P. 1
Jurnal Teknologi Informasi Dan Komunikasi Vol. 1 Tahun 012

Jurnal Teknologi Informasi Dan Komunikasi Vol. 1 Tahun 012

|Views: 342|Likes:
Published by Moody Infinity
Menkominfo
Menkominfo

More info:

Published by: Moody Infinity on Apr 30, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/27/2015

pdf

text

original

JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

Vol 1 No 1 Desember 2012

KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA RI BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA BALAI BESAR PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA MEDAN

JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
Vol 1 No 1 Desember 2012

KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA RI BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA BALAI BESAR PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA MEDAN

JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
Vol 1 No 1 Desember 2012

Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) adalah jurnal ilmiah, dengan visi menjadi media informasi dan komunikasi bagi pengembangan ilmu pengetahuan serta sebagai rekomendasi dalam penyusunan kebijakan pemerintah di bidang TIK

Pengarah Kepala Badan Litbang SDM Kementerian Kominfo Aizirman Djusan, M. Econ Penanggungjawab Kepala BBPPKI Medan Drs. Waladdin Siagian Ketua Dewan Redaksi Erisva Hakiki Purwaningsih, M.Kom Anggota Dewan Redaksi Dr. Gustianingsih, M. Hum Dr. Esther S.M. Nababan, M. Sc Jarudo Damanik, S.Kom Meilinia Diakonia Br. Ginting, S. Kom Ketua Redaksi Pelaksana Marudur Pandapotan Damanik, ST Anggota Redaksi Pelaksana Moh. Muttaqin, ST Maulia Jayantina Islami, S. Kom, MT Oktolina Simatupang, S. Sos Sekretaris Dewan Redaksi Vita Pusvita, ST Erwin Antonius Manurung, ST Peer Reviewer/Mitra Bestari Prof. Dr. Muhammad Zarlis, M. Sc Prof. Dr. Opim Salim Sitompul, M. Sc Dr. Poltak Sihombing, M.Kom Dr. Erna Budhiarti Nababan, MIT

Sekretariat Redaksi Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika Medan Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Komunikasi dan Informatika Jl. Tombak, No. 31 Medan, Sumatera Utara – Telp/Fax. (061) 6639817
2

Email: jtik.kominfo@gmail.com

PENGANTAR REDAKSI
Puji dan Syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa atas terbitnya Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika (BBPPKI) Medan untuk pertama kali, Volume I Nomor I Desember 2012. Sesuai rencana program BBPPKI Medan, Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi akan terbit dua (2) kali dalam setahun secara periodik dengan tujuan mempublikasikan ideide dan temuan para peneliti Komunikasi dan Informatika yang telah tertuang dalam bentuk tulisan sehingga mampu memberikan pencerahan, perspektif dan ekspektasi tentang pentingnya Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam membangun masyarakat informasi. Hasil-hasil penelitian tersebut diharapkan mampu memberikan pertimbangan dan solusi yang dibutuhkan oleh para stakeholder untuk mengambil keputusan dan pembuatan kebijakan. Oleh karena itu, kepada semua pihak, khususnya peneliti, akademisi, praktisi teknologi informasi dan komunikasi, diharapkan dapat berpartisipasi menyumbangkan ide dan pemikiran yang telah tertuang dalam bentuk tulisan ilmiah, terutama hasil penelitian bidang komunikasi dan informatika. Pada edisi perdana ini kami menerbitkan enam (6) tulisan, yaitu “Kompetensi Pengelola dalam Mengatasi Permasalahan Teknis pada Pusat Layanan Informasi Kecamatan”. Dalam tulisan ini, Marudur Pandapotan Damanik menjelaskan bahwa kompetensi teknis pengelola PLIK di bidang TIK masih dirasa belum cukup memadai dan masih perlu untuk ditingkatkan. Hal ini didasarkan pada unit kompetensi yang terdapat pada SKKNI bidang Computer Technical Support. Selanjutnya Vita Pusvita menulis tentang “Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan Pusat Layanan Internet Kecamatan di Kota Banda Aceh” dan menjelaskan bahwa Parameter QoS berupa throughput, delay, packet loss dan jitter tidak dapat dipisahkan antara yang satu dan lainnya dalam menentukan suatu kualitas layanan jaringan. Jika salah satu parameter termasuk dalam kategori kurang baik maka hal ini dapat menurunkan kualitas layanan jaringan secara keseluruhan. Wicaksono Febrianto menulis “Perancangan Knowledge Management System Berorientasi Proses Bisnis (Studi Kasus Balai Diklat Metrologi Kementerian Perdagangan)”. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara umum semua proses bisnis belum mengoptimalkan semua komponen yang terdapat dalam framework pemodelan knowledge process dari Strohmaier yang dimodifikasi menggunakan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara No.12 tahun 2011 mengenai Pedoman Penataaan Tatalaksana (business process). Jarudo Damanik menulis tentang “Kajian Implementasi Watchguard Firebox Seri 125e Sebagai Penyaring Konten pada Jaringan Kantor Pemerintah Kota Batam”. Penyaring konten yang dipakai di Kantor Pemerintah Kota Batam adalah firebox seri 125e yang memiliki keunggulan melakukan blok terhadap konten sebuah website secara menyeluruh. Pendeteksian virus, worm maupun gerakan yang mengarah pada tindakan berupa hack dapat berjalan secara maksimal melalui perangkat ini. Tasmil melakukan kajian Wireless Intrusion Detection System untuk mendeteksi serangan Denial of Service terhadap jaringan wireless. Dalam penerapan, metode WIDS menggunakan tools Snort-Wireless yang berjalan pada sistem
Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012

3

operasi Linux. Muttaqin melakukan Pengujian yang menghasilkan nilai-nilai kecepatan berupa angka yang dikonversikan dalam satuan Mega bit per second (Mbps) dan telah dituangkan dalam tulisan “Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet PC Client Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) dengan Warnet di Kota Banda Aceh”. Temuan penelitian menunjukkan kecepatan download PC client PLIK hanya setengah kecepatan download PC client warnet. Sistem tersebut diuji dengan serangan Denial of Service menggunakan tools Engage Packet Builder. Paket serangan kemudian dideteksi sebagai sebuah serangan Denial of Service melalui hasil monitoring paket jaringan. Tasmil menjelaskan penelitiannya dalam tulisan “Perfomansi Wireless Intrusion Detection System (WIDS) Berbasis Snort untuk Mendeteksi Serangan Denial of Service”. Salam. Redaksi Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 4 . sementara kecepatan upload PLIK dan warnet tidak terpaut jauh. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan bagi pembaca sekalian. Moh.

Muttaqin Pedoman Penulisan Naskah 3 4 5 11 25 37 51 59 67 81 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 5 .DAFTAR ISI Pengantar Redaksi Daftar Isi Lembar Abstrak Kompetensi Pengelola dalam Mengatasi Permasalahan Teknis pada Pusat Layanan Internet Kecamatan Marudur Pandapotan Damanik Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan Pusat Layanan Internet Kecamatan di Kota Banda Aceh Vita Pusvita Perancangan Knowledge Management System Berorientasi Proses Bisnis (Studi Kasus Balai Diklat Metrologi Kementerian Perdagangan) Wicaksono Febriantoro Kajian Implementasi Watchguard Firebox Seri 125e Sebagai Penyaring Konten pada Jaringan Kantor Pemerintah Kota Batam Jarudo Damanik Perfomansi Wireless Intrusion Detection System (WIDS) Berbasis Snort untuk Mendeteksi Serangan Denial of Service Tasmil Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet PC Client Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) dengan Warnet di Kota Banda Aceh Moh.

The information was collected through field studies by performing in-depth interviews to PLIK managers in 9 locations and also the authorized officer in the department of transportation who responsible for handling telecommunication affairs. dimana umumnya pengelola hanya mampu menggunakan komputer dan aplikasi secara umum. PLIK. Pengumpulan data dilakukan dengan cara mewawancarai para pengelola di 9 (sembilan) lokasi PLIK dan pihak Dinas Perhubungan. Keywords: Competence. dimana terdapat 4 (empat) lokasi PLIK yang terbengkalai dan penggunaan sistem operasi non open source pada perangkat komputer. Another finding that quite significant is about the PLIK implementation that is not as expected. The result shows that the technical knowledge and proficiency of the managers are still inadequate. Temuan lainyang dirasa cukup signifikan adalah implementasi PLIK yang tidak sesuai yang diharapkan. Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) yang didirikan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika kurang mendapat perhatian Lembar Abstrak | Abstract Sheet 6 . Likewise. and the illegal use of proprietary operating system. Hasil penelitian menemukan bahwa kompetensi teknis pengelola PLIK terasa kurang memadai. Lembaran abstrak ini boleh dikopi tanpa izin dan biaya. sedangkan dalam aspek troubleshooting dan penanganan permasalahan teknis masih sangat kurang. Marudur P. Telecenter. PLIK. SDM. This study also perform some observations and literature review. they are also considered lack of skills in dealing with technical issues. Kata Kunci: Kompetensi. Damanik | BBPPKI Medan JTIK Vol 1 No 1 Desember 2012 KOMPETENSI PENGELOLA DALAM MENGATASI PERMASALAHAN TEKNIS PADA PUSAT LAYANAN INTERNET KECAMATAN Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana kompetensi pengelola Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) dalam mengatasi permasalahan teknis yang terjadi pada PLIK di Kabupaten Pontianak Provinsi Kalimantan Barat.JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI Vol 1 No 1 Desember 2012 Kata kunci yang dicantumkan adalah istilah bebas. Permasalahan teknis MANAGEMENT’S COMPETENCIES OVERCOMING TECHNICAL ISSUES SUBDISTRICT INTERNET CENTER IN ON This study aimed to describe how management’s competencies play role in overcoming technical issues on the subdistrict internet center (PLIK) in Pontianak District. West Kalimantan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatifdan dianalisis secara deskriptif. where they are only able to use computer in general and common applications. Telecenter. disamping melakukan observasi dan studi literatur. Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pontianak. because there are 4 PLIKs that cannot be utilized. Human resource. Technical issues Vita Pusvita | BBPPKI Medan JTIK Vol 1 No 1 Desember 2012 ANALISIS TEKNIS KUALITAS LAYANAN JARINGAN PUSAT LAYANAN INTERNET KECAMATAN DI KOTA BANDA ACEH Penelitian ini membahas mengenai analisis teknis kualitas layanan jaringan PLIK di Kota Banda Aceh. It uses qualitative approach and anayzed descriptively.

Berdasarkan hasil pengukuran. dari 11 PLIK. particularly the internet. Banda Aceh is expected to adopt PLIK well. Syiah Kuala. 7 proses bisnis belum lengkap teridentifikasi knowledge processnya. Banda Aceh is recognized as one of the cities in Indonesia at the fore front of adopting information and technology developments. jitter. one of the factors that affect the public interest is Quality of service (QoS) that is provided. Selain itu dihasilkan juga rancangan arsitektur KMS dan Information Technology (IT Tools) sebagai knowledge infrastructure pendukungnya. they are PLIKBaiturrahman. the measurement of packet loss has not met the ITU standard yet and the other parameters have met it. so that many of them are neglected. while in PLIK Lheung Bata. jitter. Banda Aceh Wicaksono Febriantoro | Balai Diklat Metrologi JTIK Vol 1 No 1 Desember 2012 PERANCANGAN KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM BERORIENTASI PROSES BISNIS (Studi Kasus Balai Diklat Kementerian Perdagangan) Metrologi Dalam penelitian ini dirancang Knowledge Management System (KMS) berorientasi proses bisnis di dalam lembaga diklat pemerintahan menggunakan tools dan metode pemodelan knowledge process dan perancangan knowledge infrastructure dari Strohmaier. IT Tools yang ada diharapkan dapat mendukung 2 strategi knowledge process yaitu strategi kodifikasi (mengelola pengetahuan yang terdokumentasi) dengan alternatif teknologi pendukung Document/Content Management 7 . and Lheung Bata. Syah Kuala. rusak dan berubah menjadi warnet komersial. Salah satu faktor yang mempengaruhi minat masyarakat secara teknis adalah kualitas layanan jaringan yang disediakan. The QoS parameters consists of throughput. In Banda Aceh. Keywords: Sub-District Internet Service Center. Banda Aceh TECHNICAL ANALYSIS OF SERVICE NETWORK QUALITY IN SUB-DISTRICT INTERNET SERVICE CENTER IN BANDA ACEH This research is about technical analysis of network service quality in SubDistrict Internet Service Center in Banda Aceh. Therefore. Technically. there are only 3 of 11 PLIK that are well operated. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Identifikasi dan Analisis awal menunjukkan dari 10 proses bisnis yang dianalisis. khususnya internet. damaged and turned into a commercial internet cafe. PLIK Syiah Kuala dan Baiturrahman memenuhi semua standar parameter QoS. Banda Aceh diharapkan dapat mengadopsi PLIK dengan baik. dan Lheung Bata. delay and packet loss by using Wireshark is measured in this research. Sub-District Internet Service Center that is built by Ministry of Communication and Information Technology is getting less public attention. Berkaitan dengan hal ini Banda Aceh diakui menjadi salah satu kota di Indonesia yang terdepan dalam mengadopsi perkembangan teknologi dan informasi. Based on the measurement. Di dalam penelitian ini dilakukan pengukuran terhadap parameter-parameter QoS berupa throughput. Kualitas Layanan. Result of Lembar Abstrak | Abstract Sheet measurement are numbers that describe Quality of Service. sedangkan pada PLIK Lheung Bata. Hasil analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa secara umum semua proses bisnis belum mengoptimalkan semua komponen dari knowledge creation sampai dengan knowledge application.masyarakat sehingga banyak yang terbengkalai. This research uses descriptive method with quantitative approach. Hasil perancangan knowledge process yang telah dilengkapi menghasilkan 53 tahapan proses (ada tambahan 19 tahapan proses baru). PLIK Baiturrahman and Syiah Kuala have met all the standards of QoS parameters. Oleh karena itu. Proses bisnis yang menjadi studi kasus pada penelitian ini yaitu proses bisnis Widya Iswara (WI) di Balai Diklat Metrologi Kementerian Perdagangan. Hasil pengukuran berupa angka-angka yang menggambarkan kualitas layanan jaringan. hasil pengukuran packet loss belum memenuhi standar ITU dan parameter QoS lainnya sudah memenuhi standar. hanya ada 3 PLIK yang beroperasi yaitu PLIK Baiturrahman. Di Kota Banda Aceh. Proses baru ini sebagian besar ada pada knowledge transfer dan knowledge application yang telah terdefinisi. delay dan packet loss dengan menggunakan Wireshark. Kata Kunci: PLIK. In this regard. Quality of Service.

sehingga proses penyeleksian konten dapat dilakukan secara relevan. virtual work space application dan discussion group based application. all business processes have not been optimized yet to fulfill all the components of knowledge creation to knowledge application. Search Engine/Information Retrieval System dan Expert Locator serta strategi personalisasi (mengelola tacit knowledge) dengan alternatif teknologi pendukung Working Group/Community of Practice Tool. Kata Kunci: Proses Bisnis. karena tidak semua konten yang terdapat pada sebuah situs tersebut negatif. worms and the movement that led to the action of a hack to run the maximum through this device. Knowledge Infrastructure. Knowledge Process. The content filter used is firebox 125e series which has the adventage to block all of website content. search engine / information retrieval system. pendeteksian A STUDY ON THE IMPLEMENTATION OF WATCHGUARD FIREBOX 125e SERIES AS A CONTENT FILTER IN BATAM LOCAL GOVERNMENT’S NETWORK A study on the implementation of the content filtering system has been done in Batam local government’s network. In addition. Namun pemblokiran seluruh konten yang terdapat pada sebuah website memunculkan permasalahan. The results of the completed knowledge process design showed that there are 53 stages of the process (there are new additional 19 stages of the process). blocking all content on the website raises a problem because not all of the website content is negative. Knowledge Infrastructure. firebox 125e series. Keywords: Business Processes. expert locator and the personalization strategy (to manage the tacit knowledge) with the supporting IT Tools such as working/community of practice tool. Detection of viruses. Pendeteksian virus. Disarankan untuk menciptakan sebuah perangkat yang mampu mendeteksi sebuah konten page per page. virtual work space application dan discussion group based application. worm maupun gerakan yang mengarah pada tindakan berupa hack dapat berjalan secara maksimal melalui perangkat ini. Kata Kunci: Penyaring konten. Knowledge Management system. Ministry of Trade Republic of Indonesia) The aim of this study is to desig a business proces-oriented Knowledge Management System (KMS) in government training institutions using the tools and knowledge modeling methods and knowledge infrastructure process design of Strohmaier.berupa Wiki dan Blog. Penyaring konten yang dipakai adalah firebox seri 125e yang memiliki keunggulan melakukan blok terhadap konten sebuah website secara menyeluruh. Lecturer (WI) business process is the main case study for this research. Knowledge Process. The IT tools are expected to support two knowledge process strategies : the codification strategy (to manage the documented knowledge) with the supporting IT Tools such as document / content management system in the form of wiki and blog. The new processes are largely on the knowledge transfer and knowledge application that have been defined. Jarudo Damanik | BBPPKI Medan JTIK Vol 1 No 1 Desember 2012 KAJIAN IMPLEMENTASI WATCHGUARD FIREBOX SERI 125e SEBAGAI PENYARING KONTEN PADA JARINGAN KANTOR PEMERINTAH KOTA BATAM Kajian implementasi sistem penyaring konten telah dilakukan di Kantor Pemerintah Kota Batam. Kajian ini diharapkan menjadi masukan Pemerintah Kota Batam untuk menentukan penggunaan konten filtering yang efektif. The further analysis showed that in general. However. The preliminary identification and analysis showed that 7 of 10 business processes have not been fully identified in terms of their knowledge processes. KMS architecture and IT tools as supporting knowledge infrastructure designs are defined. In this researh we apply qualitative method to see Lembar Abstrak | Abstract Sheet . BUSINESS PROCESS ORIENTED KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM DESIGN (Case Study of Metrology Training Centre. Penelitian ini menggunakan metoda kualitatif untuk melihat sejauh mana penggunaan konten filtering dilakukan di Kantor Pemerintahan Kota Batam. Knowledge Management 8 System.

Metode tersebut dapat menjadi solusi keamanan jaringan nirkabel dari serangan yang setiap saat dapat mengancam. Dalam penerapan metode WIDS menggunakan tools Snort-Wireless yang berjalan pada sistem operasi Linux. Hasil penelitian yang telah dilakukan.how far content filtering has been used in Batam Local Government’s Network. The system was tested with Denial of Service attacks using tools Engage Packet Builder. Denial of Service PERFORMANCE OF WIRELESS INTRUSION DETECTION SYSTEM BASED SNORT FOR DETECTING DENIAL OF SERVICE ATTACKS Performance of Wireless Intrusion Detection System to detect Denial of Service against wireless network has been studied. From the study. firebox 125 e series. Packet attack was then detected as a denial of service attacks through the monitoring network packets. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbandingan kecepatan koneksi PC client PLIK dengan warnet. Kata Kunci: Pusat Layanan Internet Kecamatan. it has been obtained that the Wireless Intrusion Detection System were succeded in detecting Lembar Abstrak | Abstract Sheet . metode Wireles Intrusion Detection System mampu mendeteksi serangan Denial of Service dengan performasi 54%. Kenyataannya. terutama kalah populer dibandingkan dengan warnet yang memiliki segmentasi konsumen yang sama. Kata kunci: Jaringan nirkabel. Temuan penelitian menunjukkan kecepatan download PC client PLIK hanya setengah kecepatan download PC client warnet. Sistem tersebut diuji dengan serangan Denial of Service menggunakan tools Engage Packet Builder. WIDS. Pengujian ini menghasilkan nilai-nilai kecepatan berupa angka yang dikonversikan dalam satuan Mega bit per second (Mbps). Keywords: Content filtering. sementara kecepatan upload PLIK dan warnet tidak terpaut jauh. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif melalui pengujian kecepatan koneksi menggunakan alat uji kecepatan online. keberlangsungan program PLIK banyak menghadapi kendala. It is recomended to create a capable device to detect page per page. It is argued that the method might be suitable for a solution of wireless network security. Muttaqin | BBPPKI Medan JTIK Vol 1 No 1 Desember 2012 ANALISIS PERBANDINGAN KECEPATAN KONEKSI INTERNET PC CLIENT PUSAT LAYANAN INTERNET KECAMATAN (PLIK) DENGAN WARNET DI KOTA BANDA ACEH Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) merupakan program pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam upaya pemerataan informasi dan memasyarakatkan internet sehat. sedangkan tren perubahan kecepatan pada warnet hanya kembali meningkat di waktu sore setelah menurun di waktu siang. This study is expected to provide input Batam Local Government to determine effective content filtering. warnet. PC client. kecepatan koneksi internet COMPARATIVE ANALYSIS OF PC CLIENT INTERNET CONNECTION SPEED BETWEEN SUB DISTRICT INTERNET ACCESS (PLIK) AND INTERNET CAFE IN BANDA ACEH Sub-District Internet Access (PLIK) is the governmental program conducted by Ministery of Information and Communication Technology (MICT) in order to evenly 9 Tasmil | BBPPKI Makassar JTIK Vol 1 No 1 Desember 2012 PERFOMANSI WIRELESS INTRUSION DETECTION SYSTEM (WIDS) BERBASIS SNORT UNTUK MENDETEKSI SERANGAN DENIAL OF SERVICE Telah dilakukan kajian Wireless Intrusion Detection System untuk mendeteksi serangan Denial of Service terhadap jaringan wireless. so the selection process can be carried out relevant content. WIDS. Paket serangan kemudian dideteksi sebagai sebuah serangan Denial of Service melalui hasil monitoring paket jaringan. Keywords: Wireless Network. detection the Denial of Service attacks by 54 %. Tren perubahan kecepatan koneksi internet pada PLIK terus menurun seiring perjalanan waktu pagi ke sore. The implementation of this method have been performed using snort-wireless tools. Denial of Service Moh.

after decreased at noon. This research aimed to analyze the comparison of PC client connection speed between PLIK and internet cafe. internet connection speed 10 Lembar Abstrak | Abstract Sheet . internet cafe. The speed changes trend in PLIK’s internet connection speed is decreased steadily from morning to afternoon. Keywords: Sub District Internet Access. In fact. This test shows the connection speed in numeric in Mega bit per second (Mbps). while comparison of the upload speed is not significantly different. especially it is less popular compared to internet cafe that has similar consumer segmentation.The research found that the PLIK’s download speed is only a half of internet cafe’s. using descriptive method and quantitative approach by testing the connection speed utilizing online tester.distribute information and socializing safe internet usage. while internet cafe’s is increased in the afternoon. PC client. the implementation of PLIK faced many problems.

31 Medan marudur.d@kominfo.go. | Marudur Pandapotan Damanik 11 . Pengumpulan data dilakukan dengan cara mewawancarai para pengelola di 9 (sembilan) lokasi PLIK dan pihak Dinas Perhubungan. This study also perform some observations and literature review.p. Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pontianak. PLIK. The information was collected through field studies by performing in-depth interviews to PLIK managers in 9 locations and also the authorized officer in the department of transportation who responsible for handling telecommunication affairs. where they are only able to use computer in general and common applications. Human resource. SDM. because there are 4 PLIKs that cannot be utilized. Technical issues Kompetensi Pengelola Dalam Mengatasi. disamping melakukan observasi dan studi literatur. PLIK. dimana terdapat 4 (empat) lokasi PLIK yang terbengkalai dan penggunaan sistem operasi non open source pada perangkat komputer. Another finding that quite significant is about the PLIK implementation that is not as expected. Permasalahan teknis ABSTRACT This study aimed to describe how management’s competencies play role in overcoming technical issues on the subdistrict internet center (PLIK) in Pontianak District. Hasil penelitian menemukan bahwa kompetensi teknis pengelola PLIK terasa kurang memadai. Telecenter. and the illegal use of proprietary operating system. Likewise. Damanik Kementerian Komunikasi dan Informatika Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika Medan Jl. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatifdan dianalisis secara deskriptif. Keywords: Competence. The result shows that the technical knowledge and proficiency of the managers are still inadequate.JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI Vol 1 No 1 Desember 2012 KOMPETENSI PENGELOLA DALAM MENGATASI PERMASALAHAN TEKNIS PADA PUSAT LAYANAN INTERNET KECAMATAN MANAGEMENT’S COMPETENCIES IN OVERCOMING TECHNICAL ISSUES ON SUBDISTRICT INTERNET CENTER Marudur P. It uses qualitative approach and anayzed descriptively.. Temuan lainyang dirasa cukup signifikan adalah implementasi PLIK yang tidak sesuai yang diharapkan. they are also considered lack of skills in dealing with technical issues. West Kalimantan. Telecenter. dimana umumnya pengelola hanya mampu menggunakan komputer dan aplikasi secara umum. sedangkan dalam aspek troubleshooting dan penanganan permasalahan teknis masih sangat kurang. Kata kunci: Kompetensi. Tombak No.id ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana kompetensi pengelola Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) dalam mengatasi permasalahan teknis yang terjadi pada PLIK di Kabupaten Pontianak Provinsi Kalimantan Barat..

Di sisi lain juga disepakati bahwa telah terjadi kesenjangan digital di antara negaranegara maju dan negara-negara berkembang. serta memastikan bahwa lebih dari setengah penduduk dunia sudah mendapatkan akses kepada teknologi informasi dan komunikasi. Dalam mendukung komitmen WSIS. dimana pada pasal 16 ayat (1) disebutkan bahwa “Setiap jaringan telekomunikasi dan atau penyelenggara jasa telekomunikasi wajib memberikan kontribusi dalam pelayanan universal. Pemerintah Republik Indonesia dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memiliki sebuah program yang dinamakan Kewajiban Pelayanan Umum (Universal Service Obligation/USO) di bidang telekomunikasi. Sebuah konferensi tingkat tinggi bernamaWorld Summit on the Information Society (WSIS) yang diprakarsai oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) bersama dengan International Telecommunication Union (ITU) menekankan bahwa betapa pentingnya peranan TIK sebagai pilar utama menuju masyarakat informasi.Kompetensi Pengelola Dalam Mengatasi. mailing list. Sebuah masyarakat informasi terbentuk oleh semakin baiknya dunia pendidikan dalam menciptakan tenaga-tenaga profesional. komputer.” Program USO Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi.. Program ini dilaksanakan sesuai amanat UndangUndang No. Sebuah masyarakat informasi digambarkan sebagai sebuah bangsa dimana mayoritas tenaga kerjanya terdiri dari pekerja informasi. | Marudur Pandapotan Damanik PENDAHULUAN Saat ini masyarakat dunia bergerak dan berevolusi menuju ke sebuah tatanan baru yang dikenal sebagai era informasi atau masyarakat informasi. serta komunitas maya. Perubahan ini juga didorong oleh kemajuan teknologi yang ditandai dengan munculnya beragam produk teknologi komunikasi seperti televisi. Maka untuk mengatasinya para pemimpin negara-negara di dunia sepakat untuk membuat target bahwa pada tahun 2015 seluruh desa di setiap negara sudah terhubung dengan TIK. Pada tahun 2003 yang kemudian dilanjutkan pada tahun 2005 para pemimpin dunia melakukan pertemuan guna membahas isu-isu yang berhubungan dengan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) serta pengaruhnya 12 terhadap kehidupan masyarakat di dunia. Perangkat serta metode komunikasi ini membuat arus informasi sedemikian cepat hingga membuat jarak tidak lagi membatasi dalam melakukan transfer informasi. bahkan teknologi internet yang melahirkan metode-metode komunikasi baru seperti e-mail. namun sebagai komoditi atau sesuatu yang berharga hingga dapat dijual kepada pengguna informasi. dan informasi merupakan unsur yang paling penting. telepon genggam..1 Masyarakat informasi tidak lagi menjadikan informasi hanya sebagai sesuatu yang biasa.

Dari uraian di atas maka penelitian ini bertujuan untuk menjawab permasalahan yang dikerucutkan menjadi 2 (dua) poin. sejak tahun 2003 program USO telah membuka akses telepon umum untuk tiap desa di Indonesia.2 Hal ini bertujuan untuk dapat memetakan permasalahan-permasalahan yang terjadi hingga dapat dicarikan solusi secara tepat. sehingga sangat membebani baik dalam hal waktu maupun biayanya.Kompetensi Pengelola Dalam Mengatasi. dan berbagai informasi lain yang dibutuhkan. dan hingga 2004 telah terbangun akses di 5. Sesungguhnya program PLIK merupakan langkah nyata pemerintah dalam mengatasi kesenjangan digital di Indonesia. | Marudur Pandapotan Damanik ini memiliki agenda untuk memperluas akses informasi dan komunikasi hingga wilayah perdesaan. bahkan salah satu PLIK di Pontianak tidak beroperasi sejak awal pemasangan.. Dengan adanya PLIK masyarakat khususnya di perdesaan dapat dengan mudah mendapatkan informasi pertanian. untuk menggambarkan kompetensi 13 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Program ini bertujuan untuk membuka akses internet ke seluruh wilayah kecamatan khususnya wilayah pelosok di Indonesia. perdagangan.Untuk mencapai tujuan tersebut. serta membiasakan diri dalam menggunakan komputer dan internet. Namun hal ini tentu memberatkan mengingat banyaknya jumlah PLIK yang dibangun. Sebagai tindak lanjut dari penyediaan akses telepon umum di perdesaan. Keberadaan PLIK dapat dipandang sebagai sebuah terobosan baru dalam memperluas akses informasi dan komunikasi bagi masyarakat. dimana salah satu poinnya adalah dengan melakukan evaluasi secara langsung ke lokasilokasi PLIK berada. Berbagai kendala dan permasalahan timbul dalam implementasinya. Solusi terbaik adalah dengan memiliki pengelola PLIK dalam bidang TIK sehingga dapat memberikan pertolongan pertama ketika perangkat mengalami masalah. yaitu pertama. Bagi anak-anak PLIK juga bermanfaat sebagai media dalam mencari ilmu pengetahuan. Sebuah penelitian mencoba merumuskan strategi implementasinya. Di beberapa lokasi terdapat kerusakan perangkat yang hingga saat ini belum diperbaiki. diharapkan kerusakan dan masalah yang terjadi di PLIK dapat diselesaikan dengan cepat dan tidak berlarut-larut. namun pada pelaksanaanya di lapangan PLIK terasa kurang termanfaatkan. Dengan memiliki pengelola PLIK yang berkompeten dalam mengoperasikan serta melakukan perawatan perangkat. di tahun 2009 program USO dilanjutkan dengan membangun Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) dengan menyediakan 1 unit server dan 5 unit personal computer (PC) client serta akses internet melalui koneksi satelit.354 desa..

6 Di sini Spencer dan Spencer mengidentifikasi 5 (lima) jenis karakteristik kompetensi yang terdiri dari motif. konsep diri. Konsep diri merupakan sikap.. mengarahkan dan memilih untuk melakukan suatu tindakan terentu. Dalam model kompetensi gunung es terdapat karakteristik kompetensi yang tampak dan yang tersembunyi. pembentukan dan pengembangan organisasi dan budaya perusahaan. Sedangkan keterampilan merupakan kemampuan seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas tertentu. sebagai unggulan di bidang tersebut. pembelajaran perusahaan. sifat.Motif adalah hal-hal yang menstimulasi tindakan seseorang. nilai atau gambaran diri yang dimiliki seseorang. Motif juga berperan dalam mendorong. Hal ini dikarenakan kompetensi individu biasanya sangat terkait dengan tugas dan kinerja organisasi. rekrutmen dan seleksi.3 Kompetensi dalam sebuah organisasi atau perusahaan bertujuan untuk pembentukan dan evaluasi pekerjaan. serta sistem imbal jasa. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi gambaran dari implementasi PLIK yang telah berjalan. manajemen karier. Karakteristik kompetensi tersebut diwujudkan dalam model kompetensi gunung es dan model kompetensi inti dan permukaan. dimana peningkatan kompetensi individu akan diikuti dengan peningkatan kualitas kerja dan kinerja organisasi.4 Kompetensi menunjukkan keterampilan atau pengetahuan yang dicirikan oleh profesionalisme dalam 14 bidang tertentu sebagai sesuatu yang terpenting. karena pada kenyataannya karakteristik kompetensi ini Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . pengetahuan. Aspek keterampilan dan pengetahuan termasuk dalam karakteristik kompetensi yang tampak dan berada di permukaan. untuk menjelaskan kompetensi apa yang dibutuhkan pengelola dalam mengatasi permasalahan teknis di PLIK. Pengetahuan adalah informasi yang dimiliki seseorang pada suatu bidang yang spesifik. dan keterampilan.5 Kompetensi juga dapat dipandang sebagaikarakteristik dasar seseorang yang dapat menghasilkan kinerja yang efektif dan memuaskan dalam sebuah situasi atau pekerjaan. | Marudur Pandapotan Damanik pengelola PLIK.Kompetensi Pengelola Dalam Mengatasi. Sifat merupakan ciri fisik dan reaksireaksi yang bersifat tetap terhadap situasi atau ketika menerima informasi. serta diharapkan dapat memberikan kontribusi dan masukan bagi pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika maupun Pemerintah Daerah setempat khususnya dalam menyelesaikan permasalahanpermasalahan di Pusat Layanan Internet Kecamatan. dan yang kedua.. Kompetensi Satu hal yang menjadi kunci dalam mengimplementasikan pengelolaan sumber daya manusia (SDM) yang efektif adalah dengan peningkatan dan pengembangan kompetensi SDM pada setiap tugas dan pekerjaan.

yaitu telecenter. kemudahan dalam mengakses dan memperoleh informasi cukup berpotensi dalam mengubah tatanan ekonomi dan sosial dalam sebuah masyarakat. karakteristik kompetensi yang tampak seperti pengetahuan dan keterampilan dapat dikatakan sebagai kompetensi teknis yang pada dasarnya diperlukan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. | Marudur Pandapotan Damanik hanyalah sesuatu yang mudah dipelajari dan dikembangkan. Sedangkan aspek motif. terdapat suatu konsep yang diyakini dapat menjembatani dan mempersempit kesenjangan digital yaitu dengan membangun suatu ruang publik yang menyediakan akses internet dan layanan TIK kepada masyarakat umum khususnya di wilayah yang kekurangan akses dan infrastruktur TIK. dan berujung pada terjadinya suatu kesenjangan digital (digital divide). 1993 Gambar 1.3 Konsep Internet Publik Dalam banyak penelitian mengungkapkan. yang berimbas pada tidak meratanya pembangunan sarana komunikasi dan informasi. Secara umum terdapat 3 (tiga) bentuk implementasi dari internet publik. sifat. pembiayaan. serta fasilitas-fasilitas yang tersedia di dalamnya. namun merupakan unsur penting yang membedakan antara orang yang berkinerja lebih unggul dibandingkan dengan orang lain. Hal ini bertujuan agar masyarakat yang tidak memiliki akses internet pribadi tetap dapat menikmati layanan TIK terutama sambungan internet. Perbedaan yang sangat kontras terlihat mulai dari perkembangan infrastruktur telekomunikasi yang umumnya terkonsetrasi pada wilayah perkotaan ataupun ibukota suatu daerah9. dimana terdapat suatu wilayah yang sangat kaya akan informasi.. 15 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Untuk mengatasi hal tersebut. lokasi..Kompetensi Pengelola Dalam Mengatasi. sifat dan konsep diri merupakan kompetensi sikap yang terkait dengan kualitas hasil dari suatu pekerjaan. internet café. Dengan kata lain. dan internet access point. namun di lain hal terdapat wilayah yang sangat minim akan informasi.10 Ketiga bentuk internet publik ini dibedakan berdasarkan kepemilikan.8 Namun demikian hal ini juga sangat memungkinkan terjadinya ketimpangan informasi yang disebabkan oleh tidak meratanya akses kepada teknologi informasi. dan konsep diri merupakan karakteristik kompetensi yang sifatnya tersembunyi.7 Sumber: Spencer and Spencer. Model kompetensi gunung es dan model kompetensi inti dan permukaan. sedangkan karakteristik kompetensi yang tersembunyi yaitu motif.

Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pontianak. Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia telah melakukan sejumlah kebijakan antara lain melaksanakan program Kewajiban Pelayanan Universal/KPU (Universal Service Obligation/USO) seperti yang tertuang pada Peraturan Menteri Kominfo Nomor 32/PER/M. Pertama. serta Pemerintah Kecamatan setempat. Salah satu bentuk program USO Kementerian Komunikasi dan Informatika adalah penyediaan jasa akses internet pada Wilayah Pelayanan Universal Telekomunikasi (WPUT)internet kecamatan yang terbagi dalam 11 (sebelas) area. namun juga merupakan single point of view bagi pengguna. dan sumber data atau informan dalam penelitian ini adalah para pengelola PLIK di Kabupaten Pontianak. pihak Dinas Perhubungan. Konsep PLIK di sini sesungguhnya bukanlah seperti warung internet (warnet) pada 16 umumnya. Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pontianak dan Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Sarana ini ditargetkan akan dibangun pada setiap ibukota kecamatan yang berjumlah 5. Pengumpulan data dilaksanakan pada bulan Maret 2012. dan dilakukan dengan tiga cara. | Marudur Pandapotan Damanik Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) Dalam mengatasi kesenjangan digital yang terjadi dan menjalankan hasil komitmen WSIS untuk menghubungkan semua desa dengan TIK pada tahun 2015.KOMINFO/10/2008.Aplikasi portal tidak hanya sebagai pintu masuk menuju suatu aplikasi ataupun konten yang dikehendaki oleh pengguna. karena aplikasi portal menampilkan semua aplikasi dan layanan yang dapat diakses/ digunakan oleh pengguna seperti aplikasi perkantoran (office). dan lain sebagainya. dengan melakukan wawancara mendalam kepada para pengelola PLIK di Kabupaten Pontianak yang bertindak sebagai informan kunci. Lokasi penelitian mengambil tempat di Kabupaten Pontianak Provinsi Kalimantan Barat.. yang mana salah satu bagiannya menangani bidang telekomunikasi. Program penyediaan jasa akses internet wilayah kecamatan KPU/USO dilaksanakan dengan membangunkios internet publik yang dinamakan Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK).selenggaranya layanan internet dan penyebaran informasi lainnya di daerah-daerah non komersial.Kompetensi Pengelola Dalam Mengatasi. konten.748 Satuan Sambungan Langsung (SSL) yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia (kecuali DKI Jakarta) sehingga memungkinkan ter.Wawancara juga dilakukan kepada pihak Dinas Perhubungan. Terdapat aplikasi portal yang menjadi tampilan awal setelah pengguna melakukan proses login melalui aplikasi..

serta dapat dipahami. Data tersebut kemudian diklasifikasikan ke dalam kategori-kategori tertentu yang disesuaikan dengan permasalahan dan tujuan penelitian. Berdasarkan Tabel 1. maupun dokumentasi yang bersumber dari buku. literatur dan foto. namun diperkirakan penyebabnya adalah kondisi listrik yang tidak stabil. mengingat perangkat ini mengalami kerusakan di hampir semua lokasi PLIK. Kemudian yang cukup menjadi perhatian adalah penggunaan perangkat lunak termasuk sistem operasi. Hasil pengamatan langsung terhadap PLIK di Kabupaten Pontianak menemukan beberapa hal yang perlu dicermati. HASIL DAN PEMBAHASAN Kondisi Umum dan Permasalahan pada PLIK di Kabupaten Pontianak Berdasarkan data yang diperoleh. Penyebab kerusakan UPS memang belum diketahui secara pasti karena perlu pemeriksaan oleh teknisi.Kompetensi Pengelola Dalam Mengatasi. Analisis data kualitatif dimulai dari analisis berbagai data yang diperoleh dari lapangan. Pengklasifikasian atau pengkategorian ini harus mempertimbangkan kesahihan dan kevalidan data dengan memperhatikan kompetensi subjek penelitian. tingkat autensitasnya dan melakukan triangulasi sumber data. Secara fisik. selektif. dengan melakukan observasi terhadap kondisi PLIK di masingmasing kecamatan untuk mengamati secara cermat. Kedua. baik dengan cara wawancara. Adapun kerusakan komputer seperti yang terjadi di Kecamatan Siantan disebabkan bukan karena kualitas perangkat yang kurang baik. melainkan karena faktor eksternal yaitu karena kebanjiran. UPS (Uninteraptible Power Supply) adalah perangkat yang berfungsi sebagai backup catu daya. observasi. kondisi perangkat keras serta instalasi PLIK umumnya masih dalam keadaan baik mengingat umur perangkat yang tergolong masih baru.. serta mencatat temuan-temuan yang relevan. Terakhir adalah dengan menyajikan data dengan merangkai dan menyusun informasi dalam bentuk satu kesatuan. 17 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 .Yang ketiga adalah dengan melakukan studi literatur melalui buku-buku dan penelitian-penelitian terdahulu. | Marudur Pandapotan Damanik Pemerintah Kecamatan setempat untuk mendapat informasi tambahan. Perangkat ini diperlukan untuk menjaga komputer server billing dari putusnya aliran listrik PLN secara tiba-tiba yang dapat mengakibatkan hilangnya data pemakaian pengunjung dan juga kerusakan pada sistem operasi dan perangkat lunak. Kabupaten Pontianak mendapat 9 (sembilan) set perangkat PLIK yang masing-masing disebar ke 9 (sembilan) kecamatan.. Sistem operasi yang digunakan secara resmi untuk program PLIK adalah sistem operasi Linux yang berbasis open source. satusatunya perangkat yang kualitasnya patut dipertanyakan adalah UPS.

Beberapa alasan yang dikemukakan para pengelola terkait penggantian sistem operasi PC client menjadi Windows ilegal umumnya karena penggunaan Linux yang dinilai cukup merepotkan. Namun di lain hal.. Kebanyakan PLIK yang berada di Kabupaten Pontianak telah dirubah ke sistem operasi komersial (Windows OS) bajakan. Disamping itu penggunaannya juga mendidik masyarakat untuk tidak menggunakan perangkat lunak bajakan karena tentunya bertentangan dengan hukum. Kondisi PLIK di Kab. Sama sekali belum pernah beroperasi Sama sekali belum pernah beroperasi Anjongan Ya Ya Linux UPS. UPS. Switch UPS. Printer.. Mon. | Marudur Pandapotan Damanik Tabel 1. Printer. Namun hal yang ditemukan justru sebaliknya. Di samping itu penggunaan sistem operasi Linux bertujuan untuk menekan penggunaan sistem operasi bajakan/illegal. Printer UPS. Switch Printer. Oleh karena itu penggunaan OSS dalam PLIK mestinya didahului dengan Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Printer. Namun secara umum dapat diketahui bahwa penggantian sistem operasi lebih dikarenakan tidak familiarnya para pengelola dan pengguna PLIK dalam menggunakan sistem operasi Linux. penggunaan perangkat lunak open source terasa kurang familiar di kalangan masyarakat terlebih bagi yang masih awam dengan komputer dan internet. Penggunaan perangkat lunak bajakan tentunya sudah menyalahi tujuan PLIK itu sendiri dalam mensosialisasikan penggunaan perangkat lunak open source. Switch Penggunaan sistem operasi Linux dalam program PLIK bertujuan untuk mensosialisasikan penggunaan open source software (OSS) di masyarakat. Printer UPS. Pontianak (Maret 2012) KECAMATAN Siantan Segedong Mempawah Hilir Mempawah Timur Sungai Kunyit Sungai Pinyuh Toho Sadaniang AKTIF Ya Tidak Tidak Ya Tidak Ya Ya Tidak VOUCHER Ya Tidak Tidak Ya Tidak Tidak Ya Tidak OS WinXP WinXP WinXP WinXP WinXP Linux KERUSAKAN PERANGKAT CPU. Terhenti karena voucher tidak terkirim Perangkat hilang. disamping alasan teknis lainnya seperti gagalnya 18 proses log-in akibat password yang tidak sesuai. Penggunaan sistem operasi berbasis open source seperti Linux dalam program PLIK sesungguhnya adalah langkah yang sangat tepat dalam memperkenalkan masyarakat akan OSS. Switch CPU UPS. Server (overheat). Sama sekali belum pernah beroperasi Menggunakan lintasarta ISP non KETERANGAN Kerusakan 2 unit CPU. Modem Sempat beroperasi 2 bulan.Kompetensi Pengelola Dalam Mengatasi.

dan setiap PLIK memiliki nomor identitas jaringan yang unik. Di dalam sistem PLIK. Sungai Kunyit. Dari uraian di atas. pengiriman voucher internet oleh ISP dilakukan secara elektronik menggunakan nomor identitas jaringan. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari petugas Dinas Perhubungan. Jika pulsa pada sebuah telepon genggam telah habis. baik itu perangkat komputer ataupun perangkat pendukung jaringan. Dalam hal ini kurangnya dukungan teknis oleh pihak penyedia juga dirasakan. dan (2) Penggunaan sistem operasi dan perangkat lunak ilegal/bajakan. Hasil pengamatan langsung ke lapangan juga menemukan beberapa permasalahan dalam implementasi dan penerapannya. seperti yang terjadi pada Kecamatan Mempawah Hilir. maka terdapat kurang lebih 1. pengiriman voucher internet merupakan masalah yang utama. kompetensi SDM sangat berpengaruh pada kualitas hasil kerja individu dan kinerja organisasi.. Disamping itu juga terdapat 1 (satu) permasalahan yang dianggap bukan permasalahan teknis. voucher internet ibarat pulsa pada telepon genggam. namun lebih pada aspek kebijakan dimana hal tersebut tidak terkait pada kompetensi pengelola. | Marudur Pandapotan Damanik pengenalan dan pelatihan OSS bagi pengelola. maka dapat dirangkum 2 (dua) halyang dapat dianggap menjadi kendala dan permasalahan yang bersifat teknis yang terjadi pada PLIK di Kabupaten Pontianak yaitu (1) kerusakan beberapa perangkat.5 tahun perangkat PLIK terbengkalai dan tidak termanfaatkan. sehingga pengelola juga dapat memberikan pendampingan bagi masyarakat pengguna PLIK yang kesulitan ketika menggunakan OSS.Kompetensi Pengelola Dalam Mengatasi. Demikian pula halnya dalam mengelola PLIK yang terdiri dari perangkat-perangkat komputer 19 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . dimana PLIK bahkan belum pernah beroperasi dari sejak awal pemasangan. Mengingat waktu pemasangan yang berlangsung sekitar bulan Agustus 2010. Demikian juga jika voucher internet pada server PLIK sudah habis. Kegagalan dalam pengiriman voucher internet mengakibatkan PLIK tidak dapat beroperasi. yaitu perihal terkendalanya pengiriman voucher internet yang mengakibatkan tidak beroperasinya PLIK. pengunjung tidak akan dapat menggunakan layanan internet di PLIK. tentunya si pengguna tidak akan dapat melakukan komunikasi. Kompetensi Pengelola di Bidang TIK Seperti yang telah diuraikan sebelumnya. Melihat dari kendala operasional.. dan Segedong. Oleh karena itu diperkirakan masalah dalam pengiriman voucher internet di beberapa lokasi PLIK terjadi disebabkan adanya kekeliruan data nomor jaringan pada ISP. Di samping itu sistem voucher dibuat agar provider dapat mendata seberapa banyak penggunaan sambungan internet oleh pengunjung.

meskipun pendidikan non formal seperti pelatihan dan kursus juga mampu meningkatkan pengetahuan. dimana hanya satu pengelola yang pernah mengikuti kursus komputer. kebanyakan dari mereka tidak memahami fungsi-fungsi perangkat keras komputer.. | Marudur Pandapotan Damanik beserta jaringannya. Sehingga ketika terjadi kegagalan dan kerusakan pada perangkat pengelola umumnya berkonsultasi dengan teknisi. (3) kemampuan menguasai pekerjaan. dimana terdapat 4 (empat) pengelola yang sama sekali tidak memahami konsep jaringan komputer. (2) pelatihan teknis yang pernah diikuti. produktivitas serta daya saing. keterampilan. Aspek pengetahuan diukur dengan indikator-indikator yaitu (1) tingkat pendidikan formal. Kompetensi teknis yang terdiri dari aspek pengetahuan dan aspek keterampilan dapat diukur melalui beberapa indikator. namun pengetahuan dalam mengoperasikan sistem operasi berbasis open source terlihat sangat minim. Umumnya mereka memperoleh pengetahuan mengenai komputer melalui pembelajaran mandiri secara otodidak serta dari buku-buku. profesionalitas.11 Pendidikan formal merupakan dasar utama dalam memperoleh pengetahuan umum dan keterampilan.adalah suatu keharusan bagi SDM pengelola memiliki kompetensi teknis di bidang TIK. Rendahnya tingkat pemahaman akan sistem operasi Linux tentunya dapat menggambarkan mengapa umumnya sistem operasi komputer di PLIK telah diubah dari Linux ke Windows. Hal ini diperlukan untuk menjamin bahwa PLIKdapat berjalan dengan baik tanpa terkendala permasalahan teknis dan perangkat. Demikian halnya dengan pendidikan non formal. Hanya pengelola dari Kecamatan Anjongan yang mengaku mengerti mengoperasikan Linux sebagai sistem operasi. para pengelola lebih berpengalaman menggunakan sistem operasi Windows beserta aplikasi pendukungnya.Kompetensi Pengelola Dalam Mengatasi. Begitupun penguasaan dalam hal administrasi jaringan masih belum memadai. Sedangkan aspek keterampilan diukur dengan indikator-indikator: (1) petunjuk teknis pekerjaan..12 Dari segi pendidikan tidak satupun pengelola PLIK pernah mengenyam pendidikan formal di bidang TIK ataupun komputer. dan (2) ketelitian dalam menyelesaikan pekerjaan. 20 Dari aspek penguasaan komputer dan aplikasi. Lemahnya pengetahuan Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . terlebih lagi dalam hal mendiagnosa dan memperbaiki atau mengganti perangkat yang rusak. Disamping itu pengetahuan pengelola dalam aspek teknis perangkat keras (hardware) komputer serta penanganan masalah dalam komputer juga masih cukup rendah. Selengkapnya matrik kompetensi teknis para pengelola PLIK di Kabupaten Pontianak disajikan dalam Tabel 2.

Window. pengguna an secara umum. pengguna an secara umum. instalasi software. 2 thn Tidak Tidak Tidak Windows. Hifni. Pinyuh S1 Buku. pengguna an secara umum. penggun aan secara umum. “… untuk kerusakan perangkat biasanya kami menggunakan jasa orang lain”. | Marudur Pandapotan Damanik pengelola dalam aspek teknis perangkat keras dan jaringan komputer mengakibatkan pengelola belum dapat menangani masalah secara mandiri dan sangat bergantung pada bantuan teknisi komputer. Window. Pontianak Poin Kompetensi Pendidikan formal Sumber pengetahuan komp. Window. Windows. (Wawancara: Bpk.. otodidak Tidak Tidak Otodidak Otodidak Tidak Tidak Tidak Tidak 5 – 6 thn (lupa) (lupa) 15 tahun (lupa) 8 thn 7 thn 2 thn 3 tahun Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Ya. serta berdasarkan kategori kompetensi TIK yang dikemukakan oleh Sadikin (2011). pengguna an secara umum. maka keahlian atau unit kompetensi yang dibutuhkan seorang technical support dapat dibagi kepada 4 (empat) unsur yaitu perangkat keras (hardware). umum. S. instalasi software. penggunaan secara umum. Window. kursus. Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 21 . Window.Kompetensi Pengelola Dalam Mengatasi. Timur SLTA Buku. otodidak Tidak Tidak S.Pd. dan keamanan. Untuk memenuhi kebutuhan akan kompetensi tersebut seyogyanya pengelola PLIK dipilih dengan lebih selektif di mana sebaiknya memiliki pengetahuan di bidang TIK atau pendidikan yang mendukung hal tersebut. Tabel 2. penggunaan instalasi secara software. otodidak Tidak Tidak SLTA Buku. Pengelola PLIK Sungai Kunyit) Kompetensi yang Dibutuhkan dalam Pengelolaan PLIK Jika melihat dari kebutuhan kerja yang ada dan permasalahan yang terjadi pada PLIK. maka dibutuhkan kompetensi teknis yang setara dengan kompetensi seorang technical support. perangkat lunak (software). instalasi software. Windows. Windows. Merujuk pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Sektor Teknologi Informasi dan Komunikasi. office Tidak S. Kursus komputer Sertifikasi keahlian Pengalaman menggunaka n komputer Pengalaman menjalankan warnet Penguasaan komputer & aplikasi Siantan Segedong M.. Kunyit S1 Buku. otodidak Ya. otodidak Tidak Tidak Toho Sadaniang Anjongan S1 Buku.Matrik kompetensi pengelola PLIK di Kab. Hilir M. perangkat jaringan. penggunaan secara umum. otodidak Tidak Tidak SLTA S1 Buku. penggunaan secara umum. otodidak Tidak Tidak SLTA SLTA Buku..

Kompetensi yang dibutuhkan pengelola PLIK SIMPULAN Sesuai tujuan penelitian ini. Jaringan Sebatas penggunaan Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Ya Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Tidak Tidak Ya Ya Tidak Ya Sebagai alternatif lain. | Marudur Pandapotan Damanik Penguasaan Linux/OSS Penguasaan hardware &perbaikan Penguasaan adm. pemberian pelatihan-pelatihan mengenai teknis jaringan komputer dan perangkat juga sangat baik untuk dilakukan. Gambar 2. Hal ini tentu cukup menghemat waktu dan biaya jika dibandingkan dengan harus menggunakan jasa teknisi. Pelatihan dirasa cukup efektif untuk mengembangkan pengetahuan dan kompetensi pegelola di bidang TIK. terdapat 2 (dua) hal yang menjadi 22 kesimpulan.Yang pertama adalah bahwa kompetensi teknis pengelola PLIK di bidang TIK masih dirasa Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 .. diolah. Sebab tidak dapat dipungkiri.Kompetensi Pengelola Dalam Mengatasi. Sumber: SKKNI bidang Technical Support (2006). pengetahuan teknis seperti perbaikandan instalasi perangkat lunak/keras merupakan hal yang sangat penting untuk dimiliki pengelola PLIK.. sehingga jika terjadi permasalahan pada perangkat dapat segera dideteksi dan ditangani sendiri.

upgrading. 2008.Pengembangan kompetensi dapat dilakukan dengan memberikan pendidikan dan pelatihanbagi pengelola sehingga mereka dapat lebih mandiri ketika terjadi permasalahan di lapangan. Strategi Implementasi Penyediaan Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) pada Pelaksanaan Kewajiban Pelayanan Universal Telekomunikasi (KPU/USO) di Indonesia. Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . 2010. yang meliputi pengetahuan dan keahlian dalam melakukan instalasi. Communication Technology: The New Media in Society. 4Hutapea. Thesis. dan Kominfo.. J. P. Kompetensi Plus. 2007.Hal ini dapat menjadi alternatif media komunikasi untuk berbagi informasi dan pengalaman seputar PLIK dan permasalahannya. konfigurasi. New York: Free Press. dan mengambil tindakan ketika terjadi serangan virus pada kondisi menggunakan sistem operasi non open source. 2Prianova. Sebagai kesimpulan yang kedua. | Marudur Pandapotan Damanik belum cukup memadai dan masih perlu untuk ditingkatkan. T. serta perangkat jaringan. 3 (1): 45-70.Hal ini didasarkan pada unit kompetensi yang terdapat pada SKKNI bidang Computer Technical Support.. kompetensi yang dibutuhkan pengelola PLIK dalam mengatasi permasalahan teknis adalah kompetensi seorang technical support. Competency Requirements for Effective Job Performance in Thai Public Sector.. perangkat keras.jaringan komputer. DAFTAR PUSTAKA 1Rogers. Suatu permasalahan yang terjadi di satu PLIK dapat menjadi pembelajaran bagi PLIK lainnya. sedangkan dalam aspek pengetahuan dalam menggunakan aplikasi opensource. dari hasil penelitian ini diharapkan adanya pengembangankompetensi teknis berupa peningkatan pengetahuan dan keterampilan pengelola PLIK di bidang TIK. Oleh karena itu Kominfo ataupun pihak penyedia seyogyanyadapat memfasilitasi sebuah wadah komunikasi maya semisal forum ataupun mailing listantara para pengelola. perawatan. Nurianna. Sebagai rekomendasi. E. serta mampu melakukan backup data serta recovery ketika terjadi kegagalan pada sistem komputer. Jakarta V. & Thai-ngam. M. dan pemahaman perangkat keras serta penanganan masalah (troubleshoot) masih sangat kurang. pihak penyedia. Indra Pratama. Contemporary Management Research.Kompetensi Pengelola Dalam Mengatasi. Pengelola umumnya hanya memiliki pengetahuan dasar dalam mengoperasikan komputer dan aplikasi.Disamping itu juga memiliki pengetahuan dalam aspek keamanan seperti mencegah. Universitas Indonesia. diagnosa dan perbaikan perangkat lunak. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama 23 3Vathanophas. 1986.

Kompetensi Pengelola Dalam Mengatasi... | Marudur Pandapotan Damanik
5Wibowo.

2007. Manajemen Kinerja. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. Lyle M., Jr. and Spencer, Signe M. 1993. Competence At Work. New York: John Wiley & Sons, Inc. A., dkk. 2011. Faktorfaktor yang Mempengaruhi Kompetensi Kerja Karyawan. Manajemen IKM, 6 (2): 81-87. E. M., Shukla, P., 2001.The Role of Telecenters in Development Communication and the Digital Divide. Journal of Development Communication 2 (12): 26-31. Stephen M. 2003.Cyber café industry in Africa. Journal of Information Science, 29. F., Furuholt, B., Kristiansen, S. 2004.Global Diffusion of the Internet III: Information Diffusion Agents and the Spread of Internet Cafés in Indonesia. Communication of the Association for Information System, 13: 589-614. I Made Astika. 2010. Pengaruh Motivasi Kerja, Kepuasan Kerja, Dan Kemampuan Kerja Terhadap Prestasi Kerja Karyawan Pada PT. Sumber Alam Semesta Di Bangli. Thesis. Universitas Udayana, Denpasar. http://www.pps.unud.ac.id diakes tanggal 17 September 2012.

12Hiryanto.

6Spencer,

2009. Meningkatkan Efektivitas Pendidikan Nonformal dalam Pengembangan Kualitas Manusia. Makalah. Universitas Negeri Yogyakarta, Yogyakarta. http://staff.uny.ac.id diakses tanggal 26 September 2012.

7Wijayanto,

8Rogers,

9Mutula,

10Wahid,

11Budiyasa,

24

Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012

JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

Vol 1 No 1 Desember 2012

ANALISIS TEKNIS KUALITAS LAYANAN JARINGAN PUSAT LAYANAN INTERNET KECAMATAN DI KOTA BANDA ACEH TECHNICAL ANALYSIS OF SERVICE NETWORK QUALITY IN SUBDISTRICT INTERNET SERVICE CENTER IN BANDA ACEH
Vita Pusvita Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Jl. Tombak No.31 Medan vita.pusvita@kominfo.go.id
ABSTRAK Penelitian ini membahas mengenai analisis teknis kualitas layanan jaringan PLIK di Kota Banda Aceh. Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) yang didirikan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika kurang mendapat perhatian masyarakat sehingga banyak yang terbengkalai, rusak dan berubah menjadi warnet komersial. Salah satu faktor yang mempengaruhi minat masyarakat secara teknis adalah kualitas layanan jaringan yang disediakan. Berkaitan dengan hal ini Banda Aceh diakui menjadi salah satu kota di Indonesia yang terdepan dalam mengadopsi perkembangan teknologi dan informasi, khususnya internet. Oleh karena itu, Banda Aceh diharapkan dapat mengadopsi PLIK dengan baik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Di dalam penelitian ini dilakukan pengukuran terhadap parameter-parameter QoS berupa throughput, jitter, delay dan packet loss dengan menggunakan Wireshark. Hasil pengukuran berupa angka-angka yang menggambarkan kualitas layanan jaringan. Di Kota Banda Aceh, dari 11 PLIK, hanya ada 3 PLIK yang beroperasi yaitu PLIK Baiturrahman, Syah Kuala, dan Lheung Bata. Berdasarkan hasil pengukuran, PLIK Syiah Kuala dan Baiturrahman memenuhi semua standar parameter QoS, sedangkan pada PLIK Lheung Bata, hasil pengukuran packet loss belum memenuhi standar ITU dan parameter QoS lainnya sudah memenuhi standar. Kata Kunci: PLIK, Kualitas Layanan, Banda Aceh ABSTRACT

This research is about technical analysis of network service quality in SubDistrict Internet Service Center in Banda Aceh. Sub-District Internet Service Center that is built by Ministry of Communication and Information Technology is getting less public attention, so that many of them are neglected, damaged and turned into a commercial internet cafe. Technically, one of the factors that affect the public interest is Quality of service (QoS) that is provided. In this regard, Banda Aceh is recognized as one of the cities in Indonesia at the fore front of adopting information and technology developments, particularly the internet. Therefore, Banda Aceh is expected to adopt PLIK well. This research uses descriptive method with quantitative approach. The QoS parameters consists of throughput, jitter, delay and packet loss by using Wireshark is measured in this research. Result of measurement are numbers that describe Quality of Service. In Banda Aceh, there
Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan ... | Vita Pusvita 25

Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan ... | Vita Pusvita

are only 3 of 11 PLIK that are well operated, they are PLIKBaiturrahman, Syiah Kuala, and Lheung Bata. Based on the measurement, PLIK Baiturrahman and Syiah Kuala have met all the standards of QoS parameters, while in PLIK Lheung Bata, the measurement of packet loss has not met the ITU standard yet and the other parameters have met it. Keywords: Sub-District Internet Service Center, Quality of Service, Banda Aceh PENDAHULUAN Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) merupakan salah satu program Universal Service Obligation(USO) di bidang telekomunikasi yang telah dikampanyekan oleh pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk wilayah-wilayah perbatasan. Sasarannya adalah mencapai masyarakat berbasis informasi pada 2025.Dalam pelaksanaannya, Indonesia Telecommunication User Group (IdTUG) mensinyalir sebagian besar warnet PLIK yang dibangun Kemkominfo beralih fungsi menjadi warnet komersial. Beralih fungsinya PLIK menjadi warnet komersial tentunya diakibatkan karena pada umumnya warnet komersial ini lebih menjadi pilihan dibandingkan warnet PLIK yang dibangun oleh Kemkominfo.1 Hal ini dapat terjadi karena kurangnya sosialisasi dari pemerintah ke masyarakat mengenai PLIK, selain itu, warnet komersial lebih dipercaya masyarakat baik dari segi jaringan yang digunakan, maupun kualitas layanan jaringan yang disediakan. Secara teknis, dapat dikatakan bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi minat masyarakat adalah kualitas
26

layanan jaringan yang disediakan PLIK. Kualitas Layanan Jaringan atau sering disebut Quality of Service (QoS) adalah suatu istilah yang digunakan untuk menyatakan persyaratan yang ditentukan oleh pengguna (manusia maupun komponen perangkat lunak) terhadap tingkat layanan yang dapat disediakan oleh aplikasi. ISO OSI/ODP mendefinisikan kualitas layanan sebagai himpunan kualitas dari perilaku satu atau lebih obyek.Adapun beberapa parameter QoS yaitu jitter, delay, throughput, dan packet loss.2 Banda Aceh sebagai salah satu wilayah perbatasan, diakui menjadi salah satu kota di Indonesia yang terdepan dalam mengadopsi perkembangan teknologi dan informasi, khususnya internet. Bahkan kota Banda Aceh diharapkan dapat bersanding dengan 10 kota lainnya di dunia yang saat ini telah berhasil mewujudkan program sebagai kota berwawasan teknologi, informasi dan komunikasi seperti Tokyo, San Fransisco, Beijing dan Singapura. Pemerintah kota Banda Aceh juga mengharapkan Banda Aceh dapat menjadi Islamic Cyber City.3 Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat menggambarkan sekaligus menjadi rekomendasi dalam

Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012

Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan ... | Vita Pusvita

peningkatkan kinerja jaringan pada PLIK terutama dalam hal peningkatan kualitas layanan jaringan secara teknis pada PLIK di Kota Banda Aceh. Dengan adanya peningkatan kualitas layanan jaringan PLIK diharapkan dapat menarik minat masyarakat untuk memanfaatkan program pemerintah dalam menjadikan Banda Aceh menjadi Islamic Cyber City. Penelitian ini akan mengambil fokus masalah yaitu kualitas layanan jaringan pada PLIK. Kualitas layanan jaringan dapat dilihat dari beberapa parameter yaitu jitter, delay, throughput, dan packet loss. Adapun rumusan masalah dari penelitian ini yaitu bagaimana kualitas layanan jaringan PLIK secara teknis yang meliputi jitter, delay, throughput, dan packet loss di Kota Banda Aceh? Adapun batasan masalah dari penelitian ini yaitu penelitian ini berlokasi pada PLIK di Kota Banda Aceh, penelitian ini hanya mengukur parameter QoS berupa jitter, delay, throughput, dan packet loss, parameter QoS berupa Jitter dan Packet loss yang diukur merupakan hasil dari streaming video dari server ke client, parameter QoS berupa delay dan throughput merupakan hasil pengukuran dari keseluruhan aktivitas jaringan, penelitian ini menggunakan software Wireshark dalam pengukuran parameter QoS, dan pengukuran parameter QoS ini dilakukan ketika client yang beroperasi pada PLIK hanya client yang terlibat dalam proses streaming jaringan.

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara deskriptif kualitas layanan jaringan PLIK secara teknis yang meliputi beberapa parameter diantaranya jitter, delay, throughput, dan packet loss di kota Banda Aceh. Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini secara teoritis yaitu diharapkan dapat menambah wawasan mengenai layanan jasa akses internet pada PLIK khususnya kualitas layanan jaringan internet yang disediakan PLIK. Sedangkan secara praktis, penelitian ini diharapkan dapat menjadi rekomendasi untuk pemerintah, khususnya untuk Balai Telekomunikasi dan Informatika Perdesaan (BTIP), satuan kerja di lingkungan Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika di bawah Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam hal meningkatkan kualitas layanan jaringan pada PLIK. Kualitas Layanan Jaringan Menurut International Telecommunication Union (ITU), Quality of Service (QoS) : ”the collective effect of service perfomance which determines the degree of satisfication of a user of the service”. Kualitas layanan jaringan menunjukkan kemampuan sebuah jaringan untuk menyediakan layanan yang lebih baik lagi bagi trafik yang melewatinya. QoS merupakan sebuah sistem arsitektur end to end dan bukan merupakan sebuah feature yang dimiliki oleh jaringan. Adapun beberapa parameter QoS diantaranya.4

Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan ... | Vita Pusvita

27

Hal ini berpengaruh terhadap semua aplikasi karena akan mengurangi efisiensi jaringan secara keseluruhan meskipun kapasitas bandwidth cukup tersedia untuk apikasi-aplikasi tersebut. Pada Tabel 2 dapat dilihat bahwa delayyang dapat diterima oleh suatu jaringan yaitu kurang dari 300 ms. Tabel 1. Sedangkan congestion terjadi jika pada jaringan terdapat packet loss sehingga jaringan mengulang kembali pengiriman (retransmisi) paket yang hilang. dalam Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . dan memori node yang terbatas pada jaringan.Kategori Delay KATEGORI DELAY Excellent Good Poor Unacceptable Sumber: www.scribd. kongesti atau juga waktu proses yang lama. Hal ini dapat terjadi karena collision. Delay dapat dipengaruhi oleh jarak. Throughput merupakan jumlah total kedatangan paket yang sukses yang diamati pada destination selama interval waktu tertentu dibagi oleh durasi interval waktu tersebut. sedangkan jika melebihi 450 ms dapat dipastikan jaringan memiliki kualitas layanan yang jelek.scribd. Jitter adalah variasi kedatangan paket yang diterima pada sisi penerima. node yang berkerja melebihi kapasitas buffersehingga buffer tidak mampu menampung data.com 3.com BESAR DELAY <150 ms 150 s/d 300 ms 300 s/d 450 ms >450 ms 4. jumlah trafik yang lewat melebihi kapasitas bandwidth tidak sesuai dengan policy. yang diukur dalam bps. Kategori Packet Loss KATEGORI DEGRADASI Sangat Bagus Bagus Sedang Jelek PACKET LOSS 0 3% 15 % 25 % Sumber: www. Collision dan congestion harus dihindari dalam sebuah jaringan. congestion. | Vita Pusvita 1. dan hal ini akan menimbulkan antrian pada jaringan. Tabel 1 menunjukkan bahwa packet loss yang baik yaitu kurang 28 dari 3%. 2. sedangkan packet loss yang menyebabkan kualitas layanan jaringan menjadi jelek yaitu lebih dari 25%. Throughput yaitu kecepatan transfer data efektif. Delay adalah waktu tunda yang disebabkan oleh proses transmisi dari satu titik ke titik lain yang menjadi tujuannya.Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan .Collision dapat terjadi apabila paket yang melewati suatu jaringan melebihi kapasitas bandwith jaringan tersebut. Packet loss merupakan suatu parameter yang menggambarkan suatu kondisi yang menunjukkan jumlah total paket yang hilang dalam sebuah jaringan. Tabel 2. media fisik. Jitter terjadi karena adanya retransmisi paket yang hilang dalam jaringan sehingga akan menimbulkan antrian di dalam jaringan... Variasi-variasi dalam panjang antrian.

Sedangkan Virtual switch adalah sebuah program software yang memungkinkan sebuah virtual mesin terhubung ke lainnya.Konfigurasi Jaringan PLIK Dari Gambar 1 dapat dilihat konfigurasi jaringan lokal PLIK adalah Wide Area Network (WAN) yang terhubung dengan jaringan Local Area Network (LAN) PLIK dengan penghubung berupa gateway. Tabel 3. Sumber: www. pembatasan akses ke server tertentu/ firewall.net Gambar 1. Virtual switch pada jaringan PLIK ini terdiri dari aplikasi push and store content.com Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) PLIK adalah pusat sarana dan prasarana penyediaan layanan jasa akses internet di ibu kota kecamatan yang dibiayai melalui dana Kontribusi Kewajiban Pelayanan Universal 5 Telekomunikasi. | Vita Pusvita waktu pengolahan data dan juga dalam waktu penghimpunan ulang paket-paket di akhir perjalanan inilah yang disebut jitter. dalam hal ini dari jaringan LAN menuju jaringan WAN... WAN merupakan jaringan komputer yang mencakup area yang besar.scribd.. Pada Tabel 3 dapat dilihat bahwa jitter yang baik dibawah 75 ms.. Gateway adalah sebuah perangkat yang digunakan untuk menghubungkan satu jaringan komputer dengan satu atau lebih jaringan komputer yang menggunakan protokol komunikasi yang berbeda sehingga informasi dari satu jaringan komputer dapat diberikan kepada jaringan komputer lain yang protokolnya berbeda. DMZ merupakan mekanisme untuk melindungi sistem internal dari serangan hacker atau pihak-pihak lain yang ingin memasuki sistem tanpa mempunyai hak akses.Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan . billing system dan manajemen infrastruktur jaringan (Infra mgt). sedangkan jika jitter melebihi 125 ms akan mengakibatkan jeleknya kualitas layanan jaringan.slideshare. | Vita Pusvita . Server PLIK terdiri dari gateway yang terhubung dengan virtual switch melalui sistem keamanan DeMilitarised Zone (DMZ). Infra mgt tersebut adalah mengontrol pemakaian sumber daya jaringan (pengaturan bandwidth dan QoS. Sedangkan LAN adalah jaringan komputer yang jaringannya hanya mencakup wilayah kecil. dll) dan pemakaian penghematan bandwidth ke luar 29 Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan . Kategori Jitter KATEGORI DEGRADASI Sangat Bagus Bagus Sedang Jelek JITTER 0 ms 0 s/d 75 ms 76 s/d 125 ms 125 s/d 225 ms Sumber: www.

Pengambilan dan pengukuran data trafik jaringan PLIK dengan pengcaptur-an menggunakan Wireshark 1.6. Data primer dalam penelitian ini merupakan data hasil pengukuran terhadap parameter kualitas layanan jaringan pada PLIK. Switch adalah sebuah alat yang menyaring/filter dan melewatkan (mengijinkan lewat) paket yang ada di sebuah LAN. Penelitian ini berlokasi di kota Banda Aceh. Berdasarkan beberapa keunggulan di atas. Sumber data penelitian ini dapat dibagi menjadi dua kategori yaitu data primer dan data sekunder. Adapun tahapan dari penelitian ini adalah 1. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Terminal pada jaringan ini adalah komputer-komputer yang berupa client. Aplikasi yang digunakan dalam streaming video ini yaitu Video LAN Client (VLC) Media Player dan pengaksesan internet ke www. maka Wireshark digunakan sebagai tool network analyzer dalam penelitian ini. Penelitian ini menghasilkan data-data parameter QoS yang bersifat kuantitatif yang dinyatakan dengan angka-angka. DNS. Pengolahan data trafik pada jaringan PLIK dengan pendekatan kuantitatif. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah PLIK di Kota Banda Aceh. Pengumpulan penelitian ini 30 pengukuran menggunakan salah satu tool network analyzer yaitu Wireshark.7. Wireshark dapat dijalankan di berbagai sistem operasi seperti Windows. Adapun beberapa keunggulan Wireshark dibandingkan dengan analyzer protokol jaringan lainnya 1. dan lain-lain). Jumlah sampel sama dengan keseluruhan populasi yang kemudian disebut dengan total sampling..yahoo. Interface Wireshark menggunakan Graphical User Interface (GUI) atau tampilan grafis. dan Linux. 3. Wireshark dapat mengenali lebih dari 850 protokol jaringan.Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan . web proxy). Sedangkan data sekunder dalam penelitian ini yaitu berupa data mengenai PLIK maupun data yaitu dalam dengan Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . DHCP. Nilai parameter QoS tersebut menggambarkan kondisi kualitas layanan jaringan pada PLIK. 2.com. Melakukan streaming video dari server ke client pada jaringan PLIK. 3.6 Berdasarkan Gambar 1 server PLIK terhubung ke terminal dengan menggunakan switch. UNIX. | Vita Pusvita (cache. serta beragam fungsi lainya (IDS.. Provinsi Aceh. Dengan metode ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai kualitas layanan jaringan PLIK di kota Banda Aceh. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini semua PLIK di Kota Banda Aceh. 2.

yahoo.. rata-rata byte yang diterima disisi penerima pada jaringan PLIK Baiturrahman sebesar 20544.464 0. Pengukuran delay dan throughput didapat dari seluruh aktifitas lalu lintas jaringan baik akses internet maupun streaming server.977 0. Setelah itu dilakukan pengcapturean lalu lintas jaringan menggunakan Wireshark pada pc server. Packet loss yang Tabel 5. Lheung Bata 31147. PLIK di Kota Banda Aceh yang telah dibangun ada 11 PLIK..768 0. . Pada Tabel 1. Hasil pengukuran packet lost dan jitter merupakan hasil pengukuran streaming server dari server ke client dengan menggunakan jaringan LAN. Kemudian didapatkan hasil pengukuran parameter QoS seperti pada Tabel 5. | Vita Pusvita 31 Penelitian ini diawali dengan melakukan streaming video dari server ke client dan pengaksesan internet ke www. PLIK Baiturrahman Tabel 5 menunjukkan PLIK Tabel 4. | Vita Pusvita mengenai jaringan khususnya parameter kualitas layanan jaringan.0451 0 0 1 server.Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan . Dari ke-11 PLIK. Hal ini dapat dilihat pada Tabel 4.0484 0 0 3 dapat dilihat bahwa Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan .464 bytes/detik.0152 9.5 0 2 Syiah Kuala 26642. Hasil Pengukuran Parameter QoS terjadi pada jaringan ini sebesar 0%.Perbandingan Kondisi PLIK Data Dishubkomintel dan Data Lapangan No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Nama PLIK Baiturrahman 1 Baiturrahman II Banda Raya 1 Banda Raya II Jaya Baru Kuta Alam Kuta Raja Lheung Bata Meraxa Syiah Kuala Ulee Kareng Data Dishubkomintel Beroperasi Beroperasi Beroperasi Beroperasi Beroperasi Beroperasi Beroperasi Beroperasi Beroperasi Beroperasi Beroperasi Data Lapangan Tidak Beroperasi Beroperasi Tidak Beroperasi Tidak Beroperasi Tidak Beroperasi Tidak Beroperasi Tidak Beroperasi Beroperasi Tidak Beroperasi Beroperasi Tidak Beroperasi Sumber: Dishubkomintel Kota Banda Aceh Baiturrahman memiliki throughput sebesar 20544.. hanya ada 3 PLIK yang beroperasi.com.464 byte dari keseluruhan lalu lintas jaringan baik dari akses internet maupun proses streaming server. Hal ini menunjukkan bahwa dalam setiap detiknya.. HASIL DAN PEMBAHASAN Menurut data dari Dishubkomintel Kota Banda Aceh. Packet Parameter QoS No Nama PLIK Throughput Delay loss ini hanya diukur Packet Jitter (bps) (detik) loss (ms) dari server ke client (%) pada proses streaming Baiturrahman 20544.

Sehingga saat streaming video dilakukan. Jitter atau variasi kedatangan paket pada jaringan PLIK Baiturrahman sebesar 0 ms. Delay berkualitas baik yaitu kurang dari 300 ms. Hal ini juga dapat memberikan kemungkinan bahwa jaringan tersebut tidak 32 mengalami congestion sehingga tidak adanya perbedaan variasi waktu dalam antrian dan pengumpulan ulang paket-paket di akhir perjalanan (di sisi penerima). sehingga dapat dikatakan packet loss jaringan ini sangat baik. Dengan jumlah packet loss yang sangat baik. Sedangkan delay pada jaringan PLIK Baiturrahman sebesar 0. jaringan PLIK Baiturrahman tidak mengalami collisiondilihat berdasarkan packet loss sebesar 0 %. Berdasarkan Tabel 3. karena kurang dari standar ITU.. Hal ini menandakan bahwa kualitas jaringan PLIK ini sangat bagus sehingga semua paket yang dikirim dapat bersamaan sampai di sisi penerima.. jaringan tidak mengalami congestiondengan nilai jitter 0 ms. Hal ini berarti tidak ada satupun paket yang hilang dalam jaringan. Jitter ini hanya diukur dari server ke client pada proses streaming server. Delay jaringan ini diukur dari seluruh lalu lintas jaringan baik akses internet maupun proses streaming server. dan gambar hasil cuplikan video Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Kemungkinan lainnya.0451 detik maka hasil video streaming sudah dapat diterima disisi penerima. buffer jaringan mampu menampung paket yang mengalami congestion. menurut standar ITU didapat bahwa jitter yang berkualitas baik yaitu kurang dari atau sama dengan 75 ms sehingga jitter dari jaringan PLIK Baiturrahman ini dapat dikategorikan sangat baik. Adapunbeberapa kemungkinan kondisi jaringan PLIK Baiturrahman diantaranya jumlah paket yang melewati jaringan tidak melebihi kapasitas jaringan dengan melihat nilai persentasi packet loss yaitu sebesar 0 % dan jitter 0 ms. | Vita Pusvita packet loss yang baik menurut standar ITU yaitu kurang dari 3%. Delay ini termasuk dalam kategori sangat baik.Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan . hanya dengan waktu tunda 0. semua paket yang melewati jaringan dapat diterima di sisi penerima dapat dilihat persentasi packet loss sebesar 0%. kemungkinan hal ini terjadi karena bandwidth yang disediakan PLIK Baiturrahman memang mampu menampung jumlah trafik yang lewat pada jaringan.0451 detik. dengan kata lain semua paket yang dikirim oleh pengirim dapat diterima semua disisi penerima. Hal ini dapat mencegah terjadinya collision dalam suatu jaringan yang dapat menyebabkan adanya paket yang hilang. Hal ini terjadi jika trafik yang melewati jaringan melebihi kapasitas bandwidth sehingga terjadi congestion pada jaringan. Hal ini menunjukkan waktu tunda dari proses transmisi pada jaringan tersebut kecil. throughput yang sampai disisi penerima kecil sehingga jumlah paket yang diterima di sisi penerima juga kecil.

maka akan ada jitter dalam jaringan tersebut karena adanya pengiriman ulang paket-paket yang hilang sehingga menyebabkan adanya antrian dalam pengumpulan paket disisi tujuan. Dari tabel 1 dapat kita lihat bahwa standar ITU packet loss suatu jarigan daikatakan baik yaitu kurang dari 3%. Pada Tabel 3 dapat dilihat bahwa standar ITU suatu jitter dikatakan baik yaitu di bawah 75 ms sehingga jitter jaringan PLIK Lheung Bata ini dikategorikan sangat baik. dan memori node yang terbatas pada jaringan.99 byte dari keseluruhan lalu lintas jaringan baik dari akses internet maupun proses streaming server.977 byte/detik. sisi penerima (client) dapat menerima sebesar 31147.. Tetapi pada umumnya jika suatu jaringan mengalami packet loss. Walaupun demikian jumlah bytes yang mampu diterima di jaringan ini lebih besar dibandingkan jaringan lain. jumlah trafik yang lewat melebihi kapasitas bandwidthyang tersedia.Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan . Dengan demikian jaringan ini tidak melakukan pengiriman ulang kembali paketpaket yang hilang sehingga jaringan tersebut tidak mengalami congestion yang menyebabkan tidak adanya perbedaan variasi waktu dalam antrian dan pengumpulan ulang paket-paket di akhir perjalanan (di sisi penerima). Delay ini dapat dikategorikan sangat bagus karena jauh lebih kecil dibandingkan standar ITU untuk delay kualitas baik yaitu 0. Kategori degrasi yang dialami jaringan ini masuk kedalam tahap sedang. Delay jaringan ini diukur dari seluruh lalu lintas jaringan baik akses internet maupun proses streaming server. Dengan waktu 0. PLIK Lheung Bata PLIK Lheung Bata memiliki throughput sebesar 31147. Hasil pengukuran parameter Quality of Services (QoS)PLIK Baiturrahman dapat dikatakan baik. Delay yang terjadi pada jaringan PLIK Lheung Bata yaitu sebesar 0.3 detik (lihat tabel 2)..0152 detik. Adanya packet loss dalam jaringan ini dapat disebabkan berbagai kemungkinan di antaranya collision.. node yang berkerja melebihi kapasitas buffer sehingga buffer tidak mampu menampung data. Packet loss ini hanya diukur dari server ke client pada proses streaming server. congestion. Tetapi PLIK ini membutuhkan peningkatan bandwidth sehingga throughput yang dihasilkan di sisi penerima akan menjadi lebih baik. jitter atau variasi kedatangan paket pada jaringan PLIK Lheung Bata sebesar 0 ms. Jitter ini hanya diukur dari server ke client pada proses streaming server.5 % yaitu sebanyak 529 paket hilang dari 5031 paket.0152 detik maka sisi penerima 33 Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan .. | Vita Pusvita streaming berkualitas kurang baik dikarenakan throughput yang kecil. karena memenuhi standar QoS yang telah ditetapkan oleh ITU. | Vita Pusvita . Berdasarkan hasil pengukuran menggunakan Wireshark. Packet loss yang terjadi pada jaringan PLIK Lheung Bata ini sebesar 9. Hal ini menunjukkan bahwa dalam 1 detik.

Hasil pengukuran parameter QoS pada jaringan PLIK Lheung Bata menunjukkan bahwa masih ada parameter QoS pada jaringan PLIK Lheung Bata yang masih tidak memenuhi standar parameter QoS yaitu packet loss. Packet loss ini hanya diukur dari server ke client pada proses streaming server.5%. Hal ini menandakan bahwa pada jaringan ini tidak ada paket yang hilang selama proses transmisi.5%. Kemungkinan lainnya. | Vita Pusvita dapat menerima hasil streaming video yang ditransfer dari server. jaringan PLIK ini kemungkinan mengalami collision dengan adanya persentasi pengukuran packet loss sebesar 9. throughput yang diterima di sisi penerima sudah cukup baik sehingga kualitas gambar hasil cuplikan video pun sudah baik. Sehingga hal ini dapat mencegah terjadinya collision dalam suatu jaringan yang dapat menyebabkan adanya paket yang hilang. Hal ini terjadi jika trafik yang melewati jaringan melebihi kapasitas bandwidth sehingga terjadi congestion pada jaringan. Packet loss yang terjadi pada jaringan PLIK ini sebesar 0 %. Persentasi packet loss ini termasuk dalam kategori sangat bagus.5%. Packet loss yang sangat baik menandakan adanya kemungkinan bandwidth yang disediakan PLIK Syiah Kuala memang mampu menampung jumlah trafik yang lewat pada jaringan. Untuk menghindari adanya packet loss yang terjadi diakibatkan oleh collision.. tidak semua paket yang melewati jaringan diterima di sisi penerima dengan persentasi packet loss sebesar 9.78 bytes/detik. maka sebaiknya dilakukan manajemen bandwidth sehingga dapat dilakukan pengaturan agar packet loss yang terjadi tidak melebihi standar packet 34 loss untuk kualitas baik yaitu 3 %.Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan .78 bytes dari keseluruhan lalu lintas jaringan baik dari akses internet maupun proses streaming server. Adapun beberapa kemungkinan kondisi jaringan PLIK Lheung Bata di antaranya jumlah paket yang melewati trafik jaringan melebihi kapasitas bandwidth jaringan dilihat berdasarkan packet loss sebesar 9. PLIK Syiah Kuala Jaringan pada PLIK Syiah Kuala memiliki throughput sebesar 26642. jaringan PLIK Lheung Bata tidak mengalami congestion dengan nilai nilai jitter sebesar 0 ms. Jitter atau variasi kedatangan paket dari hasil pengukuran menggunakan Wireshark pada jaringan PLIK Syiah Kuala yaitu Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Hal ini menunjukkan bahwa jumlah bytes yang diterima setiap detiknya sebesar 26642.. Jika throughput dianggap terlalu kecil maka dibutuhkan penambahan bandwidth pada jaringan PLIK ini. dan hasil gambar cuplikan video yang tidak sempurna dapat terjadi karena adanya packet loss yang kemungkinan besar karena adanya collision. Dengan kata lain. waktu tunda proses tansmisi jaringan PLIK Lheung Bata sangat kecil. buffer jaringan mampu menampung paket yang mengalami congestion.

Jaringan PLIK Syiah Kuala sudah mampu memenuhi kebutuhan parameter QoS yang telah ditetapkan. jaringan tidak mengalami collision yang dapat dilihat dari persentasi packet loss sebesar 0 %. maka dapat dilihat beberapa kemungkinan kondisi jaringan PLIK Syiah Kuala diantaranya jumlah trafik paket data yang melewati jaringan tidak melebihi kapasitas bandwidth dengan melihat persentasi packet loss sebesar 0 % dan jitter yang bernilai 0 ms. Hal ini berarti dengan waktu tunda sebesar 0. | Vita Pusvita sebesar 0 ms. dikarenakan throughput yang memang baik. Berdasarkan penjelasan diatas. Hal ini dapat dilihat dari segi kualitas gambar baik hasil pengukuran parameter QoS. Delay yang terjadi pada jaringan PLIK Syiah Kuala yaitu sebesar 0. dan gambar hasil cuplikan video sudah baik. SIMPULAN Parameter QoS berupa throughput.3 detik sehingga dapat dikatakan bahwa delay jaringan ini termasuk dalam kategori sangat baik. Jika salah satu parameter termasuk dalam kategori kurang baik maka hal ini dapat menurunkan kualitas layanan jaringan secara keseluruhan.3 detik. Dengan kata lain.0484 detik maka sisi penerima dapat menerima hasil streaming video yang ditransfer dari server. | Vita Pusvita 35 . delay. throughput yang diterima di sisi penerima cukup baik sehingga gambar hasil cuplikan video di terima di sisi penerima tidak mengalami kerusakan. Tetapi jika throughput yang dihasilkan dirasakan masih kurang. Jitter ini termasuk dalam kategori sangat baik karena standar ITU untuk jitter dengan kualitas baik yaitu kurang dari 75 ms. Delay jaringan ini diukur dari seluruh lalu lintas jaringan baik akses internet maupun proses streaming server.Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan . semua paket yang melewati jaringan PLIK Syiah Kuala dapat diterima di sisi penerima dapat dilihat dari persentasi packet loss sebesar 0%.. persentasi packet loss 0%. dan jitter yang bernilai 0 ms.. Jitter ini hanya diukur dari server ke client pada proses streaming server. maka sebaiknya diadakan penambahan kapasitas bandwidth. waktu tunda proses tansmisi jaringan PLIK Syiah Kuala sangat kecil. Hal ini juga dapat memberikan kemungkinan bahwa jaringan tersebut tidak mengalami congestion sehingga tidak adanya perbedaan variasi waktu dalam antrian dan pengumpulan ulang paket-paket di akhir perjalanan (di sisi penerima).0484 detik. Kualitas layanan jaringan dapat dikatakan baik jika throughput yang dihasilkan besar. packet loss dan jitter tidak dapat dipisahkan antara yang satu dan lainnya dalam menentukan suatu kualitas layanan jaringan.. delay yang terjadi pada jaringan kecil yaitu di bawah 0. Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan .. Tabel 2 menunjukkan bahwa standar ITU untuk kualitas delay yang baik yaitu kurang dari 0. jaringan tidak mengalami congestion (antrian) dapat dilihat dari parameter jitter yaitu 0 ms. packet loss yang terjadi kurang dari 3 % dan jitter pada jaringan kurang dari 750 ms.

2011. 4Institut Teknologi Telkom. Teknologi Banda Aceh Melejit. Kualitas Layanan Jaringan Pada Sistem Telekomunikasi. (http://www. (http://www. 2011. Ratna. 2Dewani.com/articles /sebagian-besar-warnet-pliktak-bermanfaat.com/doc/75 973224/Bab-4-QoS. diakses tanggal 27 Februari 2012).Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan .2011. | Vita Pusvita PLIK Baiturrahman memiliki kualitas layanan jaringan yang dapat dikatakan baik. Pada jaringan PLIK Syiah Kuala sudah mampu memenuhi kebutuhan parameter QoS yang telah ditetapkan. (http://www. rakyataceh. Pusat Layanan Internet Kecamatan. 2007. diakses tanggal 17 Januari 2012) 36 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 .net/Uba yt/share-presentasi-plik. hasil pengukuran parameter QoS pada jaringan PLIK Lheung Bata menunjukkan bahwa masih ada parameter QoS pada jaringan PLIK Lheung Bata yang masih tidak memenuhi standar parameter QoS yaitu packet loss. DAFTAR PUSTAKA 1Pritoyo. 3Perkembangan Arief. Adi Dewanto. 6BTIP.Kominfo/11/2009 Tentang Penyediaan Jasa Akses Internet Pada Wilayah Pelayanan Universal Telekomunikasi Internet Kecamatan. Sedangkan.bisnis.. 5Perubahan Atas Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor: 48/Per/M. diakses tanggal 17 Januari 2011).com/index.scribd.. diakses tanggal 17 Januari 2012). Universitas Negeri Yogyakarta: Jurusan Pendidikan Teknik Elektronika. Upaya Peningkatan Kualitas Layanan Internet Melalui Pendekatan Model Akses Berbasis Persepsi Pengguna. (http://www.php?open =view&newsid=BeritaUtamaPerkembanganTeknologiBandaA cehMelejit. Hanya saja throughput pada PLIK ini dapat dikatakan lebih kecil dibandingkan PLIK lainnya. Hal ini dapat dilihat dari hasil pengukuran parameter QoS yang sesuai dengan standar.slideshare. karena memenuhi standar QoS yang telah ditetapkan oleh ITU. Sebagian Besar Warnet PLIK Tidak Bermanfaat.

. ABSTRACT The aim of this study is to desig a business proces-oriented Knowledge Management System (KMS) in government training institutions using the tools and knowledge modeling methods and knowledge infrastructure process design of Strohmaier. all business processes have not been optimized yet to fulfill all the components of knowledge creation Perancangan Knowledge Management System . Daeng Muhammad Ardiwinata km 3. Identifikasi dan Analisis awal menunjukkan dari 10 proses bisnis yang dianalisis. Proses bisnis yang menjadi studi kasus pada penelitian ini yaitu proses bisnis Widya Iswara (WI) di Balai Diklat Metrologi Kementerian Perdagangan. Search Engine/Information Retrieval System dan Expert Locator serta strategi personalisasi (mengelola tacit knowledge) dengan alternatif teknologi pendukung Working Group/Community of Practice Tool.com ABSTRAK Dalam penelitian ini dirancang Knowledge Management System (KMS) berorientasi proses bisnis di dalam lembaga diklat pemerintahan menggunakan tools dan metode pemodelan knowledge process dan perancangan knowledge infrastructure dari Strohmaier. Knowledge Process. Knowledge Infrastructure.JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI Vol 1 No 1 Desember 2012 PERANCANGAN KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM BERORIENTASI PROSES BISNIS (Studi Kasus Balai Diklat Metrologi Kementerian Perdagangan) BUSINESS PROCESS ORIENTED KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM DESIGN (Case Study of Metrology Training Centre. | Wicaksono Febriantoro 37 . Lecturer (WI) business process is the main case study for this research. IT Tools yang ada diharapkan dapat mendukung 2 strategi knowledge process yaitu strategi kodifikasi (mengelola pengetahuan yang terdokumentasi) dengan alternatif teknologi pendukung Document/Content Management berupa Wiki dan Blog. The preliminary identification and analysis showed that 7 of 10 business processes have not been fully identified in terms of their knowledge processes. Kementerian Perdagangan Jl. Selain itu dihasilkan juga rancangan arsitektur KMS dan Information Technology (IT Tools) sebagai knowledge infrastructure pendukungnya.. Parongpong. Bandung wicaksono. The further analysis showed that in general. Balai Diklat Metrologi. Kata Kunci : Proses Bisnis.f@gmail. Ministry of Trade Republic of Indonesia) Wicaksono Febriantoro Staff Seksi Promosi & Kerjasama. Hasil analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa secara umum semua proses bisnis belum mengoptimalkan semua komponen dari knowledge creation sampai dengan knowledge application. Knowledge Management system.4 Cihanjuang. Hasil perancangan knowledge process yang telah dilengkapi menghasilkan 53 tahapan proses (ada tambahan 19 tahapan proses baru). virtual work space application dan discussion group based application. 7 proses bisnis belum lengkap teridentifikasi knowledge process-nya. Proses baru ini sebagian besar ada pada knowledge transfer dan knowledge application yang telah terdefinisi.

. In addition. Keywords : Business Processes. termasuk belajar dari pengalamanpengalaman di masa lampau.1 Knowledge Management atau manajemen pengetahuan merupakan upaya untuk meningkatkan kemampuan organisasi dalam mengelola aset intelektualnya yaitu pengetahuan dan pengalaman yang ada. PENDAHULUAN Reformasi Birokrasi bagi Kementerian / Lembaga dan Pemerintah Daerah dimaksudkan antara lain untuk mendorong terwujudnya organisasi yang efektif dan efisien. tidak terdokumentasi dan bahkan mungkin masih ada di dalam kepala masingmasing individu dalam organisasi. | Wicaksono Febriantoro to knowledge application. KMS architecture and IT tools as supporting knowledge infrastructure designs are defined. The new processes are largely on the knowledge transfer and knowledge application that have been defined. expert locator and the personalization strategy (to manage the tacit knowledge) with the supporting IT Tools such as working/community of practice tool. serta rangkaian kegiatan untuk perubahan dan penyempurnaannya. Kendala yang sering dihadapi adalah kenyataan bahwa pengetahuan dan pengalaman organisasi tersebut seringkali tersebar. Knowledge Process. setiap instansi pemerintah harus siap untuk memanfaatkan kekayaan pengetahuan yang dimilikinya. Keberadaan Pengajar / Widya Iswara (WI) senior yang belum ditunjang dengan sistem transfer pengetahuan yang sistematis kepada WI junior (yang baru) akan memunculkan resiko terjadinya knowledge lost dari materi diklat yang 38 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . search engine / information retrieval system.Perancangan Knowledge Management System . Knowledge Management System. Untuk mewujudkan organisasi seperti itu. Knowledge Infrastructure.. virtual work space application dan discussion group based application. Diklat kemetrologian bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan di bidang kemetrologian. The results of the completed knowledge process design showed that there are 53 stages of the process (there are new additional 19 stages of the process). Tujuannya tentu saja adalah memanfaatkan aset tersebut untuk mencapai kinerja organisasi yang lebih baik untuk mempercepat pencapaian tujuan pelaksanaan 1 reformasi birokrasi. Menurut Permendag No. The IT tools are expected to support two knowledge process strategies : the codification strategy (to manage the documented knowledge) with the supporting IT Tools such as document / content management system in the form of wiki and blog.7 tahun 2010. Secara umum hal itu diwujudkan dalam bentuk peraturan dan prosedur kerja dalam organisasi tersebut. Balai Diklat Metrologi (BDM) merupakan salah satu unit Eselon III di Kementerian Perdagangan yang bertugas memfasilitasi dan menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan (diklat) kemetrologian bagi Sumber Daya Manusia (SDM) Kemetrologian di seluruh Indonesia.

5 Hasil akhir yang diharapkan dari penelitian ini yaitu terciptanya rancangan KMS untuk meningkatkan kapabilitas organisasi.. dimana aset utama sebuah organisasi pembelajar adalah living/intangible asset yang terdapat di dalam pengetahuan seluruh anggota organisasi. Lebih lanjut diharapkan kapabilitas BDM dapat meningkat sehingga mendukung terbentuknya BDM menjadi organisasi pembelajar (learning organization). BDM belum mempunyai panduan yang detail berupa proses bisnis dan standart operating procedure (SOP) dari tiap aktivitas WI baik pra diklat.. Belum adanya transfer pengetahuan yang sistematis dari WI senior kepada junior merupakan salah satu permasalahan yang membuat sistem pendidikan dalam jangka panjang akan mengalami banyak kendala. Desain KMS yang terbentuk nantinya diharapkan dapat menunjang kegiatan peningkatan kompetensi dan kapasitas WI. Proses bisnis yang jelas diperlukan supaya pengetahuan para WI dapat terkelola dengan baik. dan penggunaan pengetahuan dari SDM nya supaya menjadi keunggulan kompetitif untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat.Perancangan Knowledge Management System . Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 39 . storage dan retrieval. setiap orang harus mengelola pengetahuannya sendiri. Jika ditinjau dari konsep pemodelan knowledge process dari Strohmaier2 SECI dan Ba3 dapat dilihat bahwa belum ada sistem yang mengatur dan mengorganisasikan dalam proses knowledge creation. Selain itu. dan lain sebagainya). | Wicaksono Febriantoro diajarkan. mobile learning. Belum termotivasinya/ terbentuknya budaya knowledge sharing diantara sesama WI beserta media yang mendukungnya juga merupakan salah satu gejala yang patut diperhatikan. transfer maupun application yang berperan penting dalam proses konversi tacit knowledge menjadi explicit knowledge. Setelah itu barulah organisasi dapat melakukan pengumpulan. Dampaknya tentu saja bagi para WI junior akan memerlukan waktu yang lebih lama dan usaha yang lebih keras untuk menguasai suatu materi bahan ajar. pengorganisasian. Knowledge Management System (KMS) selaku sistem pendukung manajemen pengetahuan4 diperlukan untuk mengatasi berbagai kendala yang muncul dalam proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di BDM. serta BDM akan sangat bergantung kepada individu tertentu yang menguasai materi bahan ajar dikarenakan belum terinstitusionalkan pengetahuan individu menjadi pengetahuan organisasi. Selain itu media/ruang yang disediakan untuk pembelajaran selama ini masih berupa ruang kelas dan laboratorium saja. proses maupun pasca diklat. Konsep yang utama dari KMS adalah. belum memberi banyak kesempatan terhadap adanya media lain (elearning via web.

3. dengan langkah seperti pada Gambar 1 sebagai berikut.Perancangan Knowledge Management System . Knowledge creation : mengidentifikasi kebutuhan knowledge background (latar pengetahuan). 40 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Knowledge application : mengidentifikasi pengetahuan yang diperlukan oleh masing- Gambar 1.. Knowledge storage : mengevaluasi content dari storage. 1. 2. Kerangka Kerja Penelitian HASIL DAN PEMBAHASAN Pemodelan KMS Berorientasi Proses Bisnis Hasil Identifikasi Knowledge Process Dalam mengidentifikasi knowledge process ini digunakan sebanyak 4 proses sebagai berikut2 : masing knowledge domain. latar belakang dan bentuknya.. 4. Knowledge transfer : membandingkan aktivitas yang ada (kondisi eksisting) dengan pihak/organizational roles yang membutuhkan. | Wicaksono Febriantoro METODE PENELITIAN Pada intinya tahapan dalam perancangan KMS dibagi menjadi 6 (enam) digunakan pendekatan metode kualitatif.

pokok bahasan yang akan disajikan. Tabel 1. WI dapat mengolah dan menggunakan hasil penerjemahan jurnal. Dari pengetahuan ini WI dapat belajar dari pengalaman dan best practices di dalam melakukan penyusunan modul yang baik. WI dapat mengolah setiap informasi yang ada pada soal ujian yang telah diterbitkan sebagai bahan Soal Ujian referensi bagi modul (yang relevan dengan pokok bahasan). 3 C 4 D 5 E 6 F 7 G 8 H 9 I 10 J WI dapat mengambil referensi dari modul yang telah Bahan Ajar dan Modul Diklat dipakai sebelumnya. Latar Pengetahuan berguna dalam penciptaan pengetahuan baru. artinya bahwa pengetahuan ini belum digunakan oleh organizational roles yang lain untuk menciptakan pengetahuan baru. bahwa yang terlibat dalam knowledge creation penyusunan modul yaitu pengetahuan mengenai dokumen RB/RP. regulasi di daerah. Alat/Media yang digunakan dan alokasi waktu. metode KBM. kemudian disimpan sebagai draft modul (softcopy). Tabel 1... dll untuk memperbaharui modul diklatnya.standar atau referensi terbaru Hasil Penerjemahan dari luar negeri untuk memperbaharui dan memperkaya materi modulnya WI dapat menggunakan pengetahuan dari laporan Laporan Pelaksanaan Kegiatan pelaksanaan kegiatan untuk memperbaharui dan (Moderator/Narasumber) memperkaya materi modulnya Selanjutnya akan ditunjukkan pengetahuan yang menggunakan KD B dan organizational roles yang menggunakannya. agar pengetahuan yang dihasilkan lebih lengkap sudut pandangnya. | Wicaksono Febriantoro yang diperlukan oleh WI dalam menghasilkan pengetahuan mengenai penyusunan modul. Identifikasi Latar Pengetahuan Knowledge Domain (KD) B mengidentifikasi latar pengetahuan 2 B Deskripsi WI dapat menggunakan RB/RP sebagai pedoman dalam menyusun modul mencakup kemampuan yang harus dimiliki siswa setelah mengikuti pelajaran beserta indikator keberhasilan. Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 41 . meliputi studi kasus di daerah Tatap Muka tertentu. WI dapat mengolah setiap informasi yang ada pada Slide slide untuk melengkapi modulnya WI dapat mengolah setiap pengetahuan yang timbul dari diskusi di kelas. Identifikasi Pengetahuan KD B No Kode Knowledge Domain Latar 1 A RB/RP Gambar 2. Akan tetapi dapat dilihat pada gambar bahwa knowledge application dari penyusunan modul ini belum terdefinisi dengan baik.Perancangan Knowledge Management System . Jika dianalisis lebih lanjut ternyata tidak hanya dokumen RB/RP saja yang berperan di dalam penciptaan pengetahuan mengenai penyusunan modul. WI dapat menggunakan dan mengolah pengetahuan Laporan dan Materi Diklat yang didapat dari hasil diklat untuk memperbaharui modul diklatnya WI dapat menggunakan hasil Karya Tulis Ilmiah penelitian/kajian/analisis yang dibuat dalam karya tulis ilmiahnya untuk memperbaharui modul diklat. akan tetapi ada beberapa latar pengetahuan lainnya yang mempengaruhi. WI dapat menggunakan hasil penelitian/kajian/analisis yang terdapat pada karya Bimbingan Karya Tulis tulis peserta diklat untuk memperbaharui modul diklatnya (yang relevan dan sesuai). Begitu pula dengan knowledge transfer belum terdefinisi dengan baik (ditandai dengan tanda tanya ?). Siklus KM Dari KD B Dapat dilihat pada Gambar 2.

oleh karena itu knowledge transfer kepada WI harus dipastikan ada di dalam proses bisnis untuk memfasilitas hal ini. Pengetahuan mengenai modul sebaiknya tersimpan dengan baik dan tercatat perubahan/perbaikan yang dilakukan dari tahun ke tahun. hendaknya berupa file elektronik yang terstruktur baik dari segi penulisan maupun penyimpanan. Knowledge Application dari KD B No KD Pengetahuan yang terlibat 1 A Dokumen RB/RP 2 B Bahan Ajar dan Modul Diklat 3 C Slide 4 D Tatap Muka (Daftar Hadir + SAP) 5 E Soal Ujian 6 F Bimbingan Karya Tulis (Form Kontrol) 7 G Laporan dan Materi Diklat 8 H Karya Tulis Ilmiah 9 I Hasil Penerjemahan Laporan Pelaksanaan Kegiatan (Moderator 10 J / Narasumber) Kode WI WI WI WI WI WI WI WI WI WI Organizational Roles Widyaiswara Widyaiswara Widyaiswara Widyaiswara Widyaiswara Widyaiswara Widyaiswara Widyaiswara Widyaiswara Widyaiswara Dari Tabel 2 diketahui bahwa semua yang menggunakan KD B adalah organization roles WI.WI tertentu melalui Rapat seluruh WI WI . maka alternatif bentuk transfer sebagai berikut pada Tabel 3. Jika WI . Tabel 3..WI modul juga harus tercatat dengan rapi supaya jelas kronologis perubahannya.dll WI . Knowledge Transfer dari KD B No KD Pengetahuan yang terlibat 1 A Dokumen RB/RP 2 B Bahan Ajar dan Modul Diklat 3 C Slide Tatap Muka (Daftar Hadir + 4 D SAP) 5 E Soal Ujian Bimbingan Karya Tulis (Form 6 F Kontrol) 7 G Laporan dan Materi Diklat 8 H Karya Tulis Ilmiah 9 I Hasil Penerjemahan 10 J Moderator / Narasumber Alternatif Bentuk Transfer WI . Dari empat analisis diatas dapat dirangkum kedalam siklus knowledge management yang telah dilengkapi sebagai berikut pada Gambar 3.WI WI . Kemudian langkah terakhir yaitu mengenai knowledge storage. Latar belakang / latar pengetahuan mengenai perubahan / perbaikan 42 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 .WI dengan ataupun forum In House WI .WI diskusi yang lebih luas dan dalam mengenai topik WI . | Wicaksono Febriantoro Tabel 2. Untuk mendesain knowledge storage yang baik ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebagai berikut : 1.WI Diperlukan dapat diadakan WI . maka harus ditulis dengan jelas mengenai perubahan tersebut dan alasannya (adanya change log).WI WI .WI Rapat Koordinasi WI . Adapun karena transfer pengetahuannya antara WI  WI. Misal ada perubahan regulasi yang berakibat adanya perbaikan pada modul.WI Seminar. Bentuk knowledge storage juga harus diperhatikan. 2.WI Penyusunan Modul dg WI yang serumpun. Nantinya para WI dan peserta diklat dapat belajar dari perubahan-perubahan tersebut beserta alasannya.. Untuk lebih detilnya mengenai bentuk knowledge storage akan dibahas pada perancangan teknologi pendukung knowledge infrastructure.Perancangan Knowledge Management System . 3.

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dari Gambar 4 berikut ini. | Wicaksono Febriantoro Gambar 4.. Alur Perancangan Knowledge Infrastructure2 Dari framework tersebut terdapat tiga langkah perancangan knowledge infrastructure sebagai berikut. Pemodelan ini divisualisasikan menggunakan model identifikasi knowledge process dari M. Gambar 5. 1.2 Model KMS yang dirancang sudah mengakomodir perubahan terbaru. Dengan adanya perubahan ini maka aliran pengetahuan dari siklus KM sudah terdefinisi dengan baik sehingga siklus KM dapat tercipta dengan baik. Pada tahap ini juga ditentukan fit criteria (tujuan yang ingin dicapai Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 43 . Siklus KM yang telah dilengkapi dari KD B Rancangan Model KMS Berorientasi Proses Bisnis Setelah knowledge process dilengkapi. langkah selanjutnya yaitu menyusun model KMS berorientasi proses bisnis. Hasil Pemodelan Knowledge Process dari KD B Gambar 3. Definisi Knowledge Proses Pada tahap awal ini yang dilakukan yaitu memetakan model knowledge process as-is dan to be. Strohmaier..Perancangan Knowledge Management System . Analisis Teknologi dalam KMS Dalam merancang aspek teknologi (knowledge infrastructure) akan digunakan framework perancangan knowledge infrastructure dari Strohmaier2 sebagai berikut pada Gambar 5.

Selain fit criteria validasi juga dilakukan dengan perbandingan terhadap teori dan regulasi sehingga menghasilkan triangulasi validasi. Organizational Roles harus dapat mengakses kebutuhan pengetahuan yang diperlukan. Selain IT Tools. ada 2 strategi terkait cara individu (WI) mendapatkan dan berbagi pengetahuan yang diperlukan untuk melaksanakan tugas sebagai WI. Fit Criteria ini akan dirancang berdasarkan beberapa teori KMS2. Organizational Roles harus dapat menyediakan/mengisi pengetahuan dalam KI. Knowledge harus dapat ditransfer dengan baik oleh KI. 5. | Wicaksono Febriantoro dengan perancangan knowledge infrastructure). 3. Dalam tahap ini dapat diketahui apakah desain sudah memenuhi Z atau belum. 44 sedangkan perancangan knowledge process yang telah dilengkapi. Desain pada jurnal ini akan berfokus pada IT Tools terutama layer data. 6. 2.. Fit criteria ini nantinya akan digunakan di dalam validasi knowledge infrastructure.Perancangan Knowledge Management System . model konseptual KMS juga dijelaskan pada tahap ini. Knowledge yang disimpan harus dapat didukung dan dimanage oleh KI. Pada langkah ini dilakukan validasi terhadap desain knowledge infrastructure dalam hal dukungan terhadap knowledge process menggunakan fit criteria.1 Adapun rekapitulasi hasil fit criterianya adalah sebagai berikut : 1. jika belum maka proses di tahap ke dua dapat diulangi lagi. 2. Desain Knowledge Infrastructure Dari perancangan knowledge flow proses bisnis widyaiswara. infrastructure dan knowledge services. 3. KI harus dapat memfasilitasi kebutuhan kolaborasi pengetahuan antara knowledge worker. Validasi Desain Knowledge Infrastructure Langkah validasi merupakan langkah terakhir dari perancangan knowledge infrastructure. Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . 4. Definisi Knowledge Processs Identifikasi model knowledge process dapat dilihat pada gambar 9. Pada tahap ini akan di-desain Arsitektur dan IT Tools berdasarkan fit criteria dan hasil analisis pemodelan knowledge process berorientasi proses bisnis beserta alternatif teknologi yang didapat dari studi literatur.. Model kolaborasi juga harus dapat memfasilitasi kebutuhan untuk melakukan kolaborasi kapan saja dan dimana saja (tidak terbatas di dalam kantor saja). Desain Knowledge Infrastructure.4 dengan batasan berupa regulasi dari Kementerian PAN mengenai knowledge management di instansi pemerintah. Dari sini kemudian akan dirancang fit criteria sebagai tujuan perancangan knowledge infrastructure (KI).

2. discussion group based application) Berikut usulan rancangan berdasarkan hasil analisis dan fit Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 45 . 3.6 1. collaboration. Personalisation strategy : Strategi ini berfokus pada pengembangan jaringan untuk menghubungkan orang sehingga tacit knowledge dapat dibagikan. infrastructure services serta knowledge services). Model Konseptual KMS di BDM 1. knowledge repositories. Proses Pengetahuan dan Teknologi Pendukungnya (Personalisasi) Proses Pengetahuan Diskusi Antar WI Rapat WI yang serumpun Forum WI (Keseluruhan) In House Seminar Teknologi yang mendukung Mentoring/Tutoring Working Group / Communities of Practice (expert locator. Strategi tersebut yaitu. virtual work space application. Tabel 5. blog) Search Engine/Information Retrieval System. | Wicaksono Febriantoro Strategi tersebut nantinya akan mempengaruhi rancangan knowledge infrastructure. Infrastructure service : Infrastruktur pendukung utama yaitu jaringan intranet via Local Area Network (LAN) dan Wi-Fi yang menghubungkan semua knowledge worker dengan KMS yang akan dibangun. aplikasi yang akan digunakan akan dijelaskan pada Tabel 6.7 Gambar 6. kodifikasi dan penyebaran informasi (explicit). Knowledge Services: Pada layer ini terdapat layanan berupa aplikasi yang akan digunakan untuk mendukung knowledge process. Salah satu keuntungannya yaitu penggunaan kembali pengetahuan yang ada. 2. Tabel 4. Strategi ini akan sangat bergantung kepada IT. Proses Pengetahuan dan Teknologi Pendukungnya (Kodifikasi) Proses Pengetahuan Dokumentasi Konten Pencarian dan Mendapatkan Informasi Saling keterhubungan antar knowledge worker Teknologi yang mendukung Doc / Content Management (Wiki. Strategi ini menekankan kepada dialog antar individu. Strategi Kodifikasi pada proses bisnis widyaiswara dapat dilihat pada Tabel 4. Intranet ini juga terhubung ke internet via Internet Service Provider (ISP) untuk mengakses database online eksternal.. Personalisasi pada proses bisnis widyaiswara dapat dilihat pada Tabel 5.Perancangan Knowledge Management System . Data dan knowledge sources : Disini tersimpan semua database dari proses bisnis Widyaiswara (KD A sampai dengan KD J). Expert Locator Intranet criteria (rancangan dari data dan knowledge sources. sebagai berikut. Codification Strategy: Strategi ini menitikberatkan pada pengumpulan.. Berdasarkan fit criteria dan strategi KMS.

| Wicaksono Febriantoro Tabel 6. yang Knowledge disimpan harus dapat didukung dan dimanage oleh KI. bisa dijelaskan sebagai berikut.. Knowledge Process Knowledge Creation IT Tools Learning Tools Knowledge Storage and Retrieval Wiki. 1. Organizational Roles harus dapat mengakses kebutuhan pengetahuan yang diperlukan. Knowledge harus dapat ditransfer dengan baik oleh KI. Document/Content Management System Search Engine/Information Retrieval System. Latar pengetahuan dalam melakukan knowledge creation proses penyusunan modul terdiri dari 10 proses bisnis yang telah diidentifikasi sebelumnya (Gambar 6). Expert Locator Discussion group based application Knowledge Transfer Virtual Work Space Application Knowledge Transfer discussion group based application Knowledge Application Expert System/Workflow System Model Konseptual KMS Model konseptual pada Gambar 6. kemudian diperbaharui kontennya (bisa ditambah atau dikurangi) yang disesuaikan dengan: RB/RP. Blog.. KI harus dapat memfasilitasi kebutuhan kolaborasi pengetahuan antara knowledge worker . Untuk menulis content awal bisa dimasukkan ke dalam sebuah wiki dimana nantinya akan berisi modul sesuai mata pelajaran yang diajarkan. hasil karya tulis ilmiah dari peserta diklat. Model kolaborasi juga harus bisa memfasilitasi kebutuhan untuk melakukan kolaborasi kapan saja dan dimana saja (tidak terbatas di dalam kantor saja). Sebelum menulis ke wiki. laporan diklat teknis (baik nasional maupun internasional). 2. misal: modul tahun sebelumnya digunakan sebagai awal dari penyusunan modul. write and edit atau full access) diberikan kepada organization role sesuai dengan kebutuhan-nya. Hal ini diperlukan untuk mengelola semua aplikasi KMS dengan baik. Pada poin 1 telah dijelaskan bahwa untuk penyimpanan content utama (modul) bisa digunakan wiki. Semua apikasi KMS hanya bisa diakses melalui portal ini (sekaligus berfungsi untuk memberikan petunjuk beserta alur penggunaan masing-masing aplikasi). maka WI harus mengakses portal (sebagai one stop information system) yang berfungsi sebagai sistem akses dan autentifikasi (memberi akses ke aplikasi sesuai peran dan tanggung jawabnya). disinilah strategi kodifikasi diaktualisasikan dengan penyimpanan pengetahuan. Aplikasi Pendukung (IT Tools) Knowledge Process Fit Criteria Organizational Roles harus dapat menyediakan/mengisi pengetahuan dalam KI. kemudian content pendukungnya sebagai latar pengetahuan untuk memperbaharui content bisa Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Knowledge creation tidak dapat dipisahkan dengan knowledge storage and retrieval.Perancangan Knowledge Management System . hasil diskusi dari peserta/ketika menjadi narasumber dan sumber lain yang relevan. hasil penerjemahan dari standar yang berlaku secara internasional (tentunya yang 46 sesuai dengan regulasi yang berlaku di Indonesia). Prinsip utamanya yaitu hak akses ke dalam suatu aplikasi (read only.

Tahap ini menekankan pada pengelolaan tacit knowledge dimana pengetahuan baru yang muncul dari hasil diskusi antar WI yang serumpun maupun forum WI atau in-house seminar berada. animasi maupun content multimedia lainnya. | Wicaksono Febriantoro disimpan pada blog. jika ada salah satu peserta yang tidak hadir misalnya atau berada pada tempat yang berbeda. KMS memungkinkan diskusi dilakukan secara lebih luas. maka proses knowledge sharing/ knowledge transfer/ diskusi dapat berlangsung via ruang meeting atau forum diskusi. Pada intinya KMS memungkinkan knowledge transfer dan knowledge sharing kapan saja dan dimana saja. video. Untuk mempercepat proses implementasi knowledge tersebut. 3. Kemudian hasilnya dimasukkan ke wiki berdasarkan kesepakatan pada forum diskusi. Hal ini seperti dilihat pada Gambar 3.. KMS dapat membantu dalam hal menghubungkan informasi dari berbagai sumber dan membuatnya dapat diakses oleh organizational roles yang membutuhkan dengan 47 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Adapun content yang disimpan dapat bervariasi. Dari hasil identifikasi ditemukan bahwa proses penyusunan modul dapat digunakan untuk meningkatkan ke-10 proses lainnya. diskusi masih dapat dilakukan via teknologi pendukung missal : video conference. merupakan siklus yang berulang. Knowledge storage and retrieval juga dilengkapi dengan search and retrieval system untuk mempermudah menemukan informasi dan pengetahuan yang diinginkan. audio. mulai dari text. Selain itu fungsi expert locator juga ditambahkan untuk mempermudah menemukan orang yang ahli dalam suatu bidang tertentu. 4. virtual workspace application dan lain-lain. discussion group based application. gambar. Pada knowledge transfer inilah strategi personalisasi berada.Perancangan Knowledge Management System . Pada tahapan ini dapat ditambahkan mekanisme tertentu sebagai fungsi approval terhadap content yang diperbaharui.. Misal dalam sebuah pembahasan yang akan menentukan apakah sebuah metode pengujian baru dapat dimasukkan atau tidak ke dalam sebuah modul. Nantinya setiap perubahan (baik penambahan atau pengurangan isi modul) pada wiki secara otomatis akan ditambahkan keterangan perubahan-nya (change log) meliputi apa perubahan yang dilakukan dan kapan perubahan itu terjadi. Pada tahap terakhir yaitu knowledge application yang berupa penerapan/implementasi existing knowledge supaya dapat memberikan nilai tambah (continuous improvement) pada proses lainnya. jika semua peserta hadir pada waktu dan tempat yang sama.

48 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . | Wicaksono Febriantoro mudah dan cepat. 3 pemodelan knowledge proses dan perancangan knowledge infrastruktur Mengidentifikasi Pengetahuan Mengidentifikasi Pengetahuan dl Manajemen organisasi. Lebih lanjut KMS dapat mendukung knowledge application dengan cara menempelkan (embed) pengetahuan kedalam proses bisnis organisasi melalui expert/ workflow system (mengkodifikasikan dan mengotomatisasikan proses bisnis). content management dan business intelligence.dll Nonaka (2000) menyatakan bahwa SECI Model terdiri dari. Tabel 8. Validasi Berdasarkan Teori No Temuan Penelitian Teori Pendukung Alavi (2001) menyatakan bahwa peran IT Peran IT dalam mendukung pengelolaan dalam pengelolaan KM sebagai berikut : 1 explicit (kodifikasi) dan tacit (personalisasi) knowledge coding dan sharing dari best practice.d knowledge application. berbagi pengetahuan dan pemanfaatan pengetahuan Knowledge Transfer yang ditemukan 2 terdiri dari 2 strategi. tools untuk komunikasi dan kolaborasi (portal dan intranet) serta forum diskusi elektronik serta search and retrieval system SIMPULAN Pemodelan knowledge process widyaiswara dapat dilakukan menggunakan framework pemodelan knowledge process dari Strohmaier2 yang dimodifikasi menggunakan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara No. aspek Penggunaan Document/Content 4 Management System. content management misal document management system. ditemukan bahwa pada proses bisnis WI latar pengetahuan dalam menciptakan suatu pengetahuan baru belum sepenuhnya Tabel 7. ada 3 proses dasar dalam Manajemen Pengetahuan yaitu proses akuisisi pengetahuan.Perancangan Knowledge Management System . discussion forum (tacit). transfer & application mengenai Pedoman Pelaksanaan Manajemen Pengetahuan. validasi dilakukan juga dengan membandingkan dengan teori/literatur lain serta dengan regulasi yang berlaku supaya keabsahan hasil perancangan dapat dipertanggungjawabkan dengan hasil sebagai berikut pada Tabel 7 dan Tabel 8. Search Engine. Regulasi No Validasi Berdasarkan Regulasi Temuan Penelitian Menurut PermenPAN No.14 Tahun 2011 Knowledge Process yang akan dikelola 1 terdiri dari knowledge creation.discussion group teknologi dl perolehan data menggunakan sistem untuk merekam data elektronik.. Hasil analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa secara umum semua proses bisnis belum mengoptimalkan semua komponen dari knowledge creation s. combination cyber dan time diffent place).12 tahun 2011 mengenai Pedoman Penataaan Tatalaksana (business process).14 Tahun 2011 . Socialization Originating 3 Diseminasi knowledge via collaboration Ba (same time same place). Collaborative tools misal groupware. internalisation exercise ba. pembuatan corporate knowledge directories. Manajemen (pemodelan knowledge proses) serta di tahapan strategi ada tahapan penggunaan teknologi (knowledge infrastruktur) Menurut PermenPAN No. Validasi Desain Knowledge Infrastructure Selain menggunakan fit criteria. dimana saja) interacting ba(diiferent ba.14 Tahun 2011 proses transfer dapat berupa diskusi maupun melalui medium berbasis teknologi Menurut PermenPAN No. kodifikasi (explicit) dan personalisasi (tacit) Menurut PermenPAN No. externalisation model (kapan saja. office automation sytem.14 Tahun 2011 tahapan dalam perencanaan implementasi Manajemen Pengetahuan Konteks dalam Praktek organisasi terdiri dari Penelitian terdiri dari 2 tahap. Dimulai dari knowledge creation. pembuatan knowledge networks Moffet dan McAdam (2003) menyatakan bahwa KM Tools terdiri dari 3 : IT digunakan untuk mendukung 2 manajemen tacit knowledge (working group/CoP) dan explicit knowledge (document management system) collaborative tools.. storage & retrieval.

Knowledge Management and Knowledge Management System : Conceptual Foundation and Research Issues. kerjasama dan kerja tim sedangkan untuk knowledge application banyak yang belum terdefinisi sehingga pemanfaatan knowledge kurang optimal. Austria : Shaker Verlag. Vincent and A. Juan. 49 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . 2006. serta Search Engine/Information Retrieval System dan Expert Locator. B-KIDE : A Framework and a Tool for Business Process Oriented Knowledge Infrastructure Development. in house seminar) dengan IT Tools pendukungnya antara lain : Working Group/Community of Practice Tool. 2011. 2Strohmaier. Jann and Crestofel. D. Dorothy. Jakarta: Kemen PAN-RB. rapat WI yang serumpun. 2006.Perancangan Knowledge Management System . The Concept of ‘Ba’ : Building a foundation for knowledge creation.. Maryam and E. 107-136. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tentang Pedoman Pelaksanaan Manajemen Pengetahuan (Knowledge Management) s. [book auth.. and Konno.] D. Knowledge Management dalam Konteks Organisasi Pembelajar. Ribiere.l. Vol. pp. 1998. Roman. 5Hidajat. | Wicaksono Febriantoro teridentifikasi. Strategi Kodifikasi merupakan strategi yang bersifat explicit (mengelola pengetahuan yang terdokumentasi) dengan IT Tools antara lain : Document/Content Management berupa Wiki dan Blog. MIS Quarterly. forum WI. kemudian dalam knowledge storage belum menggunakan sistem yang terstruktur dan mudah untuk diakses kembali. Knowledge Flow. Strategi Personalisasi dimana strategi ini menitikberatkan pada pengelolaan tacit knowledge (diskusi antar WI. Leidner. 2. Idea Group Reference (IGI). Bandung: SBM-ITB. 3Nonaka 4Alavi. Maret 2001. 25. 2001. Schwartz. 2005. 6M. Dari hasil perancangan knowledge infrastructure menunjukkan bahwa ada dua strategi yang digunakan untuk mendukung knowledge process WI sebagai berikut : 1. knowledge transfer juga belum optimal dikarenakan belum mendukung aktivitas kolaborasi. California Management Review. Encyclopedia of Knowledge Management. Markus B. virtual work space application dan discussion group based application DAFTAR PUSTAKA 1Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

| Wicaksono Febriantoro 7Maier.. Knowledge Management Systems : ICT for Knowledge Management. Ronald. 2007.. New York : Springer. 50 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 .Perancangan Knowledge Management System .

blocking all content on the website raises a problem because not all of the website content is negative. worms and the movement that led to the action of a hack to run the maximum through this device. It is recomended to create a capable device to detect page per page. pendeteksian ABSTRACT A study on the implementation of the content filtering system has been done in Batam local government’s network. Kajian ini diharapkan menjadi masukan Pemerintah Kota Batam untuk menentukan penggunaan konten filtering yang efektif. Penyaring konten yang dipakai adalah firebox seri 125e yang memiliki keunggulan melakukan blok terhadap konten sebuah website secara menyeluruh. In this researh we apply qualitative method to see how far content filtering has been used in Batam Local Government’s Network. karena tidak semua konten yang terdapat pada sebuah situs tersebut negatif. However. Disarankan untuk menciptakan sebuah perangkat yang mampu mendeteksi sebuah konten page per page. Namun pemblokiran seluruh konten yang terdapat pada sebuah website memunculkan permasalahan. Detection of viruses. Pendeteksian virus. Penelitian ini menggunakan metoda kualitatif untuk melihat sejauh mana penggunaan konten filtering dilakukan di Kantor Pemerintahan Kota Batam. The content filter used is firebox 125e series which has the adventage to block all of website content. Kata Kunci : penyaring konten. Efek positifnya. so the selection process can be carried out relevant content. sehingga proses penyeleksian konten dapat dilakukan secara relevan. firebox 125 e series. Keywords : content filtering.. worm maupun gerakan yang mengarah pada tindakan berupa hack dapat berjalan secara maksimal melalui perangkat ini. This study is expected to provide input Batam Local Government to determine effective content filtering.go.damanik@kominfo. teknologi informasi dan 51 Kajian Implementasi Watchguard Firebox Seri 125e . perkembangan teknologi informasi melahirkan dua efek yakni efek negatif dan efek positif. firebox 125e series. | Jarudo Damanik .JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI Vol 1 No 1 Desember 2012 KAJIAN IMPLEMENTASI WATCHGUARD FIREBOX SERI 125e SEBAGAI PENYARING KONTEN PADA JARINGAN KANTOR PEMERINTAH KOTA BATAM A STUDY ON THE IMPLEMENTATION OF WATCHGUARD FIREBOX 125e SERIES AS A CONTENT FILTER IN BATAM LOCAL GOVERNMENT’S NETWORK Jarudo Damanik Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika Medan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI Jalan Tombak Nomor 31 Medan jarudo.id ABSTRAK Kajian implementasi sistem penyaring konten telah dilakukan di Kantor Pemerintah Kota Batam. detection PENDAHULUAN Ibarat dua sisi mata uang..

Pada teknik ini proxy akan memainkan peran untuk menyampaikan dan menerima permintaan dari user untuk mengakses konten dari server global. dunia maya memiliki hampir semua hal yang terdapat pada dunia nyata.. Konsep dan cara kerja proxy2 Pada dasarnya proxy berfungsi sebagai content checking. tayangan sadis dan lainnya. Selain itu teknologi informasi menghadirkan pergeseran paradigma terhadap tingkat kepentingan informasi menjadi suatu hal yang paling berarti dan berharga. teknologi informasi dan komunikasi. Sebagai sebuah perwujudan dari dunia yang maya. Berbeda dalam dunia nyata. Lebih spesifik. khususnya keberadaan dunia maya dewasa ini digunakan orang sebagai pusat rujukan informasi. Namun sisi lain kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. kecanduan hubungan maya. Saat ini teknis penyaringan konten yang sering digunakan adalah dengan mengimplementasikan proxy yang terdapat pada jaringan. Bila proxy Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . penyaringan konten yang tersedia di dunia maya secara teknis sangat diperlukan. serta amat mudah membuktikan setiap pelanggaran yang dilakukan seseorang.1 Dampak negatif tersebut semakin besar karena ketersediaan fitur dan mudahnya akses. dan bahkan sebagai media dalam melakukan pembelajaran. melakukan transaksi dan aktivitas ekonomi.. Untuk itu. di dunia maya segala aktivitas dapat dilihat lebih visual dan nyata.Kajian Implementasi Watchguard Firebox Seri 125e . Meski demikian semua informasi yang terdapat pada dunia maya yang di interpretasikan melalui laman website yang ada saat ini memiliki manfaat selama digunakan secara bijaksana diartikan dengan menggunakan untuk tujuan yang bermanfaat serta menyaring isi yang bersifat negatif. khususnya fasilitas dunia maya menghasilkan konsekuensi negatif bagi penguna. Konsekuensi negatif yang kita anggap sebagai dampak negatif teknologi ini sama luasnya dengan manfaat positif teknologi ini. waktu dan biaya yang besar dalam mengakses informasi telah diatasi dengan hadirnya fitur fitur yang terdapat di dunia maya yang lebih efektif. dalam bentuk kampanye persuasif. Gambar 1. bersosialisasi. Secara garis besar internet memberi peluang terciptanya dampak negatif seperti 52 pornografi. Ada beberapa cara penyaringan konten yang dapat dilakukan. Permasalahan geografis yang selama ini selalu menjadi kendala. | Jarudo Damanik komunikasi memberikan berbagai kemudahan dalam menyelesaikan pekerjaan. sehingga membutuhkan ruang.

yaitu mencatat dan menggambarkan secara teliti seluruh fenomena yang ditemukan di 5 lapangan. namun kenyataannya efektivitas kinerja dalam melakukan penyaringan masih belum cukup. serta solusi pemilihan perangkat penyaring konten yang efektif. Sisi lain dari alasan penyaringan sebuah konten juga dipengaruhi beberapa faktor yang bersifat non teknis. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di Kantor Pemerintah Kota Batam di kawasan Batam Center. sekaligus memilih informan sebagai sumber data serta melakukan penilaian kualitas data. Peneliti secara langsung mengamati objek penelitian untuk melakukan interpretasi data lapangan. Kebijakan lebih teknis diperlukan untuk menciptakan akses ke dunia maya yang lebih sehat dan bermartabat. dengan fokus pengamatan terhadap kinerja jaringan yang berada di Lantai VII. Berdasarkan pemaparan diatas. serta apa kelemahan dan kelebihan tools tersebut.3 Dalam sebuah diskusi oleh ICTWATCH bersama dengan komunitas blogger disimpulkan bahwa dukungan terhadap keberadaan UU ITE Nomor 8 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).4 Namun perlindungan terhadap masyarakat terkait akses ke negatif tidak dapat dipenuhi hanya undang undang tersebut. khususnya konten dunia maya yang sangat dinamis. | Jarudo Damanik diset untuk mem-filter konten yang mengandung kata “sex”.. Objek pengambilan data terdiri dari data aktivitas lalulintas jaringan dari menu Manajemen Admin. karena fungsi vitalnya sebagai jembatan antara client dan webserver sekaligus sebagai otorisasi mengijinkan akses. Relevansi teknik penyaringan dengan kaidah kepantasan terhadap pengakses begitu erat kaitannya. Penelitian dilaksanakan selama 6 (enam) bulan yakni dari bulan Januari 2012 sampai dengan Juni 2012. khususnya pasal 27 ayat 1 harus dilakukan secara lebih nyata.6 Alasan pemilihan metode ini didasarkan pada fenomena perkembangan teknologi informasi.. Penelitian ini memakai pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif. Penelitian ini diharapkan memberikan informasi teknis terkait dengan perangkat konten filtering sebagai media penyaringan informasi negatif. Meskipun pada setiap jaringan. dan selalu 53 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . maka semua paket yang mengandung kata “sex” akan ditolak.Kajian Implementasi Watchguard Firebox Seri 125e . kajian ini difokuskan pada sejauhmana perangkat penyaring konten yang digunakan pada jaringan kantor Pemerintah Kota Batam mampu melakukan filtering terhadap konten negatif. dokumen awal pembangunan jaringan dan wawancara mendalam terhadap seluruh elemen yang terkait dengan manajemen pengelolaan jaringan. khususnya jaringan local area network selalu disertai sebuah proxy. menafsirkan serta membuat kesimpulan atas temuan di lapangan.

sistim jaringan komputer lokal mengadopsi topologi jaringan topologi Mesh atau biasa disebut topologi jala. Keberagaman data yang diperoleh akan di deskripsikan. untuk melihat pendapat yang sama dan melakukan member chek terhadap data yang berbeda untuk dibuatkan kesepakatan diantara sumber data. Hal ini diperlukan karena data yang 54 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Topologi Mesh yang digunakan dalam jaringan antar koneksi di kantor Pemerintah Kota Batam Pemilihan topologi ditujukan untuk keamanan data yang didistribusikan. 7 Titik port hub Client 2 Client 4 server sebagai sentral Client 6 Gambar 2. Validasi data dilakukan dengan menggunakan teknik triangulasi yaitu Client 5 melakukan pengecekan dari sumber data yaitu pengelola dan manajemen admin jaringan. Dengan menggunakan topologi ini data yang disampaikan antar satu komputer dengan komputer lain lebih aman karena menggunakan “dedicated link” komunikasi data secara langsung tanpa melalui komputer lain. credibility. Tahapan ini dilakukan untuk melihat realita yang diungkapkan informan dengan Client 1 melihat pengalaman informan terkait topik.Kajian Implementasi Watchguard Firebox Seri 125e . dimana dalam topologi ini terbentuk suatu bentuk hubungan antar perangkat dimana setiap perangkat terhubung secara langsung ke perangkat lainnya yang ada di dalam jaringan.. pejabat yang memiliki otoritas terhadap keberlangsungan jaringan. HASIL DAN PEMBAHASAN Pada jaringan kantor Pemerintah Kota Batam. Teknik pendekatan secara persuasif dan penjabaran naratif diharapkan mampu menggali semua fenomena dan kencenderungan yang berkembang. data lalulintas jaringan serta para pengunjung atau user yang menggunakan jaringan.. Sedangkan analisa data dilakukan dalam beberapa tahapan dari tahapan trustworthines. dikategorikan. | Jarudo Damanik mengelami perubahan dan pembenahan setiap saat. menguji kredibilitas informan dari jawaban serta memfasilitasi Client 3 pengungkapan konstruksi personal informan. hingga authenticity.

Sistim Penyaring Konten Kantor Pemerintah Kota Batam Pada jaringan kantor Pemerintah Kota Batam efektivitas penggunaan proxy dan firewall dimaksimalkan untuk melakukan pengontrolan atas akses yang dilakukan user.. | Jarudo Damanik didistribusikan sangat penting seperti data statistik dan kependudukan. Hasil penelitian menunjukan tipe MS Proxy Server dan Win Gate mampu menyortir seluruh lalulintas paket yang masuk. Sebagai contoh sebuah web proxy dapat diperoleh secara gratis mampu melakukan browsing tanpa harus khawatir oleh adanya pemblokiran situs karena semua request akan dilewatkan di web proxy tersebut. Jaringan pada kantor Pemerintah Kota Batam juga dilengkapi dengan firewall yang bekerja saling mendukung dengan proxy. Sistim langganan keamanan terintegrasi XTM WatchGuard dan Firebox X e-Series peralatan dengan nomor seri X1250e. Pada weblocker ini terdapat fitur tambahan berupa perangkat proteksi antivirus. Firewall watchguard ini bekerja dengan memfokuskan semua paket yang masuk melalui proses identifikasi. Kondisi ini tentu tidak mencukupi untuk melindungi dan memantau jaringan bebas dari akses yang tidak terdeteksi. Sebagus apapun tipe proxy yang digunakan saat ini dapat dipastikan tidak akan mampu melakukan pengontrolan seluruh aktivitas. Perkembangan berbagai tipe proxy yang sebagian besar dapat diperoleh secara gratis menimbulkan fenomena baru. Bentuk fisik webblocker sebagai penyaring konten yang digunakan kantor Pemerintah Kota Batam Secara umum fungsi webblocker ini untuk melakukan pengamatan terhadap segala aktivitas yang dilakukan oleh user dalam lingkup jaringan. Keberadaan firewall yang komprehensif ini tentunya untuk memberikan perlindungan secara total terhadap setiap akses yang tidak dikehendaki. spyware dan anti spam.Kajian Implementasi Watchguard Firebox Seri 125e . Watchguard firebox 125e akan mengidentifikasi sebuah paket yang diakses user melalui pengecekan alamat IP baik komputer sumber maupun komputer tujuan untuk 55 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Firewall yang digunakan adalah WebBlocker yang merupakan produk sebuah vendor berbasis di Amerika Serikat. Proxy yang digunakan pada server jaringan ini sudah lengkap. Ini diperlukan karena banyaknya data Pemerintah Kota Batam yang harus dilindungi ketika terjadi sebuah distribusi data.. XTM Watchguard Firebox 125e Gambar 3. Saat ini konfigurasi pada MS Proxy Server dan Win Gate yang bekerja pada layer aplikasi mampu melakukan pengontrolan terhadap seluruh aplikasi yang digunakan pada jaringan. dengan mengenali konten yang disajikan oleh sebuah website.

dimana metode penyaringan konten yang masuk langsung menutup semua akses berdasarkan port. Upaya pemblokiran seharusnya dilakukan dengan bijaksana. Selain itu fleksibilitas pengkonfigurasian dapat dilakukan melalui port yang digunakan. sehingga seluruh web yang berbasis pada port 56 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Artinya untuk dapat memblok sebuah situs berbagai tipe dapat dilakukan dengan menutup port tertentu. Hal ini sebenarnya sangat bertentangan dengan kebebasan dalam memperoleh informasi.Kajian Implementasi Watchguard Firebox Seri 125e .. Beberapa kelemahan yang dapat diidetifikasi dalam penelitian ini adalah Watchguard Firebox 125e yang digunakan sebagai firewall untuk melindungi jaringan berjalan secara sporadis. 8 Esensi pembatasan dan pemblokiran bertujuan untuk menyelamatkan bangsa ini dari kerusakan. Pembatasan sebagian konten negatif di jaringan situs website juga sebagai upaya untuk meningkatkan harkat dan martabat bangsa ini di panggung dunia. Kelemahan Watchguard Firebox 125e Selain keunggulan yang dimiliki Watchguard Firebox 125e juga memiliki beberapa kelemahan. firebox 125e memiliki beberapa keunggulan diantaranya memiliki kemampuan melakukan penyaringan IP adress. tersebut tidak akan dapat diakses user. kemudian mengecek port yang digunakan dan membandingkan dengan database yang dimiliki serta melakukan pengecekan terhadap protokol IP yang digunakan.. Artinya pembatasan atau pemblokiran bukan berarti membatasi hak manusia untuk memperoleh informasi. Indikator firewall ini menolak atau melewatkan paket tersebut berdasarkan daftar database yang sudah ada sebelumnya. | Jarudo Damanik membandingkan apakah IP dimaksud merupakan IP yang memiliki indikasi merusak. Artinya sebagai sebuah bangsa besar yang sejajar dengan bangsa bangsa lain di dunia ini bangsa Indonesia juga memiliki etika dalam Intern et Router Firebox sebagai Firewall spesifikasi teknis firebox xWebserve webserve Switch User User Sub Sub Gambar 4. Selain itu firebox 125e juga merupakan sebuah paket watchguard yang terdiri dari perangkat lunak firewall sekaligus terintegrasi dengan perangkat keras. Cara kerja dan fungsi firebox sebagai firewall yang digunakan di kantor Pemerintah Kota Batam Keunggulan Watchguard Firebox 125e Dari sisi fitur. sehingga keseluruhan informasi yang ada dalam website tersebut secara otomatis tidak akan bisa diakses.

padahal bila perangkat tidak terupdate secara berkala sangat mempengaruhi kemampuan pembentukan database sesuai pertumbuhan website yang pesat. seluruh otoritas yang ada di Pemerintah Kota Batam yang memiliki wewenang terkait dengan keberadaan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi dan unsur unsur pendukungnya sudah memiliki konsep pemanfaatan yang sangat jelas. khususnya perlindungan terhadap user yang mengakses melalui jaringan terhadap konten yang akan diakses cukup kuat. Proses update perangkat yang harus dilakukan kepada vendor pemilik lisensi watchguard firebox 125e juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit. karena sebagian isi situs yang diblok melalui fungsi firewall dipastikan memiliki konten positif yang dibutuhkan user. Sebagian isi situs tersebut pasti akan memiliki manfaat sepanjang dilakukan model pengaksesan yang sehat. Peluang untuk melakukan kerjasama 57 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . untuk menghindari pemblokan sebuah situs secara keseluruhan. Sebuah perangkat yang mampu mendeteksi konten secara page by page diharapkan mampu mengatasi permasalahan filtering ini. Duplikasi pengamanan dimaksud terdiri dari penggunaan proxy sequid untuk seluruh aktivitas internel jaringan dan menggunakan firewall berbasis watchguard firebox seri 125e untuk setiap akses masuk. dimana manajemen administrator jaringan memilih untuk memperkuat sistim pengamanan jaringan dengan melakukan duplikasi pengamanan. besarnya biaya yang dibutuhkan dalam melakukan identifikasi dan pembentukan database yang akan terkonfigurasi juga akan menjadi masalah ketika penganggarannya tidak dilakukan secara tepat. Selain itu dalam mengkonfigurasikan database untuk menyeleksi situs yang dianggap memiliki potensi negatif dan berbahaya sebaiknya dilakukan secara lebih bijak dengan memperhatikan seluruh aspek konten yang terdapat pada situs dimaksud. Penyediaan perangkat baik dari sisi hardrware. 9 Selain itu. Cara kerja firewall dengan langsung menutup seluruh port yang diidentifikasi atau berpeluang memiliki konten yang tidak baik sesungguhnya bukan tindakan yang bijak.. Pemilahan terhadap sebuah situs tertentu untuk melihat serta menciptakan cara pandang penilaian yang lebih parsial sangat diperlukan untuk menciptakan pola akses informasi yang relevan. | Jarudo Damanik melakukan akses informasi melalui dunia maya. khususnya di negara yang belum dapat menentukan secara spesifik memberikan kategori konten negatif atau positif. SIMPULAN Secara teknis. software maupun tools lainnya sudah sangat mencukupi.. Teknik penyaringan konten pada jaringan kantor Pemerintah sebaiknya dilakukan secara parsial dan terpisah dengan fungsi firewall. Dari sisi keamanan data.Kajian Implementasi Watchguard Firebox Seri 125e .

Instalasi dan Konfigurasi Jaringan Komputer. Bandung M.Kajian Implementasi Watchguard Firebox Seri 125e . Penerbit Informatika. Bulletin IT (diakses tanggal 23 Januari 2012) http://buletin. Panduan Menggunakan Internet Sehat. 58 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . 8Sembiring. 2006. 5Sugiono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif.id Mico. 6Mulyana.. 7Sopandi. Bandung. Remaja Rosda Karya. DAFTAR PUSTAKA 1Iqbal.uii. Indonesia Security Incident Response Team On Internet Infrastructure (ID-SIRTII). 3Salahuddin. Dede. Jakarta 2008. 2002. Laporan Konfrensi Pers Terkait Aturan Pengawasan Konten Negatif Bagi Provider Penyedia Konten.. Kualitatif dan R&D. Focus Group Discussion : Draf dan Acuan Etika On-Line.ac. 2007. 2Pardosi.kominfo. Pengantar Instalasi Jaringan. Bandung Perumus. Jakarta 2011.2011. Paradigma Baru Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial Lainnya. Alfabeta. Penyaringan Konten Negatif di Internet.go. Dampak Positif dan Negatif Internet. Metodologi Penelitian Kualitatif. 4ICTWATCH. Ictwatch. | Jarudo Damanik dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika terkait pengembangan dan penggunaan software penyaring konten dapat dilakukan. Penerbit Informatika. Sebagai acuan saat ini Kementerian Komunikasi dan Informatika sedang melakukan ujicoba penggunaan trush+ sebagai sebuah perangkat penyaring konten pintar untuk melakukan pendeteksian setiap konten secara detil dan page by page.it. Bandung Dedy. 2011. (tanggal 27 Oktober 2010) http://www.id 9Tim Jamaluddin. Tifatul. 2010.

The system was tested with Denial of Service attacks using tools Engage Packet Builder. Packet attack was then detected as a denial of service attacks through the monitoring network packets. dan kekurangan dalam hal sistem pertahanan yang jelas. maka diterapkan sebuah metode Wireless Intrusion 59 Perfomansi Wireless Intrusion Detection System . Kurangnya pusat monitoring. metode Wireles Intrusion Detection System mampu mendeteksi serangan Denial of Service dengan performasi 54%. The implementation of this method have been performed using snort-wireless tools. Hasil penelitian yang telah dilakukan. Salah satu jaringan yang rentan terhadap serangan tersebut adalah wireless adhoc. it has been obtained that the Wireless Intrusion Detection System were succeded in detecting the Denial of Service attacks by 54 %. WIDS. From the study. Sistem proteksi wireless dengan menggunakan firewall dan enkripsi tidak cukup memadai dan efektif.id ABSTRAK Telah dilakukan kajian Wireless Intrusion Detection System untuk mendeteksi serangan Denial of Service terhadap jaringan wireless. Dalam mengatasi kerentanan jaringan nirkabel tersebut... manajemen point. Paket serangan kemudian dideteksi sebagai sebuah serangan Denial of Service melalui hasil monitoring paket jaringan. Kata Kunci: Jaringan nirkabel. Denial of Service ABSTRACT Performance of Wireless Intrusion Detection System to detect Denial of Service against wireless network has been studied. WIDS.go. Dalam penerapan metode WIDS menggunakan tools Snort-Wireless yang berjalan pada sistem operasi Linux. Metode tersebut dapat menjadi solusi keamanan jaringan nirkabel dari serangan yang setiap saat dapat mengancam. Racing Center II/25 Makassar tasmil@kominfo.JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI Vol 1 No 1 Desember 2012 PERFOMANSI WIRELESS INTRUSION DETECTION SYSTEM (WIDS) BERBASIS SNORT UNTUK MENDETEKSI SERANGAN DENIAL OF SERVICE PERFORMANCE OF WIRELESS INTRUSION DETECTION SYSTEM BASED SNORT FOR DETECTING DENIAL OF SERVICE ATTACKS Tasmil Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika Makassar Jl. It is argued that the method might be suitable for a solution of wireless network security. Sistem tersebut diuji dengan serangan Denial of Service menggunakan tools Engage Packet Builder. Keywords: Wireless Network. | Tasmil . Denial of Service PENDAHULUAN Denial of Service (DoS) sebagian besar terjadi melalui internet.

mesin analisis akan mengirimkan peringatan ke server. Hal yang perlu diperhatikan pada implementasi WIDS adalah perihal false positive dan false negative. antara lain4 : 1.. WIDS akan berdampingan dengan protokol keamanan membantu meningkatkan keamanan total. mencari kejadian yang cocok dengan pola perilaku yang dikenali sebagai serangan.Perfomansi Wireless Intrusion Detection System . atau karena penyerang berhasil menggunakan sebuah metode serangan yang dapat menghindari WIDS. WIDS melakukan tugas ini secara eksklusif untuk jaringan nirkabel. Analysis Data dan formatnya akan dibandingkan dengan pola serangan yang sudah dikenali 4. False positive adalah peringatan serangan yang dihasilkan oleh WIDS akan sebuah paket normal pada sistem yang dimonitor. | Tasmil Detection System (WIDS)1. Response Jika ada yang cocok dengan pola serangan. Karena garis pertahanan pertama untuk jaringan nirkabel tampaknya tidak cukup untuk memenuhi keamanan saat ini dan tuntutan di masa yang akan datang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji kemampuan WIDS dalam mendeteksi serangan DoS dengan menggunakan pola serangan SYN Flooding dan menguji 60 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Rule Based Detection Analisis dilakukan terhadap aktivitas sistem. WIDS dapat melewatkan serangan karena serangan tersebut tidak dikenali olehWIDS.2 WIDS adalah sebuah perangkat lunak atau perangkat keras alat yang digunakan untuk mendeteksi akses tidak sah dari sistem komputer atau jaringan. nomor identitas pola serangan dan penjelasan pola serangan. 3. Sistem ini memonitor lalu lintas di jaringan anda cari dan ancaman penyadapan dan mengingatkan personil untuk merespon. Preprocessing Mengumpulkan data tentang pola dari serangan dan meletakkannya pada skema klasifikasi. maka pertahanan mengacu pada pemanfaatan WIDS harus dilakukan. Beberapa kekurangan dan kelemahan telah di dimunculkan. Kemudian suatu model akan dibangun dan dimasukkan ke dalam bentuk format yang umum seperti nama pola serangan. 2.3 Algoritma yang diadopsi oleh WIDS untuk mengenali serangan.. Berdasarkan permasalahan yang dihadapi maka rumusan permasalahan dalam penelitian ini adalah “Berapa Besar Performansi WIDS dalam Mendeteksi Serangan DoS?” . False negative adalah sebuah serangan yang benar-benar terjadi namun terlewatkan oleh WIDS sehingga WIDS tidak akan menghasilkan peringatan apapun atas serangan tersebut.

jika paket data dideteksi sebagai penyusupan/serangan. Menetapkan serangan jumlah paket 2.000. 18. Paket data yang masuk kedalam jaringan komputer direkam dalam file log snort.000. User akan mengamati alert yang dihasilkan melalui interface base berbasis web.000. Gambar 1. maka Snort engine akan menuliskannya ke alert (berbentuk file log) dan ke database (yang digunakan dalam eksperimen ini adalah database MySQL). Prosedur di atas digambarkan ditunjukkan pada Gambar 2. 5. 3. 15. 6. 3. 4.000 dan 21. Target serangan adalah protokol TCP padal layer 4 lapisan OSI.. 2. Webmin adalah Interface Base yang telah ditambahkan module snort rule digunakan untuk mengelola rule.000 paket dengan melakukan pengujian sebanyak 5 (lima) kali.000. membaca paket data dan membandingkannya dengan rule database.000. Menentukan port 80 yang terbuka pada jaringan komputer. Komputer penyerang mengirimkan paket SYN sebanyak 300. 9. Skema serangan DoS pada jaringan Prosedur deteksi serangan SYN Flooding dengan WIDS menggunakan Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 61 . WIDS keamanan dalam jaringan tools snort versi 2. 600. 12. klasifikasi paket serangan tersebut adalah : 1. | Tasmil kemampuan meningkatkan nirkabel.Perfomansi Wireless Intrusion Detection System . Rule berfungsi untuk mencatat serangan pada sebuah file log.8. 3. 1. bahkan dapat digunakan untuk menambahkan rule-rule secara manual dengan editor berbasis web.6 adalah sebagai berikut : 1. Rule mana saja yang akan di menable dan disable dapat diatur melalui Webmin.000.. METODE PENELITIAN Pengumpulan data menggunakan teknik eksperimen berupa percobaan simulasi se rangan DoS dengan paket SYN Flooding seperti ditunjukkan pada Gambar 1. 4.

Model desain keamanan jaringan nirkabel dengan WIDS tersebut ditunjukkan pada Gambar 3.0.8. | Tasmil Spesifikasi Perangkat Keras dan Perangkat Lunak  Detector WIDS: 1. Linux Ubuntu 11.0.6 yang bertindak selaku detektor untuk mendeteksi serangan DoS. Klasifikasi serangan DoS Pen guji an Jumlah Paket 300 600 Uji coba 5 kali 5 kali Jenis Serangan SYN Flooding SYN Flooding Perfo rman si WIDS (%) Gambar 3.4. 4.Perfomansi Wireless Intrusion Detection System . Linksys WRTG54GL 2.0(SYN FLOODING) 4. Engage Packet builder v2. APACHE2 7. IP Address 192.4 5.4. Memori 1 GB 3.3  Intruder: 1. Acer ASPIRE ONE Intel Atom Processor N450 2.2  Access Point: 1.8. IP Adress 192.168.1 Pengujian performansi WIDS diukur dengan serangan DoS untuk 10 (sepuluh) kali serangan paket SYN Flooding dengan klasifikasi serangan dan performansi WIDS ditunjukkan pada Tabel 1 di bawah ini. Memori 1 GB 3.168.. BASE 1.6(Detector) Gambar 2.168. Metode WIDS dengan snort-wireless Pengujian Perfomansi Keamanan Jaringan Nirkabel Dengan WIDS Dalam mendesain keamanan jaringan nirkabel dengan WIDS menggunakan tools snort 2. Hasil deteksi snort berdasarkan rules yang telah dikonfigurasi untuk mendeteksi serangan DoS kemudian disimpan ke dalam database MYSQL dan log file. Acer Aspire 1430z 2. Tools Snort 2. MYSQL 6. Tabel 1. IP Address 192.04 8.0.2. Desain keamanan jaringan nirkabel dengan WIDS 62 1 2 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 ..4. Deteksi serangan DoS ditampilkan melalui interface web dengan menggunakan tools Base 1.

monitoring web dan penentuan sensor serangan. Konfigurasi WIDS meliputi rules serangan. Konfigurasi Snort-wireless yang dipakai pada simulasi Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 63 . Berdasarkan hasil monitoring paket dengan tools Base 1.4.. Hasil monitoring paket HASIL DAN PEMBAHASAN Rancangan WIDS menggunakan platform sistem operasi linux Ubuntu 11. port.Perfomansi Wireless Intrusion Detection System . Paket serangan tersebut berupa catatan log IP address. Perilaku paket serangan akan diuji berdasarkan rules serangan yang telah dibuat dari hasil konfigurasi snort yang ditunjukkan pada Gambar 4. database MYSQL.04 selaku server dengan simulasi jaringan menggunakan 3 (tiga) komputer dan satu Access Point sebagai router.4. | Tasmil 3 4 5 6 7 8 9 10 1000 3000 9000 6000 12000 15000 18000 21000 5 kali 5 kali 5 kali 5 kali 5 kali 5 kali 5 kali 5 kali SYN Flooding SYN Flooding SYN Flooding SYN Flooding SYN Flooding SYN Flooding SYN Flooding SYN Flooding DoS berupa pengiriman paket SYN Flooding. Serangan DoS ditampilkan dalam bentuk alert atau pesan yang muncul pada halaman depan interface base 1..4. Pengujian ini merupakan hasil simulasi serangan Gambar 4. Monitoring serangan sifatnya real time dan dicatat dalam log file WIDS. log file. dan waktu penyerangan.4 dimana keseluruhan alert tersebut akan ditotal berdasarkan jumlah serangan DoS yang terdeteksi. Komputer server sebagai detektor WIDS dan salah satu client bertindak selaku victim dan attacker. semua paket TCP akan diperiksa kemudian dideteksi apakah traffic paket dalam jaringan merupakan serangan atau paket biasa.

168. Gambar 6.4. Klasifikasi serangan SYN Flooding dari hasil analisa memakai Base 1..0 yang dikonfigurasi dengan IP Address 192. Simulasi ini ditunjukkan melalui port destination pada Gambar 6. Simulasi serangan dari IP 192.4.3 memakai Engage Packet builder v2. Pengujian tersebut berhasil diujikan dimana paket tersebut telah membanjiri jaringan komputer berupa paket SYN Flooding sehingga pengguna jaringan yang sah tidak dapat masuk ke dalam sistem jaringan dan request dari pengguna yang sah tidak dapat dilayani akibat dari serangan tersebut sehingga jaringan komputer menjadi kacau dan performansinya menurun.168.2. Paket serangan DoS dapat dideteksi dengan baik berupa catatan klasifikasi serangan yang terdiri dari jenis serangan.0.2.4 Hasil pengujian telah dilakukan terhadap keamanan jaringan nirkabel menggunakan metode Wireless Intrusion Detection System (WIDS) dengan serangan DoS.0.4 ditunjukkan pada Gambar 5.4 ditunjukkan pada Gambar 7. | Tasmil yang ditampilkan melalui interface Base 1.. port.168. Gambar 5.0.0.0.2 ke IP 192. Tampilan hasil monitoring serangan memakai Base 1. Gambar 7.4. layer dan waktu penyerangan yang ditampilkan melalui interface Base 1.3 (IP server) pada protokol TCP dengan port 80. IP ini mengirimkan paket SYN Flooding ke IP Address 192.4.Perfomansi Wireless Intrusion Detection System .4 Pengujian serangan menggunakan tools Engage Packet builder v2.IP address.168. Serangan sebanyak 10 (sepuluh) kali pengujian untuk paket yang berbeda didapatkan hasil deteksi serangan DoS.dengan 64 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 .2.

000 21.. 3. Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa performansi keamanan jaringan komputer dapat ditingkatkan terhadap serangan DoS. Saran-saran yang dapat diberikan dari analisa kinerja sistem deteksi serangan dengan WIDS: 1. | Tasmil performansi 54%. Hasil pengujian serangan DoS Pen guji an 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Paket SYN 300 600 1.Perfomansi Wireless Intrusion Detection System .158 35. 15. Priyanka Jadhav.000.000 12.978 7.000 dan 21.. 18. Paket serangan kurang dari 10 (sepuluh) paket perdetik tidak terdeteksi sebagai serangan. 600. 1.000 Rata-rata Uji Coba Total Alert 1. Pengaturan rules tersebut ditentukan berdasarkan aturan penerimaan paket untuk serangan DoS. Menggunakan teknik pengujian lanjutan terhadap ancaman keamanan jaringan nirkabel. Serangan DoS yang sebelumnya tidak terdeteksi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa WIDS cukup baik dalam mendeteksi serangan DoS dalam memberikan informasi kepada admin jaringan komputer untuk memblok serangan tersebut. 2. 9. Dalam pengujian serangan DoS.000 5 kali 90. 12.000 9.000. 2.000 5 kali 15.470 2.656 28.152 17.000. akhirnya mampu dideteksi WIDS dengan performansi di atas 50% dari total paket serangan yang diujikan.000 6. International Journal of Computer Applications (2010) 0975 – 8887 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 65 . snort sebagai detektor WIDS dikonfigurasi dengan 10 (sepuluh) paket SYN perdetik untuk deteksi serangan DoS.032 20.000. Metode WIDS ini mampu meningkatkan Keamanan jaringan nirkabel terhadap serangan DoS untuk pengujian serangan sebanyak 10 (sepuluh) kali dengan pengiriman 300.000 3.000 Total Paket SYN 5 kali 1.970 3. Tabel 2. Wireless Intrusion Detection System.000.000 5 kali 45. Dianjurkan melapisi sistem keaman jaringan nirkabel dengan WIDS khususnya untuk deteksi dini terhadap serangan DoS.487 Perfor mansi WIDS 98% 99% 78% 48% 59% 25% 34% 34% 31% 34% 54% SIMPULAN Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan WIDS sebagai berikut : 1.000 paket serangan SYN Flooding . Metode WIDS mampu mendeteksi serangan DoS berupa serangan SYN Flooding dengan performansi rata-rata 54% terhadap pengujian serangan DoS berupa pengiriman paket SYN Flooding .000 5 kali 60. 3.000 5 kali 105. Adapun hasil serangan DoS berupa pengiriman paket serangan SYN Flooding ditunjukkan pada Tabel 2.448 25.680 11.000 15.000 5 kali 30. Membandingkan kinerja snort dengan tool WIDS yang lain.500 5 kali 3. DAFTAR PUSTAKA 1Snehal Boob.000 5 kali 5.000 5 kali 75.000 18.

2004 3Scott. Wolfe. 2004 Endorf. | Tasmil 2Alexandros Tsakountakis. 4Carl 66 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Eugene Schultz. Wiley Publishing Inc..Perfomansi Wireless Intrusion Detection System . SNORT for Dummies.. Georgios Kambourakis and Stefanos Gritzalis.. McGrawHill/Osborne. and Jim Mellander. Intrusion Detection & Prevention.11i. and B. Hayes. Jurnal Computer Society (2007) P. Towards effective Wireless Intrusion Detection in IEEE 802.

while comparison of the upload speed is not significantly different. The speed changes trend in PLIK’s internet connection speed is decreased steadily from morning to afternoon. Kenyataannya. sedangkan tren perubahan kecepatan pada warnet hanya kembali meningkat di waktu sore setelah menurun di waktu siang. : (061) 6639817 moh. Temuan penelitian menunjukkan kecepatan download PC client PLIK hanya setengah kecepatan download PC client warnet. moh.go. This test shows the connection speed in numeric in Mega bit per second (Mbps). Keywords: Sub District Internet Access. after decreased at noon. using descriptive method and quantitative approach by testing the connection speed utilizing online tester. Muttaqin Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Jl.muttaqin@kominfo.muttaqin@gmail.31. sementara kecepatan upload PLIK dan warnet tidak terpaut jauh. internet connection speed Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet . especially it is less popular compared to internet cafe that has similar consumer segmentation... PC client. Tombak No. terutama kalah populer dibandingkan dengan warnet yang memiliki segmentasi konsumen yang sama.id. / Fax. the implementation of PLIK faced many problems. This research aimed to analyze the comparison of PC client connection speed between PLIK and internet cafe. Medan. warnet. Pengujian ini menghasilkan nilai-nilai kecepatan berupa angka yang dikonversikan dalam satuan Mega bit per second (Mbps). Tren perubahan kecepatan koneksi internet pada PLIK terus menurun seiring perjalanan waktu pagi ke sore. PC client.com ABSTRAK Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) merupakan program pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam upaya pemerataan informasi dan memasyarakatkan internet sehat. Kata Kunci: Pusat Layanan Internet Kecamatan. kecepatan koneksi internet ABSTRACT Sub District Internet Access (PLIK) is the governmental program conducted by Ministry of Information and Communication Technology (MICT) in order to evenly distribute information and socializing safe internet usage. | Moh. while internet cafe’s is increased in the afternoon.The research found that the PLIK’s download speed is only a half of internet cafe’s.JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI Vol 1 No 1 Desember 2012 ANALISIS PERBANDINGAN KECEPATAN KONEKSI INTERNET PC CLIENT PUSAT LAYANAN INTERNET KECAMATAN (PLIK) DENGAN WARNET DI KOTA BANDA ACEH COMPARATIVE ANALYSIS OF PC CLIENT INTERNET CONNECTION SPEED BETWEEN SUB DISTRICT INTERNET ACCESS (PLIK) AND INTERNET CAFE IN BANDA ACEH Moh. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif melalui pengujian kecepatan koneksi menggunakan alat uji kecepatan online. In fact. internet cafe. Tel. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbandingan kecepatan koneksi PC client PLIK dengan warnet. Muttaqin 67 . keberlangsungan program PLIK banyak menghadapi kendala.

. Kota ini dipilih karena posisinya sebagai ibukota salah satu provinsi dengan penetrasi teknologi telekomunikasi terendah dibandingkan dengan 5 daerah lainnya di Indonesia. Agar topik penelitian ini tidak terlalu melebar maka penelitian dibatasi hanya dilakukan terhadap PLIK yang beroperasi di Kota Banda Aceh dan warnet yang terdekat dengan setiap PLIK tersebut. Data kecepatan yang diuji adalah kecepatan unduh (dowload speed) dan kecepatan unggah (upload speed) pada pagi. PLIK seharusnya memiliki kecepatan akses yang lebih baik dari warnet. Program ini akan tersebar di kurang lebih 5.. seperti warnet.00 per jam. PLIK tak banyak berbeda dengan warnet.105 PLIK di 32 Provinsi se-Indonesia.4 Sehingga untuk dapat bersaing. aplikasinya yang mengandalkan opensource. penyelenggaraan program PLIK di lapangan menghadapai banyak permasalahan. penelitian mengenai pemanfaatan internet di Indonesia menyebutkan bahwa pengguna warnet di Indonesia menjadikan aspek kecepatan akses sebagai faktor terpenting dalam memilih akses internet mereka.748 kecamatan di seluruh Indonesia. Dengan demikian.1 Namun. harga hanya menjadi prioritas kedua. Permasalahan inilah yang mendasari penelitian ini. Padahal kecepatan adalah salah satu hal yang banyak dikeluhkan di PLIK. kecuali 68 koneksinya yang menggunakan V-Sat.3 Permasalahan penting terkait keberlangsungan program PLIK adalah tingkat pemanfaatannya dibandingkan layanan akses internet lainnya yang memiliki segmentasi pengguna yang sama.2 Indonesian Telecommunications Users Group (IdTUG) merekomendasikan Kementerian Kominfo dan DPR melakukan inspeksi ke lapangan untuk melihat status program PLIK secara langsung. Muttaqin PENDAHULUAN Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) merupakan perwujudan dari visi Information and Communication Technology (ICT) Indonesia yang dicanangkan oleh Kemenkominfo yaitu terwujudnya masyarakat Indonesia berbasis informasi secara bertahap hingga tahun 2025.Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet . Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kecepatan koneksi internet PC client PLIK dengan warnet kemudian menganalisis perbandingan kecepatan koneksi internet tersebut. salah satunya PLIK. sistem operasi Linux. siang dan sore hari. Hingga 5 Juli 2011 telah terinstalasi sebanyak 5. sehingga membuat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Menteri Kominfo Tifatul Sembiring dengan Komisi I DPR RI pada 18 Januari 2012 lalu menyepakati evaluasi menyeluruh pada program-program Kominfo. Namun. warnet adalah saingan bagi PLIK. | Moh. konten internet sehat dan harganya yang tak lebih dari Rp 2000.

Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet . OOKLA dan bandwidthplace. media transmisi satelit (udara) tentu memiliki kecepatan transmisi yang lebih rendah dari media yang menggunakan kabel. artinya network tersebut memiliki troughput hanya 2 Mbps. Bandwidth juga dapat dipandang dari sisi kecepatan. batas maksimum kecepatan transmisi data melalui berbagai media memang berbeda. Dalam hal ini. sehingga dikenal istilah bandwidth riil atau troughput.1 microsecond. Gambaran pemilihan layanan internet berdasarkan kecepatan koneksi internet ini akan memberitahukan langkah apa yang harus dilakukan untuk menjadikan PLIK tetap dapat bersaing dan bertahan menjadi layanan internet yang baik bagi masyarakat.. Kecepatan transmisi data melalui suatu media juga dikenal dengan istilah datarate (kecepatan data). media dengan bandwidth 10 Mbps tidak mencapai nilai aktual sebasar 10 Mbps dalam praktik komunikasi data. Hasil penelitian ini juga menyajikan gambaran bagaimana perbedaan kecepatan akses yang dirasakan oleh pengguna PLIK dengan pengguna warnet dan dampak perbedaan kecepatan tersebut bagi program PLIK. apalagi serat optik.6 Dalam pembicaraan mengenai kecepatan akses. Kecepatan akses internet dapat didefinisikan sebagai kecepatan perpindahan data (datarate) melalui layanan jaringan global internet antar host (setiap unit sistem komputer) yang terhubung pada jaringan tersebut. Hasil penelitian ini bermanfaat sebagai data dan informasi yang dapat menjadi bahan bagi penelitian lanjutan terkait kinerja PLIK dan warnet sebagai sarana penyediaan layanan internet bagi masyarakat di Kota Banda Aceh. 69 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . | Moh.. Sebuah network dengan bandwidth 10 Mbps (Mega bit per second) artinya jaringan tersebut mampu mampu mentransmisikan data sebanyak 10 Megabit per detik. Misalnya. bandwidth dapat berarti berapa lama waktu yang diperlukan untuk mengirimkan sebuah bit data melalui jaringan. Dalam kenyataannya. Kecepatan Koneksi Internet Dalam pembahasan network baseband (sinyal digital). walaupun keduanya memiliki keterkaitan. Bandwidth 10 Mbps berarti setiap bit data dapat dikirimkan dalam waktu 0. Muttaqin Pengujian kecepatan dilakukan dengan menggunakan alat uji kecepatan internet online. Jika suatu jaringan 10 Mbps ternyata hanya dapat melayani aplikasi video dengan kemampuan 2 Mbps. Dengan demikian dapat diketahui bagaimana kondisi persaingan PLIK dengan warnet yang memang memiliki segmentasi pengguna yang sama. sebenarnya yang dimaksud dengan kecepatan akses ini adalah troughput dan bukan bandwidth. maka bandwidth dapat diartikan sebagai jumlah bit-bit yang ditransmisikan dalam waktu tertentu. yaitu speedtest. Secara teoritis.

dan jumlah populasi warnet yang ada lebih besar dari jumlah populasi PLIK maka jumlah warnet yang dijadikan sampel juga dibatasi. Karena penelitian ini akan membandingkan data kecepatan koneksi internet PC client PLIK dengan warnet. Pengujian Kecepatan Koneksi Internet Secara Online Pengujian kecepatan internet secara online adalah pengujian kecepatan perpindahan data melalui jaringan internet yang dilakukan secara online. Kecepatan yang dapat dilihat melalui pengujian ini adalah kecepatan unduh (download speed) dan kecepatan unggah (upload speed). maka metode sampling yang digunakan adalah total sampling.7 METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. | Moh. Karena jumlah populasi PLIK yang sangat kecil.com.8 terdapat 11 PLIK di 9 kecamatan dalam Kota Banda Aceh. sehingga terpilih jumlah warnet yang diuji sebanyak 9 warnet di 9 kecamatan. Kecepatan unduh didefinisikan sebagai kecepatan transfer data dari server ke komputer pengguna (client). Jumlah PC client yang diuji dalam 70 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . sedangkan kecepatan unggah adalah kecepatan transfer data dari komputer pengguna (client) ke server di jaringan internet. Alat yang digunakan dalam pengujian secara online ini biasanya berupa website. Kecepatan jaringan yang rendah akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mengakses konten media di internet dibandingkan jaringan dengan kecepatan yang lebih tinggi. Pengujian ini menghasilkan nilai-nilai kecepatan berupa angka yang dikonversikan dalam satuan Mbps (Mega bit per second). Pengujian kecepatan koneksi internet secara online juga mendapat dukungan dari lembaga standarisasi komunikasi FCC (Federal Communication Commission). Pendekatan kuantitatif dilakukan dengan melakukan pengujian secara online terhadap kecepatan koneksi internet PC client PLIK dan warnet menggunakan website penguji kecepatan koneksi internet. Untuk setiap kecamatan diambil satu sampel warnet yang lokasinya paling dekat dengan lokasi PLIK di kecamatan tersebut. Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah PLIK dan warnet yang beroperasi di Kota Banda Aceh. pengguna lebih menginginkan untuk mengetahui kecepatan aktual dari koneksi yang mereka miliki.. Tercatat menurut data Dishubkomintel Aceh dan data PLIK di Kota Banda Aceh di website plikuso. Menanggapi kebutuhan masyarakat pengguna internet yang tidak hanya ingin mengetahui berapa kecepatan maksimum teoritis dari jaringan yang mereka gunakan.Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet . Muttaqin Faktor lainnya adalah kecepatan jaringan yang tersedia..

Setiap pengujian dilakukan diulang sebanyak tiga kali untuk meningkatkan kepercayaan data.band widthplace. Perhitungan nilai rata-rata hasil pengujian kecepatan koneksi yang terdiri dari kecepatan download dan kecepatan upload dilakukan dengan menghitung rata-rata dari nilai-nilai hasil pengukuran berdasarkan waktu pengukuran dan berdasarkan alat ukur yang digunakan. Waktu pengujian untuk warnet sama dengan waktu pengujian untuk PLIK. Baiturrahman (PLIK Baiturrahman II) dan PLIK Lueng Bata. OOKLA (http://www.com/) dan bandwidthplace (http://www. Penguji kecepatan koneksi internet secara online yang dipilih adalah speedtest (http://speedtest. Muttaqin setiap PLIK dan warnet adalah 1 unit PC client yang dipilih secara acak. Nilai rata-rata download dan upload dari pengujian PLIK dan warnet ini kemudian dibandingkan.00-17.net/). pengujian siang (11.. | Moh. Analisis Data Analisis data dilakukan dengan menghitung rata-rata hasil pengujian kecepatan koneksi internet PC client pada PLIK dan rata-rata hasil pengujian kecepatan koneksi internet PC client pada warnet.ookla. Penelitian lapangan dilakukan dengan melakukan pengujian langsung pada objek penelitian.00) dan pengujian sore (15.00-13. khususnya bagaimana kecenderungan pilihan pengguna internet terhadap keduanya.00-10. Pengumpulan data dilakukan melalui penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan. Data pengujian akan divariasi berdasarkan waktu yaitu pengujian pagi (08.Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet . Pengujian malam tidak dilakukan karena waktu operasional PLIK tidak sampai malam hari. Double Click (Kuta 71 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 .. maka PLIK yang diteliti hanya ketiga PLIK tersebut. Pengujian kecepatan akses internet PC client pada PLIK dan warnet dilakukan meggunakan website penguji kecepatan koneksi yang sama untuk mengukur download dan upload speed. Dengan demikian akan didapatkan nilai ratarata kecepatan download dan upload untuk setiap waktu pengukuran dan setiap alat ukur yang digunakan. Warnet yang dipilih adalah warnet yang berdekatan dengan lokasi PLIK. Dengan demikian. HASIL DAN PEMBAHASAN Fakta yang terungkap di lapangan.00).com/). Penelitian kepustakaan (library research) menggunakan sumber bacaan yang terpilih dan terkait atau relevan dengan masalah yang akan diteliti.00). sedangkan warnet yang diteliti adalah warnet yang terdekat dengan lokasi PLIK di 9 kecamatan yaitu BIP Net (Banda Raya). tidak semua PLIK yang disebutkan dalam data awal masih beroperasi. Dari nilai perbandingan ini dapat dianalisis dampak perbedaan kecepatan koneksi internet PLIK dengan warnet. Hanya terdapat tiga PLIK saja yang masih beroperasi yaitu PLIK di kecamatan Syiah Kuala.

22 0.259 1.37 0. Hasil Pengukuran Pengukurun kecepatan download dan upload PC client PLIK dan warnet dilakukan dengan mengacu pada waktu pengukuran maupun jenis pengukur yang digunakan.2 0.304 0.91 0. Family Net (Kuta Raja)..74 pengukuran2 0.39 0.4 1.27 0. Barsya Net (Meuraxa).31 1.99 0.89 0.25 0.12 1.16 0.222 0.219 0.29 0.36 0.51 0.396 1.16 0.17 1.408 1.91 0.13 0.21 0.32 0.385 0.9 1.41 0.195 0.46 2.193 1.31 0.23 0.21 1. 1 Nama BIPNet BandaRaya tester speedtest waktu pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi pengukuran1 0. Tabel 1.24 0.64 pengukuran3 0. kecepatan download dan upload PC client PLIK dan warnet dapat dibandingkan berdasarkan acuan waktu pengukuran maupun alat ukur.24 0.32 0.8 0.29 1.387 0.65 0.14 0.43 0.18 0.65 2.16 0.22 0.8 0.59 1.26 0.47 0.241 0.43 1.375 1.com (Syiah Kuala).24 0.28 0.21 0.29 0.47 0.63 0.297 0.227 0.178 0.93 0.132 0.28 Ket.24 0.29 0. Semua hasil pengukuran dalam satuan Mbps (Megabit per second).63 0.. Abu Game Station (Jaya Baru).36 0.35 0.13 1.22 0.26 0.24 0.43 0. Naifah Net (Baiturrahman) dan Waris Net (Lueng Bata). Master.18 0.67 0.22 0.03 0.231 0. Dengan demikian. | Moh.24 0. Hasil Pengukuran Kecepatan Koneksi Internet PC Client PLIK dan Warnet di Kota Banda Aceh (semua nilai dalam Mbps) No.84 1.28 0.354 1.97 1.191 1. OOKLA DS bandwidth place speedtest OOKLA US bandwidth place 2 Double Click Kuta Alam speedtest OOKLA DS bandwidth place speedtest OOKLA US bandwidth place 3 Family 72 speedtest DS Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 .31 0.2 0.44 0. Muttaqin Alam).36 0.1 1.41 0.382 0.03 1.226 0.19 1.36 1.23 0.23 0. Core Net (Ulee Kareng).Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet .24 0.24 0.124 0.42 0.93 1.94 1.

252 0.12 0.34 0.22 1.288 0.48 1.219 0.46 1.246 0.42 0.36 1.481 0.108 0.13 0.21 0.09 0.22 0.24 0.286 0.118 0.08 0.19 0.13 0.283 0.25 1. Muttaqin Net Kuta Raja OOKLA siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi 1.45 1.66 1.Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet .14 0.351 0.34 1.29 0.52 1.36 1.15 0.104 0.34 0.1 1.24 0.25 0.06 0.24 0..26 0.83 1.69 0.23 0.85 1.127 0.19 0.23 0.41 0.248 0.42 0.23 0.137 0.25 0.76 1.8 0.234 0.39 0.13 0.2 0.32 0.14 1.21 0.24 0.31 0.86 0.09 0.25 0.13 0.298 0.083 0.266 0.11 0.09 1.167 0.08 0.335 0.486 0.25 0.32 0.43 1.16 0.114 0.23 1.18 1.09 0.11 0.25 0.16 0.43 0.05 1.06 0.091 0.46 1.12 0.47 0.139 0.08 0.11 0.3 0.49 1.16 0.06 0.58 1.09 0.073 0.199 0. | Moh.44 0.21 0.285 0.43 1.4 0.16 0.19 1.32 1.08 0.87 bandwidth place speedtest OOKLA US bandwidth place 4 BarsyaNet Meuraxa speedtest OOKLA DS bandwidth place speedtest OOKLA US bandwidth place 5 Abu Game Station Jaya Baru speedtest OOKLA DS bandwidth place speedtest OOKLA US bandwidth place 6 CoreNet speedtest DS Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 73 .45 1.56 0.249 0..55 1.16 1.59 0.06 0.12 0.11 0.21 0.33 0.444 0.33 1.18 1.26 0.307 0.46 0.29 0.19 1.17 0.223 0.46 1.253 0.48 1.32 0.24 0.225 0.86 1.28 0.134 0.12 0.32 0.76 1.04 0.73 0.175 0.83 0.15 0.1 0.24 0.494 0.25 0.33 1.17 0.

29 0.583 0.27 0.59 0.51 0.317 1.51 0.103 2.2 0.22 0.557 0.526 0.23 0.46 0.236 0.11 0.49 0.117 2.25 0.54 0.479 0.6 1.67 0.51 0.82 1.43 0.496 0.224 0.11 0.16 1.39 0.Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet .26 0. Muttaqin Ulee Kareng OOKLA siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi 0.193 0.112 0.95 0.52 0.23 0.404 0.22 0.93 0.547 0.11 0.1 1.51 0.12 0.45 0.26 0.5 0.576 0.104 0.266 0.11 0.46 0.52 0.2 0.35 0.235 0.16 0.25 0.04 0.54 0.299 0.314 1.17 0.53 0.19 0.12 0.28 0.46 0.268 0.31 0.4 0.112 0.97 0.19 0.115 0.48 bandwidth place speedtest OOKLA US bandwidth place 7 Master .12 0.83 0.48 0.49 0.07 0.23 0.52 0.12 0.91 0.12 0..23 0.49 0.11 0.28 0.164 1.17 0.34 1.66 0.53 0.11 0.247 0.426 1.512 0.47 0.25 0.466 0.11 0.119 2.2 0.12 0.21 0.12 0.32 0.84 0.377 1.1 0.239 0.28 0.53 0.28 0.173 0.47 0.48 0.12 0.45 0.8 0.5 0.23 0.114 0.212 0.79 0.176 0..05 1.35 0.08 0.25 0.12 0.24 0.09 0.115 0.1 0.81 1.24 0.9 0.165 0.295 0.21 0.12 0.com Syiah Kuala speedtest OOKLA DS bandwidth place speedtest OOKLA US bandwidth place 8 PLIK Syiah Kuala speedtest OOKLA DS bandwidth place speedtest OOKLA US bandwidth place 9 Naifah speedtest DS 74 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 .2 0. | Moh.23 1.4 0.3 1.535 0.41 0.49 0.48 0.22 0.45 0.11 0.57 0.64 1.09 0.281 0.29 1.61 1.

199 0.28 0.71 2.37 0.01 1.29 0.Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet .37 0.302 0.18 0. Muttaqin Net Baiturrahman OOKLA siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi 0.21 0.33 0.52 2.176 0.99 0.88 0.23 0.35 0.39 2.21 0.777 0.21 0.276 0.28 0.19 0.37 2.27 0.77 2.13 0.28 0.36 0.27 0.227 0.91 0.3 0.216 0.2 0.39 0.277 0.06 0.26 0.37 0.31 0.7 2.28 0.17 0.331 1.84 2.31 0.22 0.281 0.479 2.335 0.259 0.197 0.41 0.23 0.53 2..4 0.23 1.273 0.23 1.33 0.64 2.2 0.28 0.38 0.336 0.325 1.763 0.25 0.03 bandwidth place speedtest OOKLA US bandwidth place 10 PLIK Baiturrahman II speedtest OOKLA DS bandwidth place speedtest OOKLA US bandwidth place 11 Waris Net LuengBata speedtest OOKLA DS bandwidth place speedtest OOKLA US bandwidth place 12 PLIK speedtest DS Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 75 .43 0.29 0.292 0.38 0.78 0.65 0.21 0.69 0.413 0.261 0.71 1.48 0.27 0.298 0.29 0.63 0.28 0.02 1.29 2.25 0.32 0.29 0.47 0.29 0.639 0.78 2.264 0.24 0.16 0.34 0..58 1.322 1.24 0.24 0.4 0.02 0.167 0.953 1.327 0.29 0.53 0.78 0.36 0.25 0.31 0.37 0.39 0.07 2.05 0.777 0.15 0.65 0.27 0.91 0.08 1.22 0.04 0.25 0.25 0.85 1. | Moh.15 0.23 0.82 0.32 0.53 0.327 0.38 0.171 0.21 0.13 0.26 0.19 0.35 1.222 0.03 0.11 2.345 0.814 0.301 1.25 0.38 0.2 0.24 0.06 1.227 0.739 0.219 0.276 0.7 0.658 2.279 2.

118 0.089 US Perbandingan Kecepatan Berdasarkan Waktu Perbandingan kecepatan koneksi internet PC client PLIK dengan warnet berdasarkan waktu pengukuran ditampilkan pada Tabel 2.16 0.09 0.42 0.2 0.25 0.32 1.19 0.11 0.367 0.24 0.266 0.04 0. Perbandingan Kecepatan PC Client PLIK dengan Warnet Berdasarkan Waktu (satuan kecepatan dalam Mbps) Mbps Download Speed pagi Siang sore PLIK : warnet = 1 : 2 PLIK : warnet = 4 : 7 PLIK : warnet = 3 : 8 Upload Speed PLIK : warnet = 5 : 6 PLIK : warnet = 3 : 4 PLIK : warnet = 2 : 3 76 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 .61 0.125 0.1 0.64 0.29 0.51 1.218 0.Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet .14 0.25 0..607 0.68 0.12 0.12 0.931 0.72 0.09 0.21 0.13 0.16 0.119 0.58 0. Tabel 2 menunjukkan perbedaan kecepatan download antara PC client PLIK dengan warnet sangat signifikan. Muttaqin siang sore OOKLA pagi siang sore bandwidth pagi place siang sore speedtest pagi siang sore OOKLA pagi siang sore bandwidth pagi place siang sore Keterangan: DS = Download Speed.746 0.222 0. US = Upload Speed Lueng Bata 1 0.09 0.188 0. | Moh.19 0.11 0.198 0..17 0. Tabel 2.11 1.15 0.884 0.05 0. Sedangkan perbedaan kecepatan upload di antara keduanya tidak terlalu berbeda.217 0.815 0.7 0.

Sedangkan perbedaan kecepatan upload di antara keduanya tidak terlalu berbeda.Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet .029 Mbps. Perbandingan Kecepatan PC Client PLIK dengan Warnet Berdasarkan Alat Ukur (satuan kecepatan dalam Mbps) Mbps Download Speed speedtest OOKLA bandwidth place PLIK : warnet = 1 : 2 PLIK : warnet = 1 : 2 PLIK : warnet = 1 : 2 Upload Speed PLIK : warnet = 5 : 8 PLIK : warnet = 1 : 1 PLIK : warnet = 7 : 9 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 77 . perbandingan kecepatan download PLIK : warnet adalah 1 : 2 dari perbandingan rata-rata hasil pengukuran senilai 0. dan pengukuran sore memberikan perbandingan 3 : 8 dari rata-rata hasil pengukuran senilai 0.243 Mbps.. | Moh.881 Mbps. dan pengukuran sore memberikan perbandingan 2 : 3 dari rata-rata hasil pengukuran 0.186 : 0.867 Mbps.494 : 0.585 : 1. Perbandingan Kecepatan Berdasarkan Alat Ukur Perbandingan kecepatan koneksi internet PC client PLIK dengan warnet berdasarkan alat ukur yang digunakan ditampilkan pada Tabel 3. pengukuran pagi untuk perbandingan kecepatan PLIK : warnet adalah 5 : 6 dari rata-rata hasil pengukuran 0. perbandingan kecepatan download PLIK : warnet adalah 1 : 2 dari perbandingan rata-rata hasil pengukuran senilai 0. pengukuran menggunakan OOKLA memberikan perbandingan 1 : 2 dari rata-rata hasil pengukuran senilai 0.215 : 0..186 : 0. Pada pengukuran menggunakan speedtest. pengukuran siang memberikan perbandingan 3 : 4 dari rata-rata hasil pengukuran 0.942 Mbps.156 Mbps.344 : 0. Muttaqin Pada pengukuran pagi.496 : 1.442 : 0. Sedangkan untuk kecepatan upload. pengukuran siang memberikan perbandingan 4 : 7 dari rata-rata hasil pengukuran senilai 0. Tabel 3 menunjukkan perbedaan kecepatan download antara PC client PLIK dengan warnet sangat signifikan.260 Mbps. dan Tabel 3.270 Mbps.

Hal ini bertujuan agar penyajian perbandingan kecepatan ini sekaligus dapat mengetahui kecenderungan perubahan download dan upload PC client di PLIK dan warnet seiring perubahan waktu dari pagi hingga sore hari yang menjadi patokan waktu pengukuran. sedangkan perbedaan kecepatan upload PLIK dengan warnet tidak terlalu signifikan. pengukuran menggunakan OOKLA memberikan perbandingan 1 : 1 dari rata-rata hasil pengukuran 0. Muttaqin pengukuran menggunakan bandwidthplace memberikan perbandingan 1 : 2 dari rata-rata hasil pengukuran senilai 0.305 Mbps. Perbandingan Kecepatan PC Client PLIK dengan Warnet Download Speed Upload Speed PLIK : warnet = 1 : 2 PLIK : warnet = 3 : 4 78 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 .213 Mbps.197 : 0. baik menggunakan acuan berdasarkan waktu pengukuran maupun alat ukur (tester) dapat dilakukan perhitungan rata-rata perbandingan kecepatan download dan upload PC client PLIK dengan warnet..Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet . dan pengukuran menggunakan bandwidthplace memberikan perbandingan 7 : 9 dari rata-rata hasil pengukuran 0. Perbandingan akhir yang ditunjukkan dalam Tabel 4 menggambarkan bahwa kecepatan download PLIK hanya setengah dari kecepatan download warnet. | Moh.255 Mbps.054 Mbps. Perbandingan Kecepatan PLIK dengan Warnet Dari keseluruhan pengukuran kecepatan download dan upload terhadap PC client PLIK dan warnet. Perbandingan 1 : 2 untuk kecepatan download PLIK : Tabel 4.192 : 0.198 : 0. Hal ini menunjukkan hasil pengukuran berdasarkan waktu maupun alat ukur secara umum memberikan hasil yang sama.483 : 1. walaupun nilai perbandingan pada tiap pengukurannya sedikit berbeda. pengukuran menggunakan speedtest untuk perbandingan kecepatan PLIK : warnet adalah 5 : 8 dari rata-rata hasil pengukuran 0. Penyajian perbandingan kecepatan PC client PLIK dengan warnet hasil pengukuran berikut ini akan disajikan dengan menggunakan rata-rata hasil pengukuran dari ketiga alat ukur (tester) yang digunakan dan menampilkannya dalam variabel waktu. Sedangkan untuk kecepatan upload..

00 per jam. Aktivitas download merupakan aktivitas yang lebih banyak dilakukan oleh pengguna internet daripada aktivitas upload (0.258 Mbps untuk PLIK : warnet). Analisis Perbandingan Kecepatan PLIK dengan Warnet Rendahnya kecepatan download PLIK dibanding warnet (0.258 Mbps. pengguna PLIK dapat beralih mengakses internet di warnet karena kecepatan yang lebih baik. sementara di warnet justru meningkat. karena faktor ini merupakan faktor utama dalam memilih fasilitas akses.196 : 0.Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet . perbandingan tren perubahan kecepatan warnet juga lebih baik dari PLIK. Apalagi kecepatan upload warnet juga lebih tinggi walaupun perbedaannya tidak terlalu besar. tarif warnet hanya sedikit lebih mahal..00 hingga Rp 4. dalam kisaran Rp 3.000. Dengan demikian. Membiarkan kecepatan koneksi PLIK tetap tertinggal dari warnet akan berdampak pada beralihnya pengguna PLIK saat ini ke warnet. Namun. Tarif PLIK yang hanya Rp 2. | Moh. Temuan ini menunjukkan pengguna internet akan lebih memilih warnet daripada PLIK karena kecepatan download yang lebih tinggi.000. baik dalam kecepatan download maupun upload.000. Tren penurunan kecepatn di PLIK ini kemungkinan dipicu oleh karakteristik media yang digunakan. Selain perbandingan nilai kecepatan. siang maupun sore hari. kecepatan upload PLIK juga berada di bawah kecepatan upload warnet. terutama kecepatan download perlu diprioritaskan. PLIK yang standar menggunakan Vsat dengan medium udara.00 tidak cukup untuk menjaga pengguna PLIK untuk tetap bertahan di PLIK karena faktor harga hanya prioritas kedua dalam memilih fasilitas akses internet di Indonesia. Muttaqin warnet diperoleh dari perbandingan rata-rata kecepatan senilai 0.474 : 0. Kecepatan koneksi internet di PLIK cenderung menurun pada rentang waktu siang ke sore. Sedangkan perbandingan 3 : 4 untuk kecepatan upload PLIK : warnet diperoleh dari perbandingan rata-rata kecepatan senilai 0.988 Mbps untuk PLIK : warnet) memiliki dampak serius bagi program PLIK. SIMPULAN Berdasarkan data hasil pengujian kecepatan koneksi internet PC client PLIK dan warnet di Kota Banda Aceh dan analisis terhadap data-data tersebut dapat disimpulkan bahwa kecepatan download PC client PLIK masih tidak berimbang dengan 79 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 .474 : 0. Selain itu. Pada rentang waktu ini. sehingga kecepatan data yang ditransmisikan melalui medium ini dipengaruhi oleh perubahan kondisi udara yang berbeda di pagi. walaupun perbedaan kecepatan upload PLIK dengan warnet hanya sedikit berbeda.196 : 0. PLIK tertinggal dari warnet. Peningkatan kecepatan.988 Mbps. bahkan menawarkan paket-paket bagi pengguna internet sehingga tarifnya dapat mendekati tarif PLIK..

| Moh. diakses 14 Februari 2012) Bjorn dan Stein Kristiansen. diakses 28 Februari 2012) Kota Banda Aceh.pdf. 2011. diakses 14 Februari 2012) Arif. 2011. Siaran Pers No. (http://www.php?option=com _content&view=article&id=94:k ota-banda-aceh&catid=42:nangr oe-aceh-darusalam-&Itemid=19 3. Perubahan kecepatan download dan upload PC client PLIK dan warnet dengan variabel waktu menunjukkan tren yang berbeda. Bandung: Modula. 2PIH 8PLIK 3Pitoyo. 5Herlambang. Kecepatan upload PC client PLIK juga lebih lambat dari kecepatan upload warnet.go.+6-PI H-KOMINFO-12012+tentang+Rapat+Kerja+Ko misi+1+DPR-RI+Dengan+Mente ri+Kominfo+Tifatul+Sembiring. namun perbedaannya tidak sesignifikan pada perbedaan kecepatan download. (http://plikuso. (http://www.bisnis.com/index. 2012.info/downlo ad/attachments/38535197/Bro adband+Speed+Testing. 80 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . 4Furuholt. 7Pomerantz. diakses 18 Januari 2012) Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI). Implementation of USO Program in Indonesia. Vol 3 (2).int/ITU-D/asp /CMS/Events/2011/ITU-ADB/ Indonesia/Session2-BP3TI . in Asia and Africa -Venues for Education and Learning? Journal of Community Informatics. (http://www. (http://relawan-tik. diakses 13 Februari 2012) KOMINFO. 2011. (http://kominfo.. Teori & Modul Praktikum Jaringan Komputer. DAFTAR PUSTAKA 1Balai Beriantho. Broadband Speed Testing.com/article s/sebagian-besar-warnet-plik-ta k-bermanfaat.org/wpcontent/uploads/2011/08/SOSI ALISASI-BOGOR-BP3TI.. 2011.id/ siaran_pers/detail/2404/Siaran +Pers+No.itu.6/PIH/KOMINFO/1/2012 tentang Rapat Kerja Komisi 1 DPR-RI Dengan Menteri Kominfo Tifatul Sembiring.pdf. 2011. diakses tanggal 17 Februari 2012) Iwan. Muttaqin kecepatan download PC client warnet.selco. Bruce.Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet . Sebagian Besar Warnet PLIK Tak Bermanfaat. 2007. Internet Cafés 6Sofana.pdf.

Simpulan i. Alamat penulis (nama dan alamat instansi tempat bekerja) ditulis lengkap dengan jarak satu spasi beserta e-mail dibawah nama penulis. Penulisan awal paragraf pada abstrak dan isi menjorok ke dalam 1 cm. Ditulis dengan menggunakan MS Word pada kertas ukuran A4 (210mmX297mm). Jumlah halaman 10-15 halaman isi. Jika penulis lebih dari satu dengan alamat berbeda. Nama dan Alamat Penulis c. subjudul diperbolehkan tanpa memberikan penomoran. Batas atas dan bawah 3 cm.15 kecuali tabel (spasi 1. c. d. Jika diperlukan. Kata Kunci e.0). Naskah ditulis dalam bahasa indonesia atau bahasa Inggris. Nama penulis diketik dibawah judul. Metode Penelitian (berisi waktu dan tempat. Judul. b. Jika penulis lebih dari satu orang maka harus ditambahkan kata penghubung ‘dan’ (bukan lambang ‘&’). e. tujuan.teori. Jaka Sembiring* dan Edi Triono Nuryatno** Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 81 . Judul b. Abstrak dan Kata Kunci harus ditulis dalam dua versi bahasa (Indonesia dan Inggris) c. begitu juga sebaliknya. Hasil dan Pembahasan h. metode analisis data) g. 2. ditulis lengkap tanpa menyebutkan gelar. Standar Umum Penulisan Karya Tulis Ilmiah a.17 cm). b. d.PEDOMAN PENULISAN NASKAH 1. spasi 1. perumusan masalah. font Times New Roman ukuran 12. dan hipotesis [opsional]) f. bahan/cara pengumpulan data. Contoh: I. Jumlah tersebut tidak termasuk lampiran. tepi kiri dan kanan 3. maka penulis yang berbeda alamat/instansi diberi tanda asterisk* dan untuk membedakan alamat/instansinya. Daftar Pustaka 3. Struktur Karya Tulis Ilmiah Naskah Karya Tulis Ilmiah tersusun menurut urutan sebagai berikut: a. Pendahuluan (berisi latar belakang. Penyebutan istilah di luar bahasa Indonesia atau Inggris harus ditulis dengan huruf cetak miring (italic) f. 4. Apabila judul ditulis dalam bahasa Indonesia maka dibawahnya ditulis ulang dalam bahasa Inggris. Cara Penulisan Judul Judul diketik dengan huruf kapital tebal (bold) dan mencerminkan inti tulisan. Abstrak d. Cara Penulisan Nama dan Alamat a. Tidak menggunakan penomoran dalam penulisan subjudul.

Keterangan gambar. Pencantuman sumber atau keterangan diletakkan dibawah ilustrasi. ditulis menggunakan font Times New Roman ukuran 12. menggunakan font Times New Roman ukuran 10. Jaka Sembiring* dan Yudi Satria Gondokaryono** Bandung Institute of Technology. 10 Bandung – Indonesia jaka@stei. Cara Penyajian Gambar.itb. Grafik. foto atau diagram ditampilkan di tengah halaman (center). Ganeca No.) untuk penomoran gambar. Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 82 . Ganeca No. Kata kunci terdiri dari tiga sampai lima kata. Gunakan angka Arab (1. menggunakan font Times New Roman ukuran 12. Pencantuman sumber atau keteranggan diletakkan dibawah tabel. Tabel ditampilkan rata kiri halaman (bukan center). Grafik. School of Electrical Engineering and Informatics Jl.2. d. menggunakan font Times New Roman ukuran 10.ac.*Bandung Institute of Technology. Foto atau Diagram’ dan ‘nomor’ ditulis tebal (bold). School of Electrical Engineering and Informatics Jl. ditempatkan di tengah (center). rata kiri (bukan center).com II. Cara Penyajian Tabel a.Indonesia *jaka@stei. rata kiri. dst. e. Jenis dan ukuran font untuk isi tabel bisa disesuaikan menurut kebutuhan (Times New Roman atau Arial Narrow ukuran 8-11) dengan jarak spasi tunggal. e. atau 250 kata dalam bahasa Indonesia. c. 6.2. atau diagram ditulis dibawh ilustasi.3. d. b. b. Gambar. Jika Abstract dalam bahasa Inggris maka diikuti Keywords dalam bahasa Inggris. Maksimal 150 kata dalam bahasa Inggris. Gunakan angka Arab (1.id **Bandung Institute of Technology. School of Electrical Engineering and Informatics Jl.id 5. Foto atau Diagram a.ac. Tulisan ‘Tabel’ dan ‘nomor’ ditulis tebal(bold). f. Tulisan ‘Gambar. dst) untuk penomoran judul tabel.itb. Cara Penulisan Abstrak dan Kata Kunci a. 7. rata kiri. sedangkan judul tabel ditulis normal. grafik. foto. e.3.itb. c. sedangkan isi keterangan ditulis normal. Ganeca No.id **ygondokaryono@stei. grafik. grafik. foto atau diagram. b. 10 Bandung . d. ditulis dengan huruf cetak miring (italic).ac. 10 Bandung – Indonesia 2editriono@gmail. Abstrak ditulis dalam satu paragraf dengan huruf cetak miring (italic) berjarak satu spasi. Jika Abstrak dalam bahasa Indonesia maka diikuti Kata Kunci dalam bahasa Indonesia. c. Judul tabel ditampilkan dibagian atas tabel.

foto atau diagram dalam format file . Buku (Lebih dari Empat Penulis) Maryanto. b. Wisconsin German Land and Life. Evaluasi Kurikulum.. b. and H. kecuali jika warna menentukan arti. e.1 Cara Penulisan Kutipan di dalam Teks a. grafik. R. Jika menyebut nama.. D.1 (Nomor yang ditulis sesuai dengan urutan dalam Daftar Pustaka). e..Clifford.. et al 2007. Angka kutipan ditulis setelah tanda titik akhir kalimat tanpa spasi. maka penulisannya sebagai berikut: Menurut Adisomarto1 . d. Jakarta: LIPI. 8. a.. f. (Nomor yang ditulis sesuai dengan urutan dalam Daftar Pustaka).. 2006. dan tidak ditebalkan (bold). E. Teknik Menulis Karya Tulis Ilmiah. Jakarta: Rhineke Cipta. Kluge. 8.jpg warna hitam putih. Majalah ilmiah dengan Volume dan Nomor Kriswati. I.. Bunga Rampai Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 f. Riana. Nomor urut Daftar Pustaka ditulis dalam bentuk superscript. Chicago: University of Chicago Press. C. Jakarta: LIPI Press...Gambar. Jika nama penulis harus ditampilkan. Nama Daerah Mamalia di Indonesia. Urutan dalam daftar pustaka ditulis sesuai dengan nomor urut kutipan dalam naskah. Buku (Dua hingga Empat Penulis) Bambang. 2009. Berikut adalah contoh cara penulisan Daftar Pustaka dari berbagai sumber yang berbeda. Buku (Satu Penulis) Hasan. Penulisan kutipan ditunjukkan dengan membubuhkan angka (dalam format superscript) sesuai urutan. Madison University of Wisconsin. maka angka kutipan langsung dibubuhkan setelah nama tersebut. and Dissertarions (7th ed). 11(1): 27-36. 83 . Bandung: Remaja Rosdakarya. Ostergen. 8. Bungert. Standar Kompetensi Jabatan Fungsional Peneliti. 2005. Deformasi Gunung Api Bromo pada Peningkatan Aktivis Vulkanik 2006-2007. tanpa tanda kurung satu atau kurung dua. K. c. Buku yang Ditulis atas Nama Lembaga Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Cara Penulisan Kutipan dan Daftar Pustaka a. Widyariset. 2008. f. contoh: . Theses. 2008. c. L. dan R. Dkk. A Manual for Writers of Research Paper. Dalam naskah diberikan tanda supersript pada pustaka yang digunakan. 2007. b. S. Turabian. Tidak perlu memakai catatan kaki. H.L.2 Cara Penulisan Daftar Pustaka. d.

8 September: Pusat Penelitian Biologi LIPI. 2005. Pustaka berupa Dokumen Paten Sukawati. 2006. Bogor : Kementerian Pertanian. diakses 14 Januari 2007) n. Bogor. Pusat Analisis Ekonomi dan Kebijakan Pertanian. Media Massa (Terdapat Nama Penulis) Abimanyu. Paten Indonesia No. 222-25 Juli 2007: Pusat Bahasa Sulawesi Selatan. diakses 25 Juni 2010) m. Aversted. 7 Juni:1. Tesis.php?storyd=1291. Teeri. A. H. Dalam M. Tekan Korupsi Bangun Bangsa. Republika. Tulisan Bersumber dari Internet (Tanpa Nama Penulis) Guidelines for Proper Scientifict Conduct in Research. Tesis dan Disertasi Wijana. Media Massa (Tanpa Nama Penulis) Kambing Hitam Kemiskinan.go. 2006. A. 2007. Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 84 . Teripang PERLU Dilindungi. Sejarah dan Dialog Peradaban: 81-92. Lapoiran Penelitian.B.R. (Ed). Skripsi. Fakultas Ilmu Budaya. Journal of Advances and Applications in Bioinformatics and Chemistry. Hisyam dkk. B. Atau Seminar yang Belum Diterbitkan Darsono. j. Prosiding Tang. T. Bias Gender pada Bahasa Majalah Remaja. S. Inflammatory Mecanism in the Lung. k. T. Contoh Penulisan Daftar Pustaka 1 Rajangan. h. 1: 51-69. 2010.ID/0000114.I. Simposium. M. 2010. Nilai-Nilai Budaya di dalam Sastra Daerah yang Mendasari Sekuritas Sosial Tradisional Ethis Bugis. Tulisan Bersumber dari Internet (Terdapat Nama Penulis) Rustandy. Yang.Imron. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada. Journal of Inflamation Research. Kompas.ac.. T. 25 November: 33. M. 2008. T. et al. Laporan Penelitian Sumaryanto.2007. g. 9. Kontroversi Dana Dapil. and L. D. Makalah dalam Lokakarya Usulan Jenis Satwa dan Tumbuhan yang Perlu Dilindungi di Indonesia. P. Evolution of A Domain Conserved in Microtulube-Associated Protein of Eukaryotes. (http:://www.uk/secretariat/policiesandpublication/otherpolici es/properscientificicconnduct. 2 Moldoveanu.id/modules/news/article. Makassar. i. 2: 1-11. P. o. Karkteristik Sosial Ekonomi Petani pada Berbagai Agroekosistem. 1995.( http://www. l.imperial. Pola Komunikasi Kepemimpinan Taufik Abdullah. Landasan Putar Bebas Hambatan.kpk.2004. 2008. Makalah dalam Pertemuan Ilmiah. Prosiding Kongres Internasinal Bahasa-ahasa Daerah Sulawesi Selatan Tahun 2007: 219-232. 2009. Jakarta: LIPI Press. Kongres.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->