LAMPIRAN I PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH PROVINSI

JAWA TENGAH NOMOR 10 TAHUN 2004 TENTANG BAKU MUTU AIR LIMBAH BAKU MUTU AIR LIMBAH UNTUK KEGIATAN INDUSTRI 1. Baku Mutu Air Limbah Industri Bihun dan Soun BIHUN SOUN BEBAN BEBAN KADAR KADAR PENCEMARAN PARAMETER PENCEMARAN MAKSIMUM MAKSIMUM MAKSIMUM MAKSIMUM (mg/L) (mg/L) (kg/ton) (kg/ton)

NO

BOD5 150 1,5 150 2,25 COD 250 2,5 250 3,75 TSS 100 1 100 1,5 pH 6,0 – 9,0 6,0 – 9,0 Debit 10 m3/ton bahan baku 5. 15 m3/ton bahan baku Maksimum Catatan : a. Kadar maksimum untuk setiap parameter pada tabel di atas dinyatakan dalam miligram parameter per liter air limbah. b. Beban pencemaran maksimum untuk setiap parameter pada tabel di atas dinyatakan dalam kilogram per ton bahan baku. 2. Baku Mutu Air Limbah Industri Bir dan Minuman Beralkohol NO PARAMETER KADAR MAKSIMUM (mg/L) BEBAN PENCEMARAN MAKSIMUM (g/100 liter) 40 24 100 60 40 24 6,0 - 9,0 6 HL/HL produk bir atau minuman beralkohol

1. 2. 3. 4.

1. BOD5 2. COD 3. TSS 4. pH 5. Debit Maksimum Catatan : a. Kadar maksimum untuk setiap parameter pada tabel di atas dinyatakan dalam miligram parameter per liter air limbah. b. Beban pencemaran maksimum untuk setiap parameter pada tabel di atas dinyatakan dalam gram parameter per 100 liter (HL) produk atau minuman beralkohol.

1

3. Baku Mutu Air Limbah Industri Biskuit dan Roti (Bakery) NO 1. 2. 3. 4. PARAMETER BOD5 COD TSS pH KADAR MAKSIMUM (mg/L) 85 175 85 BEBAN PENCEMARAN MAKSIMUM (kg/ton) 0,51 1,05 0,51 6,0 - 9,0

6 m3/ton produk 5. Debit Maksimum Catatan : a. Kadar maksimum untuk setiap parameter pada tabel di atas dinyatakan dalam miligram parameter per liter air limbah. b. Beban pencemaran maksimum untuk setiap parameter pada tabel di atas dinyatakan dalam kilogram parameter per ton produk biskuit dan roti (bakery) 4. Baku Mutu Air Limbah Industri Cat dan Tinta NO 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. PARAMETER BOD5 COD TSS Merkuri (Hg) Seng (Zn) Timbal (Pb) Tembaga (Cu) Khrom Hexavalen (Cr6+) Titanium (Ti) Kadmium (Cd) Fenol Minyak dan Lemak pH Debit Maksimum KADAR MAKSIMUM (mg/L) 80 150 50 0,01 1.0 0,30 0,80 0,20 0,40 0,08 0,20 10 BEBAN PENCEMARAN MAKSIMUM (g/m3) 40 75 25 0,005 0,50 0,15 0,40 0,10 0,20 0,04 0,10 5

6,0 - 9,0 0,5 liter per liter produk cat water base Zero discharge untuk cat solvent base

Catatan : a. Solvent-Based Cat harus Zero Discharge; semua limbah cair yang dihasilkan harus ditampung atau diolah kembali dan tidak boleh dibuang di perairan umum. b. Kadar maksimum untuk setiap parameter pada tabel di atas dinyatakan dalam miligram parameter per liter air limbah. c. Beban pencemaran maksimum untuk setiap parameter pada tabel di atas dinyatakan dalam gram parameter per meter kubik produk cat.

2

5. Baku Mutu Air Limbah Industri Ethanol NO PARAMETER KADAR MAKSIMUM (mg/L) BEBAN PENCEMARAN MAKSIMUM (kg/ton) 90 1,35 270 4,05 90 1,35 0,45 0,0067 6,0 - 9,0 3 15 m /ton produk ethanol atau alcohol

1. BOD5 2. COD 3. TSS 4. Sulfida (sbg. S) 5. pH 6. Debit Maksimum Catatan : a. Kadar maksimum untuk setiap parameter pada tabel di atas dinyatakan dalam miligram parameter per liter air limbah. b. Beban pencemaran maksimum untuk setiap parameter pada tabel di atas dinyatakan dalam kilogram parameter per ton produk ethanol atau alkohol. 6. Baku Mutu Air Limbah Industri Farmasi BAHAN FORMULA KADAR MAKSIMUM (mg/L) 100 300 100 30 1 6,0 - 9,0 FORMULASI KADAR MAKSIMUM (mg/L) 75 150 75 6,0 - 9,0

NO

PARAMETER

1. BOD5 2. COD 3. TSS 4. Total – N 5. Fenol 6. pH Catatan : a. Industri farmasi formulasi yaitu industri farmasi yang menghasilkan produk farmasi siap pakai. b. Kadar maksimum untuk setiap parameter pada tabel di atas dinyatakan dalam milligram parameter per liter air limbah. 7. Baku Mutu Air Limbah Industri Meubel (Furniture) KADAR MAKSIMUM (mg/L) BEBAN PENCEMARAN MAKSIMUM (kg/m3) 2,0 5,0 1,25 0,005

NO 1. 2. 3. 4.

PARAMETER

BOD5 80 COD 200 TSS 50 Fenol 0,2 Minyak dan 5. 5 0,125 lemak 6. pH 6,0 - 9,0 7. Debit Maksimum 25 liter/liter bahan cat yang digunakan Catatan : a. Kadar maksimum untuk setiap parameter pada tabel di atas dinyatakan dalam miligram parameter per liter air limbah. b. Beban pencemaran maksimum untuk setiap parameter pada tabel di atas dinyatakan dalam kilogram parameter per meter kubik bahan cat.

3

b.0 . Maksimum Catatan : a. Kadar maksimum untuk setiap parameter pada tabel di atas dinyatakan dalam miligram parameter per liter air limbah. 3. 2.75 7. 4 . 4.375 (sebagai N) 6.9.25 7 3. b.8 10.0 70 m3/ton produk 35 m3/ton MSG produk GA NO 1.13 NO 1. 3. Baku Mutu Air Limbah Industri Lem (Glue) KADAR MAKSIMUM (mg/L) BEBAN PENCEMARAN MAKSIMUM (g/ton) 15 15 0.6 2. Kadar maksimum untuk setiap parameter pada tabel di atas dinyatakan dalam miligram parameter per liter air limbah. Beban pencemaran maksimum untuk setiap parameter pada tabel di atas dinyatakan dalam kilogram parameter per ton produk Glutamic Acid (GA) / Mono Sodium Glutamat (MSG).8.075 m3/ton produk lem (glue) Catatan : a. 4. Baku Mutu Air Limbah Industri Asam Glutamat (Glutamic Acid (GA) dan Mono Sodium Glutamat (MSG)) KADAR MAKSIMUM (mg/L) 80 150 100 BEBAN PENCEMARAN MAKSIMUM (kg/ton) MSG GA 5.0 8.5 6.075 1.0 . PARAMETER BOD5 COD TSS pH Debit 5.5 5.9. pH 6. 9. Minyak dan lemak 10 0. Beban pencemaran maksimum untuk setiap parameter pada tabel di atas dinyatakan dalam gram parameter per ton produk lem (glue). 5 0. Debit Maksimum 0. 2. PARAMETER TSS 200 COD 200 Fenol 1 Formaldehid 15 Amoniak total 5.

d.0 27.9.5 m3 per ton tebu yang diolah 6. Kadar maksimum untuk setiap parameter pada tabel di atas dinyatakan dalam miligram parameter per liter air limbah. 5.0 2. Baku Mutu Air Limbah Industri Gula a.9.9.0 0.5 2.0 2 m3 per ton tebu yang diolah 10 1 KADAR MAKSIMUM (mg/L) AIR LIMBAH GABUNGAN BEBAN PENCEMARAN MAKSIMUM (g/ton) 60 1650 100 2750 50 1375 5 0. 3.25 KADAR MAKSIMUM (mg/L) AIR LIMBAH GABUNGAN BEBAN PENCEMARAN MAKSIMUM (g/ton) 60 90 100 150 50 75 5 0.000 Ton Tebu yang Diolah per Hari NO PARAMETER KADAR MAKSIMUM (mg/L) AIR LIMBAH PROSES BEBAN PENCEMARAN MAKSIMUM (g/ton) 60 30 100 50 50 25 5 0.500 Ton Tebu yang Diolah per Hari NO PARAMETER KADAR MAKSIMUM (mg/L) AIR LIMBAH PROSES BEBAN PENCEMARAN MAKSIMUM (g/ton) 100 50 250 125 100 50 5 1.0 0. 4.5 m3 per ton tebu yang diolah 6.0 25 m3 per ton tebu yang diolah 6.0 .25 7.25 AIR LIMBAH KONDENSOR BEBAN KADAR PENCEMARAN MAKSIMUM MAKSIMUM (mg/L) (g/ton) 60 30 100 50 50 25 5 0.000 Ton Tebu yang Diolah per Hari BEBAN PENCEMARAN KADAR MAKSIMUM NO PARAMETER MAKSIMUM (mg/L) (g/ton) 1.5 6.0 . Minyak dan lemak 5 2. 2. pH 6.0 .5 m3 per ton tebu yang diolah c.0 .5 7.0 0.0 1. 7.5 6.25 KADAR MAKSIMUM (mg/L) AIR LIMBAH ABU KETEL BEBAN PENCEMARAN MAKSIMUM (g/ton) 60 30 100 50 50 25 5 0.5 0.0 .5 0. BOD5 COD TSS Minyak dan lemak Sulfida (sebagai S) pH Debit maksimum 6. Baku Mutu Air Limbah Industri Gula dengan Kapasitas Kurang Dari 2.9. c. Ton tebu yang diolah per hari = Ton Cane per day (TCD) b. Baku Mutu Air Limbah Industri Gula dengan Kapasitas Antara 2. dan air limbah abu boiler yang dilakukan penggabungan dalam pengolahannya.5 2.5 AIR LIMBAH KONDENSOR BEBAN KADAR PENCEMARAN MAKSIMUM MAKSIMUM (mg/L) (g/ton) 60 1500 100 2500 50 1250 5 0. COD 100 50 3. Sulfida (sebagai S) 0. Debit Maksimum 0.75 1.0 .9. BOD5 COD TSS Minyak dan lemak Sulfida (sebagai S) pH Debit maksimum 6.500 Sampai Dengan 10.5 0.9. Beban pencemaran maksimum untuk setiap parameter pada tabel di atas dinyatakan dalam gram parameter per ton produk gula.0 . 3.5 125 12.0 .0 8.9. 6.5 0. Baku Mutu Air Limbah Industri Gula dengan Kapasitas Lebih Dari 10.5 m3 per ton tebu yang diolah 6.5 KADAR MAKSIMUM (mg/L) AIR LIMBAH ABU KETEL BEBAN PENCEMARAN MAKSIMUM (g/ton) 60 120 100 200 50 100 5 0.10.5 m3 per ton tebu yang diolah 6.75 1. 6 7.0 0.0 .9.5 2.5 m3 per ton tebu yang diolah Catatan : a. 5 .5 0.5 13. 4. Air limbah industri gula adalah air limbah proses. BOD5 60 30 2. TSS 50 25 4. 2.5 0.9. air limbah kondensor.5 137.5 m3 per ton tebu yang diolah b. 5.

9 0. Baku Mutu Air Limbah Industri Kacang Garing NO PARAMETER Kadar Maksimum (mg/L) 100 250 100 < 2.9. pH 6. Baku Mutu Air Limbah Industri Kayu Lapis dan Papan Partikel (Partikel Board) KADAR MAKSIMUM (mg/L) 75 125 50 4 0.0 0. 2.0 . 5. 7.0025 6.5 1.2 BEBAN PENCEMARAN MAKSIMUM (kg/ton) 0.9.2 0. Fenol 7.075 6. TSS 4.5 Beban Pencemaran Maksimum (kg/ton) 0. Kadar maksimum untuk setiap parameter pada tabel di atas dinyatakan dalam miligram paramater per liter air limbah. 6.3 (m3/m3 produk) 1.25 BEBAN PENCEMARAN MAKSIMUM (g/m3) Kayu Lapis Partikel board 22.0 15 m3/ton bahan baku NO PARAMETER 1. BOD5 2.0 .0 .9. Debit Maksimum Catatan : a.003 6.0 3 5 m /ton bahan baku 1.250 0. pH 8.9 1. Debit Maksimum Catatan : a. Beban pencemaran maksimum untuk setiap parameter pada tabel di atas dinyatakan dalam kilogram parameter per ton bahan baku. PARAMETER BOD5 COD TSS Amoniak total (sebagai N) Fenol pH Debit Maksimum 6 .5 0. 12.25 (m3/m3 produk) NO 1. COD 3. b. 4. Beban pencemaran maksimum untuk setiap parameter pada tabel di atas dinyatakan dalam kilogram parameter per ton bahan baku.0 0.8 0.0005 0. Fenol 5.0625 0. 3. Baku Mutu Air Limbah Industri Jamu KADAR MAKSIMUM (mg/L) 60 120 60 0. b. Kadar maksimum untuk setiap parameter pada tabel di atas dinyatakan dalam miligram parameter per liter air limbah.75 37. 13.25 15 12.1 0. BOD5 2. COD 3. DHL (µmhos) 5.25 0.5 18. TSS 4.5 1.5 31. H2S 6.11.

0 0.6 m3 produk dengan ketebalan 3. 3.5 6.0 10 (m3/ton 8 (m3/ton produk kecap) produk kecap) NO 1. Beban pencemaran maksimum untuk setiap parameter pada tabel di atas dinyatakan dalam kilogram parameter per ton produk kecap. 4. 7 .6 milimeter. Baku Mutu Air Limbah Industri Kecap KADAR MAKSIMUM (mg/L) BEBAN PENCEMARAN MAKSIMUM (kg/ton) Dengan Cuci Tanpa Cuci Botol Botol 1. Kadar maksimum untuk setiap parameter pada tabel di atas dinyatakan dalam miligram parameter per liter air limbah. Kadar maksimum untuk setiap parameter pada tabel di atas dinyatakan dalam miligram parameter per liter air limbah. PARAMETER COD 100 TSS 100 pH Debit 4.8 6.4 kg kecap.5 1.4 1. b. Maksimum Catatan : a.Catatan : a.4 0. 2. Beban pencemaran maksimum untuk setiap parameter pada tabel di atas dinyatakan dalam gram parameter per meter kubik produk kayu lapis/partikel board. 2. 3. c.0 0.8 1.0 – 9. 1000 m2 produk = 3.9. b. 14.0 . b. PARAMETER BOD5 100 COD 175 TSS 100 pH Debit 5.75 1. 1 kg kedelai = 20 liter kecap. Beban pencemaran maksimum untuk setiap parameter pada tabel di atas dinyatakan dalam kilogram parameter per ton produk keramik/ubin. c. Baku Mutu Air Limbah Industri Keramik dan Ubin KADAR MAKSIMUM (mg/L) BEBAN PENCEMARAN MAKSIMUM (kg/ton) Keramik Ubin 1. Maksimum Catatan : a. 1 liter kecap = 1.4 0.0 14 m3/ton 5 m3/ ton produk produk NO 1. Kadar maksimum untuk setiap parameter pada tabel di atas dinyatakan dalam miligram parameter per liter air limbah. 15.

16.6 2. Maks Maks. Kadar maksimum untuk setiap parameter pada tabel di atas dinyatakan dalam miligram parameter per liter air limbah. Maks. pH 6. Baku Mutu Air Limbah Industri Kertas KERTAS HALUS KERTAS KASAR BEBAN BEBAN KADAR KADAR NO PARAMETER PENCEMARAN PENCEMARAN MAKSIMUM MAKSIMUM MAKSIMUM MAKSIMUM (mg/L) (mg/L) (kg/ton) (kg/ton) 1.25 50 0.0 Catatan : a. 40 m3/ ton produk Maksimum 5. Maks.0 . Beban pencemaran maksimum untuk setiap parameter pada tabel di atas dinyatakan dalam kilogram parameter per ton produk makanan spesifik. Suhu °C 38 BOD5 mg/L 50 COD mg/L 100 TSS mg/L 30 Minyak dan mg/L 3 lemak pH 6.2 NO PARAMETER SATUAN KADAR MAKSIMUM 1. 5. 3. b. 6.15 0.01 1. BOD5 COD TSS Minyak dan lemak pH Debit Maks 6.30 0.8 5.0 .50 0. Baku Mutu Air Limbah Industri Minuman Ringan (Soft Drink) BEBAN PENCEMARAN MAKSIMUM ( g/m3) Dengan Dengan Tanpa Tanpa Pencucian pencucian pencucian pencucian botol botol & botol & botol & dengan Tanpa dengan tanpa pembuatan pembuatan pembuatan pembuatan sirop sirop sirop sirop 150 140 85 60 300 280 170 120 90 84 51 36 9 3. Maks.0 90 3. 4.25 0. b.0 5 m3/ ton produk 6.9.9.50 0. TSS 100 5.9.0 3 m3 / ton produk 6.0 .375 BUMBU MIE Kadar Maks (mg/L) 50 100 100 2 MAKANAN KECIL Beban Beban Kadar Penc.4 2.0 5 m3/ ton produk Catatan : a.0-9. 7. 2. 3.0 . (mg/L (kg/to (kg/to ) n) n) 0.01 2 0.6 1.30 0. 18. (kg/ton ) 0.50 0. Baku Mutu Air Limbah Industri Makanan Spesifik MIE NO PARAMETER Kadar Maks (mg/L) 50 100 100 2 Beban Penc.50 100 0.9. (kg/ton ) 0.7 3.006 KOPI Kadar Maks (mg/L ) 50 100 100 Beban Penc.0 . Beban pencemaran maksimum untuk setiap parameter pada tabel di atas dinyatakan dalam kilogram parameter per ton produk kertas.0 175 7. Penc. 4.1 1. 2. COD 200 10.0 .30 PERMEN Kadar Maks (mg/L) 50 100 75 Beban Penc. 17. Maks.0 5 m3 / ton produk 6.9.25 0.50 100 0.2 Debit 50 m3/ ton produk 4. BOD5 100 5.9.15 0.30 0. 5.0 Debit limbah maksimum (L/L produk minuman) 8 .0 8.0 3. 6.0 3 m3 / ton produk 6. Kadar maksimum untuk setiap parameter pada tabel di atas dinyatakan dalam miligram parameter per liter air limbah. (kg/ton ) 0.0 80 3.

b. d.0 – 9.2 0. BOD5 2. 6. Phospat (PO4) 6. Beban pencemaran maksimum untuk setiap parameter pada tabel di atas dinyatakan dalan gram parameter per meter kubik produk minuman ringan.025 3 0. b.001 6.0 – 9.050 60 0. 3.0001 6. 9 .30 5 0. Debit Maksimum Catatan : a.2 0.015 2 0. COD 3 TSS 4.50 60 0. 7.0025 2 0.0 3 5 m / ton produk NO 1.03 5 0.25 100 0. Baku Mutu Air Limbah bagi Usaha dan/atau Kegiatan lndustri Minyak Goreng menggunakan Proses Basah KADAR MAKSIMUM (mg/L) BEBAN PENCEMARAN MAKSIMUM (kg/ton) 50 0.01 0. Kadar maksimum untuk setiap parameter pada tabel di atas dinyatakan dalam miligram parameter per liter air limbah. Proses kering adalah proses kristalisasi fraksinasi yang hanya melibatkan pengaturan suhu dan tidak melibatkan penambahan deterjen. Fenol 7. 2. 5. Beban pencemaran maksimum untuk setiap parameter pada tabel di atas dinyatakan dalam kilogram parameter per ton produk minyak. c.Catatan : a. Baku Mutu Air Limbah lndustri Minyak Goreng a.0 0. PARAMETER BOD5 COD TSS Minyak dan lemak MBAS Phospat (PO4) Fenol pH Debit Maksimum b. Kadar maksimum untuk setiap parameter pada tabel di atas dinyatakan dalam miligram parameter per liter air limbah. 19.025 100 0.5 m3/ ton produk NO PARAMETER 1. 9. pH 8. 4.001 0. Baku Mutu Air Limbah bagi Usaha dan/atau Kegiatan lndustri Minyak Goreng menggunakan Proses Kering KADAR MAKSIMUM (mg/L) BEBAN PENCEMARAN MAKSIMUM (kg/ton) 50 0. Minyak dan Lemak 5. Proses basah adalah proses kristalisasi fraksinasi yang melibatkan penambahan deterjen sebagai senyawa penurun tegangan permukaan (wetting agent). 8.

21. (kg/to (mg/ (mg/ (mg/ ) (kg/t (kg/t (kg/t n) L) L) L) on) on) on) 1. Tembaga (Cu) 0. Nikel (Ni) 1.675 75 1. .012 0. c.6 6.020 0. .0 .35 3.765 75 0. 10 . pH 11. parameter minyak-lemak dibatasi sebesar 15 mg/L. s. Timbal (Pb) 0.9. Kadmium (Cd) 0. Bagi industri pengolahan buah-buahan dan/atau sayuran yang melakukan proses penggorengan dalam tahapan kegiatan pengolahannya.9 4.20. Khrom Total 0.0 L/kg bahan pelapis NO PARAMETER KADAR MAKSIMUM (mg/L) 1. Seng (Zn) 1.5 75 0.001 0. BOD5 85 0.002 0. Penc. TSS 20 2. . b.1 10. Sianida (CN) 0.010 0.5 +6 4.35 150 3 150 1.020 0. Satuan kuantitas air limbah adalah m3 per ton bahan baku. pH 6.1 5. Penc.675 2.9 100 2 100 0.0 8.8 150 1. 9 9 20 9 maksimum Catatan : a. b. Beban pencemaran maksimum untuk setiap parameter pada tabel di atas dinyatakan dalam gram parameter per kilogram bahan pelapis logam. Baku Mutu Air Limbah Industri Pengolahan Buah-Buahan dan/atau Sayuran a. Satuan beban adalah kg per ton bahan baku. Mak Mak Mak Maks.2 3.9 100 0. Khrom (Cr ) 0. Maks Maks Maks Maks. Kadar maksimum untuk setiap parameter pada tabel di atas dinyatakan dalam miligram parameter per liter air limbah. s. Baku Mutu Air Limbah Industri Pengolahan Buah-Buahan dan/atau Sayuran yang Melakukan Satu Jenis Kegiatan Pengolahan Pengolahan Buah Pengolahan Sayuran Buah Nanas Jamur Sayur Lainnya Lainnya Beba Beba Beba Kad Kad Kad PARAMET n n n Beban NO ar ar ar Kadar ER Penc.05 9. TSS 100 0. Baku Mutu Air Limbah Industri Pelapisan Logam BEBAN PENCEMARAN MAKSIMUM (g/kg bahan pelapis) 0.0 7.0 Debit 5. Penc.004 0.0 – 9.002 6. (mg/L .40 0. COD 200 1. Debit Maksimum 20 Catatan : a.

Nilai kuantitas air limbah bagi usaha dan/atau kegiatan industri yang melakukan kegiatan pengolahan gabungan adalah jumlah perkalian antara nilai kuantitas air limbah dengan jumlah bahan baku senyatanya dari masing-masing kegiatan sebagaimana dinyatakan dalam persamaan berikut : Keterangan : Qmix : kuantitas air limbah gabungan kegiatan. parameter minyak-lemak dibatasi sebesar 15 mg/L. Baku Mutu Air Limbah Kawasan Industri Pengolahan Buah-Buahan dan/atau Sayuran yang Melakukan Pengolahan Air Limbah Secara Terpusat NO PARAMETER KADAR MAKSIMUM (mg/L) 100 75 150 6. dalam satuan ton bahan baku. di atas 11 . Baku Mutu Air Limbah Industri Pengolahan Buah-Buahan dan/atau Sayuran yang Melakukan Kegiatan Pengolahan Gabungan NO 1 2 3 4 PARAMETER TSS BOD5 COD pH KADAR MAKSIMUM (mg/L) 100 75 150 6. dalam satuan m3/ton.0 1 TSS 2 BOD5 3 COD 4 pH Catatan : Kadar maksimum untuk setiap parameter pada tabel dinyatakan dalam miligram parameter per liter air limbah. Kadar maksimum untuk setiap parameter pada tabel di atas dinyatakan dalam miligram parameter per liter air limbah. Bagi industri pengolahan buah-buahan dan/atau sayuran yang melakukan proses penggorengan dalam tahapan kegiatan pengolahannya. c. dalam satuan m3.0 -9. Qi : kuantitas air limbah yang berlaku bagi masing-masing kegiatan. b.0 – 9.0 Catatan : a. Pi : jumlah bahan baku yang digunakan senyatanya.b. c.

40 180 7. Baku Mutu Air Limbah Industri Penyamakan Kulit SAMAK KROM SAMAK NABATI BEBAN BEBAN KADAR KADAR PENCEMARAN PENCEMARAN MAKSIMUM MAKSIMUM MAKSIMUM MAKSIMUM (mg/L) (mg/L) (kg/ton) (kg/ton) 50 2.5 0.60 0.8 0.125 2. 6.20 Lemak N total 10.5 3 2 0.0 Debit 10 40 m3/ ton bahan baku 40 m3/ ton bahan baku Maksimum Catatan : a.60 6.0 0.20 60 2.0 0. Beban pencemaran maksimum untuk setiap parameter pada tabel di atas dinyatakan dalarn kilogram parameter per ton bahan baku kulit.02 0.02 1.15 0.80 110 4. b.2 3.02 (sebagai S) 9. 0.45 0. 4.5 0.25 4.6 0.02 (N) Sulfida 8.0 10 30 15 15 30 20 0.03 0.5 3 0.22.0 – 9.225 KEGIATAN PENGALENGAN BEBAN PENCEMARAN MAKSIMUM (kg/ton) LAINIKAN UDANG LAIN 1.0 0. Kadar maksimum untuk setiap parameter pada tabel di atas dinyatakan dalam miligram parameter per liter air limbah.024 0.03 0. 9.004 4.5 2 6 3 0. COD 3.0 70 2.02 0.0 0.0 6.18 KADAR MAKS.45 0.3 PEMBUTAN TEPUNG IKAN KADAR MAKS. TSS Sulfida Amonia Klor bebas BOD5 COD Minyaklemak pH Debit maksimum (m3/ton) 12 12 . TSS Khrom total 0.5 2. (mg /L) 100 1 5 100 300 15 BEBAN PENCEMARAN MAKSIMUM (kg/ton) 1.0-9. 5. BOD5 2. 2.9. Baku Mutu Air Limbah Bagi Usaha dan/atau Kegiatan Pengolahan Hasil Perikanan yang Melakukan Satu Jenis Kegiatan Pengolahan KEGIATAN PEMBEKUAN NO PARAMETER BEBAN PENCEMARAN MAKSIMUM (kg/ton) LAINIKAN UDANG LAIN 1 3 1.1 0.012 0.50 0.01 0. 7.225 6.40 50 2.20 5. (Cr) Minyak dan 5.015 0.015 0.015 1 3 1.1 0.3 0.032 0. (mg /L) 100 1 5 1 75 150 15 1. 5. 8.06 1.15 0.15 0.03 0. Baku Mutu Air Limbah Industri Pengolahan Hasil Perikanan a.2 0.50 0.0 . 23. pH 6. (sebagai N) Amonia total 7.40 15. (mg/L) 100 10 1 100 200 15 KADAR MAKS.0 NO PARAMETER 1. 3.10 0.25 1.075 0. 0.

usaha dan/atau kegiatan pembuatan tepung ikan dalam satuan m3 per ton produk.BOD : 6 kg/ton bahan baku . seperti yang dinyatakan dalam persamaan berikut : Keterangan : Qmix : kuantitas air limbah gabungan bahan baku.usaha dan/atau kegiatan pembuatan tepung ikan dalam satuan kg per ton produk. dalam satuan m3. dalam satuan m3.Sulfida : 0. dalam satuan ton.TSS : 6 kg/ton bahan baku .3 kg/ton bahan baku .06 kg/ton bahan baku . . . C : kadar parameter air limbah. satuan kuantitas air limbah dapat menggunakan satuan m3 per ton bahan baku.9 kg/ton bahan baku d. Satuan kuantitas air limbah bagi : .usaha dan/atau kegiatan pengalengan dalam satuan m3 per ton bahan baku. dalam satuan kg. ii) nilai beban pencemaran adalah perkalian antara nilai kadar dengan nilai kuantitas air limbah.Minyak-lemak : 0.usaha dan/atau kegiatan pembekuan dalam satuan m3 per ton bahan baku. Qi : kuantitas air limbah yang berlaku bagi masing-masing kegiatan jenis bahan baku. Bagi usaha dan/atau kegiatan pengolahan hasil perikanan yang melakukan satu kegiatan pengolahan namun menggunakan lebih dari satu jenis bahan baku hasil perikanan. b. yaitu sebesar 60m3 per ton bahan baku. Dengan demikian. . 13 . dalam satuan m3/ton. dalam satuan mg/L. .usaha dan/atau kegiatan pembekuan dalam satuan kg per ton bahan baku. Pi : jumlah bahan baku yang digunakan senyatanya.Amonia : 0.COD : 18 kg/ton bahan baku . Khusus bagi usaha dan/atau kegiatan pembuatan tepung ikan. berlaku ketentuan : i) nilai kuantitas air limbah adalah jumlah perkalian antara nilai kuantitas air limbah dengan jumlah bahan baku yang digunakan senyatanya. nilai beban pencemaran bagi masing-masing parameter dalam satuan kg per ton bahan baku adalah sebagai berikut : .usaha dan/atau kegiatan pengalengan dalam satuan kg per ton bahan baku. Satuan beban pencemaran bagi : . c.Catatan : a. Qmix : kuantitas air limbah gabungan. seperti yang dinyatakan dalam persamaan berikut : Lmix = C × Qmix Keterangan : Lmix : beban pencemaran kegiatan.

Baku Mutu Air Limbah Bagi Usaha Dan/Atau Kegiatan Pengolahan Hasil Perikanan Yang Melakukan Lebih Dari Satu Jenis Kegiatan Pengolahan NO PARAMETER KADAR MAKSIMUM (mg/L) 100 1 5 1 100 200 15 6. : kuantitas air limbah yang berlaku bagi masing-masing Qi kegiatan. : jumlah bahan baku yang digunakan (atau produk yang Pi dihasilkan) senyatanya. Klor bebas 5.0 1. COD 7. dalam satuan mg/L. pH Catatan : a. 14 . Amonia 4. BOD5 6. seperti yang dinyatakan dalam persamaan berikut : Keterangan : Qmix : kuantitas air limbah. Cmix Qmix : kuantitas air limbah gabungan. Nilai kuantitas air limbah bagi usaha dan/atau kegiatan pengolahan hasil perikanan yang melakukan lebih dari satu kegiatan pengolahan adalah jumlah perkalian antara nilai kuantitas air limbah dengan jumlah bahan baku (atau produk) senyatanya dari masing-masing kegiatan. b. dalam satuan m3/ton. dalam satuan kg. TSS 2. : kadar parameter air limbah. Nilai beban pencemaran bagi usaha dan/atau kegiatan pengolahan hasil perikanan yang melakukan lebih dari satu kegiatan pengolahan adalah perkalian antara nilai kadar dengan nilai kuantitas air limbah gabungan. Sulfida 3. seperti yang dinyatakan dalam persamaan berikut : Lmix = Cmix × Qmix Keterangan : Lmix : beban pencemaran.0 – 9. dalam satuan ton bahan baku (atau ton produk). dalam satuan m3. Minyak-lemak 8. dalam satuan m3.b.

Baku Mutu Air Limbah Bagi Kawasan Industri Perikanan Yang Melakukan Pengolahan Air Limbah Secara Terpusat NO 1. 25. NH3-N 6.002 0. 4.075 1.024 6.c.0 – 9.0 3 sapi.5 m /ekor/hari 1. pH Debit maksimum untuk kerbau dan kuda Debit maksimum untuk kambing : 0. 7.003 1 m3/ton produk NO 1.44 0. PARAMETER TSS Sulfida Amonia Klor bebas BOD5 COD Minyak-lemak pH KADAR MAKSIMUM (mg/L) 100 1 5 1 100 200 15 6.015 0.016 0.15 m3/ekor/hari dan domba Debit maksimum untuk babi : 0. Coliform (MPN/100 ml) 7. 2. 6.0 Baku Mutu Air Limbah Industri Rumah Pemotongan Hewan NO PARAMETER KADAR MAKSIMUM (mg/L) 100 200 100 15 25 5.60 0. 2. Minyak dan Lemak 5.12 0.060 0. 3. 8. PARAMETER BOD5 COD TSS Minyak dan Lemak Phosphat. PO4 MBAS pH Debit Maksimum 15 .180 0.000 6. 3. BOD5 2. COD 3.48 0. 8.0-9. 24. 5. Baku Mutu Air Limbah Industri Sabun Dan Deterjen KADAR MAKSIMUM (mg/L) 75 180 60 15 2 3 BEBAN PENCEMARAN MAKSIMUM kg/ton Produk SABUN DETERGEN 0.0 8 m3/ton produk 0.65 m3/ekor/hari Catatan : Kadar maksimum untuk setiap parameter pada tabel di atas dinyatakan dalam miligram parameter per liter air limbah. 7. TSS 4. 6. 5.0 – 9. : 1. 4.

27. 28.9. 26.0 NO 1. 6 m3/ ton bahan baku Maksimum Catatan : a.24 60 0. b. PARAMETER BOD5 85 COD 150 TSS 60 pH Debit 5.18 2. BOD5 60 0.0.9.9 0.0 . Baku Mutu Air Limbah Industri Sirup DENGAN PENCUCIAN TANPA PENCUCIAN BOTOL BOTOL BEBAN BEBAN NO PARAMETER KADAR KADAR PENCEMARAN PENCEMARAN MAKSIMUM MAKSIMUM MAKSIMUM MAKSIMUM (mg/L) (mg/L) (kg/ton) (kg/ton) 1. 3. Beban pencemaran maksimum untuk setiap parameter pada tabel di atas dinyatakan dalam kilogram parameter per ton produk sabun detergen.15 6. 2.Catatan : a. PARAMETER BOD5 COD TSS NH3-N pH Debit 6.9. b.16 kg/liter.5 3 0. Beban pencemaran maksimum untuk setiap parameter pada tabel di atas dinyatakan dalam kilogram parameter per ton produk saos. 4.51 0.3 3.0 6.36 6. Kadar maksimum untuk setiap parameter pada tabel di atas dinyatakan dalam miligram parameter per liter air limbah. 4.18 4.4 100 0. Baku Mutu Air Limbah Industri Saos KADAR MAKSIMUM (mg/L) BEBAN PENCEMARAN MAKSIMUM (kg/ton) 0.0 .0 Debit 5. b.0 30 m3/ ton produk NO 1. 2. Beban pencemaran maksimum untuk setiap parameter pada tabel di atas dinyatakan dalam kilogram parameter per ton produk sirup. c. 5. Baku Mutu Air Limbah Industri Sodium Siklamat KADAR MAKSIMUM (mg/L) 100 250 100 5 BEBAN PENCEMARAN MAKSIMUM (kg/ton) 3 7. TSS 60 0. Kadar maksimum untuk setiap parameter pada tabel di atas dinyatakan dalam miligram parameter per liter air limbah.0 – 9. 3. COD 100 0.24 60 0. 4 m3/m3 produk 3 m3/m3 produk Maksimum Catatan : a. Berat jenis saos = 1. pH 6. Maksimum 16 . Kadar maksimum untuk setiap parameter pada tabel di atas dinyatakan dalam miligram parameter per liter air limbah.

3. 1. 30. Beban pencemaran maksimum untuk setiap parameter pada tabel di atas dinyatakan dalam kilogram parameter per ton produk susu. Beban pencemaran maksimum untuk setiap parameter pada tabel di atas dinyatakan dalam kilogram parameter per ton kedelai. Baku Mutu Air Limbah Industri Susu dan Produk dari Susu BEBAN PENCEMARAN MAKSIMUM kg/ton Produk Pabrik Susu Pabrik Susu Dasar Terpadu ( kg/ton ) (kg/ton) 0.15 0.0 6. COD 275 5.0 .9. 29. b.0-9.06 0. Kadar maksimum untuk setiap parameter pada tabel di atas dinyatakan dalam miligram parameter per liter air limbah.Catatan : a. b. Baku Mutu Air Limbah Industri Tahu dan Tempe INDUSTRI TAHU INDUSTRI TEMPE BEBAN BEBAN KADAR KADAR NO PARAMETER PENCEMARAN PENCEMARAN MAKSIMUM MAKSIMUM MAKSIMUM MAKSIMUM (mg/L) (mg/L) (kg/ton) (kg/ton) ° 1.075 6.75 4. TSS 100 2 100 1 5.0-9.10 0. 17 .0 Debit 6. dan/atau susu bubuk. dan/atau es krim. d. Pabrik Susu Terpadu : menghasilkan produk susu. c. Maksimum Catatan : a.5 L/kg produk produk NO PARAMETER KADAR MAKSIMUM (mg/L) BOD5 40 COD 100 TSS 50 pH Debit 5. pH 6.0 2. susu kental manis. mentega. Temperatur 38°C 38 C 2. Pabrik Susu Dasar : menghasilkan susu cair. Kadar maksimum untuk setiap parameter pada tabel di atas dinyatakan dalam miligram parameter per liter air Limbah. 2.5 3. 20 m3/ ton kedelai 10 m3/ton kedelai Maksimum Catatan : a. BOD5 150 3 150 1. 4. b.0 L/kg 1.20 0.08 0.0-9.5 275 2. keju. Kadar maksimum untuk setiap parameter pada tabel di atas dinyatakan dalam miligram parameter per liter air limbah.0 6. Beban pencemaran maksimum untuk setiap parameter pada tabel di atas dinyatakan dalam kilogram parameter per ton sodium siklamat.

9.36 15. 6.005 0.021 0.012 0.0 . Beban pencemaran maksimum untuk setiap parameter pada tabel di atas dinyatakan dalam kilogram parameter per ton produk tapioka. 2.05 1.007 0.9 0.9 1.005 0.009 0.054 0.0 (Cr) Amoniak 8.144 0.12 0. Pemasakan Pemucatan Merseri Pencelupan Pencetakan (Sizing) Terpadu Pemintalan.004 0.0 Debit 6. 8.25 3. 30 m3/ ton produk Maksimum Catatan : a. 5.06 0.002 0.009 pH 6. Kadar maksimum untuk setiap parameter pada tabel di atas dinyatakan dalam miligram parameter per liter air limbah.0 lemak pH Debit Maksimum (m3/ton produk tekstil) Catatan : a. 4.42 0. 11. (Bleaching) sasi (Dyeing) (Printing) Desizing Penenunan Scouring) 6.192 0.02 0.003 0. Air limbah blow down boiler.002 0.2 0. 18 .006 0.30 0. Perekatan Tekstil Kapas.0 _ 9.7 2. 10. Beban pencemaran maksimum untuk setiap parameter pada tabel di atas dinyatakan dalam kilogram parameter per ton produk tekstil c. 4.00 0.16 0. 7. 9.05 0. Kadar maksimum untuk setiap parameter pada tabel di atas dinyatakan dalam miligram parameter per liter air limbah. b. Apabila jadi satu harus memenuhi Baku Mutu Air Limbah Industri tekstil.00 0.03 0. regenerasi ion exchange dan lain-lain apabila terpisah harus memenuhi Baku Mutu Air Limbah Golongan. 2.056 0.6 1.018 NO PARAMETER 1.01 0.08 0. PARAMETER BOD5 4.9 5.2 0.07 6.44 1.10 0.5 1.045 0. 5. Temperatur 38 °C BOD5 60 COD 150 TSS 50 Fenol total 0. Baku Mutu Air Limbah Industri Tapioka KADAR MAKSIMUM (mg/L) 150 300 100 0. (Klering.003 0.008 0.3 BEBAN PENCEMARAN MAKSIMUM (kg/ton) NO 1. b.6 2.31. 3. Baku Mutu Air Limbah Industri Tekstil dan Batik KADAR MAKS (mg/L) BEBAN PENCEMARAN MAKSIMUM (kg/ton) Pencucian Pengikisan.3 0.0 0. 3.0 100 7 10 24 18 15 20 6 0.75 1.5 Khrom total 1.03 0.35 0.3 (sebagai S) Minyak dan 3.5 3.0054 0.048 0. 32.006 0.08 0.0 total (NH3-N) Sulfida 0.5 COD 9 TSS 3 CN 0.0 0.0 1.80 0.

6. termasuk industri cerutu dan industri rokok tanpa cengkeh. 6.0 5. 2. c. 6. 3.5 0.06 1. Baku Mutu Air Limbah Industri Rokok dan/atau Cerutu NO 1.0 Catatan : a. d. Baku Mutu Air Limbah Industri Pengolahan Daging NO PARAMETER KADAR MAKSIMUM (mg/L) 125 250 100 10 10 BEBAN PENCEMARAN MAKSIMUM (kg/ton) 0.33. Kategori III yaitu sumber air limbah yang berasal dari proses primer kering dan/atau sumber air limbah yang berasal dari proses sekunder. 6 m3/ton produk Catatan : a. 4. Kategori II yaitu air limbah industri kategori I digabung dengan air limbah domestik.0 6.0 BOD5 COD TSS Amonia (NH3-N) Minyak dan Lemak pH Debit maksimum Fenol Minyak Lemak 7. Kadar maksimum untuk setiap parameter pada tabel di atas dinyatakan dalam miligram parameter per liter air limbah.06 0.6 0.5 0. 2.0 7. 4.0-9. 5.75 1.5 5. 5. 3.0 10 2. PARAMETER TSS Amonia BOD5 COD KADAR MAKSIMUM (mg/L) Kategori I Kategori II Kategori III Kategori IV 100 100 100 100 3.0 10 150 100 80 60 200 160 120 300 0. Beban pencemaran maksimum untuk setiap parameter pada tabel di atas dinyatakan dalam kilogram parameter per ton produk daging 34. termasuk sumber air limbah yang hanya berasal dari proses primer basah.5 0.0 – 9.0 5. pH 6. 19 . Kategori I yaitu sumber air limbah yang berasal dari proses primer basah dan sumber air limbah yang berasal dari proses sekunder.0-9.0 6.0 6. b.0-9.0 5. Kategori IV yaitu air limbah industri kategori III digabung dengan air limbah domestik. b.0-9.5 0.

35. GUBERNUR JAWA TENGAH BIBIT WALUYO 20 .0 40 m3/ton produk karet 1. Kadar maksimum untuk setiap parameter pada tabel di atas dinyatakan dalam miligram parameter per liter air limbah.4 6. BOD5 COD TSS Amonia (NH3-N) pH Debit maksimum Catatan : c. Beban pencemaran maksimum untuk setiap parameter pada tabel di atas dinyatakan dalam kilogram parameter per ton produk karet kering. 6.0 – 9. 7. 4. 3. d. Baku Mutu Air Limbah Industri Karet NO PARAMETER KADAR MAKSIMUM (mg/L) BEBAN PENCEMARAN MAKSIMUM (kg/ton) 150 6 300 12 150 6 10 0. 2.

DPM(1): Debit air limbah maksimum industri (1). BPM(2) : Beban pencemaran maksimum persatuan produk. Pedoman baku mutu air limbah bagi kegiatan industri yang menghasilkan lebih dari satu jenis produk (campuran) adalah sebagai berikut : a. Ph(1) : Produk sebenarnya dalam sehari industri (1). dinyatakan dalam satuan produk sesuai dengan jenis industrinya. dinyatakan dalam kg parameter per satuan produk dari industri (1).LAMPIRAN II PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH NOMOR 10 TAHUN 2004 TENTANG BAKU MUTU AIR LIMBAH BAKU MUTU AIR LIMBAH UNTUK KEGIATAN INDUSTRI YANG MENGHASILKAN LEBIH DARI SATU JENIS PRODUK (CAMPURAN) Baku Mutu Air Limbah bagi Kegiatan Industri yang Menghasilkan Lebih dari Satu Jenis Produk (Campuran). Bila satu atau lebih kegiatan industri diantaranya tidak ada baku mutunya sebagaimana tersebut pada pasal 6 ayat (2). Bila masing-masing jenis produk sudah mempunyai baku mutu air limbah sendiri-sendiri. maka baku mutu air limbah industri tersebut mengacu pada baku mutu air limbah industri campuran (besaran angka dalam baku mutu pada setiap parameter harus dihitung). dinyatakan dalam m3 air limbah per satuan produk/bahan baku. debit campuran maksimum dan kadar campuran maksimum. 2. dinyatakan dalam kg parameter per satuan. − Beban pencemaran campuran maksimum: (BPM(1) X Ph(1)) + (BPM(2) X Ph(2)) − Debit campuran maksimum: (DPM(1) X Ph(1)) + (DPM(2) X Ph(2)) − Kadar campuran maksimum: (BPM(1) X Ph(1)) + (BPM(2) X Ph(2)) (DPM(1) X Ph(1)) + (DPM(2) X Ph(2)) Keterangan : Beban pencemaran maksimum persatuan produk. Ph(2) : Produk sebenarnya dalam sehari industri (2). b. dinyatakan dalam satuan produk sesuai dengan jenis industrinya. BPM(1) : 21 . produk dari industri (2). Penjelasan tentang perhitungan beban pencemaran campuran maksimum. DPM(1) : Debit air limbah maksimum industri (2). dinyatakan dalam m3 air limbah per satuan produk/bahan baku. maka baku mutu air limbah industri tersebut mengacu pada baku mutu air limbah bagi kegiatan industri yang menghasilkan lebih dari satu jenis produk (campuran). 1.

pH 6.9 3.75 kg/ton x 46. COD 150 0. TSS 100 1. COD 175 1. .7 ton/hari = 81.00 kg/ton x 46. Contoh perhitungan besaran pada setiap parameter dimaksud sebagai berikut: industri yang menghasilkan produk kecap (dengan cuci botol) dan saos.3.00 4.76 kg/hari 503 m3/hari = 98.7 ton/hari. BOD5 100 1.Produksi saos : 6 ton/hari.75 3. Diketahui : Baku Mutu industri Kecap dengan cuci botol KADAR BEBAN PENCEMARAN NO PARAMETER MAKSIMUM MAKSIMUM (mg/L) (kg/ton) 1. . Debit Maksimum 6 m / ton bahan baku a. Perhitungan Parameter COD • Industri kecap Beban COD = 1. pH 6.76 kg/hari Debit campuran maksimum = 467 m3/hari + 36 m3/hari = 503 m3/hari Kadar BOD maksimum = Beban BOD campuran maksimum Debit campuran maksimum = 49.7 ton/hari 467 m3/hari 0.Produksi kecap : 46.725 kg/hari Debit maks = 10 m3/ton x 46.06 kg/hari 6 m3/ton x 6 ton/hari 36 m3/hari = 46.7 kg/hari 10 m3/ton x 46.36 4. 10 m3/ ton produk Maksimum Baku Mutu Air Limbah Industri Saos KADAR BEBAN PENCEMARAN PARAMETER MAKSIMUM MAKSIMUM NO (mg/L) (kg/ton) 1.7 ton/hari 46.51 kg/ton x 6 ton/hari 3.0-9. TSS 60 0.9 mg/L b. Perhitungan Parameter • Industri kecap Beban BOD5 = Debit maks = = • Industri Saos Beban BOD5 = = Debit maks = = Beban BOD5 campuran BOD5 = 1.7 kg/hari + 3.06 kg/hari = 49.0 Debit 5.0 3 5.7 ton/hari = 467 m3/hari 22 .0-9.00 2.51 2. BOD5 85 0.

16 kg/hari Debit maks = 6 m3 /ton x 6 m3/hari = 36 m3/hari Beban TSS campuran maks = 46. Debit Maksimum 503 m3/hari GUBERNUR JAWA TENGAH.• Industri saos Beban COD = 0.21 87.0 5.14 48.7 kg/hari + 2.7 kg/hari Debit maks = 10 m3/ton x 46.4 kg/hari = 87.9 49.725 kg/hari + 5. BOD5 98.9 kg/ton x 6 ton/hari = 5.7 ton/hari = 467 m3/hari • lndustri saos Beban TSS = 0.36 kg/ton x 6 ton/hari = 2.00 kg/ton x 46.125 kg/hari 503 m/hari = 173.86 4.21 mg/L.7 ton/hari = 46.125 kg/hari Debit campuran maksimum = 467 m3/hari + 36 m3/hari = 503 m3/hari Kadar COD maksimum = Beban COD campuran maksimum Debit campuran maksimum = 81.125 3.76 2. BIBIT WALUYO 23 . COD 173. pH 6.14 mg/L Dari perhitungan tersebut maka Baku Mutu Air Limbah Industri Campuran Kecap dan Saos dapat ditentukan sebagai berikut : BEBAN KADAR PENCEMARAN NO PARAMETER MAKSIMUM MAKSIMUM (mg/L) (kg/hari) 1.0 . TSS 97. Perhitungan Parameter TSS • Industri kecap Beban TSS = 1.86 kg/hari Debit campuran maksimum = 467 m3/hari + 36 m3/hari = 503 m3/hari Kadar TSS maksirrum = Beban TSS campuran maksimum Debit campuran maksimum = 48. c.4 kg/hari Debit maks = 6 m3/ton x 6 ton/hari = 36 m3/hari Beban COD Campuran = 81.86 ko/hari 503 m/hari = 97.16 kg/hari = 48.9.

BOD5 2. Debit Maksimum Catatan : 1. Bakteri Coliform 8.0 – 9. TSS 4. Minyak dan Lemak 5. BIBIT WALUYO 24 . GUBERNUR JAWA TENGAH. Ph 7.5 m / kamar per hari 1.LAMPIRAN III PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH NOMOR 10 TAHUN 2004 TENTANG BAKU MUTU AIR LIMBAH BAKU MUTU AIR LIMBAH UNTUK KEGIATAN HOTEL NO PARAMETER KADAR MAKSIMUM (mg/L) 30 50 50 25 5 6.0 400 3 1. MBAS 6. Parameter bakteri Coliform dinyatakan dalam MPN/100 ml. COD 3. 2. Kadar maksimum untuk setiap parameter pada tabel di atas dinyatakan dalam miligram parameter per liter air limbah.

1. 5. 3. 1. 2. 4. 1. 9. III. 2. 3.LAMPIRAN IV PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH NOMOR 10 TAHUN 2004 TENTANG BAKU MUTU AIR LIMBAH BAKU MUTU AIR LIMBAH UNTUK KEGIATAN RUMAH SAKIT NO I. 8. 4. 5. 10. 2. 7.0 30 80 0. 11.000 7 2 3 7 1 4 7 3 1 7 1 1 x x x x x x x x x x x x 102 103 102 104 103 103 103 103 104 104 104 105 mg/L mg/L mg/L mg/L MPN/100 mL Bq/L Bq/L Bq/L Bq/L Bq/L BqlL Bq/L Bq/L Bq/L Bq/L Bq/L Bq/L GUBERNUR JAWA TENGAH.0 – 9. IV. BIBIT WALUYO 25 . 12.1 2 5. PARAMETER FISIKA Suhu TSS KIMIA pH BOD5 COD NH3-N Bebas Phosphat (PO4-P) MIKROBIOLOGI Kuman Golongan Coli RADIOAKTIVITAS 32 P 35 S 45 Ca 51 Cr 67 Ga 85 Sr 99 Mo 113 Sn 125 I 131 I 192 Ir 201 Ti SATUAN °C mg/L - KADAR MAKSIMUM 30 30 6. 1. II. 6.

Baku Mutu Air Limbah bagi Kegiatan Penambangan Bijih Besi NO 1. 2. PARAMETER TSS Fe Mn Zn Cu Pb Ni Cr (VI) pH KADAR MAKSIMUM (mg/L) 50 5 1 5 1 0. 3.0 – 9.0 – 9. 9. 4. 8.5 0. 6. 8. 9. 5. 2. 7. 4.0 26 . PARAMETER TSS Fe Mn Zn Cu Pb Ni Cr (VI) pH KADAR MAKSIMUM (mg/L) 50 5 1 5 1 0.1 0. 8. 5. 7.1 0.1 6. 3.LAMPIRAN V PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH NOMOR 10 TAHUN 2004 TENTANG BAKU MUTU AIR LIMBAH BAKU MUTU AIR LIMBAH BAGI USAHA DAN/ATAU KEGIATAN PERTAMBANGAN BIJIH BESI a.1 6.5 0. PARAMETER TSS Fe Mn Zn Cu Pb Ni Cr (VI) pH KADAR MAKSIMUM (mg/L) 200 5 1 5 1 0. 3.0 – 9. 2. Baku Mutu Air Limbah bagi Kegiatan Pengolahan Bijih Besi NO 1. 7.0 b. 6. 9. 4. Baku Mutu Air Limbah bagi Kegiatan Pengolahan Pasir Besi NO 1. 5.1 6.5 0.0 c.1 0. 6.

Baku Mutu Air Limbah bagi Kegiatan Pendukung NO 1. 2. PARAMETER TOC Minyak dan lemak KADAR MAKSIMUM (mg/L) 110 15 GUBERNUR JAWA TENGAH.d. BIBIT WALUYO 27 .

(2) Tidak terdapat benda-benda yang terapung dan buih-buih busa. pengeboran. Air terproduksi COD 300 mg/L Minyak dan lemak 25 mg/L Sulfida terlarut 1 mg/L (sebagai H2S) Amonia (sebagai NH310 mg/L N) Fenol total 2 mg/L Temperatur 45 °C pH 6. Fasilitas eksplorasi dan produksi minyak dan gas darat (on-shore) lama adalah fasilitas yang digunakan untuk kegiatan eksplorasi. Air limbah Benda terapung dan Nihil (2) domestic buih busa 4. well treatment. (2).0 TDS(2) 4.0 – 9.LAMPIRAN VI PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH NOMOR 10 TAHUN 2004 TENTANG BAKU MUTU AIR LIMBAH BAKU MUTU AIR LIMBAH BAGI USAHA DAN/ATAU KEGIATAN MINYAK DAN GAS SERTA PANAS BUMI a. Air limbah Minyak dan lemak 15 mg/L drainase Karbon organik total 110 /L Catatan : (1). Air limbah drainase Minyak bebas Nihil (1) dek 3. sumur injeksi. Apabila air limbah terproduksi dibuang ke laut parameter TDS tidak diberlakukan. 28 . Air terproduksi Minyak dan lemak 50 mg/L 2. sumur produksi. Baku Mutu Air Limbah dari Fasilitas Eksplorasi dan Produksi Migas di Lepas Pantai (off shore) NO JENIS AIR LIMBAH PARAMETER KADAR MAKSIMUM 1. ii. Air limbah saniter Residu chlorine 2 mg/L Keterangan : (1) Tidak mengandung minyak bebas.000 mg/L 2. Baku Mutu Air Limbah bagi Usaha dan/atau Kegiatan Eksplorasi dan Produksi Migas i. dan fasilitas pengolahan minyak dan gas dari industri minyak dan gas yang telah beroperasi atau tahap perencanaannya dilakukan sebelum tahun 1996. dalam pengertian menyebabkan terjadinya lapisan minyak atau perubahan warna pada permukaan badan air penerima. Baku Mutu Air Limbah Kegiatan Eksplorasi dan Produksi Migas dari Fasilitas Darat (on shore) Lama NO JENIS AIR PARAMETER KADAR LIMBAH MAKSIMUM 1.

JENIS AIR LIMBAH Air terproduksi PARAMETER KADAR MAKSIMUM 1 mg/L 10 mg/L 0.0 15 mg/L 110 mg/L 2. (2). well treatment. sumur produksi. Sulfida terlarut (sebagai H2S) Amonia (sebagai NH3N) Air raksa (Hg) total Arsen (As) total Temperatur pH Air limbah Minyak dan lemak drainase Karbon organik total 29 . sumur injeksi.5 mg/L COD Minyak dan lemak Sulfida terlarut (sebagai H2S) Amonia (sebagai NH3-N) 5 mg/L Fenol total 2 mg/L Temperatur 40 °C pH 6. JENIS AIR LIMBAH Air terproduksi PARAMETER KADAR MAKSIMUM 200 mg/L 25 mg/L 0. Baku Mutu Air Limbah Kegiatan Eksplorasi dan Produksi Migas dari Fasilitas Darat (on shore) Baru NO 1. Baku Mutu Air Limbah bagi Usaha dan/atau Kegiatan Eksplorasi dan Produksi Panas Bumi NO 1.005 mg/L 0.000 mg/L 2. dan fasilitas pengolahan minyak dan gas dari industri minyak dan gas yang tahap perencanaannya dilakukan setelah tahun 1996.0 TDS(2) 4. pengeboran.5 mg/L 45 °C 6. Air limbah Minyak dan lemak 15 mg/L drainase Karbon organik total 110 mg/L Catatan : (1) Fasilitas eksplorasi dan produksi minyak dan gas darat (on-shore) lama adalah fasilitas yang digunakan untuk kegiatan eksplorasi.0 .0 – 9.iii. b.9. Apabila air limbah terproduksi dibuang ke laut parameter TDS tidak diberlakukan.

Air pendingin Residu klorin 2 Karbon organik ∆5(2) total Catatan : (1) Apabila air limbah drainase tercampur dengan air limbah proses. 6. 4.8 BEBAN PENCEMARAN MAKSIMUM (gram/m3) 80 160 20 0. Air limbah Minyak dan lemak 15 drainase Karbon organik 110 total 2. 7. (2) Dihitung berdasarkan perbedaan antara outlet dan inlet. 3. Baku Mutu Pembuangan Air Limbah Drainase dan Air Pendingin Kegiatan Pengolahan Minyak Bumi JENIS AIR PARAMETER KADAR MAKSIMUM LIMBAH (mg/L) 1. maka campuran air limbah tersebut harus memenuhi Baku Mutu Pembuangan Air Limbah Proses.9. 5.8 45 °C 6.5 8 0. NO 30 . 2. BOD5 COD Minyak dan lemak Sulfida terlarut (sebagai H2S) Amonia (sebagai NH3-N) Fenol total Temperatur pH Debit maksimum 1000 ii. 8.0 . Baku Mutu Pembuangan Air Limbah Proses dari Kegiatan Pengolahan Minyak Bumi NO PARAMETER KADAR MAKSIMUM (mg/L) 80 160 20 0.c. 9. Baku Mutu Air Limbah bagi Usaha dan/atau Kegiatan Pengolahan Minyak Bumi i.5 8 0.0 3 m per 1000 m3 bahan baku minyak 1.

2.d. Depot. Baku Mutu Air Limbah bagi Usaha dan/atau Kegiatan Pengilangan LNG dan LPG Terpadu JENIS AIR PARAMETER KADAR LIMBAH MAKSIMUM 1. maka campuran air limbah tersebut harus memenuhi Baku Mutu Air Limbah Proses e. dan Terminal Minyak NO 1.0 – 9. Air limbah Minyak dan lemak 15 mg/L drainase Karbon organik total 110 mg/L Catatan : Apabila air limbah drainase tercampur dengan air limbah proses. 3.0 NO GUBERNUR JAWA TENGAH. BIBIT WALUYO 31 .0 2.0 – 9. PARAMETER Minyak dan lemak Karbon organik total pH KADAR MAKSIMUM 25 mg/L 110 mg/L 6. Air limbah Minyak dan lemak 25 mg/L proses Residu klorin 2 mg/L Temperatur 45 °C pH 6. Baku Mutu Air Limbah bagi Usaha dan/atau Kegiatan Instalasi.

11.5 1 2 1 0. 9. 2.0 0. 12. 6. 10. 4.LAMPIRAN VII PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH NOMOR 10 TAHUN 2004 TENTANG BAKU MUTU AIR LIMBAH BAKU MUTU AIR LIMBAH BAGI KAWASAN INDUSTRI NO 1.8 L/detik/Ha lahan kawasan terpakai Catatan : Kadar maksimum untuk setiap parameter pada tabel di atas dinyatakan dalam miligram parameter per liter air limbah.5 10 6. 17. 5. 3. 14.1 0. 13.0-9. 8. 15. 7. GUBERNUR JAWA TENGAH. PARAMETER TSS BOD5 COD Sulfida Amonia (NH3-N) Fenol Minyak dan lemak MBAS Kadmium Krom Heksavalen (Cr6+) Krom total (Cr) Tembaga (Cu) Timbal (Pb) Nikel (Ni) Seng (Zn) pH Debit maksimum KADAR MAKSIMUM (mg/L) 150 50 100 1 20 1 15 10 0. BIBIT WALUYO 32 . 16.

PARAMETER BOD TSS Minyak dan lemak pH KADAR MAKSIMUM (mg/L) 100 100 10 6.000 meter persegi. BIBIT WALUYO 33 . 2. dan apartemen. 3.0 Catatan : 1.0 – 9. GUBERNUR JAWA TENGAH. 4. kawasan perkantoran.LAMPIRAN VIII PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH NOMOR 10 TAHUN 2004 TENTANG BAKU MUTU AIR LIMBAH BAKU MUTU AIR LIMBAH DOMESTIK NO 1. 2. rumah makan (restauran) yang luas bangunannya lebih dari 1. kawasan perniagaan. Baku mutu air limbah domestik berlaku bagi semua kawasan permukiman (real estate). Kadar maksimum untuk setiap parameter pada tabel di atas dinyatakan dalam miligram parameter per liter air limbah. dan asrama yang berpenghuni 100 (seratus) orang atau lebih.

Untuk memenuhi baku mutu air limbah tersebut. Fenol mg/L 0. 2. Kadmium (Cd) mg/L 0. Kobalt (Co) mg/L 0. pH 6.05 0. Mangan terlarut (Mn) mg/L 2 5 4. BOD5 mg/L 50 100 24.LAMPIRAN IX PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH NOMOR 10 TAHUN 2004 TENTANG BAKU MUTU AIR LIMBAH BAKU MUTU AIR LIMBAH UNTUK USAHA DAN/ATAU KEGIATAN YANG BELUM DITETAPKAN BAKU MUTUNYA GOLONGAN BAKU MUTU AIR LIMBAH I II NO PARAMETER SATUAN FISIKA Temperatur °C 38 38 TDS mg/L 2. Radioaktifitas Catatan : 1.000 4.5 (Cr6+) 8.1 1 12.05 0.1 0.05 0. Barium (Ba) mg/L 2 3 5.5 14.1 19.1 0. Besi terlarut (Fe) mglL 5 10 3. Arsen (As) mg/L 0. COD mg/L 100 250 25. Sianida (CN) mg/L 0.6 17. Kadar radioaktif mengikuti peraturan yang berlaku.5 1 9. Seng (Zn) mg/L 5 10 Khrom heksavalen 7. 34 .5 1 27. MBAS mg/L 5 10 26. 2.0-9. mg/L 0. Timbal (Pb) mg/L 0.5 15.005 11. Nitrat (NO3-N) mg/L 20 30 22.05 0.2 0. Selenium (Se) mg/L 0. 1.000 TSS mglL 100 200 KIMIA 1.5 18. Timah (Sn) mg/L 2 3 13. Sulfida (H2S) mg/L 0. Raksa (Hg) mg/L 0. Nikel (Ni) mg/L 0. Klorin bebas (Cl2) mg/L 1 2 21.4 0. Nitrit (NO2-N) mg/L 1 3 23.002 0. 3.10 10. kadar parameter limbah tidak diperbolehkan dicapai dengan cara pengenceran menggunakan air yang secara langsung diambil dari sumber air.0 2. Flourida (F) mg/L 2 3 20.5 16. Minyak nabati mg/L 5 10 28 Minyak mineral mg/L 10 50 29. Khrom total (Cr) mg/L 0. Tembaga (Cu) mg/L 2 3 6.

: Syarat bagi air limbah yang dibuang ke badan penerima kelas I. Golongan II : Syarat bagi air limbah yang dibuang ke badan air penerima kelas IV. Golongan I GUBERNUR JAWA TENGAH. BIBIT WALUYO 35 . Apabila dibuang ke laut. dan laut. 3. III. zat padat terlarut diperbolehkan maksimum sama dengan laut penerima. 4. II.

Untuk itu dipergunakan perhitungan sebagai berikut: DM = Dm x Pb Keterangan : DM = Debit air limbah maksimum yang diperbolehkan bagi setiap jenis industri yang bersangkutan. dinyatakan dalam suatu produk yang sesuai dengan yang tercantum dalam Lampiran I untuk jenis industri yang bersangkutan. yang bersangkutan didasarkan pada tingkat produksi bulanan yang sebenarnya. H = Jumlah hari kerja pada bulan yang bersangkutan Dengan demikian penilaian Debit adalah : DA tidak boleh lebih besar dari DM 2. sebagaimana tercantum dalam Lampiran I untuk masing-masing jenis industri. dinyatakan dalam kg parameter per satuan produk.LAMPIRAN X PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH NOMOR 10 TAHUN 2004 TENTANG BAKU MUTU AIR LIMBAH PENJELASAN PERHITUNGAN DEBIT AIR LIMBAH MAKSIMUM DAN BEBAN PENCEMARAN MAKSIMUM UNTUK MENENTUKAN MUTU AIR LIMBAH 1. Dm = Debit air limbah maksimun sebagai mana tercantum dalam ketentuan Lampiran I yang sesuai dengan jenis industri yang bersangkutan. Dp = Hasil pengukuran debit air limbah. (CM)j = Kadar maksimum unsur pencemaran j dinyatakan dalam mg/L. Debit air limbah yang sebenarnya dihitung dengan data sebagai berikut : DA = Dp x H Keterangan : DA = Debit air limbah yang sebenarnya. dinyatakan dalam m3 air limbah per satuan produk. dinyatakan dalam m3/hari. Beban Pencemaran Penerapan Baku Mutu Air Limbah pada pembuangan air limbah melalui penetapan beban pencemaran maksimum sebagimana tercantum dalam Lampiran I untuk masing-masing jenis industri didasarkan pada jumlah unsur pencemar yang terkandung dalam debit aliran air limbah. dinyatakan dalam m3/bulan. BPM = (CM)j x Dm x f Keterangan : BPM = Beban Pencemaran Maksimum per satuan produk. dinyatakan dalam m3/bulan. Untuk itu digunakan perhitungan sebagai berikut : a. Pb = Produksi sebenarnya dalam sebulan. Debit Air Limbah Maksimum Penetapan Baku Mutu Air Limbah pada pembuangan air limbah melalui penetapan debit air limbah maksimum. 36 .

BPMi = BPM x Pb/H BPMi = Beban pencemaran maksimum per hari yang diperbolehkan bagi industri yang bersangkutan. Pb = Produksi sebenamya dalam sebulan.000 Beban pencemaran maksimum yang sebenarnya dihitung dengan cara sebagai berikut: BPA = (CA)j x DA / Pb x f Keterangan : BPA = Beban pencemaran sebenamya dinyatakan dalam parameter per satuan produk.BPAi tidak boleh lebih besar dari BPMi GUBERNUR JAWA TENGAH. H = Jumlah hari kerja pada bulan yang bersangkutan. dinyatakan dalam mg/L CA = Debit air limbah sebenarnya. (CA)j = Kadar sebenarnya unsur pencemar j.000 b. dinyatakan dalam satuan produk yang sesuai dengan tercantum dalam Lampiran I untuk kegiatan yang bersangkutan. (CA)j = Kadar sebenarnya unsur pencemar j. f = faktor konversi = 1/1. dinyatakan dalam mg/L Dp = Hasil pengukuran debit air limbah.000 mg = 1/1. dinyatakan dalam satuan produk yang sesuai dengan tercantum dalam Lampiran I untuk kegiatan yang bersangkutan. dinyatakan dalam m3 air limbah per satuan produk. dinyatakan dalam kg parameter per hari.Dm f = Debit air limbah maksimum sebagaimana tercantum dalam ketentuan Lampiran I yang sesuai dengan jenis industri yang bersangkutan. dinyatakan dalam m3/hari f = Faktor konversi = 1/1.000 Dengan demikian penilaian beban pencemaran adalah : . BIBIT WALUYO 37 .BPA tidak boleh lebih besar dari BPM . Beban pencemaran maksimum yang sebenarnya dihitung dengan cara sebagai berikut : BAPi = (CA)j x Dp x f Keterangan : BPAi = Beban pencemaran per hari yang sebenarnya.000. dinyatakan dalam m3/bulan. dinyatakan dalam kg parameter per hari. 1. Pb = Produksi sebenamya dalam sebulan.000 L 1 kg = faktor konversi = ───── x ───────── m3 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful