P. 1
13043-14-241211113222

13043-14-241211113222

|Views: 2|Likes:
Published by Tegoeh Sankenryoku

More info:

Published by: Tegoeh Sankenryoku on Apr 30, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/25/2014

pdf

text

original

SISTEM TATA UDARA PERTEMUAN 14

DASAR PERHITUNGAN BEBAN PENDINGINAN 1. Jenis Beban Dalam perhitungan beban pendinginan terhadap suatu gedung atau ruangan terdapat dua jenis beban pendinginan, yaitu : 1.1 Beban Kalor Sensibel 1.1.1 Perhitungan Beban Kalor Sensibel di dalam Daerah Tepi Gedung ♦ Jumlah Radiasi Matahari Melalui Jendela Apabila sebuah jendela atau jendela-jendela dibayangi oleh gedung sebelah atau tepi atapnya sendiri, maka tidak semua panas matahari masuk ke dalam ruangan;jadi, jumlah radiasi matahari yang masuk ke dalam menjadi kecil. Sebaliknya, apabila jendela ruangan berhadapan dengan benda lain yang memantulkan cahaya (misalnya kaca jendela dari gedung sebelah atau lantai serambi rumah, dsb), maka dipandang perlu menambahkan sebanyak 10 sampai 30 % dari radiasi matahari langsung dalam perhitungan beban kalor, pada siang hari yang panas. ♦ Pemasukan Tambahan Kalor ( Heat Gain ) Melalui Jendela Ada dua macam dinding, yaitu dinding termal tipis (memindahkan panas dengan cepat) dan dinding termal tebal (memindahkan panas dengan lambat). Kaca jendela adalah salah satu contoh dinding termal tipis. Banyaknya perpindahan kalor melalui dinding termal tipis adalah: (selisih temperatur ruangan dalam dan ruangan luar) x ( koefisien perpindahan kalor) ♦ Beban Kalor Sensibel Karena Adanya Ventilasi

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Djuhana, M.Si.

SISTEM TATA UDARA

1

Djuhana. Langit-langit. apabila perbedaan temperatur dalam dam temperatur luar dinding (atau atap) dapat di pertahankan 1°C untuk jangka waktu yang lama. 1. Luas Dinding (atau Atap) Dalam hal ini luas dinding adalah luas dinding (dikurangi luas jendela).Si. SISTEM TATA UDARA 2 . maka perbedaan temperatur antara kedua permukaan partisi yang memisahkan kedua ruangan tersebut dapat dianggap sama dengan nol.Jumlah penggatian udara dalam ventilasi dapat diperoleh dengan membagi jumlah udara yang masuk karena adnyan gaya gesekan alamiah (misalnya angin) oleh volume ruangan. Koefisien perpindahan kalor dari dinding (atau atap) dapat dinyatakan sebagai laju perpindahankalor setiap jam (kcal/jam) per 1 m2 luas dinding. ♦ Beban Kalor Tersimpan di dalam Ruangan dengan Penyegaran Udara Tidak Kontinu Dalam perhitungan beban kalor dari suatu ruangan yang akan didinginkan. Apabila dua ruangan yang berdampingan memperoleh penyegaran udara (didinginkan). ♦ Beban Tansmisi Radiasi Matahari Melalui Dinding (atau Atap).2 Perhitungan Beban Kalor Sensibel di dalam Daerah Tengah Gedung ♦ Beban Perpindahan Kalor Melalui Partisi. beban kalor sensibel dari ruangan bagian tepi gedung haruslah ditambah dengan 10-20%. dan Lantai Perbedaan temperatur pada partisi (perbedaan temperatur di dalam sebuah ruangan dengan ruangan di sebelahnya). ♦ Beban Kalor Sensibel karena Adanya Sumber Kalor di dalam Ruangan PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. tetapi yang sebelumnya mengalamai pemanasan oleh matahari . sedangkan luas atap adalah luas bagian atap yang dikenai udara luar. sesuai dengan kapasitas kalor dari dinding (atau atap). M.1.

Jika jumlah orang yang ada di dalam ruangan diketahui dengan pasti. Faktor kebocoran tersebut tergantung dari cara dan kualitas pekerjaan pemasangannya. maka haruslah ditambahkan beban kalor ruangan. Hal ini dikarenakan perbedaan usia. haruslah dipakai faktor kelompok pria dewasa kali 0. pergunakanlah jumlah tersebut. sedangkan untuk saluran segi empat kira-kira di antara 0.Si.80.75. Faktor kebocoran dari saluran lingkaran boleh dikatakan sama dengan nol.1 Perhitungan Beban Kalor Sensibel dari Mesin Penyegar Udara ♦ Beban Kalor Sensibel karena Adanya Pemasukan Udara Luar Jumlah pemasukan udara luar yang diperlukan tergantung pada jenis kegiatan yang ada. Djuhana. melalui udara atmosfir.1 dan 0. sedangkan bagi anak-anak. Faktor kelompok pria dewasa saja dapat diperoleh dengan membaginya dengan faktor kelompok tersebut. Periksalah dan catat daya penggerak kipas udara dari mesin penyegar udara yang dipilih.82. M. ♦ Jumlah Beban Kalor Sensibel dalam Ruangan Untuk memperoleh beban kalor mesin penyegar udara. dari mesin penyegar udara ke ruangan yang akan disegarkan. 1. ♦ Kenaikan Beban Kalor karena Adanya Kebocoran pada Saluran Udara Faktor kebocoran saluran udara dipergunakan hanya apabila saluran udara.2. berat badan misalnya bagi wanita haruslah di pakai faktor kelompok pria dewasa kali 0. SISTEM TATA UDARA 3 . PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir.2. Efisiensi kipas udara dari penyegar udara biasanya 0. Selisih temperatur udara luar dan temperatur udara ruangan adalah selisih antara temperatur udara luar sesaat dan temperatur udara ruangan yang di rencanakan.1.

SISTEM TATA UDARA 4 . toko serba ada atau eceran. kantor atau hotel. berdiri atau berjalan lambat. bekerja di belakang meja.Si. bekerja) dan jenis bangunan ( gedung.1. melalui udara atmosfir.1.1. maka haruslah ditambahkan beban kalor laten ruangan.3 Perhitungan Beban Kalor Laten dari Mesin Penyegar Udara ♦ Beban Kalor Laten karena Adanya Pemasukan Udara Luar Selisih perbandingan kelembaban udara luar dan udara ruangan adalah selisih antara perbandingan kelembaban udara luar tersebut di luar ruangan dan perbandingan kelembanan udara ruangan di dalam ruangan. pabrik) 1. M.3 kcal/kg x (selisih perbandingan kelembaban di dalam dan di luar ruangan (kg/kg’) 1.2 Perhitungan Beban Kalor Laten di dalam Daerah Tengah Gedung ♦ Beban Kalor Laten karena Adanya Sumber Penguapan di dalam Ruangan Kalor laten dari orang yang ada di dalam ruangan tergantung dari kondisi kerja (duduk di kursi.3. Djuhana.1 ♦ Beban Kalor Laten karena Adanya Infiltrasi Beban kalor laten oleh infiltrasi dihitung dengan : (Volume ruangan. m3) x (Jumlah ventilasi alamiah Nn) x 597. ♦ Jumlah Beban Kalor Laten Ruangan Untuk memperoleh beban kalor laten dari mesin penyegar udara. ruang dansa.3 Beban Kalor Laten Perhitungan Beban Kalor Laten di dalam Daerah Tepi Gedung 1. dari mesin penyegar udara ke ruangan yang akan disegarkan.1.3. dansa.1. Faktor kebocoran tersebut tergantung dari cara dan kualitas pekerjaan PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. ♦ Kenaikan Beban Kalor Adanya Kebocoran pada Saluran Udara Faktor kebocoran saluran udara dipergunakan hanya apabila saluran udara.3.

