiban Pelayanan Universal/KPU (Universal Service Obligation/USO) seperti yang tertuang pada Peraturan Menteri Kominfo Nomor 32/PER/M.. dengan melakukan wawancara mendalam kepada para pengelola PLIK di Kabupaten Pontianak yang bertindak sebagai informan kunci. Lokasi penelitian mengambil tempat di Kabupaten Pontianak Provinsi Kalimantan Barat. pihak Dinas Perhubungan.. serta Pemerintah Kecamatan setempat.

namun diperkirakan penyebabnya adalah kondisi listrik yang tidak stabil.Yang ketiga adalah dengan melakukan studi literatur melalui buku-buku dan penelitian-penelitian terdahulu. Sistem operasi yang digunakan secara resmi untuk program PLIK adalah sistem operasi Linux yang berbasis open source. Secara fisik. literatur dan foto. tingkat autensitasnya dan melakukan triangulasi sumber data. selektif. Data tersebut kemudian diklasifikasikan ke dalam kategori-kategori tertentu yang disesuaikan dengan permasalahan dan tujuan penelitian. observasi. Terakhir adalah dengan menyajikan data dengan merangkai dan menyusun informasi dalam bentuk satu kesatuan. 17 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . kondisi perangkat keras serta instalasi PLIK umumnya masih dalam keadaan baik mengingat umur perangkat yang tergolong masih baru.. Kemudian yang cukup menjadi perhatian adalah penggunaan perangkat lunak termasuk sistem operasi. Kedua.. UPS (Uninteraptible Power Supply) adalah perangkat yang berfungsi sebagai backup catu daya. Perangkat ini diperlukan untuk menjaga komputer server billing dari putusnya aliran listrik PLN secara tiba-tiba yang dapat mengakibatkan hilangnya data pemakaian pengunjung dan juga kerusakan pada sistem operasi dan perangkat lunak. maupun dokumentasi yang bersumber dari buku. Berdasarkan Tabel 1. satusatunya perangkat yang kualitasnya patut dipertanyakan adalah UPS. Hasil pengamatan langsung terhadap PLIK di Kabupaten Pontianak menemukan beberapa hal yang perlu dicermati. Analisis data kualitatif dimulai dari analisis berbagai data yang diperoleh dari lapangan. | Marudur Pandapotan Damanik Pemerintah Kecamatan setempat untuk mendapat informasi tambahan. Penyebab kerusakan UPS memang belum diketahui secara pasti karena perlu pemeriksaan oleh teknisi. serta mencatat temuan-temuan yang relevan. Adapun kerusakan komputer seperti yang terjadi di Kecamatan Siantan disebabkan bukan karena kualitas perangkat yang kurang baik. Kabupaten Pontianak mendapat 9 (sembilan) set perangkat PLIK yang masing-masing disebar ke 9 (sembilan) kecamatan. serta dapat dipahami. Pengklasifikasian atau pengkategorian ini harus mempertimbangkan kesahihan dan kevalidan data dengan memperhatikan kompetensi subjek penelitian. baik dengan cara wawancara. HASIL DAN PEMBAHASAN Kondisi Umum dan Permasalahan pada PLIK di Kabupaten Pontianak Berdasarkan data yang diperoleh. mengingat perangkat ini mengalami kerusakan di hampir semua lokasi PLIK. melainkan karena faktor eksternal yaitu karena kebanjiran.Kompetensi Pengelola Dalam Mengatasi. dengan melakukan observasi terhadap kondisi PLIK di masingmasing kecamatan untuk mengamati secara cermat.

Kebanyakan PLIK yang berada di Kabupaten Pontianak telah dirubah ke sistem operasi komersial (Windows OS) bajakan. Mon. Sama sekali belum pernah beroperasi Sama sekali belum pernah beroperasi Anjongan Ya Ya Linux UPS. Penggunaan perangkat lunak bajakan tentunya sudah menyalahi tujuan PLIK itu sendiri dalam mensosialisasikan penggunaan perangkat lunak open source. Namun secara umum dapat diketahui bahwa penggantian sistem operasi lebih dikarenakan tidak familiarnya para pengelola dan pengguna PLIK dalam menggunakan sistem operasi Linux. Switch CPU UPS. Switch Penggunaan sistem operasi Linux dalam program PLIK bertujuan untuk mensosialisasikan penggunaan open source software (OSS) di masyarakat. Printer. Sama sekali belum pernah beroperasi Menggunakan lintasarta ISP non KETERANGAN Kerusakan 2 unit CPU. Kondisi PLIK di Kab. Printer UPS. Terhenti karena voucher tidak terkirim Perangkat hilang. | Marudur Pandapotan Damanik Tabel 1. Switch UPS.. Pontianak (Maret 2012) KECAMATAN Siantan Segedong Mempawah Hilir Mempawah Timur Sungai Kunyit Sungai Pinyuh Toho Sadaniang AKTIF Ya Tidak Tidak Ya Tidak Ya Ya Tidak VOUCHER Ya Tidak Tidak Ya Tidak Tidak Ya Tidak OS WinXP WinXP WinXP WinXP WinXP Linux KERUSAKAN PERANGKAT CPU. penggunaan perangkat lunak open source terasa kurang familiar di kalangan masyarakat terlebih bagi yang masih awam dengan komputer dan internet. Namun di lain hal. Printer. UPS. Printer.. Di samping itu penggunaan sistem operasi Linux bertujuan untuk menekan penggunaan sistem operasi bajakan/illegal. Printer UPS. Oleh karena itu penggunaan OSS dalam PLIK mestinya didahului dengan Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Beberapa alasan yang dikemukakan para pengelola terkait penggantian sistem operasi PC client menjadi Windows ilegal umumnya karena penggunaan Linux yang dinilai cukup merepotkan. Server (overheat). Penggunaan sistem operasi berbasis open source seperti Linux dalam program PLIK sesungguhnya adalah langkah yang sangat tepat dalam memperkenalkan masyarakat akan OSS.Kompetensi Pengelola Dalam Mengatasi. disamping alasan teknis lainnya seperti gagalnya 18 proses log-in akibat password yang tidak sesuai. Modem Sempat beroperasi 2 bulan. Disamping itu penggunaannya juga mendidik masyarakat untuk tidak menggunakan perangkat lunak bajakan karena tentunya bertentangan dengan hukum. Switch Printer. Namun hal yang ditemukan justru sebaliknya.

baik itu perangkat komputer ataupun perangkat pendukung jaringan. Di samping itu sistem voucher dibuat agar provider dapat mendata seberapa banyak penggunaan sambungan internet oleh pengunjung. pengunjung tidak akan dapat menggunakan layanan internet di PLIK. Mengingat waktu pemasangan yang berlangsung sekitar bulan Agustus 2010. Dari uraian di atas. pengiriman voucher internet oleh ISP dilakukan secara elektronik menggunakan nomor identitas jaringan. Demikian juga jika voucher internet pada server PLIK sudah habis. pengiriman voucher internet merupakan masalah yang utama. namun lebih pada aspek kebijakan dimana hal tersebut tidak terkait pada kompetensi pengelola..5 tahun perangkat PLIK terbengkalai dan tidak termanfaatkan..Kompetensi Pengelola Dalam Mengatasi. Oleh karena itu diperkirakan masalah dalam pengiriman voucher internet di beberapa lokasi PLIK terjadi disebabkan adanya kekeliruan data nomor jaringan pada ISP. dan setiap PLIK memiliki nomor identitas jaringan yang unik. seperti yang terjadi pada Kecamatan Mempawah Hilir. Sungai Kunyit. yaitu perihal terkendalanya pengiriman voucher internet yang mengakibatkan tidak beroperasinya PLIK. maka dapat dirangkum 2 (dua) halyang dapat dianggap menjadi kendala dan permasalahan yang bersifat teknis yang terjadi pada PLIK di Kabupaten Pontianak yaitu (1) kerusakan beberapa perangkat. dan Segedong. Disamping itu juga terdapat 1 (satu) permasalahan yang dianggap bukan permasalahan teknis. voucher internet ibarat pulsa pada telepon genggam. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari petugas Dinas Perhubungan. | Marudur Pandapotan Damanik pengenalan dan pelatihan OSS bagi pengelola. tentunya si pengguna tidak akan dapat melakukan komunikasi. Kompetensi Pengelola di Bidang TIK Seperti yang telah diuraikan sebelumnya. kompetensi SDM sangat berpengaruh pada kualitas hasil kerja individu dan kinerja organisasi. Jika pulsa pada sebuah telepon genggam telah habis. Di dalam sistem PLIK. Dalam hal ini kurangnya dukungan teknis oleh pihak penyedia juga dirasakan. dimana PLIK bahkan belum pernah beroperasi dari sejak awal pemasangan. sehingga pengelola juga dapat memberikan pendampingan bagi masyarakat pengguna PLIK yang kesulitan ketika menggunakan OSS. Melihat dari kendala operasional. Demikian pula halnya dalam mengelola PLIK yang terdiri dari perangkat-perangkat komputer 19 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Hasil pengamatan langsung ke lapangan juga menemukan beberapa permasalahan dalam implementasi dan penerapannya. Kegagalan dalam pengiriman voucher internet mengakibatkan PLIK tidak dapat beroperasi. dan (2) Penggunaan sistem operasi dan perangkat lunak ilegal/bajakan. maka terdapat kurang lebih 1.

| Marudur Pandapotan Damanik beserta jaringannya. Lemahnya pengetahuan Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . kebanyakan dari mereka tidak memahami fungsi-fungsi perangkat keras komputer. para pengelola lebih berpengalaman menggunakan sistem operasi Windows beserta aplikasi pendukungnya. meskipun pendidikan non formal seperti pelatihan dan kursus juga mampu meningkatkan pengetahuan. Begitupun penguasaan dalam hal administrasi jaringan masih belum memadai. Selengkapnya matrik kompetensi teknis para pengelola PLIK di Kabupaten Pontianak disajikan dalam Tabel 2. Hal ini diperlukan untuk menjamin bahwa PLIKdapat berjalan dengan baik tanpa terkendala permasalahan teknis dan perangkat. profesionalitas. Sedangkan aspek keterampilan diukur dengan indikator-indikator: (1) petunjuk teknis pekerjaan.adalah suatu keharusan bagi SDM pengelola memiliki kompetensi teknis di bidang TIK.. keterampilan. Umumnya mereka memperoleh pengetahuan mengenai komputer melalui pembelajaran mandiri secara otodidak serta dari buku-buku.. Sehingga ketika terjadi kegagalan dan kerusakan pada perangkat pengelola umumnya berkonsultasi dengan teknisi. Rendahnya tingkat pemahaman akan sistem operasi Linux tentunya dapat menggambarkan mengapa umumnya sistem operasi komputer di PLIK telah diubah dari Linux ke Windows. produktivitas serta daya saing.12 Dari segi pendidikan tidak satupun pengelola PLIK pernah mengenyam pendidikan formal di bidang TIK ataupun komputer. (2) pelatihan teknis yang pernah diikuti. Aspek pengetahuan diukur dengan indikator-indikator yaitu (1) tingkat pendidikan formal. namun pengetahuan dalam mengoperasikan sistem operasi berbasis open source terlihat sangat minim. dimana terdapat 4 (empat) pengelola yang sama sekali tidak memahami konsep jaringan komputer. 20 Dari aspek penguasaan komputer dan aplikasi. Disamping itu pengetahuan pengelola dalam aspek teknis perangkat keras (hardware) komputer serta penanganan masalah dalam komputer juga masih cukup rendah. dimana hanya satu pengelola yang pernah mengikuti kursus komputer. (3) kemampuan menguasai pekerjaan.Kompetensi Pengelola Dalam Mengatasi.11 Pendidikan formal merupakan dasar utama dalam memperoleh pengetahuan umum dan keterampilan. terlebih lagi dalam hal mendiagnosa dan memperbaiki atau mengganti perangkat yang rusak. Demikian halnya dengan pendidikan non formal. Kompetensi teknis yang terdiri dari aspek pengetahuan dan aspek keterampilan dapat diukur melalui beberapa indikator. Hanya pengelola dari Kecamatan Anjongan yang mengaku mengerti mengoperasikan Linux sebagai sistem operasi. dan (2) ketelitian dalam menyelesaikan pekerjaan.

Untuk memenuhi kebutuhan akan kompetensi tersebut seyogyanya pengelola PLIK dipilih dengan lebih selektif di mana sebaiknya memiliki pengetahuan di bidang TIK atau pendidikan yang mendukung hal tersebut. Pengelola PLIK Sungai Kunyit) Kompetensi yang Dibutuhkan dalam Pengelolaan PLIK Jika melihat dari kebutuhan kerja yang ada dan permasalahan yang terjadi pada PLIK. Window. kursus. serta berdasarkan kategori kompetensi TIK yang dikemukakan oleh Sadikin (2011). S.Kompetensi Pengelola Dalam Mengatasi. umum. | Marudur Pandapotan Damanik pengelola dalam aspek teknis perangkat keras dan jaringan komputer mengakibatkan pengelola belum dapat menangani masalah secara mandiri dan sangat bergantung pada bantuan teknisi komputer. (Wawancara: Bpk. maka keahlian atau unit kompetensi yang dibutuhkan seorang technical support dapat dibagi kepada 4 (empat) unsur yaitu perangkat keras (hardware). pengguna an secara umum. Window. maka dibutuhkan kompetensi teknis yang setara dengan kompetensi seorang technical support. otodidak Tidak Tidak Otodidak Otodidak Tidak Tidak Tidak Tidak 5 – 6 thn (lupa) (lupa) 15 tahun (lupa) 8 thn 7 thn 2 thn 3 tahun Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Ya. perangkat lunak (software). “… untuk kerusakan perangkat biasanya kami menggunakan jasa orang lain”. Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 21 . otodidak Tidak Tidak S. Windows. Timur SLTA Buku. pengguna an secara umum. instalasi software. pengguna an secara umum. Window. Hilir M.. penggun aan secara umum.Pd.. penggunaan secara umum. penggunaan secara umum. otodidak Ya. Hifni. otodidak Tidak Tidak SLTA S1 Buku. Kunyit S1 Buku. otodidak Tidak Tidak SLTA Buku. 2 thn Tidak Tidak Tidak Windows. otodidak Tidak Tidak SLTA SLTA Buku. instalasi software. Merujuk pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Sektor Teknologi Informasi dan Komunikasi. Window. office Tidak S. Kursus komputer Sertifikasi keahlian Pengalaman menggunaka n komputer Pengalaman menjalankan warnet Penguasaan komputer & aplikasi Siantan Segedong M. Windows. pengguna an secara umum. Window.Matrik kompetensi pengelola PLIK di Kab. dan keamanan. penggunaan instalasi secara software. Windows. instalasi software.. Tabel 2. perangkat jaringan. otodidak Tidak Tidak Toho Sadaniang Anjongan S1 Buku. Pinyuh S1 Buku. Pontianak Poin Kompetensi Pendidikan formal Sumber pengetahuan komp. penggunaan secara umum.

Kompetensi Pengelola Dalam Mengatasi. Kompetensi yang dibutuhkan pengelola PLIK SIMPULAN Sesuai tujuan penelitian ini.Yang pertama adalah bahwa kompetensi teknis pengelola PLIK di bidang TIK masih dirasa Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . diolah. Gambar 2. Sebab tidak dapat dipungkiri. Jaringan Sebatas penggunaan Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Ya Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Tidak Tidak Ya Ya Tidak Ya Sebagai alternatif lain. terdapat 2 (dua) hal yang menjadi 22 kesimpulan. pengetahuan teknis seperti perbaikandan instalasi perangkat lunak/keras merupakan hal yang sangat penting untuk dimiliki pengelola PLIK. Hal ini tentu cukup menghemat waktu dan biaya jika dibandingkan dengan harus menggunakan jasa teknisi. sehingga jika terjadi permasalahan pada perangkat dapat segera dideteksi dan ditangani sendiri.. | Marudur Pandapotan Damanik Penguasaan Linux/OSS Penguasaan hardware &perbaikan Penguasaan adm.. pemberian pelatihan-pelatihan mengenai teknis jaringan komputer dan perangkat juga sangat baik untuk dilakukan. Sumber: SKKNI bidang Technical Support (2006). Pelatihan dirasa cukup efektif untuk mengembangkan pengetahuan dan kompetensi pegelola di bidang TIK.

Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama 23 3Vathanophas.. perawatan. Communication Technology: The New Media in Society.jaringan komputer. perangkat keras. dan Kominfo. Sebagai rekomendasi. Competency Requirements for Effective Job Performance in Thai Public Sector. sedangkan dalam aspek pengetahuan dalam menggunakan aplikasi opensource.Kompetensi Pengelola Dalam Mengatasi. 2010. serta mampu melakukan backup data serta recovery ketika terjadi kegagalan pada sistem komputer. kompetensi yang dibutuhkan pengelola PLIK dalam mengatasi permasalahan teknis adalah kompetensi seorang technical support. dan pemahaman perangkat keras serta penanganan masalah (troubleshoot) masih sangat kurang. Sebagai kesimpulan yang kedua. Suatu permasalahan yang terjadi di satu PLIK dapat menjadi pembelajaran bagi PLIK lainnya. Indra Pratama.. New York: Free Press. J. dari hasil penelitian ini diharapkan adanya pengembangankompetensi teknis berupa peningkatan pengetahuan dan keterampilan pengelola PLIK di bidang TIK. T. Oleh karena itu Kominfo ataupun pihak penyedia seyogyanyadapat memfasilitasi sebuah wadah komunikasi maya semisal forum ataupun mailing listantara para pengelola. & Thai-ngam. Thesis. diagnosa dan perbaikan perangkat lunak. | Marudur Pandapotan Damanik belum cukup memadai dan masih perlu untuk ditingkatkan. 2Prianova. Nurianna. Jakarta V. Strategi Implementasi Penyediaan Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) pada Pelaksanaan Kewajiban Pelayanan Universal Telekomunikasi (KPU/USO) di Indonesia. 2007. serta perangkat jaringan.Disamping itu juga memiliki pengetahuan dalam aspek keamanan seperti mencegah. upgrading. DAFTAR PUSTAKA 1Rogers. Universitas Indonesia. 4Hutapea. dan mengambil tindakan ketika terjadi serangan virus pada kondisi menggunakan sistem operasi non open source. yang meliputi pengetahuan dan keahlian dalam melakukan instalasi. M.Pengembangan kompetensi dapat dilakukan dengan memberikan pendidikan dan pelatihanbagi pengelola sehingga mereka dapat lebih mandiri ketika terjadi permasalahan di lapangan. Kompetensi Plus. 2008. 3 (1): 45-70.. Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . konfigurasi. E. pihak penyedia. P. Pengelola umumnya hanya memiliki pengetahuan dasar dalam mengoperasikan komputer dan aplikasi.Hal ini dapat menjadi alternatif media komunikasi untuk berbagi informasi dan pengalaman seputar PLIK dan permasalahannya. Contemporary Management Research. 1986.Hal ini didasarkan pada unit kompetensi yang terdapat pada SKKNI bidang Computer Technical Support.

Kompetensi Pengelola Dalam Mengatasi... | Marudur Pandapotan Damanik
5Wibowo.

2007. Manajemen Kinerja. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. Lyle M., Jr. and Spencer, Signe M. 1993. Competence At Work. New York: John Wiley & Sons, Inc. A., dkk. 2011. Faktorfaktor yang Mempengaruhi Kompetensi Kerja Karyawan. Manajemen IKM, 6 (2): 81-87. E. M., Shukla, P., 2001.The Role of Telecenters in Development Communication and the Digital Divide. Journal of Development Communication 2 (12): 26-31. Stephen M. 2003.Cyber café industry in Africa. Journal of Information Science, 29. F., Furuholt, B., Kristiansen, S. 2004.Global Diffusion of the Internet III: Information Diffusion Agents and the Spread of Internet Cafés in Indonesia. Communication of the Association for Information System, 13: 589-614. I Made Astika. 2010. Pengaruh Motivasi Kerja, Kepuasan Kerja, Dan Kemampuan Kerja Terhadap Prestasi Kerja Karyawan Pada PT. Sumber Alam Semesta Di Bangli. Thesis. Universitas Udayana, Denpasar. http://www.pps.unud.ac.id diakes tanggal 17 September 2012.

12Hiryanto.

6Spencer,

2009. Meningkatkan Efektivitas Pendidikan Nonformal dalam Pengembangan Kualitas Manusia. Makalah. Universitas Negeri Yogyakarta, Yogyakarta. http://staff.uny.ac.id diakses tanggal 26 September 2012.

