JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

Vol 1 No 1 Desember 2012

KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA RI BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA BALAI BESAR PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA MEDAN

JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
Vol 1 No 1 Desember 2012

KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA RI BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA BALAI BESAR PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA MEDAN

JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
Vol 1 No 1 Desember 2012

Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) adalah jurnal ilmiah, dengan visi menjadi media informasi dan komunikasi bagi pengembangan ilmu pengetahuan serta sebagai rekomendasi dalam penyusunan kebijakan pemerintah di bidang TIK

Pengarah Kepala Badan Litbang SDM Kementerian Kominfo Aizirman Djusan, M. Econ Penanggungjawab Kepala BBPPKI Medan Drs. Waladdin Siagian Ketua Dewan Redaksi Erisva Hakiki Purwaningsih, M.Kom Anggota Dewan Redaksi Dr. Gustianingsih, M. Hum Dr. Esther S.M. Nababan, M. Sc Jarudo Damanik, S.Kom Meilinia Diakonia Br. Ginting, S. Kom Ketua Redaksi Pelaksana Marudur Pandapotan Damanik, ST Anggota Redaksi Pelaksana Moh. Muttaqin, ST Maulia Jayantina Islami, S. Kom, MT Oktolina Simatupang, S. Sos Sekretaris Dewan Redaksi Vita Pusvita, ST Erwin Antonius Manurung, ST Peer Reviewer/Mitra Bestari Prof. Dr. Muhammad Zarlis, M. Sc Prof. Dr. Opim Salim Sitompul, M. Sc Dr. Poltak Sihombing, M.Kom Dr. Erna Budhiarti Nababan, MIT

Sekretariat Redaksi Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika Medan Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Komunikasi dan Informatika Jl. Tombak, No. 31 Medan, Sumatera Utara – Telp/Fax. (061) 6639817
2

Email: jtik.kominfo@gmail.com

PENGANTAR REDAKSI
Puji dan Syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa atas terbitnya Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika (BBPPKI) Medan untuk pertama kali, Volume I Nomor I Desember 2012. Sesuai rencana program BBPPKI Medan, Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi akan terbit dua (2) kali dalam setahun secara periodik dengan tujuan mempublikasikan ideide dan temuan para peneliti Komunikasi dan Informatika yang telah tertuang dalam bentuk tulisan sehingga mampu memberikan pencerahan, perspektif dan ekspektasi tentang pentingnya Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam membangun masyarakat informasi. Hasil-hasil penelitian tersebut diharapkan mampu memberikan pertimbangan dan solusi yang dibutuhkan oleh para stakeholder untuk mengambil keputusan dan pembuatan kebijakan. Oleh karena itu, kepada semua pihak, khususnya peneliti, akademisi, praktisi teknologi informasi dan komunikasi, diharapkan dapat berpartisipasi menyumbangkan ide dan pemikiran yang telah tertuang dalam bentuk tulisan ilmiah, terutama hasil penelitian bidang komunikasi dan informatika. Pada edisi perdana ini kami menerbitkan enam (6) tulisan, yaitu “Kompetensi Pengelola dalam Mengatasi Permasalahan Teknis pada Pusat Layanan Informasi Kecamatan”. Dalam tulisan ini, Marudur Pandapotan Damanik menjelaskan bahwa kompetensi teknis pengelola PLIK di bidang TIK masih dirasa belum cukup memadai dan masih perlu untuk ditingkatkan. Hal ini didasarkan pada unit kompetensi yang terdapat pada SKKNI bidang Computer Technical Support. Selanjutnya Vita Pusvita menulis tentang “Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan Pusat Layanan Internet Kecamatan di Kota Banda Aceh” dan menjelaskan bahwa Parameter QoS berupa throughput, delay, packet loss dan jitter tidak dapat dipisahkan antara yang satu dan lainnya dalam menentukan suatu kualitas layanan jaringan. Jika salah satu parameter termasuk dalam kategori kurang baik maka hal ini dapat menurunkan kualitas layanan jaringan secara keseluruhan. Wicaksono Febrianto menulis “Perancangan Knowledge Management System Berorientasi Proses Bisnis (Studi Kasus Balai Diklat Metrologi Kementerian Perdagangan)”. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara umum semua proses bisnis belum mengoptimalkan semua komponen yang terdapat dalam framework pemodelan knowledge process dari Strohmaier yang dimodifikasi menggunakan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara No.12 tahun 2011 mengenai Pedoman Penataaan Tatalaksana (business process). Jarudo Damanik menulis tentang “Kajian Implementasi Watchguard Firebox Seri 125e Sebagai Penyaring Konten pada Jaringan Kantor Pemerintah Kota Batam”. Penyaring konten yang dipakai di Kantor Pemerintah Kota Batam adalah firebox seri 125e yang memiliki keunggulan melakukan blok terhadap konten sebuah website secara menyeluruh. Pendeteksian virus, worm maupun gerakan yang mengarah pada tindakan berupa hack dapat berjalan secara maksimal melalui perangkat ini. Tasmil melakukan kajian Wireless Intrusion Detection System untuk mendeteksi serangan Denial of Service terhadap jaringan wireless. Dalam penerapan, metode WIDS menggunakan tools Snort-Wireless yang berjalan pada sistem
Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012

3

Tasmil menjelaskan penelitiannya dalam tulisan “Perfomansi Wireless Intrusion Detection System (WIDS) Berbasis Snort untuk Mendeteksi Serangan Denial of Service”. Paket serangan kemudian dideteksi sebagai sebuah serangan Denial of Service melalui hasil monitoring paket jaringan. sementara kecepatan upload PLIK dan warnet tidak terpaut jauh.operasi Linux. Salam. Moh. Temuan penelitian menunjukkan kecepatan download PC client PLIK hanya setengah kecepatan download PC client warnet. Redaksi Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 4 . Sistem tersebut diuji dengan serangan Denial of Service menggunakan tools Engage Packet Builder. Muttaqin melakukan Pengujian yang menghasilkan nilai-nilai kecepatan berupa angka yang dikonversikan dalam satuan Mega bit per second (Mbps) dan telah dituangkan dalam tulisan “Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet PC Client Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) dengan Warnet di Kota Banda Aceh”. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan bagi pembaca sekalian.

DAFTAR ISI Pengantar Redaksi Daftar Isi Lembar Abstrak Kompetensi Pengelola dalam Mengatasi Permasalahan Teknis pada Pusat Layanan Internet Kecamatan Marudur Pandapotan Damanik Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan Pusat Layanan Internet Kecamatan di Kota Banda Aceh Vita Pusvita Perancangan Knowledge Management System Berorientasi Proses Bisnis (Studi Kasus Balai Diklat Metrologi Kementerian Perdagangan) Wicaksono Febriantoro Kajian Implementasi Watchguard Firebox Seri 125e Sebagai Penyaring Konten pada Jaringan Kantor Pemerintah Kota Batam Jarudo Damanik Perfomansi Wireless Intrusion Detection System (WIDS) Berbasis Snort untuk Mendeteksi Serangan Denial of Service Tasmil Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet PC Client Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) dengan Warnet di Kota Banda Aceh Moh. Muttaqin Pedoman Penulisan Naskah 3 4 5 11 25 37 51 59 67 81 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 5 .

Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) yang didirikan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika kurang mendapat perhatian Lembar Abstrak | Abstract Sheet 6 . PLIK. Temuan lainyang dirasa cukup signifikan adalah implementasi PLIK yang tidak sesuai yang diharapkan. dimana umumnya pengelola hanya mampu menggunakan komputer dan aplikasi secara umum. West Kalimantan. Keywords: Competence. Marudur P. where they are only able to use computer in general and common applications. they are also considered lack of skills in dealing with technical issues. Lembaran abstrak ini boleh dikopi tanpa izin dan biaya. Kata Kunci: Kompetensi. Hasil penelitian menemukan bahwa kompetensi teknis pengelola PLIK terasa kurang memadai. PLIK. This study also perform some observations and literature review. Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pontianak. SDM. Telecenter. dimana terdapat 4 (empat) lokasi PLIK yang terbengkalai dan penggunaan sistem operasi non open source pada perangkat komputer. sedangkan dalam aspek troubleshooting dan penanganan permasalahan teknis masih sangat kurang.JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI Vol 1 No 1 Desember 2012 Kata kunci yang dicantumkan adalah istilah bebas. Pengumpulan data dilakukan dengan cara mewawancarai para pengelola di 9 (sembilan) lokasi PLIK dan pihak Dinas Perhubungan. It uses qualitative approach and anayzed descriptively. because there are 4 PLIKs that cannot be utilized. disamping melakukan observasi dan studi literatur. Another finding that quite significant is about the PLIK implementation that is not as expected. Permasalahan teknis MANAGEMENT’S COMPETENCIES OVERCOMING TECHNICAL ISSUES SUBDISTRICT INTERNET CENTER IN ON This study aimed to describe how management’s competencies play role in overcoming technical issues on the subdistrict internet center (PLIK) in Pontianak District. Likewise. The information was collected through field studies by performing in-depth interviews to PLIK managers in 9 locations and also the authorized officer in the department of transportation who responsible for handling telecommunication affairs. Telecenter. The result shows that the technical knowledge and proficiency of the managers are still inadequate. Human resource. and the illegal use of proprietary operating system. Technical issues Vita Pusvita | BBPPKI Medan JTIK Vol 1 No 1 Desember 2012 ANALISIS TEKNIS KUALITAS LAYANAN JARINGAN PUSAT LAYANAN INTERNET KECAMATAN DI KOTA BANDA ACEH Penelitian ini membahas mengenai analisis teknis kualitas layanan jaringan PLIK di Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatifdan dianalisis secara deskriptif. Damanik | BBPPKI Medan JTIK Vol 1 No 1 Desember 2012 KOMPETENSI PENGELOLA DALAM MENGATASI PERMASALAHAN TEKNIS PADA PUSAT LAYANAN INTERNET KECAMATAN Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana kompetensi pengelola Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) dalam mengatasi permasalahan teknis yang terjadi pada PLIK di Kabupaten Pontianak Provinsi Kalimantan Barat.

and Lheung Bata. Therefore. Hasil analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa secara umum semua proses bisnis belum mengoptimalkan semua komponen dari knowledge creation sampai dengan knowledge application. rusak dan berubah menjadi warnet komersial. delay dan packet loss dengan menggunakan Wireshark. Berkaitan dengan hal ini Banda Aceh diakui menjadi salah satu kota di Indonesia yang terdepan dalam mengadopsi perkembangan teknologi dan informasi. Banda Aceh is recognized as one of the cities in Indonesia at the fore front of adopting information and technology developments. Salah satu faktor yang mempengaruhi minat masyarakat secara teknis adalah kualitas layanan jaringan yang disediakan. Technically. Banda Aceh Wicaksono Febriantoro | Balai Diklat Metrologi JTIK Vol 1 No 1 Desember 2012 PERANCANGAN KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM BERORIENTASI PROSES BISNIS (Studi Kasus Balai Diklat Kementerian Perdagangan) Metrologi Dalam penelitian ini dirancang Knowledge Management System (KMS) berorientasi proses bisnis di dalam lembaga diklat pemerintahan menggunakan tools dan metode pemodelan knowledge process dan perancangan knowledge infrastructure dari Strohmaier. Based on the measurement. Syah Kuala. jitter. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sub-District Internet Service Center that is built by Ministry of Communication and Information Technology is getting less public attention. they are PLIKBaiturrahman. Banda Aceh TECHNICAL ANALYSIS OF SERVICE NETWORK QUALITY IN SUB-DISTRICT INTERNET SERVICE CENTER IN BANDA ACEH This research is about technical analysis of network service quality in SubDistrict Internet Service Center in Banda Aceh. Selain itu dihasilkan juga rancangan arsitektur KMS dan Information Technology (IT Tools) sebagai knowledge infrastructure pendukungnya. so that many of them are neglected. Di Kota Banda Aceh. In Banda Aceh. there are only 3 of 11 PLIK that are well operated. the measurement of packet loss has not met the ITU standard yet and the other parameters have met it. Quality of Service. This research uses descriptive method with quantitative approach. Hasil pengukuran berupa angka-angka yang menggambarkan kualitas layanan jaringan. Kualitas Layanan. Di dalam penelitian ini dilakukan pengukuran terhadap parameter-parameter QoS berupa throughput. Keywords: Sub-District Internet Service Center. Identifikasi dan Analisis awal menunjukkan dari 10 proses bisnis yang dianalisis. IT Tools yang ada diharapkan dapat mendukung 2 strategi knowledge process yaitu strategi kodifikasi (mengelola pengetahuan yang terdokumentasi) dengan alternatif teknologi pendukung Document/Content Management 7 . Result of Lembar Abstrak | Abstract Sheet measurement are numbers that describe Quality of Service. jitter. Banda Aceh diharapkan dapat mengadopsi PLIK dengan baik. dan Lheung Bata. In this regard. PLIK Syiah Kuala dan Baiturrahman memenuhi semua standar parameter QoS. Syiah Kuala. Banda Aceh is expected to adopt PLIK well. hasil pengukuran packet loss belum memenuhi standar ITU dan parameter QoS lainnya sudah memenuhi standar. PLIK Baiturrahman and Syiah Kuala have met all the standards of QoS parameters. 7 proses bisnis belum lengkap teridentifikasi knowledge processnya. delay and packet loss by using Wireshark is measured in this research. Berdasarkan hasil pengukuran. Hasil perancangan knowledge process yang telah dilengkapi menghasilkan 53 tahapan proses (ada tambahan 19 tahapan proses baru).masyarakat sehingga banyak yang terbengkalai. Proses baru ini sebagian besar ada pada knowledge transfer dan knowledge application yang telah terdefinisi. hanya ada 3 PLIK yang beroperasi yaitu PLIK Baiturrahman. khususnya internet. The QoS parameters consists of throughput. Kata Kunci: PLIK. dari 11 PLIK. particularly the internet. while in PLIK Lheung Bata. Proses bisnis yang menjadi studi kasus pada penelitian ini yaitu proses bisnis Widya Iswara (WI) di Balai Diklat Metrologi Kementerian Perdagangan. sedangkan pada PLIK Lheung Bata. damaged and turned into a commercial internet cafe. one of the factors that affect the public interest is Quality of service (QoS) that is provided. Oleh karena itu.

Disarankan untuk menciptakan sebuah perangkat yang mampu mendeteksi sebuah konten page per page. virtual work space application dan discussion group based application. Knowledge Infrastructure. Penelitian ini menggunakan metoda kualitatif untuk melihat sejauh mana penggunaan konten filtering dilakukan di Kantor Pemerintahan Kota Batam. Knowledge Management 8 System. The further analysis showed that in general. Knowledge Management system. search engine / information retrieval system. Detection of viruses. Penyaring konten yang dipakai adalah firebox seri 125e yang memiliki keunggulan melakukan blok terhadap konten sebuah website secara menyeluruh. Knowledge Process. In addition. sehingga proses penyeleksian konten dapat dilakukan secara relevan. The new processes are largely on the knowledge transfer and knowledge application that have been defined. Knowledge Infrastructure. karena tidak semua konten yang terdapat pada sebuah situs tersebut negatif. Kata Kunci: Penyaring konten. BUSINESS PROCESS ORIENTED KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM DESIGN (Case Study of Metrology Training Centre. Jarudo Damanik | BBPPKI Medan JTIK Vol 1 No 1 Desember 2012 KAJIAN IMPLEMENTASI WATCHGUARD FIREBOX SERI 125e SEBAGAI PENYARING KONTEN PADA JARINGAN KANTOR PEMERINTAH KOTA BATAM Kajian implementasi sistem penyaring konten telah dilakukan di Kantor Pemerintah Kota Batam. Search Engine/Information Retrieval System dan Expert Locator serta strategi personalisasi (mengelola tacit knowledge) dengan alternatif teknologi pendukung Working Group/Community of Practice Tool. virtual work space application dan discussion group based application. Kata Kunci: Proses Bisnis. Kajian ini diharapkan menjadi masukan Pemerintah Kota Batam untuk menentukan penggunaan konten filtering yang efektif.berupa Wiki dan Blog. The results of the completed knowledge process design showed that there are 53 stages of the process (there are new additional 19 stages of the process). KMS architecture and IT tools as supporting knowledge infrastructure designs are defined. Pendeteksian virus. firebox 125e series. The IT tools are expected to support two knowledge process strategies : the codification strategy (to manage the documented knowledge) with the supporting IT Tools such as document / content management system in the form of wiki and blog. blocking all content on the website raises a problem because not all of the website content is negative. all business processes have not been optimized yet to fulfill all the components of knowledge creation to knowledge application. Lecturer (WI) business process is the main case study for this research. Knowledge Process. In this researh we apply qualitative method to see Lembar Abstrak | Abstract Sheet . Keywords: Business Processes. Ministry of Trade Republic of Indonesia) The aim of this study is to desig a business proces-oriented Knowledge Management System (KMS) in government training institutions using the tools and knowledge modeling methods and knowledge infrastructure process design of Strohmaier. worms and the movement that led to the action of a hack to run the maximum through this device. The preliminary identification and analysis showed that 7 of 10 business processes have not been fully identified in terms of their knowledge processes. However. Namun pemblokiran seluruh konten yang terdapat pada sebuah website memunculkan permasalahan. pendeteksian A STUDY ON THE IMPLEMENTATION OF WATCHGUARD FIREBOX 125e SERIES AS A CONTENT FILTER IN BATAM LOCAL GOVERNMENT’S NETWORK A study on the implementation of the content filtering system has been done in Batam local government’s network. worm maupun gerakan yang mengarah pada tindakan berupa hack dapat berjalan secara maksimal melalui perangkat ini. The content filter used is firebox 125e series which has the adventage to block all of website content. expert locator and the personalization strategy (to manage the tacit knowledge) with the supporting IT Tools such as working/community of practice tool.

From the study. firebox 125 e series. WIDS. Sistem tersebut diuji dengan serangan Denial of Service menggunakan tools Engage Packet Builder. Kata kunci: Jaringan nirkabel. Kata Kunci: Pusat Layanan Internet Kecamatan. The system was tested with Denial of Service attacks using tools Engage Packet Builder. Paket serangan kemudian dideteksi sebagai sebuah serangan Denial of Service melalui hasil monitoring paket jaringan. It is argued that the method might be suitable for a solution of wireless network security. Kenyataannya. Dalam penerapan metode WIDS menggunakan tools Snort-Wireless yang berjalan pada sistem operasi Linux. detection the Denial of Service attacks by 54 %. Denial of Service PERFORMANCE OF WIRELESS INTRUSION DETECTION SYSTEM BASED SNORT FOR DETECTING DENIAL OF SERVICE ATTACKS Performance of Wireless Intrusion Detection System to detect Denial of Service against wireless network has been studied. sementara kecepatan upload PLIK dan warnet tidak terpaut jauh. terutama kalah populer dibandingkan dengan warnet yang memiliki segmentasi konsumen yang sama. This study is expected to provide input Batam Local Government to determine effective content filtering. warnet. Metode tersebut dapat menjadi solusi keamanan jaringan nirkabel dari serangan yang setiap saat dapat mengancam. kecepatan koneksi internet COMPARATIVE ANALYSIS OF PC CLIENT INTERNET CONNECTION SPEED BETWEEN SUB DISTRICT INTERNET ACCESS (PLIK) AND INTERNET CAFE IN BANDA ACEH Sub-District Internet Access (PLIK) is the governmental program conducted by Ministery of Information and Communication Technology (MICT) in order to evenly 9 Tasmil | BBPPKI Makassar JTIK Vol 1 No 1 Desember 2012 PERFOMANSI WIRELESS INTRUSION DETECTION SYSTEM (WIDS) BERBASIS SNORT UNTUK MENDETEKSI SERANGAN DENIAL OF SERVICE Telah dilakukan kajian Wireless Intrusion Detection System untuk mendeteksi serangan Denial of Service terhadap jaringan wireless. Tren perubahan kecepatan koneksi internet pada PLIK terus menurun seiring perjalanan waktu pagi ke sore. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbandingan kecepatan koneksi PC client PLIK dengan warnet. keberlangsungan program PLIK banyak menghadapi kendala. metode Wireles Intrusion Detection System mampu mendeteksi serangan Denial of Service dengan performasi 54%. The implementation of this method have been performed using snort-wireless tools. so the selection process can be carried out relevant content. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif melalui pengujian kecepatan koneksi menggunakan alat uji kecepatan online. Pengujian ini menghasilkan nilai-nilai kecepatan berupa angka yang dikonversikan dalam satuan Mega bit per second (Mbps). Hasil penelitian yang telah dilakukan. sedangkan tren perubahan kecepatan pada warnet hanya kembali meningkat di waktu sore setelah menurun di waktu siang. Keywords: Wireless Network. It is recomended to create a capable device to detect page per page. Temuan penelitian menunjukkan kecepatan download PC client PLIK hanya setengah kecepatan download PC client warnet. Denial of Service Moh. it has been obtained that the Wireless Intrusion Detection System were succeded in detecting Lembar Abstrak | Abstract Sheet . Keywords: Content filtering. PC client. Packet attack was then detected as a denial of service attacks through the monitoring network packets. WIDS.how far content filtering has been used in Batam Local Government’s Network. Muttaqin | BBPPKI Medan JTIK Vol 1 No 1 Desember 2012 ANALISIS PERBANDINGAN KECEPATAN KONEKSI INTERNET PC CLIENT PUSAT LAYANAN INTERNET KECAMATAN (PLIK) DENGAN WARNET DI KOTA BANDA ACEH Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) merupakan program pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam upaya pemerataan informasi dan memasyarakatkan internet sehat.

PC client. The speed changes trend in PLIK’s internet connection speed is decreased steadily from morning to afternoon. In fact. while internet cafe’s is increased in the afternoon. while comparison of the upload speed is not significantly different. using descriptive method and quantitative approach by testing the connection speed utilizing online tester. This research aimed to analyze the comparison of PC client connection speed between PLIK and internet cafe. the implementation of PLIK faced many problems. internet cafe. This test shows the connection speed in numeric in Mega bit per second (Mbps). especially it is less popular compared to internet cafe that has similar consumer segmentation. Keywords: Sub District Internet Access.The research found that the PLIK’s download speed is only a half of internet cafe’s. internet connection speed 10 Lembar Abstrak | Abstract Sheet .distribute information and socializing safe internet usage. after decreased at noon.

and the illegal use of proprietary operating system.p. This study also perform some observations and literature review. The information was collected through field studies by performing in-depth interviews to PLIK managers in 9 locations and also the authorized officer in the department of transportation who responsible for handling telecommunication affairs. Pengumpulan data dilakukan dengan cara mewawancarai para pengelola di 9 (sembilan) lokasi PLIK dan pihak Dinas Perhubungan. West Kalimantan. Telecenter. Another finding that quite significant is about the PLIK implementation that is not as expected.go. PLIK.. because there are 4 PLIKs that cannot be utilized. Temuan lainyang dirasa cukup signifikan adalah implementasi PLIK yang tidak sesuai yang diharapkan.d@kominfo. Tombak No. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatifdan dianalisis secara deskriptif. disamping melakukan observasi dan studi literatur. PLIK. Likewise. SDM. Damanik Kementerian Komunikasi dan Informatika Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika Medan Jl. It uses qualitative approach and anayzed descriptively.. they are also considered lack of skills in dealing with technical issues.id ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana kompetensi pengelola Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) dalam mengatasi permasalahan teknis yang terjadi pada PLIK di Kabupaten Pontianak Provinsi Kalimantan Barat. Keywords: Competence. The result shows that the technical knowledge and proficiency of the managers are still inadequate. Human resource. Kata kunci: Kompetensi. Hasil penelitian menemukan bahwa kompetensi teknis pengelola PLIK terasa kurang memadai. Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pontianak. 31 Medan marudur. Telecenter. sedangkan dalam aspek troubleshooting dan penanganan permasalahan teknis masih sangat kurang.JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI Vol 1 No 1 Desember 2012 KOMPETENSI PENGELOLA DALAM MENGATASI PERMASALAHAN TEKNIS PADA PUSAT LAYANAN INTERNET KECAMATAN MANAGEMENT’S COMPETENCIES IN OVERCOMING TECHNICAL ISSUES ON SUBDISTRICT INTERNET CENTER Marudur P. dimana terdapat 4 (empat) lokasi PLIK yang terbengkalai dan penggunaan sistem operasi non open source pada perangkat komputer. Permasalahan teknis ABSTRACT This study aimed to describe how management’s competencies play role in overcoming technical issues on the subdistrict internet center (PLIK) in Pontianak District. dimana umumnya pengelola hanya mampu menggunakan komputer dan aplikasi secara umum. Technical issues Kompetensi Pengelola Dalam Mengatasi. | Marudur Pandapotan Damanik 11 . where they are only able to use computer in general and common applications.

