SISTEM TATA UDARA PERTEMUAN 14

DASAR PERHITUNGAN BEBAN PENDINGINAN 1. Jenis Beban Dalam perhitungan beban pendinginan terhadap suatu gedung atau ruangan terdapat dua jenis beban pendinginan, yaitu : 1.1 Beban Kalor Sensibel 1.1.1 Perhitungan Beban Kalor Sensibel di dalam Daerah Tepi Gedung ♦ Jumlah Radiasi Matahari Melalui Jendela Apabila sebuah jendela atau jendela-jendela dibayangi oleh gedung sebelah atau tepi atapnya sendiri, maka tidak semua panas matahari masuk ke dalam ruangan;jadi, jumlah radiasi matahari yang masuk ke dalam menjadi kecil. Sebaliknya, apabila jendela ruangan berhadapan dengan benda lain yang memantulkan cahaya (misalnya kaca jendela dari gedung sebelah atau lantai serambi rumah, dsb), maka dipandang perlu menambahkan sebanyak 10 sampai 30 % dari radiasi matahari langsung dalam perhitungan beban kalor, pada siang hari yang panas. ♦ Pemasukan Tambahan Kalor ( Heat Gain ) Melalui Jendela Ada dua macam dinding, yaitu dinding termal tipis (memindahkan panas dengan cepat) dan dinding termal tebal (memindahkan panas dengan lambat). Kaca jendela adalah salah satu contoh dinding termal tipis. Banyaknya perpindahan kalor melalui dinding termal tipis adalah: (selisih temperatur ruangan dalam dan ruangan luar) x ( koefisien perpindahan kalor) ♦ Beban Kalor Sensibel Karena Adanya Ventilasi

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Djuhana, M.Si.

SISTEM TATA UDARA

1

1. beban kalor sensibel dari ruangan bagian tepi gedung haruslah ditambah dengan 10-20%. 1. sedangkan luas atap adalah luas bagian atap yang dikenai udara luar. Apabila dua ruangan yang berdampingan memperoleh penyegaran udara (didinginkan).2 Perhitungan Beban Kalor Sensibel di dalam Daerah Tengah Gedung ♦ Beban Perpindahan Kalor Melalui Partisi. ♦ Beban Kalor Sensibel karena Adanya Sumber Kalor di dalam Ruangan PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. apabila perbedaan temperatur dalam dam temperatur luar dinding (atau atap) dapat di pertahankan 1°C untuk jangka waktu yang lama.Jumlah penggatian udara dalam ventilasi dapat diperoleh dengan membagi jumlah udara yang masuk karena adnyan gaya gesekan alamiah (misalnya angin) oleh volume ruangan. maka perbedaan temperatur antara kedua permukaan partisi yang memisahkan kedua ruangan tersebut dapat dianggap sama dengan nol. ♦ Beban Tansmisi Radiasi Matahari Melalui Dinding (atau Atap). M. dan Lantai Perbedaan temperatur pada partisi (perbedaan temperatur di dalam sebuah ruangan dengan ruangan di sebelahnya). SISTEM TATA UDARA 2 . sesuai dengan kapasitas kalor dari dinding (atau atap). Djuhana. ♦ Beban Kalor Tersimpan di dalam Ruangan dengan Penyegaran Udara Tidak Kontinu Dalam perhitungan beban kalor dari suatu ruangan yang akan didinginkan. Luas Dinding (atau Atap) Dalam hal ini luas dinding adalah luas dinding (dikurangi luas jendela). Langit-langit. Koefisien perpindahan kalor dari dinding (atau atap) dapat dinyatakan sebagai laju perpindahankalor setiap jam (kcal/jam) per 1 m2 luas dinding.Si. tetapi yang sebelumnya mengalamai pemanasan oleh matahari .