7Wijayanto,

8Rogers,

9Mutula,

10Wahid,

11Budiyasa,

24

Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012

JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

Vol 1 No 1 Desember 2012

ANALISIS TEKNIS KUALITAS LAYANAN JARINGAN PUSAT LAYANAN INTERNET KECAMATAN DI KOTA BANDA ACEH TECHNICAL ANALYSIS OF SERVICE NETWORK QUALITY IN SUBDISTRICT INTERNET SERVICE CENTER IN BANDA ACEH
Vita Pusvita Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Jl. Tombak No.31 Medan vita.pusvita@kominfo.go.id
ABSTRAK Penelitian ini membahas mengenai analisis teknis kualitas layanan jaringan PLIK di Kota Banda Aceh. Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) yang didirikan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika kurang mendapat perhatian masyarakat sehingga banyak yang terbengkalai, rusak dan berubah menjadi warnet komersial. Salah satu faktor yang mempengaruhi minat masyarakat secara teknis adalah kualitas layanan jaringan yang disediakan. Berkaitan dengan hal ini Banda Aceh diakui menjadi salah satu kota di Indonesia yang terdepan dalam mengadopsi perkembangan teknologi dan informasi, khususnya internet. Oleh karena itu, Banda Aceh diharapkan dapat mengadopsi PLIK dengan baik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Di dalam penelitian ini dilakukan pengukuran terhadap parameter-parameter QoS berupa throughput, jitter, delay dan packet loss dengan menggunakan Wireshark. Hasil pengukuran berupa angka-angka yang menggambarkan kualitas layanan jaringan. Di Kota Banda Aceh, dari 11 PLIK, hanya ada 3 PLIK yang beroperasi yaitu PLIK Baiturrahman, Syah Kuala, dan Lheung Bata. Berdasarkan hasil pengukuran, PLIK Syiah Kuala dan Baiturrahman memenuhi semua standar parameter QoS, sedangkan pada PLIK Lheung Bata, hasil pengukuran packet loss belum memenuhi standar ITU dan parameter QoS lainnya sudah memenuhi standar. Kata Kunci: PLIK, Kualitas Layanan, Banda Aceh ABSTRACT

This research is about technical analysis of network service quality in SubDistrict Internet Service Center in Banda Aceh. Sub-District Internet Service Center that is built by Ministry of Communication and Information Technology is getting less public attention, so that many of them are neglected, damaged and turned into a commercial internet cafe. Technically, one of the factors that affect the public interest is Quality of service (QoS) that is provided. In this regard, Banda Aceh is recognized as one of the cities in Indonesia at the fore front of adopting information and technology developments, particularly the internet. Therefore, Banda Aceh is expected to adopt PLIK well. This research uses descriptive method with quantitative approach. The QoS parameters consists of throughput, jitter, delay and packet loss by using Wireshark is measured in this research. Result of measurement are numbers that describe Quality of Service. In Banda Aceh, there
Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan ... | Vita Pusvita 25

Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan ... | Vita Pusvita

are only 3 of 11 PLIK that are well operated, they are PLIKBaiturrahman, Syiah Kuala, and Lheung Bata. Based on the measurement, PLIK Baiturrahman and Syiah Kuala have met all the standards of QoS parameters, while in PLIK Lheung Bata, the measurement of packet loss has not met the ITU standard yet and the other parameters have met it. Keywords: Sub-District Internet Service Center, Quality of Service, Banda Aceh PENDAHULUAN Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) merupakan salah satu program Universal Service Obligation(USO) di bidang telekomunikasi yang telah dikampanyekan oleh pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk wilayah-wilayah perbatasan. Sasarannya adalah mencapai masyarakat berbasis informasi pada 2025.Dalam pelaksanaannya, Indonesia Telecommunication User Group (IdTUG) mensinyalir sebagian besar warnet PLIK yang dibangun Kemkominfo beralih fungsi menjadi warnet komersial. Beralih fungsinya PLIK menjadi warnet komersial tentunya diakibatkan karena pada umumnya warnet komersial ini lebih menjadi pilihan dibandingkan warnet PLIK yang dibangun oleh Kemkominfo.1 Hal ini dapat terjadi karena kurangnya sosialisasi dari pemerintah ke masyarakat mengenai PLIK, selain itu, warnet komersial lebih dipercaya masyarakat baik dari segi jaringan yang digunakan, maupun kualitas layanan jaringan yang disediakan. Secara teknis, dapat dikatakan bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi minat masyarakat adalah kualitas
26

layanan jaringan yang disediakan PLIK. Kualitas Layanan Jaringan atau sering disebut Quality of Service (QoS) adalah suatu istilah yang digunakan untuk menyatakan persyaratan yang ditentukan oleh pengguna (manusia maupun komponen perangkat lunak) terhadap tingkat layanan yang dapat disediakan oleh aplikasi. ISO OSI/ODP mendefinisikan kualitas layanan sebagai himpunan kualitas dari perilaku satu atau lebih obyek.Adapun beberapa parameter QoS yaitu jitter, delay, throughput, dan packet loss.2 Banda Aceh sebagai salah satu wilayah perbatasan, diakui menjadi salah satu kota di Indonesia yang terdepan dalam mengadopsi perkembangan teknologi dan informasi, khususnya internet. Bahkan kota Banda Aceh diharapkan dapat bersanding dengan 10 kota lainnya di dunia yang saat ini telah berhasil mewujudkan program sebagai kota berwawasan teknologi, informasi dan komunikasi seperti Tokyo, San Fransisco, Beijing dan Singapura. Pemerintah kota Banda Aceh juga mengharapkan Banda Aceh dapat menjadi Islamic Cyber City.3 Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat menggambarkan sekaligus menjadi rekomendasi dalam

Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012

Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan ... | Vita Pusvita

peningkatkan kinerja jaringan pada PLIK terutama dalam hal peningkatan kualitas layanan jaringan secara teknis pada PLIK di Kota Banda Aceh. Dengan adanya peningkatan kualitas layanan jaringan PLIK diharapkan dapat menarik minat masyarakat untuk memanfaatkan program pemerintah dalam menjadikan Banda Aceh menjadi Islamic Cyber City. Penelitian ini akan mengambil fokus masalah yaitu kualitas layanan jaringan pada PLIK. Kualitas layanan jaringan dapat dilihat dari beberapa parameter yaitu jitter, delay, throughput, dan packet loss. Adapun rumusan masalah dari penelitian ini yaitu bagaimana kualitas layanan jaringan PLIK secara teknis yang meliputi jitter, delay, throughput, dan packet loss di Kota Banda Aceh? Adapun batasan masalah dari penelitian ini yaitu penelitian ini berlokasi pada PLIK di Kota Banda Aceh, penelitian ini hanya mengukur parameter QoS berupa jitter, delay, throughput, dan packet loss, parameter QoS berupa Jitter dan Packet loss yang diukur merupakan hasil dari streaming video dari server ke client, parameter QoS berupa delay dan throughput merupakan hasil pengukuran dari keseluruhan aktivitas jaringan, penelitian ini menggunakan software Wireshark dalam pengukuran parameter QoS, dan pengukuran parameter QoS ini dilakukan ketika client yang beroperasi pada PLIK hanya client yang terlibat dalam proses streaming jaringan.

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara deskriptif kualitas layanan jaringan PLIK secara teknis yang meliputi beberapa parameter diantaranya jitter, delay, throughput, dan packet loss di kota Banda Aceh. Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini secara teoritis yaitu diharapkan dapat menambah wawasan mengenai layanan jasa akses internet pada PLIK khususnya kualitas layanan jaringan internet yang disediakan PLIK. Sedangkan secara praktis, penelitian ini diharapkan dapat menjadi rekomendasi untuk pemerintah, khususnya untuk Balai Telekomunikasi dan Informatika Perdesaan (BTIP), satuan kerja di lingkungan Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika di bawah Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam hal meningkatkan kualitas layanan jaringan pada PLIK. Kualitas Layanan Jaringan Menurut International Telecommunication Union (ITU), Quality of Service (QoS) : ”the collective effect of service perfomance which determines the degree of satisfication of a user of the service”. Kualitas layanan jaringan menunjukkan kemampuan sebuah jaringan untuk menyediakan layanan yang lebih baik lagi bagi trafik yang melewatinya. QoS merupakan sebuah sistem arsitektur end to end dan bukan merupakan sebuah feature yang dimiliki oleh jaringan. Adapun beberapa parameter QoS diantaranya.4

Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan ... | Vita Pusvita

27

Hal ini berpengaruh terhadap semua aplikasi karena akan mengurangi efisiensi jaringan secara keseluruhan meskipun kapasitas bandwidth cukup tersedia untuk apikasi-aplikasi tersebut.scribd. Packet loss merupakan suatu parameter yang menggambarkan suatu kondisi yang menunjukkan jumlah total paket yang hilang dalam sebuah jaringan. node yang berkerja melebihi kapasitas buffersehingga buffer tidak mampu menampung data. kongesti atau juga waktu proses yang lama. yang diukur dalam bps.Collision dapat terjadi apabila paket yang melewati suatu jaringan melebihi kapasitas bandwith jaringan tersebut. | Vita Pusvita 1.com 3. Delay dapat dipengaruhi oleh jarak. Variasi-variasi dalam panjang antrian.. dalam Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Sedangkan congestion terjadi jika pada jaringan terdapat packet loss sehingga jaringan mengulang kembali pengiriman (retransmisi) paket yang hilang. Throughput merupakan jumlah total kedatangan paket yang sukses yang diamati pada destination selama interval waktu tertentu dibagi oleh durasi interval waktu tersebut. Jitter terjadi karena adanya retransmisi paket yang hilang dalam jaringan sehingga akan menimbulkan antrian di dalam jaringan. Throughput yaitu kecepatan transfer data efektif. Collision dan congestion harus dihindari dalam sebuah jaringan.com BESAR DELAY <150 ms 150 s/d 300 ms 300 s/d 450 ms >450 ms 4. media fisik. sedangkan jika melebihi 450 ms dapat dipastikan jaringan memiliki kualitas layanan yang jelek.Kategori Delay KATEGORI DELAY Excellent Good Poor Unacceptable Sumber: www.scribd. dan memori node yang terbatas pada jaringan. sedangkan packet loss yang menyebabkan kualitas layanan jaringan menjadi jelek yaitu lebih dari 25%. dan hal ini akan menimbulkan antrian pada jaringan. Kategori Packet Loss KATEGORI DEGRADASI Sangat Bagus Bagus Sedang Jelek PACKET LOSS 0 3% 15 % 25 % Sumber: www. congestion. Tabel 2. Tabel 1. Pada Tabel 2 dapat dilihat bahwa delayyang dapat diterima oleh suatu jaringan yaitu kurang dari 300 ms.. Hal ini dapat terjadi karena collision. Jitter adalah variasi kedatangan paket yang diterima pada sisi penerima. jumlah trafik yang lewat melebihi kapasitas bandwidth tidak sesuai dengan policy. Tabel 1 menunjukkan bahwa packet loss yang baik yaitu kurang 28 dari 3%. Delay adalah waktu tunda yang disebabkan oleh proses transmisi dari satu titik ke titik lain yang menjadi tujuannya. 2.Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan .

Kategori Jitter KATEGORI DEGRADASI Sangat Bagus Bagus Sedang Jelek JITTER 0 ms 0 s/d 75 ms 76 s/d 125 ms 125 s/d 225 ms Sumber: www.Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan . | Vita Pusvita .Konfigurasi Jaringan PLIK Dari Gambar 1 dapat dilihat konfigurasi jaringan lokal PLIK adalah Wide Area Network (WAN) yang terhubung dengan jaringan Local Area Network (LAN) PLIK dengan penghubung berupa gateway. DMZ merupakan mekanisme untuk melindungi sistem internal dari serangan hacker atau pihak-pihak lain yang ingin memasuki sistem tanpa mempunyai hak akses. Server PLIK terdiri dari gateway yang terhubung dengan virtual switch melalui sistem keamanan DeMilitarised Zone (DMZ). Sedangkan LAN adalah jaringan komputer yang jaringannya hanya mencakup wilayah kecil. Pada Tabel 3 dapat dilihat bahwa jitter yang baik dibawah 75 ms. Tabel 3.scribd. sedangkan jika jitter melebihi 125 ms akan mengakibatkan jeleknya kualitas layanan jaringan.. WAN merupakan jaringan komputer yang mencakup area yang besar. dalam hal ini dari jaringan LAN menuju jaringan WAN. dll) dan pemakaian penghematan bandwidth ke luar 29 Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan . Sumber: www. pembatasan akses ke server tertentu/ firewall. Sedangkan Virtual switch adalah sebuah program software yang memungkinkan sebuah virtual mesin terhubung ke lainnya.slideshare. Infra mgt tersebut adalah mengontrol pemakaian sumber daya jaringan (pengaturan bandwidth dan QoS.com Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) PLIK adalah pusat sarana dan prasarana penyediaan layanan jasa akses internet di ibu kota kecamatan yang dibiayai melalui dana Kontribusi Kewajiban Pelayanan Universal 5 Telekomunikasi.... | Vita Pusvita waktu pengolahan data dan juga dalam waktu penghimpunan ulang paket-paket di akhir perjalanan inilah yang disebut jitter.net Gambar 1. Gateway adalah sebuah perangkat yang digunakan untuk menghubungkan satu jaringan komputer dengan satu atau lebih jaringan komputer yang menggunakan protokol komunikasi yang berbeda sehingga informasi dari satu jaringan komputer dapat diberikan kepada jaringan komputer lain yang protokolnya berbeda. billing system dan manajemen infrastruktur jaringan (Infra mgt). Virtual switch pada jaringan PLIK ini terdiri dari aplikasi push and store content.

. Provinsi Aceh. Terminal pada jaringan ini adalah komputer-komputer yang berupa client. Wireshark dapat mengenali lebih dari 850 protokol jaringan. dan Linux. Pengumpulan penelitian ini 30 pengukuran menggunakan salah satu tool network analyzer yaitu Wireshark.6. Jumlah sampel sama dengan keseluruhan populasi yang kemudian disebut dengan total sampling. Adapun beberapa keunggulan Wireshark dibandingkan dengan analyzer protokol jaringan lainnya 1.Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan . Sumber data penelitian ini dapat dibagi menjadi dua kategori yaitu data primer dan data sekunder. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. UNIX. 3. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini semua PLIK di Kota Banda Aceh. Wireshark dapat dijalankan di berbagai sistem operasi seperti Windows.yahoo. DNS. Pengambilan dan pengukuran data trafik jaringan PLIK dengan pengcaptur-an menggunakan Wireshark 1. Dengan metode ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai kualitas layanan jaringan PLIK di kota Banda Aceh. web proxy). Interface Wireshark menggunakan Graphical User Interface (GUI) atau tampilan grafis. maka Wireshark digunakan sebagai tool network analyzer dalam penelitian ini. serta beragam fungsi lainya (IDS. Penelitian ini berlokasi di kota Banda Aceh.com. 2. 3. Berdasarkan beberapa keunggulan di atas. Data primer dalam penelitian ini merupakan data hasil pengukuran terhadap parameter kualitas layanan jaringan pada PLIK. Adapun tahapan dari penelitian ini adalah 1. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah PLIK di Kota Banda Aceh..7. 2. Pengolahan data trafik pada jaringan PLIK dengan pendekatan kuantitatif.6 Berdasarkan Gambar 1 server PLIK terhubung ke terminal dengan menggunakan switch. Penelitian ini menghasilkan data-data parameter QoS yang bersifat kuantitatif yang dinyatakan dengan angka-angka. Nilai parameter QoS tersebut menggambarkan kondisi kualitas layanan jaringan pada PLIK. DHCP. dan lain-lain). | Vita Pusvita (cache. Melakukan streaming video dari server ke client pada jaringan PLIK. Switch adalah sebuah alat yang menyaring/filter dan melewatkan (mengijinkan lewat) paket yang ada di sebuah LAN. Sedangkan data sekunder dalam penelitian ini yaitu berupa data mengenai PLIK maupun data yaitu dalam dengan Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Aplikasi yang digunakan dalam streaming video ini yaitu Video LAN Client (VLC) Media Player dan pengaksesan internet ke www.

Pada Tabel 1. hanya ada 3 PLIK yang beroperasi.464 0. PLIK di Kota Banda Aceh yang telah dibangun ada 11 PLIK.5 0 2 Syiah Kuala 26642.. HASIL DAN PEMBAHASAN Menurut data dari Dishubkomintel Kota Banda Aceh. | Vita Pusvita 31 Penelitian ini diawali dengan melakukan streaming video dari server ke client dan pengaksesan internet ke www. Packet loss yang Tabel 5. Packet Parameter QoS No Nama PLIK Throughput Delay loss ini hanya diukur Packet Jitter (bps) (detik) loss (ms) dari server ke client (%) pada proses streaming Baiturrahman 20544.com.0484 0 0 3 dapat dilihat bahwa Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan .. rata-rata byte yang diterima disisi penerima pada jaringan PLIK Baiturrahman sebesar 20544. Hal ini dapat dilihat pada Tabel 4.464 byte dari keseluruhan lalu lintas jaringan baik dari akses internet maupun proses streaming server.464 bytes/detik. .768 0.977 0.yahoo. Kemudian didapatkan hasil pengukuran parameter QoS seperti pada Tabel 5. Hasil pengukuran packet lost dan jitter merupakan hasil pengukuran streaming server dari server ke client dengan menggunakan jaringan LAN. Hal ini menunjukkan bahwa dalam setiap detiknya. Setelah itu dilakukan pengcapturean lalu lintas jaringan menggunakan Wireshark pada pc server.Perbandingan Kondisi PLIK Data Dishubkomintel dan Data Lapangan No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Nama PLIK Baiturrahman 1 Baiturrahman II Banda Raya 1 Banda Raya II Jaya Baru Kuta Alam Kuta Raja Lheung Bata Meraxa Syiah Kuala Ulee Kareng Data Dishubkomintel Beroperasi Beroperasi Beroperasi Beroperasi Beroperasi Beroperasi Beroperasi Beroperasi Beroperasi Beroperasi Beroperasi Data Lapangan Tidak Beroperasi Beroperasi Tidak Beroperasi Tidak Beroperasi Tidak Beroperasi Tidak Beroperasi Tidak Beroperasi Beroperasi Tidak Beroperasi Beroperasi Tidak Beroperasi Sumber: Dishubkomintel Kota Banda Aceh Baiturrahman memiliki throughput sebesar 20544.. Dari ke-11 PLIK. PLIK Baiturrahman Tabel 5 menunjukkan PLIK Tabel 4. Pengukuran delay dan throughput didapat dari seluruh aktifitas lalu lintas jaringan baik akses internet maupun streaming server. Hasil Pengukuran Parameter QoS terjadi pada jaringan ini sebesar 0%.0451 0 0 1 server..0152 9.Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan . Lheung Bata 31147. | Vita Pusvita mengenai jaringan khususnya parameter kualitas layanan jaringan.

jaringan PLIK Baiturrahman tidak mengalami collisiondilihat berdasarkan packet loss sebesar 0 %. jaringan tidak mengalami congestiondengan nilai jitter 0 ms.. Jitter atau variasi kedatangan paket pada jaringan PLIK Baiturrahman sebesar 0 ms.0451 detik. Delay berkualitas baik yaitu kurang dari 300 ms. semua paket yang melewati jaringan dapat diterima di sisi penerima dapat dilihat persentasi packet loss sebesar 0%. sehingga dapat dikatakan packet loss jaringan ini sangat baik. Jitter ini hanya diukur dari server ke client pada proses streaming server. Adapunbeberapa kemungkinan kondisi jaringan PLIK Baiturrahman diantaranya jumlah paket yang melewati jaringan tidak melebihi kapasitas jaringan dengan melihat nilai persentasi packet loss yaitu sebesar 0 % dan jitter 0 ms. Hal ini terjadi jika trafik yang melewati jaringan melebihi kapasitas bandwidth sehingga terjadi congestion pada jaringan. Hal ini berarti tidak ada satupun paket yang hilang dalam jaringan.. throughput yang sampai disisi penerima kecil sehingga jumlah paket yang diterima di sisi penerima juga kecil. Hal ini menandakan bahwa kualitas jaringan PLIK ini sangat bagus sehingga semua paket yang dikirim dapat bersamaan sampai di sisi penerima. Kemungkinan lainnya. Sehingga saat streaming video dilakukan. Hal ini dapat mencegah terjadinya collision dalam suatu jaringan yang dapat menyebabkan adanya paket yang hilang. buffer jaringan mampu menampung paket yang mengalami congestion. Delay ini termasuk dalam kategori sangat baik. Dengan jumlah packet loss yang sangat baik. karena kurang dari standar ITU. Hal ini juga dapat memberikan kemungkinan bahwa jaringan tersebut tidak 32 mengalami congestion sehingga tidak adanya perbedaan variasi waktu dalam antrian dan pengumpulan ulang paket-paket di akhir perjalanan (di sisi penerima). Delay jaringan ini diukur dari seluruh lalu lintas jaringan baik akses internet maupun proses streaming server. kemungkinan hal ini terjadi karena bandwidth yang disediakan PLIK Baiturrahman memang mampu menampung jumlah trafik yang lewat pada jaringan. dengan kata lain semua paket yang dikirim oleh pengirim dapat diterima semua disisi penerima. menurut standar ITU didapat bahwa jitter yang berkualitas baik yaitu kurang dari atau sama dengan 75 ms sehingga jitter dari jaringan PLIK Baiturrahman ini dapat dikategorikan sangat baik. hanya dengan waktu tunda 0. | Vita Pusvita packet loss yang baik menurut standar ITU yaitu kurang dari 3%. Sedangkan delay pada jaringan PLIK Baiturrahman sebesar 0.Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan . dan gambar hasil cuplikan video Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Hal ini menunjukkan waktu tunda dari proses transmisi pada jaringan tersebut kecil. Berdasarkan Tabel 3.0451 detik maka hasil video streaming sudah dapat diterima disisi penerima.

3 detik (lihat tabel 2). Dari tabel 1 dapat kita lihat bahwa standar ITU packet loss suatu jarigan daikatakan baik yaitu kurang dari 3%. Dengan waktu 0.0152 detik maka sisi penerima 33 Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan .Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan . Kategori degrasi yang dialami jaringan ini masuk kedalam tahap sedang.. Hal ini menunjukkan bahwa dalam 1 detik. Dengan demikian jaringan ini tidak melakukan pengiriman ulang kembali paketpaket yang hilang sehingga jaringan tersebut tidak mengalami congestion yang menyebabkan tidak adanya perbedaan variasi waktu dalam antrian dan pengumpulan ulang paket-paket di akhir perjalanan (di sisi penerima).. Delay yang terjadi pada jaringan PLIK Lheung Bata yaitu sebesar 0.. Tetapi pada umumnya jika suatu jaringan mengalami packet loss. Delay jaringan ini diukur dari seluruh lalu lintas jaringan baik akses internet maupun proses streaming server. Delay ini dapat dikategorikan sangat bagus karena jauh lebih kecil dibandingkan standar ITU untuk delay kualitas baik yaitu 0. Pada Tabel 3 dapat dilihat bahwa standar ITU suatu jitter dikatakan baik yaitu di bawah 75 ms sehingga jitter jaringan PLIK Lheung Bata ini dikategorikan sangat baik. Packet loss yang terjadi pada jaringan PLIK Lheung Bata ini sebesar 9. Hasil pengukuran parameter Quality of Services (QoS)PLIK Baiturrahman dapat dikatakan baik.99 byte dari keseluruhan lalu lintas jaringan baik dari akses internet maupun proses streaming server. | Vita Pusvita . sisi penerima (client) dapat menerima sebesar 31147. maka akan ada jitter dalam jaringan tersebut karena adanya pengiriman ulang paket-paket yang hilang sehingga menyebabkan adanya antrian dalam pengumpulan paket disisi tujuan. Berdasarkan hasil pengukuran menggunakan Wireshark. jumlah trafik yang lewat melebihi kapasitas bandwidthyang tersedia.. node yang berkerja melebihi kapasitas buffer sehingga buffer tidak mampu menampung data. karena memenuhi standar QoS yang telah ditetapkan oleh ITU. dan memori node yang terbatas pada jaringan. Walaupun demikian jumlah bytes yang mampu diterima di jaringan ini lebih besar dibandingkan jaringan lain. | Vita Pusvita streaming berkualitas kurang baik dikarenakan throughput yang kecil. Packet loss ini hanya diukur dari server ke client pada proses streaming server.0152 detik. Adanya packet loss dalam jaringan ini dapat disebabkan berbagai kemungkinan di antaranya collision. Tetapi PLIK ini membutuhkan peningkatan bandwidth sehingga throughput yang dihasilkan di sisi penerima akan menjadi lebih baik. jitter atau variasi kedatangan paket pada jaringan PLIK Lheung Bata sebesar 0 ms.977 byte/detik.5 % yaitu sebanyak 529 paket hilang dari 5031 paket. Jitter ini hanya diukur dari server ke client pada proses streaming server. congestion. PLIK Lheung Bata PLIK Lheung Bata memiliki throughput sebesar 31147.

5%. tidak semua paket yang melewati jaringan diterima di sisi penerima dengan persentasi packet loss sebesar 9. Untuk menghindari adanya packet loss yang terjadi diakibatkan oleh collision. Sehingga hal ini dapat mencegah terjadinya collision dalam suatu jaringan yang dapat menyebabkan adanya paket yang hilang. throughput yang diterima di sisi penerima sudah cukup baik sehingga kualitas gambar hasil cuplikan video pun sudah baik.5%.Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan ... Jitter atau variasi kedatangan paket dari hasil pengukuran menggunakan Wireshark pada jaringan PLIK Syiah Kuala yaitu Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . | Vita Pusvita dapat menerima hasil streaming video yang ditransfer dari server. Dengan kata lain. dan hasil gambar cuplikan video yang tidak sempurna dapat terjadi karena adanya packet loss yang kemungkinan besar karena adanya collision. Packet loss yang sangat baik menandakan adanya kemungkinan bandwidth yang disediakan PLIK Syiah Kuala memang mampu menampung jumlah trafik yang lewat pada jaringan. PLIK Syiah Kuala Jaringan pada PLIK Syiah Kuala memiliki throughput sebesar 26642. Hal ini menandakan bahwa pada jaringan ini tidak ada paket yang hilang selama proses transmisi.78 bytes/detik. Packet loss yang terjadi pada jaringan PLIK ini sebesar 0 %. Hasil pengukuran parameter QoS pada jaringan PLIK Lheung Bata menunjukkan bahwa masih ada parameter QoS pada jaringan PLIK Lheung Bata yang masih tidak memenuhi standar parameter QoS yaitu packet loss. jaringan PLIK ini kemungkinan mengalami collision dengan adanya persentasi pengukuran packet loss sebesar 9. maka sebaiknya dilakukan manajemen bandwidth sehingga dapat dilakukan pengaturan agar packet loss yang terjadi tidak melebihi standar packet 34 loss untuk kualitas baik yaitu 3 %. waktu tunda proses tansmisi jaringan PLIK Lheung Bata sangat kecil. Hal ini terjadi jika trafik yang melewati jaringan melebihi kapasitas bandwidth sehingga terjadi congestion pada jaringan. Persentasi packet loss ini termasuk dalam kategori sangat bagus. Kemungkinan lainnya. Adapun beberapa kemungkinan kondisi jaringan PLIK Lheung Bata di antaranya jumlah paket yang melewati trafik jaringan melebihi kapasitas bandwidth jaringan dilihat berdasarkan packet loss sebesar 9. Jika throughput dianggap terlalu kecil maka dibutuhkan penambahan bandwidth pada jaringan PLIK ini. Packet loss ini hanya diukur dari server ke client pada proses streaming server.5%.78 bytes dari keseluruhan lalu lintas jaringan baik dari akses internet maupun proses streaming server. jaringan PLIK Lheung Bata tidak mengalami congestion dengan nilai nilai jitter sebesar 0 ms. Hal ini menunjukkan bahwa jumlah bytes yang diterima setiap detiknya sebesar 26642. buffer jaringan mampu menampung paket yang mengalami congestion.

Kualitas layanan jaringan dapat dikatakan baik jika throughput yang dihasilkan besar. Delay yang terjadi pada jaringan PLIK Syiah Kuala yaitu sebesar 0. dikarenakan throughput yang memang baik. packet loss yang terjadi kurang dari 3 % dan jitter pada jaringan kurang dari 750 ms.0484 detik maka sisi penerima dapat menerima hasil streaming video yang ditransfer dari server. jaringan tidak mengalami collision yang dapat dilihat dari persentasi packet loss sebesar 0 %. Delay jaringan ini diukur dari seluruh lalu lintas jaringan baik akses internet maupun proses streaming server.Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan . Jitter ini termasuk dalam kategori sangat baik karena standar ITU untuk jitter dengan kualitas baik yaitu kurang dari 75 ms. packet loss dan jitter tidak dapat dipisahkan antara yang satu dan lainnya dalam menentukan suatu kualitas layanan jaringan. SIMPULAN Parameter QoS berupa throughput. semua paket yang melewati jaringan PLIK Syiah Kuala dapat diterima di sisi penerima dapat dilihat dari persentasi packet loss sebesar 0%.3 detik sehingga dapat dikatakan bahwa delay jaringan ini termasuk dalam kategori sangat baik. waktu tunda proses tansmisi jaringan PLIK Syiah Kuala sangat kecil. | Vita Pusvita sebesar 0 ms. Jitter ini hanya diukur dari server ke client pada proses streaming server.. Dengan kata lain. throughput yang diterima di sisi penerima cukup baik sehingga gambar hasil cuplikan video di terima di sisi penerima tidak mengalami kerusakan. maka dapat dilihat beberapa kemungkinan kondisi jaringan PLIK Syiah Kuala diantaranya jumlah trafik paket data yang melewati jaringan tidak melebihi kapasitas bandwidth dengan melihat persentasi packet loss sebesar 0 % dan jitter yang bernilai 0 ms. Jika salah satu parameter termasuk dalam kategori kurang baik maka hal ini dapat menurunkan kualitas layanan jaringan secara keseluruhan... Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan . Berdasarkan penjelasan diatas. maka sebaiknya diadakan penambahan kapasitas bandwidth. Tetapi jika throughput yang dihasilkan dirasakan masih kurang. jaringan tidak mengalami congestion (antrian) dapat dilihat dari parameter jitter yaitu 0 ms. dan jitter yang bernilai 0 ms.3 detik. Hal ini juga dapat memberikan kemungkinan bahwa jaringan tersebut tidak mengalami congestion sehingga tidak adanya perbedaan variasi waktu dalam antrian dan pengumpulan ulang paket-paket di akhir perjalanan (di sisi penerima). dan gambar hasil cuplikan video sudah baik.0484 detik. Hal ini berarti dengan waktu tunda sebesar 0. Tabel 2 menunjukkan bahwa standar ITU untuk kualitas delay yang baik yaitu kurang dari 0. Jaringan PLIK Syiah Kuala sudah mampu memenuhi kebutuhan parameter QoS yang telah ditetapkan. delay. | Vita Pusvita 35 . delay yang terjadi pada jaringan kecil yaitu di bawah 0. persentasi packet loss 0%. Hal ini dapat dilihat dari segi kualitas gambar baik hasil pengukuran parameter QoS..

2007. Ratna. 2011. Universitas Negeri Yogyakarta: Jurusan Pendidikan Teknik Elektronika. 2011.bisnis.. Pada jaringan PLIK Syiah Kuala sudah mampu memenuhi kebutuhan parameter QoS yang telah ditetapkan. karena memenuhi standar QoS yang telah ditetapkan oleh ITU.scribd.Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan .2011. Adi Dewanto. (http://www. diakses tanggal 17 Januari 2012) 36 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Sebagian Besar Warnet PLIK Tidak Bermanfaat.php?open =view&newsid=BeritaUtamaPerkembanganTeknologiBandaA cehMelejit. rakyataceh.net/Uba yt/share-presentasi-plik. hasil pengukuran parameter QoS pada jaringan PLIK Lheung Bata menunjukkan bahwa masih ada parameter QoS pada jaringan PLIK Lheung Bata yang masih tidak memenuhi standar parameter QoS yaitu packet loss. diakses tanggal 27 Februari 2012). DAFTAR PUSTAKA 1Pritoyo. Hal ini dapat dilihat dari hasil pengukuran parameter QoS yang sesuai dengan standar. Kualitas Layanan Jaringan Pada Sistem Telekomunikasi. diakses tanggal 17 Januari 2012). | Vita Pusvita PLIK Baiturrahman memiliki kualitas layanan jaringan yang dapat dikatakan baik. Teknologi Banda Aceh Melejit. Pusat Layanan Internet Kecamatan. diakses tanggal 17 Januari 2011). 5Perubahan Atas Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor: 48/Per/M.com/doc/75 973224/Bab-4-QoS.Kominfo/11/2009 Tentang Penyediaan Jasa Akses Internet Pada Wilayah Pelayanan Universal Telekomunikasi Internet Kecamatan. (http://www. Upaya Peningkatan Kualitas Layanan Internet Melalui Pendekatan Model Akses Berbasis Persepsi Pengguna. 6BTIP. Sedangkan.slideshare. (http://www. (http://www. Hanya saja throughput pada PLIK ini dapat dikatakan lebih kecil dibandingkan PLIK lainnya. 3Perkembangan Arief.com/index.com/articles /sebagian-besar-warnet-pliktak-bermanfaat. 2Dewani. 4Institut Teknologi Telkom..

Hasil analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa secara umum semua proses bisnis belum mengoptimalkan semua komponen dari knowledge creation sampai dengan knowledge application. | Wicaksono Febriantoro 37 . all business processes have not been optimized yet to fulfill all the components of knowledge creation Perancangan Knowledge Management System . Hasil perancangan knowledge process yang telah dilengkapi menghasilkan 53 tahapan proses (ada tambahan 19 tahapan proses baru). Ministry of Trade Republic of Indonesia) Wicaksono Febriantoro Staff Seksi Promosi & Kerjasama. IT Tools yang ada diharapkan dapat mendukung 2 strategi knowledge process yaitu strategi kodifikasi (mengelola pengetahuan yang terdokumentasi) dengan alternatif teknologi pendukung Document/Content Management berupa Wiki dan Blog. Knowledge Management system.JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI Vol 1 No 1 Desember 2012 PERANCANGAN KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM BERORIENTASI PROSES BISNIS (Studi Kasus Balai Diklat Metrologi Kementerian Perdagangan) BUSINESS PROCESS ORIENTED KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM DESIGN (Case Study of Metrology Training Centre. The preliminary identification and analysis showed that 7 of 10 business processes have not been fully identified in terms of their knowledge processes. 7 proses bisnis belum lengkap teridentifikasi knowledge process-nya. Selain itu dihasilkan juga rancangan arsitektur KMS dan Information Technology (IT Tools) sebagai knowledge infrastructure pendukungnya. Bandung wicaksono. Identifikasi dan Analisis awal menunjukkan dari 10 proses bisnis yang dianalisis. Lecturer (WI) business process is the main case study for this research. Knowledge Process.. Search Engine/Information Retrieval System dan Expert Locator serta strategi personalisasi (mengelola tacit knowledge) dengan alternatif teknologi pendukung Working Group/Community of Practice Tool. Knowledge Infrastructure. Kata Kunci : Proses Bisnis. Parongpong. The further analysis showed that in general. Proses bisnis yang menjadi studi kasus pada penelitian ini yaitu proses bisnis Widya Iswara (WI) di Balai Diklat Metrologi Kementerian Perdagangan. Proses baru ini sebagian besar ada pada knowledge transfer dan knowledge application yang telah terdefinisi. Daeng Muhammad Ardiwinata km 3.4 Cihanjuang. virtual work space application dan discussion group based application.com ABSTRAK Dalam penelitian ini dirancang Knowledge Management System (KMS) berorientasi proses bisnis di dalam lembaga diklat pemerintahan menggunakan tools dan metode pemodelan knowledge process dan perancangan knowledge infrastructure dari Strohmaier. Kementerian Perdagangan Jl.. Balai Diklat Metrologi.f@gmail. ABSTRACT The aim of this study is to desig a business proces-oriented Knowledge Management System (KMS) in government training institutions using the tools and knowledge modeling methods and knowledge infrastructure process design of Strohmaier.

Knowledge Process. Kendala yang sering dihadapi adalah kenyataan bahwa pengetahuan dan pengalaman organisasi tersebut seringkali tersebar. Balai Diklat Metrologi (BDM) merupakan salah satu unit Eselon III di Kementerian Perdagangan yang bertugas memfasilitasi dan menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan (diklat) kemetrologian bagi Sumber Daya Manusia (SDM) Kemetrologian di seluruh Indonesia. expert locator and the personalization strategy (to manage the tacit knowledge) with the supporting IT Tools such as working/community of practice tool.Perancangan Knowledge Management System . PENDAHULUAN Reformasi Birokrasi bagi Kementerian / Lembaga dan Pemerintah Daerah dimaksudkan antara lain untuk mendorong terwujudnya organisasi yang efektif dan efisien. Diklat kemetrologian bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan di bidang kemetrologian. tidak terdokumentasi dan bahkan mungkin masih ada di dalam kepala masingmasing individu dalam organisasi. serta rangkaian kegiatan untuk perubahan dan penyempurnaannya. Keywords : Business Processes. setiap instansi pemerintah harus siap untuk memanfaatkan kekayaan pengetahuan yang dimilikinya. search engine / information retrieval system. virtual work space application dan discussion group based application. The results of the completed knowledge process design showed that there are 53 stages of the process (there are new additional 19 stages of the process). Knowledge Management System. The IT tools are expected to support two knowledge process strategies : the codification strategy (to manage the documented knowledge) with the supporting IT Tools such as document / content management system in the form of wiki and blog.7 tahun 2010. In addition.1 Knowledge Management atau manajemen pengetahuan merupakan upaya untuk meningkatkan kemampuan organisasi dalam mengelola aset intelektualnya yaitu pengetahuan dan pengalaman yang ada. KMS architecture and IT tools as supporting knowledge infrastructure designs are defined. Tujuannya tentu saja adalah memanfaatkan aset tersebut untuk mencapai kinerja organisasi yang lebih baik untuk mempercepat pencapaian tujuan pelaksanaan 1 reformasi birokrasi. Secara umum hal itu diwujudkan dalam bentuk peraturan dan prosedur kerja dalam organisasi tersebut. Keberadaan Pengajar / Widya Iswara (WI) senior yang belum ditunjang dengan sistem transfer pengetahuan yang sistematis kepada WI junior (yang baru) akan memunculkan resiko terjadinya knowledge lost dari materi diklat yang 38 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 .. Knowledge Infrastructure. Menurut Permendag No. The new processes are largely on the knowledge transfer and knowledge application that have been defined. | Wicaksono Febriantoro to knowledge application. Untuk mewujudkan organisasi seperti itu. termasuk belajar dari pengalamanpengalaman di masa lampau..

Belum adanya transfer pengetahuan yang sistematis dari WI senior kepada junior merupakan salah satu permasalahan yang membuat sistem pendidikan dalam jangka panjang akan mengalami banyak kendala. Selain itu. dimana aset utama sebuah organisasi pembelajar adalah living/intangible asset yang terdapat di dalam pengetahuan seluruh anggota organisasi. Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 39 . setiap orang harus mengelola pengetahuannya sendiri. mobile learning. Konsep yang utama dari KMS adalah. pengorganisasian. dan lain sebagainya). dan penggunaan pengetahuan dari SDM nya supaya menjadi keunggulan kompetitif untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat.Perancangan Knowledge Management System . Knowledge Management System (KMS) selaku sistem pendukung manajemen pengetahuan4 diperlukan untuk mengatasi berbagai kendala yang muncul dalam proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di BDM. Proses bisnis yang jelas diperlukan supaya pengetahuan para WI dapat terkelola dengan baik. storage dan retrieval. Setelah itu barulah organisasi dapat melakukan pengumpulan. Selain itu media/ruang yang disediakan untuk pembelajaran selama ini masih berupa ruang kelas dan laboratorium saja. serta BDM akan sangat bergantung kepada individu tertentu yang menguasai materi bahan ajar dikarenakan belum terinstitusionalkan pengetahuan individu menjadi pengetahuan organisasi. | Wicaksono Febriantoro diajarkan. belum memberi banyak kesempatan terhadap adanya media lain (elearning via web.. transfer maupun application yang berperan penting dalam proses konversi tacit knowledge menjadi explicit knowledge. proses maupun pasca diklat. Desain KMS yang terbentuk nantinya diharapkan dapat menunjang kegiatan peningkatan kompetensi dan kapasitas WI. Dampaknya tentu saja bagi para WI junior akan memerlukan waktu yang lebih lama dan usaha yang lebih keras untuk menguasai suatu materi bahan ajar. Belum termotivasinya/ terbentuknya budaya knowledge sharing diantara sesama WI beserta media yang mendukungnya juga merupakan salah satu gejala yang patut diperhatikan.. BDM belum mempunyai panduan yang detail berupa proses bisnis dan standart operating procedure (SOP) dari tiap aktivitas WI baik pra diklat. Lebih lanjut diharapkan kapabilitas BDM dapat meningkat sehingga mendukung terbentuknya BDM menjadi organisasi pembelajar (learning organization). Jika ditinjau dari konsep pemodelan knowledge process dari Strohmaier2 SECI dan Ba3 dapat dilihat bahwa belum ada sistem yang mengatur dan mengorganisasikan dalam proses knowledge creation.5 Hasil akhir yang diharapkan dari penelitian ini yaitu terciptanya rancangan KMS untuk meningkatkan kapabilitas organisasi.

Knowledge application : mengidentifikasi pengetahuan yang diperlukan oleh masing- Gambar 1. latar belakang dan bentuknya. | Wicaksono Febriantoro METODE PENELITIAN Pada intinya tahapan dalam perancangan KMS dibagi menjadi 6 (enam) digunakan pendekatan metode kualitatif. Knowledge creation : mengidentifikasi kebutuhan knowledge background (latar pengetahuan). 1. dengan langkah seperti pada Gambar 1 sebagai berikut. 3. 4.Perancangan Knowledge Management System . Knowledge transfer : membandingkan aktivitas yang ada (kondisi eksisting) dengan pihak/organizational roles yang membutuhkan. Knowledge storage : mengevaluasi content dari storage. 2.. Kerangka Kerja Penelitian HASIL DAN PEMBAHASAN Pemodelan KMS Berorientasi Proses Bisnis Hasil Identifikasi Knowledge Process Dalam mengidentifikasi knowledge process ini digunakan sebanyak 4 proses sebagai berikut2 : masing knowledge domain. 40 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 ..

metode KBM. Latar Pengetahuan berguna dalam penciptaan pengetahuan baru. Alat/Media yang digunakan dan alokasi waktu. Begitu pula dengan knowledge transfer belum terdefinisi dengan baik (ditandai dengan tanda tanya ?). kemudian disimpan sebagai draft modul (softcopy). Identifikasi Pengetahuan KD B No Kode Knowledge Domain Latar 1 A RB/RP Gambar 2. WI dapat mengolah setiap informasi yang ada pada Slide slide untuk melengkapi modulnya WI dapat mengolah setiap pengetahuan yang timbul dari diskusi di kelas..Perancangan Knowledge Management System . Jika dianalisis lebih lanjut ternyata tidak hanya dokumen RB/RP saja yang berperan di dalam penciptaan pengetahuan mengenai penyusunan modul.. dll untuk memperbaharui modul diklatnya. artinya bahwa pengetahuan ini belum digunakan oleh organizational roles yang lain untuk menciptakan pengetahuan baru.standar atau referensi terbaru Hasil Penerjemahan dari luar negeri untuk memperbaharui dan memperkaya materi modulnya WI dapat menggunakan pengetahuan dari laporan Laporan Pelaksanaan Kegiatan pelaksanaan kegiatan untuk memperbaharui dan (Moderator/Narasumber) memperkaya materi modulnya Selanjutnya akan ditunjukkan pengetahuan yang menggunakan KD B dan organizational roles yang menggunakannya. Identifikasi Latar Pengetahuan Knowledge Domain (KD) B mengidentifikasi latar pengetahuan 2 B Deskripsi WI dapat menggunakan RB/RP sebagai pedoman dalam menyusun modul mencakup kemampuan yang harus dimiliki siswa setelah mengikuti pelajaran beserta indikator keberhasilan. Tabel 1. bahwa yang terlibat dalam knowledge creation penyusunan modul yaitu pengetahuan mengenai dokumen RB/RP. Tabel 1. WI dapat menggunakan dan mengolah pengetahuan Laporan dan Materi Diklat yang didapat dari hasil diklat untuk memperbaharui modul diklatnya WI dapat menggunakan hasil Karya Tulis Ilmiah penelitian/kajian/analisis yang dibuat dalam karya tulis ilmiahnya untuk memperbaharui modul diklat. meliputi studi kasus di daerah Tatap Muka tertentu. akan tetapi ada beberapa latar pengetahuan lainnya yang mempengaruhi. Siklus KM Dari KD B Dapat dilihat pada Gambar 2. Dari pengetahuan ini WI dapat belajar dari pengalaman dan best practices di dalam melakukan penyusunan modul yang baik. regulasi di daerah. 3 C 4 D 5 E 6 F 7 G 8 H 9 I 10 J WI dapat mengambil referensi dari modul yang telah Bahan Ajar dan Modul Diklat dipakai sebelumnya. Akan tetapi dapat dilihat pada gambar bahwa knowledge application dari penyusunan modul ini belum terdefinisi dengan baik. WI dapat mengolah dan menggunakan hasil penerjemahan jurnal. pokok bahasan yang akan disajikan. | Wicaksono Febriantoro yang diperlukan oleh WI dalam menghasilkan pengetahuan mengenai penyusunan modul. Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 41 . WI dapat mengolah setiap informasi yang ada pada soal ujian yang telah diterbitkan sebagai bahan Soal Ujian referensi bagi modul (yang relevan dengan pokok bahasan). WI dapat menggunakan hasil penelitian/kajian/analisis yang terdapat pada karya Bimbingan Karya Tulis tulis peserta diklat untuk memperbaharui modul diklatnya (yang relevan dan sesuai). agar pengetahuan yang dihasilkan lebih lengkap sudut pandangnya.

WI Diperlukan dapat diadakan WI .WI WI . Bentuk knowledge storage juga harus diperhatikan. hendaknya berupa file elektronik yang terstruktur baik dari segi penulisan maupun penyimpanan.WI modul juga harus tercatat dengan rapi supaya jelas kronologis perubahannya.WI tertentu melalui Rapat seluruh WI WI .WI Penyusunan Modul dg WI yang serumpun.WI diskusi yang lebih luas dan dalam mengenai topik WI . Adapun karena transfer pengetahuannya antara WI  WI.. Knowledge Application dari KD B No KD Pengetahuan yang terlibat 1 A Dokumen RB/RP 2 B Bahan Ajar dan Modul Diklat 3 C Slide 4 D Tatap Muka (Daftar Hadir + SAP) 5 E Soal Ujian 6 F Bimbingan Karya Tulis (Form Kontrol) 7 G Laporan dan Materi Diklat 8 H Karya Tulis Ilmiah 9 I Hasil Penerjemahan Laporan Pelaksanaan Kegiatan (Moderator 10 J / Narasumber) Kode WI WI WI WI WI WI WI WI WI WI Organizational Roles Widyaiswara Widyaiswara Widyaiswara Widyaiswara Widyaiswara Widyaiswara Widyaiswara Widyaiswara Widyaiswara Widyaiswara Dari Tabel 2 diketahui bahwa semua yang menggunakan KD B adalah organization roles WI. Untuk mendesain knowledge storage yang baik ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebagai berikut : 1.Perancangan Knowledge Management System ..WI Rapat Koordinasi WI . Knowledge Transfer dari KD B No KD Pengetahuan yang terlibat 1 A Dokumen RB/RP 2 B Bahan Ajar dan Modul Diklat 3 C Slide Tatap Muka (Daftar Hadir + 4 D SAP) 5 E Soal Ujian Bimbingan Karya Tulis (Form 6 F Kontrol) 7 G Laporan dan Materi Diklat 8 H Karya Tulis Ilmiah 9 I Hasil Penerjemahan 10 J Moderator / Narasumber Alternatif Bentuk Transfer WI .WI Seminar. Misal ada perubahan regulasi yang berakibat adanya perbaikan pada modul. maka alternatif bentuk transfer sebagai berikut pada Tabel 3. Tabel 3. Nantinya para WI dan peserta diklat dapat belajar dari perubahan-perubahan tersebut beserta alasannya. 3. oleh karena itu knowledge transfer kepada WI harus dipastikan ada di dalam proses bisnis untuk memfasilitas hal ini.dll WI . | Wicaksono Febriantoro Tabel 2. Jika WI . Latar belakang / latar pengetahuan mengenai perubahan / perbaikan 42 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Kemudian langkah terakhir yaitu mengenai knowledge storage.WI WI . Pengetahuan mengenai modul sebaiknya tersimpan dengan baik dan tercatat perubahan/perbaikan yang dilakukan dari tahun ke tahun. 2. Dari empat analisis diatas dapat dirangkum kedalam siklus knowledge management yang telah dilengkapi sebagai berikut pada Gambar 3. Untuk lebih detilnya mengenai bentuk knowledge storage akan dibahas pada perancangan teknologi pendukung knowledge infrastructure. maka harus ditulis dengan jelas mengenai perubahan tersebut dan alasannya (adanya change log).WI dengan ataupun forum In House WI .

1.Perancangan Knowledge Management System . | Wicaksono Febriantoro Gambar 4. langkah selanjutnya yaitu menyusun model KMS berorientasi proses bisnis. Dengan adanya perubahan ini maka aliran pengetahuan dari siklus KM sudah terdefinisi dengan baik sehingga siklus KM dapat tercipta dengan baik. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dari Gambar 4 berikut ini. Pada tahap ini juga ditentukan fit criteria (tujuan yang ingin dicapai Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 43 . Definisi Knowledge Proses Pada tahap awal ini yang dilakukan yaitu memetakan model knowledge process as-is dan to be. Siklus KM yang telah dilengkapi dari KD B Rancangan Model KMS Berorientasi Proses Bisnis Setelah knowledge process dilengkapi. Alur Perancangan Knowledge Infrastructure2 Dari framework tersebut terdapat tiga langkah perancangan knowledge infrastructure sebagai berikut.. Gambar 5. Hasil Pemodelan Knowledge Process dari KD B Gambar 3.. Strohmaier.2 Model KMS yang dirancang sudah mengakomodir perubahan terbaru. Pemodelan ini divisualisasikan menggunakan model identifikasi knowledge process dari M. Analisis Teknologi dalam KMS Dalam merancang aspek teknologi (knowledge infrastructure) akan digunakan framework perancangan knowledge infrastructure dari Strohmaier2 sebagai berikut pada Gambar 5.

44 sedangkan perancangan knowledge process yang telah dilengkapi. ada 2 strategi terkait cara individu (WI) mendapatkan dan berbagi pengetahuan yang diperlukan untuk melaksanakan tugas sebagai WI. 3. 3. | Wicaksono Febriantoro dengan perancangan knowledge infrastructure). 2. Desain pada jurnal ini akan berfokus pada IT Tools terutama layer data. 2. model konseptual KMS juga dijelaskan pada tahap ini. jika belum maka proses di tahap ke dua dapat diulangi lagi. Organizational Roles harus dapat menyediakan/mengisi pengetahuan dalam KI. Desain Knowledge Infrastructure. Selain IT Tools.. Pada tahap ini akan di-desain Arsitektur dan IT Tools berdasarkan fit criteria dan hasil analisis pemodelan knowledge process berorientasi proses bisnis beserta alternatif teknologi yang didapat dari studi literatur. Dalam tahap ini dapat diketahui apakah desain sudah memenuhi Z atau belum. KI harus dapat memfasilitasi kebutuhan kolaborasi pengetahuan antara knowledge worker. Pada langkah ini dilakukan validasi terhadap desain knowledge infrastructure dalam hal dukungan terhadap knowledge process menggunakan fit criteria. 6. Knowledge yang disimpan harus dapat didukung dan dimanage oleh KI. Fit Criteria ini akan dirancang berdasarkan beberapa teori KMS2. Knowledge harus dapat ditransfer dengan baik oleh KI. Organizational Roles harus dapat mengakses kebutuhan pengetahuan yang diperlukan. Selain fit criteria validasi juga dilakukan dengan perbandingan terhadap teori dan regulasi sehingga menghasilkan triangulasi validasi. Model kolaborasi juga harus dapat memfasilitasi kebutuhan untuk melakukan kolaborasi kapan saja dan dimana saja (tidak terbatas di dalam kantor saja). 5. infrastructure dan knowledge services.1 Adapun rekapitulasi hasil fit criterianya adalah sebagai berikut : 1.Perancangan Knowledge Management System . Desain Knowledge Infrastructure Dari perancangan knowledge flow proses bisnis widyaiswara.4 dengan batasan berupa regulasi dari Kementerian PAN mengenai knowledge management di instansi pemerintah. Definisi Knowledge Processs Identifikasi model knowledge process dapat dilihat pada gambar 9. Validasi Desain Knowledge Infrastructure Langkah validasi merupakan langkah terakhir dari perancangan knowledge infrastructure. Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 .. Fit criteria ini nantinya akan digunakan di dalam validasi knowledge infrastructure. Dari sini kemudian akan dirancang fit criteria sebagai tujuan perancangan knowledge infrastructure (KI). 4.

2. Tabel 4. | Wicaksono Febriantoro Strategi tersebut nantinya akan mempengaruhi rancangan knowledge infrastructure.6 1. Codification Strategy: Strategi ini menitikberatkan pada pengumpulan.7 Gambar 6. knowledge repositories. Intranet ini juga terhubung ke internet via Internet Service Provider (ISP) untuk mengakses database online eksternal. Strategi ini akan sangat bergantung kepada IT.Perancangan Knowledge Management System . Strategi ini menekankan kepada dialog antar individu. Knowledge Services: Pada layer ini terdapat layanan berupa aplikasi yang akan digunakan untuk mendukung knowledge process. collaboration. sebagai berikut. Strategi tersebut yaitu. Salah satu keuntungannya yaitu penggunaan kembali pengetahuan yang ada. discussion group based application) Berikut usulan rancangan berdasarkan hasil analisis dan fit Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 45 . Proses Pengetahuan dan Teknologi Pendukungnya (Personalisasi) Proses Pengetahuan Diskusi Antar WI Rapat WI yang serumpun Forum WI (Keseluruhan) In House Seminar Teknologi yang mendukung Mentoring/Tutoring Working Group / Communities of Practice (expert locator. 3. aplikasi yang akan digunakan akan dijelaskan pada Tabel 6. Berdasarkan fit criteria dan strategi KMS. Model Konseptual KMS di BDM 1. kodifikasi dan penyebaran informasi (explicit). Infrastructure service : Infrastruktur pendukung utama yaitu jaringan intranet via Local Area Network (LAN) dan Wi-Fi yang menghubungkan semua knowledge worker dengan KMS yang akan dibangun.. Data dan knowledge sources : Disini tersimpan semua database dari proses bisnis Widyaiswara (KD A sampai dengan KD J). Personalisation strategy : Strategi ini berfokus pada pengembangan jaringan untuk menghubungkan orang sehingga tacit knowledge dapat dibagikan. 2.. Expert Locator Intranet criteria (rancangan dari data dan knowledge sources. Personalisasi pada proses bisnis widyaiswara dapat dilihat pada Tabel 5. Strategi Kodifikasi pada proses bisnis widyaiswara dapat dilihat pada Tabel 4. Proses Pengetahuan dan Teknologi Pendukungnya (Kodifikasi) Proses Pengetahuan Dokumentasi Konten Pencarian dan Mendapatkan Informasi Saling keterhubungan antar knowledge worker Teknologi yang mendukung Doc / Content Management (Wiki. infrastructure services serta knowledge services). virtual work space application. blog) Search Engine/Information Retrieval System. Tabel 5.

Hal ini diperlukan untuk mengelola semua aplikasi KMS dengan baik. Model kolaborasi juga harus bisa memfasilitasi kebutuhan untuk melakukan kolaborasi kapan saja dan dimana saja (tidak terbatas di dalam kantor saja). disinilah strategi kodifikasi diaktualisasikan dengan penyimpanan pengetahuan. 1. KI harus dapat memfasilitasi kebutuhan kolaborasi pengetahuan antara knowledge worker . hasil diskusi dari peserta/ketika menjadi narasumber dan sumber lain yang relevan. kemudian diperbaharui kontennya (bisa ditambah atau dikurangi) yang disesuaikan dengan: RB/RP. 2. Untuk menulis content awal bisa dimasukkan ke dalam sebuah wiki dimana nantinya akan berisi modul sesuai mata pelajaran yang diajarkan. Knowledge Process Knowledge Creation IT Tools Learning Tools Knowledge Storage and Retrieval Wiki. Organizational Roles harus dapat mengakses kebutuhan pengetahuan yang diperlukan. hasil penerjemahan dari standar yang berlaku secara internasional (tentunya yang 46 sesuai dengan regulasi yang berlaku di Indonesia). Pada poin 1 telah dijelaskan bahwa untuk penyimpanan content utama (modul) bisa digunakan wiki. misal: modul tahun sebelumnya digunakan sebagai awal dari penyusunan modul.. Blog. Knowledge harus dapat ditransfer dengan baik oleh KI.Perancangan Knowledge Management System . | Wicaksono Febriantoro Tabel 6. hasil karya tulis ilmiah dari peserta diklat. kemudian content pendukungnya sebagai latar pengetahuan untuk memperbaharui content bisa Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Aplikasi Pendukung (IT Tools) Knowledge Process Fit Criteria Organizational Roles harus dapat menyediakan/mengisi pengetahuan dalam KI. yang Knowledge disimpan harus dapat didukung dan dimanage oleh KI. Sebelum menulis ke wiki. Knowledge creation tidak dapat dipisahkan dengan knowledge storage and retrieval. Latar pengetahuan dalam melakukan knowledge creation proses penyusunan modul terdiri dari 10 proses bisnis yang telah diidentifikasi sebelumnya (Gambar 6).. laporan diklat teknis (baik nasional maupun internasional). Semua apikasi KMS hanya bisa diakses melalui portal ini (sekaligus berfungsi untuk memberikan petunjuk beserta alur penggunaan masing-masing aplikasi). write and edit atau full access) diberikan kepada organization role sesuai dengan kebutuhan-nya. maka WI harus mengakses portal (sebagai one stop information system) yang berfungsi sebagai sistem akses dan autentifikasi (memberi akses ke aplikasi sesuai peran dan tanggung jawabnya). Prinsip utamanya yaitu hak akses ke dalam suatu aplikasi (read only. bisa dijelaskan sebagai berikut. Document/Content Management System Search Engine/Information Retrieval System. Expert Locator Discussion group based application Knowledge Transfer Virtual Work Space Application Knowledge Transfer discussion group based application Knowledge Application Expert System/Workflow System Model Konseptual KMS Model konseptual pada Gambar 6.

Selain itu fungsi expert locator juga ditambahkan untuk mempermudah menemukan orang yang ahli dalam suatu bidang tertentu. | Wicaksono Febriantoro disimpan pada blog. Pada knowledge transfer inilah strategi personalisasi berada. Pada tahapan ini dapat ditambahkan mekanisme tertentu sebagai fungsi approval terhadap content yang diperbaharui. maka proses knowledge sharing/ knowledge transfer/ diskusi dapat berlangsung via ruang meeting atau forum diskusi. Kemudian hasilnya dimasukkan ke wiki berdasarkan kesepakatan pada forum diskusi. Pada intinya KMS memungkinkan knowledge transfer dan knowledge sharing kapan saja dan dimana saja. discussion group based application. 3. KMS memungkinkan diskusi dilakukan secara lebih luas. Adapun content yang disimpan dapat bervariasi. Untuk mempercepat proses implementasi knowledge tersebut. diskusi masih dapat dilakukan via teknologi pendukung missal : video conference.. gambar.. jika ada salah satu peserta yang tidak hadir misalnya atau berada pada tempat yang berbeda. animasi maupun content multimedia lainnya. Dari hasil identifikasi ditemukan bahwa proses penyusunan modul dapat digunakan untuk meningkatkan ke-10 proses lainnya. Tahap ini menekankan pada pengelolaan tacit knowledge dimana pengetahuan baru yang muncul dari hasil diskusi antar WI yang serumpun maupun forum WI atau in-house seminar berada. Knowledge storage and retrieval juga dilengkapi dengan search and retrieval system untuk mempermudah menemukan informasi dan pengetahuan yang diinginkan. Misal dalam sebuah pembahasan yang akan menentukan apakah sebuah metode pengujian baru dapat dimasukkan atau tidak ke dalam sebuah modul. 4. jika semua peserta hadir pada waktu dan tempat yang sama. virtual workspace application dan lain-lain. video. Hal ini seperti dilihat pada Gambar 3.Perancangan Knowledge Management System . Pada tahap terakhir yaitu knowledge application yang berupa penerapan/implementasi existing knowledge supaya dapat memberikan nilai tambah (continuous improvement) pada proses lainnya. audio. mulai dari text. KMS dapat membantu dalam hal menghubungkan informasi dari berbagai sumber dan membuatnya dapat diakses oleh organizational roles yang membutuhkan dengan 47 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Nantinya setiap perubahan (baik penambahan atau pengurangan isi modul) pada wiki secara otomatis akan ditambahkan keterangan perubahan-nya (change log) meliputi apa perubahan yang dilakukan dan kapan perubahan itu terjadi. merupakan siklus yang berulang.

validasi dilakukan juga dengan membandingkan dengan teori/literatur lain serta dengan regulasi yang berlaku supaya keabsahan hasil perancangan dapat dipertanggungjawabkan dengan hasil sebagai berikut pada Tabel 7 dan Tabel 8. combination cyber dan time diffent place). Collaborative tools misal groupware. internalisation exercise ba.14 Tahun 2011 tahapan dalam perencanaan implementasi Manajemen Pengetahuan Konteks dalam Praktek organisasi terdiri dari Penelitian terdiri dari 2 tahap. dimana saja) interacting ba(diiferent ba. Lebih lanjut KMS dapat mendukung knowledge application dengan cara menempelkan (embed) pengetahuan kedalam proses bisnis organisasi melalui expert/ workflow system (mengkodifikasikan dan mengotomatisasikan proses bisnis). Tabel 8. office automation sytem.d knowledge application. discussion forum (tacit). pembuatan corporate knowledge directories. Manajemen (pemodelan knowledge proses) serta di tahapan strategi ada tahapan penggunaan teknologi (knowledge infrastruktur) Menurut PermenPAN No. tools untuk komunikasi dan kolaborasi (portal dan intranet) serta forum diskusi elektronik serta search and retrieval system SIMPULAN Pemodelan knowledge process widyaiswara dapat dilakukan menggunakan framework pemodelan knowledge process dari Strohmaier2 yang dimodifikasi menggunakan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara No. Validasi Berdasarkan Teori No Temuan Penelitian Teori Pendukung Alavi (2001) menyatakan bahwa peran IT Peran IT dalam mendukung pengelolaan dalam pengelolaan KM sebagai berikut : 1 explicit (kodifikasi) dan tacit (personalisasi) knowledge coding dan sharing dari best practice. content management misal document management system. 3 pemodelan knowledge proses dan perancangan knowledge infrastruktur Mengidentifikasi Pengetahuan Mengidentifikasi Pengetahuan dl Manajemen organisasi. Hasil analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa secara umum semua proses bisnis belum mengoptimalkan semua komponen dari knowledge creation s. berbagi pengetahuan dan pemanfaatan pengetahuan Knowledge Transfer yang ditemukan 2 terdiri dari 2 strategi. transfer & application mengenai Pedoman Pelaksanaan Manajemen Pengetahuan. Socialization Originating 3 Diseminasi knowledge via collaboration Ba (same time same place). | Wicaksono Febriantoro mudah dan cepat..Perancangan Knowledge Management System .14 Tahun 2011 .12 tahun 2011 mengenai Pedoman Penataaan Tatalaksana (business process). Validasi Desain Knowledge Infrastructure Selain menggunakan fit criteria.. Regulasi No Validasi Berdasarkan Regulasi Temuan Penelitian Menurut PermenPAN No. Dimulai dari knowledge creation. externalisation model (kapan saja.dll Nonaka (2000) menyatakan bahwa SECI Model terdiri dari.14 Tahun 2011 proses transfer dapat berupa diskusi maupun melalui medium berbasis teknologi Menurut PermenPAN No. kodifikasi (explicit) dan personalisasi (tacit) Menurut PermenPAN No. storage & retrieval.14 Tahun 2011 Knowledge Process yang akan dikelola 1 terdiri dari knowledge creation. ada 3 proses dasar dalam Manajemen Pengetahuan yaitu proses akuisisi pengetahuan. content management dan business intelligence. pembuatan knowledge networks Moffet dan McAdam (2003) menyatakan bahwa KM Tools terdiri dari 3 : IT digunakan untuk mendukung 2 manajemen tacit knowledge (working group/CoP) dan explicit knowledge (document management system) collaborative tools. 48 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 .discussion group teknologi dl perolehan data menggunakan sistem untuk merekam data elektronik. ditemukan bahwa pada proses bisnis WI latar pengetahuan dalam menciptakan suatu pengetahuan baru belum sepenuhnya Tabel 7. Search Engine. aspek Penggunaan Document/Content 4 Management System.

