psikologi agama

Sabtu, 24 Desember 2011
KONVERSI AGAMA
KONVERSI DALAM AGAMA I. PENDAHULUAN Konversi agama secara umum dapat diartikan dengan berubah agama ataupun masuk agama. Konversi agama sebagai suatu macam pertumbuhan atau perkembangan spiritual yang mengandung perubahan arah yang cukup berarti, dalam sikap terhadap ajaran dan tindakan agama. Lebih jelas dan lebih tegas lagi, konversi agama menunjukkan bahwa suatu perubahan emosi yang tiba-tiba ke arah mendapat hidayah Allah secara mendadak, telah terjadi, yang mungkin saja sangat mendalam atau dangkal. Dan mungkin pula terjadi perubahan tersebut secara berangsur-angsur. Dari definisi tersebut dapat dibayangkan betapa sukarnya mengukur dan meneliti fakta konversi tersebut. Sama halnya dengan fakta-fakta psikis lainnya. Kita tidak dapat meneliti secara langsung proses terjadinya konversi tersebut, dan keadaan jiwa apa yang memungkinkan terjadinya peralihan keyakinan secara mendadak itu.[1] II. a. PERMASALAHAN

Pengertian konversi agama

b. Faktor yang menyebabkan terjadinya konversi agama c. Macam-macam konversi agama

d. Proses konversi agama III. a. PEMBAHASAN Konversi agama menurut etimologi konversi berasal dari kata lain “Conversio” yang berarti: tobat, pindah, dan berubah (agama). Selanjutnya, kata tersebut dipakai dalam kata Inggris Conversion yang mengandung pengertian: berubah dari suatu keadaan atau dari suatu agama ke agama lain (change from one state, or from one religion, to another).

Pengertian Konversi Agama

digenerasikan. 4. dalam sikap terhadap ajaran dan tindakan agama. bahwa yang menjadi faktor pendorong terjadinya konversi agama adalah petunjuk Illahi. akan tetapi juga termasuk perubahan pandangan terhadap agama yang dianutnya sendiri.[6] 1. untuk menerima kesukaan.Berdasarkan kata-kata tersebut dapat diartikan bahwa konversi agama mengandung pengertian: bertobat. untuk menjalani pengalaman beragama. kurang bahagia dalam konsekuensi penganutnya yang berlandaskan kenyataan beragama.[2] Konversi agama menurut terminologi. 3. berubah agama.[4] 3. W. Perubahan tersebut tidak hanya berlaku bagi pemindahan kepercayaan dari satu agama ke agama lain. yang dilakukan secara sadar dan terpisah-pisah. sehingga perubahan tersebut dapat terjadi secara berproses atau secara mendadak. maka perubahan itu pun disebabkan oleh faktor petunjuk dari Yang Maha Kuasa. Perubahan yang terjadi dipengaruhi kondisi kejiwaan.Clark mendefinisikan konversi agama merupakan sebagai suatu macam pertumbuhan atau perkembangan spiritual yang mengandung perubahan arah yang cukup berarti. menurut pengertian ini dikemukakan oleh: 1. Max Heirich mengatakan bahwa konversi agama adalah suatu tindakan di mana seseorang atau sekelompok orang masuk atau berpindah ke suatu sistem kepercayaan atau perilaku yang berlawanan dengan kepercayaan sebelumnya. berbalik pendirian terhadap ajaran agama atau masuk ke dalam agama. Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan. konversi agama merupakan berubah. Para ahli agama menyatakan.H. bahwa konversi agama merupakan: 1. 2. Faktor yang Menyebabkan Terjadinya Konversi Agama William James dan Max Heirich mengemukakan pendapat bahwa konversi agama disebabkan faktor yang cenderung didominasi oleh lapangan ilmu yang mereka tekuni. untuk mendapatkan kepastian adalah banyaknya ungkapan pada proses baik itu berangsur-angsur atau tiba-tiba. William James mengatakan. Selain faktor kejiwaan dan kondisi lingkungan. Adanya perubahan arah pandangan dan keyakinan seseorang terhadap agama dan kepercayaan yang dianutnya.[5] b.[3] 2. Pengaruh supernatural berperan secara dominan dalam proses terjadinya .

ataupun nonformal. Pengaruh kekuasaan pemimpin. Para ahli psikologi menyebutkan faktor psikologis yang menyebabkan terjadinya konversi. yaitu ketenangan batin. Yang dapat dikategorikan sebagai faktor intern antara lain: a. tapi juga disebabkan faktor intern. Para ahli sosiologi berpendapat. Pengaruh pemimpin keagamaan. maka akan mendorong seseorang untuk mencari jalan keluar. ataupun pertemuan yang bersifat keagamaan baik pada lembaga formal. ilmu pengetahuan ataupun bidang kebudayaan). Pengaruh perkumpulan berdasarkan hobi. Pengaruh ini dapat mendorong seseorang atau kelompok untuk berubah kepercayaan jika dilakukan seacara rutin hingga terbiasa. bahwa yang menyebabkan terjadinya konversi agama adalah pengaruh sosial.[7]Namun demikian. . Oleh karena itu. Pengaruh sosial yang mendorong terjadinya konversi itu terdiri dari adanya berbagai faktor lain: Pengaruh hubungan antar pribadi baik pergaulan yang bersifat keagamaan maupun nonagama (kesenian. dan famili. faktor kejiwaan maupun pendidikan yang didapatkan. Pembawaan. Pengaruh anjuran atau propaganda dari orang-orang yang dekat. terjadinya konversi tidak hanya didorong oleh faktor luar saja. baik itu dilihat dari latar belakang sosiologis. misalnya: menghadiri upacara keagamaan. walau kita mempercayai bahwa petunjuk Illahi memegang peran penting dalam perubahan perilaku keagamaan seseorang. perlu ditelusuri faktor-faktor lain. b.konversi agama pada diri seseorang atau kelompok. Secara psikologis tipe kepribadian tertentu akan mempengaruhi kehidupan jiwa seseorang. atau jiwa yang kosong dan tidak berdaya kemudian mencari perlindungan kekuatan lain yang mampu memberikan kehidupan jiwa yang tenang dan tentram. terasa sulit untuk membuktikan secara empiris tentang faktor ini.[9] 3. Dalam penelitian William James ditemukan bahwa tipe melankolis yang memiliki kerentanan perasaan lebih mendalam dapat menyebabkan terjadinya konversi dalam dirinya. Kepribadian. Dengan demikian.[8] 2. keluarga. misalnya: karib. Sebagai contoh adalah tekanan batin. Pengaruh kebiasaan yang rutin.

Anak sulung dan anak bungsu biasanya tidak mengalami tekanan batin. Perubahan status yang dimaksud dapat disebabkan oleh berbagai macam persoalan. seperti kebutuhan sandang dan pangan yang mendesak. d. Faktor Keluarga. c. Sedangkan yang termasuk dalam faktor ekstern antara lain: a. b. seperti: perceraian. Yang termasuk dalam faktor ini adalah ketersaingan dari tempat tinggal atau tersingkir dari kehidupan di suatu tempat yang menyebabkan seseorang hidupnya sebatang kara.Menurut penelitian Guy E. Seringkali terjadi masyarakat awam yang miskin terpengaruh untuk memeluk agama yang menjanjikan dunia yang lebih baik. Di antara yang termasuk dalam faktor ini adalah: Kerekatan keluarga Ketidakserasian Berlainan agama Kesepian Kesulitan seksual Kurang mendapatkan pengakuan kaum kerabat Kondisi demikian menyebabkan batin seseorang akan mengalami tekanan batin sehingga sering terjadi konversi agama dalam usahanya untuk meredakan tekanan batin yang menimpa dirinya. keluar dari sekolah atau perkumpulan dan lain sebagainya. Macam-macam Konversi Agama 1. Sementara anak yang dilahirkan pada urutan tengah atau antara sulung dan bungsu sering mengalami stres jiwa. Faktor lingkungan tempat tinggal. Perubahan status. Kemiskinan. Perubahan secara bertahap (Type Valitional) .[10] c. Swanson ditemukan semacam kecenderungan urutan kelahiran yang mempengaruhi konversi agama.

tegang. tingkah laku dan sifat-sifatnya acuh tak acuh menentang agama. Masa tenang pertama. masa tenang sebelum mengalami konversi. ada yang dangkal. . dari tidak percaya kepada suatu agama menjadi percaya.Yaitu konversi yang terjadi secara berproses. dari tidak kuat keimanannya menjadi kuat keimanannya.[11] d. berbeda antara satu dengan lainnya. Masa ketidaktenangan. Seseorang tanpa mengalami proses tertentu tiba-tiba berubah pendiriannya terhadap suatu agama yang dianutnya. Sebab. mendapatkan kekuatan dan semangat. menurut William James terdapat pengaruh petunjuk Tuhan Yang Maha Kuasa terhadap seseorang. Pada konversi jenis kedua ini. 2. Perubahan tersebut dapat terjadi dari kondisi tidak taat menjadi taat. sekedar untuk dirinya saja dan ada pula yang mendalam. sedikit demi sedikit. Baik disebabkan oleh moralnya. hingga kemudian menjadi seperangkat aspek dan kebiasaan rohaniah yang baru. kekecewaan atau oleh apapun juga. Orang merasa tiba-tiba mendapat petunjuk Tuhan. Peristiwa konversi itu sendiri setelah masa goncang itu mencapai puncaknya. Perubahan secara drastis (Type Self Surrender) Yaitu konversi yang terjadi secara mendadak. konflik dan pertentangan batin berkecamuk dalam hatinya. Proses Konversi Agama Proses yang dilalui oleh orang-orang yang mengalami konversi. Ada yang terjadi dalam sekejap mata dan ada pula yang berangsur-angsur. putus asa. panik. gejala konversi ini terjadi dengan sendirinya pada diri seseorang sehingga ia menerima kondisi yang baru dengan penyerahan jiwa sepenuhnya. 3. di mana segala sikap. Konversi yang demikian ini sebagian besar terjadi sebagai suatu proses perjuangan batin yang ingin menjauhkan diri dari dosa karena ingin mendatangkan suatu kebenaran. Dengan kata lain. bahwa tiap-tiap konversi agama itu melalui proses-proses jiwa sebagai berikut: 1. konversi tipe kedua ini merupakan hidayah atau petunjuk dari Tuhan. Masalah-masalah yang menyangkut terjadinya konversi agama tersebut menurut tinjauan para psikolog adalah berupa pembebasan diri dan tekanan batin. maka terjadilah peristiwa konversi itu sendiri. 2. disertai dengan kegiatan agama yang sangat menonjol sampai kepada perjuangan mati-matian. gelisah. Tipe pertama ini dengan motivasi aktif dari pelaku dan intelektual rasional yang lebih berperan. Namun dapat dikatakan. selain sebab yang mendorongnya dan bermacam pula tingkatnya.

5. Muncul gejala baru berupa perasaan serba tidak lengkap dan tidak sempurna.[12] H.Timbul kesadaran bahwa keadaan yang baru itu merupakan panggilan suci petunjuk Tuhan.Carrier. maka timbullah perasaan atau kondisi jiwa yang baru. segala persoalan menjadi enteng dan terselesaikan. 2. proses itu bisa terjadi secara berangsur-angsur atau secara tiba-tiba. Konversi agama menyangkut perubahan batin seseorang secara mendasar. kelakuan. semuanya telah lewat. pindah. Reintegrasi kepribadian berdasarkan konversi agama yang baru. berubah (agama).Sedangkan konversi agama (religious conversion) secara umum dapat di artikan dengan berubah agama ataupun masuk agama. Ketenangan batin akan terjadi dengan sendirinya bila yang bersangkutan telah mampu mamilih pandangan hidup yang baru dalam kehidupan selanjutnya.4. Keadaan tentram dan tenang. Tingkat terakhir dari konversi itu adalah pengungkapan konversi agama dalam tindak tanduk. KESIMPULAN Konversi Agama secara etimologi konversi berasal dari kata latin “conversio” yang berarti tobat. 4. 3. Sebagai hasil dari pemilihannya terhadap pandangan hidup itu maka seseorang tersebut bersedia dan mampu untuk memastikan diri kepada tuntutan-tuntutan dari peraturan-peraturan . sikap dan perkataan. Segala bentuk kehidupan batin yang semula mempunyai pola sendiri berdasarkan pandangan hidup yang dianutnya secara spontan ditinggalkan sama sekali. Menurut Thouless (1992). konversi agama adalah istilah yang pada umumnya diberikan untuk proses yang menjurus kepada penerimaan suatu sikap keagamaan. Terjadi disentegrasi sintesis kognitif dan motivasi sebagai akibat dari krisis yang dialami. Setelah krisis konversi lewat dan masa menyerah dilalui. membagi proses konversi agama dalam pentahapan sebagai berikut: 1. rasa aman di hati. Perasaan yang berlawanan itu menimbulkan pertentangan dalam batin sehingga untuk mengatasi kesulitan tersebut harus dicari jalan penyalurannya. Ekspresi konversi dalam hidup. dan seluruh jalan hidupnya berubah mengikuti aturan-aturan yang diajarkan oleh agama. Tumbuh sikap menerima konsepsi agama baru serta peranan yang dituntut oleh ajarannya.[13] IV. tiada kesalahan yang patut disesali. tiada lagi dosa yang tidak diampuni Tuhan. perasaan susah yang ditimbulkan oleh kebimbangan.

Jakarta: Raja Grafindo Persada. Jalaluddin hlm.01 Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook Tidak ada komentar: Poskan Komentar Posting Lebih Baru Beranda Langganan: Poskan Komentar (Atom) Pengikut . 2005. karena kesempurnaan hanya milik Allah. Jalaluddin. hlm 273-274 [4] Sururin. Psikologi Agama. Makin kuat keyakinannya terhadap kebenaran pandangan hidup itu akan semakin tinggi pula nilai bakti yag diberikannya. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca yang budiman pada umumnya dalam kehidupan ini. Cit. Cit. hlm161-163 [13] Op. Sururin. hlm 107-109 [11] Ibid. Cit. hlm 105-106 [12] Op. hlm 104 [5] Ibid. [1] Zakiah Daradjat. 2005.hlm 281 Diposkan oleh izzacuteabiez di 04. hlm 275 [10] Op. isi dalam pembahasan maupun dalam hal penyampaian materi. Jakarta: Raja Grafindo Persada. hlm 104 [6] Op. 275 [7] Ibid. Untuk itu saran dan kritik yang bersifat membangun sangat kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini dan selanjutnya. Zakiah Daradjat. Cit. Sururin. Ilmu Jiwa Agama. Amin………………. hlm 273 [3] Ibid. Jalaluddin . baik dalam sistematika penulisan. Dan akhirnya pemakalah mohon maaf apabila terdapat banyak kesalahan. V. hlm 106 [9] Op. Kami menyadari bahwa makalah kami masih jauh dari kesempurnaan. hlm160 [2] Jalaluddin. Ilmu Jiwa Agama. Jakarta: Bulan Bintang.PENUTUP Demikian makalah yang dapat kami sampaikan. 2004. hlm 275 [8] Op. Cit. Cit.dalam pandangan hidup yang dipilihnya.

Arsip Blog  ▼ 2011 (2) o ▼ Desember (2)  observasi psikologi agama  KONVERSI AGAMA Mengenai Saya izzacuteabiez Lihat profil lengkapku Template Simple. Gambar template oleh luoman. . Diberdayakan oleh Blogger.