SISTEM TATA UDARA 5 .6 Rumus Perhitungan Beban PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir.3 Ventilasi dan Infiltrasi : A.Si. Penambahan panas sensibel. C.1 dan 0.2 Secara konduksi. B. C. Faktor kebocoran dari saluran lingkaran boleh dikatakan sama dengan nol.5 Klasifikasi Perhitungan Beban Sumber beban pendinginan dari suatu gedung/ruangan berasal dari luar maupun dari dalam gedung/ruangan itu sendiri yang dapat berupa beban sensibel atau laten. Penambahan panas laten. langit-langit dan lantai. Secara radiasi.pemasangannya. Beban dari Dalam : A. Panas dari penghuni ruangan.1 Beban dari Luar : A. Tranmisi panas melalui atap. Adapun sumber-sumber beban itu sebagai berikut : 2. Panas dari peralatan. Tranmisi panas melalui partisi. 2. B. 2. 2.5. 2. D. Panas dari lampu.2.5.5. M. sedangkan untuk saluran segi empat kira-kira di antara 0. Panas dari elektromotor. Djuhana. Transmisi panas melalui dinding. Tranmisi panas melalui kaca : • • D. B.

1. yaitu : 1.1.1 Atap Q = U .5 − Tr ) + ( To − 29. CLTD corr (W) (STOCKER.°F = Luas kaca dilihat dari gambar arsitektur ft 2 = Cooling Load Temperature Difference.Si. A .6. 77) CLTD corr = CLTD + ( 25.hr. Secara konduksi Q = U .°F = Luas atap dilihat dari gambar arsitektur ft 2 = Perbedaan temperatur ekuivalen (°F ) (ASHRAE.1.116) ( ) ( ) 2. SISTEM TATA UDARA 6 . M. A . Te ( W ) Dimana: Q U A Te = Laju aliran kalor (W) = Koefisien perpindahan panas bahan total Btu ft 2 .2 Dinding Q = U .3 Kaca Transmisi panas melalui kaca dapat dibagi dua.116) ( ) ( ) 2.°F = Luas atap dilihat dari gambar arsitektur ft 2 = Perbedaan temperatur ekuivalen (°F ) (ASHRAE.2. Te ( W ) Dimana: Q U A Te = Laju aliran kalor (W) = Koefisien perpindahan panas bahan total Btu ft 2 .1 Beban dari Luar 2. Djuhana. ( ) ( ) PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir.6. A .6.6.4 ) Dimana : U A CLTD = Koefisien perpindahan panas bahan total Btu ft 2 .hr.hr.

Langit-Langit dan Lantai Q = U . Djuhana.Si. = Solar Heat Gain Factor Btu ft 2 . SISTEM TATA UDARA 7 . PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir.6.117) ( ) ( ) 2. CLF Dimana : A SC SHGF CLF = Luas kaca dilihat dari gambar arsitektur ft 2 = Shading Cofficient.°F = Luas partisi. dan tingkat kegiatan yang dilakukan.hr.2 Beban dari Dalam 2. 2. A .6.2. dan lantai ft 2 = Design Temperature Difference (°F ) (W) (ASHRAE.4 Partisi. SHGF .6. Radiasi dari permukaan tubuh ke permukaan sekitarnya.hr. Secara radiasi Q = A .CLTDcorr Tr To = Cooling Load Temperature Difference Correction. TD Dimana : U A TD = Koefisien perpindahan panas bahan total Btu ft 2 . usia. Jumlah panas yang dihasilkan tergantung dari jenis kelamin.1. = Temperatur bola kering ruangan. langit-langit.1 Panas dari Penghuni Ruangan Panas dari penghuni ruang terdiri dari panas sensibel dan panas laten. = Temperatur rata-rata udara luar. SC . (W) (STOCKER.°F = Cooling Load factor. Konveksi dari permukaan tubuh dan dari penafasan udara sekitanya. 71) ( ) ) ( 2. M. Panas dari tubuh manusia dipancarkan dengan cara : 1. 2.

Penguapan keringat dari permukaan tubuh. Jumlah panas yang dikeluarkan dengan cara radiasi dan konveksi besarnya tergantung pada perbedaan temperatur antara tubuh manusia dengan udara ruang. SHG . (W) (STOCKER.3.6.6.2. 68) PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB SISTEM TATA UDARA 8 .2 Panas dari Lampu QLampu = SHG . 1. CLF Dimana : CLF SHG = Cooling Load Factor. = Cooling Load factor. M.2. Beban sensibel Qs = No . = Laten Head Gain of Occupants. (W) 2. (W) (STOCKER. (W) (STOCKER. = Sensibel Head Gain of Occupants Ir. Sedangkan laju penguapan besarnya tergantung pada tekanan uap udara sekitarnya. CLF Dimana : No SHG CLF = Jumlah penghuni ruangan.3 Panas dari Peralatan Qalat = SHG . Beban Laten QL = No .Si. LHG Dimana: No LHG = Jumlah penghuni ruangan. = Sensibel Head Gain of Occupants. 69) 2. 69) 2. Djuhana. CLF Dimana : CLF SHG = Cooling Load Factor. = Sensibel Head Gain of Occupants.

Total penambahan panas.334 . Beban laten. ∆h Dimana : I/s ∆h = Jumlah udara ventilasi atau infiltrasi = Perbandingan enthalpi udara dalam dan luar ruangan. I/s . 65) 3. Total penambahan panaas dari udara ventilasi dan infiltrasi dapat dihitung dengan menggunakan rumus : Q = 4. ∆W Dimana : I/s ∆W = Jumlah udara ventilasi atau infiltrasi = Perbandingan enthalpi udara dalam dan udara ruangan. Infiltrasi dapat masuk melalui celah-celah pintu dan jendela yang tertutup maupun pintu dan jendela yang sering dibuka. Udara segar tersebut berasal dari luar yang masuk ke dalam ruangan melewati filter sehingga kebersihan terjaga. M. 64) 2. (STOCKER.Si. Beban sensibel Qs = 1. SISTEM TATA UDARA 9 . 1. (STOCKER.2. ∆t Dimana : I/s ∆t = Jumlah udara ventilasi atau infiltrasi. Djuhana. Beban pendinginan ventilasi dan infiltrasi merupakan beban sensibel dan laten.3 Ventilasi dan Infiltrasi Ventilasi sangat dibutuhkan untuk menggantikan udara ruangan yang telah digunakan dengan udara segar. Infiltrasi adalah udara luar yang masuk ke dalam ruangan terkondisi secara tidak sengaja. Hal ini disebabkan adanya perbedaan temperatur dan tekanan udara luar dengan udara ruangan. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir.6. QL = 3012 . = Perbandingan temperatur dalam dan luar ruangan. I/s . I/s.232 .

SISTEM TATA UDARA 10 .2 Infiltrasi Jumlah udara infiltrasi yang masuk melalui celah-celah ditentukan dengan rumus : Ui= I . Jumlah udara Ventilasi dan Infiltrasi 4. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. 4. per meter celah = Panjang celah dari pintu atau jendela. Djuhana. = Jumlah penghuni ruangan. M. CL Dimana : I CL = Udara infltrasi yang masuk. N o Dimana : V No = Udara ventilasi yang dibutuhkan per orang.4.Si.1 Ventilasi Jumlah udara yang dibutuhkan di tentukan dengan rumus : Uv = V .

Pada gambar dibawah ini. diperlihatkan contoh perhitungan untuk menentukan harga koefisien perpindahan panas keseluruhan untuk dinding luar. M. R1 RD R2 R3 RL Didalam Diluar Aliran kalor Gambar 2.Si.2.4 Koefisien Perpindahan Panas Keseluruhan Untuk perhitungan beban pendinginan perlu diketahui harga koefisien perpindahan energi-energi kalor dari setiap jenis bahan yang dipergunanakan. Dalam hal tahanan thermal tiap-tiap bahan bentuknya dianalogikan sebagai tahanan listrik yang disusun secara seri untuk mendapatkan tahanan total.°F ( ) SISTEM TATA UDARA PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir.1977 :118-119) adalah dengan menggunakan analogi rangkaian listrik. Dasar perhitungan R dan U pada table 8-6 dan 8-7 (ASHRAE.Ft 2 . perlu ditambahkan harga lapisan udara pada posisi luar dan dibawah struktur bangunan. 11 .6 Komponen dari tahanan perpindahan kalor Maka bentuk persamaan dari harga koefisien transmisi kalor tersebut adalah : U = 1 R R = RD + R1 + R2 + R3 + RL Dimana : U = Koefisien perpindahan kalor Btu h. Djuhana.

..R RD = Tahanan perpindahan kalor dari struktur bangunan   °F  Btu h   Ft 2  = Tahanan perpindahan kalor dari lapisan permukaan struktur bangunan dalam  RL  °F  Btu h   Ft 2  = Tahanan perpindahan kalor dari lapisan permukaan struktur bangunan  °F  h. Bagian 1.... JENDELA Mengapa matahata: (Pilih satu.. R3 = Tahanan perpindahan kalor dari setiap lapisan struktur bangunan  °F  h..... 1977 : 119)......Si.. R2............ R3.... sedangkan harga R1...... SISTEM TATA UDARA 12 . Tanggal: .. didapat dari table 8-9 (ASHRAE....Ft 2  luar   Btu  R1.................... Djuhana..... 1977 : 120) DAFTAR PERHITUNGAN BEBAN AIR CONDITIONER Langganan: . M.. beban yang terbesar) Ukuran Faktor perkalian Siang Hari Tanpa Ditutup Tenda Penutup atau tirai dari luar Beban dingin BTU/h Ukuran x Faktor dihitung oleh: ....Ft 2    Btu  Harga RD dan RL dapat di peroleh dari table 8-8 (ASHRAE.............. R2... PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir.

Atap berisolasi c....sqft a). Timur c)..ft sgft sgft Panjang sqft sqft sqft sqft sqft sqft sqft 75 100 75 75 120 150 120 75 30 40 30 35 50 65 50 35 20 25 20 20 35 45 35 20 14 7 konstruksi Ringan 60 Berat 30 30 19 8 3 5 PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir.... Barat daya f).Langit-lagit diatasnya bertingkat d. Gelas ganda atau gelas block 3.. ATAP atau LAGIT-LAGIT (Pilihan sebuah saja) a. Djuhana.. Langit-langit berisolasi di atas adalah ruangan sqft sqft sqft aqft . Selatan e). Utara 2... SISTEM TATA UDARA 13 ..Bagian dalam Hanya pada dinding yang me rupakan batas dari ruangan lain yang tidak didinginkan 4. Timur laut b). M.ft . DINDING-DINDING a.Si. Barat laut h). Tenggara d). Bagian luar Menghadap matahari c. Gelas tunggal b. Atap tanpa isolasi b.. JENDELA-JENDELA Tidak menghadap matahari: Jumlah semua jendela a. Barat g)....

e. dipakai factor pada “ditutup atau tirai”. Kalikan luas jendela dengan sqft. daritiap-tiap arah dengan faktor-faktor dari arah jendela. Faktor dalam daftar ini didasarkan pada suhu udara luar 950F (350C) DB. Djuhana.Si. Langit-langit tampa isolasi diatasnya adalah ruang 5. yang tidak memerlukan keadaan tetentu dari suhu dan kelembaban dalam ruang. SISTEM TATA UDARA 14 . LANTAI (Hilangkan jika di atas tanah atau diatas ruang bawah tanah) 6. untuk jendela yang memakai PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. JUMLAH 1 s/d 8 10. Dipakai untuk ruang duduk. dan 750F (240C) WB. ORANG & VENTILASI Jumlah orang 7. JUMLAH BEBAN DINGIN ft 3 watt Panjang aqft 3 600 sqft 12 (Bagian 9) x 1. PINTU & ARCHES Terus-menerus terbuka keruang yang tidak didinginkan. kamar tidur. LAMPU-LAMPU & ALAT-ALAT LISTRIK YANG DIPAKAI 8. M. Lebar 9. pada siang hari. dan sebagainya. kantor.1 (Faktor)= Keterangan untuk mengisi daftar perhitungan beban dari RAC Daftar perhitungan beban ini adalah untuk comfort air conditioning. Untuk jendela yang memakai penutup dari dalam (tirai atau gordeng) atau ventilasi blinds. Nomor urut dibawah ini disesuaikan dengan tabel diatas: 1.

7. Djuhana. Dalam hal ini kedua rungan tersebut harus dianggap sebagai suatu ruangan harus dihitung kembal. Jika lebar atau dinding yang terbuka dari 5 feet (1. Kalikan semua dinding dalam feet dari dinding-dinding bagian dalam yanga berbatasan dengan ruang yang tidak dindingkan dengan paktor yang diberikan. factor-faktor pada bagian harus dikalikan 0.tutup dari luar atau keduanya didalam dan diluar.Si.8) 2. dengan factorfaktor yang diberikan paling sesuai (hanya dipilih sebuah yang paling sesuai). 3. 8. 5. dipakai factor pada “tenda dari luar”. 6. Dinding yang dibatasi dengan lain ruangan yang juga didinginkan tidak perlu dijumlahkan untuk dihitung. beben yang sesungguhnya akan melebihi dari perhitungan. Hitunglah jumlah watt dari lampu-lampu dan alat-alat listrik yang dipakai waktu RAC sedang bekerja. a. M. Kalikan jumlah panjang dalam feet dari semua dinding yamg menghadap keluar dengan factor yang sesuai. dengan faktor yang sesuai. SISTEM TATA UDARA 15 . Kalikan lebar dalam feet dari pintu atau dinding yang terbuka. b. (perhatiakan: untuk jendela dengan gelas block. Dinding yang berisolasi tau dinding tebal lebih dari 8” diamggap lonstruksi berat. atau terus menerus terbuka dan berhubungnan dengan lain ruangan yang tidak didinginkan dengan faktor yang diberikan. Dengan faktor yang diberikan. hilangakan bagian-bagian ini jika lantai berada langsung diatas tanah atau diruang bawah tanah (basemen). Kalikan jumlah luas atap (roof) atau langit-langit (ceiling)dalam sqft. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB yang lebih besar dan bebanya Ir. 4. Kalikan jumlah luas lantai dalam sqft. Pintu dianggap sebai dari dinding yang tebal 8’(20cm) atau kurang dianggap konstruksi ringan. kalikan jumlah watt dengan paktor yang diberikan. Kalikan jumlah semua luas jendela dalam sqft.5m). Ambil paling sedikit 2 orang.5 dan untuk gelas ganda atau storm window dikalikan dengan 0. Kalikan jumlah orang yang ada dalam ruangan yang diatur udaranya dengan faktor yang diberikan.

Jumlahkan beban-beban dari semua bagian diatas: 1 s/d 8. dengan 1 atau 2 kamar PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB m2/ton 46-56 33-42 30-35 Ir. Djuhana. Pada umumnya RAC dari kapasitas yang lebih besar akan bekerja dengan berhenti-henti dan kurang memuaskan.9. Untuk mendapatkan hasil yang lebih baik kita harus memilih RAC yang kapasitasnya yang mendekati beban yang diperlukan. PERKIRAAN BEBAN AIR CONDITIONING PADA BEBERAPA PEMAKAIAN Pemakain untuk Kamar tidur Flat (rumah susun). dari pada RAC yang sedikit kurang kapasitasnya yang akan bekerja hampir terus menerus. 10.Si. M. feet/ton 500-600 355-450 325-375 SISTEM TATA UDARA 16 . Kalikan jumlah beban yang didapat dari bagian 9 dengan faltor kreksi dan hasilnya adalah jumlah perkiraan beban dingin dalam BTU per jam.

M.Ruang kantor kecil Ruang kantor besar. barang-barang presisi Pusat kesehatan Ruang kantor besar. ruang kelas Toko serba ada Bank. kamar tamu Rumah sakit. bagian luar Sekolah. SISTEM TATA UDARA 17 . kamar pasien Pabrik. bagian dalam Hotel.Si. Djuhana. ruang utama Gereja Rumah makan Kamar makan Salon kecantikan Ruang perjamuan Aula (Auditorium) 28-33 23-28 23-28 23-28 23-28 21-25 21-25 19-23 18-23 14-23 9-23 16-21 18-20 14-19 9-16 5-14 300-355 250-300 250-300 250-300 250-300 225-270 225-270 200-250 190-250 150-250 100-250 170-225 190-215 150-200 100-170 50-150 PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->