kemudian dalam knowledge storage belum menggunakan sistem yang terstruktur dan mudah untuk diakses kembali. Idea Group Reference (IGI). Knowledge Management and Knowledge Management System : Conceptual Foundation and Research Issues. pp. rapat WI yang serumpun..Perancangan Knowledge Management System . 2006. Schwartz. Knowledge Management dalam Konteks Organisasi Pembelajar. 2. Dorothy. and Konno. Leidner. serta Search Engine/Information Retrieval System dan Expert Locator. 25. [book auth. D.l. Maryam and E. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tentang Pedoman Pelaksanaan Manajemen Pengetahuan (Knowledge Management) s. 2011. The Concept of ‘Ba’ : Building a foundation for knowledge creation. Maret 2001. virtual work space application dan discussion group based application DAFTAR PUSTAKA 1Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Vol. Strategi Personalisasi dimana strategi ini menitikberatkan pada pengelolaan tacit knowledge (diskusi antar WI. 3Nonaka 4Alavi. 6M. kerjasama dan kerja tim sedangkan untuk knowledge application banyak yang belum terdefinisi sehingga pemanfaatan knowledge kurang optimal. Jakarta: Kemen PAN-RB. California Management Review. Encyclopedia of Knowledge Management. 107-136. forum WI. Vincent and A. Austria : Shaker Verlag.. MIS Quarterly. Strategi Kodifikasi merupakan strategi yang bersifat explicit (mengelola pengetahuan yang terdokumentasi) dengan IT Tools antara lain : Document/Content Management berupa Wiki dan Blog. knowledge transfer juga belum optimal dikarenakan belum mendukung aktivitas kolaborasi. 2006. B-KIDE : A Framework and a Tool for Business Process Oriented Knowledge Infrastructure Development. Jann and Crestofel. Juan. 49 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . in house seminar) dengan IT Tools pendukungnya antara lain : Working Group/Community of Practice Tool. 5Hidajat. Ribiere. Knowledge Flow.] D. 2005. | Wicaksono Febriantoro teridentifikasi. Markus B. Roman. 2Strohmaier. 1998. Dari hasil perancangan knowledge infrastructure menunjukkan bahwa ada dua strategi yang digunakan untuk mendukung knowledge process WI sebagai berikut : 1. 2001. Bandung: SBM-ITB.

50 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 .Perancangan Knowledge Management System . New York : Springer. 2007. Knowledge Management Systems : ICT for Knowledge Management.. | Wicaksono Febriantoro 7Maier.. Ronald.

In this researh we apply qualitative method to see how far content filtering has been used in Batam Local Government’s Network.. However.id ABSTRAK Kajian implementasi sistem penyaring konten telah dilakukan di Kantor Pemerintah Kota Batam. Pendeteksian virus. Namun pemblokiran seluruh konten yang terdapat pada sebuah website memunculkan permasalahan. pendeteksian ABSTRACT A study on the implementation of the content filtering system has been done in Batam local government’s network. firebox 125e series. It is recomended to create a capable device to detect page per page. detection PENDAHULUAN Ibarat dua sisi mata uang. Keywords : content filtering. Penyaring konten yang dipakai adalah firebox seri 125e yang memiliki keunggulan melakukan blok terhadap konten sebuah website secara menyeluruh.. firebox 125 e series. The content filter used is firebox 125e series which has the adventage to block all of website content.go. Disarankan untuk menciptakan sebuah perangkat yang mampu mendeteksi sebuah konten page per page. perkembangan teknologi informasi melahirkan dua efek yakni efek negatif dan efek positif. | Jarudo Damanik . worm maupun gerakan yang mengarah pada tindakan berupa hack dapat berjalan secara maksimal melalui perangkat ini. Penelitian ini menggunakan metoda kualitatif untuk melihat sejauh mana penggunaan konten filtering dilakukan di Kantor Pemerintahan Kota Batam. worms and the movement that led to the action of a hack to run the maximum through this device. karena tidak semua konten yang terdapat pada sebuah situs tersebut negatif. Efek positifnya. This study is expected to provide input Batam Local Government to determine effective content filtering. Detection of viruses. Kata Kunci : penyaring konten.JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI Vol 1 No 1 Desember 2012 KAJIAN IMPLEMENTASI WATCHGUARD FIREBOX SERI 125e SEBAGAI PENYARING KONTEN PADA JARINGAN KANTOR PEMERINTAH KOTA BATAM A STUDY ON THE IMPLEMENTATION OF WATCHGUARD FIREBOX 125e SERIES AS A CONTENT FILTER IN BATAM LOCAL GOVERNMENT’S NETWORK Jarudo Damanik Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika Medan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI Jalan Tombak Nomor 31 Medan jarudo. Kajian ini diharapkan menjadi masukan Pemerintah Kota Batam untuk menentukan penggunaan konten filtering yang efektif.damanik@kominfo. so the selection process can be carried out relevant content. teknologi informasi dan 51 Kajian Implementasi Watchguard Firebox Seri 125e . sehingga proses penyeleksian konten dapat dilakukan secara relevan. blocking all content on the website raises a problem because not all of the website content is negative.

kecanduan hubungan maya.. bersosialisasi. dan bahkan sebagai media dalam melakukan pembelajaran. Berbeda dalam dunia nyata. Gambar 1. dunia maya memiliki hampir semua hal yang terdapat pada dunia nyata. Namun sisi lain kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. khususnya fasilitas dunia maya menghasilkan konsekuensi negatif bagi penguna. dalam bentuk kampanye persuasif. melakukan transaksi dan aktivitas ekonomi. Konsekuensi negatif yang kita anggap sebagai dampak negatif teknologi ini sama luasnya dengan manfaat positif teknologi ini. Lebih spesifik. Permasalahan geografis yang selama ini selalu menjadi kendala. di dunia maya segala aktivitas dapat dilihat lebih visual dan nyata. sehingga membutuhkan ruang. Bila proxy Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Sebagai sebuah perwujudan dari dunia yang maya. khususnya keberadaan dunia maya dewasa ini digunakan orang sebagai pusat rujukan informasi. | Jarudo Damanik komunikasi memberikan berbagai kemudahan dalam menyelesaikan pekerjaan.1 Dampak negatif tersebut semakin besar karena ketersediaan fitur dan mudahnya akses.Kajian Implementasi Watchguard Firebox Seri 125e . Ada beberapa cara penyaringan konten yang dapat dilakukan. penyaringan konten yang tersedia di dunia maya secara teknis sangat diperlukan. Selain itu teknologi informasi menghadirkan pergeseran paradigma terhadap tingkat kepentingan informasi menjadi suatu hal yang paling berarti dan berharga. serta amat mudah membuktikan setiap pelanggaran yang dilakukan seseorang. Saat ini teknis penyaringan konten yang sering digunakan adalah dengan mengimplementasikan proxy yang terdapat pada jaringan. waktu dan biaya yang besar dalam mengakses informasi telah diatasi dengan hadirnya fitur fitur yang terdapat di dunia maya yang lebih efektif.. Meski demikian semua informasi yang terdapat pada dunia maya yang di interpretasikan melalui laman website yang ada saat ini memiliki manfaat selama digunakan secara bijaksana diartikan dengan menggunakan untuk tujuan yang bermanfaat serta menyaring isi yang bersifat negatif. Untuk itu. Secara garis besar internet memberi peluang terciptanya dampak negatif seperti 52 pornografi. tayangan sadis dan lainnya. Konsep dan cara kerja proxy2 Pada dasarnya proxy berfungsi sebagai content checking. Pada teknik ini proxy akan memainkan peran untuk menyampaikan dan menerima permintaan dari user untuk mengakses konten dari server global. teknologi informasi dan komunikasi.

dokumen awal pembangunan jaringan dan wawancara mendalam terhadap seluruh elemen yang terkait dengan manajemen pengelolaan jaringan.Kajian Implementasi Watchguard Firebox Seri 125e .. Objek pengambilan data terdiri dari data aktivitas lalulintas jaringan dari menu Manajemen Admin. dan selalu 53 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Meskipun pada setiap jaringan. sekaligus memilih informan sebagai sumber data serta melakukan penilaian kualitas data. maka semua paket yang mengandung kata “sex” akan ditolak. khususnya jaringan local area network selalu disertai sebuah proxy. Penelitian ini diharapkan memberikan informasi teknis terkait dengan perangkat konten filtering sebagai media penyaringan informasi negatif. Kebijakan lebih teknis diperlukan untuk menciptakan akses ke dunia maya yang lebih sehat dan bermartabat. khususnya pasal 27 ayat 1 harus dilakukan secara lebih nyata. Sisi lain dari alasan penyaringan sebuah konten juga dipengaruhi beberapa faktor yang bersifat non teknis. Penelitian ini memakai pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif. Berdasarkan pemaparan diatas. serta solusi pemilihan perangkat penyaring konten yang efektif. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di Kantor Pemerintah Kota Batam di kawasan Batam Center.4 Namun perlindungan terhadap masyarakat terkait akses ke negatif tidak dapat dipenuhi hanya undang undang tersebut.3 Dalam sebuah diskusi oleh ICTWATCH bersama dengan komunitas blogger disimpulkan bahwa dukungan terhadap keberadaan UU ITE Nomor 8 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). kajian ini difokuskan pada sejauhmana perangkat penyaring konten yang digunakan pada jaringan kantor Pemerintah Kota Batam mampu melakukan filtering terhadap konten negatif. | Jarudo Damanik diset untuk mem-filter konten yang mengandung kata “sex”. serta apa kelemahan dan kelebihan tools tersebut. yaitu mencatat dan menggambarkan secara teliti seluruh fenomena yang ditemukan di 5 lapangan. menafsirkan serta membuat kesimpulan atas temuan di lapangan. dengan fokus pengamatan terhadap kinerja jaringan yang berada di Lantai VII. Relevansi teknik penyaringan dengan kaidah kepantasan terhadap pengakses begitu erat kaitannya.. Penelitian dilaksanakan selama 6 (enam) bulan yakni dari bulan Januari 2012 sampai dengan Juni 2012. khususnya konten dunia maya yang sangat dinamis. karena fungsi vitalnya sebagai jembatan antara client dan webserver sekaligus sebagai otorisasi mengijinkan akses. Peneliti secara langsung mengamati objek penelitian untuk melakukan interpretasi data lapangan.6 Alasan pemilihan metode ini didasarkan pada fenomena perkembangan teknologi informasi. namun kenyataannya efektivitas kinerja dalam melakukan penyaringan masih belum cukup.

. Hal ini diperlukan karena data yang 54 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 .. dimana dalam topologi ini terbentuk suatu bentuk hubungan antar perangkat dimana setiap perangkat terhubung secara langsung ke perangkat lainnya yang ada di dalam jaringan. Validasi data dilakukan dengan menggunakan teknik triangulasi yaitu Client 5 melakukan pengecekan dari sumber data yaitu pengelola dan manajemen admin jaringan. menguji kredibilitas informan dari jawaban serta memfasilitasi Client 3 pengungkapan konstruksi personal informan. Keberagaman data yang diperoleh akan di deskripsikan. data lalulintas jaringan serta para pengunjung atau user yang menggunakan jaringan. Sedangkan analisa data dilakukan dalam beberapa tahapan dari tahapan trustworthines. Tahapan ini dilakukan untuk melihat realita yang diungkapkan informan dengan Client 1 melihat pengalaman informan terkait topik. | Jarudo Damanik mengelami perubahan dan pembenahan setiap saat. sistim jaringan komputer lokal mengadopsi topologi jaringan topologi Mesh atau biasa disebut topologi jala.Kajian Implementasi Watchguard Firebox Seri 125e . Teknik pendekatan secara persuasif dan penjabaran naratif diharapkan mampu menggali semua fenomena dan kencenderungan yang berkembang. hingga authenticity. credibility. HASIL DAN PEMBAHASAN Pada jaringan kantor Pemerintah Kota Batam. 7 Titik port hub Client 2 Client 4 server sebagai sentral Client 6 Gambar 2. dikategorikan. Topologi Mesh yang digunakan dalam jaringan antar koneksi di kantor Pemerintah Kota Batam Pemilihan topologi ditujukan untuk keamanan data yang didistribusikan. untuk melihat pendapat yang sama dan melakukan member chek terhadap data yang berbeda untuk dibuatkan kesepakatan diantara sumber data. pejabat yang memiliki otoritas terhadap keberlangsungan jaringan. Dengan menggunakan topologi ini data yang disampaikan antar satu komputer dengan komputer lain lebih aman karena menggunakan “dedicated link” komunikasi data secara langsung tanpa melalui komputer lain.

Hasil penelitian menunjukan tipe MS Proxy Server dan Win Gate mampu menyortir seluruh lalulintas paket yang masuk.. dengan mengenali konten yang disajikan oleh sebuah website. Jaringan pada kantor Pemerintah Kota Batam juga dilengkapi dengan firewall yang bekerja saling mendukung dengan proxy. Firewall watchguard ini bekerja dengan memfokuskan semua paket yang masuk melalui proses identifikasi. Sebagus apapun tipe proxy yang digunakan saat ini dapat dipastikan tidak akan mampu melakukan pengontrolan seluruh aktivitas. spyware dan anti spam. Proxy yang digunakan pada server jaringan ini sudah lengkap.. Perkembangan berbagai tipe proxy yang sebagian besar dapat diperoleh secara gratis menimbulkan fenomena baru.Kajian Implementasi Watchguard Firebox Seri 125e . Sebagai contoh sebuah web proxy dapat diperoleh secara gratis mampu melakukan browsing tanpa harus khawatir oleh adanya pemblokiran situs karena semua request akan dilewatkan di web proxy tersebut. Saat ini konfigurasi pada MS Proxy Server dan Win Gate yang bekerja pada layer aplikasi mampu melakukan pengontrolan terhadap seluruh aplikasi yang digunakan pada jaringan. Watchguard firebox 125e akan mengidentifikasi sebuah paket yang diakses user melalui pengecekan alamat IP baik komputer sumber maupun komputer tujuan untuk 55 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Ini diperlukan karena banyaknya data Pemerintah Kota Batam yang harus dilindungi ketika terjadi sebuah distribusi data. Sistim langganan keamanan terintegrasi XTM WatchGuard dan Firebox X e-Series peralatan dengan nomor seri X1250e. Sistim Penyaring Konten Kantor Pemerintah Kota Batam Pada jaringan kantor Pemerintah Kota Batam efektivitas penggunaan proxy dan firewall dimaksimalkan untuk melakukan pengontrolan atas akses yang dilakukan user. Pada weblocker ini terdapat fitur tambahan berupa perangkat proteksi antivirus. Kondisi ini tentu tidak mencukupi untuk melindungi dan memantau jaringan bebas dari akses yang tidak terdeteksi. Keberadaan firewall yang komprehensif ini tentunya untuk memberikan perlindungan secara total terhadap setiap akses yang tidak dikehendaki. | Jarudo Damanik didistribusikan sangat penting seperti data statistik dan kependudukan. Firewall yang digunakan adalah WebBlocker yang merupakan produk sebuah vendor berbasis di Amerika Serikat. XTM Watchguard Firebox 125e Gambar 3. Bentuk fisik webblocker sebagai penyaring konten yang digunakan kantor Pemerintah Kota Batam Secara umum fungsi webblocker ini untuk melakukan pengamatan terhadap segala aktivitas yang dilakukan oleh user dalam lingkup jaringan.

Beberapa kelemahan yang dapat diidetifikasi dalam penelitian ini adalah Watchguard Firebox 125e yang digunakan sebagai firewall untuk melindungi jaringan berjalan secara sporadis. Selain itu firebox 125e juga merupakan sebuah paket watchguard yang terdiri dari perangkat lunak firewall sekaligus terintegrasi dengan perangkat keras. 8 Esensi pembatasan dan pemblokiran bertujuan untuk menyelamatkan bangsa ini dari kerusakan. tersebut tidak akan dapat diakses user. Artinya pembatasan atau pemblokiran bukan berarti membatasi hak manusia untuk memperoleh informasi. Artinya sebagai sebuah bangsa besar yang sejajar dengan bangsa bangsa lain di dunia ini bangsa Indonesia juga memiliki etika dalam Intern et Router Firebox sebagai Firewall spesifikasi teknis firebox xWebserve webserve Switch User User Sub Sub Gambar 4... Artinya untuk dapat memblok sebuah situs berbagai tipe dapat dilakukan dengan menutup port tertentu. sehingga keseluruhan informasi yang ada dalam website tersebut secara otomatis tidak akan bisa diakses. Cara kerja dan fungsi firebox sebagai firewall yang digunakan di kantor Pemerintah Kota Batam Keunggulan Watchguard Firebox 125e Dari sisi fitur. Hal ini sebenarnya sangat bertentangan dengan kebebasan dalam memperoleh informasi. sehingga seluruh web yang berbasis pada port 56 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Indikator firewall ini menolak atau melewatkan paket tersebut berdasarkan daftar database yang sudah ada sebelumnya. Pembatasan sebagian konten negatif di jaringan situs website juga sebagai upaya untuk meningkatkan harkat dan martabat bangsa ini di panggung dunia. Kelemahan Watchguard Firebox 125e Selain keunggulan yang dimiliki Watchguard Firebox 125e juga memiliki beberapa kelemahan. | Jarudo Damanik membandingkan apakah IP dimaksud merupakan IP yang memiliki indikasi merusak. Upaya pemblokiran seharusnya dilakukan dengan bijaksana. Selain itu fleksibilitas pengkonfigurasian dapat dilakukan melalui port yang digunakan. dimana metode penyaringan konten yang masuk langsung menutup semua akses berdasarkan port. firebox 125e memiliki beberapa keunggulan diantaranya memiliki kemampuan melakukan penyaringan IP adress. kemudian mengecek port yang digunakan dan membandingkan dengan database yang dimiliki serta melakukan pengecekan terhadap protokol IP yang digunakan.Kajian Implementasi Watchguard Firebox Seri 125e .

. dimana manajemen administrator jaringan memilih untuk memperkuat sistim pengamanan jaringan dengan melakukan duplikasi pengamanan. Penyediaan perangkat baik dari sisi hardrware. Duplikasi pengamanan dimaksud terdiri dari penggunaan proxy sequid untuk seluruh aktivitas internel jaringan dan menggunakan firewall berbasis watchguard firebox seri 125e untuk setiap akses masuk. Cara kerja firewall dengan langsung menutup seluruh port yang diidentifikasi atau berpeluang memiliki konten yang tidak baik sesungguhnya bukan tindakan yang bijak. Sebuah perangkat yang mampu mendeteksi konten secara page by page diharapkan mampu mengatasi permasalahan filtering ini. khususnya di negara yang belum dapat menentukan secara spesifik memberikan kategori konten negatif atau positif. Proses update perangkat yang harus dilakukan kepada vendor pemilik lisensi watchguard firebox 125e juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit.. Selain itu dalam mengkonfigurasikan database untuk menyeleksi situs yang dianggap memiliki potensi negatif dan berbahaya sebaiknya dilakukan secara lebih bijak dengan memperhatikan seluruh aspek konten yang terdapat pada situs dimaksud. Peluang untuk melakukan kerjasama 57 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . besarnya biaya yang dibutuhkan dalam melakukan identifikasi dan pembentukan database yang akan terkonfigurasi juga akan menjadi masalah ketika penganggarannya tidak dilakukan secara tepat. software maupun tools lainnya sudah sangat mencukupi.Kajian Implementasi Watchguard Firebox Seri 125e . Pemilahan terhadap sebuah situs tertentu untuk melihat serta menciptakan cara pandang penilaian yang lebih parsial sangat diperlukan untuk menciptakan pola akses informasi yang relevan. 9 Selain itu. padahal bila perangkat tidak terupdate secara berkala sangat mempengaruhi kemampuan pembentukan database sesuai pertumbuhan website yang pesat. Dari sisi keamanan data. karena sebagian isi situs yang diblok melalui fungsi firewall dipastikan memiliki konten positif yang dibutuhkan user. SIMPULAN Secara teknis. Sebagian isi situs tersebut pasti akan memiliki manfaat sepanjang dilakukan model pengaksesan yang sehat. untuk menghindari pemblokan sebuah situs secara keseluruhan. | Jarudo Damanik melakukan akses informasi melalui dunia maya. Teknik penyaringan konten pada jaringan kantor Pemerintah sebaiknya dilakukan secara parsial dan terpisah dengan fungsi firewall. seluruh otoritas yang ada di Pemerintah Kota Batam yang memiliki wewenang terkait dengan keberadaan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi dan unsur unsur pendukungnya sudah memiliki konsep pemanfaatan yang sangat jelas. khususnya perlindungan terhadap user yang mengakses melalui jaringan terhadap konten yang akan diakses cukup kuat.

Bandung M. Focus Group Discussion : Draf dan Acuan Etika On-Line.go.. Tifatul.ac. DAFTAR PUSTAKA 1Iqbal. Indonesia Security Incident Response Team On Internet Infrastructure (ID-SIRTII). Bandung Dedy. Sebagai acuan saat ini Kementerian Komunikasi dan Informatika sedang melakukan ujicoba penggunaan trush+ sebagai sebuah perangkat penyaring konten pintar untuk melakukan pendeteksian setiap konten secara detil dan page by page. Kualitatif dan R&D.uii.id Mico. Penyaringan Konten Negatif di Internet. Instalasi dan Konfigurasi Jaringan Komputer.. 2006. Remaja Rosda Karya. Pengantar Instalasi Jaringan. 5Sugiono.Kajian Implementasi Watchguard Firebox Seri 125e . 2002. Jakarta 2011. Dampak Positif dan Negatif Internet. 4ICTWATCH. Paradigma Baru Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial Lainnya. Bandung. Alfabeta. Dede. Laporan Konfrensi Pers Terkait Aturan Pengawasan Konten Negatif Bagi Provider Penyedia Konten. Jakarta 2008. 2Pardosi. Panduan Menggunakan Internet Sehat. Bulletin IT (diakses tanggal 23 Januari 2012) http://buletin. Penerbit Informatika. 3Salahuddin. 2007.kominfo. Penerbit Informatika. 58 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . 8Sembiring. Metodologi Penelitian Kualitatif.2011. Metode Penelitian Kuantitatif. | Jarudo Damanik dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika terkait pengembangan dan penggunaan software penyaring konten dapat dilakukan. (tanggal 27 Oktober 2010) http://www. 2012. 6Mulyana. Ictwatch. Bandung Perumus. 2010.it. 7Sopandi. 2011.id 9Tim Jamaluddin.

Denial of Service PENDAHULUAN Denial of Service (DoS) sebagian besar terjadi melalui internet. it has been obtained that the Wireless Intrusion Detection System were succeded in detecting the Denial of Service attacks by 54 %. Keywords: Wireless Network. Kata Kunci: Jaringan nirkabel. Kurangnya pusat monitoring. Denial of Service ABSTRACT Performance of Wireless Intrusion Detection System to detect Denial of Service against wireless network has been studied. manajemen point.go. Sistem proteksi wireless dengan menggunakan firewall dan enkripsi tidak cukup memadai dan efektif. Paket serangan kemudian dideteksi sebagai sebuah serangan Denial of Service melalui hasil monitoring paket jaringan. Packet attack was then detected as a denial of service attacks through the monitoring network packets. Dalam penerapan metode WIDS menggunakan tools Snort-Wireless yang berjalan pada sistem operasi Linux. dan kekurangan dalam hal sistem pertahanan yang jelas. Hasil penelitian yang telah dilakukan. maka diterapkan sebuah metode Wireless Intrusion 59 Perfomansi Wireless Intrusion Detection System . WIDS.. Racing Center II/25 Makassar tasmil@kominfo. | Tasmil . Metode tersebut dapat menjadi solusi keamanan jaringan nirkabel dari serangan yang setiap saat dapat mengancam. Salah satu jaringan yang rentan terhadap serangan tersebut adalah wireless adhoc. From the study. The implementation of this method have been performed using snort-wireless tools. WIDS.id ABSTRAK Telah dilakukan kajian Wireless Intrusion Detection System untuk mendeteksi serangan Denial of Service terhadap jaringan wireless. metode Wireles Intrusion Detection System mampu mendeteksi serangan Denial of Service dengan performasi 54%. Sistem tersebut diuji dengan serangan Denial of Service menggunakan tools Engage Packet Builder. The system was tested with Denial of Service attacks using tools Engage Packet Builder. It is argued that the method might be suitable for a solution of wireless network security. Dalam mengatasi kerentanan jaringan nirkabel tersebut..JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI Vol 1 No 1 Desember 2012 PERFOMANSI WIRELESS INTRUSION DETECTION SYSTEM (WIDS) BERBASIS SNORT UNTUK MENDETEKSI SERANGAN DENIAL OF SERVICE PERFORMANCE OF WIRELESS INTRUSION DETECTION SYSTEM BASED SNORT FOR DETECTING DENIAL OF SERVICE ATTACKS Tasmil Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika Makassar Jl.

2. mesin analisis akan mengirimkan peringatan ke server. | Tasmil Detection System (WIDS)1. Response Jika ada yang cocok dengan pola serangan. mencari kejadian yang cocok dengan pola perilaku yang dikenali sebagai serangan.3 Algoritma yang diadopsi oleh WIDS untuk mengenali serangan. nomor identitas pola serangan dan penjelasan pola serangan. Berdasarkan permasalahan yang dihadapi maka rumusan permasalahan dalam penelitian ini adalah “Berapa Besar Performansi WIDS dalam Mendeteksi Serangan DoS?” . WIDS dapat melewatkan serangan karena serangan tersebut tidak dikenali olehWIDS. maka pertahanan mengacu pada pemanfaatan WIDS harus dilakukan. atau karena penyerang berhasil menggunakan sebuah metode serangan yang dapat menghindari WIDS. False negative adalah sebuah serangan yang benar-benar terjadi namun terlewatkan oleh WIDS sehingga WIDS tidak akan menghasilkan peringatan apapun atas serangan tersebut. Hal yang perlu diperhatikan pada implementasi WIDS adalah perihal false positive dan false negative.. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji kemampuan WIDS dalam mendeteksi serangan DoS dengan menggunakan pola serangan SYN Flooding dan menguji 60 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Beberapa kekurangan dan kelemahan telah di dimunculkan. Rule Based Detection Analisis dilakukan terhadap aktivitas sistem. WIDS melakukan tugas ini secara eksklusif untuk jaringan nirkabel.. Analysis Data dan formatnya akan dibandingkan dengan pola serangan yang sudah dikenali 4. 3. antara lain4 : 1.Perfomansi Wireless Intrusion Detection System . False positive adalah peringatan serangan yang dihasilkan oleh WIDS akan sebuah paket normal pada sistem yang dimonitor. Preprocessing Mengumpulkan data tentang pola dari serangan dan meletakkannya pada skema klasifikasi. WIDS akan berdampingan dengan protokol keamanan membantu meningkatkan keamanan total. Kemudian suatu model akan dibangun dan dimasukkan ke dalam bentuk format yang umum seperti nama pola serangan. Sistem ini memonitor lalu lintas di jaringan anda cari dan ancaman penyadapan dan mengingatkan personil untuk merespon. Karena garis pertahanan pertama untuk jaringan nirkabel tampaknya tidak cukup untuk memenuhi keamanan saat ini dan tuntutan di masa yang akan datang.2 WIDS adalah sebuah perangkat lunak atau perangkat keras alat yang digunakan untuk mendeteksi akses tidak sah dari sistem komputer atau jaringan.

000 paket dengan melakukan pengujian sebanyak 5 (lima) kali. METODE PENELITIAN Pengumpulan data menggunakan teknik eksperimen berupa percobaan simulasi se rangan DoS dengan paket SYN Flooding seperti ditunjukkan pada Gambar 1. Skema serangan DoS pada jaringan Prosedur deteksi serangan SYN Flooding dengan WIDS menggunakan Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 61 . 3. jika paket data dideteksi sebagai penyusupan/serangan.000. | Tasmil kemampuan meningkatkan nirkabel. maka Snort engine akan menuliskannya ke alert (berbentuk file log) dan ke database (yang digunakan dalam eksperimen ini adalah database MySQL). 18.. 5.000 dan 21.6 adalah sebagai berikut : 1. 1. Target serangan adalah protokol TCP padal layer 4 lapisan OSI. Komputer penyerang mengirimkan paket SYN sebanyak 300. klasifikasi paket serangan tersebut adalah : 1. 15. Rule berfungsi untuk mencatat serangan pada sebuah file log. 3. 6. Gambar 1. Rule mana saja yang akan di menable dan disable dapat diatur melalui Webmin..000. 12. Menetapkan serangan jumlah paket 2.8. Paket data yang masuk kedalam jaringan komputer direkam dalam file log snort. 4. 4. User akan mengamati alert yang dihasilkan melalui interface base berbasis web. Menentukan port 80 yang terbuka pada jaringan komputer.000.000. bahkan dapat digunakan untuk menambahkan rule-rule secara manual dengan editor berbasis web. 9. WIDS keamanan dalam jaringan tools snort versi 2.Perfomansi Wireless Intrusion Detection System .000. 2. 3. 600.000. Prosedur di atas digambarkan ditunjukkan pada Gambar 2. Webmin adalah Interface Base yang telah ditambahkan module snort rule digunakan untuk mengelola rule. membaca paket data dan membandingkannya dengan rule database.

Desain keamanan jaringan nirkabel dengan WIDS 62 1 2 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 .0(SYN FLOODING) 4.1 Pengujian performansi WIDS diukur dengan serangan DoS untuk 10 (sepuluh) kali serangan paket SYN Flooding dengan klasifikasi serangan dan performansi WIDS ditunjukkan pada Tabel 1 di bawah ini. Engage Packet builder v2. Model desain keamanan jaringan nirkabel dengan WIDS tersebut ditunjukkan pada Gambar 3.0. Klasifikasi serangan DoS Pen guji an Jumlah Paket 300 600 Uji coba 5 kali 5 kali Jenis Serangan SYN Flooding SYN Flooding Perfo rman si WIDS (%) Gambar 3.6 yang bertindak selaku detektor untuk mendeteksi serangan DoS. BASE 1.Perfomansi Wireless Intrusion Detection System . 4.4.168. Linksys WRTG54GL 2. APACHE2 7. Memori 1 GB 3.8. IP Adress 192. IP Address 192.2.168.0.. MYSQL 6.3  Intruder: 1. Acer Aspire 1430z 2.2  Access Point: 1. Linux Ubuntu 11. Memori 1 GB 3. Tabel 1. Tools Snort 2.4 5.. Deteksi serangan DoS ditampilkan melalui interface web dengan menggunakan tools Base 1.0.4.4.168. Acer ASPIRE ONE Intel Atom Processor N450 2.8. | Tasmil Spesifikasi Perangkat Keras dan Perangkat Lunak  Detector WIDS: 1. Hasil deteksi snort berdasarkan rules yang telah dikonfigurasi untuk mendeteksi serangan DoS kemudian disimpan ke dalam database MYSQL dan log file. IP Address 192. Metode WIDS dengan snort-wireless Pengujian Perfomansi Keamanan Jaringan Nirkabel Dengan WIDS Dalam mendesain keamanan jaringan nirkabel dengan WIDS menggunakan tools snort 2.6(Detector) Gambar 2.04 8.

database MYSQL. | Tasmil 3 4 5 6 7 8 9 10 1000 3000 9000 6000 12000 15000 18000 21000 5 kali 5 kali 5 kali 5 kali 5 kali 5 kali 5 kali 5 kali SYN Flooding SYN Flooding SYN Flooding SYN Flooding SYN Flooding SYN Flooding SYN Flooding SYN Flooding DoS berupa pengiriman paket SYN Flooding. Paket serangan tersebut berupa catatan log IP address. semua paket TCP akan diperiksa kemudian dideteksi apakah traffic paket dalam jaringan merupakan serangan atau paket biasa. Konfigurasi WIDS meliputi rules serangan.04 selaku server dengan simulasi jaringan menggunakan 3 (tiga) komputer dan satu Access Point sebagai router.4 dimana keseluruhan alert tersebut akan ditotal berdasarkan jumlah serangan DoS yang terdeteksi..4. Pengujian ini merupakan hasil simulasi serangan Gambar 4. Monitoring serangan sifatnya real time dan dicatat dalam log file WIDS. Komputer server sebagai detektor WIDS dan salah satu client bertindak selaku victim dan attacker.4.Perfomansi Wireless Intrusion Detection System . Berdasarkan hasil monitoring paket dengan tools Base 1.. Perilaku paket serangan akan diuji berdasarkan rules serangan yang telah dibuat dari hasil konfigurasi snort yang ditunjukkan pada Gambar 4. port. dan waktu penyerangan. monitoring web dan penentuan sensor serangan. Serangan DoS ditampilkan dalam bentuk alert atau pesan yang muncul pada halaman depan interface base 1. Konfigurasi Snort-wireless yang dipakai pada simulasi Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 63 . Hasil monitoring paket HASIL DAN PEMBAHASAN Rancangan WIDS menggunakan platform sistem operasi linux Ubuntu 11. log file.4.

Simulasi ini ditunjukkan melalui port destination pada Gambar 6. layer dan waktu penyerangan yang ditampilkan melalui interface Base 1.2..4 Hasil pengujian telah dilakukan terhadap keamanan jaringan nirkabel menggunakan metode Wireless Intrusion Detection System (WIDS) dengan serangan DoS.0. Serangan sebanyak 10 (sepuluh) kali pengujian untuk paket yang berbeda didapatkan hasil deteksi serangan DoS.IP address.0 yang dikonfigurasi dengan IP Address 192.168.4.0.4 ditunjukkan pada Gambar 7.2. | Tasmil yang ditampilkan melalui interface Base 1.2 ke IP 192.4 ditunjukkan pada Gambar 5.Perfomansi Wireless Intrusion Detection System .168. Klasifikasi serangan SYN Flooding dari hasil analisa memakai Base 1.3 (IP server) pada protokol TCP dengan port 80. Gambar 6. Paket serangan DoS dapat dideteksi dengan baik berupa catatan klasifikasi serangan yang terdiri dari jenis serangan..0.0. Simulasi serangan dari IP 192.168. Pengujian tersebut berhasil diujikan dimana paket tersebut telah membanjiri jaringan komputer berupa paket SYN Flooding sehingga pengguna jaringan yang sah tidak dapat masuk ke dalam sistem jaringan dan request dari pengguna yang sah tidak dapat dilayani akibat dari serangan tersebut sehingga jaringan komputer menjadi kacau dan performansinya menurun. Gambar 5.2.4. port.4.4.168.0. IP ini mengirimkan paket SYN Flooding ke IP Address 192.3 memakai Engage Packet builder v2. Gambar 7.4 Pengujian serangan menggunakan tools Engage Packet builder v2. Tampilan hasil monitoring serangan memakai Base 1.dengan 64 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 .

000 Total Paket SYN 5 kali 1.000. Menggunakan teknik pengujian lanjutan terhadap ancaman keamanan jaringan nirkabel. DAFTAR PUSTAKA 1Snehal Boob. Metode WIDS mampu mendeteksi serangan DoS berupa serangan SYN Flooding dengan performansi rata-rata 54% terhadap pengujian serangan DoS berupa pengiriman paket SYN Flooding . Serangan DoS yang sebelumnya tidak terdeteksi. | Tasmil performansi 54%. 600. 3. Hasil pengujian menunjukkan bahwa WIDS cukup baik dalam mendeteksi serangan DoS dalam memberikan informasi kepada admin jaringan komputer untuk memblok serangan tersebut.000 5 kali 60. Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa performansi keamanan jaringan komputer dapat ditingkatkan terhadap serangan DoS. 9. 18.000.978 7.470 2..000 3.000 Rata-rata Uji Coba Total Alert 1.000. Tabel 2.000 5 kali 45.000 5 kali 75. Pengaturan rules tersebut ditentukan berdasarkan aturan penerimaan paket untuk serangan DoS. akhirnya mampu dideteksi WIDS dengan performansi di atas 50% dari total paket serangan yang diujikan. Adapun hasil serangan DoS berupa pengiriman paket serangan SYN Flooding ditunjukkan pada Tabel 2.970 3.500 5 kali 3.000. 2.. Hasil pengujian serangan DoS Pen guji an 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Paket SYN 300 600 1. Priyanka Jadhav.000 15.000 paket serangan SYN Flooding . International Journal of Computer Applications (2010) 0975 – 8887 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 65 .000 21. Paket serangan kurang dari 10 (sepuluh) paket perdetik tidak terdeteksi sebagai serangan.Perfomansi Wireless Intrusion Detection System . Metode WIDS ini mampu meningkatkan Keamanan jaringan nirkabel terhadap serangan DoS untuk pengujian serangan sebanyak 10 (sepuluh) kali dengan pengiriman 300.000 dan 21. Membandingkan kinerja snort dengan tool WIDS yang lain.000 5 kali 105.000 9.000 5 kali 15. Dalam pengujian serangan DoS.152 17.000 5 kali 90. Dianjurkan melapisi sistem keaman jaringan nirkabel dengan WIDS khususnya untuk deteksi dini terhadap serangan DoS.000.487 Perfor mansi WIDS 98% 99% 78% 48% 59% 25% 34% 34% 31% 34% 54% SIMPULAN Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan WIDS sebagai berikut : 1.448 25. snort sebagai detektor WIDS dikonfigurasi dengan 10 (sepuluh) paket SYN perdetik untuk deteksi serangan DoS. Saran-saran yang dapat diberikan dari analisa kinerja sistem deteksi serangan dengan WIDS: 1.000 18. 12.158 35.680 11. 15.000 6.000 5 kali 30. 2. 3.032 20.000 12. 1.000 5 kali 5. Wireless Intrusion Detection System.656 28.

11i.. and Jim Mellander.. | Tasmil 2Alexandros Tsakountakis. SNORT for Dummies.Perfomansi Wireless Intrusion Detection System . 2004 Endorf. Wolfe. Wiley Publishing Inc. Jurnal Computer Society (2007) P.. Georgios Kambourakis and Stefanos Gritzalis. and B. Towards effective Wireless Intrusion Detection in IEEE 802. 4Carl 66 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Hayes. 2004 3Scott. Intrusion Detection & Prevention. Eugene Schultz. McGrawHill/Osborne.

Kata Kunci: Pusat Layanan Internet Kecamatan. PC client.. In fact. Temuan penelitian menunjukkan kecepatan download PC client PLIK hanya setengah kecepatan download PC client warnet.31..go. Keywords: Sub District Internet Access.The research found that the PLIK’s download speed is only a half of internet cafe’s.com ABSTRAK Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) merupakan program pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam upaya pemerataan informasi dan memasyarakatkan internet sehat. : (061) 6639817 moh. Muttaqin 67 . sedangkan tren perubahan kecepatan pada warnet hanya kembali meningkat di waktu sore setelah menurun di waktu siang. moh. Muttaqin Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Jl. keberlangsungan program PLIK banyak menghadapi kendala.muttaqin@gmail. The speed changes trend in PLIK’s internet connection speed is decreased steadily from morning to afternoon.muttaqin@kominfo. using descriptive method and quantitative approach by testing the connection speed utilizing online tester. Tren perubahan kecepatan koneksi internet pada PLIK terus menurun seiring perjalanan waktu pagi ke sore. / Fax. | Moh. Tel. Tombak No. kecepatan koneksi internet ABSTRACT Sub District Internet Access (PLIK) is the governmental program conducted by Ministry of Information and Communication Technology (MICT) in order to evenly distribute information and socializing safe internet usage. PC client. while comparison of the upload speed is not significantly different. especially it is less popular compared to internet cafe that has similar consumer segmentation. sementara kecepatan upload PLIK dan warnet tidak terpaut jauh. after decreased at noon. This research aimed to analyze the comparison of PC client connection speed between PLIK and internet cafe.id. This test shows the connection speed in numeric in Mega bit per second (Mbps). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif melalui pengujian kecepatan koneksi menggunakan alat uji kecepatan online.JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI Vol 1 No 1 Desember 2012 ANALISIS PERBANDINGAN KECEPATAN KONEKSI INTERNET PC CLIENT PUSAT LAYANAN INTERNET KECAMATAN (PLIK) DENGAN WARNET DI KOTA BANDA ACEH COMPARATIVE ANALYSIS OF PC CLIENT INTERNET CONNECTION SPEED BETWEEN SUB DISTRICT INTERNET ACCESS (PLIK) AND INTERNET CAFE IN BANDA ACEH Moh. Pengujian ini menghasilkan nilai-nilai kecepatan berupa angka yang dikonversikan dalam satuan Mega bit per second (Mbps). terutama kalah populer dibandingkan dengan warnet yang memiliki segmentasi konsumen yang sama. internet connection speed Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet . Penelitian ini bertujuan menganalisis perbandingan kecepatan koneksi PC client PLIK dengan warnet. warnet. internet cafe. while internet cafe’s is increased in the afternoon. Kenyataannya. Medan. the implementation of PLIK faced many problems.

Data kecepatan yang diuji adalah kecepatan unduh (dowload speed) dan kecepatan unggah (upload speed) pada pagi. warnet adalah saingan bagi PLIK. Hingga 5 Juli 2011 telah terinstalasi sebanyak 5. PLIK seharusnya memiliki kecepatan akses yang lebih baik dari warnet. aplikasinya yang mengandalkan opensource. penelitian mengenai pemanfaatan internet di Indonesia menyebutkan bahwa pengguna warnet di Indonesia menjadikan aspek kecepatan akses sebagai faktor terpenting dalam memilih akses internet mereka.3 Permasalahan penting terkait keberlangsungan program PLIK adalah tingkat pemanfaatannya dibandingkan layanan akses internet lainnya yang memiliki segmentasi pengguna yang sama.. salah satunya PLIK. Agar topik penelitian ini tidak terlalu melebar maka penelitian dibatasi hanya dilakukan terhadap PLIK yang beroperasi di Kota Banda Aceh dan warnet yang terdekat dengan setiap PLIK tersebut.. Namun. PLIK tak banyak berbeda dengan warnet.00 per jam. harga hanya menjadi prioritas kedua. Kota ini dipilih karena posisinya sebagai ibukota salah satu provinsi dengan penetrasi teknologi telekomunikasi terendah dibandingkan dengan 5 daerah lainnya di Indonesia. Program ini akan tersebar di kurang lebih 5. sistem operasi Linux. kecuali 68 koneksinya yang menggunakan V-Sat. penyelenggaraan program PLIK di lapangan menghadapai banyak permasalahan.105 PLIK di 32 Provinsi se-Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kecepatan koneksi internet PC client PLIK dengan warnet kemudian menganalisis perbandingan kecepatan koneksi internet tersebut. Muttaqin PENDAHULUAN Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) merupakan perwujudan dari visi Information and Communication Technology (ICT) Indonesia yang dicanangkan oleh Kemenkominfo yaitu terwujudnya masyarakat Indonesia berbasis informasi secara bertahap hingga tahun 2025. | Moh. seperti warnet.748 kecamatan di seluruh Indonesia. Dengan demikian. konten internet sehat dan harganya yang tak lebih dari Rp 2000. Padahal kecepatan adalah salah satu hal yang banyak dikeluhkan di PLIK. siang dan sore hari. sehingga membuat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Menteri Kominfo Tifatul Sembiring dengan Komisi I DPR RI pada 18 Januari 2012 lalu menyepakati evaluasi menyeluruh pada program-program Kominfo.Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet .4 Sehingga untuk dapat bersaing.2 Indonesian Telecommunications Users Group (IdTUG) merekomendasikan Kementerian Kominfo dan DPR melakukan inspeksi ke lapangan untuk melihat status program PLIK secara langsung. Permasalahan inilah yang mendasari penelitian ini.1 Namun. Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 .

sebenarnya yang dimaksud dengan kecepatan akses ini adalah troughput dan bukan bandwidth. Hasil penelitian ini juga menyajikan gambaran bagaimana perbedaan kecepatan akses yang dirasakan oleh pengguna PLIK dengan pengguna warnet dan dampak perbedaan kecepatan tersebut bagi program PLIK. Kecepatan transmisi data melalui suatu media juga dikenal dengan istilah datarate (kecepatan data). Kecepatan akses internet dapat didefinisikan sebagai kecepatan perpindahan data (datarate) melalui layanan jaringan global internet antar host (setiap unit sistem komputer) yang terhubung pada jaringan tersebut. Kecepatan Koneksi Internet Dalam pembahasan network baseband (sinyal digital). OOKLA dan bandwidthplace. Bandwidth juga dapat dipandang dari sisi kecepatan. Secara teoritis. Sebuah network dengan bandwidth 10 Mbps (Mega bit per second) artinya jaringan tersebut mampu mampu mentransmisikan data sebanyak 10 Megabit per detik. sehingga dikenal istilah bandwidth riil atau troughput. Gambaran pemilihan layanan internet berdasarkan kecepatan koneksi internet ini akan memberitahukan langkah apa yang harus dilakukan untuk menjadikan PLIK tetap dapat bersaing dan bertahan menjadi layanan internet yang baik bagi masyarakat. Jika suatu jaringan 10 Mbps ternyata hanya dapat melayani aplikasi video dengan kemampuan 2 Mbps. Muttaqin Pengujian kecepatan dilakukan dengan menggunakan alat uji kecepatan internet online. Dengan demikian dapat diketahui bagaimana kondisi persaingan PLIK dengan warnet yang memang memiliki segmentasi pengguna yang sama. Misalnya. batas maksimum kecepatan transmisi data melalui berbagai media memang berbeda. media dengan bandwidth 10 Mbps tidak mencapai nilai aktual sebasar 10 Mbps dalam praktik komunikasi data. media transmisi satelit (udara) tentu memiliki kecepatan transmisi yang lebih rendah dari media yang menggunakan kabel..Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet .. apalagi serat optik. walaupun keduanya memiliki keterkaitan. artinya network tersebut memiliki troughput hanya 2 Mbps. Bandwidth 10 Mbps berarti setiap bit data dapat dikirimkan dalam waktu 0. Hasil penelitian ini bermanfaat sebagai data dan informasi yang dapat menjadi bahan bagi penelitian lanjutan terkait kinerja PLIK dan warnet sebagai sarana penyediaan layanan internet bagi masyarakat di Kota Banda Aceh.6 Dalam pembicaraan mengenai kecepatan akses. 69 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . yaitu speedtest. Dalam kenyataannya.1 microsecond. bandwidth dapat berarti berapa lama waktu yang diperlukan untuk mengirimkan sebuah bit data melalui jaringan. | Moh. maka bandwidth dapat diartikan sebagai jumlah bit-bit yang ditransmisikan dalam waktu tertentu. Dalam hal ini.

Muttaqin Faktor lainnya adalah kecepatan jaringan yang tersedia. Jumlah PC client yang diuji dalam 70 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Karena jumlah populasi PLIK yang sangat kecil. Menanggapi kebutuhan masyarakat pengguna internet yang tidak hanya ingin mengetahui berapa kecepatan maksimum teoritis dari jaringan yang mereka gunakan. Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah PLIK dan warnet yang beroperasi di Kota Banda Aceh. Kecepatan unduh didefinisikan sebagai kecepatan transfer data dari server ke komputer pengguna (client). maka metode sampling yang digunakan adalah total sampling. Pendekatan kuantitatif dilakukan dengan melakukan pengujian secara online terhadap kecepatan koneksi internet PC client PLIK dan warnet menggunakan website penguji kecepatan koneksi internet. Untuk setiap kecamatan diambil satu sampel warnet yang lokasinya paling dekat dengan lokasi PLIK di kecamatan tersebut.com. sedangkan kecepatan unggah adalah kecepatan transfer data dari komputer pengguna (client) ke server di jaringan internet. Kecepatan yang dapat dilihat melalui pengujian ini adalah kecepatan unduh (download speed) dan kecepatan unggah (upload speed). Kecepatan jaringan yang rendah akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mengakses konten media di internet dibandingkan jaringan dengan kecepatan yang lebih tinggi. sehingga terpilih jumlah warnet yang diuji sebanyak 9 warnet di 9 kecamatan. dan jumlah populasi warnet yang ada lebih besar dari jumlah populasi PLIK maka jumlah warnet yang dijadikan sampel juga dibatasi. Pengujian Kecepatan Koneksi Internet Secara Online Pengujian kecepatan internet secara online adalah pengujian kecepatan perpindahan data melalui jaringan internet yang dilakukan secara online.Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet .8 terdapat 11 PLIK di 9 kecamatan dalam Kota Banda Aceh. Tercatat menurut data Dishubkomintel Aceh dan data PLIK di Kota Banda Aceh di website plikuso.7 METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Alat yang digunakan dalam pengujian secara online ini biasanya berupa website.. pengguna lebih menginginkan untuk mengetahui kecepatan aktual dari koneksi yang mereka miliki. Karena penelitian ini akan membandingkan data kecepatan koneksi internet PC client PLIK dengan warnet. Pengujian kecepatan koneksi internet secara online juga mendapat dukungan dari lembaga standarisasi komunikasi FCC (Federal Communication Commission).. Pengujian ini menghasilkan nilai-nilai kecepatan berupa angka yang dikonversikan dalam satuan Mbps (Mega bit per second). | Moh.

Dengan demikian.00) dan pengujian sore (15. Pengujian malam tidak dilakukan karena waktu operasional PLIK tidak sampai malam hari. Hanya terdapat tiga PLIK saja yang masih beroperasi yaitu PLIK di kecamatan Syiah Kuala. Muttaqin setiap PLIK dan warnet adalah 1 unit PC client yang dipilih secara acak. Baiturrahman (PLIK Baiturrahman II) dan PLIK Lueng Bata.ookla. OOKLA (http://www. tidak semua PLIK yang disebutkan dalam data awal masih beroperasi. maka PLIK yang diteliti hanya ketiga PLIK tersebut.00-10.. Penelitian kepustakaan (library research) menggunakan sumber bacaan yang terpilih dan terkait atau relevan dengan masalah yang akan diteliti. pengujian siang (11. Double Click (Kuta 71 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Setiap pengujian dilakukan diulang sebanyak tiga kali untuk meningkatkan kepercayaan data. sedangkan warnet yang diteliti adalah warnet yang terdekat dengan lokasi PLIK di 9 kecamatan yaitu BIP Net (Banda Raya). Pengujian kecepatan akses internet PC client pada PLIK dan warnet dilakukan meggunakan website penguji kecepatan koneksi yang sama untuk mengukur download dan upload speed. Penguji kecepatan koneksi internet secara online yang dipilih adalah speedtest (http://speedtest. Pengumpulan data dilakukan melalui penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan..00).00).band widthplace. Analisis Data Analisis data dilakukan dengan menghitung rata-rata hasil pengujian kecepatan koneksi internet PC client pada PLIK dan rata-rata hasil pengujian kecepatan koneksi internet PC client pada warnet. Dari nilai perbandingan ini dapat dianalisis dampak perbedaan kecepatan koneksi internet PLIK dengan warnet. Perhitungan nilai rata-rata hasil pengujian kecepatan koneksi yang terdiri dari kecepatan download dan kecepatan upload dilakukan dengan menghitung rata-rata dari nilai-nilai hasil pengukuran berdasarkan waktu pengukuran dan berdasarkan alat ukur yang digunakan. Warnet yang dipilih adalah warnet yang berdekatan dengan lokasi PLIK. Waktu pengujian untuk warnet sama dengan waktu pengujian untuk PLIK.00-17.com/). Data pengujian akan divariasi berdasarkan waktu yaitu pengujian pagi (08. HASIL DAN PEMBAHASAN Fakta yang terungkap di lapangan. Penelitian lapangan dilakukan dengan melakukan pengujian langsung pada objek penelitian. | Moh. khususnya bagaimana kecenderungan pilihan pengguna internet terhadap keduanya.com/) dan bandwidthplace (http://www.net/). Nilai rata-rata download dan upload dari pengujian PLIK dan warnet ini kemudian dibandingkan. Dengan demikian akan didapatkan nilai ratarata kecepatan download dan upload untuk setiap waktu pengukuran dan setiap alat ukur yang digunakan.00-13.Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet .

241 0.21 0.132 0.21 0.99 0.28 0.com (Syiah Kuala).91 0.59 1.23 0.47 0.24 0.25 0.195 0.32 0.259 1.2 0.32 0.375 1.51 0.74 pengukuran2 0.41 0.36 1.382 0.43 0.408 1.24 0.84 1.2 0.9 1.44 0.21 1.16 0.18 0.26 0.41 0.191 1.24 0.65 2.43 0.47 0.13 0.219 0.42 0.91 0.22 0.93 1.226 0. Naifah Net (Baiturrahman) dan Waris Net (Lueng Bata).31 1.37 0.17 1.43 1.63 0.89 0.23 0.36 0.24 0.67 0.12 1.396 1.304 0. kecepatan download dan upload PC client PLIK dan warnet dapat dibandingkan berdasarkan acuan waktu pengukuran maupun alat ukur. Dengan demikian.Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet ..124 0.39 0. Master.36 0.18 0.94 1. Semua hasil pengukuran dalam satuan Mbps (Megabit per second).22 0.64 pengukuran3 0.14 0.24 0.19 1. Hasil Pengukuran Pengukurun kecepatan download dan upload PC client PLIK dan warnet dilakukan dengan mengacu pada waktu pengukuran maupun jenis pengukur yang digunakan.22 0.16 0.28 Ket.29 0..8 0.63 0.24 0. Tabel 1.93 0.385 0.27 0.36 0. 1 Nama BIPNet BandaRaya tester speedtest waktu pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi pengukuran1 0. Hasil Pengukuran Kecepatan Koneksi Internet PC Client PLIK dan Warnet di Kota Banda Aceh (semua nilai dalam Mbps) No.231 0.46 2.8 0.65 0.227 0.387 0.222 0.4 1.16 0.29 1. Muttaqin Alam). Barsya Net (Meuraxa).193 1.354 1.29 0.31 0.03 1. OOKLA DS bandwidth place speedtest OOKLA US bandwidth place 2 Double Click Kuta Alam speedtest OOKLA DS bandwidth place speedtest OOKLA US bandwidth place 3 Family 72 speedtest DS Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 .24 0.24 0.97 1.178 0.03 0.22 0.13 1. Core Net (Ulee Kareng). Abu Game Station (Jaya Baru).1 1.35 0.31 0.29 0. Family Net (Kuta Raja).26 0.28 0.297 0.23 0. | Moh.

8 0.55 1.06 0.73 0.32 0.86 0.34 0. Muttaqin Net Kuta Raja OOKLA siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi 1.11 0.24 0.12 0.25 0.46 0.335 0.09 0.58 1.44 0..25 0. | Moh.46 1.29 0.85 1.33 1.25 0.25 1.04 0.09 1.13 0.36 1.16 0.1 0.11 0.45 1.134 0.13 0.091 0.25 0.23 0.139 0.108 0.444 0.252 0.08 0.18 1.1 1.19 1.307 0.08 0.06 0.52 1.22 1.14 0.24 0.26 0.32 0.28 0.219 0.09 0.09 0.47 0.127 0.286 0.13 0.23 1.43 0.11 0.83 1.32 0.23 0.16 0.24 0.288 0.33 1.43 1.45 1.283 0.137 0.19 0.05 1.09 0.06 0.66 1.2 0.486 0.49 1.12 0.21 0.29 0.494 0.43 1.59 0.18 1.46 1.15 0.175 0.36 1.08 0.24 0.42 0.249 0.16 0.48 1.225 0.19 1.25 0.26 0.266 0.24 0.481 0.083 0.21 0.351 0.76 1.24 0.Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet .16 0.23 0.32 1.87 bandwidth place speedtest OOKLA US bandwidth place 4 BarsyaNet Meuraxa speedtest OOKLA DS bandwidth place speedtest OOKLA US bandwidth place 5 Abu Game Station Jaya Baru speedtest OOKLA DS bandwidth place speedtest OOKLA US bandwidth place 6 CoreNet speedtest DS Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 73 .246 0.46 1.69 0.32 0.15 0.285 0.11 0.34 0.16 1.31 0.4 0.167 0.06 0.41 0.76 1.12 0.234 0.17 0.298 0.248 0.223 0.83 0.56 0.19 0.33 0.86 1.34 1.22 0.12 0.17 0.21 0.39 0.14 1.13 0.118 0..073 0.42 0.48 1.3 0.08 0.199 0.253 0.21 0.25 0.114 0.104 0.

04 0.51 0.64 1.12 0.12 0.49 0.11 0.557 0. | Moh.79 0.266 0.5 0.28 0.48 bandwidth place speedtest OOKLA US bandwidth place 7 Master .239 0.25 0.27 0.61 1.41 0.11 0.295 0.12 0.46 0.53 0.43 0.45 0.11 0.17 0.12 0.19 0.377 1.104 0.103 2.25 0.1 0.314 1.09 0.11 0.119 2.28 0.2 0.26 0.19 0.12 0.12 0.23 0.164 1.23 1.51 0.57 0.08 0.165 0.48 0.1 0.48 0.31 0.35 0.16 0..16 1.52 0.53 0.173 0.299 0.11 0.268 0.22 0.23 0.48 0.24 0.23 0.576 0.28 0.49 0.24 0.4 0.212 0.23 0.66 0.54 0.83 0.2 0.11 0.583 0.2 0.6 1.2 0.59 0.49 0.281 0.404 0.93 0.91 0.466 0.526 0.22 0.25 0.Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet .115 0.176 0.12 0.81 1.53 0.45 0.479 0.236 0.29 1.82 1.35 0.25 0.07 0.21 0.32 0.29 0.26 0.97 0.com Syiah Kuala speedtest OOKLA DS bandwidth place speedtest OOKLA US bandwidth place 8 PLIK Syiah Kuala speedtest OOKLA DS bandwidth place speedtest OOKLA US bandwidth place 9 Naifah speedtest DS 74 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 .3 1.22 0.46 0.9 0.5 0.11 0.8 0. Muttaqin Ulee Kareng OOKLA siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi 0.193 0..52 0.112 0.09 0.317 1.49 0.12 0.17 0.114 0.117 2.46 0.51 0.547 0.496 0.12 0.47 0.224 0.12 0.34 1.45 0.23 0.512 0.535 0.235 0.21 0.112 0.54 0.115 0.67 0.95 0.4 0.47 0.84 0.11 0.1 1.39 0.51 0.426 1.247 0.52 0.28 0.05 1.

3 0.02 0.4 0.21 0.28 0.27 0.25 0.06 1.277 0.06 0.25 0.11 2.65 0.38 0.197 0.273 0.01 1.292 0.331 1.953 1.19 0.27 0.29 2.53 0.53 2.32 0.37 2.52 2.37 0.21 0.222 0.227 0.281 0.13 0.21 0.78 2.39 0.38 0.31 0.25 0.259 0.33 0.29 0.15 0.69 0.26 0.07 2.176 0.2 0.31 0.199 0.29 0.78 0.35 1.77 2.23 0.29 0.29 0.777 0.2 0.39 0.41 0.327 0.63 0.47 0.13 0.336 0.29 0.43 0.88 0.37 0.322 1.16 0.91 0.216 0.28 0. Muttaqin Net Baiturrahman OOKLA siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi 0.18 0.37 0.03 bandwidth place speedtest OOKLA US bandwidth place 10 PLIK Baiturrahman II speedtest OOKLA DS bandwidth place speedtest OOKLA US bandwidth place 11 Waris Net LuengBata speedtest OOKLA DS bandwidth place speedtest OOKLA US bandwidth place 12 PLIK speedtest DS Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 75 .37 0.71 2.19 0.99 0.276 0.29 0.227 0.78 0.335 0.21 0.261 0.84 2.639 0.27 0.25 0.7 0.48 0.22 0.763 0.28 0.2 0.327 0.32 0.21 0.82 0.38 0.53 0.276 0.25 0.03 0.58 1.27 0.28 0.02 1.739 0.479 2.23 0.39 2.23 1.23 1.301 1.28 0.91 0.219 0.08 1.35 0..15 0.171 0.36 0.85 1.23 0.17 0.814 0.7 2.34 0.33 0.24 0.413 0.24 0.25 0.26 0.24 0.264 0.24 0.31 0.64 2..325 1.05 0.38 0.345 0.167 0.Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet .279 2.22 0.04 0.302 0.65 0.36 0.28 0.71 1.658 2.4 0. | Moh.777 0.298 0.

58 0.72 0.16 0.51 1.09 0. Perbandingan Kecepatan PC Client PLIK dengan Warnet Berdasarkan Waktu (satuan kecepatan dalam Mbps) Mbps Download Speed pagi Siang sore PLIK : warnet = 1 : 2 PLIK : warnet = 4 : 7 PLIK : warnet = 3 : 8 Upload Speed PLIK : warnet = 5 : 6 PLIK : warnet = 3 : 4 PLIK : warnet = 2 : 3 76 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Sedangkan perbedaan kecepatan upload di antara keduanya tidak terlalu berbeda.13 0. Tabel 2 menunjukkan perbedaan kecepatan download antara PC client PLIK dengan warnet sangat signifikan.64 0.68 0.17 0.29 0.32 1.1 0.04 0.218 0.7 0.931 0.198 0.367 0.24 0.16 0.05 0.19 0.09 0. US = Upload Speed Lueng Bata 1 0.19 0.266 0.12 0.Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet .125 0.222 0.118 0.884 0..217 0.09 0.14 0.607 0.42 0.25 0. Muttaqin siang sore OOKLA pagi siang sore bandwidth pagi place siang sore speedtest pagi siang sore OOKLA pagi siang sore bandwidth pagi place siang sore Keterangan: DS = Download Speed.746 0..61 0.089 US Perbandingan Kecepatan Berdasarkan Waktu Perbandingan kecepatan koneksi internet PC client PLIK dengan warnet berdasarkan waktu pengukuran ditampilkan pada Tabel 2.2 0. | Moh.11 0.11 0.25 0. Tabel 2.21 0.815 0.11 1.119 0.12 0.188 0.15 0.

.494 : 0.442 : 0.260 Mbps.186 : 0.270 Mbps. perbandingan kecepatan download PLIK : warnet adalah 1 : 2 dari perbandingan rata-rata hasil pengukuran senilai 0.867 Mbps. pengukuran siang memberikan perbandingan 3 : 4 dari rata-rata hasil pengukuran 0. Sedangkan untuk kecepatan upload.Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet . Tabel 3 menunjukkan perbedaan kecepatan download antara PC client PLIK dengan warnet sangat signifikan. Perbandingan Kecepatan Berdasarkan Alat Ukur Perbandingan kecepatan koneksi internet PC client PLIK dengan warnet berdasarkan alat ukur yang digunakan ditampilkan pada Tabel 3.215 : 0. Perbandingan Kecepatan PC Client PLIK dengan Warnet Berdasarkan Alat Ukur (satuan kecepatan dalam Mbps) Mbps Download Speed speedtest OOKLA bandwidth place PLIK : warnet = 1 : 2 PLIK : warnet = 1 : 2 PLIK : warnet = 1 : 2 Upload Speed PLIK : warnet = 5 : 8 PLIK : warnet = 1 : 1 PLIK : warnet = 7 : 9 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 77 . Sedangkan perbedaan kecepatan upload di antara keduanya tidak terlalu berbeda.029 Mbps. Muttaqin Pada pengukuran pagi.881 Mbps. pengukuran menggunakan OOKLA memberikan perbandingan 1 : 2 dari rata-rata hasil pengukuran senilai 0.186 : 0.243 Mbps. pengukuran siang memberikan perbandingan 4 : 7 dari rata-rata hasil pengukuran senilai 0. perbandingan kecepatan download PLIK : warnet adalah 1 : 2 dari perbandingan rata-rata hasil pengukuran senilai 0.344 : 0. | Moh. Pada pengukuran menggunakan speedtest. dan Tabel 3. pengukuran pagi untuk perbandingan kecepatan PLIK : warnet adalah 5 : 6 dari rata-rata hasil pengukuran 0.. dan pengukuran sore memberikan perbandingan 3 : 8 dari rata-rata hasil pengukuran senilai 0. dan pengukuran sore memberikan perbandingan 2 : 3 dari rata-rata hasil pengukuran 0.156 Mbps.585 : 1.496 : 1.942 Mbps.

192 : 0. pengukuran menggunakan OOKLA memberikan perbandingan 1 : 1 dari rata-rata hasil pengukuran 0.. Penyajian perbandingan kecepatan PC client PLIK dengan warnet hasil pengukuran berikut ini akan disajikan dengan menggunakan rata-rata hasil pengukuran dari ketiga alat ukur (tester) yang digunakan dan menampilkannya dalam variabel waktu.197 : 0. baik menggunakan acuan berdasarkan waktu pengukuran maupun alat ukur (tester) dapat dilakukan perhitungan rata-rata perbandingan kecepatan download dan upload PC client PLIK dengan warnet. | Moh. Hal ini menunjukkan hasil pengukuran berdasarkan waktu maupun alat ukur secara umum memberikan hasil yang sama.Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet . Hal ini bertujuan agar penyajian perbandingan kecepatan ini sekaligus dapat mengetahui kecenderungan perubahan download dan upload PC client di PLIK dan warnet seiring perubahan waktu dari pagi hingga sore hari yang menjadi patokan waktu pengukuran.305 Mbps. Sedangkan untuk kecepatan upload.213 Mbps. dan pengukuran menggunakan bandwidthplace memberikan perbandingan 7 : 9 dari rata-rata hasil pengukuran 0. Muttaqin pengukuran menggunakan bandwidthplace memberikan perbandingan 1 : 2 dari rata-rata hasil pengukuran senilai 0. sedangkan perbedaan kecepatan upload PLIK dengan warnet tidak terlalu signifikan..198 : 0. Perbandingan Kecepatan PLIK dengan Warnet Dari keseluruhan pengukuran kecepatan download dan upload terhadap PC client PLIK dan warnet.483 : 1. Perbandingan 1 : 2 untuk kecepatan download PLIK : Tabel 4.054 Mbps. Perbandingan Kecepatan PC Client PLIK dengan Warnet Download Speed Upload Speed PLIK : warnet = 1 : 2 PLIK : warnet = 3 : 4 78 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 .255 Mbps. Perbandingan akhir yang ditunjukkan dalam Tabel 4 menggambarkan bahwa kecepatan download PLIK hanya setengah dari kecepatan download warnet. walaupun nilai perbandingan pada tiap pengukurannya sedikit berbeda. pengukuran menggunakan speedtest untuk perbandingan kecepatan PLIK : warnet adalah 5 : 8 dari rata-rata hasil pengukuran 0.

. pengguna PLIK dapat beralih mengakses internet di warnet karena kecepatan yang lebih baik. Namun. | Moh.00 tidak cukup untuk menjaga pengguna PLIK untuk tetap bertahan di PLIK karena faktor harga hanya prioritas kedua dalam memilih fasilitas akses internet di Indonesia.258 Mbps. Dengan demikian. sementara di warnet justru meningkat. dalam kisaran Rp 3.. bahkan menawarkan paket-paket bagi pengguna internet sehingga tarifnya dapat mendekati tarif PLIK. Sedangkan perbandingan 3 : 4 untuk kecepatan upload PLIK : warnet diperoleh dari perbandingan rata-rata kecepatan senilai 0. walaupun perbedaan kecepatan upload PLIK dengan warnet hanya sedikit berbeda. baik dalam kecepatan download maupun upload.258 Mbps untuk PLIK : warnet).474 : 0. terutama kecepatan download perlu diprioritaskan. Kecepatan koneksi internet di PLIK cenderung menurun pada rentang waktu siang ke sore. Selain itu. karena faktor ini merupakan faktor utama dalam memilih fasilitas akses. Pada rentang waktu ini. SIMPULAN Berdasarkan data hasil pengujian kecepatan koneksi internet PC client PLIK dan warnet di Kota Banda Aceh dan analisis terhadap data-data tersebut dapat disimpulkan bahwa kecepatan download PC client PLIK masih tidak berimbang dengan 79 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 .00 per jam. Aktivitas download merupakan aktivitas yang lebih banyak dilakukan oleh pengguna internet daripada aktivitas upload (0. siang maupun sore hari.000. Tren penurunan kecepatn di PLIK ini kemungkinan dipicu oleh karakteristik media yang digunakan. Tarif PLIK yang hanya Rp 2.00 hingga Rp 4. Membiarkan kecepatan koneksi PLIK tetap tertinggal dari warnet akan berdampak pada beralihnya pengguna PLIK saat ini ke warnet. tarif warnet hanya sedikit lebih mahal. perbandingan tren perubahan kecepatan warnet juga lebih baik dari PLIK. PLIK yang standar menggunakan Vsat dengan medium udara.Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet .196 : 0. sehingga kecepatan data yang ditransmisikan melalui medium ini dipengaruhi oleh perubahan kondisi udara yang berbeda di pagi.988 Mbps untuk PLIK : warnet) memiliki dampak serius bagi program PLIK. PLIK tertinggal dari warnet. kecepatan upload PLIK juga berada di bawah kecepatan upload warnet. Peningkatan kecepatan. Analisis Perbandingan Kecepatan PLIK dengan Warnet Rendahnya kecepatan download PLIK dibanding warnet (0. Temuan ini menunjukkan pengguna internet akan lebih memilih warnet daripada PLIK karena kecepatan download yang lebih tinggi.000. Muttaqin warnet diperoleh dari perbandingan rata-rata kecepatan senilai 0. Apalagi kecepatan upload warnet juga lebih tinggi walaupun perbedaannya tidak terlalu besar.196 : 0.000. Selain perbandingan nilai kecepatan.474 : 0.988 Mbps.

| Moh. 2PIH 8PLIK 3Pitoyo. Vol 3 (2). Kecepatan upload PC client PLIK juga lebih lambat dari kecepatan upload warnet. Perubahan kecepatan download dan upload PC client PLIK dan warnet dengan variabel waktu menunjukkan tren yang berbeda. Teori & Modul Praktikum Jaringan Komputer.. diakses 14 Februari 2012) Bjorn dan Stein Kristiansen.. Broadband Speed Testing. 2011. Internet Cafés 6Sofana. 7Pomerantz. (http://kominfo.int/ITU-D/asp /CMS/Events/2011/ITU-ADB/ Indonesia/Session2-BP3TI . Implementation of USO Program in Indonesia.org/wpcontent/uploads/2011/08/SOSI ALISASI-BOGOR-BP3TI.php?option=com _content&view=article&id=94:k ota-banda-aceh&catid=42:nangr oe-aceh-darusalam-&Itemid=19 3. diakses 18 Januari 2012) Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI). (http://www. Bruce. diakses tanggal 17 Februari 2012) Iwan. 80 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . 2011.itu.info/downlo ad/attachments/38535197/Bro adband+Speed+Testing.id/ siaran_pers/detail/2404/Siaran +Pers+No. diakses 13 Februari 2012) KOMINFO. diakses 14 Februari 2012) Arif.Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet . 5Herlambang.go. 2012. (http://plikuso. Muttaqin kecepatan download PC client warnet.pdf. 2011. namun perbedaannya tidak sesignifikan pada perbedaan kecepatan download. Bandung: Modula.com/article s/sebagian-besar-warnet-plik-ta k-bermanfaat. DAFTAR PUSTAKA 1Balai Beriantho. (http://relawan-tik. 2007. 2011.6/PIH/KOMINFO/1/2012 tentang Rapat Kerja Komisi 1 DPR-RI Dengan Menteri Kominfo Tifatul Sembiring. in Asia and Africa -Venues for Education and Learning? Journal of Community Informatics.pdf. (http://www. Sebagian Besar Warnet PLIK Tak Bermanfaat. diakses 28 Februari 2012) Kota Banda Aceh. Siaran Pers No.bisnis.+6-PI H-KOMINFO-12012+tentang+Rapat+Kerja+Ko misi+1+DPR-RI+Dengan+Mente ri+Kominfo+Tifatul+Sembiring. 2011. (http://www.pdf.com/index.selco. 4Furuholt.

Struktur Karya Tulis Ilmiah Naskah Karya Tulis Ilmiah tersusun menurut urutan sebagai berikut: a. Naskah ditulis dalam bahasa indonesia atau bahasa Inggris. d. ditulis lengkap tanpa menyebutkan gelar.17 cm). Judul. tujuan. metode analisis data) g. Hasil dan Pembahasan h. Jika diperlukan. Simpulan i. e. Jika penulis lebih dari satu dengan alamat berbeda. maka penulis yang berbeda alamat/instansi diberi tanda asterisk* dan untuk membedakan alamat/instansinya. b. Daftar Pustaka 3. Ditulis dengan menggunakan MS Word pada kertas ukuran A4 (210mmX297mm). Judul b. Jumlah halaman 10-15 halaman isi. bahan/cara pengumpulan data. 4. perumusan masalah. dan hipotesis [opsional]) f. Metode Penelitian (berisi waktu dan tempat. Pendahuluan (berisi latar belakang. Jika penulis lebih dari satu orang maka harus ditambahkan kata penghubung ‘dan’ (bukan lambang ‘&’). Penyebutan istilah di luar bahasa Indonesia atau Inggris harus ditulis dengan huruf cetak miring (italic) f. Cara Penulisan Nama dan Alamat a.PEDOMAN PENULISAN NASKAH 1. spasi 1. subjudul diperbolehkan tanpa memberikan penomoran. Penulisan awal paragraf pada abstrak dan isi menjorok ke dalam 1 cm. Cara Penulisan Judul Judul diketik dengan huruf kapital tebal (bold) dan mencerminkan inti tulisan.15 kecuali tabel (spasi 1. Batas atas dan bawah 3 cm. b. Abstrak dan Kata Kunci harus ditulis dalam dua versi bahasa (Indonesia dan Inggris) c. Tidak menggunakan penomoran dalam penulisan subjudul. begitu juga sebaliknya. Jaka Sembiring* dan Edi Triono Nuryatno** Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 81 . Kata Kunci e. Nama penulis diketik dibawah judul. Nama dan Alamat Penulis c. tepi kiri dan kanan 3. c. font Times New Roman ukuran 12.0). Abstrak d. 2. Contoh: I. Apabila judul ditulis dalam bahasa Indonesia maka dibawahnya ditulis ulang dalam bahasa Inggris. d. Standar Umum Penulisan Karya Tulis Ilmiah a. Jumlah tersebut tidak termasuk lampiran.teori. Alamat penulis (nama dan alamat instansi tempat bekerja) ditulis lengkap dengan jarak satu spasi beserta e-mail dibawah nama penulis.

d. atau 250 kata dalam bahasa Indonesia. Pencantuman sumber atau keteranggan diletakkan dibawah tabel. b. Kata kunci terdiri dari tiga sampai lima kata. Foto atau Diagram’ dan ‘nomor’ ditulis tebal (bold). c. foto atau diagram ditampilkan di tengah halaman (center). e. Jenis dan ukuran font untuk isi tabel bisa disesuaikan menurut kebutuhan (Times New Roman atau Arial Narrow ukuran 8-11) dengan jarak spasi tunggal. Jaka Sembiring* dan Yudi Satria Gondokaryono** Bandung Institute of Technology. rata kiri (bukan center).2. grafik. e. School of Electrical Engineering and Informatics Jl. d. Maksimal 150 kata dalam bahasa Inggris. Jika Abstrak dalam bahasa Indonesia maka diikuti Kata Kunci dalam bahasa Indonesia.itb. dst) untuk penomoran judul tabel. Judul tabel ditampilkan dibagian atas tabel.itb. sedangkan judul tabel ditulis normal. Gambar. Ganeca No. Tulisan ‘Tabel’ dan ‘nomor’ ditulis tebal(bold). dst. Gunakan angka Arab (1. rata kiri.3. Cara Penyajian Tabel a. b. ditempatkan di tengah (center). ditulis menggunakan font Times New Roman ukuran 12.id **ygondokaryono@stei. Cara Penulisan Abstrak dan Kata Kunci a. ditulis dengan huruf cetak miring (italic). grafik. sedangkan isi keterangan ditulis normal. 10 Bandung – Indonesia jaka@stei. Tulisan ‘Gambar. 6. foto. 7. Abstrak ditulis dalam satu paragraf dengan huruf cetak miring (italic) berjarak satu spasi. Tabel ditampilkan rata kiri halaman (bukan center). Gunakan angka Arab (1.Indonesia *jaka@stei. School of Electrical Engineering and Informatics Jl. Grafik. Pencantuman sumber atau keterangan diletakkan dibawah ilustrasi. 10 Bandung – Indonesia 2editriono@gmail. rata kiri. Ganeca No.itb. f.id 5.com II. 10 Bandung . Foto atau Diagram a. Cara Penyajian Gambar. Grafik. e. atau diagram ditulis dibawh ilustasi.id **Bandung Institute of Technology. Ganeca No.) untuk penomoran gambar. foto atau diagram. grafik.ac. c. Jika Abstract dalam bahasa Inggris maka diikuti Keywords dalam bahasa Inggris. b. Keterangan gambar.ac. menggunakan font Times New Roman ukuran 12. menggunakan font Times New Roman ukuran 10. c.2.ac.3. menggunakan font Times New Roman ukuran 10. School of Electrical Engineering and Informatics Jl. Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 82 . d.*Bandung Institute of Technology.

2005. foto atau diagram dalam format file . Urutan dalam daftar pustaka ditulis sesuai dengan nomor urut kutipan dalam naskah. c. Buku yang Ditulis atas Nama Lembaga Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.. D.L. (Nomor yang ditulis sesuai dengan urutan dalam Daftar Pustaka). A Manual for Writers of Research Paper. and H. Nama Daerah Mamalia di Indonesia. f. Jakarta: LIPI Press. C. dan tidak ditebalkan (bold). kecuali jika warna menentukan arti. 83 .. E. L. 8. dan R. Buku (Satu Penulis) Hasan. 2007. Bandung: Remaja Rosdakarya. Ostergen. Jakarta: LIPI. R. Riana. I. Penulisan kutipan ditunjukkan dengan membubuhkan angka (dalam format superscript) sesuai urutan. maka penulisannya sebagai berikut: Menurut Adisomarto1 . d. Wisconsin German Land and Life. S. H. Theses. Majalah ilmiah dengan Volume dan Nomor Kriswati. Buku (Lebih dari Empat Penulis) Maryanto. e. b. 8.jpg warna hitam putih. Jika nama penulis harus ditampilkan. Widyariset. 2009. Dalam naskah diberikan tanda supersript pada pustaka yang digunakan. 2008. 11(1): 27-36. Standar Kompetensi Jabatan Fungsional Peneliti. Angka kutipan ditulis setelah tanda titik akhir kalimat tanpa spasi. tanpa tanda kurung satu atau kurung dua. 2006.. grafik. Buku (Dua hingga Empat Penulis) Bambang.. e.Clifford. 2008.. Berikut adalah contoh cara penulisan Daftar Pustaka dari berbagai sumber yang berbeda. c. Evaluasi Kurikulum.. Deformasi Gunung Api Bromo pada Peningkatan Aktivis Vulkanik 2006-2007. Nomor urut Daftar Pustaka ditulis dalam bentuk superscript.2 Cara Penulisan Daftar Pustaka. Cara Penulisan Kutipan dan Daftar Pustaka a. K. Madison University of Wisconsin. Turabian.Gambar. Jika menyebut nama.1 (Nomor yang ditulis sesuai dengan urutan dalam Daftar Pustaka). b.. Bunga Rampai Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 f. Chicago: University of Chicago Press. Kluge. b. Bungert. contoh: .. a. Teknik Menulis Karya Tulis Ilmiah. et al 2007. maka angka kutipan langsung dibubuhkan setelah nama tersebut.. Jakarta: Rhineke Cipta. d. and Dissertarions (7th ed). f. Tidak perlu memakai catatan kaki. Dkk. 8.1 Cara Penulisan Kutipan di dalam Teks a.

Tulisan Bersumber dari Internet (Terdapat Nama Penulis) Rustandy. Paten Indonesia No. Tesis. Media Massa (Terdapat Nama Penulis) Abimanyu. T.R. and L. 2005. Skripsi. Lapoiran Penelitian. i. (http:://www.Imron. P. Prosiding Kongres Internasinal Bahasa-ahasa Daerah Sulawesi Selatan Tahun 2007: 219-232. 2008. Nilai-Nilai Budaya di dalam Sastra Daerah yang Mendasari Sekuritas Sosial Tradisional Ethis Bugis. T.2004. Pola Komunikasi Kepemimpinan Taufik Abdullah. Pusat Analisis Ekonomi dan Kebijakan Pertanian. Teripang PERLU Dilindungi. Laporan Penelitian Sumaryanto. Makalah dalam Pertemuan Ilmiah. Sejarah dan Dialog Peradaban: 81-92. Landasan Putar Bebas Hambatan. M. Aversted. Jakarta: LIPI Press. 7 Juni:1.id/modules/news/article. Bias Gender pada Bahasa Majalah Remaja. 2010. Kongres.I. Tulisan Bersumber dari Internet (Tanpa Nama Penulis) Guidelines for Proper Scientifict Conduct in Research. h. Karkteristik Sosial Ekonomi Petani pada Berbagai Agroekosistem. Atau Seminar yang Belum Diterbitkan Darsono. Journal of Advances and Applications in Bioinformatics and Chemistry. (Ed). H. Tekan Korupsi Bangun Bangsa. A. 222-25 Juli 2007: Pusat Bahasa Sulawesi Selatan.imperial. 1995. T. k.ID/0000114.ac. Bogor : Kementerian Pertanian. Evolution of A Domain Conserved in Microtulube-Associated Protein of Eukaryotes. diakses 25 Juni 2010) m. Media Massa (Tanpa Nama Penulis) Kambing Hitam Kemiskinan. Yang. Makassar. et al. o. 9. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.2007.( http://www.B. M. Simposium. P. D. 2010. Kontroversi Dana Dapil. 2: 1-11. Makalah dalam Lokakarya Usulan Jenis Satwa dan Tumbuhan yang Perlu Dilindungi di Indonesia. g. S.kpk. Republika. 2008. 2007. Kompas. diakses 14 Januari 2007) n.php?storyd=1291. 2006. A. Pustaka berupa Dokumen Paten Sukawati. B.. Teeri. T. Inflammatory Mecanism in the Lung. 1: 51-69. 25 November: 33. Journal of Inflamation Research. 2 Moldoveanu.go. Fakultas Ilmu Budaya. Tesis dan Disertasi Wijana. Hisyam dkk. Dalam M. Contoh Penulisan Daftar Pustaka 1 Rajangan. 2009. Prosiding Tang. Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 84 . 2006. j. 8 September: Pusat Penelitian Biologi LIPI.uk/secretariat/policiesandpublication/otherpolici es/properscientificicconnduct. Bogor. l.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful