UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA

FM-UII-AA-FKA-07/RO

MATERI/BAHAN MATA KULIAH
Fakultas Jurusan/Program Studi Kode Mata Kuliah Nama Mata Kuliah : Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya : Psikologi : : Pendidikan Pancasila Pertemuan ke Modul ke Jumlah Halaman Mulai Berlaku :0 :0 :3 : 2006

A. Tujuan Umum Setelah akhir perkuliahan mahasiswa diharapkan mengerti, memahami, dan menghayati nilai-nilai dasar Pancasila dalam kajian historis, kultural, yuridis, dan filosofis, serta memahami dan menghayati kedudukan, fungsi dan peranan Pancasila sebagai Dasar Filsafat Negara, Sebagai Pandangan Hidup Bangsa, Sebagai Ideologi bangsa dan Negara, dan Pancasila sebagai paradigma kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara Indonesia. B. Pokok Bahasan 0. Learning Contract a. b. c. d. e. Konsep MAP Learning Objective (LO) Pokok Bahasan dan Referensi Sistem Penilaian Startegi Pembelajaran

1. Landasan dan Tujuan Pendidikan Pancasila a. Pengertian Pancasila b. Landasan Historis, Kultural, Yuridis, dan Filosofis Pendidikan Pancasila c. Tujuan Pendidikan Pancasila 2. Pancasila Dalam Konteks Sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia a. Perkembangan Unsur-unsur Pembentuk Nilai-nilai Pancasila b. Pengaruh Paham Individualisme, Marxisme, Islamisme, dan Nasionalisme Dalam Pembentukan Dasar Negara c. Proses Perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara

3. Dinamika Pelaksanaan Pancasila Sebagai Dasar Negara a. Pancasila sebagai Dasar Negara b. Pelakasanaan Pancasila pada awal kemerdekaan RI sampai Orde Baru c. Pelaksanaan Pancasila pada masa Reformasi 4. Pancasila Dalam Konteks Ketatanegaraan Republik Indonesia a. Kedudukan Pancasila sebagai sumber dari segala sumber Hukum Negara Republik Idonesia b. Makna isi Pembukaan UUD NRI 1945 dan kedudukannya dalam tertib Hukum Republik Indonesia c. Sistem Ketatanegaraan Republik Indonesia menurut UUD 1945 sebelum dan sesudah amandemen 5. Pancasila Sebagai Sistem Filsafat a. Pengertian Sistem dan unur-unsurnya b. Kesatuan Sila-sila Pancasila sebagai suatu sistem filsafat c. Makna dan Hakikat sila-sila Pancasila 6. Pancasila Sebagai Ideologi Nasional a. Pengertian dan makna ideologi bagi bangsa dan Negara b. Macam-macam ideologi di dunia c. Makna dan peranan Pancasila sebagai Ideologi bangsa dan Negara Indonesia 7. Pancasila Sebagai Etika Politik a. Pengertian Etika, Etika Politik, dan Pancasila sebagai Sistem etika b. Pancasila sebagai etika politik dan nilai-nilai etika yang terkandung didalamnya c. Implementasi Pancasila sebagai etika politik 8. Pancasila Sebagai Paradigma Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa, dan Bernegara a. Pengertian Paradigma b. Pancasila sebagai paradigma pembangunan bidang politik, hukum, ekonomi, sosial–budaya, dan IPTEKS c. Pancasila sebagai paradigma reformasi d. Pancasila sebagai paradigma kehidupan kampus

Daftar Referensi : Dahlan Thaib, Pancasila Yuridis Konstitusional, AMP YKPN, Yogyakarta, 1994 Dardji darmodihardjo, Penjabaran Nilai-Nilai Pancasila Dalam Sistem Hukum Indonesia, Rajawali, Jakarta, 1996 Endang S. Anshari, Piagam Jakarta 22 Juni 1945, CV. Rajawali, Jakarta, 1981 Kaelan, Pendidikan Pancasila, Edisi Reformasi, Paradigma, Yogyakarta, 2002 Musthafa Kamal Pasha, Pancasila Dalam Tinjauan Historis, Yuridis, dan Filosofis, Citra Karsa Mandiri, Yogyakarta, 2000 Nugroho Notosusanto dkk. (ed.)., Sejarah Nasional Indonesia V, Balai Pustaka, Jakarta, 1958 ---------------, Pancasila Dasar Filsafat Negara, Pantjuran Tudjuh, Jakarta, 1971 Suyadi R., Pancasila Sebagai Sumber Tertib Hukum Indonesia, Lukman Ofset, Yogyakarta, 1999 Van Magnes Suseno, Etika Politik, Prinsip-prinsip Moral Kenegaraan Modern, Gramedia, Jakarta, 1987 Sekretariat Negara RI, Risalah Sidang BPUPKI dan PPKI, 28 Mei – 23 Agustus 1945, Sekneg RI, Jakarta, 2000 DIRJEN DIKTI DEPDIKNAS RI, Kapita Selekta Pendidikan Pancasila, 2001 SK Dirjen Dikti No. 38/DIKTI/Kep/2002 tentang Rambu-rambu Pelakasnaan MKPK di PT Sinar Grafika, UUD 1945 Hasil Amandemen Agustus 2002, Jakarta, 2002 Makalah : Kunto Wibisono, Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka, Lokakarya Dosen Pancasila PTN dan PTS se Kopertis Wilayah V, Yogyakarta, 1989 --------------, Pancasila Dalam Perspektif Gerakan Reformasi : Aspek Sosial Budaya, Diskusi Panel Pusat Studi Pancasila UGM, Yogyakarta, 1998 Mahfud M.D., Pancasila sebagai Paradigma Reformasi Hukum, Diskusi Panel Pusat Studi Pancasila UGM, Yogyakarta, 1998

FM-UII-AA-FKA-07/R1
UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA

MATERI/BAHAN MATA KULIAH
Fakultas Jurusan/Program Studi Kode Mata Kuliah Nama Mata Kuliah : PSIKOLOGI : Psikologi : : Pendidikan Pancasila Pertemuan ke Modul ke Juml. Halaman Mulai Berlaku : : : : Pertama 1 10 2006

I.

LANDASAN DAN TUJUAN PENDIDIKAN PANCASILA

A. Pengertian, Fungsi dan Peranan Pancasila Pancasila sebagai obyek kajian ilmiah memiliki pengertian yang luas, baik dalam kedudukannya sebagai dasar negara, sebagai pandangan hidup bangsa, sebagai ideologi bangsa dan negara, sebagai kepribadian bangsa, bahkan dalam proses terjadinya terdapat berbagai macam terminologi yang harus dideskripsikan secara obyektif. Oleh karena itu untuk memahami Pancasila secara kronologis baik menyangkut rumusannya maupun peristilahannya, maka pengertian Pancasila itu meliputi lingkup pengertian secara etimologis, pengertian secara historis, dan pengertian secara terminologis. 1. Pengertian Pancasila secara etimologis Secara etimologis, istilah “Pancasila” berasal dari bahasa Sansekerta, India (bahasa kasta Brahmana) yang menurut Muh. Yamin, perkataan “Pancasila” itu memiliki dua arti secara leksikal, yaitu : panca artinya lima, dan syila vokal i pendek artinya batu sendi, alas, atau dasar. Syiila vokal i panjang artinya peraturan tingkah laku yang baik, yang baik atau yang senonoh. Kata Pancasila dalam bahasa Indonesia terutama bahasa Jawa kemudian diartikan susila yang mempunyai hubungan dengan moralitas. Oleh karena itu secara etimologis kata Pancasila yang dimaksudkan adalah istilah Panca Syila yang memiliki makna leksikal berbatu sendi lima, atau secara harfiah dasar yang memiliki lima unsur. Adapun makna Panca Syiila adalah lima aturan tingkah laku yang penting (Muh. Yamin, 1960 : 437). Ajaran Pancasyiila menurut Budha adalah lima aturan (larangan) = five moral principles, yang harus ditaati dan dilaksanakan oleh para penganut awam, terdiri atas :

dalam Kaelan. 4) tidak boleh berbohong. b. maling (mencuri). e. Karena semua larangan itu diawali huruf M (bahasa Jawa Ma) maka dikenal dengan istilah Ma lima atau “M-5”). 3) tidak berjiwa dengki. 5) tidak boleh mabuk minuman keras (Dardji Darmodihardjo. dilarang berdusta (janganlah berkata palsu = Musawada veramani shikapadam samadiyani). terdapat dalam sarga 53 bai ke-2 yang berbunyi : Yatnagegwani pancasyiila kartasangskarbhisekaka karma yang artinya Raja menjalankan dengan setia kelima pantangan (Pancasila). mabok (menum minuman keras atau menghisap candu). . dan main (berjudi). Dalam buku Sutasoma karangan Tantular “Pancasila” diartikan : a. di bawah Raja Hayam Wuruk dan Maha Patih Gadjah Mada. madon (berzina). yaitu dilarang : mateni (membunuh). pelaksanaan kesusilaan yang lima (Pancasila Krama). 2002 : 21-22) Ajaran Pancasila Budhisme masuk ke Indonesia melalui penyebaran agama Hindu-Budha di Jawa pada jaman Majapahit. berupa syair pujian (kakawin) karya Empu Prapanca. berbatu sendi yang kelima (dari bahasa Sansekerta). 1991: 15). sisa-sisa pengaruh ajaran moral Budha (Pancasila) tetap dikenal dalam masyarakat Jawa yang disebut “lima larangan” atau “lima pantangan” moralitas.a. yaitu : 1) tidak boleh melakukan kekerasan. dilarang mencuri (janganlah mengambil barang yang tidak diberikan = Dinna dana veramani shikapadam samadiyani). 2) tidak boleh mencuri. b. begitu pula upacara-upacara ibadat dan penobatan-penobatan. Setelah Majapahit runtuh dan agama Islam mulai tersebar di seluruh Indonesia. dilarang berzina (janganlah berhubungan kelamin = Kameshu micchacara vermani shikapadam samadiyani). c. dilarang minim minuman keras (janganlah minum minuman yang menghilangkan pikiran = Sura meraya masjja pamada tikana veramani) (Zainal Abidin. dilarang membunuh (jangan mencabut nyawa makhluk hidup = Panatipada veramani sikhapadam samadiyani). d. Dalam kepustakaan Jawa perkataan Pancasila ditemukan dalam keropak Negarakertagama.

5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Hal tersebut didasarkan pada interpretasi histories terutama dalam proses pembentukan calon rumusan dasar Negara yang kemudian secara spontan diterima secara bulat oleh peserta sidang BPUPKI. 2. Sejak saat itulah istilah Pancasila menjadi bahasa Indonesia dan merupakan istilah umum. sampai ditetapkannya menjadi dasar negara sebagaimana terdapat dalam Pembukaan UUD NRI 1945. Proses perumusan Pancasila dimulai saat dr. Kemanusiaan yang adil dan beradab.2. Pada tanggal 18 Agustus 1945 PPKI mensahkan UUD 1945 (termasuk Pembukaannya) yang didalamnya memuat rumusan lima prinsip sebagai Dasar Negara Republik Indonesia yang diberi nama Pancasila. yang berbunyi sebagai berikut : 1. Namun telah cukup jelas bahwa Pancasila yang dimaksudkan adalah lima Dasar Negara RI sebagaimana tercantum di dalam Pembukaan UUD 1945 Alinea IV. Yamin. Radjiman Wedyodiningrat dalam pembukaan sidang BPUPKI tanggal 29 Mei 1945 mengajukan suatu masalah tentang calon rumusan dasar Negara Indonesia yang akan dibahas pada sidang tersebut. Walaupun dalam Pembukaan UUD 1945 maupun Batang Tubuhnya tidak termuat istilah “Pancasila”. . Peratuan Indonesia. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyarawatan/perwakilan. Selanjutnya pada sidang itu tampil 4 anggota yaitu Moh. Ki Bagus Hadikusumo. Pengertian Pancasila Secara Historis Pengertian Pancasila secara historis adalah terminologi Pancasila dilihat dari riwayat sejak penggunaan istilah. 3. Proses perumusan calon “Dasar Negara” dalam persidangan BPUPKI berlangsung dalam dua tahap yaitu : • • Sidang BPUPKI tanggal 29 Mei – 1 Juni 1945. Pada persidangan BPUPKI tanggal 1 Juni 1945 Soekarno menyampaikan pidato tanpa teks mengenai calon rumusan dasar Negara Indonesia yang kemudian oleh beliau sendiri diusulkan diberi nama “Pancasila” (lima dasar). Sidang BPUPKI tanggal 10 – 16 Juni 1945. Ketuhanan Yang Maha Esa. Soekarno. dan Soepomo. 4. proses perumusan.

Weltanschauung (pandangan dunia). Dilihat dari materinya. Tanggal1 Juni 1945 hanya merupakan hari lahirnya istilah Pancasila (AG. a. Pengertian-pengertian yang berhubungan dengan Pancasila itu dapat diikhtisarkan sebagai berikut : 1) Pancasila sebagai Jiwa Bangsa Indonesia. 1991 : 17). Dengan memperhatikan penyebutan-penyebutan yang dikaitkan dengan Pancasila. Von Savigny menyatakan bahwa “setiap bangsa mempunyaijiwanya masing-masing yang disebut volkgeist (jiwa rakyat/bangsa). Dalam hal ini Pancasila digunakan sebagai petunjuk arah semua kegiatan hidup dan kehidupan sehari-hari di segala bidang. bahan asli murni dan merupakan kebanggaan bagi suatu bangsa yang patriotik (Dradji Darmodihardjo.3. yaitu Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia dan Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia. 2) Pancasila sebagai Kepribadian Bangsa Indonesia . Dilihat dari fungsinya. Pancasila digali dari pandangan hidup bangsa Indonesia. yakni sebagai cita-cita dan pandangan hidup bangsa. Wereld en levens beschauwing (pedoman dan petunjuk hidup). Pancasila dibuat dari materi atau bahan “dalam negeri”. Pancasila Sebagai Pandangan Hidup Bangsa Indonesia Pancasila dalam pengertian ini sering disebut juga way of life (pandangan hidup). maka dapat diketahui betapa luas peranan Pancasila dalam tata kehidupan bangsa Indonesia. Semua tingkah laku manusia Indonesia harus dijiwai dan merupakan pancaran dari semua sila-sila Pancasila. Pengertian Pancasila Secara Terminologis Banyak penyebutan yang dihubungkan dengan Pancasila. tetapi pada hakikatnya dapat dikembalikan kepada dua pengertian saja. karena sebagai Wetanschauung Pancasila satu kesatuan organis. Wereldberschauwing (pegangan hidup). Pringgidigdo). Sekalipun semuanya benar. Berdasarkan pengertian ini maka Pancasila mempunyai kedudukan yang tinggi. Pancasila mempunyai fungsi utama sebagai dasar negara RI. Pancasila sebagai jiwa bangsa Indonesia adanya/lahirnya bersamaan dengan adanya bangsa Indonesia. yang merupakan jiwa dan kepribadian bangsa Indonesia.

V/MPR/1973 dan Ketetapan MPR No. dan paling sesuai/tepat bagi bangsa Indonesia. Ketetapan MPR No. dan cita-cita hukum serta cita-cita moral yang meliputisuasana kejiwaan serta watak bangsa Indonesia. paling bijaksana. ideologi negara (Staatsidee). Karena Pembukaan UUD 1945 merupakan penuangan jiwa proklamasi yaitu jiwa Pancasila. Cita-cita luhur negara RI tegas termuat dalam Pembukaan UUD 1945. tingkah laku. Pancasila dipergnakan . Pancasila adalah falsafah hidup dan kepribadian bangsa Indonesia yang mengandung nilai-nilai dan norma-norma yang oleh bangsa Indonesia diyakini paling benar. IX/MPR/1978. 4) Pancasila sebagai dasar Negara RI (perhatikan uraian di bawah). Sila-sila Pancasila termuat dalam Pembukaan UUD 1945 yang ditetapkan dan disahkan oleh PPKI (sebagai pembentuk negara RI ) bersama dengan batang tubuhnya sehari setelah proklamasi kemerdekaan RI menjadi UUD NRI (18 Agustus 1945). paling adil. XX/MPRS/1966 (jo. dan kepribadian bangsa Indonesia adalah Pancasila. Pancasila sebagai dasar Negara Republik Indonesia Pancasila dalam pengertian ini sering disebut dasar falsafah negara (philosofische Gondslag). kesadaran. dan amal/perbuatan bangsa Indonesia mempunyai ciri-ciri khas yang membedakan dengan bangsa lain yang disebut kepribadian. Pancasila dalam pengertian ini disebut dalam Ketetapan MPRS No. Dijelaskan bahwa sumber tertib hukum RI adalah pandangan hidup. 5) Pancasila sebagai Sumber dari segalasumber hukum atau sumber tertib hukum bagi Negara RI.Sikapmental. 3) Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa Indonesia (lihat uraian di atas). 8) Pancasila sebagai Falsafat Hidup yang mempersatukan Bangsa Indonesia. 17 Agustus 1967). sehingga dapat mempersatukan bangsa Indonesia. maka Pancasila juga merupakan cita-cita dan tujuan bangsa Indinesia (Pidato Presiden Soeharto di depan SidangDPRGR. b. 7) Pancasila sebagai cita-cita dan Tujuan Bangsa Indonesia.. 6) Pancasila sebagai Perjanjian Luhur Bangsa Indonesia pada waktu mendirikan negara. paling baik.

tanggal 13 April 1968 yang menegaskan “pengucapan. 12. pandangan hidup bangsa. dan bernegara. landasan yuridis. sesuai dengan Pembukaan UUD1945. Pengertian ini adalah pengertian Pancasila yang bersifat yuridisketatanegaraan. Fungsi pokok Pancasila adalah sebagai dasarnegara. berbangsa. penulisan dan rumusan Pancasila Dasar Negara Republik Indonesia yang sah dan benar adalah sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945. III/MPR/2000 tentang Sumber Hukum dan Tata Urutan Peraturan Perundangundangan. 1. sedangkan pengertiannya yang bersifat etis filosofis adalah di dalam fungsinya sebagai pengatur tingkah laku pribadi dan caracara dalammencari kebenaran (Pancasila sebagai Philosophical way of thinking atau philosophical system). khususnya di Perguruan Tinggi memiliki landasan yang sangat kuat baik berupa landasan historis. IX/MPR/1978. Tap MPR No. dan Inpres No. V/MPR/1973 dan Tap MPR No. serta ideology dan falsafah Negara yang harus menjadi pedoman seluruh bangsa Indonesia dalam hidup bermasyarakat. maupun landasan filosofis. Hal itu disebut dalam Tap MPRS No. landasan kutural.sebagai dasar mengatur penyelenggaraan pemerintahan negara. dan pada hakikatnya adalah sebagai sumber hukum atau sumber dari tertib hukum Negara RI sebagaimana tertuang dalam Tap MPRS No. B. Ketentuan tersebut dipertegas dengan Ketetapan MPR No. Pancasila adalah lima dasar yang merupakan kristalisasi dari nilai-nilai luhur bangsa Indonesia yang telah dirumuskan dan ditetapkan oleh para pendiri Negara sebagai dasar Negara. XX/MPRS/1966. Landasan Pendidikan Pancasila Penyelenggaraan Pendidikan Pancasila. Rumusan Pancasila yang termuat dalam Pembukaan UUD 1945 merupakan rumusan yang sah dan benar secara konstitusional. Pasal 1 ayat (3) yang menyatakan “sumber hukum dasar nasional adalah Pancasila sebagaimana yang tertulis dalam Pembukaan UUD 1945 …”. XX/MPRS/1966 jo. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pengertian Pancasila ang bersifat sosiologis adalah di dalam fungsinya sebagai pengatur hidup kemasyarakatan pada umumnya. Landasan-landasan tersebut secara lengkap tersebut dalam uraian di bawah ini. Landasan Historis .

Berdasarkan pengertian dan 10ultura histories inilah maka sangat penting bagi para generasi penerus bangsa terutama kalangan intelektual kampus untuk mengkaji. Oleh karena itu. atau dengan kata lain bangsa Indonesia sebagai causa materialis Pancasila. dan pegangan hidup dalam kehidupan . Konsekuensinya. bangsa Indonesia harus memiliki visi dan pandangan hidup yang kuat agar tidak terombang-ambing di tengah-tengah kehidupan masyarakat internasional. Asal nilai-nilai Pancasila tidaklain adalah dari bangsa Indonesia sendiri. Perjuangan bangsa Indonesia yang telah dilalui beratus-ratus tahun akhirnya menemukan jati dirinya sebagai suatu bangsa yang merdeka. secara histories Pancasila dalamkedudukannya sebagai dasar filsafat negara serta 10ultural bangsa dan negara bukannya suatu ideologiyang menguasai bangsa. berdasarkan fakta obyektif secara histories kehidupan bangsa Indonesia tidak dapat dipisahkan dengan nilai-nilai Pancasila. Landasan Kultural Seperti halnya bangsa-bangsa lain di dunia. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dewasa ini. tetapi justru nilai-nilai dari sila-sila Pancasila itu melekat dan berasal dari bangsa Indonesia sendiri. serta meliputi lima prinsip (lima sila) yang kemudian diberi nama Pancasila. serta memiliki suatu prinsip yang tersimpul dalam pandangan hidup serta filsafat hidup bangsa. Majapahit sampai datangnya bangsa asing yang menjajah dan menguasai bangsa Indonesia. yang oleh para pendiri negara Indonesia dirumuskan secara sederhana namun mendalam. filsafat hidup. dan karakter bangsa yang berbeda dengan bangsa lain. sifat. memahami dan mengembangkan berdasarkan pendekatan ilmiahyang padagilirannya akan memiliki suatu kesadaran serta wawasan kebangsaan yang kuat berdasarkan nilai-nilai yang dimiliki sendiri. Pandangan dan filsafat hidup bangsa Indoneia itu merupakan ciri khas. Bangsa Indonesia harus memiliki nasionalisme serta rasa kebangsaan yang kuat. Sriwijaya. tetapi melalui kesadaran berbangsa yang berakar pada sejarah bangsa.Bangsa Indonesia terbentuk melalui suatu proses sejarah yang cukup panjang sejak jaman Kerajaan Kutai. Hal itu dapat dilakukan bukan melalui suatu kekuasaan atau hegemoni 10ultural. Secara obyektif 10ultural10 dapat dinyatakan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam setiap sila Pancasila sebelum dirumuskan dan disahkan menjadi dasar Negara Indonesia telah dimiliki oleh bangsa Indonesia sendiri. Bangsa Indonesia juga memiliki pandangan hidup. 2. mandiri.

b. dll. seperti Soekarno. Peraturan Pemerintah No. berbangsa. Pasal 13 ayat (2) menentukan bahwa “kurikulum yang berlaku secara nasional diatur oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan”. UU ini diubah dan diganti dengan UU No. bahasa. Namun demikian karena PP dari UU itu hingga saat belum terbit maka ketentuan Pasal 37 ayat (2) belum berlaku secara efektif. pendidikan kewarganegaraan.bermasyarakat. jalur dan jenjang pendidikan wajib memuat Pendidikan Pancasila. 3 . . boleh jadi ada kehendak untuk menghapuskan Pendidikan Pancasila dari Kurikulum PT. Undang-Undang No. Pendidikan Agama. b. Pendidikan Agama. Nilai-nilai kenegaraan dan kemasyarakatan yang terkandung dalam sila-sila Pancasila bukan hanya merupakan hasil konseptual seseorang saja melainkan merupakan karya besar bangsa Indonesia (sejajar dengan karya besar bangsa lain) yang diangkat dari nilai-nilai 11ultural yang dimiliki bangsa Indonesia sendiri melalui proses refleksi filosofis para pendiri negara. dan bernegara. Ki Bagoes Hadikoesoemo. pendidikan agama. Pasal 10 ayat (1) menentukan “Kelompok Mata Kuliah Pengembangan Kepribadianpada kurikulum inti yang wajib diberikan dalam kurikulum setiap program studi atau kelompok program studi terdiri atas Pendidikan pancasila. dan c. Moh. 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa. 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 39 yang menetapkan “isi kurikulum setiap jenis. c. Dalam UU No. 20 Tahun 2003 tidak secara tegas diharuskan dilakukannya pengajaran Pendidikan Pancasila. Keputusan Mendiknas No. dan Pendidikan Kewarganegaraan”. Soepomo. Oleh karena itu para generasi penerus bangsa terutama kalangan intelektual kampus sudah seharusnya mengkaji danmendalamikarya besar bangsa tersebut sebagai upaya untuk melestarikan secara dinamis dalam arti mengembangkannya sesuai dengan tuntutan jaman. Yamin. Landasan Yuridis Landasan Yuridis penyelenggaraan Pendidikan Pancasila di PT adalah a. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 60 Tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi. Pasal 37 ayat (2) menentukan “Kurikulum pendidikan tinggi wajib memuat : a. dan Pendidikan Kewarganegaraan”. yaitu Pancasila yang dibentuk berdasarkan suatu asas cultural yang dimiliki dan melekat pada diri bangsa Indonesia sendiri.

Dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Konsekuensinya rakyat adalah dasar ontologis demokrasi karena rakyat merupakan asal mula kekuasaan negara. karena berdasarkan kenyataan obyektif manusia adalah makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Pada era reformasi. Atas dasar pengertian filosofis tersebut maka dalam hidup bernegara nilainilai Pancasila merupakan filsafat negara. eksistensi Pancasila sebagai dasar filsafat Negara Republik Indonesia telah mengalami berbagai macam interpretasi dan manipulasi politik sesuai dengan kepentingan penguasa demi tegak dan kokohnya kekuasaan dengan berlindung dibalik legitimasi ideologi Pancasila. 7 bersama-sama dengan Batang Tubuh UUD 1945.d. Konsekuensinya. MPR periode 1999-2004 telah membulatkan tekad sebagai kesepakatan dasar dalam rangka amandemen UUD1945 untuk tidak akan mengubah Pembukaan UUD 1945 yang didalamnya terdapat (silasila) Pancasila Dasar Negara. Urgensi dan Tujuan Pendidikan Pancasila Pancasila adalah dasar Negara Republik Indonesia yang secara resmi disahkan PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945 dan tercantum dalam Pembukaan UUD 1945. 4. diundangkan dalam Berita Republik Indonesia Tahun II. C. Keputusan Dirjen Dikti No. Syarat mutlak suatu negara adalah adanya persatuan yang terwujud sebagai rakyat (sebagai unsur pokok negara). sehingga secara filosofis negara berpersatuan dan berkerakyatan. dalam setiap aspek penyelenggaraan negara harus bersumber pada nilai-nilai Pancasila termasuk sistem peraturan perundang-undangan di Indonesia. Bangsa Indonesia sebelum mendirikan negara adalah sebagai bangsa yang berketuhanan dan berkemanusiaan. bangsa Indonesia dalam hidup bermasyarakat dan bernegara mendasarkan pada nilai-nilai yang terkandung dalam sila-sila Pancasila yang secara filosofis merupakan filosofi bangsa Indonesia sejak sebelum mendirikan negara.38/DIKTI/Kep/2002 tentang Rambu-Rambu Pelaksanaan Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi. No. Landasan Filosofis Berdasarkan kenyataan secara filosofis dan obyektif. Dalam kedudukan yang seperti ini berarti Pancasila tidak lagi diletakkan sebagai dasar filsafat Negara dan .

Secara obyektif-ilmiah. Di tengah-tengah proses reformasi dewasa ini. maka mengkaji dan mendalami Pancasila bagi setiap orang Indonesia merupakan sesuatu yang sangat urgen (mendesak) bagi tetap tegak. Secara umum mempelajari Pancasila mengandung 3 tujuan yaitu : 1. sesungguhnya masih banyak tokoh serta elit politik yang kurang memahami Pancasila sebagai filsafat hidup serta pandangan hidup bangsa Indonesia namun bersikap seolah-olah sangat memahaminya. Berdasarkan realitas tersebut di atas. untuk mengenathui Pancasila yang benar. kenyataan tersebut kemudian diupayakan dikembalikan pada kedudukan dan fungsi Pancasila sebagai dasar Negara Republik Indonesia yang direalisasikan melalui Ketetapan MPR No. Secara yuridis konstitusional. karena Pancasila adalah suatu paham filsafat . dan dijaga. Dengan mengatasnamakan pelaksanaan HAM banyak pula gerakan massa yang secara arogan tanpa mengindahkan nilai-nilai yang selama ini dijunjung tinggi serta kaidah-kaidah hukum yang berlaku memaksakan kehendak bahkan dengan menggunakan cara kekerasan dan pengrusakan. dibatasi dan dimanipulasi demi kepentingan politik penguasa pada saat itu. berwibawa. yaitu yang dapat dipertanggungjawabkan baik secara yuridis konstitusional maupun secara obyektif-ilmiah. Hingga saat ini masih berkembang pengertian kebebasan memilih ideologi di Negara Indonesia dan selanjutnya pemikiran apapun yang dipandang menguntungkan demi kekuasaan dan kedudukan dipaksakan untuk diadopsi ke dalam sistem kenegaraan Indonesia. XVIII/MPR/1998 disertai dengan pencabutan P-4 dan pencabutan Pancasila sebagai satu-satunya asas bagi Orsospol di Indonesia. Pandangan sinis itu tentu saja dapat berakibat sangat fatal yakni melemahnya peranan ideologi Pancasila pada era reformasi yang disebabkan karena melemahnya kepercayaan rakyat terhadap ideologi negara yang pada gilirannya dapat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang telah lama dibina. Pada era reformaasi. Pencambutan P-4 dan asas tunggal Pancasila ternyata membawa dampak yang sangat serius yaitu munculnya anggapan dari banyak elit politik dan sebagian masyarakat Indonesia bahwa Pancasila merupakan label politik Orde Baru.pandangan hidup bangsa dan Negara Indonesia tetapi direduksi. dipelihara. dan berkembangnya kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia. sehingga mengkaji dan mengembangkan Pancasila dianggap sebagai upaya mengembalikan kewibawaan Orde Baru. karena Pancasila adalah dasar negara yang dipergunakan sebagai dasar mengatur atau menyelengarakan pemerintahan negara.

dan sistematikanya yang sudah tepat benar itu tidakdiubah-ubah. 3. tujuan Pendidikan Pancasila merupakan realisasi dari sebagian tujuan Pendidikan Nasional dalam rangka mewujudkan tujuan nasional. perdamaian abadi dan keadilan sosial. Dirjen DIKTI No. 2. Misi : “membantu mahasiswa mewujudkan nilai-nilai dasar Pancasila serta sadar berbangsa. bernegara dalam menerapkan ilmunya secara bertanggung jawab.(philosophical way of thinking atau philosophical system). megambil sikap bertanggung jawab sesuai dengan hati nuraninya. untuk mengamankan agar jiwa dan semangatnya. mengenali perubahan-perubahan dan perkembangan IPTEKS. 2. 4. 3. dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan. apalagi dihapuskan atau diganti dengan paham yang lain. 38/DIKTI/Kep/2002 tentang Rambu-Rambu Pelaksanaan Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi adalah “menguasai kemampuan berfikir. . mencedaskan kehidupan bangsa. mewujudkan kesejahteraan umum. serta mengantarkan mahasiswa memiliki kemampuan : 1. perumusan. Dalam UUD NRI 1945 Alinea IV ditentutkan tujuan nasional Negara Indonesia yaitu melindungi segenap Bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. memaknai peristiwa sejarah dan nilai budaya bangsa guna menggalang persatuan Indonesia. sehingga uraiannya harus logis dan dapat diterima oleh akal sehat. berpandangan luas sebagai manusia intelektual. mengenali masalah hidup dan kesejahteraan serta cara-cara pemecahannya. Pada dasarnya. Tujuan tersebut dilandasi visi dan misi sebagai berikut : Visi : “menjadi sumber nilai dan pedoman penyelenggaraan program studi dalam mengantarkan mahasiswa mengembangkan kepribadiannya sebagai warganegara yang pancasilais. untuk mengamalkan Pancasila (yang benar secara yuridis konstitusional dan obyektif-ilmiah) sesuai dengan fungsinya. Tujuan penyelenggaraan Pendidikan Pancasila sebagaimana dirumuskan dalam Pasal 3 ayat (2) SK. bersikap rasional dan dinamis.

Saat itu disebut sebagai jaman batu. Perkembangan Unsur-Unsur Pembentuk Nilai-Nilai Pancasila Bangsa dan Negara Indonesia terbentuk melalui suatu proses sejarah yang panjang. Kebudayaan batu dibedakan menjadi 2 (dua) yaitu kebudayan batu purba (palaeolithicum) dan kebudayaan batu baru (neolithicum). . Di dalam sejarah kehidupan bangsa Indonesia telah terkandung nilai-nilai dasar negara yang oleh para pendiri negara (founding fathers) dirumuskan ke dalam lima asas (sila) yang disebut Pancasila. Unsur-unsur pembentuk nilai-nilai Pancasila pada jaman ini dapat dilihat dari peri kehidupan mereka yang telah mengenal pertanian. Dikenalnya pertanian berarti mereka telah hidup secara sedenter dan kemudian menumbuhkan desa-desa. III. dan IV 2 16 2006 II. di Nusantara telah berdiam dan berkembang kelompok-kelompok manusia dengan memiliki kebudayaan yang tertentu. Jaman Batu Para ahli sejarah berpendapat bahwa sejak ribuan tahun sebelum masehi. dan masa itu kemudian disebut sebagai jaman besi atau jaman perunggu. dimulai dari jaman batu. Kebudayaan batu kemudian secara lambat laun ditinggalkan dan diganti dengan kecakapan membuat perkakas dan lain-lain menggunakan perungu dan besi. PANCASILA DALAM KONTEKS SEJARAH PERJUANGAN BANGSA A. karena kebudayaan mereka pada mulanya menggunakan alat-alat dari batu.FM-UII-AA-FKA-07/R1 UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA MATERI/BAHAN MATA KULIAH Fakultas Jurusan/Program Studi Kode Mata Kuliah Nama Mata Kuliah : PSIKOLOGI : Psikologi : : Pendidikan Pancasila Pertemuan ke Modul ke Juml. yaitu: 1. Perilaku kehidupan dan budaya bangsa Indonesia itu merupakan unsur-unsur pembentuk nilai-nilai Pancasila yang secara historis dapat dikelompokkan menjadi 4 (empat) periode atau jaman. Halaman Mulai Berlaku : : : : II. dan baru pada pertengahan abad XX bangsa Indonesia dapat membentuk sebuah Negara.

Dengan demikian kehidupan bertani membawa arti besar bagi kemajuan masyarakat purba. Organisasi itu makin tinggi tahapnya dan dengan demikian akhirnya lambat laun terbentuklah organisasi negara. b. Jaman Kerajaan-Kerajaan Nusantara Bangsa Indonesia memasuki jaman sejarah pada awal abad V yaitu dengan berdirinya Kerajaan Kutai (Kalimantan Timur) tahun 400 M dan Kerajaan Tarumanegara (Jawa Barat). Jaman Kutai (400 M) Masarakat Kutai di bawah kekuasaan Raja Mulawarman membuka jaman sejarah Indonesia pertama kali dengan menampilkan nilai sosial politik dan ketuhanan dalam bentuk kerajaan serta kenduri dan sedekah bagi para Brahmana yang dilakukan oleh Raja. Kerajaan Sriwijaya . Dengan pertanian maka dapat diakumulasikan kekayaan masyarakat. Hal tersebut merupakan bukti adanya kesadaran reli nenek moyang bangsa Indonesia. ada yang menciptakannya dan menguasainya. 2. mereka menyembah roh (berkepercayaan anisme). Airlangga (Abad XI). Unsur-unsur dasar negara mulai tampak sejak abad VII dalam kehidupan Kerajaan Sriwijaya di Palembang (600 – 1400 M). Di samping bertani. dan Majapahit di sekitar Mojokerto (1293 – 1525). Dalam tata kehidupan bertani memerlukan pula sifat kegotongroyongan sebagai basisnya . Mereka menyadari bahwa segala yang ada ini. Jaman Sriwijaya (600 – 1400 M) Berdasarkan Prasasti Kedukan Bukit di kaki bukit Siguntang (dekat Palembang) diketahui “Sriwijaya di bawah kekuasaan Wangsa Syailendra merupakan negara kebangsaan pertama di Indonesia dan sebagai kerajaan maritime yang mengandalkan kekuatan armada lautnya. dibuatlah bangunan pemujaan memakai batu-batu besar (megalithicum). Kemakmuran yang makin betambah itu memerlukan jaminan keamanan bagi masyarakat. nenek moyang bangsa Indonesia yang bertebaran tempat tinggalnya di Nusantara juga mengenal dan mengadakan pelayaranpelayaran pantai.Pertanian yang teratur memerlukan organisasi. memerlukan sistem pemerintahan yang baik. Beberapa unsur pembentuk nilai-nilai Pancasila yang terkandung dalam tata kehidupan serta adatistiadat bangsa Indonesia di jaman kerajaan-kerajaan Nusantara antara lain adalah : a. Dalam lapangan spriritual. Untuk menghormati kekuatan ghaib yang mempunyai daya mencipta itu. Bukti mengenai tata kehidupan Kerajaan Kutai itu adalah dengan ditemukannya prasasti berupa 7 yupa (tiang batu). bahkan pelayaran samudra.

dalam periode kerajaan-kerajaan itu adalah terbangunnya Candi Borobudur (Candi Agama Budha pada abad IX) dan Candi Prambanan (Candi Agama Hindu pada abad X). Unsur pembentuk nilai-nilai Pancasila yang telah tertanam dalam tata kehidupan Kerajaan Sriwijaya adalah : 1) mempersatukan perdagangan. sehingga berdiri Universitas Agama Budha yang dikenal sampai ke luar negeri. Di Jawa Timur berdiri kerajaan-kerajaan seperti Kerajaan Isana (abad IX). 2) dalam system pemerintahan terdapat petugas pengawas pajak. serta rohaniawan pengawas teknis pembangunan dan patung.pada jaman kejayaannya memiliki peranan besar dalam pecaturan politik di Asia Tenggara. Singasari (khususnya) telah pula mengadakan hubungan dengan Kamboja meskipun hubungannya dengan Cina menjadi tidak dapat berjalan . empat abad berkutnya digantikan oleh Majapahit. Kediri (abad XII). dan Syailendra (abadVIII dan IX). serta mengadakan hubungan dengan Cina di Asia Timur dan India (Nalanda) di Asia Selatan. 3) mendirikan Universitas Agama Budha sebagai pengembangan agamadan kebudayaan. Kemakmuran yang dicapai kerajaan itu mendorong dikembangkannya dunia kebudayaan. Peranan Sriwijaya negara besardi Indonesia. Airlangga (abad XI). Ia menguasai kunci-kunci lalu lintas di Indonesia bagian barat seperti Selat Sunda dan Selat Malaka. c. dan 4) mencita-citakan kesejahteraan bersama (marvuat vanua Criwijaya siddhayatra subhiksa). Sanjaya (abad VIII). Refleksi puncak budaya Jawa Tengah. terlebih dahulu silih berganti bermunculan kerajaan-kerajaan kecil di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Bangunan yang menjulang megah itu merupakan bukti karya besar nenek moyang bangsa Indonesia yang dilaksanakan atas semangat dan kerja gotong royong masyarakat yang berlandaskan jiwa keagamaan yang tinggi. harta benda kerajaan. Jaman Sebelum Kerajaan Majapahit Sebelum Majapahit muncul dalam panggung sejarah Indonesia. dan terakhir Singasari (abad XIII) yang mempunyai hubungan erat dengan Majapahit. Darmawangsa (abad X). Di Jawa Tengah antara lain berdiri Kerajaan Kalingga (abad VII).

2) melakukan hubungan dagang dan kerjasama antar kerajaan. e. Berdasarkan Prasasti “Kelagen”.lancar. artinya “walaupun berbeda. Empu Prapanca menulis Nagarakertagama (1365) sementara Empu Tantular mengarang Sutasoma. Kamboja. Jaman Penjajahan Setelah Majapahit runtuh pada permulaan abad XVI. Di Majapahit agama Hindu dan Bidha hidup berdampingan dengan damai. Jaman Kerajaan Majapahit Kerajaan Majapahit mulai dibangunan tahun 1293 dan mencapai puncak kemegahannya pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk asuhan Mahapatih Gajah Mada yang selalu siapdibantu oleh Laksamana Nala dengan armadanya yang selalu waspada mengawasi Nusantara. bahkan kemudian menimbulkan pertikaian yang diselesaikan dengan kekerasan oleh Cina di bawah Kaisar Kubilai Khan. Kalimat dalam buku Sutasoma menggambarkan realitas kepercayaan dan keyakinan agama yang hidup pada waktu itu. Kekuasaan Majapahit pada masa kejayaannya membentang dari Malaya sampai Irian Barat melalui Kalimantan Utara. satu jua adanya. Dengan semoyan Mitreka Satata. Toleransi positif dalam bidang agama telah terbukti dijunjung tinggi sejak masa bahari yang silam. mulailah berdatangan orang Eropa di Nusantara. Meraka adalah orang-orang Portugis yang kemudian diikuti oleh orang-orang Spanyol yang hendak mencari pusat tanaman rempah-rempah. yaitu Hindu dan Budha. seperti Burma. diadakanlah hubungan persahabatan dengan negara-negara tetangga. Bahkan pada saat itu salah satu daerah kekuasaan yang menjadi bawahannya seperti Kerajaan Pasai telah memeluk agama Islam. serta 3) mewujudkan kesejahteraan rakyat. d.dll. Mereka bertualang mengarungi . Bersamaan dengan perkembangan kerajaan Islam di Indonesia seperti Demak. Di dalam buku Sutasoma dijumpai kalimat yang kemudian menjadi terkenal “Bhinneka Tunggal Ika” yang kalimat lengkapnya berbunyi “Bhinneka TunggalIka Tan Hana Dharma Mangrua”. sebab tidak ada agama yang mempunyai tujuan yang berbeda. serentak berkembanglah agama Islam dengan pesat dan berdiri kerajaan Islam di Indonesia. nilai-nilai kehidupan yang menjadi unsur pembentuk nilai-nilai Pancasila dalam Kerajaan Airlangga adalah : 1) mengembangkan toleransi beragama.

setelah Sultan Agung mangkat (1646). Si Singamangaraja di tanah Batak (1900). Pada akhir abad XVI Belanda masuk Indonesia. duka dan nestapa yang sangat mendalam. dan lain-lain.Coen tewas. yaitu hadirnya Inggris (1811 – 1816). Praktek penjajahan VOC langsung mendapat perlawanan bangsa Indonesia. Tengku Tjhik di Tiro. dilawan oleh Sultan Agung Tirtoyoso. 3) Banten (1684). Pangeran Antasari di Banjarmasin (1960). Badaruddin di Palembang (1819). kemudian mendirikan VOC (Verenigde Oost Indische Compagnie).samudra karena daya tarik Indonesia sebagai tanah harapan yang akan memberikan keuntungan untuk menumpuk kekayaan yang berlimpah-limpah. Beberapa saat sesudah Sultan Agung mangkat. wajah kolonialis Kompeni di Indonesia berubah menjadi Pemerintahan Hindia Belanda. Pada permulaan abad XIX. 4) Jawa Timur (akhir abad XVII). terutama perlawanan rakyat yang dipimpin oleh Patimura di Maluku (1817). Pada abad itu Belanda berusaha keras mengintensifkan kekuasaan dengan membulatkan hegemoninya ke seluruh pelosok Nusantara. Dalam serangan kedua Gubernur Jenderal JP. Panglima Polim. dilawan oleh Hasanuddin. Praktek penjajahan oleh bangsa asing (Eropa) dimulai tahun 1511 M dengan dikuasainya Malaka oleh Portugis. Penghisapan terhadap rakyat oleh Belanda memuncak sejak diterapkan sistem monopoli melalui Tanam paksa (1830 – 1870) yang mengakibatkan penderitaan. Di tengah-tengah kerakusan Pemerintah Hindia Beanda itu. dengan dua kali menyerang Batavia pada tahun 1628 dan 1629. seperti dilakukan oleh Sultan Agung Hanyokrokusumo (Mataram) sebagai lawan Kompeni terbesar pada saat itu. Diponegoro di Jateng (1825 – 1830). Mataram takluk menjadi daerah vazal Kompeni (1646). Hanya karena “keajaiban politik” di Eropa sajalah yang menyebabkan Indonesia diserahkan kembali oleh Inggris kepada Belanda.1904). 2) Makasar (1667). Anak Agung Made di Lombok (1894 – 1895). Saat itu terjadi pula perang kekuasaan asing Barat di Indonesia. Tengku Umar di Aceh (1871 . dilawan Trunojoyo dan Untung Suropati. Menghadapi agresifitas ekspansi Belanda itu maka meledaklah perang yang berkepanjangan. Jlantik di Bali (1850). Imam Bonjol di Minangkabau (1821 -1837). Penaklukan Nusantara oleh Kompeni Belanda berturut-turut sebagai berikut : 1) Mataram. bangkit kaum liberal di .

Marxisme. kemudian beralih bentuknya melalui organisasi gerakan rakyat yang bersifat nasional. Hanya dengan kemerdekaan. Pengaruh Paham Individualisme. Emigrasi. dan Nasionalisme Dalam Pembentukan Dasar Negara Pada permulaan abad XX. lahirlah golongan intelektual di Indonesia yang kemudian menjadi juru bicara dan pengemban amanat penderitaan rakyatnya untuk membebaskan beban duka-nestapa yang tiada taranya itu. Mereka menuntut agar di Indonesia dibuka bagi modal-modal partikulir yang sedang kehausan tempat berusaha mencari keuntungan. yaitu Irigasi. kemenangan Jepang atas Rusia di Tsusima yang diakhiri dengan perjanjian di dalam kapal Portsmout (1905). Penderitaan rakyat Indonesia sebagai akibat sistem Tanam Paksa itu. . telah menempa kaum pergerakan untuk mencapai kemerdekaan bangsa.Negeri Belanda yang memperjuangkan dihapuskannya sistem Tanam Paksa dan diganti dengan sistem ekonomi liberal. kemakmuran bangsa dapat diwujudkan. Republik Philipina (1898) yang dijiwai Joze Rial. dan Edukasi. Politik Etika terdiri atas tiga prinsip. Islamisme. Gerakan Sun Yat Sen dengan RRC-nya (1911). Budi Utomo (1908) dengan Wahidin Sudirohusudo-nya. terutama dibidang edukasi. Salah keuntungan penerapan politik etika. sebagai balas budi atas keuntungan yang diperoleh Belanda dari Indonesia. Partai Konggres di India dengan Tilak dan Mahatma Gandhi-nya. dan lain-lain membersihkan alam dunia Timur dari keraguan atas kesanggupan berdiri sebagai bangsa yang terhormat. Sejak permulaan abad XX. dunia Timur yang telah berabad-abad lamanya kelihatan tidur. Munculnya golongan intelektual yang kemudian menjadi tokoh-tokoh nasional itu mengubah manifestasi penderitaan rakyat yang pada masa-masa sebelumnya diekspresikan melalui perlawanan dengan kekerasan senjata. B. bangkit menyadari kekuatan sendiri (Oosterse Renaissance). memukul pula hati nurani beberapa kaum humanis Belanda (seperti C. van Deventer) yang kemudian memperjuangkan diterapkannya politik etika (politikhutang budi) di Indonesia. bergeraklah golongan intelektual Indonesia melalui gerakan-gerakan rakyat menempa persatuan nasional. Penindasan dan penghisapan kolonialis Belanda terhadap rakyat Indonesia.

Kedua organisasi pergerakan tersebut merupakan ciri khas dari suatu gerakan rakyat tertindas yang bertujuan membebaskan dirinya dari belenggu penjajahan Meskipun perumusan tujuan pembebasan bangsa itu tidak tegas diekspresikan dalam kata-kata. satu bangsa. Pergerakan rakyat yang muncul berikutya adalah Indische Partij (1913). yang kemudian mempunyai pengaruh besar dan luas pada alam pikiran bangsa Indonesia. dan Indische Socialitische Democratische Vereniging (ISDV) didirikan 1914 oleh Sneefliet. Yamin. Partai Nasional Indonesia. dan Suwardi Suryaningrat (Ki Hadjar Dewantoro). sehingga kemudian ditetapkan sebagai hari lahirnya kebangkitan nasionalisme Indonesia. Supratman. Sartono. Sikap dan gerak gerik pemuda Indonesia itu sangat dipengaruhi oleh perkumpulan mahasiswa Indonesia di negeri Belanda yang bernama Perhimpunan Indonesia. . dan satu tanah air Indonesia (28 Oktober 1928). Wongsonegoro. Perhimpunan Indonesia merupakan organisasi yang mula-mula mengintrodusasi kata Indonesia untuk menggantikan kata Hindia Belanda bagi tanah airnya. dipelopori oleh Soekarno. Kuncoro. namun jiwa yang mendorong gerakan rakyat itu adalah jiwa yang haus akan kebebasan. Purbopranoto) yang lebih tegas merumuskan tentang satunya Indonesia. Brendsteder . terjalin dengan erat antara Perhimpunan Indonesia. untuk pertama kalinya dikumandangkan lagu “Indonesia Raya” gubahan WR. Baars. dan pemuda Indonesia yang mencetuskan Sumpah Pemuda. membawa angin segar atas kepercayaan bangsa terhadap kemampuan diri sendiri . Ciptomangunkusuma. Berikutnya tampillah golongan pemuda (seperti Muh. dan Bergsma. ISDV kemudian berubah menjadi Partai Komunis Indonesia (1920) dengan Semaun dan Darsono sebagai tohoh utamanya. Ciptomangunkusumo. Pada saat itu. satu bahasa. Mulailah perjuangan bangsa Indonesia dititikberatkan pada kesatuan nasional dengan tujuan yang jelas yang diekspresikan dengan kata-kata yaitu Indonesia merdeka. Cokroaminoto mengubah bentuknya menjadi gerakan politik dengan nama Sarikat Islam (1911). dan kemudian atas bantuan HOS. Segera setelah itu lahir Sarikat Dagang Islam (1909) yang didirikan di Solo oleh H. Dalam pengibaran panji-panji Indonesia merdeka. Pergerakan rakyat yang menyusul kemudian adalah Partai Nasional Indonesia (1927).Pergerakan Budi Utomo yang berdiri pada tanggal 20 Mei 1908. dipimpin oleh tiga serangkai : Deuwos Dekker. Samanhudi. dan lain-lain. Mereka mengadakan sumpah yang dikenal dengan Sumpah Pemuda.

Kehadiran Jepang dalam pentas sejarah Indonesia kemudian membawa derita baru bagi rakyat Indonesia. Pembentukan BPUPKI diyakini bukan berupakan kemurahan hati Tentara Jepang kepada bangsa Indonesia. Jepang mengumumkan pembentukan BPUPKI. Partindo. H. sekali lepas dari cengkeraman imperialisme Barat lalu jatuh kemulut imperialisme Timur. Pada 1 Maret 1945. Syahrir sebagai tokoh utamanya yang bersemboyan Self Helf. Sejak saat itu di Indonesia resmi ditegakkan kekuatan kemaharajaan Jepang. artinya kemerdekaan Indonesia harus dicapai dengan kekuatan tenaga sendiri. Pergerakan yang muncul berikutnya adalah Partai Indonesia Raya (Parindra) 1935. Proses Perumusan dan Pengesahan Pancasila Sebagai Dasar Negara Perumusan Pancasila (Dasar Negara) dilakukan oleh Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI = Dokuritsu Zyumbi Casakai). Hitoshi Imamura. BPUPKI terdiri atas satu Ketua Umum. Penjajahan Belanda terhadap bangsa Indonesia berakhir 8 Maret 1942 dengan penyerahan tanpa syarat oleh Letjend. sedang PNI. tanpa mnyandarkan diri pada bantuan orang lain. BPUPKI merupakan suatu Badan yang dibentuk oleh Penguasa Jepang di Indonesia dengan tugas pokok “melakukan penyelidikan dan mempersiapkan segala yang perlu bagi kemerdekaan bangsa Indonesia nanti”. C. dan PNI-Baru termasuk partai radikal karena mereka bersikap non-kooperasi terhadap pemerintah. Pendidikan Nasional Indonesia (PNI-Baru) 1933. 66 anggota. pembentukan BPUPKI juga sebagai pemenuhan janjin Jepang kepada bangsa Indonesia yang secara resmi telah diucapkan Permana Menteri Kaiso pada buan September1944. dan pada tanggal 29 April 1945 dibentuk sebagai hadiah ulang tahun dari Kaisar Jepang. organisasi Pergerakan yang kemudian lahir adalah Partai Indonesia (Partindo) 1931.dan . Hatta dan St.Setelah lahirnya Sumpah Pemuda. Di samping itu. tetapi hanya merupakan strategi untuk mengambil hati bangsa Indonesia agar bersedia membantu Tentara Jepang dalam perang Asia Timur Raya melawan Tentara Sekutu yang sejak Mei 1942 mengalami kekalahan besar dan beruntun dalam pertempuran laut di Coral Sea timur Australia. dan Gerakan Rakyat Indonesia (Gerindo) 1937 yang tampil sebagai partai moderat yang bersikap kooperatif terhadap Pemerintah Beanda. Ter Poorten (Panglima Angkatan Perang HB) atas nama Angkatan Perang Sekutu di Indonesia kepada pimpinan tentara ekspedisi Jepang : Letjend. dua wakilketua. dengan Moh.

Yamin mengemukakan pemikiran tentang dasar Negara yang diidam-idamkan yaitu : 1) Peri Kebangsaan 2) Peri Kemanusiaan 3) Peri Ketuhanan 4) Peri Kerakyatan 5) Kesejahteraan rakyat.6 anggota tambahan. Ki Bagus Hadikusumo. Dalam terminologi historis. tanggal 31 Mei 1945 . Pidato Mr. Proses perumusan calon dasar negara dimulai saat dr. Persidangan BPUPKI I (29 Mei – 1 Juni 1945) a. Setelah berpidato. Radjiman Wedyodiningrat dalam pembukaan sidang mengajukan suatu masalah tentang calon rumusan dasar Negara Indonesia yang akan dibahas pada sidang tersebut. proses perumusan Pancasila Dasar Negara adalah : 1. Yamin. Soekarno. Selanjutnya pada sidang itu tampil 4 anggota yaitu Moh. tanggal 29 Mei 1945 Dalam pidato dihadapan seluruh anggota BPUPKI. Besar Terauchi sebagai Panglima Tentara Jepang wilayah selatan yang bermarkas di Saigon. Moh. BPUPKI dilantik pada tanggal 28 Mei 1945 oleh Jend. beliau juga menyampaikan usul tertulis mengenai Rancangan UUD RI yang didalamnya tercantum pula rumusan asas dasar negara yang isinya sebagai berikut : 1) Ketuhanan Yang Maha Esa 2) Kebangsaan Persatuan Indonesia 3) Rasa kemanusiaan yang adil dan beradab 4) Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan 5) Keadilan Sosialmbagi seluruh rakyat Indonesia. Mulai tanggal 29 Mei 1945 BPUPKI melakukan persidangan I untuk melaksanakan tugasnya yakni mempersiapkan dua hal pokok untuk kemerdekaan Indonesia (nanti) yaitu mempersiapkan rumusan calon dasar negara. b. dan Soepomo. Yamin. dan rumusan calon hukum dasar atau undang-undang dasar negara. Proses perumusan calon “Dasar Negara” dalam persidangan BPUPKI berlangsung dalam dua tahap yaitu : • • Sidang BPUPKI tanggal 29 Mei – 1 Juni 1945. Sidang BPUPKI tanggal 10 – 16 Juni 1945. Pidato Ki Bagoes Hadikoesoemo. Moh.

segala anggotanya berhubungan erat satu sama lain dan merupakan persatuan masyarakat yang organis. Adam Muller. Laski (Abad XX). Beliau mengusulkan “Negara Indonesia yang akan dibentuk hendaknya berdasakan ajaran Islam. Engels. J. Teori ini diajarkan oleh : Spinoza. c. Dr. Diajarkan antara lain oleh : Kral Marx. telah membangkitkan para Nabi untuk memperbaiki masyarakat yang kusut (rusak) dengan memberi petunjuk dan memimpin manusia. Soepomo. segala golongan. John Locke (Abad XVII). dan Lenin. Prof. segala bangsa. Mr. 4) Ajaran berjihad di jalan Allah. 3) Ajaran beramal shlaih (berbuat kebaikan). Negara ialah susunan masyarakat yang integral. Soepomo menyampaikan pemikiran yang melandasairinya yakni mengenai teori negara (staatsidee) yang menurut ilmu negara ada 3 (tiga) yaitu : 1) Teori Perseorangan (individualistis). 3) Teori Integralistik. dan Hgel (XVIII – XIX). keamanan. Herbert Spenser (Abad XIX). . karena Allah SWT. Rousseou (Abad XVIII). serta memberi peraturan yang baik dan sempurna dan dapat menuntun manusia menuju ketertiban. berhikmah dan berbakti kepada Allah. Ajaran Islam mengandung 4 perkara pokok yaitu : 1) Ajaran Iman (kepercayaan kepada Allah dan perkara gaib). Diajarkan oleh : Thomas Hobbes. 2) Teori Golongan (Class Theory). Negara sebagai alat dari suatu golongan (klas) yang kuat untuk menindas golongan (klas) lain yang lemah.J. dam kesejahteraan yang berdasarkan keadilan”. Negara ialah masyarakat hukum (legal society) yang disusun atas kontrak antara seluruh orang dalam masyarakat itu (contract social). dan Horold J.Pemikiran Ki Bagoes Hadikoesoemo tentang calon dasar Negara Indonesia (nanti) dikemukakan di depan siding BPUPKI tanggal 31 Mei 1945. Oleh karena masyarakat Indonesia beragama Islam maka dasar Negara Indonesia seharusnya ajaran Islam. tanggal 31 Maei 1945 Sebelum mengemukakan usul tentang dasar falsafat Negara Indonesia. 2) Ajaran beribadah.

Usulan Dasar Falsafah Negara Soepomom adalah : 1) Pendirian Negara nasion al yang bersatu dalam totaliter . Mufakat atau Demokrasi. Internasionalisme atau Kemanusiaan. Pada Tahun 1947. 3) Dibentuk system badan permusyawaratan untuk menjamin supaya pimpinan Negara. sehingga pernah popular tanggal 1 Juni adalah hari lahirnya Pancasila. yaitu nasionalisme & internasionalisme. karena pemimpin bersatu jiwa dengan rakyat. Soekarno dalam proses . tetapi mengatasi semua golongan. Pidato Ir. anggota dari keluarga Asia Timur Raya. Indonesia membatasi diri supaya bersifat Asia Timur Raya. teori integralistik sesuai dengan aliran fikiran ketimuran. yaitu : 1) 2) 3) 4) 5) Nasionalisme atau Kebangsaan Indonesia. pidato Soekarno itu diterbitkan dan dipublikasikan dengan judul “Lahirnya Pancasila”. Dengan demikian tidak perlu diadakan jaminan hak-hak warganegara secara eksplisit dalam UUD. yaitu Negara yang tidak akan mempersatukan diri dengan golongan terbesar. Peranan besar Ir. Kelima asas (sila) itu diusulkan dapat disingkat menjadi “TRI SILA” yang rumusannya sebagai berikut : 1) Sosio Nasional. bersatu. Kesejahteraan social. yaitru demokrasi dengan kesatuan rakyat. Soekarno. Ketuhanan yang berkebudayaan. tanggal 1 Juni 1945 Dalam sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945 Soekarno mengusulkan 5 (lima) asas sebagai dasar negara yang diberi nama “Pancasila”. d. 2) Setiap warga Negara dianjurkan utnuk takluk kepqada Tuhan dan ingat kepada-Nya setiap waktu. system koperasi hendaknya dipakai salah dasar ekonomi Negara Indonesia yang makmur. terutama kepala Negara terus menrus bersatu dengan rakyat. system tolong-menolong. Tris Sila tersebut dapat diperas lagi menjadi “EKA SILA” yang intinya “gotong royong”. 3) Ketuahanan Yang maha Esa. 4) Perekonomian berdasarkan kekeluargaan. dan adil. berdaulat.Menurut Soepomo. 5) Dalam hubungan antar bangsa. 2) Sosio demokrasi.

Pada tanggal 22 Juni 1945 Panitia ini merumuskan calon dasar negara yang disebut “Piagam Jakarta” (Yamin menyebut Jakarta Charter. aku gali kembali dan aku sembahkan Pancasila ini atas persada bangsa Indonesia kembali untuk dipakai sebagai dasar wadah yang harus berisi masyarakat yang beraneka agama. Soekarno. Panitia Sembilan yang bertugas merumuskan usulan calon dasar negara. Moch. tetapi olehkaena penjajahan asing yang 350 tahun lamanya. Soekiman menamakan “ Gentelmen Agreement”).perumusan calon dasar negara (Pancasila) sampai melahirkan anggapan bahwa beliau adalah pencipta Pancasila. Mr. dan H. Pancasila diciptaan oleh bangsa Indonesia sendiri. Pada kesempatan lain yaitu dalamamanat Preiden tanggal 24 September 1955 di Surabaya berjudul “Apa sebab Negara Republik Indonesia Berdasarkan Pancasila antara lain dikemukakan : “Aku tidak mencipta Pancasila. Mr. jangan karang sendiri. 1991 : 127) Persidangan BPUPKI I diakhiri dengan pembentukan 2 (dua) Panitia Kecil yaitu : a.” (Dardji Darmodihardjo. Soebardjo. terbenam kembali dalam bumi Indonesia ini … Aku bukan pencipta Pancasila.beraneka suku. Hal itu pernah dikemukakan antara lain oleh Ki Hadjar Dewantoro dan promotor dari UGM dalam pidato promosi pemberian gelar Dr. Pancasila terbenam di dalam bumi bangsa Indonesia 350 tahun lamanya. Terhadap pernyataan itu Ir. Keanggotannya terdiri dari : Ir. Yamin. Aku hanya menggali Pancasila dari buminya Indonesia. Abikusno Tjokrosoejoso. Mr. Kyai Kahar Moezakir. Sebab sesuatu dasar negara ciptaan tidak akan tahan lama … Jikalau engkau hendak mengadakan dasar untuksuatu negara. Selamilah sedalam-dalamnya lautan sejarah ! Gali sedalam-dalamnya bumi dari sejarah … Aku menggali lima mutiara yang terbenam didalamnya. sekadar menjadi “pengutara” keinginan-keinginan dan jiwa bangsa Indonesia turun-temurun. Pancasila telah lama tergurat pada jiwa bangsa Indonesia turun-temurun. berdasar suatu wadah. dan Dr. Piagam Jakarta merupakan hasil kompromi dengan modus kesepakatan antara kelompok Islam dan kelompok . jangan bikin sendiri. Wachid Hasyim. Soekarno menolak dengan mengatakan bahwa Bung Karno hanya sekedar menjdi “perumus” perasaan-perasaan yang telah lama terkandung bisu dalam kalbu rakyat Indonesia. yang tadinya lima mutiara itu cemerlang. Pancasila adalah orak karakter bangsa Indonesia. jangan anggit sendiri. Drs. Agus Salim.beraneka adatistiadat. Muh. Maramis. Hatta. HC kepada beliau pada tanggal 19 September 1951.

Besar. persidangan BPUPKI I juga telah memutuskan secara aklamasi nama dasar negara Indonesia yaitu “Pancasila” sebagaimana yang diusulkan oleh Ir. kecuali sila pertama yang berbunyi “Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”. dan Pasal-pasal. Pembukaan UUD memuat Pancasila.Panitia Pembelaan Tanah Air. 3. Radjiman . oleh penguasa Bala Tentara Jepang kemudian dilanjutkan dengan pembentukan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). 2. dan menyetujui tentang bentuk negara. b. Hatta. KRT.kebangsaan.Panitia Ekonomi dan Keuangan. Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI = Dokuritsu Zyunbi Iinkai) Keberhasilan BPUPKI mempersiapkan Rumusan calon Dasar Negara dan Rancangan Undang-Undang Dasar dalam dua kali masa persidangan. Persidangan BPUPKI II (10 – 16 Juli 1945) Pelaksanaan sidang BPUKI II diawali dengan pengumuman penambahan 6 anggota baru yaitu : Abdul Fatah Hasan. Soekarno pada tanggal 1 Juni1945. Moch. Kecuali dua keputusan tersebut di atas. Soekarno. Ir. dan Abdul Kaffar. Membentuk 3 Panitia Kecil : . 11 Juli : menyetujui luas wilayah negara yaitu seluruh wilayah bekas jajahan Hindia Belanda. Pada tanggal 7 Agustus 1945 Napoo Gun (Pemerintahan Tentara jepang di wilayah selatan) mengumumkan bahwa pertengahan Agustus 1945 akan dibentuk panitia persiapan kemerdekaan yang telah memeriksa hasilhasil Badan Penyelidik. Ketua : Abikusno Tjokrosoejoso d. Ketua : Moch. Soekarno . yaitu : Pernyataan Indonesia Merdeka. c. b. 14 Juli. Untuk keperluan itu. Panitia Sebelas. Hatta . Panitia Perancang UUD melapor hasil kerjanya dengan usulan : UUD terdiri dari 3 bagian.Panitia Perancang UUD. Drs. Soerjo Hamidjojo. bertugas merumuskan usulan calon hukum dasar (UUD). Noor. Asikin Natanegara. pada tanggal 8 Agustus 1945. Beberapa keputusan penting hasil sidang BPUPKI II adalah : a. dan Dr. Muh. 10 Juli : menyetujui Piagam Jakarta sebagai bagian isi Rancangan Pembukaan UUD. Isi Piagam Jakarta sama dengan sila-sila yang tertuang dalam Pembukaan UUD1945. Ketua : Ir.

Hatta sebagai Wakil Ketua. Drs. Diduga tanggal 24 Agustus 1945 kemerdekaan Indonesia sudah bisa disahkan oleh Pemerintah Jepang di Tokio. PPKI akan dilantik tanggal 18 Agustus 1945 dan kemudian mulai bersidang tanggal 19 Agustus dengan menggunakan bahan-bahan yang telah disiapkan oleh BPUPKI. Terauchi yaitu : a. God disposes). Semakin terpukul mundurnya Jepang dalam perang melawan Tentara Sekutu bahkan kemudian disusul dengan dijatuhkannya bom atom di Hirosima (6 Agustus) dan di Nagasaki (9 Agustus) mengakibatkan Tentara Jepang bertekuk lutut dan menyerah tanpa syarat kepada Sekutu pada tanggal 15 Agustus 1945. Latulangi (Sulawesi) 15. Mr. Oto Iskandardinata 6. Andi Pangerang (Sulawesi) 16.Wediodiningrat dipanggil Jend. Pangeran Soerjohamidjojo 8. Ki Bagus Hadikoesoemo 5. R. PPKI itu menyelenggarakan UUD Negara RI dan kemudian memilih presiden dan wakil presiden. Mr. Drs. Mohammad Amir (Sumatera) 13. Hamidan (Kalimantan) 19. Abdul Kadir 11. PPKI boleh mulai bekerja sejak tanggal 9 Agustus 1945 c. Dr. Dr. Panitia Pesiapan Kemerdekaan terdiri atas 21 orang. termasuk ketua dan wakil ketua dengan susunan lengkapnya sebagai berikut : 1. KRT. Mr. Soekarno diberi 3 cap oleh Jend. KRT. Pangeran Puruboyo 7. Soekarno → Ketua 2.Mohammad Hasan (Sumatera) Tidak ada anggota dari bangsa Jepang Menurut rencana Pemerintah Tentara Jepang di Jakarta. Soepomo 10. Moh. Abdul Abbas (Sumatera) 14. kemudian . Radjiman Wediodiningrat sebagai anggota. b. Yap Tjwan Bing 12. A. Pudja (Bali) 18. Lekas atau tidaknya pekerjaan panitia diserahkan sepenuhnya kepada panitia. pada tanggal 14 Agustus Ir.P. Mr. Besar Terauchi untuk menghadap di Saigon. sedang Drs. Prof. Namun manusia hanya bisa merencanakan dan Tuhanlah yang menentukan (Man Proposes. dan kemerdekaan bangsa Indonesia bukan hadiah Jepang tetapi hasil perjuangan sendiri. Moh. Ir. Soekarno diangkat sebagai Ketua PPKI. Dalam batinnya sebagai Komite Nasional. dan Dr. Soekarno mengumumkan bahwa “bangsa Indonesia akan merdeka sebelum jagung berbunga (secepat mungkin). Dr. Dr. Sekembalinya dari Saigon. Latuharhari 17. Ir. Mr. Saroso 20. Situasi itu oleh Ketua PPKI digunakan untuk menambah jumlah anggota atas tanggung jawab sendiri supaya dengan sifat itu berubah menjadi badan pendahuluan bagi Komite Nasional. Pada tanggal 9 Agustus 1945. Abdul Wachid Hasyim 21. → Anggota 4. Soetardjo Kartohamidjojo 9.H. Ir. PPKI semula merupakan badan bentukan Jepang. Hatta → Wakil Ketua 3. Radjiman W.

dan merupakan representasi seluruh masyarakat bangsa Indonesia. 1) dengan beberapa tokoh pemuda antara lain : B. Chaerul Saleh. Syahrir. 4. Mr. Iwa Kusumasumantri. Adam Malik. Iwa Koesoema Soemantri. menghendaki agar proklamasi dilaksanakan sesegera mungkin. Soekarno Jl. sekarang Jl. dan 6. Ki hadjardewantoro. Soekarno . Pada tanggal 16 Agustus diadakan pertemuan di Pejambon Jakarta dan diperoleh kepastian bahwa Jepang telah menyerah kepada Sekutu. Mr. 56 . 2. Mr. Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia Setelah Jepang menyerah kepada Sekutu. Untuk mempersiapkannya maka pada tengah malam. Sayuti Melik. Selanjutnya Soekarno-Hatta mengadakan pertemuan dengan Mr.M. 5. Soepono. Bakri. 4.Hatta berkumpul di rumah Laks.Buntaran. dkk untuk menegaskan bahwa pemerintah Jepang tidak ikut campur tangan tentang proklamasi. Namun dalam menyikapi situasi vocum of power itu terdapat perbedaan pendapat antara golongan tua dan kaum muda mengenai cara pelaksanaan dan waktunya. Diah. Perbedaan itu memuncak dengan diamankannya Soekarno dan Moh. Kusnaini. Achmad Soebardjo. tetapi harus dilaksanakan di Jakarta. Mr. Imam Bonjol No.berubah menjadi badan nasional pembentuk negara. Soekarni. Maeda (Oranye Nassau Boulevard. Dr. karena atas inisiatif dan tanggung jawab sendiri Ketua PPKI menambah 6 orang anggota sehingga menjadi 27 orang anggota. Pagi harinya. Kaum muda yang terdiri atas : Soekarni.Kasman Singodimedjo. dkk. Anggota-anggota baru itu ialah : 1. Hatta menetujui untuk segera memproklamasikan kemerdekaan. Pada pertemuan itu akhirnya disepakati konsep Soekarnolah yang diterima dan kemudian diketik oleh Sayuti Melik. kesempatan itu digunakan oleh para pejuang kemerdekaan untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Pegangsaan Timur No. Iwa Kusumasoemantri dan beberapa anggota PPKI untuk merumuskan redaksi naskah proklamasi. Sayuti Melik. Oleh karena itu. Chaerul Saleh.M. Soekarno . Wiranatakusumah. sedangkan golongan tua bersikap progresif menunggu sikap Jepang yang selama ini telah kerjasama untuk mempersiapkan kemerdekaan bangsa Indonesia. Soedarsono. Ahmad Soebardjo. Sajuti Melik. Diah. Hatta ke Rengasdengklok agar tidak mendapat pengaruh dari Jepang. B.Moh. tepatnya hari Jum’at Legi tanggal 17 Agustus 1945 jam 10 WIB (jam 11. 3.30 waktu Jepang) di rumah Ir.

Bung Karno didampingi Moh. pada tanggal 18 Agustus 1945 PPKI memulai persidangan. Sebelum sidang resmi dimulai. . Untuk mewujudkan tujuan Proklamasi Kemerdekaan maka pada tanggal 18 Agustus 1945 PPKI berkumpul di Pejambon untuk menetapkan Undang-Undang Dasar. terutama menyangkut perubahan sila pertama Pancasila. ± 20 menit dilakukan pertemuan untuk membahas beberapa perubahan yang berkaitan dengan rancangan naskah Pembukaan UUD. Proklamasi Kemerdekaan Indonesia merupakan jembatan emas untuk merealisasikan tujuan perjuangannya dengan membentuk negara nasional yang bebas merdeka dan berdaulat sempurna. Sidang Pertama (18Agustus 1945) Sidang pertama PPKI dihadiri 27 orang anggota dan menghasilkan keputusan-keputusan sebagai berikut : 1) Mengesahkan UUD 1945. Sidang PPKI Sehari setelah proklamasi. Sejarah panjang perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia yang didorong oleh amanat penderitaan rakyat yang berjiwakan Pancasila. Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain diselenggarakan dengan caraseksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. mencapai titik kulminasinya pada detik Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. bebas dari segala bentuk penghisapan manusia oleh manusia dan bangsa oleh bangsa.Jakarta. tertib hukum Indonesia. yang meliputi : a) melakukan beberapa perubahan pada Piagam Jakarta yang kemudian berfungsi sebagai Pembukaan UUD1945. untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang adil dan makmur berlandaskan Pancasila. 17 Agustus 1945 Atas nama bangsa Indonesia Soekarno – Hatta Proklamasi Kemerdekaan Indonesia adalah detik penjebolan tertib hukum kolonial dan sekaligus detik pembangunan tertib hukum nasional. a. Hatta membacakan naskah Proklamasi yang diawali dengan pidato sebagai berkut : PROKLAMASI Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan Kemerdekaan Indonesia. serta untuk ikut serta membentuk dunia baru yang damai dan abadi. 5. Jakarta.

Sidang Kedua (19 Agustus 1945) Sidang PPKI kedua menghasilkan menetapkan : 1) tentang daerah propinsi yang terdiri atas 8 propinsi. (2) Jawa Tengah. . • dihapus . (4) Sumatera. yaitu : (1) Jawa Barat. (5) Borneo.b) Menetapkan rancangan Hukum Dasar yang telah diterima dari Badan Penyelidik.Untuk sementara waktu kedudukan Kooti dan sebagainya diteruskan seperti sekarang. (4) … menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab • … kemanusiaan yang adil dan beradab. menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya. b. dan (8) Sunda Kecil. (6) Sulawesi. 3) Memilih Presiden dan Wakil Presiden yang pertama 2) Menetapkan berdirinya Komite Nasional Pusat sebagai badan musyawarah darurat. (7) Maluku. Ind. Perubahan Piagam Jakarta menjadi Pembukaan UUD1945 Piagam Jakarta Pembukaan UUD 1945 (1) Kata Mukadimah • Pembukaan (2) dalam suatu Hukum Dasar … • Dalam suatu UUD Negara … (3) … dengan berdasarkan kepada • … dengan berdasar kepada Ketuahanan dengan kewajiban Ketuhanan Yang Maha Esa. dipegang oleh Jepang dengan persetujuan Pem. (3) Jawa Timur. UUD 1945 • Undang-Undang Dasar • Seorang Wakil Presiden • Presiden harus orang Indonesia asli.kemudian berfungsi sebagai UUD 1945. setelah mengalami berbagai perubahan berkait dengan perubahan Piagam Jakarta. Perubahan menyangkut Pasal-Pasal UUD Rancangan Hukum Dasar (1) Istilah Hukum Dasar (2) … dua orang Wakil Presiden (3) Presiden harus orang Indonesia asli yang beragama Islam (4) … selama pegang pimpinan perang.

d. Dalam Pembukaan juga secara resmi/otentik dirumuskan kelima sila Pancasila. serta alasan-alasan bangsa Indonesia untuk mendirikan suatu negara merdeka dan lain-lain. c. Pembukaan UUD 1945 memberikan penjelasan tentangmaksud..Untuk sementara waktu kedudukan kota dan Gemeente diteruskan seperti sekarang. Selanjutnyatujuan dan cita-cita Proklamasiini pada tanggal18 Agustus 1945 terwujud/tercermin di dalam UUD195 yang terbagi di dalam pembukaan dan batang tubuh UUD. Pancasila. dasar filsafat negara Republik Indonesia (RI). ProklamasiKemerdekaan 17 Agusgtus 1945. rongrongan. hubungan ketiga landasan pokok itu dapat digambarkan sebagai berikut : “Proklamasi Kemerdekaan bangsa Indonesia merupakan titik kulminasi yang terakhir tekad bangsa untuk merdeka. Secara ideologis. Sidang Ketiga (20 Agustus 1945) Membahas agenda tentang “Badan Penolong Keluarga Korban Perang” dengan menghasilkan keputusan 8 pasal. . Sidang Keempat (22 Agustus 1945) Membahas agenda tentang komite Nasional Partai Nasional Indonesia yang pusatnya berkedudukan di Jakarta. tujuan. DINAMIKA PELAKSANAAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA Bagi Negara dan bangsa Indonesia. Halaman Mulai Berlaku : : : : Lima dan Enam 3 11 2006 III. Hal itu merupakan pencetuan jiwa/semangat Pancasila yang telah berabad-abad lamanya tertindas oleh penjajah. 2) Dibentuk Kementrian atau Departemen yang terdiri dari 12 Departemen. FM-UII-AA-FKA-07/R1 UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA MATERI/BAHAN MATA KULIAH Fakultas Jurusan/Program Studi Kode Mata Kuliah Nama Mata Kuliah : PSIKOLOGI : Psikologi : : Pendidikan Pancasila Pertemuan ke Modul ke Juml. maupun hambatan. Ketiga landasan pokok itu dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia telah terbukti berhasil menyelamatkan bangsa dan negara berkali-kali dari berbagai acaman. dan UUD 1945 merupakan tiga landasan pokok yang telah terjalin sedemikian erat hingga tak terpisah-pisahkan. Salah satu dari pasal-pasal itu adalah mengenai Badan Keamanan Rakyat (BKR)” (Pasal 2).

yaitu : 1. X tanggal 16 Oktober 1945 yang menghentikan kekuasaan luar biasa dari Presiden sebelum habis masa waktunya (menurut Pasal IV Aturan Peralihan UUD 1945 seharusnya berlaku selama 6 bulan). Belanda secara licik mempropagandakan kepada dunia luar bahwa RI Proklamasi adalah bentukan fasis Jepang. IV Aturan Peralihan. Di samping itu. Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 Secara ilmiah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia mengandung beberapa aspekpengertian. Dari sudut politis-ideologis. proklamasi kemerdekaan berarti bahwa bangsa Indonesia terbebas dari penjajahan bangsa asing dan memiliki kedaulatan untuk menentukan nasib sendiri dalam suatu negara Proklamasi Republik Indonesia.” (M.Batang Tubuh UUD1945 menjelaskan dan menerapkan pokok-pokok pikiran yangtelah terkandung di dalam Pembukaan konstitusi itu. karena harus menghadapi kekuatan fisik tentara Jepang yang masih berusaha mempertahankan ststus quo Indonesia sebagai wilayah jajahan. Tentara Kerajaan Belanda yang masuk kembali ke Indonesia membonceng Sekutu. Setelah Kemerdekaan 17 Agustus 1945 ternyata tidak langsung dapat berkonsentrasi menyelenggarakan pemerintahan untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat. dan sekaligus saat mulai berlakunya tertib hukum nasional Indonesia. Dari sudut ilmu hukum (secara yuridis). 2. serta kekuatan Sekutu yang berupaya menanamkan kembali kekuasaan Belanda di Indonesia. . Selanjutnya Maklumat itu memberikan kekuasaan MPR dan DPR yang semula dipegang oleh Presiden itu kepada KNIP.. Jadi.Mardojo dalam Dardji D. batang Tubuh UUD 1945 yang terdiri atas 37 buah pasal. proklamasi kemerdekaan merupakan saat berdiri atau lahirnya suatu negara baru dengan kekuasaan sendiri yang bebas merdeka dan berdaulat penuh. A. Untukmelawan propaganda Belanda itu. 1991 :143). yaitu : 1. Secara politis ketatanegaraan. proklamasi kemerdekaan berarti sebagai saat hapusnya atau tidak berlakunya tertib hukum kolonial. dan 2 Aturan Tambahan itu merupakan realisasi prinsip-prinsip dan pokok-pokok pikiran yangtelah terkandung dalampembukaan UUD1945. Pemerintah RI segera mengeluarkan 3 buah maklumat. Maklumat Wakil Pesiden No. di tempattempat mereka menetap selalu meneror dan memaksa penduduk agar mengakui pemerintah NICA (Netherlands Indies Civil Administration).

Konstitusi RIS menentukan bentuk negara serikat (federalistis) yang terbagi dalam 16 daerah bagian. Maklumat Pemerintah tanggal 3 Nopember 1945. dan secara ideologis terhadap Pancasila.2. Oleh karena itu. Maklumat Pemerintah tanggal 14 Nopember 1945 yang intinya mengubah sistem Kabinet Presidensial menjadi Kabinet Parlementer berdasarkan asas demokrasi liberal. secara otomatis berlaku pula anak-anak persetujuan hasil KMB lainnya dengan Konstitusi RIS. karena : 1. apabila diteliti proses yang melatarbelaknginya yang tepat adalah sebagai pemulihan kedaulatan atau pengakuan kedaulatan. Proklamasi Kemerdekaan sebagai naskah Proklamasi yang terinci. Penerapan sistem kabinet parlementer yang liberal itu mengakibatkan pemerintahan Negara Indonesia mengalami jatuh bangun. tentang Pembentukan Partai Politik yang sebanyak-banyaknya oleh rakyat. Isi Konstitusi RIS sebenarnya jauh menyimpang dari cita-cita bangsa Indonesia yang berideologi Pancasila dan ber-UUD 1945. Hasil KMB yang oleh Kerajaan Belanda dinyatakan sebagai penyerahan kedaulatan. karena faktanya sebelum tanggal 27 Desember 1949 bangsa Indonesia telah memiliki kedaulatan yang diperoleh melalui Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. . Maklumat ini telah membawa ketidak stabilan dibidang politik. Dengan Maklumat ini diharapkan dunia barat akan menilai bahwa Negara RI Proklamasi sebagai negara demokrasi. B. Pembentukan Negara Republik Indonesia Serikat (RIS) Sebagai hasil KMB maka diatandatangani Induk Persetujuan (Mantelresolusi) oleh Ratu Belanda Juliana dan Wakil Pemerintah RI di Den Haag pada tanggal 27 Desember 1949. Mukadimah Konstitusi RIS telah menghapuskan sama sekali jiwa dan semangat maupun isi Pembukaan UUD1945. bahkan membawa konsekuensi yang sangat serius terhadap kedaulatan negara Indonesia saat itu. 2. Hal ini dilatarbelakangi oleh anggapan para pemimpin waktu itu bahwa salah satu ciri khas demokrasi yang sebenarnya adalah sistem multi partai. 3. Konstitusi RIS menentukan sifat pemerintahan berdasarkan asas demokrasi liberal di mana menteri-menteri bertanggung jawab atas seluruh kebijaksanaan pemerintah kepada parlemen (Pasal 118 ayat2). 3. karena berlakunya sistemdemokrasi liberal jelas merupakan penyimpangan konstitusional terhadap UUD 1945. yaitu 7 negara bagian dan 9 satuan kenegaraan (Pasal 1 dan 2).

Secara teoritis pembentukan negara kesatuan itu sebenarnya bisa dilakukan menggunakan salah satu dari dua cara tersebut di bawah ini. meskipun RI Proklamasi pada waktu itu hanya berstatus sebagai negara bagian dari RIS. Negara Bagian RI Proklamasi. atau . untuk mengatasi kesulitan tersebut dikeluarkanlah UU Darurat No. Dengan demikian. 2. NIT dan NST meleburkan diri ke dalam Negara RI Proklamasi. dan 3. Pemerintah Pusat RIS tersisih karena tidakmempunyaifungsi lagi sebagai superstaat di dalam konstelasi negara kesatuan RI Proklamasi. sehingga diseuruh Indonesia berlaku kembali UUD 1945. Dengan didorong oleh jiwa/semangat Pancasila dan UUD 1945. Keadaan ini memaksa Pemerintah Pusat RIS berusaha melegalisasi daerah-daerah pulihan itu melalui pelaksanaan Pasal 43 dan 44 Konstitusi RIS. Oleh karena itu. Perundingan itu menghasilkan Piagam Persetujuan RIS – RI tanggal 19 Mei 1950. 11 Tahun 1950. Karena mendesaknya keadaan maka pemakaian saluran UU Federal yang formal tidak mungkin dilaksanakan. Gelombang gerakan unitaristis yang sudah tidak dapat dibendung itu. Pelaksanaan memulihkan kembali daerah-daerah atau negara-negara bagian ke dalam RI Proklamasi secara kelompok per kelompok dilaksanakan melalui keputusan-keputusan Presiden. Terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia Tahun 1950 Berdirinya Negara RIS dalam sejarah ketatanegaraan Indonesia adalah sebagai taktik dan strategi perjuangan.C. karena secara politis tetap konsisten terhadap deklarasi Proklamasi yang terkandung dalam Pembukaan UUD1945 Alinea IV yaitu negara persatuan dan kesatuan yang kemudian dipertegas dalam Pasal 1 UUD1945 yang menyatakan “Negara Indonesia adalah Negara Kesatuan yang berbentuk Republik”. terjadilah di daerahdaerah bagian RIS gerakan unitaristis dari rakyat secara spontan. kedua negara bagian itu (NIT dan NST) memutuskan memberi kuasa penuh kepada Pemerintah Pusat RIS untuk berunding atas nama mereka dengan Negara Bagian RI Proklamasi tentang pembentukan negara kesatuan. Negara Sumatera Timur (NST) Akhirnya atas desakan rakyat. Pada suatu ketika di dalam Negara RIS hanya tinggal terdapat 3 negara bagian (besar) yaitu : 1. sampai bulan Mei 1950 telah menghasilkan 14 daerah bagian RIS yang secara fisik menggabungkan diri kedalam RI Proklamasi. Mereka secara spontan ingin menggabungkan diri ke dalam negara RI Proklamasi yang berpusat di Yogyakarta. yaitu : 1. Negara Indonesia Timur (NIT).

dan UUD1945. tetapi melalui perubahan konstitusi RIS`menjadi konstitusi negara kesatuan. NST. karena sifatnya yang unitaristis. Di samping itu. berdirinya negara baru juga membutuhkan pengaturan yang baru serta memerlukan kesabaran dan waktu lama.atas saran dari Wakil Pemerintah Pusat RIS.Proklamasi. dan itu berarti segala perhubungan internasional seperti traktat-traktat yang telah terjalin oleh RIS dengan negara lain tetap dilajutkan sebagai hubunganhubungan Negara Kesatuan RI sendiri. Dengan demikian.2. Untuk mewujudkan perubahan Konstitusi RIS dalam rangka membentuk negara kesatuan RI maka dikeluarkanlah UU Federal (berdasarkan Pasal 127a jo. 7 tahun 1950 hanya merupakan UU mengenai perubahan Konstitusi RIS. karena : . 7 tahun 1950 memuat suatu UUDS 1950 yang lengkap dan sempurna dengan pembukaan dan batang tubuh yang baru.Namun demikian jiwanya masih tetap merupakan penyimpangan dari cita-cita itu. maka negara kesatuan yang kemudian dibentuk dianggap sebagai lanjutan dari negara RIS yang pernah ada. telah diputuskan dalam salah satu ketentuan persetujuan 19 Mei 1950. UUD itu harus dibentuk oleh Badan Konstituante (Pasal 186 KRIS). bahwa perubahan bentuk federasi menjadi bentuk kesatuan tidak dilakukan dengan menggati negara RIS dengan negara lain. Perubahan ini diangap sebagai perubahan intern struktural dari negara RIS yang telah memperoleh pengakuan dunia internasional manurut hukum. Secara praktis politis. Tetapi dilihat dari materinya ternyata merupakan suatu perubahan yang prinsipial dan integral terhadap Konstitusi RIS. Ketiga Negara Bagian tersebut di atas (NIT. sebab berdirinya negara menggunakan cara-caratersebut di atas berarti mengganti RIS yang telah mempunyaistatus hukum tertentudalam kehidupan internasional (setelah pengakuan Belanda. yangterdiri atas DPR dan Senat dalamjumlah 2 kali lipat. UUDS 1950 dapat dikatakan sebagai tonggak menuju cita-cita Pancasila. Sehingga secara material seolah-olah lahir suatu UUD baru karena di dalam “bungkusan” UU Federal No. 7 tahun 1950 yang hanya dibentuk untukmengatur suatu keadaan luar biasa karena menyangkut perubahan konstitusi. kedua cara tersebut sulit dilakukan meskipun secara teoretik memungkinkan. dan RI Proklamasi) meleburkan diri membentuk negara kesatuan RI yang baru samasekali dengan UUD yang baru pula. Secara formal memang UU Federal No. 190 KRIS) No. dan lain-lain negara). PBB. diantaranya untuk memperoleh pengakuan dari negara lain. berdasarkan prinsip-prinsip yang bau pula. bukan pengganian konstitusi. Hal itu karena akan membawa konsekuensi internasional yang besar. Oleh karena itu.

ternyata justru mengakibatkan timbulnya instabilitas disegala bidang kehidupan. Bahkan separoh anggotanya menyatakan tidak akan hadir lagi dalam pertemuan-pertemuan Konstituante.5 tahun. bukan kepada Pemerintah. baik politik. terutama pembangunan bidang ekonomi. Akibat silih bergantinya kabinet.1. Hasil Pemilu 1955 tidak mencerminkan dalam DPR suatu perimbangan kekuatan politik yang sebenarnya hidupdalammasyarakat. di mana menteri-menteri baik secara kolektif maupun individual bertangung jawab kepada DPR. bahkan menimbulkan pertentanganpertentangan keamanan serta penyelewengan-penyelewengan dalammasyarakat. ekonomi. 2. 2. Keadaan ini berakibat silih bergantinya kabinet yang rata-rata hanya berumur 6 atau 8 bulan. Mukadimah UUDS 1950 tidak berhasil mendekati perumusan otentik Pembukaan UUD 1945. yang dikenal sebagai Declaration of Independence bangsa Indonesia. Kegagalan Konstituante membentuk UUD yang tetap bagi Negara Kesatuan RI. sehingga pemerintahan tidak dapat berjaan dengan baik karena tidakmampu menyusun program serta tidak mampu menyalurkan dinamika masyarakat kea rah pembangunan. 5. Atas dasar hal tersebut maka Presiden sebagai badan yang bertanggung jawab pada saat itu menyatakan bahwa hal yang demikian menimbulkan keadaan ketatanegaraan yang . Keadaan itu terjadi disebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut : 1. D. dan kemakmuran rakyat. Misalnya : masih banyak kekuatan sosial politik dari daerah-daerah dan golongan yang belum terwakili dalam DPR. Demikian pula perumusan Pancasila dasar negara juga terjadi penyimpangan dari yang tertuang dalam Alinea IV Pembukaan UUD 1945. Kegagalan Konstituante lebih disebabkan karena seharusnya bertugas membuat UUD Negara RI ternyata membahas kembali dasar negara. meskipun telah bersidang selama 2. Dekrit Presiden 5 Juli 1959 Penelenggaraan Pemilu tahun 1955 yang diharapkan dapat menjadi obat mujarab bagi terwujudnya keamanan. Berlakunya kabinet ministerial/parlementer. Pemerintah tidak dapat menyalurkan dinamika masyarakat ke arah pembangunan. 4. sosial. Makin berkuasanya modal-modal raksasa asing terhadap perekonomian nasional. ketertiban. sehingga jalannya pemerintahan tidak pernah stabil. Sistem liberal yang dianut UUDS 1950 mengakibatkan kabinet jatuh bangun. Secara ideologi. 3.maupun HANKAM.

b. 12 Prp. Arti Dekrit Dekrit adalah suatu putusan dari organ negara tertinggi (kepala negara atau organ lain) yang merupakan suatu penjelmaan kehendak yang bersifat sepihak. Tidak berlakunya lagi UUDS 1950. dan bangsa … Dan atas dasar inilah akhirnya dikeluarkan dekrit atau pernyataan pada tanggal 5 Juli 1959. nusa. yang tindakan itu diambil berdasarkan suatu keadaan darurat yang telah diatur dalam peraturan perundangan (UU Darurat) yang berlaku. berdasarkan UU No. Membubarkan Konstituante. yang isinya sebaai berikut : a. Dalam ilmu hukum landasan suatu dekrit disebut “Hak atau Hukum Darurat Negara” yang secara teoretik dibedakan menjadi 2 yaitu “Hukum Darurat Negara Subyektif” dan “Hukum Darurat Negara Obyektif”. dan c. yaitu suatu keadaan hukum yang memberi wewenang kepada organ negara tertinggi untuk bila perlu mengambil tindakantindakan hukum meskipun melanggar hak asasi rakyat.membahayakan persatuan dan keselamatan negara. . Berlakunya Hukum Darurat pada umumnya bersifat sementara yaitu sampai keadaan bahaya/darurat yang terjadi teratasi. Contoh : Dekrit Presiden 5 Juli 1959. Tahun 1956. Contoh : Surat Perintah 11 Maret 1966. Menetapkan berlakunya kembali UUD 1945. bahkan jika perlu UUD demi keselamatan negara dan bangsa serta tata hukumnya berdasarkan pertimbangan atau penilaiannya sendiri (subyektif) atas keadaan hukum (bahaya) yang sedang terjadi. UU. 1) Hukum Darurat Negara Subyektif adalah suatu keadaan hukum yang memberi wewenang kepada organ negara tertinggi untuk (bila perlu) mengambil tindakan-tindakan hukum dengan (meskipun) melanggar hak asasi rakyat. Landasan pokok dikeluarkannya dekrit pada umumnya adalah suatu keadaan darurat yang dianggap ada pada suatu waktu di dalam negara sehingga keselamatan negara dan bangsa terancam oleh bahaya. dan setelah itu kembali berlaku peraturan perundang-undangan biasa. Demikian pula yang semestinya berlaku untuk Dekrit Presiden 5 Juli 1959 maupun Super Semar 1966. 2) Hukum Darurat Negara Obyektif.

Sebagaimana kita ketahui bahwa setelah Dekrit Presiden 5 Juli 1959 keadaan ketatanegaraan RI berangsur-angsur stabil. 3) Membentuk Dewan Penasehat Presiden yang disebut Dewan Pertimbangan Agung (DPA) di mana anggota-anggota diangkat atas inisiatif Presiden sendiri melalui Penpres No. Dengan demikian hukum revolusi pada waktu itu dianggap sebagai hukum tertinggi dalam negara. 2 tahun 1959 dibentuk MPRS dengan menambah anggota-anggota DPR-GR dengan sejumlah wakil-wakil golongan fungsional dan daerah sesuai dengan ketentuan yang termuat dalamUUD1945. Revolusi dianggap sebagai sumber dari segala sumber. Pandangan itu berpokok pangkal pada ajaran “Revolusi Permanen” di bawah seorang Pemimpin Besar Revolusi (PBR) yang mengatur dan mengemudikan revolusi. sehingga dipermaklumkan melahirkan hukum-hukum revolusi. Di bidang politik terlihat adanya upaya memusatkan kekuasaan yang makin besar di tangan Presiden dengan mengabaikan konstitusi yang menganut sistem pembagian dan pemisahan kekuasaan negara. di atas dan di luar UUD. kemudian disusul pembentukan DPD-GR yang anggota-anggotanya ditunjuk oleh Presiden sendiri. 3 dan 4 tahun 1959. Usaha-usaha itu tampak pada tindakan-tindakan Presiden melalui pembentukan Keppres dan Perpres melakukan pengaturan terhadap kelembagaan negara. sedangkan para Menko dikoordinasi sendiri oleh seorang . seperti dalih “Revolusi belum selesai dan tidak akan selesai sebelum tercapai masyarakat yang adil dan makmur”. 4) Membentuk badan-badan negara yang tidak diatur dalam UUD1945. Akibatnya PBR merasa berhak mengeluarkan peraturan-peraturan yang sering bertentangan dengan ketentuan-ketentuan UUD1945. seperti Front Nasional di Pusat dan daerah dan Badan Pengawas Aparatur Negara yang anggota-anggotanya ditunjuk oleh Presiden sendiri (Penpres No. Presiden seolah-olah ada di puncak piramida dan sekaligus merangkapsebagaiperdana menteri. seperti : 1) Pembekuan (hakikatnya pembubaran) DPR hasil Pemilu 1955 berdasarkan Penpres No. 2) Berdasarkan Penpres No.7 tahun 1959). termasuk sebagai sumber dari segala sumber hukum. 3 tahun 1959. Dibawahnya duduk para Menko yang masing-masing mengoordinasi lagi dibawahnya sejumlah menteri/departemen. 5) Re-organisasi cabinet/integrasi badan-badan kenegaraan tertinggi secara piramidal di dalam tubuh cabinet. Tetapi nampaknya keadaan itu dimanfaatkan oleh kelompok komunis untuk menanamkan ideologi yang marxistis.

karena Pancasila telah menjadi pandangan hidup bangsa dan sebagai jiwa bangsa. 6) Pengangkatan Presiden Soekarno menjadi PBR dan Presiden seumur hidup oleh MPRS. Pada hal antara Manipol Usdek dan konsep Nasakom tidak identik dengan Pancasila. Indramayu. PKI berusaha untuk menancapkan kekuasaannya dengan membangun komunisme internasional terutama dengan RRC dan langkah pertamanya adalah membentuk poros Jakarta-Peking. disetai dengan pembunuhan kejam terhadap sejumlah pahlawan revolusi (Jend. Tanggal 1 Oktober 1965 bagi bangsa Indonesia merupakan tonggak demarkasi (tonggak batas) antara Orde Baru yang berpusat di Kostrad dan Orde Lama yang . Peristiwa itu antara lain adalah dibangkitkannya sentiment bangsa Indonesia untuk berkonfrontasi dengan Malaysia serta diciptakannya situasi provokatif seperti peristiwa Kanigoro. pemberontakan Gestapu PKI dapat digagalkan dalam 1 hari berkat kesaktian Pancasila. E. Atas dasar peristiwa itulah maka tanggal 1 Oktober 1965 oleh bangsa Indonesia diperingati sebagai “Hari Kesaktian Pancasila”. Hal itu dilakukan dalam program 100 menteri.wakil perdana menetri atau menteri pertama.) yang tidak berdosa di Lubang Buaya. Bandar Betsy. Pemberontakan G-30-S/PKI dan Lahirnya Orde Baru Infiltrasi politik PKI beserta pengikut-pengikutnya telah menyusup ke dalam alat-alat perlengkapan negara terpenting dan telah memainkan peranan besar dalammenumbuhkan ketegangan sosial serta konflik-konflik dalam masyarakat. bahkan secara filosofis religius bertentangan dengan jiwa dan semangat Pancasila. Pemberontakan PKI tersebut merupakan upaya nyata untuk mengganti secara paksa ideologi dan dasar filsafat negara Pancasila dengan ideologi komunis-marxis. Berkat lindungan Allah Yang Maha Kuasa. bangsa Indonesia tetap kokoh berpegang teguh pada ideologi Pancasila meskipun ada upaya mengganti secara paksa. Boyolali. Ahmad Yani dkk. dll. Serentetan peristiwa dicoba oleh PKI dengan tujuan utama mengganti Ideologi Pancasila dengan ideologi komunis-marxis seperti dengan menampilkan ideologi Manipol Usdek dan konsep Nasakom serta mengemukakan semboyan “Siapa anti Nasakom adalah anti Pancasila”. Puncak dari semua peristiwa tersebut adalah meletusnya pemberontakan Gestapu atau G-30-S PKI pada tanggal 30 September 1965 untuk merebut kekuasaan sah Pemerintah dan Negara RI yang diproklamasikan tanggal 17 Agustus 1945. Di samping itu.

Gelombang aksi rakyat tersebut muncul di mana-mana dengan suatu tuntutan yang dikenal dengan nama “TRITURA” (Tiga Tuntutan Rakyat) sebagai perwujudan dari tuntutan rasa keadilan dan kebenaran. Soeharto melalui suatu Surat Perintah tanggal 11 Maret 1966 (Super Semar). Pembersihan cabinet dari unsure-unsur G-30-PKI. Dalam sidang MPRS IV/1966. dalam sidang MPR tahun 1973 rupanya masih dipandang perlu untuk tetap mempertahankan adanya wewenang khusus kepada Presiden/Mandataris MPR . oleh karena itu maka Presiden/Panglima Tertinggi memberikan kekuasaan penuh kepada Panglima Angkatan Darat Let. serta mengamankan 15 orang menteri yang mempunyai indikasi terlibat G-30-S PKI. Orde Lama akhirnya tidakmampulagi menguasai kepemimpinan negara. Penurunan harga. tetapi bersumber pada kedaulatan rakyat {Pasal 1 ayat (2) UUD 1945}.IX/MPRS/1966. Sedangkan tatanan masyarakat dan pemerintahan yang berlangsung sejak Dekrit Presiden 5 Juli 1959 sampai dengan terjadinya tragedi nasional pemberontakan G-30-PKI tanggal 30 September 1965 dalam sejarah Indonesia disebut sebagai masa Orde Lama.berpusat di lapangan Halim Perdanakusuma. Orde Baru pada hakiktnya adalah suatu tatanan masyarakat dan pemerintahan yang bertekad mengembalikan dan melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen. Tugas pemegang Super Semar adalah memulihkan keamanan dengan jalan menindak pengacau keamanan yang dilakukan oleh PKI beserta ormas-ormasnya. 2. Jend. Super Semar diterima dan diperkuat dengan diangkat menjadi Tap MPRS No. Pembubaran PKI dan ormas-ormasnya. Kesatuan Aksi Guru Indonesia (KAGI) dan lain sebagainya.Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI). membubarkan PKI dan ormas-oramasnya. Dengan demikian berarti keberadaan Super Semar tidak lagi bersumberkan pada Hukum Darurat Negara. seperti Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI). Setelah terbentuk MPR hasil Pemilu 1971. Masa Orde Baru dimulai pada tanggal 1 Oktober 1965 sampai dengan 23 Mei 1998.di mana selama masa Orde Lama telah terjadi banyak penyimpangan yang disebabkan karena kuatnya pengaruh ideologi komunis-marxis pada saat itu. dan 3. Adapun isi Tritura adalah sebagai berikut : 1. Adapun suatu tatanan masyarakat dan pemerintahan sesudah 21 Mei 1998 sampai sekarang disebut masa Reformasi. Lahirnya Orde Baru diawali dengan munculnya aksi-aksi yang dilakukan oleh seluruh komponen masyarakat.

mengambil tindakan-tindakan untukmembersihkan aparatur negara dari semua bentuk penyelewengan-penyelewengan. 4. ekonomi rakyat semakin terpuruk. membina kehidupan asyarakat agarsesuai dengan demokrasi Pancasila. yaitu dampak krisis ekonomi Asia terutama Asia Tenggara sehingga menyebabkan stabilitas politik menjadi goyah. Kondisi itu diperparah dengan merajalelanya praktek Korupsi. X/MPR/1973).agar dapat dipergunakan pada saat-saat persatuan bangsa dan pembangunan nasional terancam (Tap MPR. Bahkan wewenang Presiden dalam Tap No. X/MPR/1973 di samping hal-hal di atas juga memuat 3 wewenang/ kekuasaan lain. 3. melaksanakan politik luar negeri yang bebas aktif dengan orientasi pada kepentingan nasional. Bunyi perubahan isi Super Semar sebagaimana termaktub dalam Tap 43/MPRS/1968 : 1. sehingga membawa rakyat semakin menderita. memeliharapersatuan bangsa dan tegaknya negara persatuan RI atas landasan Pancasila dan UUD1945. Praktek-praktek pemerinahan di bawah rezim Orde Baru ternyata hanya membawa kebahagiaan semu. F. No. Lahirnya Gerakan Reformasi Pelaksanaan GBHN 1998 pada PJP II PELITA Ketujuh bangsa Indonesia menghadapi bencana hebat. mengambil semua tindakan yang dianggap perlu untuk mencegah kembalinya G30-S PKI. mengamankan kebijaksanaan pengembalian pelaksanaan UUD 1945. . sistem perekonomian menjadi kapitalistik di mana kekuasaan ekonomi hanya berada pada sebagian kecil pejabat dan konglomerat.X/1973 lebih luas dan lebih besar daripada ketentuan Super Semar yangtelah diperbaharui dengan TapNo. 43/MPRS/1966. Kolusi. dan Nepotisme yang telah merambah hampir ke seluruh instansi dan lembaga pemerintahan. 3. yaitu : 1. 2. Adapun isi Tap No. melanjutkan pelaksanaan Pembangunan Lima Tahun dan menyusun serta melaksanakan Rencana Lima Tahun II dalam rangka GBHN. 2. serta penyalahgunaan kekuasaan dan wewenang di kalangan para pejabat dan pelaksana pemerintahan. Demikianlah Orde Baru berangsur-angsur melaksanakan program-programnya dalam upaya untuk merealisasikanpembangunan nasional sebagai perwujudan pelaksanaan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen.

Dalam penerapannya. sehingga timbul berbagai gerakan masyarakat yang dipelopori mahasiswa.1998 : 5). dan kelompok wiraswastawan oligopolistik yang bekerjasama dengan masyarakat bisnis internasional. Terjadinya pergantian jabatan Presiden kemudian disusul dengan pembentukan kabinet Reformasi Pembangunan dengan program pokok melakukan reformasi menyeluruh di segala bidang kehidupan berbangsa dan bernegara. Sistem politik dikembangkan kea rah system “Birokratik Otoritarian” dan suatu sistem “Korporatik” (Nasikun.J. DPR dan MPR menjadi mandul karena sendi-sendi demokrasi telah dijangkiti penyakit nepotisme. dan diikuti pula dengan reformasi hukum beserta aparat penegaknya. namun kenyataannya hanya menguntungkan sekelompok kecil yaitu para elit ekonomi dan para pejabat. Pada sisi lain rakyat dikelabuhi dengan berbagai macam program yang mengatasnamakan rakyat. Habibie sebagai pengganti kedudukan Presiden. dasar moral etik bagi negara dan aparat pelaksana negara dalam kenyataannya digunakan sebagai alat legitimasi politik. kaum cendekiawan dan masyarakat sebagai gerakan moralpolitik yang menuntut dilakukannya “Reformasi” disegala bidang.sehingga hamper di seluruh tanah air banyak pejabat melakukan KKN untuk kepentingan pribadi. serta reformasi pada berbagai instansi pemerintahan termasuk (yang lebih mendasar) pada kelembagaan tinggi dan tertinggi negara. kelompok cerdik cendekiawan. ekonomi. khususnya pada susunan dan kedudukan DPR dan MPR.Para wakil rakyat yang seharusnya membawa amanat rakyat dalam kenyataannya tidakdapat berfungsi secara demokratis. Semua kebijaksanaan dan tindakan penguasa mengatasnamakan Pancasila. Puncak dari keadaan tersebut ditandai dengan hancurnya ekonomi nasional. kemudian disusul reformasi bidang ekonomi. Gerakan reformasi itu menampakkan hasilnya diawali dengan mundurnya Soeharto dari jabatan Presiden pada tanggal 21 Mai 1998 dan kemudian disusul dengan dilantiknya B. Reformasi pertama-tama dilakukan dibidang politik dengan mengubah 5 paket UU Politik tahun 1985. kelompok militer. Pancasila yang seharusnya berfungsi sebagai sumber nilai. terutama bidang politik. istilah reformasi ternyata banyak disalah-artikan sehingga gerakan masyarakat untuk melakukan perubahan dengan mengatasnamakan . Sistem ini ditandai dengan konsentrasi kekuasaan dan partisipasi di dalam pembuatan keputusan-keputusan nasional yang berada hamper seluruhnya pada tangan penguasa negara. dan hukum. bahkan kebijaksanaan dan tindakan yang bertentangan sekalipun diistilahkan sebagai pelaksanaan Pancasila yang murni dan konsekuen.

gerakan reformasi justru tidak sesuai dengan makna dan pengertian reeformasi sendiri. pusat-pusat kegiatan ekonomi. Secara harfiah “Reformasi” memiliki makna suatu gerakan untuk memformat ulang. dan yang paling memprihatinkan adalah melakukan pengerahan massa untuk melakukan merusak berbagai infra struktur fasilitas umum. 1998: 1). Penyimpangan terhadap makna reformasi itu misalnya : pemaksaan kehendak dengan menduduki kantor atau instansi baik negeri maupun swasta. . melakukan pengrusakan. instansi pemerintah yang disertai dengan penjarahan dan penganiayaan. memaksa untuk mengganti pejabat pemerintahan. pertokoan. Pengertian inilah yang seharusnya menjadi acuan berbagai gerakan masyarakat sehingga agenda proses reformasi benar-benar berjalan sesuai dengan tujuan idealnya. menata ulang atau menata kembali hal-halyang menyimpang untuk dikembalikan pada format atau bentuk semula sesuai dengan nilai-nilai ideal yang dicita-citakan rakyat (Riswanda.