P. 1
PILKADES

PILKADES

|Views: 73|Likes:
Published by Anton Wicaksana

More info:

Published by: Anton Wicaksana on Apr 30, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/11/2013

pdf

text

original

PILKADES; MENGEJAR SAPEKEN

(Setitik Harapan Dari Seberang) Oleh : Muarif (Mahasiswa IAIN dan HIMAS Surabaya)

Tahun ini, dalam beberapa waktu dekat, pemilihan kepala desa (PilKaDes) di Sapeken akan digelar. Pilkades secara langsung dengan partisipasi penuh seluruh elemen masyarakat sapeken. Menurut salah satu sumber, pilkades yang berlangsung di sapeken diikuti oleh enam pulau yang ada di sekitarnya seperti Pulau saibus, Saur, dll akan meyuarakan aspirasinya dalam pilkades di sapeken. Pemilihan langsung digelar guna meminimalkan ekses sekaligus mendapatkan kepala desa yang benar-benar pilihan masyarakat. Namun kualitas atau tidaknya kepala desa yang terpilih tidak lepas dari situasi masyarakat (baca: massa), dimana mereka punya andil cukup besar. Potensi konflik yang mungkin muncul mengingat pelaksanaan pilkades di sapeken jarak waktunya berdekatan dengan pilgub jatim 2008 dan pemilu 2009 mendatang, bisa jadi massa pendukung mengalami perbedaan dan perpecahan suara di dalamnya. Perbedaan ini dapat menyebabkan benturan massa pendukung atau partai. untuk itu, kesadaran dan kecerdasan politik masyarakat yang tinggi, serta kearifan politik parpol untuk sanggup menerima menang dan kalah menjadi factor penting kesuksesan pilkades di sapeken itu. Detik-detik menjelang pilkades suhu pilkades, dll, suhu politik semakin menghangat. yang kasat mata, ruang public biasanya dipenuhi dengan parade aneka baliho, poster, jargon, iming-iming, dan nilai jual program. Yang tidak kasat mata adalah gerilya, maneuver, dan deal-deal politik dalam mencari dukungan dan simpatisan yang tidak mungkin diungkap secara telanjang ke public. Politik uang atau money polityc adalah penyakit kronis yang masih menggerogoti sebagian parpol di Indonesia. Bukan rahasia lagi jika “tiket” memasuki pilkades, dll, melalui partai politik ataupun tidak sangat mahal. Kelak, masyarakat sapeken juga menghendaki figure kepala desa yang lebih punya loyalitas dan komitmen pada kepentingan masyarakat.

Kompetensi mungkin bisa dibangun melalui kecerdasan dan pengalaman. pengusaha. tipe ini akan selalu ada.Kecenderungan Pemilih Dalam Pilkades Sapeken 2008 Perlu diingat. rasanya tak lengkap jika tidak menyebutkan tipe pemilih yang ketiga. Tipe ini adalah tipe pragmatis. pelpres. Pemilih rasional akan lebih menimbang kualitas dari pada popularitas. Adalah fakta. tapi bagaimana dengan integritas dan kepeduliannya kepada rakyat kecil yang setiap harinya dihimpit beragam problem ekonomi dan pemenuhan kebutuhan hidup? Masih tentang tipe pemilih. pilkada. kepopuleran ini adalah salah satu modal yang cukup penting. Dalam setiap momen pemilihan. lain pula pemilih rasional. Lain pemilih tradisional. bahwa mayoritas pemilih dalam pilkades sapeken adalah pemilih tradisional. Sebetulnya kurang sreg kalau dikatakan tipe pemilih. figure calon tidak harus populer. untuk pilkades sapeken-menurut salah satu sumber. Dua hal inilah yang diharapkan mampu membawa perubahan bagi sapeken ke depan. Ditambah promosi mereka kepada public lewat kampanye dll. Integritas dan kompetensi pemimpin inilah yang sebenarnya lebih dibutuhkan masyarakat kepulauan sapeken. Tipe pemilih inilah yang tidak punya pendirian dan sering . bagi kaum ini. mayoritas masyarakat adalah menengah ke bawah. Punya integritas dan kompetensi serta peduli dengan rakyat kecil menjadi factor penarik minat untuk dipilih (figure calon yang popular belum tentu dekat dan peduli dengan rakyat). pilkades. Bagi tipe pemilih ini. dll. Tentunya. Dari sisi popularitas. Jumlah pemilih ini (rasional) lebih sedikit disbanding tipe pertama (tradisional). karena sebenarnya berjumlah sedikit dan kesenangannya adalah mengail di air keruh. Tipe pemilih ini umumnya didominasi oleh masyarakat “terpelajar” atau masyarakat “perkotaan”. dan bisnismen. Hal ini tak lepas dari posisi mereka yang masih merupakan ada yang berlatar belakang da’I. semua calon yang muncul saat ini cukup pupuler dan dikenal masyarakat. Integritas dan kompetensi akan menentukan sejauh mana program-program kerja dan strategis peningkatan kualitas kehidupan masyarakat sapeken dirancang dan diimplementasikan. dimensi popularitas dan dikenal tidaknya sang kandidat oleh pemilih sudah cukup menjadi pertimbangan bahwa sang calon layak untuk dipilih.

Menanti Arah Perubahan Sapeken Dalam setiap momen pergantian kepemimpinan. kemenangan. orang terdorong untuk berubah karena ia “melihat” urgensi untuk berubah. Harapan perubahan ini selalu mengarah pada hal yang lebih baik. kesalahan. kekalahan. Namun saya secara pribadi sangat menyayangkan “Debat Kandidat” yang diselenggarakan oleh himas tidak mendapat respon yang baik dari masyarakat. anda bisa memilih sendiri masuk pada kelompok yang mana. Masyarakat sapeken dituntut cerdas memilih pemimpin dan tidak terbuai janji politik an sich. pada saat itulah ia telah menandatangani kontrak politik terhadap rakyat. dari masyarakat kota ataupun yang tinggal di pelosok desa. Dia akan memilih calon yang lebih memberinya keuntungan material atau financial meskipun tidak sesuai dengan hati nuraninya. Ketika para kandidat bersedia dan sanggup mencalonkan diri. dan selanjutnya “melakukan” perubahan. Dari tiga tipe pemilih di atas. “merasakan” kepentingan untuk berubah. Di dalamnya berisi kesediaan untuk menjalankan amanah masyarakat sapeken. Kepala desa dapeken akan datang harus mampu memberikan solusi pada beragam masalah kemiskinan hingga kesehatan. Pilkades tak akan ada artinya jika tidak mampu membawa perubahan bagi masyarakat sapeken. urgensi bisa juga berwujud kesuksesan. Pilkades sapeken adalah bagian dari proses demokrasi dan pendidikan politik bagi masyarakat. dan keuntungan yang mungkin diraih dengan merangkul perubahan. dan kerugian. baik yang sudah terjadi maupun yang masih berupa potensi dan kemungkinan untuk terjadi. secara otomatis akan selalu muncul harapan suatu perubahan. Tipe ini bisa muncul dari kalangan terpelajar atau tidak. Urgensi untuk berubah bisa terlihat dalam wujud kegagalan. padahal itu salah satu bagian dari proses “pendidikan politik” dan “melek politik” bagi masyarakat sapeken. Menurut Jhon P Kotter dalam bukunya “the Heart of change”. .menipu hati nuraninya sendiri. Diskursus dan diskusi (formal ataupun non formal) yang marak menjelang pilkades adalah wahana efektif bagi masyarakat sapeken untuk “melek politik’.

belum lagi kering air mata keedihan tragedi amuk massa di Tanjung Kiaok yang meminta korban nyawa. Pihak yang melakukannya selalu mengklaim behwa mereka berangkat . Ingin pemimpin berkualitas atau tidak. Ditambah lagi tawuran pemuda antar pulau (kita ingat beberapa tawuran yang terjadi di kepulauan Sapeken) menambah deretan panjang prilaku anarkis dan kekerasan itu. Dan dendam pun kembali disemai. SELAMAT MEMILIH PEMIMPIN…! Diposkan oleh Rina Hafidiz di 02:07 0 komentar MENGHENTIKAN PRILAKU KEKERASAN DI SAPEKEN DENGAN MEMBANGUN KESADARAN ”BAJOISME” Oleh : Muarief Masih segar dalam ingatan kita.Hari bagi masyarakat sapeken menentukan nasibnya semakin dekat. sehingga prilaku anarkis acapkali menjadi jawaban atas persoalan atau kehendak yang ingin dicapai? Memeang tidak mudah untuk menjawabnya. Yang pasti. Mengapa kekerasan dan prilaku anarkis terus terjadi di sekeliling kita? Ada apa dengan kita? Ada apa dengan kemanusiaan. Semua pihak mengutuk aksi kekerasan tersebut. semua terpulang pada masyarakat sapeken sendiri. alasan. Yang harus tetap diingat. jangan sampai hari esok lebih buruk karena kita salah memilih dan menentukan pemimpin. dan seterusnya. kecerdasan politik masyarakat sapeken dalam memilih pemimpin ditunggu. Berkualitas atau tidaknya kepala desa nanti juga merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat sapeken yang mempunyai hak untuk menentukan. Pendidikan politik bagi masyarakat sapeken harus terus digalakkan. danmenghina kemanusiaan. bermacam-macam dasar pandangan. Ingin berubah kea rah yang lebih baik atau tidal. Akhirnya. pilkades harus membawa perubahan ke depan yang lebih baik. Tapi pilkades adalah untuk seluruh masyarakat sapeken. selalu ada sebagian latar. simpulan. Bukankah korban memiliki keluarga lain dan komunitas? Korban da keluarga memiliki saudara sesama manusia yang secara naluriah ikut bersedih. melukai kehormatan sebagai sebuah ”kepulauan ibadah”. Karena momen pilkades bukan hanya untuk segelintir elit dan broker politik yang ingin melampiaskan hasrat politiknya. Sekali lagi. Suasana politik semakin menghangat dan akan terus menghangat. Kearifan dan kecerdasan masyarakat dalam menentukan pilihan dalam pilkades akan diuji. Dari sebuah pristiwa yang terjadi.

Kejadian-kejadian semacam tersebut di atas harus berhenti dan dihentikan. Justru perbedaan itu merupakan sebuah berkah kehidupan. Kekerasan adalah muara dari kesombongan dalam memandang diri. ras. Bukankah kita diciptakan berbeda satu dengan yang lainnya? Perbedaan-perbedaan itu tidak mesti disikapi dengan saling curiga atau bermusuhan. jutaan orang mati. Semua perbedaan dan kehendak . sejarah. Kenyataan inilah yang memilukan dan mengiris-iris batin. tak pernah membuat keadaan menjadi lebih baik.dari kebenaran. santun. Selain soal komunikasi. Tapi yang justru terjadi. dan banyak lagi. tapi pada akhirnya kemenangan yang diperoleh lewat kekerasan itu menjadi jalan yang tak nyaman dilalui dan kemudian tenggelam. baik pada zaman moderen maupun yang tersurat dalam kitab-kitab. Jika kita terbiasa menggunakan kekerasan sebagai solusi atas stagnasi yang terjadi. Kita tidak bisa menerima ini. Hal seperti ini pernah dilakukan oleh kesombongan kulit putih warga Amerika terhadap kulit hitam pada masa Abraham Linclon (baca: Ras). setara dan bermartabat. Menganggap diri atau pihak sendiri yang memiliki otoritas kebenaran. kelompok. kekerasan juga adalah soal cara menyikapi perbedaan pandangan. dan tidak tersumbat. Kekerasan hanya akan membuat kita semakin terpuruk dari sisi apa pun. Itu belum lagi gerbong-gerbong kepentingan yang berbeda. Ketidak mempuan itu kemudian diwujudkan dengan cara pemaksaan kehendak. dengan pemahaman yang bagaimanapun juga. Apa kurangnya jalan kekerasan yang diambil oleh Jengis Khan dalam mencapai tujuan. korban justru lahir dari pihak-pihak yang tak ikut bersangkut-kait dengan persoalan. semestinya menyadari bahwa kehidupan ini terdiri dari sederetan barisan panjang kafilah. Atau ketidakmampuan menjadikan dialog sebagai jembatan untuk mencapai hasrat. karena ia menutup segala kemungkinan dialog. Para pihak. jika komunikasi antar manusia. Kita dapat membangun sebuah kesadaran bahwa dunia tidak hanya berisi ”semata kita” tapi juga ada pihak ”mereka” yang mungkin berbeda keyakinan. bisa dalam bentuk suku. Padahal. maka kesadaran itu seharusnya melahirkan suatu sikap. dll) mungkin sebuah tanda bahwa ada pihak-pihak yang tidak mampu membnagun sebuah komunikasi yang bermartabat penuh kehormatan dengan pihak lain. bagi kemanusiaan yang ia bengun (baca: tragedi kematian Hitler). kekerasan. tidak terlibat dengan persoalan yang sesungguhnya. dan menyatakan pihak lain sebagai pihak yang bersalah dan harus mendapat hukuman. melalui sebauh jalan pintas yang tidak manusiawi. tetapi sejarah kemudian membuktikan bahwa keberhasilan yang ia capai dengan mengoyak-ngoyak jaring kemanusiaan itu pada akhirnya menjadi petaka baginya. agama. dan sebagainya. Menidakkan kemajemukan sama artinya dengan menidakkan sunnatullah. bahkan komunikasi antar ideologi. bahwa antara satu dengan yang lain mesti membnagun kebersamaan. Hitler juga pernah langkah serupa. Tak terhitung lagi jumlah korban untuk kemenangan itu. bahasa. Yang jadi korban justru pihak-pihak yang tidak tahu apa-apa. dapat terbangun secara baik. Dalam banyak kasus. maka ”kekerasan” tidak akan pernah muncul sebagai sebuah ”bentuk komunikasi”. bangsa. beragam keinginan. Kekerasan (amuk massa. tawuran. perang. atau tidak menjadi alternatif dama sekali. sedang pihak lain sebagai pihak yang lebih rendah dan hina. Cara pandang yang semacam ini memang akan selalu menimbulkan benturan. terorisme. dan lain-lain. Kekerasan harusnya menjadi alternatif terakhir dalam setiap perbedaan atau pertentangan. lembut. Ketika kita sadar bahwa dunia ini beragam. maka samalah artinya kita secara sengaja dan terus menerus mengikis nilai-nilai kemanusiaan itu sendiri.

jika kita menyaksikan beberapa tragedi kekerasan yang terjadi. ini didukung oleh pulau yang membentuk watak mereka yang hanya luasnya kurang lebih 2. 29 Agustus 2008 MEMBANGUN PULAU SASIIL DALAM PROYEKSI MASA DEPAN. Kepala Desa. asas kekeluargaan. juga karena latar belakang penduduk asli yang hampir seluruhnya adalah etnis ”Bajo”. ada apa dengan masyarakat ”Same” kita? Apakah nilai dan budaya Bajo kita telah terkoyak-koyak? Oleh karena itu. kita perlu membagun kembali kesadaran ”Bajo-isme” (semangat bajo kita. atau bisa jadi sudah berada di alam lain. Hadaanallahu wa iyya kum Ajma‟in Diposkan oleh Rina Hafidiz di 02:05 0 komentar Jumat. dll) dengan memprioritaskan kepentingan bersama di atas segala-galanya. Enis ”Bajo” yang juga disebut ”Same”. SEBUAH KENISCAYAAN (Sebuah Renungan Singkat) Oleh : Muarif Barangkali 50-100 tahun ke depan. Sebagaimana kita ketahui. sejak awal dikenal sangat relegius. orang tua seperti Bapak Mahamud. mereka hidup bermasyarakat di pantai-pantai dengan rumahrumah panggung yang terbuat dari kayu dan bambu. akan memberikan hasil yang baik dan maksimal.000 jiwa itu (baca: pesantren Abu Hurairah). Kita harus secara terus menerus belajar untuk percaya bahwa interaksi yang santun lembut serta penuh kehormatan. sisanya adalah etnis Bugis. dengan kesantunan yang tinggi. MEMBANGUN KESADARAN ”BAJO-ISME” Kepulauan Sapeken merupakan gugusan pulau 22 pulau-pulau mini dengan penduduk 35. ma di laut kite esso” . Selain banyak didatangi oleh para ulama yang kemudian menetap (baca: tokoh moderenisme islama kepulauan sapeken). memiliki rasa kepedulian yang tinggi terhadap sesama. dan kelembutan yang menyejukkan. apa yang aka diwariskan untuk pulau yang tercinta ini.5 kilo persegi. itu adalah sebuah etnis yang unik karena kehidupan mereka yang menyatu dengan laut.seyugyanya dikomunikasikan melalui sebuah dialog yang adil. bahwa mayarakat Bajo adalah masyarakat yang terkenal dengan asas kekelurgaannya. atau generasi-generasi berikutnya? Menjawabnya tidak semudah membalikkan telapak tangan. solidaritas yang tinggi. Sungguh ironis. dan Makassar yang kemudian menyatu islami dalam komunitas masyarakat yang kultur Bajo yang dikenal islami. atau yang lainnya sudah memasuki usia senja. lebih besar dari yang mampu diberikan oleh jalan kekerasan. Dengan demikian masyarakat Bajo adalah masyarakat yang memiliki ikatan emosional senasib-sepenanggungan. Tapi butuh perenungan yang mendalam dan tentunya dengan penuh kesadaran yang sejatinya harus tumbuh mulai . Mandar. bahkan ada diantaranya yang berumah di atas ”leppa-leppa” sembari berhanyut ke lautan tradisional yang dalam seperti terungkap dalam semboyan mereka ”ma darat kite ngilantu. Namun pertanyaannya.

Jepang adalah salah satu contohnya. tidak terhenti pada masa sekarang. Pernyataan itu tidak sekedar omong kosong. dan kalaupun hidup seharusnya tidak berusia panjang” apalagi menikmati perjalanan waktu sampai 50-100 tahun ke depan. mungkin juga sebagian lagi menyangkal dengan alasan yang macem-macem. bahwa pendidikan merupakan kunci peradaban sebuah bangsa. keadaan dan kondisi pulau sasiil atau generasi (lebih tepatnya anak cucu kita) akan sama dengan kondisi sekarang. atau mungkin lebih parah lagi. berlomba menduduki jabatan kekuasaan. Kegagalan dalam membangun adalah karena ketidak mampuan dalam membaca realitas. pertanyaan saya seperti ini: ”dalam paradigma membangun kepulauan. Meminjam istilah Gie ”generasi-generasi tua yang mengacau harus disingkirkan”. Lagi-lagi pertanyaannya. Ad-Dailamy Abu Hurairah lewat pesan singkat (sms). saya pernah bertanya pada KH. ”seharusnya mereka tidak hidup. mari kita bangun kesadaran kolektif sejak sekarang.sekarang. Jika tidak. dan lain-lain ungkapan senada. Selamatkan Indonesia. Mari kita menganggap bahwa pendidikan itu penting. sebagaian orang mungkin mengiyakan. kira-kira kalau ditebak alasan mereka”itukan urusan belakangan”. sehingga banyak melahirkan manusia-manusia yang serakah dan banyak kepentingankepentingan sesaat. Dengan kata lain. paling tidak kita tidak menjadi bangsa yang bodoh dan dibodohi. Karena hanya akan menambah beban sejarah kehidupan. Wallahu a‟lamu bisshowab Diposkan oleh Rina Hafidiz di 05:33 0 komentar Rabu. Membagun dalam proyeksi masa depan artinya bahwa untuk membangun pulau sasiil harus berorientasi jangka panjang. apa yang akan kita bangun dala proyeksi masa depan itu?. Lalu dijawab oleh Beliau lewat sms pula : ”pendidikan dan SDM serta sarana yang memadai”. Dengan jawaban singkat itu. salah satu kunci dalam membangun adalah kemampuan dalam membaca dan memahami realitas itu sendiri. dan tentunya menyediakan sarana yang cukup memadai agar kita mampu bersaing di tengah pusaran global. Semoga ! Mudah-mudahan ini menjadi bahan renungan kita bersama. ketika Jepang mengalami kekalahan dalam Perang Dunia II di mana saat itu Jepang porak-poranda dan harus memulai membangun dari awal. Terhadap pikiran orang tua seperti ini seharusnya tidak perlu ditiru oleh generasi sekarang. saya bisa memahami bahwa kunci membangun sebuah peradaban adalah dengan melalui sektor pendidikan dan SDM-nya. pertama kali dibangun adalah ekonomi dan politik dengan mutu SDM yang rendah. dari mana kita harus memulai?”. Diperkuat dengan pernyataan Fazlur Rahman. Beda halnya di Indonesia. 27 Agustus 2008 ISLAM DAN DEMOKRASI Oleh : Muarif * Salah satu isu yang paling populer sejak dasawarsa abad ke-20 yang baru lalu adalah isu . Ketika membaca statemen di atas. apalagi mundur ke masa lalu yang penuh dengan ketidak jelasan.2007) Oleh karena itu. Pada suatu kesempatan. Lahirlah kemudian generasigenerasi yang mentalnya_meminjam Amin Rais-bermental irlander (baca. maka sugguh tepat langkah yang diambil adalah memulainya dari sektor pendidikan dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusianya.

. Demokrasi normatif adalah demokrasi yang secara ideal hendak dilakukan oleh sebuah negara. (5 dengan demikian. Philippe C Schimitter dan Terry Lynn Karl. demokrasi sebagai asas kenegaraan secara esensial telah memberikan arah bagi peranan masyarakat untuk menyelenggarakan negara sebagai organisasi tertinggi. oleh rakyat. Hal senada juga dikemukakan oleh Samuel P Huntington yang meragukan ajaran Islam sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi. pertama.demokrasi.(3 sementara itu. pemerintahan rakyat dan kekuasaan oleh rakyat. Sidney Hook “demokrasi adalah bentuk pemerintahan di mana keputusan-keputusan pemerintah yang penting secara langsung atau tidak langsung didasarkan pada kesepakatan mayoritas yang diberikan secara bebas dari rakyat dewasa. seperti diakui oleh Mahfud MD. karena itu dunia Islam dipandang tidak menjadi bagian dari gemuruhnya proses demokratisasi dunia. ada dua alasan dipilihnya demokrasi sebagai sistem bermasyarakat dan bernegara. pengertian demokrasi secara istilah sebagaimana dikemukakan para ahli sebagai berikut : Joseph A Schmeter. demokrasi sebagai suatu sistem pemerintahan di mana pemerintah dimintai tanggungjawab jawab atas tindakan-tindakan mereka di wilayah publik oleh warga negara. kekuasaan tertinggi berada dalam keputusan bersama rakyat. sehingga suatu bentuk pemerintahan otoriter pun terkadang mengklaim dirinya sebagai pemerintahan yang demokratis. Juan J Linze..(1 Namun di tengah gemuruh proses demokratisasi yang terjadi di belahan dunia. Demokrasi sebagai suatu sistem telah dijadikan alternatif dalam berbagai tatanan aktivitas bermasyarakat dan bernegara di beberapa negara. demokrasi merupakan suatu perencanaan institusional untuk mencapai keputusan politik di mana individu-individu memperoleh kekuasaan untuk memutuskan cara perjuangan kompetitif atas suara rakyat. kedua. makna demokrasi sebagai dasar hidup bermasyarakat dan bernegara mengandung pengertian bahwa rakyatlah yang memberikan ketentuan dalam masalah-masalah mengenai kehidupannya. Secara etimologis “demokrasi” terdiri dari dua kata yang berasal dari bahasa Yunani yaitu “demos” yang berarti rakyat dan “cratein” atau “cratos” yang berarti kekuasaan atau kedaulatan. Dalam istilah yang populer dari rakyat. Di antara indikator paling jelas dari kepopuleran tersebut adalah berlipat gandanya jumlah negara yang menganut sistem pemerintahan demokrasi. Pengertian tentang demokrasi dapat dilihat dari tinjauan bahasa dan istilah. rakyat berkuasa.(2 Pengertian demokrasi sampai pada benruknya sekarang dikenal adalah setelah melalui proses yang gradual dan evolutif disebabkan ia adalah konsep yang dinamis. dan lain-lain. ia merupakan . hampir semua negara di dunia ini telah menjadikan demokrasi sebagai asas yang fundamental. Sedangkan demokrasi empirik adalah demokrasi dalam perwujudannya pada dunia politik praktis. karena kebijkan tersebut akan menentukan kehidupan rakyat. Secara historis istilah demokrasi sudah dikenal sejak abad ke-5 SM. sifat yang dinamis dan flexible menyebabkan lahirnya sejumlah tipologi demokrasi itu sendiri seperti. demokrasi liberal.” (4 Sementara itu. pada awalnya. termasuk dalam menilai kebijakan negara. demokrasi terpimpin. dunia Islam sebagaimana dinyatakan oleh oleh para pakar seperti Larry Diamond. Affan Gaffar (pakar politik UGM) memaknai demokrasi dalam dua bentuk yaitu pemaknaan secara normatif (demokrasi normatif) dan empirik (demokrasi empirik). dan untuk rakyat. Seymour Martin Lipset tidak mempunyai prospek untuk menjadi demokratis serta tidak mempunyai pengalaman demokrasi yang cukup. Jadi secara bahasa demos-cratein atau demos-cratos (demokrasi) adalah keadaan negara di mana dalam sistem pemerintahannya kedaulatan berada di tangan rakyat. multi-impretatif dan dapat berkembang sesuai dengan konteks dan kondisi sosio-historis di mana konsep demokrasi lahir dan berkembang.

Demokrasi Barat menjadikan kedaulatan sebagai prinsip kekuasaan legislatif adalah milik rakyat. musyawarah (syuro) dan persamaan (al musawat). Padanan kemerdekaan dalam Islam adalah kebaikan budi dan kasih sayang (rahmah). Dalam Al-Qur'an. sesuatu hal yang wajar saja jika wacana dan pembicaraan tentang demokrasi selalu diasosiasikan ke dunia Barat. yang jika ditarik ke belakang sampai ke Yunani kuno.. Muhammad SAW diperintahkan untuk menunjukkan sikap pemaaf. ia telah berkembang sejak zaman Plato dan Ariestoteles ketika Al-Qur'an belum diturunkan Allah ke dunia. demikian diingatkan. Sebenarnya jika diamati lebih jauh.. Akan tetapi bukan . kedaulatan pada prinsipnya hak dan wewenang Allah yang termanifestasikan dalam syari'ah. Sementara ide-ide demokrasi modern berkembang pada abad ke-16 M menyusul tradisi pencerahan yang melahirkan ide-ide dan lembaga-lembaga sekulerisme yang dipelopori oleh Nicollo Machiavelli (1462-1527). eksekutif dan lembaga-lembaga federal oleh John Locke (16321704). berkonsultasi. serta pemisahan kekuasaan legislatif. Jika ditelusuri lebih jauh. gagasan tentang konstitusi negara dan liberalisme.respon terhadap pemerintahan monarki yang buruk dan kediktatoran penguasa di kota-negara (city-state) pada masa Yunani kuno. hak (haq).” (7 Dari rumusan Al Fanjari ini bisa dilihat bahwa dari kitab suci Al-Qur'an dapat digali masalahmasalah substansial yang berkaitan dengan prinsip-prinsip hidup berdemokrasi. sebagaimana dikutip oleh Hamid Enayat “apa yang disebut kemerdekaan di Eropa adalah persis apa yang didefinisikan oleh agama kita sebagai keadilan („adl).. dan yang terakhir adalah produk Allah bukan buatan manusia atau pun alam. Sedangkan dalam sistem Syuro. perbedaan yang signifikan antara demokrasi Barat dengan sistem Syuro atau demokrasi Islam adalah berpangkal pada pemeganh kedaulatan atau kekuasaan.ini disebabkan karena aturan-aturan kemerdekaan dan demokrasi terdiri dari pemberian keadilan dan hak kepada rakyat. Dalam rumusan Ahmad Syauqi Al Fanjari (seorang Penulis Mesir). oleh sebab itu. terdapat unsur-unsur kesamaan antara demokrasi model Barat dengan demokrasi Islam dalam beberapa hal. (6 Berdasarkan fakta historis tersebut di atas jelaslah bahwa paham demokrasi dalam bentuknya yang paling sederhana sudah lama dikenal jauh sebelum datangnya Islam. meskipun keduanya tetap mempunyai perbedaan-perbedaan karena memang keduanya lahir dan berkembang dengan latar belakang kultur dan budaya yang tidak sama. dan di dalam ayat yang sama beliau diperintahkan agar bermusyawarah dengan kaum Muslimin dalam urusan-urusan kemasyarakatan. dan padanan demokrasi adalah saling mengasihi (tarahum). disebabkan dalam prinsip dan kaedah Syuro diperhatikan pentingnya bertukar pikiran. ide negara kontrak oleh Thomas Hobbes (1588-1679). Sebagian cendekiawan Muslim menggunakan istilah Syuro sebagai padanan konsep “demokrasi Islam”. meskipun demikian bukan berarti tidak ada prinsip-prinsip berdemokrasi sama sekali dalam Islam. paham dan istilah demokrasi bukan berasal dari Islam. hanya saja kedaulatan yang berada di tangan rakyat tidaklah dipahami bahwa keputusan apapun dapat diambil tanpa batasan-batasan tertentu oleh rakyat atau melalui perwakilannya. tetapi ia di luar dunia Islam. Sebagian ilmuan Muslim berpendapat bahwa sistem dan konsep demokrasi sejak awal sejalan dengan ajaran Islam. adanya afinitas antara dua entitas demokrasi ini. dan peran serta bangsa dalam menentukan nasibnya sendiri. Dengan kata lain. Suara rakyat adalah suara Tuhan bukanlah dalam pengertian sebenarnya dikarenakan tidak ada kekuasaan yang berada di atas kekuasaan Tuhan.. bertukar pendapat mengenai berbagai masalah kemasyarakatan dan kepentingan publik.

dan lain-lain. dan lain-lain. kelompok yang berpendapat bahwa demokrasi adalah paham sekuler dan kehadirannya mesti ditolak. Sayyid Quthb. Di antara tokoh-tokoh dari kelompok ini adalah Al Maududi. Kedua. karena pada kenyataannya Allah memberikan wewenang kepada manusia untuk melakukan ijtihad. Di Indonesia diwakili oleh Nur Chalis Madjid. Islam dan demokrasi adalam dua sistem politik yang berbeda. Di antara tokoh kelompok ini adalah Syaikh Fadhallah Nuri. dan lain-lain termasuk membentuk sistem pemerintahan yang demokratis. Rasyid al Ghanaoushi. Di Indonesia diwakili oleh M. Natsir dan Jalaluddin Rahmat. Islam dan demokrasi adalah dua hal yang berbeda. berbangsa dan bernegara. Abd Fatah Morou. Ketiga. dkk. kelompok yang memandang bahwa konsep Islam sejalan dengan konsep demokrasi dengan alasan bahwa demokrasi itu sendiri sudah inklusif di dalam ajarannya. Thabthaba‟i. Munawir Sadzali. M. Amin Rais. Dengan kata lain. sedangkan Islam merupakan sistem politik demokratis kalau demokrasi didefinisikan secara substansif. kelompok yang menyatakan bahwa demokrasi adalah paham dan konsep yang mulia pada dasarnya. Di antara tokoh dalam kelompok ini adalah Fahmi Huwaidi. minimal tiga bentuk yang masing-masing merepresentasikan tiga pandangan utama: Pertama. Pendidikan Kewargaan (Civic Education): Demokrasi. Robert N Bellah. secara umum dapat dikelompokkan dalam tiga kelompok pemikiran : Pertama. yakni kedaulatan di tangan rakyat dan negara merupakan terjemahan dari kedaulatan rakyat ini. Kedua. Dengan demikian dalam pandangan kelompok ini demokrasi adalah konsep yang sejalan dengan Islam setelah diadakan penyesuaian penafsiran terhadap konsep demokrasi itu sendiri. Ketiga. pola pelaksanaan kedaulatan rakyat yang tidak keluar dari prinsipprinsip dasar ajaran Islam perlu didukung dan dikembangkan. Di Indonesia. pandangan yang ketiga ini tampaknya yang lebih dominan karena demokrasi sudah menjadi bagian integral sistem pemerintahan Indonesia dan negara-negara Muslim lainnya. Sementara Islam sebagai agama yang kaffah tidak saja mengatur persoalan akidah (teologi) dan ibadah. dan lain-lain. hubungan keduanya bersifat mutually-ekslusif.berarti manusia tidak memiliki otoritas apapun. Islam merupakan sistem politik self-suffucient. (8 Berdasarkan pemetaan yang dikembangkan oleh John L Esposito dan James P Piscatory. Islam adalah sistem nilai yang membenarkan dan mendukung sistem politik demokrasi seperti dipraktekkan negara-negara maju. dan . Islam tidak bisa disubordinatkan dengan demokrasi. dengan demikian. Islam dipandang sebagai sistem politik alternatif demokrasi. (9 Catatan : Dede Rosyada. disebabkan di dalam sistem demokrasi segala produk hukum dan perundang-undangan dibuat oleh perwakilan rakyat bukan oleh Allah. Zakaria Abdul Mun‟im Ibrahim. tetapi dalam perkembangan berikutnya mengandung bias pemikiran Barat sehingga masih perlu difilter dan diwarnai dengan jiwa yang Islami. Islam berbeda dengan demokrasi apabila demokrasi didefinisikan secara prosedural seperti dipahami dan dipraktekkan di negara maju (Barat). Al „Aqqad. karena itu demokrasi sebagai konsep Barat tidak tepat untuk dijadikan sebagai acuan dalam hidup bermasyarakat. Jika dilihat secara umum respon umat Islam terhadap demokrasi. Husen Haikal. melainkan mengatur segala aspek kehidupan umat manusia. HAM. A Syafi‟i Ma‟arif dan Abdurrahman Wahid.

para jurnalis. h 110 ibid. h 59 Dede Rosyada. h 56. termasuk akrobat (pertunjukan seni dengan keterampilan yang luar biasa) kata-kata. Drs. maka atraksi sulap politik. Ini menyebabkan peristiwa politik atau fakta-fakta politik yang sesungguhnya wajar. Pendidikan Kewargaan (Civic Education): Demokrasi. ibid. tidak jelas. imajinasi dan isu-isu politik buatan sulit dijadikan pertanda bagi perjalanan politik bangsa. h 141. pertanyaan mendasar adalah sampai di manakah perjalanan politik bangsa Indonesia sekarang ini? Tidak ada yang tahu pasti. bukan saja posisinya. 2003. Jakarta: Intimedia. HAM. Akan tetapi bagi mereka yang mampu bersikap kritis dan efektif.Masyarakat Madani. Membebaskan Sapeken Dari Tujuh Penjara Politik Oleh : Muarif Mahasiswa Fakultas Syari‟ah (Hukum Tata Negara dan Pidana Islam) IAIN Surabaya Dalam usia 100 tahun kebangkitan nasional. mendebarkan dan sulit dikalkulasi. rasional dan relatif kalkulatif berubah menjadi sesuatu yang mistis. imajinasi dan isu-isu politik. yang hampir setiap hari berganti-ganti ditambah lagi dengan permainan dari mereka yang mengaku sebagai paranormal. ibid. h 142 * Mahasiswa Fakultas Syariah (hukum tata Negara dan pidana islam) IAIN SURABAYA Diposkan oleh Rina Hafidiz di 06:51 0 komentar Sabtu. Itu semua kemudian mengaburkan perjalanan politik bangsa Indonesia. MA. dkk. Jakarta: ICCE UIN Syarif Hidayatullah. Masykur Hakim. h 141 ibid. para broker politik dan tokoh-tokoh di balik layar yang juga ikut memproduksi ilusi. h 110 ibid. 2003. 23 Agustus 2008 100 Tahun Kebangkitan Nasional. h 110 Dr. semua itu dapat dimaknakan bahwa bangsa Indonesia memang tengah menempuh perjalanan politik transisional waktu dan tempat ketika berbagai negoisasi-negoisasi ulang dalam perpolitikan dilakukan. dan Masyarakat Madani. Model Masyarakat Madani. Tanu Widjaya. dan masyarakat sendiri sekarang lebih sibuk bermain-main dengan berbagai atraksi sulap atau akrobat politik. Sebab. h 57 ibid. Bagi mereka yang tidak kritis. akrobat politik. Jakarta: ICCE UIN Syarif Hidayatullah. para pakar. ilusi. 2003. . para politisi. yang juga hampir setiap hari lakonnya. tetapi juga makna-maknanya.

wong cilik. Maksudnya. sehingga posisi humanitasnya juga setara. Tujuh penjara politik Bangsa Indonesia nampaknya belum berhasil membebaskan diri berbagai penjara politik yang selama ini megungkungnya. mitos bahwa bangsa Indonesia hendaknya jangan dipimpin oleh Presiden dari masyarakat santri. kekerasan. dan kekerasan fisik. tokoh politik tersebut adalah manusia biasa yang layak untuk dikritik dan ditegur. Ini bertentangan dengan semangat kemanusiaan yang sekarang sedang menjadi trend global yang mengkhawatirkan.Akan tetapi selalu ada pertanyaan mendasar yang mengganggu. bahkan di hukum bila berbuat salah. dan pengalaman historis sebagai pemenang yang dimanjakan atau pengalaman historis sebagai pecundang yang dikurangi. juga mahasiswa hanya diperlakukan sebagai komoditi (barang dagangan) politik dan alat politik belaka. Sakralisasi seperti ini akan membuat kehidupan politik akan cenderung berjalan kaku. kita melihat masih digunakannya kekerasan sebagai alat penyelesaian. akan meniadakan kemungkinan kontrol yang obyektif. Adanya gejala kultus individu. kekerasan politik itu akan melahirkan kekerasan politik yang baru. stigma politik. Penjara ketiga. tokoh politik dan pengikutnya sama-sama berada pada posisi human. penjara-penjara politik yang masih membelenggu bangsa Indonesia. Tetapi justru sering kebagian peran sebagai pekerja keras. sakralisasi partai. dan lain sebagainya. kekerasasan simbolik. bukan vertikal-hirarkis. kultus individu. rakyat. Termasuk kekerasan sturuktural. dianiaya. kering dan tidak luwes menghadapi berbagai kemungkinan perubahan di luar kehidupan politik. atau instrumen-instrumen yang dimanfaatkan oleh para politisi. karena ditakuti akan bertindak ekstrim misalnya. Dimanakah posisi rakyat kecil di tengah berbagai macam pertunjukan dan eksposisi politik itu? juga dimanakah posisi kekuatan moral seperti mahasiswa dan cendekiawan bebas sekarang ini? Tidak jelas benar. Adanya mitos-mitos politik ini akan menjadi penghalang besar bagi berlangsungnya transparansi proses-proses politik. dan menempatkan tokoh-tokoh politik tertentu pada posisi super human sedang para pengikutnya harus rela menempati posisi sub human atau setengah manusia. bangsa Indonesia akan kehilangan kesempatan untuk menjadi bangsa yang unggul dan siap bertarung di millennium ketiga nanti. Bahkan sakralisasi ini menyentuh pada sistem politik yang seharusnya terbuka terhadap perubahan dan koreksi yang diperlukan. Misalnya sakralisasi Pancasila. penjara historis. kekerasan massa misalnya. Mitos lain yang juga perlu dicermati adalah bahwa satu-satunya penyelamat negara adalah aparat militer. Mereka sering tidak kebagian panen politik. Baik berupa trauma sejarah. yang terasa sampai hari ini. Penjara keempat. Lebih-lebih lagi kalau adanya mitos itu kemudian sampai berfungsi sebagai bagian dari proses labelisasi pada kelompok-kelompok masyarakat tertentu. Karena yang menjadi korban kekerasan ada kemungkinan untuk melakukan balas dendam Penjara kedua. Sakralisasi. dan seterusnya. sakralisasi lembaga. padahal dalam kehidupan politik yang sehat. Adanya mitos-mitos seperti itu ternyata menyebabkan adanya kecenderungan pengambilan keputusan politik yang tidak transparan dan cenderung diskriminatif. dan dikhianati oleh pihak lain. Lebih-lebih yang tidak berhati nurani. linier. stigma sejarah. adalah : Penjara pertama. Kita yang belum berhasil . mitos-mitos politik. Dan selama belum bisa berhasil keluar dan membebaskan diri dari penjara-penjara politik itu. Penjara kelima. korban. Pola relasinya adalah horizontal-fungsional. Masih berlakunya proses sakralisasi lembaga-lembaga dan simbolsimbol pemerintahan. sakralisasi UUD 45.

dan sulit dikenai sanksi hukum jika melanggar hukum. pernah ada kebijakan pengembangan massa. sebagai contoh adalah tragedi berdarah di Tanjung Kiaok yang oleh kawan-kawan HIMAS disebut dengan peristiwa terheboh di tahun 2008 ini di Kepulauan Sapeken. yaitu sesuatu yang sulit didefinisikan sehingga sulit dimintai pertanggungjawaban. Proses untuk mencapai hasil sepertinya menjadi kurang penting. lebih bebas. tetapi akan mampu mengalami kemajuan yang berarti dan signifikan. Kita melihat masih digunakannya kekerasan sebagai alat penyelesaian. Penjara ketujuh. Oleh karena itu terjadilah proses pembusukan mental yang berkepanjangan. Alternatif upaya pembebasan Penjelasan adanya tujuh penjara politik di atas juga akan memudahkan kita untuk membedakan mana yang mendukung reformasi dan mana yang mendukung status quo. . Pada saat melaksanakan pembangunan. dan setiap pengikut partai masih sering disebut sebagai massa partai. transparan dan lebih sehat yang lebih menjanjikan kehidupan yang lebih layak untuk dijalani. Menurut pengamatan saya bahwa tragedi berdarah itu ada unsur-unsur politik di dalamnya. Sedang mereka yang berjuang mati-matian bersama masyarakat dan bangsa untuk membebaskan diri dari penjarapenjara politik di atas layak disebut sebagai pendukung reformasi. demoralisasi atau kondisi mental bangsa yang mengalami proses pembusukan. maka agenda politiknya juga terbatas pada upaya untuk menghilangkan beban sejarahnya sendiri. secara eksklusif tidak memandangnya sebagai beban sejarah bangsa yang perlu disikapi dengan kearifan. pendukung masa lalu yang gelap dan membuat bangsa Indonesia menderita dan terpuruk selama puluhan tahun. Jika terjadi bentrok. maka bangsa Indonesia sudah sepantasnya berani berjuang sungguh-sungguh untuk membebaskan diri dari tujuh penjara politik itu. sapu bersih lawan dan bertindak tidak demokratik karena tidak menghargai pluralitas politik. Mental bangsa yang mengalami pembusukan ini awalnya ditandai dengan perlakuan yang tidak adil antara proses dan hasil. dan lain sebagainya.membebaskan diri dari penjara historis ini akan mudah melakukan balas dendam. Dan masih sakralisasi-sakralisasi partai. Buktinya. Maksudnya. Partai yang lahir dari penjara historis seperti itu. yang dipentingkan cenderung hasil. Penjara keenam. Yang tidak kalah pentingnya juga di antara penjara-penjara politik yang masih membelenggu Kepulauan Sapeken adalah adanya kultus individu. hanya hadir dan diperlukan sebagai massa. mereka yang membela dan cenderung tidak mau membebaskan diri dari penjara-penjara politik di atas layak dikatagorikan sebagai pendukung status quo. Penjara-penjara politik tersebut di atas saat ini kita rasakan masih membelenggu kepulauan Sapeken. Satu-satunya kemungkinan terbaik yang harus ditempuh adalah melangkah maju. termasuk dijalani secara politik. Massa ini mirip dengan oknum. Konsep warga negara masih belum dihayati dengan baik oleh setiap anggota masyarakat. ketidak berdayaan warga negara sebagai aktor politik. Mereka adalah pendukung masa depan Indonesia Baru yang lebih demokratis. penempatan posisi yang tidak seimbang antara alat dan tujuan dan kecenderungan disfungsionalisasi moral hampir di segala bidang. bukan sebagai warga negara. ini diperlukan agar perjalanan politik tidak berjalan di tempat atau malahan mengalami kemunduran. kehadiran mereka selama ini telah mengalami distorsi dan reduksi makna. oleh karena itu. yang ditulis dalam berita pelakunya juga massa. Untuk itu agar perjalanan Bangsa Indonesia secara politik akan memasuki kehidupan yang sehat.

. maka dengan jiwa besar kita hendaknya mampu memaafkan masa lalu. harus dipatahkan. sistem politik. panglima sebagai panglima. maka di masa sekarang dan masa yang akan datang hendaknya bangsa Indonesia mau menjadikan moral sebagai panglima. lebih-lebih kekerasan sebagai cara untuk menyelesaikan masalah. dan satu bahasa". perangkat politik masyarakat. Keenam. dan demitologisasi hal-hal yang selama ini dimitoskan. Tak tanggung-tanggung pemimpin besar seperti Bung Karno Presiden RI Pertama mengungkapkan kata-kata pengobar semangat "Beri aku sepuluh pemuda. Diposkan oleh Rina Hafidiz di 22:58 0 komentar Hanya Engkaulah yang kami sembah. Caranya dengan menumbuhkan kesadaran bahwa proses politik adalah proses yang wajar-wajar saja. perubahan sosial-politik menempatkan pemuda di garda depan.. lembaga politik. memangkas dan menghentikan kultus individu. Caranya. dengan memasukkan atau menumbuhkan kesadaran baru.penjara-penjara politik itu harus dinegasikan. dihancurkan. dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan. agar pengalaman historis tidak berfungsi negatif menjadi semacam penjara politik. Dengan demikian. Kelima. desakralisasi diperlukan karena hal-hal tersebut memang bukan hal yang sakral. Ketujuh. yang dikenal dengan bapak pembangunan “H. Kedua." yang disampaikan dalam pidato kenegaraan di masa jayanya. Keempat. Mengenang kiprah kaum muda dari sejak merebut kemerdekaan hingga menumbangkan sang raja jawa. Wallahu A‟lam bisshowab. sehingga lahirlah yang disebut orde reformasi. Di berbagai belahan dunia. "Satu tumpah darah.! Potret sejarah Indonesia. partai-partai dengan segala macam produknya. dengan menghentikan proses pembusukan mental dan melakukan operasi mental secara serentak lewat berbagai lini. selalu dikaitkan peranan pemuda. manjauhi segala macam bentuk kekerasan. BANGKIT INDONESIA KU. Tonggak kebangkitan lahirnya kesadaran berbangsa. perlu dilakukan pendidikan politik sebagai wujud dari pemberdayaan politik. Berbagai hal menyangkut perubahan. benarkah Negara otoriter . kalau dulu kita mengenal politik sebagai panglima. maka akan kugoncangkan dunia.. al-Fatihah FKPPS HARAPAN SASIIL Oleh : Muarif * Assalamu‟alaikum Wr. Muhammad Soeharto” yang tentunya membutuhkan pengorbanan yang sangat besar hingga nyawa taruhannya. melakukan upaya demitologisasi perangkat politik negara. Q. melakukan desakralisasi simbol-simbol negara. Sejarah membuktikan itu. Namun kemudian muncul pertanyaan besar. pemuda memiliki peranan luar biasa sebagai ujung tombak perubahan. dimulai sejak pemuda membuat "komunike politik kebangsaan" 28 Oktober 1928. ekonomi sebagai panglima. satu bangsa. Salam Perjuangan. Caranya adalah dengan melakukan upaya pembebasan dengan alternatif langkah sebagai berikut : Pertama.S. Wb. BANGKIT SAPEKEN KU. dan memfungsikan moral sebagai kendali kontrol setiap rumusan kebijakan dan setiap evaluasi kebijakan politik. konstitusi. Ketiga.

kita perlu mengoreksi diri secara tuntas dan serius. ada apa sesungguhnya dengan gerakan mahasiswa. entah. tidak parsial. maka dari itu kawan-kawan. Diposkan oleh Rina Hafidiz di 22:54 0 komentar Beranda Langgan: Entri (Atom) GARUDA Pendidikan Indonesia. karena sejatinya perjuangan tidak akan pernah ada kalau kita tidak pernah paham apa yang mesti kita perjuangkan. dan lain sebagainya. pasti mementingkan penanaman ideologi . Penanaman Ideologi Gombal !! OLEH : HENRINA Kita dari kecil selalu dicekoki dogma. dan kalau ada anak kecil udah pinter protes.birokratis Orde Baru telah berakhir dengan pernyataan berhenti presiden soeharto? secara singkat jawabannya tidak. ternyata reformasi hanya sekedar pergantian acsesoris saja yang sama sekali tidak menyentuh substansinya sebagai mana kita sadari bersama. ini sekedar pengantar Intinya. malah sebaliknya. Reformasi tidak jadi katalisator proses pencerahan kehidupan berbangsa dan bernegara. GMNI kembali menggunakan azas nasionalisme-marhaen. HMI kembali menggunakan Islam sebagai azas organisasi. Beberapa organisasi kepemudaan tetap mempertahankan ideologi Pancasila. namun era ini banyak orang yang kecewa.. Dan memang anak kecil adalah individu yang paling gampang dibikin percaya sama omongan dogma. akan tetapi aura perubahan keras kali ini menghadapkan organ-organ ini pada kondisi sosial politik riil yang juga dihadapi oleh beragam kelompok di masyarakat. perjuangan hanya ada kalau kita mempunyai tujuan bersama yang jelas. Organisasi-organisasi kepemudaan yang selama Orba berada dibawah payung KNPI mulai memisahkan diri dan menjalankan gerak organisasinya sesuai dengan ideologi yang diinginkan. Era reformasi yang bergulir sejak tahun 1998 (di mana pemuda juga punya peran luar biasa). wahhh perlu dipertanyakan tuhh kekecilannya !!!Enggak bisa dipungkiri bahwa sistem pendidikan manapun. apakah yang kita lakukan selama ini sudah termasuk implementasi dari ide-ide kritis kita. * Penggagas ide FKPPS. sangat memprihatinkan. Sedikit yang menjadi renungan saya. Wb. Jangan anggap perjuangan sudah selesai padahal kita belum pernah memulai. mari kita mulai bersama-sama memformulasikan FKPPS baru yang faham zaman dan membangun visi bersama yang mampu memjawab problemproblem kepulauan dan kebangsaan. Di era Reformasi ini juga menyentuh beragam kelompok kepemudaan yang menyadari perlunya perubahan sistem organisasi mereka. atau hanya perbudakan sistem sehingga kita hanya menjadi ekor?. Wallahu A‟lam Billattaufiq Wal Hidayah Wassalamu‟alaikum Wr. seakan-akan apa yang sudah terkandung di dalam cita-cita semangat reformasi sudah hilang entah kemana. ada apa dengan gerakan kita saat ini?. melihat wajah gerakan mahasiswa saat ini. Kecenderngan anak adalah menerima.

dsb. Dalam sejarah. semoga membuat kita semakin hati-hati dan mau berfikir cemerlang ketika mendengar dan percaya pada sesuatu. Pancasila adalah Ideologi Bangsa. yang katanya Iwan Fals dalam Oemar Bakrienya : 40 tahun mengabdi tapi makan ati. dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemelukpemeluknya.(cape' Decchh). Alih-alih memerangi. Padahal itu hanya salah satu bagian dari demokrasi. gurunya sudah pasti tidak pernah naik kelas !!! Jadi kalau guru disuruh mengajar dogma yang salah. Justru inti dari demokrasi. Memang sih. Seorang guru biasanya mengajar di kelas yang sama bertahun-tahun. Kesaktian pancasila. Tidak tau sich. aktif artinya aktif dalam usaha perdamaian Dunia. Exxon. yang dipaksakan untuk dipercaya iTu.. kita juga tidak pernah aktif mendamaikan atau memerangi negara yang turut andil dalam pejajahan Dunia. Tidak peduli anak didiknya udah berapa kali naik kelas dan lulus. tetapi kenyataannya pancasila nggak sakti blass. Lepasnya tambang-tambang kita ke Freeport. jadi jelas donkk. Jadi dimana letak kemanusiaan yang adil dan beradab Pancasila ????. Ini akan sama saja dengan menyuruh guru-guru yang pahlawan tanda jasa itu melakukan kebohongan publik. kalau memang beneran sakti. dll. selain Kita juga tidak bebas Blok.. musyawarah.Nahh lho. Alias kebohongan yang terstruktual sepanjang masa. ditambah lagi disuruh ngasih kabar-kabar bohong secara sistematis. Politik luar negeri kita adalah bebas aktif. Tidak bolah diubah. kita malah sueeneng buanget waktu kita dibilang kita adalah sahabat Amerika yang notabene penjahat perang dunia. Bebas artinya tidak ngeblok. dengan kata lain tidak perlu diganti.Nahhh. Sejarah Indonesia justru menunjukkan hal yang berbalikan. alias gagal menggantinya dengan Ideologi komunis. siapa yang memulai memberikan jargon pancasila sakti.. kelima... Ditilik dari sejarah. Pancasila juga semakin tidak berdaya ketika sila "kemanusiaan yang adil dan beradab"nya tidak dianut oleh pemerintahnya yang diam saja saudaranya di Palestina. Di Orde lama Indonesia terlalu kekiri dan sejak Orde Baru sampai sekarang yang dikenal dengan Orde Reformasi (?) kita kebangetan ke kanan. Iran dizalimi oleh negara lain yang lebih kuat. adalah tanda betapa tunduknya kita ke Amerika. Tetapi jadi lain ceritanya kalau yang ditanamkan itu. Sila pertama yang katanya sangat krusial ini. perlu hati-hati agar tidak melakukan kebohonga-kebohongan karena bagaimanapun guru adalah pendidik pertama dan utama serta penentu generasi-generasi muda yang berkualitas. seolah masyarakat Indonesia memiliki budaya gotong-royong. malah sangat bertentangan dengan budaya Indonesia yang dikemudian hari memberikan Banyak permasalahan moral bagi Bangsa Indonesia. ternyata dirubah. Dari yang sedikit ini. Selain butir-butir yang diubah tahun 94an.buat temen-temen FKMS khususnya yang akan berprofesi sebagai guru. Lho. sila pertama yang dirumuskan dalam piagam jakarta ternyata tidak berbunyi seperti yang kita ketahui (Ketuhanan yang Maha Esa). Kenyataannya.. Lepasnya Timor-timur dari Indonesia juga menunjukkan kalau pengemban Pancasila gagal melakukan sila persatuan Indonesia. proses penulisan sila dalam pancasila ternyata pernah diubah. dogma pancasila yang dikatakan digali dari budaya Indonesia dan sudah tentu sesuai dengan rakyat Indonesia. Percayalah pada sesuatu jika sudah . Indonesia adalah negara nonblok. Pancasila tentunya juga tidak akan membiarkan sila pertamanya yang panjang dan justru sarat makna itu diganti dengan yang sekarang ini kita kenal. tetapi berbunyi ketuhanan. adalah bohong.pada peserta didik sejak usia muda. Artinya tidak ngeblok kiri (komunis) dan tidak ngeblok kanan (sekuler).. demokrasi sesuai dengan budaya Indonesia. Keempat... berarti setiap tahun dia membohongi orang baru. yaitu kebebasan pada segala sektor. dan jadilah kebohongan dari generasi ke generasi. Yang paling penting. pancasila dibilabg sakti karena kaum komunis gagal menjatuhkannya.!!!!!!Betapa susahnya jadi guru. kedua. adalah berita bohong. Negara pengusung Ideologi sekuler terbesar. Ketiga. Irak. siapa saja yang berminat menjadi guru ??? Dan siapa saja yang gak mau dibohongi lagi ???Dogma bohong pendidikan Indonesia : pertama.

daN jANGAn muDAh DIbohoNGi LAGi.....!!!!!! ... JANGAN PERNAH BERHENTI belaJAR..melalui proses aktualisasi pada diri kita.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->