. mailing list. serta komunitas maya. Pemerintah Republik Indonesia dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memiliki sebuah program yang dinamakan Kewajiban Pelayanan Umum (Universal Service Obligation/USO) di bidang telekomunikasi. namun sebagai komoditi atau sesuatu yang berharga hingga dapat dijual kepada pengguna informasi. Maka untuk mengatasinya para pemimpin negara-negara di dunia sepakat untuk membuat target bahwa pada tahun 2015 seluruh desa di setiap negara sudah terhubung dengan TIK. dimana pada pasal 16 ayat (1) disebutkan bahwa “Setiap jaringan telekomunikasi dan atau penyelenggara jasa telekomunikasi wajib memberikan kontribusi dalam pelayanan universal.” Program USO Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 .1 Masyarakat informasi tidak lagi menjadikan informasi hanya sebagai sesuatu yang biasa. Program ini dilaksanakan sesuai amanat UndangUndang No. Di sisi lain juga disepakati bahwa telah terjadi kesenjangan digital di antara negaranegara maju dan negara-negara berkembang. Perubahan ini juga didorong oleh kemajuan teknologi yang ditandai dengan munculnya beragam produk teknologi komunikasi seperti televisi. serta memastikan bahwa lebih dari setengah penduduk dunia sudah mendapatkan akses kepada teknologi informasi dan komunikasi. Sebuah konferensi tingkat tinggi bernamaWorld Summit on the Information Society (WSIS) yang diprakarsai oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) bersama dengan International Telecommunication Union (ITU) menekankan bahwa betapa pentingnya peranan TIK sebagai pilar utama menuju masyarakat informasi. dan informasi merupakan unsur yang paling penting.Kompetensi Pengelola Dalam Mengatasi. telepon genggam.. Pada tahun 2003 yang kemudian dilanjutkan pada tahun 2005 para pemimpin dunia melakukan pertemuan guna membahas isu-isu yang berhubungan dengan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) serta pengaruhnya 12 terhadap kehidupan masyarakat di dunia. 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi. | Marudur Pandapotan Damanik PENDAHULUAN Saat ini masyarakat dunia bergerak dan berevolusi menuju ke sebuah tatanan baru yang dikenal sebagai era informasi atau masyarakat informasi. komputer. bahkan teknologi internet yang melahirkan metode-metode komunikasi baru seperti e-mail. Sebuah masyarakat informasi digambarkan sebagai sebuah bangsa dimana mayoritas tenaga kerjanya terdiri dari pekerja informasi. Perangkat serta metode komunikasi ini membuat arus informasi sedemikian cepat hingga membuat jarak tidak lagi membatasi dalam melakukan transfer informasi. Sebuah masyarakat informasi terbentuk oleh semakin baiknya dunia pendidikan dalam menciptakan tenaga-tenaga profesional. Dalam mendukung komitmen WSIS.

Namun hal ini tentu memberatkan mengingat banyaknya jumlah PLIK yang dibangun. dan hingga 2004 telah terbangun akses di 5. yaitu pertama. dimana salah satu poinnya adalah dengan melakukan evaluasi secara langsung ke lokasilokasi PLIK berada. Dengan memiliki pengelola PLIK yang berkompeten dalam mengoperasikan serta melakukan perawatan perangkat. Sebagai tindak lanjut dari penyediaan akses telepon umum di perdesaan.2 Hal ini bertujuan untuk dapat memetakan permasalahan-permasalahan yang terjadi hingga dapat dicarikan solusi secara tepat. Di beberapa lokasi terdapat kerusakan perangkat yang hingga saat ini belum diperbaiki.Kompetensi Pengelola Dalam Mengatasi. Berbagai kendala dan permasalahan timbul dalam implementasinya. Program ini bertujuan untuk membuka akses internet ke seluruh wilayah kecamatan khususnya wilayah pelosok di Indonesia. serta membiasakan diri dalam menggunakan komputer dan internet. di tahun 2009 program USO dilanjutkan dengan membangun Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) dengan menyediakan 1 unit server dan 5 unit personal computer (PC) client serta akses internet melalui koneksi satelit. Dengan adanya PLIK masyarakat khususnya di perdesaan dapat dengan mudah mendapatkan informasi pertanian. Bagi anak-anak PLIK juga bermanfaat sebagai media dalam mencari ilmu pengetahuan.354 desa. untuk menggambarkan kompetensi 13 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . sejak tahun 2003 program USO telah membuka akses telepon umum untuk tiap desa di Indonesia.Untuk mencapai tujuan tersebut. | Marudur Pandapotan Damanik ini memiliki agenda untuk memperluas akses informasi dan komunikasi hingga wilayah perdesaan. Keberadaan PLIK dapat dipandang sebagai sebuah terobosan baru dalam memperluas akses informasi dan komunikasi bagi masyarakat.. namun pada pelaksanaanya di lapangan PLIK terasa kurang termanfaatkan. diharapkan kerusakan dan masalah yang terjadi di PLIK dapat diselesaikan dengan cepat dan tidak berlarut-larut. bahkan salah satu PLIK di Pontianak tidak beroperasi sejak awal pemasangan. perdagangan. Dari uraian di atas maka penelitian ini bertujuan untuk menjawab permasalahan yang dikerucutkan menjadi 2 (dua) poin.. Solusi terbaik adalah dengan memiliki pengelola PLIK dalam bidang TIK sehingga dapat memberikan pertolongan pertama ketika perangkat mengalami masalah. Sebuah penelitian mencoba merumuskan strategi implementasinya. sehingga sangat membebani baik dalam hal waktu maupun biayanya. Sesungguhnya program PLIK merupakan langkah nyata pemerintah dalam mengatasi kesenjangan digital di Indonesia. dan berbagai informasi lain yang dibutuhkan.

. Karakteristik kompetensi tersebut diwujudkan dalam model kompetensi gunung es dan model kompetensi inti dan permukaan. Hal ini dikarenakan kompetensi individu biasanya sangat terkait dengan tugas dan kinerja organisasi. untuk menjelaskan kompetensi apa yang dibutuhkan pengelola dalam mengatasi permasalahan teknis di PLIK. dan yang kedua. sifat.5 Kompetensi juga dapat dipandang sebagaikarakteristik dasar seseorang yang dapat menghasilkan kinerja yang efektif dan memuaskan dalam sebuah situasi atau pekerjaan.4 Kompetensi menunjukkan keterampilan atau pengetahuan yang dicirikan oleh profesionalisme dalam 14 bidang tertentu sebagai sesuatu yang terpenting. Kompetensi Satu hal yang menjadi kunci dalam mengimplementasikan pengelolaan sumber daya manusia (SDM) yang efektif adalah dengan peningkatan dan pengembangan kompetensi SDM pada setiap tugas dan pekerjaan. dan keterampilan. Pengetahuan adalah informasi yang dimiliki seseorang pada suatu bidang yang spesifik.Kompetensi Pengelola Dalam Mengatasi. Sifat merupakan ciri fisik dan reaksireaksi yang bersifat tetap terhadap situasi atau ketika menerima informasi. Motif juga berperan dalam mendorong. Sedangkan keterampilan merupakan kemampuan seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas tertentu.. serta sistem imbal jasa. rekrutmen dan seleksi. nilai atau gambaran diri yang dimiliki seseorang. pengetahuan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi gambaran dari implementasi PLIK yang telah berjalan. | Marudur Pandapotan Damanik pengelola PLIK. serta diharapkan dapat memberikan kontribusi dan masukan bagi pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika maupun Pemerintah Daerah setempat khususnya dalam menyelesaikan permasalahanpermasalahan di Pusat Layanan Internet Kecamatan. Dalam model kompetensi gunung es terdapat karakteristik kompetensi yang tampak dan yang tersembunyi.3 Kompetensi dalam sebuah organisasi atau perusahaan bertujuan untuk pembentukan dan evaluasi pekerjaan. manajemen karier. mengarahkan dan memilih untuk melakukan suatu tindakan terentu. pembentukan dan pengembangan organisasi dan budaya perusahaan. karena pada kenyataannya karakteristik kompetensi ini Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . pembelajaran perusahaan. dimana peningkatan kompetensi individu akan diikuti dengan peningkatan kualitas kerja dan kinerja organisasi. konsep diri. Konsep diri merupakan sikap.6 Di sini Spencer dan Spencer mengidentifikasi 5 (lima) jenis karakteristik kompetensi yang terdiri dari motif. Aspek keterampilan dan pengetahuan termasuk dalam karakteristik kompetensi yang tampak dan berada di permukaan. sebagai unggulan di bidang tersebut.Motif adalah hal-hal yang menstimulasi tindakan seseorang.

internet café.Kompetensi Pengelola Dalam Mengatasi.8 Namun demikian hal ini juga sangat memungkinkan terjadinya ketimpangan informasi yang disebabkan oleh tidak meratanya akses kepada teknologi informasi. namun merupakan unsur penting yang membedakan antara orang yang berkinerja lebih unggul dibandingkan dengan orang lain. lokasi. dan berujung pada terjadinya suatu kesenjangan digital (digital divide).3 Konsep Internet Publik Dalam banyak penelitian mengungkapkan. sedangkan karakteristik kompetensi yang tersembunyi yaitu motif. kemudahan dalam mengakses dan memperoleh informasi cukup berpotensi dalam mengubah tatanan ekonomi dan sosial dalam sebuah masyarakat. 1993 Gambar 1. yang berimbas pada tidak meratanya pembangunan sarana komunikasi dan informasi.7 Sumber: Spencer and Spencer. Dengan kata lain.10 Ketiga bentuk internet publik ini dibedakan berdasarkan kepemilikan. Sedangkan aspek motif. karakteristik kompetensi yang tampak seperti pengetahuan dan keterampilan dapat dikatakan sebagai kompetensi teknis yang pada dasarnya diperlukan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Untuk mengatasi hal tersebut. terdapat suatu konsep yang diyakini dapat menjembatani dan mempersempit kesenjangan digital yaitu dengan membangun suatu ruang publik yang menyediakan akses internet dan layanan TIK kepada masyarakat umum khususnya di wilayah yang kekurangan akses dan infrastruktur TIK. dan internet access point. Secara umum terdapat 3 (tiga) bentuk implementasi dari internet publik. sifat.. serta fasilitas-fasilitas yang tersedia di dalamnya. Perbedaan yang sangat kontras terlihat mulai dari perkembangan infrastruktur telekomunikasi yang umumnya terkonsetrasi pada wilayah perkotaan ataupun ibukota suatu daerah9. 15 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Model kompetensi gunung es dan model kompetensi inti dan permukaan. yaitu telecenter. pembiayaan. | Marudur Pandapotan Damanik hanyalah sesuatu yang mudah dipelajari dan dikembangkan. Hal ini bertujuan agar masyarakat yang tidak memiliki akses internet pribadi tetap dapat menikmati layanan TIK terutama sambungan internet. namun di lain hal terdapat wilayah yang sangat minim akan informasi. sifat dan konsep diri merupakan kompetensi sikap yang terkait dengan kualitas hasil dari suatu pekerjaan. dan konsep diri merupakan karakteristik kompetensi yang sifatnya tersembunyi. dimana terdapat suatu wilayah yang sangat kaya akan informasi..

yang mana salah satu bagiannya menangani bidang telekomunikasi. serta Pemerintah Kecamatan setempat. Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pontianak dan Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . | Marudur Pandapotan Damanik Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) Dalam mengatasi kesenjangan digital yang terjadi dan menjalankan hasil komitmen WSIS untuk menghubungkan semua desa dengan TIK pada tahun 2015. Sarana ini ditargetkan akan dibangun pada setiap ibukota kecamatan yang berjumlah 5. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. dan lain sebagainya.748 Satuan Sambungan Langsung (SSL) yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia (kecuali DKI Jakarta) sehingga memungkinkan ter. Konsep PLIK di sini sesungguhnya bukanlah seperti warung internet (warnet) pada 16 umumnya. Pertama. Salah satu bentuk program USO Kementerian Komunikasi dan Informatika adalah penyediaan jasa akses internet pada Wilayah Pelayanan Universal Telekomunikasi (WPUT)internet kecamatan yang terbagi dalam 11 (sebelas) area. konten. Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia telah melakukan sejumlah kebijakan antara lain melaksanakan program Kewajiban Pelayanan Universal/KPU (Universal Service Obligation/USO) seperti yang tertuang pada Peraturan Menteri Kominfo Nomor 32/PER/M. karena aplikasi portal menampilkan semua aplikasi dan layanan yang dapat diakses/ digunakan oleh pengguna seperti aplikasi perkantoran (office).. Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pontianak.selenggaranya layanan internet dan penyebaran informasi lainnya di daerah-daerah non komersial. dan dilakukan dengan tiga cara. Lokasi penelitian mengambil tempat di Kabupaten Pontianak Provinsi Kalimantan Barat.KOMINFO/10/2008. Terdapat aplikasi portal yang menjadi tampilan awal setelah pengguna melakukan proses login melalui aplikasi.Kompetensi Pengelola Dalam Mengatasi.Wawancara juga dilakukan kepada pihak Dinas Perhubungan. dan sumber data atau informan dalam penelitian ini adalah para pengelola PLIK di Kabupaten Pontianak.Aplikasi portal tidak hanya sebagai pintu masuk menuju suatu aplikasi ataupun konten yang dikehendaki oleh pengguna.. Pengumpulan data dilaksanakan pada bulan Maret 2012. namun juga merupakan single point of view bagi pengguna. pihak Dinas Perhubungan. dengan melakukan wawancara mendalam kepada para pengelola PLIK di Kabupaten Pontianak yang bertindak sebagai informan kunci. Program penyediaan jasa akses internet wilayah kecamatan KPU/USO dilaksanakan dengan membangunkios internet publik yang dinamakan Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK).

Secara fisik. literatur dan foto. | Marudur Pandapotan Damanik Pemerintah Kecamatan setempat untuk mendapat informasi tambahan. Perangkat ini diperlukan untuk menjaga komputer server billing dari putusnya aliran listrik PLN secara tiba-tiba yang dapat mengakibatkan hilangnya data pemakaian pengunjung dan juga kerusakan pada sistem operasi dan perangkat lunak.Kompetensi Pengelola Dalam Mengatasi. Kemudian yang cukup menjadi perhatian adalah penggunaan perangkat lunak termasuk sistem operasi. Terakhir adalah dengan menyajikan data dengan merangkai dan menyusun informasi dalam bentuk satu kesatuan. 17 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . dengan melakukan observasi terhadap kondisi PLIK di masingmasing kecamatan untuk mengamati secara cermat. Sistem operasi yang digunakan secara resmi untuk program PLIK adalah sistem operasi Linux yang berbasis open source. UPS (Uninteraptible Power Supply) adalah perangkat yang berfungsi sebagai backup catu daya. satusatunya perangkat yang kualitasnya patut dipertanyakan adalah UPS. serta dapat dipahami. Hasil pengamatan langsung terhadap PLIK di Kabupaten Pontianak menemukan beberapa hal yang perlu dicermati. HASIL DAN PEMBAHASAN Kondisi Umum dan Permasalahan pada PLIK di Kabupaten Pontianak Berdasarkan data yang diperoleh. baik dengan cara wawancara. serta mencatat temuan-temuan yang relevan. Berdasarkan Tabel 1.. mengingat perangkat ini mengalami kerusakan di hampir semua lokasi PLIK. kondisi perangkat keras serta instalasi PLIK umumnya masih dalam keadaan baik mengingat umur perangkat yang tergolong masih baru. tingkat autensitasnya dan melakukan triangulasi sumber data. Penyebab kerusakan UPS memang belum diketahui secara pasti karena perlu pemeriksaan oleh teknisi. Kabupaten Pontianak mendapat 9 (sembilan) set perangkat PLIK yang masing-masing disebar ke 9 (sembilan) kecamatan. Data tersebut kemudian diklasifikasikan ke dalam kategori-kategori tertentu yang disesuaikan dengan permasalahan dan tujuan penelitian. Analisis data kualitatif dimulai dari analisis berbagai data yang diperoleh dari lapangan. melainkan karena faktor eksternal yaitu karena kebanjiran. namun diperkirakan penyebabnya adalah kondisi listrik yang tidak stabil. Adapun kerusakan komputer seperti yang terjadi di Kecamatan Siantan disebabkan bukan karena kualitas perangkat yang kurang baik.. observasi. Pengklasifikasian atau pengkategorian ini harus mempertimbangkan kesahihan dan kevalidan data dengan memperhatikan kompetensi subjek penelitian. maupun dokumentasi yang bersumber dari buku.Yang ketiga adalah dengan melakukan studi literatur melalui buku-buku dan penelitian-penelitian terdahulu. Kedua. selektif.

Kompetensi Pengelola Dalam Mengatasi. Printer. Namun di lain hal. Oleh karena itu penggunaan OSS dalam PLIK mestinya didahului dengan Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Switch UPS. penggunaan perangkat lunak open source terasa kurang familiar di kalangan masyarakat terlebih bagi yang masih awam dengan komputer dan internet. | Marudur Pandapotan Damanik Tabel 1. Modem Sempat beroperasi 2 bulan. Disamping itu penggunaannya juga mendidik masyarakat untuk tidak menggunakan perangkat lunak bajakan karena tentunya bertentangan dengan hukum. Switch Penggunaan sistem operasi Linux dalam program PLIK bertujuan untuk mensosialisasikan penggunaan open source software (OSS) di masyarakat. Server (overheat). Penggunaan perangkat lunak bajakan tentunya sudah menyalahi tujuan PLIK itu sendiri dalam mensosialisasikan penggunaan perangkat lunak open source. Namun secara umum dapat diketahui bahwa penggantian sistem operasi lebih dikarenakan tidak familiarnya para pengelola dan pengguna PLIK dalam menggunakan sistem operasi Linux.. Penggunaan sistem operasi berbasis open source seperti Linux dalam program PLIK sesungguhnya adalah langkah yang sangat tepat dalam memperkenalkan masyarakat akan OSS. Printer. Printer UPS. Terhenti karena voucher tidak terkirim Perangkat hilang. Sama sekali belum pernah beroperasi Menggunakan lintasarta ISP non KETERANGAN Kerusakan 2 unit CPU. Kebanyakan PLIK yang berada di Kabupaten Pontianak telah dirubah ke sistem operasi komersial (Windows OS) bajakan. Printer UPS. Mon. UPS. Pontianak (Maret 2012) KECAMATAN Siantan Segedong Mempawah Hilir Mempawah Timur Sungai Kunyit Sungai Pinyuh Toho Sadaniang AKTIF Ya Tidak Tidak Ya Tidak Ya Ya Tidak VOUCHER Ya Tidak Tidak Ya Tidak Tidak Ya Tidak OS WinXP WinXP WinXP WinXP WinXP Linux KERUSAKAN PERANGKAT CPU. Namun hal yang ditemukan justru sebaliknya. Kondisi PLIK di Kab.. Switch Printer. Di samping itu penggunaan sistem operasi Linux bertujuan untuk menekan penggunaan sistem operasi bajakan/illegal. Printer. disamping alasan teknis lainnya seperti gagalnya 18 proses log-in akibat password yang tidak sesuai. Switch CPU UPS. Sama sekali belum pernah beroperasi Sama sekali belum pernah beroperasi Anjongan Ya Ya Linux UPS. Beberapa alasan yang dikemukakan para pengelola terkait penggantian sistem operasi PC client menjadi Windows ilegal umumnya karena penggunaan Linux yang dinilai cukup merepotkan.

Jika pulsa pada sebuah telepon genggam telah habis.5 tahun perangkat PLIK terbengkalai dan tidak termanfaatkan. maka terdapat kurang lebih 1. Dari uraian di atas. sehingga pengelola juga dapat memberikan pendampingan bagi masyarakat pengguna PLIK yang kesulitan ketika menggunakan OSS. Demikian pula halnya dalam mengelola PLIK yang terdiri dari perangkat-perangkat komputer 19 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 .Kompetensi Pengelola Dalam Mengatasi. dimana PLIK bahkan belum pernah beroperasi dari sejak awal pemasangan. Kompetensi Pengelola di Bidang TIK Seperti yang telah diuraikan sebelumnya. Dalam hal ini kurangnya dukungan teknis oleh pihak penyedia juga dirasakan.. | Marudur Pandapotan Damanik pengenalan dan pelatihan OSS bagi pengelola. Di dalam sistem PLIK. yaitu perihal terkendalanya pengiriman voucher internet yang mengakibatkan tidak beroperasinya PLIK. maka dapat dirangkum 2 (dua) halyang dapat dianggap menjadi kendala dan permasalahan yang bersifat teknis yang terjadi pada PLIK di Kabupaten Pontianak yaitu (1) kerusakan beberapa perangkat. Mengingat waktu pemasangan yang berlangsung sekitar bulan Agustus 2010. baik itu perangkat komputer ataupun perangkat pendukung jaringan. dan setiap PLIK memiliki nomor identitas jaringan yang unik. pengiriman voucher internet merupakan masalah yang utama. Disamping itu juga terdapat 1 (satu) permasalahan yang dianggap bukan permasalahan teknis. Hasil pengamatan langsung ke lapangan juga menemukan beberapa permasalahan dalam implementasi dan penerapannya. tentunya si pengguna tidak akan dapat melakukan komunikasi. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari petugas Dinas Perhubungan. voucher internet ibarat pulsa pada telepon genggam. namun lebih pada aspek kebijakan dimana hal tersebut tidak terkait pada kompetensi pengelola. kompetensi SDM sangat berpengaruh pada kualitas hasil kerja individu dan kinerja organisasi. Oleh karena itu diperkirakan masalah dalam pengiriman voucher internet di beberapa lokasi PLIK terjadi disebabkan adanya kekeliruan data nomor jaringan pada ISP. pengunjung tidak akan dapat menggunakan layanan internet di PLIK. Melihat dari kendala operasional. seperti yang terjadi pada Kecamatan Mempawah Hilir.. Sungai Kunyit. dan (2) Penggunaan sistem operasi dan perangkat lunak ilegal/bajakan. pengiriman voucher internet oleh ISP dilakukan secara elektronik menggunakan nomor identitas jaringan. dan Segedong. Kegagalan dalam pengiriman voucher internet mengakibatkan PLIK tidak dapat beroperasi. Demikian juga jika voucher internet pada server PLIK sudah habis. Di samping itu sistem voucher dibuat agar provider dapat mendata seberapa banyak penggunaan sambungan internet oleh pengunjung.

(3) kemampuan menguasai pekerjaan. Selengkapnya matrik kompetensi teknis para pengelola PLIK di Kabupaten Pontianak disajikan dalam Tabel 2. | Marudur Pandapotan Damanik beserta jaringannya.. (2) pelatihan teknis yang pernah diikuti.Kompetensi Pengelola Dalam Mengatasi. Aspek pengetahuan diukur dengan indikator-indikator yaitu (1) tingkat pendidikan formal. profesionalitas. Lemahnya pengetahuan Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . meskipun pendidikan non formal seperti pelatihan dan kursus juga mampu meningkatkan pengetahuan. keterampilan. para pengelola lebih berpengalaman menggunakan sistem operasi Windows beserta aplikasi pendukungnya. Kompetensi teknis yang terdiri dari aspek pengetahuan dan aspek keterampilan dapat diukur melalui beberapa indikator. kebanyakan dari mereka tidak memahami fungsi-fungsi perangkat keras komputer. 20 Dari aspek penguasaan komputer dan aplikasi. produktivitas serta daya saing. Umumnya mereka memperoleh pengetahuan mengenai komputer melalui pembelajaran mandiri secara otodidak serta dari buku-buku. Sehingga ketika terjadi kegagalan dan kerusakan pada perangkat pengelola umumnya berkonsultasi dengan teknisi.11 Pendidikan formal merupakan dasar utama dalam memperoleh pengetahuan umum dan keterampilan. Hanya pengelola dari Kecamatan Anjongan yang mengaku mengerti mengoperasikan Linux sebagai sistem operasi. Disamping itu pengetahuan pengelola dalam aspek teknis perangkat keras (hardware) komputer serta penanganan masalah dalam komputer juga masih cukup rendah. Begitupun penguasaan dalam hal administrasi jaringan masih belum memadai. Demikian halnya dengan pendidikan non formal. dimana hanya satu pengelola yang pernah mengikuti kursus komputer. Sedangkan aspek keterampilan diukur dengan indikator-indikator: (1) petunjuk teknis pekerjaan. Rendahnya tingkat pemahaman akan sistem operasi Linux tentunya dapat menggambarkan mengapa umumnya sistem operasi komputer di PLIK telah diubah dari Linux ke Windows. dan (2) ketelitian dalam menyelesaikan pekerjaan.adalah suatu keharusan bagi SDM pengelola memiliki kompetensi teknis di bidang TIK. terlebih lagi dalam hal mendiagnosa dan memperbaiki atau mengganti perangkat yang rusak.12 Dari segi pendidikan tidak satupun pengelola PLIK pernah mengenyam pendidikan formal di bidang TIK ataupun komputer. Hal ini diperlukan untuk menjamin bahwa PLIKdapat berjalan dengan baik tanpa terkendala permasalahan teknis dan perangkat. dimana terdapat 4 (empat) pengelola yang sama sekali tidak memahami konsep jaringan komputer.. namun pengetahuan dalam mengoperasikan sistem operasi berbasis open source terlihat sangat minim.

S. penggunaan secara umum. Kunyit S1 Buku. kursus. Tabel 2. Timur SLTA Buku. pengguna an secara umum. Kursus komputer Sertifikasi keahlian Pengalaman menggunaka n komputer Pengalaman menjalankan warnet Penguasaan komputer & aplikasi Siantan Segedong M. Window. penggunaan instalasi secara software. Hifni. | Marudur Pandapotan Damanik pengelola dalam aspek teknis perangkat keras dan jaringan komputer mengakibatkan pengelola belum dapat menangani masalah secara mandiri dan sangat bergantung pada bantuan teknisi komputer. maka keahlian atau unit kompetensi yang dibutuhkan seorang technical support dapat dibagi kepada 4 (empat) unsur yaitu perangkat keras (hardware). 2 thn Tidak Tidak Tidak Windows. Windows. Windows. Windows. otodidak Tidak Tidak SLTA Buku. Window. “… untuk kerusakan perangkat biasanya kami menggunakan jasa orang lain”. Pinyuh S1 Buku. instalasi software. perangkat jaringan. dan keamanan. penggunaan secara umum. pengguna an secara umum.. penggunaan secara umum.. otodidak Ya.Kompetensi Pengelola Dalam Mengatasi. Untuk memenuhi kebutuhan akan kompetensi tersebut seyogyanya pengelola PLIK dipilih dengan lebih selektif di mana sebaiknya memiliki pengetahuan di bidang TIK atau pendidikan yang mendukung hal tersebut. otodidak Tidak Tidak SLTA SLTA Buku. otodidak Tidak Tidak S. pengguna an secara umum. serta berdasarkan kategori kompetensi TIK yang dikemukakan oleh Sadikin (2011). maka dibutuhkan kompetensi teknis yang setara dengan kompetensi seorang technical support. umum. Window. Pontianak Poin Kompetensi Pendidikan formal Sumber pengetahuan komp. (Wawancara: Bpk.. Window. instalasi software. office Tidak S. Window. Pengelola PLIK Sungai Kunyit) Kompetensi yang Dibutuhkan dalam Pengelolaan PLIK Jika melihat dari kebutuhan kerja yang ada dan permasalahan yang terjadi pada PLIK. otodidak Tidak Tidak Toho Sadaniang Anjongan S1 Buku. instalasi software. Hilir M. Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 21 . otodidak Tidak Tidak Otodidak Otodidak Tidak Tidak Tidak Tidak 5 – 6 thn (lupa) (lupa) 15 tahun (lupa) 8 thn 7 thn 2 thn 3 tahun Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Ya. perangkat lunak (software). pengguna an secara umum.Matrik kompetensi pengelola PLIK di Kab. penggun aan secara umum. otodidak Tidak Tidak SLTA S1 Buku.Pd. Merujuk pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Sektor Teknologi Informasi dan Komunikasi.

Yang pertama adalah bahwa kompetensi teknis pengelola PLIK di bidang TIK masih dirasa Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Pelatihan dirasa cukup efektif untuk mengembangkan pengetahuan dan kompetensi pegelola di bidang TIK.. Sumber: SKKNI bidang Technical Support (2006). sehingga jika terjadi permasalahan pada perangkat dapat segera dideteksi dan ditangani sendiri. Sebab tidak dapat dipungkiri. pengetahuan teknis seperti perbaikandan instalasi perangkat lunak/keras merupakan hal yang sangat penting untuk dimiliki pengelola PLIK. pemberian pelatihan-pelatihan mengenai teknis jaringan komputer dan perangkat juga sangat baik untuk dilakukan. Kompetensi yang dibutuhkan pengelola PLIK SIMPULAN Sesuai tujuan penelitian ini. | Marudur Pandapotan Damanik Penguasaan Linux/OSS Penguasaan hardware &perbaikan Penguasaan adm. diolah.. Jaringan Sebatas penggunaan Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Ya Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Tidak Tidak Ya Ya Tidak Ya Sebagai alternatif lain. terdapat 2 (dua) hal yang menjadi 22 kesimpulan. Gambar 2. Hal ini tentu cukup menghemat waktu dan biaya jika dibandingkan dengan harus menggunakan jasa teknisi.Kompetensi Pengelola Dalam Mengatasi.

P. 2007. 4Hutapea. DAFTAR PUSTAKA 1Rogers. dari hasil penelitian ini diharapkan adanya pengembangankompetensi teknis berupa peningkatan pengetahuan dan keterampilan pengelola PLIK di bidang TIK. | Marudur Pandapotan Damanik belum cukup memadai dan masih perlu untuk ditingkatkan. M. Indra Pratama. 3 (1): 45-70. kompetensi yang dibutuhkan pengelola PLIK dalam mengatasi permasalahan teknis adalah kompetensi seorang technical support. Sebagai kesimpulan yang kedua. 2010. Thesis. Pengelola umumnya hanya memiliki pengetahuan dasar dalam mengoperasikan komputer dan aplikasi. Kompetensi Plus. 1986. Suatu permasalahan yang terjadi di satu PLIK dapat menjadi pembelajaran bagi PLIK lainnya. Strategi Implementasi Penyediaan Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) pada Pelaksanaan Kewajiban Pelayanan Universal Telekomunikasi (KPU/USO) di Indonesia. perawatan. Jakarta V.Kompetensi Pengelola Dalam Mengatasi. serta mampu melakukan backup data serta recovery ketika terjadi kegagalan pada sistem komputer. dan pemahaman perangkat keras serta penanganan masalah (troubleshoot) masih sangat kurang. T. 2008. upgrading.Hal ini dapat menjadi alternatif media komunikasi untuk berbagi informasi dan pengalaman seputar PLIK dan permasalahannya. dan mengambil tindakan ketika terjadi serangan virus pada kondisi menggunakan sistem operasi non open source. Competency Requirements for Effective Job Performance in Thai Public Sector.. Communication Technology: The New Media in Society. Nurianna. Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . yang meliputi pengetahuan dan keahlian dalam melakukan instalasi. & Thai-ngam. New York: Free Press. diagnosa dan perbaikan perangkat lunak. sedangkan dalam aspek pengetahuan dalam menggunakan aplikasi opensource. Contemporary Management Research. Sebagai rekomendasi. pihak penyedia. dan Kominfo. serta perangkat jaringan..Hal ini didasarkan pada unit kompetensi yang terdapat pada SKKNI bidang Computer Technical Support.jaringan komputer. E. konfigurasi.. 2Prianova. perangkat keras. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama 23 3Vathanophas.Pengembangan kompetensi dapat dilakukan dengan memberikan pendidikan dan pelatihanbagi pengelola sehingga mereka dapat lebih mandiri ketika terjadi permasalahan di lapangan. Oleh karena itu Kominfo ataupun pihak penyedia seyogyanyadapat memfasilitasi sebuah wadah komunikasi maya semisal forum ataupun mailing listantara para pengelola. Universitas Indonesia.Disamping itu juga memiliki pengetahuan dalam aspek keamanan seperti mencegah. J.

Kompetensi Pengelola Dalam Mengatasi... | Marudur Pandapotan Damanik
5Wibowo.

2007. Manajemen Kinerja. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. Lyle M., Jr. and Spencer, Signe M. 1993. Competence At Work. New York: John Wiley & Sons, Inc. A., dkk. 2011. Faktorfaktor yang Mempengaruhi Kompetensi Kerja Karyawan. Manajemen IKM, 6 (2): 81-87. E. M., Shukla, P., 2001.The Role of Telecenters in Development Communication and the Digital Divide. Journal of Development Communication 2 (12): 26-31. Stephen M. 2003.Cyber café industry in Africa. Journal of Information Science, 29. F., Furuholt, B., Kristiansen, S. 2004.Global Diffusion of the Internet III: Information Diffusion Agents and the Spread of Internet Cafés in Indonesia. Communication of the Association for Information System, 13: 589-614. I Made Astika. 2010. Pengaruh Motivasi Kerja, Kepuasan Kerja, Dan Kemampuan Kerja Terhadap Prestasi Kerja Karyawan Pada PT. Sumber Alam Semesta Di Bangli. Thesis. Universitas Udayana, Denpasar. http://www.pps.unud.ac.id diakes tanggal 17 September 2012.

12Hiryanto.

6Spencer,

2009. Meningkatkan Efektivitas Pendidikan Nonformal dalam Pengembangan Kualitas Manusia. Makalah. Universitas Negeri Yogyakarta, Yogyakarta. http://staff.uny.ac.id diakses tanggal 26 September 2012.

7Wijayanto,

8Rogers,

9Mutula,

10Wahid,

11Budiyasa,

24

Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012

JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

Vol 1 No 1 Desember 2012

ANALISIS TEKNIS KUALITAS LAYANAN JARINGAN PUSAT LAYANAN INTERNET KECAMATAN DI KOTA BANDA ACEH TECHNICAL ANALYSIS OF SERVICE NETWORK QUALITY IN SUBDISTRICT INTERNET SERVICE CENTER IN BANDA ACEH
Vita Pusvita Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Jl. Tombak No.31 Medan vita.pusvita@kominfo.go.id
ABSTRAK Penelitian ini membahas mengenai analisis teknis kualitas layanan jaringan PLIK di Kota Banda Aceh. Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) yang didirikan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika kurang mendapat perhatian masyarakat sehingga banyak yang terbengkalai, rusak dan berubah menjadi warnet komersial. Salah satu faktor yang mempengaruhi minat masyarakat secara teknis adalah kualitas layanan jaringan yang disediakan. Berkaitan dengan hal ini Banda Aceh diakui menjadi salah satu kota di Indonesia yang terdepan dalam mengadopsi perkembangan teknologi dan informasi, khususnya internet. Oleh karena itu, Banda Aceh diharapkan dapat mengadopsi PLIK dengan baik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Di dalam penelitian ini dilakukan pengukuran terhadap parameter-parameter QoS berupa throughput, jitter, delay dan packet loss dengan menggunakan Wireshark. Hasil pengukuran berupa angka-angka yang menggambarkan kualitas layanan jaringan. Di Kota Banda Aceh, dari 11 PLIK, hanya ada 3 PLIK yang beroperasi yaitu PLIK Baiturrahman, Syah Kuala, dan Lheung Bata. Berdasarkan hasil pengukuran, PLIK Syiah Kuala dan Baiturrahman memenuhi semua standar parameter QoS, sedangkan pada PLIK Lheung Bata, hasil pengukuran packet loss belum memenuhi standar ITU dan parameter QoS lainnya sudah memenuhi standar. Kata Kunci: PLIK, Kualitas Layanan, Banda Aceh ABSTRACT

This research is about technical analysis of network service quality in SubDistrict Internet Service Center in Banda Aceh. Sub-District Internet Service Center that is built by Ministry of Communication and Information Technology is getting less public attention, so that many of them are neglected, damaged and turned into a commercial internet cafe. Technically, one of the factors that affect the public interest is Quality of service (QoS) that is provided. In this regard, Banda Aceh is recognized as one of the cities in Indonesia at the fore front of adopting information and technology developments, particularly the internet. Therefore, Banda Aceh is expected to adopt PLIK well. This research uses descriptive method with quantitative approach. The QoS parameters consists of throughput, jitter, delay and packet loss by using Wireshark is measured in this research. Result of measurement are numbers that describe Quality of Service. In Banda Aceh, there
Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan ... | Vita Pusvita 25

Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan ... | Vita Pusvita

are only 3 of 11 PLIK that are well operated, they are PLIKBaiturrahman, Syiah Kuala, and Lheung Bata. Based on the measurement, PLIK Baiturrahman and Syiah Kuala have met all the standards of QoS parameters, while in PLIK Lheung Bata, the measurement of packet loss has not met the ITU standard yet and the other parameters have met it. Keywords: Sub-District Internet Service Center, Quality of Service, Banda Aceh PENDAHULUAN Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) merupakan salah satu program Universal Service Obligation(USO) di bidang telekomunikasi yang telah dikampanyekan oleh pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk wilayah-wilayah perbatasan. Sasarannya adalah mencapai masyarakat berbasis informasi pada 2025.Dalam pelaksanaannya, Indonesia Telecommunication User Group (IdTUG) mensinyalir sebagian besar warnet PLIK yang dibangun Kemkominfo beralih fungsi menjadi warnet komersial. Beralih fungsinya PLIK menjadi warnet komersial tentunya diakibatkan karena pada umumnya warnet komersial ini lebih menjadi pilihan dibandingkan warnet PLIK yang dibangun oleh Kemkominfo.1 Hal ini dapat terjadi karena kurangnya sosialisasi dari pemerintah ke masyarakat mengenai PLIK, selain itu, warnet komersial lebih dipercaya masyarakat baik dari segi jaringan yang digunakan, maupun kualitas layanan jaringan yang disediakan. Secara teknis, dapat dikatakan bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi minat masyarakat adalah kualitas
26

layanan jaringan yang disediakan PLIK. Kualitas Layanan Jaringan atau sering disebut Quality of Service (QoS) adalah suatu istilah yang digunakan untuk menyatakan persyaratan yang ditentukan oleh pengguna (manusia maupun komponen perangkat lunak) terhadap tingkat layanan yang dapat disediakan oleh aplikasi. ISO OSI/ODP mendefinisikan kualitas layanan sebagai himpunan kualitas dari perilaku satu atau lebih obyek.Adapun beberapa parameter QoS yaitu jitter, delay, throughput, dan packet loss.2 Banda Aceh sebagai salah satu wilayah perbatasan, diakui menjadi salah satu kota di Indonesia yang terdepan dalam mengadopsi perkembangan teknologi dan informasi, khususnya internet. Bahkan kota Banda Aceh diharapkan dapat bersanding dengan 10 kota lainnya di dunia yang saat ini telah berhasil mewujudkan program sebagai kota berwawasan teknologi, informasi dan komunikasi seperti Tokyo, San Fransisco, Beijing dan Singapura. Pemerintah kota Banda Aceh juga mengharapkan Banda Aceh dapat menjadi Islamic Cyber City.3 Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat menggambarkan sekaligus menjadi rekomendasi dalam

Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012

Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan ... | Vita Pusvita

peningkatkan kinerja jaringan pada PLIK terutama dalam hal peningkatan kualitas layanan jaringan secara teknis pada PLIK di Kota Banda Aceh. Dengan adanya peningkatan kualitas layanan jaringan PLIK diharapkan dapat menarik minat masyarakat untuk memanfaatkan program pemerintah dalam menjadikan Banda Aceh menjadi Islamic Cyber City. Penelitian ini akan mengambil fokus masalah yaitu kualitas layanan jaringan pada PLIK. Kualitas layanan jaringan dapat dilihat dari beberapa parameter yaitu jitter, delay, throughput, dan packet loss. Adapun rumusan masalah dari penelitian ini yaitu bagaimana kualitas layanan jaringan PLIK secara teknis yang meliputi jitter, delay, throughput, dan packet loss di Kota Banda Aceh? Adapun batasan masalah dari penelitian ini yaitu penelitian ini berlokasi pada PLIK di Kota Banda Aceh, penelitian ini hanya mengukur parameter QoS berupa jitter, delay, throughput, dan packet loss, parameter QoS berupa Jitter dan Packet loss yang diukur merupakan hasil dari streaming video dari server ke client, parameter QoS berupa delay dan throughput merupakan hasil pengukuran dari keseluruhan aktivitas jaringan, penelitian ini menggunakan software Wireshark dalam pengukuran parameter QoS, dan pengukuran parameter QoS ini dilakukan ketika client yang beroperasi pada PLIK hanya client yang terlibat dalam proses streaming jaringan.

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara deskriptif kualitas layanan jaringan PLIK secara teknis yang meliputi beberapa parameter diantaranya jitter, delay, throughput, dan packet loss di kota Banda Aceh. Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini secara teoritis yaitu diharapkan dapat menambah wawasan mengenai layanan jasa akses internet pada PLIK khususnya kualitas layanan jaringan internet yang disediakan PLIK. Sedangkan secara praktis, penelitian ini diharapkan dapat menjadi rekomendasi untuk pemerintah, khususnya untuk Balai Telekomunikasi dan Informatika Perdesaan (BTIP), satuan kerja di lingkungan Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika di bawah Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam hal meningkatkan kualitas layanan jaringan pada PLIK. Kualitas Layanan Jaringan Menurut International Telecommunication Union (ITU), Quality of Service (QoS) : ”the collective effect of service perfomance which determines the degree of satisfication of a user of the service”. Kualitas layanan jaringan menunjukkan kemampuan sebuah jaringan untuk menyediakan layanan yang lebih baik lagi bagi trafik yang melewatinya. QoS merupakan sebuah sistem arsitektur end to end dan bukan merupakan sebuah feature yang dimiliki oleh jaringan. Adapun beberapa parameter QoS diantaranya.4

Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan ... | Vita Pusvita

27

media fisik. Throughput yaitu kecepatan transfer data efektif. Collision dan congestion harus dihindari dalam sebuah jaringan.scribd. | Vita Pusvita 1. Delay adalah waktu tunda yang disebabkan oleh proses transmisi dari satu titik ke titik lain yang menjadi tujuannya. Jitter terjadi karena adanya retransmisi paket yang hilang dalam jaringan sehingga akan menimbulkan antrian di dalam jaringan. sedangkan packet loss yang menyebabkan kualitas layanan jaringan menjadi jelek yaitu lebih dari 25%. Kategori Packet Loss KATEGORI DEGRADASI Sangat Bagus Bagus Sedang Jelek PACKET LOSS 0 3% 15 % 25 % Sumber: www. Delay dapat dipengaruhi oleh jarak. dan hal ini akan menimbulkan antrian pada jaringan. jumlah trafik yang lewat melebihi kapasitas bandwidth tidak sesuai dengan policy. sedangkan jika melebihi 450 ms dapat dipastikan jaringan memiliki kualitas layanan yang jelek.Kategori Delay KATEGORI DELAY Excellent Good Poor Unacceptable Sumber: www.com BESAR DELAY <150 ms 150 s/d 300 ms 300 s/d 450 ms >450 ms 4. Hal ini dapat terjadi karena collision. Variasi-variasi dalam panjang antrian. Tabel 1 menunjukkan bahwa packet loss yang baik yaitu kurang 28 dari 3%. yang diukur dalam bps.Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan . dalam Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Pada Tabel 2 dapat dilihat bahwa delayyang dapat diterima oleh suatu jaringan yaitu kurang dari 300 ms. dan memori node yang terbatas pada jaringan. congestion. 2.. Packet loss merupakan suatu parameter yang menggambarkan suatu kondisi yang menunjukkan jumlah total paket yang hilang dalam sebuah jaringan. kongesti atau juga waktu proses yang lama.. Jitter adalah variasi kedatangan paket yang diterima pada sisi penerima. Tabel 1. Throughput merupakan jumlah total kedatangan paket yang sukses yang diamati pada destination selama interval waktu tertentu dibagi oleh durasi interval waktu tersebut. Hal ini berpengaruh terhadap semua aplikasi karena akan mengurangi efisiensi jaringan secara keseluruhan meskipun kapasitas bandwidth cukup tersedia untuk apikasi-aplikasi tersebut. node yang berkerja melebihi kapasitas buffersehingga buffer tidak mampu menampung data.Collision dapat terjadi apabila paket yang melewati suatu jaringan melebihi kapasitas bandwith jaringan tersebut. Tabel 2.com 3.scribd. Sedangkan congestion terjadi jika pada jaringan terdapat packet loss sehingga jaringan mengulang kembali pengiriman (retransmisi) paket yang hilang.

Infra mgt tersebut adalah mengontrol pemakaian sumber daya jaringan (pengaturan bandwidth dan QoS..scribd. pembatasan akses ke server tertentu/ firewall. Pada Tabel 3 dapat dilihat bahwa jitter yang baik dibawah 75 ms..Konfigurasi Jaringan PLIK Dari Gambar 1 dapat dilihat konfigurasi jaringan lokal PLIK adalah Wide Area Network (WAN) yang terhubung dengan jaringan Local Area Network (LAN) PLIK dengan penghubung berupa gateway. dll) dan pemakaian penghematan bandwidth ke luar 29 Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan .com Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) PLIK adalah pusat sarana dan prasarana penyediaan layanan jasa akses internet di ibu kota kecamatan yang dibiayai melalui dana Kontribusi Kewajiban Pelayanan Universal 5 Telekomunikasi. sedangkan jika jitter melebihi 125 ms akan mengakibatkan jeleknya kualitas layanan jaringan. Server PLIK terdiri dari gateway yang terhubung dengan virtual switch melalui sistem keamanan DeMilitarised Zone (DMZ).net Gambar 1. dalam hal ini dari jaringan LAN menuju jaringan WAN. Gateway adalah sebuah perangkat yang digunakan untuk menghubungkan satu jaringan komputer dengan satu atau lebih jaringan komputer yang menggunakan protokol komunikasi yang berbeda sehingga informasi dari satu jaringan komputer dapat diberikan kepada jaringan komputer lain yang protokolnya berbeda. Sedangkan LAN adalah jaringan komputer yang jaringannya hanya mencakup wilayah kecil. Tabel 3. Sumber: www.. WAN merupakan jaringan komputer yang mencakup area yang besar. | Vita Pusvita .. DMZ merupakan mekanisme untuk melindungi sistem internal dari serangan hacker atau pihak-pihak lain yang ingin memasuki sistem tanpa mempunyai hak akses. Kategori Jitter KATEGORI DEGRADASI Sangat Bagus Bagus Sedang Jelek JITTER 0 ms 0 s/d 75 ms 76 s/d 125 ms 125 s/d 225 ms Sumber: www.Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan . Virtual switch pada jaringan PLIK ini terdiri dari aplikasi push and store content. billing system dan manajemen infrastruktur jaringan (Infra mgt). | Vita Pusvita waktu pengolahan data dan juga dalam waktu penghimpunan ulang paket-paket di akhir perjalanan inilah yang disebut jitter.slideshare. Sedangkan Virtual switch adalah sebuah program software yang memungkinkan sebuah virtual mesin terhubung ke lainnya.

2.6. serta beragam fungsi lainya (IDS.com.. UNIX. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah PLIK di Kota Banda Aceh. Pengumpulan penelitian ini 30 pengukuran menggunakan salah satu tool network analyzer yaitu Wireshark. Wireshark dapat dijalankan di berbagai sistem operasi seperti Windows. 3. Provinsi Aceh. Nilai parameter QoS tersebut menggambarkan kondisi kualitas layanan jaringan pada PLIK.Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan .7. dan Linux. DNS. Interface Wireshark menggunakan Graphical User Interface (GUI) atau tampilan grafis. Adapun tahapan dari penelitian ini adalah 1. Adapun beberapa keunggulan Wireshark dibandingkan dengan analyzer protokol jaringan lainnya 1. Switch adalah sebuah alat yang menyaring/filter dan melewatkan (mengijinkan lewat) paket yang ada di sebuah LAN. Data primer dalam penelitian ini merupakan data hasil pengukuran terhadap parameter kualitas layanan jaringan pada PLIK. Melakukan streaming video dari server ke client pada jaringan PLIK. Penelitian ini berlokasi di kota Banda Aceh.6 Berdasarkan Gambar 1 server PLIK terhubung ke terminal dengan menggunakan switch.. Pengambilan dan pengukuran data trafik jaringan PLIK dengan pengcaptur-an menggunakan Wireshark 1. Pengolahan data trafik pada jaringan PLIK dengan pendekatan kuantitatif. 3. Wireshark dapat mengenali lebih dari 850 protokol jaringan. | Vita Pusvita (cache. 2. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini semua PLIK di Kota Banda Aceh. Dengan metode ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai kualitas layanan jaringan PLIK di kota Banda Aceh. Sedangkan data sekunder dalam penelitian ini yaitu berupa data mengenai PLIK maupun data yaitu dalam dengan Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Berdasarkan beberapa keunggulan di atas. Sumber data penelitian ini dapat dibagi menjadi dua kategori yaitu data primer dan data sekunder. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Terminal pada jaringan ini adalah komputer-komputer yang berupa client. DHCP. Penelitian ini menghasilkan data-data parameter QoS yang bersifat kuantitatif yang dinyatakan dengan angka-angka.yahoo. Aplikasi yang digunakan dalam streaming video ini yaitu Video LAN Client (VLC) Media Player dan pengaksesan internet ke www. web proxy). maka Wireshark digunakan sebagai tool network analyzer dalam penelitian ini. dan lain-lain). Jumlah sampel sama dengan keseluruhan populasi yang kemudian disebut dengan total sampling.

. Setelah itu dilakukan pengcapturean lalu lintas jaringan menggunakan Wireshark pada pc server.. PLIK di Kota Banda Aceh yang telah dibangun ada 11 PLIK.0152 9.. Lheung Bata 31147. Hal ini dapat dilihat pada Tabel 4.977 0. Hasil Pengukuran Parameter QoS terjadi pada jaringan ini sebesar 0%. Hasil pengukuran packet lost dan jitter merupakan hasil pengukuran streaming server dari server ke client dengan menggunakan jaringan LAN..yahoo.464 byte dari keseluruhan lalu lintas jaringan baik dari akses internet maupun proses streaming server. HASIL DAN PEMBAHASAN Menurut data dari Dishubkomintel Kota Banda Aceh.com. Packet Parameter QoS No Nama PLIK Throughput Delay loss ini hanya diukur Packet Jitter (bps) (detik) loss (ms) dari server ke client (%) pada proses streaming Baiturrahman 20544.768 0. Pada Tabel 1. | Vita Pusvita 31 Penelitian ini diawali dengan melakukan streaming video dari server ke client dan pengaksesan internet ke www.464 0.0484 0 0 3 dapat dilihat bahwa Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan . Dari ke-11 PLIK.0451 0 0 1 server.5 0 2 Syiah Kuala 26642.Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan .Perbandingan Kondisi PLIK Data Dishubkomintel dan Data Lapangan No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Nama PLIK Baiturrahman 1 Baiturrahman II Banda Raya 1 Banda Raya II Jaya Baru Kuta Alam Kuta Raja Lheung Bata Meraxa Syiah Kuala Ulee Kareng Data Dishubkomintel Beroperasi Beroperasi Beroperasi Beroperasi Beroperasi Beroperasi Beroperasi Beroperasi Beroperasi Beroperasi Beroperasi Data Lapangan Tidak Beroperasi Beroperasi Tidak Beroperasi Tidak Beroperasi Tidak Beroperasi Tidak Beroperasi Tidak Beroperasi Beroperasi Tidak Beroperasi Beroperasi Tidak Beroperasi Sumber: Dishubkomintel Kota Banda Aceh Baiturrahman memiliki throughput sebesar 20544. Hal ini menunjukkan bahwa dalam setiap detiknya. | Vita Pusvita mengenai jaringan khususnya parameter kualitas layanan jaringan. rata-rata byte yang diterima disisi penerima pada jaringan PLIK Baiturrahman sebesar 20544. Kemudian didapatkan hasil pengukuran parameter QoS seperti pada Tabel 5. PLIK Baiturrahman Tabel 5 menunjukkan PLIK Tabel 4.464 bytes/detik. Pengukuran delay dan throughput didapat dari seluruh aktifitas lalu lintas jaringan baik akses internet maupun streaming server. . Packet loss yang Tabel 5. hanya ada 3 PLIK yang beroperasi.

hanya dengan waktu tunda 0.0451 detik. Kemungkinan lainnya. Delay jaringan ini diukur dari seluruh lalu lintas jaringan baik akses internet maupun proses streaming server. semua paket yang melewati jaringan dapat diterima di sisi penerima dapat dilihat persentasi packet loss sebesar 0%.Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan . Hal ini terjadi jika trafik yang melewati jaringan melebihi kapasitas bandwidth sehingga terjadi congestion pada jaringan. Jitter atau variasi kedatangan paket pada jaringan PLIK Baiturrahman sebesar 0 ms. | Vita Pusvita packet loss yang baik menurut standar ITU yaitu kurang dari 3%. Hal ini menunjukkan waktu tunda dari proses transmisi pada jaringan tersebut kecil. buffer jaringan mampu menampung paket yang mengalami congestion. Berdasarkan Tabel 3.. Delay berkualitas baik yaitu kurang dari 300 ms. Hal ini juga dapat memberikan kemungkinan bahwa jaringan tersebut tidak 32 mengalami congestion sehingga tidak adanya perbedaan variasi waktu dalam antrian dan pengumpulan ulang paket-paket di akhir perjalanan (di sisi penerima). Adapunbeberapa kemungkinan kondisi jaringan PLIK Baiturrahman diantaranya jumlah paket yang melewati jaringan tidak melebihi kapasitas jaringan dengan melihat nilai persentasi packet loss yaitu sebesar 0 % dan jitter 0 ms. menurut standar ITU didapat bahwa jitter yang berkualitas baik yaitu kurang dari atau sama dengan 75 ms sehingga jitter dari jaringan PLIK Baiturrahman ini dapat dikategorikan sangat baik. Delay ini termasuk dalam kategori sangat baik.0451 detik maka hasil video streaming sudah dapat diterima disisi penerima. kemungkinan hal ini terjadi karena bandwidth yang disediakan PLIK Baiturrahman memang mampu menampung jumlah trafik yang lewat pada jaringan. Dengan jumlah packet loss yang sangat baik.. Jitter ini hanya diukur dari server ke client pada proses streaming server. dan gambar hasil cuplikan video Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . karena kurang dari standar ITU. throughput yang sampai disisi penerima kecil sehingga jumlah paket yang diterima di sisi penerima juga kecil. Sehingga saat streaming video dilakukan. Hal ini berarti tidak ada satupun paket yang hilang dalam jaringan. Hal ini menandakan bahwa kualitas jaringan PLIK ini sangat bagus sehingga semua paket yang dikirim dapat bersamaan sampai di sisi penerima. jaringan PLIK Baiturrahman tidak mengalami collisiondilihat berdasarkan packet loss sebesar 0 %. dengan kata lain semua paket yang dikirim oleh pengirim dapat diterima semua disisi penerima. Sedangkan delay pada jaringan PLIK Baiturrahman sebesar 0. jaringan tidak mengalami congestiondengan nilai jitter 0 ms. Hal ini dapat mencegah terjadinya collision dalam suatu jaringan yang dapat menyebabkan adanya paket yang hilang. sehingga dapat dikatakan packet loss jaringan ini sangat baik.

Berdasarkan hasil pengukuran menggunakan Wireshark. Dari tabel 1 dapat kita lihat bahwa standar ITU packet loss suatu jarigan daikatakan baik yaitu kurang dari 3%. Adanya packet loss dalam jaringan ini dapat disebabkan berbagai kemungkinan di antaranya collision.0152 detik maka sisi penerima 33 Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan . Packet loss yang terjadi pada jaringan PLIK Lheung Bata ini sebesar 9. Dengan waktu 0.. Dengan demikian jaringan ini tidak melakukan pengiriman ulang kembali paketpaket yang hilang sehingga jaringan tersebut tidak mengalami congestion yang menyebabkan tidak adanya perbedaan variasi waktu dalam antrian dan pengumpulan ulang paket-paket di akhir perjalanan (di sisi penerima). PLIK Lheung Bata PLIK Lheung Bata memiliki throughput sebesar 31147. Walaupun demikian jumlah bytes yang mampu diterima di jaringan ini lebih besar dibandingkan jaringan lain. jumlah trafik yang lewat melebihi kapasitas bandwidthyang tersedia. | Vita Pusvita . Tetapi pada umumnya jika suatu jaringan mengalami packet loss. Hasil pengukuran parameter Quality of Services (QoS)PLIK Baiturrahman dapat dikatakan baik.0152 detik.5 % yaitu sebanyak 529 paket hilang dari 5031 paket. Kategori degrasi yang dialami jaringan ini masuk kedalam tahap sedang. Tetapi PLIK ini membutuhkan peningkatan bandwidth sehingga throughput yang dihasilkan di sisi penerima akan menjadi lebih baik.977 byte/detik... dan memori node yang terbatas pada jaringan.Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan .99 byte dari keseluruhan lalu lintas jaringan baik dari akses internet maupun proses streaming server. Delay ini dapat dikategorikan sangat bagus karena jauh lebih kecil dibandingkan standar ITU untuk delay kualitas baik yaitu 0.. Pada Tabel 3 dapat dilihat bahwa standar ITU suatu jitter dikatakan baik yaitu di bawah 75 ms sehingga jitter jaringan PLIK Lheung Bata ini dikategorikan sangat baik. Packet loss ini hanya diukur dari server ke client pada proses streaming server. maka akan ada jitter dalam jaringan tersebut karena adanya pengiriman ulang paket-paket yang hilang sehingga menyebabkan adanya antrian dalam pengumpulan paket disisi tujuan. Delay yang terjadi pada jaringan PLIK Lheung Bata yaitu sebesar 0. Hal ini menunjukkan bahwa dalam 1 detik. | Vita Pusvita streaming berkualitas kurang baik dikarenakan throughput yang kecil. karena memenuhi standar QoS yang telah ditetapkan oleh ITU. sisi penerima (client) dapat menerima sebesar 31147. Jitter ini hanya diukur dari server ke client pada proses streaming server.3 detik (lihat tabel 2). jitter atau variasi kedatangan paket pada jaringan PLIK Lheung Bata sebesar 0 ms. Delay jaringan ini diukur dari seluruh lalu lintas jaringan baik akses internet maupun proses streaming server. node yang berkerja melebihi kapasitas buffer sehingga buffer tidak mampu menampung data. congestion.

Jitter atau variasi kedatangan paket dari hasil pengukuran menggunakan Wireshark pada jaringan PLIK Syiah Kuala yaitu Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Adapun beberapa kemungkinan kondisi jaringan PLIK Lheung Bata di antaranya jumlah paket yang melewati trafik jaringan melebihi kapasitas bandwidth jaringan dilihat berdasarkan packet loss sebesar 9.78 bytes/detik.. dan hasil gambar cuplikan video yang tidak sempurna dapat terjadi karena adanya packet loss yang kemungkinan besar karena adanya collision. | Vita Pusvita dapat menerima hasil streaming video yang ditransfer dari server. Untuk menghindari adanya packet loss yang terjadi diakibatkan oleh collision. Kemungkinan lainnya. Hasil pengukuran parameter QoS pada jaringan PLIK Lheung Bata menunjukkan bahwa masih ada parameter QoS pada jaringan PLIK Lheung Bata yang masih tidak memenuhi standar parameter QoS yaitu packet loss. Packet loss ini hanya diukur dari server ke client pada proses streaming server. Hal ini menunjukkan bahwa jumlah bytes yang diterima setiap detiknya sebesar 26642. Hal ini menandakan bahwa pada jaringan ini tidak ada paket yang hilang selama proses transmisi.. jaringan PLIK ini kemungkinan mengalami collision dengan adanya persentasi pengukuran packet loss sebesar 9. jaringan PLIK Lheung Bata tidak mengalami congestion dengan nilai nilai jitter sebesar 0 ms. Hal ini terjadi jika trafik yang melewati jaringan melebihi kapasitas bandwidth sehingga terjadi congestion pada jaringan. throughput yang diterima di sisi penerima sudah cukup baik sehingga kualitas gambar hasil cuplikan video pun sudah baik.5%.78 bytes dari keseluruhan lalu lintas jaringan baik dari akses internet maupun proses streaming server. Persentasi packet loss ini termasuk dalam kategori sangat bagus.5%. PLIK Syiah Kuala Jaringan pada PLIK Syiah Kuala memiliki throughput sebesar 26642. waktu tunda proses tansmisi jaringan PLIK Lheung Bata sangat kecil. Sehingga hal ini dapat mencegah terjadinya collision dalam suatu jaringan yang dapat menyebabkan adanya paket yang hilang.5%. buffer jaringan mampu menampung paket yang mengalami congestion. Packet loss yang terjadi pada jaringan PLIK ini sebesar 0 %. Jika throughput dianggap terlalu kecil maka dibutuhkan penambahan bandwidth pada jaringan PLIK ini. maka sebaiknya dilakukan manajemen bandwidth sehingga dapat dilakukan pengaturan agar packet loss yang terjadi tidak melebihi standar packet 34 loss untuk kualitas baik yaitu 3 %. Packet loss yang sangat baik menandakan adanya kemungkinan bandwidth yang disediakan PLIK Syiah Kuala memang mampu menampung jumlah trafik yang lewat pada jaringan. Dengan kata lain. tidak semua paket yang melewati jaringan diterima di sisi penerima dengan persentasi packet loss sebesar 9.Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan .

Hal ini dapat dilihat dari segi kualitas gambar baik hasil pengukuran parameter QoS.. Jitter ini hanya diukur dari server ke client pada proses streaming server. packet loss dan jitter tidak dapat dipisahkan antara yang satu dan lainnya dalam menentukan suatu kualitas layanan jaringan. packet loss yang terjadi kurang dari 3 % dan jitter pada jaringan kurang dari 750 ms. Tabel 2 menunjukkan bahwa standar ITU untuk kualitas delay yang baik yaitu kurang dari 0.Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan . Jitter ini termasuk dalam kategori sangat baik karena standar ITU untuk jitter dengan kualitas baik yaitu kurang dari 75 ms. Dengan kata lain. Jaringan PLIK Syiah Kuala sudah mampu memenuhi kebutuhan parameter QoS yang telah ditetapkan.. jaringan tidak mengalami collision yang dapat dilihat dari persentasi packet loss sebesar 0 %.0484 detik maka sisi penerima dapat menerima hasil streaming video yang ditransfer dari server. dan gambar hasil cuplikan video sudah baik. Hal ini berarti dengan waktu tunda sebesar 0.3 detik. dan jitter yang bernilai 0 ms. maka dapat dilihat beberapa kemungkinan kondisi jaringan PLIK Syiah Kuala diantaranya jumlah trafik paket data yang melewati jaringan tidak melebihi kapasitas bandwidth dengan melihat persentasi packet loss sebesar 0 % dan jitter yang bernilai 0 ms. persentasi packet loss 0%. SIMPULAN Parameter QoS berupa throughput. Tetapi jika throughput yang dihasilkan dirasakan masih kurang.3 detik sehingga dapat dikatakan bahwa delay jaringan ini termasuk dalam kategori sangat baik. dikarenakan throughput yang memang baik. | Vita Pusvita sebesar 0 ms. throughput yang diterima di sisi penerima cukup baik sehingga gambar hasil cuplikan video di terima di sisi penerima tidak mengalami kerusakan. jaringan tidak mengalami congestion (antrian) dapat dilihat dari parameter jitter yaitu 0 ms. Hal ini juga dapat memberikan kemungkinan bahwa jaringan tersebut tidak mengalami congestion sehingga tidak adanya perbedaan variasi waktu dalam antrian dan pengumpulan ulang paket-paket di akhir perjalanan (di sisi penerima). Berdasarkan penjelasan diatas.0484 detik. Jika salah satu parameter termasuk dalam kategori kurang baik maka hal ini dapat menurunkan kualitas layanan jaringan secara keseluruhan.. maka sebaiknya diadakan penambahan kapasitas bandwidth. delay yang terjadi pada jaringan kecil yaitu di bawah 0. Delay yang terjadi pada jaringan PLIK Syiah Kuala yaitu sebesar 0. | Vita Pusvita 35 .. Delay jaringan ini diukur dari seluruh lalu lintas jaringan baik akses internet maupun proses streaming server. delay. waktu tunda proses tansmisi jaringan PLIK Syiah Kuala sangat kecil. Kualitas layanan jaringan dapat dikatakan baik jika throughput yang dihasilkan besar. Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan . semua paket yang melewati jaringan PLIK Syiah Kuala dapat diterima di sisi penerima dapat dilihat dari persentasi packet loss sebesar 0%.

bisnis. Sebagian Besar Warnet PLIK Tidak Bermanfaat. DAFTAR PUSTAKA 1Pritoyo. diakses tanggal 17 Januari 2012) 36 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Hal ini dapat dilihat dari hasil pengukuran parameter QoS yang sesuai dengan standar. (http://www. 5Perubahan Atas Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor: 48/Per/M. 6BTIP.. Hanya saja throughput pada PLIK ini dapat dikatakan lebih kecil dibandingkan PLIK lainnya.Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan . (http://www. karena memenuhi standar QoS yang telah ditetapkan oleh ITU.scribd. 4Institut Teknologi Telkom. 3Perkembangan Arief. 2007.com/index.Kominfo/11/2009 Tentang Penyediaan Jasa Akses Internet Pada Wilayah Pelayanan Universal Telekomunikasi Internet Kecamatan. (http://www.slideshare. (http://www.2011.. Kualitas Layanan Jaringan Pada Sistem Telekomunikasi. hasil pengukuran parameter QoS pada jaringan PLIK Lheung Bata menunjukkan bahwa masih ada parameter QoS pada jaringan PLIK Lheung Bata yang masih tidak memenuhi standar parameter QoS yaitu packet loss. Teknologi Banda Aceh Melejit. Pusat Layanan Internet Kecamatan.net/Uba yt/share-presentasi-plik. Universitas Negeri Yogyakarta: Jurusan Pendidikan Teknik Elektronika. Ratna.com/doc/75 973224/Bab-4-QoS. Upaya Peningkatan Kualitas Layanan Internet Melalui Pendekatan Model Akses Berbasis Persepsi Pengguna. Adi Dewanto. rakyataceh. 2Dewani. Sedangkan. diakses tanggal 27 Februari 2012).php?open =view&newsid=BeritaUtamaPerkembanganTeknologiBandaA cehMelejit. diakses tanggal 17 Januari 2012).com/articles /sebagian-besar-warnet-pliktak-bermanfaat. Pada jaringan PLIK Syiah Kuala sudah mampu memenuhi kebutuhan parameter QoS yang telah ditetapkan. | Vita Pusvita PLIK Baiturrahman memiliki kualitas layanan jaringan yang dapat dikatakan baik. diakses tanggal 17 Januari 2011). 2011. 2011.

IT Tools yang ada diharapkan dapat mendukung 2 strategi knowledge process yaitu strategi kodifikasi (mengelola pengetahuan yang terdokumentasi) dengan alternatif teknologi pendukung Document/Content Management berupa Wiki dan Blog.f@gmail. The further analysis showed that in general. Proses baru ini sebagian besar ada pada knowledge transfer dan knowledge application yang telah terdefinisi.com ABSTRAK Dalam penelitian ini dirancang Knowledge Management System (KMS) berorientasi proses bisnis di dalam lembaga diklat pemerintahan menggunakan tools dan metode pemodelan knowledge process dan perancangan knowledge infrastructure dari Strohmaier. Search Engine/Information Retrieval System dan Expert Locator serta strategi personalisasi (mengelola tacit knowledge) dengan alternatif teknologi pendukung Working Group/Community of Practice Tool. Identifikasi dan Analisis awal menunjukkan dari 10 proses bisnis yang dianalisis. Lecturer (WI) business process is the main case study for this research. Ministry of Trade Republic of Indonesia) Wicaksono Febriantoro Staff Seksi Promosi & Kerjasama. ABSTRACT The aim of this study is to desig a business proces-oriented Knowledge Management System (KMS) in government training institutions using the tools and knowledge modeling methods and knowledge infrastructure process design of Strohmaier. 7 proses bisnis belum lengkap teridentifikasi knowledge process-nya. Selain itu dihasilkan juga rancangan arsitektur KMS dan Information Technology (IT Tools) sebagai knowledge infrastructure pendukungnya. | Wicaksono Febriantoro 37 . Kata Kunci : Proses Bisnis. Daeng Muhammad Ardiwinata km 3. Knowledge Process. Parongpong. Kementerian Perdagangan Jl.. Knowledge Management system.JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI Vol 1 No 1 Desember 2012 PERANCANGAN KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM BERORIENTASI PROSES BISNIS (Studi Kasus Balai Diklat Metrologi Kementerian Perdagangan) BUSINESS PROCESS ORIENTED KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM DESIGN (Case Study of Metrology Training Centre.. The preliminary identification and analysis showed that 7 of 10 business processes have not been fully identified in terms of their knowledge processes. Hasil analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa secara umum semua proses bisnis belum mengoptimalkan semua komponen dari knowledge creation sampai dengan knowledge application.4 Cihanjuang. Proses bisnis yang menjadi studi kasus pada penelitian ini yaitu proses bisnis Widya Iswara (WI) di Balai Diklat Metrologi Kementerian Perdagangan. Hasil perancangan knowledge process yang telah dilengkapi menghasilkan 53 tahapan proses (ada tambahan 19 tahapan proses baru). Balai Diklat Metrologi. all business processes have not been optimized yet to fulfill all the components of knowledge creation Perancangan Knowledge Management System . Bandung wicaksono. Knowledge Infrastructure. virtual work space application dan discussion group based application.

7 tahun 2010. In addition.. Knowledge Process. virtual work space application dan discussion group based application. Kendala yang sering dihadapi adalah kenyataan bahwa pengetahuan dan pengalaman organisasi tersebut seringkali tersebar. Tujuannya tentu saja adalah memanfaatkan aset tersebut untuk mencapai kinerja organisasi yang lebih baik untuk mempercepat pencapaian tujuan pelaksanaan 1 reformasi birokrasi. termasuk belajar dari pengalamanpengalaman di masa lampau. The IT tools are expected to support two knowledge process strategies : the codification strategy (to manage the documented knowledge) with the supporting IT Tools such as document / content management system in the form of wiki and blog. tidak terdokumentasi dan bahkan mungkin masih ada di dalam kepala masingmasing individu dalam organisasi. Keywords : Business Processes. Menurut Permendag No.1 Knowledge Management atau manajemen pengetahuan merupakan upaya untuk meningkatkan kemampuan organisasi dalam mengelola aset intelektualnya yaitu pengetahuan dan pengalaman yang ada. setiap instansi pemerintah harus siap untuk memanfaatkan kekayaan pengetahuan yang dimilikinya.Perancangan Knowledge Management System . serta rangkaian kegiatan untuk perubahan dan penyempurnaannya. The results of the completed knowledge process design showed that there are 53 stages of the process (there are new additional 19 stages of the process). expert locator and the personalization strategy (to manage the tacit knowledge) with the supporting IT Tools such as working/community of practice tool. Secara umum hal itu diwujudkan dalam bentuk peraturan dan prosedur kerja dalam organisasi tersebut. The new processes are largely on the knowledge transfer and knowledge application that have been defined. search engine / information retrieval system. | Wicaksono Febriantoro to knowledge application. Balai Diklat Metrologi (BDM) merupakan salah satu unit Eselon III di Kementerian Perdagangan yang bertugas memfasilitasi dan menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan (diklat) kemetrologian bagi Sumber Daya Manusia (SDM) Kemetrologian di seluruh Indonesia. Untuk mewujudkan organisasi seperti itu. Diklat kemetrologian bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan di bidang kemetrologian.. KMS architecture and IT tools as supporting knowledge infrastructure designs are defined. PENDAHULUAN Reformasi Birokrasi bagi Kementerian / Lembaga dan Pemerintah Daerah dimaksudkan antara lain untuk mendorong terwujudnya organisasi yang efektif dan efisien. Keberadaan Pengajar / Widya Iswara (WI) senior yang belum ditunjang dengan sistem transfer pengetahuan yang sistematis kepada WI junior (yang baru) akan memunculkan resiko terjadinya knowledge lost dari materi diklat yang 38 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Knowledge Management System. Knowledge Infrastructure.

Belum adanya transfer pengetahuan yang sistematis dari WI senior kepada junior merupakan salah satu permasalahan yang membuat sistem pendidikan dalam jangka panjang akan mengalami banyak kendala. Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 39 . mobile learning. belum memberi banyak kesempatan terhadap adanya media lain (elearning via web. Dampaknya tentu saja bagi para WI junior akan memerlukan waktu yang lebih lama dan usaha yang lebih keras untuk menguasai suatu materi bahan ajar. Belum termotivasinya/ terbentuknya budaya knowledge sharing diantara sesama WI beserta media yang mendukungnya juga merupakan salah satu gejala yang patut diperhatikan. proses maupun pasca diklat. Proses bisnis yang jelas diperlukan supaya pengetahuan para WI dapat terkelola dengan baik.. setiap orang harus mengelola pengetahuannya sendiri. Selain itu. Knowledge Management System (KMS) selaku sistem pendukung manajemen pengetahuan4 diperlukan untuk mengatasi berbagai kendala yang muncul dalam proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di BDM. storage dan retrieval. Setelah itu barulah organisasi dapat melakukan pengumpulan. Jika ditinjau dari konsep pemodelan knowledge process dari Strohmaier2 SECI dan Ba3 dapat dilihat bahwa belum ada sistem yang mengatur dan mengorganisasikan dalam proses knowledge creation.. dan penggunaan pengetahuan dari SDM nya supaya menjadi keunggulan kompetitif untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat.5 Hasil akhir yang diharapkan dari penelitian ini yaitu terciptanya rancangan KMS untuk meningkatkan kapabilitas organisasi. dan lain sebagainya). Lebih lanjut diharapkan kapabilitas BDM dapat meningkat sehingga mendukung terbentuknya BDM menjadi organisasi pembelajar (learning organization).Perancangan Knowledge Management System . pengorganisasian. | Wicaksono Febriantoro diajarkan. Konsep yang utama dari KMS adalah. dimana aset utama sebuah organisasi pembelajar adalah living/intangible asset yang terdapat di dalam pengetahuan seluruh anggota organisasi. serta BDM akan sangat bergantung kepada individu tertentu yang menguasai materi bahan ajar dikarenakan belum terinstitusionalkan pengetahuan individu menjadi pengetahuan organisasi. transfer maupun application yang berperan penting dalam proses konversi tacit knowledge menjadi explicit knowledge. Desain KMS yang terbentuk nantinya diharapkan dapat menunjang kegiatan peningkatan kompetensi dan kapasitas WI. Selain itu media/ruang yang disediakan untuk pembelajaran selama ini masih berupa ruang kelas dan laboratorium saja. BDM belum mempunyai panduan yang detail berupa proses bisnis dan standart operating procedure (SOP) dari tiap aktivitas WI baik pra diklat.

Knowledge application : mengidentifikasi pengetahuan yang diperlukan oleh masing- Gambar 1. dengan langkah seperti pada Gambar 1 sebagai berikut. 40 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 .. Knowledge transfer : membandingkan aktivitas yang ada (kondisi eksisting) dengan pihak/organizational roles yang membutuhkan.Perancangan Knowledge Management System . 1. 2. Kerangka Kerja Penelitian HASIL DAN PEMBAHASAN Pemodelan KMS Berorientasi Proses Bisnis Hasil Identifikasi Knowledge Process Dalam mengidentifikasi knowledge process ini digunakan sebanyak 4 proses sebagai berikut2 : masing knowledge domain. | Wicaksono Febriantoro METODE PENELITIAN Pada intinya tahapan dalam perancangan KMS dibagi menjadi 6 (enam) digunakan pendekatan metode kualitatif.. Knowledge creation : mengidentifikasi kebutuhan knowledge background (latar pengetahuan). 4. Knowledge storage : mengevaluasi content dari storage. latar belakang dan bentuknya. 3.

agar pengetahuan yang dihasilkan lebih lengkap sudut pandangnya. Tabel 1.standar atau referensi terbaru Hasil Penerjemahan dari luar negeri untuk memperbaharui dan memperkaya materi modulnya WI dapat menggunakan pengetahuan dari laporan Laporan Pelaksanaan Kegiatan pelaksanaan kegiatan untuk memperbaharui dan (Moderator/Narasumber) memperkaya materi modulnya Selanjutnya akan ditunjukkan pengetahuan yang menggunakan KD B dan organizational roles yang menggunakannya. Identifikasi Pengetahuan KD B No Kode Knowledge Domain Latar 1 A RB/RP Gambar 2.. WI dapat mengolah setiap informasi yang ada pada soal ujian yang telah diterbitkan sebagai bahan Soal Ujian referensi bagi modul (yang relevan dengan pokok bahasan). | Wicaksono Febriantoro yang diperlukan oleh WI dalam menghasilkan pengetahuan mengenai penyusunan modul. bahwa yang terlibat dalam knowledge creation penyusunan modul yaitu pengetahuan mengenai dokumen RB/RP. WI dapat menggunakan dan mengolah pengetahuan Laporan dan Materi Diklat yang didapat dari hasil diklat untuk memperbaharui modul diklatnya WI dapat menggunakan hasil Karya Tulis Ilmiah penelitian/kajian/analisis yang dibuat dalam karya tulis ilmiahnya untuk memperbaharui modul diklat. Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 41 .. regulasi di daerah. metode KBM. Tabel 1. meliputi studi kasus di daerah Tatap Muka tertentu. dll untuk memperbaharui modul diklatnya. Akan tetapi dapat dilihat pada gambar bahwa knowledge application dari penyusunan modul ini belum terdefinisi dengan baik. Siklus KM Dari KD B Dapat dilihat pada Gambar 2. Dari pengetahuan ini WI dapat belajar dari pengalaman dan best practices di dalam melakukan penyusunan modul yang baik. Jika dianalisis lebih lanjut ternyata tidak hanya dokumen RB/RP saja yang berperan di dalam penciptaan pengetahuan mengenai penyusunan modul.Perancangan Knowledge Management System . pokok bahasan yang akan disajikan. WI dapat mengolah dan menggunakan hasil penerjemahan jurnal. artinya bahwa pengetahuan ini belum digunakan oleh organizational roles yang lain untuk menciptakan pengetahuan baru. WI dapat menggunakan hasil penelitian/kajian/analisis yang terdapat pada karya Bimbingan Karya Tulis tulis peserta diklat untuk memperbaharui modul diklatnya (yang relevan dan sesuai). Latar Pengetahuan berguna dalam penciptaan pengetahuan baru. WI dapat mengolah setiap informasi yang ada pada Slide slide untuk melengkapi modulnya WI dapat mengolah setiap pengetahuan yang timbul dari diskusi di kelas. Identifikasi Latar Pengetahuan Knowledge Domain (KD) B mengidentifikasi latar pengetahuan 2 B Deskripsi WI dapat menggunakan RB/RP sebagai pedoman dalam menyusun modul mencakup kemampuan yang harus dimiliki siswa setelah mengikuti pelajaran beserta indikator keberhasilan. Alat/Media yang digunakan dan alokasi waktu. 3 C 4 D 5 E 6 F 7 G 8 H 9 I 10 J WI dapat mengambil referensi dari modul yang telah Bahan Ajar dan Modul Diklat dipakai sebelumnya. Begitu pula dengan knowledge transfer belum terdefinisi dengan baik (ditandai dengan tanda tanya ?). akan tetapi ada beberapa latar pengetahuan lainnya yang mempengaruhi. kemudian disimpan sebagai draft modul (softcopy).

oleh karena itu knowledge transfer kepada WI harus dipastikan ada di dalam proses bisnis untuk memfasilitas hal ini.Perancangan Knowledge Management System .WI tertentu melalui Rapat seluruh WI WI ..WI Seminar. hendaknya berupa file elektronik yang terstruktur baik dari segi penulisan maupun penyimpanan. Knowledge Transfer dari KD B No KD Pengetahuan yang terlibat 1 A Dokumen RB/RP 2 B Bahan Ajar dan Modul Diklat 3 C Slide Tatap Muka (Daftar Hadir + 4 D SAP) 5 E Soal Ujian Bimbingan Karya Tulis (Form 6 F Kontrol) 7 G Laporan dan Materi Diklat 8 H Karya Tulis Ilmiah 9 I Hasil Penerjemahan 10 J Moderator / Narasumber Alternatif Bentuk Transfer WI . Kemudian langkah terakhir yaitu mengenai knowledge storage. Jika WI . maka harus ditulis dengan jelas mengenai perubahan tersebut dan alasannya (adanya change log). Tabel 3.WI Penyusunan Modul dg WI yang serumpun.WI diskusi yang lebih luas dan dalam mengenai topik WI . Nantinya para WI dan peserta diklat dapat belajar dari perubahan-perubahan tersebut beserta alasannya. Adapun karena transfer pengetahuannya antara WI  WI. 3. | Wicaksono Febriantoro Tabel 2. maka alternatif bentuk transfer sebagai berikut pada Tabel 3.WI Rapat Koordinasi WI . 2.WI dengan ataupun forum In House WI .WI modul juga harus tercatat dengan rapi supaya jelas kronologis perubahannya.WI WI .WI WI . Untuk mendesain knowledge storage yang baik ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebagai berikut : 1. Bentuk knowledge storage juga harus diperhatikan. Latar belakang / latar pengetahuan mengenai perubahan / perbaikan 42 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Dari empat analisis diatas dapat dirangkum kedalam siklus knowledge management yang telah dilengkapi sebagai berikut pada Gambar 3. Knowledge Application dari KD B No KD Pengetahuan yang terlibat 1 A Dokumen RB/RP 2 B Bahan Ajar dan Modul Diklat 3 C Slide 4 D Tatap Muka (Daftar Hadir + SAP) 5 E Soal Ujian 6 F Bimbingan Karya Tulis (Form Kontrol) 7 G Laporan dan Materi Diklat 8 H Karya Tulis Ilmiah 9 I Hasil Penerjemahan Laporan Pelaksanaan Kegiatan (Moderator 10 J / Narasumber) Kode WI WI WI WI WI WI WI WI WI WI Organizational Roles Widyaiswara Widyaiswara Widyaiswara Widyaiswara Widyaiswara Widyaiswara Widyaiswara Widyaiswara Widyaiswara Widyaiswara Dari Tabel 2 diketahui bahwa semua yang menggunakan KD B adalah organization roles WI..dll WI .WI Diperlukan dapat diadakan WI . Misal ada perubahan regulasi yang berakibat adanya perbaikan pada modul. Untuk lebih detilnya mengenai bentuk knowledge storage akan dibahas pada perancangan teknologi pendukung knowledge infrastructure. Pengetahuan mengenai modul sebaiknya tersimpan dengan baik dan tercatat perubahan/perbaikan yang dilakukan dari tahun ke tahun.

| Wicaksono Febriantoro Gambar 4. Strohmaier. Gambar 5. Dengan adanya perubahan ini maka aliran pengetahuan dari siklus KM sudah terdefinisi dengan baik sehingga siklus KM dapat tercipta dengan baik. Pemodelan ini divisualisasikan menggunakan model identifikasi knowledge process dari M. 1. Hasil Pemodelan Knowledge Process dari KD B Gambar 3. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dari Gambar 4 berikut ini. Pada tahap ini juga ditentukan fit criteria (tujuan yang ingin dicapai Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 43 . Definisi Knowledge Proses Pada tahap awal ini yang dilakukan yaitu memetakan model knowledge process as-is dan to be. Siklus KM yang telah dilengkapi dari KD B Rancangan Model KMS Berorientasi Proses Bisnis Setelah knowledge process dilengkapi.Perancangan Knowledge Management System .2 Model KMS yang dirancang sudah mengakomodir perubahan terbaru. langkah selanjutnya yaitu menyusun model KMS berorientasi proses bisnis.. Analisis Teknologi dalam KMS Dalam merancang aspek teknologi (knowledge infrastructure) akan digunakan framework perancangan knowledge infrastructure dari Strohmaier2 sebagai berikut pada Gambar 5.. Alur Perancangan Knowledge Infrastructure2 Dari framework tersebut terdapat tiga langkah perancangan knowledge infrastructure sebagai berikut.

| Wicaksono Febriantoro dengan perancangan knowledge infrastructure). KI harus dapat memfasilitasi kebutuhan kolaborasi pengetahuan antara knowledge worker. Organizational Roles harus dapat menyediakan/mengisi pengetahuan dalam KI. 6. Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Knowledge harus dapat ditransfer dengan baik oleh KI. Knowledge yang disimpan harus dapat didukung dan dimanage oleh KI.. ada 2 strategi terkait cara individu (WI) mendapatkan dan berbagi pengetahuan yang diperlukan untuk melaksanakan tugas sebagai WI. Desain Knowledge Infrastructure Dari perancangan knowledge flow proses bisnis widyaiswara. Desain pada jurnal ini akan berfokus pada IT Tools terutama layer data. Selain IT Tools. 5. Model kolaborasi juga harus dapat memfasilitasi kebutuhan untuk melakukan kolaborasi kapan saja dan dimana saja (tidak terbatas di dalam kantor saja). Pada langkah ini dilakukan validasi terhadap desain knowledge infrastructure dalam hal dukungan terhadap knowledge process menggunakan fit criteria. Desain Knowledge Infrastructure. 3. 2.. Pada tahap ini akan di-desain Arsitektur dan IT Tools berdasarkan fit criteria dan hasil analisis pemodelan knowledge process berorientasi proses bisnis beserta alternatif teknologi yang didapat dari studi literatur. jika belum maka proses di tahap ke dua dapat diulangi lagi.4 dengan batasan berupa regulasi dari Kementerian PAN mengenai knowledge management di instansi pemerintah. 4. Dalam tahap ini dapat diketahui apakah desain sudah memenuhi Z atau belum. Fit criteria ini nantinya akan digunakan di dalam validasi knowledge infrastructure. Fit Criteria ini akan dirancang berdasarkan beberapa teori KMS2. 3. infrastructure dan knowledge services.1 Adapun rekapitulasi hasil fit criterianya adalah sebagai berikut : 1.Perancangan Knowledge Management System . Definisi Knowledge Processs Identifikasi model knowledge process dapat dilihat pada gambar 9. Organizational Roles harus dapat mengakses kebutuhan pengetahuan yang diperlukan. Dari sini kemudian akan dirancang fit criteria sebagai tujuan perancangan knowledge infrastructure (KI). Selain fit criteria validasi juga dilakukan dengan perbandingan terhadap teori dan regulasi sehingga menghasilkan triangulasi validasi. model konseptual KMS juga dijelaskan pada tahap ini. Validasi Desain Knowledge Infrastructure Langkah validasi merupakan langkah terakhir dari perancangan knowledge infrastructure. 2. 44 sedangkan perancangan knowledge process yang telah dilengkapi.

. Strategi ini akan sangat bergantung kepada IT. Personalisasi pada proses bisnis widyaiswara dapat dilihat pada Tabel 5. knowledge repositories. Expert Locator Intranet criteria (rancangan dari data dan knowledge sources. aplikasi yang akan digunakan akan dijelaskan pada Tabel 6. Tabel 4. Knowledge Services: Pada layer ini terdapat layanan berupa aplikasi yang akan digunakan untuk mendukung knowledge process. Model Konseptual KMS di BDM 1. | Wicaksono Febriantoro Strategi tersebut nantinya akan mempengaruhi rancangan knowledge infrastructure. 3. Proses Pengetahuan dan Teknologi Pendukungnya (Personalisasi) Proses Pengetahuan Diskusi Antar WI Rapat WI yang serumpun Forum WI (Keseluruhan) In House Seminar Teknologi yang mendukung Mentoring/Tutoring Working Group / Communities of Practice (expert locator.7 Gambar 6. Strategi ini menekankan kepada dialog antar individu. 2. virtual work space application. blog) Search Engine/Information Retrieval System. collaboration. Infrastructure service : Infrastruktur pendukung utama yaitu jaringan intranet via Local Area Network (LAN) dan Wi-Fi yang menghubungkan semua knowledge worker dengan KMS yang akan dibangun. Intranet ini juga terhubung ke internet via Internet Service Provider (ISP) untuk mengakses database online eksternal. sebagai berikut. discussion group based application) Berikut usulan rancangan berdasarkan hasil analisis dan fit Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 45 . kodifikasi dan penyebaran informasi (explicit). Berdasarkan fit criteria dan strategi KMS.Perancangan Knowledge Management System . Data dan knowledge sources : Disini tersimpan semua database dari proses bisnis Widyaiswara (KD A sampai dengan KD J). Codification Strategy: Strategi ini menitikberatkan pada pengumpulan.. Strategi Kodifikasi pada proses bisnis widyaiswara dapat dilihat pada Tabel 4. Tabel 5. Strategi tersebut yaitu. Proses Pengetahuan dan Teknologi Pendukungnya (Kodifikasi) Proses Pengetahuan Dokumentasi Konten Pencarian dan Mendapatkan Informasi Saling keterhubungan antar knowledge worker Teknologi yang mendukung Doc / Content Management (Wiki. 2. Salah satu keuntungannya yaitu penggunaan kembali pengetahuan yang ada. Personalisation strategy : Strategi ini berfokus pada pengembangan jaringan untuk menghubungkan orang sehingga tacit knowledge dapat dibagikan.6 1. infrastructure services serta knowledge services).

kemudian diperbaharui kontennya (bisa ditambah atau dikurangi) yang disesuaikan dengan: RB/RP. write and edit atau full access) diberikan kepada organization role sesuai dengan kebutuhan-nya. misal: modul tahun sebelumnya digunakan sebagai awal dari penyusunan modul. Document/Content Management System Search Engine/Information Retrieval System.Perancangan Knowledge Management System . Knowledge harus dapat ditransfer dengan baik oleh KI. Untuk menulis content awal bisa dimasukkan ke dalam sebuah wiki dimana nantinya akan berisi modul sesuai mata pelajaran yang diajarkan. Hal ini diperlukan untuk mengelola semua aplikasi KMS dengan baik. maka WI harus mengakses portal (sebagai one stop information system) yang berfungsi sebagai sistem akses dan autentifikasi (memberi akses ke aplikasi sesuai peran dan tanggung jawabnya). Sebelum menulis ke wiki. hasil penerjemahan dari standar yang berlaku secara internasional (tentunya yang 46 sesuai dengan regulasi yang berlaku di Indonesia). laporan diklat teknis (baik nasional maupun internasional). hasil karya tulis ilmiah dari peserta diklat. Blog. KI harus dapat memfasilitasi kebutuhan kolaborasi pengetahuan antara knowledge worker . Knowledge Process Knowledge Creation IT Tools Learning Tools Knowledge Storage and Retrieval Wiki. yang Knowledge disimpan harus dapat didukung dan dimanage oleh KI. Knowledge creation tidak dapat dipisahkan dengan knowledge storage and retrieval. Organizational Roles harus dapat mengakses kebutuhan pengetahuan yang diperlukan. Expert Locator Discussion group based application Knowledge Transfer Virtual Work Space Application Knowledge Transfer discussion group based application Knowledge Application Expert System/Workflow System Model Konseptual KMS Model konseptual pada Gambar 6.. bisa dijelaskan sebagai berikut. Model kolaborasi juga harus bisa memfasilitasi kebutuhan untuk melakukan kolaborasi kapan saja dan dimana saja (tidak terbatas di dalam kantor saja).. Semua apikasi KMS hanya bisa diakses melalui portal ini (sekaligus berfungsi untuk memberikan petunjuk beserta alur penggunaan masing-masing aplikasi). Pada poin 1 telah dijelaskan bahwa untuk penyimpanan content utama (modul) bisa digunakan wiki. Prinsip utamanya yaitu hak akses ke dalam suatu aplikasi (read only. hasil diskusi dari peserta/ketika menjadi narasumber dan sumber lain yang relevan. 1. | Wicaksono Febriantoro Tabel 6. 2. disinilah strategi kodifikasi diaktualisasikan dengan penyimpanan pengetahuan. Aplikasi Pendukung (IT Tools) Knowledge Process Fit Criteria Organizational Roles harus dapat menyediakan/mengisi pengetahuan dalam KI. kemudian content pendukungnya sebagai latar pengetahuan untuk memperbaharui content bisa Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Latar pengetahuan dalam melakukan knowledge creation proses penyusunan modul terdiri dari 10 proses bisnis yang telah diidentifikasi sebelumnya (Gambar 6).

jika semua peserta hadir pada waktu dan tempat yang sama. Hal ini seperti dilihat pada Gambar 3. jika ada salah satu peserta yang tidak hadir misalnya atau berada pada tempat yang berbeda. discussion group based application. virtual workspace application dan lain-lain. audio. Kemudian hasilnya dimasukkan ke wiki berdasarkan kesepakatan pada forum diskusi.Perancangan Knowledge Management System . Dari hasil identifikasi ditemukan bahwa proses penyusunan modul dapat digunakan untuk meningkatkan ke-10 proses lainnya. Pada tahapan ini dapat ditambahkan mekanisme tertentu sebagai fungsi approval terhadap content yang diperbaharui. Pada tahap terakhir yaitu knowledge application yang berupa penerapan/implementasi existing knowledge supaya dapat memberikan nilai tambah (continuous improvement) pada proses lainnya. diskusi masih dapat dilakukan via teknologi pendukung missal : video conference. Pada intinya KMS memungkinkan knowledge transfer dan knowledge sharing kapan saja dan dimana saja. maka proses knowledge sharing/ knowledge transfer/ diskusi dapat berlangsung via ruang meeting atau forum diskusi. Knowledge storage and retrieval juga dilengkapi dengan search and retrieval system untuk mempermudah menemukan informasi dan pengetahuan yang diinginkan.. merupakan siklus yang berulang. Selain itu fungsi expert locator juga ditambahkan untuk mempermudah menemukan orang yang ahli dalam suatu bidang tertentu. 4. animasi maupun content multimedia lainnya. video. KMS dapat membantu dalam hal menghubungkan informasi dari berbagai sumber dan membuatnya dapat diakses oleh organizational roles yang membutuhkan dengan 47 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Adapun content yang disimpan dapat bervariasi. | Wicaksono Febriantoro disimpan pada blog. Pada knowledge transfer inilah strategi personalisasi berada. KMS memungkinkan diskusi dilakukan secara lebih luas. Tahap ini menekankan pada pengelolaan tacit knowledge dimana pengetahuan baru yang muncul dari hasil diskusi antar WI yang serumpun maupun forum WI atau in-house seminar berada. Nantinya setiap perubahan (baik penambahan atau pengurangan isi modul) pada wiki secara otomatis akan ditambahkan keterangan perubahan-nya (change log) meliputi apa perubahan yang dilakukan dan kapan perubahan itu terjadi. 3. mulai dari text. Misal dalam sebuah pembahasan yang akan menentukan apakah sebuah metode pengujian baru dapat dimasukkan atau tidak ke dalam sebuah modul. gambar.. Untuk mempercepat proses implementasi knowledge tersebut.

dll Nonaka (2000) menyatakan bahwa SECI Model terdiri dari. kodifikasi (explicit) dan personalisasi (tacit) Menurut PermenPAN No. Search Engine. | Wicaksono Febriantoro mudah dan cepat.. validasi dilakukan juga dengan membandingkan dengan teori/literatur lain serta dengan regulasi yang berlaku supaya keabsahan hasil perancangan dapat dipertanggungjawabkan dengan hasil sebagai berikut pada Tabel 7 dan Tabel 8. Manajemen (pemodelan knowledge proses) serta di tahapan strategi ada tahapan penggunaan teknologi (knowledge infrastruktur) Menurut PermenPAN No. ditemukan bahwa pada proses bisnis WI latar pengetahuan dalam menciptakan suatu pengetahuan baru belum sepenuhnya Tabel 7. Regulasi No Validasi Berdasarkan Regulasi Temuan Penelitian Menurut PermenPAN No. internalisation exercise ba. discussion forum (tacit). berbagi pengetahuan dan pemanfaatan pengetahuan Knowledge Transfer yang ditemukan 2 terdiri dari 2 strategi.Perancangan Knowledge Management System . Dimulai dari knowledge creation. dimana saja) interacting ba(diiferent ba. tools untuk komunikasi dan kolaborasi (portal dan intranet) serta forum diskusi elektronik serta search and retrieval system SIMPULAN Pemodelan knowledge process widyaiswara dapat dilakukan menggunakan framework pemodelan knowledge process dari Strohmaier2 yang dimodifikasi menggunakan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara No. transfer & application mengenai Pedoman Pelaksanaan Manajemen Pengetahuan.14 Tahun 2011 proses transfer dapat berupa diskusi maupun melalui medium berbasis teknologi Menurut PermenPAN No. storage & retrieval. Validasi Berdasarkan Teori No Temuan Penelitian Teori Pendukung Alavi (2001) menyatakan bahwa peran IT Peran IT dalam mendukung pengelolaan dalam pengelolaan KM sebagai berikut : 1 explicit (kodifikasi) dan tacit (personalisasi) knowledge coding dan sharing dari best practice. 48 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Validasi Desain Knowledge Infrastructure Selain menggunakan fit criteria. content management dan business intelligence.14 Tahun 2011 Knowledge Process yang akan dikelola 1 terdiri dari knowledge creation.14 Tahun 2011 . content management misal document management system. Hasil analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa secara umum semua proses bisnis belum mengoptimalkan semua komponen dari knowledge creation s.discussion group teknologi dl perolehan data menggunakan sistem untuk merekam data elektronik. aspek Penggunaan Document/Content 4 Management System. ada 3 proses dasar dalam Manajemen Pengetahuan yaitu proses akuisisi pengetahuan.. Lebih lanjut KMS dapat mendukung knowledge application dengan cara menempelkan (embed) pengetahuan kedalam proses bisnis organisasi melalui expert/ workflow system (mengkodifikasikan dan mengotomatisasikan proses bisnis). office automation sytem. Socialization Originating 3 Diseminasi knowledge via collaboration Ba (same time same place). 3 pemodelan knowledge proses dan perancangan knowledge infrastruktur Mengidentifikasi Pengetahuan Mengidentifikasi Pengetahuan dl Manajemen organisasi. pembuatan corporate knowledge directories. externalisation model (kapan saja. Tabel 8. pembuatan knowledge networks Moffet dan McAdam (2003) menyatakan bahwa KM Tools terdiri dari 3 : IT digunakan untuk mendukung 2 manajemen tacit knowledge (working group/CoP) dan explicit knowledge (document management system) collaborative tools. combination cyber dan time diffent place). Collaborative tools misal groupware.14 Tahun 2011 tahapan dalam perencanaan implementasi Manajemen Pengetahuan Konteks dalam Praktek organisasi terdiri dari Penelitian terdiri dari 2 tahap.12 tahun 2011 mengenai Pedoman Penataaan Tatalaksana (business process).d knowledge application.

pp. Idea Group Reference (IGI). 2Strohmaier. Dari hasil perancangan knowledge infrastructure menunjukkan bahwa ada dua strategi yang digunakan untuk mendukung knowledge process WI sebagai berikut : 1. kerjasama dan kerja tim sedangkan untuk knowledge application banyak yang belum terdefinisi sehingga pemanfaatan knowledge kurang optimal. 2006.l. forum WI. Vincent and A. Knowledge Management dalam Konteks Organisasi Pembelajar. 25. knowledge transfer juga belum optimal dikarenakan belum mendukung aktivitas kolaborasi. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tentang Pedoman Pelaksanaan Manajemen Pengetahuan (Knowledge Management) s. California Management Review. Vol. Schwartz. 2006. rapat WI yang serumpun. Knowledge Flow. Leidner. and Konno. Markus B. [book auth. virtual work space application dan discussion group based application DAFTAR PUSTAKA 1Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Roman. MIS Quarterly. Dorothy. Ribiere. 3Nonaka 4Alavi. 2005. in house seminar) dengan IT Tools pendukungnya antara lain : Working Group/Community of Practice Tool. The Concept of ‘Ba’ : Building a foundation for knowledge creation. 6M. B-KIDE : A Framework and a Tool for Business Process Oriented Knowledge Infrastructure Development. 2011. Encyclopedia of Knowledge Management. 2001. Austria : Shaker Verlag.. Bandung: SBM-ITB. | Wicaksono Febriantoro teridentifikasi. 107-136. Juan. Knowledge Management and Knowledge Management System : Conceptual Foundation and Research Issues. serta Search Engine/Information Retrieval System dan Expert Locator. 5Hidajat. kemudian dalam knowledge storage belum menggunakan sistem yang terstruktur dan mudah untuk diakses kembali. D. Jann and Crestofel. 2.] D. Strategi Kodifikasi merupakan strategi yang bersifat explicit (mengelola pengetahuan yang terdokumentasi) dengan IT Tools antara lain : Document/Content Management berupa Wiki dan Blog. Jakarta: Kemen PAN-RB. Maret 2001.Perancangan Knowledge Management System . Maryam and E. 1998.. 49 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Strategi Personalisasi dimana strategi ini menitikberatkan pada pengelolaan tacit knowledge (diskusi antar WI.

50 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . | Wicaksono Febriantoro 7Maier. New York : Springer. Knowledge Management Systems : ICT for Knowledge Management. 2007.Perancangan Knowledge Management System . Ronald...

firebox 125e series. However. worm maupun gerakan yang mengarah pada tindakan berupa hack dapat berjalan secara maksimal melalui perangkat ini. Namun pemblokiran seluruh konten yang terdapat pada sebuah website memunculkan permasalahan.. Pendeteksian virus. firebox 125 e series. Kajian ini diharapkan menjadi masukan Pemerintah Kota Batam untuk menentukan penggunaan konten filtering yang efektif. Disarankan untuk menciptakan sebuah perangkat yang mampu mendeteksi sebuah konten page per page. blocking all content on the website raises a problem because not all of the website content is negative. karena tidak semua konten yang terdapat pada sebuah situs tersebut negatif. so the selection process can be carried out relevant content.. worms and the movement that led to the action of a hack to run the maximum through this device. Detection of viruses. This study is expected to provide input Batam Local Government to determine effective content filtering. It is recomended to create a capable device to detect page per page.id ABSTRAK Kajian implementasi sistem penyaring konten telah dilakukan di Kantor Pemerintah Kota Batam. detection PENDAHULUAN Ibarat dua sisi mata uang. sehingga proses penyeleksian konten dapat dilakukan secara relevan.go. | Jarudo Damanik . The content filter used is firebox 125e series which has the adventage to block all of website content. perkembangan teknologi informasi melahirkan dua efek yakni efek negatif dan efek positif. teknologi informasi dan 51 Kajian Implementasi Watchguard Firebox Seri 125e . In this researh we apply qualitative method to see how far content filtering has been used in Batam Local Government’s Network. Efek positifnya. Penyaring konten yang dipakai adalah firebox seri 125e yang memiliki keunggulan melakukan blok terhadap konten sebuah website secara menyeluruh. Penelitian ini menggunakan metoda kualitatif untuk melihat sejauh mana penggunaan konten filtering dilakukan di Kantor Pemerintahan Kota Batam. Kata Kunci : penyaring konten. pendeteksian ABSTRACT A study on the implementation of the content filtering system has been done in Batam local government’s network. Keywords : content filtering.damanik@kominfo.JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI Vol 1 No 1 Desember 2012 KAJIAN IMPLEMENTASI WATCHGUARD FIREBOX SERI 125e SEBAGAI PENYARING KONTEN PADA JARINGAN KANTOR PEMERINTAH KOTA BATAM A STUDY ON THE IMPLEMENTATION OF WATCHGUARD FIREBOX 125e SERIES AS A CONTENT FILTER IN BATAM LOCAL GOVERNMENT’S NETWORK Jarudo Damanik Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika Medan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI Jalan Tombak Nomor 31 Medan jarudo.

Saat ini teknis penyaringan konten yang sering digunakan adalah dengan mengimplementasikan proxy yang terdapat pada jaringan. waktu dan biaya yang besar dalam mengakses informasi telah diatasi dengan hadirnya fitur fitur yang terdapat di dunia maya yang lebih efektif. Secara garis besar internet memberi peluang terciptanya dampak negatif seperti 52 pornografi.Kajian Implementasi Watchguard Firebox Seri 125e . | Jarudo Damanik komunikasi memberikan berbagai kemudahan dalam menyelesaikan pekerjaan. Berbeda dalam dunia nyata. Meski demikian semua informasi yang terdapat pada dunia maya yang di interpretasikan melalui laman website yang ada saat ini memiliki manfaat selama digunakan secara bijaksana diartikan dengan menggunakan untuk tujuan yang bermanfaat serta menyaring isi yang bersifat negatif. tayangan sadis dan lainnya. Pada teknik ini proxy akan memainkan peran untuk menyampaikan dan menerima permintaan dari user untuk mengakses konten dari server global. Namun sisi lain kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. bersosialisasi. Sebagai sebuah perwujudan dari dunia yang maya.. dalam bentuk kampanye persuasif. Selain itu teknologi informasi menghadirkan pergeseran paradigma terhadap tingkat kepentingan informasi menjadi suatu hal yang paling berarti dan berharga. teknologi informasi dan komunikasi. Konsekuensi negatif yang kita anggap sebagai dampak negatif teknologi ini sama luasnya dengan manfaat positif teknologi ini. Ada beberapa cara penyaringan konten yang dapat dilakukan. Lebih spesifik. sehingga membutuhkan ruang. penyaringan konten yang tersedia di dunia maya secara teknis sangat diperlukan. Konsep dan cara kerja proxy2 Pada dasarnya proxy berfungsi sebagai content checking.. dan bahkan sebagai media dalam melakukan pembelajaran. Untuk itu. Permasalahan geografis yang selama ini selalu menjadi kendala. di dunia maya segala aktivitas dapat dilihat lebih visual dan nyata. Bila proxy Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 .1 Dampak negatif tersebut semakin besar karena ketersediaan fitur dan mudahnya akses. khususnya keberadaan dunia maya dewasa ini digunakan orang sebagai pusat rujukan informasi. melakukan transaksi dan aktivitas ekonomi. khususnya fasilitas dunia maya menghasilkan konsekuensi negatif bagi penguna. serta amat mudah membuktikan setiap pelanggaran yang dilakukan seseorang. Gambar 1. dunia maya memiliki hampir semua hal yang terdapat pada dunia nyata. kecanduan hubungan maya.

Relevansi teknik penyaringan dengan kaidah kepantasan terhadap pengakses begitu erat kaitannya. Peneliti secara langsung mengamati objek penelitian untuk melakukan interpretasi data lapangan. menafsirkan serta membuat kesimpulan atas temuan di lapangan. Berdasarkan pemaparan diatas. Objek pengambilan data terdiri dari data aktivitas lalulintas jaringan dari menu Manajemen Admin. serta apa kelemahan dan kelebihan tools tersebut.. Meskipun pada setiap jaringan.3 Dalam sebuah diskusi oleh ICTWATCH bersama dengan komunitas blogger disimpulkan bahwa dukungan terhadap keberadaan UU ITE Nomor 8 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).6 Alasan pemilihan metode ini didasarkan pada fenomena perkembangan teknologi informasi. dokumen awal pembangunan jaringan dan wawancara mendalam terhadap seluruh elemen yang terkait dengan manajemen pengelolaan jaringan.4 Namun perlindungan terhadap masyarakat terkait akses ke negatif tidak dapat dipenuhi hanya undang undang tersebut. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di Kantor Pemerintah Kota Batam di kawasan Batam Center. dan selalu 53 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Penelitian ini memakai pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif. | Jarudo Damanik diset untuk mem-filter konten yang mengandung kata “sex”. yaitu mencatat dan menggambarkan secara teliti seluruh fenomena yang ditemukan di 5 lapangan.Kajian Implementasi Watchguard Firebox Seri 125e . karena fungsi vitalnya sebagai jembatan antara client dan webserver sekaligus sebagai otorisasi mengijinkan akses. Penelitian dilaksanakan selama 6 (enam) bulan yakni dari bulan Januari 2012 sampai dengan Juni 2012. dengan fokus pengamatan terhadap kinerja jaringan yang berada di Lantai VII. khususnya jaringan local area network selalu disertai sebuah proxy. sekaligus memilih informan sebagai sumber data serta melakukan penilaian kualitas data. kajian ini difokuskan pada sejauhmana perangkat penyaring konten yang digunakan pada jaringan kantor Pemerintah Kota Batam mampu melakukan filtering terhadap konten negatif. khususnya konten dunia maya yang sangat dinamis. serta solusi pemilihan perangkat penyaring konten yang efektif. namun kenyataannya efektivitas kinerja dalam melakukan penyaringan masih belum cukup. Kebijakan lebih teknis diperlukan untuk menciptakan akses ke dunia maya yang lebih sehat dan bermartabat. maka semua paket yang mengandung kata “sex” akan ditolak. Sisi lain dari alasan penyaringan sebuah konten juga dipengaruhi beberapa faktor yang bersifat non teknis. khususnya pasal 27 ayat 1 harus dilakukan secara lebih nyata. Penelitian ini diharapkan memberikan informasi teknis terkait dengan perangkat konten filtering sebagai media penyaringan informasi negatif..

. data lalulintas jaringan serta para pengunjung atau user yang menggunakan jaringan. Teknik pendekatan secara persuasif dan penjabaran naratif diharapkan mampu menggali semua fenomena dan kencenderungan yang berkembang. Hal ini diperlukan karena data yang 54 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . menguji kredibilitas informan dari jawaban serta memfasilitasi Client 3 pengungkapan konstruksi personal informan. 7 Titik port hub Client 2 Client 4 server sebagai sentral Client 6 Gambar 2.Kajian Implementasi Watchguard Firebox Seri 125e . Sedangkan analisa data dilakukan dalam beberapa tahapan dari tahapan trustworthines. hingga authenticity. Validasi data dilakukan dengan menggunakan teknik triangulasi yaitu Client 5 melakukan pengecekan dari sumber data yaitu pengelola dan manajemen admin jaringan. Dengan menggunakan topologi ini data yang disampaikan antar satu komputer dengan komputer lain lebih aman karena menggunakan “dedicated link” komunikasi data secara langsung tanpa melalui komputer lain. Tahapan ini dilakukan untuk melihat realita yang diungkapkan informan dengan Client 1 melihat pengalaman informan terkait topik. untuk melihat pendapat yang sama dan melakukan member chek terhadap data yang berbeda untuk dibuatkan kesepakatan diantara sumber data. sistim jaringan komputer lokal mengadopsi topologi jaringan topologi Mesh atau biasa disebut topologi jala.. pejabat yang memiliki otoritas terhadap keberlangsungan jaringan. Keberagaman data yang diperoleh akan di deskripsikan. | Jarudo Damanik mengelami perubahan dan pembenahan setiap saat. Topologi Mesh yang digunakan dalam jaringan antar koneksi di kantor Pemerintah Kota Batam Pemilihan topologi ditujukan untuk keamanan data yang didistribusikan. HASIL DAN PEMBAHASAN Pada jaringan kantor Pemerintah Kota Batam. credibility. dikategorikan. dimana dalam topologi ini terbentuk suatu bentuk hubungan antar perangkat dimana setiap perangkat terhubung secara langsung ke perangkat lainnya yang ada di dalam jaringan.

spyware dan anti spam. Proxy yang digunakan pada server jaringan ini sudah lengkap. Firewall watchguard ini bekerja dengan memfokuskan semua paket yang masuk melalui proses identifikasi. Sistim Penyaring Konten Kantor Pemerintah Kota Batam Pada jaringan kantor Pemerintah Kota Batam efektivitas penggunaan proxy dan firewall dimaksimalkan untuk melakukan pengontrolan atas akses yang dilakukan user. Perkembangan berbagai tipe proxy yang sebagian besar dapat diperoleh secara gratis menimbulkan fenomena baru.. Bentuk fisik webblocker sebagai penyaring konten yang digunakan kantor Pemerintah Kota Batam Secara umum fungsi webblocker ini untuk melakukan pengamatan terhadap segala aktivitas yang dilakukan oleh user dalam lingkup jaringan. Sistim langganan keamanan terintegrasi XTM WatchGuard dan Firebox X e-Series peralatan dengan nomor seri X1250e. Pada weblocker ini terdapat fitur tambahan berupa perangkat proteksi antivirus. Saat ini konfigurasi pada MS Proxy Server dan Win Gate yang bekerja pada layer aplikasi mampu melakukan pengontrolan terhadap seluruh aplikasi yang digunakan pada jaringan. | Jarudo Damanik didistribusikan sangat penting seperti data statistik dan kependudukan.Kajian Implementasi Watchguard Firebox Seri 125e .. Watchguard firebox 125e akan mengidentifikasi sebuah paket yang diakses user melalui pengecekan alamat IP baik komputer sumber maupun komputer tujuan untuk 55 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Sebagai contoh sebuah web proxy dapat diperoleh secara gratis mampu melakukan browsing tanpa harus khawatir oleh adanya pemblokiran situs karena semua request akan dilewatkan di web proxy tersebut. Firewall yang digunakan adalah WebBlocker yang merupakan produk sebuah vendor berbasis di Amerika Serikat. dengan mengenali konten yang disajikan oleh sebuah website. XTM Watchguard Firebox 125e Gambar 3. Jaringan pada kantor Pemerintah Kota Batam juga dilengkapi dengan firewall yang bekerja saling mendukung dengan proxy. Kondisi ini tentu tidak mencukupi untuk melindungi dan memantau jaringan bebas dari akses yang tidak terdeteksi. Sebagus apapun tipe proxy yang digunakan saat ini dapat dipastikan tidak akan mampu melakukan pengontrolan seluruh aktivitas. Keberadaan firewall yang komprehensif ini tentunya untuk memberikan perlindungan secara total terhadap setiap akses yang tidak dikehendaki. Hasil penelitian menunjukan tipe MS Proxy Server dan Win Gate mampu menyortir seluruh lalulintas paket yang masuk. Ini diperlukan karena banyaknya data Pemerintah Kota Batam yang harus dilindungi ketika terjadi sebuah distribusi data.

firebox 125e memiliki beberapa keunggulan diantaranya memiliki kemampuan melakukan penyaringan IP adress. sehingga keseluruhan informasi yang ada dalam website tersebut secara otomatis tidak akan bisa diakses. Artinya pembatasan atau pemblokiran bukan berarti membatasi hak manusia untuk memperoleh informasi.. Indikator firewall ini menolak atau melewatkan paket tersebut berdasarkan daftar database yang sudah ada sebelumnya.. Cara kerja dan fungsi firebox sebagai firewall yang digunakan di kantor Pemerintah Kota Batam Keunggulan Watchguard Firebox 125e Dari sisi fitur. Kelemahan Watchguard Firebox 125e Selain keunggulan yang dimiliki Watchguard Firebox 125e juga memiliki beberapa kelemahan. tersebut tidak akan dapat diakses user. Artinya untuk dapat memblok sebuah situs berbagai tipe dapat dilakukan dengan menutup port tertentu. Upaya pemblokiran seharusnya dilakukan dengan bijaksana. kemudian mengecek port yang digunakan dan membandingkan dengan database yang dimiliki serta melakukan pengecekan terhadap protokol IP yang digunakan. Selain itu firebox 125e juga merupakan sebuah paket watchguard yang terdiri dari perangkat lunak firewall sekaligus terintegrasi dengan perangkat keras. Artinya sebagai sebuah bangsa besar yang sejajar dengan bangsa bangsa lain di dunia ini bangsa Indonesia juga memiliki etika dalam Intern et Router Firebox sebagai Firewall spesifikasi teknis firebox xWebserve webserve Switch User User Sub Sub Gambar 4. 8 Esensi pembatasan dan pemblokiran bertujuan untuk menyelamatkan bangsa ini dari kerusakan. sehingga seluruh web yang berbasis pada port 56 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Pembatasan sebagian konten negatif di jaringan situs website juga sebagai upaya untuk meningkatkan harkat dan martabat bangsa ini di panggung dunia. dimana metode penyaringan konten yang masuk langsung menutup semua akses berdasarkan port. Hal ini sebenarnya sangat bertentangan dengan kebebasan dalam memperoleh informasi. | Jarudo Damanik membandingkan apakah IP dimaksud merupakan IP yang memiliki indikasi merusak.Kajian Implementasi Watchguard Firebox Seri 125e . Beberapa kelemahan yang dapat diidetifikasi dalam penelitian ini adalah Watchguard Firebox 125e yang digunakan sebagai firewall untuk melindungi jaringan berjalan secara sporadis. Selain itu fleksibilitas pengkonfigurasian dapat dilakukan melalui port yang digunakan.

khususnya perlindungan terhadap user yang mengakses melalui jaringan terhadap konten yang akan diakses cukup kuat. software maupun tools lainnya sudah sangat mencukupi. besarnya biaya yang dibutuhkan dalam melakukan identifikasi dan pembentukan database yang akan terkonfigurasi juga akan menjadi masalah ketika penganggarannya tidak dilakukan secara tepat. Sebagian isi situs tersebut pasti akan memiliki manfaat sepanjang dilakukan model pengaksesan yang sehat. Selain itu dalam mengkonfigurasikan database untuk menyeleksi situs yang dianggap memiliki potensi negatif dan berbahaya sebaiknya dilakukan secara lebih bijak dengan memperhatikan seluruh aspek konten yang terdapat pada situs dimaksud. | Jarudo Damanik melakukan akses informasi melalui dunia maya. Cara kerja firewall dengan langsung menutup seluruh port yang diidentifikasi atau berpeluang memiliki konten yang tidak baik sesungguhnya bukan tindakan yang bijak.. padahal bila perangkat tidak terupdate secara berkala sangat mempengaruhi kemampuan pembentukan database sesuai pertumbuhan website yang pesat. Teknik penyaringan konten pada jaringan kantor Pemerintah sebaiknya dilakukan secara parsial dan terpisah dengan fungsi firewall.. Proses update perangkat yang harus dilakukan kepada vendor pemilik lisensi watchguard firebox 125e juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit. seluruh otoritas yang ada di Pemerintah Kota Batam yang memiliki wewenang terkait dengan keberadaan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi dan unsur unsur pendukungnya sudah memiliki konsep pemanfaatan yang sangat jelas. Sebuah perangkat yang mampu mendeteksi konten secara page by page diharapkan mampu mengatasi permasalahan filtering ini. dimana manajemen administrator jaringan memilih untuk memperkuat sistim pengamanan jaringan dengan melakukan duplikasi pengamanan. SIMPULAN Secara teknis. Peluang untuk melakukan kerjasama 57 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Pemilahan terhadap sebuah situs tertentu untuk melihat serta menciptakan cara pandang penilaian yang lebih parsial sangat diperlukan untuk menciptakan pola akses informasi yang relevan. 9 Selain itu. Dari sisi keamanan data. karena sebagian isi situs yang diblok melalui fungsi firewall dipastikan memiliki konten positif yang dibutuhkan user.Kajian Implementasi Watchguard Firebox Seri 125e . Penyediaan perangkat baik dari sisi hardrware. khususnya di negara yang belum dapat menentukan secara spesifik memberikan kategori konten negatif atau positif. untuk menghindari pemblokan sebuah situs secara keseluruhan. Duplikasi pengamanan dimaksud terdiri dari penggunaan proxy sequid untuk seluruh aktivitas internel jaringan dan menggunakan firewall berbasis watchguard firebox seri 125e untuk setiap akses masuk.

4ICTWATCH. Kualitatif dan R&D.. Metode Penelitian Kuantitatif. Pengantar Instalasi Jaringan. Indonesia Security Incident Response Team On Internet Infrastructure (ID-SIRTII).ac. (tanggal 27 Oktober 2010) http://www. Jakarta 2008. Paradigma Baru Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial Lainnya. Metodologi Penelitian Kualitatif. Jakarta 2011.kominfo. | Jarudo Damanik dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika terkait pengembangan dan penggunaan software penyaring konten dapat dilakukan. Penyaringan Konten Negatif di Internet. Tifatul. Ictwatch. Panduan Menggunakan Internet Sehat.. 2002. 6Mulyana.2011. Dampak Positif dan Negatif Internet. Sebagai acuan saat ini Kementerian Komunikasi dan Informatika sedang melakukan ujicoba penggunaan trush+ sebagai sebuah perangkat penyaring konten pintar untuk melakukan pendeteksian setiap konten secara detil dan page by page.Kajian Implementasi Watchguard Firebox Seri 125e . Penerbit Informatika. Bulletin IT (diakses tanggal 23 Januari 2012) http://buletin. Instalasi dan Konfigurasi Jaringan Komputer.id Mico. Bandung. DAFTAR PUSTAKA 1Iqbal. Alfabeta. 58 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . 8Sembiring. Laporan Konfrensi Pers Terkait Aturan Pengawasan Konten Negatif Bagi Provider Penyedia Konten. Focus Group Discussion : Draf dan Acuan Etika On-Line. Penerbit Informatika. 7Sopandi. Bandung M. Dede. 2011. Remaja Rosda Karya. 2007.uii. 3Salahuddin. 2Pardosi. 2010.go.id 9Tim Jamaluddin.it. 2012. Bandung Dedy. 2006. 5Sugiono. Bandung Perumus.

Metode tersebut dapat menjadi solusi keamanan jaringan nirkabel dari serangan yang setiap saat dapat mengancam. It is argued that the method might be suitable for a solution of wireless network security. Dalam mengatasi kerentanan jaringan nirkabel tersebut. metode Wireles Intrusion Detection System mampu mendeteksi serangan Denial of Service dengan performasi 54%. dan kekurangan dalam hal sistem pertahanan yang jelas. Racing Center II/25 Makassar tasmil@kominfo.. Sistem tersebut diuji dengan serangan Denial of Service menggunakan tools Engage Packet Builder. maka diterapkan sebuah metode Wireless Intrusion 59 Perfomansi Wireless Intrusion Detection System . Sistem proteksi wireless dengan menggunakan firewall dan enkripsi tidak cukup memadai dan efektif. Hasil penelitian yang telah dilakukan. Packet attack was then detected as a denial of service attacks through the monitoring network packets. Keywords: Wireless Network. manajemen point. Kata Kunci: Jaringan nirkabel. Salah satu jaringan yang rentan terhadap serangan tersebut adalah wireless adhoc. The system was tested with Denial of Service attacks using tools Engage Packet Builder.. Paket serangan kemudian dideteksi sebagai sebuah serangan Denial of Service melalui hasil monitoring paket jaringan.id ABSTRAK Telah dilakukan kajian Wireless Intrusion Detection System untuk mendeteksi serangan Denial of Service terhadap jaringan wireless. Denial of Service ABSTRACT Performance of Wireless Intrusion Detection System to detect Denial of Service against wireless network has been studied. it has been obtained that the Wireless Intrusion Detection System were succeded in detecting the Denial of Service attacks by 54 %. WIDS. Kurangnya pusat monitoring. WIDS. Denial of Service PENDAHULUAN Denial of Service (DoS) sebagian besar terjadi melalui internet. From the study. Dalam penerapan metode WIDS menggunakan tools Snort-Wireless yang berjalan pada sistem operasi Linux.go. The implementation of this method have been performed using snort-wireless tools. | Tasmil .JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI Vol 1 No 1 Desember 2012 PERFOMANSI WIRELESS INTRUSION DETECTION SYSTEM (WIDS) BERBASIS SNORT UNTUK MENDETEKSI SERANGAN DENIAL OF SERVICE PERFORMANCE OF WIRELESS INTRUSION DETECTION SYSTEM BASED SNORT FOR DETECTING DENIAL OF SERVICE ATTACKS Tasmil Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika Makassar Jl.

. WIDS melakukan tugas ini secara eksklusif untuk jaringan nirkabel. mencari kejadian yang cocok dengan pola perilaku yang dikenali sebagai serangan.3 Algoritma yang diadopsi oleh WIDS untuk mengenali serangan. nomor identitas pola serangan dan penjelasan pola serangan. Response Jika ada yang cocok dengan pola serangan.2 WIDS adalah sebuah perangkat lunak atau perangkat keras alat yang digunakan untuk mendeteksi akses tidak sah dari sistem komputer atau jaringan. Rule Based Detection Analisis dilakukan terhadap aktivitas sistem. mesin analisis akan mengirimkan peringatan ke server. Hal yang perlu diperhatikan pada implementasi WIDS adalah perihal false positive dan false negative. WIDS dapat melewatkan serangan karena serangan tersebut tidak dikenali olehWIDS. False positive adalah peringatan serangan yang dihasilkan oleh WIDS akan sebuah paket normal pada sistem yang dimonitor. Berdasarkan permasalahan yang dihadapi maka rumusan permasalahan dalam penelitian ini adalah “Berapa Besar Performansi WIDS dalam Mendeteksi Serangan DoS?” . 3. Kemudian suatu model akan dibangun dan dimasukkan ke dalam bentuk format yang umum seperti nama pola serangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji kemampuan WIDS dalam mendeteksi serangan DoS dengan menggunakan pola serangan SYN Flooding dan menguji 60 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Sistem ini memonitor lalu lintas di jaringan anda cari dan ancaman penyadapan dan mengingatkan personil untuk merespon. antara lain4 : 1. WIDS akan berdampingan dengan protokol keamanan membantu meningkatkan keamanan total. 2. maka pertahanan mengacu pada pemanfaatan WIDS harus dilakukan. Preprocessing Mengumpulkan data tentang pola dari serangan dan meletakkannya pada skema klasifikasi. Analysis Data dan formatnya akan dibandingkan dengan pola serangan yang sudah dikenali 4. Karena garis pertahanan pertama untuk jaringan nirkabel tampaknya tidak cukup untuk memenuhi keamanan saat ini dan tuntutan di masa yang akan datang. False negative adalah sebuah serangan yang benar-benar terjadi namun terlewatkan oleh WIDS sehingga WIDS tidak akan menghasilkan peringatan apapun atas serangan tersebut. | Tasmil Detection System (WIDS)1. atau karena penyerang berhasil menggunakan sebuah metode serangan yang dapat menghindari WIDS.Perfomansi Wireless Intrusion Detection System .. Beberapa kekurangan dan kelemahan telah di dimunculkan.

Rule mana saja yang akan di menable dan disable dapat diatur melalui Webmin. 4. 2. Menentukan port 80 yang terbuka pada jaringan komputer. User akan mengamati alert yang dihasilkan melalui interface base berbasis web. | Tasmil kemampuan meningkatkan nirkabel.000. WIDS keamanan dalam jaringan tools snort versi 2. 3. 15. Gambar 1. klasifikasi paket serangan tersebut adalah : 1. Target serangan adalah protokol TCP padal layer 4 lapisan OSI. 600.. Menetapkan serangan jumlah paket 2.8.000. 5. membaca paket data dan membandingkannya dengan rule database. 6. Skema serangan DoS pada jaringan Prosedur deteksi serangan SYN Flooding dengan WIDS menggunakan Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 61 . 1. 9. bahkan dapat digunakan untuk menambahkan rule-rule secara manual dengan editor berbasis web. jika paket data dideteksi sebagai penyusupan/serangan. Paket data yang masuk kedalam jaringan komputer direkam dalam file log snort. Prosedur di atas digambarkan ditunjukkan pada Gambar 2. 4.000 dan 21. Webmin adalah Interface Base yang telah ditambahkan module snort rule digunakan untuk mengelola rule.6 adalah sebagai berikut : 1. maka Snort engine akan menuliskannya ke alert (berbentuk file log) dan ke database (yang digunakan dalam eksperimen ini adalah database MySQL).000. 3.Perfomansi Wireless Intrusion Detection System . 12..000.000 paket dengan melakukan pengujian sebanyak 5 (lima) kali.000.000. 3. 18. Komputer penyerang mengirimkan paket SYN sebanyak 300. METODE PENELITIAN Pengumpulan data menggunakan teknik eksperimen berupa percobaan simulasi se rangan DoS dengan paket SYN Flooding seperti ditunjukkan pada Gambar 1. Rule berfungsi untuk mencatat serangan pada sebuah file log.

04 8.0. Engage Packet builder v2.0.6(Detector) Gambar 2. Model desain keamanan jaringan nirkabel dengan WIDS tersebut ditunjukkan pada Gambar 3. MYSQL 6.Perfomansi Wireless Intrusion Detection System .0.8.4. 4.4. Acer Aspire 1430z 2.2  Access Point: 1.4 5.168. Desain keamanan jaringan nirkabel dengan WIDS 62 1 2 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Metode WIDS dengan snort-wireless Pengujian Perfomansi Keamanan Jaringan Nirkabel Dengan WIDS Dalam mendesain keamanan jaringan nirkabel dengan WIDS menggunakan tools snort 2. Tools Snort 2. Acer ASPIRE ONE Intel Atom Processor N450 2.4.2. BASE 1. IP Address 192. Hasil deteksi snort berdasarkan rules yang telah dikonfigurasi untuk mendeteksi serangan DoS kemudian disimpan ke dalam database MYSQL dan log file.8. IP Address 192. Deteksi serangan DoS ditampilkan melalui interface web dengan menggunakan tools Base 1. | Tasmil Spesifikasi Perangkat Keras dan Perangkat Lunak  Detector WIDS: 1. APACHE2 7. Memori 1 GB 3. Linux Ubuntu 11.6 yang bertindak selaku detektor untuk mendeteksi serangan DoS. IP Adress 192.168..168.. Memori 1 GB 3.1 Pengujian performansi WIDS diukur dengan serangan DoS untuk 10 (sepuluh) kali serangan paket SYN Flooding dengan klasifikasi serangan dan performansi WIDS ditunjukkan pada Tabel 1 di bawah ini.3  Intruder: 1. Linksys WRTG54GL 2. Tabel 1. Klasifikasi serangan DoS Pen guji an Jumlah Paket 300 600 Uji coba 5 kali 5 kali Jenis Serangan SYN Flooding SYN Flooding Perfo rman si WIDS (%) Gambar 3.0(SYN FLOODING) 4.

4.04 selaku server dengan simulasi jaringan menggunakan 3 (tiga) komputer dan satu Access Point sebagai router. Komputer server sebagai detektor WIDS dan salah satu client bertindak selaku victim dan attacker. semua paket TCP akan diperiksa kemudian dideteksi apakah traffic paket dalam jaringan merupakan serangan atau paket biasa. database MYSQL. Hasil monitoring paket HASIL DAN PEMBAHASAN Rancangan WIDS menggunakan platform sistem operasi linux Ubuntu 11. port.4 dimana keseluruhan alert tersebut akan ditotal berdasarkan jumlah serangan DoS yang terdeteksi. Serangan DoS ditampilkan dalam bentuk alert atau pesan yang muncul pada halaman depan interface base 1.. Perilaku paket serangan akan diuji berdasarkan rules serangan yang telah dibuat dari hasil konfigurasi snort yang ditunjukkan pada Gambar 4. Konfigurasi Snort-wireless yang dipakai pada simulasi Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 63 . Pengujian ini merupakan hasil simulasi serangan Gambar 4. monitoring web dan penentuan sensor serangan..4. Konfigurasi WIDS meliputi rules serangan. log file. dan waktu penyerangan.4. | Tasmil 3 4 5 6 7 8 9 10 1000 3000 9000 6000 12000 15000 18000 21000 5 kali 5 kali 5 kali 5 kali 5 kali 5 kali 5 kali 5 kali SYN Flooding SYN Flooding SYN Flooding SYN Flooding SYN Flooding SYN Flooding SYN Flooding SYN Flooding DoS berupa pengiriman paket SYN Flooding. Berdasarkan hasil monitoring paket dengan tools Base 1.Perfomansi Wireless Intrusion Detection System . Paket serangan tersebut berupa catatan log IP address. Monitoring serangan sifatnya real time dan dicatat dalam log file WIDS.

0.0. Simulasi serangan dari IP 192.168.Perfomansi Wireless Intrusion Detection System .168. Gambar 6. | Tasmil yang ditampilkan melalui interface Base 1. Klasifikasi serangan SYN Flooding dari hasil analisa memakai Base 1.2. layer dan waktu penyerangan yang ditampilkan melalui interface Base 1.IP address. Gambar 5.4.4 Pengujian serangan menggunakan tools Engage Packet builder v2.2 ke IP 192..0.2.168. Serangan sebanyak 10 (sepuluh) kali pengujian untuk paket yang berbeda didapatkan hasil deteksi serangan DoS.4.168. Pengujian tersebut berhasil diujikan dimana paket tersebut telah membanjiri jaringan komputer berupa paket SYN Flooding sehingga pengguna jaringan yang sah tidak dapat masuk ke dalam sistem jaringan dan request dari pengguna yang sah tidak dapat dilayani akibat dari serangan tersebut sehingga jaringan komputer menjadi kacau dan performansinya menurun. port. Paket serangan DoS dapat dideteksi dengan baik berupa catatan klasifikasi serangan yang terdiri dari jenis serangan.0 yang dikonfigurasi dengan IP Address 192.2.0.3 (IP server) pada protokol TCP dengan port 80.4.4 ditunjukkan pada Gambar 7. Tampilan hasil monitoring serangan memakai Base 1.dengan 64 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Gambar 7. IP ini mengirimkan paket SYN Flooding ke IP Address 192.0.4 ditunjukkan pada Gambar 5.3 memakai Engage Packet builder v2.4. Simulasi ini ditunjukkan melalui port destination pada Gambar 6..4 Hasil pengujian telah dilakukan terhadap keamanan jaringan nirkabel menggunakan metode Wireless Intrusion Detection System (WIDS) dengan serangan DoS.

000 Rata-rata Uji Coba Total Alert 1..000 5 kali 90. 3.970 3. Saran-saran yang dapat diberikan dari analisa kinerja sistem deteksi serangan dengan WIDS: 1. 3.000 paket serangan SYN Flooding . International Journal of Computer Applications (2010) 0975 – 8887 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 65 . | Tasmil performansi 54%.000. 18. Pengaturan rules tersebut ditentukan berdasarkan aturan penerimaan paket untuk serangan DoS.000 21.448 25. 600.000 3. 15. 1.000 9.000 6. Hasil pengujian serangan DoS Pen guji an 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Paket SYN 300 600 1. Priyanka Jadhav.000.000 12.487 Perfor mansi WIDS 98% 99% 78% 48% 59% 25% 34% 34% 31% 34% 54% SIMPULAN Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan WIDS sebagai berikut : 1. Paket serangan kurang dari 10 (sepuluh) paket perdetik tidak terdeteksi sebagai serangan. Tabel 2.158 35.978 7. Serangan DoS yang sebelumnya tidak terdeteksi..000 5 kali 60. 2.152 17.000 5 kali 15.000 5 kali 105. Wireless Intrusion Detection System. akhirnya mampu dideteksi WIDS dengan performansi di atas 50% dari total paket serangan yang diujikan. Menggunakan teknik pengujian lanjutan terhadap ancaman keamanan jaringan nirkabel.680 11. Metode WIDS ini mampu meningkatkan Keamanan jaringan nirkabel terhadap serangan DoS untuk pengujian serangan sebanyak 10 (sepuluh) kali dengan pengiriman 300.470 2.000 15. 9. Dalam pengujian serangan DoS. DAFTAR PUSTAKA 1Snehal Boob. snort sebagai detektor WIDS dikonfigurasi dengan 10 (sepuluh) paket SYN perdetik untuk deteksi serangan DoS.000 5 kali 5. Hasil pengujian menunjukkan bahwa WIDS cukup baik dalam mendeteksi serangan DoS dalam memberikan informasi kepada admin jaringan komputer untuk memblok serangan tersebut. Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa performansi keamanan jaringan komputer dapat ditingkatkan terhadap serangan DoS.500 5 kali 3.656 28.000.000 dan 21. 12.000. Membandingkan kinerja snort dengan tool WIDS yang lain. Adapun hasil serangan DoS berupa pengiriman paket serangan SYN Flooding ditunjukkan pada Tabel 2.000.000 5 kali 45. Metode WIDS mampu mendeteksi serangan DoS berupa serangan SYN Flooding dengan performansi rata-rata 54% terhadap pengujian serangan DoS berupa pengiriman paket SYN Flooding .000 5 kali 75.000 18. Dianjurkan melapisi sistem keaman jaringan nirkabel dengan WIDS khususnya untuk deteksi dini terhadap serangan DoS. 2.000 5 kali 30.Perfomansi Wireless Intrusion Detection System .000 Total Paket SYN 5 kali 1.032 20.

. Hayes. McGrawHill/Osborne. Jurnal Computer Society (2007) P. 2004 Endorf. 2004 3Scott. Georgios Kambourakis and Stefanos Gritzalis. Intrusion Detection & Prevention. and Jim Mellander. SNORT for Dummies. and B. Towards effective Wireless Intrusion Detection in IEEE 802. 4Carl 66 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Wolfe.Perfomansi Wireless Intrusion Detection System .. | Tasmil 2Alexandros Tsakountakis. Wiley Publishing Inc.11i.. Eugene Schultz.

Pengujian ini menghasilkan nilai-nilai kecepatan berupa angka yang dikonversikan dalam satuan Mega bit per second (Mbps). sedangkan tren perubahan kecepatan pada warnet hanya kembali meningkat di waktu sore setelah menurun di waktu siang. sementara kecepatan upload PLIK dan warnet tidak terpaut jauh. while comparison of the upload speed is not significantly different.com ABSTRAK Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) merupakan program pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam upaya pemerataan informasi dan memasyarakatkan internet sehat.id. Tombak No. | Moh. the implementation of PLIK faced many problems. Kata Kunci: Pusat Layanan Internet Kecamatan. using descriptive method and quantitative approach by testing the connection speed utilizing online tester. The speed changes trend in PLIK’s internet connection speed is decreased steadily from morning to afternoon.muttaqin@kominfo. PC client. / Fax. This research aimed to analyze the comparison of PC client connection speed between PLIK and internet cafe. keberlangsungan program PLIK banyak menghadapi kendala. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif melalui pengujian kecepatan koneksi menggunakan alat uji kecepatan online. Muttaqin Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Jl.. moh. In fact.. internet cafe.31. Kenyataannya. while internet cafe’s is increased in the afternoon. PC client.The research found that the PLIK’s download speed is only a half of internet cafe’s. especially it is less popular compared to internet cafe that has similar consumer segmentation. Keywords: Sub District Internet Access. Tel.muttaqin@gmail. internet connection speed Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet .JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI Vol 1 No 1 Desember 2012 ANALISIS PERBANDINGAN KECEPATAN KONEKSI INTERNET PC CLIENT PUSAT LAYANAN INTERNET KECAMATAN (PLIK) DENGAN WARNET DI KOTA BANDA ACEH COMPARATIVE ANALYSIS OF PC CLIENT INTERNET CONNECTION SPEED BETWEEN SUB DISTRICT INTERNET ACCESS (PLIK) AND INTERNET CAFE IN BANDA ACEH Moh. kecepatan koneksi internet ABSTRACT Sub District Internet Access (PLIK) is the governmental program conducted by Ministry of Information and Communication Technology (MICT) in order to evenly distribute information and socializing safe internet usage. Temuan penelitian menunjukkan kecepatan download PC client PLIK hanya setengah kecepatan download PC client warnet. : (061) 6639817 moh. Muttaqin 67 .go. warnet. terutama kalah populer dibandingkan dengan warnet yang memiliki segmentasi konsumen yang sama. after decreased at noon. Medan. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbandingan kecepatan koneksi PC client PLIK dengan warnet. This test shows the connection speed in numeric in Mega bit per second (Mbps). Tren perubahan kecepatan koneksi internet pada PLIK terus menurun seiring perjalanan waktu pagi ke sore.

.Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet .3 Permasalahan penting terkait keberlangsungan program PLIK adalah tingkat pemanfaatannya dibandingkan layanan akses internet lainnya yang memiliki segmentasi pengguna yang sama. penyelenggaraan program PLIK di lapangan menghadapai banyak permasalahan. Kota ini dipilih karena posisinya sebagai ibukota salah satu provinsi dengan penetrasi teknologi telekomunikasi terendah dibandingkan dengan 5 daerah lainnya di Indonesia. PLIK tak banyak berbeda dengan warnet. seperti warnet. penelitian mengenai pemanfaatan internet di Indonesia menyebutkan bahwa pengguna warnet di Indonesia menjadikan aspek kecepatan akses sebagai faktor terpenting dalam memilih akses internet mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kecepatan koneksi internet PC client PLIK dengan warnet kemudian menganalisis perbandingan kecepatan koneksi internet tersebut.2 Indonesian Telecommunications Users Group (IdTUG) merekomendasikan Kementerian Kominfo dan DPR melakukan inspeksi ke lapangan untuk melihat status program PLIK secara langsung. Agar topik penelitian ini tidak terlalu melebar maka penelitian dibatasi hanya dilakukan terhadap PLIK yang beroperasi di Kota Banda Aceh dan warnet yang terdekat dengan setiap PLIK tersebut. sehingga membuat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Menteri Kominfo Tifatul Sembiring dengan Komisi I DPR RI pada 18 Januari 2012 lalu menyepakati evaluasi menyeluruh pada program-program Kominfo. Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 .748 kecamatan di seluruh Indonesia. salah satunya PLIK. siang dan sore hari. Padahal kecepatan adalah salah satu hal yang banyak dikeluhkan di PLIK. Hingga 5 Juli 2011 telah terinstalasi sebanyak 5. konten internet sehat dan harganya yang tak lebih dari Rp 2000.1 Namun. | Moh. harga hanya menjadi prioritas kedua. aplikasinya yang mengandalkan opensource. warnet adalah saingan bagi PLIK. kecuali 68 koneksinya yang menggunakan V-Sat.4 Sehingga untuk dapat bersaing. Namun. Permasalahan inilah yang mendasari penelitian ini. Data kecepatan yang diuji adalah kecepatan unduh (dowload speed) dan kecepatan unggah (upload speed) pada pagi. Muttaqin PENDAHULUAN Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) merupakan perwujudan dari visi Information and Communication Technology (ICT) Indonesia yang dicanangkan oleh Kemenkominfo yaitu terwujudnya masyarakat Indonesia berbasis informasi secara bertahap hingga tahun 2025. Program ini akan tersebar di kurang lebih 5.105 PLIK di 32 Provinsi se-Indonesia. Dengan demikian. sistem operasi Linux.. PLIK seharusnya memiliki kecepatan akses yang lebih baik dari warnet.00 per jam.

bandwidth dapat berarti berapa lama waktu yang diperlukan untuk mengirimkan sebuah bit data melalui jaringan. artinya network tersebut memiliki troughput hanya 2 Mbps. apalagi serat optik. Kecepatan akses internet dapat didefinisikan sebagai kecepatan perpindahan data (datarate) melalui layanan jaringan global internet antar host (setiap unit sistem komputer) yang terhubung pada jaringan tersebut. Bandwidth juga dapat dipandang dari sisi kecepatan. Hasil penelitian ini bermanfaat sebagai data dan informasi yang dapat menjadi bahan bagi penelitian lanjutan terkait kinerja PLIK dan warnet sebagai sarana penyediaan layanan internet bagi masyarakat di Kota Banda Aceh. OOKLA dan bandwidthplace. Misalnya. sebenarnya yang dimaksud dengan kecepatan akses ini adalah troughput dan bukan bandwidth. Gambaran pemilihan layanan internet berdasarkan kecepatan koneksi internet ini akan memberitahukan langkah apa yang harus dilakukan untuk menjadikan PLIK tetap dapat bersaing dan bertahan menjadi layanan internet yang baik bagi masyarakat. walaupun keduanya memiliki keterkaitan.Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet . yaitu speedtest. | Moh. Hasil penelitian ini juga menyajikan gambaran bagaimana perbedaan kecepatan akses yang dirasakan oleh pengguna PLIK dengan pengguna warnet dan dampak perbedaan kecepatan tersebut bagi program PLIK. batas maksimum kecepatan transmisi data melalui berbagai media memang berbeda.. media transmisi satelit (udara) tentu memiliki kecepatan transmisi yang lebih rendah dari media yang menggunakan kabel. Bandwidth 10 Mbps berarti setiap bit data dapat dikirimkan dalam waktu 0. 69 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Dalam kenyataannya. Sebuah network dengan bandwidth 10 Mbps (Mega bit per second) artinya jaringan tersebut mampu mampu mentransmisikan data sebanyak 10 Megabit per detik. maka bandwidth dapat diartikan sebagai jumlah bit-bit yang ditransmisikan dalam waktu tertentu. Jika suatu jaringan 10 Mbps ternyata hanya dapat melayani aplikasi video dengan kemampuan 2 Mbps. Dalam hal ini.. media dengan bandwidth 10 Mbps tidak mencapai nilai aktual sebasar 10 Mbps dalam praktik komunikasi data. Secara teoritis. sehingga dikenal istilah bandwidth riil atau troughput. Muttaqin Pengujian kecepatan dilakukan dengan menggunakan alat uji kecepatan internet online. Kecepatan transmisi data melalui suatu media juga dikenal dengan istilah datarate (kecepatan data).1 microsecond. Kecepatan Koneksi Internet Dalam pembahasan network baseband (sinyal digital).6 Dalam pembicaraan mengenai kecepatan akses. Dengan demikian dapat diketahui bagaimana kondisi persaingan PLIK dengan warnet yang memang memiliki segmentasi pengguna yang sama.

maka metode sampling yang digunakan adalah total sampling.Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet . Pendekatan kuantitatif dilakukan dengan melakukan pengujian secara online terhadap kecepatan koneksi internet PC client PLIK dan warnet menggunakan website penguji kecepatan koneksi internet. sedangkan kecepatan unggah adalah kecepatan transfer data dari komputer pengguna (client) ke server di jaringan internet. Pengujian kecepatan koneksi internet secara online juga mendapat dukungan dari lembaga standarisasi komunikasi FCC (Federal Communication Commission). Pengujian ini menghasilkan nilai-nilai kecepatan berupa angka yang dikonversikan dalam satuan Mbps (Mega bit per second). | Moh.7 METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Menanggapi kebutuhan masyarakat pengguna internet yang tidak hanya ingin mengetahui berapa kecepatan maksimum teoritis dari jaringan yang mereka gunakan. Karena jumlah populasi PLIK yang sangat kecil. Karena penelitian ini akan membandingkan data kecepatan koneksi internet PC client PLIK dengan warnet. dan jumlah populasi warnet yang ada lebih besar dari jumlah populasi PLIK maka jumlah warnet yang dijadikan sampel juga dibatasi.. sehingga terpilih jumlah warnet yang diuji sebanyak 9 warnet di 9 kecamatan. Kecepatan yang dapat dilihat melalui pengujian ini adalah kecepatan unduh (download speed) dan kecepatan unggah (upload speed). Untuk setiap kecamatan diambil satu sampel warnet yang lokasinya paling dekat dengan lokasi PLIK di kecamatan tersebut. Jumlah PC client yang diuji dalam 70 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . pengguna lebih menginginkan untuk mengetahui kecepatan aktual dari koneksi yang mereka miliki. Kecepatan unduh didefinisikan sebagai kecepatan transfer data dari server ke komputer pengguna (client).. Muttaqin Faktor lainnya adalah kecepatan jaringan yang tersedia.com. Kecepatan jaringan yang rendah akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mengakses konten media di internet dibandingkan jaringan dengan kecepatan yang lebih tinggi. Tercatat menurut data Dishubkomintel Aceh dan data PLIK di Kota Banda Aceh di website plikuso. Alat yang digunakan dalam pengujian secara online ini biasanya berupa website. Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah PLIK dan warnet yang beroperasi di Kota Banda Aceh.8 terdapat 11 PLIK di 9 kecamatan dalam Kota Banda Aceh. Pengujian Kecepatan Koneksi Internet Secara Online Pengujian kecepatan internet secara online adalah pengujian kecepatan perpindahan data melalui jaringan internet yang dilakukan secara online.

00-10. maka PLIK yang diteliti hanya ketiga PLIK tersebut. Pengujian malam tidak dilakukan karena waktu operasional PLIK tidak sampai malam hari. Setiap pengujian dilakukan diulang sebanyak tiga kali untuk meningkatkan kepercayaan data.band widthplace. pengujian siang (11.00). Dengan demikian. Penguji kecepatan koneksi internet secara online yang dipilih adalah speedtest (http://speedtest. Pengujian kecepatan akses internet PC client pada PLIK dan warnet dilakukan meggunakan website penguji kecepatan koneksi yang sama untuk mengukur download dan upload speed.Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet .ookla. | Moh. Hanya terdapat tiga PLIK saja yang masih beroperasi yaitu PLIK di kecamatan Syiah Kuala.. Baiturrahman (PLIK Baiturrahman II) dan PLIK Lueng Bata. Waktu pengujian untuk warnet sama dengan waktu pengujian untuk PLIK.00) dan pengujian sore (15. HASIL DAN PEMBAHASAN Fakta yang terungkap di lapangan.00-13. sedangkan warnet yang diteliti adalah warnet yang terdekat dengan lokasi PLIK di 9 kecamatan yaitu BIP Net (Banda Raya).. tidak semua PLIK yang disebutkan dalam data awal masih beroperasi. khususnya bagaimana kecenderungan pilihan pengguna internet terhadap keduanya. Muttaqin setiap PLIK dan warnet adalah 1 unit PC client yang dipilih secara acak.00). Warnet yang dipilih adalah warnet yang berdekatan dengan lokasi PLIK. Dengan demikian akan didapatkan nilai ratarata kecepatan download dan upload untuk setiap waktu pengukuran dan setiap alat ukur yang digunakan. Perhitungan nilai rata-rata hasil pengujian kecepatan koneksi yang terdiri dari kecepatan download dan kecepatan upload dilakukan dengan menghitung rata-rata dari nilai-nilai hasil pengukuran berdasarkan waktu pengukuran dan berdasarkan alat ukur yang digunakan.00-17.com/) dan bandwidthplace (http://www. Dari nilai perbandingan ini dapat dianalisis dampak perbedaan kecepatan koneksi internet PLIK dengan warnet. OOKLA (http://www. Data pengujian akan divariasi berdasarkan waktu yaitu pengujian pagi (08. Nilai rata-rata download dan upload dari pengujian PLIK dan warnet ini kemudian dibandingkan. Penelitian kepustakaan (library research) menggunakan sumber bacaan yang terpilih dan terkait atau relevan dengan masalah yang akan diteliti.com/).net/). Pengumpulan data dilakukan melalui penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan. Analisis Data Analisis data dilakukan dengan menghitung rata-rata hasil pengujian kecepatan koneksi internet PC client pada PLIK dan rata-rata hasil pengujian kecepatan koneksi internet PC client pada warnet. Double Click (Kuta 71 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Penelitian lapangan dilakukan dengan melakukan pengujian langsung pada objek penelitian.

32 0. Abu Game Station (Jaya Baru).19 1.21 0.27 0.16 0.408 1.84 1.41 0. kecepatan download dan upload PC client PLIK dan warnet dapat dibandingkan berdasarkan acuan waktu pengukuran maupun alat ukur.91 0.36 0.64 pengukuran3 0.13 0.1 1.18 0.29 1.4 1.24 0.99 0.46 2.24 0. Tabel 1.25 0.74 pengukuran2 0.44 0.193 1.43 1.2 0. Hasil Pengukuran Kecepatan Koneksi Internet PC Client PLIK dan Warnet di Kota Banda Aceh (semua nilai dalam Mbps) No.23 0.259 1.13 1.354 1. Master.26 0. OOKLA DS bandwidth place speedtest OOKLA US bandwidth place 2 Double Click Kuta Alam speedtest OOKLA DS bandwidth place speedtest OOKLA US bandwidth place 3 Family 72 speedtest DS Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . | Moh. Dengan demikian.9 1.8 0.24 0.28 0.28 0.93 0. Barsya Net (Meuraxa).43 0.241 0.03 1.16 0.65 2.51 0.178 0.29 0.31 0.63 0.65 0. Family Net (Kuta Raja).47 0.24 0.2 0. Hasil Pengukuran Pengukurun kecepatan download dan upload PC client PLIK dan warnet dilakukan dengan mengacu pada waktu pengukuran maupun jenis pengukur yang digunakan.03 0.93 1.47 0.18 0.36 1.35 0.63 0.195 0.36 0.387 0.59 1.24 0.29 0.com (Syiah Kuala).191 1.39 0.67 0.23 0.16 0.8 0. Muttaqin Alam).31 0.227 0.385 0.31 1. 1 Nama BIPNet BandaRaya tester speedtest waktu pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi pengukuran1 0.29 0.22 0.21 1.132 0..97 1.124 0.231 0.22 0.36 0. Naifah Net (Baiturrahman) dan Waris Net (Lueng Bata).396 1.222 0.37 0.91 0.Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet .22 0.28 Ket.226 0.42 0.382 0.24 0. Semua hasil pengukuran dalam satuan Mbps (Megabit per second)..219 0.23 0.12 1.43 0.89 0.41 0.22 0.375 1.32 0.17 1.297 0.94 1. Core Net (Ulee Kareng).24 0.26 0.14 0.24 0.304 0.21 0.

05 1.43 1.16 0.28 0.45 1. | Moh.09 1.091 0.36 1.285 0.494 0.Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet .86 1.225 0.25 0.48 1.223 0.139 0.41 0.32 0.32 1.16 0.19 1.25 0.47 0.06 0.86 0.219 0.33 1.76 1.14 0.44 0.42 0.58 1.09 0.175 0.25 0.1 1.24 0.43 0.21 0.253 0.09 0.08 0.283 0..13 0.073 0.32 0.06 0.167 0.298 0.21 0.12 0.17 0.06 0.32 0.73 0.46 1.26 0.13 0.24 0.34 1.335 0.266 0.23 0.444 0.24 0.24 0.12 0.46 0.31 0.18 1.13 0.45 1.56 0.15 0.199 0.13 0.11 0.33 0.11 0.15 0.46 1.59 0.36 1.23 1.25 1.32 0.137 0.21 0.351 0.307 0.69 0.11 0.118 0.083 0.34 0. Muttaqin Net Kuta Raja OOKLA siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi 1..104 0.48 1.1 0.46 1.55 1.486 0.21 0.22 0.09 0.34 0.252 0.2 0.4 0.17 0.22 1.108 0.234 0.25 0.248 0.08 0.24 0.288 0.43 1.8 0.12 0.83 0.11 0.52 1.249 0.19 1.08 0.29 0.25 0.18 1.29 0.23 0.83 1.49 1.16 0.39 0.16 1.481 0.3 0.08 0.14 1.76 1.127 0.16 0.19 0.42 0.19 0.23 0.12 0.25 0.04 0.87 bandwidth place speedtest OOKLA US bandwidth place 4 BarsyaNet Meuraxa speedtest OOKLA DS bandwidth place speedtest OOKLA US bandwidth place 5 Abu Game Station Jaya Baru speedtest OOKLA DS bandwidth place speedtest OOKLA US bandwidth place 6 CoreNet speedtest DS Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 73 .246 0.24 0.09 0.286 0.06 0.66 1.85 1.134 0.26 0.33 1.114 0.

317 1.104 0.23 0.12 0.235 0.22 0.119 2. | Moh.08 0.05 1.165 0.117 2.26 0.83 0.239 0. Muttaqin Ulee Kareng OOKLA siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi 0.45 0.12 0.29 1.236 0.557 0.112 0.61 1.11 0.52 0.11 0.1 1.46 0.09 0.52 0.23 0.51 0.52 0..576 0.2 0.377 1.25 0.5 0.49 0.35 0.34 1.54 0.51 0.1 0.07 0.173 0.299 0.45 0.93 0.22 0.8 0.11 0.25 0.1 0.224 0.21 0.41 0.23 0.115 0.48 bandwidth place speedtest OOKLA US bandwidth place 7 Master .5 0.12 0.281 0.23 1..295 0.49 0.79 0.22 0.47 0.193 0.28 0.11 0.212 0.4 0.04 0.535 0.2 0.97 0.512 0.2 0.176 0.479 0.49 0.91 0.314 1.547 0.12 0.17 0.19 0.11 0.84 0.51 0.53 0.28 0.48 0.27 0.583 0.09 0.496 0.115 0.23 0.53 0.66 0.23 0.24 0.48 0.526 0.46 0.11 0.59 0.2 0.54 0.247 0.426 1.3 1.28 0.466 0.47 0.51 0.25 0.103 2.114 0.12 0.64 1.45 0.12 0.12 0.81 1.31 0.39 0.95 0.com Syiah Kuala speedtest OOKLA DS bandwidth place speedtest OOKLA US bandwidth place 8 PLIK Syiah Kuala speedtest OOKLA DS bandwidth place speedtest OOKLA US bandwidth place 9 Naifah speedtest DS 74 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 .17 0.46 0.48 0.43 0.35 0.26 0.16 0.9 0.21 0.32 0.82 1.268 0.12 0.112 0.404 0.12 0.Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet .12 0.28 0.11 0.16 1.164 1.19 0.4 0.29 0.11 0.24 0.25 0.6 1.53 0.49 0.57 0.266 0.67 0.

03 bandwidth place speedtest OOKLA US bandwidth place 10 PLIK Baiturrahman II speedtest OOKLA DS bandwidth place speedtest OOKLA US bandwidth place 11 Waris Net LuengBata speedtest OOKLA DS bandwidth place speedtest OOKLA US bandwidth place 12 PLIK speedtest DS Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 75 .91 0.176 0.34 0.41 0.28 0.261 0.216 0.276 0.16 0.58 1. | Moh.15 0.18 0.29 0.29 2.78 2.2 0.53 2.219 0.327 0.35 0.99 0.02 1.276 0.21 0.36 0.23 1..01 1.298 0.35 1.37 0.36 0.23 0.25 0.71 2.82 0.24 0.84 2.27 0.33 0.4 0.13 0.43 0.814 0.27 0.281 0.2 0.06 0.28 0.28 0.85 1.301 1.292 0.639 0.4 0.25 0.322 1.22 0.39 0.31 0.17 0.91 0.345 0.171 0.23 1.69 0.53 0.27 0.37 0.29 0.28 0.2 0.21 0.29 0.279 2.227 0.302 0.15 0.24 0.37 0.63 0.26 0.23 0.273 0.167 0.38 0.23 0.325 1.47 0.88 0.02 0.19 0.32 0.21 0.331 1.25 0.31 0.39 0.29 0.777 0.11 2.78 0.25 0.227 0.21 0. Muttaqin Net Baiturrahman OOKLA siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi 0.53 0.38 0.335 0.21 0.38 0.37 0.953 1.71 1.77 2.413 0.06 1.24 0.264 0.199 0.27 0.19 0.52 2.48 0.658 2.26 0.24 0.222 0.3 0.763 0.65 0.32 0.29 0.03 0.64 2.37 2.739 0.28 0.13 0.31 0.65 0.Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet .336 0.7 0.28 0.39 2.25 0.38 0.22 0.33 0.07 2.259 0.04 0.08 1..7 2.78 0.327 0.197 0.25 0.05 0.29 0.277 0.479 2.777 0.

64 0.222 0.19 0.09 0.42 0.12 0.05 0.72 0.607 0..25 0.089 US Perbandingan Kecepatan Berdasarkan Waktu Perbandingan kecepatan koneksi internet PC client PLIK dengan warnet berdasarkan waktu pengukuran ditampilkan pada Tabel 2.17 0.815 0.25 0.1 0.119 0.188 0. Muttaqin siang sore OOKLA pagi siang sore bandwidth pagi place siang sore speedtest pagi siang sore OOKLA pagi siang sore bandwidth pagi place siang sore Keterangan: DS = Download Speed..24 0.16 0.68 0.51 1.11 1.12 0.218 0.125 0.746 0. Sedangkan perbedaan kecepatan upload di antara keduanya tidak terlalu berbeda.118 0.32 1.198 0.04 0.15 0.61 0.21 0.2 0.09 0. | Moh. Perbandingan Kecepatan PC Client PLIK dengan Warnet Berdasarkan Waktu (satuan kecepatan dalam Mbps) Mbps Download Speed pagi Siang sore PLIK : warnet = 1 : 2 PLIK : warnet = 4 : 7 PLIK : warnet = 3 : 8 Upload Speed PLIK : warnet = 5 : 6 PLIK : warnet = 3 : 4 PLIK : warnet = 2 : 3 76 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 .16 0.19 0.11 0. Tabel 2 menunjukkan perbedaan kecepatan download antara PC client PLIK dengan warnet sangat signifikan.7 0.11 0.14 0.Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet .884 0.58 0.09 0.931 0.29 0. Tabel 2.13 0.367 0. US = Upload Speed Lueng Bata 1 0.266 0.217 0.

867 Mbps. Muttaqin Pada pengukuran pagi. Sedangkan untuk kecepatan upload. dan Tabel 3. Tabel 3 menunjukkan perbedaan kecepatan download antara PC client PLIK dengan warnet sangat signifikan.881 Mbps.270 Mbps.442 : 0.186 : 0. pengukuran siang memberikan perbandingan 4 : 7 dari rata-rata hasil pengukuran senilai 0. | Moh.243 Mbps.215 : 0.344 : 0. pengukuran siang memberikan perbandingan 3 : 4 dari rata-rata hasil pengukuran 0. perbandingan kecepatan download PLIK : warnet adalah 1 : 2 dari perbandingan rata-rata hasil pengukuran senilai 0. Perbandingan Kecepatan PC Client PLIK dengan Warnet Berdasarkan Alat Ukur (satuan kecepatan dalam Mbps) Mbps Download Speed speedtest OOKLA bandwidth place PLIK : warnet = 1 : 2 PLIK : warnet = 1 : 2 PLIK : warnet = 1 : 2 Upload Speed PLIK : warnet = 5 : 8 PLIK : warnet = 1 : 1 PLIK : warnet = 7 : 9 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 77 .029 Mbps. pengukuran menggunakan OOKLA memberikan perbandingan 1 : 2 dari rata-rata hasil pengukuran senilai 0.. Pada pengukuran menggunakan speedtest.260 Mbps.585 : 1.494 : 0. Perbandingan Kecepatan Berdasarkan Alat Ukur Perbandingan kecepatan koneksi internet PC client PLIK dengan warnet berdasarkan alat ukur yang digunakan ditampilkan pada Tabel 3. dan pengukuran sore memberikan perbandingan 2 : 3 dari rata-rata hasil pengukuran 0. pengukuran pagi untuk perbandingan kecepatan PLIK : warnet adalah 5 : 6 dari rata-rata hasil pengukuran 0. perbandingan kecepatan download PLIK : warnet adalah 1 : 2 dari perbandingan rata-rata hasil pengukuran senilai 0..Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet .156 Mbps. Sedangkan perbedaan kecepatan upload di antara keduanya tidak terlalu berbeda.496 : 1.186 : 0. dan pengukuran sore memberikan perbandingan 3 : 8 dari rata-rata hasil pengukuran senilai 0.942 Mbps.

Perbandingan Kecepatan PC Client PLIK dengan Warnet Download Speed Upload Speed PLIK : warnet = 1 : 2 PLIK : warnet = 3 : 4 78 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . baik menggunakan acuan berdasarkan waktu pengukuran maupun alat ukur (tester) dapat dilakukan perhitungan rata-rata perbandingan kecepatan download dan upload PC client PLIK dengan warnet. Hal ini bertujuan agar penyajian perbandingan kecepatan ini sekaligus dapat mengetahui kecenderungan perubahan download dan upload PC client di PLIK dan warnet seiring perubahan waktu dari pagi hingga sore hari yang menjadi patokan waktu pengukuran. Perbandingan 1 : 2 untuk kecepatan download PLIK : Tabel 4.192 : 0.Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet . walaupun nilai perbandingan pada tiap pengukurannya sedikit berbeda.054 Mbps. Penyajian perbandingan kecepatan PC client PLIK dengan warnet hasil pengukuran berikut ini akan disajikan dengan menggunakan rata-rata hasil pengukuran dari ketiga alat ukur (tester) yang digunakan dan menampilkannya dalam variabel waktu. Perbandingan akhir yang ditunjukkan dalam Tabel 4 menggambarkan bahwa kecepatan download PLIK hanya setengah dari kecepatan download warnet. Hal ini menunjukkan hasil pengukuran berdasarkan waktu maupun alat ukur secara umum memberikan hasil yang sama. Muttaqin pengukuran menggunakan bandwidthplace memberikan perbandingan 1 : 2 dari rata-rata hasil pengukuran senilai 0. pengukuran menggunakan OOKLA memberikan perbandingan 1 : 1 dari rata-rata hasil pengukuran 0. Sedangkan untuk kecepatan upload. sedangkan perbedaan kecepatan upload PLIK dengan warnet tidak terlalu signifikan...305 Mbps. dan pengukuran menggunakan bandwidthplace memberikan perbandingan 7 : 9 dari rata-rata hasil pengukuran 0.483 : 1.198 : 0.197 : 0.213 Mbps. | Moh. Perbandingan Kecepatan PLIK dengan Warnet Dari keseluruhan pengukuran kecepatan download dan upload terhadap PC client PLIK dan warnet. pengukuran menggunakan speedtest untuk perbandingan kecepatan PLIK : warnet adalah 5 : 8 dari rata-rata hasil pengukuran 0.255 Mbps.

988 Mbps untuk PLIK : warnet) memiliki dampak serius bagi program PLIK. walaupun perbedaan kecepatan upload PLIK dengan warnet hanya sedikit berbeda.000.988 Mbps.474 : 0. pengguna PLIK dapat beralih mengakses internet di warnet karena kecepatan yang lebih baik.Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet .196 : 0.. dalam kisaran Rp 3.474 : 0. Tarif PLIK yang hanya Rp 2. tarif warnet hanya sedikit lebih mahal. karena faktor ini merupakan faktor utama dalam memilih fasilitas akses. Namun. Muttaqin warnet diperoleh dari perbandingan rata-rata kecepatan senilai 0. Aktivitas download merupakan aktivitas yang lebih banyak dilakukan oleh pengguna internet daripada aktivitas upload (0. PLIK yang standar menggunakan Vsat dengan medium udara. Dengan demikian. Peningkatan kecepatan. Pada rentang waktu ini. SIMPULAN Berdasarkan data hasil pengujian kecepatan koneksi internet PC client PLIK dan warnet di Kota Banda Aceh dan analisis terhadap data-data tersebut dapat disimpulkan bahwa kecepatan download PC client PLIK masih tidak berimbang dengan 79 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . terutama kecepatan download perlu diprioritaskan.258 Mbps untuk PLIK : warnet).196 : 0. Selain perbandingan nilai kecepatan. Tren penurunan kecepatn di PLIK ini kemungkinan dipicu oleh karakteristik media yang digunakan. baik dalam kecepatan download maupun upload. Apalagi kecepatan upload warnet juga lebih tinggi walaupun perbedaannya tidak terlalu besar. Membiarkan kecepatan koneksi PLIK tetap tertinggal dari warnet akan berdampak pada beralihnya pengguna PLIK saat ini ke warnet.. sementara di warnet justru meningkat.000. siang maupun sore hari. bahkan menawarkan paket-paket bagi pengguna internet sehingga tarifnya dapat mendekati tarif PLIK.000.00 tidak cukup untuk menjaga pengguna PLIK untuk tetap bertahan di PLIK karena faktor harga hanya prioritas kedua dalam memilih fasilitas akses internet di Indonesia. sehingga kecepatan data yang ditransmisikan melalui medium ini dipengaruhi oleh perubahan kondisi udara yang berbeda di pagi. Kecepatan koneksi internet di PLIK cenderung menurun pada rentang waktu siang ke sore. | Moh. PLIK tertinggal dari warnet. Selain itu. kecepatan upload PLIK juga berada di bawah kecepatan upload warnet.258 Mbps.00 hingga Rp 4. Temuan ini menunjukkan pengguna internet akan lebih memilih warnet daripada PLIK karena kecepatan download yang lebih tinggi. Sedangkan perbandingan 3 : 4 untuk kecepatan upload PLIK : warnet diperoleh dari perbandingan rata-rata kecepatan senilai 0. perbandingan tren perubahan kecepatan warnet juga lebih baik dari PLIK.00 per jam. Analisis Perbandingan Kecepatan PLIK dengan Warnet Rendahnya kecepatan download PLIK dibanding warnet (0.

Kecepatan upload PC client PLIK juga lebih lambat dari kecepatan upload warnet. 80 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . (http://relawan-tik.org/wpcontent/uploads/2011/08/SOSI ALISASI-BOGOR-BP3TI. Bandung: Modula. diakses tanggal 17 Februari 2012) Iwan. diakses 14 Februari 2012) Bjorn dan Stein Kristiansen. Sebagian Besar Warnet PLIK Tak Bermanfaat.. Siaran Pers No. diakses 14 Februari 2012) Arif. 2007. | Moh. Bruce. (http://plikuso.pdf.pdf.bisnis.com/article s/sebagian-besar-warnet-plik-ta k-bermanfaat. 7Pomerantz. Teori & Modul Praktikum Jaringan Komputer.com/index. Broadband Speed Testing. 5Herlambang. (http://www.php?option=com _content&view=article&id=94:k ota-banda-aceh&catid=42:nangr oe-aceh-darusalam-&Itemid=19 3.int/ITU-D/asp /CMS/Events/2011/ITU-ADB/ Indonesia/Session2-BP3TI .info/downlo ad/attachments/38535197/Bro adband+Speed+Testing. Perubahan kecepatan download dan upload PC client PLIK dan warnet dengan variabel waktu menunjukkan tren yang berbeda. Vol 3 (2). 2012. DAFTAR PUSTAKA 1Balai Beriantho. Muttaqin kecepatan download PC client warnet. diakses 13 Februari 2012) KOMINFO. (http://www. Internet Cafés 6Sofana. (http://www.pdf.Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet . 2011. 2PIH 8PLIK 3Pitoyo..selco. 2011.6/PIH/KOMINFO/1/2012 tentang Rapat Kerja Komisi 1 DPR-RI Dengan Menteri Kominfo Tifatul Sembiring.id/ siaran_pers/detail/2404/Siaran +Pers+No. 2011.+6-PI H-KOMINFO-12012+tentang+Rapat+Kerja+Ko misi+1+DPR-RI+Dengan+Mente ri+Kominfo+Tifatul+Sembiring. 2011. Implementation of USO Program in Indonesia.itu. (http://kominfo. diakses 28 Februari 2012) Kota Banda Aceh. 2011. 4Furuholt. namun perbedaannya tidak sesignifikan pada perbedaan kecepatan download. diakses 18 Januari 2012) Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI). in Asia and Africa -Venues for Education and Learning? Journal of Community Informatics.go.

Kata Kunci e. Nama dan Alamat Penulis c. Jika penulis lebih dari satu dengan alamat berbeda. Simpulan i. e.17 cm). Jumlah tersebut tidak termasuk lampiran. Ditulis dengan menggunakan MS Word pada kertas ukuran A4 (210mmX297mm). Apabila judul ditulis dalam bahasa Indonesia maka dibawahnya ditulis ulang dalam bahasa Inggris. 2. Abstrak dan Kata Kunci harus ditulis dalam dua versi bahasa (Indonesia dan Inggris) c. b. perumusan masalah. tepi kiri dan kanan 3. Cara Penulisan Judul Judul diketik dengan huruf kapital tebal (bold) dan mencerminkan inti tulisan.15 kecuali tabel (spasi 1. Judul b. font Times New Roman ukuran 12.teori. bahan/cara pengumpulan data. Cara Penulisan Nama dan Alamat a. Abstrak d. Contoh: I. dan hipotesis [opsional]) f. Pendahuluan (berisi latar belakang. metode analisis data) g. Jika penulis lebih dari satu orang maka harus ditambahkan kata penghubung ‘dan’ (bukan lambang ‘&’). Nama penulis diketik dibawah judul. Penyebutan istilah di luar bahasa Indonesia atau Inggris harus ditulis dengan huruf cetak miring (italic) f. Standar Umum Penulisan Karya Tulis Ilmiah a. Struktur Karya Tulis Ilmiah Naskah Karya Tulis Ilmiah tersusun menurut urutan sebagai berikut: a. 4. d. Batas atas dan bawah 3 cm. Metode Penelitian (berisi waktu dan tempat. Jaka Sembiring* dan Edi Triono Nuryatno** Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 81 . Daftar Pustaka 3. begitu juga sebaliknya. Naskah ditulis dalam bahasa indonesia atau bahasa Inggris. tujuan. d. Jumlah halaman 10-15 halaman isi. subjudul diperbolehkan tanpa memberikan penomoran.0). Alamat penulis (nama dan alamat instansi tempat bekerja) ditulis lengkap dengan jarak satu spasi beserta e-mail dibawah nama penulis. maka penulis yang berbeda alamat/instansi diberi tanda asterisk* dan untuk membedakan alamat/instansinya. Penulisan awal paragraf pada abstrak dan isi menjorok ke dalam 1 cm. c. Jika diperlukan. Hasil dan Pembahasan h. Tidak menggunakan penomoran dalam penulisan subjudul. ditulis lengkap tanpa menyebutkan gelar. spasi 1. Judul. b.PEDOMAN PENULISAN NASKAH 1.

Pencantuman sumber atau keteranggan diletakkan dibawah tabel. Gunakan angka Arab (1. Cara Penyajian Tabel a. b. rata kiri (bukan center). d. menggunakan font Times New Roman ukuran 12. grafik. Kata kunci terdiri dari tiga sampai lima kata. e. rata kiri.ac. dst) untuk penomoran judul tabel.ac. grafik. Jaka Sembiring* dan Yudi Satria Gondokaryono** Bandung Institute of Technology. Ganeca No. atau 250 kata dalam bahasa Indonesia. Keterangan gambar. foto atau diagram.itb. ditulis menggunakan font Times New Roman ukuran 12. Jenis dan ukuran font untuk isi tabel bisa disesuaikan menurut kebutuhan (Times New Roman atau Arial Narrow ukuran 8-11) dengan jarak spasi tunggal. Grafik. f. d. Jika Abstrak dalam bahasa Indonesia maka diikuti Kata Kunci dalam bahasa Indonesia. foto. menggunakan font Times New Roman ukuran 10.id **Bandung Institute of Technology. Cara Penulisan Abstrak dan Kata Kunci a. 6. Cara Penyajian Gambar. b. atau diagram ditulis dibawh ilustasi. sedangkan judul tabel ditulis normal. b.id **ygondokaryono@stei. Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 82 .id 5.itb. foto atau diagram ditampilkan di tengah halaman (center). dst. Pencantuman sumber atau keterangan diletakkan dibawah ilustrasi. Maksimal 150 kata dalam bahasa Inggris. Grafik. ditempatkan di tengah (center).2. Ganeca No. Ganeca No.3. School of Electrical Engineering and Informatics Jl.*Bandung Institute of Technology. Tulisan ‘Gambar. sedangkan isi keterangan ditulis normal.) untuk penomoran gambar. c.itb. Abstrak ditulis dalam satu paragraf dengan huruf cetak miring (italic) berjarak satu spasi. Gunakan angka Arab (1. 10 Bandung – Indonesia 2editriono@gmail. Foto atau Diagram a. menggunakan font Times New Roman ukuran 10. Tabel ditampilkan rata kiri halaman (bukan center). e. c. Judul tabel ditampilkan dibagian atas tabel. 10 Bandung – Indonesia jaka@stei. 10 Bandung .Indonesia *jaka@stei.2. ditulis dengan huruf cetak miring (italic). e. School of Electrical Engineering and Informatics Jl. Gambar.com II. Jika Abstract dalam bahasa Inggris maka diikuti Keywords dalam bahasa Inggris. 7. d. Foto atau Diagram’ dan ‘nomor’ ditulis tebal (bold). c. Tulisan ‘Tabel’ dan ‘nomor’ ditulis tebal(bold). rata kiri.3. School of Electrical Engineering and Informatics Jl.ac. grafik.

I. Deformasi Gunung Api Bromo pada Peningkatan Aktivis Vulkanik 2006-2007. b. maka penulisannya sebagai berikut: Menurut Adisomarto1 . Standar Kompetensi Jabatan Fungsional Peneliti. foto atau diagram dalam format file . Penulisan kutipan ditunjukkan dengan membubuhkan angka (dalam format superscript) sesuai urutan. e. Riana. Madison University of Wisconsin. Nama Daerah Mamalia di Indonesia.. Berikut adalah contoh cara penulisan Daftar Pustaka dari berbagai sumber yang berbeda.. a. Cara Penulisan Kutipan dan Daftar Pustaka a. Teknik Menulis Karya Tulis Ilmiah. dan tidak ditebalkan (bold)... Jakarta: Rhineke Cipta. f. Bunga Rampai Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 f. maka angka kutipan langsung dibubuhkan setelah nama tersebut.2 Cara Penulisan Daftar Pustaka.1 Cara Penulisan Kutipan di dalam Teks a. 2008. c. Majalah ilmiah dengan Volume dan Nomor Kriswati. L. H. Nomor urut Daftar Pustaka ditulis dalam bentuk superscript.1 (Nomor yang ditulis sesuai dengan urutan dalam Daftar Pustaka). 2007. d. A Manual for Writers of Research Paper. 11(1): 27-36. 83 . grafik. Jika menyebut nama. Chicago: University of Chicago Press.jpg warna hitam putih. 2005. Buku (Lebih dari Empat Penulis) Maryanto.. Buku yang Ditulis atas Nama Lembaga Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Turabian. tanpa tanda kurung satu atau kurung dua.. Jakarta: LIPI Press. Evaluasi Kurikulum. Bandung: Remaja Rosdakarya. Dalam naskah diberikan tanda supersript pada pustaka yang digunakan. b. and H. S. and Dissertarions (7th ed)..Gambar. Wisconsin German Land and Life. 2009. (Nomor yang ditulis sesuai dengan urutan dalam Daftar Pustaka). Angka kutipan ditulis setelah tanda titik akhir kalimat tanpa spasi. d.. C. K. D. Widyariset. 8. Urutan dalam daftar pustaka ditulis sesuai dengan nomor urut kutipan dalam naskah. Dkk. Jakarta: LIPI. Jika nama penulis harus ditampilkan. c. b. contoh: . 2006.Clifford. Bungert. f. et al 2007. Kluge. dan R. R. Ostergen. Tidak perlu memakai catatan kaki. Buku (Satu Penulis) Hasan. e. Theses. Buku (Dua hingga Empat Penulis) Bambang.L. kecuali jika warna menentukan arti. 2008.. 8. 8. E.

Imron. Yang. Kontroversi Dana Dapil. Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 84 . Dalam M. j. (Ed). Kongres.I. 222-25 Juli 2007: Pusat Bahasa Sulawesi Selatan. diakses 14 Januari 2007) n. i. 2005. Makalah dalam Pertemuan Ilmiah. Contoh Penulisan Daftar Pustaka 1 Rajangan. Prosiding Tang. T. M. 2008. Landasan Putar Bebas Hambatan. Journal of Advances and Applications in Bioinformatics and Chemistry. g. S.go. Skripsi. 2007. T. 2010. Paten Indonesia No.uk/secretariat/policiesandpublication/otherpolici es/properscientificicconnduct. 2006. diakses 25 Juni 2010) m.( http://www. A. Fakultas Ilmu Budaya. Tekan Korupsi Bangun Bangsa. Journal of Inflamation Research.2007. Media Massa (Terdapat Nama Penulis) Abimanyu. Kompas. Bogor. Sejarah dan Dialog Peradaban: 81-92.ac. Makassar.B. 9. Media Massa (Tanpa Nama Penulis) Kambing Hitam Kemiskinan. Republika. T. P. 2010. Tesis dan Disertasi Wijana. Inflammatory Mecanism in the Lung. k. (http:://www. 2: 1-11. Hisyam dkk.. Atau Seminar yang Belum Diterbitkan Darsono. Nilai-Nilai Budaya di dalam Sastra Daerah yang Mendasari Sekuritas Sosial Tradisional Ethis Bugis. o. Karkteristik Sosial Ekonomi Petani pada Berbagai Agroekosistem. 2008. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada. Pusat Analisis Ekonomi dan Kebijakan Pertanian.id/modules/news/article. T. Pustaka berupa Dokumen Paten Sukawati. B. h. M. Teripang PERLU Dilindungi. 7 Juni:1. Laporan Penelitian Sumaryanto. Prosiding Kongres Internasinal Bahasa-ahasa Daerah Sulawesi Selatan Tahun 2007: 219-232. and L. 25 November: 33. Tesis. 2006.2004.php?storyd=1291. D. 2 Moldoveanu. A. Simposium. Tulisan Bersumber dari Internet (Terdapat Nama Penulis) Rustandy.kpk.ID/0000114. Bias Gender pada Bahasa Majalah Remaja. Tulisan Bersumber dari Internet (Tanpa Nama Penulis) Guidelines for Proper Scientifict Conduct in Research. 8 September: Pusat Penelitian Biologi LIPI. Bogor : Kementerian Pertanian. Teeri. 1: 51-69. Aversted. Makalah dalam Lokakarya Usulan Jenis Satwa dan Tumbuhan yang Perlu Dilindungi di Indonesia. Pola Komunikasi Kepemimpinan Taufik Abdullah. et al. 2009. 1995.R.imperial. l. Lapoiran Penelitian. P. Evolution of A Domain Conserved in Microtulube-Associated Protein of Eukaryotes. Jakarta: LIPI Press. H.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful