PERMENDAGRI NO 46 THN 2009 TENTANG PEDOMAN TATA KEHIDUPAN PRAJA IPDN

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 46 TAHUN 2009

TENTANG PEDOMAN TATA KEHIDUPAN PRAJA INSTITUT PEMERINTAHAN DALAM NEGERI

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

MENTERI DALAM NEGERI,

nimbang

: a. bahwa pendidikan tinggi kepamongprajaan Departemen Dalam Negeri bertugas menyiapkan kader Pamong Praja sebagai calon aparatur pemerintah yang berdisiplin tinggi, unggul, berwawasan negarawan, ilmuwan, professional, demokratis dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa; b. bahwa pembinaan mental dan disiplin secara konseptual bagi Praja mempakan syarat untuk mencapai tujuan pendidikan kepamongprajaan di lingkungan Departemen Dalam Negeri, perlu mengatur pola pembinaan disiplin Praja dalam aspek penguasaan pengetahuan, keterampilan dan kepribadian; c. bahwa dalam rangka melaksanakan amanat Pasal 8 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 40 Tahun 2009 tentang Pembinaan Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri, perlu mengatur Pedoman Tata Kehidupan Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri;

d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a, huruf b, dan huruf c di atas, perlu menetapkan Peraturan Menteri Dalam Negeri tentang Pedoman Tata Kehidupan Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri.

ngingat

: 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokokpokok Kepegawaian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3041), sebagaimana telah diubah dengan UndangUndang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Perubahan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia 3890); 2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301); 3. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas UndangUndang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844); 4. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 166, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4916); 5. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 1979 tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1979 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3149); 6. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1980 Nomor 50, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3176); 7. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2003 tentang Wewenang Pengangkatan, Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 15, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4263);

8. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 87 Tahun 2004 tentang Penggabungan Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri ke Dalam Institut llmu Pemerintahan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2009 tentang Perubahan Atas Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 2004 tentang Penggabungan Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri Ke Dalam Institut llmu Pemerintahan; 9. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 36 Tahun 2009 tentang Statuta Institut Pemerintahan Dalam Negeri; 10. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 39 Tahun 2009 tentang Organisasi Dan Tata Kerja Institut Pemerintahan Dalam Negeri; 11. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 40 Tahun 2009 tentang Pembinaan Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri; 12. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 41 Tahun 2009 tentang Peraturan Disiplin Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri.

MEMUTUSKAN

Menetapkan : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI TENTANG PEDOMAN TATA KEHIDUPAN PRAJA INSTITUT PEMERINTAHAN DALAM NEGERI

BAB I KETENTUAN UMUM

Pasal 1 Dalam peraturan ini, yang dimaksud dengan: 1. Menteri, adalah Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia. 2. Institut Pemerintahan Dalam Negeri disingkat IPDN, adalah pendidikan tinggi kepamongprajaan di lingkungan Departemen Dalam Negeri.

3. Rektor, adalah Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri. 4. Direktur Program Studi, adalah Direktur Program Studi pada kampus IPDN di daerah; 5. Bagian Pengasuhan, adalah bagian Pengasuhan Institut Pemerintahan dalam Negeri pada kampus pusat; Bagian Administrasi Keprajaan, adalah bagian Administrasi Keprajaan Institut Pemerintahan Dalam Negeri pada kampus di daerah. Pengasuh, adalah Pengasuh Praja pada Institut Pemerintahan Dalam Negeri di kampus IPDN pusat dan Kampus IPDN di daerah. Praja, adalah peserta didik pada program diploma dan program sarjana pada Institut Pemerintahan Dalam Negeri.

6.

7.

8.

9. Tata Kehidupan Praja, adalah pedoman dalam melaksanakan kegiatan pendidikan di dalam dan di luar kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri. 10. Kampus, adalah kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri di kampus pusat dan kampus di daerah. 11. Kedinasan, adalah kegiatan yang secara formal dilaksanakan oleh Praja Institut Pemerintahan Oalam Negeri.

BAB II RUANG LINGKUP PEDOMAN TATA KEHIDUPAN PRAJA

Pasal 2 Pedoman Tata Kehidupan Praja, meliputi: a. Kode Kehormatan; b. Tata Krama; dan c. Kehidupan Praja.

BAB III KODE KEHORMATAN PRAJA

Pasal 3 (1) Kode Kehormatan Praja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf a, merupakan tata nilai yang tersusun sebagal akumulasi semangat kepamongprajaan. (2) Kode Kehormatan Praja sebagaimana dimaksud pada ayat (1), meliputi: a. ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa; b. komitmen wawasan kenegarawanan, setia kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Negara dan Pemerintah Republik Indonesia; kesiapan mengabdi dan rela berkorban, bekerja keras untuk kepentingan rakyat, bangsa dan negara; kesiapan melaksanakan pengabdian berdasarkan kaidah keilmuan (amal nmiah), etika dan estetika serta pengembangan keilmuan yang dapat diamalkan (ilmu amaliah); dan kejujuran, kearifan, keadilan. keterbukaan, taat asas, profesional dan pertanggungjawaban Praja, serta berorientasi pada pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan struktur, kultur dan prosedur dalam boundry system.

c.

d.

e.

BAB IV TATA KRAMA

Pasal 4 (1) Tata Krama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf b, merupakan penuntun sikap dan perilaku dalam kehidupan Praja sehari-hari. (2) Tata Krama sebagaimana dimaksud pada ayat (1), meliputi tata cara: a. berpakaian;

o. c. hubungan sikap dan perilaku umumnya. dan duduk. menerima tamu. melayat. k. berdiri. mengundang. l. d. f. mengunjungi orang sakit. dan x. v. w. menghadiri pemakaman dan ziarah. e. r. j. membuat janji. meminjam. berbicara. u. tata cara makan. berbelanja. s. menulis surat. perjalanan. . q. bertamu. menonton pertunjukan. g. mendampingi tamu resmi. praja Pria bersama Wanita Praja dan sebaliknya. menelepon. n. h. penggunaan tutup kepala. p. i. berjalan. wanita Praja bersama rekan Pria bukan Praja. t. praja Pria bersama rekan Wanita bukan Praja.b. m. berkenalan.

merupakan pedoman dalam melaksanakan kegiatan dan kehidupan sehari-hari di dalam dan di luar kampus. merupakan aspek afektif dalam pembentukan kepribadian Praja dan atau internalisasi nilai-nilai kepamongprajaan. tercantum dalam lampiran I yang merupakan bagian dan satu kesatuan tidak terpisahkan dari peraturan ini. BAB V KEHIDUPAN PRAJA Pasal 5 (1) Kehidupan Praja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf c. Kegiatan bimbingan dan pengawasan pada tingkat Nindya dan Wasana dilakukan dengan pola autoritatif parenting yaitu mendorong peserta didik menjadi independen dengan tetap . Pasal 6 Kegiatan Pengasuhan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (4). Kegiatan Pengajaran dan Pelatihan. Kegiatan Ekstrakurikuler. Kegiatan Pengasuhan. pelatihan dan kegiatan ekstrakurikuler sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a dan huruf c.(3) Ketentuan Tata Krama Praja sebagaimana dimaksud pada ayat 1. dan c. b. (5) Kegiatan Ekstrakurikuler sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf c merupakan pengembangan penalaran. (2) Kehidupan Praja sebagaimana dimaksud pada ayat (1). terdiri dari: a. (3) Kegiatan Pengajaran dan pelatihan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a merupakan aspek cognitif dan psikomotorik dalam proses belajar mengajar di IPDN. (6) Ketentuan kegiatan pengajaran. seni dan budaya serta pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh Praja. olahraga. terdiri dari: a. (4) Kegiatan Pengasuhan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b. diatur lebih lanjut dengan Peraturan Rektor.

b. j. organisasi Keprajaan dan Dewan Kehormatan Praja. Pasal 7 (1) Kegiatan Pengasuhan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6. tamu. penghormatan dan sikap. belajar mandirl dan ujian. Pengembangan pada Nindya Praja dan Pematangan pada Wasana Praja. diletakkan pada penanaman pada Muda Praja. b. f. menghormati Praja dan mengontrol serta tidak mengijinkan Praja banyak berkelakar yang dapat menimbulkan gangguan situasi sosial. pakaian dinas. pergerakan dalam kampus. Penumbuhan pada Madya Praja. . pengajaran dan pelatihan. c. h. Pola autoritatif parenting pada tingkat Muda dan Madya masih dipadu ( mixed) dengan pola otoritarian parenting yaitu gaya asuh yang bersifat memberikan petunjuk.dilakukan/masih membatasi dan mengontrol tindakan-tindakan yang dilakukan dengan mengembangkan perbincangan pendapat yang disertai bimbingan dan dukungan. Tekanan dalam implementasi pola pengasuhan sebagaimana dimaksud pada huruf a. kegiatan rutin. pemeliharaan dan kerapihan perorangan. m. n. g. tata tertib makan di Menza. i. kepemilikan dan penggunaan barang. l. e. kepemilikan buku referensi. dan huruf b. k. c. meliputi: a. apel. d. dinas jaga.

izin keluar meninggalkan kampus. dari dan untuk praja secara mandiri. istirahat dan tidur. internet. kantin/koperasi. komputer/laptop. Pasal 9 Dengan pemberlakuan peraturan ini.o. tercantum dalam lampiran II dan lampiran III yang merupakan bagian dan satu kesatuan tidak terpisahkan dari peraturan inl. BAB VI KETENTUAN PENUTUP Pasal 8 Hal-hal yang belum cukup diatur di dalam Peraturan Menteri ini sepanjang mengenai pelaksanaannya. sakit. dan w. dan Peraturan Kehidupan Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri yang bertentangan dengan peraturan Ini. izin bermalam. (2) Termasuk di dalam kegiatan Pengasuhan sebagaimana dimaksud ayat (1). Tata Krama. t. p. r. diatur dengan Peraturan Rektor. maka Peraturan tentang Kode Kehormatan. v. s. q. Televisi. hand phone. u. interaksi sosial. pesiar. dinyatakan tidak berlaku. (3) Ketentuan kegiatan Pengasuhan dan kebersihan asrama dan lingkungan sebagaimana dimaksud pada ayat (2). . kegiatan kebersihan asrama dan lingkungan yang dilakukan oleh.

MARDIYANTO . ttd H.Pasal 10 Peraturan ini mulai berlaku pada tanggal penetapan. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 29 September 2009 MENTERI DALAM NEGERI.

menempatkan diri di sebelah kiri. e.LAMPIRAN I : PERATURAN MEN Nomor Tanggal Tentang R M NEGERI : 46 TAHUN 2009 : : 29 September 2009 TATA KRAMA PRAJA INSTITUT PEMERINTAHAN DALAM NEGERI TATA KRAMA PRAJA 1. 2. lengan dilenggangkan secukupnya tidak menoleh ke kiri dan ke kanan lebih dari 45 derajat. Berdiri di tempat yang pantas sesuai dengan seragam yang dipakai dan menyesuaikan dengan norma sosial budaya yang berlaku di dalam masyarakat. d. Menjaga kerapian pakaian yang dikenakan sebelum meninggalkan tempat. berjalan. b. Memeriksa kelengkapan dan kerapian pakaian sebelum meninggalkan tempat. b. c. Jika berjalan bersama orang lain. Langkah wajar. Cara Berpakaian Dinas Praja: a. melipatkan kedua tangan di dada dan sikap-sikap lain yang kurang pantas. tidak diperkenankan memasukkan tangan kedalam saku. dan duduk Praja: a. . Berdiri dan berjalan dengan langkah wajar. Apabila berjalan bersama orang lain yang lebih tua atau patut dihormati. Cara Berdiri. sebaliknya jika berjalan dengan orang yang pantas dilindungi menempatkan diri di sebelah kanan. menyesuaikan langkah dan ritme/temponya serta tidak berbicara beriebihan dan membual. Berpakaian sopan dan rapi. dan c.

Pakaian Dinas Pesiar Malam dan Pakaian Dinas Upacara Besar. l. Tidak berjalan hanya 2 orang beriainan jenis apabila berjalan di luar kampus untuk Praja putra maupun Wanita Praja. pelatih. orang tua menggendong anak. pengasuh. dan 5) Jilbab. Duduk dengan tegap di tempat yang pantas. kopiah atau baret di atas jilbab. b. 3. g. digunakan sebagai kelengkapan Pakaian Dinas Lapangan. Praja yang duduk menyilakan dosen. digunakan sebagai kelengkapan Pakaian Dinas Harian. 3) Kopiah. h. Praja Pria tidak berada di sekitar lokasi wisma Wanita Praja dan begitu juga sebaliknya Wanita Praja tidak boleh berada di sekitar wisma Praja Pria. digunakan sebagai kelengkapan Pakaian Dinas Upacara. Bila akan melewati kumpulan orang. Penggunaan Tutup Kepala a. Jenis Tutup Kepala : 1) Muts. orangtua renta. 2) Pet. Praja senior membalas penghormatan yang diberikan oleh Praja yunior. 4) Baret. Saling hormat menghormati apabila Praja berjumpa dengan sesama Praja. m. Tidak berjalan berduaan bagi Praja berlainan jenis di dalam kampus. bersikap sopan santun sesuai dengan adat istiadat atau kebiasaan setempat. digunakan sebagai kelengkapan Pakaian Dinas Pesiar. Memberi penghormatan sewajarnya apabila berjumpa dengan pengajar. j. pet. i. dan wanita hamil untuk duduk di tempat duduknya. Cara Penggunaan Tutup Kepala : 1) Di gedung Nusantara atau Ruang Makan . atau warga Civitas Akademika yang lain.f. dan o. k. n. digunakan bersamaan dengan penggunaan tutup kepala dan meletakkan muts. Berdiri apabila orang yang lebih tua atau patut dihormati mendatangi atau mengajak bicara.

Lokakarya. Malam Keakraban) Praja meletakkan tutup kepala pada tempat yang telah ditentukan kecuali jilbab. Berbicara. d) Perpindahan tempat pada waktu acara dalam ruangan tidak menggunakan tutup kepala. Lunstrum. Pengukuhan. a. Praja tetap menggunakan tutup kepala kecuali di dalam kendaraan.a) Setelah memberikan penghormatan pada lambang negara lalu duduk dan melepaskan tutup kepala dengan cara sopan dan etis. 3) Di dalam Balairung a) Acara resmi (Wisuda. dilipat pada saat duduk dan ditempatkan pada tempatnya yang pantas. b) Sewaktu makan. muts atau pet tetap dipakai. dan b) Sebelum berdiri atau meninggalkan ruangan tutup kepala dipakai kembali. 4. Seminar. Kuliah Umum. Menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar serta mudah dimengerti. melepaskan tutup kepala. Simposium. c) Meninggalkan tempat karena sesuatu hal tutup kepala tetap dipakai. 4) Menghadap atau Dipanggil Atasan a) Setelah diperbolehkan duduk. . tutup kepala diletakkan di pundak sebelah kiri dan kopiah PDU Praja tetap di Pakai. b) Pada saat pada saat upacara tutup kepala tetap di pakai. 5) Pesiar atau Melakukan Perjalanan : Pada saat pesiar atau melakukan perjalanan dan izin keluar kampus. c) Ketua kelas tetap menggunakan tutup kepala pada saat laporan di mulai atau laporan selesai. d) Selesai makan dan atau meninggalkan ruangan tutup kepala dipakai kembali. dan b) Meninggalkan ruangan memakai muts atau pet kembali. 2) Di tempat lain atau ruang lain a) Memasuki ruangan. Pengarahan.

Bertamu tidak lebih dari 4 (empat) orang. I. Memberi kesempatan berbicara pada orang lain dengan selalu menjaga sikap yang baik. c. j. meminta maaf sambil menutup mulut dan menoleh kearah yang tidak ditempati orang lain atau berpindah tempat. . pertentangan suku. b. tidak menguap atau tertawa berlebihan. g. Memberitahukan terlebih dahulu kepada orang yang dikunjungi apabila akan bertamu. f. d. h. suasana diskusi atau pembelajaran. Menghindari penggunaan bahasa isyarat dan atau berbisik-bisik. Mengetuk pintu atau menekan bel dan memberi penghormatan dan salam kepada penghuni rumah secara tidak beriebihan.b. Ketika batuk dan atau bersin. g. ras. Tidak berbicara kasar dan atau keras. Membuka tutup kepala dan meletakkannya sesuai ketentuan tata cara menggunakan tutup kepala. e. Tidak membicarakan kejelekan oang lain. c. e. k. Harus dapat membedakan antara berbicara dengan atasan dan dengan teman. Sewaktu bertamu aktif berbicara. kecuali apabila yang dikunjungi menghendaki lain. tetapi tidak mendominasi pembicaraan. Memandang mata orang yang mengajak dan diajak berbicara. serta tidak tidak bertamu pada jam istirahat Jam makan dan atau jam ibadah/sholat. Bertamu a. 5. dan Menghindarkan diri dari berbicara keras di sekitar ruang kelas. f. Selama berbicara menyesuaikan volume suara. Menghindarkan diri dari pembicaraan yang mengarah kepada masalah politik praktis. agama. Duduk tertib dan sopan di tempat yang telah ditentukan oleh penghuni rumah. Memperhatikan waktu dan jangka waktu bertamu. i. serta harus berbicara sopan kepada siapapun. Memperhatikan segala pembicaraan dan menjawab pertanyaan dengan sopan. d. dan antar golongan kecuali dalam kerangka akademis.

Tidak terlalu lama bertamu pada orang yang baru dikenal. hobi dan sebagainya. Berpakaian dinas. f. . j. e. Memberi kesan yang baik dan wajar. jangan berlebihan. Harus mengetahui acara atau kegiatan yang akan dilakukan oleh tamu tersebut. bukalah pintu kendaraan. dan h. Apabila Praja bertindak sebagai penerima tamu dalam suatu acara tertentu. Apabila menyediakan hidangan sesuaikanlah dengan keadaan. pangkat. dan l. Menerima tamu di ruangan yang telah ditentukan Dinas. keluarga. bantulah dalam batas-batas kesopanan dan kewajaran. Tidak merepotkan tuan rumah pada saat bertamu. 6. d. Apabila tamu wanita atau bersama wanita dan berkendaraan. jabatan. Antarkanlah tamu yang hendak pulang ke depan pintu atau kendaraan. Menerima Tamu a. Mendampingi Tamu Resmi a. riwayat jabatan. Ketahuilah identitas tamu. usahakan berbicara sebentar dengan tetap menjaga sopan santun dan menyatakan penyesalan karena ada sesuatu kepentingan yang tidak dapat ditunda. Apabila tidak dapat menemui tamu. Apabila akan bermalam agar membawa perlengkapan yang diperlukan. antarkanlah tamu sampai pada tempat duduk yang ditentukan.h. g. b. antara lain mengenai nama. c. c. b. Perhatikan kesopanan dan pakaian pada waktu ke dan dari kamar mandi. i. Mengucapkan terimakasih. menghormat dan memberi salam kepada penghuni rumah ketika selesai bertamu. Sebelum tamu datang harus telah mengetahui segala sesuatu yang berhubungan dengan kegiatan yang akan dihadapi. 7. k.

apabila hendak bepergian bersama rekan wanita. Temadap wanita. d. a. f. Apabila naik mobil hendaknya mengambil tempat di sebelah kiri atau di sebelah pengemudi bila ada pejabat lain yang mendampinginya. b. Apabila sedang bersama rekan wanita atau rekan pria dan bertemu dengan atasan. maka cara memperkenalkannya adalah dengan menyebut terlebih dahulu rekan wanita atau rekan pria kemudian memperkenalkan atasannya. e. orang yang lebih tua atau patut dihormati sebaiknya memperkenalkan diri teriebih dahulu. c. Mendapat izin teriebih dahulu dari orang tua atau walinya. terutama terhadap wanita. Sedangkan apabila bertemu dengan sesama teman. 9. . e. Waktu berjalan tempatkan diri disebelah kiri tamu agak ke belakang. 8. f. Dalam menyebutkan nama ucapkanlah dengan jelas dan lengkap. Berjalan dengan rekan wanita agar tetap bersikap sopan dan tempatkan pada tempat yang aman. Pada waktu tiba tamu harus disambut. Apabila tamu akan pulang. dan h. g. maka nama teman disebutkan teriebih dahulu. Berkenalan a. jawablah dengan wajar. Berjabat tangan dengan seseorang hendaknya dilakukan dengan kesungguhan. Apabila hendak berkenalan dengan orang lain. b. dengan cara yang sopan dan ditempat yang pantas. Praja Pria Bersama Rekan Wanita Bukan Praja. Berpisah dengan kenalan biasakan mengucapkan salam. menghadap ke arah orang yang diajak atau mengajak berkenalan atau diperkenalkan dan menyesuaikan dengan situasi dan kondisi setempat. Apabila ada pertanyaan dari tamu. agar diantar sampai tempat yang ditentukan.d.

c. Tidak bergandengan tangan dan berpegangan tangan. tidak berdiri atau mendapat tempat duduk dan naiklah kendaraan terlebih dahulu dari teman pria serta turunlah setelah rekan pria. dan f. apabila turun tangga. Mendapat izin teriebih dahulu dari Pengasuh yang bersangkutan. . e. apabila diantar kembali ke kampus. Tidak bergandengan tangan dan berpegangan tangan. 11. d. b. e. Praja Pria Bersama Wanita Praja dan sebaliknya. selama berjalan kecuali hanya untuk membantu dan melindungi. dan atau menempatkan diri disamping kiri. sebelum naik atau turun f. apabila naik tangga dan atau menempatkan diri di samping kanan dan setengah langkah di depan. Menyesuaikan dengan batas waktu yang ditentukan Dinas dan atau atasan Wanita Praja pemberi izin dan ucapkan terima kasih serta salam. kecuali hanya untuk mendapatkan bantuan dan perlindungan. 10. dan Apabila bepergian menggunakan kendaraan umum. Menempatkan diri disamping kanan dan setengah langkah dibelakang rekan wanita. selama berjalan. g. setengah langkah di belakang rekan pria. pilihiah kendaraan yang pantas. apabila berjalan dengan rekan pria. apabila hendak pergi bersama Pria. Apabila berpergian menggunakan kendaraan umum. mobil. Menjaga etika dan menempatkan diri di tempat yang aman serta berdiri di sebelah kiri. maka persilahkan rekan wanita naik teriebih dahulu dan turun belakangan.c. setengah langkah di depan rekan pria. Wanita Praja Bersama Rekan Pria Bukan Praja. Mengantar pulang disesuaikan dengan waktu yang ditentukan dan mengucapkan terima kasih serta salam. Menempatkan diri di samping kiri. a. tunggu sampai rekan Pria membukakan pintu mobil teriebih dahulu. d. apabila turun tangga. Apabila bepergian dengan menggunakan mobil. g. apabila naik tangga.

2) berkunjung sesuai dengan jadwal kunjungan. kampus untuk menjaga norma dan etika Praja. Mengunjungi Orang Sakit a. tutup kepala tetap dipakai dan tetap memperhatikan kondisi situasi setempat. Di rumah sakit dan Kamar Sakit Asrama 1) mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku. apabila pergi bersama rekan wanita Praja pada saat pesiar dan atau kegiatan yang harus mendampingi Wanita Praja dan tetap memperhatikan ketentuan Praja Pria bersama rekan wanita. b. Memasuki tempat perbelanjaan hanya bila ada sesuatu yang benar-benar diperlukan. hendaknya memilih di tempat yang bersih dan pantas. 12. Di rumah 1) mematuhi ketentuan pasien. atau pembicaraan yang dapat mengganggu 4) menciptakan suasana yang membesarkan hati pasien. dan atau kebiasaan yang berlaku dalam keluarga . c. Tidak berduan selama pendidikan di IPDN. d. 13. Apabila membawa barang belanjaan hendaknya dimasukkan dalam tas pesiar dan membawa dengan menggunakan tangan kiri. Mendapat izin teriebih dahulu dari Pengasuh. Berbelanja a. dan 5) mendapat izin oleh dokter. dan baik di dalam maupun di luar b. dan e. 3) membatasi perbuatan dan ketenangan pasien. Berbelanja di kampus dan apabila terpaksa harus berbelanja diluar kampus. b. Tidak meminta diistimewakan dalam pelayanan.a. apabila membawakan makanan. Tidak berdiri dan melihat barang di depan etalase di luar toko.

Tata Cara Makan a. Melayat a. Melayat sebelum jenazah di kebumikan dan ikut mengantar sampai ke makam serta mengikuti upacara pemakaman dengan tertib hingga selesai.2) membatasi perbuatan dan atau pembicaraan yang dapat mengganggu ketenangan pasien. apabila sebelumnya telah ada orang yang hadir. Apabila menabur bunga lakukan dengan khidmat dan berdoa serta menghadap penuh ke makam. dan 4) menyesuaikan dengan wajar waktu dan atau lama berkunjung. 3) menciptakan suasana yang membesarkan hati pasien. Ikut berdoa. dan Apabila meletakkan karangan bunga sesuaikan dengan kondisi dan situasi. c. e. 16. Tidak membuat lelucon dan atau berbicara keras. f. kearah barat. Menghadiri Pemakaman dan Ziarah a. Di meja makan 1) pada saat makan badan selalu bersih dan berpakaian rapi. 14. Memberikan salam dan mengucapkan belasungkawa kepada keluarga yang berduka. 15. . Mengambil tempat duduk dan atau sesuaikan dengan keadaan setempat. mulai dari kepala ke kaki. 2) duduk dengan wajar sesuai dengan kondisi yang ada. Bersikap dan menyesuaikan diri sesuai dengan tata cara yang berlaku. d. c. b. dan g. sebelum dan atau sesudah agar melakukan penghormatan. Tidak menanyakan sebab-sebab kematian almarhum / almarhumah kepada sanak keluarganya. Melayat melalui prosedur kedinasan yang berlaku. b.

8) mempergunakan alat-alat makan yang disediakan sesuai dengan kegunaan dan tidak berbunyi. bersihkan teriebih dahulu bibir dengan lap makan sebelum minum. 5) menggunakan lap makan sesuai dengan fungsinya. 7) mengambil makanan secukupnya tidak beriebihan. minum sedikit sebelum makan. sendok harus diantar ke mulut. 14) apabila tengah makan dan ingin minum letakkan sendok dan garpu terlentang. 10) mengunyah makanan dengan sopan. kecuali sudah dipersilahkan. selesai makan. garpu. 12) apabila mempergunakan pisau peganglah dengan tangan kanan. 16) tidak membersihkan sisa makanan di dalam mulut di hadapan orang lain tanpa menutup mulut dengan tangan. 19) menghindari diri bersendawa setelah makan. dan 20) tidak berdiri teriebih dahulu sebelum yang tertua meninggalkan tempat duduk. 13) tidak minum apabila mulut masih berisi makanan dan air minum tidak digunakan untuk berkumur. 6) mendekatkan makanan yang akan diambil ke piring dan tidak sebaliknya. 4) apabila perlu. berhenti sejenak untuk menghormatinya. 18) minumlah dengan sopan. mulut tertutup dan tidak sampai bersuara. . serta apabila memakai pisau.3) berdoa sebelum dan sesudah makan. dan telungkup sejajar. tutupi dengan sendok. 17) tidak ada sisa makanan yang menempel pada sendok dan garpu. letakkan di sebelah kanan sendok bagian tajamnya menghadap ke kiri. apabila selesai makan dan kumpulkan sisa makanan di tengah piring. 11) tidak berbicara pada waktu mulut berisi makanan. 9) sewaktu memasukan makanan tidak sebaliknya. lap atau sapu tangan. 15) apabila tengah makan ada orang yang harus dihormati. ke mulut.

Di rumah keluarga 1) 2) duduk dan menempatkan diri di tempat yang ditunjukkan oleh tuan rumah. apabila akan mengambil lauk pauk atau menambah agar menyesuaikan dengan kebiasaan setempat. jangan mengunyah 4) .b. selesai makan tempatkan kembali kursi yang dipakai dengan tertib dan tinggalkan makan bersama-sama dengan tuan rumah. piring ditempatkan tangan kiri serta duduk dengan sopan. meja 6) d. Di rumah makan 1) memilih rumah makan yang pantas dan atau memilih tempat yang baik atau strategis dan aman dari lalu . Di perjamuan resmi dan atau pesta 1) memperhatikan kesopanan dan tata cara pengambilan makanan yang disediakan. dan sesudah menunggu dengan sabar sampai rekan semeja selesai makan. 4) memperhatikan sopan santun. di pangkuan atau ditopang dengan 3) makan di tikar atau sejenisnya dan tanpa menggunakan sendok dan garpu. mengambil makanan sebelum dipersilahkan oleh tuan 3) 4) 5) mengambil makanan secukupnya dan bila kurang dapat mengambil makan dengan sopan dan tidak tergesa-gesa.lintas pelayanan. makan serta c. selama. 2) makan tanpa meja. sebelum. 3) tidak meminta dan diistimewakan dalam pelayanan. dan berdiri (standing party). atau meja 2) tidak menempatkan rekan wanita menghadap kejalan. kembali. apabila jamuan makan sambil sambil berjalan. dan mengucapkan terima kasih atas hidangan yang diberikan. tidak mendahului rumah. tunggulah dengan sabar.

jika terpaksa agar orang tua atau wanita hamil 5) memakai sapu tangan untuk menutup c. waktu menunggu kendaraan. dan tidak pantas. sikap dan sopan santun. 2) 3) menunggu kendaraan di tempat yang sudah disediakan dan tidak bergerombol. Perjalanan a. sewaktu turun kendaraan. dan tidak tertidur dan mulut. tidak berbuat sesuatu yang perhatian umum. 17. Menunggu kendaraan. tidak berdiri dalam kendaraan. Naik jenis kendaraan 1) Bus atau kendaraan sejenis . tutup kepala dilepas. 1) memperhatikan sikap dan kesopanan pada baik pada waktu pesiar maupun bepergian. b. Di dalam kendaraan 1) 2) 3) tetap menjaga sopan santun.5) mengambil hidangan hendaknya memperhatikan jenis hidangan. tata tertib dan mentaati aturan. apabila terpaksa berdiri tidak melupakan 4) mempersilahkan duduk kepada orang sakit. yang tidak mendapat tempat duduk. jangan asal mencampur aduk jenis makanan. sehingga dapat menimbulkan 4) tidak berebut dan dilakukan dengan tertib.

b. tidak boleh naik lebih dari 2 (dua) orang. b. 5) Kapal Laut dan sejenisnya . memperhatikan dan ikuti petunjuk yang berlaku. naik dan turun pesawat tetap menggunakan pakaian dinas dan aturan yang berlaku. dan b. mematuhi semua peraturan yang berlaku. 4) Pesawat Terbang a. duduk yang sopan. memilih kendaraan yang baik dan mengambil tempat duduk yang sesuai dengan aturan yang berlaku. 2) Kereta api a. d. c. dan c. naik atau turun kendaraan tetap menggunakan pakaian dinas. menempati tempat duduk sesuai dengan aturan. persilahkan naik lebih dahulu dan tempatkan di sebelah kiri dan pada waktu turun. 3) Becak a.a. tetap memperhatikan sikap. dan e. b. membeli keperluan apapun sebaiknya di restorasi atau kantin stasiun. menaiki dalam keadaan terpaksa. dan c. praja mendahului dan berikan pertolongan pada rekan wanita apabila dianggap perlu. menghindari tawar menawar yang berkepanjangan. apabila bersama dengan rekan wanita. selama dalam perjalanan dilarang membeli keperluan apapun lewat jendela.

Menepati janji. menaiki dalam keadaan terpaksa. Sepeda. memperhatikan tata cara naik dan turun dari kapal.a. b. apabila mendadak berhalangan sehinga tidak dapat menepati janji dan tidak sempat memberitahukan agar segera minta maaf pada kesempatan pertama. dan b. apabila terpaksa meminjam sesuatu. memperhatikan petunjuk keharusan dan larangan yang ada di dalam kapal. jam. Bertanggungjawab penuh dan dikembalikan setelah selesai digunakan atau sesuai dengan perjanjian disertai dengan ucapan terima kasih. b. Secepat mungkin memberitahukan disertai dengan pemohonan maaf. dan tempat. mengikuti aturan yang berlaku. dan d. Tidak meminjam sesuatu dari orang lain kalau tidak terpaksa dan atau tidak ada jalan lain. Membuat Janji a. Delman atau Bendi dan sejenisnya a. 18. 6) Ojek. Memastikan hari. Meminjam a. Datang tepat pada waktu yang telah disepakati bersama. c. dan b. 20. Menulis Surat . tanggal. dan c. naik dan turun kapal tetap menggunakan pakaian dinas. 19.

2) mencantumkan nomor telepon dan peta lokasi. b) sifat. untuk surat tidak resmi. dan e. tanggal. Menulis nama dan alamat pengirim atau penerima dengan jelas dan lengkap. dan tempat. Mengundang a. 21. waktu. dan d. peristiwa dan acaranya. Menghadiri undangan 15 menit sebelum acara dimulai. b.a. dan d) berlaku untuk berapa orang. Menonton Pertunjukan . c. Mengirim undangan dengan mempertimbangkan waktu agar tidak diterima mendadak. b. c) pakaian yang dikenakan. d. Menulis surat sesuai aturan yang berlaku. Menyesuaikan pakaian dengan ketentuan yang berlaku. Mengisi undangan sebagai berikut: 1) jelaskan mengenai: a) hari. Menulis alamat untuk surat-surat resmi disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. Menempelkan perangko di sudut kanan atas sampul surat dengan wajar. Menulis alamat secara wajar dan tidak beriebihan. 22. apabila memungkinkan. c.

duduk. b. b. Selamat slang. singkat dan perhatikan kesopanan.. Tata cara berbicara lewat telepon: 1) Menerima telepon a) angkat telepon dan ucapkan salam : "Selamat pagi. Selamat siang atau Selamat malam" atau menurut kebiasan yang berlaku ." (Sebutkan nama dan tempat). . ucapkan salam." (Sebutkan nomor telepon atau tempat dan nama). (sebutkan nama orang yang dikehendaki).. mencari tempat e. ucapkan salam: "Selamat pagi. dan d. Tidak merokok.. (2) "dapatkah saya berbicara dengan. Selamat malam" atau menurut kebiasaan yang berlaku. (1) "di sini. (2) "dengan siapa saya berbicara?.. Menonton bioskop atau hiburan lainnya dan mengunjungi tempat-tempat rekreasi. Berbicara dengan siapapun melalui telepon gunakanlah kata-kata yang jelas. Selamat Siang. 2) Menelpon a) angkat telepon. 23. Membeli karcis melalui loket atau tempat lain dengan tertib.. b) setelah selesai berbicara. c.. Menelepon a."? .. Selamat malam" atau menurut kebiasaan yang berlaku. hendaknya di tempat yang dipandang pantas. "Selamat pagi. c.. Memperhatikan kesopanan pada waktu masuk gedung. (1) "di sini.a. Tidak menelepon sambil berjalan.. tekan nomor yang dikehendaki dan setelah telepon diterima.. . . selama pertunjukan berlangsung dan keluar dari gedung pertunjukan.

b) setelah selesai berbicara. H. ucapkan salam: "Selamat pagi. MARDIYANTO . Selamat malam" atau menurut kebiasaan yang berlaku". Selamat Siang. MENTERI DALAM NEGERI.

30 . perkuliahan dan pelatihan mulai 07.12.30.04.45.d.30.06. Jumat 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 10) bangun pagi. perkuliahan dan pelatihan mulai 13.00-12.30 .00. makan siang mulai 12.30. ibadah mulai pukul 12.05.20. Kegiatan Rutin a.18.30 .30 . . ibadah mulai 04. Hari Kerja Senin s.13.40.17.30 . olah raga/aerobik pagi mulai 05.07. pengembangan minat dan bakat dari jam 15.00 .30. apel pagi mulai 07.30.30 . makan pagi mulai 06.20 .30. istirahat dan ibadah dari jam 17.30 .15.LAMPIRAN I PERATURAN MEN Nomor Tanggal Tentang R M NEGERI : 46 TAHUN 2009 : : 29 September 2009 KEGIATAN PENGASUHAN PRAJA INSTITUT PEMERINTAHAN DALAM NEGERI KEGIATAN PENGASUHAN PRAJA 1.

04.00 .30 .30 .30 .30. Hari Sabtu adalah kegiatan dan atau jam pengasuhan. kegiatan keagamaan mulai 06.30.00 . Apel 1. . apel malam atau apel pesiar mulai 21. 2. pesiar atau kegiatan mandiri mulai 09.00 . Tata Cara pelaksanaan Apel.00.30.00. apel malam dari jam 21.30.21. c.11) 12) 13) 14) makan malam dari jam 18.19.04. makan malam (bagi praja yang tidak pesiar) 18.30 . makan siang (bagi praja yang tidak pesiar) mulai 12. makan pagi mulai 06.30 .00.30 .06.00.30 .00. b. wajib belajar mandiri dari jam 19.22.00.19. dan Apel Harian.13. dan tidur dari jam 22. 1) 2) Jenis Apel Praja.30 .00. dan tidur mulai 22. Hari Minggu dan Hari Libur 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) bangun pagi dan ibadah mulai 05.09. 2.21. Apel Olahraga.22.00.06.00 .

Bersikap terhadap dosen. merupakan apel yang dilaksanakan oleh pamong pengasuh yang diikuti oleh seluruh praja dan seluruh jajaran pengasuh. (2) apel malam. Penghormatan sebagaimana dimaksud pada huruf a. merupakan apel yang dilaksanakan pada saat praja akan dan telah melaksanakan olah raga bersama. pelatih dan pengasuh dalam hubungan pendidikan adalah sebagai anak murid terhadap guru atau anak terhadap orang tua. dan apel luar biasa. (5) 2) tata Cara Pelaksanaan Apel. Menghormati kepada anggota civitas akademika selama dalam pendidikan. Organisasi Keprajaan dan Dewan Kehormatan Praja . b. Menegakkan kehormatan Korps dalam kehidupan sehari-hari. apel yang diselenggarakan oleh dinas dalam rangka kegiatan lapangan mengatasi situasi mendesak serta situasi pendidikan lainnya. b) apel harian. diatur dalam Peraturan Rektor. 4. merupakan apel yang dilaksanakan pada saat praja memulai kegiatan pendidikan. c. meliputi: (1) apel pagi. (3) apel pengasuhan. 3.1) a) Apel apel olahraga. Penghormatan dan Sikap a. (4) apel pesiar. merupakan apel yang dilaksanakan pada saat praja akan menutup kegiatan dan akan melaksanakan waktu istirahat. merupakan apel yang dilaksanakan pada saat praja akan mulai dan telah selesai melaksanakan pesiar. dilakukan dengan cara penghormatan secara militer. d.

kepelayanan dan kenegaraan. bakat. Organisasi Keprajaan 1) organisasi Keprajaan. dan untuk memberi kesempatan menjalin hubungan sosial dengan lembaga pendidikan atau instansi lain di luar ipdn. 2) dewan kehormatan praja. mempunyai tugas: a) menerima dan meneruskan pengaduan Praja. minat. b) mensosialisasikan peraturan-peraturan. sen! dan kemampuan olah organisasi. yang diselenggarakan dari. merupakan alat kelengkapan organisasi korps praja yang dibentuk oleh praja. b. d) membahas dan merumuskan rekomendasi kepada Rektor mengenai pemberhentian atau rehabilitasi terhadap Praja dari kedudukannya sebagai fungsionaris Korps Praja. 2) organisasi Keprajaan praja bertujuan a) Memberikan gambaran dan kesempatan praktek berorganisasi guna mengembangkan kepemimpinan. adalah organisasi senat kemahasiswaan perguruan tinggi kedinasan bagi praja.a. oleh. Dewan Kehormatan Praja 1) dewan kehormatan praja. b) c) 3) struktur Organisasi Korps Praja dan tata kerja ditetapkan dengan peraturan Rektor. potensi serta kegiatan praja yang bermanfaat dan mendukung tercapainya tujuan pendidikan. baik di dalam maupun di luar negeri setelah memperoleh ijin tertulis dari rektor ipdn. c) melakukan konfirmasi pelanggaran disiplin. sebagai wadah dan penyalur aspirasi. dan untuk praja di lingkungan institut pemerintahan dalam negeri dan mempunyai tugas pokok menyelenggarakan kegiatan kemahasiswaan dalam meningkatkan kreativitas. dan .

Penggunaan Pakaian Dinas 1) penggunaan Pakaian Dinas wajib digunakan baik di dalam maupun di luar kampus sesuai dengan jenis kegiatan. 2) PDU (Pakaian Dinas Upacara). 7) PDL (Pakaian Dinas Lapangan) Menwa. Pakaian Dinas a.e) memberikan rekomendasi kepada Komisi Disiplin mengenai penerapan sanksi disiplin. b. dengan ketentuan sebagai berikut: pakaian dinas harian digunakan pada kegiatan harian praja. yudicium dan wisuda atau pengukuhan praja. pakaian dinas upacara digunakan pada kegiatan upacara hari besar. 3) PDUB (Pakaian Dinas Upacara Besar) 4) PDP (Pakaian Dinas Pesiar). 6) PDL (Pakaian Dinas Lapangan) Praja. 5) PDPM (Pakaian Dinas Pesiar Malam). dan 8) Pakaian Dinas Olahraga dan atau Training Pack. pakaian dinas pesiar digunakan untuk kegiatan pesiar praja dan kegiatan resmi lainnya pada waktu siang hari. a) b) c) d) . Jenis Pakaian Dinas 1) PDH (Pakaian Dinas Harian). 3) struktur organisasi Dewan Kehormatan dengan peraturan Rektor. Praja dan tata kerja ditetapkan 5. pakaian dinas upacara besar digunakan untuk kegiatan pengukuhan praja.

semua atribut seragam dinas harus lengkap dipakai sesuai dengan ketentuan yang berlaku termasuk tutup kepala. dengan ketentuan : a) b) jilbab harus sesuai dengan warna seragam dengan jenis dan model sesuai ketentuan dinas. dan Pakaian dinas olahraga atau Training Pack menggunakan kaos warna biru. 3) Penggunaan Pakaian dinas lapangan (PDL): a) b) pada malam hari lengan baju tidak dilipat dan atau digulung. bagi wanita Praja yang memeluk Agama Islam dibolehkan menggunakan jilbab. dengan ketentuan: a) b) c) d) PDL menggunakan kaos dalam warna coklat muda. kegiatan olahraga. dan pakaian dinas olahraga atau training pack digunakan untuk kegiatan aerobik pagi. 4) penggunaan pakaian dinas. temu wicara dan yang seienisnya . f) g) h) 2) penggunaan pakaian dinas.00 s/d 18. PDL Menwa menggunakan kaos warna hijau. menggunakan kaos dalam.e) pakaian dinas pesiar malam digunakan untuk kegiatan pesiar dan kegiatan resmi lainnya pada waktu malam hari seperti kegiatan mengikuti ritual hari besar keagamaan atau kegiatan seminar. dan . pakaian dinas lapangan digunakan untuk kegiatan jaga praja dan pembersihan lingkungan (kurvey).00 dengan batas lengan baju dilipat 2 jari dari siku dan kancing menghadap keluar kecuali pada saat pelaksanaan kegiatan lapangan. pakaian dinas lapangan menwa digunakan untuk kegiatan menwa. dan pada siang hari dari jam 06. simposium. PDH menggunakan kaos putih kecuali Polisi Praja kaos putih berkerah tinggi. di wisma dan tugas lain yang mengharuskan memakai pakaian tersebut yang ditentukan dinas.

b. b) c) 6. Pergerakan Dalam Kampus . Tidak membuat atau memelihara dan memakai tato. Pemeliharaan dan Kerapihan Perorangan a. jambang. Tidak memelihara kumis. pewarna kuku dan rambut. Praja menggunakan pakaian dinas lengkap dengan tanda jabatan. kecuali melaksanakan olah raga dan dinas jaga. Memakai perhiasana bagi Wanita Praja. Rambut dicukur rapi dengan perbandingan 0-1-2 untuk Praja Pria. pesiar dan kegiatan resmi yang ditetapkan oleh dinas. memakai gigi emas atau platina. kecakapan dan prestasi a) setiap hari Senin. b. samping tidak sampai telinga. 5) selama jam dinas Praja wajib menggunakan pakaian Pakaian Dinas Harian selama di dalam kampus. di depan tidak sampai alls. d. dan 6) pemakaian tanda jabatan. Berpakaian dinas harus bersih dan diseterika dengan rapi. dan e. dan bagi Fungsionaris Korps Praja hanya menggunakan pakaian dinas dengan tanda jabatan tanpa talikur dan yang bukan fungsionaris tetap memakai tanda prestasi dan kecakapan.c) jilbab dimasukkan ke dalam pakaian dinas kecuali pakaian dinas harian (pdh) dan pakaian dinas olaharga atau training pack. perhiasan. Ukuran rambut untuk Wanita Praja. memelihara kuku panjang serta bertindik. 7. c. belakang tidak sampai kerah baju dan dicukur rapi. tanda prestasi dan tanda kecakapan. talikur. jenggot.

. terdiri dari: (1) pengawas jaga dijabat oleh koordinator pengasuh. b. 8. dan Lokasi tertentu sebagaimana dimaksud pada huruf b. d) tugas dan tanggung jawab pejabat jaga posko pelayanan nusantara.a. bertugas: (a) melakukan serah terima piket dari petugas sebelumnya. b) c) pejabat jaga posko pelayanan. baik di dalam maupun di luar jam kerja. yaitu: (1) pengawas Jaga. (b) memberikan petunjuk dan arahan pelaksanaan piket kepada pembina jaga. Pada lokasi tertentu perpindahan formasi barisan harus melakukan penghormatan dengan langkah tegap. c. adalah jaga yang dilaksanakan oleh pengasuh dan praja pada psoko pelayanan praja dalam rangka memberikan pelayanan dan menumbuhkan rasa tanggungjawab praja dalam melaksanakan tugas dan mengawasi kelancaran pekerjaan seharihari. pejabat jaga posko pelayanan terdiri dari pengasuh dan tingkatan praja yang ditetapkan dengan surat perintah kepala biro kemahasiswaan pada kampus pusat dan atau kepala bagian keprajaan pada kampus di daerah. (2) pembina jaga dijabat oleh pengasuh. Jenis Dinas Jaga 1) Jaga Posko Pelayananan Praja a) jaga posko pelayanan praja. ditentukan oleh Kepala Bagian Pengasuhan dan atau Kepala Bagian Keprajaan. dan (3) penata jaga dijabat oleh praja. Dinas Jaga a. Pindah tempat dilakukan dalam formasi barisan.

mengisi buku inventaris Posko dan Buku Kejadian serta Buku Laporan Kegiatan Posko dan serah terima tugas. bertugas: (a) bertanggungjawab kepada Pembina Jaga. (d) mengkoordinasikan pelaksanaan patrol! setiap 1 (satu) jam khususnya pada malam hari. dan (f) bertanggung jawab terhadap barang-barang inventaris jaga. mengisi buku Inventaris Posko dan Buku Kejadian serta Buku Laporan Kegiatan Posko dan serah terima tugas. (3) penata Jaga. dan (f) Dalam pelaksanaan tugas bertanggung jawab kepada Biro Administrasi Kemahasiswaan melalui Kepala Bagian Pengasuhan untuk kampus pusat dan atau Kepala Bagian Keprajaan pada kampus di daerah. (2) pembina Jaga. (c) memimpin dan mengawasi pelaksanaan tugas jaga Praja yang berada dibawah subordinasinya. (b) mengawasi dan mengendalikan pelaksanaan kegiatan dinas. dan . dengan ketentuan: (1) untuk hari biasa. dan e) dinas Jaga posko pelayanan bertugas selama 1 x 24 jam. (e) membuat laporan tugas. (b) melaksanakan perintah dan petunjuk Pembina Jaga dalam rangka kelancaran pelaksanaan tugas jaga sebagai tenaga operasional dalam dinas jaga. Jaga Korps Praja sudah harus berada di Kantor jaga pada pukul 14. (d) melaksanakan patroli keliling asrama dan lingkungannya setiap 1 (satu) jam sekali khususnya pada malam hari.00. (e) membuat laporan tugas. bertugas: (a) melakukan serah terima piket dari petugas sebelumnya.(c) mengawasi dan mengendalikan petugas jaga dari Pengasuh atau pegawai lain yang ditunjuk oleh Dinas.

dan dekan fakultas. (4) mengisi buku laporan kegiatan jaga wisma dan laporan kejadian wisma.00. . air dan lain-lain. bertanggungjawab atas keamanan. dari pukul 05.(2) untuk hari libur harus sudah berada di Kantor Jaga pada pukul 08. kebersihan dan kerapihan wisma termasuk mengawasi penggunaan alat penerangan. pelatihan dan pengasuhan. f) petugas jaga dilarang meninggalkan tanpa izin dari perwira jaga. membuat buku daftar jaga serambi yang diketahui oleh ketua wisma dan pengasuh kelurahan yang selanjutnya dilaporkan dan dikumpulkan ke perwira jaga posko pelayanan nusantara dan atau posko satuan. dan (5) menyerahkan tugas kepada jaga serambi pertama. meliputi: (1) memakai pakaian dinas lapangan (pdl) praja sesuai dengan ketentuan penggunaan pakaian dinas praja.00 . c) pengaturan jadwal jaga wisma oleh tingkatan praja ditetapkan berdasarkan surat perintah pengasuh kelurahan mengetahui pengasuh sebagai kepala satuan dan disampaikan kepada kepala bagian pengasuhan. 2) Jaga Wisma Praja a) jaga wisma praja. adalah jaga yang dilaksanakan oleh setiap tingkatan praja pada wisma praja.22. (2) (3) selama jaga tidak diperbolehkan tidur atau meninggalkan wisma. d) tugas dan tanggungjawab serta kewajiban jaga wisma. (6) bertanggungjawab kepada pembina jaga. b) jaga wisma dilaksanakan setiap hari oleh tingkatan praja.00. dan h) perubahan susunan pejabat jaga dapat disesuaikan dengan kepentingan Dinas atas sepengetahuan Kepala Bagian Pengasuhan dan atau Kepala Bagian Keprajaan. posko jaga termasuk jam pesiar g) praja setelah melaskanakan tugas jaga posko pelayanan wajib mengikuti kegiatan pengajaran.

dan b) c) tugas dan tanggungjawab serta kewajiban jaga serambi: (1) memakai pakaian dinas lapangan (pdl) praja sesuai dengan ketentuan penggunaan pakaian dinas praja. dari pukul 22. (5) mengisi dan melaporkan semua kegiatan/aktivitas yang ada diwisma dan dicatat dalam buku jaga serambi ke posko pelayanan nusantara dan atau posko jaga satuan. (2) jaga serambi pertama menerima penyerahan tugas dari jaga wisma dan jaga serambi terakhir sekaligus menjadi jaga wisma pada hari tersebut. 3) jaga Serambi Wisma Praja a) jaga serambi wisma praja. Pakaian Jaga 1) pengasuh yang melaksanakan tugas jaga berpakaian pdh linmas (warna hijau). b.e) selama melaksanakan tugas jaga wisma Praja diperbolehkan tidak mengikuti kegiatan pengajaran. (4) bertanggung jawab terhadap urusan keamanan dan kejadian yang ada pada saat pelaksanaan tugas.00 sampai dengan pukul 05.00 keesokan harinya. maka harus pengganti berikutnya. pelatihan dan pengasuhan. jaga serambi wisma dilaksanakan setiap hari oleh tingkatan praja. dan menyerahkan pada (6) karena sesuatu hal terpaksa meninggalkan tugas. 2) praja yang sedang melaksanakan dinas jaga berpakaian pakaian dinas lapangan praja. . (3) jaga serambi terakhir bertugas membangunkan praja dalam wismanya masing-masing untuk melaksanakan kegiatan aerobik pagi. adalah jaga yang dilaksanakan oleh setiap tingkatan praja pada serambi wisma praja setiap malam selama 1 (satu) jam yang dilakukan secara bergiliran.

melapor kepada petugas operasional pengajaran. praja harus sudah siap di kelas. operasional pelatihan dan atau operasional fakultas apabila dosen atau pelatih belum hadir dalam waktu 15 menit sesudah waktu yang telah ditentukan. dari praja setiap kelas yang ada pada pengajaran dan 2) ketua kelas. b) menyiapkan buku daftar hadir praja. 15 menit sebelum kuliah mulai.c. 1) ketua kelas. memakai tanda jaga yang dikenakan di lengan sebelah kiri berwarna kuning. jaga warna 3) penata jaga yang dijabat oleh praja. dipilih pelatihan. daftar hadir dosen/pelatih dan menyerahkan kembali kepada petugas pelatlh dan petugas opjar. c) d) ketua kelas wajib membawa daftar jaga wisma yang ditetapkan pengasuh dan keterangan sakit dari poliklinik untuk setiap anggota kelas untuk keperluan keterangan tidak mengikuti kuliah dan atau pelatihan. memakai tanda hitam yang dikenakan di lengan kiri dan memakai selempangjaga. 2) pembina jaga yang dijabat dari pengasuh. dan 4) jaga wisma praja dijabat oleh anggota wisma masing-masing secara bergiliran. memakai tanda jaga warna hitam yang dikenakan di lengan sebelah kiri. . Ketua Kelas. dan e) ketua kelas bertugas selama 1 (satu) semester. Pengajaran dan Pelatihan a. mempunyai tugas sebagai berikut: a) menyiapkan kelas. 9. Tanda Jaga 1) pengawas jaga yang dijabat oleh pengasuh sebagai kepala satuan. memakai tanda Jaga yang dikenakan di lengan sebelah kiri berwarna biru.

b) setelah kuliah selesai: (1) ketua kelas menyiapkan kelasnya. dan (4) kelas diistirahatkan kembali untuk menerima perkuliahan. dan . (b) praja memiliki dan diberi kebebasan sesuai dengan rambu-rambu akademis. sebagai berikut: a) sebelum kuliah dimulai: (1) ketua kelas menyiapkan kelasnya. kelas yang diatur bergiliran. mengajukan pertanyaan atau sebagai berikut: doa. (2) ketua kelas melakukan penghormatan perorangan dan setelah dibalas menyampaikan laporan. kelas diistirahatkan selanjutnya (4) menjawab pertanyaan.3) dalam melaksanakan tugas ketua kelas pengajaran. pelatihan dan atau fakultas. (2) ketua kelas menyampaikan laporan setelah itu melakukan penghormatan perorangan. (3) ketua kelas memimpin doa. dengan tata cara (a) mengambil sikap yang baik dan wajar sesuai etika sambil mengangkat tangan kanan setelah diberi kesempatan. kemudian bertanya atau menjawab. Tata tertib ruangan kelas 1) menggunakan tas kuliah dalam melaksanakan kuliah. 3) melakukan laporan dengan tata cara sebelum kuliah dan setelah kuliah. dan ketua kelas dibantu oleh piket b. melakukan koordinasi dengan 4) dalam melaksanakan tugas sehari-hari. 2) memelihara ketertiban dan ketenangan belajar dalam melaksanakan kuliah. dan (3) ketua kelas memimpin melaksanakan kegiatan berikutnya.

2) meminta izin kepada ketua kelas yang diteruskan kepada petugas operasional pengajaran. . kecuali diijinkan oleh dosen dan atau pelatih yang bersangkutan. pelatihan dan pengasuhan setelah menerima permohonan dari praja. e. f. dan 2) membawa periengkapan dan alat bantu belajar. kecuali yang sedang melaksanakan tugas jaga wisma. dan 2) melaporkan diri kepada dosen atau pelatih tentang sebab-sebab keterlambatannya. kemudian mengambil tempat duduk atas perintah dosen atau pelatih yang bersangkutan. pelatihan dan fakultas jika tidak ada pengajar dan atau pelatih. dan 3) meninggalkan ruangan kelas setelah dosen dan pelatih meninggalkan kelas. Pembebasan dari pengajaran dan pelatihan 1) praja wajib mengikuti setiap perkuliahan dan pelatihan. Datang terlambat 1) memberitahukan secara tertulis kepada ketua kelas yang diteruskan kepada dosen atau pelatih karena ada tugas atau perintah dinas. 1) dilakukan dengan tepat dan tertib dipimpin oleh ketua kelas. dan 2) dibebaskan dari perkuliahan atau pelatihan atas perintah dan persetujuan rektor ipdn.(c) berdiri saat mengajukan pertanyaan dalam mengikuti ceramah. c. 10. Meninggalkan ruang kelas 1) meminta izin kepada dosen atau pelatih. d. Pindah kelas. Belajar Mandiri dan Ujian. setelah mendapat rekomendasi dari fakultas.

dan 3) pelanggaran terhadap ketentuan dan tata tertib dalam ujian akan dikenai sanksi sesuai ketentuan yang berlaku. Ujian 1) ujian dilaksanakan untuk mengukur kemampuan belajar praja. 12. 2) praja wajib ketentuan ujian.15 sampai dengan pukul 21. diskusi akademik dan kegiatan lain yang berhubungan dengan pengembangan wawasan dan ilmu pengetahuan. 3) selama jam wajib belajar praja wajib berada di depan meja belajar wisma masing-masing dan tidak diperkenankan di tempat lain atau berada di luar wisma tanpa seizing pengasuh. Belajar Mandiri 1) praja wajib belajar pada malam hari dari pukul 19. Menggunakan dan merawat barang dinas sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 2) kegiatan wajib belajar diisi dengan membaca buku/literatur. Kepemilikan dan Penggunaan Barang a.00 atau setelah pelaksanaan makan malam sampai dengan sebelum pelaksanaan apel malam. dan 4) praja waktu belajar praja harus menjaga ketenangan. b. Buku Referensi disesuaikan dengan jurusan dan fakultas yang ada di IPDN. ketertiban dan kebersihan ruang belajar dan memadamkan lampu setelah belajar.a. Kepemilikan Buku Referensi. Pengasuh memeriksa kepemilikan buku referensi dan dijadikan pertlmbangan di dalam pemberian nilai Pengasuhan. dan c. b. Praja wajib memiliki buku referensi selama pendidikan di IPDN. 11. a. . Setiap bulannya.

kemudian menuju tempat duduk sesuai dengan pengaturan yang sudah ditentukan. dan 3) melapor kepada pembina jaga untuk pengaturan selanjutnya. bila praja dinas luar dan tidak dapat makan bersama.b. membuka tutup kepala dan diletakkan di pundak kiri. Barang kiriman yang bukan milik Praja wajib diantarkan ke alamat yang bersangkutan. diikuti oleh praja semester berikutnya secara berturut-turut. sedangkan ke luar ruang makan didahului oleh praja yang semesternya lebih tinggi dan terakhir praja semester i dan ii. dan e. b. Tata Tertib Makan di Gedung Nusantara a. 13. Sebelum makan 1) berpakaian pdh atau pdl bagi petugas jaga. c. 2) memasuki ruang makan teriebih dahiilu oleh praja semester i dan ii. . 2) berangkat menuju ruang makan harus tertib. Pelaksanaan makan 1) masuk ruang makan dengan tertib dalam bentuk barisan dan wajib menghormat kepada lambang negara. d. Barang kiriman Praja dicatat oleh Petugas Jaga selanjutnya diserahkan kepada Praja yang bersangkutan dan dibuka di depan Petugas Jaga. Memiliki barang-barang non dinas dalam batas-batas kesederhanaan dan kewajaran sesuai dengan norma dan etika. Penggunaannya disesuaikan dengan fungsi dan ketentuan yang berlaku.

5) menempati kepala meja dan bertanggung ketertiban di meja tersebut. Hal-hal yang tidak dibenarkan selama makan di Gedung Nusantara 1) bersenda gurau. bila lonceng dibunyikan 2 kali sebagai tanda untuk.3) duduk dengan tertib pada tempatnya masing-masing. 2) menyanyi/bersenandung atau bersiul. dan 9) pelaksanaan makan bagi petugas dilakukan setelah makan selesai. bila lonceng dibunyikan 1 kali sebagai tanda makan selesai. setelah seluruh praja duduk pejabat yang memimpin pelaksanaan makan lonceng dibunyikan 2 kali sebagai tanda bagi seluruh praja berdo'a sesuai dengan agama masing-masing. dan 3) meneruskan makan. berteriak-teriak. 4) tetap memelihara etika. do'a selesai ditandai dengan bunyi lonceng 2 kali. d. 7) berhenti makan. 8) berdo'a sesuai dengan agama masing-masing. bagi yang dituakan. do'a selesai ditandai dengan bunyi lonceng 2 kali. jawab atas pelaksanaan 6) melapor kepada petugas jaga dan menunggu sampai pelaksanaan upacara makan selesai.kemudian meninggalkan ruangan makan dalam bentuk barisan setelah teriebih dahulu melakukan penghormatan kepada lambang negara dengan tertib. c. mengatur alat-alat makan sesuai ketentuan dan duduk dalam sikap sempurna. selama pelaksanaan makan. . 3) membawa makanan atau lauk pauk sendiri. 2) mengumpulkan peralatan makan ke tempat yang sudah ditentukan. bagi yang belum selesai makan. mengatur kursi sesuai susunan kursi pada waktu datang. bila karena satu dan lain hal praja datang teriambat ke ruang makan. Setelah pelaksanaan makan 1) berdiri.

5) membawa barang inventaris gedung nusantara. kecuali sedang bertugas. 3) mendampingi tamu yang berjalan-jalan di dalam kampus dan dapat membawa tamu ke kantin sampai pukul 18. 14. Tamu a. 3) menemui tamu menggunakan pdh. b. 2) menerima tamu sambil melihat-lihat kampus.00. pdl atau pdp serta tetap memelihara etika dan kesopanan. 3) dilarang lewat dapur. kepada pembina jaga posko pelayanan 2) mempersilahkan untuk menunggu di ruang tamu. Ketentuan lainnya selama makan 1) selama makan berlangsung. Menerima tamu 1) tidak menerima menerima tamu pada hari-hari kerja. e. dan memanggil praja yang dicari. jaga korps praja membantu ketertiban pelaksanaan makan. apabila terpaksa praja dapat menerima tamu di kantorjaga posko pelayanan nusantara. dalam keadaan khusus. 2) tidak diizinkan memasuki atau lewat ruang makan selama makan kecuali sedang bertugas. dan 6) membawa makan keluar ruangan. dan 4) tidak membawa tamu memasuki wisma tempat tinggal praja. dan 4) tata cara makan disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang berlaku.4) mengambil lauk-pauk atau jatah praja lain. Perlakukan terhadap tamu 1) menerima tamu dan melapor nusantara dan mengisi buku tamu. . pada hari-hari pesiar praja.

30 atau sebelum waktu aerobik pagi. Istirahat dan Tidur a. tidak bermain komputer atau laptop. dan tamu dilarang memakai sandal.00 atau setelah apel malam sampai dengan pukul 04.30 atau sebelum waktu aerobik pagi. yang tidak dipergunakan di ruang tidur dan ruang 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 10) tidak menonton televisi. b. dan .00. menggunakan piyama dan atau training pack. menjaga ketenangan dan ketertiban. Selama kegiatan istirahat dan tidur malam hari sebagaimana dimaksud huruf b. b.4) pada malam hari tamu diizinkan menunggu di ruang tunggu jaga posko pelayanan nusantara sampai dengan pukul 20.00 atau setelah apel malam sampai dengan pukul 04. tidak melakukan kegiatan pertemuan kontingen. Istirahat pada siang hari dipergunakan untuk melaksanakan kegiatan mandiri. kecuali bila ada kegiatan tambahan diatur dinas. tradisi korp dan kegiatan lainnya yang melibatkan praja yang tingkatannya lebih tinggi dengan praja yang tingkatannya lebih rendah. 11) tidak berkeliaran atau tidak berada di luar wisma kecuali dinas jaga. Istirahat dan tidur pada malam hari dari pukul 22. selama tidur. menyala lampu serambi. aksesoris yang beriebihan atau pakaian yang tidak pantas secara etika kesopanan. kecuali bila ada kegiatan tambahan diatur Dinas. tidak memanggil praja yang tingkatannya lebih rendah ke wisma dan atau praja yang tingkatannya lebih tinggi ke wisma praja yang tingkatannya lebih rendah. Praja harus: 1) 2) bertempat tinggal dan tidur di wisma masing-masing. mematikan lampu belajar. 5) 15. tidur malam di tempat tidur masing-masing dari pukul 22.

praja bersikap luwes dan fleksibel serta mengedepankan sikap kepamongan sesuai kode kehormatan dan tata krama praja. kepada sesama praja. menjalin kerjasama dan saling mengenai dengan sesama generasi muda lainnya baik di dalam maupun di luar negeri. c. bangsa dan negara. 1) senantiasa menyesuaikan diri dalam pergaulan meninggalkan ketentuan yang berlaku.12) merapikan tempat tidur setelah bangun tidur. saling menghormat. Hubungan Praja dengan generasi muda Mengharuskan Praja. dan dan kakak seperti dalam 3) 4) 5) b. Hubungan Praja dengan anggota masyarakat. kepada rekan yang sedang menjabat atau hubungan antara praja adalah antara keluarga dan kolegial persaudaraan. intelektual dan keterampilan sehingga dalam menyelesaikan pendidikan dapat mencapai hasil yang sebaik-baiknya. 16. Hubungan antar Praja 1) 2) hubungan inter dan antar praja didasarkan pada asas kekeluargaan. saling membantu dalam meningkatkan kepribadian. saling menghormat. . 3) berhubungan dengan masyarakat. Interaksi Sosial a. mengikuti dan dan mengamati perkembangan dengan masyarakat tanpa 2) masyarakat. adik melaksanakan tugas.

d. lemari pakaian. Pesiar a. lemari belajar dan tempat . serta hari-hari libur. Jadwal pelaksanaan pesiar 1) 2) 3) praja semester i dan ii pada hari minggu serta hari-hari libur. praja semester iii dan iv pada hari sabtu dan minggu serta hari-hari libur. vii dan viii pada hari rabu sore. b. wisma dalam keadaan tidak bersih atau kotor. dalam keadaan sakit. sabtu dan minggu. dan keadaan tempat tidur. akademis dan 2) a) b) c) d) pertimbangan prestasi akademis dan kepribadian. Malam Keakraban 1) praja dapat menyelenggarakan malam keakraban dengan maksud sebagai hiburan untuk mengembangkan pergaulan dengan sesama praja. memperhatikan pola hidup sederhana dan tetap mengutamakan tugas pokok sebagai praja dalam penyelenggaraan malam keakraban. vi. dan tidak membawa rekan wanita atau rekan pria dalam malam keakraban. generasi muda dan masyarakat sekitar ipdn di tempat dan waktu yang telah ditentukan melalui prosedur yang telah ditetapkan oleh dinas. Pencabutan Hak Pesiar 1) hak pesiar dapat dicabut dengan pertimbangan-pertimbangan prestasi kepribadian. dan praja semester v. 2) 3) 17. yaitu: sedang menjalankan dinas jaga.

18. Kepala Satuan dan Pengasuh Kelurahan diberikan dengan ketentuan: a) pelaksanaan pada hari selasa dan jum'at. Pejabat yang berhak memberikan izin meninggalkan kampus 1) a) pejabat yang berhak memberikan izin pemberian izin meninggalkan kampus paling lama 7 (tujuh) hari untuk seluruh wilayah Indonesia diberikan oleh rektor ipdn / direktur program studi melalui pembantu pembantu rektor bidang kemahasiswaan / asisten direktur bidang kemahasiswaan.e) jemuran pakaian tidak sesuai dengan peraturan urusan dinas dalam (PUDD). 2) 3) b. b) pemberian izin meninggalkan kampus paling lama 3 (tiga) hari diberikan oleh dekan fakultas / asisten direktur bidang kemahasiswaan pada program studi. Syarat pelaksanaan izin keluar meninggalkan kampus 1) sifatnya darurat (force majeure} diberikan kepada praja apabila orang tua (bapak dan atau ibu) meninggal dunia atau sakit keras. paling lama 7 hari. Izin Keluar Meninggalkan Kampus a. . c) pemberian izin meninggalkan kampus paling lama 1 (satu) hari diberikan oleh kepala bidang keprajaan pada fakultas / program studidan pemberian izin meninggalkan kampus paling lama 30 jam dalam sehari diberikan oleh pengasuh. keperluan yang mendukung proses pendidikan paling lama 3 hari. dan izin berobat paling lama 7 hari. d) 2) dalam hal Pemberian Izin keluar Meninggalkan Kampus yang diberikan oleh Kepala Bagian Pengasuhan.

19. dan c) tidak menggangu kegiatan pengajaran. dan 3) diberikan pada hari libur nasional setiap bulannya atau hari sabtu dan minggu. dan libur nasional setiap bulannya atau hari sabtu dan 2) diajukan 4 (empat) hari sebelum pelaksanaan dengan membuat proposal yang ditujukan kepada kepala biro administrasi kemahasiswaan pada kampus pusat dan atau direktur program studi untuk kampus di daerah dengan melampirkan tujuan dan alamat izin bermalam masing-masing praja. 2) tidak mengganggu jadwal pengajaran dan pelatihan. 3) praja yang telah mendapat izin keluar wajib mengisi nomor dan buku register izin keluar di masing-masing satuan dan mencantumkan nama Pengasuh dan Jaga Manggala diketik rapih. Sakit . 1) diberikan pada hari minggu. Pemberian Izin bermalam perorangan 1) mengajukan permohonan kepada kepala biro administrasi kemahasiswaan untuk kampus pusat dan atau direktur program studi untuk kampus di daerah dengan mencantumkan keperluan bermalam. Izin Bermalam a. Pemberian Izin bermalam kolektif. b. pelatihan dan pengasuhan.b) untuk praja yang meninggalkan kampus dengan alasan sakit dengan melampirkan rujukan/pengantar dari dokter/petugas kamar sakit asrama (KSA) IPDN dapat diberikan selain hari tersebut angka 1. 20.

00 .00. 21. Memakai Pakaian Dinas Harian (PDH) dan Pakaian Dinas Lapangan (PDL). buku yang sudah diparaf oleh pengasuh dibawa oleh praja yang berobat ke poliklinik ipdn. dapat diberikan cut! sakit berdasarkan ketentuan yang berlaku.d. dan pada saat pelaksanaan jam wajib belajar Praja (19. Praja dilarang berada di Kantin/Koperasi pada saat pelaksanaan upacara makan Praja (makan pagi. Kantin/Koperasi a.00. : Senin s. berpakaian rapi serta tidak diperbolehkan memakai pakaian dinas olahraga (training pack). . 1) 2) pagi hari sore hari : Senin s. bagi praja yang sakit dan perlu perawatan khusus di luar dibawa orang tuanya harus mengikuti ketentuan dinas.30 sampai dengan pukul 17. c.00 . dan kampus yang 3) 4) 5) 6) bagi praja yang sakit. Selama di Kantin/Koperasi tetap memperhatikan tata cara makan. Tata cara berobat 1) 2) menuliskan identitasnya pada buku berobat di masingmasing wisma.a. Jam Kantin hanya berlaku dari pukul 13.17.00. bagi praja yang berobat harus minta izin pada petugas jaga. setelah selesai berobat buku dibawa kembali ke wisma masing-masing. dari jam 16.00). d. makan siang dan makan malam).11.d Minggu. b. Bagi Praja yang sedang melaksanakan jaga. Minggu.15 sampai dengan pukul 21. dari jam 10. b. Ketentuan Jam kunjungan.

b. Internet. b) pada waktu siang hari dari jam 13. Komputer/Laptop dan Internet 1) menggunaan Komputer dan atau Laptop bagi Praja dalam rangka mendukung proses pembelajaran .e.30 s/d 17. atau mengaktifkan perpindahan tempat . Komputer/laptop. diatur dengan ketentuan sebagai berikut: a) pada saat pelaksanaan jam belajar praja berlangsung yaitu dari pukul 19.30 s/d 21. Handphone a.30 sebagaimana dimaksud ayat (2) butir b dan sepanjang tidak ada kegiatan pelatihan. dan f.30. 22. yang dapat menganggu hak privasi praja lain. Handphone 1) menggunaan handphone tidak berkamera. harus memperiihatkan keterangan dari dosen atau pelatih dan disampaikan kepada pengasuh masing . pelatihan dan pengasuhan dengan alasan mengerjakan tugas dari dosen atau pelatih. kecuali yang sakit melalui izin dari pengasuh/jaga Posko Pelayanan Nusantara. Selama di kantin praja dilarang duduk berduaan beriawanan jenis dan duduk berdampingan beriawanan jenis. dan 3) tidak menggunakan speaker aktif dan fasilitas lainnya. 2) menggunakan pada saat jam siang dari jam 13.30 s/d 17. dan c) pada waktu pesiar. Dilarang membawa makanan dari kantin/Koperasi ke wisma.30 dan atau pada saat tidak adanya jam bagi pengajaran. telepon genggam/hp pada mempergunakan dan saat kegiatan barisan. 2) tidak diperbolehkan membawa.masing untuk mendapat Izin.

rumah ibadah.30 s/d 06. . Televisi a. d.15. Tidak menggunakan televisi untuk bermain play station atau memutar cd/dvd. b.30 dan atau sesudah makan siang sebelum jam 13. 3) sesudah jam 17.30. Dapat menggunakan dan menonton televisi di wisma/barak dalam rangka mendapatkan informasi untuk mendukung proses pembelajaran. 4) nada yang digunakan adalah nada getar/beep dengan 1 not/I kali. Penggunaan televisi sebagaimana dimaksud ayat huruf a. pelatihan dan acaraacara resmi. dan 5) pada waktu pelaksanaan pesiar. 23.30 s/d 22.30 dan atau sebelum makan malam serta sebelum jam 19. 3) berkomunikasi dengan telepon genggam/hp baik itu menerima/mengirim hanya diperbolehkan di wisma. pengajaran. apel/upacara. c.30. dan 5) praja diizinkan hanya memiliki nomor kartu dan 1 (satu) buah telpon genggam/hp serta wajib menyampaikan nomor kartu dan jenis/merk telepon genggam/hp yang digunakan ke pengasuh. 2) sesudah jam 12. Tidak menggunakan dan menonton televisi pada saat jam belajar berlangsung. perpustakaan.sambil berjalan. ruang makan/menza.00. diatur dengan ketentuan: 1) sebelum dan sesudah makan pagi atau dari jam 05. kegiatan wajib belajar. 4) sesudah pelaksanaan apel malam jam 21.

H. MARDIYANTO .MENTERI DALAM NEGERI.

menjamin terciptanya kebersihan. . merapikan kebersihan dan keindahan asrama/wisma dan lingkungan sekitar asrama/wisma secara perorangan maupun bersama yang dilakukan secara bergiliran dengan penuh kesadaran dan tanggungjawab. Setiap Praja wajib menjaga. c. KEINDAHAN DAN KERAPIHAN ASRAMA/W1SMA DAN LINGKUNGAN SEKITAR ASRAMA/WISMA 1. b. Tugas ini dimaksudkan dalam rangka menanamkan nilai-nilai kepamongan dalam membentuk kepribadian Praja dengan tujuan sebagai berikut: a. 2. meningkatkan partisipasi/swadaya aktif Praja dalam upaya pembenahan dan pemeliharaan Wisma serta fasilitasnya. memelihara. membiasakan Praja peduli terhadap kebersihan.LAMPIRAN I PERATURAN MEN Nomor Tanggal Tentang R M NEGERI : 46 TAHUN 2009 : : 29 September 2009 KEBERSIHAN KEINDAHAN DAN KERAPIHAN ASRAMA/WISMA DAN LINGKUNGAN SEKITAR ASRAMA/WISMA KEBERSIHAN. kerapihan dan keindahan yang terus-menerus dan berkesinambungan. keindahan dan kerapihan asrama/wisma dan lingkungan sekitar asrama/wisma. membersihkan.

bantal dan selimut sesuai ketentuan kedinasan yang berlaku. 11) menempatkan meja belajar telah ditetapkan. memasang kapstok pagi hari. menyimpan kapstok dengan teratur dan rapi di depan serambi di sore hari. membuangsampah pada tempatnya. dan kerapihan lingkungan sekitar asrama/wisma meliputi: a. Kewajiban Praja dalam menjaga. keindahan. meja belajar serta dinding wisma.d. membersihkan kamar mandi dan wc. 3. dan tempat tidur sesuai dengan aturan yang 12) di setiap barang inventaris yang menjadi 13) memasang sprei. memelihara kebersihan. Di dalam Asrama/Wisma Praja 1) 2) 3) 4) setiap hari membersihkan serta mengepel lantai. melepas alas kaki sebelum masuk ke dalam wisma. 10) menggunakan musholla sesuai dengan peruntukkannya. kamar mandi dan we apabila air dalam 5) tidak menempel gambar dan atau menulis yang tidak pantas sesuai etika di lemari pakaian. di depan wisma sebagai tempat jemuran pakaian pada 6) 7) 8) 9) tidak menggantung dan atau menjemur pakaian di dalam ruangan. memasang tanda pengenal tanggungjawab pribadi. . terciptanya kualitas Pribadi yang utuh dan rasa memiliki (sense of belonging) serta tangggung jawab sebagai Kader Pamong Praja. tidak diperkenankan menggunakan wisma tidak mengalir.

15) tidak menyimpan peralatan mandi di kamar mandi. dan melaksanakan kurvey pada saat tidak adanya jam pengajaran yang dikoordinir oleh pamong pengasuh maslng-masing. 19) menyimpan sepatu dan sandal dan periengkapannya disediakan sesuai ketentuan dinas. b. dan pelatihan . merawat tanaman dan pepohonan yang ada di sekitar wisma. 16) menempatkan pakaian kotor yang akan disediakan oleh lembaga. menanam bunga dan membuat taman bunga di sekitar wisma.14) merapikan dan menyusun pakaian dan perlengkapannya di dalam lemari pakaian sesuai ketentuan dinas yang berlaku. 18) tidak membuang sampah dl saluran air atau wc. menanam tanaman apotek hidup. Lingkungan sekitar asrama/wisma 1) 2) 3) 4) 5) 6) membuat lobang sampah sebagai tempat pembuangan sementara. memotong rumput secara berkala. di laundry pada tempat yang telah 17) tidak membiarkan lama merendam pakaian di kamar mandi. dan kecil antara lain : lampu listrik dl tempat yang telah 20) dan kran air apabila 21) melaporkan kerusakan barang inventaris di wisma. mengganti kerusakan rusak.

H. MARDIYANTO .MENTERI DALAM NEGERI.