BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Hak Asasi Manusia (HAM) Menurut Oemar Seno Aji,1966 HAM adalah hak yang melekat pada diri manusia sebagai insane ciptaan Allah SWT, sepeti : hak hidup, keselamatan, kebebasan dan kesamaaan sifatnya tidak boleh dilangar oleh siapapun dan seolaholah merupakan holy area. Kalau menurut Kuncoro, 1976 HAM adalah hak yang dimiliki manusia menurut kodratnya dan tidak dapat dipisahkan dari hakekatnya. Dan menurut G.J.Wollhof HAM adalah sejumlah hak yang berakat pada tabi’at setiap pribadi manusia, dan tidak dapat dicabut oleh siapapun. Hak Asasi Manusia (HAM) adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Kuasa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara, hukum, Pemerintah dan setiap orang, demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia (Pasal 1 angka 1 UU No. 39 Tahun 1999 tentang HAM dan UU No. 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM). HAM lahir sejak manusia sadar akan hak yang dimilikinya dan kedudukannya sebagai subjek hukum. Akan tetapi HAM baru mendapat perhatian penyelidikan ilmu pengetahuan, sejak HAM mulai berkembang dan mulai diperjuangkan terhadap serangan atau bahaya, yang timbul dari kekuasaan yang dimiliki oleh bentukan masyarakat yang dinamakan negara (state). Sejarah asal mula Hak Asasi manusia berawal dari Eropa Barat yaitu inggris.tonggak pertama kewenangan hak asasi ialah pada tahun 1215 dengan lahirnya (Magna Charta).Dalam Magna Charta dijelaskan raja tidak lagi betindak sewenang-wenang dan harus mendapat persetujuan para bangsawan.
3

Perkembangan

berikutnya

revolusi

amerika

(1776),dan

revolusi

perancis(1789).Dua revolusi pada abad ke XVIII ini besar sekali pengaruhnya terhadap perkembangan hak asasi manusia tersebut.Tahun 1789 munculnya revolusi perancis yang bertujuan untuk membebasakan warga negara perancis dari kekangan kekuasaan mutlak dari seorang penguasa tunggal negara(absolute monarchie) di perancis pada waktu itu (Raja Louis XVI)istilah yang dipakai pada waktu itu “Droit De I’Homme”yang artinya hak manusia didalam bahasa inggris disebut “Human Rights”atau”Mensen Rechten”dalam bahasa belanda dalam bahasa indonesia Hakhak kemanusiaan atau dikenal dengan istilah “Hak-hak Asasi Manusia”. Dalam UU Nomor 39 Tahun 1999 Pasal 1 angka 1 ditegaskan bahwa Hak Asasi Manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakekat dan keberadaan manusia sebagai mahluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah Nya, yang wajib dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh Negara, hukum dan pemerintahan dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia. Sebagai warga Negara yang baik kita mesti menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia tanpa membeda-bedakan status, golongan, keturunan, jabatan, dan lain sbagainya.

2.2 Macam-Macam HAM Hak-hak asasi manusia dapat dibagi atau dibedakan sebagai berikut: a) Hak-hak pribadi (personal Right)meliputi kebebasan menyatakn

pendapat,kebebasan memeluk agama. b) Hak-hak ekonomi (property right)hak untuk memiliki sesuatu, membeli atau menjual serta memanfaatkannya. c) Hak-hak asasi untuk mendapatkan perlakuan yang sama dalam hukum dan pemerintahan atau (Right of legal Equality).

4

sistematis. menyeluruh. Pancasila dapat digolongkan sebagai filsafat dalam arti produk. tingkah laku dan perbuatan dalam kehidupan sehari-hari dan dalam kehidupan berbangsa. Runes : Ilmu yang paling umum yang mengandung usaha untuk mencari kebijakan dan cinta akan kebijakan.3 Filsafat Pancasila 2. Jadi filsafat adalah cinta akan kebijakan atau hakekat kebenaran. 5 . e) Hak-hak asasi sosial dan budaya(social and culture right)misalnya hak untuk memilih pendidikan. Pengertian Filsafat menurut D.3. f) Hak-hak asasi untuk mendapatkan perlakuan tata cara peradilan dan perlindungan(procedura rights)peratuaran dalam hal penangkapan. Berfilsafat artinya berfikir sedalam-dalamnya (merenung) terhadap suatu metodik.1 Pengertian Filasat Filsafat berasal dari bahasa Yunani yaitu philosophia : philo/philos/philen yang artinya cinta/pencinta/mencintai. filsafat sebagai pandangan hidup dan filsafat dalam arti praktis.d) Hak-hak asasi politik (Political right)yaitu hak untuk ikut serta dalam pemerintahan. bernegara bagi warga Negara Indonesia dimanapun mere berada. Hal ini berarti bahwa Pancasila mempunyai fungsi dan peranan sebagai pedoman dan pegangan dalam sikap. 2. dan universal untuk mencari hakikat sesuatu.

Suatu ajaran filsafat yang bulat mengajarkan tentang sumber dan hakikat realitas. melainkan oleh watak isi dan nilai ajarannya. Pancasila yang dirumuskan dalam Pembukaan UUD 1945 merupakan suatu kebulatan yang utuh. masyarakat dan alam semester 2. Perbedaan aliran bukan ditentukan oleh tempat dan waktu lahirnya filsafat. Filsafat pancasila yang abstrak tercermin dalam pembukaan UUD 1945 4. cita-cita dan keyakinan.3 Nilai-Nilai Pancasila Berwujud dan Bersifat Filosofis Hakikat dan pokok-pokok yang terkandung dalam pancasila adalah : 1.3. 3. berarti bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila itu dijadikan dasar dan pedoman dalam mengatur tata kehidupan bernegara seperti diatur dalam UUD 1945. filsafat hidup. berarti bahwa nilai-ilai yang terkandung dalam pancasila itu dijadikan tuntutan dan pegangan dalam mengatur sikap dan tingkat laku manusia indonesia dalam hubungannya dengan Tuhan. 5.2. Kesatuan tafsir sila-sila pancasila harus bersumber dan berdasrkan pembukaan dan batang tubuh UUD 1945 6 . termasuk teori terjadinya pengetahuan manusia dan logika. dan tata nilai (etika). Pancasila sebagai dasar negara. Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa.2 Sistem Filsafat Yang mendasari tokoh filsafat dalam melahirkan perbedaan-perbedaan mendasar antar ajaran filsafat adalah perbedaan latar belakang tata nilai dan alam kehidupan. 2.3.

7 . Wawasan filsafat meliputi 3 bidang yaitu ontologi. merefleksikannya dan menarik arti dan makna yang hakiki dari gejala-gejala itu. meliputi bidang ekonomi. Bidang ontologi meliputi : Penyelidikan tentang keberadaan manusia. epistemologi dan axiologi. Ontologi Menurut Runes adalah teori tentang keberadaan atau eksistensinya. alam semesta. benda. alam metafisika). Pembahasan filsafat dapat dilakukan secara Deduktif yaitu dengan mencari hakikat pancasila serta menganalisis dan menyusunya secara sistematis menjadi keuutuhan pandangan yang komprehensif. sosial budaya dan pertahanan dan keamanan. dalam kehidupan bangsa Indonesia diakui bahwa nilai pancasila adalah pandangan hidup. Sedangkan secara induktif yaitu dengan mengamati gejala-gejala sosial budaya masyarakat.Oleh karena itu secara filosofis. dan berbuat dalam segala bdang kehidupan. 2.3. 1. Menurut Aristoteles adalah ilmu yang mempelajari hakikat sesuai atau disamakan artinya dengan metafisika.4 Pengertian Filsafat Pancasila Filsafat pancasila dapat diartikan sebagai refleksi kritis dan rasional tentang pancasila sebagai dasar negara dan kenyataan budaya bangsa dengan tujuan untuk mendapatkan pokok-pokok pengertian secara mendasar dan menyeluruh. Pancasila dijadikan sebagai pedoman bertingkah laku. politik. Artinya ontologi adalah menjangkau adanya tuhan dan alam gaib seperti rohani dan kehidupan sesudah kematian (alam dibalik dunia.

Nilai-Nilai Pancasila Menjadi Dasar Dan Arah Keseimbangan Antara Hak Dan Kewajiban Asasi Manusia. Epistemologi meneliti sumber pengetahuan. proses dan syarat terjadinya pengetahuan. 3. dan sematik. Epistemologi Menurut Runes adalah bidang atau filsafat yang menyelidiki asal. Tingkah laku moral yang berwujud etika 2. axiologi dapat disimpulkan : 1. Menurut Brameld. 8 . Dalam pengertian modern axiologi disamakan dengan teori nilai . logika. teori. Nilai-nilai dari sila-sila pancasila terkandung beberapa hubungan manusia yang melahirkan keseimbangan antara hak dan kewajiban yaitu . pikiran. Axiologi Menurut Runes berarti manfaat. Yang termasuk cabang episteomologi adalah Matematika. metafisika. termasuk di dalamnya ada alam. Sosio politik Jadi axiologi adalah cabang filsafat yang menyelidiki makna nilai.Jadi ontologi adalah bidang filsafat yang menyelidiki makna yang ada (eksitensi dan keberadaan) sumber ada. kriteria dan kedudukan metafisika sebagai suatu nilai. Ekspresi etika yang berujud estetika atau seni keindahan 3. jenis dan tingkatan nilai dan hakikat nilai. syarat. dan kesemestaan atau kosomologi. hahkiat ada. jenis ada. 2. metode dan validitas ilmu pengetahuan. susunan. disukai atau yang baik dan juga yang menyelediki hakikat nilai. manusia. yakni sesuai yang diinginkan. serta batas dan validitas ilmu pengetahuan. sumber nilai. atau ilmu.

Dalam mengatur hubungan. tumbuhan dan alam dengan segala kekayaannya. kebersamaan serta musyarawah untuk mufakat dijadikan sendi kehidupan 5. peranan dan kedudukan bangsa sangat penting. Hubungan manusia dengan sesamanya baik dalam fungsinya sebagai warga masyarakat. warga bangsa. pengatur serta penguasa alam semesta 2.Hubungan vertikal. Pancasila mengakui adanya kekuatan gaib yang di luar manusia menjadi pencipta. dan warga negara. Hubungan Horizontal. Mengatur keseimbangan dalam hubungan dan keserasian-keserasian dimana untuk menciptakannya perlu pengendalian diri 3. Hubungan manusia dengan alam sekitar yang meliputi hewan. Dalam hubungan ini manusia mempunyai kewajiban untuk melaksanakan perintahnya dan menjauhi laranganya. Alasan yang prinsipil pancasila sebagai pandangan hidup dengan fungsinya tersebut di atas adalah : 1. 4. Kesejahteraan menjadi tujuan hidup bersama 9 . Kekeluargaan dan gotong royong. Hubungan manusia dengan Tuhan YME sebagai penjelmaan dari nilai ketuhanan yang maha esa. Hubungan Alamiah.

BAB III PEMBAHASAN 3. hak-hak wanita. Meningkatkan peran serta dan pengetahuan pesrta didik tentang nilai-nilai HAM. 5. Mengembangkan berbagai model pembelajaran untuk memperluas dan mempermudah pemahaman dan pelaksanaan HAM. 3.Pendidikan HAM di sekolah menenekankan hak-hak anak. Menunjukkan dan menerapkan berbagai cara hidup yang sejalan dengan tuntutan nilai-nilai HAM.prilaku non diskriminatif. sikap anti kekerasan dan 10 . 2. Diseminasi dan sosialisasi nilai-nilai HAM melalui jalur sekolah dan luar sekolah agar masyarakat mengetahui tentang nilai-nilai HAM. 1. meningkatkan mengembangkan dan melestarikan serta mempraktekkan atau menerapkan nilai-nilai HAM dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara. 4.1 Tujuan Pendidikan Hak Asasi Manusia Tujuan umum pendidikan Hak asasi manusia berdasarkan temuan pengembangan model tujuan pendidikan HAM adalah untuk mendiseminasikan. Tujuan khusus pendidikan Hak Asasi Manusia adalah. sehingga dapat mengembangkan pengertian kritis seseorang baik terhadap situasi hidup dirinya maupun orang lain mengenai batasan serta struktur yang menghalangi pelaksanaan hak serta kebebasan mereka sepenuhnya. Melestarikan berbagai nilai HAM dalam kehidupan bersama sebagai warisan kepada generasi berikutnya sehingga semakin mentradisi prilaku yang sejalan dengan HAM.

sosial dan budaya. e) Konvensi internasional tentang penghapusan segala bentuk diskriminasi rasial. Berikut penjelasannya : 3. d) Konvensi tentang hak-hak politik wanita 20 desember 1952. yang terutama adalah: a) Deklarasi universal Hak-hak Asasi Manusia dari PBB(universal Declaration of Human Rights). b) Konvensi hak-hak anak(20 november 1989).21 desember 1965. c) Konvensi mengenai penghapusan segala bentuk diskriminasi terhadap wanita.Dari sekian instrumen tersebut. 3. 11 . hak-hak sipil dan politik warga negara dan haka-hak ekonomi.2.10 desember 1948.penyiksaan.2 Dasar hukum pendidikan Hak Asasi Manusia Dasar hukum perlunya HAM serta isi pendidikan HAM dibagi atas dasar hukum internasional dan nasional. konvensi dan dan kovenan yang menjadi dasar hukum internasional pendidikan HAM.penekanan ini bertujuan mendukung proses reformasi politik ekonomi dan hukum dalam rangka demokratisasi dan pengembangan masyarakat warga.1 Dasar Hukum Internasional Ada banyak instrumen internasional Hak Asasi MAnusia dalam bentuk deklarasi.18 desember 1979.

XVII/MPR 1998 tentang Hak Asas Manusia 13 November 1998.3. 7 tahun 1984 tentang pengesahan konvensi mengenai pengahpusan segala bentuk diskriminasi terhadap wanita. f) UU pengesahan perjanjian internasional No. Pelanggaran HAM yang berat diperiksa dan diputus oleh Pengadilan HAM meliputi : 1. 39 Tahun 1999 tentang HAM). Manusia seseorang atau kelompok orang yang dijamin oleh Undang-undang. ras.24 tahun 2000. Pengadilan Hak Asasi Manusia adalah Pengadilan Khusus terhadap pelanggaran Hak Asasi Manusia yang berat. kelompok etnis. dan tidak mendapatkan atau dikhawatirkan tidak akan memperoleh penyelesaian hukum yang adil dan benar berdasarkan mekanisme hukum yang berlaku (Pasal 1 angka 6 UU No.24 juli 1984. kelompok agama. Pelanggaran Hak Asasi Manusia adalah setiap perbuatan seseoarang atau kelompok orang termasuk aparat negara baik disengaja maupun tidak disengaja atau kelalaian yang secara melawan hukum mengurangi. menghalangi. dengan cara : 12 . c) UUD No. 39/1999 tentang Hak Asasi Manusia. membatasi dan atau mencabut Hak Asasi. e) Tap MPR RI No. Kejahatan genosida : Kejahatan terhadap kemanusiaan Kejahatan genosida adalah setiap perbuatan yang dilakukan dengan maksud untuk menghancurkan atau memusnahkan seluruh atau sebagian kelompok bangsa. d) UU No. b) UUD 1945 sebagai landasan konstitusi.2 Dasar Hukum Nasional Dasar hukum nasional yang digunakan untuk pendidikan HAM adalah: a) Pancasila sebagai landasan idiil.2.

d) Memaksakan tindakan-tindakan yang bertujuan mencegah kelahiran di dalam kelompok e) Memindahkan secara paksa anak-anak dari kelompok tertentu ke kelompok lain. 2. f) Penyiksaan. berupa : a) Pembunuhan. b) Mengakibatkan penderitaan fisik atau mental yang berat terhadap anggotaanggota kelompok. e) Perampasan kemerdekaan atau perampasan kebebasan fisik lain secara sewenang-wenang yang melanggar (asas-asas) ketentuan pokok hukum internasional.a) Membunuh anggota kelompok. d) Pengusiran atau pemindahan penduduk secara paksa. c) Perbudakan. b) Pemusnahan. 13 . Kejahatan terhadap kemanusiaan adalah salah satu perbuatan yang dilakukan sebagian dari serangan yang meluas atau sistematik yang diketahuinya bahwa serangan tersebut ditujukan secara langsung terhadap penduduk sipil. c) Menciptakan kondisi kehidupan kelompok yang akan mengakibatkan kemusnahan secara fisik baik seluruh atau sebagiannya.

atau mengancam atau memaksa seseorang atau orang ketiga. atas hasutan dari. (Penjelasan Pasal 7. dengan menghukumnya atau suatu perbuatan yang telah dilakukan atau diduga telah dilakukan oleh seseorang atau orang ketiga. 9 UU No. atau untuk suatu alasan yang didasarkan pada setiap bentuk diskriminasi. Dalam penjelasan resmi dari pembukaan UUD 1945 disebutkan bahwa dalam Pembukaan UUD 1945 terkandung empat pokok-pokok pikiran sebagai berikut: Negara melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia berdasar atas Persatuan. sehingga menimbulkan rasa sakit atau penderitaan yang hebat. 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM) Penyiksaan adalah setiap perbuatan yang dilakukan dengan sengaja. perbudakan seksual. 8. etnis. pemaksaan kehamilan. pada seseoarang untuk memperoleh pengakuan atau keterangan dari seseorang dari orang ketiga. i) Penghilangan orang secara paksa. Negara hendak mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh 14 . ras kebangsaan. 39 Tahun 1999 tentang HAM). dengan persetujuan. atau j) Kejahatan apartheid. apabila rasa sakit atau penderitaan tersebut ditimbulkan oleh.g) Perkosaan. palcuran secara paksa. 39 Tahun 1999 tentang HAM) Penghilangan orang secara paksa adalah tindakan yang dilakukan oleh siapapun yang menyebabkan seseorang tidak diketahui keberadaan dan keadaannya (Penjelasan Pasal 33 ayat 2 UU No. agama. pemandulan atau sterilisasi secara paksa atau bentuk-bentuk kekerasan seksual lain yang setara. baik jasmani maupun rohani. budaya. jenis kelamin atau alasan lain yang telah diakui secara universal sebagai hal yang dilarang menurut hukum internasional. h) Penganiayaan terhadap suatu kelompok tertentu atau perkumpulan yang didasari persamaan paham politik. atau sepengetahuan siapapun dan atau pejabat publik (Penjelasan Pasal 1 angka 4 UU No.

4. Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Naskah politik yang bersejarah yang disusun pada tanggal 22 Agustus 1945 itu. Tentang hal Dasar Falsafah Negara Pancasila. Khusus bagian/alinea ke -4 dari pembukaan UUD 1945 adalah merupakan asas pokok Pemebentukan pemerintah Negara Indonesia. Mencerdaskan kehidupan bangsa. di kemudian hari oleh Mr. 2. Isi bagian ke 4 dari Pembukaan UUD 1945 itu dibagi ke dalam 4 hal: 1. Negara Indonesia berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. Negara Indonesia adalah Negara yang berkedaulatan rakyat dan berdasar atas kerakyatan dan permusyawaratan/perwakilan. Adapun Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang telah disahkan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada tanggal 18 Agustus 1945 itu sebagian besar bahan-bahanya berasal dari Naskah Rancangan Pembukaan UUD yang disusun oleh Panitia Perumus (panitia kecil) yang beranggotakan 9 orang yang diketua oleh Ir. Memajukan kesejahteraan rakyat. Tentang hal ketentuan diadakanya Undang-Undang Dasar tarcantum dalam kalimat yang berbunyi: “maka disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia”. tercantum dalam kalimat “Kemudian daripada itu dan seluruh tumpah darah indinesia. Dalam naskah politik yang di sebut dengan Piagam Jakarta 22 Juni 1945 inilah untuk pertama kali dasar falsafah 15 . perdamaian abadi dan keadilan sosial. yang. Tentang hal bentuk Negara dalam kalimat: yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat. Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. Soekarno pada tanggal 22 Juni 1945 di Jakarta. 3. Tentang hal tujuan Negara indonesia. naskah politik yang bersejarah itu dijadikan Rancangan Pembukaan UUD sebagai bahan pokok dan utama bagi penyusunan/penetapan Pembukaan (Preambule) UUD yang akan ditetakan itu.rakyat Indonesia. Muhamad Yamin dalam pidatonya di depan siding Badan Penyelidik Persiapan Kemerdekaan (BPPK) pada tanggal 11 Juni 1945 dinamakan “Piagam Jakarta” dan baru beberapa tahun kemudian dimuat dalam bukunya yang berjudul Prokalmasi dan Konstitusi pada tahun 1951. Sehari setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Negara Republik Indonesia berdasarkan kepada lima prinsip atau asas yang tersebut di atas.”. Adapun besar arti pentingnya Pembukaan Undang-Undang Dasar itu ialah karena pada alinea ke 4 itu tercantum ketentuan pokok yang bersifat fundamental. mula-mula ditempa dan dipakai oleh Ir. Persatuan Indonesia. Di atas telah dijelaskan tentang pentingnya Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Soekarno dalam pidatonya pada tanggal 1 Juni 1945. tanpa menyebutkan pancasila. Bahwa kelima prinsip atau dasar tersebut adalah pancasila. Istilah atau perkataan pancasila ini memang tidak tercantum dalam Pembukaan maupun dalam Batang Tubuh UUD 1945. Mr. yaitu dasar falsafah Negara Republik Indonesia yang dirumuskan dalam kata-kata berikut: ”maka disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu UndangUndang Dasar Indonesia yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada: Ketuhanan Yang Maha Esa. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. setelah diusulkan oleh Ir.Negara pancasila ini dicantumkan secara tertulis. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. seperti yang telah diuraikan sebelumnya. menurut Prof. Muhamad Yamin (Pembahasan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia) pada halaman 437 antara lain sebagai berikut “perkataan Pancasila” yang kini telah menjadi istilah hukum. kita harus menafsirkan sejarah (maupun penafsiran sistematika) yakni menghubungkanya dengan sejarah lahirnya pencasila itu sendiri pada tanggal 1 Juni 1945. Kelima dasar ini tercakup dalam satu nama/istilah yang amat penting bagi kita bangsa Indonesia yaitu pancasila. Soekarno dalam pidatonya pada tanggal 1 Juni 1945 untuk menamai paduan sila yang lima. Adapun panitia perumus yang beranggotakan 9 orang yang telah menyusun Piagam Jakarta itu adalah salah satu panitia kecil dari Badan Penyelidik Persiapan Kemerdekaan (BPPK) yang dibentuk pada tanggal 29 April 1945. 16 . Kemanusiaan yang adil dan beradab. Di alinea ke 4 dari Pembukaan UUD 1945 hanyalah disebutkan bahwa. Berkenaan dengan perkataan pancasila.

Sedangkan pancasila dalam bentuk formalnya sebagai dasar Falsafah Negara Republik Indonesia baru diusulkan pada tanggal 1 Juni 1945.3 Hak Asasi Manusia (HAM) Dalam Filsafat Pancasila Hak-hak asasi manusia dalam Pancasila dirumuskan dalam pembukaan UUD 1945 dan terperinci di dalam batang tubuh UUD 1945 yang merupakan hukum dasar konstitusional dan fundamental tentang dasar filsafat negara Republik Indonesia serat pedoman hidup bangsa Indonesia. Yang pertama ialah perumusan ayat ke 1 pembukaan UUD tentang hak kemerdekaan yang dimiliki oleh segala bangsa didunia. Kata kembar itu keduanya berasal dari bahasa Sanskerta yaitu panca dan sila yang memiliki arti yang berbeda. Kata sila juga hidup dalam kata kesusilaan dan kadang-kadang juga berarti etika. mengemukakan Pancasila seperti dikemukakan Notonegoro dalam Pidato Dies Universitas Airlangga pada 10 Nopember 1955 secara filsafat kenegaraan. Pancasila dengan huruf i biasanya memiliki arti berbatu sendi yang lima (consisting of 5 rocks. Kebulatan lima dasar dalam Pancasila. Dalam bahasa Indonesia kedua pengertian di atas dirasakan sudah menjadi satu paduan antara sendi yang lima dengan lima tingkah laku yang senonoh. Dari uraian di atas dapatlah kiranya kita menarik kesimpulan bahwa pancasila sebagai istilah perkataan Sanskerta yang sudah dikenal di tanah air kita sejak abad XIV. Pancasila dengan huruf i yang panjang bermakna “5 peraturan tingkah laku yang penting”. Oleh sebab itu penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. aus fund Felsen bestehend). Sumantri Harjoprakoso dalam “Indonesisch mensbeeld als basis ener psychotherapie” (Leiden. terdapat pula ajaran pokok warga negara Indonesia.Perkataan itu diambil dari peradaban Indonesia lama sebelum abad XIV. 3. Juni 1956) yang juga digunakan dalam bidang kebatinan yang menyebut lima tabiat 17 . dan istilah “Pancasila” oleh Dr.

2. sehingga dapat menilai apakah konstitusi yang dirumuskan sejalan dengan nilai-nilai Pancasila. Yang menarik adalah tinjauannya terhadap lima sila dalam Pancasila yang membantu para penyelenggara memahami makna yang terkandung di dalamnya. Sila ketuhanan yang maha Esa menjamin hak kemerdekaan untuk memeluk agama . 3. Temen (Jujur). Sabar. Isi Mukaddimah UUDS juga dinyatakan sama dengan Preambule Piagam Perdamaian (Charter for Peace). Sila kemanusiaan yang adil dan beradab menempatkan hak setiap warga negara pada kedudukan yang sama dalam hukum serta serta memiliki 18 . pelaksanaan HAM tetap berlandaskan nilai-nilai Pancasila. 2. Rela. Misalkan contoh bagaimana kedudukan individu dalam sistem demokrasi. melaksanakan ibadah dan menghormati perbedaan agama. Lima tabiat ini agar dapat melaksanakan sandaran hidup yang dinamakannya “Tri Sila” yakni: a. Budi luhur. Narimo (Jawa).manusia guna mencapai pendirian hidup sempurna. Priyono. dan 5. percaya dan c. Dr. bukan pertentangan individu dan “social orde” seperti demokrasi liberal dan hak-hak lainnya yang tetap berlandaskan kondisi masyarakat asli Indonesia. “Pancasila” juga dikemukakan Prof. Demokrasi kita tetap berlandaskan kolektivisme. Hubungan antara Hak asasi manusia dengan Pancasila dapat dijabarkan Sebagai berikut : 1. sedangkan dalam UUDS hanya mencantumkan tujuan perdamaian tanpa menjaga ketertiban dunia. b. Namun. HAM juga terdapat di dalam Pembukaan konstitusi kita yang pernah berlaku. Hubungan HAM dengan Pembukaan. 4. mituhu (setia). diperlihatkan dengan secara khusus hak asasi kemerdekaan segala bangsa dan tujuan negara. yaitu: 1. baik keluar dan kedalam dicantumkan dalam Pembukaan. eling (beriman). Menteri PP dan KK pada Seminar Ilmu dan Kebudayaan di Yogyakarta (29 Juni 1956) sebagai “Panca Sila” Bahasa Indonesia.

kewajiban dan hak-hak yang sama untuk mendapat jaminan dan perlindungan undang-undang. dan bermasyarakat yang demokratis. Sila persatuan indonesia mengamanatkan adanya unsur pemersatu diantara warga Negara dengan semangat rela berkorban dan menempatkan kepentingan bangsa dan Negara diatas kepentingan pribadi atau golongan. Sila Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia mengakui hak milik perorangan dan dilindungi pemanfaatannya oleh negara serta memberi kesempatan sebesar-besarnya pada masyarakat. bernegara. ataupun intervensi yang membelenggu hakhak partisipasi masyarakat. Menghargai hak setiap warga negara untuk bermusyawarah mufakat yang dilakukan tanpa adanya tekanan. paksaan. Sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan dicerminkan dalam kehidupan pemerintahan. hal ini sesuai dengan prinsip HAM dimana hendaknya sesama manusia bergaul satu sama lainnya dalam semangat persaudaraan. 3. 5. 4. 19 .

Dengan demikian Pancasila sebagai pandangan hidup Bangsa dan Dasar Negara Republik Indonesia akan mempunyai arti nyata bagi manusia Indonesia dalam hubungannya dengan kehidupan kemasyarakatan dan kenegaraan. Untuk itu perlu usaha yang sungguh-sungguh dan terus-menerus serta terpadu demi terlaksananya penghayatan dan pengamalan Pancasila. dan agama. baik di pusat maupun di daerah.suku. Demikianlah manusia dan Bangsa Indonesia menjamin kelestarian dan kelangsungan hidup Negara Republik Indonesia yang merdeka. serta penuh gelora membangun masyarakat yang maju. kemanusiaan yang adil dan beradab. kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat 20 . bersatu dan berkedaulatan rakyat berdasarkan Pancasila. sejahtera. kesatuan Indonesia. adil dan makmur. maka manusia Indonesia menjadikan pengamalan Pancasila sebagai perjuangan utama dalam kehidupan kemasyarakatan dan kenegaraan.BAB IV KESIMPULAN Sadar sedalam-dalamnya bahwa Pancasila adalah pandangan hidup Bangsa dan Dasar Negara Republik Indonesia serta merasakan bahwa Pancasila adalah sumber kejiwaaan masyarakat dan Negara Republik Indonesia. setiap penyelenggara Negara yang secara meluas akan berkembang menjadi pengamalan Pancasila oleh setiap lembaga kenegaraan dan lembaga kemasyarakatan. Dengan memandang secara rata dan mengedepankan hak asasi manusia dalam ketuhanan Yang Maha Esa. Oleh karena itu pengamalannya harus dimulai dari setiap warga negara Indonesia. Pancasila sebagai dasar hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia mengandung isi yang bermoral dan mengangkat martabat rakyat Indonesia dengan tidak melihat ras.

dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.dalam permusyawaratan perwakilan. 21 .

Pendkewarganegaraansmp/mts. Hak-Hak Asasi Manusia dan Pancasila.com ) Asri Wijayanti 2008 Sejarah perkembangan. Kuntjoro. Hak Asasi Manusia www. 2007.com 22 . 1982. Supremasi Hukum dalam Perspektif Pengembangan HAM. HAM dalam pancasila. Cet Ke-7. Pradnya Paramita.scribd. Gunawan. Ganeca Exact. Jakarta.bukuonline.DAFTAR PUSTAKA Purbopranoto. Setiardja. 2009 ( www.