sedangkan bagi anak-anak. Faktor kelompok pria dewasa saja dapat diperoleh dengan membaginya dengan faktor kelompok tersebut. Efisiensi kipas udara dari penyegar udara biasanya 0. Selisih temperatur udara luar dan temperatur udara ruangan adalah selisih antara temperatur udara luar sesaat dan temperatur udara ruangan yang di rencanakan. haruslah dipakai faktor kelompok pria dewasa kali 0. ♦ Jumlah Beban Kalor Sensibel dalam Ruangan Untuk memperoleh beban kalor mesin penyegar udara. maka haruslah ditambahkan beban kalor ruangan. Periksalah dan catat daya penggerak kipas udara dari mesin penyegar udara yang dipilih. Faktor kebocoran tersebut tergantung dari cara dan kualitas pekerjaan pemasangannya.75.1 dan 0. Faktor kebocoran dari saluran lingkaran boleh dikatakan sama dengan nol. Hal ini dikarenakan perbedaan usia.2. berat badan misalnya bagi wanita haruslah di pakai faktor kelompok pria dewasa kali 0.82.1 Perhitungan Beban Kalor Sensibel dari Mesin Penyegar Udara ♦ Beban Kalor Sensibel karena Adanya Pemasukan Udara Luar Jumlah pemasukan udara luar yang diperlukan tergantung pada jenis kegiatan yang ada. Djuhana. M. SISTEM TATA UDARA 3 .2.80. 1. sedangkan untuk saluran segi empat kira-kira di antara 0. melalui udara atmosfir. pergunakanlah jumlah tersebut. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir.1.Si. dari mesin penyegar udara ke ruangan yang akan disegarkan.Jika jumlah orang yang ada di dalam ruangan diketahui dengan pasti. ♦ Kenaikan Beban Kalor karena Adanya Kebocoran pada Saluran Udara Faktor kebocoran saluran udara dipergunakan hanya apabila saluran udara.

1.3 Beban Kalor Laten Perhitungan Beban Kalor Laten di dalam Daerah Tepi Gedung 1.3 Perhitungan Beban Kalor Laten dari Mesin Penyegar Udara ♦ Beban Kalor Laten karena Adanya Pemasukan Udara Luar Selisih perbandingan kelembaban udara luar dan udara ruangan adalah selisih antara perbandingan kelembaban udara luar tersebut di luar ruangan dan perbandingan kelembanan udara ruangan di dalam ruangan. bekerja) dan jenis bangunan ( gedung. ♦ Kenaikan Beban Kalor Adanya Kebocoran pada Saluran Udara Faktor kebocoran saluran udara dipergunakan hanya apabila saluran udara. melalui udara atmosfir.3.3. berdiri atau berjalan lambat. M. maka haruslah ditambahkan beban kalor laten ruangan. kantor atau hotel.1.3 kcal/kg x (selisih perbandingan kelembaban di dalam dan di luar ruangan (kg/kg’) 1. dari mesin penyegar udara ke ruangan yang akan disegarkan. dansa. toko serba ada atau eceran.1.1. Djuhana. ♦ Jumlah Beban Kalor Laten Ruangan Untuk memperoleh beban kalor laten dari mesin penyegar udara.3.Si. ruang dansa. bekerja di belakang meja. pabrik) 1. Faktor kebocoran tersebut tergantung dari cara dan kualitas pekerjaan PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. SISTEM TATA UDARA 4 . m3) x (Jumlah ventilasi alamiah Nn) x 597.1 ♦ Beban Kalor Laten karena Adanya Infiltrasi Beban kalor laten oleh infiltrasi dihitung dengan : (Volume ruangan.1.2 Perhitungan Beban Kalor Laten di dalam Daerah Tengah Gedung ♦ Beban Kalor Laten karena Adanya Sumber Penguapan di dalam Ruangan Kalor laten dari orang yang ada di dalam ruangan tergantung dari kondisi kerja (duduk di kursi.

5. B. D. Adapun sumber-sumber beban itu sebagai berikut : 2.1 dan 0. 2. B. Tranmisi panas melalui kaca : • • D. Panas dari elektromotor. C.6 Rumus Perhitungan Beban PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir.5. Penambahan panas sensibel. sedangkan untuk saluran segi empat kira-kira di antara 0. Panas dari penghuni ruangan. Tranmisi panas melalui atap. Tranmisi panas melalui partisi. Transmisi panas melalui dinding.pemasangannya. Djuhana. Panas dari peralatan.2 Secara konduksi.Si. Secara radiasi. 2.5 Klasifikasi Perhitungan Beban Sumber beban pendinginan dari suatu gedung/ruangan berasal dari luar maupun dari dalam gedung/ruangan itu sendiri yang dapat berupa beban sensibel atau laten. Penambahan panas laten.1 Beban dari Luar : A. 2.5. 2. Beban dari Dalam : A. M. SISTEM TATA UDARA 5 . C.3 Ventilasi dan Infiltrasi : A. Faktor kebocoran dari saluran lingkaran boleh dikatakan sama dengan nol. Panas dari lampu. B.2. langit-langit dan lantai.

°F = Luas kaca dilihat dari gambar arsitektur ft 2 = Cooling Load Temperature Difference. 77) CLTD corr = CLTD + ( 25.3 Kaca Transmisi panas melalui kaca dapat dibagi dua.1.hr.6. yaitu : 1.6.5 − Tr ) + ( To − 29.6.°F = Luas atap dilihat dari gambar arsitektur ft 2 = Perbedaan temperatur ekuivalen (°F ) (ASHRAE.hr.1 Beban dari Luar 2.Si.116) ( ) ( ) 2.4 ) Dimana : U A CLTD = Koefisien perpindahan panas bahan total Btu ft 2 . Secara konduksi Q = U .1 Atap Q = U .2.°F = Luas atap dilihat dari gambar arsitektur ft 2 = Perbedaan temperatur ekuivalen (°F ) (ASHRAE. A . Djuhana.6. SISTEM TATA UDARA 6 . A . CLTD corr (W) (STOCKER. ( ) ( ) PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir.1.2 Dinding Q = U . M. A . Te ( W ) Dimana: Q U A Te = Laju aliran kalor (W) = Koefisien perpindahan panas bahan total Btu ft 2 .hr.116) ( ) ( ) 2.1. Te ( W ) Dimana: Q U A Te = Laju aliran kalor (W) = Koefisien perpindahan panas bahan total Btu ft 2 .

dan lantai ft 2 = Design Temperature Difference (°F ) (W) (ASHRAE. Langit-Langit dan Lantai Q = U . M. dan tingkat kegiatan yang dilakukan.6. SC . = Solar Heat Gain Factor Btu ft 2 .°F = Luas partisi. = Temperatur rata-rata udara luar.hr.hr. CLF Dimana : A SC SHGF CLF = Luas kaca dilihat dari gambar arsitektur ft 2 = Shading Cofficient. = Temperatur bola kering ruangan.1.2 Beban dari Dalam 2. Konveksi dari permukaan tubuh dan dari penafasan udara sekitanya. 2. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir.1 Panas dari Penghuni Ruangan Panas dari penghuni ruang terdiri dari panas sensibel dan panas laten. Panas dari tubuh manusia dipancarkan dengan cara : 1.2. Secara radiasi Q = A .°F = Cooling Load factor. 71) ( ) ) ( 2.6. usia.Si. langit-langit. TD Dimana : U A TD = Koefisien perpindahan panas bahan total Btu ft 2 . SISTEM TATA UDARA 7 . Jumlah panas yang dihasilkan tergantung dari jenis kelamin. Radiasi dari permukaan tubuh ke permukaan sekitarnya. 2.6. (W) (STOCKER.CLTDcorr Tr To = Cooling Load Temperature Difference Correction.117) ( ) ( ) 2. Djuhana.4 Partisi. SHGF . A .

(W) (STOCKER. Djuhana.6. Beban Laten QL = No .2. SHG . 1.3. M. CLF Dimana : No SHG CLF = Jumlah penghuni ruangan.3 Panas dari Peralatan Qalat = SHG . LHG Dimana: No LHG = Jumlah penghuni ruangan. CLF Dimana : CLF SHG = Cooling Load Factor. Penguapan keringat dari permukaan tubuh. = Cooling Load factor.2. Sedangkan laju penguapan besarnya tergantung pada tekanan uap udara sekitarnya. 69) 2. 69) 2. 68) PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB SISTEM TATA UDARA 8 .2 Panas dari Lampu QLampu = SHG . = Sensibel Head Gain of Occupants Ir.Si. = Sensibel Head Gain of Occupants. CLF Dimana : CLF SHG = Cooling Load Factor. Beban sensibel Qs = No . Jumlah panas yang dikeluarkan dengan cara radiasi dan konveksi besarnya tergantung pada perbedaan temperatur antara tubuh manusia dengan udara ruang. = Laten Head Gain of Occupants. (W) (STOCKER. (W) (STOCKER.6. (W) 2. = Sensibel Head Gain of Occupants.

3 Ventilasi dan Infiltrasi Ventilasi sangat dibutuhkan untuk menggantikan udara ruangan yang telah digunakan dengan udara segar. ∆h Dimana : I/s ∆h = Jumlah udara ventilasi atau infiltrasi = Perbandingan enthalpi udara dalam dan luar ruangan. = Perbandingan temperatur dalam dan luar ruangan. Infiltrasi dapat masuk melalui celah-celah pintu dan jendela yang tertutup maupun pintu dan jendela yang sering dibuka.Si. 1. Infiltrasi adalah udara luar yang masuk ke dalam ruangan terkondisi secara tidak sengaja. Beban laten.6. I/s. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Beban pendinginan ventilasi dan infiltrasi merupakan beban sensibel dan laten. I/s .232 .2. Hal ini disebabkan adanya perbedaan temperatur dan tekanan udara luar dengan udara ruangan. Total penambahan panaas dari udara ventilasi dan infiltrasi dapat dihitung dengan menggunakan rumus : Q = 4. Total penambahan panas. 64) 2. (STOCKER. QL = 3012 . Djuhana. Udara segar tersebut berasal dari luar yang masuk ke dalam ruangan melewati filter sehingga kebersihan terjaga. I/s . ∆t Dimana : I/s ∆t = Jumlah udara ventilasi atau infiltrasi.334 . M. ∆W Dimana : I/s ∆W = Jumlah udara ventilasi atau infiltrasi = Perbandingan enthalpi udara dalam dan udara ruangan. 65) 3. SISTEM TATA UDARA 9 . Beban sensibel Qs = 1. (STOCKER.

SISTEM TATA UDARA 10 . per meter celah = Panjang celah dari pintu atau jendela. 4.1 Ventilasi Jumlah udara yang dibutuhkan di tentukan dengan rumus : Uv = V . M. N o Dimana : V No = Udara ventilasi yang dibutuhkan per orang.4. = Jumlah penghuni ruangan. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir.Si. CL Dimana : I CL = Udara infltrasi yang masuk. Djuhana. Jumlah udara Ventilasi dan Infiltrasi 4.2 Infiltrasi Jumlah udara infiltrasi yang masuk melalui celah-celah ditentukan dengan rumus : Ui= I .

6 Komponen dari tahanan perpindahan kalor Maka bentuk persamaan dari harga koefisien transmisi kalor tersebut adalah : U = 1 R R = RD + R1 + R2 + R3 + RL Dimana : U = Koefisien perpindahan kalor Btu h.2. diperlihatkan contoh perhitungan untuk menentukan harga koefisien perpindahan panas keseluruhan untuk dinding luar. Dasar perhitungan R dan U pada table 8-6 dan 8-7 (ASHRAE. perlu ditambahkan harga lapisan udara pada posisi luar dan dibawah struktur bangunan. Dalam hal tahanan thermal tiap-tiap bahan bentuknya dianalogikan sebagai tahanan listrik yang disusun secara seri untuk mendapatkan tahanan total.°F ( ) SISTEM TATA UDARA PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Pada gambar dibawah ini. 11 .Si. M.4 Koefisien Perpindahan Panas Keseluruhan Untuk perhitungan beban pendinginan perlu diketahui harga koefisien perpindahan energi-energi kalor dari setiap jenis bahan yang dipergunanakan. Djuhana.1977 :118-119) adalah dengan menggunakan analogi rangkaian listrik. R1 RD R2 R3 RL Didalam Diluar Aliran kalor Gambar 2.Ft 2 .

.. Bagian 1... JENDELA Mengapa matahata: (Pilih satu. didapat dari table 8-9 (ASHRAE. SISTEM TATA UDARA 12 . R3 = Tahanan perpindahan kalor dari setiap lapisan struktur bangunan  °F  h.........Ft 2    Btu  Harga RD dan RL dapat di peroleh dari table 8-8 (ASHRAE..... R2.... PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir... R3...R RD = Tahanan perpindahan kalor dari struktur bangunan   °F  Btu h   Ft 2  = Tahanan perpindahan kalor dari lapisan permukaan struktur bangunan dalam  RL  °F  Btu h   Ft 2  = Tahanan perpindahan kalor dari lapisan permukaan struktur bangunan  °F  h..... R2. 1977 : 120) DAFTAR PERHITUNGAN BEBAN AIR CONDITIONER Langganan: . 1977 : 119)....... sedangkan harga R1. Djuhana..................... beban yang terbesar) Ukuran Faktor perkalian Siang Hari Tanpa Ditutup Tenda Penutup atau tirai dari luar Beban dingin BTU/h Ukuran x Faktor dihitung oleh: ..Si..... M.......... Tanggal: .....Ft 2  luar   Btu  R1...........

. Tenggara d). Langit-langit berisolasi di atas adalah ruangan sqft sqft sqft aqft .. Timur laut b). Timur c). DINDING-DINDING a.Si.. M. Gelas tunggal b...ft sgft sgft Panjang sqft sqft sqft sqft sqft sqft sqft 75 100 75 75 120 150 120 75 30 40 30 35 50 65 50 35 20 25 20 20 35 45 35 20 14 7 konstruksi Ringan 60 Berat 30 30 19 8 3 5 PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Barat g)... Gelas ganda atau gelas block 3. Selatan e)... Utara 2...Bagian dalam Hanya pada dinding yang me rupakan batas dari ruangan lain yang tidak didinginkan 4. Djuhana.. Atap berisolasi c...sqft a).Langit-lagit diatasnya bertingkat d. Barat daya f). JENDELA-JENDELA Tidak menghadap matahari: Jumlah semua jendela a.. Bagian luar Menghadap matahari c.. ATAP atau LAGIT-LAGIT (Pilihan sebuah saja) a. Barat laut h). Atap tanpa isolasi b.ft . SISTEM TATA UDARA 13 .

kamar tidur. JUMLAH BEBAN DINGIN ft 3 watt Panjang aqft 3 600 sqft 12 (Bagian 9) x 1. pada siang hari.1 (Faktor)= Keterangan untuk mengisi daftar perhitungan beban dari RAC Daftar perhitungan beban ini adalah untuk comfort air conditioning.Si. Faktor dalam daftar ini didasarkan pada suhu udara luar 950F (350C) DB. M. Lebar 9. Langit-langit tampa isolasi diatasnya adalah ruang 5. Dipakai untuk ruang duduk. dan sebagainya. Untuk jendela yang memakai penutup dari dalam (tirai atau gordeng) atau ventilasi blinds.e. dan 750F (240C) WB. Nomor urut dibawah ini disesuaikan dengan tabel diatas: 1. kantor. Djuhana. JUMLAH 1 s/d 8 10. SISTEM TATA UDARA 14 . dipakai factor pada “ditutup atau tirai”. ORANG & VENTILASI Jumlah orang 7. yang tidak memerlukan keadaan tetentu dari suhu dan kelembaban dalam ruang. PINTU & ARCHES Terus-menerus terbuka keruang yang tidak didinginkan. Kalikan luas jendela dengan sqft. LAMPU-LAMPU & ALAT-ALAT LISTRIK YANG DIPAKAI 8. LANTAI (Hilangkan jika di atas tanah atau diatas ruang bawah tanah) 6. daritiap-tiap arah dengan faktor-faktor dari arah jendela. untuk jendela yang memakai PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir.

Dinding yang berisolasi tau dinding tebal lebih dari 8” diamggap lonstruksi berat. Dengan faktor yang diberikan. (perhatiakan: untuk jendela dengan gelas block. Pintu dianggap sebai dari dinding yang tebal 8’(20cm) atau kurang dianggap konstruksi ringan. dengan factorfaktor yang diberikan paling sesuai (hanya dipilih sebuah yang paling sesuai). Kalikan jumlah luas lantai dalam sqft. 7. Kalikan jumlah luas atap (roof) atau langit-langit (ceiling)dalam sqft. Ambil paling sedikit 2 orang. beben yang sesungguhnya akan melebihi dari perhitungan. atau terus menerus terbuka dan berhubungnan dengan lain ruangan yang tidak didinginkan dengan faktor yang diberikan. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB yang lebih besar dan bebanya Ir. Kalikan jumlah panjang dalam feet dari semua dinding yamg menghadap keluar dengan factor yang sesuai.5m). Jika lebar atau dinding yang terbuka dari 5 feet (1. b. Kalikan lebar dalam feet dari pintu atau dinding yang terbuka.5 dan untuk gelas ganda atau storm window dikalikan dengan 0. 6. SISTEM TATA UDARA 15 .tutup dari luar atau keduanya didalam dan diluar. Dalam hal ini kedua rungan tersebut harus dianggap sebagai suatu ruangan harus dihitung kembal. dipakai factor pada “tenda dari luar”. M.Si. kalikan jumlah watt dengan paktor yang diberikan. 5.8) 2. Dinding yang dibatasi dengan lain ruangan yang juga didinginkan tidak perlu dijumlahkan untuk dihitung. 4. Kalikan semua dinding dalam feet dari dinding-dinding bagian dalam yanga berbatasan dengan ruang yang tidak dindingkan dengan paktor yang diberikan. 8. Kalikan jumlah orang yang ada dalam ruangan yang diatur udaranya dengan faktor yang diberikan. Kalikan jumlah semua luas jendela dalam sqft. Djuhana. hilangakan bagian-bagian ini jika lantai berada langsung diatas tanah atau diruang bawah tanah (basemen). factor-faktor pada bagian harus dikalikan 0. Hitunglah jumlah watt dari lampu-lampu dan alat-alat listrik yang dipakai waktu RAC sedang bekerja. 3. dengan faktor yang sesuai. a.

9. Untuk mendapatkan hasil yang lebih baik kita harus memilih RAC yang kapasitasnya yang mendekati beban yang diperlukan. 10. Jumlahkan beban-beban dari semua bagian diatas: 1 s/d 8. M. feet/ton 500-600 355-450 325-375 SISTEM TATA UDARA 16 . dari pada RAC yang sedikit kurang kapasitasnya yang akan bekerja hampir terus menerus. Pada umumnya RAC dari kapasitas yang lebih besar akan bekerja dengan berhenti-henti dan kurang memuaskan. Kalikan jumlah beban yang didapat dari bagian 9 dengan faltor kreksi dan hasilnya adalah jumlah perkiraan beban dingin dalam BTU per jam. Djuhana. dengan 1 atau 2 kamar PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB m2/ton 46-56 33-42 30-35 Ir.Si. PERKIRAAN BEBAN AIR CONDITIONING PADA BEBERAPA PEMAKAIAN Pemakain untuk Kamar tidur Flat (rumah susun).

bagian dalam Hotel. barang-barang presisi Pusat kesehatan Ruang kantor besar. kamar pasien Pabrik. bagian luar Sekolah. M. Djuhana.Si.Ruang kantor kecil Ruang kantor besar. ruang utama Gereja Rumah makan Kamar makan Salon kecantikan Ruang perjamuan Aula (Auditorium) 28-33 23-28 23-28 23-28 23-28 21-25 21-25 19-23 18-23 14-23 9-23 16-21 18-20 14-19 9-16 5-14 300-355 250-300 250-300 250-300 250-300 225-270 225-270 200-250 190-250 150-250 100-250 170-225 190-215 150-200 100-170 50-150 PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. ruang kelas Toko serba ada Bank. SISTEM TATA UDARA 17 . kamar tamu Rumah sakit.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful