PILKADES; MENGEJAR SAPEKEN

(Setitik Harapan Dari Seberang) Oleh : Muarif (Mahasiswa IAIN dan HIMAS Surabaya)

Tahun ini, dalam beberapa waktu dekat, pemilihan kepala desa (PilKaDes) di Sapeken akan digelar. Pilkades secara langsung dengan partisipasi penuh seluruh elemen masyarakat sapeken. Menurut salah satu sumber, pilkades yang berlangsung di sapeken diikuti oleh enam pulau yang ada di sekitarnya seperti Pulau saibus, Saur, dll akan meyuarakan aspirasinya dalam pilkades di sapeken. Pemilihan langsung digelar guna meminimalkan ekses sekaligus mendapatkan kepala desa yang benar-benar pilihan masyarakat. Namun kualitas atau tidaknya kepala desa yang terpilih tidak lepas dari situasi masyarakat (baca: massa), dimana mereka punya andil cukup besar. Potensi konflik yang mungkin muncul mengingat pelaksanaan pilkades di sapeken jarak waktunya berdekatan dengan pilgub jatim 2008 dan pemilu 2009 mendatang, bisa jadi massa pendukung mengalami perbedaan dan perpecahan suara di dalamnya. Perbedaan ini dapat menyebabkan benturan massa pendukung atau partai. untuk itu, kesadaran dan kecerdasan politik masyarakat yang tinggi, serta kearifan politik parpol untuk sanggup menerima menang dan kalah menjadi factor penting kesuksesan pilkades di sapeken itu. Detik-detik menjelang pilkades suhu pilkades, dll, suhu politik semakin menghangat. yang kasat mata, ruang public biasanya dipenuhi dengan parade aneka baliho, poster, jargon, iming-iming, dan nilai jual program. Yang tidak kasat mata adalah gerilya, maneuver, dan deal-deal politik dalam mencari dukungan dan simpatisan yang tidak mungkin diungkap secara telanjang ke public. Politik uang atau money polityc adalah penyakit kronis yang masih menggerogoti sebagian parpol di Indonesia. Bukan rahasia lagi jika “tiket” memasuki pilkades, dll, melalui partai politik ataupun tidak sangat mahal. Kelak, masyarakat sapeken juga menghendaki figure kepala desa yang lebih punya loyalitas dan komitmen pada kepentingan masyarakat.

Tentunya. pelpres. pilkades. lain pula pemilih rasional. semua calon yang muncul saat ini cukup pupuler dan dikenal masyarakat. mayoritas masyarakat adalah menengah ke bawah. Hal ini tak lepas dari posisi mereka yang masih merupakan ada yang berlatar belakang da’I. Jumlah pemilih ini (rasional) lebih sedikit disbanding tipe pertama (tradisional). Punya integritas dan kompetensi serta peduli dengan rakyat kecil menjadi factor penarik minat untuk dipilih (figure calon yang popular belum tentu dekat dan peduli dengan rakyat). dan bisnismen. Dua hal inilah yang diharapkan mampu membawa perubahan bagi sapeken ke depan. pengusaha. figure calon tidak harus populer. Dalam setiap momen pemilihan. Dari sisi popularitas. bagi kaum ini. dimensi popularitas dan dikenal tidaknya sang kandidat oleh pemilih sudah cukup menjadi pertimbangan bahwa sang calon layak untuk dipilih. Tipe pemilih inilah yang tidak punya pendirian dan sering . pilkada. Lain pemilih tradisional.Kecenderungan Pemilih Dalam Pilkades Sapeken 2008 Perlu diingat. rasanya tak lengkap jika tidak menyebutkan tipe pemilih yang ketiga. tapi bagaimana dengan integritas dan kepeduliannya kepada rakyat kecil yang setiap harinya dihimpit beragam problem ekonomi dan pemenuhan kebutuhan hidup? Masih tentang tipe pemilih. kepopuleran ini adalah salah satu modal yang cukup penting. Tipe pemilih ini umumnya didominasi oleh masyarakat “terpelajar” atau masyarakat “perkotaan”. Sebetulnya kurang sreg kalau dikatakan tipe pemilih. Bagi tipe pemilih ini. dll. tipe ini akan selalu ada. karena sebenarnya berjumlah sedikit dan kesenangannya adalah mengail di air keruh. Integritas dan kompetensi pemimpin inilah yang sebenarnya lebih dibutuhkan masyarakat kepulauan sapeken. Pemilih rasional akan lebih menimbang kualitas dari pada popularitas. Integritas dan kompetensi akan menentukan sejauh mana program-program kerja dan strategis peningkatan kualitas kehidupan masyarakat sapeken dirancang dan diimplementasikan. bahwa mayoritas pemilih dalam pilkades sapeken adalah pemilih tradisional. Adalah fakta. Ditambah promosi mereka kepada public lewat kampanye dll. Tipe ini adalah tipe pragmatis. untuk pilkades sapeken-menurut salah satu sumber. Kompetensi mungkin bisa dibangun melalui kecerdasan dan pengalaman.

dan kerugian. . Diskursus dan diskusi (formal ataupun non formal) yang marak menjelang pilkades adalah wahana efektif bagi masyarakat sapeken untuk “melek politik’. orang terdorong untuk berubah karena ia “melihat” urgensi untuk berubah. Ketika para kandidat bersedia dan sanggup mencalonkan diri.menipu hati nuraninya sendiri. Di dalamnya berisi kesediaan untuk menjalankan amanah masyarakat sapeken. Menurut Jhon P Kotter dalam bukunya “the Heart of change”. anda bisa memilih sendiri masuk pada kelompok yang mana. secara otomatis akan selalu muncul harapan suatu perubahan. dan keuntungan yang mungkin diraih dengan merangkul perubahan. Pilkades sapeken adalah bagian dari proses demokrasi dan pendidikan politik bagi masyarakat. padahal itu salah satu bagian dari proses “pendidikan politik” dan “melek politik” bagi masyarakat sapeken. Dia akan memilih calon yang lebih memberinya keuntungan material atau financial meskipun tidak sesuai dengan hati nuraninya. Pilkades tak akan ada artinya jika tidak mampu membawa perubahan bagi masyarakat sapeken. Masyarakat sapeken dituntut cerdas memilih pemimpin dan tidak terbuai janji politik an sich. kemenangan. Dari tiga tipe pemilih di atas. Kepala desa dapeken akan datang harus mampu memberikan solusi pada beragam masalah kemiskinan hingga kesehatan. Harapan perubahan ini selalu mengarah pada hal yang lebih baik. Menanti Arah Perubahan Sapeken Dalam setiap momen pergantian kepemimpinan. urgensi bisa juga berwujud kesuksesan. dan selanjutnya “melakukan” perubahan. pada saat itulah ia telah menandatangani kontrak politik terhadap rakyat. Namun saya secara pribadi sangat menyayangkan “Debat Kandidat” yang diselenggarakan oleh himas tidak mendapat respon yang baik dari masyarakat. “merasakan” kepentingan untuk berubah. Urgensi untuk berubah bisa terlihat dalam wujud kegagalan. kekalahan. Tipe ini bisa muncul dari kalangan terpelajar atau tidak. kesalahan. dari masyarakat kota ataupun yang tinggal di pelosok desa. baik yang sudah terjadi maupun yang masih berupa potensi dan kemungkinan untuk terjadi.

Bukankah korban memiliki keluarga lain dan komunitas? Korban da keluarga memiliki saudara sesama manusia yang secara naluriah ikut bersedih. Akhirnya. semua terpulang pada masyarakat sapeken sendiri. selalu ada sebagian latar. Pendidikan politik bagi masyarakat sapeken harus terus digalakkan. Ditambah lagi tawuran pemuda antar pulau (kita ingat beberapa tawuran yang terjadi di kepulauan Sapeken) menambah deretan panjang prilaku anarkis dan kekerasan itu. Sekali lagi. Suasana politik semakin menghangat dan akan terus menghangat. pilkades harus membawa perubahan ke depan yang lebih baik. SELAMAT MEMILIH PEMIMPIN…! Diposkan oleh Rina Hafidiz di 02:07 0 komentar MENGHENTIKAN PRILAKU KEKERASAN DI SAPEKEN DENGAN MEMBANGUN KESADARAN ”BAJOISME” Oleh : Muarief Masih segar dalam ingatan kita.Hari bagi masyarakat sapeken menentukan nasibnya semakin dekat. Mengapa kekerasan dan prilaku anarkis terus terjadi di sekeliling kita? Ada apa dengan kita? Ada apa dengan kemanusiaan. melukai kehormatan sebagai sebuah ”kepulauan ibadah”. Karena momen pilkades bukan hanya untuk segelintir elit dan broker politik yang ingin melampiaskan hasrat politiknya. Tapi pilkades adalah untuk seluruh masyarakat sapeken. kecerdasan politik masyarakat sapeken dalam memilih pemimpin ditunggu. Yang pasti. Ingin pemimpin berkualitas atau tidak. danmenghina kemanusiaan. Kearifan dan kecerdasan masyarakat dalam menentukan pilihan dalam pilkades akan diuji. simpulan. Yang harus tetap diingat. Dari sebuah pristiwa yang terjadi. bermacam-macam dasar pandangan. Semua pihak mengutuk aksi kekerasan tersebut. dan seterusnya. Ingin berubah kea rah yang lebih baik atau tidal. jangan sampai hari esok lebih buruk karena kita salah memilih dan menentukan pemimpin. Pihak yang melakukannya selalu mengklaim behwa mereka berangkat . Dan dendam pun kembali disemai. alasan. Berkualitas atau tidaknya kepala desa nanti juga merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat sapeken yang mempunyai hak untuk menentukan. belum lagi kering air mata keedihan tragedi amuk massa di Tanjung Kiaok yang meminta korban nyawa. sehingga prilaku anarkis acapkali menjadi jawaban atas persoalan atau kehendak yang ingin dicapai? Memeang tidak mudah untuk menjawabnya.

bangsa. dan sebagainya. semestinya menyadari bahwa kehidupan ini terdiri dari sederetan barisan panjang kafilah. Menganggap diri atau pihak sendiri yang memiliki otoritas kebenaran. dengan pemahaman yang bagaimanapun juga. bagi kemanusiaan yang ia bengun (baca: tragedi kematian Hitler).dari kebenaran. dan tidak tersumbat. Tak terhitung lagi jumlah korban untuk kemenangan itu. lembut. terorisme. kekerasan. sedang pihak lain sebagai pihak yang lebih rendah dan hina. Hal seperti ini pernah dilakukan oleh kesombongan kulit putih warga Amerika terhadap kulit hitam pada masa Abraham Linclon (baca: Ras). Kejadian-kejadian semacam tersebut di atas harus berhenti dan dihentikan. Kekerasan adalah muara dari kesombongan dalam memandang diri. tidak terlibat dengan persoalan yang sesungguhnya. karena ia menutup segala kemungkinan dialog. ras. dll) mungkin sebuah tanda bahwa ada pihak-pihak yang tidak mampu membnagun sebuah komunikasi yang bermartabat penuh kehormatan dengan pihak lain. beragam keinginan. tapi pada akhirnya kemenangan yang diperoleh lewat kekerasan itu menjadi jalan yang tak nyaman dilalui dan kemudian tenggelam. dapat terbangun secara baik. Kenyataan inilah yang memilukan dan mengiris-iris batin. tawuran. dan lain-lain. setara dan bermartabat. tak pernah membuat keadaan menjadi lebih baik. santun. Dalam banyak kasus. Justru perbedaan itu merupakan sebuah berkah kehidupan. kelompok. agama. atau tidak menjadi alternatif dama sekali. Cara pandang yang semacam ini memang akan selalu menimbulkan benturan. maka kesadaran itu seharusnya melahirkan suatu sikap. korban justru lahir dari pihak-pihak yang tak ikut bersangkut-kait dengan persoalan. dan menyatakan pihak lain sebagai pihak yang bersalah dan harus mendapat hukuman. Padahal. jutaan orang mati. Yang jadi korban justru pihak-pihak yang tidak tahu apa-apa. bisa dalam bentuk suku. baik pada zaman moderen maupun yang tersurat dalam kitab-kitab. Kita dapat membangun sebuah kesadaran bahwa dunia tidak hanya berisi ”semata kita” tapi juga ada pihak ”mereka” yang mungkin berbeda keyakinan. bahkan komunikasi antar ideologi. Selain soal komunikasi. Bukankah kita diciptakan berbeda satu dengan yang lainnya? Perbedaan-perbedaan itu tidak mesti disikapi dengan saling curiga atau bermusuhan. maka ”kekerasan” tidak akan pernah muncul sebagai sebuah ”bentuk komunikasi”. Atau ketidakmampuan menjadikan dialog sebagai jembatan untuk mencapai hasrat. Semua perbedaan dan kehendak . Apa kurangnya jalan kekerasan yang diambil oleh Jengis Khan dalam mencapai tujuan. kekerasan juga adalah soal cara menyikapi perbedaan pandangan. bahasa. perang. tetapi sejarah kemudian membuktikan bahwa keberhasilan yang ia capai dengan mengoyak-ngoyak jaring kemanusiaan itu pada akhirnya menjadi petaka baginya. Hitler juga pernah langkah serupa. melalui sebauh jalan pintas yang tidak manusiawi. Ketika kita sadar bahwa dunia ini beragam. maka samalah artinya kita secara sengaja dan terus menerus mengikis nilai-nilai kemanusiaan itu sendiri. Kekerasan harusnya menjadi alternatif terakhir dalam setiap perbedaan atau pertentangan. jika komunikasi antar manusia. Para pihak. Menidakkan kemajemukan sama artinya dengan menidakkan sunnatullah. Kekerasan (amuk massa. Tapi yang justru terjadi. Jika kita terbiasa menggunakan kekerasan sebagai solusi atas stagnasi yang terjadi. bahwa antara satu dengan yang lain mesti membnagun kebersamaan. Kekerasan hanya akan membuat kita semakin terpuruk dari sisi apa pun. Itu belum lagi gerbong-gerbong kepentingan yang berbeda. Kita tidak bisa menerima ini. Ketidak mempuan itu kemudian diwujudkan dengan cara pemaksaan kehendak. sejarah. dan banyak lagi.

ada apa dengan masyarakat ”Same” kita? Apakah nilai dan budaya Bajo kita telah terkoyak-koyak? Oleh karena itu. bahwa mayarakat Bajo adalah masyarakat yang terkenal dengan asas kekelurgaannya.5 kilo persegi. MEMBANGUN KESADARAN ”BAJO-ISME” Kepulauan Sapeken merupakan gugusan pulau 22 pulau-pulau mini dengan penduduk 35. jika kita menyaksikan beberapa tragedi kekerasan yang terjadi. lebih besar dari yang mampu diberikan oleh jalan kekerasan. Kita harus secara terus menerus belajar untuk percaya bahwa interaksi yang santun lembut serta penuh kehormatan. Enis ”Bajo” yang juga disebut ”Same”. orang tua seperti Bapak Mahamud. ini didukung oleh pulau yang membentuk watak mereka yang hanya luasnya kurang lebih 2. Sebagaimana kita ketahui. apa yang aka diwariskan untuk pulau yang tercinta ini. dll) dengan memprioritaskan kepentingan bersama di atas segala-galanya.000 jiwa itu (baca: pesantren Abu Hurairah). solidaritas yang tinggi. akan memberikan hasil yang baik dan maksimal. Selain banyak didatangi oleh para ulama yang kemudian menetap (baca: tokoh moderenisme islama kepulauan sapeken). 29 Agustus 2008 MEMBANGUN PULAU SASIIL DALAM PROYEKSI MASA DEPAN. dan kelembutan yang menyejukkan. Kepala Desa. Hadaanallahu wa iyya kum Ajma‟in Diposkan oleh Rina Hafidiz di 02:05 0 komentar Jumat.seyugyanya dikomunikasikan melalui sebuah dialog yang adil. dengan kesantunan yang tinggi. dan Makassar yang kemudian menyatu islami dalam komunitas masyarakat yang kultur Bajo yang dikenal islami. kita perlu membagun kembali kesadaran ”Bajo-isme” (semangat bajo kita. Dengan demikian masyarakat Bajo adalah masyarakat yang memiliki ikatan emosional senasib-sepenanggungan. bahkan ada diantaranya yang berumah di atas ”leppa-leppa” sembari berhanyut ke lautan tradisional yang dalam seperti terungkap dalam semboyan mereka ”ma darat kite ngilantu. itu adalah sebuah etnis yang unik karena kehidupan mereka yang menyatu dengan laut. atau yang lainnya sudah memasuki usia senja. mereka hidup bermasyarakat di pantai-pantai dengan rumahrumah panggung yang terbuat dari kayu dan bambu. Sungguh ironis. ma di laut kite esso” . asas kekeluargaan. SEBUAH KENISCAYAAN (Sebuah Renungan Singkat) Oleh : Muarif Barangkali 50-100 tahun ke depan. sisanya adalah etnis Bugis. Namun pertanyaannya. sejak awal dikenal sangat relegius. Mandar. atau generasi-generasi berikutnya? Menjawabnya tidak semudah membalikkan telapak tangan. memiliki rasa kepedulian yang tinggi terhadap sesama. atau bisa jadi sudah berada di alam lain. juga karena latar belakang penduduk asli yang hampir seluruhnya adalah etnis ”Bajo”. Tapi butuh perenungan yang mendalam dan tentunya dengan penuh kesadaran yang sejatinya harus tumbuh mulai .

Beda halnya di Indonesia. mari kita bangun kesadaran kolektif sejak sekarang. keadaan dan kondisi pulau sasiil atau generasi (lebih tepatnya anak cucu kita) akan sama dengan kondisi sekarang. Selamatkan Indonesia. Jika tidak. Ketika membaca statemen di atas. bahwa pendidikan merupakan kunci peradaban sebuah bangsa. pertama kali dibangun adalah ekonomi dan politik dengan mutu SDM yang rendah. dan lain-lain ungkapan senada. Dengan jawaban singkat itu. Karena hanya akan menambah beban sejarah kehidupan. 27 Agustus 2008 ISLAM DAN DEMOKRASI Oleh : Muarif * Salah satu isu yang paling populer sejak dasawarsa abad ke-20 yang baru lalu adalah isu .sekarang. Pada suatu kesempatan. Ad-Dailamy Abu Hurairah lewat pesan singkat (sms). paling tidak kita tidak menjadi bangsa yang bodoh dan dibodohi. Semoga ! Mudah-mudahan ini menjadi bahan renungan kita bersama. ”seharusnya mereka tidak hidup. mungkin juga sebagian lagi menyangkal dengan alasan yang macem-macem. saya pernah bertanya pada KH.2007) Oleh karena itu. salah satu kunci dalam membangun adalah kemampuan dalam membaca dan memahami realitas itu sendiri. pertanyaan saya seperti ini: ”dalam paradigma membangun kepulauan. dan kalaupun hidup seharusnya tidak berusia panjang” apalagi menikmati perjalanan waktu sampai 50-100 tahun ke depan. Membagun dalam proyeksi masa depan artinya bahwa untuk membangun pulau sasiil harus berorientasi jangka panjang. tidak terhenti pada masa sekarang. maka sugguh tepat langkah yang diambil adalah memulainya dari sektor pendidikan dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusianya. Mari kita menganggap bahwa pendidikan itu penting. berlomba menduduki jabatan kekuasaan. Diperkuat dengan pernyataan Fazlur Rahman. sebagaian orang mungkin mengiyakan. Lahirlah kemudian generasigenerasi yang mentalnya_meminjam Amin Rais-bermental irlander (baca. Jepang adalah salah satu contohnya. atau mungkin lebih parah lagi. Pernyataan itu tidak sekedar omong kosong. Terhadap pikiran orang tua seperti ini seharusnya tidak perlu ditiru oleh generasi sekarang. apalagi mundur ke masa lalu yang penuh dengan ketidak jelasan. dari mana kita harus memulai?”. apa yang akan kita bangun dala proyeksi masa depan itu?. Kegagalan dalam membangun adalah karena ketidak mampuan dalam membaca realitas. saya bisa memahami bahwa kunci membangun sebuah peradaban adalah dengan melalui sektor pendidikan dan SDM-nya. ketika Jepang mengalami kekalahan dalam Perang Dunia II di mana saat itu Jepang porak-poranda dan harus memulai membangun dari awal. Meminjam istilah Gie ”generasi-generasi tua yang mengacau harus disingkirkan”. Dengan kata lain. sehingga banyak melahirkan manusia-manusia yang serakah dan banyak kepentingankepentingan sesaat. kira-kira kalau ditebak alasan mereka”itukan urusan belakangan”. dan tentunya menyediakan sarana yang cukup memadai agar kita mampu bersaing di tengah pusaran global. Wallahu a‟lamu bisshowab Diposkan oleh Rina Hafidiz di 05:33 0 komentar Rabu. Lagi-lagi pertanyaannya. Lalu dijawab oleh Beliau lewat sms pula : ”pendidikan dan SDM serta sarana yang memadai”.

dunia Islam sebagaimana dinyatakan oleh oleh para pakar seperti Larry Diamond. Seymour Martin Lipset tidak mempunyai prospek untuk menjadi demokratis serta tidak mempunyai pengalaman demokrasi yang cukup. kekuasaan tertinggi berada dalam keputusan bersama rakyat. rakyat berkuasa. dan lain-lain. ada dua alasan dipilihnya demokrasi sebagai sistem bermasyarakat dan bernegara.. oleh rakyat. Juan J Linze. Affan Gaffar (pakar politik UGM) memaknai demokrasi dalam dua bentuk yaitu pemaknaan secara normatif (demokrasi normatif) dan empirik (demokrasi empirik). demokrasi sebagai asas kenegaraan secara esensial telah memberikan arah bagi peranan masyarakat untuk menyelenggarakan negara sebagai organisasi tertinggi. Demokrasi normatif adalah demokrasi yang secara ideal hendak dilakukan oleh sebuah negara. Di antara indikator paling jelas dari kepopuleran tersebut adalah berlipat gandanya jumlah negara yang menganut sistem pemerintahan demokrasi. pada awalnya. sehingga suatu bentuk pemerintahan otoriter pun terkadang mengklaim dirinya sebagai pemerintahan yang demokratis.(2 Pengertian demokrasi sampai pada benruknya sekarang dikenal adalah setelah melalui proses yang gradual dan evolutif disebabkan ia adalah konsep yang dinamis. termasuk dalam menilai kebijakan negara. (5 dengan demikian. pertama. Demokrasi sebagai suatu sistem telah dijadikan alternatif dalam berbagai tatanan aktivitas bermasyarakat dan bernegara di beberapa negara. ia merupakan . multi-impretatif dan dapat berkembang sesuai dengan konteks dan kondisi sosio-historis di mana konsep demokrasi lahir dan berkembang.(3 sementara itu. demokrasi sebagai suatu sistem pemerintahan di mana pemerintah dimintai tanggungjawab jawab atas tindakan-tindakan mereka di wilayah publik oleh warga negara. makna demokrasi sebagai dasar hidup bermasyarakat dan bernegara mengandung pengertian bahwa rakyatlah yang memberikan ketentuan dalam masalah-masalah mengenai kehidupannya. demokrasi terpimpin. seperti diakui oleh Mahfud MD. kedua. dan untuk rakyat. Secara etimologis “demokrasi” terdiri dari dua kata yang berasal dari bahasa Yunani yaitu “demos” yang berarti rakyat dan “cratein” atau “cratos” yang berarti kekuasaan atau kedaulatan. Pengertian tentang demokrasi dapat dilihat dari tinjauan bahasa dan istilah. Sidney Hook “demokrasi adalah bentuk pemerintahan di mana keputusan-keputusan pemerintah yang penting secara langsung atau tidak langsung didasarkan pada kesepakatan mayoritas yang diberikan secara bebas dari rakyat dewasa. Jadi secara bahasa demos-cratein atau demos-cratos (demokrasi) adalah keadaan negara di mana dalam sistem pemerintahannya kedaulatan berada di tangan rakyat. demokrasi liberal. demokrasi merupakan suatu perencanaan institusional untuk mencapai keputusan politik di mana individu-individu memperoleh kekuasaan untuk memutuskan cara perjuangan kompetitif atas suara rakyat. karena kebijkan tersebut akan menentukan kehidupan rakyat. Secara historis istilah demokrasi sudah dikenal sejak abad ke-5 SM. Dalam istilah yang populer dari rakyat.demokrasi. pemerintahan rakyat dan kekuasaan oleh rakyat. karena itu dunia Islam dipandang tidak menjadi bagian dari gemuruhnya proses demokratisasi dunia.. Hal senada juga dikemukakan oleh Samuel P Huntington yang meragukan ajaran Islam sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi. Sedangkan demokrasi empirik adalah demokrasi dalam perwujudannya pada dunia politik praktis. Philippe C Schimitter dan Terry Lynn Karl. sifat yang dinamis dan flexible menyebabkan lahirnya sejumlah tipologi demokrasi itu sendiri seperti. hampir semua negara di dunia ini telah menjadikan demokrasi sebagai asas yang fundamental.” (4 Sementara itu. pengertian demokrasi secara istilah sebagaimana dikemukakan para ahli sebagai berikut : Joseph A Schmeter.(1 Namun di tengah gemuruh proses demokratisasi yang terjadi di belahan dunia.

ini disebabkan karena aturan-aturan kemerdekaan dan demokrasi terdiri dari pemberian keadilan dan hak kepada rakyat..respon terhadap pemerintahan monarki yang buruk dan kediktatoran penguasa di kota-negara (city-state) pada masa Yunani kuno. yang jika ditarik ke belakang sampai ke Yunani kuno. Sementara ide-ide demokrasi modern berkembang pada abad ke-16 M menyusul tradisi pencerahan yang melahirkan ide-ide dan lembaga-lembaga sekulerisme yang dipelopori oleh Nicollo Machiavelli (1462-1527). ide negara kontrak oleh Thomas Hobbes (1588-1679). Sebagian ilmuan Muslim berpendapat bahwa sistem dan konsep demokrasi sejak awal sejalan dengan ajaran Islam. sesuatu hal yang wajar saja jika wacana dan pembicaraan tentang demokrasi selalu diasosiasikan ke dunia Barat. adanya afinitas antara dua entitas demokrasi ini. terdapat unsur-unsur kesamaan antara demokrasi model Barat dengan demokrasi Islam dalam beberapa hal. kedaulatan pada prinsipnya hak dan wewenang Allah yang termanifestasikan dalam syari'ah. Padanan kemerdekaan dalam Islam adalah kebaikan budi dan kasih sayang (rahmah).” (7 Dari rumusan Al Fanjari ini bisa dilihat bahwa dari kitab suci Al-Qur'an dapat digali masalahmasalah substansial yang berkaitan dengan prinsip-prinsip hidup berdemokrasi. perbedaan yang signifikan antara demokrasi Barat dengan sistem Syuro atau demokrasi Islam adalah berpangkal pada pemeganh kedaulatan atau kekuasaan. tetapi ia di luar dunia Islam. ia telah berkembang sejak zaman Plato dan Ariestoteles ketika Al-Qur'an belum diturunkan Allah ke dunia. dan yang terakhir adalah produk Allah bukan buatan manusia atau pun alam. Muhammad SAW diperintahkan untuk menunjukkan sikap pemaaf. hak (haq). hanya saja kedaulatan yang berada di tangan rakyat tidaklah dipahami bahwa keputusan apapun dapat diambil tanpa batasan-batasan tertentu oleh rakyat atau melalui perwakilannya. Akan tetapi bukan . dan peran serta bangsa dalam menentukan nasibnya sendiri.. serta pemisahan kekuasaan legislatif. dan di dalam ayat yang sama beliau diperintahkan agar bermusyawarah dengan kaum Muslimin dalam urusan-urusan kemasyarakatan. demikian diingatkan. eksekutif dan lembaga-lembaga federal oleh John Locke (16321704). Dalam rumusan Ahmad Syauqi Al Fanjari (seorang Penulis Mesir). meskipun demikian bukan berarti tidak ada prinsip-prinsip berdemokrasi sama sekali dalam Islam. (6 Berdasarkan fakta historis tersebut di atas jelaslah bahwa paham demokrasi dalam bentuknya yang paling sederhana sudah lama dikenal jauh sebelum datangnya Islam. gagasan tentang konstitusi negara dan liberalisme. sebagaimana dikutip oleh Hamid Enayat “apa yang disebut kemerdekaan di Eropa adalah persis apa yang didefinisikan oleh agama kita sebagai keadilan („adl). Dalam Al-Qur'an. musyawarah (syuro) dan persamaan (al musawat). paham dan istilah demokrasi bukan berasal dari Islam.. Sebagian cendekiawan Muslim menggunakan istilah Syuro sebagai padanan konsep “demokrasi Islam”. dan padanan demokrasi adalah saling mengasihi (tarahum). bertukar pendapat mengenai berbagai masalah kemasyarakatan dan kepentingan publik. meskipun keduanya tetap mempunyai perbedaan-perbedaan karena memang keduanya lahir dan berkembang dengan latar belakang kultur dan budaya yang tidak sama. oleh sebab itu. Demokrasi Barat menjadikan kedaulatan sebagai prinsip kekuasaan legislatif adalah milik rakyat. Dengan kata lain. Jika ditelusuri lebih jauh. Sebenarnya jika diamati lebih jauh. Suara rakyat adalah suara Tuhan bukanlah dalam pengertian sebenarnya dikarenakan tidak ada kekuasaan yang berada di atas kekuasaan Tuhan. Sedangkan dalam sistem Syuro. disebabkan dalam prinsip dan kaedah Syuro diperhatikan pentingnya bertukar pikiran.. berkonsultasi.

kelompok yang memandang bahwa konsep Islam sejalan dengan konsep demokrasi dengan alasan bahwa demokrasi itu sendiri sudah inklusif di dalam ajarannya. M. Sayyid Quthb. Al „Aqqad. Dengan demikian dalam pandangan kelompok ini demokrasi adalah konsep yang sejalan dengan Islam setelah diadakan penyesuaian penafsiran terhadap konsep demokrasi itu sendiri. Sementara Islam sebagai agama yang kaffah tidak saja mengatur persoalan akidah (teologi) dan ibadah. Thabthaba‟i. kelompok yang menyatakan bahwa demokrasi adalah paham dan konsep yang mulia pada dasarnya. (9 Catatan : Dede Rosyada. secara umum dapat dikelompokkan dalam tiga kelompok pemikiran : Pertama. disebabkan di dalam sistem demokrasi segala produk hukum dan perundang-undangan dibuat oleh perwakilan rakyat bukan oleh Allah. hubungan keduanya bersifat mutually-ekslusif. Di Indonesia diwakili oleh Nur Chalis Madjid. Ketiga. Di Indonesia. berbangsa dan bernegara. Islam adalah sistem nilai yang membenarkan dan mendukung sistem politik demokrasi seperti dipraktekkan negara-negara maju. yakni kedaulatan di tangan rakyat dan negara merupakan terjemahan dari kedaulatan rakyat ini. Abd Fatah Morou. Husen Haikal. karena pada kenyataannya Allah memberikan wewenang kepada manusia untuk melakukan ijtihad. HAM. minimal tiga bentuk yang masing-masing merepresentasikan tiga pandangan utama: Pertama. tetapi dalam perkembangan berikutnya mengandung bias pemikiran Barat sehingga masih perlu difilter dan diwarnai dengan jiwa yang Islami. dan . Islam dipandang sebagai sistem politik alternatif demokrasi. Islam merupakan sistem politik self-suffucient. Ketiga. pola pelaksanaan kedaulatan rakyat yang tidak keluar dari prinsipprinsip dasar ajaran Islam perlu didukung dan dikembangkan. Munawir Sadzali. dkk. Kedua. dan lain-lain. dan lain-lain. Islam berbeda dengan demokrasi apabila demokrasi didefinisikan secara prosedural seperti dipahami dan dipraktekkan di negara maju (Barat). Rasyid al Ghanaoushi. Jika dilihat secara umum respon umat Islam terhadap demokrasi. Zakaria Abdul Mun‟im Ibrahim. Islam dan demokrasi adalam dua sistem politik yang berbeda. (8 Berdasarkan pemetaan yang dikembangkan oleh John L Esposito dan James P Piscatory. dan lain-lain termasuk membentuk sistem pemerintahan yang demokratis. dengan demikian. Islam tidak bisa disubordinatkan dengan demokrasi. Kedua. Robert N Bellah. kelompok yang berpendapat bahwa demokrasi adalah paham sekuler dan kehadirannya mesti ditolak. Islam dan demokrasi adalah dua hal yang berbeda. melainkan mengatur segala aspek kehidupan umat manusia. karena itu demokrasi sebagai konsep Barat tidak tepat untuk dijadikan sebagai acuan dalam hidup bermasyarakat. Di antara tokoh-tokoh dari kelompok ini adalah Al Maududi. sedangkan Islam merupakan sistem politik demokratis kalau demokrasi didefinisikan secara substansif. Amin Rais. Di Indonesia diwakili oleh M. Pendidikan Kewargaan (Civic Education): Demokrasi. Dengan kata lain. pandangan yang ketiga ini tampaknya yang lebih dominan karena demokrasi sudah menjadi bagian integral sistem pemerintahan Indonesia dan negara-negara Muslim lainnya. Natsir dan Jalaluddin Rahmat. Di antara tokoh dalam kelompok ini adalah Fahmi Huwaidi. Di antara tokoh kelompok ini adalah Syaikh Fadhallah Nuri. dan lain-lain.berarti manusia tidak memiliki otoritas apapun. A Syafi‟i Ma‟arif dan Abdurrahman Wahid.

. semua itu dapat dimaknakan bahwa bangsa Indonesia memang tengah menempuh perjalanan politik transisional waktu dan tempat ketika berbagai negoisasi-negoisasi ulang dalam perpolitikan dilakukan. Bagi mereka yang tidak kritis. h 59 Dede Rosyada. imajinasi dan isu-isu politik buatan sulit dijadikan pertanda bagi perjalanan politik bangsa. termasuk akrobat (pertunjukan seni dengan keterampilan yang luar biasa) kata-kata. Pendidikan Kewargaan (Civic Education): Demokrasi. Jakarta: ICCE UIN Syarif Hidayatullah. para jurnalis. h 141 ibid. akrobat politik. h 141. para pakar. ibid. rasional dan relatif kalkulatif berubah menjadi sesuatu yang mistis. Membebaskan Sapeken Dari Tujuh Penjara Politik Oleh : Muarif Mahasiswa Fakultas Syari‟ah (Hukum Tata Negara dan Pidana Islam) IAIN Surabaya Dalam usia 100 tahun kebangkitan nasional. 23 Agustus 2008 100 Tahun Kebangkitan Nasional. bukan saja posisinya. Sebab. dan masyarakat sendiri sekarang lebih sibuk bermain-main dengan berbagai atraksi sulap atau akrobat politik. para politisi. Drs. yang juga hampir setiap hari lakonnya. pertanyaan mendasar adalah sampai di manakah perjalanan politik bangsa Indonesia sekarang ini? Tidak ada yang tahu pasti. imajinasi dan isu-isu politik. Jakarta: ICCE UIN Syarif Hidayatullah. HAM. MA. maka atraksi sulap politik.Masyarakat Madani. h 142 * Mahasiswa Fakultas Syariah (hukum tata Negara dan pidana islam) IAIN SURABAYA Diposkan oleh Rina Hafidiz di 06:51 0 komentar Sabtu. 2003. dan Masyarakat Madani. h 56. Akan tetapi bagi mereka yang mampu bersikap kritis dan efektif. ilusi. tidak jelas. h 110 ibid. mendebarkan dan sulit dikalkulasi. h 57 ibid. Jakarta: Intimedia. Model Masyarakat Madani. Ini menyebabkan peristiwa politik atau fakta-fakta politik yang sesungguhnya wajar. ibid. Itu semua kemudian mengaburkan perjalanan politik bangsa Indonesia. 2003. dkk. h 110 Dr. yang hampir setiap hari berganti-ganti ditambah lagi dengan permainan dari mereka yang mengaku sebagai paranormal. Masykur Hakim. Tanu Widjaya. h 110 ibid. tetapi juga makna-maknanya. 2003. para broker politik dan tokoh-tokoh di balik layar yang juga ikut memproduksi ilusi.

dianiaya. Masih berlakunya proses sakralisasi lembaga-lembaga dan simbolsimbol pemerintahan. sakralisasi UUD 45. Misalnya sakralisasi Pancasila. wong cilik. mitos-mitos politik. padahal dalam kehidupan politik yang sehat. adalah : Penjara pertama. Lebih-lebih yang tidak berhati nurani. tokoh politik dan pengikutnya sama-sama berada pada posisi human. Pola relasinya adalah horizontal-fungsional. korban. juga mahasiswa hanya diperlakukan sebagai komoditi (barang dagangan) politik dan alat politik belaka. Sakralisasi seperti ini akan membuat kehidupan politik akan cenderung berjalan kaku. dan kekerasan fisik. sehingga posisi humanitasnya juga setara. tokoh politik tersebut adalah manusia biasa yang layak untuk dikritik dan ditegur. kekerasan massa misalnya. kultus individu. Dan selama belum bisa berhasil keluar dan membebaskan diri dari penjara-penjara politik itu. Penjara keempat.Akan tetapi selalu ada pertanyaan mendasar yang mengganggu. kekerasan politik itu akan melahirkan kekerasan politik yang baru. Termasuk kekerasan sturuktural. akan meniadakan kemungkinan kontrol yang obyektif. kita melihat masih digunakannya kekerasan sebagai alat penyelesaian. mitos bahwa bangsa Indonesia hendaknya jangan dipimpin oleh Presiden dari masyarakat santri. stigma politik. sakralisasi partai. Bahkan sakralisasi ini menyentuh pada sistem politik yang seharusnya terbuka terhadap perubahan dan koreksi yang diperlukan. Adanya mitos-mitos seperti itu ternyata menyebabkan adanya kecenderungan pengambilan keputusan politik yang tidak transparan dan cenderung diskriminatif. Ini bertentangan dengan semangat kemanusiaan yang sekarang sedang menjadi trend global yang mengkhawatirkan. karena ditakuti akan bertindak ekstrim misalnya. bukan vertikal-hirarkis. Sakralisasi. atau instrumen-instrumen yang dimanfaatkan oleh para politisi. penjara-penjara politik yang masih membelenggu bangsa Indonesia. dan pengalaman historis sebagai pemenang yang dimanjakan atau pengalaman historis sebagai pecundang yang dikurangi. Lebih-lebih lagi kalau adanya mitos itu kemudian sampai berfungsi sebagai bagian dari proses labelisasi pada kelompok-kelompok masyarakat tertentu. kekerasan. Baik berupa trauma sejarah. Mereka sering tidak kebagian panen politik. Maksudnya. dan menempatkan tokoh-tokoh politik tertentu pada posisi super human sedang para pengikutnya harus rela menempati posisi sub human atau setengah manusia. Dimanakah posisi rakyat kecil di tengah berbagai macam pertunjukan dan eksposisi politik itu? juga dimanakah posisi kekuatan moral seperti mahasiswa dan cendekiawan bebas sekarang ini? Tidak jelas benar. kekerasasan simbolik. Penjara ketiga. Adanya mitos-mitos politik ini akan menjadi penghalang besar bagi berlangsungnya transparansi proses-proses politik. rakyat. yang terasa sampai hari ini. Karena yang menjadi korban kekerasan ada kemungkinan untuk melakukan balas dendam Penjara kedua. bangsa Indonesia akan kehilangan kesempatan untuk menjadi bangsa yang unggul dan siap bertarung di millennium ketiga nanti. Kita yang belum berhasil . stigma sejarah. Tujuh penjara politik Bangsa Indonesia nampaknya belum berhasil membebaskan diri berbagai penjara politik yang selama ini megungkungnya. Penjara kelima. dan dikhianati oleh pihak lain. bahkan di hukum bila berbuat salah. Tetapi justru sering kebagian peran sebagai pekerja keras. dan lain sebagainya. sakralisasi lembaga. penjara historis. Adanya gejala kultus individu. linier. Mitos lain yang juga perlu dicermati adalah bahwa satu-satunya penyelamat negara adalah aparat militer. kering dan tidak luwes menghadapi berbagai kemungkinan perubahan di luar kehidupan politik. dan seterusnya.

Satu-satunya kemungkinan terbaik yang harus ditempuh adalah melangkah maju. Penjara keenam. Alternatif upaya pembebasan Penjelasan adanya tujuh penjara politik di atas juga akan memudahkan kita untuk membedakan mana yang mendukung reformasi dan mana yang mendukung status quo. lebih bebas. hanya hadir dan diperlukan sebagai massa. transparan dan lebih sehat yang lebih menjanjikan kehidupan yang lebih layak untuk dijalani. oleh karena itu. Untuk itu agar perjalanan Bangsa Indonesia secara politik akan memasuki kehidupan yang sehat. Konsep warga negara masih belum dihayati dengan baik oleh setiap anggota masyarakat. Sedang mereka yang berjuang mati-matian bersama masyarakat dan bangsa untuk membebaskan diri dari penjarapenjara politik di atas layak disebut sebagai pendukung reformasi. yaitu sesuatu yang sulit didefinisikan sehingga sulit dimintai pertanggungjawaban. kehadiran mereka selama ini telah mengalami distorsi dan reduksi makna. . secara eksklusif tidak memandangnya sebagai beban sejarah bangsa yang perlu disikapi dengan kearifan. yang ditulis dalam berita pelakunya juga massa. Dan masih sakralisasi-sakralisasi partai. Partai yang lahir dari penjara historis seperti itu. Maksudnya. Proses untuk mencapai hasil sepertinya menjadi kurang penting. Mereka adalah pendukung masa depan Indonesia Baru yang lebih demokratis.membebaskan diri dari penjara historis ini akan mudah melakukan balas dendam. ini diperlukan agar perjalanan politik tidak berjalan di tempat atau malahan mengalami kemunduran. Penjara-penjara politik tersebut di atas saat ini kita rasakan masih membelenggu kepulauan Sapeken. maka agenda politiknya juga terbatas pada upaya untuk menghilangkan beban sejarahnya sendiri. Mental bangsa yang mengalami pembusukan ini awalnya ditandai dengan perlakuan yang tidak adil antara proses dan hasil. Massa ini mirip dengan oknum. pendukung masa lalu yang gelap dan membuat bangsa Indonesia menderita dan terpuruk selama puluhan tahun. Kita melihat masih digunakannya kekerasan sebagai alat penyelesaian. bukan sebagai warga negara. maka bangsa Indonesia sudah sepantasnya berani berjuang sungguh-sungguh untuk membebaskan diri dari tujuh penjara politik itu. Buktinya. dan setiap pengikut partai masih sering disebut sebagai massa partai. ketidak berdayaan warga negara sebagai aktor politik. yang dipentingkan cenderung hasil. dan sulit dikenai sanksi hukum jika melanggar hukum. pernah ada kebijakan pengembangan massa. Jika terjadi bentrok. penempatan posisi yang tidak seimbang antara alat dan tujuan dan kecenderungan disfungsionalisasi moral hampir di segala bidang. sebagai contoh adalah tragedi berdarah di Tanjung Kiaok yang oleh kawan-kawan HIMAS disebut dengan peristiwa terheboh di tahun 2008 ini di Kepulauan Sapeken. Menurut pengamatan saya bahwa tragedi berdarah itu ada unsur-unsur politik di dalamnya. dan lain sebagainya. demoralisasi atau kondisi mental bangsa yang mengalami proses pembusukan. tetapi akan mampu mengalami kemajuan yang berarti dan signifikan. termasuk dijalani secara politik. sapu bersih lawan dan bertindak tidak demokratik karena tidak menghargai pluralitas politik. Penjara ketujuh. Pada saat melaksanakan pembangunan. Yang tidak kalah pentingnya juga di antara penjara-penjara politik yang masih membelenggu Kepulauan Sapeken adalah adanya kultus individu. Oleh karena itu terjadilah proses pembusukan mental yang berkepanjangan. mereka yang membela dan cenderung tidak mau membebaskan diri dari penjara-penjara politik di atas layak dikatagorikan sebagai pendukung status quo.

dengan menghentikan proses pembusukan mental dan melakukan operasi mental secara serentak lewat berbagai lini. pemuda memiliki peranan luar biasa sebagai ujung tombak perubahan.S. Berbagai hal menyangkut perubahan. harus dipatahkan. lembaga politik. benarkah Negara otoriter . kalau dulu kita mengenal politik sebagai panglima. desakralisasi diperlukan karena hal-hal tersebut memang bukan hal yang sakral. yang dikenal dengan bapak pembangunan “H. lebih-lebih kekerasan sebagai cara untuk menyelesaikan masalah. selalu dikaitkan peranan pemuda. dihancurkan. Tak tanggung-tanggung pemimpin besar seperti Bung Karno Presiden RI Pertama mengungkapkan kata-kata pengobar semangat "Beri aku sepuluh pemuda. BANGKIT SAPEKEN KU. "Satu tumpah darah. dimulai sejak pemuda membuat "komunike politik kebangsaan" 28 Oktober 1928. perlu dilakukan pendidikan politik sebagai wujud dari pemberdayaan politik. perangkat politik masyarakat. partai-partai dengan segala macam produknya. Kedua. ekonomi sebagai panglima. perubahan sosial-politik menempatkan pemuda di garda depan. sehingga lahirlah yang disebut orde reformasi. dan satu bahasa".! Potret sejarah Indonesia. Caranya dengan menumbuhkan kesadaran bahwa proses politik adalah proses yang wajar-wajar saja. dengan memasukkan atau menumbuhkan kesadaran baru. maka akan kugoncangkan dunia. dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan. maka di masa sekarang dan masa yang akan datang hendaknya bangsa Indonesia mau menjadikan moral sebagai panglima. Namun kemudian muncul pertanyaan besar. maka dengan jiwa besar kita hendaknya mampu memaafkan masa lalu.." yang disampaikan dalam pidato kenegaraan di masa jayanya. Salam Perjuangan. Wb. manjauhi segala macam bentuk kekerasan. Di berbagai belahan dunia. Wallahu A‟lam bisshowab. Mengenang kiprah kaum muda dari sejak merebut kemerdekaan hingga menumbangkan sang raja jawa. dan demitologisasi hal-hal yang selama ini dimitoskan.. melakukan desakralisasi simbol-simbol negara. agar pengalaman historis tidak berfungsi negatif menjadi semacam penjara politik. konstitusi.penjara-penjara politik itu harus dinegasikan. melakukan upaya demitologisasi perangkat politik negara. Caranya. Diposkan oleh Rina Hafidiz di 22:58 0 komentar Hanya Engkaulah yang kami sembah. Keenam. Muhammad Soeharto” yang tentunya membutuhkan pengorbanan yang sangat besar hingga nyawa taruhannya. Keempat. Dengan demikian. al-Fatihah FKPPS HARAPAN SASIIL Oleh : Muarif * Assalamu‟alaikum Wr. Q. Ketiga. Ketujuh. dan memfungsikan moral sebagai kendali kontrol setiap rumusan kebijakan dan setiap evaluasi kebijakan politik. panglima sebagai panglima.. BANGKIT INDONESIA KU. Tonggak kebangkitan lahirnya kesadaran berbangsa. sistem politik. Caranya adalah dengan melakukan upaya pembebasan dengan alternatif langkah sebagai berikut : Pertama. Kelima. satu bangsa. memangkas dan menghentikan kultus individu. Sejarah membuktikan itu.

Era reformasi yang bergulir sejak tahun 1998 (di mana pemuda juga punya peran luar biasa). ini sekedar pengantar Intinya. Diposkan oleh Rina Hafidiz di 22:54 0 komentar Beranda Langgan: Entri (Atom) GARUDA Pendidikan Indonesia. maka dari itu kawan-kawan. Penanaman Ideologi Gombal !! OLEH : HENRINA Kita dari kecil selalu dicekoki dogma. Di era Reformasi ini juga menyentuh beragam kelompok kepemudaan yang menyadari perlunya perubahan sistem organisasi mereka. Wb. ada apa sesungguhnya dengan gerakan mahasiswa. akan tetapi aura perubahan keras kali ini menghadapkan organ-organ ini pada kondisi sosial politik riil yang juga dihadapi oleh beragam kelompok di masyarakat. * Penggagas ide FKPPS. pasti mementingkan penanaman ideologi . karena sejatinya perjuangan tidak akan pernah ada kalau kita tidak pernah paham apa yang mesti kita perjuangkan. GMNI kembali menggunakan azas nasionalisme-marhaen. Dan memang anak kecil adalah individu yang paling gampang dibikin percaya sama omongan dogma. apakah yang kita lakukan selama ini sudah termasuk implementasi dari ide-ide kritis kita. Reformasi tidak jadi katalisator proses pencerahan kehidupan berbangsa dan bernegara. ternyata reformasi hanya sekedar pergantian acsesoris saja yang sama sekali tidak menyentuh substansinya sebagai mana kita sadari bersama. entah. sangat memprihatinkan.birokratis Orde Baru telah berakhir dengan pernyataan berhenti presiden soeharto? secara singkat jawabannya tidak. Kecenderngan anak adalah menerima. melihat wajah gerakan mahasiswa saat ini. ada apa dengan gerakan kita saat ini?.. seakan-akan apa yang sudah terkandung di dalam cita-cita semangat reformasi sudah hilang entah kemana. kita perlu mengoreksi diri secara tuntas dan serius. namun era ini banyak orang yang kecewa. tidak parsial. perjuangan hanya ada kalau kita mempunyai tujuan bersama yang jelas. malah sebaliknya. Beberapa organisasi kepemudaan tetap mempertahankan ideologi Pancasila. atau hanya perbudakan sistem sehingga kita hanya menjadi ekor?. Jangan anggap perjuangan sudah selesai padahal kita belum pernah memulai. Wallahu A‟lam Billattaufiq Wal Hidayah Wassalamu‟alaikum Wr. wahhh perlu dipertanyakan tuhh kekecilannya !!!Enggak bisa dipungkiri bahwa sistem pendidikan manapun. mari kita mulai bersama-sama memformulasikan FKPPS baru yang faham zaman dan membangun visi bersama yang mampu memjawab problemproblem kepulauan dan kebangsaan. Sedikit yang menjadi renungan saya. Organisasi-organisasi kepemudaan yang selama Orba berada dibawah payung KNPI mulai memisahkan diri dan menjalankan gerak organisasinya sesuai dengan ideologi yang diinginkan. dan kalau ada anak kecil udah pinter protes. dan lain sebagainya. HMI kembali menggunakan Islam sebagai azas organisasi.

. siapa yang memulai memberikan jargon pancasila sakti. Padahal itu hanya salah satu bagian dari demokrasi. adalah berita bohong. perlu hati-hati agar tidak melakukan kebohonga-kebohongan karena bagaimanapun guru adalah pendidik pertama dan utama serta penentu generasi-generasi muda yang berkualitas. kelima. Alias kebohongan yang terstruktual sepanjang masa.!!!!!!Betapa susahnya jadi guru. Di Orde lama Indonesia terlalu kekiri dan sejak Orde Baru sampai sekarang yang dikenal dengan Orde Reformasi (?) kita kebangetan ke kanan. seolah masyarakat Indonesia memiliki budaya gotong-royong. adalah tanda betapa tunduknya kita ke Amerika. Artinya tidak ngeblok kiri (komunis) dan tidak ngeblok kanan (sekuler). malah sangat bertentangan dengan budaya Indonesia yang dikemudian hari memberikan Banyak permasalahan moral bagi Bangsa Indonesia. Justru inti dari demokrasi. Negara pengusung Ideologi sekuler terbesar. Tidak peduli anak didiknya udah berapa kali naik kelas dan lulus. kita malah sueeneng buanget waktu kita dibilang kita adalah sahabat Amerika yang notabene penjahat perang dunia. Tidak tau sich. Ketiga. Selain butir-butir yang diubah tahun 94an. ternyata dirubah. aktif artinya aktif dalam usaha perdamaian Dunia. Tidak bolah diubah. ditambah lagi disuruh ngasih kabar-kabar bohong secara sistematis.. Iran dizalimi oleh negara lain yang lebih kuat. Memang sih. Kesaktian pancasila. Ditilik dari sejarah. pancasila dibilabg sakti karena kaum komunis gagal menjatuhkannya. Politik luar negeri kita adalah bebas aktif. Indonesia adalah negara nonblok. dengan kata lain tidak perlu diganti. Sejarah Indonesia justru menunjukkan hal yang berbalikan. selain Kita juga tidak bebas Blok. adalah bohong. Sila pertama yang katanya sangat krusial ini. musyawarah. tetapi kenyataannya pancasila nggak sakti blass. berarti setiap tahun dia membohongi orang baru.Nahh lho. Ini akan sama saja dengan menyuruh guru-guru yang pahlawan tanda jasa itu melakukan kebohongan publik.. dsb. Pancasila tentunya juga tidak akan membiarkan sila pertamanya yang panjang dan justru sarat makna itu diganti dengan yang sekarang ini kita kenal. dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemelukpemeluknya.. sila pertama yang dirumuskan dalam piagam jakarta ternyata tidak berbunyi seperti yang kita ketahui (Ketuhanan yang Maha Esa). gurunya sudah pasti tidak pernah naik kelas !!! Jadi kalau guru disuruh mengajar dogma yang salah.pada peserta didik sejak usia muda... Lepasnya Timor-timur dari Indonesia juga menunjukkan kalau pengemban Pancasila gagal melakukan sila persatuan Indonesia. Jadi dimana letak kemanusiaan yang adil dan beradab Pancasila ????.buat temen-temen FKMS khususnya yang akan berprofesi sebagai guru. yang dipaksakan untuk dipercaya iTu. proses penulisan sila dalam pancasila ternyata pernah diubah. Lepasnya tambang-tambang kita ke Freeport. kita juga tidak pernah aktif mendamaikan atau memerangi negara yang turut andil dalam pejajahan Dunia.. Bebas artinya tidak ngeblok.(cape' Decchh). kedua. Seorang guru biasanya mengajar di kelas yang sama bertahun-tahun. Percayalah pada sesuatu jika sudah . dll. Alih-alih memerangi. tetapi berbunyi ketuhanan. Dalam sejarah. Pancasila juga semakin tidak berdaya ketika sila "kemanusiaan yang adil dan beradab"nya tidak dianut oleh pemerintahnya yang diam saja saudaranya di Palestina. semoga membuat kita semakin hati-hati dan mau berfikir cemerlang ketika mendengar dan percaya pada sesuatu. jadi jelas donkk. Irak. demokrasi sesuai dengan budaya Indonesia. dan jadilah kebohongan dari generasi ke generasi.. kalau memang beneran sakti. Yang paling penting. dogma pancasila yang dikatakan digali dari budaya Indonesia dan sudah tentu sesuai dengan rakyat Indonesia. Dari yang sedikit ini. yaitu kebebasan pada segala sektor. yang katanya Iwan Fals dalam Oemar Bakrienya : 40 tahun mengabdi tapi makan ati. Keempat.Nahhh. Lho. siapa saja yang berminat menjadi guru ??? Dan siapa saja yang gak mau dibohongi lagi ???Dogma bohong pendidikan Indonesia : pertama. Pancasila adalah Ideologi Bangsa. Exxon. alias gagal menggantinya dengan Ideologi komunis. Tetapi jadi lain ceritanya kalau yang ditanamkan itu.. Kenyataannya.

...melalui proses aktualisasi pada diri kita.!!!!!! ... daN jANGAn muDAh DIbohoNGi LAGi... JANGAN PERNAH BERHENTI belaJAR.